Mengenal Program Unggulan Pelayanan Kesehatan Kota Semarang - My Mind - Untaian Kata Untuk Berbagi

Friday, 28 December 2018

Mengenal Program Unggulan Pelayanan Kesehatan Kota Semarang



www.hidayah-art.com
Pict by Dikoko

Assalamualaikum Sahabat. Mengenal Program Unggulan Pelayanan Kesehatan Kota Semarang. Pelayanan kesehatan sekarang menjadi tolok ukur bagi pemerintah kota atau kabupaten. Seberapa tinggi indikator harapan hidup masyarakat di satu wilayah?

Senangnya saat mengetahui bahwa Kota Semarang memiliki tingkat kesejahteraan yang cukup tinggi. Bahkan tergolong kota dengan indikator kesehatan cukup bagus.

Ternyata itu semua berkat kepedulian pemerinta kota beserta dinas terkait yang membidangi masalah kesehatan. Dan tentu saja support warga yang ikut terlibat aktif dengan melakukan pola hidup sehat dan lingkungan sehat.

Kebetulan kemarin tanggal 23 s/d 24 Nopember 2018, saya gabung dalam acara yang digagas oleh Dinas Kesehatan Kota Semarang. Dengan tema Blogger & Media Gathering Desiminasi  Informasi Kesehatan.

Udah tahu kah arti desiminasi dalam kalimat judul di atas?


Saya jelaskan sedikit arti tentang desiminasi. Dalam arti kegiatan yang diarahkan pada satu kelompok atau individu, untuk berbagi informasi, yang kemudian bisa menumbuhkan kesadaran, menerima, dan memanfaatkan informasi tersebut.

Yuk lanjutkan baca artikel tentang kesehatan di Kota Semarang, sahabat.

Bantuan Hidup Dasar

Materi pertama adalah tentang Bantuan Hidup Dasar yang disampaikan oleh Dr. Satya Ariza. Beliau merupakan bagian dari Tim Ambulance Hebat.



Dr. Satya menjelaskan bahwa tidak semua orang mengetahui langkah yang tepat saat menemukan ada korban serangan jantung atau henti nafas. Nah, di sini lah Bantuan Hidup Dasar (BHD) sangat dibutuhkan.

Bantuan hidup dasar adalah serangkaian usaha yang dilakukan untuk mengembalikan fungsi pernapasan pada orang yang mengalami henti nafas dan jantung. Hingga saat ini sudah banyak pasien yang henti napas atau henti jantung, bisa diselamatkan karena mendapatkan BHD.

Intinya BHD ini adalah otak dan jantung butuh aliran oksigen.  Bila selama 3 - 8 menit otak dan jantung tidak mendapatkan asupan O2, maka bisa menyebabkan kematian mendadak.

Indikasi korban membutuhkan BHD bisa dilihat saat adanya Henti Napas dan Henti Jantung. Biasanya hal ini terjadi ketika :
  • Korban tenggelam
  • Kena stroke 
  • Kemasukan benda asing di saluran nafas 
  • Inhalasi asap 
  • Epiglotitis 
  • Overdosis obat 
  • Cedera 
  • Infark miokard akut 
  • Tersengat listrik atau kesetrum
  • Koma.
Nah, bantuan yang dilakukan itu dinamakan Resusitasi Jantung Paru (RJP). RJP adalah memberikan sirkulasi dengan menggunakan dua telapak tangan dengan hitungan tertentu, sehingga oksigen mengalir ke otak dan jantung.



Untuk orang dewasa, caranya dengan mengukur posisi di antara dua payudara (wanita), dan tambahkan dua jari. Nah, kita meletakkan bagian pangkal telapak tangan dengan menumpukkannya. Tekan dan hitung sebanyak 30 kali. Posisi kita sebagai penolong, setengah berdiri berada di sisi kanan korban.


Apabila terjadi pada bayi, cukup dengan meletakkan dua ujung jari, dan lakukan langkah serupa. Wah kalo saya sih nggak berani melakukan itu. Membantu RJP pada orang dewasa aja pasti bikin deg-degan apalagi bantuin bayi. 

Duhhh biar tenaga medis aja lah yang bantuin ya. Telpon tim dari Ambulance Hebat aja. Ini nih call number Ambulance Hebat : 1500132. 


Oiya Tim Ambulance Hebat ini terdiri dari dokter, bidan, dan paramedis. Ambulance Hebat terdapat di Tri Lomba Juang, Puskesmas Bangetayu yang mencakup wilayah Semarang Timur, Pusksesmas Srondol yang mencakup wilayah Semarang Selatan, Puskesmas Halmahera mencakup Semarang Utara, KPuskesmas Karangmalang mencakup wilayah Semarang Barat.

Ambulance Hebat ini seperti mini IGD, memiliki perlengkapan RJP komplit, dan warga Semarang yang membutuhkan tidak dipungut biaya. 

Sesi berikutnya adalah istirahat untuk menerima kunci kamar, mandi dan shalat. Sesi sharing dilanjutkan setelah makan malam. Oiya, kami sempat mengikuti tes kesehatan. Sayangnya cuma tes gula darah dan pengukuran tensi yang bisa diikuti oleh blogger dan media. 




GIAT : Gerakan Ibu dan Anak Sehat, Bersama Gasurkes KIA

Sesi sharing berikutnya adalah tentang materi Gerakan Ibu dan Anak Sehat Bersama Gasurkes KIA. Sharing ini oleh Ibu Endah Emayanti, SKM., MSi, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Semarang.

Nah awalnya Gasurkes memiliki dua tugas, yaitu pemeriksaan jentik untuk mencegah DBD dan pendampingan bumil serta bufas.  

Sekarang kedua tugas ini dipisahkan karena sama pentingnya. Butuh ketelitian saat melakukan pekerjaan dan tugas survailans di dua bidang yang berbeda.

Ada yang mau nanya, Gasurkes KIA itu apa sih?

Yuk saya jelaskan, Gasurkes adalah Tenaga Surveilans Kesehatan. Dan KIA kependekan dari Kesehatan Ibu dan Anak. Jadi Gasurkes KIA itu Tenaga Surveilans Kesehatan Ibu dan Anak.

Nah Program Gerakan Ibu dan Anak Sehat ini punya 4 Sekawan. yaitu :


1. Dinas Kesehatan di Tingkat Masyarakat

- Ada pendampingan Bumil dan Ibu Nifas oeh Gasurkes
- Ambulance Hebat
- Pengenalan jaminan kesehatan untuk masyarakat tidak mampu dengan mendaftar sebagai peserta UHC
- Optimalisasi pendampingan bumil dan bufas melalui FKK (Forum Kesehatan Kelurahan)
- Jampersal untuk pembiayaan kesehatan

2. Dinas Kesehatan dengan organisasi profesi

- Pertemuan dan penekanan BPM
- Pembinaan onsgyn oleh POGI 

3. Dinas Kesehatan dengan Puskesmas 

- Supervisi Fasilitatif 
- Pembinaan Puskesmas PONED oleh RS PONEK
- Pembinaan Bikor

4. Dinas Kesehatan dengan Rumah Sakit

- Adanya kesepakatan bersama RS
- MOU RS PONEK
- Terdapat feedback RS
- Adanya teguran bila ditemukan kesalahan

Petugas Surveilans Kesehatan (Gasurkes) punya peranan dan fokus pada upaya menurunkan kematian ibu dan bayi, melalui pendataan dan pendampingan sebagai langkah promotif dan preventif kesehatan. Mereka juga memperoleh honor setara UMR sebagai imbalan pekerjaannya.

Oiya, Gasurkes juga punya tugas menempelkan stiker GIAT. Stiker ini dibuat sebagai penanda keberadaan ibu hamil dengan resiko tinggi. 

Diharapkan dengan penandaan ini,  masyarakat sekitarnya ikut waspada terhadap keberadaan ibu hamil yang punya resiko tinggi. Jadi mereka bisa ikut mendampingi kehamilannya.

Syukurlah berkat Gasurkes, jumlah kematian ibu mengalami penurunan. Datanya bisa dilihat dalam grafik berikut ini :




Tahun 2014 maaih ada jumlah kematian sebanyak 33, namun tahun 2016 udah turun di angka 32. Dan langsung turun tajam pada tahun 2017 di angka 23 dan per 30 Oktober 2018 di angka 14. Semoga hingga akhir Desember tidak bertambah lagi.

Nah kalo ingin tahu lebih jauh tentang GIAT, bisa kepoin sosial media di :


Twitter : @halobumil

Instagram : @halobumil_semarang

Program Unggulan Pelayanan Kesehatan

Materi berikutnya merupakan Program Unggulan Pelayanan Kesehatan yang dituturkan oleh Dr Lilik Faridah. 

Semarang Hebat tidak sekedar jadi semboyan kota ini. Namun memang menjadi nafas dari pejabat dan aparat yang mempunyai tanggung jawab dan wewenang di Kota Semarang.

Pemerintah Kota Semarang dan Dinas Kesehatan, mempunyai program unggulan Bidang Pelayanan Kesehatan Tahun 2018.

Yuk kita lihat program unggulan berikut ini :


1. Universal Health Coverage (UHC)


UHC merupakan komitmen Pemerintah Kota Semarang untuk memberikan Jaminan Kesehatan kepada penduduk Kota Semarang semuanya, agar bisa dapat mengakses pelayanan kesehatan yang tersedia.

Saya udah pernah menuliskan UHC komplit dan detil ketika hadir dalam event sharing kesehatan tahun lalu.

Silahkan dibaca di sini : Tentang UHC dan Isu Kesehatan di Kota Semarang

Berkat program UHC ini, Wali Kota Semarang Bapak Hendi mendapatkan penghargaan tertinggi di bidang pelayanan kesehatan.


2. Ambulance Hebat

Ada famili yang waktu itu sedang kritis dan butuh segera diantar ke rumah sakit. Namun karena udah malam, tetangga juga nggak ada yang bisa mengantarkan ke rumah sakit. Akhirnya istrinya disarankan menghubungi nomer telpon Ambulance Hebat, yaitu 1500132.

Nggak butuh waktu lama, selang 30 menit armada yang ada di Puskesmas Bangetayu langsung meluncur ke rumah famili.

Sebelum diantar ke rumah sakit, famili  saya diperiksa dan diobservasi menyeluruh. Baru data hasil pemeriksaan dikirim ke Dinkes. Baru setelah itu pasien bisa dirujuk ke rumah sakit terdekat dengan domisili.


Berikut ini kriteria pengguna :

- Pasien kegawatdaruratan medis
- Pasien kegawatdaruratan maternal-neonatal
- Kecelakaan lalu lintas
- Bencana alam

Namun apabila pasien bisa ditolong di lokasi penjemputan, rujukan ke rumah sakit tidak dibutuhkan.

Oiya, semua pelayanannya gratis, a.k.a nggak dipungut biaya ya. Cuma kena biaya telpon lokal saat call center Ambulance Hebat 1500132.

Mengingat area jangkauan wilayah Kota Semarang yang luas, yaitu 373,67 km dengan 16 Kecamatan dan  177 kelurahan. Pada tanggal 18 Juli 2018, Walikota Semarang dan Dinas Kesehatan meluncurkan Motor Ambulans dan Motor PIS - PIK.



Layanan motor ambulans gratis yang diperuntukkan bagi warga Kota Semarang. Pelayanan ini terutama untuk membantu warga yang tinggal di tempat yang sulit dijangkau oleh Mobil Ambulance.

Tersedia 5 unit Motor Ambulans yang dilengkapi peralatan kesehatan dan obat-obatan. Juga dokter dan tenaga kesehatan, yaitu Bidan atau Perawat dari Tim Ambulance Hebat.

Nah, saya mau nanya, kalian pernah nggak buka google hanya untuk mencari informasi tentang obat nyeri karena gusi bengkak?

Hati-hati ya sahabat, karena informasi di google itu belum tentu benar. Mengapa tidak konsultasi pada dokter?

Saat ini Dinas Kesehatan Kota Semarang memberikan pelayanan KONTER. Yaitu kependekan dari Konsul Dokter, merupakan layanan one stop service melalui konsultasi online yang terintegrasi bagi masyarakat. Kalian yang tinggal di Kota Semarang, bisa bertanya segala permasalahan seputar kesehatan.

Nomer WA yang bisa digunakan 0811-2900-132, sementara kalo ingin menelpon di nomer berikut ini : 1500132


3. Ambulance Siaga

Ambulance Siaga ini merupakan program pengembangan inovasi Ambulance Hebat. Seperti yang saya tuliskan di atas, begitu luasnya jangkauan Kota Semarang, ada beberapa kawasan yang susah dijangkau.

Ambulance Siaga melayani kasus Non Gawat Darurat karena keterbatasan akses dari rumah ke Fasilitas Pelayanan Kesehatan dan sebaliknya. Juga menangani perawatan di rumah dengan kriteria tertentu. 

Sumber daya yang melayani kesehatan terdiri dari 8 orang Dokter, 15 perawat, 6 orang Bidan, 21  operator, dan 24 orang Driver.


4. PIS - PK


PIS- PK atau Program Indonesia Sehat Dengan Pendekatan Keluarga. Program ini menitikberatkan pada kunjungan rumah. Tidak hanya pendataan kesehatan keluarga, namun juga sampai mengintervensi kesehatan perorangan hingga masyarakat secara luas.

Nah, tempat tinggal saya di lingkungan RT 05 RW 03 Kelurahan Tlogosari Kulon sudah menerima kunjungan dari rumah ke rumah oleh Gasurkes. Gimana nih dengan tempat kalian yang tinggal di Kota Semarang?


5. PUSTAKA


PUSTAKA adalah kependekan dari Puskesmas Tanpa Antrian Kota Semarang. 

Pustaka adalah inovasi untuk mempercepat pelayanan di Puskesmas. Pelayanan Pustaka tujuannya agar pendaftaran di puskesmas  dilakukan secara cepat, tanpa antrian, dengan menggunakan SMS dan WA sebagai sarana pendaftaran pasien untuk pelayanan Non Gawat Darurat.

Program ini sudah diperkenalkan pada tanggal 1 Agustus 2018. Dan kemudian mulai grand launching saat Hari Kesehatan Nasional pada tanggal 12 Nopember 2018.

Mengenal program unggulan pelayanan kesehatan Kota Semarang, tak sekadar melihat bukti fisik di lapangan. Namun juga melihat indikator kesehatan yang ditunjukkan dari meningkatnya harapan hidup warganya.



Warga yang sehat tentu akan memiliki angka harapan hidup yang lebih baik dari tahun ke tahun. Angka harapan hidup yang bagus mengindikasikan warga memiliki tingkat kebahagiaan yang bagus. Semua itu beriringan dan menjadi indikator tingkat kesehatan warga suatu kota.

Saya bahagia tinggal di Kota Semarang. Saya bisa menikmati suasana ramah warga yang saling peduli, ketika di jalan raya, menanti antrian di rumah sakit, atau antri di kasir sebuah mall. Bagaimana dengan sahabat, bahagia kah tinggal di kota kalian? Wassalamualaikum.

61 comments:

  1. Nampak bahwa pemerintah setempat bersungguh2 meningkatkan layanan kesehatan pada masyarakatnya.

    Smg pemerintah daerah lain jg bisa demikian

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa, harapan kita semua ya. Agar semua pemkab dan Pemkot punya tujuan untuk kesejahteraan warganya. Dengan memberikan pelayanan fasilitas kesehatan

      Delete
  2. Seru banget ya media gatheringnya. Asik banget ya jadi warga Semarang. Fasilitas kesehatan di Semarang lebih lengkap sih soalnya. Aku baru tahu kalau ada ambulance motor setelah baca postingan ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena wilayahnya luas, jadi masih butuh banyak tenaga medis. Dan motor ini bisa menjangkau wilayah Semarang yang jalannya sempit

      Delete
  3. Peningkatan kesehatan terus diuayakan oleh pemerintah ya, dengan berbagai cara, salah satunya edukasi pada masyarakat akan ebrbagai hal yang berkaitan dengan kesehatan.
    Semarang kota metropolitan yang pasti memiliki banyak masalah kesehatan, semoga makin banyak masyarakat yang terjangkau edukasi kesehatan

    ReplyDelete
  4. Senang ya sama pemerintahan saat ini mereka banyak program yang membantu masyarakat terutama di bidang kesehatan. Btw pelatihan pertolongan pertama ini penting banget menurut saya dan masih banyak yang belum tahu mengenai ini.

    ReplyDelete
  5. Keren banget ya pemerintah Semarang, zaman sekarang rasanya semua instansi berlomba-lomba menggalakan program yang menguntungkan masyarakat secara langsung.
    Yang Pustaka-nya itu keren banget, secara kalau dengar fasilitas umum itu identik dengan antrian hehehe

    ReplyDelete
  6. Ku jadi teringat pernah belajar dan lulus resusitasi jantung paru di rumah sakit RSPI, sekarang kemungkinan besar ku sudah lupa. Padahal BHD ini penting banget, ku belajar lagi deh

    ReplyDelete
  7. Sering lihat ambulance hebat di salah satu akun IG semarang nolongin korban2 kecelakaan

    ReplyDelete
  8. Penting banget ni belajar RJP soalnya kan henti napas dan henti jantung hitungannya sangat singkat, bisa lewat kalau nunggu para medis dulu. Semoga diseminasi seperti ini rutin dilakukan ya Mbak....

    ReplyDelete
  9. pentingnya sosialisasi kesehatan kepada masyarakat.. biar mereka banyak yang paham .. aku pernah ikut pelatihan RJP mbak. tapi gak pernah dipraktikan ya skrg lupa lagi.. ya gak lupa banget sih.. kapan ya ada sosialisasi kaya gini di sini?

    ReplyDelete
  10. Aku seneng mb wati sama event kayak gini. Mengedukasi masyarakat itu lebih terasa lo dampaknya daripada ngasih uang tunai misalnya. Meakipun meang butuh waktu tapi hasilnya bertahan lama

    ReplyDelete
  11. Pelatihan pertolongan pertama tuh penting banget ya mba wati, karena khan kita ga pernah tahu apa yng terjadi selama di luar/jalan, sayang belum semua punya punya keahlian tersebut, salut dengan program kota Semarang untuk mengedukasi masyarakatnya tentang kesehatan

    ReplyDelete
  12. Ini memang pelatihan keren semua orang semestinya tahu ya ttg hal ini karena kita tdk tahu apa yg akan terjadi pada org2 sekitar kita..

    ReplyDelete
  13. Saya jg ga tau nih cara2 pertolongan pertama seperti ini, harusnya banyak jg pelatihan spt ini ya..

    ReplyDelete
  14. Semarang keren ih udah bisa ngasih sarana gratis ambulance. Di Kudus di sebuah rumah sakit skala B, waktu itu kami harus membayar 100K buat biaya ambulance, Mbak.

    ReplyDelete
  15. Terobosan di bidang kesehatan yg luar biasa. Sampai ada ambulance motor. Sesuatu yg belum pernah saya pikirkan sebelumnya tapi ternyata mampu jadi solusi. Luar biasa semarang. Salut sama penggagas idenya.

    ReplyDelete
  16. Masha Allah...seneng banget liatnya mba. Angka kematian ibu mengalami penurunan signifikan, bukti bahwa pemerintah setempat sangat concern dengan penyediaan layanan medis. Ambulance siaga itu luarbiasa deh, semoga terus maju kota Semarang dan angka harapan hidup terus naik.

    ReplyDelete
  17. Andai pelatihan bantuan hidup dasar bisa merata di semua lapisan masyarakat seperti RT, sekolah, dan komunitas2. Akan lebih banyak korban yg bisa cepat tertolong yaa.. Misal di sekolah kan kalau ada anak yg cidera dan butuh RJP belum tentu guru2nya menguasai RJP dengan benar.

    ReplyDelete
  18. keren deh pemerintah kota Semarang. Btw, tentang Ambulance Hebat itu, jadi teringat adegan-adegan di drama korea kedokteran, yang mana ambulance hebatnya juga selalu stand bye saat ditelpon oleh warga :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jadi inget waktu Yoo Si Jin dibawa ke RS karena luka setelah adu tembak sama tentara Korea Utara yaa..

      *Arin mah taunya Descendants of The Sun doang. Haha..

      Delete
  19. Acaranya bagus ya mbk. Dapet ilmu banyak, terutama soal menangani korban serangan jantung dan nafas berhenti. Nggak boleh asal kasih penanganan, harus ada ilmunya.

    ReplyDelete
  20. Aku juga pernah dapat pelatihan RJP waktu kerja di perusahaan tambang emas, PMA di belantara Kalimantan. Sekitar tahun 1992.
    Cuma karena sudah lama jadi lupa deh.
    Saat itu kami menggunakan manekin sebagai objeknya.

    Hal-hal seperti ini memang krusial disosialisasikan.


    ReplyDelete
  21. Sudah waktunya Indonesia memiliki asuransi kesehatan yang lengkap, terjangkau dan bagus. Semoga makin sukses ke depannya.. seru bisa ikuta acara sosialisasi ini mba

    ReplyDelete
  22. Wa alaikum salam. Semua orang pastinya gak ingin sakit. Tetapi, bila pelayanan kesehatan di satu daerah semakin bagus tentu saja harapan semua masyarakat

    ReplyDelete
  23. SosiLisasi tentang kesehatan secara umum perlu digalakkan aplg menyangkut kesehatan jantung yg perlu penanganan super cepat. Salut pd Pemetintahan Daerah Semarang yg menggalakkan hal ini. Semoga sukses buat PEMDA Semarang

    ReplyDelete
  24. Bagus ya mba program unggulan pelayanan kesehatan Kota Semarang. Semoga berjalan lancar dan memberi banyak manfaat bagi masyarakat

    ReplyDelete
  25. Saluuut, deh, dengan Kota Semarang yang selalu rajin mengedukasi maskyaratnya.
    Semoga warganya sehat selalu ya.

    ReplyDelete
  26. Semoga programnya terus berlanjut ya mba,, keren Semarang tambah maju salut,, Dan semoga bisa merata smpi k pelisak Semarang yg plg terpencilpun

    ReplyDelete
  27. Programnya sangat bagus dalam rangka melayani masyarakat secara penuh di bidang kesehatan. semoga di daerah lain bisa contoh kota semarang

    ReplyDelete
  28. Masalah serangan jantung memang bisa kapan saja terkena dan mengerikan.

    Kasus serangan jantung memang perlu pertolongan pertama sebagai tindakan awal dan pihak medis yang membantu

    ReplyDelete
  29. ambulance tuh antara perlu nggak perlu ya. karena itu di rumah sakit kadang ambulancenya juga terbatas jumlahnya

    ReplyDelete
  30. sekarang di jakarta ada layanan ambulance dengan motor loh buat pasien serangan jantung mengingat di jakarta sering macet dimana mana

    ReplyDelete
  31. Aku salfok sama layanan ambulan dan semua layanannya gratis y mba?aku jadi inget waktu bapakku dirawat dan mau dirujuk ke Cimahi diantar pake ambulan bayar sesuai jarak hehehe

    bagus ya Semarang mantap sama programbya

    ReplyDelete
  32. Mantul semarang. Layanan yang memang sudah seharusnya diterapkan disemua daerah ya mba meski masih bertahap. Semoga lebih baik!

    ReplyDelete
  33. Media gatheringnya keren banget mba. Bisa nambah insight tentang program2 unggulan pelayanan kesehatan di kota sendiri, jadi kita sebagai warganya pun bisa lebih peduli, ikut membantu dengan sharing info pada yang membutuhkan, terutama warga sekitar

    ReplyDelete
  34. mantap bgt deh semarang. makin mengembangkan fasilitas umumnya utk masyarakat. gathering kaya gini bermanfaat sekali. apalagi ada pelatihan pertolongan pertama pada jantung.

    ReplyDelete
  35. Sepertinya tiap orang bisa menguasai kemampuan dasar hidup ini ya. Soalnya penting juga kalo kalo ntar berada di situasi yg darurat. Btw aku baru tau lho memgenai tim Ambulance Hebat :)

    ReplyDelete
  36. Penting ya pelatihan kemampuan dasar hidup ini, senengnya bisa ikut langsung mbak. Bermanfaat banget sharing infonya.

    ReplyDelete
  37. Penting bgt ya pelatihan BHD ini. Setidaknya ada 1 orang yg menguasainya di setiap rumah.

    ReplyDelete
  38. Kalau bukan orang Semarang, bolehkah ikut program KONTER?
    Seperti amat bermanfaat sekali jika sedang darurat (tapi masih bisa menunggu) namun tidak tahu apa yang harus dilakukan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bantu jawab nggih.

      KOnter bisa diakses oleh orang luar Semarang. Udah bisa diakses melalui aplikasi andorid juga kak.

      Delete
  39. Mantep banget acaranya, aku pengen ikutan aslinya hehehe
    tapi bentrok ke Jakarta ah meski begitu dapet ilmunya juga dari postingan mba Hiday makasih mba

    ReplyDelete
  40. Wah keren juga nih fasilitas yang diberikan oleh kota semarang kepada warganya. Kalo ga ada korupsi, rakyat pasti makmur ya

    ReplyDelete
  41. Semarang udah peduli banget ya tentang kesehatan. Soal RJP, aku sering lihat di drama medis, ini sangat bantu buat balikin fungsi jangtung dan paru pas tiba2 berhenti. Tapi ku belum pernah lihat betulan, jadi blm praktek deh. Kudu buru2 pangggil yg lebih tahu

    ReplyDelete
  42. Setiap org memang harusnya bisa BHD ya mbak. Skrng jg kyknya mulai banyak diajarkan. Soalnya org kalau dah kolaps gak kenal tempat.Bagus2 inovasi yang dilakukan Dinas Kesehatan Semarang, terutama program hallo bumil-nya itu. Bisa membantu bumil banget ya mbak :D

    ReplyDelete
  43. Keren program-programnya. Aku jadi kepengen tahu jadinya program bidang yang sama di daerah lain. Di Bandung juga sekarang sudah semakin lengkap. Semoga saja semua daerah punya program-program unggulan terkait kesehatan dan kesejahteraan penduduknya.

    ReplyDelete
  44. Sama kayak Mbak Wati, aku kayaknya juga ngga berani ngasih RJP. Palingan bisanya "shout" doang.. teriak-teriak minta tolong.

    Tapi semoga ngga ketemu yang kayak gini ah.. Aku panikan soalnya.

    Kalau (na'udzubillah min dzalik sih) nanti ketemu kasus kayak gini, semoga masih diberi pikiran yang jernih untuk menghubungi ambulance hebat.

    ReplyDelete
  45. Salut sama Semarang, program kesehatan masyarakatnya sudah sebegitu kerennya. Moga kota kota lainnya dapat mengikuti jejak semarang ya mba

    ReplyDelete
  46. Waduh, itu kenapa ada muka saya yang super luas menghiasi postinganmu mbaaa :))
    Senang sekali ikutan event dari Dinas Kesehatan kapan hari. Ada banyak informasi bermanfaat yang sebelumnya kurang familiar. Semoga program dari Dinkes yang telah diterapkan ini akan makin banyak membawa manfaat di 2019 dan tahun2 sesudahnya. Semarang harus jadi lebih baik dengan warga yang tingkat kesehatannya sudah meningkat.

    ReplyDelete
  47. Reaksi pertama kalau lihat orang kena serangan adalah panik
    Pengalaman ke ayahku sendiri mb
    Bersyukur beliau gak panikan dan akhirny terselamatkn
    Alhamdulillah kalau ada pelatihan2 macam gini y mb moga2 d kota2 lain juga
    Btw aku juga pernah baca manusia bisa idup tanpa oksigen 3 menit, di buku tentang selamat dari bencana

    ReplyDelete
  48. Dulu saat aku masih di PMI aku diajarkan cara RJP. Alhamdulillah dapat banyak ilmu agar biss membantu orang yang membutuhkan. Ulasannya keren banget nambah ilmu makasih Mbk.

    ReplyDelete
  49. Alhamdulillah ya Mbak, kalau ada Ambulance Hebat gitu.
    Fasilitas lengkap, bisa gratis pula. Membantu banget pasti untuk semua masyarakat terlebih lagi bagi mereka yang memang membutuhkan namun terkendala dari sisi biaya.

    ReplyDelete
  50. Ya ampun baru tahu ada info soal bantuan hidup dasar. Ternyata ini bermanfaat banget. Makaihhh ya Mba Wati infonya.

    ReplyDelete
  51. Aku belum pernah lihat langsung ambulance motor, pernahnya di acara tv. Hebat sekali fasilitasnya :)

    ReplyDelete
  52. Pelayanan kesehatan di kota tempat tinggal saya, Jakarta belum memuaskan mba. Beberapa kali dikecewakan dengan pelayanan di rumah sakit, di Jakarta. Puskemasnya sih sejauh ini masih oke-oke aja ya mba. Pelayanan kesehatan di Semarang berarti makin maju ya mba.

    ReplyDelete
  53. Mbak Wati asik bisa ikut acara kerennya, ini yang main rafting itu kan?.
    Semoga dengan adanya program program kesehatan untuk masyarakat Semarang, jadi semakin sehat warganya.

    ReplyDelete
  54. Yeay,, aku ikut seneng jadi warga Semarang yang dibilang tingkat kesejahteraannya cukup tinggi.
    Semoga dengan program-program kesehatan yang dirancang DKK Semarang terlaksana dengan baik dan tepat sasaran.

    Bu Wati, aku juga belajar RJP tapi nggak pernah praktek. Jangan sampe deh, kan kalo praktek berarti ada musibah di sekitar. Eh, tapi kalo dibutuhin ya dengan senang hati membantu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku jadi malu, udah beberapa kali dapat materi ini tapi nggak merhatiin banget. Fokus sama liputanya aja kak haha,

      besok belajar deeh

      Delete
  55. Terimkasih bu Wati sudah menjadi kader kesehatan Kota Semarang dengan menyebarkan banyak informasi layanan kesehatan yang ada di Semarang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih Isul, udah diajakin event keren. Aku suka ikut acara yang sharing materi kesehatan gini. Dan bisa sharing dalam bentuk artikel yang sebenarnya ada di Semarang

      Delete