November 2018 - My Mind - Untaian Kata Untuk Berbagi

Jumat, 30 November 2018

Lima Koleksi Benda ala Saya Yang Bikin Hidup Makin Berwarna
November 30, 2018 32 Comments
Koleksi Benda

Assalamualaikum Sahabat. Lima Koleksi Benda ala Saya Yang Bikin Hidup Makin Berwarna, bisa loh jadi pilihan kalian. 

Hidup ini udah berat, kata orang sih. Kalo kata saya, hidup itu menyenangkan. Karena saya masih ingin usia panjang, berkah, bisa menjadi manusia dan teman yang bermanfaat bagi sesama.

Sebenarnya hidup itu susah atau ringan, tergantung pada setiap individu. Ketika sedang tertimpa masalah, tengok di sekeliling kalian. Lihat lah masalah saudara, teman kerja, tetangga, atau penjual yang lewat depan rumah. Bisa jadi masalah yang mereka hadapi lebih berat dibandingkan dengan masalah kalian.

Bahkan hidup saya pun juga beberapa kali diterpa masalah. Dari masalah kesehatan anak-anak, pendidikan mereka, keuangan rumah tangga, sampai masalah kerja. Namun karena saya nggak pernah mengeluh, baik di sosial media maupun di hadapan keluarga atau kenalan, ya nggak ada yang tahu.

Mereka tahunya hidup saya selalu bahagia. Bebas dari masalah. Nggak pernah mendapat ujian atau musibah kehidupan. Kalian salah!

Kalo orang Jawa bilang, sawang sinawang. Artinya, orang hidup itu saling melihat kehidupan orang lain seakan lebih bahagia. Padahal yang sebenarnya adalah sama saja.

Mau tahu mengapa saya terlihat selalu bahagia?

Selain selalu bersyukur dengan setiap kondisi hidup ini, saya adalah perempuan yang hobi mengoleksi sesuatu.  Memiliki sesuatu dan menjadi benda kesayangan, hingga saya jadikan koleksi, bikin hidup saya penuh warna.

Yuk kepoin ya sesuatu yang jadi koleksi saya dan bikin hidup menjadi seimbang dan penuh warna.


1. Koleksi Novel dan Buku

Sebagai pecinta buku, saya nggak menampik kalo memiliki sebutan book's lover.

Saya nggak tahan kalo mendengar kata diskon saat ada pameran buku. Meski begitu saya tetap membuat skala prioritas, buku mana yang memang wajib dibeli.

Saya bersyukur memiliki suami yang mendukung hobi baca ini. Sejak menikah dia udah support hobi saya mengoleksi buku. Bahkan pernah menggelontorkan duit hingga belasan juta untuk bikin rak dan memenuhinya dengan koleksi buku saya dan anak-anak. Ceritanya kami bikin taman bacaan di rumah. Padahal dia sendiri nggak suka baca buku. Oiya, buku-buku itu juga kami pinjamkan untuk orang-orang yang suka baca buku. Sayangnya sekarang nggak ada yang ngurus, jadi kami tutup persewaan buku kami.



Koleksi buku saya beragam. Dari buku tentang pengetahuan agama, Sejarah Nabi, buku inspirasi, buku biografi, novel anak, komik, karya sastra, dan novel dewasa.

Penulisnya pun dari berbagai genre. Ada  penulis dari negri sendiri, yaitu Mira W, S Mara Gd, V Lestari, Nh Dini, Dian Kristiani, Dewi Rieka, Tere Liye, Andrea Hirata, dan masih banyak lagi.



Buku karya penulis luar pun saya koleksi juga. Yaitu, Dan Brown, Paulo Chelo, Sidney Sheldon, Sandra Brown, Mary Higgins Clark, Danielle Steel, Karen Rose, Nora Roberts, dan John Grisham. 



Ada lagi beberapa karya dari penulis lain, tapi saya lupa. Maklum saking banyak koleksi buku-buku saya  Dan sebagian besar saya simpan di container karena rumah yang saya tempati sekarang nggak cukup luas.


2. Koleksi Tanaman Hidup

Nah saya perlu jelaskan kalo koleksi tanaman itu ya yang hidup. Yang bisa tumbuh, bisa nambah daunnya, atau bisa berbunga, senang lagi yang bisa berbuah.

Di rumah yang lama, saya pernah mengoleksi berbagai macam tanaman. Dari tanaman buah, tanaman daun, dan bunga. Bunga yang saya koleksi nggak hanya mawar, atau melati seperti dalam lagu anak-anak, wkwkkk. Saya juga mengoleksi bunga Kemuning, Anggrek segala jenis, dan bunga tropis lainnya. Pokoknya kalo saya lagi suka bunga tertentu, bisa loh menghabiskan seperempat gaji untuk beli tanaman.

Alhamdulillah lagi-lagi suami nggak marah. Kan dia juga ikut menikmati hasilnya ketika tanaman yang saya rawat tumbuh subur  Halaman rumah jadi semarak dengan tananan aneka jenis. Rumah pun terlihat asri hingga seluruh anggota keluarga krasan.

Nah dari koleksi tanaman ini, saya pernah mendulang rejeki tak terduga. Kalian pasti pernah mendengar tentang harga tanaman daun yaitu Anthurium yang mendadak harganya melejit. Orang-orang yang selama ini sibuk merawat tanaman daun ini, ketiban rejeki.

Saya pun termasuk dalam daftar orang yang ketiban rejeki. Perputaran uang dari tanaman tiba-tiba cukup tinggi. Pernah satu tanaman saya dihargai 15 juta rupiah. Padahal dulu awalnya saya beli dengan harga 13 ribu rupiah.


Koleksi tanaman saya ini tinggal kenangan,
dibagi kepada kerabat saat pindahan
Tentunya saya nggak mendadak dapat rejeki tiban. Semua itu butuh proses. Tiga tahun saya merawat tanaman seperti layaknya merawat anak. Nggak hanya dikasih rabuk dari kotoran kambing. Tapi juga saya kasih vitamin, hihii. Itu lah cinta, mengalahkan kegiatan lain seperti nonton TV. Saya memilih memeriksa helai daun tananan, dibandingkan nonton gosip di TV. Atau saya merelakan nggak ikut ngerumpi di depan rumah tetangga, dan memilih kegiatan memberikan vitamin pada tanaman di rumah. Hasil nggak bakal mengkhianati usaha keras yang kita lakukan.

Lagi-lagi karena alasan rumah sekarang lebih sempit dibandingkan yang dahulu, saya hanya mengoleksi tanaman lebih sedikit. Dan tanaman yang sekarang tuh, kebanyakan tanaman buah dalam pot.


3. Koleksi Dompet / Pouch



Saya lupa sejak kapan mulai mengoleksi benda ini. Namun meski mengoleksi, kebanyakan sih  benda ini merupakan pemberian seseorang.

Kecuali dompet warna merah, itu saya beli di toko Ali Murah di Jeddah. Yang lainnya, saya dapatkan dari souvernir pernikahan. Ada juga oleh-oleh dari negeri tetangga. Yang oleh-oleh itu dari adik ipar, sepupu, dan teman yang pulang melancong dari negara ASEAN. 

Hayok siapa lagi yang mau ngasih saya pouch atau dompet? Saya ikhlas menerima dan menggunakannya bergantian dengan koleksi di rumah, hihiii.


4. Koleksi Tupperware

Ah ini kayaknya saya nggak sendiri. Perempuan atau buk-ibuk banyak kok yang koleksi tupperware kayak saya.

Pertama kenal tuh tahun 1996, waktu si sulung masih usia 1 tahun. Saya ingat beli tempat makan dan gelas. Keduanya saya pakai untuk tempat makan si sulung. 

Abis beli tupy yang pertama, saya kepincut. Beli lagi wadah untuk roti tawar. Trus nambah beli toples untuk krupuk. 

Makin kesini saya keranjingan belanja produk tuppy. Karena cemilan kering jadi awet renyahnya. Trus belinya juga dapat diskon banyak karena penjualnya adik ipar, wkwkwkkk.

Koleksi tuppy di lemari dapur

Entah lah, berapa jumlah koleksi tupperware saya. Ada di container, di lemari dapur, di atas meja karena masih digunakan untuk wadah jananan. Di kulkas juga ada untuk wadah buah, sayur, cabe, daging, hihiii. 

Akhirnya dari sekedar koleksi, saya pun mulai jualan. Kesenangan belanja pun seakan tersalurkan. Tapi kali ini belanjanya untuk pembeli saya dong. Alhamdulillah dapat duit dari awalnya sekedar koleksi.


5. Koleksi Alat Masak

Ampun deh kalo ini awalnya karena butuh alat masak saat awal menikah. Jadi ceritanya kan saya langsung pindah rumah begitu nikah dengan paksuami. Namanya juga pengantin baru, mana punya peralatan dapur kan?

Jadi paksuami pun mengantar saya ke pasar Johar. Kala itu masih tegak berdiri di kawasan jalan Agus Salim Semarang.

Eh belanja sekali itu bikin saya pengen punya peralatan masak yang komplit. Alasannya karena waktu itu pengen bisa bikin jajanan segala macam. Maklum deh si sulung susah makan. Jadi saya pun mengolah aneka bahan masakan agar si sulung doyan makan.

Jadi, saya pun beli Frying pan yang manfaatnya adalah wajan khusus untuk goreng ayam tepung ala kentucky gitu. Minyaknya mesti setengah liter agar ayamnya kecelup semua. Jadi krispinya akan muncul seperti yang dijual di resto cepat saji.

Saya pun memiliki berberapa wajan lainnya. Wajan teflon aja ada 4 macam. Dari yang ukuran kecil untuk bikin pancake, wajan datar untuk bikin kulit risol atau sosis solo, wajan untuk menumis, sampai wajan untuk sambel goreng. Semua terbuat dari bahan teflon.

Saya masih terpikat beli wajan untuk bikin kue lumpur, dua ukuran. Ukuran yang kecil dan ukuran gede. Bayangkan di rumah saya tuh peralatan masak segala ada. 

Namanya juga ibuk sayang keluarga. Agar mereka menikmati makanan buatan rumahan gitu. 

Sekarang semua peralatan itu udah jarang digunakan. Karena anak-anak jarang ada di rumah kalo siang. Pulang kuliah udah malam, kadang bahkan udah makan di luar rumah. Beneran deh peralatan itu jadi koleksi aja sekarang.

Nah, lima koleksi benda ala saya itu beneran bikin hidup makin berwarna. Terutama koleksi buku dan tuppy, hihii. Kalo sahabat punya koleksi apa aja? Cerita yuk di kolom komentar. Wassalamualaikum.
Reading Time:
Lima Buku Favorit Ini Sama kah Dengan Milik Kalian?
November 30, 2018 31 Comments

Buku Favorit

Assalamualaikum Sahabat. Lima Buku Favorit yang aku tuliskan ini bisa aja berubah dalam periode tertentu. 

Ya namanya juga bacaan, kalo ada yang baru aku baca lagi, bisa aja berubah. Apalagi masih ada dua tumpukan buku di kamar yang belum sempat aku baca. Hihiii. 

Yuk kepoin kelima buku favorit aku saat ini :


1. Confession - John Grisham



Sebenarnya novel John Grisham yang saya koleksi hampir semuanya yang udah diterjemahkan bahasa Indonesia. Saya suka baca karya penulis yang juga mantan pengacara ini, karena gaya bahasa dan ide ceritanya yang khas. Mengambil tema serupa yaitu kasus hukum dengan segala perniknya. Namun tak membuat pusing pembacanya dengan istilah hukum yang rumit. Justru pembaca belajar istilah dan seluk beluk hukum dengan cara mudah.

Novel Confession ini diawali dengan catatan persidangan tokoh utama yang sering melanggar hukum. Travis Boyette membawa dua pengakuan hebat pada pendeta Keith Schroeder. Travis sedang sekarang karena penyakit tumor otak yang diidapnya. Dan ia tak ingin meninggal membawa kisah kejahatannya tanpa seorang pun yang tahu.

Peristiwa pembunuhan seorang gadis pemandu sorak, Nicole Yarber. Di sisi kota lainnya, seorang pemuda tak bersalah yang bernama Donte Drumm tengah menanti proses hukuman mati.

Penangkapan yang tak berdasarkan bukti fisik dan menimpa seorang pemuda yang bersikap baik di lingkungannya itu menorehkan luka hati kenalannya. 

Grisham sangat piawai menggambarkan sisi hati seorang penjahat dengan sangat natural. Tak ada penghakiman, namun dibidik dari sudut pandang rasa bersalah sang tokoh.

Kisah tragis ini ditutup dengan proses hukuman mati yang tetap dilaksanakan. Dontē Drumm dinyatakan benar-benar meninggal diusia 27 tahun. Tragis dan menyedihkan untuk sebuah kisah hidup seseorang.


2. Rindu - Tere Liye

Aku udah pernah nulis review buku karya penulis fenomenal ini. Namun karena Rindu masih memegang posisi pertama buku favorit yang pernah aku baca, jadi aku sisipkan di artikel ini.

Yuk baca detil review-nya dalam artikel ini :

Review buku : Rindu, Karya Tere Liye 



Kalo kalian udah baca review yang pernah aku tulis, pasti maklum  kan buku Rindu masih jadi favorit.

Buku yang mengisahkan perjalanan beberapa orang menuju cita-cita mereka untuk menunaikan ibadah haji. 

Uniknya kisah haji dalam buku ini dibidik dari sudut pandang yang beda dengan lainnya. 

Cerita perjalanan menuju tanah suci ini mengambil setting waktu puluhan tahun lalu. Berangkat pun dengan menggunakan kapal yang bernama BLITAR HOLLAND. 

Buku Rindu Juga menceritakan tentang lima pertanyaan yang dibawa oleh lima penumpang kapal, yang akan mengantarkan mereka menuju tanah suci. Pertanyaan yang kadang tidak memiliki jawaban.

Jangan Lari Dari Masa Lalu

"Apakah Allah akan menerima haji seorang pelacur? Hanya Allah yang tahu. Kita hanya bisa berharap dan takut. Senantiasa berharap atas ampunannya. Selalu takut atas azabnya. Belajarlah dari riwayat itu. Selalulah berbuat baik, Upe. Selalu. Maka semoga besok lusa, ada satu perbuatan baikmu yang menjadi sebab kau diampuni. Mengajar anak-anak mengaji misalnya, boleh jadi itu adalah sebabnya."

Kekeliruan mendasar yang dilakukan orang-orang saat menghadapi kenyataan hidupnya adalah, masa lalunya yang pedih. Namun tak mungkin lari dari kenyataan. Tak mungkin bisa menghindar. a

Cara terbaik menghadapi masa lalu adalah dengan dihadapi. Berdamai dengan menerima masa lalu, dan tak perlu dilawan atau dilupakan. Karena itu sudah menjadi bagian hidup diri kita.

3. My Sister's Keeper






Sebuah cerita tentang seorang anak di bawah umur yang berhadapan dengan hukum melawan orang tuanya. Tentunya satu kondisi yang tidak biasa. Terlebih kisah ini menuturkan tentang kisah klasik seorang anak yang melawan penyakit.

Ibunya, Sara Fitzgerald, pun tak habis pikir tentang masalah yang ditimbulkan putri bungsunya itu. Dia merasa sudah memperlakukan anak-anaknya secra adil. Bahwa Kate butuh lebih banyak perhatian karena dia sakit. 
Berbeda dengan Brian, sang ayah, yang menganggap bahwa sikap Anna menunjukkan bahwa mereka sebagai orang tua belum memberi perhatian yang cukup kepadanya. Fakta bahwa si sulung, Jesse, sering membuat masalah, juga menyadarkannya.

Buku ini disusun dengan sudut pandang orang yang bervariasi. Meski begitu nggak sulit bagi kalian untuk membacanya dan memahaminya.
Sejak awal saya udah berada di pihak Anna, putri yang diminta keikhlasannya mendonasikan satu anggota tubuhnya untuk saudaranya. Di sisi lain sebagai ibu, saya pun menyadari sikap Sara yang mencoba memikirkan kepentingan setiap anaknya.
Dari buku ini saya belajar untuk menjadi seorang ibu yang bisa berempati pada kondisi psikis dan fisik anak-anak yang dilahirkan. Tentang masalah yang akan selalu datang silih berganti ketika seorang anak lahir di dunia.

4. The Class, Kelas 58 oleh Erich Segal


Novel yang mengisahkan lima tokoh anggota kelas 58 di kampus terkenal, Harvard university. Ada Andrew Elliot, Theodore Lambros, Jason Gilbert, George Keller, dan Daniel Rossi.

Ada tragedi, ambisi yang tak terkendali, tawa, juga gairah yang tersembunyi dari kelima anggota klas 58. Semua ini sudah ada sejak mereka masih jadi naga hingga saat ini.

Cerita diawali dengan tulisan Andrew Elliot di jurnal hariannya. Oiya Andrew sangat suka menulis di diary. Andrew nulis tentang ketakutannya menghadapi reuni kelasnya. Dia menganggap, dari seluruh alumni Harvard university, hanya dirinya yang gagal karir dan kehidupan rumah tangganya. 

Andrew yang lahir dari garis bangsawan, dengan warisan kesuksesan keluarga nya, merasa terbebani. Leluhur dan keluarga besarnya selalu mengharumkan nama Harvard university dan negara.

Dengan tingkat kepercayaan diri yang rendah, terlebih teman-temannya kebanyakan ambisius. Andrew merupakan pribadi yang baik.  Bahkan dia banyak disukai oleh teman-temannya semasa kuliah. 

Ada juga Jason Gilbert yang terlihat sempurna. Ganteng, gagah, mahir olahraga, cerdas, dan berbakat menjadi pemimpin. 

Tipe anak kebanggaan orang tua manapun pastinya. Namun rupanya dia malu dengan identitas dirinya yang keturunan Yahudi. Orangtuanya mengaku mereka adalah orang Amerika dan beragama Kristen.

Beberapa kisah tokoh novel ini digambarkan sebagai pribadi yang ambisius, namun juga tertekan dengan nama besar universitas nya.

Kehidupan mereka memang terlihat menyenangkan  Namun untuk mencapai kesuksesan itu, hutuh usaha yang kadang mengorbankan kesenangan pribadi.

Novel ini juga menuturkan kisah tentang sikap tolong menolong sesama teman masa kuliah.


5. Mosaic of Haramain

Buku Mosaic ini sebenarnya belum selesai aku baca. Namun jauh sebelum buku ini ada di tangan, aku udah tertarik untuk membacanya.

Kisah tentang haji seseorang itu selalu membangkitkan keingintahuanku untuk mengulik lebih dalam. Bisa aja dalam bentuk tuturan. Namun kalo sampai menuliskan kisah perjalanan haji, rasa penasaranku pasti muncul.

Alasan pertama karena aku tuh sebenarnya pengen banget bisa menuliskan pengalaman berhaji bersama suami tahun 2014 lalu. Alasan kedua karena ingin tahu aja gimana kisah perjalanan haji seseorang. 

Nah apalagi buku ini yang nulis adalah seorang teman penulis yang aku kenal sejak tahun 2011. Memang sih baru kenal di dunia maya waktu itu. Namun ketika punya kesempatan bertemu di Jogja, kami langsung akrab.




Review Buku Mosaic of Haramian :

Kisahnya diawali dengan perjalanan kecil Etyastari Soeharto di sebuah pameran buku. Sebuah kecelakaan motor yang nggak seberapa, telah memantik niatnya untuk mendaftarkan haji.

Kisah haru, sedih, lucu, dan menginspirasi akan kalian temukan dalam buku Mosaic of Haramain. 

Kisah yang mengalir lancar tentang perjuangan penulis memenuhi panggilan rukun Islam kelima. Kisah tentang kesabaran, keikhlasan, keteguhan hati penulis selama masih menunggu antrian, juga selama ibadah di tanah suci.

Tentang kemudahan yang dialami penulis selama di tanah suci. Kisah-kisahnya sangat sayang kalo nggak dituangkan dalam bentuk tulisan. 

Ada sebuah kisah ketika penulis mengalamai kejadiah yang sepertinya tak masuk akal. Cerita tentang penulis yang mengambil video lokasi dari kubah hijau di Masjid Nabawi hingga depan Makam Baqi. 

Pengambilan video yang terputus dan hasilnya yang tak seperti dalam rencananya. Keterkejutan penulis melihat hasil videonya yang membuatnya merasa ditampar secara langsung oleh Allah. 

Kejadian-kejadian tak masuk akal begini kerap dialami para jemaah haji. Tiap orang tidak mengalami hal yang sama. Nah ini lah yang ingin dikisahkan oleh penulis. Karena penulis ingin pembacanya bisa memperoleh hikmah dari buku ini. Dari kisah haji seorang perempuan yang berangkat sendiri dan menemukan banyak peristiwa penting. 

Yang pasti ada sebuath ayat yang menjadi keyakinan setiap muslim ketika memutuskan berhaji :


Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan di Baitullah; Barang siapa mengingkari (kewajiban haji) maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam

Asli, saya belum baca sampai selesai, namun karena ingin menambahkan Mosaic of Haramin ini ke dalam lima buku favorit. Untuk memenuhi tantangan ngeblog #BPN30dayChallenge hari kesepuluh. Sayang aja kalo buku keren ini nggak saya masukkan dalam list buku favorit.

Ayuk dibeli buku mba Etyastari ini, buku yang menginspirasi. Siapa tahu, ada rejeki yang menular usai membaca kisah perjalanan haji mba Ety. Aamiinkan ya. 

Nah, itu ceritaku tentang kelima buku favorit saat ini. Bisa aja lima bulan ke depan, cerita buku favorit yang aku baca udah berubah lagi. Share yuk buku bacaan favorit kalian. Wassalamualaikum.
Reading Time:

Kamis, 29 November 2018

Lima Blogger Favorit Yang Sering Saya Baca Artikelnya
November 29, 20180 Comments
picture by pexels

Assalamualaikum Sahabat. Lima Blogger Favorit Yang Sering Saya Baca Artikelnya ini bisa jadi kamu. Iya kamu, blogger favorit saya. Artikel demi memenuhi tantangan #BPN30DayChallenge2018 hari ke-9. Kamu juga ikut tantangan ini kah, Sahabat?

Sebenarnya kalo diminta menuliskan lima blogger favorit, terlalu sedikit. Saya punya 11 blogger favorit. Tapi kan tantangannya cuma diminta nulis lima blogger. Ya udah nulis ini dulu. Suatu hari entah kapan, saya akan menuliskan 11 blogger favorit versi saya. 

Yuk lanjut baca 5 Blogger Favorit Yang Sering Saya Baca Artikelnya :

1. Lianny Hendrawati

Pemilik blog www.liannyhendrawati.com ini menggunakan platform wordpress untuk menuliskan ide kreatifnya. 


Saya udah lupa kapan pertama kali kenal dan kepoin blog Mbak Lianny. Kayaknya begitu kenal dan pertama tahu, saya nggak bisa berhenti membuka semua isi blognya. Apalagi kalo membaca label Resep Masakan. Waaahhhh saya nggak bisa berhenti membaca tiap resep dengan teliti. Kadang saya tuliskan kalo pengen meniru dan praktek masak langsung, hahaha.

Sayangnya sampai sekarang kami belum sempat bertemu dan kopdar. Semoga ada rejeki bisa silaturahmi dengan mbak Lianny yang ramah ini.

Resep berbagai makanan yang ditulis mba Li di blognya. Beberapa yang udah pernah saya bikin ulang adalah : Killer Soft Bread, Sosis gulung Mini, Pizza Roti Tawar, dan Cake Tape Hapy Call. Khusus Cake Tape saya modifikasi sendiri resepnya. Maksudnya bahannya saya tambahi biar jadi agak besar. Hahaha. Kalo bikinan mba Li kan tipis. Mana bisa kenyang kami serumah.

Meski terkenal sebagai blogger yang pintar mengolah bahan mentah jadi masakan atau makanan enak, Mbak Lianny sering menjadi pemenang lomba blog. Kalo kalian ingin meniru resep masakannya, atau membaca tempat-tempat kuliner yang pernah disambanginya, langsung aja klik blog mba Lianny.


 2. Shinta Ries

Siapa yang tak kenal dengan Shinta Ries Nijerinda? Founder komunitas Blogger Perempuan yang sekarang mengembangkannya menjadi start up dengan nama Blogger Perempuan Network.

Memulai blogging pada tahun 2005, namun baru serius menekuni blog tahun 2012. Mbak Shinta orangnya ramah, dan senang berbagi tentang blogging. 

Pertama bertemu tahun 2015, buka bersama sambil sharing tentang google analytics. Sharing yang menyenangkan namun bikin kepala pening. Wkwkwkk.

Tapi saya jadi semangat belajar google analytics, ngubek-ngubek yang ada di dalamnya. Belajar cara pasangnya, melihat page view, cara memilih page veiw per artikel, dan sebagainya.

Sejak pulang dari belajar itu pula, saya mulai ngubek seputar search console. Cara menitipkan link artikel terbaru di  fetch as google. 

Ah banyak deh kebaikan dari mba Shinta yang dibagikan ketika kopdar gitu. Lama nih nggak kopdar, terakhir tahun kemarin kalo nggak salah.

3. Indah Julianti Sibarani

Blogger perempuan yang hits dan tinggal di kota Jogja ini, orangnya humble. Eh bahkan saya pernah numpang tidur di rumahnya. *apa sih hubungannya, qiqiqii

Saya manggilnya Mbak Indah, kebiasaan sih. Padahal aslinya dia lebih suka dipanggil Kak Indah. 

Mba Indah pernah cerita, awal ngeblog itu di BlogFam. Katanya banyak penulis buku yang lahir dari komunitas BlogFam ini. Saya sih belum kenal Blogfam karena masih asik punya anak bayik.

Mba Indah atau akrab disapa mbak Indjul ini juga Co Founder Kumpulan Emak Blogger. Dan seorang penulis buku anak. Buku barunya baru aja terbit. Dan rencananya buku anaknya akan terbit lagi sebanyak tiga buah buku. Wowww banget ya.

4. Ariev Rahman


Saya baru bertemu blogger keren ini abis lebaran 2018. Ceritanya dia menjadi nara sumber event "Belajar Bareng Menjadi Travel Blogger". Event yang digagas oleh tiga komunitas yang ada di Semarang ini berjalan lancar dan sukses. 

Silahkan dibaca artikelnya :

Mau Jadi Travel Blogger Keren? Intip Tips Nulis ala Ariev Rahman

Travel blogger yang udah mengunjungi sekitar 20 negara ini mengaku tak sengaja saat memulai kegiatannya traveling. Menurut cerita Ariev, dia saat itu sedang patah hati. Ingin menyendiri, membuat Ariev memilih Singapura sebagai destinasi jalan-jalannya.

Apa sih yang bikin Ariev Rahman menyukai traveling?


Tujuannya adalah melihat tempat-tempat baru. Tapi, traveling bagi saya itu lebih ke one fun package yang diasakan. Mulai dari menyusun rencana perjalanan, menghitung anggaran, menentukan mau kemana, atau bertemu siapa. Pokoknya semua itu, jadi kayak diri kita ini seakan diuji lewat tahapan tersebut." tutur Ariev.

Kalo pengen tahu lebih banyak tentang travel blogger keren ini, langsung aja kepoin blognya Ariev di backpackstory.me.


5. Pakdhe Abdul Kholik


Saya mengenal Pakdhe Abdul Kholik saat awal ngeblog. Artikelnya yang bermanfaat dan mengulas tentang teknis blogging, bikin saya krasan baca-baca.

Oiya, setelah ikut kopdar bareng Shinta Ries yang temanya belajar pasang Google Analytic. Usai pulang dan mau praktek pasang GA, saya lupa dengan yang diajarkan tadi. Akhirnya saya buka google dan mencari tutorial tentang GA. Dan, blog dengan nama Neo BlogCamp lah yang paling gampang saya ikuti langkahnya step by step.

Sejak saat itu tiap kali saya pengen tahu seputar blogging, saya pasti blogwalking di www.abdulkholik.com.

____________________________

Yeaaayyy, itu lah kelima blogger yang saya suka cara ngeblognya. Yang selalu jadi stalking tiap ada artikel keren dan bermanfaat tayang. Mereka juga blogger yang baik, ramah, tidak sombong, suka menabung, hiihiii. Dari mereka pula saya belajar untuk menulis dengan jujur, kreatif, dan dari hati.

Blogger favorit kamu siapa, sama nggak dengan saya? Share dong kalo berbeda, agar saya juga punya rujukan lain untuk blogwalking. See you, Sahabat. Wassalamualaikum.
Reading Time:

Rabu, 28 November 2018

 Antarkan Kebaikan Bersama Paxel Di Hari Yang Sama
November 28, 2018 42 Comments


Paxel


Assalamualaikum Sahabat. Pernah kah kalian bingung saat mendapat undangan, namun pas hari H nggak bisa datang? Teman dekat loh yang nikahan, gimana tuh? Alhamdulillah kemarin saya beruntung bisa kirim paket kado nikahan ke rumahnya. Meski udah telat empat hari setelah resepsi.

Sedih sih karena pas akad dan resepsi saya sedang berada di kota Banjarnegara. Jadi ya cuma kirim ucapan via insta stories pengantin perempuan.

Beruntung nih selang empat hari kemudian, saya dan si sulung bisa menyambangi rumah teman kami. Rencananya kan saya pengen kasih kado untuk dia. 

Pas hari H, ada kabar duka dari grup WA teman SMP. Salah seorang teman kami meninggal dunia. Duhhh, sedihnya.

Trus ingat dong tentang kado yang udah dibungkus rapi. Masa iya saya takziyah bawa kado segede itu? Nggak mungkin deh. 

Jangan Menunggu Mampu Untuk Tebarkan Kebaikan

Senangnya saat saya mendapatkan kesempatan hadir dalam perkenalan jasa pengiriman Paxel. Kamis, tanggal 22 Nopember 2018 di Han's Kopi Jalan Veteran Semarang, Bapak Djohari Zein hadir memberikan insight yang menonjok sanubari kami.

Namun sebelumnya, acara dibuka dengan sambutan oleh CoFounder Paxel yaitu Mr. Bryant Cristanto. Beliau menuturkan tentang Hero. Di Paxel sebutan untuk kurir adalah Hero. Yaitu pahlawan kebaikan.

Selanjutnya Founder Global Basket Mulia Investama/ Holding Paxel, Bapak Djohari menjelaskan tentang konsep kebaikan. Beliau yang telah berkecimpung di dunia pengiriman barang sejak puluhan tahun, memiliki konsep mulia.

Budaya di perusahaannya adalah tentang memberi kebaikan, membuat orang lain bahagia, dan menolong pada yang membutuhkan.



Semua itu diawali dari hijrahnya Bapak Djohari yang seorang mualaf. Paxel hadir setelah beliau menunaikan ibadah haji ke tanah suci. 

Dalam perjalanan ibadah haji tersebut, beliau menemukan banyak hal yang baik terjadi dalam kehidupannya. Semua itu karena kebaikan Tuhan.  Karena itu lah beliau ingin berbagi kebaikan. Nah menurut beliau, kalo mau berbuat baik, mulai lah dari sekarang.

Ini lah yang mendasari ide berdirinya Paxel. Tutur beliau lagi, Paxel itu tidak menyaingi siapapun. Tidak pula mengambil jatah pengiriman ekspedisi lain. Karena Paxel itu muncul di bagian last mile atau terakhir.

Antarkan Kebaikan dengan Happiness Hero

Siang itu hadir pula Alexander Zulkarnain, seorang Brand Happiness Hero. Ini lah keunikan dan keistimewaan Paxel. 

Paxel

Paxel memiliki nama tersendiri untuk kurir yang menjemput dan mengantarkan barang. Mereka disebut Happiness Hero. Mereka lah yang menjadi ujung tombak Paxel. 

Kak Alex pun menuturkan tentang Logo Paxel yang mirip dengan logo instagram. Tapi bukan loh. Karena arti dari logo Paxel adalah arah, mengarahkan kebaikan. Dan Kotak itu adalah simbol paket pengiriman.

"Teknologi bisa dicuri, tapi tidak dengan hati yang baik," tutur Kak Alex.

Quote dari Kak Alex :
Semua agama mengajarkan, bahwa pintu-pintu kebaikan akan kembali pada setiap orang yang berbagi kebaikan
Paxel adalah perusahaan logistik berbasis aplikasi dengan layanan sameday delivery servis dengan biaya flat. Pengiriman dilakukan dengan lebih hati-hati, di hari yang sama asalkan dalam satu kota, dan niatnya adalah mengantarkan kebaikan. 

Jasa Pengiriman

Siang hari itu ada Kak Wulan dari Rumah Harapan Indonesia yang bercerita tentang anak-anak penderita kanker. Rumah Harapan Indonesia tak sekedar menjadi rumah singgah bagi keluarga anak penderita kanker yang kurang mampu. Namun juga menjadi tempat belajar. Karena meski sakit, anak-anak berhak mendapat pendidikan wajib belajar 9 tahun.

Kak Wulan punya pengalaman yang mengharukan. Suatu hari Happiness Hero mengantarkan obat pada penderita Leukimia. Sementara saat itu tidak ada jasa pengiriman yang siap karena waktu udah larut, sekitar jam 11 malam lebih.

Namun Paxel mampu dan bersedia mengantarkan obat ini ke rumah pasien. Ibu penderita leukimia merasa sangat bersyukur karena ada Happiness Hero yang mau mengantarkan obat yang sangat dibutuhkan ini.

Kalian bisa juga #AntarkanKebaikan dengan berbagi buku cerita, makanan, baju pantas pakai, dengan menggunakan Paxel. Atau bisa juga memberikan donasi bentuk uang pakai aplikasi Paxel.

Atau bisa juga selalu memilih jasa pengiriman Paxel. Karena setiap 25 pengiriman paket ekspedisi, satu paketnya akan didonasikan untuk Rumah Harapan Indonesia. Bayangkan bila satu hari ada 1000 paket pengiriman, atau 10.000 paket. Bisa berkali lipat kan yang bisa didonasikan untuk anak-anak penderita kanker ini.

Rumah Harapan Indonesia ini merupakan satu dari 11 yayasan yang sudah dibantu oleh Paxel. 

Kenalan Lebih Dekat dengan Paxel

Chief Happiness Hero, Kak Intan Saraswati menjelaskan tentang awal berdirinya Paxel. Dulu jasa pengiriman yang ada model Reguler Delivery. Yaitu pengiriman barang ini yang tahu prosesnya barang ada di mana hanya ekspedisi dan perusahaan jasa pengiriman. Barang bisa aja diterima setelah 3 sampai 5 hari pengiriman dari awal.

Kemudian setelah itu muncul Next-Day Delivery, yang udah ngalahin Reguler Delivery. Di mana barang sampai setelah satu hari dikirim oleh jasa pengiriman.

Saat ini lah Paxel hadir dengan Same-Day Delivery. Yaitu kirim paket bisa diantarkan dalam satu hari yang sama di satu kota.

Dari sini lah Paxel bisa menjanjikan biaya yang murah pada pelanggannya dan lebih cepat sampai. Kok bisa sih?

Ternyata ada sistem door to door, Happiness Hero datang mengambil barang dari rumah atau tempat pengirim. Selain itu juga ada sistem door to locker yang cuma ada di Paxel. 

Inovasi dari Paxel ini adalah barang dijemput oleh Hero dan didrop di Paxel Home atau di titik locker yang udah disiapkan. Nantinya ada Hero lain yang akan mengantar barang tersebut ke rumah penerima. 

Kabarnya ada rencana setiap kota akan memiliki beberapa loker di satu wilayah tertentu. Maksudnya agar pengiriman paket makin dipermudah dan cepat diantarkan ke tangan penerima.


Kelebihan Paxel dibanding Jasa Pengiriman lainnya adalah :

Sameday

- No Cancel 

Maksudnya adalah pesanan jemput barang untuk pengiriman paket yang kita inginkan, tidak akan ditolak oleh Happiness Hero. Mereka selalu melayani pelanggan dengan sepenuh hati.

- Preferred Time Slot for Pick Up

Ini lah pelayanan yang hanya ada di Paxel. Pengirim bisa menentukan waktu penjemputan, juga kapan barang akan diantarkan. Karena konsep kirim paket di Paxel ini adalah Urban Shipment. Yaitu seseorang bisa aja berada di satu tempat dan mobile ke tempat lain karena kesibukan kerja yang padat.

- Flat Price

Nah, tidak seperti jasa pengiriman yang selama ini ada. Paxel menawarkan kirim paket dengan sistem flat price.

Paxel

Yaitu harga pengiriman ditentukan oleh dimensi barang. Nantinya akan diukur sesuai panjang, lebar, dan tinggi paket barang yang akan dikirim.

Kirim Paket

- No Distance Limit

Nggak ada batasan kirim paket kemana aja, pasti diantarkan hingga ke tempat penerima. Saat ini masih terbatas di Jabodetabek, Bandung, Jogja, Solo, dan Semarang.

Target selanjutnya akan menyusul di 20 kota di seluruh Indonesia hingga pertengahan tahun 2019. Semoga Kabupaten Sleman udah masuk juga dalam area pengiriman maupun pengantaran. Karena saya pengen mengirimkan makanan untuk si sulung yang kost di kawasan Kaliurang ini.

- Money Back Guarantee

Nah bila penerima barang tidak menerima paket sesuai yang dijanjikan, ada jaminan uang kembali. Pengembaliannya berupa saldo di akun aplikasi Paxel.

- Free Insurance up to 10 Million IDR

Terdapat fasilitas asuransi paket sampai 10 juta apabila paket yang dikirimkan hilang atau rusak. Nah, apalagi kalo barang berharga, mending kirim pakai Paxel agar aman ya.

Kerja Sama Paket Pengiriman untuk Makanan

Selama ini Paxel sudah mengiriman berbagai jenis barang. Kerja samanya antara lain dengan Omiyago. 

Kalo Omiyago bergerak di bidang food & beverage. Dengan mengusung tagline #OlehOlehOnTheGo yang menggambarkan bisnis membranding ulang makanan khas Indonesia. 

Dengan kemasan yang spesial dan memiliki standar mutu tertentu, oleh-oleh ini menjadi naik kelas dan pantas dijadikan buah tangan. Tentunya diharapkan, dengan adanya Omiyago, oleh-oleh ini bisa naik kasta dalam kemasan baru.


Selama ini Omiyago telah dihantarkan menggunakan Paxel ke seluruh kota yang udah ada layanannya. Terutama untuk frozen food, ada pengemasan cara khusus. 


Sementara itu Kolase adalah crowdfunding untuk mendukung kolaborasi musik di Indonesia. 

Nah, Kolase, Paxel, dan Omiyago ini berada di bawah bendera Global Basket Mulia Investama. Wah keren banget yak, bisnis Bapak Djohari ini melebar di bidang lain. 

Kalian Udah Nyoba kirim Paket dengan Paxel?

Kembali pada cerita kado nikahan teman saya nih. Karena nggak mau membawa barang seukuran kardus mi instant ke rumah duka. Saya pun minta bantuan pada Happines Hero.

Jadi, sebelum saya berangkat takziyah, kado sudah rapi dibungkus kertas kado. Kemudian saya pasrahkan pada si sulung untuk menyerahkannya pada Happiness Hero.

Prosesnya seperti ini :

- Install Aplikasi Paxel di Playstore


Kode Referal watiartanto

Senangnya waktu mengetahui saya mendapat saldo gratis 100 ribu setelah install aplikasi Paxel. Oiya, isi data diri dulu ya Sahabat.



Kemudian pilih create kiriman. Tuliskan alamat penjemputan barang. Dan agar kurirnya tidak kesulitan cari alamat, tambahkan catatan di bawahnya. Kemudian untuk destinasi diisi dengan alamat dan penunjuk jalan yang detil.



- Pilih ukuran paket 

Isi dengan memilih ukuran barang yang dikirim. Kalo kado yang saya kirim udah diukur oleh Happiness Hero. Ukurannya Large, yaitu 35x30x20 cm. Jadi shiping cost nya  sejumlah 25 ribu rupiah.


Dijelaskan juga saat saya order, bahwa Happines Hero akan pick up barang kiriman sekitar pukul 12.00 - 14.00. Dan barang akan diantarkan ke penerima di daerah Tandang Selatan sekitar pukul 18.00 - 20.00 wib.

- Notifikasi Pengiriman

Ternyata usai takziyah dan saya menuju rumah teman saya Septi, Happiness Hero ngabari kalo barang on going. 

Lah saya tiba di rumah Septi sekitar pukul 13.20 wib. Eh Happiness Hero mengantarkan kado saya sekitar pukul 13.44 wib. Jauuuh lebih cepat dari estimasi awal yaitu pukul 18.00 wib.



Saya nggak perlu nanya teman saya. Karena aplikasi Paxel sudah komplit kasih penjelasan barang sampai mana aja. Udah diterima oleh penerima atau belum. 

Dan penerima pun membubuhkan tanda tangan secara digital melalui handphone Happiness Hero. Ada foto penerima yang bersanding di sebelah tanda tangan penerima. Canggih banget yak.


Saya puas dong dengan pelayanan Paxel ini. Makanya saya nyoba kirim lagi. Kali ini dari Han's Kopi, Happiness Hero mengambil barang untuk diantarkan menuju rumah saya. Saya memilih yang menerima suami. 


Namun karena suami tidak ada di rumah, Hero pun menjanjikan akan mengantarkan esok harinya. Eh lagi-lagi suami sedang keluar rumah. Akhirnya barang diterima oleh adik saya. Laporannya ada dalam Outgoing Shipment History.

Kalian bisa juga mengirim paket pada sahabat atau keluarga via Paxel. Atau bisa loh Antarkan Kebaikan pada anak-anak penderita kanker, yang membutuhkan bantuan di Rumah Harapan Indonesia. Cari deh di Instagram, komplit kok ada alamat di setiap kota. Gunakan kode referral saya watiartanto agar mendapatkan saldo sebesar 100 ribu di akun Paxel kalian. Cobain ya, Sahabat.

Paxel.Co
https://www.instagram.com/paxel.co/
Reading Time:

Selasa, 27 November 2018

5 Barang Yang Wajib Ada di Dalam Tas
November 27, 2018 31 Comments

  
Assalamualaikum Sahabat. Ada lima barang yang wajib ada di dalam tas saya tiap kali keluar rumah. Pokoknya kelima barang ini wajib ada. Kalo enggak, saya bakal bingung dan pengen balik ke rumah. Pernah sih balik ke rumah karena salah satu barang ini ketinggalan. Untung aja masih dekat dari rumah.

Karena nggak ingin mengalami kejadian yang sama terulang, saya selalu menyiapkan isi tas malam sebelumnya. Tapi kadang juga masih ada yang ketinggalan sih. Hahaha. Duh pelupa akut deh.

Oiya sebenarnya saya pernah menuliskan barang apa aja yang ada di dalam tas saya. Boleh deh kalian cek dalam artikel berikut ini :


Namun, tetap deh untuk memenuhi #BPN30DaysChallenge hari ke-8, saya mesti tuliskan lagi 5 Barang Yang Wajib Ada di Dalam Tas :

BPN30DayChallenge

1. Gawai, USB & Power Bank

Gawai menjadi barang nomer satu yang nggak boleh ketinggalan masuk ke dalam tas. Bahaya dong, ntar nggak bisa kerja kalo sedang hadir di salah satu event blogger.

Saya pernah loh balik lagi ke rumah gara-gara hape ketinggalan. Beda sih kalo perginya bareng suami. Untuk urusan pribadi seperti ini nggak masalah juga hape ketinggalan. Saya bisa pinjem hape suami untuk buka email, grup WA, ataupun sosmed. Karena waktu hape saya rusak pertengahan tahun 2018, hape suami lah yang saya gunakan untuk kerja.

Kedua barang ini memang berjodoh dan mesti berdampingan selalu. Dulu saya pernah meremehkan kehadiran power bank. Lagi pula udah bawa usb, gampang ntar tinggal nyari colokan aja kalo baterai gawai lowbatt.

Ternyata dunia tak seramah itu padamu, gaeees.


Sebagai content creator yang ngakunya emak digital, namun enggan bawa power bank, sungguh berasa makan soto tanpa kecap. Kurang paaaas.

Malu dong kalo misal saya hadir di gathering dan butuh totalitas bekerja sebagai buzzer. Mesti livetwit, bikin instastory berderet-deret sampai jadi titik-titik rapat. Eh tiba-tiba baterai low, itu bikin gemes. Dan ditambah power bank ketinggalan. Masa mau pinjem?

Eh nasib apes ini masih ditambah dengan tempat duduk jauh dari colokan. Manyun deh sonoh!

Jadi ya saya selalu menyiapkan power bank yang udah full isinya. Kalo kejadian gawai lowbatt, tinggal colokin aja ke usb yang udah nyantol di power bank.

2. Dompet dan Kartu Penting

Dompet saya tuh ada banyak. Semua adalah pemberian dari sepupu, famili, teman yang pulang dari luar negeri. Sebagai teman dan saudara yang baik, saya selalu memakai dompet pemberian itu. Alasannya saya nggak ingin mengecewakan sang pemberi. Udah dikasih kok nggak dipakai? Kan nggak enak kalo sampai dibatin kayak gitu, hihii.

Nah, dompet pemberian ini saya gunakan untuk menyimpan obat-obatan, vitamin, lipstik, bedak, dan permen.

Ada satu dompet yang saya beli sendiri, saat ibadah haji di tanah suci. Dompet ini saya beli waktu belanja di toko oleh-oleh Ali Murah di Jedah. Kayaknya semua jemaah haji pasti digiring #eh diajak ke toko oleh-oleh ini. Jadi sampai saat ini dompet ini masih saya pakai.


Dompet tipis seharga 5 SR ini saya gunakan untuk menyimpan kartu penting. Seperti SIM, KTP, KIS, ATM, dan kartu nama. Meski isi dompetnya cuma beberapa lembar duit rupiah, tapi nggak boleh tertinggal deh. 

Sebagai pengguna motor roda dua, dompet dengan isinya ini nggak boleh ketinggalan. Seperti yang pernah dipesankan oleh bapak polantas, kalo mau berkendara mesti cek ricek, udah bawa SIM atau belum. Itu pentiiing, Sahabat!

4. Buku Agenda & Pulpen

BPN30DayChallenge

Kedua barang ini juga wajib ada di dalam tas. Sebenarnya untuk mencatat udah sering saya lakukan di notepad. Namun sesekali saya masih butuh nulis di buku agenda. Biasanya ketika saya akan menjadi nyonya rumah salah satu acara. 

Fungsi buku itu saya gunakan untuk mencatat segala kebutuhan belanjaan atau pesanan makanan saat acara. Juga mencatat segala hal yang wajib saya lakukan sebelum hari H acara di rumah.

Atau ketika saya menjadi salah seorang panitia reuni, biasanya saya oret-oret dulu di buku agenda. Nanti kalo udah fix, baru saya pindahkan di catatan digital.

5. Mukena & Tisu

Tisu dan Tas kain untuk persediaan kalo belanja

Tisu dan tas bekas goodie bag juga mengisi tas ransel saya. Tas goodie bag itu untuk persediaan, misal mendadak mampir belanja. Saya udah belanja dan bawa kantong sendiri dari rumah.

Barang yang satu ini selalu ada di dalam tas. Beberapa kali ketika pergi dan nggak bawa Mukena, bikin saya kelimpungan.


Sebenarnya di tempat yang saya tuju kadang menyediakan mukena. Tapi terus terang saya risih kalo pakai mukena di tempat umum. Biasanya mukena di tempat umum itu kalo nggak bau ya kotor. Kan saya risih menggunakannya sebagai alat shalat. 

Nah, itu lah kelima barang yang wajib ada di dalam tas saya, Sahabat. Rasanya untuk teman perempuan, pasti sama ya isi tasnya. Gimana dengan kalian. Cerita dong dengan menuliskannya di kolom komentar. Saya tunggu ya Sahabat. Wassalamualaikum.

Reading Time: