Agustus 2015 - My Mind - Untaian Kata Untuk Berbagi

Senin, 31 Agustus 2015

Banyak Jalan Menuju Makkah
Agustus 31, 2015 18 Comments



Halo assalamu'alaikum temans, doa terbaik untuk kalian semua. Semoga senantiasa diberikan kesehatan, agar bisa beraktivitas dengan optimal.

Adakah dari teman yang sudah berangkat haji? Atau mungkin sudah melaksanakan umroh? Namun meski sudah umroh, sepupu dan tetangga saya pun masih memimpikan bisa berangkat haji. Ada nilai spiritual yang bikin berangkat haji ibarat cita-cita teratas bagi seorang muslim. Itu lah sebabnya dalam Rukun Islam, menunaikan ibadah haji diletakkan pada urutan kelima. Menjadi puncak kewajiban bagi muslim yang mampu. Nah, ini pertanyaannya, definisi mampu itu seperti apa?
Reading Time:

Sabtu, 29 Agustus 2015

Kue Samir Versus Kue Kamir
Agustus 29, 2015 18 Comments


Eh ada apa dengan judul tulisan saya kali ini sih? Mengapa mesti dimunculin Kue Samir versus Kue Kamir? Ini lah yang terjadi gegara saya penasaran dengan jawaban seorang penjaja kue Samir di kawasan jalan Suyudono Semarang. Saya jadi penasaran dengan penulisan si mas penjaja di gerobaknya.

So, saya ubek-ubek deh kakang mas gugel, mencari sekilas info tentang kue samir. Tapiii, ubek sana ubek sini, saya enggak menemukan artikel tentang kue samir.

Saya ingat kembali percakapan dengan si mas penjaja kue samir sore itu.

"Minta dibungkusin kue kamir 10 ya, mas," pinta saya.
"Ini samir mbak, bukan kamir,"

Si mas yang bernama Nur itu malah mengoreksi pesanan saya.

"Kok Samir tho, bukannya ini kue kamir, khas Tegal itu?"
"Kalo Tegal menyebutnya Kamir, tapi orang Pemalang menyebut kue ini Samir," Mas Nur menjelaskan perbedaan penyebutan si kue.




Oh, tapi kok penampakannya sama, pikir saya jadi penasaran. Oke deh ntar di rumah saya bakal mengobervasi rasa dan tekstur kue samir ini. Apa yang membedakan kue Samir khas Pemalang dengan kue Kamir dari Tegal.

Saya sering banget menikmati kue Kamir yang dari Tegal. Pertama kali menikmatinya pas dolan ke rumah adik di Tegal. Di sana kue Kamir berukuran gede, nggak kayak yang saya beli di Semarang. Iya di Tlogosari ada tiga tempat yang berjualan kue Kamir, khas Tegal. Tapi dari ketiga penjaja itu enggak ada yang menjual kue Kamir seperti yang saya temui di Tegal.

Kalo di Tegal, kue Kamir nggak cuma berukuran besar tapi juga ada isiannya. Ada coklat, selai strawberry, nanas dan pisang. Sementara di Tlogosari, kue Kamir ya polos aja serta lebih kecil ukurannya.

Si mas penjual menjelaskan kalo sebenarnya kue Samir dan Kamir itu sama. Hanya pengucapannya yang membedakan dan telah terbiasa selama berpuluh tahun.

Kue "kamir" atau apalah yang sering disebut orang, bisa saja shamir atau khamir. Kue ini merupakan warisan pendatan bangsa Arab yang singgah di nusantara beratus tahun yang lalu. Pada abad ke-17 para pedagang dari tanah Arab, yaitu Yaman ini  mengunjungi pesisir pulau Jawa untuk berdagang. Sebagian pedagang ini menetap dan tinggal di daerah setempat. Seperti di Tegal yang berbatasan dengan Pemalang.

Meski sudah tinggal di negeri baru, para pendatang ini tetap menjalani tradisi dan budaya negera asalnya. Mereka tetap membuat masakan khas negeranya, seperti membuat kue Kamir, yang di sana lebih dikenal dengan nama Bakhmri. Di negeri Yaman, Bakhmri ini dibuat dalam bentuk segitiga dan menggunakan lebih banyak rempah hingga berasa gurih. Seperti juga di negeri Afrika Timur dan India, mereka menyajikannya disesuaikan dengan lidah lokal. Sementara yang dibuat di tanah air, pedagang Yaman membuatnya sesuai lidah orang Jawa yang suka makanan manis.

Di Pemalang sendiri saat ini banyak penduduk keturunan Arab yang membuat kue ini. Banyak pula yang melabeli kue ini dan mengemasnya dalam beraneka bungkus. Juga memberi merk dagang yang menarik, agar menjadi trade mark yang selalu dipilih pelanggannya. Setiap kali datang ke Pemalang, saya selalu mampir membeli kue ini. Di pinggir jalan raya, banyak toko yang menyediakan kue Kamir. Jadi, kita bisa memilih belanja kue Kamir di toko mana saja untuk oleh-oleh keluarga atau teman.

Setelah sering membeli kue Kamir or Samir ini, saya jadi penasaran pengen bikin sendiri di rumah. Saya udah gugel aneka resep bikin kue ini. Semoga lain waktu bisa sharing resep kue Kamir atau Samir ini.

Reading Time:

Rabu, 26 Agustus 2015

Review Novel : GERANIUM BLOSSOM
Agustus 26, 2015 14 Comments
  GERANIUM BLOSSOM
Ketika cinta terbelenggu kenangan

foto courtesy Wylvera

Judul buku : Geranium Blossom

Penulis      :  Wylvera  W.

Penerbit     : Puspa Populer

Halaman    : iv + 240 halm



       






Reading Time:

Selasa, 25 Agustus 2015

ANJURAN RASULULLAH TENTANG MENCUKUR RAMBUT
Agustus 25, 2015 8 Comments


Halo assalamu'alaikum temans, sehat semua kaan hari ini?

Saya mau cerita tentang ceramah yang dilakukan oleh petugas dari GPKS (Gerakan Peduli Kanker Serviks) saat acara pertemuan dasa wisma bunga Bakung di lingkungan perumahan. Meski saat melihat gambar yang ditampilkan dalam presentasi bikin ngeri-ngeri mual, saya juga beberapa ibu-ibu anggota Dawis kudu tetap melihat hingga usai. Duuh, bener-bener acara Dawis yang bergizi plus bikin mules perut.
Reading Time:

Selasa, 18 Agustus 2015

5 BEKAL UNTUK TEMAN ATAU KERABAT YANG AKAN BERANGKAT HAJI
Agustus 18, 2015 49 Comments
www.hidayah-art.com

Halo assalamu'alaikum temans. Doa saya untuk kalian semua, semoga senantiasa diberi kesehatan agar bisa beraktivitas dengan lancar, aamiin. Mendekati bulan Haji nih, saya jadi kayak nostalgia waktu nulis artikel ini yang berjudul : 5 Bekal Untuk Teman Atau Kerabat Yang Akan Berangkat Haji. Nostalgia yang selalu bikin saya senyum-senyum sendiri dan mengucap syukur karena dikelilingi oleh orang-orang yang menyayangi saya. *GRtingkatdewa
Setahun yang lalu, pada bulan Agustus begini kesibukan saya meningkat. Tugas kantor udah mulai diberesi, juga mengalihkannya pada teman yang kebagian job kerja dari saya. Belum lagi urusan belanja kerudung, sajadah atau oleh-oleh yang nantinya akan dibagikan usai dari tanah suci. 

Semua urusan ini harus sudah kelar sebelum bulan Agustus berakhir, karena saya udah cuti per tanggal 1 September 2014. Cuti besar selama dua bulan untuk menunaikan ibadah haji di tanah suci. Saat itu saya udah nggak sabar pengen segera berangkat.

Nah begitu tanggal 1 September, saya baru sadar ternyata bekal untuk dibawa ke tanah suci malah belum sempat terbeli. Mana waktu berjalan cepat, udah kurang dari 6 hari saya mesti meninggalkan tanah air. Belum lagi si sulung yang tiba-tiba mesti rawat inap di rumah sakit. 

MasyaAllah, Allah masih memberi saya tubuh sehat untuk menjalani hari demi hari yang sungguh berwarna ini. Mengaduk-aduk isi kepala dan hati saya, hingga berasa nano-nano. Yang akhirnya bermuara pada kepasrahan dan ikhlas menjalaninya. Yah, apa lagi yang bisa saya lakukan, selain pasrah. 

Alhamdulillah, banyak yang sayang pada kami. Ketika saya tengah menemani si sulung di rumah sakit, rumah pun tak henti dibanjiri tamu. Hanya si bungsu yang ada di rumah, karena ayahnya ada di luar kota. Menyelesaikan pekerjaannya sebelum libur panjang 2 bulan. Syukurlah, hampir 5 tahun kami pindah dekat dengan rumah ortu saya. Jadi ada yang menemani si bungsu menerima tamu yang ingin mendoakan keberangkatan saya dan suami ke tanah suci.

Yang bikin saya makin surprise hingga speechless adalah, beberapa jenis bawaan/buah tangan yang ditinggal untuk kami. Apa saja sih yang dibawakan oleh tetangga dan kerabat untuk kami berdua?

Ini nih 5 bekal yang kami terima saat akan berangkat haji :

1. Makanan


Sebenarnya biasa aja sih, datang ke rumah teman atau kerabat yang akan berangkat haji dengan membawa sesuatu hadiah. Saya sering melakukannya saat tetangga atau keluarga ada yang akan berangkat haji. Biasanya saya memesan abon sapi pada sepupu yang tinggal di Tengaran, Salatiga. Atau memesan Kering Kentang yang pedas dan renyah pada salah satu catering di daerah Senjoyo Semarang. Kedua bekal itu sangat cocok diberikan pada mereka yang akan menunaikan ibadah haji. Lumayan buat lauk teman makan selama di tanah suci. Apalagi saat Wukuf di Arafah dan melontar jumroh di Mina, makanannya sangat tak mengundang selera. Harus ada lauk motivasi buat menikmati jatah makan yang didapat.

Atau bisa juga memberikan beragam minuman kemasan, seperti kopi, wedang jahe,  energen, atau susu. Juga kemasan mie instant, meski di tanah air mungkin kita nggak pernah mengonsumsinya, bisa jadi di tanah suci menjadi makanan favorit.

Bisa juga memberikan makanan favorit, seperti GUDEG dalam kemasan kaleng. Lumayan juga loh buat jemaah haji membawa bekal gudeg, bisa ngobatin kangen masakan Indonesia.




2. Mukena


Selama ini saya belum pernah memberikan bekal berupa mukena pada keluarga yang akan berangkat haji. Jadi, saat kemarin saya menerima beberapa mukena dari tetangga, keluarga dan teman suami yang datang ke rumah, surprise banget. Saking bingung mukena mana yang akan saya bawa ke tanah suci, saya perlu berpikir keras tanpa bermaksud mengistimewakan pemberian yang satu dari yang lain. Dan agar mukena lain tetap menjadi berkah, saya bagikan pada adik serta kakak yang membantu kerepotan di rumah menjelang berangkat ke tanah suci. Saya menyisakan dua mukena untuk bekal ke tanah suci.


Dua mukena dari kerabat


3. DUIT

Nah, ini nih yang bikin saya makin takjub! Bayangkan saya menerima bekal berupa DUIT. Kok kayak mau piknik saat masih SD dulu, kerabat memberikan uang saku buat saya. Tapi, masa sih saya tolak. Ada beberapa amplop yang diselipkan saat menjelang berangkat, pada suami maupun saya. Jadi, di dalam kantong seragam haji kami ada beberapa amplop yang akhirnya membuat tawa kami berderai di dalam bus, sepanjang perjalanan menuju asrama haji Donohudan, Solo.

Dan dalam waktu bersamaan, terbersit haru menyelimuti hati saya. Ada banyak kerabat yang menyayangi kami dengan memberi perhatian yang tak pernah saya bayangkan.

4. REAL

Sebenarnya ini sama juga sih ya, sama-sama duit. Cuma bedanya, duit real ini dibekalkan pada kami dengan maksud untuk sedekah. Dari bude dan ibu, suami menerima uang saku berupa REAL. Rupanya bude dan ibu mertua yang telah pergi haji, masih menyimpan sisa uang REAL, untuk diberikan pada putra atau keponakannya yang akan pergi haji. Dalam keluarga suami, hampir tiap tahun selalu ada cucu keturunan Bani Muhyi yang menunaikan ibadah haji. Saya ikutan menyimpan sisa real yang sengaja tidak ditukar menjelang kepulangan kami ke tanah air.

Dan tahun ini saya pun akan memberikan bekal pada tetangga, juga teman dan keluarga yang akan berangkat haji. Banyak banget dari kenalan kami yang akan berangkat haji tahun 2015 ini. Sementara sisa uang REAL telah kami bagikan usai berangkat haji. Harus pergi dulu ke money changer untuk menukarkan rupiah untuk memperoleh REAL.


5 BEKAL UNTUK TEMAN ATAU KERABAT YANG AKAN BERANGKAT HAJI
Sisa real 

5. PAKAIAN

Ada juga dari kerabat yang datang memberikan pakaian untuk kami. Dari bulik, adik bapak saya, beliau memberikan dua daster. Juga mbakyu ipar saya memberikan daster. Belum lagi beberapa tetangga, juga memberikan daster. Hahaha, serasa jadi bakul daster.

Beragam pemberian dari kerabat dan teman untuk kami sangat sangat kami syukuri. Bahkan malam jelang keberangkatan kami ke embarkasi Donohudan Solo, seorang teman suami meninggalkan bungkusan buat kami. Setelah dibuka, isinya adalah mukena dan baju koko warna putih. Speechless banget membuka bingkisan satu persatu ini. Seperti membuka sebuah hadiah yang spesial buat kami, saya dan suami. Barakallah untuk semuanya, kami nggak mampu membalas semua itu. Semoga Allah membalas kebaikan itu dengan berlipat kali kebaikan yang telah mereka berikan untuk kami. 


Nah, itu lah 5 bekal dari kerabat, teman dan saudara buat kami berdua. Terutama bingkisan makanan kemasan, yang saya bawa semua, bisa jadi bekal untuk dinikmati ramai-ramai bersama teman satu regu yang berjumlah 12 orang. Saya enggak mungkin menghabiskannya berdua bareng suami saja. Terlebih bila rejeki yang sudah kita terima, bisa dibagikan pada orang lain lagi, pasti lebih berkah.

Namun tak selamanya bekal yang bisa diberikan harus berupa benda. Bisa juga dengan memberikan sebaik-baiknya bekal, yaitu DOA. Doa terindah, yang paling tulus, dan terbaik untuk keselamatan, kesehatan dan kelancaran bagi saudara, teman atau tetangga yang akan menunaikan ibadah haji. Dan saya merasa beruntung ada banyak yang memberikan bekal berupa doa, hingga selama di tanah suci banyak mendapatkan perlindunganNYA. 

Ke- 5 bekal untuk teman atau kerabat yang akan berangkat haji ini bisa saja berubah. Tergantung situasi kondisi yang terus berubah seiring perbaikan pelayanan haji dari Departemen Agama yang mengurus Haji. Wassalamu'alaikum.
Reading Time:

Rabu, 12 Agustus 2015

BROTHERFOOD FESTIVAL, MENCECAP RASA DAN WARNA KULINER DI JAVAMALL SEMARANG
Agustus 12, 2015 20 Comments


Hahaiii Temans, minggu yang lalu di Semarang ada event yang digelar oleh satu komunitas pecinta kuliner. Apa aja sih yang menarik minat saya untuk datang kesana? Ikuti terus ya liputan narsis saya :D

Reading Time:

Rabu, 05 Agustus 2015

WISATA KULINER NYAMAN DI PEMANCINGAN BU NANA, AMBARAWA
Agustus 05, 2015 17 Comments


Liburan lebaran kemarin saya ngajak suami dan anak-anak wisata kuliner di salah satu pemancingan yang ada di daerah Ambarawa. Biasanya kan kami sering wiskul di Bandungan dan sekitarnya. Tapi karena bosan dengan suasananya yang bising, saya tawarkan tempat yang ini.
Reading Time:

Selasa, 04 Agustus 2015

APA KATA MUI TENTANG FATWA HARAM BPJS KESEHATAN?
Agustus 04, 2015 18 Comments

                                             
Klarifikasi MUI: Tidak Ada Fatwa BPJS Haram  
Gambar dari sini
                             
Halo temans, setiap pagi saya selalu berdoa agar kesehatan senantiasa menjadi sahabat kami sekeluarga. Doa yang sama pula, saya harapkan untuk kesehatan teman semua, aamiin.

Namun tak selamanya pengharapan berbanding lurus dengan kenyataan. Sometimes isn't happened. Yeahh, kadang tubuh butuh istirahat dan kita mengabaikannya. Dan virus dari luar pun mudah menyergap fisik yang tengah lemah, menyebabkan penyakit datang.
Reading Time: