September 2021 - My Mind - Untaian Kata Untuk Berbagi

Senin, 13 September 2021

Tips dan Resep  Risoles dan Kulit Anti Robek
September 13, 2021 24 Comments


Assalamualaikum Sahabat. Minggu kemarin ada teman suami yang meminta tolong dibuatkan jajanan pastel. Tapi saya sedang enggan ngadonin, jadi menawarkan opsi lain yang isiannya sama yaitu risoles. Bagi saya lebih praktis bikin risoles karena cara pembuatan kulitnya cukup digoreng aja di wajan teflon. Beda dengan pastel, yang butuh diuleni, digiling, aduhh tangan saya lagi males deh pokoknya.

Beruntung sih orangnya mau aja ditawarkan pengganti pastel dengan risoles. Hahahaa.

Dan saya ingat, belum pernah menuliskan resep dan cara membuat risoles beserta kulitnya di blog ini. Jadi waktu bikin risoles ini saya buatkan juga foto dan video step by step

Kulit risoles yang ini adalah hasil resep uji coba sejak anak-anak masih balita. Terutama si sulung yang jadi kelinci percobaan, ups.

Karena si sulung dulunya tergolong anak yang picky eater. Jadi saya mesti pintar-pintar mengganti nasi, makanan yang tidak disukainya dengan karbohidrat yang lain. Bubur ayam kan berasal dari bahan yang sama dengan nasi, dia masih doyan. Tapi saya juga nyoba bikin cemilan yang mengenyangkan. Seperti bakpau, bolu kukus, nagasari, kroket, dan risoles juga. Sebenarnya masih ada karbo pengganti nasi yang saya berikan.


Risoles ini termasuk cemilan yang mengenyangkan karena ada bahan tepung untuk kulitnya. Makan dua risoles aja udah kenyang untuk anak seumuran si sulung waktu itu (usia 2 tahun).


Dan nyaris 80 % jajanan bikin sendiri. Karena saya yakin bahwa jajanan buatan rumah pasti lebih terjamin kebersihannya. Waktu itu masih belum ada sosial media. Saya nyontek dari kumpulan resep di majalah atau tabloid. Ada juga resep dari buku terbitan salah satu penerbit terkenal. Cuma ya namanya tulisan kadang hasilnya gak memuaskan. Beda dengan sekarang ya, nyontek resep dari video di channel YouTube sering berhasil.


Jadi lah saya dulu bikin jajanan itu kadang berhasil, lebih sering tidak berhasil, hahahaha. Penampilan jajanan tidak cantik, tapi rasanya sih enak. Beruntung deh si sulung selalu menghabiskan jajanan yang saya buat.


Kali ini saya kasih resep risoles dengan kulit yang udah diuji coba hingga belasan kali. Alhamdulillah udah tiga kali ini bikin dengan resep kulit risoles ini, hasilnya anti robek. Berikut ini cara pembuatannya.


Cara Membuat Risoles Isi Ragout :

Bahan :

3 siung bawang putih, cincang halus

4 siung bawang merah, haluskan

100 gram filet ayam, potong dadu (boleh skip)

100 gram wortel potong dadu

300 gram kentang potong dadu

1 tangkai daun bawang, iris kasar

1 sdt garam 

1/2 sdt merica bubuk

1/2 sdt kaldu bubuk

100 ml air




Cara Masak Ragout :

- Tumis duo bawang sampai harum. Masukkan ayam, tumis hingga airnya menyusut. 

- Masukkan wortel dan kentang, aduk-aduk. Masukkan garam, merica bubuk, dan kaldu bubuk.

- Tambahkan 100 ml air putih, masak hingga air meresap. 

- Tambahkan daun bawang yang sudah diiris kasar. Cek rasa, matikan kompor. Sisihkan.


Sekarang saya ajak kalian mengikuti langkah pembuatan kulit risoles yang hasilnya lembut dan anti robek.


Adonan Kulit :

- 300 gram tepung terigu

- 20 gram tepung tapioka

- 1/2 sdt garam

- 2 butir telur

- 650 ml air

- 2 sdm minyak sayur



Cara membuat :

- Campur semua bahan, kecuali air tambahkan sedikit demi sedikit. Sampai adonan kalis dan wujudnya cair.

- Tambahkan minyak sayur, aduk lagi hingga tercampur rata

- Saring adonan agar adonan yang bergerindil tidak ikut dimasak. Tentunya hasilnya nanti nggak cantik kalo masih ada tepung yang tidak tercampur.




- Panaskan teflon ukuran 24 cm. Tuang sedikit minyak, dan ratakan menggunakan kuas. Lakukan ini sekali saja di awal ya sahabat.

- Gunakan sendok sayur ukuran agak besar untuk menuangkan adonan. Langsung gulirkan di wajan dengan cara memutar nya. Usahakan adonan tadi menutup permukaan wajan. 




- Biarkan matang. Tandanya adalah adonan kering dan bisa terlepas tanpa dibantu alat. Taruh di piring. Lakukan hingga adonan habis.



Cara mengisi risoles :



- Ambil satu lembar kulit risol dan letakkan di wadah atau piring ceper. 

- Isi dengan ragout, secukupnya atau sesuai selera

- Lipat seperti membuat amplop. Tidak perlu dilem karena kulit ini udah langsung merapat. 

- Lakukan hingga selesai



Cara menggoreng Risoles :




- Siapkan tepung panir secukupnya di wadah

- Pecahkan 1 butir telur di wadah lain, dan kocok lepas

- Masukkan risol di cairan telur, kemudian angkat dan taruh di tepung panir. Lumuri hingga merata

- Lakukan hingga semua risoles sudah tertutup tepung panir. Simpan di wadah dan masukkan ke kulkas. 30 menit kemudian baru dikeluarkan dan digoreng.

- Panaskan minyak di wajan, gunakan api sedang.  Masukkan risol yang sudah tertutup panir. Balik dan angkat jika warna risol sudah coklat keemasan. Jadi balik cukup satu kali saja.

- Sajikan dengan cabe. 



Nah sudah selesai. Saya biasanya membuat isiannya risoles sehari sebelumnya. Untuk pembuatan kulit juga tidak lama. Oia untuk isiannya bebas ya. Kadang saya isi dengan daging asap, keju, dan daun bawang. 

Untuk adonan kulit risoles di atas, kemarin saya hitung hasilnya ada 37 buah. Karena saya menggunakan wajan teflon ukuran diameter 22 cm. Kalo ingin ukuran standar biasanya menggunakan wajan teflon 24 cm. 

Mudah banget bikin risoles dari isiannya, kulit yang anti robek, dan menggorengnya. Sahabat bisa loh ngajakin anak-anak untuk bantu memotong sayur atau melipat risoles. Anak-anak pasti senang karena merasa dihargai bantuannya. 


Sejak anak-anak masih kecil, saya udah mengenalkan area dapur. Tentu dengan tetap mengawasi kegiatannya. Dan hasilnya salah satu anak saya sampai sekarang suka masak. Kadang ngajakin saya baking atau bikin cemilan. Meski anak laki-laki harus dikenalkan dengan urusan dapur. Dulu saya berpikir sederhana, bahwa kelak mereka bisa saja jadi anak kost. Jadi mereka harus berkenalan dengan kompor dan alat masak sedari kecil.


Yuk coba bikin di dapur rumah ya sahabat. Atau kalian punya resep risoles dengan tips yang berbeda? Sharing yuk. Wassalamu'alaikum.

Reading Time:

Senin, 06 September 2021

Menikmati Mie Kocok Mawar, Jajanan di Kota Bogor Yang Mengenyangkan
September 06, 2021 17 Comments


Assalamualaikum Sobat Traveling. Udah kangen traveling, kangen kuliner di kota tujuan, sayangnya kondisi pandemi mengharuskan kita di rumah dulu. Apalagi ada PPKM sampai berseri macam drama Korea kesukaan kalian. 


Akhirnya sebagai pengobat rindu, saya cuma bisa membuka folder foto. Tersenyum sendiri saat mengenang hal lucu dari balik pengambilan foto. Atau meringis ketika menatap foto dengan terselip kisah yang enggak asik. Kejadian masa lalu yang terekam atau tidak terekam dalam foto, bisa jadi masih tersemat dalam ingatan.


Mendadak senyum terurai manakala tertangkap beberapa foto di Kota Bogor. Beberapa kiriman foto dari WAG keluarga, yang udah saya satukan di Google Foto. Ada foto semangkok mie berkuah yang terlihat menggiurkan. 


Ahhh, kenangan itu, saat Corona belum ada di bumi Pertiwi. Tapi mungkin juga udah ada di negeri asalnya. Karena saat foto itu diambil terjadi pada bulan Desember 2019. Tahun yang sangat menyenangkan, mengesankan, menciptakan haru, dan kenangan termanis dalam hidup saya, mungkin juga keluarga besar.


Ya, foto mie kocok yang saya dan keluarga suami nikmati saat traveling di Bogor dan sekitarnya. Tuhhh kan jadi kangen makan mie kocok, hikss.


Kuliner Mie Kocok Asalnya Dari Mana? 

Kalian udah pernah menyicipi mie kocok? 

Enak ya rasanya, mengenyangkan juga makan satu porsinya. Mie kocok yang asalnya dari Kota Bandung ini merupakan sajian makanan berkuah dari kaldu daging sapi. 




Isinya terdiri dari mie kuning, dengan kuah kaldu sapi yang agak kental dibandingkan kuah bakso. Kemudian ada irisan kikil, taoge, bakso, irisan seledri dan daun bawang, ditaburi bawang goreng, dan jeruk nipis.


Istilah kocok dalam nama hidangan ini merujuk kepada proses memasaknya, yaitu mengocok-ngocok mi dalam wadah logam bolong-bolong bergagang, seraya mencelupkannya ke dalam air panas. Jenis yang digunakan adalah mie kuning gepeng yang bertekstur lebih lembut.

https://id.wikipedia.org/wiki/Mie_kocok

Beberapa penjual mie kocok menggunakan bara api dari arang agar kaldu dan aroma lebih terasa. Kaldu biasanya didapat dari daging, kikil, dan tulang yang berisi sum-sum yang direbus selama berjam-jam. Dengan cara ini aroma kaldu terjaga, sementara daging dan kikilnya lembut saat dinikmati di lidah. Untuk bumbu, ada yang menambahkan daun salam, sereh, dan jahe untuk menghilangkan bau anyir tulang. Ada juga yang menambahkan kunyit, ketumbar, tenggiri, serta bawang putih untuk menambah rasa serta aroma kuah.


Meski aslinya dari Kota Bandung namun mie kocok bisa mudah ditemukan di wilayah Jawa Barat. Kali ini saya akan mengulas mie kocok yang ada di Kota Bogor. Kebetulan saya cukup sering menyambangi Kota Bogor karena suami sering mendapat kerjaan di sana. Eh tapi ini cerita sebelum pandemi. Jadii ya gitu deh, kulinerannya kapan, ditulisnya kapan-kapan, hehehee.


Mencari Warung Mie Kocok di Bogor

Sebagai warga pendatang yang sesekali berkunjung di Bogor, saya menurut aja saat diajak makan mie kocok di satu lokasi. Namanya di kota orang, terserah deh diajakin kemana. Yang penting kerinduan makan mie kocok saya tertunaikan. 

Terakhir makan mie kocok itu tahun 1988, lama juga ya. Dan saya makan mie kocok di Bandung. Oh sesudah itu pernah juga makan mie kocok beberapa kali di Kota Semarang. Ada tetangga yang berasal dari Bandung dan suka masak mie kocok. Kami beberapa kali pernah mendapat seporsi mie kocok dari tetangga tersebut. Jadi terakhir makan mie kocok tahun 2007, kalo gak salah ingat ya.


Nah saya tahu kalo di Bogor juga ada penjual mie kocok yang rasanya enak dan terkenal. Dari mana saya tahu? Yeee, gampang lah. Dari situs pencarian Google ada banyak tulisan tentang mie kocok di Bogor.  Sebelumnya juga suami udah cerita kalo dia pernah diajakin makan mie kocok. Maklum aja karena dia tinggal di Bogor untuk pengerjaan rumah tinggal. Sementara saya paling lama 2 mingguan aja nemenin suami.


Jadi saat Desember 2019 keluarga suami berkunjung ke Kota Bogor lagi, adik kami ngajakin kulineran. Dan mie kocok ini salah satunya. Kebetulan saat itu pulang dari jalan-jalan di Kebun Raya Bogor. 



Capek kan ya dan belum sempat makan siang juga karena resto nya rame. Warung makan yang lain juga rame. Tapi alasan sebenarnya memang kami udah rencana bakal makan mie kocok siang itu. 


Mie kocok Mawar adalah warung yang menjadi tujuan utama. Begitu kami keluar dari mobil dan melihat warung yang rame, sempat ciut juga hati ini. Tapi karena udah lapar, kami sabar aja nunggu dan tetap memesan beberapa porsi untuk serombongan. 


Oia kami serombongan ada 2 mobil dan jumlahnya 11 orang. Anak sulung saya waktu itu nggak ikut karena kerja, jadi ditinggal di Semarang. 


Saya dan beberapa anggota keluarga udah dapat tempat duduk. Namun aslinya saya nggak sabar sebenarnya nungguin orang makan, wkwkwk. Kami memang memutuskan untuk makan ketika pesanan udah siap di meja masing-masing. Tapi karena suami, adik ipar, dan anak saya yang bungsu belum dapat kursi, ya kami pun nungguin mereka.


Padahal kan udah ngiler nih saat saya perhatikan penjualnya menata mie kocok di mangkok-mangkok. Dari mie, bakso, tetelan atau kikil, sayurannya, dan bawang goreng. Kemudian menuangkan air kaldunya ke dalam mangkok itu. Beneran bikin ngiler, wkwkwkk.




Akhirnya setelah semua mendapatkan mangkuk dan duduk di kursinya, kami pun menyantap seporsi mie kocok. Menyendok kaldunya suap demi suap,  membangkitkan kenangan lama. Menyantap pertama kali saat masih sekolah SMA bersama teman-teman saat studi tour. Juga saat menyantap bareng tetangga di rumah lama dulu. 

Dari satu hidangan kadang menghadirkan banyak kenangan

Menikmati kuah mie kocok yang masih mengepulkan uap panas, juga bikin tubuh menghangat. Setiap gigitan kikil, bakso yang kenyalnya pas, dan paduan kuah yang terasa bumbunya, melunasi kangen yang mendalam.




Saya udah menghabiskan semangkok mie kocok dengan isian yang lengkap. Perut kenyang bikin hati bahagia ya. Senyum merekah menjadi tawa. Terlebih kami merasa mulai ngantuk. Pengen segera kembali ke rumah adik di bilangan Dramaga. 


Nanti ya tunggu kami kembali menyambangi warung mie kocok Mawar di Bogor. Penjualnya ramah dan enak diajak ngobrol. Warungnya kecil dengan meja dan kursi yang hanya mampu menampung pembeli sekitar 30 orang. Namun pembeli nya tak pernah sepi. Dari yang saya saksikan dan juga cerita adik kami yang tinggal di Bogor.


Mungkin kalian yang tinggal atau pernah ke Bogor, sempat beberapa kali makan mie kocok Mawar ini? Boleh yuk meninggalkan komentar di blog post ini. Terima kasih udah berkenan membaca cerita pengalaman saya menikmati mie kocok Mawar di Bogor. Wassalamu'alaikum.




Reading Time: