Juni 2019 - My Mind - Untaian Kata Untuk Berbagi

Selasa, 04 Juni 2019

Adakah Kemenangan Menyambut Lebaran 1440 H?
Juni 04, 2019 23 Comments
Adakah Kemenangan Menyambut Lebaran 1440 H?


Assalamualaikum Sahabat. Ada rasa sedih manakala hari terakhir ramadhan singgah pagi ini. Ketika mengingat beberapa malam tanpa mengamalkan shalat sunnah. Tanpa perbanyak istighfar dan dzikir untuk menyebut asmaMU, ya Allah. Seakan tidur terlalu erat memeluk kesadaranku. 

Tahun ini kembali saya diuji dengan kesehatan tubuh. Gula darah yang rendah telah berefek pada tubuh yang mudah lelap. 

Malas mengonsumsi karbohidrat bikin tubuh protes. Dan kembali saya harus memaksa diri untuk makan nasi, hikss.

Mengapa orang lain bisa semudah itu meniadakan konsumsi nasi? Sementara saya tak boleh? Ah sudah lah, yang penting membentuk tubuh sehat. Agar tetap bisa beraktivitas seperti hari-hari sebelumnya.

Doa Menyambut Ramadhan Hari Terakhir

Ya Allah, jangan Kau biarkan Ramadhan pergi tanpa meninggalkan kesan keinsafan di dalam hati kami. Jangan biarkan Ramadhan pergi tanpa membawa himpunan amal dan doa kami. Jangan biarkan Ramadhan pergi tanpa islah dan kebaikan terhadap keperibadian kami. Jangan biarkan Ramadhan pergi tanpa Kau ampuni dosa-dosa kami.

Ya Allah, lindungilah semua anggota keluarga kami dari tipu daya dan fitnah dunia. Selamatkan kami dengan Iman dan taqwa. Jadikan kami calon surgaMu. Sempurnakan akhlak kami dan lindungi kami dari godaan syaitan dan hawa nafsu.

Ya Mujibbasailin.
Limpahilah kami dengan sifat2 kebaikan dan terpuji. Jadikan kehidupan kami di dunia ini tenang dan penuh rahmah dan mawaddah.

Ya Allah, sempatkanlah kami bertemu lagi dengan Ramadhan Al Mubarak yang akan datang. Ya Allah, jangan lah Kau jadikan ramadhan yang terakhir buat kami, temukanlah kami dengan Ramadhan tahun-tahun berikutnya.

Tapi, Andai ini Ramadhan terakhir buat kami, jadikankanlah puasa kami sebagai puasa yang Kau rahmati. Jadikanlah ramadhan ini paling berarti, penuh dengan cahaya iman, menerangi kegelapan hati kami menuju ridha serta kasih sayangmu ya Allah. Jadikanlah ramadhan ini sebagai penghapus dosa-dosa kami.

Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu anni. 

Trik Belanja Menyambut Lebaran Masak Opor Tanpa Ribet


Biasanya saya juga menyajikan menu Asem-asem Ayam untuk suami. Tapi sehari sebelumnya saya udah masak menu tersebut untuk buka puasa. Suami abis pulang dari Bogor, setelah sebulan di sana jadi kangen dengan asem-asem buatan saya, hihii.

Dari pagi saya udah ke pasar buat belanja ketupat, bahan opor dan sambel goreng. Meski sehari sebelumnya udah nitip belanjaan dulu ke ibu penjual sayur langganan. Ada maksudnya sih agar pagi ini saya nggak perlu berlama-lama di pasar. 

Menyambut Lebaran

Alhamdulillah trik ini berhasil. Pengunjung pasar pagi ini padat. Saya aja cuma butuh beli bumbu dapur seperti kunyit, jahe, sere, dan lainnya. Tapi butuh usaha yang kuat untuk menyelinap di antara tubuh pengunjung pasar. Oksigen rasanya menipis seiring bertambahnya orang yang memasuki area di dalam pasar.

Saya cuma 15 menit di pasar, beli bumbu dapur dan ketupat serta lontong. Keperluan dapur lainnya udah siap di rumah. Ayam juga udah direbus dan menanti ditambahkan santan dan bumbu opor. Cabe rajang udah digoreng tanpa minyak dan menanti juga dimasak bareng santan dan bumbu lainnya.

Menyambut Lebaran Masak Opor Sambel Goreng

Saatnya masak opor ayam dan sambel goreng dengan praktis. Semua bumbu untuk opor kecuali rempah macam serai, lengkuas, daun salam, daun jeruk, dihaluskan dengan blender. Cara praktis untuk memudahkan langkah masak dengan ukuran banyak.

Resep Opor Ayam udah pernah saya tulis. Silahkan baca :

Resep Opor Ayam

Begitu pula masak sambel goreng, bumbunya cukup diiris tipis. Kemudian ditumis bareng cabe rajang yang udah ditumis sebelumnya agar tidak pedas nantinya. 

Begitu udah masuk semua bahan, tinggal menanti matang. Saya menggunakan api kecil agar bumbu meresap dan bahan seperti ayam, telur, dan bahan lainnya tidak hancur.

Sajian opor, sambel goreng, dan ketupat serta lontong udah siap. Saatnya menanti waktu berbuka bersama keluarga. 

Menyambut Lebaran

Semoga kemenangan yang sejati, mengurangi hawa nafsu lahir dan batin menghantarkan kita pada hari-hari yang lebih berkah. Sajian opor, sambel goreng dan ketupat atau lontong cukup menjadi teman membatalkan puasa terakhir Ramadhan 1440 H. Wassalamualaikum Sahabat.
Reading Time:

Senin, 03 Juni 2019

Doa Dan Harapan Tahun 2020
Juni 03, 2019 13 Comments

Doa Dan Harapan Tahun 2020


Assalamualaikum Sahabat, Adakah yang punya doa dan harapan untuk tahun 2020? Mengapa sih berpikir panjang untuk tahun depan? Bukan kah tahun 2019 masih separoh jalan? Yuk baca aja artikel ini, semoga menginspirasi.

Saya selalu berharap bahwa tahun 2020 ada beberapa cita-cita yang bakal terwujud. Cita-cita yang juga menjadi harapan dari keluarga ibu mertua. Bersama dengan kakak dan adik ipar, juga keponakan. 

Ada juga harapan sederhana saya yang tidak sesederhana dalam angan. Seperti bisa lebih sehat dengan kondisi usia saya udah mencapai 50 tahun, dan akan menjadi 51 pada tahun 2019 ini.

Doa Saya Untuk Keluarga

Setiap manusia pasti akan selalu memohon doa kebaikan untuk keluarganya. Begitu pula dengan saya yang ingin mendoakan hal baik untuk keluarga saya, keluarga besar, dan keluarga suami.

Yang terutama adalah doa agar keluarga kami dapat lebih sehat lagi. Tentunya dengan menjaga pola makan yang sehat. Meski menjaga pola makan udah kami lakukan selama 10 tahun ini. Tapi kecolongan juga saat suami kena serangan jantung. 

Cerita tentang suami kena serangan jantung, udah saya tulis di blog ini.


Intinya orang kena serangan jantung itu bukan semata karena ngawur dengan pilihan makan. Bisa aja karena kelelahan, konsumi kopi bagi orang yang udah punya riwayat sakit lambung, dan lainnya.

Harapan Saya Untuk Keluarga

Selain berdoa mohon kesehatan untuk kami sekeluarga, teramat khusus untuk suami yang udah pasang ring di jantung. Ada juga harapan untuk keluarga saya. 

Ibu, anak, mantu,
cucu, dan buyut
Harapan ini sebenarnya juga milik suami dan keluarga besarnya. Ada harapan saat kakak ipar dan adik ipar saya yang umroh tahun 2018 lalu. Mereka berdoa ingin bisa berangkat umroh sekelurarga besar Bani Suhada. 

Harapan yang juga menjadi doa-doa kami semua, saat ini masih dalam rajutan mimpi. Namun mimpi ini ingin kami wujudkan menjadi nyata. 

Rencananya tahun 2020, namun kayaknya mundur karena tahun ini berbarengan ada yang umroh. Jadi harus mundur lagi pada tahun 2021.

Tapi khusus saya dan suami tetap ingin bisa umroh tahun 2020 nanti. Kalo belum bisa sama anak-anak, ya kami berdua dahulu. Impian ingin ibadah seperti saat berangkat haji tahun 2014 menjadi rindu yang mengendap.


Harapan Saya dan Suami


Ah iya, tahun ini pula saya dan suami udah genap 25 tahun menikah. Tepatnya tanggal 4 Juni 2019, 25 tahun yang lalu saya dan suami mengucap janji di hadapan Allah. 

Teman SMP yang jadi teman berumah tangga. Tapi jangan salah loh, kami nggak pernah pacaran saat SMP. Boro-boro pacaran, ngobrol aja nggak pernah. 

Jadi ketemu lagi itu saat udah sama-sama dewasa. Saya masih kuliah dan suami udah kerja. Jadi enggak kenal namanya cinta monyet bareng suami, hihiii.

Oiya, anniversary tahun ini ggak ada perayaan khusus. Apalagi barengan dengan puasa hari terakhir dan rempong dengan persiapan masak untuk lebaran. Meski aslinya masak opor dan sambel goreng itu sederhana. Karena semua bumbu opor tinggal diblender. 

Tapi aslinya juga kami terlupa dan baru ingat besoknya pas hari lebaran, abis bermaaf-maafan. Qiqiqiii. Sungguh anniversary yang lucu. Sama-sama lupa dan nggak siapin kado khusus kayak tahun sebelumnya.

Namun doa kami sebenarnya sama setiap harinya, usai shalat. Yaitu meminta Allah azza wa jalla memanjangkan usia dalam kesehatan dan menua bersama.

Harapan Saya Untuk Anak-Anak

Si sulung udah kerja tahun ini, meski belum lulus S1. Dia sedang jenuh mengerjakan skripsi. 

Banyak pihak yang menyesalkan ikhtiar si sulung mengalihkan kejenuhannya dengan bekerja. Karena kalo udah kenal duit, katanya malas menyelesaikan skripsi. 

Sebagai ibu, saya nggak ingin memaksakan kehendak. Meski ada harapan dan doa yang selalu saya haturkan agar si sulung meringankan hati untuk juga mengerjakan skripsi.

Itu aja sih doa dan harapan saya untuk seluruh keluarga. Meski terlihat sedikit namun aslinya banyak juga ketika dilantunkan dalam doa seusai shalat. Semoga Allah azza wa jalla mengijabah doa kami. Wassalamualaikum.
Reading Time:

Minggu, 02 Juni 2019

Momen Terbaik Ramadhan 1440 H
Juni 02, 20191 Comments

Momen Terbaik Ramadhan 1440 H


Assalamualaikum Sahabat. Ramadhan tahun 2019 ini begitu banyak kisah yang patut menjadi kenangan. Setiap kisah juga memiliki hikmah yang begitu mempengaruhi kehidupan saya dan keluarga. Dan ada juga momen terbaik ramadhan 1440  H yang bakal saya ceritakan untuk kamu.

Kisah momen terbaik ramadhan 1440 H adalah :

- Mengalami Lagi Momen LDR Yang Bikin Baper

Rindu pada pasangan itu memang berat. Pantas aja Dilan nggak kuat ya. Saya udah sering loh mengalami LDR selama pernikahan. Meski waktunya enggak terus menerus. Namun ada waktu tertentu dalam beberapa periode yang ada aja kejadian saya dan suami mesti LDR.

Trus LDR malah jadi momen terbaik? Nggak salah nih, bukannya bakal jadi momen sebaliknya?

LDR bagi saya udah biasa karena ini salah satu peristiwa yang mesti saya alami dalam sebuah pernikahan. Kan nggak mungkin saya meminta suami menolak pekerjaan di luar kota. Namanya menolak rejeki. Saya justru menganggap LDR sebagai momen terbaik karena dengan begitu bakal ada momen kangen-kangenan, wkwkwkkk.

Kali ini saya dan suami LDR karena dia ada proyek renovasi rumah di Bogor. Saya beberapa kali ikut kesana dan tinggal selama beberapa hari. Namun tetep aja puncak kangen saya adalah selama bulan ramadhan ini. 

Solusinya ya kami sering chat di WA atau video call, atau nelpon. Pokoknya sambungan telpon atau sosmed mampu menghempaskan sejenak rindu yang berat ini. Beruntung LDR jaman now, semua obrolan bisa ngirit karena bantuan teknologi internet. Video call, chat di WhatsApp, tapi sering juga nelpon kalo jaringan sedang lemot.

Ya intinya LDR kali ini malah kayak pacaran. Karena anak-anak udah besar, nggak ada yang ngganggu kalo lagi nelpon. Beda ya waktu mereka masih balita, kalo lagi nelpon sering berebutan dengan anak-anak. Belum lagi jaman dulu baru bisanya nelpon atau sms aja. Nggak bisa lihat wajah si penelepon. SekadSek sih enak, video call aja gratis asal smartphone ada fasilitas internet.


- Berdua Dengan Si Bungsu Menjalani Ibadah Ramadhan

Ya akhirnya hanya berdua dengan si bungsu di rumah selama ramadhan. Kami jadi kayak teman, kadang juga musuhan kayak nggoda gitu sama saya.

Tapi seringnya sih si bungsu bantuin pekerjaan rumah yang selama ini selalu dilakukan oleh babe atau kakaknya. Masya Allah, semoga si bungsu terwujud impiannya menjadi ahli design grafis.

Senangnya si bungsu ini tergolong gampang soal makan sahur dan buka puasa. Dari kecil emang gak pernah pilih-pilih makanan. Apa aja doyan. Jadi saya masak yang praktis aja, seringnya sih tumis segala macam. 


- Momen Terbaik Bersama Sahabat Blogger


Beberapa kali saya mengikuti buka puasa bersama sahabat blogger yang selama ini menjadi bagian perjalanan saya sebgai blogger.

Termasuk launching buku Semarang Cullinary  yang penulisnya adalah mba Ika Puspita dan teman-teman blogger. Nia Nurdiansyah sebagai konseptor buku yang sudah digagas hampir setahun lalu.

Rencana saya bakal bikin review nya, nanti ya dalam post artikel berikutnya. Semoga segera pada bulan Juni ini.



- Menjadi Bagian Panitia Halal Bihalal Sekolah

Yah ini sih tugas sosial yang menjadi hobi suami sebenarnya. Karena aslinya saya kurang suka. Tapi demi melakukan tugas sosial ini karena suami sedang sibuk kerja di luar kota, saya tetap ikhlas kok menjalaninya.

Ada 2 kepanitiaan yang ada nama saya dan suami. Keduanya adalah halal bihalal angkatan 1983 SMP negeri 10 Semarang. Yang kedua adalah kelas 3 B di sekolah yang sama.

FYI, saya dan suami memang satu kelas waktu kelas 3 SMP dulu. Tapi kami nggak pacaran sejak SMP loh. Justru jaman dulu malah kami nggak pernah ngobrol. Ketemu lagi justru udah sama-sama dewasa.

- Menjadi Pengurus Takjil Masjid

Setiap tahun lingkungan perumahan saya selalu membagi tugas takjil pada ibu-ibu PKK RW. Setiap kepala keluarga juga mendapat jatah menyediakan makanan untuk takjil.

Saya juga kebagian menyediakan makanan dan bertugas menata di piring-piring di masjid. Senang sih jadi nostalgia jaman masih kuliah dulu.

Sebenarnya bukan saya saja yang bertugas sebagai penata takjil di Masjid Al Ikhlas Tlogosari Kulon RW 3. Ada dua ibu dari masing-masing RT bertugas tiap harinya di masjid. Biasanya jelang pukul 16.30 wib yang bertugas sudah siap di masjid. Tugasnya adalah menerima takjil dari warga yang mendapat jatah menyiapkan hari itu. Kemudian setelah terkumpul takjil sebanyak 50%, mulai lah kami menata di piring-piring yang sudah disiapkan oleh penjaga masjid. Seperti itu deh tugas penata takjil yang udah berjalan selama belasan tahun ini.

- Berkah Blogging

Alhamdulilah ramadhan tahun ini, banyak menerima job sebagai blogger atau buzzer  di sosial media.

Lumayan kan jadi punya THR atau tambahan untuk tabungan. Ngeblog kalo jadi profesi dan serius menjalankan nya tentu menuai hasil yang menyenangkan. Enggak hanya dari segi materi, tapi tentunya juga nambah pertemanan. Terutama kalo rajin ikut Blogwalking, nambah info beragam, baik tentang produk salah satu brand atau pun informasi lainnya. 


Itu aja sih momen terbaik ramadhan 1440 H. Saya masih ingin bertemu ramadhan tahun 1441 H. Semoga Allah azza wa jalla mengijabahi doa saya, aamiin yaa Rabbal A'lamiin. Wassalamualaikum.
Reading Time:

Sabtu, 01 Juni 2019

Jajanan Saat Lebaran Yang Mudah Ditemukan di Kota Semarang
Juni 01, 2019 25 Comments

Jajanan Saat Lebaran 


Jajanan Lebaran

Assalamualaikum. Lebaran udah di depan mata. Udah persiapan jajanan apa aja untuk lebaran tahun ini? Menjadi warga Kota Semarang, saya dimanjakan dengan beragam jenis jajanan saat lebaran datang. Yuk saya sharing ya dan kamu baca dong hingga tuntas.

Karena saya tergolong usia muda, padahal udah 50 tahun, nggak ada tamu yang datang silaturahmi ke rumah. Namun tetap sih saya sediakan jajanan saat lebaran tiap tahunnya. Karena masih ada tamu dari karyawan suami, ponakan yang udah berkeluarga, dan putra-putrinya tetangga yang udah berkeluarga dan pisah rumah dari orang tuanya.

Mereka ini lah tamu potensial saya saat lebaran, hihiii.

Seneng loh kalo lebaran ada tamu  yang datang dan ikut menghabiskan suguhan kue atau jajanan lebaran. Saya nggk masalah jajanan di meja habis. Kadang saya siapin plastik bening untuk membungkus jajanan yang disukai tamu-tamu cilik. Namanya juga anak-anak, biar aja mereka makan sepuasnya. 

Saya sekarang udah nggak diijinkan bikin kue kering sama suami. Ada alasannya sih. Karena setelah bikin kue kering dan biasanya hasilnya enak, saya pasti bakal mengeluh capai. Jadi suami melarang karena enggak mau mendengar keluhan saya. Qiqiqii.

Nggak masalah juga beli jajanan untuk lebaran. Sekarang udah banyak penjaja kue kering, dari harga murah sampai mahal. Dari kue kering varian nastar, kastangel, coco chip, dengan rasa enak hingga super enak. Ada juga kue khas Semarang.

Daftar jajanan Kas Semarang Untuk Lebaran :

- Kue Kering Nastar dan Kastangel

Kue kering nastar pasti selalu ada di meja ruang tamu saya. Karena kue ini kesukaan saya dan suami, ahahahaa. Anak-anak emang kurang gitu suka sekarang. Padahal jaman dulu mereka suka banget. Kayaknya dah bosan karena sering saya bikinkan saat mereka masih anak-anak.

Kue kering

Sekarang sih saya lebih suka pesan pada mba Maria. Teman blogger Gandjel Rel yang produksi kue kering super enak. 

- Keripik Lunpia Cek Me Me

Jajanan Saat Lebaran

Ada dua varian keripik lunpia yang rasanya enak, krispi, khas banget. Datang aja langsung ke store di Jalan Gajah Mada ya. 

Keripik Lunpia ini baru launching dan langsung jadi favorit konsumen setia Lunpia Cik Me Me. Kemarin saat mudik juga jadi cemilan selama di jalan. Keripiknya renyah, rasa lumpianya berasa banget. Jadi yang malas makan lunpia dengan alasan gak doyan rebung, bisa dong pilih ngemil keripik ini.

Saya pernah tulis dalam artikel ini : Inovasi Keripik Lunpia Cik Me Me

- Emping Mas Fay

Nah jajanan ini gampang ditemukan di Semarang, karena yang jual adalah teman blogger, Nyah Irfa. Penulis buku Islami yang khas banget tulisannya.

Jajanan Saat Lebaran
Foto dari FB Mba Irfa Hudaya
Aslinya sih yang jual adalah suami mba Irfa, dan kebetulan lokasi penjualannya dekat dengan rumah saya. Jadi saya gampang banget deh dapat emping ini. Oiya ada dua varian, pedas manis dan asin. Ah saya lupa ada berapa varian rasa. Saya cuma beli dua macam itu aja sih, hihii.


- Jajanan Curah

Ini nih jajanan favorit yang menyelamatkan buk-ibuk malas bikin kue dan malas pesan. Tinggal datang aja ke toko kue kering, ada banyak pilihan jajanan khas di sana. Ada egg roll, wafer, keripik, permen, dan lainnya.



Saya juga suka beli jadi gini di toko. Pilih beragam jajanan curah yang udah dikemas dalam ukuran berat antara 500 gram hingga 1 kg. Harganya juga enggak mahal. 

Kalo kamu udah belanja atau bikin jajanan lebaran sendiri, sahabat? Sharing yuk di kolom komentar. Jajanan lebaran tiap daerah pasti beda. Jadi penuh warna deh pilihan jajanan lebarannya. Wassalamualaikum.
Reading Time: