My Mind - Untaian Kata Untuk Berbagi

Friday, 14 September 2018

Make Up Flawless Yang Cocok Untuk Perempuan Usia 50 Tahun
September 14, 2018 30 Comments



Assalamualaikum Sahabat. Make Up Flawless Yang Cocok Untuk Perempuan Usia 50 Tahun ini bisa dipakai untuk menghadiri resepsi. Baik acaranya saat siang atau malam hari.

Menjadi tua itu pasti, asal berumur panjang. Ye kaaan?! Nah, menjadi tua namun tetap tampil menarik? Bisa dooonk.

Sebagai perempuan yang dulunya tomboi, saya jarang bersentuhan dengan alat make up. Memoles wajah bagi saya bukan hal mudah. Apalagi sejak belia saya juga jarang pakai lipstik. Bedakan aja kalo ingat. 

Duhhh ... gitu kok paksuami bisa tertarik sama sayaaah? Hahahahaa.

Jaman masih jadi mahasiswi, saya dan teman segenk pernah disindir sama dosen Bahasa Inggris. 

"Jangan beli bakwan sambel terus. Ditabung tuh duit jajannya buat beli lipen,"

Ya Allah, buuu ... duit jajan saya mah sedikit. Kalo ditabung ntar saya lapar. Jadi nggak konsen kalo bertemu ibu eh, mata kuliah Inggris.

Beranjak jadi pekerja di salah satu perusahaan swasta, saya mulai mengenal bedakan dan pakai lipstik. Itu pun kadang-kadang aja, kalo ingat. Hihiii.

Sebenarnya saya kurang suka pakai lipstick. Kesannya bibir jadi nggedibel. Kayak ada yang nempel, risih aja gitu.

Sejak bekerja pula, saya jadi sering dapat undangan resepsi nikah atau gathering perusahaan. Dari sepupu lah saya disuruh mulai belajar dandan. Dari yang dasar aja. Seperti pakai pelembab, bedakan, eyeshadow, dan lipstick.

Dandan Wajar Tanpa Terlihat Pakai Topeng

Ternyata dandan itu mudah kalo udah tahu trik nya. Tampil cantik saat-saat tertentu seperti pesta juga nggak harus dandan tebal. 

FYI, saya sering banget jadi among tamu ketika tetangga mantu. Terutama sejak menempati rumah yang sekarang, sekitar tahun 2010. 

Baru juga pindahan, udah diminta bantuan jadi among tamu. Sebagai tetangga yang baik, saya tentu saja menerima dengan agak berat. 

Bukan saya enggan menolong. Tapi saya paling nggak suka kalo wajah saya didandanin orang lain.

Bahkan saya paling nggak suka ketika ada yang make over wajah saya dengan riasan tebal. Saya merasa seperti menggunakan topeng muka. Make up terasa berat di muka saya. Trus hasil akhirnya juga kelihatan tua. 

Tahu sendiri kan, kalo jadi among tamu itu kesannya kerjaan ibu-ibu yang udah senior. Make up nya pun terkesan tebal untuk nutupi bopeng di wajah. Iyaa, kamu aja kali, Wat. *nutupinmukakayakkulitjeruk

Saya sering pesan pada tim rias agar make up wajah nya nggak usah tebal. Cukup yang tipis, enggak pakai cukur alis, enggak pakai bulu mata cetar badai.

Saya nggak peduli dianggap rewel karena banyak permintaan. 

Tips Make Up ala Saya Saat Kondangan

Saya paling suka kalo jadi among tamu tapi boleh make up wajah sendiri di rumah. Meski nggak pintar dandan tapi saya yang tahu model riasa muka seperti apa yang cocok untuk saya.

Beberapa waktu lalu saya sempat kondangan acara ngantenan saudara jauh. Kami seragaman dan asiknya adalah boleh dandan sendiri.

Kondangan pakai kebaya modern tentu pengen foto selfie dong. Maka, saya pun minta suami untuk foto dengan berbagai pose. Ada yang sendiri, dengan paksuami, dengan kakak sepupu, dan juga pengantinnya.

Salah satu foto saya unggah di Instagram. Lalu ... heboh deh jagad dunia maya saya. 


Dari beberapa komentar di post foto di Ig itu, banyak yang pangling lihat wajah saya. Hahahaa.

Ahhh jadi ge er karena ternyata bisa ya tampil syantiiik. Itu hasil make up ala saya. Ada yang bilang kalo make up saya flawless. Trus ada juga yang minta tips nya, agar bisa tampil cantik namun natural.

Saat saya memandang wajah di cermin, cukup kaget juga. Itu pun setelah melihat reaksi paksumi ketika pertama kali menatap hasil make up. 

Paksuami menyempatkan kerja dulu saat mau resepsi itu. Trus dia balik ke rumah mau persiapan mandi dan ganti baju. Begitu masuk rumah ... dueeeeeeng! Dia berdiri dan terdiam. 

Saya yang merasa ditatap jadi salah tingkah. 

Bukan ... bukan tersipu malu. Tapi saya salah tingkah karena merasa ada yang salah dengan riasan di wajah. Hahahahaa. Suwer, waktu itu saya langsung lari ke depan cermin karena penasaran dengan tatapan terdiam paksuami.

Ahhh, setelah saya bercermin dan merasa tidak ada yang aneh, lega deh. Trus saya nanya pada suami, mengapa dia bengong menatap wajah istrinya yang udah tua ini?!

"Kamu belum pernah dandan secantik ini,"

Duuuhhhh, jawaban yang bikin saya melayang sesaat.

Meski senang namun saya bukan termasuk perempuan yang gampang menerima pujian. 

"Aku cuma pakai bedak sama ini, sama ini..." Saya menunjuk sembarang pada perlengkapan ngelenong yang jarang terpakai.

Sebenarnya saya nggak pede sharing cara make up yang flawless. Apalagi saya nggak pernah ikut kelas kecantikan. Tapi karena ajakan untuk sharing dalam rangka #KEBLoggCollab yang bikin saya mesti pede melanjutkan artikel ini.


Langkah-Langkah Make Up Flawless :



Pelembab Dasar Make Up

Sebelumnya saya bersihkan wajah dari kotoran karena debu dengan menggunakan pembersih dari Luvital. Illuminating Facial Gentle Cleanser ini memiliki kandungan soft peeling gel yang mampu membersihkan wajah dari sisa make up, debu, dan kotoran lain. 

Saya memilih Luvital Facial Gentle Cleanser juga karena efek setelah pemakaian terasa ringan. Wajah pun jadi siap untuk didandanin.

Yang pertama adalah dengan menggunak an Pelembab Wardah Lightening Daycream step 2. Saya aplikasikan secara merata di seluruh permukaan wajah. Cukup tipis sih pemakaiannya. 

Langkah berikutnya saya menggunakan Foundation Wardah. Saya hanya menggunakan sedikit dan meratakannya ke seluruh wajah. Sambil ditepuk-tepuk dengan menggunakan ujung jari tengah dan jari telunjuk.


Kombinasi Alas Bedak dan Bedak Padat


Setiap hari saya biasanya cukup mengenakan Wardah Luminous Face Powder. Bedak tabur ini sangat saya sukai karena ringat di wajah. Nah, untuk lebih merapikan rias dasar di wajah, saya kombinasikan dengan Wardah Luminous Compact Powder nomer 4 yang Natural.

Karena nggak ingin terlihat tebal dan berat di wajah, saya mengaplikasinnya tipis namun merata.

Riasan Mata dengan Warna Natural

Untuk riasan bagian mata memang sebenarnya menjadi pemikat tersendiri. Saya pun mengakui hal ini. Terlebih saya memiliki kekurangan di bagian kelopak mata. 

Namun saya juga memiliki kelebihan di bagian alis yang tidak membutuhkan riasan berlebihan. Modal alis yang lebat, bagi saya cukup dengan merapikannya. Namun saya masih suka mengoleksi Eyebrow Pencil. Biasanya saya gunakan untuk menambah volume alis bagian ujung. Cuma sedikit sih, tapi lumayan bisa jadi rapi alisnya. Tapi sebelumnya saya rapikan dulu dengan menggunakan sikat alis.

Nah untuk memulas kelopak mata dengan Eyeshadow, saya sukanya warna-warna netral. Seperti coklat muda, warna tanah, pokoknya agar tidak terlihat pucat saja sih. 




Untuk eyeliner, saya jarang menggunakannya. Kalo pun saya pakai, biasanya ketika kondangan malam hari. Karena riasan mata untuk malam hari mesti lebih tegas lagi. 

Seperti juga penggunaan mascara yang bagi saya cukup penting. Saya suka maskara produk Wardah, Ultima II, dan Maybelline. Namun memang saya lebih sering membeli mascara Maybelline. Dibanding Ultima II yang harganya nyaris dua kali lipat harga mascara Maybelline, hahahaa.



Maybelline seri Express Hypercurl Mascara ini saya sukai karena aplikatornya simpel. Seperti model sisir namun yang tertulis di kotak kemasannya, mengklaim bisa lima kali menebalkan bulu mata. Juga mampu melentikkan bulu mata hingga terlihat alami.

Koleksi Maybelline saya yang sebelumnya adalah seri Maybelline Volum' Express The Colossal. Model aplikatornya melengkung dan gampang bikin lentik bulu mata.  

Agar Sempura, Pulas Wajah dengan Perona Bibir dan Pipi


Langkah berikutnya adalah memberikan perona pipi. Biasanya saya menggunakan perona pipi tipis-tipis aja. Kemudian saya juga menyapukan sedikit eyeshadow di tepi hidung yang kiri dan kanan. Kemudian saya sapu menggunakan kuas perona pipi.

Langkah terakhir adalah memulaskan Wardah Lipgloss yang setiap hari selalu saya pakai. Jadi meski nggak keluar rumah saya selalu memulaskan di bibir untuk memberikan nutrisi dan melembabkan bibir agar tidak pecah-pecah.

Baru setelah itu saya memulas bibir dengan Wardah Intense Matte Lipstick nomer 60. Dan saya tambahkan lagi pakai Wardah Exclusive Lipstick nomer 32 Sheer Brown. 

Daaaan ... ini lah tampilan saya yang bikin paksuami pangling pada istrinyaaaah 😄


Udah tahu kan ya, mana before mana after

Nggak ada yang ajaib sih sebenarnya. Mungkin karena saya memang jarang dandan komplit meski kondangan. Kadang malah malas aja pakai eyeshadow. Apalagi kalo eyeshadow nya pas abis. Ini malas atau pelit?? Hahahaa. 

Saya memang kurang rajin juga belanja make up. Sekalinya beli make up juga lebih memilih warna netral. 

Kalo eyeshadow, saya masih lebih menyukai produk Wardah, Mustika Ratu, atau Pixy. Sementara kalo untuk lipstick, selain Wardah, saya suka produk dari brand Pixy, Ultima II, Revlon, atau Purbasari. Yang harganya lumayan mahal, saya simpan untuk saat tertentu.

Kalo melihat reaksi paksuami, juga komentar famili waktu kondangan hari itu, saya kudu lebih rajin lagi latihan dandan yang natural. Yang natural itu bisa jadi komplit namun memilih warna-warna yang pastel.  

Ah entah lah apa yang bikin suami saya pangling sama istrinya sendiri, hahahaa. Coba deh kalian kasih komentar yang bikin mata saya melek gitu. Agar terbuka juga pikiran saya untuk lebih aware dengan tampilan make up. Semoga cerita saya tentang make up flawless yang cocok untuk saya ini bisa bermanfaat. Aseliiii saya kurang pede cerita ini, hahaha. Wassalamualaikum.

Tulisan ini merupakan post respon dari Grup #KEBlogging Butet Manurung terhadap tulisan tentang Tips Make Up untuk Hari Raya dari Mak Edelyn seorang MUA sekaligus Blogger yang menulis di http://www.everonia.com  



Artikel yang sama untuk post respon dari Grup #KEBlogging Butet Manurung bisa juga dibaca di bawah ini :

Ophi Ziadah : 4 Item Kosmetik Yang Setia Saya Pakai
Reading Time:

Sunday, 9 September 2018

6 Atraksi Wisata Seru dan Tidak Biasa di Manila
September 09, 2018 15 Comments

Picture by common. wiki
Apa kabar Sahabat? 6 Atraksi Wisata Seru dan Tidak Biasa di Manila ini, sudah lama menjadi destinasi impian yang ingin saya kunjungi. Meski hingga hari ini saya belum punya kesempatan kesana juga. Namun saya selalu update info tempat wisata yang unik dan menarik ini.
Manila adalah kota cosmopolitan yang tak ubahnya bunglon. Kota ini memiliki banyak kontras yang dapat ditemui dengan mudah di dalamnya. Namun bagi banyak orang, Manila kerap menjadi kota yang jarang dilirik. Alasannya dikarenakan segudang daya tariknya dikaburkan oleh berbagai masalah khas perkotaan di negara-negara berkembang.
Padahal kota ini memiliki budaya Gumbo, yang merupakan karakter perkotaan yang dipengaruhi unsur Melayu, Spanyol, Amerika, China, dan Arab. Hal itu tentu akan memabukkan banyak orang karena kekayaan budayanya yang melimpah. Dan terkadang membutuhkan waktu beberapa saat untuk sepenuhnya menyesap setiap keindahan dan keunikan budaya lokal.
Seperti di banyak kota di dunia yang sedang berkembang, lalu lintasnya mencekik, keruwetan di mana-mana, dan setumpuk masalah perkotaan lainnya. Tapi itu sangat elusif ibukota Filipina yang memberikannya keunggulan atas tempat-tempat yang siap mengungkapkan kekayaan histori mereka. Rangkullah kekacauan yang tampak dari sudut pandang keindahan. Meski hanya untuk sehari, dan kamu akan mengerti sekaligus kagum setelah larut dalam pengalaman itu.
Menuju Manila sangatlah mudah dari kota-kota besar di Indonesia, terutama melalui jasa penerbangan low cost carrier, yang salah satunya dilayani oleh Jetstar. Penerbangan melalui Singapura ini dikenal memiliki layanan prima untuk harga tiket yang bersaing.
Berikut adalah enam destinasi utama yang wajib kamu kunjungi saat bertandang ke Manila.

1. Intramuros

Picture by common.wiki
Benteng batu seluas 64 hektar, yang didirikan oleh Spanyol pada 1571. Benteng ini telah bertahan dalam perang, bencana alam dan gelombang penjajah kolonial berturut-turut. Dengan demikian kehadiran benteng itu sebagai metafora untuk Manila itu sendiri.

Jelajahi sebelum pukul 10 pagi, sementara suhu di luar masih dapat ditoleransi. Kemudian berhentilah sejenak di Ilustrado, sebuah vila bergaya olonial, untuk sarapan mentega ensaymada (brioche gurih) dan cokelat panas Spanyol.

2. Greenbelt Chapel

Manila dikenal sebagai kota Katolik Roma terbesar di Asia Tenggara. Sehingga tidak heran jika kamu cukup mudah menemukan gereja di berbagai sudutnya, termasuk hingga di Greenbelt 3. Ini merupakan kompleks perbelanjaan mewah, yang menyatu dengan situs-situs penting umat Katolik setempat. Kamu bakal menciptakan pengalaman yang unik saat mengunjunginya.

Sepelemparan batu adalah Greenbelt 5. Di sini umat Katolik bisa menebus dosa-dosa dengan mendukung bakat desain lokal; seluruh sayap lantai atas, yang didedikasikan untuk negara.

3. Museum Konglomerat

Konglomerat Manila dimiliki oleh klan kuat yang sejarahnya tidak dapat dipisahkan dari perkembangan Manila. Dua museum, yang menghadap kurang dari satu blok jauhnya satu sama lain, menawarkan wawasan tentang bagaimana mereka hidup dan bekerja.

Picture by common.wiki

The Ayala Museum didirikan oleh keluarga Zóbel de Ayala yang memiliki sebagian besar distrik bisnis Makati, termasuk sebuah karya anggota keluarga Fernando Zóbel, seorang seniman terkemuka di Filipina.

Ada pula Museum Yuchengco, yang didirikan oleh mantan duta besar PBB, termasuk galeri yang didedikasikan bagi  sejarah keluarga, serta koleksi potret kekasih dan gundik pahlawan nasional Filipina José Rizal.

4. Marikina Shoe Museum



Siapa yang tidak kenal dengan Imelda Marcos, mantan ibu negara Filipina yang dikenal gila belanja. Bahkan ibu negara yang terkenal kecantikkannya ini juga mengoleksi hingga tiga ribu lebih sepatu. Koleksi yang dia lakukan selama menemani suaminya, Ferdinand Marcos, menjabat sebagai presiden negara itu selama 21 tahun. Sebelum kemudian jatuh atas praktik korupsi yang dilakukannya.

Museum ini memiliki sebagian besar dari koleksi sepatu berukuran 8 ½ milik mendiang ibu negara. Koleksi sepatu ini dipastikan akan membuat banyak wanita betah berlama-lama mengagumi, sekaligus iri ingin memilikinya.

5. Mencoba Halo-Halo

Picture by common

Ini bukanlah sepenggal lirik dalam lagu ‘Halo-Halo Bandung’. Melainkan nama dari sajian manis yang terkenal di Filipina.

Secara harafiah, dessert ini diterjemahkan sebagai ‘campur aduk’. Yang merupakan racikan minuman segar terdiri dari es serut dan susu. Kemudian dicampur dengan kombinasi kacang manis, manisan buah , nata de coco, leche flan (Filipino crème caramel), ube (ubi ungu), dan jeli.

Sekilas terlihat seperti es campur, tapi sejatinya halo-halo memiliki keunikan rasa yang begitu kompleks. Daan tentu menjadikannya sajian segar untuk dinikmati di siang hari.

6. Momen Matahari Terbenam



Salah satu aset utama Manila adalah senja. Nikmatilah di teras Swish di Whitemoon Bar, yang terletak di Manila Ocean Park. Kamu bisa duduk santai sambil mendengarkan DJ memainkan musik musik trip-hop dan soul.

Atau kamu bisa juga mengambil jus calamansi yang menyegarkan dan berjalan-jalan di sepanjang San Miguel by the Bay, kawasan pejalan kaki sepanjang 1,5 kilometer tepat di tepi Mal Asia yang lapang.

Yuk tentukan jatah cuti kamu agar bisa menikmati enam atraksi wisata seru dan tidak biasa di Manila yang keren ini. Sampai jumpa Sahabat.
Reading Time:

Friday, 7 September 2018

ASUS VivoBook Flip TP410 Mendukung Saya Tetap Mobile
September 07, 2018 23 Comments


Assalamualaikum Sahabat. ASUS VivoBook Flip TP410 Solusi Agar Saya Tetap Mobile dan Berkarya. Karena hampir setahun ini, saya mendampingin keluarga kontrol rutin di rumah sakit. Kalo seharian di rumah sakit tanpa produktif kerja kreatif, bikin saya baper. 

Namun saya juga nggak tega kalo dengar curhat orang tua ataupun mertua. 

Hayo siapa yang suka denger curhat ibu mertua? Saya suka nggak tega kalo ibu mertua curhat masalah lututnya yang nyeri. Usia beliau udah 76 tahun, kayaknya lumrah sih sakit di lutut itu.

Namun tetap saja saya nyoba cari solusi agar ibu tidak mengalami nyeri yang makin parah. Apalagi kemarin saat musim kemarau, suhu udara yang dingin bikin lutut ibu kambuh nyerinya.

Saya pun menyarankan ibu untuk mengikuti proses fisioterapi di rumah sakit. Nanti saya yang akan menemani dan mengurus proses registrasinya. *menantu sholehah, kipas-kipas syantiiik.

Ternyata fisioterapi ibu bikin saya ngendon nyaris setengah hari di rumah sakit. Juga seminggu tiga kali untuk periode pertama.  Sementara saat itu saya juga tengah dikejar deadline pekerjaan sebagai content writer.

Ya udah saya pun bawa laptop ASUS X200MA kesayangan. Laptop yang sejak bulan Agustus 2015 menjadi teman bekerja yang setia. 

Alhamdulillah selama tiga tahun ini belum pernah rusak. Padahal tiap hari digunakan untuk kebutuhan saya, si bungsu, dan suami.

Sebagai blogger, content writer untuk website lain, yang sering saya pakai seharian ketika ngejar deadline, kalo bisa ngomong pasti udah protes.

Saya pun sering ikut mendampingi suami kalo dia kerja di luar kota. Nah, ASUS Notebook seri X200MA ini selalu saya bawa. Suami kerja ngurus proyeknya, saya pun mengerjakan artikel pesanan. 



ASUS X200MA ini juga mendukun kinerja saya yang suka mempelajari hal baru di dunia blogging. Belajar edit foto dengan aplikasi Photoshop, bikin infografis yang sederhana. Karena bagi saya yang tahun ini berusia 50 tahun, belajar hal baru di dunia digital itu sungguh butuh perangkat yang mumpuni.

Bahkan dari ASUS X200MA ini saya sudah pernah memenangkan lomba menulis karya non fiksi di salah satu penerbit mayor. Juga beberapa kali pernah menikmati menjadi pemenang lomba blog. 

Atau ketika ada event blogging yang mengharuskan bawa ASUS kesayangan ini. Dua kali ikut acara flash blogging, atau belajar SEO yang mengharuskan praktek langsung dengan laptop. 

Belum lagi digunakan si bungsu yang passion-nya adalah utak-atik desain grafis. Kalo Laptop Asus saya nganggur, dia lah yang pakai. Bikin beragam desain grafis yang hasilnya diunggah di akun instagramnya.

Nah, kalo paksuami sih pakainya nggak begitu sering. Tapi tetap saja sebijik laptop diisi dengan tiga konten. Bayangkan betapa memory di laptop ini pasti nyaris full.

Memory yang sekitar 2 GB / 4 GB itu udah terpakai sekitar 80%. Wowww banget yaaa, saking tangguhnya ASUS X200MA yang setia menemani saya berkarya selama ini.


Ketika Laptop Asus Minta Ganti

Kembali saat saya menemani ibu mertua terapi di rumah sakit. Saya nggak masalah kerja dengan laptop ASUS yang udah menemani saya selama tiga tahun ini.

Di ruang tunggu yang adem, saya nyaman ngetik dan produktif. Dapat dua artikel kan lumayan ya. Tinggal nunggu transferan masuk paling telat dua minggu lagi. Hihihiii.


Ternyata kejadian serupa nggak bisa saya terapkan saat menemani suami kontrol ke poliklinik Spesialis Jantung.

Ruang tunggunya nggak nyaman kalo buat kerja. Kursinya pendek dan selalu terisi pengunjung. Baik pasien maupun beserta keluarganya.

Saya sedang asik ngetik draft dengan mesin ketik di pangkuan. Suami duduk di kursi sebelah.

“Udah matikan dulu, kurang dua nomer antrian lagi,” tutur suami.
“Kurang dikit, bentar lagi,”
“Ntar tiba-tiba namaku dipanggil, kamu nggak sempat matiin laptopnya,”

Hmm, dugaan suami tepat. Saya masih ngetik ketika perawati memanggil nama suami. Saya yang kaget segera menutup layar tanpa sempat mematikan laptop. Udah gitu saya pun langsung memasukkan laptop ke dalam tas ransel. 

Semua itu saya lakukan sambil berlari mengikuti suami yang berjalan masuk ke ruang praktek dokter. Hulalaaa, bayangkan saya berlari sambil memasukkan laptop ke dalam ransel. Kayak main akrobatik nih.


#2018Ganti Laptop ASUS VivoBook Flip TP410

Bayangan saya pun melayang pada penampilan  ASUS VivoBook Flip TP410. Dengan model yang bisa diubah sesuai fungsinya, bikin penggunanya tetap mobile dan berkarya di mana saja.

Nah, yang paling bikin saya makin jatuh cinta adalah ASUS Vivobook flip TP410 ini memiliki beberapa kelebihan.

1. Tipis dan Ringan


Bobotnya cuma 1,6 kg sehingga Vivobook Flip TP410 sangan ringan untuk laptop berukuran 14 inch. Bukan itu saja, sahabat. Ukurannya pun tipis, hanya 1,92 cm.

Cocok banget nih untuk saya yang akhir-akhir ini sering mobile. Nemeni ibu mertua terapi di rumah sakit, atau suami yang rutin kontrol juga ke rumah sakit, gak masalah. Karena dengan Vivobook Flip TP410 ini pasti enjoy laaah.

Tak hanya itu, karena VivoBook Flip TP410 ini juga memiliki daya tahan yang lama. Tentunya karena ASUS Battery Health Charging, yaitu terjaga dengan baik baik saat penggunaan maupun pengisian daya.

2. NanoEdge Display


Udah berukuran tipis dengan layar 14 inci, ASUS Vivobook TP410 memiliki tampilan ultra-tipis. Dengan fitur “NanoEdge” yang memaksimalkan ukuran layar serta meminimalkan ukuran body-nya.

Layar 14 inci juga udah cukup baik untuk multimedia dan berbagai aktivitas lain. Fitur NanoEdge nya meski ukuran layar 14 inci, namun tampilannya yang imut, ringan pula ditenteng di tangan. 

Layar Full HD dengan resolusi 1920x1080 piksel dengan teknologi wide-view hingga 178 derajat, membuat warnanya tetap kontras dari berbagai sudut.

3. Fingerprint Sensor


VivoVook Flip TP410 juga memiliki sensor sidik jari di atas touchpad bagian kanan atas. Laptop yang mendukung fitur Windows Hello dan biasanya hanya ada pada laptop kelas atas dengan harga yang mahal. 

Ada tiga seri pilihan dengan tiga harga yang berbeda. Massing-masing tentunya dengan spesifikasi yang tak sama. Harga mulai  dari Rp. 6.899.000 hingga Rp. 9.099.000, kalian bisa tampil gaya bak profesional muda. Kalian bisa cari tahu lebih lanjut tentang harga, spesifikasi, serta info produk VivoBook Flip TP410,  di situs resmi ASUS Indonesia.

Pengguna VivoBook Flip TP410 bisa sign-in ke Windows 10 yang sudah terinstalasikan di dalam laptop ini. Cukup dengan sentuhan jari.

Sidik jari ini memudahkan pengguna ketika akan membuka kunci layar dalam sekian detik. Kalian nggak perlu lagi memasukkan password seperti biasanya. Namun tingkat keamanan makin meningkat hingga kalian nggak perlu takut isi folder bisa dibuka sembarang orang.

4. Empat Model Yang Mendukung Gaya Hidup Kalian

Pertama kali melihat model ASUS VivoBook Flip TP410, hati langsung meleleh. Melihat deretan foto dengan empat model yang ditampilkan, saya pun teringat saat menemani suami di rumah sakit.

Selain model powerful laptop atau konvensional yaitu model laptop terbuka, ASUS VivoBook Flip TP410 bisa juga dijadikan model tablet, media stand, dan share viewer.



Yup, kalo punya ASUS VivoBook Flip TP410 ini, saya bisa menggunakan model tablet. Ketika ikut suami masuk ke ruang praktek dokter, saya bisa tetap memegang  laptop kece ini. Nggak perlu saya masukkan ke dalam tas atau ransel.

Boleh lah saya bermimpi dulu memiliki ASUS VivoBook Flip TP410. Duduk di kafe dan mengerjakan draft artikel, kalo lelah bisa memilih leyeh-leyeh. 


Saya kayaknya sedang bermimpi
memegang ASUS VivoBook Flip TP410

Dan meneruskan kerjaan di kursi santai pun tak masalah. Karena ASUS VivoBook Flip TP410 ini menjadi solusi agar saya tetap mobile dan berkarya. Wassalamualaikum.


ASUS Laptopku Blogging Competition by unikkaswarganti.com



Reading Time:

Monday, 3 September 2018

Wisata Semarang : Edukasi Budaya Semarang di Klub Merby Dalam Satu Hari
September 03, 2018 34 Comments

Assalamualaikum Sahabat. Wisata Edukasi Budaya Semarang di Klub Merby Dalam Satu Hari. Kalian yang ingin berkunjung di Semarang dan belajar budaya dalam satu hari bisa menjatuhkan pilihan datang di Klub Merby. Jadikan kunjungan ini menjadi alternatif Wisata Semarang untuk anak-anak.

Beberapa hari yang lalu saya akhirnya punya kesempatan mengunjungi Klub Merby. Udah lama banget lah pengen kesana. Sayangnya anak-anak udah besar semua, nggak ada alasan datang kesana sendirian. Nggak lucu juga rasanya. Hahahaa.

Klub Merby terletak di jalan Mataram (Mt. Haryono) no. 653 Semarang. Ternyata setelah saya datang di Klub Merby, mereka menerima kunjungan perorangan. Jadi catat ya, nggak hanya rombongan aja yang bisa berkunjung di Klub Merby.

Setiap pengunjung yang datang, begitu masuk langsung di sambut oleh penerima tamu. Ada buku tamu yang bisa diisi dan nantinya kalian akan mendapatkan souvenir. 

Ada pilihan souvenirnya, kebanyakan mainan anak-anak. Seperti Kotekan, Gangsingan, Seruling model kecil, dan lainnya. Oiya, ada juga souvenir berupa kipas dari kain batik, ikat kepala untuk anak laki-laki. Duhhh saya siwer, ada souvenir apa lagi sih. Hihihii.

Kegiatan Terpisah Bunda dan Anak-Anak

Mbak Krisna yang menyambut pengunjung, menyapa ramah dan welcome banget. Agar kegiatan untuk anak-anak bisa optimal, mba Krisna ngajakin orang tua tour lokasi Klub Merby yang cukup luas.



Jadi anak-anak diajak kegiatan yang seru dengan banyaknya pilihan edukasi budaya. Orang tua pun juga diajak belajar budaya Semarang.

Saya mengikuti langkah mba Krisna bersama teman-teman menuju lantai 2. Di lantai 2 ini terdapat M-Art Shop & Learn. Yaitu merupakan tempat berbelanja souvenir khas Semarang. Di sini juga kami dikenalkan dengan berbagai cara mengenakan sarung.

Yang asik tuh sebelum memulai sesi sharing pagi itu, ada welcome drink yang bikin tubuh relaks. Minuman tradisional dari rempah-rempah pilihan yaitu Beras Kencur. 

Saya menikmati minuman yang kalo di Jawa disebut wedang beras kencur itu dengan menyesap perlahan. Rasa hangat dari cairan dengan rasa cukup manis dan terasa rempahnya itu mengusir sisa kantuk semalam. Iyaa, saya semalam kurang tidur, hihii.


Nah, sebelumnya saya kenalkan dulu bahwa Sarung adalah identitas bangsa Indonesia. Jadi selama ini kita menganggap sarung itu untuk shalat bapak-bapak. Ye kaaan?!

Arti kata SARUNG adalah SAtu dikuRUNG. Maksudnya adalah bahannya terbuat dari selembar yang digunakan dengan cara dikurungkan ke tubuh pemakai.

Sarung merupakan identitas asli bangsa Indonesia. Dari berbagai daerah di Indonesia, semua memiliki jenis sarung yang berbeda penamaannya.

Sarung sendiri ada yang berbentuk lingkar, yang biasanya digu nakan untuk shalat. Atau untuk pelengkap baju adat seperti di Betawi, Melayu, dan daerah lain. 

Sementara Sarung Panjang sering juga disebut kain. Yang sering dipakai mamak-mamak untuk bagian bawah. Yang menjadi pasangan kebaya, baju adat berbagai wilayah di negeri ini.

Mbak Krisna dengan dibantu dua rekannya mengajak kami belajar memakai Sarung. Saya udah bikin videonya di Ig Story @hidayah_art. Lihat ya di sorotan dengan nama Klub Merby.

Daaan ... tadaaa, ini lah penampilan saya dengan model sarung ala kadarnya. Hahahaaa.



Dari lantai 2 ini kami diajak jalan-jalan mengelilingi arena Klub Merby. Ada beberapa ruangan dengan fungsi berbeda. Ada kelas Menggambar dan Mewarnai, Pelatihan Menulis Aksara Jawa, Ruang bikin Kerajinan Perca Batik, dan lainnya.

Kami juga diajak mengintip Museum Mini yang koleksinya adalah sejumlah perangko serta uang kuno dari seluruh Nusantara dan mancanegara. Perkembangan dari setiap peradaban manusia bisa disaksikan melalui uang dan perangko yang dipajang di ruangan ini.



Dari sini kami menuju ruang berikutnya untuk menyaksikan anak-anak yang sempat latihan gamelan. Mereka pun unjuk kebolehan memainkan lagu Dolanan. Ini belajar gamelan cuma beberapa menit udah mahir pentas di depan bunda-bundanya.

Di ruang ini pula kami diajari menyanyikan lagu Gambang Semarang. Secara singkat cuma latihan sekali, langsung nyanyi bersama.


Musik dengan nada kramatis, mengiringi lagu Semarang yang bersifat riang, jenaka, dan berpantun. Bikin hati emak pun riang gembira.

Dengan suasana hati yang ceria, kami pun diajak berjoget bersama. Di ruangan yang luas ini kami belajar joget Semarang. 

Pertama kali waktu diajakin joget sempat ragu. Trus penasaran juga sih. Dan ketika musik diputar, otomatis saya pun melenggang senang.

Ragam gerak yang lincah dan riang dengan gerakan khas joget Semarangan. Yaitu Ngandhek, Ngeyek, dan Genjot yang menekankan pada goyangan pinggul.

Eh tapi joget gini kalo dilakukan berulang, bisa juga ya jadi olah tubuh. Pasti tubuh jadi bugar dan hati pun riang.


Kegiatan Asik Yang Bisa Kalian Lakukan di Klub Merby

Seharian eksplore Klub Merby apakah bakal tercakup semuanya?

Santai aja Sahabat. Karena kemarin itu saya bisa menikmati serangkaian kegiatan yang menyenangkan dalam waktu setengah hari. 

Di samping yang sudah saya ceritakan di atas, ada juga kegiatan lain yang kami lakukan di lantai 1.

Bertempat di teras belakang Klub Merby, mbak Krisna dengan staf yang ramah mengajak kami bermain, berkreasi, dan berkarya.

Beberapa di antaranya sudah kami coba. Yuk saya ajak kalian menyaksikan berbagai kegiatan yang mengasikkan di Klub Merby.


1. Dolanan


Kemarin anak-anak diajak eksplore berbagai dolanan yang seru. Mungkin jaman saya kecil, dolanan ini adalah kegiatan yang sering kami lakukan. Kegiatan yang mengisi sepanjang hari sepulang sekolah.

Namun bagi anak-anak masa kini, dolanan merupakan permainan langka yang sudah jarang mereka temukan. 

Namun tentu saja ketika mereka menjumpai dolanan ini di Klub Merby, keceriaan terpancar dari wajah anak-anak. 

Dolanan Batok tali, dakon, gangsingan, menjadi pilihan mereka untuk bermain dan bergembira. 


2. Membatik


Sebagian dari anak-anak juga ada yang memilih membatik. Di atas secarik kain seukuran saputangan, mereka mewarnai dengan menggunakan canting. 

Memoleskan canting yang sudah dicelupkan ke dalam cairan malam, butuh tangan-tangan yang trampil. Ketelatenan, sabar, dan fokus agar cairan malam tidak meleleh keluar garis.

Hasil jadinya pun bisa juga dibawa pulang untuk souvenir. Bangga dong punya karya yang baru aja dipelajari bareng teman-teman di Klub Merby.

3. Merangkai Janur

Jaman dulu Janur sering dijadikan penghias atau dekorasi orang yang punya hajatan mantu. Yaitu dekorasi pelaminan pengantin, kamar pengantin, juga tempat untuk upacara Siraman. 

Janur juga dijadikan penghias semacam Bleketepe yang dilletakkan di atas atap rumah orang tua pengantin putri. Bleketepe adalah semacam rangkaian Janur yang dianyam membentuk seperti peneduh atap rumah. 

Namun sekarang janur sudah jarang sekali digunakan untuk dekorasi pernikahan. Karena peran janur sudah digantikan oleh rangkaian bunga yang katanya lebih kekinian dan cantik.

Menjelang tengah hari, saya dan beberapa teman belajar merangkai janur. Bikin anyaman Keris. 

Sahabat udah pernah bikin anyaman Keris yang terbuat dari Janur?

Asik juga loh, meski aslinya saya pengen belajar bikin selongsong ketupat.

"Sekarang belajar bikin Keris dulu ya, mbak. Ntar kalo bikin ketupat bisa dua hari baru jadi, hahahaa.." canda mba Krisna.

Hmm, iya siiiih. Lha saya belajar bikin Keris aja salah terus. Lupa jalur anyaman  bikin janur, setelah dilipat ke depan kemudian belok kiri atau hadap atas. Whuahahaaa, bagi saya lebih mudah merajut benang jadi bros bunga deh. dibanding bikin anyaman janur ini. Maaf ... saya menyerah. 

Sementara mba Ika aja mahir bikin mainan keris dari anyaman janur. Kemarin ada Muna,  dan beberapa teman yang ikut bikin keris-kerisan ini.


Makan Siang di Kedai Dhahar, Nglawuhi Tenan 

Oh saya pengen ngaku nih, ternyata waktu bikin keris-kerisan saya gagal terus ada penyebabnya. Iyaaa saya lapar, Sahabat. Hahahaa, malu-maluin yak.

Mungkin karena lapar itu lah saya jadi kurang fokus belajar bikin anyaman janur jadi keris. Ajakan mbak Krisna kepada kami untuk menuju arena Kedai Dhahar bagai kabar gembira bagi saya.

Kedai Dhahar mengolah kekayaan alam berupa hasil bumi sebagai "lawuh Omahan" dengan menu khas Semarang dan tanpa penggunaan MSG.

Resep-resep tradisional yang menggunakan bumbu rempah, menjadikan hidangan lezat juga sehat. 

Hidangannya ada sayur lodeh, sayur bayam masak kunci, dengan pilihan lauk yang beragam. Mulai dari ayam goreng, bandeng presto, kering tempe, dan tahu tempe bacem. Jajanan seperti bakwan sayur, mendoan, juga jajan pasar tersaji dan terlihat enak semua.

Sayur lodeh
Saya pilih menu sayur lodeh dengan lauk bandeng presto dan mengambil bakwan sayur. Perut saya seakan-akan bergembira dengan pilihan menu makan siang itu. Hahahaa.

Hidangan ini menjadi penutup wisata edukasi budaya Semarang yang mengesankan dan bikin kangen. Iya saya kangen pengen balik mengunjungi Klub Merby. 

Oiya, kalo pengen tahu keseruan wisata edukasi budaya Semarang di Klub Merby, bisa saksikan video di channel Youtube saya. Klik aja video di bawah ini:





Kalian bisa juga berkunjung untuk bermain, belajar, dan belanja di Klub Merby. Nggak berasa waktu cepat berlalu ketika kita melakukan kegiatan yang menyenangkan, menyehatkan, dan berkreasi bersama sahabat atau keluarga. Yuk kalo pengen gabung, hubungi aja Merby Centre di bawan ini ya. Wassalamualaikum Sahabat. 

Info Klub Merby :
Jalan Mt. Haryono (Mataram) no. 653 Semarang
Telpon 024 - 8418842
HP : 0816666742
Email : klubmerby@yahoo.co.id
Reading Time:

Thursday, 23 August 2018

Menginap Nyaman di Hotel Puri Asri, Resort Terbaik di Kota Magelang
August 23, 2018 66 Comments


Assalamualaikum Sahabat. Sudah pernah nginap di Hotel Puri Asri di Magelang? Hati-hati loh, ntar jadi susah move on. Atau malah kayak saya, jadi enggan pulang. Semua itu karena pengalaman yang menyenangkan selama menginap di Hotel Puri Asri.

Saat ada ajakan merayakan hari ulang tahun Kemerdekaan RI yang ke 73, di Hotel Puri Asri, saya langsung antusias. Apalagi ketika rundown acara selama nginap ada upacara bendera di tepi sungai Progo.

Reading Time: