My Mind - Untaian Kata Untuk Berbagi

Kamis, 12 September 2019

Kolaborasi PSSI dengan Startup Logistik Paxel Jelang Persiapan Timnas Kualifikasi PIala Dunia 2022
September 12, 2019 25 Comments

Kolaborasi PSSI dengan Startup Logistik Paxel 


Assalamualaikum Sahabat. Udah dengar atau baca kabar tentang Piala Dunia 2022? Meski masih tiga tahun lagi, tentu gaungnya udah kalian ketahui dong. Paling tidak saat ini udah mendekati babak kualifikasi terlebih dahulu.

Ada yang perlu kalian tahu nih, Sob. Sebagai startup logistik berbasis teknologi pelopor same day delivery antarkota, Paxel menjadi partner kolaborasi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menjelang babak Kualifikasi Piala Dunia 2022. 


Kolaborasi PSSI dengan Startup Logistik Paxel 

Dalam informasi yang disampaikan oleh CEO Paxel baru-baru ini. Paxel akan menangani seluruh kebutuhan logistik Timnas Indonesia. Tahu dong kalo logistik sebuah tim itu penting banget untuk mendukung lancarnya kegiatan. Apalagi kalo logistik untuk Timnas Sepakbola Indonesia.

Kebutuhan logistik Timnas Indonesia itu mulai dari keperluan sehari-hari saat latihan, sampai kebutuhan logistik saat pertandingan. Di sini lah Paxel menjamin bahwa kecepatan, ketepatan, dan keamanan pengiriman logistik menjadi hal yang penting untuk mendukung performa Timnas Indonesia. 

“Sebagai startup logistik nasional, Paxel mendukung sepak bola tanah air, lewat keahlian kami, layanan same day delivery antarkota antarprovinsi. Paxel akan memastikan logistik Timnas Indonesia pasti sampai dengan cepat, di manapun lokasi timnas berada. Harapannya Timnas Indonesia dapat fokus berlatih tanpa memusingkan distribusi logistik”, kata CEO Paxel Bryant Christanto, saat ditemui di Jakarta, Sabtu (31/08) lalu. 



Selama ini logistik menjadi faktor penting bagi timnas sepak bola Indonesia. Sebelumnya, PSSI menugaskan seorang kitman untuk mengurus seluruh kebutuhan logistik timnas. Misalnya adalah mengambil dan mengantarkan kembali perlengkapan dari tempat penyimpanan, lokasi latihan, hingga arena pertandingan. 

Nah gimana setelah adanya kolaborasi dengan Paxel? 

Setelah kolaborasi dengan Paxel, kitman cukup menjadwalkan pengiriman lewat kurir Paxel yang akan menjemput dan mengantar barang menggunakan mobil van. Hal ini tentunya dilakukan karena jaminan pelayanan Paxel yang tepat waktu. Serta tentunya faktor keamanan untuk memastikan distribusi logistik Timnas Indonesia berjalan lancar walau perlengkapan harus dikirim ke luar provinsi sekalipun. 


Smart Inventory Management Dari Paxel Untuk PSSI

Dalam kolaborasi tersebut, Paxel juga menghadirkan smart inventory management. Artinya adalah Paxel mendedikasikan satu gudang khusus untuk PSSI di Jakarta Barat. 

Deputi Sekretaris Jendral PSSI Marshal Masita mengungkapkan, “PSSI menyambut kerja sama ini dengan senang hati. Kami selalu berusaha memperbaiki setiap aspek dari timnas, salah satunya dari segi logistik. Proses belakang layar ini mungkin jarang diketahui publik, tetapi perannya sangat krusial.” 

Sebagai Sekjend, ada banyak harapan yang dilontarkan oleh Marshal Masita melihat proses persiapan yang lancar ini.

Marshal berharap Timnas Indonesia bisa fokus berlatih dan bertanding. Timnas nggak harus memikirkan masalah logistik yang kelihatannya sepele, tapi bisa mengganggu konsentrasi pemain. 


Kolaborasi logistik antara PSSI dan startup logistik Paxel ini merupakan bagian bagian dari kampanye Paxel #AntarkanKebaikan yang sudah berjalan sepanjang 2018. 

Seperti yang pernah saya tuliskan juga di blog ini, Paxel peduli dengan kegiatan CSR.

Silahkan baca : Paxel Antarkan Kebaikan Layanan Buka Puasa

Selama ini seperti yang kalian tahu bahwa selain mendukung Timnas Indonesia, Paxel juga berkolaborasi dengan Rumah Harapan Indonesia dan Yayasan Kanker Indonesia dalam bentuk penyaluran donasi dan distribusi bantuan.



Tentang PAXEL, Startup Logistik Same Day Delivery

Paxel (PT Paxel Algorita Unggul) adalah startup logistik berbasis teknologi pertama asal Indonesia yang mampu menghadirkan layanan same day delivery antarkota antarprovinsi dengan ongkos kirim flat. 

Hingga bulan Agustus 2019, pengguna aplikasi Paxel sudah melebihi 480.000 users dengan jumlah paket same day delivery yang berhasil dikirimkan lebih dari 860.000 paket. 

Paxel sudah menjangkau area Jabodetabek, Bandung, Jogja, Solo, Semarang, Surabaya, Malang dan Bali. Proses pengiriman barang Paxel dari hulu ke hilir menggabungkan antara algoritma, teknologi dan manusia. Menggunakan sistem loker, aplikasi dan website. Nah udah tahu kan kalo Paxel diperkuat oleh ribuan happiness hero (kurir) yang siap melayani pelanggan di kota besar Jawa & Bali. 


Nggak sabar ya nungguin saat istimewa menjelang babak Kualifikasi Piala Dunia 2022. Saya berharap prestasi Timnas Piala Dunia mampu meraih prestasi yang mengagumkan. Yuk berharap yang terbaik ya. Wassalamualaikum.
Reading Time:

Selasa, 10 September 2019

Proses Memperbaiki Kecanduan Game Online di Pondok Pesantren Nurul Firdaus
September 10, 2019 35 Comments

Memperbaiki kecanduan game online
 


Assalamualaikum Sahabat. Pernah mengalami masalah saat buah hati kecanduan game online? Alhamdulillah anak-anak saya sejak awal kenal dengan game online itu aksesnya via PC. Jadi saya bisa mengawasi dengan ketat kapan jadwal mereka diijinkan main game online. Ada hari tertentu, biasanya Sabtu usai pulang sekolah sampai Minggu sebelum shalat Ashar.
Namun gak semua anak bisa loh diajarkan tentang penjadwalan main game online seperti ini. Ada ponakan yang kudu diminta paksa gadget nya karena suka lupa waktu ketika nge-game. Itu pun kadang masih pakai acara ngambek nggak mau makan atau mandi.

Cari Rujukan dan Konsultasi pada Ahli

Saat buah hati memiliki masalah kecanduan game online, Anda sebagai orang tua tentu harus bertindak. Memperbaiki kecanduan game online memang bisa melalui bantuan para ahli, tapi sebetulnya ada banyak cara yang orang tua bisa gunakan untuk hal ini.
Penggunaan psikolog dan tempat rehabilitasi kecanduan game online bisa digunakan untuk keperluan perbaikan kecanduan ini. Pondok Pesantren Nurul Firdaus adalah fasilitas yang berada di Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Di sini Anda akan mendapatkan layanan yang berkualitas bagi anak Anda agar sembuh dari kecanduan game online.
Cara – cara yang digunakan oleh pondok pesantren ini untuk merawat para pecandu game online tentu sudah sesuai dengan prosedur kesehatan mental. Menurut salah satu pengasuh pesantren, yaitu Dr. Gumilar, S.Pd., MM., CH., CHt., pNNLP, seperti dikutip dari blog pribadinya gumilar.net, proses rehabilitasi di sini berbasis dari jurnal penanganan kecanduan dari China dan Amerika.
Nah, jika Anda ingin tahu lebih detail metode yang digunakan dalam memperbaiki kecanduan game online di sini, mari bahas bersama di bawah ini!

Cognitive Behavior Therapy (CBT)

Metode CBT merupakan perubahan cara untuk mengatur kembali pola pikir tertentu dalam seseorang. Dalam tempat rehabilitasi, metode ini akan difokuskan untuk memodifikasi ketergantungan pada game. Jadi pola pikir yang membuat seseorang terlalu tergantung pada game, berusaha di arahkan menjadi lebih positif.
Perubahan ini dilakukan dengan konsultasi dengan therapist yang nantinya berlangsung dalam beberapa sesi. Setiap sesi, anak akan diminta merefleksikan hal – hal negatif yang ia alami dan si therapist akan berusaha membantunya.  
Nah, membantu ini tentu tidak secara langsung tapi bertahap. Misal si anak sulit bersosialisasi karena games, si therapist bisa menentukan goal untuk diselesaikan pada minggu ini.
Goal ini bisa berupa berbicara pada 10 orang berbeda, memberi salam secara rutin dan mencoba mengobrol minimal 10 menit sehari. Hal ini tentu kecil, tapi nantinya setiap sesi akan dinaikan lagi kesulitannya. Perubahan perlahan ini dilakukan pada tiap masalah yang si anak alami, terutama yang berhubungan dengan kecanduan game.

Motivational Interview (MI)

Metode ini lebih dianggap cocok untuk pasien yang sudah menjelang remaja sampai muda dewasa. MI lebih mencoba menggali motivasi diri yang ada pada si pasien. Biasanya sesi yang diadakan dalam terapi ini melibatkan sharing dan membantu refleksi diri. Motivasi yang dicari dalam sesi ini lebih ditujukan pada pasien itu sendiri.
Jika ia ingin berubah, bagaimana ia harus melakukannya. Therapist yang mendampingi akan menuntun si pasien dalam penemuan motivasi ini dengan berbincang dan interview, tapi untuk menjadi sukses, si pasien harus berusaha merubah dirinya sendiri dengan keputusan dari dalam diri.

Terapi Perilaku

Terapi yang satu ini melibatkan proses modifikasi lingkungan tempat hidup si pasien. Hal ini penting dilakukan untuk membentuk perilaku baru yang lebih positif. Di tempat pesantren, hal ini tentu lebih mudah dilakukan karena tempat bisa dibuat lebih kondusif.
Di sisi lain, terapi ini juga bisa dipelajari para orang tua untuk melatih si anak. Memperbaiki kecanduan game online melalui metode ini bisa dengan menerapkan aturan yang sehat dalam penggunaan komputer dan alat game. 
Sebagai pembantu anak untuk lepas dari rasa candu game, orang tua diharapkan menggunakan cara yang benar dalam menerapkan disiplin ini.
Jika salah bertindak, efeknya malah akan menjadi negatif. Banyak orang tua beralih pada intimidasi dan tindakan fisik saat proses disiplin, tapi hal ini tentu tidak benar. Hal yang benar adalah dengan pendekatan dan pendampingan.

Picture taken by orami
Buat sesi kegiatan yang melibatkan orang tua dan anak. Contoh, buat janji dengan anak Anda bahwa mereka hanya bisa main game saat orang tua mendampingi. Hal ini Anda praktekan secara rutin. Jangan karena malas, Anda tidak mau menemani anak Anda saat sesi bermain. Coba komunikasikan selama anak bermain dan buat sesi lebih pada pendampingan. 
Jika waktu bermain habis, ingatkan mereka tentang hal ini. Beri mereka penjelasan dan juga janji yang sudah ditentukan sebelumnya. Hal seperti pengurangan uang jajan, penyitaan game dan sejenisnya bisa jadi alat yang baik untuk membentuk disiplin anak. 

picture taken by orami
Ajak juga anak dalam kegiatan yang menguras energi di luar ruangan. Seperti main sepeda bersama teman-temanya atau dengan anda. Main lompat tali, dan mainan lainnya yang membutuhkan interaksi dengan teman seusianya.
Jika merasa kesulitan melakukan terapi ini di rumah, Pondok Pesantren Nurul Firdaus siap membantu Anda. Ayo hubungi segera jika Anda ingin anak memperbaiki kecanduan game online yang dia miliki. Wassalamualaikum.
Reading Time:

Sabtu, 07 September 2019

Bermalam Sendirian di Kamar Royal Hotel Kuningan Jakarta
September 07, 2019 30 Comments

Bermalam Sendirian di Kamar Royal Hotel Kuningan Jakarta


Assalamualaikum Sahabat. Siapa yang pernah staycation di hotel sendirian? Pasti ada dong ya, terutama kalo kamu adalah pekerja yang sering dapat tugas keluar kota atau keluar negeri. Saya aja yang freelancer dengan menjadi content writer pernah dua kali bermalam sendirian di kamar sebuah hotel. Ada senengnya, tapi juga sempat terbit cemas sih, hahahaa. Yuk baca terus ya review hotel ala saya.

Ceritanya pertengahan bulan Agustus 2019 saya mendapat undangan ke Jakarta dari Kementerian Kesehatan. Udah tahu kan kalo saya ke Jakarta karena menghadiri Malam Penghargaan Publikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan. Saya udah tuliskan cerita malam penghargaan tersebut.

Silahkan baca :


Check In di Loby Hotel Lantai 2


Begitu turun dari mobil yang mengantar dari bandara, saya, Miko, dan Alfian dengan pede masuk ke bangunan hotel. Bagian keamanan menampakkan senyum ramah dan mempersilahkan kami masuk. 

Royal Hotel Kuningan merupakan hotel bintang 4 yang terletak di jantung ibu kota Jakarta. Beralamat di jalan Kuningan Persada, Kav. 2, Setiabudi, Kuningan, Jakarta Selatan. 

Letaknya yang strategis ini dikelilingi dengan pusat bisnis dan hiburan. Bahkan saya juga baru tahu saat bangun tidur pagi harinya, kalo di sebelah kiri hotel merupakan gedung KPK. 

Melanjutkan cerita setelah perjalanan dari bandara Soekarno Hatta selama satu jam lebih, kami dengan pede masuk ke ruangan di lantai 1 yang semula dikira lobby hotel.Ternyata isinya hanya ruangan-ruangan untuk meeting. 

"Mana front line office nya?"
"Lobby hotelnya sebelah mana sih?"
"Lantai 2 mungkin, yok naik aja,"
"Ogaaah... ntar salah, turun lagi,"

Hahahaa, sungguh percakapan yang unfaedah. Orang daerah datang ke Jakarta dan pede gitu nggak nanya sama bapak satpam yang baik di depan hotel.

Akhirnya setelah nanya pada bapak satpam, kami pun naik ke lantai 2. Ada eskalator dan tangga biasa untuk akses ke lantai 2. Kami memilih lewat eskalator yang ternyata jadi pilihan utama bertiga, wkwkwk. Kami udah lelah thawaf begitu turun dari pesawat Garuda, di terminal 3 bandara dari gate 22 sampai gate 5. Saya aja sempat istirahat di mushola abis shalat dhuhur dan ashar yang dijama' sekaligus. 

Bagian front line staff menyambut dengan ramah saat kami registrasi dan menyebutkan dari Kemenkes. Kami cuma menyebutkan nama dan menyerahkan KTP untuk difotokopi. 



Saya yang udah kehausan karena bekal minum juga udah abis selama menanti penerbangan dan nungguin di mushola tadi, sempat melirik ada juice water. Aihhh warna merah jambu yang menggoda tenggorokan mengajak saya untuk mengambil gelas dan mengisinya dengan jus jambu. 

Alfian ikutan ngambil segelas jus jambu. Nggak tahu deh dengan Miko, si anak mahasiswa dari Banjarnegara yang sedang kuliah di Solo. Saya sedang asik menikmati jus jambu yang seger. Mau nambah lagi tapi sungkan, wkwkwkk.

Setelah kami mendapatkan kunci kamar, saya dapat kamar di lantai 2 nomer 201. Sementara Alfian dan Miko dapat kamar di lantai 11. Jauh banget ya kami terpisah. Sementara itu Retno dan Bambang yang masih dalam perjalanan dari bandara ke hotel, mendapat kamar di lantai 11 juga.

Akhirnya kami pun berpisah di lift, setelah saya keluar di lantai 2. Ya sudah lah kalo ternyata saya dan Retno mendapat kamar yang terpisah jauuuh. Ternyata setiap pemenang yang diundang ke Jakarta mendapatkan fasilitas nginap sendiri di tiap kamar.

Dan ternyata, saya mendapatkan kamar paling pojok. Ya iya lah nomor kamarnya aja 201. 


Bermalam Sendirian di Kamar Royal Hotel, Siapa Takut?

Royal hotel Kuningan memiliki jumlah kamar yang tersebar di 23 lantai. Ada beberapa tipe kamar, yaitu Premier Room, Deluxe, Grand Deluxe, Heritage Room, dan Royal Heritage. 

Pintu lemari connecting
toilet kamar
Setiap kamar dilengkapi fasilitas AC, Air mineral kemasan, Brankas, Pengering rambut, Akses internet wifi gratis, Koran harian, Kulkas, Telepon, Meja, dan TV satelit/kabel.

Yang asik adalah ada sofa kecil di area tempat duduk, bisa untuk selonjoran sambil ngobrol berdua. Etapi ini kalo kalian nginapnya berduaan sama paksuami atau teman kerja. Saya kemarin sendirian, nggak ada teman ngobrol. Jadinya baca novel aja deh.



Bed nya ukuran king size, untuk tidur berdua cukup longgar. Karena saya bermalam sendirian di kamar ini, tidurnya dikuasai seluruh area bed. Apakah tidur saya nyenyak? Ohhh nyenyak banget, sampe lupa apakah semalam saya bermimpi atau enggak, wkwkwkkk. 

Jadi yang semalam sempat ngomong kalo hotelnya angker itu hoax yaa. Saya nggak merasa terganggu tidur sendirian. Padahal saya tidur di atas pukul 24.00 wib karena keasikan balas chat di WA atau akun sosmed Instagram.


Review Hotel Royal Kuningan Jakarta

Fasilitas lainnya ada juga Mesin pembuat teh/kopi di meja kecil sebelah meja TV. Untuk air mineral ternyata diletakkan di kamar mandi. Saya nyari-nyari di dekat pembuat teh kagak ada. 

Untuk perlengkapan mandi cukup komplit. Ada handuk, dengan segalam ammenities nya. Seperti body soap, shampo, body lotion, pasta gigi dan sikat gigi, tusuk gigi, tisu, penutup kepala untuk mandi, hmmm... apa lagi ya? Saya lupa bikin video komplit. Hanya ada beberapa yang tertangkap kamera dan udah saya tayangkan di insta stories akun Instagram.



Untuk kebersihan kamar mandi, saya kasih nilai 3 dari 5. Karena meski bersih tapi kesannya kurang wangi untuk ukuran hotel bintang 4. Bahkan ada aroma khas di bagian shower, di lantai nya. Kesannya kamar saya kayak nggak pernah dihuni gitu. Hmmm.

Untuk keramahan staff hotel sih udah cukup bagus, mereka baik dan murah senyum. Juga siap membantu kalo mau nanya-nanya tentang hotelnya.

Berbagai fasilitas dan layanan disediakan Royal Hotel Kuningan  Jakarta untuk memanjakan para tamu yang menginap. Hotel ini memiliki kolam renang luar ruangan, pijat & Spa, taman, pusat kebugaran, Kolam air panas, dan wifi gratis disemua area.

Dan sayangnya saya enggak nengok semua bagian itu, malah mager di kamar. Yahh ini efek kamar terletak di lantai 2, sementara teman-teman lainnya ada di lantai 11. Jadi saya mager aja di kamar yang nyaman. Apalagi waktu bangun tidur dan buka tas yang saya dapatkan dari acara semalam di Kemenkes, masih utuh isinya. 

Okay, saya pun menuangkan di atas meja kerja. Uhlalaaa, ada buah beragam yang bisa untuk ngemil pagi. Alhamdulillah rejeki istri sholehah. *eh




Sarapan di Lantai 2 Royal Hotel Kuningan 


Di grup WA Pemenang blog Kemenkes masih sepi dari obrolan. Kayaknya semua pada keasikan mager. Saya aja belum mandi meski jarum jam menunjuk angka tepat pukul 6.

Oiya pukul 5.32 Retno sempat ngajakin sarapan. Masih pagi banget sih jam segitu untuk sarapan. Tapi waktu akhirnya Alfian ngajak makan jam 6.30, saya pun keluar kamar. 

Ternyata hanya saya dan Alfian yang udah siap di loby. Alfian cerita kalo pagi itu dia udah jalan sampai ujung jalan dekat belokan pertama lampu bangjo jalan Kuningan Persada. Gedung sebelah yaitu KPK udah ada beberapa calon pendemo, entah dari mana aja. 

Saya pengen juga jalan-jalan sebelum sarapan. Tapi kata Alfian mending nggak usah karena ntar jadi enggak nafsu makan. Dia cerita kalo sungai yang ada di sepanjang jalan itu aromanya sungguh kurang sedap. Huwaaa, niat baik pengen olah raga ringan jadi luntur kalo gini ceritanya.

"Ya udah saatnya makan aja yuk,"ajak saya sambil nungguin yang lain pada turun ke loby.

Resto tempat sarapan terletak di lantai 2 dekat dengan area duduk di loby. Nah, kalo dari lantai 1 itu kan ada dua akses menuju ke lantai 2. Kalo pakai eskalator menuju ke meja front liner staff. Sementara kalo kalian memilih akses tangga akan menuju restoannya. Tangganya cantik, bergaya klasik gitu. Sayangnya saya lupa nggak motret, duhhh.

Ruangan tempat makan lumayan luas dengan model tempat duduk yang menyebar di seluruh area. Saya udah kelaparan karena semalam juga cuma makan dikit, jadi ya langsung deh ambil buah dan jus jambu lagi, hihiii.

Menu nya ada nasi liwet dengan pelengkap sayuran, ayam opor, dan sambel. Saya nggak ngambil di bagian ini karena malas sarapan nasi kalo masih pagi. Tapi aroma wangi nasi liwet sempat mampir tertangkap indera penciuman saya, sungguh menggoda sebenarnya. Tapi saya enggak sampai tergoda, di Semarang ada penjual nasi liwet dekat rumah. Saya juga sering bikin sendiri di rumah untuk teman makan ayam bakar. 

Eh lha kok nulisnya meluber kemana-mana, wkwkwkk. Yuk lanjut review sarapan ala saya.

Saya pun ambil roti dan teh, karena buah yang disajikan juga nggak beragam. Kemudian saya ambil spagheti dan sosis ayam. Nah, dari seluruh makanan di sini katanya yang paling enak memang menu ini. Spaghetti nya enak, lembut dan topingnya berasa deh. Sementara sosis ayam yang saya ambil juga rasanya lezat, nggak bikin mblenger. Biasanya saya nggak suka makanan sosis ini.



Karena udah kenyang makan spaghetti dan sosis, akhirnya roti nya pun dibungkus. Qiqiqiii. Nggak punya malu inih. Etapi kan sayang kalo ditinggal gitu aja di meja, takutnya dibuang gitu. Mau dimakan juga lambung saya muatnya dikit. Tapi ntar nunggu makan siang kalo lapar juga bakal kambuh mag nya kalo nggak ngemil. Biasanya asam lambung bakal naik. Jadi roti itu untuk pengganjal lambung buat menanti maksi. *Alesyaaan.

Akhirnya setelah saya makan buah, ada lagi yang ngikut sarapan. Bambang, suaminya jeng Yuni ahirnya ngikut makan pagi. Nah, kalo yang ada di foto atas itu ada perempuan ngikut, itu tamu hotel lainnya. Sebenarnya masih ada kok meja lain, tapi biar aja barengan gitu malah asik.

Sajian pagi itu ada bubur, sop, dimsum, telur dadar, dan entah apa lagi. Saya nggak nengok semua karena memilih duduk anteng di meja kami. 

Jangan nanya tarif kamar yang saya tempati ya. Karena saya tinggal nginap aja sebagai tamu dari acara Malam Penghargaan di Kementerian Kesehatan. 

Setelah makan yang sekejap aja, kami pun berpisah untuk kembali ke kamar masing-masing. Saya segera packing lagi barang-barang dengan seirit mungkin di backpack. Pasti kalo pulang dari bepergian gini isinya nambah meski nggak sempat beli oleh-oleh. Ada hadiah dari Kemenkes yang mesti dipacking rapi dan nggak nambah tentengan. Tapi kalo oleh-oleh dari Kemenkes ditaruh di bagasi pesawan takutnya rusak. Mending emang disimpen di kabin aja. 

Rencananya saya akan nitip backpack di bagasi pesawat karena ternyata beratnya nambah. Kalo ribet nggendong backpack ntar nggak bisa pepotoan di bandara Soekarno Hatta dong, hehehee.

Akhirnya pukul 10.30 wib kami pun check out dari Royal Hotel Kuningan. Saya harus udah boarding dulu sebelum pukul 13.00. Karena pesawat Garuda yang akan membawa saya balik ke Semarang, bakal take off pukul 14.35. Alhamdulillah boarding nggak telat, bahkan kami masih bisa foto bareng di bandara.


Bersama Retno,
Pemenang I Lomba Blog Kemenkes

Saya mengucapkan terima kasih pada Kementerian Kesehatan, terutama staff Humas yang membantu kami selama ini. Dari awal dibikin WAG pemenang blog, selama di jalan menuju bandara, menuju hotel, di tempat acara, bahkan menjelang kepulangan, mereka selalu memantau. Terutama banyak terima kasih pada mba Talitha, yang rajin banget memantau kami di grup. Semoga bisa bertemu lagi pada lain kesempatan. 

Tengkiyuuu bangeeet juga pada teman-teman baru, Alfian dari Lombok, Miko dari Solo, Retno dan Bambang dari Jogja, yang seru dan nggak jaim selama meet up kemarin. Sayangnya Retno nggak banyak ngobrol karena suaranya masih sembunyi a.k.a radang tenggorokan. Semoga sekarang udah sembuh ya. Grup yang keren, asik, dan menghibur banget deh. Sampai jumpa yaa, senang mengenal kalian semuaaa. Wassalamualaikum.
Reading Time:

Selasa, 03 September 2019

Malam Penghargaan Publikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan
September 03, 2019 41 Comments

Malam Penghargaan Publikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan 

Malam Penghargaan Kemenkes

Assalamualaikum Sahabat. Minggu ketiga bulan Agustus 2019 meninggalkan kesan mendalam bagi saya sebagai blogger. Meraih kemenangan dalam sebuah lomba blog memang tidak sering saya alami. Namun beberapa kali saya pernah mendapatkan kemenangan dalam lomba blog. Selama ini hadiahnya selalu dikirim ke alamat rumah.

Kali ini ada yang beda karena saya beruntung mendapatkan undangan untuk hadir saat penerimaan penghargaan sebagai pemenang lomba blog.

Berawal dari telpon sekitar pukul 10 pagi hari Jumat tanggal 16 Agustus 2019. Suara perempuan yang mengaku dari staf Kemenkes, yaitu Mbak Talitha menanyakan nama lengkap saya. Kemudian dia bertanya apakah saya bersedia hadir ke Kota Jakarta untuk menerima penghargaan?

Antara bingung dan senang, saya langsung jawab iya. Meski sempat ragu, apakah telpon ini benar dari staff Kemenkes, bukan orang iseng atau penipu.

Informasi berikutnya meyakinkan saya kalo telpon itu benar dari staff Kemenkes. 

"Mba Wati ikut lomba blog Kemenkes, kan? Yang pasti sih mba udah terpilih sebagai pemenang, hanya urutannya aja nanti diumumkan saat di Jakarta,"

Saya merasa surprised. Kalo iya saya terpilih berangkat ke Jakarta, apakah saya menjadi salah seorang pemenang 1, 2, 3, 4, 5 atau 6? Masih tanda tanya, Sob. Cuma mendengar suara mba Talitha aja saya udah hepi banget. Emak blogger daerah mau ke Jekardah, alhamdulillah.

Masuk di WA Grup Pemenang Lomba Blog Kementerian Kesehatan

Setelah japrian via WA, sehari kemudian saya dimasukkan dalam WAG Pemenang Lomba Blog Kemenkes. Meski bingung juga karena nggak ada satu pun yang saya kenal di grup itu. Saya say hello dong, sambil kenalan.

Mbak Talitha bikin grup ini sebagai langkah koordinasi bagi blogger yang diundang ke Jakarta. Ternyata ada enam blogger yang diundang karena telah menyisihkan sekitar 86 peserta lomba blog Kemenkes dengan tema : Gerakan Masyarakat Hidup Sehat. Artikel yang saya ikutkan dalam lomba bisa dibaca di bawah ini.

Silahkan baca : Germas Mencegah Penyakit Tidak Menular

Pemenang yang diundang ke Jakarta ada 6 blogger dari berbagai daerah. Ada 1 blogger dari Semarang, yaitu saya. Dan 2 blogger dari Jogja yaitu Retno Septyorini dan Bambang purnomo yang ternyata suami dari blogger keren yaitu Jeng Yuni.  1 blogger dari Solo yaitu Didik Jatmiko (Miko), anak mahasiswa asal Banjarnegara. Ada juga blogger dari Lombok yaitu Alfian Lalu yang suka ikut lomba dan pintar bikin desain graphis dan komik. Nah, yang terakhir adalah blogger dari Kota Tangerang, yaitu Mbak Elisa Koraag.



Alhamdulillah ada yang saya kenal dalam grup, yaitu mba Icha atau akrab dipanggil Buncha. Namun begitu ketemu di Jakarta, kami berenam segera akrab dalam percakapan. Terutama blogger daerah karena kami nginap di satu hotel yang sama.

Satu lagi blogger dari Joga adalah perempuan, namanya Retno dan kami pun mulai ngobrol. Saling follow sosmed masing-masing, hahahaa. Trus kepo dong.

Dari WAG itu pula kami berenam pemenang blog baru tahu kalo acara penghargaan adalah tanggal 21 Agustus. Jadi kami semua akan mendapat fasilitas tiket pesawat dan menginap di hotel yang udah disiapkan oleh pihak Kemenkes.

Hari Senin tanggal 19 Agustus, rencana jam dan bandara keberangkatan udah digulirkan di grup. Mbak Talitha menanyakan apakah kami udah cocok dengan jadwal yang dibuat oleh pihak Kemenkes?

Saya sekadar cek jam dan bandara, lupa kalo pengen jalan-jalan dan extend dulu di Jakarta. Jadi saya dapat jam berangkat dari bandara Ahmad Yani pukul 11.35 wib. Sementara pulangnya dari bandara Soekarno Hatta pukul 13.25 wib.

Enggak hanya saya sih, yang lain juga menjawab oke aja dengan jadwal terbang yang diatur panitia. Trus waktu nyampe di hotel baru deh nyesel datang ke Jakarta cuma mager aja di kamar hotel. *hiksss.

Saat itu juga kami mendapat informasi seputar acara Malam Penghargaan Publikasi Berita Kesehatan di Media Massa dan Media Sosial Kementerian Kesehatan. 

Info lainnya adalah seputar hotel yang menjadi tempat kami nginap, yaitu di Royal Hotel Kuningan. Kemudian soal dresscode karena barengan dengan suasana Hari Kemerdekaan RI, kami diharapkan menyiapkan baju daerah.

Aslinya sih pengen pakai baju dari daerah Lampung. Tapi repot banget mesti sewa, sementara waktu nya juga udah mepet. Persiapannya barengan dengan saya juga ada keperluan untuk urusan keluarga. Akhirnya saya pakai kebaya panjang warna ungu.


Baju daerah sesuai asal kota pemenang

Hari Keberangkatan Tanggal 21 Agustus ke Jakarta

Begitu pesawat mendarat di bandara Soetta, saya hidupkan ponsel. Dan notif di WAG pun bermunculan. Staff Kemenkes, Mbak Talitha yang ngurusi pemenang lomba blog beberapa kali menanyakan posisi kami. Ya gimana juga kami berlima datang dari berbagai daerah. Hanya Retno dan Mas Bambang yang berasal dari satu kota dan satu penerbangan. 

Sementara saya sendirian seperti juga dua teman lainnya, yaitu Alfian dan Miko. Namun saya senang saat bertemu Alfian di gate 5  terminal 3 bandara Soetta. Kami berdua sempat menunggu Miko yang udah naik skytrain. Karena memang rencana awal kami akan menggunakan kereta bandara menuju hotel.

Namun karena peserta yang dari Jogja, pesawatnya delay dan baru terbang pukul 14.00. Kami bertiga memilih berangkat dulu ke hotel. Pilihannya ada pesan Grab karena lebih praktis. Kalo naik kereta bandara, dari Soetta kami nanti akan turun di stasiun Soedirman Baru. Trus ganti naik Grab lagi. Mending langsung aja naik Grab dari bandara.

Alhamdulillah perjalanan lancar dan tidak terjebak macet. Seperti yang dikhawatirkan oleh pihak staff Kemenkes, sebisa mungkin kami harus sampai dihotel sebelum rush hour. Jadi dari bandara kami melihat jarum jam menunjuk angka 15.05. Perjalanan menempuh waktu sekitar sejam deh. Sementara rombongan dari Jogja juga udah dalam perjalanan ke hotel.


Istirahat dan Persiapan di Kamar 201 Royal Hotel Kuningan


Saya berharap pengen rebahan gitu, karena tadi di bandara jalannya lumayan jauh juga. Dari terminal kedatangan gate 22 berjalan menuju gate 5 di terminal 3. Ada rombongan bapak-bapak naik Golf Car, tapi saya gak paham naiknya dari mana. Hahahaa. Nanti untuk artikel berikutnya akan saya tuliskan kalo bisa naik Golf Car ini dan gratis loh.

Begitu menerima kartu kamar masing-masing saya agak terkejut sih. Karena ternyata kami mendapatkan fasilitas satu kamar untuk setiap pemenang. Wah semoga sih aman aja ya tidur sendiri. Karena saya punya pengalaman nggak enak waktu tidur sendiri saat famtrip di satu kabupaten di Jawa Tengah. 

Saya mendapatkan kamar di lantai 2, sementara Alfian dan Miko di lantai 11. Mereka kocak banget deh waktu tahu kamar nya ada di lantai 11. Terutama si Alfian, anak Lombok yang selalu melontarkan celetukan lucu.

"Sampai jumpa ya mbak, orang ganteng emang selalu dapat kamar di lantai 11," Begitu salam perpisahan waktu kami mau masuk lift barengan. Gokil banget pokoknya anak ini.

Kamar hotel yang saya dapatkan luasnya sekitar 20 meter lebih, cukup luas buat shalat dan gerakin tubuh setelah lelah di perjalanan. Tempat tidurnya king size single bed. Wah saya bisa bebas menguasai bed nih semalaman sampi pagi.



Saya cuma punya waktu duduk sebentar di kursi sambil selonjoran. Nggak lama sih, cuma lima menit karena ingat belum menyiapkan kebaya dan perlengkapan lain untuk acara malam penghargaan di kantor Kementerian Kesehatan.

Apalagi mba Talitha udah wanti-wanti agar kami sebisa mungkin siap di loby pukul 17.00 wib. Sempat kaget juga karena belum bersihin muka dan badan. 

Saya segera mandi setelah naruh pakaian di hanger dalam lemari. Sandal, tas, dan peralatan ngelenong udah siap juga. Tapi sebelumnya saya tulis pesan ke keluarga kalo udah aman di kamar hotel. Udah mau prepare acara malam di kantor Kemenkes. 

Momen Istimewa Menjadi Tamu Kementerian Kesehatan

Akhirnya sesuai kesepakatan antara peserta dan mba Talitha, kami akan siap pukul 18.00. Karena bus yang akan membawa peserta dari hotel akan berangkat pukul 18.10 wib. Saya sih udah siap sebelumnya karena mau shalat maghrib dulu baru nanti turun ke loby.

Menurut info dari mba Talitha, malam penghargaan rencananya akan dimulai dengan registrasi pemenang dan tamu undangan, dinner, baru kemudian acara inti.

Lokasi hotel menuju kantor Kementerian Kesehatan cukup dekat, jarak tempuh sekitar 30 menit kayaknya. Begitu tiba di depan gedung, kami diminta registrasi di meja khusus pemenang lomba di sisi kiri. Untuk tamu undangan ada di sebelah kanan. Mungkin maksudnya untuk memudahkan pengelompokan aja.


Dari kiri ke kanan :
Retno, Miko, Alfian, dan Bambang
Nggak pakai antri juga waktu registrasi, karena kami datangnya termasuk telat. Pukul 18.30 baru nyampe gedung. Kemudian setelah registrasi diminta masuk dan langsung makan malam. 

Menunya enak semua, tapi sayangnya nggak sempat foto-foto. Keburu lapar karena gak sempat makan siang. Hahahaaa, ketahuan deh ngirit. 

Aslinya sih karena takut ketinggalan rombongan waktu di bandara. Trus mikirnya juga udah makan roti waktu di pesawat. Padahal pagi cuma sempat makan pepaya sepotong. Alhamdulillah masih kuat jalan di bandara dari terminal 22 menuju terminal 3.

Kami berempat sempat foto-foto, sayang banget Retno ketinggalan di lantai 1. Jadi fotonya emang jarang bisa komplit berenam, ada aja yang ketinggalan.

Acara malam penghargaan tergolong cepat, dari menyanyikan lagu Indonesia Raya disambung doa. Kemudian beberapa kata sambutan, salah satu di antaranya dari Ibu Niken, 


Malam itu penghargaan diberikan pada :

1. Lomba Inovasi Pelayanan Publik
2. Kepatuhan Standar Interaksi Layanan, kategori :
- Tata kelola penyelenggaraan pelayanan publik yang efektif, efisien, dan berkinerja tinggi
- Pelayanan publik inklusif untuk memajukan kesejahteraan masyarakat
- Memajukan transparansi akuntabilitas, dan integritas dalam pelayanan publik
- Kolaborasi dalam kegiatan  penyelenggaraan pelayanan publik

3. Publikasi Berita kesehatan di media massa dan media sosial, kategori cetak, radio, dan blog 
4. Lomba video pendek cegah PTM dengan GERMAS
5. Lomba Foto Cegah PTM dengan GERMAS
6. Publikasi berita kesehatan di media sosial, kategori Televisi dan serta media sosial VLOG
7. Lomba Pejabat Pengelola Informsi dan Dokumentasi 





Saya dapat catatan dari staff Kemenkes, ini juga dari tim juri sih. Jadi tiap tahun Kemenkes mengadakan lomba publikasi kesehatan. Peserta dari semua instansi, perorangan, lembaga, yang peduli sharing informasi kesehatan. 

Tema lomba tiap tahun berbeda. Tahun kemarin temanya stunting. Sementara tahun ini temanya adalah GERMAS. Jadi kemarin setelah pembagian piagam penghargaan, kami dibisiki tips untuk bisa terpilih sebagi pemenang.

Pemenang Lomba Blog GERMAS
Tips agar bisa memenangkan lomba blog Kemenkes yaitu tulis pengalaman pribadi. Sesuaikan dengan tema, cermat di segi KBBI, penulisan lembaga harus bener, dan blog harus mobile friendly. Kemudian lakukan selalu self edit, baca lagi, dan lagi. Jangan cepat puas dengan apa yang sudah kamu tulis.

Acara nggak hanya pembagian hadiah, tapi juga ada hiburan dari band E'quates. Saya lupa siapa nama MC yang merangkap jadi penyanyinya. Acaranya asik, seru, menyenangkan dan bikin saya serta kelima pemenang lainnya jadi ketagihan.
Insyaa Allah tahun depan saya akan ikut lagi, dan semoga beruntung terpilih lagi menjadi pemenang. 

Oiya saya urutan pemenang lomba blog dari Pemenang 1, 2, dan 3, serta Harapan 1,2, dan 3 adalah : Retno, Miko, Bambang, Elisa, Alfian, dan Wati. Hihii, saya ringkas nama pemenang.

Oh Akhirnya Juara Harapan Tiga?

Ada loh yang nanya gitu via japri. Tapi saya jawab dengan sopan. Bisa aja kan karena temen saya ini menyangka saya bakal jadi pemenang 1, 2 atau tiga. Karena tahun lalu yang diundang hanya ketiga pemenang ini. Lantas nanyain, apakah saya kecewa mendapatkan hasil akhir sebagai pemenang bontot? 

Enggak sama sekali. Saya udah bahagia banget terpilih sebagai salah seorang pemenang. 

Urutan keberapa pun, fasilitas yang kami terima sama. Kecuali pemenang yang tinggal di Jabodetabek memang nggak mendapatkan fasilitas seperti kami yang dari derah.


Oleh-oleh untuk semua pemenang
yang hadir di acara Malam Penghargaan

Semua pemenang urutan berapapun, akan mendapatkan fasilitas sama. Tiket menuju kota Jakarta, kamar menginap di hotel, antar jemput dari hotel ke tempat acara, dan sebaliknya. Bahkan ada uang saku yang lumayan banget bagi saya sebagai blogger daerah. 

Menjadi tamu dengan predikat pemenang lomba di acara malam penghargaan Kementerian Kesehatan ini merupakan momen yang istimewa. Pengen tahun depan merasakannya lagi bila ada lomba blog. Karena pengalaman hadir menjadi salah seorang pemenang seperti ini baru saya alami pertama kali. Rasanya jadi nagih, semoga tahun depan bisa ikut lomba blog Kemenkes lagi. Dan beruntung menjadi salah seorang pemenang. Aamiin ya Allah. Kalian harus ikut ya, sampai jumpa tahun depan. Wassalamualaikum.

Dokumentasi :
- Pribadi
- WAG Pemenang Blog Kemenkes
Reading Time:

Sabtu, 31 Agustus 2019

Punya Koleksi Foto Traveling? Tulis Ceritamu  di Travelblog.id
Agustus 31, 2019 55 Comments

Punya Koleksi Foto Traveling? Tulis Ceritamu  di Travelblog.id


Assalamualaikum Sahabat. Saat ini traveling udah jadi hal biasa bagi sebagian besar warga dunia. Mungkin kamu pun termasuk dari warga dunia yang suka traveling. Menjelajah bumi Allah, menyusuri setiap sudut tempat menarik yang mengantarkan keindahan bagi segenap indera. 

Saya dan suami pasangan yang doyan traveling, yang deket-deket aja sih. Bahkan saat anak-anak masih kecil pun, kami sudah mengenalkan mereka pada beberapa tempat wisata di Jawa Tengah. Alasannya tentu karena dekat dengan domisili kami di Kota Semarang.

Beranjak mereka bertambah usia, saya dan suami mulai mengajak ke tempat wisata yang lebih jauh, yaitu di Jawa Barat. Juga mulai menyusuri kawasan wisata di Jawa Timur yang beragam. Mulai dari situs bersejarah, wisata alam, hingga wisata buatan seperti Museum Angkot di Malang.

Pilihan traveling atau jalan-jalan keluarga saya beragam, bukan hanya wisata pantai atau di pegunungan. Kami juga menyukai wisata ke situs purbakala, tempat benda cagar budaya yang tak kalah menarik.


Jadikan Foto Kamu Abadi Dalam Bentuk Cerita

Dari tempat wisata itu saya mengoleksi sejumlah foto-foto yang sayang banget kalo dianggurin. Meski hasil foto saya belum sedahsyat fotografer majalah atau travel blogger di tingkat internasional, tetap saja foto-foto itu layak mendapat tempat yang tepat untuk dipamerkan.

Saat itu lah saya membaca di sebuah artikel bahwa, memajang karya foto di sosial media nggak ada maknanya.

"Maksudnya gimana? Bebas dong pulang traveling trus sharing foto di sosmed,"

Benar banget, bebas posting foto di sosial media. Namun kalian hanya mendapatkan komentar suka atau sekadar pujian dari teman di dunia maya.

Berbeda ketika foto-foto koleksi dari traveling dituangkan sebagai pendukung cerita di sebuah blog atau website. Foto yang bercerita menjadi penguat sebuah artikel yang menarik. Sehingga setiap orang atau pengunjung blog, bisa menikmati cerita perjalanan yang dipadukan dengan foto-foto kece.

Menuliskan cerita abis traveling itu butuh effort pastinya. Karena nggak setiap orang bisa dan mau menuliskannya. Belum lagi kalo nulisnya di blog, tentu ada lagi alasan buat nggak jadi nulis cerita traveling. Karena travel writing itu sesuatu yang kudu diupayakan, dilatih, dan memiliki komitmen untuk menayangkannya di website personal.



"Ribet banget yak kudu nulis di blog. Saya nggak bisa bikin blog, trus merawatnya dengan artikel tiap bulannya seperti kamu,"

Begitu sih kebanyakan jawaban teman-teman yang saya minta untuk menuliskan cerita traveling mereka. Karena saya tahu mereka sudah melanglang buana, menyusuri setiap sudut kota di benua Eropa, Amerika, atau Asia. Mereka sudah menjejakkan kaki di berbagai tempat dengan pemandangan cantik yang saya sendiri bahkan belum bisa mengunjunginya.



Jawaban di atas yang saya dengar ketika meminta mereka menuliskan cerita traveling yang pastinya seru, mengesankan, dan memorable.


Mulai Tulis Ceritamu di TravelBlog.id


Tapi bener juga jawaban mereka ketika saya meminta untuk nulis cerita traveling. Mereka adalah karyawan atau pemilik usaha yang sukses di bidang masing-masing. Kepergian mereka ke berbagai benua karena alasan pekerjaan atau menikmati liburan. Jadi waktu yang mereka alokasikan untuk traveling itu benar-benar dirancang khusus untuk menikmati liburan.

Mereka akan kembali ke rutinitas sehari-hari begitu sudah pulang dari traveling. Nggak ada waktu untuk menuliskan cerita traveling mereka.  Alasan lainnya juga bisa jadi karena bingung mau mulai dari mana untuk menuliskan cerita itu. 

Menjadi travelblogger emang asik sebenarnya asal kamu bisa konsisten nulis artikelnya. Meski mungkin kamu bisa juga memiliki profesi ganda, sebagai pekerja kantoran dan juga travelblogger. Namun memang nggak semua orang bisa melakukan hal seperti ini. Ngurus kerjaan kantor dan punya kerja sampingan sebagai travel blogger mengelola website.

Dari sini kemudian saya tunjukkan sebuah sarana bagi teman-teman yang ingin menuliskan cerita traveling tanpa harus punya blog terlebih dulu.

Travelblog.id adalah situs web blog yang memuat konten traveling berbasis digital. Travelblog.id ingin mengajak semua orang untuk berkontribusi, baik dalam bentuk artikel, video atau pun foto. 

Menariknya, kontributor tidak perlu memiliki personal blog, cukup membuat akun user di Travelblog.id dan dapat menuangkan ide inspiratifnya dalam bentuk artikel. Secara tidak langsung kamu sebagai kontributor, turut membantu memajukan pariwisata Indonesia dengan cara menulis artikel.

Mengenalkan tempat wisata yang ada di bumi pertiwi, yang seakan bertambah setiap harinya. Coba bayangkan, kecantikan bumi pertiwi yang mempesona mampu tertangkap kamera seorang travelblogger. 



Pemandangan yang tertangkap kamera seperti di atas, di mata orang lain mungkin sekadar tanah pertanian. Namun bagi seseorang yang memiliki mata kamera, akan menangkapnya sebagai tempat melepas penat dari hiruk pikuk perkotaan.

Atau bisa jadi kamu selama ini udah pernah ke satu kota, namun ketika ada seseorang yang posting fotonya di Instagram, terkejut melihat hasilnya yang beda. 



Nah, gimana kalo setelah hari ini, kamu coba tulis cerita traveling, atau review kulineran di Travelblog.id?!

Yuk saya jelaskan gimana caranya menjadi kontributor Travelblog.id, mulai dari ketentuannya hingga manfaat yang bakal kamu dapatkan.


Cara Bergabung di Travelblog.id :

1. Sign in di user.travelblog.id bagi kamu yang udah jadi member. Atau sign up kalo kamu belum terdaftar sebagai member. Bisa juga loh kamu masuk dengan menggunakan akun Facebook atau Google+ ya. Praktis kaan?!



2. Masuk ke dashboard dan isi lengkap profil kamu. Seperti dari jenis kelamin, akun sosial media, hingga foto profil kamu.



3. Kemudian klik buat artikel, dan ceritakan pengalaman traveling kamu atau review saat kulineran dan jangan lupa sertakan foto juga ya.



4. Jika sudah selesai menulis cerita traveling atau review kuliner, klik simpan sebagai draf.
5. Di menu artikel ini, draft yang kamu simpan masih bisa diedit terlebih dulu sebelum dikirim.
6. Kalo udah yakin dengan artikel yang kamu tulis, segera klik kirim.
7. Artikel yang telah kamu kirimkan akan ada di menu artikel pending. Dan masih dalam proses persetujuan tim editor.
8. Artikel yang layak terbit akan muncul di menu artikel diterbitkan.
9. Artinya kamu sudah bisa membaca artikel di home www.travelblog.id

Mudah banget ya untuk menuliskan cerita traveling kamu. Kalo masih belum yakin, kamu bisa membaca artikel di website travelblog.id untuk mengenal gaya bahasanya.




Agar ceritamu bisa lolos terbit dan tayang di travelblog.id, tantunya ada ketentuan yang mesti kamu perhatikan.


Ketentuan Utama Nulis Cerita di Travelblog.id :

- Baca dan patuhi semua peraturan yang ada di Travelblog.id, termasuk ketentuan dalam Terms of Service.

- Jangan tulis artikel atau jurnal dengan topik dan judul yang sama dengan artikel yang sudah ada sebelumnya, atau yang kamu buat di blog personal. Karena Travelblog.id tidak menerima duplikat konten.

- Boleh sih nulis artikel atau jurnal dengan tema yang sama. Asalkan menulis dengan sudut pandang yang berbeda dan tentunya dengan menambahkan informasi yang baru dan belum ada di artikel kamu sebelumnya.

- Artikel yang udah tayang akan mendapatkan point. Dan jumlah point ini akan dikumpulkan serta langsung dihitung oleh system di Travelblog.id secara otomatis. Editor dan Team Support dari Travelblog.id tidak dapat mengubah atau menambah point kamu.

Ada Syarat Teknis Yang Perlu Kamu Perhatikan :

- Konten yang kamu buat harus buatan sendiri dan tidak copi paste dari mana pun. Konten yang dimaksud adalah termasuk artikel/jurnal, foto, video, dan lainnya.

- Artikel/Jurnal, Foto dan video yang dimasukkan tidak boleh mengandung sara, pelecehan agama, penghinaan, pelecehan lainnya, seksual, kriminalitas, dan lainnya ke dalam website dan blog travelblog.id.

- Buatlah konten yang informatif, fokus pada inti, dan semenarik mungkin sesuai kreasi kamu.

Travelblog.id berhak mengubah atau memperbarui semua konten yang terdapat dalam website. Untuk aturan yang berlaku saat ini juga bisa berubah tanpa ada pemberitahuan. Jadi kamu rajin aja mantengin website Travelblog.id agar tidak terlambat mengetahui info terkini.

Kalo masih bingung, lihat aja dulu website Travelblog.id, baca-aca aja isinya. Kamu punya foto-foto kuliner, bisa juga nulis tentang pengalaman kulineran di kota yang udah kamu kunjungi. 



Kalo kamu kayak keluarga saya, yang suka dengan budaya negeri ini, bisa juga menuliskan cerita pengalaman berkunjung di situs candi. Atau menyaksikan pentas seni yang belum terpublikasi secara luas. Seperti kesenian rakyat, permainan masa kecil yang dijadikan sebuah event untuk mengisi kunjungan ke desa wisata.



Jangan galau padahal kamu belum menuliskan cerita keseruan jalan-jalan kamu. Eksekusi aja segera agar masyarakat di seluruh dunia membaca cerita dan pengalaman yang udah kamu rasakan bersama teman-teman atau keluarga.

Foto-foto yang tidak dituturkan dalam bentuk tulisan mungkin akan mengendap aja di folder atau akun sosial media kamu. Namun apabila foto atau video yang kamu miliki, udah dishare di web Travelblog.id, tentu lebih banyak orang yang mengenal tempat-tempat yang udah kamu kunjungi.

Namun seberapa jauh kaki kamu menyusuri Indonesia, tetap lah ingat tentang menjaga kebersihan lingkungan. Menjaga norma yang melekat di tempat kamu berkunjung, dan hargai adat warga lokal. Yuk, jalan-jalan dan ceritakan pengalamanmu menyusuri bumi Allah azza wa jalla. Wassalamualaikum.
Reading Time: