My Mind - Untaian Kata Untuk Berbagi

Jumat, 14 Februari 2020

Mencintai Diri Sendiri, Memulai Gaya Hidup Sehat
Februari 14, 2020 15 Comments

Mencintai Diri Sendiri, Memulai Gaya Hidup Sehat


Assalamualaikum Sahabat. Dahulu saat masih usia remaja, saya sempat ngeri tiap kali mendengar ada perempuan yang mengalami sakit kanker payudara. Terlebih ketika usianya masih muda dan produktif. Kegiatannya sebagai ibu (misalkan udah nikah), bisa terganggu. Karena penyakit ini bikin penderitanya menjadi lemah.

Pertama mendengar penyakit kanker payudara dari ibu. Sepulang pengajian, ibu bercerita kalo abis bezuk temannya. Teman pengajian ibu tengah menjalani pengobatan untuk mencegah sel kanker menjalar di payudaranya.

Ibu dengan detil menuturkan bahwa salah satu payudara temannya udah diangkat atau dipotong. Huhuhuuu, saya merinding membayangkannya.

Waktu berjalan dan menjalani hubungan selama dua tahun, saya mendapat kabar kalo calon ibu mertua kena kanker payudara. Saya jadi teringat kisah teman ibu waktu itu. Saya membayangkan kejadian yang mengerikan, bikin sedih banget deh.

Namun pengobatan calon ibu mertua dengan kemoterapi di klinik dokter ahli penyakit kanker ketika itu, sukskes membunuh sel kanker. Alhamdulillah setelah menjalani pengobatan, kemoterapi, hingga mengelola kembali pola makan, ibu  dinyatakan sembuh. 

Hingga sekarang, usia beliau udah mencapai 81 tahun. Masih sehat dan senang silaturahim hingga ke Depok, Jawa Barat. 


Ibu Mertua yang masih
semangat jalan-jalan
Bahkan sekitar tahun 2016 beliau sempat jalan-jalan bareng adik ipar dan rombongan keluarganya sampai Malang dan Bromo. Saya aja belum sempat ke Bromo, hikksss... baper jadinya.

Selain ibu mertua, saya juga mengenal survivor kanker payudara lainnya. Beliau adalah Ibu Erin, usianya beda tipis lah dengan saya. 

Beliau kena kanker payudara sekitar tahun 2008. Sempat diangkat salah satu benjolan di payudara kanan. Juga menjalani serangkaian kemoterapi selama 8 bulan. Pemeriksaan lanjutan masih dijalani Ibu Erin hingga hasil mamografi terakhir, beliau dinyatakan terbebas dari sel kanker.


Menjalani Hidup Baru Sebagai Survivor kanker


Selama proses penyembuhan ada banyak pantangan makanan yang harus dihindari. Seperti makanan yang digoreng menggunakan minyak lebih dari dua kali. Ya, makanan yang prosesnya melalui proses penggorengan memang rasanya lebih enak. Bayangkan aja mendoan, bakwan jagung, bakwan sayur, tahu isi, semuanya nikmat banget dinikmati bareng kopi atau teh. 

Namun begitu menjadi survivor kanker payudara, Ibu Erin segera meniadakan makanan atau jajanan yang digoreng untuk konsumsi keluarga. Pilihan ayam pun juga dilakukan, yaitu tidak mengonsumsi ayam broiler. Kalian tahu dong kalo ayam broiler itu ayam pedaging yang perkembangan tubuhnya disuntik hormon. Bahkan apa yang dikonsumsi ayam ini juga ada campuran bahan untuk menggemukkan daging secara cepat.

Dari menjalani kemoterapi tiap minggu di RS Karyadi Semarang, Ibu Erin bertemu dengan sesama penderita kanker. Bermacam kanker yang diidap pengunjung gedung tempat perawatan pasien kanker ini. Ada yang tumbang di tengah jalan proses pengobatan. Namun ada juga yang terus berjuang dengan suport semangat dari sesama penderita dan keluarga yang menemani.

Ada banyak kesan dan pesan yang menjadi catatan Ibu Erin dalam proses pengobatannya. Dari mereka yang telah sembuh, tetangga saya ini menuturkan bahwa berjuang menjalani pengobatan itu susah sekali. Namun ketika seorang penderita menjalaninya dengan semangat, tidak mengenal kata putus asa, bahkan memandang prosesnya dengan positif, itu satu modal yang sangat penting.

Obat dari dokter memang menjadi syarat untuk proses penyembuhan. Namun ternyata ada yang lebih penting selain obat, yaitu hati yang ikhlas, berpikir positif, tersenyum meski kondisi tubuh merasakan nyeri yang begitu menyakitkan.

Ibu Erin berdamai dengan penyakit kanker payudara. Ia tidak menyembunyikan penyakitnya dari pertanyaan tetangga dan kerabatnya. Ia bercerita tentang proses kemoterapinya. Tentang rambutnya yang mulai rontok dan menipis. Tentang mual, pusing, dan merasa lemas setiap kali pulang dari proses kemoterapi. Namun beliau tetap tersenyum saat turun dari mobil dan membalas sapaan tetangga yang menyambut di depan pintu rumah.

Saya melihat ada semangat pantang menyerah melawan sel kanker yang menggerogoti payudaranya. Tiga bulan berlalu, Ibu Erin cerita kalo sekarang rambutnya sudah mulai tumbuh. Beliau masih kemo, kadang muncul mual tapi sudah tak sehebat dulu. Dan ketika beliau dinyatakan bebas dari kanker setelah proses operasi, juga kemoterapi, menjalani serangkai tes, genap satu tahun setelah diagnosa awal. Kami tetangganya pun ikut bersyukur mendengar kabar yang membahagiakan ini.

Namun perjuagan Ibu Erin tak berhenti. Beliau hingga saat ini masih menjaga pola hidup sehat. Jarang banget makan makanan yang digoreng. Beliau sekarang lebih suka ngemil buah, ketela kukus, atau kalo masih lapar ya minum air putih. Seperti juga saya, Ibu Erin selalu jalan kaki kalo belanja sayuran. Usia kami nyaris sama, udah 51 tahun dan aktivitas fisik pun juga beberes rumah. Jadi pilihan olah raga tentunya menyesuaikan usia dan kondisi tubuh. Jalan kaki tiap pagi kami lakukan selama 30 menit. 


Mencegah Penyakit Kanker, Apakah Bisa?

Ikhtiar mencegah penyakit kanker memang harus terus dilakukan agar tidak menjalani proses pengobatan yang menyakitkan. 

Dari keluarga bapak dan ibu saya, tidak ada yang pernah mengalami sakit kanker. Namun saya tidak boleh meremehkan penyakit ini. Karena dari keluarga suami, ada beberapa orang yang pernah sakit kanker. 

Memiliki gen penyakit kanker bukan lantas menjadikan hal ini momok bagi saya, terutama anak-anak. Justru saya belajar mendengar kondisi tubuh, mencoba lebih peka agar menyadari bila muncul tanda satu penyakit.

Seperti Ibu Erin yang berdamai dengan kanker yang dideritanya. Saya pun belajar dari beliau, bahwa obat-obatan atau operasi bukan lah segalanya. Bahkan dokter yang menanganinya juga menuturkan hal itu. Dengar lah suara hati dan pikiran kamu, tubuh tak hanya soal fisik. Namun juga  memiliki hati dan pikiran. Biasakan mendengar suara hati dan pikiran, apa yang diinginkan tubuh ketika sudah lelah. Jangan melampaui jam istirahat karena tubuh berhak untuk relaksasi dari kepenatan setelah bekerja.

Itu lah sebabnya saya dan keluarga selalu menyempatkan diri melakukan perjalanan. Traveling ke tempat-tempat yang mengharuskan kami bergerak. Berjalan, bercanda sepanjang perjalanan, ngemil buah, bikin tubuh sehat karena asupan gizi yang komplit. Memenuhi energi baik untuk tubuh, hati dan pikiran.




Saya tak pernah lelah meminta anak-anak saya untuk menjalani pola hidup sehat. Saya kenalkan pada mereka, memulai hidup sehat itu bukan setelah usia 40 tahun. Namun sedari mereka memasuki usia remaja harus menjaga pola hidup sehat. 

Mengapa sih saya begitu cerewet mengajak anak-anak saya menjalani pola hidup sehat? 

Terus terang saya cemas menyaksikan fenomena jajanan kekinian yang menjamur di mall, komplek perumahan, bahkan di teras minimarket. Melihat proses penyajiannya bikin saya mengernyitkan dahi. Saya terlahir pada jaman jajanan tradisional yang sangat digemari. Sementara anak saya meski masih mengenal jajanan tradisional, mereka juga akrab dengan jajanan kekinian. 

Apalagi mereka juga udah menghasilkan duit dari kerja. Mereka memiliki kebebasan membelanjakan uang tanpa perlu bertanya lagi pada saya, ibunya. Seperti ketika mereka masih usia sekolah yang akan menanyakan, boleh nggak beli ini, beli itu?

Karena itu saya tetap akan terus memberikan pencerahan gimana memilih makanan yang sehat. Makanan untuk tubuhnya yang harus mereka cintai. Apa yang masuk ke dalam tubuhnya mestinya menjadikan bahan untuk sumber energi yang baik. 



Beruntungnya mereka masih muda, jadi kegiatan olah raga menjadi hal yang rutin dilakukan. Bersepeda dan lari yang saat ini menjadi pilihan si bungsu. Hanya si sulung saja yang belum bisa rutin melakukannya. Saya masih berkewajiban mengingatkannya agar mulai rutin dan konsisten olah raga. Jangan menjadikan kesibukan kerja atau kelelahan sebagai alasan menghindari aktivitas fisik.

Saya tidak ingin mereka mengalami penyakit tidak menular. Seperti Jantung, Diabetes, Kanker, dan penyakit lainnya. Apalagi mereka memiliki gen dari keluarga suami yang pernah kena kanker. Atau bahkan menuruni bapaknya yang pernah kena serangan jantung.


Jadi untuk mengurangi resiko penyakit tersebut, saya ajak mereka untuk mengatur pola hidup sehat. 

Yaitu, memilih makanan sehat, perbanyak konsumsi buah dan sayur, rutin olahraga dan aktivitas fisik,  serta memperbaiki jam tidur. 



Nggak ada lagi tidur sampai tengah malam karena lembur nonton channel pilihan di YouTube. 

"Cintai diri kamu sebelum mencintai anak gadis orang," tutur saya pada anak-anak.

Saya menjelaskan bagaimana cara mencintai diri sendiri dengan menjalani pola hidup yang sehat dan seimbang. Tidak bekerja terlalu ngoyo, hingga tak ada waktu untuk keluarga dan temannya.


Mereka berdua anak laki-laki yang sekarang udah menjadi manusia dewasa. Masih belajar untuk berani bertanggung jawab dengan memilih setiap keputusan yang mempengaruhi hidupnya kelak.

Saya selalu mengajarkan agar mereka memiliki sifat pemurah, rendah hati, berempati, dan menghormati sesama. Saya ingin mereka tumbuh menjadi manusia dewasa yang berhati lapang dan sabar. 

Dengan mencintai diri sendiri terlebih dulu, kelak ketika masanya tiba, mereka akan mampu mencintai seseorang yang menjadi pasangan hidupnya. Wassalamualaikum.
Reading Time:

Kamis, 13 Februari 2020

5 Hal Terbaik Menjadi Blogger Sepanjang Tahun 2019
Februari 13, 2020 35 Comments

5 Hal Terbaik Menjadi Blogger Sepanjang Tahun 2019


Assalamualaikum Sahabat. Sepanjang tahun 2019 kemarin saya nggak menyangka bakal mengalami pengalaman terbaik sebagai blogger. Pengalaman yang saya anggap sebagai berkah sepanjang tahun lalu. Nggak menyangka aja sih karena saya tidak pernah mempunyai ekspektasi segitu kalo urusan blogging.

Apalagi menekuni dunia blogging juga udah menginjak usia cantik, lebih malah. Jadi mengikuti dinamika dunia blogging semata karena ingin menuliskan kenangan bersama keluarga juga sahabat saya.

Namun meski tak memiliki ekspektasi lebih, saya serius mengelola website hidayah-art(com) ini. Alasannya ya karena saya ketika menyukai sesuatu akan mengurusnya dengan serius dan sepenuh hati.

Sebenarnya saya malu juga menuliskan 5 hal terbaik ini. Karena kayak pamer gitu. Tapi banyak teman, kerabat, bahkan keluarga saya yang mengapresiasi pencapaian tersebut. Kedua anak saya bahkan terlihat bangga, sampai cerita ke teman mereka. Dan mereka itu bukan anak-anak, tapi udah dewasa semua.

Okay, saya pun berniat menuliskannya dalam sebuah blogpost yang kebetulan bisa diikutkan dalam lomba blog Ultah Komunitas Gandjel Rel. Tahu kan kalo komunitas blogger perempuan yang tinggal atau pernah berhubungan dengan Kota Semarang ini mau ulang tahun yang ke-5?!

Komunitas Blogger Gandjel Rel lahir dari obrolan santai antara lima blogger perempuan yang asli atau domisili di Semarang. Mereka bermimpi ingin memiiki wadah kumpul khusus blogger blogger perempuan. Jadi lah tanggal 22 Februari 2015 menjadi pilihan Dewi Rieka, Rahmi Aziza, Lestari, Uniek Kaswarganti, dan Wuri Nugraeni untuk membentuk komunitas blogger perempuan. Dengan mengusung tagline “Ngeblog ben rak ngganjel”, yang artinya ngeblog agar tak ada yang mengganjal di pikiran dan dapat mengutarakan isi hati. 

Nggak terasa bulan Februari 2020 ini menjadi tahun kelima komunitas blogger Gandjel Rel hadir. Menjadi wadah bagi saya dan teman-teman blogger perempuan di Semarang untuk aktif dalam kegiatan online maupun offline yang diselenggarakan selama ini. Untuk itu, founder Gandjel Rel pun mengadakan lomba blog dalam rangka ulang tahun kelima ini. Rencananya nanti tanggal 23 Februari 2020, akan ada pula selebrasi ulang tahun Gandjel Rel. Nantikan ya keseruan kami berpesta.

Dan tema lomba blog kali ini berkaitan dengan angka 5. Mau nulis apa aja bebas, yang penting ada angka 5. Dan karena ingin mencatatkan pencapaian karir baru setelah resign lima tahun yang lalu. Pas banget ya, setelah resign 5 tahun yang lalu, saya makin mencintai dunia yang menyenangkan ini. 

Berkarir sesuai kesukaan itu sebuah keberuntungan. Menemukan kebaikan dari kesukaan itu suatu keberkahan. Semoga semua yang sudah saya jalani bisa memberikan manfaat bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga keluarga, dan tentunya pembaca blog ini.


5 Hal Terbaik Menjadi Blogger Sepanjang Tahun 2019 :

1. Komitmen Ikut BPN 30 Day Ramadhan Blog Challenge


Saya pernah membuat resolusi, entah tahun berapa saya lupa, hahahaa, bahwa ingin konsisten menulis artikel di blog ini minimal 8 dalam satu bulan. Bisa konsisten menayangkan artikel di blog sebanyak 8 buah itu bagi saya udah banyak. Karena kegiatan saya bukan sekadar beberes pekerjana di rumah. Namun sering juga ikut suami kerja keluar kota, mendampingi, dan menjadi asistennya (ikut bantuin berhitung keuntungan, xixixiii).

Mendadak kalo komunitas blogger mengadakan challenge one day one post, saya kerajinan aja ikut jadi pesertanya. Kurang kegiatan kayaknya, atau ingin memenangkan challenge?

Saya enggak memiliki niat seteguh itu, menjadi pemenang challenge. Tujuan saya memang ingin bisa mengikuti kewajiban one day one post dalam challenge tersebut. Selain itu saya memang serius mengelola blog hidayah-art(com). 

Jadi gimana cara menaikkan trafik pengunjung pun saya pelajari. Dan salah satunya adalah dengan menulis rutin setiap hari. Pasti ada cara lain yang nggak harus melakukan one day one post. Bisa juga dengan menuliskan artikel evergreen. Tapi kan susah kalo nggak punya ide tentang artikel yang bisa long lasting gini. Meski saya punya artikel long lasting yang pembacanya udah puluhan ribu. 

Nah, ikut BPN 30 Day Ramadhan Blog Challenge memang menjadi komitmen saya. Apalagi ide artikel sepanjang 30 hari itu udah disiapkan. Bagi blogger yang kadang ngaku nggak ada ide nulis blog, ini tentu menjadi hadiah yang istimewa. Alhamdulillah bulan Mei hingga awal Juni, trafik blog saya meningkat pesat. Andai setiap bulan saya serajin saat itu ya, hahahaa.

2. Dua Kali Menang Lomba Blog Combiphar 

Ikut event bagi blogger bisa menjadi kesempatan mendapatkan pundi-pundi rupiah. Enggak hanya karena dapat fee kalo ikut event. Biasanya kehadiran kita menjadi kewajiban menuliskan artikel di blog. Nah misalkan oleh pihak brand artikel tersebut dilombakan dan ada hadiah yang menanti sesudahnya. Kalian pasti semangat dong nulis artikelnya.

Saya selalu semangat sih nulis artikel setelah ikut event, apalagi kalo dilombakan. Saking semangatnya kadang bingung mau nulis dari mana, memilih ide, tema, sisi apa yang ingin jadi fokus artikel. 

Tapi intinya misalkan ingin menang saat mengikutkan artikel setelah hadir pada event yang disponsori oleh satu brand, tentu harus fokus pada tema yang sudah ditetapkan. Ya iya lah, Mbakyu!

Entah saya sedang beruntung atau ketiban rejeki, bisa mendapatkan dua kali kemenangan pada dua event yang diadakan oleh Combiphar. 
Senang lihat wajah anak-anak
saat melihat kamera instax tiba di rumah
Yang pertama adalah menjadi pemenang lomba blog event Maltofer. Hadiahnya kamera Fuji Instax Mini 8, langsung nangis terharu waktu itu. Dan saat ikut lomba blog event Combiphar, yaitu Uricran, kembali saya ketiban rejeki menang kamera yang sama. 

Masya Allah, sungguh saya begitu kecil dengan Rahmat Allah yang luar biasa agung. Hadiahnya udah dinikmati sekeluarga, dipakai buat foto waktu  jalan-jalan. 

3. Menjadi salah seorang pemenang Lomba Blog Kemenkes

Sebagai blogger yang mencanangkan diri dengan niche lifestyle, sebenarnya untuk memudahkan saya yang masih banyak belajar. Apalagi awal ngeblog tuh saya nggak paham apa itu niche. Pokoknya ide apa aja yang sedang terlintas di pikiran, sepanjang ada kesempatan buat nulis ya udah dijadikan blogpost aja.

Ternyata kebiasaan menulis curhat pengalaman sehari-hari di blog, secara nggak sengaja menayangkan kategori tema tertentu. Paling banyak adalah jalan-jalan, kesehatan, keuangan, dan ibadah haji. Dari keempat tema tersebut, kesehatan dan keuangan sering kali mendatangkan pundi-pundi rupiah. Bisa dari tawaran nulis artikel atau keberuntungan menjadi salah seorang pemenang lomba blog Kemenkes tahun 2019.

Sebuah pengalaman yang menyenangkan, membahagiakan, dan bikin saya terharu banget. Bayangkan bisa hadir dalam malam penghargaan yang diadakan oleh Kementerian Kesehatan di Jakarta tentu lah membanggakan. Bahkan jadi pembicaraan di grup WA keluarga, hahahaa.



Saking bahagianya, saya pun menuliskan pengalaman selama di Jakarta dalam blogpost khusus. Niatnya juga agar tahun 2020 ini kalian bisa ikut lomba serupa. Apalagi saya tuliskan juga kiat dari juri lomba blog agar bisa terpilih jadi pemenang.

Silahkan baca :

Malam Penghargaan Publikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes


4. Terpilih Nominator Pencerita #BerlipatnyaBerkah Allianz

Ada kesempatan yang tidak pernah saya bayangkan saat awal menjadi blogger. Yaitu bisa mengantarkan adik saya, Dian berangkat umroh bersama pemenang sosok inspiratif #BerlipatnyaBerkah bersama Allianz.

Ikut lomba post foto di Instagram semata karena ingin berbagi cerita tentang pengalaman adik merawat bapak saat kena stroke. Cuma dia yang memiliki waktu luang karena ketiga kakaknya sudah sibuk dengan urusan keluarga dan pekerjaan. Sementara ibu saya juga tengah sakit tulang belakangnya karena jatuh, sebelum bapak kena stroke. Tentu saja merawat bapak menjadi tugas adik bungsu kami. 

Rumah saya memang dekat, bahkan berjalan kaki pun bisa. Tapi saya paling bantuin adik, saat membersihkan tubuh pagi dan sore hari. Atau menyuapi sarapan, mengoles cream di kulit bapak, atau menemani terapi. Porsi terbanyak merawat tentu saja dilakukan oleh Dian. Dari sini lah saya bagikan ceritanya.

Yang tidak saya duga adalah, saat mendapat telepon dan masuk menjadi nominator. Masih panjang langkah adik saya bisa menjadi peserta umroh. Karena kemenangan akhir ditentukan oleh vote terbanyak. Dan saya paling nggak bisa minta vote via japri. Paling yang saya lakukan adalah dengan share link vote ke WAG keluarga, alumni sekolah, komunitas blogger. Namun kebanyakan memang udah memberikan vote pada teman sesama blogger. Jadi saya tak berharap banyak sih.

Tapi ada yang namanya pepatah, kalo udah rejeki nggak bakal tertukar. Dan Allah azza wa jalla telah menentukan bahwa Dian akan berangkat umroh. Bagaimana pun jalannya, dari urutan pemenang ke-26 hingga naik menjadi 25 sosok inspiratif yang terpilih berangkat umroh, itu lah takdir. Nggak apa saya nggak terpilih pencerita terbaik. Saya udah senang banget akhirnya keinginan memberangkatkan Dian umroh bisa terwujud.


Alhamdulillah adik saya,
Dian bisa menjejakkan kaki di tanah suci
Ibu mertua saya mengucapkan kalimat yang bikin hati nano-nano.
"Dian umroh itu artinya kamu yang memberangkatkan. Allianz hanya menjadi sarana, tapi peran mbakyu nya yang jadi pendorong dengan ijin Allah,"

Huhuhuuu, saya sampai merasakan gelombang keharuan yang mampu menjebol tangis kebahagiaan. Saya ingat sore menjelang Ashar, berpelukan dengan ibu dan nangis bareng. Adik kami juga, sesenggukan sendiri. Kemudian gantian berpelukan. Momen yang tak akan kami lupakan seumur hidup.

5. Terpilih Liputan ke Malaysia 

Sepertinya tahun 2019 menjadi pengalaman berharga mendapatkan banyak kesempatan yang tak terduga. Dan semua itu berawal karena sering menuliskan artikel kesehatan. Dari beberapa pengalaman berharga, memang sumbernya dari tulisan kesehatan di blog.

Muaranya adalah terpilih diajak untuk meliput sebuah event Malaysia Healthcare Travel Council bersama blogger dan media dari beberapa daerah. Saya sebenarnya kandidat urutan kedua dalam daftar blogger Semarang yang ikut seleksi via Twitter. Namun saya lah yang akhirnya berangkat dari Kota Semarang bersama salah seorang media dari Suara Merdeka, yaitu Doni.

Pengalaman berharga tersebut yaitu meliput peluncuran Malaysia Year of Healthcare Travel (MyHT) 2020 di Kuala Lumpur. Dan event tersebut terselenggara pada tanggal 30 Oktober - 2 Nopember 2019 yang dikemas dalam bentuk Familiarisation Trip. 


Bertemu teman dan kenalan baru
dari berbagai daerah dan negara 

Saya udah tuliskan juga cerita seru event tersebut, hingga bertemu kenalan baru dari berbagai daerah di Indonesia dan beberapa negara di ASIA. Bahkan salah seorang teman baru ini, yang berasal dari Kamboja, masih sesekali kontak di Facebook.

Silahkan baca : Malaysia Healtcare Travel Council

Saya nggak ingin riya dengan menuliskan pencapaian ini. Namun apabila tersirat seperti itu, saya mohon maaf. Semoga Allah mengampuni dosa saya.

5 hal terbaik menjadi blogger sepanjang tahun 2019 ini bakal tersemat dalam memori saya dan keluarga. Saya tahu senyum dan binar bahagia dari wajah suami dan anak-anak adalah hadiah terindah saat mendengar kabar gembira tersebut. 

Saya hanya berharap setiap langkah yang saya lakukan ini memicu semangat yang sama dari kedua anak saya. Saya ingat waktu remaja sudah sering ikut lomba menulis. Baik itu feature yang diadakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup, lomba karya ilmiah remaja, hingga nulis puisi dalam rangka Pertempuran 5 Hari di Semarang. Saya memang suka ikut kompetisi sejak muda. Saya ingin anak saya pun juga merasakan hasrat yang sama.

Ada juga niat ingin berkarya dengan modal yang saya miliki, berbagi dan berharap bisa jadi manfaat bagi pembaca blog ini. Dahulu sebelum resign saya berangan-angan, membayangkan apa yang akan saya lakukan ketika udah pensiun. Allah telah menunjukkan jalannya dengan menuntun langkah saya menjadi blogger. 

Niat awal memang ingin menuliskan kenangan dari setiap pengalaman sehari-hari. Ketika kemudian langkah itu berujung bisa mendapatkan materi, tentunya sangat saya syukuri. Dan tanpa menerima materi pun saya akan tetap berbagi cerita, sampai Allah sudah tak mengijinkannya lagi. 

Terima kasih kepada founder komunitas kesayangan Gandjel Rel. Terima kasih Mbak Dedew, Uniek, Rahmi, Wuri, dan si bungsu Lestari, yang telah memberikan wadah bagi blogger perempuan di Semarang. 

Komunitas yang tidak hanya mengutamakan blogging. Namun juga senang berbagi materi baik formal maupun informal di grup WA. Tak lupa juga berbagi kepedulian sosial saat ada member nya yang sedang berduka. Hikss, saya sering merepotkan kalian yaaa.

Semangat selalu, tetap berkarya, dan menginspirasi #GandjelRel5Th semoga menjadi komunitas dengan member yang rendah hati, jujur, dan memiliki etika bersosial media. Selamat ulang tahun yang kelima, tetap semangat ngeblog ben rak ngganjel ya. Peluk sayang semua member dan founder Gandjel Rel. Wassalamualaikum.



Reading Time:

Minggu, 09 Februari 2020

Mesin EDC SPOTS, Aplikasi Kasir Untuk Kemudahan Transaksi Pembayaran
Februari 09, 2020 29 Comments

Mesin EDC SPOTS, Aplikasi Kasir Untuk Kemudahan Transaksi Pembayaran



Assalamualaikum Sahabat. Sejak demam dompet digital saya jadi malas bawa duit tunai kemana-mana. Mending isi dompet digital aja, bisa untuk bayar belanjaan atau tagihan bulanan. Namun saya juga sering bayar belanjaan dengan debet card BCA. Praktis sih karena cashless, dan kadang mau ambil duit di ATM juga mesti antri. 

Beberapa kali saya dan suami atau anak-anak beli makanan di salah satu warung yang ada di perumahan. Ternyata dompet nya nggak ada duit tunai, wkwkwkk. Suami lupa ngambil duit di ATM. Sementara kami udah terlanjur pesan makanan. Mau pamit dulu sama penjualnya, buat ngambil duit di ATM, ntar takutnya kelamaan.

Seperti waktu hari Jumat lalu, saya ikut suami ngurus pekerjaan di kawasan Semarang Barat. Waktu mau pulang, suami ingat anak-anak yang suka nanya oleh-oleh ketika abis pergi gitu. Padahal anak-anak kami tuh yang sulung udah kerja, dan adiknya mahasiswa semester 4. Tapi tetep ya selalu mengingatkan ibunya agar bawa oleh-oleh tiap kali kami keluar rumah.

"Nyari jajanan yuk buat anak-anak,"
"Jajanan apa, daerah sini tuh gak apal jajanan apa yang enak,"

Saya jadi teringat cerita teman tentang warung jualan milik familinya. Katanya mereka sedia kebab dan burger. Wihhhh makanan kesukaan anak-anak saya nih.

Langsung deh saya cari lokasi warung nya di Google Map. Sebelumnya saya nanya dulu pada teman, alamat pasti agar kami tidak salah jalan.


Syahlisha Burger dan Kebab

Enaknya jaman digital ya, semua aktivitas terbantu banget dengan adanya smartphone. Nyari informasi seputar jajanan pun bisa dengan mudah dilihat di aplikasi Google Map dan melihat kuliner terdekat atau paling favorit.

Begitu menemukan kedai Syahlisha, saya segera memesan dua kebab numani, satu beef burger dan satu chicken burger crispy. 

Saya melirik ke arah meja penyajian. Ada mesin EDC warna biru yang terlihat jelas di dekat counter kaca. Wah bisa bayar dengan dompet digital GoPay nih. Tapi saya cek, saldo GoPay saya kayaknya nggak cukup kalo untuk bayar jajanan yang udah dipesan.

Namun saya nggak kelamaan bingung. Karena Ibu Tatik, pemilik kedai malah nawari kalo dia menyediakan mesin EDC SPOTS dari Gojek. Beliau menuturkan bahwa pembayarannya bisa menggunakan debet ATM BCA. Wah senang dong, akhirnya suami nggak perlu nyari ATM muter kompleks perumahan.

Picture  dokpri
Saya pun nanya-nanya seputar perangkat kasir yang baru saya ketahui ini. Kan sebelumnya saya tuh hanya ngerti kalo mesin EDC dari GOJEK ini hanya menerima pembayaran dengan dompet digital Gopay. 


Ibu Tatik pemilik franchise Syahlisha Burkeb pun menjelaskan bahwa beliau udah berjualan sekitar 1 tahun. Sementara untuk pemakaian mesin EDC SPOTS baru berjalan 10 bulan ini.



Terus terang saya seneng banget dengan inovasi pembayaran cashless dari GOJEK ini. Makin mendukung gaya hidup kaum milenial yang udah malas bawa duit tunai dalam jumlah banyak.



Berkenalan Dengan Perangkat Kasir Mesin EDC SPOTS 

Seperti yang saya ceritakan sebelumnya, malam itu saya baru mengetahui dengan perangkat kasir Mesin EDC Spots dari GOJEK ini. Setahu saya mesin EDC tersebut biasanya untuk melakukan transaksi pembayaran dengan dompet digital GoPay.

Picture : website SPOTS
SPOTS adalan aplikasi kasir online atau sistem Point of Sale, untuk mengelola pesanan dari konsumen. Produk ini ditujukan untuk membantu UMKM hingga pemilik franchise untuk memudahkan transaksi mereka. 

Picture : website SPOTS
SPOTS memiliki beragam fungsi, padahal ukurannya enggak cukup besar, ya. Nah, fungsi yang pertama adalah sebagai sistem Point of Sale alias POS. Gunanya untuk mengelola pesanan. Dengan menggunakan SPOTS, pemilik gerai makanan bisa memantau omzet dengan lebih praktis. Semua karena rekap transaksi dapat langsung dilihat dari aplikasi atau email yang dikirim setiap hari.

Fungsi kedua sebagai mesin EDC yang bisa memudahkan proses pembayaran. Fungsi terakhir dari SPOTS yaitu sebagai printer. Artinya benda biru ini bisa mencetak resi a.k.a bukti pembayaran secara otomatis.

Picture : website SPOTS
Seperti saat saya beli jajanan burger dan kebab di Syahlisha Burkeb. Pemilik kedai mencatatkan semua pesanan saya terlebih dahulu di mesin EDC SPOTS. 


Kemudian saya pun menyerahkan kartu debit ATM untuk melakukan pembayaran. Caranya cukup dengan menempelkan kartu debit ATM BCA yang saya miliki pada mesin EDC SPOTS. Dan saya bisa langsung mengetikkan nomer PIN kartu debit ATM BCA di mesin EDC.



Pict. : Dokpri
Setelah itu pemilik kedai tinggal melanjutkan proses pencatatan dan mencetak resi atau bukti pembayaran yang keluar dari mesin EDC. Wuiihhh, praktis banget yak!

Saat ini mesin EDC SPOTS sudah bisa mendukung pembayaran dengan menggunakan kartu debit. Dan sebentar lagi mesin EDC SPOTS juga bakal menerima pembayaran dengan menggunakan kartu kredit. 


Nah, untuk pembayaran menggunakan kartu debit biasanya tergantung kebijakan masing-masing pemilik UMKM atau franchise. Ada yang menerima kartu debit BCA saja, ada juga yang menerima kartu debit dari bank-bank lainnya. Dari info yang  saya baca di website SPOTS, perbedaannya hanya pada proses pencairan dana.



Nah, asal kalian tahu, SPOTS merupakan mesin EDC pertama yang memiliki opsi melakukan pembayaran tiga jenis ini. Yaitu GoPay, kartu debit, dan kartu kredit. SPOTS merupakan bagian dari grup perusahaan GOJEK dan saat ini sudah digunakan oleh lebih dari 15.000 outlet di seluruh Indonesia. Melihat animo pemilik outlet, saya jadi penasaran dengan harga mesin EDC SPOTS.


Harga Mesin EDC SPOTS

Saya jadi penasaran, bagaimana dengan harga mesin EDC ini? Apakah pemilik UMKM, atau franchise tidak keberatan dengan harga mesin EDC? Mereka kan pemilik usaha yang masih berjuang membesarkan usahanya. Apa enggak menambat biaya operasional mereka?


Dari rasa penasaran ini saya pun mencari tahu harga mesin EDC di website SPOTS. Ternyata untuk memiliki mesin EDC SPOTS ini, pemilik warung UMKM atau franchise cukup membayar biaya awal pendaftaran sebesar Rp. 490.000. Dengan membayar sejumlah harga pendaftaran, mereka akan mendapatkan fasilitas mesin EDC SPOTS dan dua gulung kertas printer.


Picture : website SPOTS
Kalo kertas printer habis, gimana dong? Gampaaang, cukup beli kertas printer secara online di marketplace atau di tempat jasa fotokopi.


Ah, berarti mesin EDC itu disewakan ya? Iya, dan biaya sewa per hari adalah sejumlah Rp. 4.900. Jadi misalkan dihitung, setiap bulan penyewa cukup mengeluarkan uang sekitar Rp 147.000. 



Harga tersebut tentu saja cukup ramah di kantong untuk para pemilik UMKM dan franchise. Apalagi dengan harga mesin EDC SPOTS segitu udah mendapatkan fitur yang integratif dan berkualitas. Pemilik mendapatkan kemudahan dalam hal pencatatan pemasukan dari usahanya.


Nah, misal kalian pemilik atau calon pemilik UMKM, bisa dong kenalan dulu dengan mesin EDC SPOTS dari GOJEK. Kalian bisa kepoin sosial media SPOTS terlebih dulu. 


Instagram: @spots.id https://www.instagram.com/spots.id/)
Facebook: Spots.id https://www.facebook.com/spots.id)
YouTube Channel: SPOTS - Point of Sale 
Website Official: www.spots.co.id


Wah, saya jadi senang misalkan semua pemilik UMKM dan franchise di negeri ini udah menggunakan mesin EDC SPOTS dari GOJEK. Karena saya dan keluarga penyuka jalan-jalan dan kulineran di berbagai daerah yang kami kunjungi. Kalo bisa cashless saat kulineran, tentu bikin nyaman dan aman. Enggak perlu bawa duit tunai banyak. Gimana menurut kalian, memilih bawa duit tunai atau cashless kayak saya? Sharing yuk pengalaman kalian, wassalamualaikum.
Reading Time:

Sabtu, 01 Februari 2020

Tips Merawat Perkawinan Agar Bahagia Selamanya
Februari 01, 2020 29 Comments

Tips Merawat Perkawinan Agar Bahagia Selamanya



Assalamualaikum Sahabat. Tahun ini saya dan suami hampir 26 tahun merajut kasih sayang dalam sebuah perkawinan. Apakah sepanjang waktu itu saya bahagia menjalani perkawinan saya? Alhamdulillah iya. 

Masa sih bahagia terus, nggak ada sedih-sedihnya? 

Hmmm, kalo namanya hidup pasti ada beribu rasa dong. Tapiii, saya tuh tumbuh menjadi pribadi dengan pemikiran yang positif. Hidup susah aja saya nikmati dengan senyum penuh syukur. Apalagi ketika hidup dalam perkawinan dengan laki-laki yang dicintai, pasti lah menatap setiap situasi dengan hati ikhlas dan bersabat. Muaranya hati pun akan bahagia dengan setiap kondisi yang ada.

Namuuun, untuk mencapai tahap seperti itu, tentunya ada baaaanyak ikhtiar dan doa yang selalu saya lakukan. Naaah, saya mau ceritakan dalam artikel ini. Iya, kali ini saya mau blak-blakan aja deh dengan pembaca. Kalo biasanya kan cerita saya dan keluarga di sini tentang jalan-jalan keluarga, kesehatan suami dan anak-anak, kulineran, perjalanan ibadah haji kami, dan cerita lainnya.

Yuk baca ya kelanjutan cerita saya, tentang bagaimana merawat perkawinan agar bahagia menjalaninya. 


Nah, saya taruh komunikasi di bagian awal karena ini adalah kunci perkawinan bisa menjadi aman, nyaman, dan bahagia. Kalian pasti setuju dong kalo dalam perkawinan, komunikasi menjadi hal penting yang patut jadi perhatian.

Sepanjang saluran komunikasi antara suami dan istri berjalan lancar, tak ada sumbatan di sana sini, insyaa Allah hubungan bakal baik-baik saja.

Tapiii, namanya dua kepala bertemu dalam satu hubungan, tentu bakal ada friksi yang muncul. Saya nggak percaya kalo dalam hubungan sebuah perkawinan bakal mulus aja tanpa ada friksi. 

Misalkan benar ada, pasti salah satu memendam hasil pikirannya sendiri. Ada beberapa alasan, bisa saja dia takut dan tidak mengutarakan pendapatnya karena bisa jadi akan muncul perpecahan. Dia inginnya hubungan baik-baik aja. 

Namun yang namanya memendam rasa, entah itu tidak puas karena silang pendapat, suatu ketika bakal menjadi muntahan magma yang meledak. Bahaya kan bila sampai terjadi. Perasaan terkalahkan, selalu menahan diri, suatu ketika bakal pecah berkeping-keping. Jadi, mending ribut di awal perkawinan deh. Tapi tentunya ributnya ya jangan kayak pedagang ama pembeli di pasar, yang saling tarik menarik harga jual, hahahaa.



Siapa sih yang nggak butuh perhatian dari pasangan hidupnya? Bohong deh kalo kamu bisa nggak peduli, apakah suami atau istri tidak perhatian denganmu. 

Setiap orang pasti ingin diperhatikan oleh pasangannya. Entah perhatian kecil seperti menanyakan ingin dibelikan apa sepulang kerja? Pengen ditanya, kapan ingin pulang nengok orang tua kita? 

Nah, bila ingin mendapat perhatian, paling enggak mulai lakukan dari diri kamu untuk pasanganmu. Siapkan sarapan yang sederhana, tanya ingin dimasakkan apa, atau antar ke depan pintu saat si dia berangkat kerja.

Sampai hari ini saya masih suka nganter suami ke depan pintu, sambil kiss bye, hahahaaa. Ntar suami lihat kanan kiri dulu kalo mau balas cium jauh dari saya. Malu katanya kalo ketahuan tetangga. Padahal ya itu kan biasa, tapi memang nggak semua pasangan bisa melakukan cium jauh gitu, hahaha.



Perkawinan yang sehat adalah ketika kamu dan pasanganmu bisa menjadi teman atau sahabat. Saling berbagi rahasia, menjadi teman curhat yang bisa dipercaya, dan memberikan dukungan ketika kita membutuhkan.

Aw awww, bahagia deh bila bisa seperti itu. Dan memang butuh puluhan purnama untuk bisa menjadi sahabat bagi pasangan kita. Melalui berbagai ujian kehidupan, ada tangis di tengah malam di sela curahan kisah yang memusingkan kepala bila tidak dibagi bersama pasangan. 

Namun ketika bisa menjadi sahabat, suasana perkawinan tak terelakkan begitu sarat oleh rindu untuk berjumpa. Sekadar tertawa bersama, curhat gaje, atau nonton film di rumah dengan baju dasteran dan celana pendek yang santai.



Udah lama menjadi pasangan suami istri, enggak ada rasa bosan gitu mbak? Saya pernah ditanya seperti ini dari seorang anak muda yang masih lajang. Teman saya ini beberapa kali putus tiap menjalin hubungan dengan pria pilihannya. Dia sampai putus asa karena ketika awet setahun gitu hubungannya, ntar malah dia yang bosan. Ada banyak alasan dia takut melangkah ke jenjang yang lebih serius menuju perkawinan.

Saya hanya menuliskan apa yang menjadi pengalaman selama menjalin hubungan dengan suami. Kami sempat pacaran cukup lama, yaitu 4,5 tahun. Dan tahun ini nyaris kami menikah selama 26 tahun. Itu tandanya kami sudah bersama sepanjang 30 tahun. 

Apakah saya pernah bosan dengan suami? Enggak tuh. Malah makin menua, saya merasakan cinta yang tak bakal padam. Ah jadi pengen honeymon deh.



Sering loh malam saat suami tidur, saya memandangi wajahnya. Tangan saya mengusap lembut wajah dan rambutnya. Saya bertanya dalam hati, mengapa segitu cintanya saya pada suami? 

Jawabannya adalah karena suami adalah laki-laki yang baik, bertanggung jawab, sayang pada keluarga saya, dan anak yang hormat pada ibunya. 

Cara saya menunjukkan cinta pada suami memang berbeda. Suami bisa dengan ekspresif menunjukkannya dengan gampang, sementara saya masih lirik sana sini. Padahal kan udah halal ya, hahahaa.

Menunjukkan cinta enggak harus bilang I love you tiap hari, kalo memang nggak terbiasa. Bisa dengan mencuri ciuman saat menyiapkan makan di meja makan. Atau menggandeng tangannya saat berjalan di keramaian. Enggak harus pihak laki-laki yang memulai, perempuan juga boleh. Sekali lagi, kan udah halal!



Setiap pasangan pasti berharap bisa saling jujur sehingga perkawinan berjalan lancar dan nyaman. Iya sih saya pun berharap pasangan akan jujur dalam ucapan dan perbuatannya. Menjaga kepercayaan yang saya berikan wajib tentunya. Karena saya juga melakukan hal serupa.

Jujur pada pasangan sebenarnya mudah karena kita kan nggak ingin menghilangkan kepercayaan yang udah diberikan. Kalo ada yang bilang sulit untuk jujur pada pasangan, saya jadi ragu dengan hubungan kalian. Apakah ada yang salah selama ini dengan komunikasinya? Tentu butuh waktu untuk penyesuaian, namun yakin deh kalian bakal nyaman ketika tidak berbohong pada pasangan.

Menurut saya, jujur itu bikin hidup jadi lebih mudah, enggak memperumit hal sederhana. Seperti pamit pengen nengok orang tua. Jujur aja bilang pada suami, tentu nggak ada masalah bila ngomong terbuka. 

"Kadang saya nggak diijinkan nengok orang tua, Mbak," gitu curhat teman saya.
Nah, harus dicari dong alasan mengapa suami tidak mengijinkan istrinya nengok orang tua. Semua masalah bisa dikomunikasikan dengan niat baik dan jujur.


Sebagai perempuan yang bekerja, mungkin pernah mengalami kondisi suami nganggur atau tidak berpenghasilan? 

Bukan kalian aja yang mengalaminya, Mbakyuu. Hehehee. Ada banyak pasangan yang seperti ini. Sekarang bagaimana menyikapi kondisi yang sedang kalian hadapi dengan tetap menghargai pasangan?

Tentu sikap kalian nggak boleh berubah. Tetap melayani pasangan sebagaimana mestinya kewajiban seorang istri. Membuatkan minum, menyiapkan makan, bersikap manis di tempat tidur. 

Ahhh, mana bisa? Insyaa Allah kalo kalian menerima pasangan dalam kondisi terburuk, pasti kebaikan yang akan terlimpah dalam rumah tangga ini.

Tips dari saya yang pernah mengalami hal serupa adalah, jangan pernah meminta apalagi memaksa suami agar mencari kerja. Mencerca setiap hari, bahkan setiap waktu hingga suami tidak betah. Dahulu yang saya lakukan adalah dengan mendoakan hal terbaik untuk suami agar Allah azza wa jalla menurunkan RahmatNYA untuk kami sekeluarga. Memohon agar suami dibukakan pintu rejeki berupa pekerjaan yang penuh berkah. 

Alhamdulillah tanpa saya meminta suami untuk cari kerja, dia udah berikhtiar. Saya nggak mau seperti tragedi tetangga dari teman sekerja saya kala itu, suaminya baru kena PHK sekitar 2 minggu. Namun hampir tiap pagi sebelum si istri ini berangkat kerja, pesannya pada suami adalah agar segera melamar kerja. Nggak tahu gimana kejadiannya, hampir 4 bulan kemudian suami ketahuan kena sakit dan tak lama meninggal. Nyesel dan nyesek pasti kan istrinya?!



Perempuan kebanyakan selalu ingin tampil cantik dan wangi. Seringnya malah kalo keluar rumah tampil canti, tapi di rumah suka lupa mematut diri dan santuy gitu pakai daster. Nggak apa sih dasteran tapi mesti kudu wangi juga. Dandan cantik dan wangi siap menyambut suami datang dari urusan kerja di luar rumah.

Mengapa harus berusaha tampil cantik dan wangi? Eh wajib ding. Lah di luar rumah suami bertemu dengan teman sekerja yang cantik dan wangi juga. Kalo di rumah yang ditemui kurang wangi, bahaya juga. 

Itu lah mengapa saya suka beli parfum yang aromanya enggak hanya wangi. Tapi juga segar dan mampu bertahan lama. Saya mempunyai kebiasan tiap menjelang tidur mengenakan parfum. Pokoknya suami harus mencium aroma wangi dari tubuh saya. Hihihii.

Saya juga suka momen mandi setelah kegiatan rumah selesai di pagi hari. Setelah mengerjakan pekerjaan rumah, masak, work out, nyiram tanaman (urutannya bisa berubah sesuai kondisi), saya akan mandi lagi. Mandi pertama kali adalah ketika bangun tidur menjelang shalat Shubuh. Yang ini udah kebiasaan dari jaman baru nikah. Suami yang mengajarkan hal ini.

Nah kadang saya mandi yang kedua kalinya mendekati pukul 10an pagi gitu. Mengapa sih, penasaran kaaan?

Ya ini sih kebiasaan sejak saya resign dan menjadi ibu yang bekerja di rumah. Suami adalah pemilik usaha yang tentunya punya jam fleksibel. Jadi kadang suka makan siang di rumah karena tahu istrinya udah siapin masakan. Nah kalo suami pulang saat jam makan siang, sementara tubuh aromanya keringat plus bumbu dapur yang melekat saat proses masak, aduhai banget kaaan?!

Saya jadi kurang percaya diri kalo pengen mencium suami dengan aroma minyak goreng. Jadi lah saya mandi agar ketika suami masuk rumah dan mencari istrinya ini, yang tercium aroma wangi sabun mandi. Ihiiiyyyy.


Nah, saya baruuu aja tahu kalo Vitalis, parfum favorit sepanjang masa, launching produk Vitalis body wash. Saya jadi membayangkan mandi parfum saat membasuh tubuh di kamar mandi. Tubuh pasti bahagia bisa mandi keharuman setelah bekerja di dapur. 

Setelah mendapatkan tiga varian produk Vitalis body wash, saya pun nyoba satu persatu. Dan saya tuliskan pengalaman menggunakan sabun kecantikan Vitalis body wash yang glamor dan cocok untuk kalian semua.


Mandi Parfum Dengan Vitalis Body Wash, Wangi Sepanjang Hari

Vitalis bodywash sedang menjadi sabun kecantikan yang diperbincangakan di sosial media. Makanya saya penasaran dan pengen nyobain juga kan. Sabun kecantikan yang memiliki aroma pafum ini, enggak bakal bikin kulit kamu kering. Tentunya karena ada kandungan moisturizer dalam formula Vitalis bodywash. Vitalis memastikan kelembaban kulit penggunanya dengan menambahkan high quality moisturizer. 

Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash menyediakan 3 pilihan varian dengan extra benefit yang berbeda pada tiap variannya. Apa sih ketiga varian Vitalis body was? 

Yuk saya sharing tentang Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash White Glow, Fresh Dazzle, dan Soft Beauty. 


Pertama kali yang saya coba adalah Vitalis Body Wash White Glow. Aromanya paling kuat setelah saya memakai semua variannya. Tapi saya cerita dulu ya  body wash dengan kemasan warna pink ini. Ada aroma parfum dengan kesegaran buah. Bikin saya penasaran dan kepoin akun sosial media Vitalis. 

Oh pantas aja kalo aromanya fruity, karena terdapat paduan manis dari Cherry dan Raspberry. Itu pun masih ada pula wangi dari Marshmallow dan Gardenia yang lembut dan elegan. Dan masih pula dibungkus dengan kombinasi Woody dan Suede yang glamour dan long lasting wanginya. Psst, nggak ketinggalan masih diperkaya juga dengan ekstrak Licorice dan susu. Nah kandungan dua terakhir ini yang ngebantu merawat kulit kalian hingga tampak lebih bersih, cerah bersinar.



Varian Vitalis Perfurmed Moisturizing Body Wash Fresh Dazzle ini saya coba terakhir. Nah pensaran kenapa saya tulis ulasannya di urutan kedua? Karena Fresh Dazzle ini aromanya saya suka banget. 

Fresh Dazzle memiliki kandungan parfum dari wanginya Bergamot. Eh saya sampai googling apa itu Bergamot. Dan rupanya bergamot adalah nama lain dari minyak esensial yang diekstrak dari kulit jeruk bergamot. Kalo saya lihat dari foto di google, mirip dengan jeruk purut. Yang daunnya biasanya digunakan untuk pelengkap bumbu masakan.

Nah, selain Bergamot, juga menggunakan wangi floral Bouquet yang elegan dan feminim, dan wangi musk Amber yang tahan lama. Vitalis Perfurmed Moisturizing Body Wash varian Fresh Dazzle ini juga diperkaya dengan ekstrak Yuzu Orange dan anti oksidan dari Green tea. Nah kandungan ini yang menjaga kulit jadi terlihat lebih bersih, wangi, lembut, dan segar.


Awalnya saat mencium aroma dari membuka tutup yang cukup ditekan aja, saya paling suka varian Soft Beauty. Aromanya lembut, cocok dengan parfum yang selama ini jadi pilihan saya.

Vitalis Perfurmed moisturizing Body Wash Soft Beauty menggunakan aorma Rose dan Violet. Pantas aja wanginya lembut gitu. Ada kandungan Tonka Bean dan Sandalwood yang manis dan premium. Masih diperkaya juga dengan ekstrak Avocado dan Vitamin E yang bakal bikin kulit kalian terasa kenyal, halus, dan lembut. 


Alasan Saya Bakal repurchase adalah :

- Teksturnya yang cair dan nggak lengket, busanya nggak berlebih, dengan kandungan moisturizing yang bikin kulit jadi halus dan lembut.



- Ada tiga pilihan varian yang saya udah coba dan suka semuanya. Aromanya bisa dibedakan begitu cairan body wash dituang di telapak tangan atau dengan shower puff. Pokoknya wanginya bikin kalian betah berlama-lama mandi parfum karena emang kayak mandi pakai parfum gitu.



- Kemasannya praktis dengan pilihan dua macam, yaitu ukuran 100 ml dan 200 ml dengan botol plastik. Ada juga kemasan refill yang bisa dibeli untuk isi ulang, hemat kaaan.

- Harganya ramah banget untuk ukuran buk-ibuk yang suka perhitungan saat belanja bulanan. Kalian bisa membeli Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash dengan harga mulai 10 ribu untuk ukuran 100 ml, dan 20 ribu untuk ukuran 200 ml. Tergantung sih belinya di mana, di toko online atau minimarket. 

Vitalis Perfurmed Moisturizing Body wash memang sabun yang memiliki superior pafrum dengan keuntungan untuk perawatan kulit yang lebih baik. Tentunya bakal cocok untuk kulit wanita Indonesia. Saya udah merasakan senangnya pengalaman mandi parfum yang sebelumnya tak pernah saya alami. Saya jadi merasa lebih percaya diri dan semangat tiap kali abis mandi, lebih semangat berkarya, lebih semangat mencium pipi suami. #eh

Udah panjaaang nulisnya saking senangnya cerita pengalaman menggunakan Vitalis Perfurmed Moisturizing Body Wash. Kalo kalian nggak percaya curhatan ala saya tentang mandi keharuman dengan Vitalis body wash, coba aja deh. Ntar cerita ya di kolom komentar, gimana pengalaman kalian. Semoga yang udah saya ceritakan bermanfaat buat kalian semua, pembaca tersayang. Wassalamualaikum.
Reading Time:

Selasa, 21 Januari 2020

Perbanyak Konsumsi Buah Sebagai Pilihan Cemilan Sehat
Januari 21, 2020 27 Comments

Perbanyak Konsumsi Buah Sebagai Pilihan Cemilan Sehat 


Assalamualaikum Sahabat. Memasuki musim penghujan sejak akhir Desember 2019 kemarin, saya mulai pilih-pilih soal makanan. Maklum deh usia udah lolita, harus memperhatikan asupan makanan kalo nggak pengen kena penyakit tidak menular.

Sebenarnya mencegah penyakit tidak menular itu susah-susah gampang. Susahnya adalah begitu banyak godaan yang datang ketika saya hadir dalam sebuah acara keluarga. Kalo undangan event blogger sih gampang, banyak teman blogger yang udah memilih makanan sehat dengan memperbanyak isi sayuran di piring.

Namun ketika arisan keluarga, dan tahu kalo saya memiliki kadar gula darah rendah, mereka selalu menyuruh saya mengambil nasi yang agak banyakan. Haduhhh, saya sendiri udah 15 tahun lebih membatasi asupan karbohidrat dari beras putih. Karena sejak memasuki usia 30 tahunan saya sadar bahwa konsumsi karbo harus dibatasi kalo tidak ingin menderita diabetes. Saya melihat kondisi tetangga waktu itu yang kena diabetes, sampai diamputasi kakinya. Duhhh saya nggak mau mengalami nasib seperti tetangga saya. 

Saya menyadari kalo kondisi tiap orang tidak lah sama. Namun tetap saja harus ada batasan untuk tiap orang yang tetap ingin sehat di usia tua. Meski punya asuransi kesehatan, uang deposito yang banyak, tapi kalo sakit-sakitan, apa asiknya?

Isi Piringku Sesuai Kapasitas Lambung

Sejak saya masih anak-anak, orang tua terutama bapak mengenalkan berbagai makanan yang sehat. Bahkan ibu saya selalu menyajikan sayur untuk teman makan nasi, di samping lauk sederhana tentunya.

Kebiasaan makanan yang sehat, sederhana, dan selalu menyajikan sayuran dari orang tua, yang membuat saya melakukan hal yang sama. Ada beberapa menu keluarga saya, diambil dari menu masakan ibu saya. Cuma ada beberapa yang saya tentukan dari hasil belajar dengan tetangga.

Menu Makanan 1 Minggu Keluarga saya adalah:
- Sayur bayam, pepes filet kakap, sambel tempe
- Tumis pokcoy, bandeng bakar
- Garang asem ayam, lalapan timun dan tomat
- Urap sayuran, bacem tahu dan tempe
- Sayur asem, pepes ikan blanak
- Bandeng masak pindang srani, lalapan timun, tomat
- Filet ikan kakap asam manis, tumis kacang panjang tauge dele

Intinya harus ada sayuran di setiap sajian masakan di dapur rumah saya. Kalo nggak masakan sayur, ya lalapan timun, tomat, slada, atau kecambah mentah.


Sesekali saya juga masak soto dengan lauk pergedel dan tempe goreng. Namun untuk gorengan memang sejak dua tahun ini sudah mulai dikurangi. Meski nggak tiap hari konsumsi makanan yang digoreng, tapi kami masih sesekali memasukkan tempe goreng atau tahu goreng dalam lauk. Tapi kami telah lama menggunakan minyak jagung atau minyak kanola untuk menggoreng tempe, tahu atau ayam. Penggunaan minyak juga cukup dua kali aja. Makanya minyak goreng 1 liter kadang habisnya sampai 1 bulan, bisa lebih atau kurang beberapa hari.

Mengapa saya masih bikin tempe atau tahu goreng, ayam goreng sesekali? Tahun 2017 awal saya pernah ikut program diet dengan tantangan tidak makan masakan yang digoreng sama sekali. Saya bisa mengikutinya hingga 7 bulan. Dan efeknya adalah kolesterol saya di bawah 30, low banget. Saya jadi lemes. Bahkan sampai masuk rumah sakit.

Akhirnya saya balik ke menu makan yang sesuai untuk diri saya sendiri, dengan anjuran dokter yang merawat di rumah sakit, juga ahli gizi yang menjadi konsultan menu makanan saya.

"Mengurangi makanan yang digoreng itu wajib, tapi jangan berlebihan. Boleh sesekali makan." ujar dokter.

Sementara ahli gizi bilang, apa-apa yang berlebihan itu tidak baik. Semua harus seimbang. Memperbanyak makan buah gak apa, justru bagus untuk kadar gula darah karena mendapatkan gula alami. 


Sebenarnya isi piring makan suami dan saya, sudah sesuai dengan anjuran Kemenkes. Cuma komposisinya aja yang beda, seperti karbo lebih sedikit. Untuk perempuan usia 40 - 50 tahun, lebih baik mengurangi asupan karbohidratnya. Yaitu makan tetap sehari tiga kali, tapi nasi cukup 3 sendok makan. Sayurannya diperbanyak, dan hindari makanan yang berkuah santan. 

Meski saya masih seringnya makan sehari dua kali, karena lebih banyak minum air putih dan ngemil buah. Apalagi kalo ngikut kerja suami, saya selalu bawa bekal buah potong. Bisa apel, pepaya, melon, atau buah apa aja yang sedang ada di rumah.


Untuk makan bisa menu garang asem ayam, saya nggak pernah menggunakan santan meski ada banyak resep yang dibagi di Google, pakai santan. Saya cukup menggunakan bumbu dapur seperti bawang merah, bawang putih, tomat hijau, belimbing wuluh, cabe, daun salam, kunyit, jahe, sere, lengkuas, dan asem jawa. Kalo ingin agak kental, tinggal haluskan kemiri. 

Sebenarnya banyak sekali pilihan masakan tradisional Jawa dari leluhur kita yang memiliki resep sederhana dan menggunakan rempah. Masakan jadi lebih enak, sehat, dan tetap murah.

Memilih Cemilan Buah di Sela Waktu Makan


Sebenarnya yang bikin tubuh jadi melebar ke kanan dan kiri adalah, cemilan yang tidak sehat, kurang aktivitas fisik, dan banyak rebahan, hahahahaa.

Terutama kalo musim hujan, di rumah aja, menatap keluar rumah rasanya seperti mendapat hiburan yang menyenangkan. Karena saya suka menatap turunnya air hujan ke permukaan bumi. Nah, paling asik kan sambil rebahan gitu. 

Padahal mestinya musim hujan tak menghalangi kegiatan work out di rumah. Apalagi saya memang lebih nyaman work out di rumah, lebih privat, sendiri juga nggak apa-apa karena intinya adalah ada keringat yang mengalir. Tubuh jadi berasa bugar. Biasanya saya buka channel Youtube yang sharing tentang work out 20 - 30 menit untuk gerakan sederhana. Namun hasilnya keringat sampai membasahi tubuh.

Nah, kalo suami saya penyuka cemilan. Dan sebagai ibu dan istri yang menyayangi keluarga, saya suka menyiapkan segala jenis cemilan untuk suami dan anak-anak. 

Bahayanya adalah karena anak-anak udah banyak kegiatan dan nggak sempat ngemil jajanan yang saya sediakan di toples-toples. Orang pertama yang bakal menghabiskan cemilan adalah suami. Saya sendiri kalo udah asik ngedraft artikel, atau baca buku, jadi lupa ngemil. Sementara suami sepulang ngurus kerjaannya, biasanya siang hari akan mampir ke rumah untuk makan siang. Nah, begitu udah selesai makan siang, dia akan nyari cemilan gitu. Hahahaa.

Bayangkan dong, perut udah penuh dengan menu makan siang. Eh masih juga diisi dengan cemilan, bisa apa aja deh cemilannya. 

Eh tapi itu dahulu, ketika dia belum kena serangan jantung. Alhamdulillah Allah masih memberikan usia panjang, jadi suami selamat namun dengan catatan harus mengubah pola makannya.

Sebenarnya sejak tahun 2005 saya udah mengikuti pola makan food combining. Setiap bangun tidur, minum jeruk nipis peras dipadukan dengan air hangat. Kemudian setelah shalat Shubuh dan menyiapkan sarapan pagi, saya memilih sarapan buah. Kemudian selang dua jam saya makan salad sayuran tanpa toping mayonese. Saya kurang suka sih toping mayonese karena lebih menyukai toping dari cincangan strawberry atau nanas. Lebih menyegarkan.

Namun ketika tahun 2010 saya pindah rumah, mendekati rumah orang tua saya di kawasan Tlogosari, saya meninggalkan pola makan food combining. 

Alasan mengurus rumah baru, merenovasi, menata barang-barang, bikin kesibukan saya bertambah. Ibu yang memasakkan menu makan untuk keluarga. Belum lagi ada omongan dari beberapa orang yang mengatakan saya terlihat kurus sejak ikut pola makan FC. Huehuee, bikin nyesek. Dan saya terhasut. Otomatis lah saya pun ikut mengonsumsi makanan seperti sebelum kenal food combining. Meski begitu saya tetap sarapan buah. 

Eh kok ngelantur nulisnya mengenang jaman dahulu. Kembali ya ke masalah kesehatan suami pada tahun 2018. 

Suami memang agak susah mengikuti gaya hidup saya, yaitu makan buah saat sarapan. Dia harus jam 8 pagi ke lokasi proyek, kudu makan yang kenyang, katanya. Kalo makan buah aja, mana bisa kenyang. Padahal asal jumlah buah yang dijadikan sarapan udah cukup, tetap kenyang kok sampai jadwal makan siang nanti.

Akhirnya saya mengikuti minat suami, keinginannya, agar dia mau makan buah. Sarapan pagi biasanya saya sediakan potongan buah bervariasi setiap harinya. Kalo hari ini melon dan pepaya. Bisa aja besok ganti alpukat dengan ditaburi kismis.



Saya juga menyesuaikan jam makan dan cemilan setelah konsultasi dengan ahli gizi. Jadi setiap pagi, suami udah makan buah terlebih dulu, sekitar jam setengah tujuh. Nanti sejam kemudian, dia akan makan nasi dan sayuran. Nasinya juga cuma 4 sendok makan. Karena bagaimana pun dia butuh karbo untuk kegiatannya kerja di lapangan.

Nah di antara makan pagi dan makan siang, saya siapkan bekal buah untuk suami. Seringnya sih apel atau pir sesuai anjuran ahli gizi. Kedua buah ini memang bagus dijadikan cemilan bagi yang ingin menjaga tubuhnya tetap sehat. 

Silahkan baca : Resolusi Sehat 2020

Mengapa saya fokus dengan cemilan sehat untuk suami, bukan anak-anak juga?
Karena sejak anak-anak masih balita, saya udah mengenalkan mereka dengan beragam buah untuk cemilan antara makan pagi dan makan siang.

Biasanya saya menyediakan waktu khusus untuk mengupas, memotong, dan menyajikan buah agar anak-anak mau mengonsumsinya. Saya yakin, bila sehari itu anak-anak nggak mau makan sayuran, asal tetap mengonsumsi buah, mereka tetap mendapat vitamin yang cukup.

Saya bersyukur anak-anak suka makan buah dan tidak memilih-milih. Buah apa aja suka, kecuali si bungsu yang tidak suka buah durian. Tapi nggak masalah karena buah itu juga nggak bagus kan kalo dimakan setiap hari. Nggak bagus untuk isi dompet, hahahaa.

Buah kesukaan anak-anak beragam karena saya mengenalkan berbagai jenis buah. Setiap pagi saya selalu menyiapkan pepaya, semangka, melon, pisang, apel, pir, bergantian sesuai yang ada di tempat tukang jual sayuran.

Sekali dalam seminggu, saya juga ke supermarket dekat rumah untuk belanja buah dengan kualitas yang bagus. Seperti Apel Washinton, atau Apel royal gala, pisang cavendish, anggur, atau pir, dan jeruk sunkist.





Nah, kalo menyajikan apel, setelah dipotong-potong, saya akan kucuri dengan jeruk nipis hasil memetik di kebun sendiri. Rasanya jadi lebih segar dan anak-anak menyukainya. 

Beberapa ibu-ibu ada yang mengeluh karena anak-anak mereka tidak menyukai buah apel. Padahal kandungan gizinya cukup penting loh. Memang kesukaan akan makanan harus dikenalkan sejak kecil agar anak-anak tidak pilih-pilih. Terutama buah ya, karena apel memang buah dengan tekstur keras dan tidak semua anak kecil menyukainya.

Dahulu saya memotong apel dengan ukuran kecil, sekali makan langsung masuk mulut. Disesuaikan lah dengan ukuran mulut anak kecil.  Memang butuh waktu lama untuk menghabiskan separo apel bagi anak usia tiga tahun. Tapi dengan kesabaran kalian mengenalkan buah apel pada anak-anak, tentu berefek dengan kesukaan di kemudian hari.

Saya bersyukur anak-anak masih menyukai buah apapun yang saya siapkan untuk sarapan. Cuma kalo mereka terburu-buru berangkat ke kampus, saya bawakah sebutir apel. Terutama si bungsu yang suka makan langsung tanpa dikupas. Tentunya harus dicuci dulu sebelum saya kasih pada si bungsu untuk dibawa ke kampus.

Harapan saya adalah menginginkan keluarga tetap sehat dengan berusaha memilih makanan sehat. Salah satunya adalah memperbanyak ngemil buah dan minum air putih minimal 2,5 liter per hari. Ikhtiar ini tentu butuh niat dan komitmen yang kuat untuk melakukannya dari seluruh anggota keluarga. Semoga ya. Wassalamualaikum.
Reading Time: