My Mind - Untaian Kata Untuk Berbagi

Selasa, 12 November 2019

Transportasi Menjadi Pendukung Bertumbuhnya Ekonomi dan Wisata di Indonesia
November 12, 2019 25 Comments

Transportasi Menjadi Pendukung Bertumbuhnya Ekonomi dan Wisata di Indonesia


Assalamalaikum Sahabat. Sepanjang tahun 2019 ini saya beberapa kali menikmati suasana Terminal 3 bandara Soekarno Hatta. Awal bulan Maret, saat  traveling ke Malaysia, saya bahkan nyaris menginap di Terminal 3. Alasannya karena takut ketinggalan pesawat, hahahaa.

Terbang dari Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, bikin senyum saya mengembang. Begitu langkah kaki memasuki area Gate 2 Terminal 3, mata saya seakan tak terpuaskan menatap seputar tempat chek in tiket pesawat. Karena saya naik pesawat Garuda Airlane, deretan loket yang ada di hadapan saya menjadi tujuan langkah kaki ini.

Ruang tunggu di Terminal 3 ini pun begitu memanjakan calon penumpang. Ada banyak pilihan kursi, colokan untuk menambah daya baterai gawai, toilet, mushola, hingga booth penjual produk oleh-oleh dan makanan tersedia. 

Belum lagi desain interior serta taman dengan bunga anggrek yang cantik mengundang pengunjung untuk swafoto. Seperti saya yang udah beberapa kali swafoto dekat bunga anggrek.

Namun bukan bandara Soekarno Hatta aja yang saya kunjungi secara berulang pada tahun 2019 ini. Menjadi warga yang tinggal di Kota Semarang, tentu saya udah nggak asing lagi dengan bandara Ahmad Yani.

Kenal pertama dan menikmati fasilitas bandara yang sederhana kala itu pada bulan Agustus 2008. Bangunannya masih sederhana, ruang tunggunya juga biasa aja, bahkan landasan pacu juga kurang kurang memenuhi syarat untuk penerbangan inernasional. 

Namun sekarang tentunya kondisi fisik bangunan, sarana, serta landasan pacu yang sangat berbeda dengan kondisi sebelumnya.  

Sekarang bandara Achmad Yani telah bermetamorfosa menjadi bandara terapung pertama di Indonesia. Disebut demikian karena area bandara dikelilingi oleh rawa dan tambak yang tetap dipertahankan sesuai kondisi aslinya. Landasan pacu juga sudah memenuhi syarat dengan panjang 2680 m x 45 m.  Luas area bandara sekitar 58.652 m2 dengan kapasitas sekitar 6 hingga 7 juta penumpang per tahun ata 20 ribu penumpang per hari.

Fasilitas bandara juga ngga kalah dengan bandara lainnya di negeri ini. Ada mural di sepanjang dindingnya, yang sering dijadikan tempat foto atau swafoto. 



Ada taman dengan kolam berisi ikan hias di ruang tunggu menuju tempat check in. Juga terdapat store dan booth makanan, oleh-oleh, serta minimarket. 

Pemerintah telah membangun dan mengembangkan infrastruktur transportasi yang menyeluruh. Mulai dari bandara, terminal, pelabuhan besar, menengah, dan kecil di sejumlah daerah untuk menunjang konektivitas nasional. 


Pencapaian 5 tahun Kinerja Kementerian Perhubungan :

Tidak mengherankan apabila kemajuan transportasi di Indonesia maju pesat. Kementerian Perhubungan dalam perencanaan pembangunan proyek infrastruktur transportasi, memiliki rencana unggulan.

Dalam kurun 5 tahun ini pula, pembangunan infrastruktur transportasi dengan pendekatan Indonesia Sentris sudah dilakukan. Yaitu untuk membuka keterisolasian dengan memberikan dukungan aksesibilitas terhadap Daerah 3TP (Terluar, Terdepan, Tertinggal dan Perbatasan). 

Diantaranya melalui : penyediaan prasarana yaitu 18 rute tol laut dengan tujuan menekan disparitas harga di Indonesia Timur; 891 trayek angkutan perintis (angkutan jalan, SDP, KA, laut dan udara); dan pembangunan serta pengembangan 131 bandara di daerah rawan bencana, perbatasan dan terisolir.

Berikut ini pencapaian selama 5 tahun kinerja Kementerian Perhubungan :

- Sektor Perhubungan Darat

1. Rehabilitasi Terminal 
Pemerintah melakukan rehabilitasi terminal tipe A di beberapa daerah. Tentunya dengan maksud agar proses pengawasan terhadap armada angkutan umum massal perkotaan dapat dilakukan secara efektif dan efisien. Selain itu, pelayanan kepada masyarakat juga diharapkan bisa semakin meningkat. 



2. Pembangunan BRT
Pemerintah mendukung pengembangan sistem angkutan umum massal perkotaan di sejumlah kota besar di tanah air. Langkah tersebut dilakukan dengan pengadaan armada Bus Rapid Transit (BRT) untuk kota-kota besar. Sejumlah 2128 unit armada sudah beroperasi sepanjang lima tahun ini.

3. Pembangunan Pelabuhan Penyeberangan

Pembangunan pelabuhan penyeberangan di 24 lokasi. Pembangunan ini bertujuan agar pelayanan transportasi semakin meningkat dan konektivitas antarwilayah semakin terwujud.



Pembangunan prasarana pelabuhan penyeberangan sebagai bagian dari upaya peningkatan pelayanan transportasi kepada masyarakat di sejumlah daerah. Ketersediaan prasarana pelabuhan penyeberangan yang memadai diharapkan dapat menunjang mobilitas masyarakat dan distribusi logistik secara lancar ke seluruh wilayah Indonesia. Tentunya diharapkan pertumbungan ekonomi akan naik seiring dengan laju penjualan dan pembelian dengan harga terjangkau.

Pelabuhan penyeberangan juga meningkatkan kunjungan wisatawan di daerah. Hal ini akan mempengaruhi ekonomi daerah dengan adanya wisatawan yang datang. 

4. Pembangunan Kapal Penyeberangan


Dengan adanya ketersediaan sarana angkutan penyeberangan yang memadai, kegiatan transportasi di daerah dapat berjalan lancar. Terdapat penambahan sejumlah 17 unit untuk mendukung transportasi.

- Sektor Perhubungan Laut

Pembangunan infrastruktur laut terkait dengan kebijakan untuk mengadakan sarana dan prasarana transportasi. Kaitannya ini untuk menunjang kegiatan pelayaran nasional. 


Selain pembangunan pelabuhan baru, pemerintah juga terus menggalakkan program peningkatan kapasitas pelabuhan yang ada. Yaitu menyelenggarkan kapal tol laut, kapal perintis, dan pengadaan kapal navigasi, Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), maupun Kapal Pelra (Pelayaran Rakyat).

Saya kutip dari penuturan Menteri Budi Karya Sumadi :
“Bila dilihat apa yang sudah dilakukan, tol laut begitu intensif. Dalam lima tahun ini sudah ada 18 rute tol laut. Jadi disparitas harga bisa ditekan dan memastikan pasokan sembilan bahan pokok itu bisa didapatkan masyarakat di bagian indonesia timur. Lalu ada juga 891 angkutan perintis ada jalan, kereta api, laut dan udara. Ini dilaksanakan secara seksama,” sebut Menteri Perhubungan.


Pencapaian Pembangunan Pelabuhan Laut dan Kapal Perintis

• Sampai dengan tahun 2017, telah dilakukan pengembangan pelabuhan non komersil di 104 lokasi dan 11 pelabuhan dalam tahap penyelesaian di tahun 2018.
• Pembangunan kapal pendukung tol laut sebanyak 100 Unit kapal sejak tahun 2015 sd 2018 meliputi 60 Unit kapal Perintis, 15 Unit KapalKontainer, 5 Unit kapal ternak dan 20 Unit Kapal rede.

Pembangunan Pelabuhan Non Komersial sebanyak 118 lokasi dan pengembangan pelabuhan diantaranya pengembangan Pelabuhan Patimban, Pelabuhan Kuala Tanjung dan proyek tol laut. 

Untuk meningkatkan bidang logistik, Kementerian Perhubungan juga akan menjadikan Pelabuhan Tanjung Priok sebagai pelabuhan hub internasional. Hal tersebut dilihat dari arus bongkar muat (troughput) petikemas di Kawasan Pelabuhan Tanjung Priok tahun 2018 yang mencapai 7,5 juta TEUs dan diharapkan dapat terus bertambah menjadi 8 hingga 12 juta TEUs di tahun 2019. Sehingga kedepan perdagangan ke luar negeri dari Indonesia dapat ditangani oleh Pelabuhan Tanjung Priok.


- Sektor Perhubungan Udara

Pemerintah terus menggalakkan pembangunan infrastruktur perhubungan udara di seluruh wilayah Indonesia. Selain pembangunan bandara baru, pemerintah juga meningkatkan kapasitas landasan pacu. Di samping itu juga meningkatkan pengawasan dan pelayanan angkutan udara melalui pembangunan terminal, Air Traffic Control (ATC) dan pembangunan fasilitas lainnya. 

Beragam kebijakan di subsektor perhubungan udara ini diharapkan dapat menunjang pertumbuhan angkutan udara dan meningkatan aspek keselamatan,
keamanan dan pelayanan yang lebih baik dari sebelumnya. 

Pemerintah telah membangun 15 bandar udara (bandara) baru dan mengembangkan sejumlah fasilitas bandara di beberapa wilayah Tanah Air. Peresmian dan pengoperasian bandara-bandara ini dapat membuka akses transportasi bagi masyarakat di daerah. 

Pemerintah terus berupaya mewujudkan konektivitas antarwilayah dengan ketersediaan infrastruktur bandara yang memadai. Peningkatan pelayanan kebandarudaraan dapat menunjang industri penerbangan nasional yang mulai tumbuh dan berkembang.


Rehabilitasi dan Pembangunan Terminal Bandar Udara : 

Bandara Kertajati Majalengka
Bandara Internasional Kertajati ini merupakan bandar udara terbesar kedua di Indonesia beradasarkan luas setelah Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Bandara yang berlokasi di Majalengka, Jawa Barat ini diresmikan operasinya pada tanggal 24 Mei 2018. 



Bandara ini memiliki landasan pacu tunggal sepanjang 2.500 m dan akan diperpanjang hingga 3.000 m. Bandara ini nantinya memiliki kapasitas total hingga 29 juta penumpang setiap tahun. Selain itu Bandara Kertajati ini juga akan mengoperasikan terminal kargo dengan perkiraan resmi pada 1,5 juta ton kargo pada tahun 2020.

2. Bandar Udara Tebelian

Salah satu contoh rehabilitasi dan pembangunan terminal bacara ada di Kalimantan Barat. Bandara Tebelian terletak di Kecamatan Sungai Tebelian, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. 



Bandara yang berjarak 14 km dari pusat kota Sintang ini, mempunyai landasan pacu sepanjang 1.660 m, lebar 30 m dan mampu melayani operasional pesawat jenis ATR 72. 

Bandara Tebelian berdiri di lahan seluas 144,07 hektare, sehingga masih bisa dilakukan pengembangan lagi di kemudian hari. Terutama untuk perpanjangan landasan pacu sehingga bisa melayani penerbangan pesawat jet yang lebih besar.

Masih ada lagi beberapa bandara yang mendapatkan rehabilitas dan pembangunan selama lima tahun terakhir.

Pembangunan infrastruktur transportasi yang dilakukan selama ini dimungkinkan untuk membuka ruang ekonomi baru di daerah-daerah. Seperti misalnya, melalui dukungan atas pengembangan kawasan wisata dengan penyediaan akses transportasi dari dan menuju kawasan wisata, baik sarana maupun prasarana pendukung.


Pencapaian Kereta Api

Pencapaian pada Sektor Perkeretaapian yaitu Pembangunan proyek Double-Double Track (DDT), Reaktiviasi jalur KA, Pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung dan Kereta Semi Cepat Jakarta-Surabaya.

“Kereta api kita sudah berhasil menyelesaikan double-double track, reaktivitasi jalur kereta api, pembangunan kereta cepat yang sedang berlangsung sekarang dan kereta semi cepat yang sesang dilakukan feasibity study," tutur Menteri Perhubungan.

Kereta Api Bandara

Stasiun KA Bandara ini merupakan bagian dari Stasiun Manggarai yang sedang disiapkan menjadi stasiun sentral bagi seluruh perjalanan kereta api. Untuk KA Bandara saat ini juga menjadi alternatif bagi penumpang commuterline. Mereka bisa melanjutkan perjalanan dari stasiun Manggarai menuju Stasiun BNI City, Stasiun Duri, Stasiun Batu Ceper dan Stasiun Bandara Soekarno- hatta. 



Penumpang dapat menuju peron 9 dan 10 untuk tap out commuterline dan melanjutkan perjalanan menggunakan KA Bandara dengan melakukan pembelian tiket melalui Vending Machine dan POS. 

Sayangnya saya belum sempat menaiki kereta bandara karena waktu ke Jakarta bulan Agustus 2019, saya terburu-buru dan memilih naik ojek online. Sementara stasiun terdekat, yaitu stasiun BNI City masih agak jauh dari hotel yang akan saya tempati. Semoga suatu hari saya bisa menikmati kereta bandara kalo berkunjung ke Jakarta. 

Lima Bali Baru

Pariwisata erat kaitannya dengan sektor ekonomi kreatif. Harapannya dengan pembangunan transportasi ini akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah. Seperti yang diharapkan oleh bapak Presiden bahwa untuk kegiatan perhubungan, pada dasarnya harus memberikan sebuah ruang ekonomi baru atau potensi baru.

Saat ini Menteri Perhubungan siap mewujudkan kebijakan Presiden Joko Widodo. Yaitu melakukan percepatan pembangunan infrakstruktur pendukung di kawasan Destinasi Super Prioritas 5 Bali Baru. Rencananya destinasi ini akan dipromosikan secara masif pada tahun 2020 mendatang.

Lima Bali Baru ini adalah Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang. Kelima daerah tersebut akan difokuskan untuk pembangunan dan pengembangan sarana dan prasarana transportasi. Seperti bandara, pelabuhan, kereta api, jalan dan sebagainya.

Senang dong bila semua percepatan pembangunan infrastruktur transportasi berjalan dengan lancar. Sektor wisata akan bertumbuh dengan menggandeng ekonomi yang juga meningkat. 

Traveler atau mereka yang senang berwisata, pasti bahagia bila bisa menikmati perjalanan yang aman dan nyaman. Tahun 2017 saya pernah berkunjung ke Pulau Sumatra. Namun sayangnya waktu itu jalan tol belum selesai pembangunannya. Saya dan suami juga baru mengunjungi tiga kota, yaitu Pekanbaru, Payakumbuh, dan Bukittinggi. Palembang dan Lampung hanya kami lintasi dengan mobil. Sementara untuk pulangnya kami numpang naik pesawat menuju bandara Soekarno Hatta dan ganti pesawat menuju Semarang.

Candi Muara Takus
Saya pengen bisa berkunjung ke Palembang, menikmati kuliner pempek dan suasana malam Jembatan Ampera. Saya juga udah nggak sabar ingin traveling ke Labuan Bajo dan Likupang. Rencananya tahun depan saya dan keluarga akan traveling lintas Sumatra lagi. Kamu bakal traveling kemana, sahabat? Wassalamualaikum.





Untuk informasi lebih lanjut mengenai program-program Kementerian Perhubungan, silakan kunjungi dan ikuti sosial medianya di:


Twitter: @kemenhub151 | FB: Kemnehub 151 | IG: kemenhub151


Referensi :
1. Website Kementerian Perhubungan (dephub.go.id)
2. Infografis dari instagram Kementerian Perhubungan (@kemenhub151)
3. Portal berita online : bisnis.tempo.co

*Artikel ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Kementerian Perhubungan dengan tema “Transportasi Unggul, Indonesia Maju”.
Reading Time:

Senin, 11 November 2019

Transaksi Pembayaran Dengan QR Code Yang Praktis dan Menguntungkan
November 11, 2019 23 Comments

Transaksi Pembayaran Dengan QR Code


Assalamualaikum Sahabat. Sepuluh tahun yang lalu, saya pernah berangkat kerja dan mendadak melihat lalu lintas dari kaca spion motor. Minggir sejenak untuk mengecek keberadaan ponsel di dalam tas. Hmm, ternyata benar dugaan saya, ponsel tertinggal di rumah.

Mau balik hanya demi ponsel  yang tertinggal di rumah? Rasanya kok males banget, karena perjalanan udah nyaris sampai ke tempat kerja. Akhirnya saya memutuskan tetap meneruskan perjalanan ke tempat kerja. Biar aja lah ponsel tertinggal di rumah. Misalkan nanti ada klien dari perusahaan, pasti menelpon ke nomer telpon kantor. 

Oiya ponsel yang tertinggal itu merupakan fasilitas dari kantor. Saya sendiri tidak punya ponsel pribadi. Pemikiran saya, di tempat kerja ada fasilitas telepon. Di rumah juga ada fasilitas telepon. Tahun 2009 itu saya belum memiliki akun sosial media. Jadi kalo ketinggalan ponsel pun rasanya juga nggak mengganggu urusan pribadi saya.

Jaman Berganti, Kebiasaan Berubah

Sepuluh tahun berlalu, sekarang kalo ponsel ketinggalan bisa bikin bingung. Karena nyaris semua jadwal, catatan pekerjaan, sampai tagihan saya tulis di ponsel. Ada folder khusus yang saya buat untuk menyimpan data keperluan pribadi maupun keluarga. Ada juga folder tempat saya simpan laporan keuangan usaha milik suami, termasuk laporan pajak.

Yang tadinya kalo ketinggalan ponsel di rumah, saya enggak peduli. Karena kehadirannya enggak begitu penting banget. 

Namun sejak beberapa tahun ini, ponsel atau gawai yang juga disebut smartphone telah menjadi bagian hidup banyak orang.

Saya sebagai ibu rumah tangga dan kepala keuangan keluarga, mulai terbiasa dengan kehadiran ponsel dalam kegiatan sehari-hari. Bukan hanya aktif, di sosial media, namun juga menjadi teman bekerja, alat pembayaran, dan tempat menyimpan data.

Saya udah nggak mungkin lagi mengabaikan kehadiran ponsel. Kalo suatu ketika berangkat ke satu acara dan ponsel ketinggalan di rumah, saya bisa saja kembali pulang. Tapi kejadian ini baru dalam hitungan jari dan biasanya juga saat ingat ponsel tertinggal, posisi saya masih dekat dengan rumah.

Ya saya memang pelupa ketika terburu-buru pergi. Itu lah sebabnya saya selalu menyiapkan ponsel dekat dengan tas, agar tidak melupakannya.


Dompet Digital Yang Praktis dan Menguntungkan

Menjadi ibu rumah tangga di era milenial telah membuka mata dan pikiran saya agar terus membuka diri dengan inovasi. Saya memang lahir pada era belum adanya fasilitas internet. Namun ketika internet hadir, saya nggak mau ketinggalan menjadi salah seorang penggunanya.

Memiliki ponsel yang sekarang disebut juga sebagai smarphone si ponsel pintar, saya pun kudu pintar. Saya nggak mau diperbudak ponsel dengan menjadi ibu yang hanya ngerti soal belanja online. Saya juga mesti pintar cari duit untuk penghasilan tambahan.

Nah, sebagai konsumen pun saya mesti pintar. Jaman udah berubah, sehingga cara belanja pun juga pasti berbeda.

Sebagai ibu sudah wajar juga kalo sesekali hangout bersama teman satu komunitas. Biasanya kami memilih satu resto yang dekat dengan pusat kota yaitu kawasan Simpang Lima Semarang. Tempat ini memang andalan kami kalo kopdar, karena bisa berlama-lama ngobrol seru, ahahahaa.

Belum lagi kalo mau bayar makanan dan minuman bisa pakai OVO. Apalagi kalo ada promo cashback, bakalan bikin hati ibuk ini hepi. Nah di sini lah biasanya kami gunakan QR code dari OVO. Dompet digital yang asik banget dengan banyak promo serta diskon.


Bukan hanya di resto ini aja, karena QR code ini bisa digunakan di banyak merchant yang udah kerja sama dengan OVO.

Memiliki dompet digital itu menyenangkan, sepajang ponsel udah pintar dan ada saldonya juga dong. Era digital gini sayang kan kalo bayar tagihan mesti keluar rumah dan antri lama di loket pembayaran. Belum lagi nyari duit kecil kalo kasirnya nggak sedia duit receh. 

Saya memang baru setahun ini bayar semua tagihan untuk pengeluaran rumah tangga menggunakan OVO. Dari bayar listrik, beli paket data, beli pulsa, iuran BPJS Kesehatan, sampai bayar jajanan. 


Apa Sih QR Code Untuk Transaksi Pembayaran?


QR Code atau Kode QR adalah sistem pembayaran digital yang menggunakan barcode atau QR (Quick Response) Code. Caranya dengan menggunakan ponsel yang memiliki koneksi internet, dan mengarahkan pemindaian yang ada di ponsel ke arah QR Code yang tersedia di merchant tertentu.

Karena saya menggunakan OVO, jadi memang butuh mencari tahu dulu merchant mana aja yang bekerja sama dengan dompet digital ini.

Namun kamu nggak usah galau, ada banyak dompet digital lainnya seperti LinkAja, Dana, Gopay yang juga menyediakan fasilitas pembayaran dengan QR Code. 

Saya pernah juga menggunakan dompet digital LinkAja saat hadir dalam event ulang tahun BUMN di kawasan Marina, Semarang.

Jajan pakai LinkAja
Dompet digital ini masing-masing memiliki syarat dan ketentuan yang berbeda untuk penggunaannya. Kalo saya memilih OVO karena memang sejak awal udah punya aplikasi dompet digital ini. Dan saya tergolong setia dalam hal apapun, males aja memasang aplikasi dompet digital lainnya.


Standarisasi QR Code

Nah ketika ada promo cashback dari merchant tertentu, kadang bikin saya mupeng ikutan jajan. Namun saya harus install aplikasi dompet digital yang disyaratkan untuk pembayaran. 

Senangnya saat membaca informasi di media online, bahwa Bank Indonesia akan melakukan standarisasi QR Code di Indonesia. 

Standarisasi QR Code ini fungsinya agar satu kode bisa digunakan untuk menikmati layanan dengan pembayaran yang berbeda. Jadi nggak perlu lagi instal aplikasi dompet digital beberapa jenis.

Kamu pasti sering menemukan di merchant yang menyediakan fasilitas pembayaran yang beragam. Pihak merchant ini harus menyediakan pula QR Code lebih dari satu.

Jadi ceritanya, misal nantinya standarisasi QR Code ini sudah diimplementasikan, merchant sudah tidak perlu lagi menyediakan fasilitas pembayaran QR Code lebih dari satu.

Oke deh kalo begitu, saya tunggu aja pelaksanaanya fasilitas QR Code satu jenis di tiap merchant. Karena bayar dengan QR Code ini praktis dan menguntungkan saya.

Saya pernah terlupa membawa dompet tapi isinya kosong, nggak ada uang tunai sama sekali. Untuk mencari ATM juga males, jauh dari lokasi saya akan melakukan pembayaran. Sementara merchant tempat menjual makanan tidak menyediakan mesin EDC (Electronic Data Capture). Mesin EDC yaitu mesin yang digunakan untuk menggesek kartu debet ATM untuk melakukan pembayaran.

Alhamdulillah senangnya booth penjual pempek ini menyediakan QR Code. Jadi saya pun bayarnya pakai QR Code fasilitas dari dompet digital OVO.


Nah kalo kamu buk-ibuk yang pengen menikmati fasilitas di era digital ini, saya tuliskan yuk cara menggunakan dompet digital OVO.

1. Donwload aplikasi OVO
2. Buka aplikasi yang sudah diinstall di ponsel pintar tersebut
3. Pilih fitur Scan



4. Kemudian pindai QR Code yang tersedia di booth, tempat kamu akan melakukan pembayaran



5. Tunggu sebentar, nantinya akan ada konfirmasi bahwa transaksi pembayaran sudah selesai

Tuh kan gampang banget, kamu nggak perlu lagi bawa duit tunai kalo jalan-jalan. Mau beli makanan, minuman kekinian, sepatu, belanja bulanan, semua bisa! Cukup bawa ponsel pintar kamu dan isi saldo dompet digital. Yuk belanja.

#feskabi2019
#gairahkanekonomi
#pakaiQRstandar
#majukanekonomiyuk
Reading Time:

Sabtu, 09 November 2019

Kunjungan di Tiga Rumah Sakit di Malaysia
November 09, 2019 38 Comments

Kunjungan di Tiga Rumah Sakit di Malaysia


Assalamualaikum Sahabat. Sebelumnya saya udah cerita tentang kehadiran dalam peluncuran Malaysia Year of Healthcare Travel 2020, bersama teman blogger dan media dari beberapa negara. Indonesia termasuk yang menghadirkan blogger dan media dengan jumlah delegasi terbanyak. 

Perlu kalian ketahui, Malaysia menjadi nomer satu dalam kunjungan wisatawan yang berobat, jauh melampaui USA. Tentunya ada peran dari Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC) yang berada di balik semua prestasi itu. 

Silahkan baca : 

Malaysia Healthcare, Berobat Dengan Cara Menyenangkan

Dan tentu juga bersama mitra kerja sejumlah 73 rumah sakit. Tiga di antara mitra kerja MHTC menjadi tempat kunjungan saya dan beberapa teman media.

Saya bahkan mulai berteman akrab dengan Lea dari Kamboja, wanita yang ramah dan senang tertawa. Meski saya dan dia memiliki kesamaan, hanya sedikit mampu berbahasa Inggris. Kami sama-sama bersabar ketika ingin mengobrol. Etapi kami jadi teman di sosial media, senangnya menambah teman. 

Kali ini saya akan melanjutkan cerita kunjungan di tiga rumah sakit mitra dari MHTC. Yaitu Sunfert International Fertility Centre, Sunway Medical Centre, dan Thomson Hospital Kota Damansara. Berikut saya tuliskan ketiganya ya.

Sunfert International Fertility

Memasuki dari depan gedung klinik, berasa seperti berada di sebuah klinik kecantikan yang mewah. Dengan interior clean dan elegan, pengunjung sudah diajak merasakan suasana relaks di dalam ruangan.

Ruang tunggu di bagian registrasi Sunfert
Di sini kami ditemui oleh Mechele Chen, Senio Manager Planning & Development Sunfert International Fertility. Perempuan yang ramah dan hangat ini menjelaskan semua hal yang ingin kami ketahui.

Sunfert International Fertility memiliki empat cabang, namun siang hari itu kami mengunjungi yang ada di Bangsar South – Kuala Lumpur.

Tidak seperti klinik untuk mengatasi masalah kehamilan yang merupakan salah satu fasilitas di satu rumah sakit. Sunfert International Fertility ini tidak seperti umumnya klinik lainnya. Sunfert hadir menjadi solusi bagi pasangan suami istri yang menginginkan kehadiran seorang anak. Klinik ini sengaja fokus membantu pasangan menemukan solusi masalah kehadmilan.

Jadi misal kamu sudah lama menantikan kehamilan yang tak kunjung datang, Sunfert akan membantu untuk mendapatkan baby. 


Bagaimana Cara Kerja Sunfert Fertility?

Kami diajak Michele melihat fasilitas yang dimiliki Sunfert Fertility. Perlu kalian ketahui, Sunfert mempunya alat khusus yang namanya embryoscope+. Alat ini memiliki fungsi untuk memonitor calon embrio, setelah sperma dan sel telur dipertemukan dan jadi embrio.

Cara kerjanya adalah, sperma dan sel telur yang sudah dipertemukan dan menjadi embrio. Dari sini, embrio difoto secara terus menerus setiap lima menit sekali. Apabila sudah melalui proses selama kurang lebih 3 - 5 hari, embrio akan ditanamkan dalam rahim ibu.

Sebelum ada alat ini, pemantauan dilakukan secara manual. Setiap lima menit sekali, ada petugas yang membuka dan mengeluarkan embrio untu dilihat dengan mata telanjang. Kemudian embrio ini dimasukkan lagi ke dalam sebuah kotak penyimpanan. Tentunya ada pengaruhnya dengan proses manual seperti ini. Beda dengan mesin yang memungkinkan embrio dapat tumbuh dalam suasana tneang dan tidak mengalami gangguan eksternal.


Oiya, sebelum penanaman embrio ke dalam kandungan calon ibu, Sunfert memberikan fasilitas psikoterapi. Ada ruangan khusus yang disediakan Sunfert dengan fasilitas yang bikin nyaman dan hepi.




Kemarin sempat ada yang bertanya, bagaimana dengan keinginan memiliki bayi kembar? Ternyata selama ini oleh Sunfert, calon ibu diarahkan untuk hanya memiliki calon baby tunggal. Artinya hanya sel telur terbaik saja yang dipertemukan dengan sperma. 

Apabila embrio yang ditanamkan di rahim ibu berhasil menjadi janin, Sunfert hanya memantau proses kehamilannya hingga usia 20 minggu. Setelah itu diharapkan ibu akan melanjutkan proses perawatan kehamilannya di rumah sakit lain, yang memiliki fasilitas dokter dan ruang persalinan.

Sunfert bahkan menerima calon pendonor sperma juga. Tentu ada syarat khusus bagi calon pendonor sperma ini, di antaranya akan dicek kesehatannya, psikologis, dan kualitas fisik. 

Bagi calon pendonor ini disediakan pula ruang khusus saat akan melakukan penetrasi di luar. Private room ini ada dua ruangan dengan suasana temaram. Disediakan film, musik, dan suasana ruangan yang tenang.





Bagaimana bila ada calon ibu yang ingin menggunakan pendonor? Sunfert memfasilitasi sesi konsultasi bagi calon ibu untuk bertemu dengan pendonor. Atau bisa juga melihat terlebih dulu calon ayahnya, dari foto dan data yang disimpan oleh Sunfert. Mereka bisa memilih ciri fisik, tinggi badan, warna rambut pendonor, biasanya dijadikan hal penting yang diinformasikan pada penerima donor. 

Sunfert bahkan mengijinkan perempuan lajang atau tidak menikah, untuk mengandung anak dari pendonor. Tidak ada batasan usia, asal sehat dan memiliki rahim. Bahkan perempuan menopause pun masih bisa hamil dengan menerima penanaman embrio dari sperma dan sel telur milik orang lain.

Prosesnya gampang banget, hari kedua setelah menstruasi berakhir dilakukan penanaman embrio. Setelah itu boleh pulang. Tidak perlu menjalani rawat inap di Sunfert.


Misalkan ada yang ingin menyimpan sel telurnya, apakah bisa? Tentu saja bisa. Seperti ada alasan kualitas sel telur yang bagus itu dimiliki oleh perempuan di bawah usia 30 tahun. Nah, ada juga pasien yang meminta diambil sel telurnya untuk disimpan di Sunfert. 




Meski ada batasan selama 10 tahun untuk penyimpanan ini. Jadi saat usia perempuan tersebut 37 tahun, dia bisa meminta penanaman embrio dari sel telur yang disimpanya sepuluh tahun yang lalu. Kualitas sel telur masih sama seperti saat perempuan tersebut berusia 27 tahun.

Solusi ini biasanya diambil oleh perempuan yang tengah meniti karirnya dan tidak ingin diganggu oleh proses kehamilan.

Bincang Bergizi dengan Dr. Eeson Sinthamoney

Dalam kunjungan kemarin kami sempat bertemu dengan dr. Eeson Shintamoney, Medical Director dan Fertility di Sunfert Hospital. Dokter yang ramah dan lancar berbahasa Indonesia ini menjelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami.




Ada empat penyebab subfertilitas yang ditututkan oleh dokter Eason. Berikut ini penyebabnya :

1. Faktor Sperma

Biasanya ada banyak kasus yang terlambat ditangani karena egoisme seorang laki-laki. Ketika sang istri tak kunjung hamil, dokter sebenarnya meminta pasangan suami istri memeriksakan diri bersama. Jadi bisa diketahui masalah sebenarnya. Karena dari fisik luar tidak bisa diketahui. 

Terlihat fisiknya sehat, namun siapa yang tahu dengan kualitas sperma yang dimilikinya? Biasanya masalah muncul dari jumlah sperma, mobilitas dan normalitas sperma.

2. Terjadinya Ovulasi

Perempuan yang memiliki jadwal menstruasi tidak tetap, umumnya akan mengalami masalah kesuburan. Harus dilakukan pemeriksaan, apakah perempuan ini mengalami sindrom polikistik ovarium atau polycystic ovarium syndrome (PCOS).

Pasien yang mengalami PCOS ini punya sel telur, namun ovulasinya tidak terjadi. Biasanya penyebabnya bisa karena masalah genetik. Pasien yang mengalami PCOS ini umumnya memiliki masalah kelebihan BB, jerawat, dan rambut rontok.


3. Tuba fallopi yang tersumbat
Biasanya terjadi karena pernah mengalami infeksi panggul. Atau pernah mengalami sakit di bagian perut yang bawah. Bisa juga disebabkan kelahiran normal yang tadinya tidak ada masalah. Namun karena berulang terjadi, suatu ketika salah satu tuba jadi tersumbat. 

4. Penyebab Lain-Lain
Bisa juga penyebab di luar itu. Yaitu pernah mengalami infeksi, mengalami pembedahan kista, endometriosis, atau kehamilan kedua dan seterusnya. Bisa saja muncul masalah kehamilan selepas proses persalinan. 

Tiap perempuan memiliki masalah yang tak sama. Jadi memang harus dilakukan pemeriksaan yang lebih seksama. Oiya kemarin kami menerima buku karya dokter Eeson, karena katanya bukunya berbahasa Indonesia. So many thanks, doc.

Dokter Eason juga menjelaskan bahwa selama ini Sunfert menawarkan program kehamilan untuk batas usia 46 tahun dengan menggunakan telur milik sendiri. Sementara yang pernah menggunakan telur milik orang lain, pernah ada pasien tertua usianya adalah 51 tahun.


Foto bayi yang dikirimkan
oleh keluarga pasien


Kemarin sempat dijelaskan oleh Michele, biaya yang harus dikeluarkan untuk program bayi tabung atau in fitro vertilization (IVF) adalah sekitar 23,800 MYR. 

Namun bila ada masalah dan sel telur memerlukan Preimplantation Genetic Screening (PGS) untuk memeriksa kromoson pada embrio, dikenakan biaya sebesar 37.800 MYR.



Silahkan hubungi :

Sunfert@Bangsar south 
Unit 2-2, Level 2, Nexus Bangsar South, 
No. 7 Jalan Kerinchi 59200 Kuala Lumpur, Malaysia 
Ph: +603 2242 3211, +6018 230 1818 (Sunfert General Careline) 
Fax: +603 2242 3168 
Email: info@sunfert.com 

Sunway Medical Centre


Rumah sakit berikutnya kami kunjungi pada hari ketiga saat di Kuala Lumpur. Sunway Medical Centre (SunMed) ini tergolong rumah sakit yang megah dengan memiliki empat tower. Saat ini proses pembanguna masih terus dilakukan untuk mengakomodasi pasien dari berbagai negara.

Mendapat julukan sebagi "Rumah Sakit Pariwisata Asia-Pasifik" tahun 2018 dan 2019 APAC Healthcare & Medical Tourism Awards.

Lokasi SunMed ada di kota Sunway City yang letaknya strategis di dekat Sunway Hotel, mall, universitas, dan tempat wisata Sunway Lagoon. Bahkan sebagian besar kamarnya menghadap Sunway Lagoon. 

Rumah sakit yang memiliki fasilitas lengkap dengan mengadopsi teknologi terbaru, fokusnya adalah pengobatan penyakit kanker. SunMed dikenal sebagai rumah sakit dengan kunjungan pasien internasional lebh dari 135 negara. 

Berikut teknologi terbaru yang dimiliki SunMed untuk berjuang menuju keunggulan klinis bagi pasiennya :

- Tomotherapy Radixact X9

SunMed adalah rumah sakit swasta pertama di Malaysia yang menggunakan alat ini. Radixact X9 ini digunakan untuk mengobati berbagi jenis kanker seperti kepala dan leher, tulang belakang, kanker paru, dan lainnya.



Nah, kemarin oleh petugas di ruangan ini, kami ditunjukkan semacam penahan kepala dan bahu yang personal dan unik. Biasanya untuk melindungi dari radiasi ketika perawatan kanker, pasien mesti diam dalam jangka waktu yang cukup lama. 

SunMed punya cara yang bikin pasien merasa nyaman saat menjalani pengobatan. Mereka boleh memesan penahan kepala dan bahu dengan beragam karakter superhero. Nantinya usai perawatan, pasien boleh loh membawa pulang karakter superhero. 




- Leksell Gamma Knife Icon

Alat Gamma Knife Icon ini menjadikan SunMed sebagai rumah sakit pertama di Asia Tenggara yang menggunakannya untuk pengobatan tumor otak. Ukuran tumor yang bisa diobati dengan Gamma Knife ini maksimal 5 cm. Sementara untuk perawatannya tergantung dengan banyaknya tumor. Kalo misal ukurannya kecil dan hanya satu titik, treatment nya minimal 20 menit. Yang paling lama selama ini sekitar 4 jam. Harganya sistem paket yaitu 30.000 MYR.

Bagi pasien dengan menggunakan Gamma Knife ini, pengobatannya menjadi lebih nyaman. Karena sebelumnya, pasien mesti mengalami pengobatan model tengkorak kepala yang harus dibor untuk treatment nya. 

Cara kerja alat ini hanya dengan menjepit kepala, jadi tidak ada lukanya. Jadi pasien bisa langsung pulang usai pengobatan dengan Gamma Knife ini. 



- Varian TrueBeam STx yang digunakan untuk mengobati berbagai jenis kanker
- 4-D PET/CT Scanner, digunakan untuk scan kanker dan sebelumnya harus dicek dulu gula darahnya. Sunway termasuk rumah sakit pertama yang memasang model terbaru untuk menciptakan pencitraan tumor dengan hasil paling akurat namun efek samping yang kecil.
- da Vinci Surgical System, alat untuk pengobatan dengan sistem bedah robotik untuk operasi invasif minimal. 
- Terapi Radiasi Intraoperatif (IORT), digunakan untuk mengobati kanker payudara stadium awal, tumor intra-abdominal, kanker kolorektal, dan ginekolog yang berulang.

Sunway Medical Centre merupakan rumah sakit dengan pengobatan yang fokus pada segala macam kanker. Bahkan sudah diakreditasi oleh ESMO (Europeans Society for Medical Oncology), sebagai Pusat Perawatan Onkology Terpadu dan Perawatan Paliatif untuk periode tahun 2019 - 2021 

Pasien dari luar negeri yang datang berobat kebanyakan dari Indonesia, Jepang, Arab,  dan Mandarin. Sunway bahkan menyediakan penterjemah untuk empat negara di atas dengan ruangan konsultasi sendiri. Paling banyak pasien yang berobat datang dari Indonesia, sebanyak 60%.

Dengan dokter sebanyak lebih dari 200 spesialis, 60 sspesialisasi dan sub-spesialis. Bahkan ada dua medical dokter dari Medan dan Jakarta. 

Saya merasa kunjungan di Sunway ini mirip work out. Berjalan mengitari seluruh tower (ada 4 tower), yang tak begitu terasa. Karena ruangan dan lantai demi lantai memiliki desain interior yang menarik.

Di tower A diperuntukkan menerima pasien paling banyak dari Indonesa dan China. Tower A merupakan one stop center untuk semua pemeriksaan. Dari cek up, tes urin, tes darah, dilakukan di sini. Kemudian setelah itu pasien diberikan kupon untuk menikmati makan di kafetaria. Dan hasilnya bisa diketahui dalam waktu 4 jam. 

Di sini juga ada Lotus Room, yaitu semacam ruangan theatre yang bisa digunakan keluarga pasien untuk menyaksikan jalannya operasi pembedahan. 


Ruang Untuk Rawat Inap, Bagaimana?

Dari tadi ngomongin tentang pengobatan yang langsung bisa pulang. Atau cek up yang hasilnya juga segera diketahui dalam waktu 4 jam, nggak perlu rawat inap. 

Trus gimana misalkan pasien ternyata kudu menjalani rawat inap?
Tentu saja ada dong, karena Sunway memiliki 636 tempat tidur berstandar internasional yang diperuntukkan bagi pasien. 

Yuk cek ketiga kamar yang saya kunjungi. Berikut ini yaa :

Presiden Suite Room : ulalaaa, ini lah ruang satu-satunya yang dimiliki oleh Sunway Medical Center. Fasilitasnya adalah ruangan untuk pasien dengan sofa bed, ruang tidur untuk keluarga, ruang tamu. Bahkan terdapat dapur, tempat makan, ruang khusus perawat. 



Yaling menakjubkan adalah halaman luas dengan pemandangan menghadap indahnya Sunway Lagoon. Kamar ini bisa dihuni dengan harga 9.000 MYR per malam.

Pemandangan Sunway Lagoon dari kamar

Kamar berikutnya adalah dua jenis dengan perbedaan harga dan pemandangan keluar jendela. Yang pertama dengan tarif 1.288 MYR per malam untuk pemandangan ke arah kota atau Sunway Lagoon. Sementara yang satunya adalah menghadap ke arah dinding dengan tarif 350 MYR per malam. 




Namun meski mengenakan harga berbeda jauh, fasilitas ketiga jenis kamar ini khususnya untuk tempat tidur adalah sama. Ada fitur scan yang dipasang di tempat tidur, dan terkoneksi langsung ke layar monitor di ruang perawat. 

Perawat yang sedang bertugas bisa mengawasi dari monitor tentang kondisi pasien. Mulai dari waktu tidur, bangun tidur, meninggalkan tempat tidur, atau tengah membutuhkan perawatan darurat. Perawat akan segera datang tanpa perlu dipanggil sebelumnya.




Untuk mengetahui lebih lanjut jenis perawatan di Sunway Medical Centre, bisa menghubungi alamat berikut.


Sunway Medical Centre 
No. 5 Jalan Lagoon Selatan, Bandar Sunway, 47500 Selangor, Malaysia. 
Ph: +603-7491 9191 / 5566 9191 
Fax: +603-7491 8181 
Email: smc@sunway.com.my 


Thomson Hospital Kota Damansara

Rumah sakit Thomson ini dibangun tahun 1994 dengan harapan memberikan perawatan medis dengan peralatan canggih dan harga terjangkau.


Rumah sakit ini terlihat cukup sibuk dengan pasien di lantai 1. Ada beberapa unit khusus untuk berbagai perawatan spesialisasi.

Kami diajak ke lantai 3 yang memberikan fasilitas Fertilitas TMC. Rumah sakit ini salah satunya memang menyediakan pelayanan yang fokus pada masalah kehamilan. Dalam 20 tahun terakhir, tingkat keberhasilan program IVF termasuk yang tertinggi.

Di sini kami bahkan bisa menyaksikan tabung-tabung dalam ruang kaca, tempat embrio disimpan. Untuk proses nya dengan menggunakan mesin warna biru, fungsinya untuk memotret embrio. 


Sementara di ruang lainnya dengan kaca yang membatasi di antara kami, terdapat tempat penyimpanan sperma dan sel telur. Perlu kalian tahu, ruang penyimpanan di sini sangat banyak peminatnya. Sering banget sampai penuh saking banyaknya yang ingin menyimpan di Thomson.




Untuk tempat penyimpanan sperma, sebenarnya bisa dilakukan hingga jangka waktu yang lama. Namun sesuai peraturan undang-undang di Malaysia, sperma hanya boleh dititipkan selama 10 tahun. Nanti bisa diperbarui lagi bila ingin menitipkannya di dalam tabung-tabung tersebut.

Namun Thomson hanya menyediakan sperma yang sesuai dengan ciri fisik calon ibu. Mereka hanya mempertemukan sel telur dan sperma dengan kesesuain satu etnis. Terkesan konvensional sih. 

Nah untuk biaya program IVF di Thomson boleh dibilang lebih rendah dibanding Sunfert. Biaya sebesar 14.900 MYR ini udah termasuk untuk konsultasi, proses USG, biaya laboratorium, prosedur IVF, obat-obatan, dan stimulasi ovarium.

Nah, ada yang unik di sini, yaitu bila seorang perempuan berhasil dalam proses penanaman embrio, silahkan bunyikan lonceng. 


Sebuah selebrasi yang nantikan akan mendapatkan support atau aplaus dari pengunjung rumah sakit saat itu. Sesuai banget dengan moto rumah sakit yaitu "Celebrating Life".


Thomson Hospitals Sdn. Bhd.
(Formerly Known as Tropicana Medical Centre (M) Sdn. Bhd.)

11, Jalan Teknologi, PJU 5,
Kota Damansara, 47810 Petaling Jaya,
Selangor Darul Ehsan, Malaysia
Telephone : +603 6287 1111
Fax : +603 6287 1212
Website: https://thomsonhospitals.com



Enggak kepanjangan kan ya artikel kunjungan di tiga rumah sakit saat saya di Malaysia ini? Ini sebenarnya pengen  nulis ya artikel untuk perawatan secara detil. Terlebih sebelum keberangkatan saya ke Kuala Lumpur, ada beberapa teman yang japri. Mereka meminta saya secara khusus untuk bertanya sedetil mungkin tentang program bayi tabung. 

Semoga yang sedikit saya tuliskan bisa membantu teman-teman. Kalo ingin mendapatkan informasi lebih banyak, langsung aja menghubungi perwakilan Malaysia Healthcare Travel Council yang ada di Jakarta. Silahkan hubungi Renata Devita di nomer : 0812-8971-0029.

Sampai jumpa dengan cerita saya tentang kesehatan berikutnya ya. Wassalamualaikum.

Dokumentasi & Materi :
- Dokumentasi pribadi
- Materi dari wawancara, sharing, leaflet
Reading Time: