My Mind - Untaian Kata Untuk Berbagi

Senin, 14 Juni 2021

Belanja Pot Terakota di Kasongan Jogjakarta, Lebih Murah atau Mahal?
Juni 14, 2021 23 Comments

 


Assalamualaikum Sobat. Kota Jogja katanya terbuat dari kangen dan kenangan. Ada juga yang bilang kalo Jogja adalah kota mantan. Ahh syudah lah terserah apa kata netizen. 


Yang jelas Jogja bagi saya dan suami, bahkan anak-anak kami, adalah kota yang banyak menyimpan memori. Dari masih pacaran, saya dan suami udah sering ke Jogja. Eh ngapain aja berdua ke Jogja? Jangan ngeres dulu ah pikirannya, hahahaa. 

 

Ceritanya suami pacar waktu itu diminta tolong anter duit untuk adiknya yang ngekost di Jogja. Jaman belum ada mesin ATM, ketahuan ya kami kuliah tahun berapa,wkwkwk. Tapi seringnya ke Jogja untuk ngurus pekerjaan kantor. Lah kok ternyata aku udah suka ngekor calon suami sejak sebelum nikah. Hmmm.


Tapi pernah juga kami beberapa kali pergi nggak berdua aja. Bareng teman-teman kantor, teman dolan, bahkan sama keluarganya juga. 


Begitu menikah Jogja makin sering disambangi. Anak-anak pun diajak sambil pulang nya mampir wisata. Jadi kalo ada yang nanya, udah berapa kali ke Jogja? Maaf saya lupa saking seringnya ke Jogja.


Apalagi sejak tahun 2013, suami bekerjasama dengan minimarket untuk merenovasi gedungnya. Dan Jogja masuk dalam salah satu kota yang jadi tanggung jawab suami. Otomatis kota Jogja makin sering dikunjungi. Meski nggak setiap suami ke Jogja, saya lantas ikut. Biasanya lihat situasi juga. 


Staycation keluarga suami

Kebetulan tanggal 10 April 2021 saya dan keluarga kembali mengunjungi kota Jogja. Kali ini bersama keluarga suami. Ada mbak ipar dan suaminya, adik ipar dan suami juga anak-anaknya. Kami menginap di Crystal Lotus Hotel yang letaknya dekat dengan Sleman City Mall. Jadi kalo kalian datang dari arah Muntilan, hotel ini terletak di sisi kanan jalan. Setelah Jombor dan Sleman City Hall. Baca aja yuk review ala saya.


Silahkan baca : Hotel Murah di Jogja Dekat Jombor


Jadi tulisan ini adalah kelanjutan dari cerita menginap di Crystal Lotus Hotel. Malam sebelumnya di grup WA keluarga udah nanya mau kemana aja selama di Jogja. Mengingat kondisi pandemi, kami sengaja nggak ingin wisata seperti biasanya. Daaan... mumpung sedang di Jogja, kami memutuskan untuk jalan-jalan di Kasongan. Siapa tahu ada yang pengen belanja pot terakota. 


Dari anak dan menantu Ibu mertua, cuma 2 orang yang nggak suka berkebun. Udah kebayang sih hari ini bakalan nggak sekadar jalan-jalan. Pasti bakal ada yang belanja pot terakota atau malah borong borong, hahahaa.


Pot Terakota Yang Sedang Happening

Sejak pandemi kegiatan yang berhubungan dengan hobi makin marak. Terutama menghias rumah dengan tanaman. 


Namun saya dan adik ipar sejak lama banget udah suka berkebun. Hanya mbak ipar yang tinggal di Pekalongan yang baru memulai hobi berkebun. Dulunya sih ada tanaman di bawah pohon Mangga, namun kurang begitu diperhatikan. Hanya disiram gitu aja.


Sejak pandemi, koleksi tanaman Mbak kami bertambah. Saat dia mengirim gambar tanaman koleksinya, komentar di antara anggota keluarga pun ramai. Karena koleksi tanamannya nyaris menutup teras depan rumah. Pot tanaman ditaruh di rak-rak yang sengaja dibuatkan oleh menantunya.


Saat itu pandemi baru berjalan tiga bulanan. Kebayang deh tiap minggu pasti Mbak ipar borong tanaman. Dan saya teringat dengan kiriman paket belanjaan dari toko online yang hampir seminggu sekali datang ke rumah. Hmmm, sama aja nih.


Selain tanaman, baju untuk mempercantik tanaman pun tak kalah marak. Dari pot dengan bahan baku plastik, rotan, eceng gondok, dan yang sedang happening adalah tanah liat atau kerap disebut terakota.

Siapa yang nggak gemes
lihat pot kece gini?!

Awalnya pot Terakota ini hanya untuk tanaman sukulen dan kaktus. Ada juga yang digunakan untuk menanam anggrek, bentuknya ada yang berlubang. Seiring pandemi yang diikuti merebaknya hobi berkebun, pot terakota ikutan naik daun.


Mengapa Pot Terakota?

Entah siapa yang memulai, namun sa at tanaman diberi baju pot terakota memang terlihat cantik. Bahan pot yang terbuat dari tanah menjadi kontras dan keren. Coba deh dilihat tampilan tanaman di bawah ini.



Tanah liat yang merupakan bahan pot terakota memiliki keunggulan kalo dipandang dari sudut keberlanjutan pemakaiannya. Bentuknya juga beragam, memiliki keunikan, dengan bentuk lucu yang bisa jadi hiasan menarik.



Gemes ada anak gajah

Pot terakota memiliki keunggulan dengan pori-pori karena terbuat dari bahan alam tanah liat. Perkembangan akar menjadi lebih baik dengan lancarnya ketersediaan udara. Kelembabannya terjaga dan mudah menyesuaikan saat musim kemarau maupun musim hujan. Jadi meski setiap hari saya siram air ke media di pot terakota, tanaman aman saja. Hasilnya terlihat saat pot terakota saya pakaikan untuk tanaman monstera, tumbuh subur dan rutin muncul daun baru.


Namun disamping memiliki keunggulan tentu juga ada kelemahannya. Yaitu harga relatif lebih mahal dibanding pot plastik. Meski ada juga dengan ukuran sama namun harga juga bisa lebih mahal pot plastik. Terutama kalo pot plastik terbuat dari bahan yang berkualitas bagus.


Ada lagi kelemahan lain dari pot terakota? Ada pastinya. Pot terakota ada yang terbuat dari tanah liat yang tipis cenderung gampang retak bahkan rawan pecah. Terutama kalo kalian masih memiliki putra putri di bawah usia 10 tahun yang suka lari-lari di dalam rumah. Jadi bukan salah putranya ya, salah yang naruh pot di area bermain di dalam rumah, hihiii.


Perawatan Pot Terakota

Kekurangan pot terakota selain rawan retak atau peceh masih ada lagi. Terutama kalo saat membeli pot masih polos dan belum berglasir. Biasanya seiring waktu pot terakota ini akan tumbuh lumut atau jamur putih. 


Tumbuh jamur putih

Namun nggak perlu bingung juga. Kalian bisa membersihkan jamur putih itu dengan lap atau sikat. Memang perawatan pot terakota lebih ribet dibandingan pot plastik yang cukup disirap air udah bersih. Namun kalo kalian telateh membersihakannya tiap periode tertentu, kegiatan ini anggap aja sebagai bagian dari berkebun.


Ada solusi agar pot terakota tidak muncul jamur dibagian luar. Setelah membeli dan sebelum digunakan untuk menanam tanaman, lakukan satu hal ini. Yaitu lapisi pot terakota dengan cairan pelindung. Tentunya pilih cairan yang aman untuk tanaman karena nantinya akan meresap di bahan pot yang alami.


Untuk bahan cat ada banyak pilihan. Namun saya lebih menyukai warna coklat alami yaitu pernis bening. Bahan ini tidak mengandung zat warna namun bisa sebagai pelindung pot terakota dari paparan sinar matahari hingga goresan suatu benda. Pot juga lebih terlhat berkilau dibanding yang tidak diberikan cat pernis.


Mau Belanja Pot di Jogja? Lebih Murah atau Mahal?

Ada yang bilang kalo beli pot terakota enak di tempat produsennya. Benar kah saran ini? Tergantung bila lokasi produksi memang dekat dengan tempat tingal kalian. Kalo kalian ingin mendapatkan pot terakota dengan harga murah solusinya dengan melakukan perbandingan.


Sebelum pandemi, sekitar tahun 2005 saya udah pernah ke Kasongan untuk membeli pot terakota. Saat itu Kasongan belum terlihat seperti sekarang ini. Perubahan memang nampak setelah gempa yang terjadi di Kasongan pada tahun 2006.


Seperti yang udah saya sebutkan di awal tulisan ini, saya kerap menemani suami kalo kerja di Jogja. Saat itu usia si bungsu udah 5 tahunan. Jadi seberes ngurus kerjaan, kami diajak suami menginap di hotel. Esok paginya wisata di kebun binatang Gembira Loka dan mampir ke Kasongan belanja pot dan lainnya.


Belanja pot terakota
di Kasongan

Nah belanja pot terakota, kursi atau meja dari bahah tanah liat di Kasongan memang terkesan lebih murah. Bandingkan saja saat tahun kemarin saya belanja pot terakota di Semarang, ukuran diameter 22 harganya 48 ribu. Tinggi pot sama dengan ukuran diameternya. Sementara pada bulan April 2021 kemarin, saya belanja pot di Kasongan dengan ukuran diameter 30 cm dan tingginya 40 cm harganya 35 ribu rupiah.


Jadi lebih murah beli di Kasongan? Iya! Tapi kalo kalian khusus datang ke Kasongan untuk beli pot terakota jatuhnya jadi mahal. Hitung aja ongkos BBM, makan sekeluarga, biaya tol, dan lainnya tentu biayanya banyak. Lebih enak beli di kota asal, kan?!


Berbeda jika tujuannya wisata di beberapa destinasi wisata dan pulangnya kalian mampir belanja pot di Kasongan. Berasa wisata belanja. Dan ingatan biaya perjalanan nggak dirasakan, hahahaa.


Intinya bila kalian sedang wisata di Jogya, boleh aja mampir ke Kasongan belanja pot. Namun kalian harus memperhatikan juga kapasitas ruang untuk menyimpan pot selama di perjalanan. Bagi kalian yang membawa mobil pribadi, perhatikan dulu apakah masih ada ruang di bagasi mobil. Jangan sampai terjadi, udah kalap belanja pot saking harganya murah, eh nggak ada ruang kosong di bagasi mobil. Kecuali kalian beli pot ukuran kecil untuk sukulen. 


Tips dari saya, perhitungkan ruangan kosong di bagasi mobil. Jangan mengambil jatah tempat penumpang menyelonjorkan kaki untuk meletakkan pot. Karena perjalanan jauh menjadi nggak nyaman bila berdesakan dengan pot atau barang belanjaan lainnya. Dan saat liburan menjelang bulan Ramadan kemarin, saya hanya beli 1 pot ukuran besar di Kasongan. Harganya muraaah. Cuma 50 ribu rupiah untuk ukuran pot diameter 60 tinggi 70 cm.


Oiya di Kasongan ini hampir semua toko yang menjual pot terakota akan memasang harga yang sama. Jadi kalo kalian ingin belanja dan menemukan pot yang sama, nggak perlu membandingkan harga. Misalkan selisih juga nggak banyak. Paling lima ribu rupiah, biar lah untuk rejeki toko yang udah dipilih sejak awal. 


Oke sob, sekarang udah bisa memutuskan ya enak belanja pot terakota di kota tempat tinggal atau di Kasongan Jogja. Atau kalian mengetahui tempat produksi pot terakota selain di Kasongan? Cerita dong di kolom komentar. Siapa tahu setelah pandemi saya berkesempatan jalan-jalan di tempat tersebut. Terima kasih sudah menyempatkan diri membaca cerita ini. Wassalamualaikum.

Reading Time:

Kamis, 10 Juni 2021

Bisnis Renovasi Rumah Tetap Berjalan Meski Pandemi
Juni 10, 2021 20 Comments

Assalamualaikum Sobat. Menjadi pekerja mandiri sudah digeluti suami saya sejak tahun 2001. Suka duka yang menjadi pengalaman hidup tentu saja banyak. Saya cerita sisi duka terlebih dulu aja. Mulai dari modal kecil dan terbatas, tagihan yang kadang tidak tepat waktu, biaya tak terduga yang bikin kepala pening, dan lainnya.


Kalo dukanya bikin kepala pening, mengapa masih senang aja menjadi pekerja mandiri? Mengapa nggak menjadi karyawan lagi, kan enak menerima gaji bulanan rutin?


Nah itu lah, ternyata di antara sekian duka yang udah kami nikmati, lebih banyak sukanya. Yang pertama tentu saja kalo keuntungan bersih bisa menambah pundi-pundi tabungan. Dari tabungan ini bisa mengantarkan kami berdua berangkat menunaikan ibadah haji tahun 2014. 


Kesukaan yang lain adalah kami adalah bos yang bisa mengatur waktu kerja sesuai kebutuhan. Sebagai makhluk sosial tentu saja sesekali kehadiran kami dibutuhkan oleh keluarga. Menyambung silaturahmi ketika ada keluarga yang memiliki hajat, atau takziyah, dan lainnya. 


Bahkan kami bisa memilih liburan ketika orang lain tengah bekerja di kantor. Ini nih yang paling saya dan suami sukai karena bisa menentukan libur kapan aja tanpa memikirkan cuti. Jadi di tempat wisata kami bisa menikmati suasana dalam keadaan tak begitu ramai. Beda kan ya kalo weekend atau long weekend yang biasanya banyak pengunjung.




Bisnis yang menjadi bidang kerja suami memang udah panjang usianya. Namun juga belum berkembang besar karena suami lebih mengutamakan model kerja layaknya sahabat baik. Salah satu caranya adalah menjaga silaturahmi dengan klien. Jadi semua urusan pekerjaan ditangani langsung. Ada yang tidak beres pun dicarikan solusinya oleh suami. Dari sini dia memiliki pengalaman yang kaya yang sebenarnya ingin diwariskan pada anak-anak. Dan si sulung udah mulai belajar dengan terjun langsung menjadi asisten ayahnya.


Beberapa Hal Yang Menjadi Pelajaran Bila Ingin Bisnis Berjalan Lancar :


1. Visi dan Misi Yang Jelas

Ketika kamu memulai bisnis, buat rencana bisnis yang fleksibel dan selalu berinovasi. Siapkan visi dan misi yang jelas tentang bidang usaha yang akan kamu rintis.


2. Mempunyai Catatan

Meski teknologi bisa menjadikan gawai sebagai penyimpan semua data kita. Tak ada salahnya memiliki buku agenda untuk mencatat detil usaha. Catat aja semua hal dari yang penting sampai hal remeh. Dari modal, biaya operasional awal, sampai calon klien potensial yang akan dijaring.


3. Fokus Pada Satu Bisnis

Saat memulai usaha, tetapkan niat untuk hanya pada satu bidang usaha. Seperti suami yang memiliki usaha renovasi dan membangun gedung sejak awal. Dia sempat tergoda menyalurkan keuntungan bisnis pertama untuk memulai bisnis kedua.

Fokusnya terbagi, keuangan pun jadi terpecah. Dan akhirnya bisnis kedua enggak berjalan lancar karena tidak dipegang langsung olehnya. Jadi pastkan dulu bisnis pertama ini stabil baik dari segi modal, SDM, juga kebutuhan lainnya.


4. Pilih Bisnis Yang Kita Kuasai

Ini penting banget kalo ingin bisnis berjalan lancar. Suami sebenarnya bukan lulusan Teknik Sipil. Namun dia sudah memiliki pengalaman bekerja di sebuah perusahaan konstruksi selama 14 tahun saat memulai bisnisnya. Dia banyak belajar selama menjadi karyawan, dari mulai staf paling bawah hingga meningkat jadi kepala bagian. 

Relasinya juga udah banyak, enggak hanya buruh, tapi juga toko material, dan penyuplai untuk usaha renovasi rumah. 


5. Bekerja Dengan Jujur


Ini merupakan modal kerja yang bisa menjadi berkah tersendiri. Ketika mengerjakan proyek renovasi rumah, jujur menjelaskan sejak awal adalah keharusan. Ibaratnya ribut di awal sebelum proyek pekerjaan dimulai. Karena biasanya orang membangun atau merenovasi rumahnya, bakal menemukan keinginan baru. Apabila tidak mengubah budget yang udah ada direncanakan sih nggak masalah. Namun kalo perkembangan pekerjaan meminta tambahan dan tidak ada dalam SOW, tentu saja harus menambah anggaran. Kadang hal ini bisa menyulut pertikaian bila tidak diungkapkan sedari awal.


6. Pekerjaan Tepat Sesuai Jadwal

Klien tentu senang dan puas bila pekerjaan yang dilaksanakan bisa berjalan sesuai jadwal yang disepakati. Tentu saja pekerjaan ini harus sesuai yang ada dalam perencanaan. Bila ada pengubahan bentuk, penambahan bangunan yang tidak ada dalam SOW, ya pasti akan ada pengunduran jadwal penyelesaian. Biasanya klien juga mengerti bila terjadi hal seperti ini.


7. Perlakukan Klien Sebagai Raja

Klien adalah majikan kita hingga pekerjaan renovasi rumah selesai dan diserahterimakan. Ada juga perawatan setelah serah terima. Biasanya berupa perbaikan kecil karena kerusakan yang muncul kemudian. Bisnis renovasi rumah ini merupakan jasa. Jadi memperlakukan klien dengan baik, jujur, mewujudkan permintaannya bisa menuai hal positif. 

Suami sering menerima pekerjaan renovasi atau membangun gedung dari orang yang sama. Atau direkomendasikan pada teman, kerabat, atau tetangganya. Tentu ini jadi berkah karena menunjukkan pekerjaan sebelumnya telah memuaskan klien.


8. Siap Menerima Kritikan

Untuk mampu bertahan hingga jangka waktu lama dalam bisnis ini, suami terbuka menerima kritikan atau saran dari klien. Meski ada hal tidak cocok, tapi karena merupakan permintaan klien, ya udah dituruti aja. Yang penting pekerjaan itu tidak membahayakan pekerja atau melanggar hukum.


9. Siapkan Modal Usaha

Saat awal memulai bisnis renovasi ini, suami mengambil dana dari tabungan kami. Dulu dia mendapat pekerjaan renovasi di Mall Ciputra. Pengerjaan mengganti lantai keramik yang harus dikerjakan ketika mall udah tutup. Saat itu dia masih bekerja di perusahaan konstruksi. Karena dilakukan saat malam hari, tentu nggak mengganggu jam kerjanya. Modal renovasi ini nggak begitu banyak. Masih bisa ngambil dari tabungan kami.

Namun seiring dengan makin banyaknya proyek pekerjaan yang suami terima, tentu saja membutuhkan modal yang tidak sedikit. Apalagi kalo mendapat pekerjaan proyek kerjasama dengan pemerintah. Wah suami harus menyiapkan dana yang tidak sedikit. 



Biasanya suami mengajak patungan dengan temannya yang memiliki dana di bank. Daripada disimpan di tabungan dan mendapatkan bunga kecil, mending diinvestasikan untuk proyek pekerjaan. Nantinya suami akan menghitung prosentasi dari total modal yang disetorkan untuk perhitungan pembagian keuntungan.


Namun bisa juga suami menggunakan modal sendiri kalo dianggap mampu memenuhi biaya operasional pekerjaan. Biasanya ini dilakukan untuk pengerjaan yang membutuhkan waktu singkat. Otomatis pembayarannya juga nggak butuh waktu lama. Tagihan bisa langsung cair dan masuk rekening usaha.


Nah kadang proyek seperti ini bisa juga mundur pembayarannya. Ini yang kadang bikin pusing kami pengusaha bermodal kecil. Karena modal itu harus terus berputar untuk pengerjaan proyek berikutnya. Bila pembayaran klien tidak tepat sesuai janji, bisa mengganggu proyek berikutnya. Akhirnya suami pun mencari modal dari pinjaman sebuah lembaga keuangan. Karena kebutuhan material proyek bisa mendadak harus dipenuhi. Kan rugi kalo pekerja di lapangan nganggur gara-gara material kosong.


Tips Memilih Pinjaman Online Yang Terbaik :



Saat ini banyak platform pinjaman online yang menawarkan kemudahan dalam genggaman. Artinya adalah dengan modal gawai dan data internet, setiap orang bisa menikmati fasilitas pinjaman sesuai kebutuhannya.


Karena itu sebelum menentukan pilihan pinjaman online, pastikan yang terbaik dan bisa dipercaya yang jadi pilihan. Syaratnya antara lain :


- Terdaftar di OJK

Sebelum kamu download, pilih dan cek terlebih dahulu Aplikasi Pinjaman yang dah terdaftar di OJK. Perusahaan aplikasi pinjaman online yang resmi terdaftar di OJK akan mentaati peraturan yang berlaku. Mulai dari cara penagihan, besarnya suku bunga, dan menjamin keamanan data nasabah.


Sementara perusahaan pinjaman online yang tidak terdaftar di OJK, atau disebut juga ilegal. Biasanya berani melanggar aturan OJK. Ciri-cirinya adalah melakukan ancaman pada nasabah saat menagih.


- Pastikan Bunga dan Biaya Transparan

Sebelum mengajukan pinjaman, cek terlebih dulu besaran bunga yang ditetapkan. OJK menetapkan bahwa perusahaan fintech hanya boleh menentukan bunga tidak boleh lebih dari 0,8 % per hari. Jadi kalo kamu melihat bunga di pinjaman online sebesar 1% perhari, jangan dipilih.


- Pelajari Biaya Yang Dikenakan Saat Meminjam

Biasanya nasabah juga dikenakan biaya selain bunga pinjaman. Masing-masing fintech memiliki keijakan sendiri untuk penentuan besaran biaya. Biaya yang dimaksud adalah biaya administrasi dan biaya keterlambatan. Pinjaman online yang aman dan terpercaya akan menjelaskan secara detil biaya yang ada.


- Pahami Resiko Bila Telambat Membayar Cicilan

Saat kita meminjam, kadang nggak tahu dengan kondisi keuangan pada bulan berikutnya. Namanya berhutang, bila tidak tepat waktu pembayaran tentu akan ditagih. Perhatikan tanggal jatuh tempo, dan denda yang harus dibayar. Pinjaman online yang terpercaya adalah yang melakukan penagihan dengan poses sesuai aturan OJK. 


Tentunya kamu tidak ingin pembayaran pinjaman tersendat hingga menjadi catatan tersendiri yang akan mempengaruhi status kredi di BI. Kadang kamu nggak pernah tahu kapan membutuhkan uang untuk modal usaha atau untuk membayar semesteran kuliah anak. Jejak kredit yang bagus akan membuat kamu mudah untuk melakukan pinjaman lagi.


Saat ini salah satu pinjaman online langsung cair dalam hitungan menit adalah Tunaiku. Tunaiku merupakan teknologi finansial atau Fintech pertama di Indonesia yang bergerak menyediakan pinjaman uang online tanpa agunan. Dengan dukungan teknologi dan data analitik yang canggih, Tunaiku mampu melayani nasabah dengan sangat cepat selama 24 jam dan persyaratan yang mudah.


Tunaiku merupakan produk digital pinjaman tanpa agunan dari PT. Bank Amar Indonesia Tbk yang dimilii oleh perusahaan multinasional bernama TOLARAM. Perusahaan ini telah berdiri lebih dari 60 tahun dengan pengalaman yang banyak. TOLARAM bergerak di berbagai bidang bisnis antara lain barang kebutuhan sehari-hari, pelayanan digital, energi, dan infrakstuktur yang tersebar di Afrika, Eropa, dan Asia dengan kantor pusat yang terletak di Singapura.



Banyak testimoni dari pelanggan yang memilih pengajuan pinjaman di Tunaiku karena praktis, cukup dengan KTP, tidak memerlukan NPWP dan kartu kredit. Pengisian formulir pengajuan online hanya membutuhkan waktu 10 menit. Untuk jumlah pinjaman juga bisa menyesuaikan kebutuhan. Jumlahnya bisa mencapai 20 juta dengan jangka waktu cicilan yang panjang hingga 20 bulan. Tunaiku juga aman dan transparan tanpa biaya tersembunyi.


Penghargaan yang telah diraih oleh Tunaiku - Amarbank :




Indonesia's Most Popular Digital Financial Brands Award 2020, Top SME Lender 2020 dari Infobank, Top Digital Awards 2020 dari It Works, dan Award Best Bank 2020 dari Majalah Investor Reffrensi Investasi.


Nah udah cukup panjang ya cerita pengalaman suami membangun bisnis renovasi dan membangun rumah atau gedung. Tidak setiap usaha bisa berkembang tanpa mengalami kesulitan. Namun bisnis yang tetap berdiri dan berjalan adalah usaha yang tak kenal lelah dilakukan dengan kejujuran dan ketekunan. Semoga bermanfaat ya. Wassalamualaikum.

Reading Time:

Sabtu, 05 Juni 2021

Cara Masak Ketupat Hemat Gas, Cuma 40 Menit Dengan Hasil Bagus dan Padat
Juni 05, 2021 14 Comments

 


Assalamualaikum Sobat. Lebaran telah usai. Gimana kabar ketupat, opor dan sambel goreng sobat? Udah abis pasti ya. Udah bosan juga makan ketupat dan opor. Saatnya kembali ke makanan sehat lagi, hahahaa.


Seharusnya saya tayangkan tulisan ini sebelum lebaran. Maksudnya agar sobat bisa mengikuti cara saya masak ketupat yang praktis, hemat waktu, hemat gas atau bahan bakar lainnya, juga mendapat hasil yang bagus. Kalo resep opor dan sambel goreng sudah pernah saya tuliskan di blog ini. 


Silahkan baca : Resep Opor dan Sambel Goreng Untuk Lebaran


Tapi gak apa lah ya, kan bisa juga tips ini dipakai kapan pun ketika sobat pengen bikin ketupat. Nggak harus lebaran juga kan masak ketupat?! 


Terlebih ketupat itu bisa dipadukan dengan beragam masakan. Indonesia memiliki kekayaan kuliner yang luar biasa. Dengan ketupat, kalian bisa menikmatinya bersama sayur lodeh. Atau boleh juga dengan pecel dan bakwan sayur. Mantap surantap deh rasanya. Jadi nggak harus saat hari raya aja dan dinikmati bersama opor serta sambel goreng.


Karena udah beberapa kali nyoba masak ketupat dengan cara 40 menit kelar dan sukses. Tentu aja saya akan bagikan pengalaman ini. 


Cara Masak Ketupat Dengan Lebih Hemat

Tahun lalu saya sempat nyoba masak ketupat dengan langkah 12 menit. Namun hasilnya saya kurang puas. Karena ketupatnya enggak tahan lama. 


Jadi tahun ini saya memilih masak dengan waktu yang berbeda. Saya pilih masak ketupat model 40 menit. Caranya gimana? Yuk baca terus tulisan ini, sob.


Siapkan bahannya, yaitu selongsong ketupat. Saya beli jadi aja karena udah lupa cara bikin selongsongnya. Namun kalo kalian ingin bikin sendiri bisa loh nyontek dari video di beberapa akun channel YouTube.


Kalo saya pilih beli di pasar, karena waktu lebaran kemarin sebenarnya tubuh sedang butuh istirahat. Jadi saya mengerjakan hal-hal yang mudah aja. Masak ketupat ini juga mudah. Saya hanya menyiapkan bahan-bahan. Kemudian saat masak ada anak-anak dan suami yang bantu mengerjakan. Saya sebagai pengawas duduk di kursi aja, hahahaa.

Bahan Ketupat :

- 10 buah selongsong ketupat

- 1 kg beras, cuci bersih dan rendam selama 30 menit, tiriskan

- 1 sdm garam

- 5 daun pandan

- Air, disesuaikan


Cara Membuat :

1. Buka ujung ketupat, dan isikan beras ke dalam sampai 3/4. Jangan separonya atau sampai penuh. Isikan ke semua ketupat hingga selesai. Kemudian tutup bagian ujungnya dengan menyisipkan ke dalam sela-sela anyaman.



2. Rebus air hingga mendidih. Untuk airnya dikira-kira aja ya.

3. Masukkan ketupat ke dalam panci. Masukkan garam dan daun pandan. Usahakan ketupat tenggelam dalam air. 


4. Begitu udah mendidih, mulai menghitung waktu masak. Rebus hingga 15 menit. Jadi proses masak 15 menit ini dihitung saat air mendidih. Begitu 15 menit sudah berlalu, matikan api kompor. Posisi panci dalam keadaan tertutup rapat. Diamkan selama 30 menit dan jangan dibuka tutupnya.

5. Begitu sudah 30 menit, cek airnya. Tambahkan air jika surut, hingga ketupat tetap berada di bawah air. Rebus kembali dan tunggu hingga mendidih untuk mulai menghitung waktu masak selama 15 menit. Lakukan hal sama seperti langkah nomer 4.


6. Setelah 30 menit, tambahkan lagi air bila surut. Kemudian rebus kembali dengan penghitungan mulai air mendidih selama 10 menit.

7. Setelah 10 menit, matikan apinya. Angkat dan tiriskan, biarkan agak dingin.



8. Ketupat siap dipotong dengan cara dibelah serong. Sajikan bersama lauk favorit keluarga.

Ketupat nya padat dan awet
selama tiga hari

Mudah banget kan cara masak ketupat ini. Cukup dengan waktu merebus selama 40 menit, ketupat udah matang dan padat. Jadi sobat nggak perlu lagi ngantuk-ngantuk nungguin rebus ketupat selama 4 jam.



Untuk menyimpan ketupat, cukup digantung aja. Nggak perlu masuk ke kulkas ya sobat. Ketupat punya saya bertahan sampai 3 hari karena cuma 10 buah. Itu pun saya tinggal pergi ke rumah ibu mertua. Tapi hari ketiga tetap enak dan nggak basi.


Kalo ada yang pernah masak dengan sistem 40 menit ini, atau sistem waktu yang lain, silahkan komentar di bawah ya. Wassalamualaikum.

Reading Time:

Selasa, 01 Juni 2021

Jangan Tabu Bicara Menstruasi, Karena Ibu Menjadi Sosok Pertama Anak Gadisnya Bertanya
Juni 01, 2021 36 Comments

 


Assalamualaikum Sobat. Terlahir sebagai perempuan rasanya memiliki keistimewaan. Sejak kecil udah dijadikan bonekanya ibu. Didandanin, rambut dikucir, dibuatkan rok cantik, hehehee. Nantinya bertambah usia adalah ketika mulai mengalami masa pubertas. Salah satu tanda memasuki masa pubertas adalah dengan datangnya menstruasi.

  

Masa yang paling penting dalam hidup seorang perempuan adalah mendapatkan menstruasi. Meski awal mendapat menstruasi rasanya bikin hati galau. Tapi bersyukurlah bila kalian mengalami proses ini. Karena menstruasi merupakan petunjuk adanya mekanisme reproduksi yang dialami perempuan.


Saya sendiri mengalami menstruasi pertama saat berusia 14 tahun atau ketika tengah semester genap kelas 2 SMP. Kaget sih enggak, karena ada ibu dan kakak sepupu yang cukup sering membicarakan menstruasi. Maklum lah ya, sepupu dari ibu jumlahnya banyak perempuan dibanding laki-laki. Dan rumah kami terletak di satu gang jadi sering ngumpul gitu tiap sore untuk ngobrol dari hal remeh sampai yang penting.  Jadi saya sedikit paham bagaimana bila masa menstruasi tiba dan saya sedang sendirian baik di rumah maupun di sekolah.


Dulu saya mengalami menstruasi saat sedang di rumah, sore jelang mau mandi. Sempat bingung namun akhirnya ingat dengan percakapan bareng sepupu, ibu, dan kerabat perempuan. Bersyukur banget hubungan kerabat yang dekat dan tinggal berdekatan, menjadi keberuntungan bagi saya dan sepupu perempuan. Kami mengetahui informasi tentang gimana menjaga kebersihan saat menstruasi, bahkan bisa ngerumpi segala hal tanpa tabu.


Namun tidak semua anak perempuan sama beruntungnya seperti saya dan sepupu. Terlebih banyak mitos yang beredar dan  banyak hal tabu yang bikin anak perempuan mundur teratur membicarakan menstruasi. 


Teman-teman ingat kah dengan mitos, ketika menstruasi tidak boleh mencuci rambut? Terutama saat hari-hari awal menstruasi. Katanya nanti darah hadi bakal berhenti gara-gara nyuci rambut. 


Mitos yang nggak ada hubungannya namun banyak anak perempuan yang percaya. Bahkan ada perempuan dewasa yang masih percaya ini. Kebayang gimana gatalnya kulit kepala mesti nunggu siklus menstruasi selesai baru bisa nyuci rambut, wkwkwkk.


Demi menghapus mitos tentang menstruasi yang terlanjur beredar di masyarakat, penting loh mencari tahu informasi yang benar. Terutama ibu-ibu yang memiliki peran penting menjadi sumber informasi anak perempuan dan anak laki-laki. Iya, anak laki-laki juga mesti tahu seputar menstruasi ini. Yuk lanjut baca agar memahami mengapa anak laki-laki pun perlu tahu masalah menstruasi.


Webinar Sehat dan Bersih Saat Menstruasi

Ibu menjadi sosok pertama yang diharapkan anak perempuannya untuk mendapatkan informasi seputar menstruasi. Jadi pengetahuan tentang kebersihan saat menstruasi wajib menjadi bekal seorang ibu.


Beruntung lah saya dan teman-teman dari berbagai kota di Indonesia, berkesempatan gabung dalam webinar Sehat dan Bersih Saat Menstruasi.  Dalam webinar yang menghadirkan beberapa narasumber ini, banyak materi penting dan sangat bermanfaat. Dari menjaga kebersihan saat menstruasi hingga tips komunikasi antara ibu dan anak.  


Webinar dibuka oleh host Novita Angie, yang mengajak peserta untuk mengisi poling tentang manajemen kebersihan menstruasi.  Seperti kata Angie, nggak ada yang menang atau kalah untuk jawaban poling. Jadi poling pertanyaan seputar manajemen kebersihan menstruasi ini untuk having fun aja.


Angie juga menjelaskan mengapa tanggal 28 Mei diperingati sebagai Hari Kebersihan Menstruasi. Tujuannya untuk mengingatkan kesadaran perempuan tentang pentingnya Manajemen Kebersihan Menstruasi. Yang tak kalah pentingnya adalah untuk mematahkan mitos dan stigma negatif terkait menstruasi yang masih dianggap tabu di masyarakat. 


Dipilih tanggal 28 Mei karena, rata-rata siklus menstruasi normal adalah setiap 28 hari. Sedangkan lama periode menstruasi normal adalah selama 5 hari. Itu lah mengapa Hari Kebersihan Menstruasi dipilih tanggal 28 di bulan ke-5 (Mei). Meski pun angka rata-rata siklus haid yang normal antara 21-25 hari dan terjadi antara 3-7 hari.


Webinar bertema "Sehat & Bersih Saat Menstruasi" ini berlangsung pada tanggal 27 Mei 2021. Sepanjang kurang lebih 2 jam kami menerima materi yang menarik dan bermanfaat bagi perempuan baik yang menyandang peran ibu maupun tidak.  

Narasumber webinar sebagai berikut :



  1. Prof.Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, Sp.OG(K), MPH selaku Anggota Pengurus Besar Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI). 
  2. Anna Surti Ariyani, S.Psi., M.Si, Ketua Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia Wilayah Jakarta.
  3. dr. Dwi Octavia Handayani, M.Epid selaku Kabid P2P Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. 
  4. Mada Shinta Dewi selaku Country Manager Mundipharma Indonesia.


Tentang Manajemen Kebersihan Menstruasi

Menstruasi merupakan proses biologis yang normal dan dialami oleh setiap perempuan. Setiap anak perempuan semestinya mendapat pengetahuan menstruasi sebelum mengalami menarke (menstruasi untuk pertama kalinya). Bekal pengetahuan tersebut disebut Manajemen Kebersihan Menstruasi. Apa itu Manajemen Kebersihan Menstruasi?


Manajemen Kebersihan Menstruasi adalah :

  • Pengelolaan kebersihan dan kesehatan pada saat perempuan mengalami menstruasi.     
  • Pengetahuan tentang cara menggunakan pembalut yang bersih. Memiliki akses mengganti pembalut minimal setiap 4 jam sekali, dan mandi dua kali sehari.
  • Memiliki akses untuk pembuangan pembalut yang sudah dipakai. Memiliki akses menggunakan toilet, sabun, dan air untuk membersihkan diri dalam kondisi nyaman dengan privasi yang terjaga.

Berikut adalah cara-cara menjaga kebersihan selama periode menstruasi :



Untuk itu sejak dini anak perempuan juga diajarkan untuk membersihkan vagina secara benar, teliti dan berkala; menggunakan air bersih yang mengalir dan lebih baik menggunakan shower; boleh menggunakan cairan pembersih antiseptik kewanitaan yang sesuai dengan pH normal organ kewanitaan (pH 3,5 - 4,5); menggunakan pembalut yang dapat menyerap darah dengan baik; serta mengganti pembalut secara teratur minimal setiap 4 jam sekali. 


Kesadaran perempuan Indonesia tentang pentingnya manajemen kebersihan selama periode menstruasi masih sangat rendah. Datanya sebagai berikut :
  1. 1 dari 2 anak perempuan tidak tahu apa yang harus dilakukan saat mengalami menstruasi untuk pertama kalinya.
  2. 1 dari 3 anak perempuan mengganti pembalutnya setiap 4 - 12 jam. Sisanya mengganti pembalut 2 kali sehari.
  3. 1 dari 3 anak perempuan mencuci tangan sebelum dan sesudah mengganti pembalut.

Manajemen kebersihan selama periode menstruasi ini penting diinformasikan kepada perempuan. Alasannya karena kebersihan yang tidak terjaga selama periode menstruasi, bisa menyebabkan :

  • Vaginitis adalah infeksi vagina yang disebabkan oleh terganggunya keseimbangan bakteri alami di dalam vagina. Penyebabnya adalah penggunaan pembalut yang berulang atau jarang ganti, yang menyebabkan keputihan dan gatal-gatal.
  • Kandidosis Vulvovaginalis atau lebih dikenal sebagai Infeksi Saluran Reproduksi Wanita yang disebabkan oleh jamur. Terjadi karena organ reproduksi terlalu lembab yang mengakibatkan iritasi saat mengenakan pembalut yang tidak tepat. 
  • Infeksi Saluran Kemih yang biasanya dengan gejala beragam. Dari demam, sakit di perut dan panggul, nyeri saat buang air kecil, dan sebagainya.

Munculnya penyakit di atas bisa menyebabkan peningkatan resiko terkena kanker serviks akibat jamur dan bakteri. Penggunaan pembalut yang menyebabkan kanker adalah informasi yang tidak benar. Sepanjang penggunaan pembalut udah benar dengan melakukan manajemen kebersihan menstruasi, tentu saja bisa mencegah resiko penyakit di atas. Kanker serviks dapat dicegah dengan melakukan Tes IVA atau Pap Smir dan juga vaksin HPV. 

Di sini lah pentingnya peran ibu untuk mengedukasi anak perempuannya agar memahami manajemen kebersihan menstruasi. 


Pentingnya Peran Ibu Mengedukasi Anak Perempuan

Kurangnya informasi seputar menstruasi sebelum menarche bisa menyebabkan anak perempuan yang mulai remaja menjadi kurang siap menerima menarke. Bisa muncul perasaan negatif yaitu cemas, takut, malu, marah, dan sebagainya. Dan ketidak siapan menghadapi menarke ini bisa menyebabkan kesalahpahaman tentang menstruasi.


Mengapa Ibu-Ibu sulit membicarakan menstruasi? 

  • Dianggap Tabu. Seringkali menstruasi menjadi masalah yang sulit dibacarakan karena dianggap sebagai hal yang memalukan.
  • Bingung memulai dari mana untuk membicarakan menstruasi ini pada anaknya. Akhirnya si ibu menunda dan akhirnya sudah terlambat menyampaikan atau tidak pernah sama sekali.
  • Kurang pengetahuan yang dimiliki oleh seorang ibu tentang masalah menstruasi. Sehingga hal ini menjadi penyebab ibu tidak bisa membicarakannya pada sang anak.
  • Remaja putri merasa ragu dengan kemampuan atau pengetahuan yang dimiliki ibunya. Sehingga si anak akan mencari informasi dari sumber lain.


Menurut data DITPSD, lebih dari 90 % anak perempuan lebih percaya pada ibunya dan guru untuk mendapat informasi. Setelah itu mereka baru mencari informasi dari teman, saudara perempuan, petugas kesehatan yang dikenal. Seiring dengan terjadinya perubahan teknologi yang ada,  informasi seputar menstruasi juga bisa didapat dari berbagai media dan internet.


Di samping efek negatif karena tidak membicarakan menstruasi sedari dini, seperti yang sudah saya tuliskan di atas. Ada loh efek positif jika menstruasi dibicarakan dengan anak. Yaitu : 

- Kesehatan reproduksi remaja menjadi lebih baik. 

- Mereka akan menunda hubungan seksual pertama.

- Mengurangi resiko masalah kesehatan mental terkait seksualitas.

- Relasi ibu dengan anak perempuannya menjadi lebih dekat


Ibu Anna berhasil mengumpulkan data pertanyaan-pertanyaan yang sering ditanyakan oleh anak-anak perempuan atupun anak laki-laki.



Ibu jangan pernah tabu ketika ingin ngobrol masalah menstruasi kepada anak-anaknya. Berikut tips yang perlu diketahui oleh para ibu :

  1. Ingat, Ibu adalah sumber informasi yang paling diharapkan oleh Anaknya. Jadi ibu pelu membekali diri dengan pemahaman yang tepat tentang menstrusi. Ibu perlu paham mana yang MITOS dan mana yang FAKTA seputar menstruasi. Seorang ibu juga perlu membekali diri dengan cara berkomunikasi tentang menstruasi.
  2. Bicara Menstruasi Tidak Tabu. Membicarakan seputar menstruasi itu penting untuk meningkatkan kesehatan reproduksi anak perempuan sebagai generasi penerus bangsa.
  3. Lakukan Berulang Kali. Topik menstruasi tidak bisa dibicarakan dalam 1 kali pertemuan. Ibu diharapkan melakukan pembicaraan berulang kali, secara bertahap, sejak ada tanda-tanda anak memasuki awal pubertas. Atau bisa juga sebelumnya, sesuaikan pembicaraan dengan usia anak. Kita bisa menceritakan dari pengalaman pribadi saat sedang mengalami menstruasi.
  4. Bersikap Positif. Ibu bisa membicarakan isu-isu pubertas termasuk menstruasi. Penting sekali seorang ibu bisa bersikap positif, dengan tersenyum, tidak kaku, pokoknya siapkan kondisi nyaman. Karena menstruasi ini merupakan topik yang sensitif buat remaja.
  5. Banyak bertanya dan berdiskusi. Alangkah lebih baik ibu banyak bertanya dan mendengarkan jawaban anak remajanya dibandingkan banyak berceramah atau menasihati. Jika ibu tidak siap menjawab pertanyaan anaknya, katakan terus terang bahwa ibu butuh waktu untuk berpikir dulu. Ibu bisa mencari informasi dari tenaga kesehatan atau orang yang ahli di bidangnya, baru kembali kepada anak untuk memberi jawaban.
  6. Jelaskan secara kongkrit. Ibu bisa menggunakan gambar anatomi tubuh sederhana sambil menjelaskan. Ibu juga bisa menunjukkan cara menggunakan pembalut, juga cara membuangnya. Kegiatan ini bisa dilakukan dengan games, misalnya Menstrual Maze.
  7. Jelaskan Juga kepada anak laki-laki. Meski tidak memiliki anak perempuan, ibu yang memiliki anak laki-laki juga bisa memberikan penjelasan tentang seputar menstruasi. Tujuannya agar anak laki-laki dapat lebih menghargai dan memahami perempuan. Maksud lainnya adalah anak laki-laki tidak lagi mempermalukan atau mengejek anak perempuan yang sedang menstruasi. Justru mereka dapat membantu dengan ikut menutupi teman perempuan yang mengalami 'bocor menstruasi di roknya'. Anak laki-laki juga bisa membawakan minuman hangat untuk teman yang lesu karena menstruasi. Sikap empati ini bisa membuat teman perempuannya merasa percaya diri saat menjalani masa periode menstruasi.

Dukungan Pemerintah dan Dunia Usaha Untuk Edukasi Manajemen Kebersihan Menstruasi


Dukungan Pemerintah

Ada fakta yang perlu menjadi perhatian semua pihak, termasuk pemerintah, yaitu:


Fakta berikutnya adalah, hanya 5 dari 10 anak perempuan yang tahu apa yang harus dilakukan selama menarke (haid pertama). Hanya 5 dari 10 anak perempuan yang mengganti pembalut setiap 4 - 8 jam, sisanya mengganti pembalut 2 kali sehari. Dan hanya 5 dari 10 anak perempuan yang mencuci tangannya sebelum dan sesudah mengganti pembalut.


Untuk meningkatkan edukasi tentang Manajemen Kebersihan Menstruasi, dukungan pemerintah adalah dengan menerbitkan peraturan-peraturan. 




Beberapa program yang sudah dilakukan di antaranya adalah : 





Dukungan Mundipharma Indonesia


Mundipharma Indonesia sebagai bagian dari dunia usaha yang concern dengan kesehatan, turut berpartisipasi dalam upaya mengedukasi MKM. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menghimpun materi Manajemen Kebersihan Menstruasi dalam sebuah buku yang diberi nama Betadine Red Days Book atau Red Journal. Buku ini bisa dipergunakan oleh masyarakat umum sebagai salah satu rujukan untuk edukasi MKM.


Dalam sesi akhir, ada Mas Adi yang memperkenalkan Betadine Indonesia sebagai produk untuk menjaga kesehatan dan kebersihan area kewanitaan.



Rangkaian lengkap Betadine Indonesia terdiri dari:
  • Daily Protection. Rangkaian perawatan sehari-hari, yang terdiri dari Betadine Feminine Wash Foam dan Betadine Feminine Wash Natural yang keseluruhannya mempunyai PH balance, mengandung prebiotik, bebas paraben, hypoalergenic dan juga telah lulus uji ginekologi. Produk yang bikin kamu nyaman meski cuaca di luar ruangan terik menyengat. 
  • Red Days. Betadine Feminine Hygiene yang merupakan produk perawatan khusus untuk saat menstruasi, mengandung antiseptik PVPI 10% ditujukan untuk mengatasi gejala infeksi kewanitaan (keputihan, iritasi ringan, bau tak sedap, gatal). Kalian yang suka merasa gatal di area kewanitaan bisa menggunakan jenis ini.
  • Infection. Produk Betadine Vaginal Douche ini mengandung antiseptik PVPI 10%. Dapat digunakan dalam kondisi ketika terjadi infeksi. Untuk penggunaan nya tentunya dengan terlebih dahulu berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan. 
  • On The Go. Betadine Feminine Wipes atau tisu basah yang khusus  digunakan sebagai produk perawatan bagian kewanitaan. Tentu saja fungsi nya untuk  menjaga kebersihan area kewanitaan saat dalam perjalanan atau di luar rumah. 
Apabila teman-teman ingin membeli produk Betadine Indonesia, bisa di toko online berikut :


Nah yang juga perlu ibu-ibu ketahui, semua produk Betadine aman untuk digunakan ibu hamil karena mengandung prebiotik. Jadi nggak perlu takut untuk menggunakannya bila merasa area kewanitaan gatal atau mengalami keputihan.

Acara ditutup dengan lagu yang dinyanyikan oleh anak-anak dari Sekolah Berbakat Citra Raya Tangerang. Awal acara sebelumnya mereka juga mengisi dengan menyanyikan lagu tentang edukasi menstruasi.

Saya tuliskan cuplikan syairnya : "Jangan lah takut memulai langkahmu, Kau pasti bisaaa".


Udah ya itu aja yang teringat, hahahaa. Semoga apa yang sudah saya tuliskan dari acara Webinar Sehat & Bersih Saat Menstruasi, bisa bermanfaat untuk pembaca. Wassalamualaikum.

Reading Time:

Jumat, 28 Mei 2021

Mengisi Waktu Liburan Menginap di Crystal Lotus Hotel di Kota Jogja, Sambil Makan Pizza Homemade
Mei 28, 2021 32 Comments


Assalamualaikum Sobat. Hari Sabtu terakhir jelang bulan Ramadan lalu, saya  dan keluarga berkesempatan staycation di salah satu hotel di Jogja. Sebenarnya bukan hanya ada keluarga saya. Tapi ada juga keluarga adik ipar dan mbak ipar. Karena ini memang staycation keluarga suami meski tidak semua anggota keluarga bisa ikut. Sebenarnya keluarga adik ipar yang tinggal di Bogor akan datang ke Semarang. Namun adanya pembatasan menyebabkan gagal balik. Ya udah menanti situasi sudah agak membaik lah ya.


Jadi Sabtu, tanggal 10 April 2021 itu saya, suami dan anak-anak udah meluncur ke rumah Ibu sekitar pukul 11 siang. Rencananya rumah Ibu menjadi titik kumpul rombongan di Semarang. Namun ternyata yang berangkat bareng hanya keluarga saya, mbak ipar yang tinggal bersama Ibu dan mbak ipar bersama suaminya yang dari Pekalongan. Adik ipar beserta keluarga yang tinggal dekat rumah Ibu rencananya menyusul. Karena pasien di klinik gigi masih ada beberapa orang yang butuh perawatan. 


Nah yang mengajak staycation bareng keluarga besar ini adalah adik bungsu yang tinggal di Salatiga. Dia memiliki voucher nginap yang lumayan banyak. Voucher ini diperoleh dari hadiah jasa pengiriman langganan. Bersama adik ipar ini, ada anak-anaknya dan staf yang berangkat dari Salatiga. Sementara suaminya menjaga rumah karena ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Oiya, Ibu juga tidak ikut dalam staycation kali ini. Sejak pandemi memang Ibu udah nggak pernah ikut lagi setiap kami melakukan perjalanan. Beliau ada yang nemenin, kakak tertua yang tinggal bareng di rumah Ibu.


Oke, udah ya opening nya yang ternyata jadi panjang, hahahaa. Jadi staycation di Jogja ini memang sekadar liburan tipis-tipis gitu. Setelah lama keluarga besar suami enggak liburan bareng. Terakhir liburan bareng adalah bulan Desember 2019. Jadi liburan ini emang nggak ada rencana wisata ke satu tempat tertentu selama di Jogja. Yuk saya ceritakan aja staycation di hotel yang ada di Jogja.


Check In Yang Kesorean


Saat itu rombongan pertama yaitu adik ipar, udah nyampai selisih lima belas menit dari kami. Karena dia yang booking kamar hotel, tentu saja langsung check in. Ada 11 kamar yang udah dipesan. Jadi ketika rombongan dari Semarang juga udah nyampai di hotel sekitar pukul 5 sore, tinggal bagi kunci aja. Daaan, suasana di lobi hotel jadi rame. Karena jumlah kami ada sekitar 18 orang dewasa dan 3 anak-anak.


Check-in di Crystal Lotus hotel adalah jam 14:00 WIB (tidak bisa early check-in), seperti umumnya lah ya. Nah kalo Sobat datang lebih awal, sabar aja menunggu di lobby atau bisa jalan-jalan dulu spend waktu di mall yang dekat dengan lokasi hotel. Waktu check-out jam 12:00 WIB.


Begitu mendapat kunci, tentu aja kami segera masuk kamar untuk membersihkan diri. Karena rencananya setelah shalat maghrib kami akan makan malam keluar dari hotel.


Nah untuk akses ke lantai tempat kamar-kamar yang kami tempati (ada di lantai 1), harus menggunakan kunci (bentuk kartu). Cukup tempelkan kartu kamar pada tanda yang ada di dekat pintu lift, kemudian pencet lantai yang dituju. Sebagian dari rombongan kami dipecah di dua lantai, yaitu lantai 1 dan lantai 2.


Staycation di Crystal Lotus Hotel Saat Pandemi Belum Usai

Sejak pandemi saya dan keluarga udah pernah menginap di hotel namun untuk urusan pekerjaan suami. Beda dengan kondisi sebelum pandem. Kami sering staycation untuk liburan. Namun aslinya sih sama aja, karena menginap di hotel saat ngurus pekerjaan pun bisa kami sisipkan liburan.


Biasanya juga kami memilih hotel yang udah menerapkan kebiasaan baru. Seperti menyediakan hand sanitizer, sabun cuci tangan dan air mengalir, serta ada pengecekan suhu tubuh. Kemudian manajemen hotel juga menerapkan aturan protokol kesehatan lainnya yaitu wajib mengenakan masker. 


Di hotel tempat kami staycation di Jogja ini juga menerapkan kebiasaan baru. Begitu akan memasuki pintu hotel, ada tempat untuk cuci tangan. Tersedia sabun dan kran air di sisi pintu masuk sebelah kiri. Kemudian ada petugas yang menyambut untuk pengecekan suhu tubuh.


Di sisi kiri pintu masuk adalah lobi dengan meja front office yang siap melayani tamu hotel. Di depan meja front office tersedia beberapa kursi bagi tamu yang masih menanti jadwal check in. 


Memilih Makan di Warung Dekat Hotel

Rencana awal kami sebenarnya ingin ke kawasan Malioboro untuk makan dan nyari sesuatu yang unik. Namun kemalasan datang lebih cepat, hahahaa. Bersyukur lah hotel tempat kami menginap di jalan besar yang dekat dengan mall dan pusat bisnis. Jadi ada banyak pilihan makan meski kebanyakan warung kaki lima. Restoran ada juga sih tapi rumah makan Padang. Dan saya termasuk yang nggak mau makan nasi dengan lauk bersantan gitu.


Jadi akhirnya kami memilih warung makan penyetan pinggir jalan yang lokasinya bisa diakses dengan jalan kaki dari hotel saking dekatnya. Tahu dong alasan kami enggan ke Malioboro? Ya alasan jalan macet lah penyebabnya. Entah lah apa karena malam Minggu ya jadi jalanan depan hotel itu macet seperti sebelum pandemi gitu. Yang jadi driver, melihat jalanan macet pun akhirnya memutuskan makan yang bisa diakses dengan jalan kaki.


Bersyukur sih kami menemukan warung penyetan yang menyajikan makanan dengan cita rasa enak. Yup, penilaian saya memang hanya bisa merasakan enak dan enak banget, hahahaa.


Dan yang berangkat ke warung juga cuma 11 orang yang terdiri dari 2 anak-anak, dan 9 orang dewasa. Peserta staycation lainnya dipesankan makanan untuk dibungkus dan dinikmati di kamar hotel. Ya kondisi pandemi memang bikin liburan jadi agak waspada. Karena kami hanya makan malam di warung pinggir jalan dan takutnya pengunjung penuh, itu solusi yang kami pilih. Meski ternyata warung dalam kondisi sepi saat kami tiba di sana.


Selesai makan kami juga langsung kembali ke hotel untuk istirahat. Dan saat itu juga rombongan adik ipar yang masih dalam perjalanan kirim notif di WAG keluarga, sudah mengusulkan untuk kegiatan pagi harinya. Yaitu nyari pot teracotta di Kasongan. Akhirnya kami masuk ke kamar masing-masing. Saya dan suami terpisah kamar agak jauh dengan anak-anak. Mereka mendapat kamar di bagian ujung karena alasannya udah dewasa. Sementara ponakan ada yang mendapat kamar dekat dengan kami karena usianya masih belasan tahun.


Review Kamar dan Fasilitas Crystal Lotus Hotel

Kamar hotel yang kami tempati deluxe room dengan tempat tidur single bed. Ada balkon yang sayangnya tanpa pemandangan ke gunung Merapi di Kaliurang. Jadi pintu kamar yang menuju balkon enggak saya buka. Cukup gordyn aja yang dibuka untuk melihat langit di atas gedung.

Kamarnya luas, ruang untuk
shalat juga cukup 

Fasilitas seperti umumnya hotel bintang 4. Tempat tidur yang empuk beserta perlengkapan tidur lainnya. Di sisi kanan dan kiri ada meja kecil untuk menaruh printilan jika kalian ingin menjangkaunya dengan mudah. Enaknya tuh di atas meja kecil ini masing-masing ada stop kontak. Jadi nggak berebut memasangkan kabel usb ke stop kontak kalo baterai gawai udah minim.


Di pojok kanan dekat pintu menuju balkon dan satu deretan dengan TV, terdapat meja kerja dan kursi sofa kotak model stool. Mejanya tapi kecil. Kalo mau buka laptop sambil naruh agenda gitu, kayaknya nggak muat deh. Karena saya dan suami juga enggak berniat kerja, ya udah nggak jadi masalah juga meja kecil itu.


Oiya kalo di aplikasi atau web beberapa travel agent, katanya sih tertulis hotel bintang 4. Namun sayangnya channel TV yang ada di kamar itu pilihannya terbatas. Biasanya kalo hotel bintang 4 itu channel pilihan banyak. Kan saya jadi malas nyalain TV. Ya udah lah, pillow talk aja sama suami, qiqiqiii.


Nah di dekat pintu masuk setelah pintu kamar mandi, terdapat lemari untuk penyimpanan barang yang kita bawa. Fasilitasnya ada rak dan gantungan untuk menyimpang pakaian. Kemudian di bawah nya lagi ada nampan dengan perlengkapan bikin minuman hangat. Ada juga kulkas mini dan safety box. Selain itu ada 2 pasang sandal hotel, plastik untuk baju kotor, dan apalagi ya, hmmm. Udah sih itu aja.


Nah di balik lemari ada kamar mandi. Di dalam nya terdapat closed duduk dan ruang untuk mandi dengan shower yang dipisahkan dengan kaca pembatas. Untuk wastafel kok sayangnya kurang cekung, jadi ketika saya menggunakan untuk cuci muka, cipratan airnya kemana-mana. Tempat sabun yang saya taruh di meja wastafel akhirnya basah. Ada hair dryer yang bisa digunakan bila kalian ingin mengeringkan rambut setelah keramas.


Amenity seperti sikat gigi, pasta gigi, body wash dan shampo, tersedia dan diletakkan di meja wastafel. Untuk tisu juga tersedia lengkap bahkan ada stok tisu di lemari penyimpanan di bawah wastafel. Nah handuk hotelnya bersih dan harum. Jadi nyaman aja sih kalo kalian mau pakai.


Menikmati Malam Minggu di Kamar Hotel

Bukan sekali ini aja saya dan suami tidur dan menikmati suasana kamar hotel. Justru kesempatan seperti ini bisa kami nikmati tanpa memikirkan pekerjaan yang ditinggal di kota kami. Hahahaa.


Apalagi staycation ini memang murni untuk liburan nginap di hotel. Jadi ya udah, nikmati aja suasana hotel, meski di kamar aja. 


Anak-anak saya dua kali masuk ke kamar kami untuk ngobrol sebentar. Sambil nanya Hari Minggu rencananya kemana aja. Kemudian kami berempat bikin wedang untuk menghilangkan lelah. Terutama suami yang saat berangkat sengaja nyetir sendiri dan gak digantikan oleh si bungsu. Jogja itu dituju dari arah mana aja, sama. Lalu lintasnya padat dan sesekali  mobil terjebak kemacetan. 


Oiya, pagi hari sebelum berangkat, saya sempat bikin pizza 3 loyang dan dijadikan bekal di jalan. Itu rencananya. Ternyata di jalan tuh anak-anak dan ponakan malas ngemil pizza. Akhirnya 3 pizza itu saya bagikan untuk 4 kamar yang ditempati ponakan dan anak-anak. Pizza buatan saya selalu jadi favorit anak-anak dan ponakan. Jadi saya luangkan waktu untuk bikin dulu. 



Jadi malam minggu di kamar, kami ngemil pizza dan minum wedang uwuh serta kopi. Selain pizza, saya juga bikin bolu pisang. Ini juga saya bagikan pada rombongan. Kelar ngobrol sambil ngemil dan wedangan, anak-anak balik ke kamar mereka. Saya dan babenya pun tidur pulas karena capek setelah aktivitas seharian dan di perjalanan.


Sarapan Soto dan Bubur Ayam

Staycation kali ini tanpa fasilitas sarapan di restoran yang ada di hotel. Memang sengaja memilih tipe kamar tanpa sarapan. Jadi kami bisa menyusuri jalanan di belakang hotel untuk mencari sarapan.


Dari pihak satpam hotel, kami ditunjukkan arah menuju tempat berjualan sarapan yang ternyata dekat dengan pasar. Wah usai sarapan saya dan adik ipar pun belanja buah untuk dibawa pulang. 


Eits jangan protes dulu, jauh-jauh liburan ke Jogja kok malah belanja buah?!

Nah, ternyata buah yang dijajakan di pasar ini harganya murah banget. Kalo pepaya dengan ukuran sama di Semarang tuh harganya bisa tiga kali lipat. Saya senang banget dapat harga murah untuk pepaya dan salak. Apalagi sepulang kami dari Jogja, udah bakal bertemu awal bulan Ramadan. Pas banget lah, saya udah menyiapkan persediaan buah untuk menu sahur di 5 hari pertama Ramadan.


Pagi itu sarapan kami beragam. Ada yang memilih nasi dan gudeg untuk sarapan. Ada juga yang memilih bubur ayam. Saya dan suami memilih soto yang kuahnya seger. Harganya murah banget. Bikin hepi kaum ibu, hahahaaa.


Usai sarapan kami balik ke hotel untuk rebahan lagi. Dan juga siap-siap untuk check out sekitar pukul 10. Karena masih pukul 7.30, kami memilih ke kolam renang sambil menemani ponakan yang main air. 


Kolam renang hotel ini terdapat kolam untuk anak-anak. Tapi tetap harus ada pengawas dari orang yang lebih tua. Nah lokasi kolam renang itu bersebelahan dengan restoran tanpa ada sekat pembatas. Jadi nggak nyaman kalo renang di sana saat ada orang makan.


Interior Hotel Unik dan Menarik Untuk Foto

Setiap hotel selalu mendekorasi ruangannya dengan cita rasa spesial. Seperti hotel yang terletak dekat dengan kawasan Jombor ini. Terdapat mural, lukisan, patung, dan bahkan kereta kencana yang bisa dijadikan latar belakang foto. 

Di belakang anak-anak, 
terlihat kereta kencana untuk foto-foto

Lobi hotelnya cukup luas dengan kursi sofa berkuran besar. Misalkan kalian check in berbarengan dengan tamu yang lumayan banyak. Bisa melipir dulu di teras taman yang berhadapan dengan kafe. 



Di sini tersedia kursi yang cukup menampung belasan orang. Di sebelahnya adalah lift menuju kamar di lantai atas.


Kafe yang terletak
di depan teras taman

Mural yang terletak di antara lobi dan teras taman ini lucu. Sayangnya saya lupa nggak narsis di depannya. Di dekat lobi disediakan kursi roda untuk tamu hotel yang membutuhkan. Keren nih fasilitas yang disediakan oleh pihak hotel.


Di depan kamar saya juga terdapat kursi dan meja dengan ruangan semi terbuka. Ada pagar pembatas yang terdapat tanaman hias dengan pandangan keluar tanpa penyekat. Jadi kalian bisa menengok ke lantai bawah yang menjadi area kolam renang.


Tempat ini juga yang menjadi titik kumpul ketika akan makan malam, sarapan, maupun saat akan check out. Jadi ketika kami bersiap pulang, kartu yang menjadi akses masuk kamar pun dikumpulkan di meja untuk bersantai ini.


Liburan jelang bulan Ramadan 1442 H ini cukup menjadi pemantik semangat kami setelah sekian lama tidak berkumpul. Kangen jalan-jalan dan liburan ke tempat wisata bareng keluarga besar suami. 


Entah kapan kami bisa liburan bersama lagi seperti sebelum ada pandemi. Semua rencana liburan dan berangkat umroh sekeluarga gagal. Namun kami bersyukur masih diberikan kesehatan dan bisa berjumpa sesekali meski tidak semua anggota keluarga bisa ikut. Ahhh, kondisi ini udah patut kami syukuri. Semoga kita selalu diberikan kesehatan dan dalam lindungan Allah SWT. Wassalamualaikum.

Reading Time: