My Mind - Untaian Kata Untuk Berbagi

Sabtu, 17 April 2021

Wisata Ziarah Makin Mudah Dengan Rental Mobil Menggunakan Aplikasi TRAC To Go
April 17, 2021 2 Comments


Assalamualaikum sobat. Sebelum pandemi menyerang, keluarga besar suami selalu mengagendakan liburan bersama ke suatu tempat. Seneng banget bisa menyisihkan waktu untuk menikmati liburan bersama keluarga besar. Anak-anak ibu ada 6 orang dan semuanya tidak tinggal berdekatan di Kota Semarang. Jadi saat-saat liburan selalu kami nantikan. 


Biasanya kami merencanakan liburan antara 1 atau dua bulan sebelumnya. Begitu adik ipar yang tinggal di Pekanbaru bisa mengajukan cuti, usulan liburan digulirkan. Beberapa tempat wisata menjadi usulan, dari kota tujuan, jenis wisatanya, sampai tempat menginap. 


Urusan transportasi menggunakan mobil masing-masing. Cuma nantinya diringkas jadi 3 atau 4 mobil, tergantung jumlah peserta liburan yang akhirnya berangkat. Karena kadang udah daftar di awal, mendadak gagal ikut liburan. Begitu pula sebaliknya. 


Namun kadang-kadang muncul kejadian tak terduga. Saat udah jelang tiga hari sebelum liburan, mendadak mobil ada yang pinjam. Biasanya untuk keperluan sosial, seperti takziyah keluar kota atau untuk mengantar kepindahan saudara. Meski ada mobil lainnya lagi tapi ukurannya kecil jadi nggak kami gunakan. Dan karena sungkan menolak permintaan bantuan seperti ini, kami biasanya memilih rental mobil.


Perjalanan Ziarah Sebelum Bulan Ramadan

Sebenarnya sebelum Ramadan tiba, kami tidak memiliki rencana liburan sekeluarga. Masih pandemi juga dan nggak bebas pergi kemana aja. Namun kemarin mendadak adik ipar ngajakin kami ke Jogja. Karena mendadak pula, nggak semua anggota keluarga ikut. Meski begitu tetap saja rombongan kami berjumlah cukup banyak, ada 16 anggota keluarga. 




Ibu sengaja enggak ikut karena situasi saat ini masih pandemi. Tapi di rumah ada kakak tertua yang nemenin.


Di perjalanan dari Semarang menuju Jogja kemarin, rombongan kami bertemu dengan beberapa mobil plat nomer dari luar kota. Kebanyakan Jakarta, Bandung, Tangerang, Cirebon, dan kota lain di wilayah Pulau Jawa.


Saya jadi teringat kalo biasanya menjelang bulan Ramadan, wilayah Jawa Tengah dipadati dengan mobil berplat luar propinsi. Mereka sengaja meluangkan waktu untuk berziarah ke makam leluhur. Bisa saja mobil-mobil yang saat itu tengah melintas di satu jalur bersama kami atau jalur seberang, adalah rombongan keluarga yang ingin ziarah kubur. 


Tradisi nyadran yang dilaksanakan saat bulan Ruwah memang memiliki makna tersendiri. Bisa jadi saat lebaran malah enggak ngumpul tapi saat nyadran menjadi ajang silaturahmi dengan keluarga di kampung. Nyadran adalah kegiatan bersih-bersih makam leluhur yang diikuti keluarga dan biasanya waktunya bersamaan di satu desa di wilayah Klaten, Sukoharjo, Jogja, dan sekitarnya. Setelah bersih-bersih makam biasanya warga akan menikmati nasi urap dengan lauk di masjid desa. Biasanya para perantau di perkotaan akan meluangkan waktu untuk mudik saat nyadran ini.


Namun bisa juga mereka sengaja mudik di awal sebelum Ramadan. Karena ada aturan larangan mudik saat lebaran nanti. Aturan dari pemerintah tentang larangan mudik lebaran tahun 2021 dimulai sejak tanggal 6 hingga 17 Mei 2021. Larangan ini dengan alasan resiko penularan Covid-19 yang masih tinggi di Indonesia.


Momen mudik sebelum bulan puasa ini juga dijadikan untuk berziarah ke makam leluhur. Sekaligus juga untuk bersilaturahmi dengan kerabat yang dituakan. Mungkin muncul pro dan kontra dari kondisi ini. Mudik lebaran dilarang namun sebelum ramadan masih diijinkan. Saya sendiri enggak mau terlibat dengan pro dan kontra ini. Tapi dari pengalaman selama satu tahun ini menemani suami yang harus keluar kota untuk urusan pekerjaan, menerapkan protokol 5 M itu penting banget.


Keluar kota untuk wisata aja kayaknya memang kurang merasakan empati pada mereka yang udah kehilangan anggota keluarga karena covid. Namun tiap orang memiliki kepentingan yang tak sama. Seperti suami yang masih harus sesekali ngecek pekerjaan  di luar kota. Selama ini kami menghindari kerumunan, kalo pengen mampir tempat wisata juga mengusahakan datang lebih awal. Jadi saat pengunjung mulai ramai, kami justru udah keluar dari tempat tersebut. 


Begitu juga jika kalian ingin melakukan perjalanan ziarah atau mudik sebelum lebaran. Jalanan juga enggak ramai karena saat ini sudah memasuki bulan Ramadan. Untuk itu sebaiknya pilih transportasi yang aman dari bahaya penularan virus covid. Tetap melakukan protokol kesehatan dan hindari kerumunan.


Merencanakan Pilihan Transportasi Untuk Ziarah 

Berbicara tentang ziarah, ada juga wisata ziarah ke makam para wali. Wisata ziarah adalah wisata atau perjalanan yang dilakukan perorangan atau kelompok, untuk tujuan ziarah, atau untuk menjalankan bagian dari kepercayaan spiritual atau agama, untuk misionari, atau kesenangan spiritual. Wisata ziarah itu misalnya ritual haji atau umroh, merunut ajaran Islam. Untuk umat Hindu ada juga wisata dengan mandi di Sungai Gangga. 


Di tanah Jawa sendiri terdapat beberapa daerah yang menjadi tujuan wisata ziarah. Seperti ziarah ke makam para wali dan alim ulama yang tersebar di Demak, Cirebon, Kudus, hingga Surabaya.


Ziarah makam leluhur atau makam para wali dan alim ulama, intinya sama. Yaitu melakukan perjalanan keluar kota dengan menggunakan transportasi. Kalo masyarakat di Indonesia kebanyakan menggunakan transportasi darat. Bahkan beberapa kali tetangga di lingkungan perumahan tempat saya tinggal, wisata ziarah hingga ke Pulau Bali. Mereka bersama-sama memilih transportasi bus untuk perjalanan sekitar 7 hari. Kebayang nggak sih lelahnya. Tapi namanya juga kesenangan tentu terbayar dengan semua lelah itu.


Pilihan transportasi darat saat pandemi harus menjadi perhatian utama. Terutama adalah memilih perusahaan rental mobil yang melaksanakan protokol kesehatan. Pilihan ziarah ini lebih aman juga bila diikuti oleh satu keluarga, boleh kalo keluarga besar. Yang udah mengerti riwayat kesehatan sebelumnya. Jadi yakin dengan keamanan selama perjalanan karena tidak akan menularkan virus covid.


Nah pilihan rental mobil juga yang memperhatikan protokol kesehatan. Seperti yang saya baca review nya di sosial media. Yaitu layanan rental mobil dari TRAC yang sudah menerapkan SMART Protocol, yaitu :

- Penyemprotan rutin unit kendaraan dengan disinfektan setiap sebelum dan sesudah digunakan sesuai standart penanganan Covid-19.

- Memastikan pengemudi yang bertugas sudah melalui pemeriksaan kesehatan 

- Mewajibkan penggunaan masker serta sarung tangan

- Menyediakan hand sanitizer untuk penumpang

- Menerapkan phisical distancing dengan membatasi jumlah penumpang

Tuh kan seasik itu layanan yang ditawarkan oleh TRAC, kalian bisa merasa nyaman dan aman menikmati fasilitasnya. Bener juga yang saya baca review beberapa artikel di website, juga di laman YouTube selebritis dan selebgram. Mereka menggunakan rental mobil dan bus di TRAC. Terlihat betapa nyamannya mereka menikmati fasilita yang bikin saya makin kepo meluncur ke website nya. Nah ternyata TRAC udah ada aplikasinya juga, namanya TRAC To Go.


Rental Mobil Makin Mudah dengan Aplikasi TRAC To Go

Kalo kalian pernah menikmati fasilitas rental mobil TRAC, tentu udah tahu kalo brand ini ada sejak tahun 1986. Berawal dari menyewakan lima mobil saja, kini TRAC telah berkembang menjadi market leader di bidang solusi transportasi yang mengelola hingga ribuan kendaraan. Layanan yang disediakan ada rental mobil, sepeda motor, dan bus.


Nah kan udah sepanjang itu pengalaman TRAC, siapa yang udah pernah nyewa layanan rental mobil atau bus?


Saya jadi ingat ketika tahun 1998 itu nyari rental mobil untuk mudik. Kebanyakan di Kota Semarang yang ada rental mobil dikelola oleh perorangan. Pernah loh baru jalan sekitar 40 meter dan mobil sewaan mogok. Hmmm, jadi pengen ngunyah kursi mobil. Hahahaa.


Saya nggak tahu apakah saat itu TRAC udah ada di Semarang. Namun yang saya tahu relasi kerja pak suami udah menggunakan armada TRAC sejak tahun 2012. Saat ini TRAC udah berinovasi dengan membuat aplikasi TRAC To Go. Aplikasi ini memudahkan penggunanya yang akan memilih rental transportasi hanya dengan satu klik. 


Tentu dengan adanya aplikasi TRAC To Go bikin pengguna makin mudah juga untuk akses fasilitas rental mobil atau bus. Apa aja kelebihan TRAC? Mengapa kalian memilih TRAC? 


- Akses Mudah & Jaringan Luas

Reservasi makin mudah melalui website dan aplikasi TRAC To Go. Dengan dukungan jaringan yang luas dan tersebar di lebih dari 50 kota di Indonesia, TRAC siap melayani kebutuhan transportasi kalian.

- Andal dengan Teknologi Teruji

Sistem yang terhubung dengan TRAC Fleet Management Solution memastikan keselamatan serta kenyamanan perjalanan secara akurat dan real time.

- Jaminan Proteksi & Layanan Prima

Ada perlindungan proteksi asuransi dan jaminan kondisi armada yang selalu prima untuk memberikan rasa aman dan pengguna merasa tenang.

- Layanan Pelanggan 24/7

TRAC siap memberikan layanan setiap hari selama 24 jam untuk menghubungi Cusstomer Assistance Center di nomor 1500 009 untuk pusat bantuan, informasi, maupun pemesanan.


Dalam aplikasi ini ada fitur baru yaitu TRAC To Go Experience. Fitur terbaru ini memudahkan pengguna dapat memilih paket wisata yang disediakan oleh masing-masing cabang TRAC yang ada di berbagai kota di Indonesia. Seperti Bali, Malang, Jogjakarta, dan masih banyak kota lainnya.


Saat ini TRAC menawarkan promo ziarah religi dengan layanan konsultasi agenda wisata sesuai dengan aturan perjalanan di masa pandemi. Ada beberapa zona ziarah yang bisa kalian pilih untuk dikunjungi bersama TRAC. Yaitu Ziarah Banten, Ziarah 3 Wali, Ziarah Wali 5, Ziarah 9 Wali, dan Ziarah Panjalu.



Di dalam produk Experience ini juga tersedia pilihan akomodasi mulai dari penumpang berkapasitas 4 orang sampai bus dengan kapasitas hingga 45 orang. Yang menarik adalah TRAC bekerja sama dengan vendor yang terpercaya seperti hotel bintang 4 dan 5, tempat-tempat wisata, serta beberapa restoran yang otentik. Hal ini yang menjadikan layanan TRAC makin lengkap untuk mengisi liburan keluarga maupun bersama teman kantor.



Yang juga menambah poin di mata saya dari aplikasi TRAC To Go adalah adanya pin point maps. Dengan adanya ini pemindaian lokasi pelanggan, titik jemput, dan alamat pengantaran lebih akurat. Nah misalkan keberangkatan batal, pengguna bisa melakukan cancel order di salah satu fitur dalam aplikasi. Mudah banget kan, jadi tinggal melakukan pemesanan dalam satu aplikasi.



Sekarang kalian cukup instal aplikasi TRAC To Go untuk menikmati fasilitas dan fitur layanan yang tersedia. 



Perjalanan ziarah atau wisata saat pandemi menjadi satu kegiatan yang menyenangkan dengan fasilitas TRAC. Apakah sobat udah pernah menikmati fasilitas layanan bersama TRAC. Cerita yuk di kolom komentar. Wassalamualaikum Sobat.

Reading Time:

Kamis, 15 April 2021

7  Tas Murah Wanita Fashionable
April 15, 2021 23 Comments


Assalamualaikum Sobat. Meski udah masuk hari kedua, nggak apa ya kalo saya mengucapkan selamat menjalankan ibadah selama bulan Ramadan. Semoga kita semua diberikan kelancaran, kesehatan dan berkah melaksanakan ibadah ini. Kali ini saya ingin cerita seputar aksesoris yang sangat penting bagi wanita, yaitu tas.


Tas merupakan aksesoris yang lekat dengan wanita. Meskipun tas diperuntukkan bagi pria dan wanita, tetapi tidak dipungkiri bahwa tas wanita merupakan produk populer yang banyak digandrungi. Jika kalian ingin mendapatkan tas murah wanita tetapi fashionable, ada beberapa rekomendasi yang di antaranya di bawah ini.


1. Fossil hand bags wanita


Tas Fossil adalah tas yang banyak diidolakan kalangan wanita. Tas wanita Fossil pun dibanderol dengan harga terjangkau. Tas Fossil hand bags pun masuk ke dalam jenis tas populer. Tergantung brand tas, maka harga pun bisa bervariasi. Jika kalian seorang entrepreneur, tentunya ada pemikiran untuk membuat brand sendiri dari tas Fossil. Tetapi jika tidak mau susah, beli saja tas murah Fossil wanita yang terjangkau. Tidak perlu khawatir, kualitasnya tetap bagus.


2. Tas Coach Parker

Kalian tentu sudah tahu brand Coach. Coach merupakan brand tas wanita ternama yang sangat baik kualitasnya. Meskipun termasuk ke dalam brand besar, kalian tetap bisa mendapatkan tas murah Coach Parker. Harganya tentu masih sangat terjangkau tetapi tetap original.


3. LV Lo Uis Louiss Vuitton sac

Tas murah branded lain yang bisa kalian miliki adalah tas Louiss Vuitton. Meskipun ada kemungkinan besar mendapatkan produk impor, tetapi kalian tetap bisa mendapatkan produk dalam kondisi baik dan rapi. Kualitasnya tetap bagus dan bisa kalian pakai untuk berbagai aktvitas santai dan formal.


4. Tas BTS Army



Tas ini merupakan tas anak yang cantik dan imut. Dengan tema BTS, tentunya anak-anak akan suka dengan desainnya. Terlebih lagi dengan tas berwarna merah muda yang trendi dan imut, anak akan semakin percaya diri ketika membawa tas murah anak ini. Kalian bisa memberikan tas murah tetapi berkualitas ini kepada putri tercinta.


5. Tas Selempang wanita Chanel Classic Denim

Tas selempang menjadi jenis tas wanita favorit yang kini banyak ragamnya. Desainnya sangat bervariasi seperti tas selempang wanita Chanel Classic Denim. Tas ini memiliki desain feminim yang cocok dibawa untuk santai bersama teman. Tas kekinian ini terbuat dari bahan luar canvas denim yang tidak mudah rusak. Bahkan harganya terjangkau.


6. Tas ransel wanita Oxford


Mau memiliki tas Oxford murah? Bisa kok. Kini ada banyak toko yang menjual tas ransel wanita Oxford dengan harga murah. Original atau tidak? Kalian bisa menemukan produk yang original dan replika tergantung bagaimana cara mendapatkannya. Namun sejauh ini, anda masih bisa mendapatkan tas murah wanita Oxford yang original. Yang perlu dilakukan hanya kalian perlu teliti dalam memilih toko.


7. Tas Selempang Hermes

Tas Hermes wanita tidak selalu mahal. Ada juga tas Hermes wanita yang murah. Untuk mendapatkan harga termurah, kalian bisa berupaya untuk mendapatkan produk bekas atau memilih varian yang dibanderol murah. Tentunya tas ini begitu fashionable sehingga menambah rasa percaya diri kalian ketika bepergian.


Tas wanita ada banyak macamnya. Harganya pun sangat beraneka ragam tergantung merek dan desainnya. Material tas yang digunakan menjadi faktor harga bisa berbeda-beda. 


Dan di atas itu adalah 7 rekomendasi tas murah wanita yang branded berkualitas. Ada banyak jenis tas murah tersebut yang bisa kalian pertimbangkan untuk memilikinya. Mulai dari tas ransel hingga tas selempang ada. Bahkan model yang terbaru pun ada. Semoga ulasan ini memberikan akses yang lebih mudah bagi kalian yang ingin mendapatkan tas murah tetapi berkualitas.


Sharing yuk apabila kalian udah belanja tas wanita untuk bekerja, hangout, ataupun liburan bersama keluarga. Siapa tahu kan bisa bermanfaat untuk pembaca di blog ini. Wassalamualaikum.

Reading Time:

Selasa, 06 April 2021

Kenali Peluang dan Risiko Investasi Saham Sebelum Terjun ke Pasar Modal
April 06, 2021 27 Comments

 


Assalamualaikum Sobat. Sebagai investor, sangat penting untuk mengetahui peluang dan risiko investasi saham sebelum akhirnya memutuskan untuk mulai berinvestasi pada instrumen yang satu ini. 


Di antara instrumen investasi yang lain, saham adalah instrumen yang memiliki volatilitas cukup tinggi. Berbagai kondisi, baik itu kondisi ekonomi maupun non ekonomi, dapat mempengaruhi pergerakan saham.


Seni Memahami Saham

Investasi saham itu tidak perlu dibuat tegang dan sulit. 


Esensinya, tujuan seorang investor berinvestasi adalah agar uang yang dimiliki dapat bekerja untuk mereka, bukan sebaliknya. Dengan kata lain, investasi dilakukan untuk menciptakan ketenangan bukannya menimbulkan chaos. Itulah kenapa banyak investor dan praktisi keuangan berpengalaman yang memberikan saran untuk memilih jenis investasi yang paling bisa membuat kalian tidur nyenyak di malam hari.



Begitu pun dengan saham.


Seperti seni, saham adalah jenis investasi yang saat dipelajari kalian akan menemukan beberapa teori mengenai itu. Namun saat dipraktikkan, kalian bisa menemukan ribuan teknik untuk dilakukan. 


Mengutip dari InvestBro, Saham adalah seni. Ya, memang benar. Layaknya seniman yang memiliki gayanya sendiri-sendiri, investor di pasar modal juga memiliki gayanya sendiri-sendiri dalam mengatur dan membangun portofolio sahamnya. 


Sebagai seorang investor pemula, mungkin kalian akan getol di awal mempelajari tips & trik berinvestasi saham lewat kisah-kisah inspiratif para investor sukses untuk mendapatkan insight. Tapi pada akhirnya pengalaman di pasar saham lah yang akan membentuk pola berinvestasi kalian.


Pelajari dasar-dasarnya, dan kembangkan sesuai dengan karakter dan profil risiko kalian. Ini bisa menjadi langkah awal untuk menemukan teknik berinvestasi saham yang cocok bagi kalian.


Peluang dan Risiko Investasi Saham

Sebelum mempelajari teknik, ada baiknya berkenalan dengan peluang dan risiko yang akan kalian  temui di pasar modal


Peluang 1: Manfaatkan Pelemahan IHSG

Sepanjang tahun 2020, IHSG tercatat sempat mengalami pelemahan hingga 18,46% dan menyentuh angka 5000. Sampai sekarang IHSG masih terlihat bergejolak dan belum ada tanda-tanda stabil.


Bagi investor yang emosional, kondisi ini bisa menjadi malapetaka. Anjloknya IHSG berarti mayoritas saham yang diperjualbelikan di pasar modal mengalami penurunan nilai sehingga nilai investasi menjadi minus.


Namun hal ini tidak berlaku bagi investor jangka panjang. Anjloknya IHSG justru dapat dimanfaatkan untuk membeli saham perusahaan dengan harga yang lebih murah. 


Incar saham-saham perusahaan yang memiliki kinerja baik namun harga sahamnya mengalami diskon, atau istilahnya undervalued. Sehingga saat kondisi pasar modal sudah mulai stabil, kalian bisa panen besar dari saham-saham tersebut.


Peluang 2: Incar Saham Perusahaan yang Tahan Banting

Tidak semua orang paham soal analisis kinerja keuangan. Salah satu cara paling mudah untuk menentukan apakah kalian harus membeli saham suatu perusahaan atau tidak, adalah dengan mengenali produk yang dihasilkan suatu perusahaan. 


Sektor kesehatan, properti, manufaktur, keuangan dan perbankan adalah beberapa sektor yang dinilai akan memiliki tren yang positif.


Peluang 3: Cari Tahu Perusahaan yang Rajin Bagi Dividen

Selain lewat capital gain, keuntungan investasi saham juga berasal dari dividen. Dividen adalah porsi laba perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham yang umumnya dibagikan 1-2 kali setahun.  


Tidak semua perusahaan rajin membagikan dividen kepada pemegang saham. Namun begitu, di Indonesia ada perusahaan yang dikenal rajin membagikan dividen. Tidak ada salahnya mencari tahu daftar perusahaan yang rajin bagi-bagi dividen untuk tambahan penghasilan kalian.


Risiko 1: Capital Loss

Capital Loss adalah kondisi saat harga jual saham lebih rendah dibanding belinya. Kondisi turunnya nilai saham adalah hal yang wajar terjadi. Jika kalian belum menjual saham yang kalian miliki, seturun apapun nilainya, berarti belum rugi. Tetap tenang adalah salah satu kunci untuk menghindari kerugian dari capital loss.



Risiko 2: Adanya Suspensasi pada Perusahaan

Perusahaan yang mengalami suspensasi saham artinya aktivitas jual-beli saham di perusahaan tersebut dihentikan sementara oleh BEI. Hal ini bisa terjadi jika ada arus aktivitas yang tidak wajar dalam perusahaan, atau perusahaan mengalami masalah yang berkepanjangan. 


Hati-hati dengan keberadaan ‘saham gorengan’, yaitu saham yang memiliki valuasi rendah tapi memiliki nilai yang tidak wajar karena ulah oknum yang memainkan harga saham tersebut.


Risiko 3: Likuidasi Perusahaan

Likuidasi atau kebangkrutan perusahaan adalah salah satu risiko yang bisa dialami oleh seorang investor saham. Saat perusahaan bangkrut dan dilikuidasi, perusahaan diwajibkan membayar kewajiban atau utang-utangnya terlebih dahulu sebelum memberikan porsi sisa hartanya yang tersisa kepada pemegang saham. Itulah kenapa sangat penting untuk mencari tahu secara berkala kondisi perusahaan sebelum memutuskan untuk membeli saham.


Setelah mengenal peluang dan risiko investasi saham, bukan berarti perjalanan kalian selesai. Jangan pernah bosan untuk mencari tahu ‘aliran seni’ saham kalian. Caranya tentu dengan banyak membaca atau mendengarkan pengalaman investor lain. Nah yang terpenting jangan lupa untuk praktik! 


Sharing yuk pengalaman kalian yang udah investasi saham. Semoga bisa bermanfaat untuk pembaca di sini. Wassalamualaikum.

Reading Time:

Senin, 29 Maret 2021

Koleksi Tanaman Hias di Bawah Harga 50 Ribu, Bisa?
Maret 29, 2021 26 Comments


Assalamualaikum Sahabat.  Pasti banyak yang mengira saya penyuka tanaman hias baru-baru ini aja. Terutama yang baru berteman dan melihat foto-foto tanaman hias di akun sosial media saya, yang lumayan sering setelah pandemi. Kalo post foto memang sejak pandemi menjadi sering saya lakukan. Namun jauh sebelum pandemi pun saya udah pernah post foto di Instagram maupun Facebook.


Namun memang sejak pandemi koleksi tanaman saya makin banyak. Bisa jadi karena kebanyakan di rumah, nggak bisa jalan-jalan, jadi perhatian tercurah ke koleksi tanaman. Karena merawat tanaman udah jadi habit sejak lama.

Koleksi tanaman
Sebelum pandemi

Sebelumya saya udah pernah menuliskan koleksi tanaman buah atau warung hidup yang ada di teras sempit rumah. Lumayan banget, saya bisa memetik kangkung, bayam, cabe, daun salam, jeruk dan daun bawang untuk kebutuhan dapur. Nggak banyak yang dipetik tapi cukup untuk kebutuhan dapur. Namun untuk cabe, jeruk limau, dan daun jeruk, ada beberapa tetangga ikut menikmati. Sedekah bisa dari tanaman yang ada di rumah ya. 


Silahkan baca : Menyiasati Tanaman di Rumah Hadap Barat


Kali ini saya ingin menuturkan tentang koleksi tanaman hias yang ada di rumah. Dan sebenarnya enggak banyak koleksi tanaman hias saya. Jauh banget jenis dan jumlahnya dibanding tahun 2008 saat masih tinggal di rumah lama. Karena di sana ada lahan yang lumayan untuk meletakkan tanaman koleksi. Jadi saya punya tanaman hias daun mapun bunga, seperti anggrek dan adenium.


Di rumah yang sekarang saya ada beberapa jenis aglonema, sri rejeki, anthurium, sirih-sirihan, sukulen, dan philo. Ada juga sih monstera tapi kali ini yang ingin saya bahas adalah koleksi tanaman hias harga murah. 


Mengapa Suka Koleksi Tanaman Hias?

Jawaban termudah dan pendek adalah karena tanaman hias bikin rumah jadi makin cantik dan adem. Jawaban terpanjang silahkan lanjutkan baca ceritanya aja ya.

Sepertinya kecintaan saya pada tanaman dimulai dari bantu Bapak nyiram tanaman saat masih usia sekolah. Kemudian bertambah ketika saya menikah dan menempati rumah bersama suami. Apalagi di rumah pertama kami tersedia lahan yang cukup luas. 


Meski saat itu masih kerja, saya selalu menanti hari Sabtu dan Minggu. Hari ketika saya memiliki waktu lebih untuk ngurus tanaman dengan lebih intens. Kesukaan saya bertambah manakala tetangga juga memiliki hobi yang sama. Nyaris sebagian besar warga di RT tempat saya tinggal suka berkebun. Dan kami suka saling tukar tanaman koleksi yang berlebih. Asik kaaan, koleksi tanaman di rumah jadi nambah tanpa beli.


Ketika booming gelombang cinta, saya terkena imbas positif nya. Karena mengoleksi tanaman gelcin dan berhasil menuai benih hingga membesarkan anakannya. Jadi kalo dihitung saya mampu menangguk rejeki dari gelombang cinta lebih dari 20 jutaan. Ini hasil penjualan indukan seharga 15 juta yang awalnya saya beli hanya seharga 13 ribu. Tapi saya merawat selama 3 tahunan. Dan sisa penghasilan dari anakannya yang sangat banyak.

Silahkan baca : Hobi Berkebun Menghasilkan Duit

Hingga suatu hari saya dan keluarga mesti pindah rumah, mendekati orang tua yang sebelumnya mondar mandir ke rumah. Kasihan karena udah tua mending kami memilih beli rumah di dekat rumah mereka.


Di sini rumahnya separo dari rumah lama. Terasnya cukup untuk naruh pot tanaman, parkir motor dan mobil. Tapi hobi saya nanam tanaman nggak seleluasa saat di rumah pertama. Jadi koleksi tanaman sengaja saya bagi dari pada gak ada tempat naruh di teras rumah. Dan saya hanya memiliki koleksi tanaman buah di pot, aglonema, dan philo. Oiya ada satu anthurium gelombang cinta dan jemani.

 

Suatu hari saat pandemi yang memaksa semua orang untuk di rumah aja. Saya yang terbiasa ikut suami ke tempat kerja, nemenin belanja kebutuhan proyek, dan jalan-jalan, mendadak diam di rumah. Saya enggak biasa nganggur sedari muda. Pengennya melakukan sesuatu yang bermanfaat. 


"Ya udah bikin rajutan lagi," saran suami.

"Bikin pizza aja, Buk," ini sih saran anak-anak.

Dan berhamburan pesan dan saran agar saya nonton Drakor, baca buku, jualan online, de el el.

Uhhhh malas banget lah. Karena kegiatan itu semua udah saya lakukan kecuali nonton drakor. Ada sih nonton drakor tema thriller. Tapi begitu selesai ya udah, saya nganggur lagi.


Hingga suatu hari, suami ngajak saya ikut ke tempat proyek nya di kawasan Ambarawa. 

"Tumben ngajakin, biasanya disuruh di rumah terus,"

Ya, sejak pandemi saya memang memilih di rumah aja. Kayaknya suami kasihan melihat saya terkurung di rumah. Padahal saya enjoy aja di rumah. Meski kadang nganggur karena saat itu barengan dengan tangan yang cedera otot jempol akibat angkat pot. Saya suka mengisi waktu nganggur dengan mindahin pot dan itu hampir seminggu dua atau tiga kali. Dan cedera itu bikin saya harus mengistirahatkan tangan. Dari bersihin rumah, masak, nyuci, semua dilakukan oleh saudara yang bantuin nyetrika selama ini. Tahu kan efeknya bikin saya banyakan bengong dibanding sibuk ngurus rumah dan keluarga.


Ah kembali ke cerita tadi ya.

Suami cerita kalo sengaja ngajak saya karena tahu bakal di lokasi proyek istrinya ini pasti hepi. Ah mana bisa? Lokasi proyek tuh biasanya panas, banyak material yang rawan bikin cedera. Masa suami ngajak saya ketika tangan masih sakit?

"Nanti kamu pasti suka, karena dekat lokasi proyek, ada toko jualan tanaman."

Jawaban suami ini bikin saya mendadak semangat. Setelah bertanya kebenaran cerita suami, saya segera ganti pakaian. Sambil nyanyi nyanyi karena senang bisa keluar rumah meski deket jaraknya.


Koleksi Tanaman Hias Nggak Harus Mahal

Harga tanaman di teras ini,
harganya di bawah 50ribu

Singkat cerita setibanya di proyek, suami menunjukkan tempat orang jualan tanaman. 

"Udah sana lihat tanaman,"

Saya bengong dong melihat beberapa kios tanaman yang seakan melambai-lambai agar segera kesana.

"Ahhh... Kalo pengen boleh beli?"

Suami mengangguk. Horeee, teriak saya kayak anak kecil diijinkan jajan, hahahaa.

Suami tahu saya cinta banget merawat tanaman. Beberapa kali saat jalan-jalan di tempat wisata dan terdapat kios penjual tanaman, saya kadang belanja tanaman. 


Jadi saat di Ambarawa itu, suami ngurus proyek nya, sementara saya window shopping di kios tanaman. Siapa tahu ada tanaman yang menarik untuk diadopsi. Dan yang bikin saya semangat adalah harga tanaman yang dijual termasuk murah. Pas banget deh dengan hobi merawat tanaman sekarang ini, yaitu pilih yang murah. Alasannya adalah karena rumah yang sekarang, saya hanya bisa meletakkan tanaman di teras depan. Beda di rumah lama dulu, saya bisa meletakkan tanaman di teras belakang. Kalo beli tanaman mahal takutnya hilang dicuri, wkwkwkk.


Saya selalu merasa berada di surga kecil tiap kali bertemu kios penjual tanaman dengan harga murah. Udah lupa deh kalo di rumah saya punya tanaman cukup banyak. Tiba-tiba saya udah mengumpulkan beberapa jenis tanaman dan membayar di ibu penjual, qiqiqiii.


Kebanyakan di rumah juga bikin saya doyan belanja online. Awalnya belanja wajan, dandang untuk kukus siomay atau pisang (langseng). Eh lama-kelamaan belanja tanaman juga.


Dari bulan Mei hingga September 2020 (selama pandemi), ada 11 kali belanja tanaman. Saya memilih belanja tanaman online karena dua alasan. 

- Harus di Rumah Aja

- Harga tanaman di toko offline sejak pandemi melambung, tapi di toko online harga tetap

Untuk keaslian tanaman, kualitas nya, dan ukuran atau usia tanaman bisa dicek di kolom review masing-masing toko online. Jadi tips sukses belanja tanaman online memang harus mau telaten baca review nya.

Akhirnya suami bikin rak
untuk naruh tanaman saya yg makin banyak ๐Ÿ˜

Berikut ini beberapa tanaman yang saya beli selama pandemi dengan harga di bawah 50 ribu rupiah.


- Sri Rejeki atau Diven



Saya beli dari harga 10 ribu - 30 ribuan. Yang harganya 30 ribu udah ada anakan berjumlah 2 sampai 3 batang.

- Philodendron

Banyak jenis Philo yang ada di pasaran. Saya hanya punya yang harganya murah. Ada Philo lemon, black cardinal, dan yang paling murah adalah philo burle mark.




Philo burke Marks
Perawatan gampang, harga murah

Tanaman ini saya beli dalam kisaran harga 15 - 25ribuan. Saya hanya beli satu tanaman, tapi suka mencacah agar jadi banyak. 

- Photos atau keluarga Sirih


Tanaman sirih ini juga saya beli dengan harga 10 ribu. Tadinya cuma satu pot. Kemudian saya potong dan jadi 5 pot. Sekarang udah berkembang jadi 9 pot dan rimbun daunnya.

Selain itu ada sirih Brazil, sirih badak, yang udah saya pecah atau potong dan saya bagikan ke adik dan sepupu.

Sirih Brazil


- Monstera Adansoni

Banyak yang menyebut tanaman ini janda bolong. Mungkin diterjemahkan dari nama aslinya yaitu Rondo Bolong. Katanya berasal dari pengucapan ron do bolong atau artinya daun yang bolong atau berlubang.


Saya beli tanaman ini seharga 13 ribu rupiah. Sudah saya pecah dan dibagikan ke adik dan sepupu.

- Caladium

Nah ini ada yang saya miliki dari ngambil di pinggir jalan di tengah hutan. Yang warnanya pink dan ada totol-totol putih nya.


Namun yang lainnya ada yang dikasih saudara. Ada juga yang beli dari harga 10-15 ribuan.



Tanaman nggak harus punya dan beli dengan harga mahal. Sayang duitnya terlebih bila kalian masih terbilang baru terjun menjadi kolektor tanaman hias. Beli tanaman yang harganya murah. Kemudian pelajari cara merawat dan mengembangkan nya, kalo berhasil bisa naik kelas dengan beli tanaman yang lebih mahal.

Nah ini bisa jadi solusi juga bagi kalian yang ingin mengoleksi tanaman tapi sayang kalo harganya mahal. Takut nanti tanamannya mati.


Tanaman hias dengan harga murah juga nampak menarik bila kita pintar merawatnya. Bukankah memiliki tanaman hias adalah untuk menghibur hati? Kalo beli tanaman dan kemudian mati, malah bikin hati sebal, buat apa koleksi tanaman harga mahal? Wassalamu'alaikum.

Reading Time:

Kamis, 25 Maret 2021

Mengapa Ikan di Cagar Alam Telaga Ranjeng Tidak Boleh Dipancing?
Maret 25, 2021 31 Comments


Assalamualaikum Sobat. Hari Minggu tanggal 21 Maret 2021 kemarin saya baru saja berkunjung ke tempat salah satu wisata di kawasan Desa Pandansari, Payugayangan, Brebes. Ceritanya saya dan anak-anak nemenin babe yang sedang survey untuk satu pekerjaan di Bumiayu. Nah pulangnya itu kami diajak mampir jalan-jalan gitu, Sob. Karena ternyata survey nya nggak lebih dari sejam. 


Minggu pagi pukul 9 itu mobil melaju ke arah daerah Paguyangan. Menyibak keramaian pasar Bumiayu yang macet, bercampur kesibukan orang-orang yang tengah berbelanja kebutuhan dapur ataupun untuk warung mereka. Kami harus menahan diri agar tak menggerutu manakala angkot dengan sembarangan menyabot jalur mobil. Namanya juga angkot, suka-suka pengemudinya lah ya. Dan katanya orang sabar banyak rejekinya, aamiin.


Akhirnya keruwetan jalan raya di jalan Pangeran Diponegoro terurai, ketika mobil melintas menuju Kecamatan Paguyangan, Brebes. Tepatnya di kawasan Kaligua. Tempat yang berada di ketinggian1.563 Mdpl.


Namun sebelum tiba di kawasan kebun teh Kaligua, saya tertarik melihat sisi kiri jalan. Di sana ada beberapa warga yang sepertinya berasal dari luar daerah seperti kami, berdiri di tepi perairan mirip telaga. Yang menarik adalah terdengar suara kecipak air padahal nggak ada perahu yang ada di atas air. Suara apakah itu? Saya penasaran dong.


Telaga Ranjeng di Pandansari

Tidak terpikirkan oleh saya kalo tempat itu merupakan kawasan wisata. Lokasinya di pinggir jalan Desa Pandansari, Bantang Kawung, Brebes. Jalur ini bakal kalian lewati bila menuju tempat wisata Kebun Teh Kaligua. 


Selama perjalanan saya memandang  lurus ke arah jalan di depan mata. Saya jadi nggak memperhatikan sisi kiri saat tiba di dekat kawasan Telaga Ranjeng. Hanya saya sempat berujar, ada apa sih kok orang ngelihat ke kawasan berpagar? Dan tempatnya memang nggak terlihat kayak tempat wisata lainnya. 



"Itu Telaga Ranjeng, Buk," balas si bungsu.

Ah percaya deh karena matanya menatap layar gawai. Kata si bungsu lagi, Telaga Ranjeng yang dikelola oleh Perhutani Pekalongan Timur ini didominasi pohon damar dan pinus. Telaga seluas 48,5 ha ini berada di kaki Gunung Slamet. 

"Yuk turun dulu sebentar," ajakku pada suami.

"Nanti aja sepulang dari kebun teh," 

Jawaban suami diiyakan anak-anak karena tujuan pertama kami memang ke kebun teh. Baru nanti sepulang dari kebun teh lah kami akan mampir ke Telaga Ranjeng. Kebetulan kami di kebun teh juga nggak cukup lama. Karena suasana di kebun teh tidak sejuk seperti bayangan saya sebelumnya. Setelah ngemil jajanan yang sengaja saya siapkan dari rumah, dan jalan ke Tuk Bening, kami keluar dari Kebun Teh Kaligua. Tulisan saat kami wisata di kebun teh Kaligua akan saya tulis setelah ini.


Jadi sekitar pukul 11 sepulang dari kebun teh, suami menghentikan mobilnya di tempat parkir seberang telaga. Udara lumayan sejuk. Saya memperhatikan beberapa pengunjung sekitar 4 orang tengah jongkok di tepi telaga. Hanya si sulung yang nemenin saya menuju tepi telaga. Suami dan si bungsu melihat dari luar di balik pagar.


Suami in action ๐Ÿ˜‚

Untuk memasuki kawasan telaga, saya cukup mengisi kotak sumbangan yang diletakkan di dekat pintu masuk. Di sisi kiri ada bapak-bapak yang berdiri dengan kotak kardus yang isinya beberapa bungkus roti. Rupanya roti itu sengaja dijual pada pengunjung yang datang ke lokasi telaga.


Saya penasaran buat apa si bapak jualan roti deket telaga? Mengapa si bapak tidak berjualan aja di deretan warung yang letaknya di tempat parkir? Karena di sana memang ada deretan warung yang menjual roti, air mineral, permen, dan jajanan lainnya.  


Ternyata si bapak memang sengaja jualan roti di tepi telaga untuk pengunjung yang ingin memberi makan ikan. Ada dua jenis roti, yang ukuran agak besar harganya 10 ribu. Sementara yang kecil harganya 5 ribu. Saya pun membeli satu bungkus roti yang seharga 5 ribu.


Kalo kalian amati, foto yang saya ambil ini menampakkan sekumpulan ikan dalam jumlah yang sangat banyak. Kebanyakan ikan koi, ikan mas, dan saya nggak tahu ikan apa lagi. Ikan-ikan itu bergerombol seakan menanti pengunjung memberi sepotong roti. Dan mereka akan berebut roti itu. Saya sempat kaget saat roti yang saya lempar langsung ditangkap seekor ikan. Dia melompat gitu hingga terdengar suara kecipak air saat tubuhnya jatuh ke permukaan telaga. 



Saya kaget dan berteriak kecil. Si sulung yang mendamping bilang,"Kan aku udah bilang, Ibu jangan terlalu dekat di tepi telaga." 


Iya sih, ikannya kayak beringas gitu. Mereka semangat saat menangkap setiap roti yang dilempar oleh pengunjung. Lucu sih melihat ikan-ikan itu kayak rakus menyerobot tiap roti yang dilempar pengunjung. 


Cagar Alam Telaga Ranjeng

Dari seorang bapak yang saya wawancara, menceritakan bahwa telaga itu udah lama ada. Jauh sebelum kemerdekaan negeri ini, sekitar tahun 1920an gitu. Konon katanya telaga ini merupakan pemandian tokoh kerajaan di Jawa Tengah.


Dahulu telaga ini merupakan habitat ribuan ekor lele dan ikan nila berukuran raksasa saking besarnya. Dan yang anehnya adalah tidak ada orang yang menabur bibit ikan di sana. Warga sekitar juga nggak ada yang berani mengambil ikan di telaga untuk dikonsumsi ataupun dijual. Memang ada mitos yang menyatakan kalo ada orang yang mengambil ikan tersebut akan sakit. Kecuali dia mengembalikan ikan tersebut ke telaga. 



Itu sebabnya ikan di telaga ini sangat banyak dan berukuran besar. Karena memang tidak ada orang yang berani mengambil atau memancingnya. Orang yang datang kesana hanya memberikan makan sebagai hiburan. Atau menikmati suasana telaga yang asri dan sepi dari hiruk pikuk dunia. 


Dari si bapak pula saya mendengar tentang mitos ikan yang nggak boleh dipancing. Pengunjung hanya boleh memberi makan.  Sambil menikmati suasana tepi telaga yang asri, saya meminta si sulung mengambil gambar. Tapi saya sengaja hanya memintanya motret telaga. Saya nggak ingin foto di depan telaga karena kondisi lokasi yang tak leluasa untuk foto-foto. 


Mendadak ada pengunjung yang lumayan banyak, rombongan menggunakan mobil kapasitas 16 orang. Jadi kami memilih keluar pagar dan kembali ke mobil. Situasi pandemi memang mengharuskan setiap orang jaga jarak. Cuma selalu ada orang-orang yang tidak peduli dengan aturan ini. Sedih loh.


Melihat lokasi Telaga Ranjeng sebenarnya bisa menjadi tempat wisata yang menarik. Udara pegunungan yang sejuk, terletak di hutan lindung, dan air telaga yang tenang, layak dijadikan tempat untuk menyepi. Sayang pengelolaan sebagai tempat wisata kurang maksimal aja. Atau bisa jadi memang hanya diperuntukkan sebagai cagar alam, jadi sengaja nggak dibuka untuk tempat wisata. Namun kalo memang sebatas itu, mestinya pagar dipasang gembok. Agar tidak dikomersilkan sebagai tempat wisata.


Dari laman wikipedia tentang cagar alam Telaga Ranjeng ini, justru tertulis kisah unik. Konon menurut cerita turun temurun, di telaga yang memiliki kedalaman 3 meter ini terdapat ribuan ikan lele. Ikan ini dianggap sebagai penunggu telaga. Dan ikan lele ini ukurannya raksasa karena tidak pernah diambil oleh warga. 


Pernah ada seorang pengunjung yang mengambil ikan lele tersebut. Nah, begitu sampai di rumah tuh orang ini jatuh sakit. Katanya lagi, ikan lele itu dia pulangkan lagi agar bisa sembuh. 


Benar atau tidak cerita ini, saya nggak tahu. Karena saya tergolong menggunakan logika, malah balik nanya kepada si penjaga, trus yang balikin ikan lele siapa tuh? Tetangga, saudaranya, atau siapa? Bayangan saya lagi, bawa ikan lele dari telaga menuju rumahnya emang nggak resiko si ikan mati ya? Hihihiii, saya emang sejak kecil suka banyak nanya gitu kalo mendengar atau membaca berita yang tidak masuk akal.


Namanya juga mitos, bisa benar atau tidak. Kalian boleh percaya atau tidak, bebas sih. Tapi meski nggak percaya tetep dong menghormati kepercayaan warga setempat. Sebagai tamu sudah selayaknya menjaga sikap dong.


Oiya ikan lele yang dulunya banyak, saat ini sudah nggak terlihat. Kemarin saya hanya melihat ikan mas dan ukurannya besar semua. Ya gimana coba, setiap pengunjung yang datang selalu memberi makan pada ikan-ikan itu. Dan mereka bisa hidup bebas tanpa terganggu. Ikan-ikan itu senang banget mendekati pengunjung. Saya aja sempat kecipratan air telaga gara-gara si ikan bersemangat loncat. Seakan ingin menerkam roti yang saya lempar. 

Dasar telaga terlihat, airnya jernih

Kebetulan sepulang dari Bumiayu ini, kami mampir ke rumah adik di Tegal. Dari ceritanya, belum tentu juga setiap pengunjung bisa menjumpai ikan-ikan mas ini. Karena dulu dia pernah mampir ke Telaga Ranjeng dan tidak nampak ikan satupun. Makanya waktu saya tunjukkan video saat di lokasi, adik saya seneng banget. 


"Kok bisa sih aku nggak lihat ada ikan satu pun?!"

"Yaaah lagi nggak beruntung aja, atau bisa jadi saat kemarau. Jadi ikannya memilih tinggal di dasar telaga."

Adik saya bilang, saat kesana ada airnya sampai dekat pagar. Tapi memang nggak nampak ikannya. Kalo airnya surut pasti jarak daratan dengan pagar lumayan jauh.


Nah kembali lagi ya adik saya belum beruntung. Karena waktu saya kesana, ikannya buanyaaakkk. Saya dan si sulung sampai senang nebar roti yang kami beli dari bapak penjaga.


Fasilitas Telaga Ranjeng

Kalo saya melihat kekurangan Telaga Ranjeng ini adalah, tidak adanya tempat yang lumayan asik untuk ambil foto. Apalagi kalo pengunjung lebih dari 10 orang dan situasi masih pandemi. Kondisi normal aja orang bakal berdesakan karena daratannya memang sempit. 



Saya membayangkan ada perahu yang bisa disewa untuk berkeliling telaga. Pasti syahdu banget kan, menyusuri perairan tenang sambil menikmati hutan yang hijau rimbun. Tempatnya asri, cukup sejuk, dan menentramkan jiwa. 


Di seberang telaga yang merupakan lahan parkir, ada deretan warung. Kalian bisa membeli jajanan, mie instan, air mineral, atau kopi sachetan. Saya kurang tahu harga makanan di warung-warung ini karena memang nggak beli jajanan di sana. Setiap pergi saya sudah menyiapkan jajanan dan makanan dari rumah. Kalau beli juga biasanya di minimarket kompleks perumahan atau pinggir jalan. Itu juga biasanya air mineral atau cemilan ringan.


Karena hanya memberi makan ikan, tentu saja kehadiran kami nggak lebih dari 10 menit. Setelah itu kami segera melanjutkan perjalanan keluar dari Desa Pandansari, Brebes. 


Sepulang dari Desa Pandansari kami menyempatkan mampir di salah satu masjid untuk shalat Dhuhur. Baru lah kami kulineran sate blengong, makanan khas Brebes yang saya rindukan. Dahulu saya pernah menyicipi kuliner ini. Nanti saya tulis cerita kulineran sate blengong dalam tulisan selanjutnya. Wassalamualaikum.


Sumber Materi :

- Pengalaman Saat Berkunjung ke Lokasi

- id.wikipedia.org/wiki/cagar_alam_telaga_ranjeng

Reading Time: