My Mind - Untaian Kata Untuk Berbagi

Selasa, 27 September 2022

Banyak dibicarakan, Cari Tahu Seluk-Beluk NFT di Dunia Crypto
September 27, 20221 Comments

Setahun belakangan ini, dunia pasar kripto telah berkembang sangat luas. Investasi kripto sekarang nggak hanya didominasi oleh koin atau token, melainkan aset buatan sendiri pun bisa diperjual belikan di dunia pasar kripto. 


NFT adalah sebuah aset kripto berupa token tanda kepemilikan atas aset digital yang digunakan sebagai alat verifikasi kepemilikan suatu barang yang dibeli secara digital. Barang yang dimaksud bisa berupa Karya seni, musik, item di video games (skin, misalnya), atau barang digital yang bisa dikoleksi. 


Tentang NFT


picture by Alesia Kozik
Mata uang kripto, token utilitas, token sekuritas, token privasi, dan lain sebagainya adalah sejumlah aset digital yang telah dikenal secara luas. Non-fungible Tokens (NFT) adalah salah satu aset tersebut yang memiliki pertumbuhan paling pesat di industri kripto saat ini.

Karena fungsinya yang unik sebagai bukti kepemilikan sebuah aset digital, token NFT mengandung informasi identifikasi penting yang terekam dalam sebuah smart contract atau kontrak pintar. Hal ini membuat token NFT menjadi spesial, dan tidak bisa digantikan atau ditukar dengan token yang lain karena nilainya tersebut. 


Bagaimana Cara Menggunakan NFT


Selain sebagai bukti kepemilikan suatu aset digital, NFT juga bisa digunakan untuk menandai suatu aset yang perlu dibedakan berdasarkan bukti nilai atau tingkat kelangkaan aset tersebut. Aset ini bisa berupa tanah di dunia digital atau ruang virtual, hingga karya seni (aset investasi atau buatan sendiri), atau lisensi kepemilikan.


Jika kamu ingin membeli aset NFT untuk investasi, NFT bisa dibeli di pasar kripto NFT. Pasar khusus jual-beli NFT seperti OpenSea dan rarible, yang lebih dikenal sebagai pasar utama NFT dan telah mendominasi wilayah ini sejak lama. 


Akan tetapi meskipun demikian, beberapa platform pertukaran uang kripto besar kini telah membuat pasar NFT di platform mereka sendiri. Pada Juni 2021 misalnya, Binance meluncurkan pasar NFT milik mereka ketika rivalnya, Coinbase, mengumumkan rencana mereka untuk membuat Pasar NFT pada bulan Oktober 2021.

Cara Kerja NFT

Jika aset kripto seperti Bitcoin dan token ERC-20 yang berbasis Ethereum adalah aset yang bisa digantikan serta ditukar, token yang digunakan untuk standar token Non-fungible yang digunakan oleh platform seperti CryptoKitties dan Decentraland adalah token ERC-721.




Token ini adalah token khusus yang memiliki kontrak pintar yang merekam detil informasi mengenai pemiliknya. Token ini kaya akan metadata dan memiliki tautan file yang aman dari pembobolan.


Seperti yang diketahui, teknologi blockchain terus berkembang dari tahun ke tahun, Non-fungible Tokens, protokolnya dan kontrak pintar yang ada didalamnya pun masih terus dikembangkan sampai saat ini.


Untuk membuat aplikasi yang terdesentralisasi dan platform khusus yang bisa mengatur dan membuat Token Non-fungible masihlah sulit. Hal ini dikarenakan perkembangan blockchain yang terpisah-pisah dan terkotak-kotak. Banyak developer sibuk mengerjakan proyek mereka sendiri. Sehingga untuk mencapai perkembangan yang maksimal, protokol yang seragam dan operasi antar pengembang mungkin diperlukan.

Cara Beli NFT


Non-fungible token  bisa dengan mudah dibeli di pasar NFT besar seperti Opensea.io atau Rarible. Caranya sangatlah mudah, yang perlu kamu lakukan adalah:

  • Buat Crypto Wallet
  • Sambungkan dompet ke NFT Marketplace
  • Cari koleksi NFT
  • Beli NFT


Untuk kamu yang ingin mulai berinvestasi kripto secara mudah, download Pintu: Jual/Beli Aset Digital oleh PT.Pintu Kemana Saja di App Store atau Play Store kamu sekarang!

Reading Time:

Senin, 26 September 2022

Pesona Garda, Wisata Air Viral di Kabupaten Semarang
September 26, 20220 Comments

Halo assalamualaikum Sahabat. Masih dalam rangkaian Famtrip Blogger, Vlogger, Influencer, dan GENPI bareng Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang tanggal 22 September 2022. Kali ini saya ajak kalian berkunjung ke destinasi Deswita (Desa Wisata) Garda Pesona, wisata air viral di Kabupaten Semarang.




Sebelum ke Garda Pesona, saya udah tuliskan kunjungan pertama di Watu Gajah. Silakan dibaca : 

Watu Gajah Park, Wisata Air di Kabupaten Semarang


Wisata air yang tengah viral ini terletak di Dusun Dawung, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang. Untuk menuju Deswita Garda Pesona dari tempat terakhir saya berkunjung yaitu Watu Gajah Park, dibutuhkan waktu kurang lebih 1 jam. 


Untuk menuju daerah Pringapus ini kemarin kami diajak lewat daerah Bringin, melintasi destinasi wisata Goa Rong. Meski butuh waktu satu jam dijamin kalian nggak bakal bosan dengan pemandangan di sepanjang jalan. Terutama beberapa kilometer mendekati Deswita Garda Pesona, suasana berasa seperti di tengah hutan. Pepohonan karet, jati, hutan bambu, sungguh bikin saya merasa pulang ke rumah nenek di desa. Neneknya suami sih karena saya asli anak kota, hahahaa.


Asli seneng banget sepanjang jalan dengan menatap pemandangan kanan kiri yang menyejukkan mata. Membayangkan warga yang tinggal di daerah ini berasa healing tiap hari? Hahaha, kayaknya bukan deh. 


Beberapa kilometer mendekati destinasi wisata juga merupakan jalan sempit yang butuh nyali gede terutama bila berpapasan mobil lain. Yang asik tuh jalannya mulus karena udah dicor beton. Meski ada beberapa titik jalan yang terputus karena tanah bergerak sepertinya. 


Namun semua terbayarkan sih begitu mendekati jembatan gantung Pesona Garda. Udah terlihat pemandangan sungai di bawah yang mengalir deras membelah desa. Nampak pula destinasi wisata air yang viral dari atas jembatan.



Yuk Main Air, Rafting, dan River Tubing di Garda Pesona

Kebetulan saat saya dan teman-teman ke destinasi wisata ini hari Kamis, jadi ya pengunjung lain nggak ada. Tapi jangan heran kalo kalian kesini hari Sabtu atau Minggu, mendadak tempat ini udah kayak pasar tiban saking ramainya.


Menilik awal dibukanya destinasi wisata ini oleh pengelolanya, pengunjung langsung meluber. Bahkan sebelum ada pemberlakuan tiket masuk aja udah banyak pengunjungnya. 


Wajar ya karena saat itu pandemi yang tengah berlaku sekolah di rumah, kerja di rumah, bikin orang jadi bosan. Terbiasa mobile keluar rumah, dari kerja, kegiatan, sekolah, kuliah, mendadak harus di rumah. Otomatis begitu ada pelonggaran dikit aja langsung deh healing ke tempat yang sepi. Gowes ataupun menggunakan motor dan mobil mencari tempat yang masih alami. 


Satu hingga belasan orang pun akhirnya menemukan tempat yang asri ini berkat sosial media. Kekuatan sosial media memang mampu menarik magnet kunjungan orang untuk berwisata. Apalagi kalo tempat yang dibagikan di sosial media itu berupa sungai, adem, alami, bikin betah, pasti deh didatangi lebih banyak orang.


Memasuki kawasan wisata air yang viral ini bikin perasaan saya excited. Ya, saya adalah anak kota yang suka banget kegiatan di alam. Main di sungai, menjelajah alam, menjadikan saya merasa hidup dan penuh semangat. Berasa banget gimana udara yang masih bersih, sejuk, menyapa tubuh yang penat di perjalanan. Hingga mampu membangkitkan semangat dan mengeksplorasi destinasi wisata Garda Pesona. 


Gimana nggak semangat, menatap tempat wisata yang tertata apik, rapi, bikin adem di indera penglihatan. Ada semacam gapura yang seakan menyambut setiap pengunjung datang dan mengantarkan ke setiap spot di sana. Ada tempat cuci tangan karena anjuran Kemenkes adanya pandemi dan masih dipertahankan menjadi kebiasan baik. 




Yang menarik ada papan pengingat bagi setiap pengunjung gimana sampah plastik itu susah terurai. Pada setiap papan disematkan sampah dari yang tidak bisa terurai, yaitu styrofoam. Hingga makin ke bawah, makin pendek pula periode sampah terurainya yaitu kemasan ultrapack. Seakan kalian diingatkan untuk lebih bijak memilih produk belanjaan. 




Dari pintu masuk pandangan mata saya udah tertuju pada air sungai berwarna coklat yang mengalir di bawah sana. Kemudian pandangan saya teralihkan pada jembatan yang terlihat instagramable. Dengan latar pohon besar di seberang sungai, kebun warga, gazebo di tengah sungai (pulau buatan), ahhhh sempurna banget tempatnyaaa, teman-teman!





Kami pun berpencar menemukan spot healing masing-masing. Ada yang berdiri di pinggi sungai, mengambil video atau gambar. Ada yang hanya duduk di gazebo yang tersebar di seluruh tempat wisata. Dan saya dengan beberapa teman memilih naik ke jembatan untuk sekadar jalan ataupun foto-foto. Dan tahu dong jembatan gantung itu pasti akan terayun-ayun bila kita berjalan di atasnya. Makin cepat kita jalan makin kencang pula gerakannya. Hahahaa.




Tenaaang, jembatan gantung di Garda Pesona aman ya teman-teman. Meski orang yang berjalan sampai lima atau tujuh orang, aman kok. Dan kalo pengen main air memang harus melewati jembatan gantung karena lokasinya ada di seberang sungai. Dan nggak perlu takut untuk melintas di jembatan tersebut. 


Tim pengelola Garda Pesona mengajak kami untuk masuk ke air dan ngajari gimana cara agar tetap aman saat di atas sungai. Garda Pesona menyediakan permainan wisata air yang seru. Ada rafting dengan kapasitas perahu isi 4-5 orang. Nah ternyata ada juga river tubing menggunakan ban, pasti seru nih dicobain bareng bestie kalian. 






Yang tak kalah seru ada pula kasur angin dijadikan seluncuran juga di atas air. Melihat dua teman seperjalanan famtrip duduk di atas kasur angin dan meluncur sambil teriak kegiarangan, betapa serunya!


Saya dan beberapa teman, mba Hani, mba Wid, mba Dini, Arinda, nyobain rafting yang pertama. So far, sungai ini aman untuk wisata air buat anak-anak juga. Debit air lumayan stabil, tenang, hanya ada beberapa titik jeram dan tetap aman kok. Apalagi ada pemandu yang mendampingi selama rafting. Dan yang paling penting kami pun mengenakan jaket pelampung dan helm. Yang nggak bisa berenang nggak usah panik yaa.


Sebenarnya saya pengen juga nyoba river tubing, sayangnya ban yang ada dekat dengan lokasi start, ukuran besar udah abis. Mesti nungguin diambilkan dari pos di atas. Dari pada kelamaan saya pun ikut rafting lagi. Kali ini dengan rombongan yang berbeda. 


Bagi kalian yang penasaran berapa harga per pack untuk permainan wisata air di Garda Pesona ini. Tarifnya untuk setiap perahu dengan isi 4 orang hanya 520k udah termasuk untuk makan siang, snack, air minum, kelapa muda, peralatan, serta pemandu. Jarak tempuh rafting sepanjang 5 km yang kalian tempuh selama 2 jam dengan finish berada di tepi sungai yang cantik, yaitu tebing tinggi untuk spot foto. Cuma kali ini kami tidak nyoba rafting sampai garis finish karena durasi waktu yang dibutuhkan untuk ke destinasi wisata berikutnya.


Abis main air dan mandi, kami dipersilakan menikmati sajian makan siang. Aduuhhh jadi lapar deh ngelihat deretan menu yang tersaji di depan mata. Ada sup, urap sayuran, tempe goreng, ayam goreng, krupuk, sambel dan semur jengkol. Eh bener semur jengkol gak sih? Aku gak ambil karena memang nggak pernah makan yaa, jadi nggak tahu itu jengkol dimasak bumbu apa?



Makan siang dengan menu endolita, diiringi musik alam gemericik air sungai, suara desau angin, dan udara yang bersahabat. Paket lengkap bikin hati damai, krasan banget deh di destinasi Deswita Garda Pesona ini. 


Desa Wisata Garda Pesona, Wujud Semangat Warga Dusun Yang Kompak

Garda Pesona merupakan destinasi wisata yang dikelola oleh Desa Wisata Garda Pesona. Kekompakan warganya patut mendapat apresiasi karena dengan dana yang seadanya mampu menciptakan destinasi wisata. Yang akhirnya bisa menjadi pengembangan ekonomi desa dari bantuan Dana Desa.


Perlu teman-teman tahu, Dana Desa yang teralisasi untuk membangun tempat wisata ini akhirnya hanya 34 juta rupiah. Bayangkan dengan dana sejumlah 34 juta rupiah, apakah bisa untuk mendirikan sebuah tempat wisata? Bahkan untuk tiga gazebo, sarana, dan spot yang belum bisa memiliki daya tarik untuk wisatawan. Akhirnya dana kas dari berbagai pos, dari pos jimpitan, pos remaja, pengajian, diambil untuk menambah kebutuhan membangun Desa Wisata Garda Pesona. 




Kami mendengarkan Bapak Zamroni yang bercerita cikal bakal lahirnya Deswita Garda Pesona sambil ngemil kudapan. Pengelola Desa Wisata Garda Pesona sudah menyiapkan lemet, kacang rebus, es teh, dan kelapa muda. 




Warga desa bergotong royong menciptakan tempat wisata dengan tujuan ingin menumbuhkan ekonomi produktif bagi desa. Adanya desa wisata diharapkan bakal terwujud lapangan kerja bagi warga desa. Mereka ingin mewujudkan impian seperti saat Bapak Zamroni dan tim yang memiliki kesempatan studi banding ke Desa Wisata Lebakmuncang Bandung. 


Dari kunjungan tersebut beliau ingin mengembangkan potensi desanya yang tidak kalah dengan Deswita Lebakmuncang. Senangnya aspirasi beliau mendapatkan dukungan dari pemerintah desa. Seperti yang udah saya tuliskan di atas, dana 34 juta belum terlihat wajah wisata di tempat tersebut. 


Oleh Pak Zamroni, meski wajah desa wisata belum terlihat jadi, namun dia mempublikasikan di media sosial. Dia bukan memamerkan tempat wisatanya, tapi gotong royong yang terjadi di desa tersebut. Netizen memberikan apresiasi positif bahkan kepo berkunjung ke Garda Pesona yang masih alami. Januari sampai Juli 2020 akhir, setiap hari Minggu sudah dikunjungi oleh warga yang kepo. Jam 7 pagi dari komunitas gowes, juga warga lainnya bermain di tempat tersebut. Belum ada tiket masuk, tapi kedatangan netizen ini mengganggu pekerjaan tim deswita. 


Akhirnya tim deswita memutuskan untuk memindahkan jam kerja gotong royong pada malam hari. Karena mereka tidak mungkin melarang pengunjung yang datang meski mengganggu pekerjaan mereka. Pagi mencari batu, malam baru ditata di lokasi desa wisata. Dan mereka juga mulai menarik biaya parkir mulai bulan Juni akhir selama satu minggu bisa mendapatkan pemasukan yang lumayan. Paling tidak bisa untuk menyediakan konsumsi untuk gotong royong. 


Memasuki bulan Agustus makin banyak pengunjung yang datang. Dan pengelola juga belum menarik tiket masuk. Akhirnya mereka memutuskan agar Deswita Pesona Garda segera launching dini yaitu tanggal 8 Agustus 2020. Sejak hari pertama pengunjung yang datang tembus sebanyak 1250 lebih. Ini sungguh di luar ekspektasi pengelola deswita. Bahkan sejarah pengunjung terbanyak mencapai 3800 dalam satu hari yaitu tanggal 17 Agustus 2020. Jalan Pringapus hingga di Pesona Garda mengalami kemacetan yang luar biasa. Sejak saat itu hingga bulan Oktober 2020 setiap akhir pekan pengunjung selalu mencapai 1500. Sehingga pemasukan mereka sungguh luar biasa.


Mulai Oktober 2020 jembatan pertama porak poranda karena banjir. Jembatan yang terbuat dari bambu roboh dan hanyut diterjang banjir. Air banjir dari sungai meluap dan menggenangi lokasi desa wisata. Membuat pengelola deswita remuk redam. Namun semangat mereka tak ikut padam. Mereka mulai merenovasi jembatan dan lokasi deswita. Jembatan dibuat lebih tinggi dan diganti jembatan besi dan kayu seperti yang sekarang ada. Untuk gazebo juga dibuat lebih tinggi agar ketika terjadi banjir lagi tidak bakal rusak.


Tim pengelola Desa Wisata Pesona Garda bersyukur memasuki tahun 2021 banyak yang udah kenal dengan tempat wisata ini. Semua karena keajaiban media sosial, netizen berbagi kegiatan mengekplor Deswita Pesona Garda. Yang akhirna menarik minat lebih banyak pengunjung datang ke tempat ini. 


Begitu lah kekuatan netizen yang sering membantu dan berbuat kebaikan untuk mengangkat serta menumbuhkan ekonomi rakyat. Sukses selalu buat tim pengelola Desa Wisata Pesona Garda. Semoga terus berkembang dan menjadi destinasi favorit pilihan netizen. Wassalamualaikum.


Desa Wisata Pesona Garda
Alamat : Dusun Dawung, Desa Candirejo, Kec. Pringapus, Kab. Semarang.
Tlp : 0878 3270 5454
Jam buka : Senin-Kamis buka jam 09.00-17.00
Weekend buka jam 08.00-17.00
Website : www.pesonagarda.com
Instagram : @pesonagarda


Dokumentasi :
- Dokumentasi pribadi
- Deta
- Tim Famtrip Ayo Dolan Kabupaten Semarang

Reading Time:
Watu Gajah Park, Wisata Air di Kabupaten Semarang
September 26, 2022 20 Comments

Assalamualaikum sobat jalan-jalan. Saya sering menjumpai di linimasa sosial media, penuturan kerabat dan sahabat yang tinggal di luar kota, menganggap Ungaran sebagai bagian dari Kota Semarang. Ini salah banget ya, sobat. Karena Ungaran itu bagian dari Kabupaten Semarang, bukan Kota Semarang. Dalam hal wilayah dan pemerintahan pun juga beda banget. 


Foto by Ika Sari

Dan ini lah yang dirasakan oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, Bapak Heri Subroto. Mengapa masih banyak orang tidak bisa membedakan antara Kabupaten Semarang dengan Kota Semarang? 


Padahal orang bisa merujuk tempat wisata di Kabupaten Semarang seperti Bandungan, Gedong Songo, Umbul Sidomukti, dan masih banyak yang lain. Namun mereka selalu ingatnya tempat wisata itu ada di wilayah Semarang. Terlihat dari keputusan tempat menginap aja, mereka memilih hotel di Kota Semarang. Bisa jadi karena media pun salah tafsir dengan menyebutkan destinasi wiata seperti Watu Gajah Park ada di Semarang. Bukan menyebutkan Kabupaten Semarang.


Di sini memang branding satu wilayah itu penting. Untuk menjadikan Kabupaten Semarang dilirik oleh lebih banyak orang, perlu diangkat potensinya. Tahu nggak teman-teman, di Kabupaten Semarang memiliki 50 destinasi wisata dan 74 desa wisata (tempat wisata). Dan famtrip ini menjadi kegiatan yang rutin dilakukan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang dengan mengajak blogger, vlogger, Influencer serta GENPI (Generasi Pesona Indonesia). Kegiatan yang dimaksudkan untuk mempopulerkan destinasi wisata di Kabupaten Semarang. Jadi kalian nggak keliru lagi menyebut destinasi wisata yang ada di Kabupaten Semarang.


Hari Kamis tanggal 22 September, dengan didampingi tim dari Dinas Kabupaten Semarang, dua minibus membawa rombongan menuju kawasan Dusun Watugajah, Desa Ngobo, Kecamatan Bergas di Kabupaten semarang.


Watu Gajah Park, Wisata Edukasi KMIasi Yang Lengkap Sebagai Wisata Keluarga

Foto : @Erina_julia

Famtrip diawali dengan mengunjungi satu tempat wisata air dengan fasilitas lengkap, dari tempat bermain hingga memanjakan hobi. Kebetulan ini bukan kunjungan pertama saya, sebelumnya sekitar tahun 2018 saya kesini bersama teman alumni SMP. Waktu itu kami merasa senang karena tempat parkir luas jadi meski datang hari Minggu pun masih tersedia untuk parkir kendaraan bermotor, baik roda dua, roda empat, dan bus.


Dan kunjungan kedua ini cukup bikin saya surprise karena sudah ada beberapa pengembangan tempat wisata dari sebelumnya. Dari pintu masuk pengunjung udah disiapkan dengan spot-spot selfi yang menarik. Dari lorong berhias tanaman artifisial warna warni, menara Eiffel, tebing batu buatan, berbagai patung binatang, kolam air mancur dengan patung beberapa wanita membawa kendi yang mengucurkan air. 



Foto dari kiri atas ke bawah
Lorong masuk, kolam air mancur dg perempuan bawa kendi, rumah kupu-kupu dan Rumah Pohon, Papan Catur raksasa


Yang juga tak kalah cantik ada lorong cinta, pasti bikin kalian gak ingin berhenti foto-foto bersama teman seperjalanan. Di sini juga ada papan catur berukuran besar yang bisa dimainkan ataupun sekadar tempat foto-foto. 


Saat berjalanan menaiki anak tangga buatan, saya agak terkejut saat mendengar suara raungan panjang. Setelah makin mendekat dari asal suara baru deh saya paham. Ada patung gorila berukuran raksasa yang bia dijadikan spot foto pula. Di dalam Goa bentuk Gorila cukup gelap dengan hiasan lukisan. Kalian bisa foto di puncak tangan Gorila dan mengekspresikan wajah ketakutan mendengar raungannya yang kencang.



Bersebelahan dengan patung Gorila raksasa, terdapat tempat bermain untuk anak-anak, cafetaria, dan water park. Saat pertama kesini, area ini masih berupa tanah kosong yang luas. Jadi saat menjumpainya kemarin dalam famtrip, saya tertarik dengan fasilitas yang pasti diminati anak-anak. 



Kolam cukup besar dengan kedalaman yang aman untuk bermain anak-anak menjadi daya tarik tersendiri. Pantas aja tiap weekend Watu Gajah Park selalu menjadi pilihan destinasi wisata air bagi keluarga muda. Permainan air cukup lengkap, dari ember tumpah, bermacam perosotan, jembatan, dan kolam dangkal. Di area kolam renang juga terdapat berbagai patung, dari pinguin, sponge Bob dan teman-temannya, dan lainnya.




Saya melihat tidak ada kolam renang untuk orang dewasa. Jadi ini beneran memanjakan anak-anak yang tentu bisa jadi healing juga bagi orang tua yang menemani. Bermain air bersama anak-anak, tentu menyenangkan.


Watu Gajah Park juga memiliki taman kupu-kupu, rumah kucing, rumah jamur, tempat pamer tanaman hias, anggrek, kolam ikan koi, dan kolam terapi dengan ikan kecil untuk berendam. 


kolam terapi ikan

Masih banyak juga fasilitas di Watu Gajah Park. Ada berbagai macam tanaman yang sengaja dibudidayakan seperti bunga matahari, murbei, dan banyak lagi jenis tanaman yang saya lupa apa aja namanya. Semua tanaman ini menjadikan area Watu Gajah Park terlihat asri dengan tanaman yang berwarna warni. 


Pengembangan area Watu Gajah Park terus dilakukan. Menurut Bapak Bambang Wuragil, owner Watu Gajah Park ada rencana penambahan toilet atas usulan pengunjung. Alasannya karena toilet dirasakan kurang apabila pengunjung yang datang sampai ribuan. Bahkan sebenarnya juga ada rencana untuk menyediakan wahana sepeda di angkasa dan flying fox. Semoga ya secepatnya bisa terwujud.


Di sini udah beberapa kali menjadi tempat pre wedding oleh beberapa pengunjung. Selama ini tidak dikenakan tarif khusus. Seperti pengunjung umumnya, hanya bayar tiket masuk.


Jam Buka Watu Gajah Park

  • Mulai Pukul 08.00 - 17.00 WIB
  • Beroperasi tiap hari, Senin - Minggu
Harga Tiket masuk Watu Gajah Park untuk weekdays per orang 20 ribu rupiah. Sementara untuk weekend per orang 25 ribu rupiah. Anak usia di atas 3 tahun udah diharuskan membeli tiket masuk.


Teman-teman yang pengen berkunjung ke Watu Gajah Park jangan lupa bawa topi atau payung. Kemarin saya sampai di lokasi sekitar pukul 9 pagi dan matahari terik membakar di atas kepala, huhuu. Dan jangan lupa kenakan pakaian yang nyaman juga. Yuk dolan Kabupaten Semarang. Wassalamu'alaikum.


Watugajah Park
Alamat: Dusun Watugajah RT 1 RW 6 Desa Ngobo, Wringin Putih, Bergas, Kab. Semarang.
Telp : 0821 2529 8676
IG : @watugajahpark
Fb : Watugajah Park

Dokumentasi :
- @hidayah_art (pribadi)
- Erina
- Ika Sari
Reading Time:

Jumat, 23 September 2022

Terselip Nasihat Kesehatan di Drama Korea The Law Cafe
September 23, 20221 Comments

Assalamualaikum. Wiihhh nulis review drama Korea lagi? Itu artinya nonton drakor lagi dong?! Hehee, iyaa... Yang katanya udah pensiuan nonton drakor, ternyata mulai tertarik nonton! Ada apa dengan kebiasaan baru yang pernah saya lakoni ini? Yang pasti ada alasan khusus saya tertarik nonton Drama Korea The Law Cafe.



Mari saya ceritakan dulu tentang sinopsis Drama Korea The Law Caffe :

Kim Jung Ho dikisahkan sebagai lelaki pengangguran yang hobinya berendam di kolam buatan di lantai paling atas apartemennya. Cerita yang tersembuyi dari tetangganya, dulunya dia seorang jaksa yang berhenti karena skandal korupsi ayahnya yang juga seorang jaksa. Jung Ho mendapatkan penghasilan dari hasil sewa bangunan miliknya. 

Tidak disangka, seorang wanita cantik bernama Kim Yu ri menyewa gedungnya untuk dijadikan tempat usaha. Perjumpaan ini mengingatkan kisah masa remaja saat mereka satu sekolah. 


Kim Yu Ri adalah pengacara cerdas yang handal dan menjadi bagian dari Yayasan kesejahteraan publik di salah satu firma hukum terkenal. Namun ia memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya dan akan mewujudkan impiannya. Yaitu ia ingin membuka kafe di gedung yang ia sewa, sekaligus juga menerima konsultasi hukum. Nama kafenya adalah Law Cafe.


Yang bikin penasaran saat menonton setiap episodenya, hubungan kedua tokoh utamanya. Apakah cinta mareka akan benar-benar  mekar ketika bertemu kembali? Penasaran loh dengan ekspresi Kim Jung Ho tiap kali menatap Yu Ri, selalu dengan tatapan teduh yang bikin terhanyut.


The Law Cafe adalah drama dengan genre komedi romantis yang mengangkat topik hukum. The Law Cafe mulai tayang 5 September 2022, Setiap Senin dan Selasa pukul 21.00 wib.


Cuitan dari petinggi WHO Tentang The Law Cafe

Saat episode pertama tayang, Drama Korea ini langsung mendapat rating tinggi. Bahkan petinggi WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus. Melalui akun Twitter-nya, ia mengunggah sebuah potongan video salah satu adegan.


Dalam adegan tersebut, Kim Jung Ho (Lee Seung Gi) tengah memberikan nasihat kepada dua perempuan paruh baya di depannya. Sambil menikmati hidangan bersama, Kim Jung Ho menyebut kandungan garam di masakan mereka terlalu banyak.


"WHO merekomendasikan tidak makan lebih dari 2 ribu mg sodium setiap harinya. Itu sekitar 5 gram garam," ungkap Kim Jung Ho.



Adegan ini mendapat pujian dan ucapan terima kasih Tedros Adhanom pada The Law Cafe. Alasannya karena memasukkan unsur edukasi kesehatan dalam adegan tersebut.


Terima kasih memasukkan rekomendasi dari WHO mengenai konsumsi garam #LeeSeungGi dan @MyLoveKBS di drama terbaru kalian #TheLawCafe Tentu saja #LessSalt (mengurangi garam) sangat baik bagi kesehatan kita. Tidak boleh lebih dari 1 sendok teh perhari


Yang menarik ternyata, postingan tersebut tentu saja mendapatkan perhatian dari fans K-Drama. Banyak yang memuji drama The Law Cafe yang mempromosikan hidup sehat lewat dialognya. Menurut salah seorang fans, drama ini bagus karena menyisipkan pesan baik dari WHO.


"Mengetahui seberapa banyak garam yang aku konsumsi bulan ini, aku tidak bisa berhenti berterima kasih kepada Kim Jung Ho untuk informasi yang sangat bagus ini," tambah lainnya.


Sungguh ide cerdas bagi tim kreatif drama Korea ini menyisipkan pesan baik dalam salah satu adegan. Hal baik yang layak diikuti oleh tim kreatif drakor lainnya. Alasannya karena hal baik yang dilakukan oleh sang idola bisa menjadi role model bagi fansnya.


The Law Cafe merupakan drama Korea yang dibuat berdasarkan webtoon berjudul Love According to Law. Bercerita tentang Kim Jung Ho, mantan jaksa yang kini menjadi tuan tanah, dan Kim Yu Ri, seorang pengacara yang memutuskan berhenti dari firma hukumnya.


Episode Yang Selalu Dinantikan, Ada Kejutan Apa Minggu Ini?


Drama Korea dengan tayangan on going seperti The Law Cafe itu udah bukan tontonan favorit. Karena sebagai penonton, saya mesti setia menanti setiap episode nya tayang. Dan ini bukan pilihan yang mudah bagi saya yang udah terlanjur nonton sebelum cek ricek.


Salah satu yang jadi alasan saya berhenti nonton drakor karena pilihannya sebatas on going. Kalo sekarang enak ya, ada banyak pilihan nonton drakor. Nggak harus nonton on going, bisa nonton via telegram, dan media service lainnya seperti Netflix atau VIU. Saya sekarang mulai nonton drakor yang udah selesai penayangannya. Malas banget nungguin setiap episode-nya. Hahahaa.


Tapi drakor The Law Cafe ini ternyata on going dong! Saya awalnya nggak tahu karena nggak baca review nya terlebih dulu. Saya terjebak nonton karena ternyata emang sekeren itu sih ceritanya. Tapi gak apa, The Law Cafe hanya ada 16 episode. Dan saya menemukan drakor ini saat udah tayang episode ke-4. Saat artikel ini saya tuliskan drakor udah sampai di episode ke-6.


Episode 1 menceritakan tentang pertemuan kembali Jung Ho dengan Yu Ri setelah terpisah beberapa tahun. Juga mengisahkan tentang kiprah Yu Ri di ruang sidang yang sering memenangkan kasus hukum membela pihak kelas bawah. Penghargaan sering didapatkan Yu Ri yang selalu tampil menawan saat di ruang sidang.


Episode 2 mengisahkan sikap Yu Ri yang percaya bahwa pengacara terbaik adalah seseorang yang memecahkan masalah sebelum masalah tersebut dibawa ke meja hijau pengadilan. Ada juga adegan Jung Ho tampak cemburu ketika dokter Park Woo Jin yang juga menyewa gedung Jung Ho memperlihatkan perhatiannya kepada Yu Ri. Park Woo Jin adalah sepupu Jung Ho. Akan tetapi, Jung Ho juga memperingatkan Woo Jin bahwa mereka tidak boleh menyukai Yu Ri.




Episode 3 menceritakan tentang kerja sama Kim Yu Ri dan Kim Jung Ho yang mengajukan gugatan pada Dohan constructioan. Tim hukum Dohan Construciton mengadakan pertemuan darurat dengan Yu Ri dan Jung Ho. Mereka menawarkan kompensasi 8 juta won untuk setiap apartemen biru.


Sebenarnya saat menulis artikel ini saya udah nonton hingga episode 6. Namun review drama Korea The Law Cafe ini saya tamatkan di episode ke-3 aja ya.  Takut nulisnya ntar jadi spoiler gitu. 


Kalo kalian penasaran lebih baik tidak nonton drama Korea ini. Saya takut kalian bakal keranjingan nonton drakor kece ini, hahahaa. Ya udah silakan kalo bandel dan tetap nonton, selamat baper menyaksikan dua tokoh utama saling menggoda. Saya suka senyum-senyum sendiri nonton drakor ini. Kalian nonton The Law cafe juga? Gimana menurut kalian tentang drakor manis ini? Silakan komentar setelah baca artikel ini yaa. Wassalamualaikum.

Reading Time:

Kamis, 15 September 2022

Traveling Lagi ke Lembah Harau,  Wisata Menarik di Payakumbuh Sumatra Barat
September 15, 2022 32 Comments

Assalamualaikum Sahabat. Melanjutkan cerita traveling saya bersama keluarga suami, awal bulan Agustus 2022 yang mengesankan. Ya bagi saya setiap perjalanan selalu meninggalkan kesan yang mendalam. Siapapun teman perjalanan pasti akan ada cerita yang tak sama. Meski dengan orang yang sama, ke tempat tujuan sama, akan selalu ada cerita yang berbeda. 



Apalagi perjalanan kami kali ini terasa istimewa dikarenakan untuk menjadi saksi ijab dan pernikahan ponakan. Pernikahan yang udah jadi perbincangan di WAG kelluarga sejak akhir tahun kemarin. Alhamdulillah pesan tiket pesawat udah dari Februari jadi masih dapat harga murah. Acaranya juga lancar, meski ada drama sejak berangkat dari hape yang tertinggal di mobil sampai ada yang kehilangan hape beneran. Ya itu lah cerita yang akan selalu jadi kenangan saat ada di satu perjalanan.


Oia saya menuliskan versi lengkap perjalanan ini karena traveling ke Lembah Harau adalah sisipan kegiatan setelah tasyakuran pernikahan ponakan. Jadi sengaja saya menulis lengkap perjalanan dari awal di bandara hingga ke Pekanbaru.


Perjalanan kali ini bersama dengan suami, ibu mertua, mbak Nur (mbak ipar), mbak Ida (istri kakaknya suami), dan adik ipar (pasangan suami istri, dek Pur dan Ani, serta si bungsu Nina). Dari rombogan kali ini dengan tujuan sama, yaitu Kota Pekanbaru dan nantinya akan jalan-jalan ke kawasan Bukittinggi. Kali ini saya akan menuliskan cerita saat wisata di Lembah Harau. Meski kami juga ke tempat wisata lain. Akan saya ceritakan di lain waktu bila ada yang tertarik, hihii.


Meski bukan kali pertama berkunjung ke lembah ini namun tetap aja menjadi pengalaman yang mengesankan. Tapi ada juga sih pengalaman tak mengenakkan. Apa sih yang bikin nggak enak? Baca lebih lanjut aja yaa.


Hari Kedua Berangkat dari Bogor Menuju Bandara

Setelah menikmati perjalanan sepanjang 7 jam, dengan beristirahat di Pekalongan dan rest area haritage Brebes, kami tiba di Bogor di kawasan Dramaga. Rumah adik kami yang hanya ditempati oleh anak sulungnya. Rencana besok pagi jam 8 kami akan berangkat ke bandara Soekarno Hatta bersamanya.


Sampai di Bogor segera masak nasi untuk makan malam kami bertujuh. Lauk pelengkap udah bawa dari Semarang. Ada rendang daging, serundeng, kentang pedas, dan telur balado. Saya dan mbak Nur akhirnya nyari sayuran di kulkas untuk dimasak tumis. 


Yang bebas tugas ada yang mandi, beberes bajuk untuk besok pagi, atau eksplor koleksi tanaman di kebun depan, hahahaa. Sementara suami dan adik ipar membersihkan mobil.


Setelah makan malam dan ngobrol diselingi vidcall dengan adik yang di Pekanbaru, kami segera masuk kamar untuk beristirahat. Capek, ngantuk, dan kami mesti mempersiapkan stamina untuk perjalanan besok ke bandara. Yang pasti kami harus siap nunggu lama di bandara karena pesawat delay. Udah biasa ya kalo maskapai Li**, hehee.


Pagi hari Jumat, 5 Agustus 2022 mobil kami terisi 7 orang dari sebelumnya karena ada ponakan yang bareng kami. Oia yang nikah adiknya duluan kemarin. Tapi alhamdulillah si sulung dari nte Yuli (adik kami yang tinggal di Pekanbaru) insya Allah bakal nyusul tahun depan. Mohon doanya ya buat ponakan kami.


Setelah perjalanan sekitar 1,5 jam, mobil pun memasuki bandara terminal 2E. Setelah menurunkan bawaan, suami menitipkan mobil di parkiraan inap di dekat gate 1. Dia sendirian kesana, karena ada satpam yang antar. Kata si bapak satpam nantinya akan naik ke gate 1 lewat eskalator atau anak tangga. Kami pun menanti di dekat pintu masuk terminal 2E.


Penantian Selama 6 Jam di Bandara, Dari Shalat Hingga Makan Siang 

Setelah suami bergabung dengan rombongan, kami segera boarding karena ada penitipan bagasi. Berbarengan pula ada pesan notif masuk di WAG kalo adik bungsu udah nungguin di Gate E5 bersama Ibu. Mereka berangkat dari Semarang dengan penerbangan pertama. 


Jadi ceritanya memang kami barengannya mulai dari bandara Soetta. Karena kasihan ibu kalo mesti ikut kami yang muda ini road trip Semarang - Bogor. Tapi pulangnya terpaksa ikut road trip Bogor - Semarang karena adik bungsu mesti pulang duluan. Tapi alhamdulillah Ibu sehat sehat aja selama dalam perjalanan dari berangkat hingga pulang lagi ke Semarang.


Sebelum beranjak ke Gate E5 kami memilih shalat Dhuhur dulu di mushola yang ada Terminal 2D. Karena adik kami bilang, mushola yang ada di Gate E5 itu mesti turun satu lantai gitu. Meski akhirnya juga kami tetep mengakses kesana karena harus ke toilet saat menanti jam penerbangan yang masih lama. 


Setelah semua selesai melaksanakan shalat yang dijamak, kami pun beranjak ke Gate E Terminal 2E. Wah kasihan ibu misal jadi berangkatnya bareng kami naik mobil dari Semarang. Tapi tadi adik kami yang bareng Ibu juga cerita kalo mereka pun jalannya jauh. Beruntung ada fasilitas kursi roda bagi lansia, dibantu oleh maskapainya. Yang penting saat boarding sampaikan pada petugasnya kalo ada orang tua yang butuh kursi roda karena masalah dengan kakinya.




Tiba di terminal 2F rombongan kami segera berkumpul di deretan kursi bareng adik bungsu dan Ibu. Kami masih menanti rombongan dari Kuningan, keluarga suaminya adik kami. Tapi dari Kuningan ini hanya empat orang yang bisa berangkat ke Pekanbaru. Yang berangkat yang usianya muda ataupun tubuhnya sehat. Meski dibanding kami ya masih mudaan kami sih, karena yang berangkat adalah kakaknya ayah dari pengantin putra. Ah syudahlah nggak perlu dipusingkan tentang keluarga dan usianya, hahahaa. 


Di sini kami makan perbekalan, nasi kebuli dan ayam goreng. Pilihan lain nasi putih dengan ayam goreng dan telur balado. Pilihan saya nasi kebuli dan suwir daging, enak banget ya Allah. Kayaknya aku lapar karena jalan jauh antara terminal masing-masing gate ini, hihiii. Tapi emang udah jam makan siang juga sementara paginya saya hanya makan bolu dan teh manis.


Tepat jam 16.00 petugas memanggil para penumpang pesawat Lion Air tujuan Pekanbaru. Perjalanan nggak lama karena pukul 18.00 pesawat udah mendarat di bandara Sultan Syarif Kasim. 



Kami masih sempat foto-foto di bandara dan akhirnya bertemu dengan keluarga adik yang akan menikahkan anak bungsunya keesokan harinya. Dari bandara ini ada dua mobil plus satu mobil sewaan untuk menjemput rombongan dari Jawa.


Perjalanan dari bandara menuju rumah nggak butuh waktu lama karena lokasinya dekat, cuma membutuhkan waktu 15 menit. Setelah pembagian kamar dan mandi, shalat, dan beberes pakaian, kami berkumpul untuk ngobrol. Kebetulan ada dua kakak sepupu dari keluarga besar ibu mertua yang tinggal di Boyolali dan Palembang akan menghadiri pernikahan besok. Jadi deh malam itu acaranya makan dan ngobrol seru. Kalo nggak ingat besok bakal ada acara penting pasti ngobrolnya nggak bakal disudahi, hihiii.



Om Aji mengantar kedua pasangan suami istri (Mba Sri dan suami, Mba Heni dan suami) ke hotel. Suami dan om Pur dengan mobil lain mengikuti dari belakang. Rencananya adik ipar akan ditinggal di hotel tempat menginap pengantin dan keluarga, jadi mobil akan dibawa pulang suami. 


Piknik ke Lembah Harau Lagi, Suasana Udah Beda

Acara pernikahan aku skip aja yaa, alhamdulillah dari akad nikah hingga resepsi berjalan lancar. Kami pulang jelang pukul 14.00 dan segera shalat di rumah. Abis itu kami beristirahat tapi nggak bisa tidur karena mau nyuci, wkwkwk. Yang penting nyuci ntar setrikaan biar diurusi si mbak ART besoknya. Karena besok kami berencana akan wisata di kawasan Bukittinggi.


Akhirnya Minggu pagi setelah diskusi semua rombongan ikut kecuali adik bungsu yang harus pulang dengan pesawat pukul 9 pagi. Dari rencana 6 orang, akhirnya Ibu dan adik kami yang kemarin abis punya acara, ikut serta piknik. Ya adik kami ikut nemenin. Nggak kebayang capeknya seperti apa tapi masih sempat nemenin kami wisata. 


Tapi sebenarnya adik kami ini menggunakan jasa wedding organizer. Jadi ya meski capek juga paling karena ngurusi keluarga, masak buat kami, dan siapin oleh-oleh untuk kami juga. Karena sebelum kami datang dia udah belanja oleh-oleh, jajanan khas Pekanbaru. Untuk oleh-oleh ini nantinya akan saya tulis khusus di artikel selanjutnya.


Sebelum berangkat, Om Aji udah wanti-wanti kalo daerah Bangkinang ada jalur buka tutup karena proyek jalan yang tengah dicor. Kami udah siapin cemilan buah dan snack ringan untuk teman di perjalanan. Saya yang nggak sempat sarapan di rumah pun memilih cemilan buah selama di perjalanan. 


Setelah 4 jam perjalanan, sempat rehat sejenak di Kelok 9 untuk menyelonjorkan kaki, kami tiba di Lembah Harau. Oia kami sempat menghabiskan jagung bakar, pisang bakar selama di Rest Area Kelok 9. Kami juga sempat foto-foto bersama. 






Sejak 1993, Harau sudah menjadi cagar alam hutan hujan tropis dataran tinggi. Bahkan di sini juga terdapat suaka margasatwa sebagai rumah satwa asli Sumatra. Dengan luas 669 hektare, wilayah cagar alam Harau terbagi menjadi 3 area resort. Di antaranya adalah Resort Aka Barayun, Resort Sarasah Bunta, serta Resort Rimbo Piobang. 


Dahulu Lembah Harau terkenal dengan wisata menarik seperti air terjun. Sayangnya kali kedua saya ke tempat ini, kolamnya kering dan air terjun mirip curahan gerimis. Entah apa yang terjadi di atas bukit sana. Tapi yang pasti pepohonan di hutan di atas bukit pasti sudah berkurang habitatnya.


Sekarang Lembah Harau udah berbeda, tidak seperti dulu saat saya kesini bersama mba Nur, suami, dan dek Yuli. Kata banyak netizen Lembah Harau sekarang ada wisata menarik yang wajib dikunjungi. Ternyata ada penambahan wisata menarik tematik yaitu Kampung Eropa, Korea, Sarosa, Secret Garden, dan Jepang.






Selain itu, tersedia juga opsi wahana outbound dan tempat wisata menarik kekinian di Lembah Harau. Untuk akomodasi, kalian bakal mudah mendapatkan penginapan di lokasi wisata ini yang umumnya berupa homestay. Camping ground pun juga ada. Fasilitas lain adalah area parkir, toilet, serta tempat ibadah.

jalan menuju toilet, ada sandal khusus

Kecewa di mushola ini, banyak pengunjung tidak melepas alas kaki. Udah ada tanda larangan, disediakan sandal oleh pengelola juga. Sayang banget pengunjung membuang sampah seenaknya juga. 


Saya kasihan pada pekerja yang rajin membersihkan lokasi wisata ini. Hal yang paling memalukan adalah pekerja menyapu semua sepatu atau sandal yang naik ke lantai tempat larangan. Eh tapi masih ada beberapa pengunjung yang enggan melepas, justru naik ke anak tangga lebih tinggi dengan sepatu yang terpakai.

"Aduh aduuhhh, kok nggak ada empati gitu ya, ada larangan masih aja sepatu gak dilepas,"


Komentar gusar saya lepas seketika. Mbak Ipar ngakak mendengar omelan saya. Kesadaran menjaga tempat wisata di negeri ini merupakan PR besar yang entah gimana cara memperbaikinya. Saya selalu gemas kalo melihat kondisi sampah di tempat wisata. Ndableg (bandel) banget yak sebagian kecil (harapan saya) wisatawan ini. 


Harga Tiket Lembah Harau

Harga tiket masuk Lembah Harau Sumbar bergantung pada spot wisata menarik yang dikunjungi. Biaya masuknya mulai dari IDR 20K. Ada juga tiket masuk terusan IDR 30K-40K. Tiket terusan biasanya meliputi kunjungan ke semua atau ke sebagian spot (Kampung Eropa, Korea, Jepang, Kampuang Sarosa, serta Secret Garden). Saya sendiri kurang tertarik di samping keterbatasan waktu juga untuk mampir ke tempat tersebut.



Sempet ngintip bagian dalamnya
 seperti di foto bawah itu


Bagi sebagian warga wisata kekinian ini dianggap sebagai spot foto yang menarik. Karena belum bisa berkunjung ke negara impian, ya udah foto aja di spot yang ada di sini. Namun sebagian wisata lain justru menyayangkan kehadiran wisata tematik tersebut justru menghilangkan eksotisnya Lembah Harau. 


Lembah Harau merupakan ngarai curam yang terapit dinding tebing dengan ketinggian 100-200 meter. Lanskapnya begitu menawan, cenderung eksotis dengan topografi berbukit-bukit dan bergelombang. Di Lembah Harau ini setiap bukit memiliki nama masing-masing. Saya mendengar seseorang yang menuturkan ada yang disebut Bukit Jambu, Bukit Air Putih, Bukit Singkarak, Bukit Tarantang. Meski beliau tidak begitu hapal bukit mana yang namanya bukit Air Putih.  



Saya hanya berada di tempat ini sekitar 1,5 jam, diselingi ngemil, shalat, dan foto-foto. Semoga aja tempat ini masih mempertahankan kealamiannya. Karena Lembah Harau udah menarik dengan apa yang udah disuguhkan alam. Tebing tinggi, air terjun, hamparan rumput atau sawah, serta rumah adat Minangkabau dalam bentuk miniatur maupun tempat tinggal, atau homestay-nya. Semua itu berpadu indah dan eksotis terutama ketika kabut datang dan gerimis turun perlahan. 


Pukul 13.45 kami pun beranjak meninggalkan lapangan parkir menuju destinasi wisata menarik berikutnya. Teman-teman udah pernah berapa kali ke Lembah Harau? Bagi yang belum pernah berkunjung ke tempat ini, saya sarankan untuk datang sepagi mungkin agar bisa menikmati suasana lembah yang tenang dan damai. 


Artikel ini agak panjang di awal ya, mohon maaf karena saya sengaja ingin menjelasakan perjalanan kami sekeluarga. Nggak ada anak-anak yang ikut karena mereka semua sekolah dan ada kegiatan kuliah atau kerja. Jadi yang berangkat memang rombongan orang tua, om, tante, budhe, gitu yaa. 


Dan artikel ini sekaligus juga merupakan tantangan nulis dalam grup arisan blogger. Kali ini ada mba Siti Nurjanah yang pernah bertemu saat ada kopdar blogger di Semarang dulu. Lifestyle Blogger yang bertubuh mungil ini juga sering traveling ke berbagai tempat wisata menarik yang belum pernah saya kunjungi. Hmm apakah kami bakal kopdar lagi yaa? Semoga aja bisa traveling bareng ya, teman-teman. Wassalamualaikum.
Reading Time: