My Mind - Untaian Kata Untuk Berbagi: Blogger Perempuan
Tampilkan postingan dengan label Blogger Perempuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Blogger Perempuan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 Februari 2020

Selamat Ulang Tahun Jarang Sisiran Always 17th, Keluarga Yang Terus Bertumbuh
Februari 29, 2020 12 Comments

Selamat Ulang Tahun Jarang Sisiran Always 17th


Assalamualaikum Sahabat. Adakah yang penasaran dengan pengucapan pada judul post blog kali ini? Bener kok nggak salah dengan judul di atas. Saya ucapkan selamat ulang tahun pertama di empat tahun kebersamaan dalam whatsapp grup. Yup, kami lahir empat tahun lalu saat komunitas Blogger Perempuan mengadakan arisan link. 

Kami tergabung dalam kelompok 3 Arisan Link Blogger Perempuan. Tentunya agar mempermudah koordinasi saat satu nama menang untuk diulas blog nya. Berjalannya waktu tidak semua bisa menunaikan tugasnya. Kesibukan di dunia nyata atau job nulis yang makin banyak, mulai menyita kesibukan. 

Akhirnya dibikin pemutihan atau ikhlas ikhlasan aja lah bagi yang belum menang. Tapi misalkan dia udah menulis, kami berusaha akan mengerjakan kewajiban. Meski pun saya ingat masih punya hutang tulisan pada Diah alsa dan Muthi Haura

Ketika arisan sudah selesai, semua member minta grup nya nggak boleh bubar. Ya udah hingga hari ini kami masih tergabung dalam WAG. Namun dengan nama Jarang Sisiran Always 17th.

Penasaran kah dengan nama unik ini?


Nah grup ini awalnya adalah grup Arisan Link Blogger Perempuan 3. Terus karena udah selesai arisan link dan kami keasikan ngobrol sampai namanya diubah beberapa kali. Pertama Keluarga Jarang Sisiran. Gara-gara nyaris semua anggota grup memiliki kesamaan yang baru diakui setelah bergabung setahun lebih. Yaitu mereka jarang sisiran dengan berbagai alasan, hahahaaa.

Kemudian nama grup berubah menjadi Jarang Sisiran Always 17th. Karena kami memiliki harapan awet muda dalam segala hal, termasuk semangat ngeblognya. Meski aslinya grup ini anggotanya terdiri dari beragam usia. Dari yang belasan sampai usia cantik, dan lolita.

Bahkan anggota grup pun bertumbuh, dari yang tadinya single, menikah, hingga memiliki buah hati. Ada juga yang kehamilan di antara anggota susul menyusul. Saya merasa berada dalam sebuah keluarga besar yang penuh kasih sayang. Sehat sehat semua ya kalian. Loveeee!

Bergabung dalam grup arisan yang hanya berteman di dunia maya, tak menghalangi langkah kami menjadi grup yang solid. Sesekali dari anggota, ada yang kopdar ketika salah seorang berda di kota tempat tinggal yang lainnya bermukim. 



Saya sudah pernah bertemu dengan Jiah saat ikut acara Fun Blogging di Semarang. Pernah juga bertemu mba Sugi Siswiyanti saat kami berkumpul atas undangan Eyang Nh. Dini (almarhum) di Semarang. 


K
emudian bertemu Evrina waktu saya ke Bogor, baik banget deh bersedia nyamperin ke rumah adik saya. Udah gitu dibawain oleh-oleh khas Bogor. Bertemu mba Ade di Semarang, kopdar bareng mba Uniek juga waktu itu. Senang pokoknya bisa ketemu dengan teman arisan Link ini. Semoga nantinya juga bisa bertemu dengan teman-teman lainnya. Semoga ada usia dan rejeki, aamiin.

Anggota Grup Jarang Sisiran Always 17th :


Berikut ini nama anggota grup :

https://rosasusan.com
https://naqiyyahsyam.com
https://www.jiahjava.com
https://desyyusnita.com
https://evrinasp.com
https://www.hidayah-art.com
https://www.diahalsa.com
https://www.noormafitrianamzain.com
https://www.mildaini.com
https://www.ernawatililys.com
https://www.cahayatheprinces.com
https://www.momtraveler.com
https://siswiyantisugi.com
https://diajengwitri.id
https://www.irawatihamid.com
https://www.muthihaura.com
https://www.duniaeni.com
https://www.keluargafauzi.net
https://www.rurohma.com
http://www.aininur.com
https://www.tamanrahasiacha.com
https://www.istanabundavian.com
https://www.celotehade.com

Alhamdulilah semoga kami tetap rukun, setia, merawat semangat ngeblog, dan tetap bahagia. 

Saya pribadi mohon maaf jika selama ini mungkin sudah meninggalkan komentar tidak mengenakkan di grup. Saya juga mohon maaf bila belum menunaikan tugas. 

Saya haturkan terima kasih yang tak terhingga pada seluruh anggota grup yang sabar bertahan di grup. Senang dengan celoteh yang bikin tertawa, menginspirasi, hal receh, semuanya saya nikmati. Kita memang pribadi yang berbeda, namun kita selalu menjaga tali silaturahmi dengan nyaman. 

Saya berharap kita bisa kopdar bersama entah suatu hari nanti. Semoga semua anggota grup diberikan nikmat sehat, bahagia lahir batin, dan tetap semangat blogging. Happy blogging, girls! Wassalamualaikum.

Banner dibuat oleh : Rohmah
Reading Time:

Kamis, 20 Desember 2018

Target Blogging ala Hidayah-art, Optimasi Ngeblog
Desember 20, 2018 32 Comments
hidayah-art

Assalamualaikum Sahabat. Target Blogging ala Hidayah-art, Optimasi Ngeblog hingga belajar bikin infografis. Apakah bakal terwujud, semoga ya dengan semangat tahun baru 2019 yang akan datang.

Sebagai blogger sudah seharusnya saya upgrade pengetahuan tentang teknis ngeblog. Bukan hanya menulis, menyisipkan gambar, dan menayangkan artikel di blog. 

Salah satu kegiatan blogging yang bikin saya makin semangat adalah, ikut meramaikan #BPN30DayChallenge yang bikin semangat. Nggak mudah loh mengikuti tantangan ini dari awal, dengan segudang kegiatan offline sebagai blogger.

Yup, bulan Nopember ketika ada info tentang challenge menulis dari Blogger Perempuan, saya ragu. Tapi saya juga penasaran, ingin menantang diri sendiri, apa bisa menulis setiap hari dengan tema yang sudah ditentukan.

Namun saya kembali menantang diri sendiri. Saya justru harus berani menjawab tantangan menulis. Alasannya adalah, tema sudah ada dan itu merupakan hadiah bagi seorang blogger. Kan selama ini beberapa blogger selalu mengemukakan nggak ada ide menulis ketika blog nya sepi dari order job. *eh

Jadi saya semangat aja mengikuti challenge ini. Apalagi banyak teman saya yang juga ikut. Banyak teman makin banyak support semangat kaaan?

Nah, setelah berani menerima dan menjalankan tantangan menulis selama 30 hari. Saya jadi semangat juga ingin mengisi blog ini dengan target tertentu.

Apa aja sih target  menulis di tahun 2019 nanti?

- Konsistensi Ngeblog 1 Minggu 3 Artikel

Setelah mengikuti tantangan 30 hari menulis blog, sudah saatnya saya kembali rajin menayangkan artikel dengan konsisten. Waktu awal bikin TLD blog ini, saya mampu menayangkan artikel sebanyak 3 hingga 5 setiap minggu. Jadi sebulan saya bisa menayangkan 12 sampai 20 artikel.

Saya melakukan itu karena ingin menaikkan nilai DA saya dalam periode waktu selama 6 bulan. Dan alhamdulillah, kurang lebih 6 bulan setelah rajin post artikel, DA/PA saya bisa mencapai angka 20/29. Sekarang DA saya udah tiga bulan ini konsisten di angka 35/41. Gemes deh nggak mau naik lagi, hihiii.

- Menaikkan Page View

Blog saya udah berusia 3 tahun lebih. Namun page view saya udah 6 bulan ini menurun. Saya nggak tahu penyebabnya. Makanya saya mulai lagi rajin BW, agar page view bisa naik lagi seperti tahun lalu, mencapai 10k. Bahkan pernah juga mencapai 20k per bulannya.

Cara yang saya lakukan tentu dengan menulis artikel organik, seperti jaman dulu. Saya udah punya tema, ide, dan foto untuk pendukungnya. Tinggal dikembangkan aja menjadi satu post blog di tahun depan.

Cara lainnya adalah dengan selalu menitipkan artikel terbaru di webmaster tool. Saya sebelumnya selalu naruh link di fetch as Google, dan lumayan sih page view setelah melakukan hal ini.

- Belajar Infografis

Ini masih jadi PR besar saya, karena susah banget belajar infografis. Saya udah meminta tolong seorang teman, agar membuka kelas belajar infografis. Cuma memang butuh waktu agar banyak teman yang bisa mengikuti kelas ini. Berbayar pun saya bersedia aja.

- Share Blog di Sosial Media

Yes, beberapa bulan ini saya jarang share artikel yang baru tayang di sosmed. Paling cuma saya share di wall sosmed saya, seperti di Fb atau Instagram. Tapi saya juga share di Twitter, yang ini cukup rajin karena hampir setiap hari saya lakukan.

Mulai sekarang dan nggak nunggu tahun depan saya mesti rajin share artikel blog di grup yang saya ikuti. 

- Mengoptimalkan Blog Keluarga


Oh iya, saya punya blog baru dan masih berusia empat bulan. Sayang karena kesibukan, saya kadang nggak sempat mengelola blog ini. Silahkan yuk dikunjungi blog www.doyanplesir.com yang rencananya menjadi blog keluarga.

Saya punya mimpi akan menuliskan cerita jalan-jalan keluarga saya di doyanplesir. Dan impian saya lainnya adalah, tiap anggota keluarga bisa menuliskan cerita jalan-jalan dengan versi masing-masing. 

Namun sementara ini baru saya dan si sulung yang udah mengisi blog keluarga ini.

Semoga semua rencana dan target blogging ini bisa saya wujudkan pada tahun 2019. Kalian udah menuliskan resolusi blogging di tahun depan? Share yuk di kolom komentar. Saya juga pengen tahu dong impian kalian. Makasiiih udah bersama saya di blog ini. Wassalamualaikum.

Reading Time:

Rabu, 19 Desember 2018

Lima Situs Favorit Yang Mendukung Aktivitas Ngeblog
Desember 19, 2018 2 Comments

pexels

Assalamualaikum Sahabat. Saya rekomendasikan Lima Situs Favorit Yang Mendukung Aktivitas Ngeblog. Kalo kalian blogger pemula, wajib nih baca artikel ini sampai finish. 

Semenjak menjadi blogger, saya berjuang agar melek digital. Paling nggak ya bisa lah melakukan beberapa hal untuk mendukung kegiatan blogging saya. Saya juga rajin mengikuti kelas blogging, baik online maupun offline.

Namun yang paling seru memang belajar via online, namun dengan pemandu situs yang ada di google. Kalo mau nanya bisa klik klik dan memilih artikel yang paling mudah dimengerti. Alasan lainnya juga, belajar online dengan mengunjuni situs-situs ini, bisa seharian. Tanpa pemandu merasa bosan dengan wajah kita. Hahahahaa.   

Dan ini lah lima situs favorit yang mendukung aktivitas saya ngeblog selama ini :

1. Wikipedia

Saya ppernah belajar SEO dan narasumber mengingatkan, agar selalu mencari informasi di Wikipedia. Kalo perlu, kasih backlink dengan menyematkan sumber yang diambil dari Wikipedia. 

Alasannya adalah karena situs ini terpercaya dan sering diperbarui. Meski ada juga sih yang nggak valid. Tips nya adalah buka situs wikipedia yang belakangnya adalah en.wikipedia.org, id.wikipedia.org, dan sebagainya.

Biasanya saya meluncur ke situs ini bila ingin mendapatkan informasi seputar jumlah penduduk, letak demografis, dan sebagainya.

2. Situs Google

Situs ini tiap hari bisa 100 kali saya sambangi. Dari ngecek domain authority, mencari info berita terkini, hingga masakan.

Nah meski kadang malas juga ya ngecek nilai domain authority ini, tapi wajib sih stalking. Apalagi kalo klien meminta nilai DA untuk seleksi blogger terpilih yang mendapatkan job nulis. Wajib ini mesti stalking dan ngecek DA.

3. Pexels


Saya baru beberapa bulan ubek-ubek Pexels. Karena katanya Pexels ini memiliki pilihan gambar yang beragam dan kualitasnya oke. Yup, Pexels menyediakan gambar gratis yang bisa diambil tanpa mesti bayar. 

4. www.IDNTimes.com

Sumber informasi sekaligus ide yang nggak habis-habis ketika saya mentok nulis. Saya suka menemukan info tentang tempat wisata, olah raga, gaya hidup, bahkan politik.

Sampai hari ini saya belum gabung sebagai kontributor di situs ini. Pengen sih rencananya tahun depan mau gabung dalam komunitasnya.
5. KBBI Online
Saya juga nyaris sering menggunakan KBBI Online tiap ragu-ragu dengan penggunaan kata yang cocok. Takutnya kan salah, jadi malu-maluin. 

Seperti kata sekedar, yang benar adalah sekadar. Atau silaturahim, menurut KBBI Online yang benar itu silaturahmi.


Kelima situs ini hampir tiap hari selalu saya sambangi. Kegiatan ngeblog tak lepas dengan menemukan ide dan informasi yang akurat. 

Artikel ini merupakan jawaban dari tantangan #BPN30DayChallenge hari ke-29. Kalian udah menulis kan, yuk saling blogwalking. Wassalamualaikum.
Reading Time:

Minggu, 16 Desember 2018

7 Hal Yang Bikin Bahagia Itu Sederhana
Desember 16, 2018 10 Comments

hidayah-art.com

Assalamualaikum Sahabat. 7 Hal Yang Bikin Bahagia Itu Sederhana aja. Nggak percaya dengan judul di atas? Coba yuk buktikan dengan membaca artikel ini hingga selesai.

Sebelum bercerita tentang tujuh hal sederhana yang bikin saya bahagia, cerita yuk makna kata bahagia. 

Bahagia itu bisa berarti memiliki harta berlimpah, bisa jalan-jalan ke belahan bumi mana saja. Namun bahagia bagi seorang ibu, bisa saja saat mendengarkan kata pertama yang diucapkan anaknya. 

Jadi makna bahagia tiap orang bisa saja berbeda. Kalo makna bahagia saya itu sederhana. Saya gampang banget dibikin bahagia. Saya juga bisa menciptakan bahagia untuk diri sendiri.

7 hal yang bikin bahagia itu sederhana ala saya adalah :

1. Fisik Yang Sehat

Bayangkan kalo kamu mudah sakit flu, bikin males kan mau ngapain aja. Bawaannya pengen bobok terus. Makan nggak enak, tidur pun hidung tersumbat. Paling enak cuma ngemil mendoan sambil nyeplus lombok. *eh

Intinya kalo fisik saya sehat, bisa mengerjakan semua yang udah direncanakan. Saya bisa jalan-jalan bersama keluarga ke satu destinasi wisata. Saya bisa aktif mengikuti gathering blogger karena nggak sakit-sakitan.

2. Berkumpul Bersama Keluarga

Saya suka banget acara berkumpul bersama keluarga. Baik keluarga saya maupun keluarga suami. Kami adalah dua orang yang kebetulan memiliki keluarga besar yang rukun dan saling menyayangi.

Bersama keluarga suami, kami bahkan sering mengagendakan jalan-jalan bareng ke tempat wisata. Kadang pergi sehari aja ke salah satu wisata air terjun di Kabupaten Semarang. Atau menginap di homestay di kawasan Selo, Boyolali.

Rencananya minggu besok tanggal 23 Desember 2018 besok, kami akan nginap lagi di Selo Boyolali. Saking berkesannya pengalaman menginap tahun lalu di lokasi yang sama. Nanti ya saya ceritakan di blog sepulang dari menginap di homestay. 

3. Me Time Baca Buku

Sejak sibuk menjadi blogger dan sering mendapat undangan event, saya jadi melupakan kesenangan yang satu ini.

Iyes, baca buku!


Bagi saya, baca buku itu me time yang bikin bahagia. Saya masih ingat waktu anak-anak masih balita dan suami dinas luar kota. Iya sih ada mba ART, namun ketika di rumah saya selalu meluangkan waktu untuk anak-anak. Buku saya singkirkan dari pandangan mata. Disembunyikan dulu lah di satu tempat. Karena saya sungguh-sungguh nggak ada waktu untuk membaca.

Nah ketika suami pulang ke Semarang, baru lah saya memiliki me time sederhana ini. Baca buku di ruang tengah sambil sesekali menyaksikan dua bocah ngganduli si babe, hihiii. Ngganduli tuh bahasa Indonesianya apa sih?

Saat ini saya berjuang menyelesaikan satu persatu koleksi buku yang ada di lemari. 

4. Piknik Yang Dekat dari Rumah

hidayah-art.com
Jalan-jalan di kawasan Kopeng Treetop
Saya suka piknik, saya suka traveling. Yaaah hari gini mana ada orang nggak suka traveling?! Yang penting punya duit, nggak perlu banyak. Traveling dekat rumah aja. Misal ke salah satu taman yang ada di kota kamu, bawa bekal dari rumah. Asik kan dan bikin hati bahagia.

Sejak kecil saya sudah menyukai perjalanan wisata. Dahulu diajak bapak jalan-jalan ke Kota Solo demi melihat prosesi Sekaten aja udah senang. 

Alhamdulillah dapat suami yang doyan dolan. Bahkan sekarang nyaris tiap bulan ngajakin dolan. Dolan yang dekat aja dari rumah, nonton bioskop atau beli susu kedelai di Bandungan. Udah bikin saya bahagia. Apalagi kalo diajakin dolan sampai Kota Malang. Seneng doong pastinya.

Silahkan baca artikel ini : 

Wisata di Malang, Dari Museum Angkut Hingga Candi Singosari

5. Ngerumpi Bareng Sahabat

Bahagia itu sederhana

Perempuan itu makhluk sosial yang butuh support dari orang terdekat. Nggak cukup suami dan keluarga. Perempuan butuh support dari sesama perempuan.

Sesekali bertemu dan ngobrol bareng sahabat perempuan itu serasa mendapat tambahan energi. Merasa punya satu kesamaan, yaitu sama-sama sedang berjuang ngurus rumah dan keluarga. Keluarga tentunya nggak harus suami dan anak-anak. Bisa juga keluarga kita yaitu orang tua dan saudara kandung.

Ngerumpi tentunya bukan ngomongin keburukan seseorang. Tapi ngerumpi yang positif dong. Seperti, cerita tentang seorang sahabat yang menang lomba. Atau ngerumpi toko buku yang sedang ngasih diskon gede, hihiii.

6. Pengalaman Yang Menjadi Pengingat Kebaikan

Tak selamanya pengalaman buruk aja yang bisa diambil hikmahnya. Pengalaman baik yang bikin hati bahagia justru menjadi pengingat agar menjadi manusia yang lebih bermanfaat.

Pengalaman yang baik juga menjadi support ketika diri sedang lemah semangat. Jadi simpan pengalaman yang baik agar suatu hari bisa menjadi pemantik semangat.

7. Rejeki Yang Berkah

Rejeki nggak harus berwujud materi. Rejeki bisa berupa mendapat senyum dari seseorang yang pernah membenci kita.

Atau mendapatkan job sebagai influencer dengan bayaran rendah. Rejeki duit nggak harus ratusan juta. Ketika bisa bersyukur dengan seberapapun duit yang kalian terima, itu bakal bikin hati bahagia.

Saya nggak pernah mau diperbudak duit. Ketika ada tawaran job yang sekiranya bikin saya nggak nyaman, nggak bakal saya ambil meski duitnya lumayan. Namun saya pernah menerima job dengan bayaran kecil karena suka dengan produk yang dipromosikan. 

Duit sedikit tak akan mampu menghambat kebahagiaan saya. Sedikit atau banyak, bagi saya yang penting berkah. Itu aja udah bikin hati bahagia, sesederhana itu.

Ketujuh hal yang bikin bahagia itu sederhana, bisa kan diciptakan?! Nggak perlu melihat rumput di rumah tetangga. Siapa yang tahu kalo itu rumput sintetis, bukan rumput Jepang yang lembut saat diinjak. 

Sahabat udah menemukan kebahagiaan yang sederhana? Yuk tulis untuk memenuhi tantangan #BPN30DayChallenge hari ke 27. Atau bisa juga sharing di kolom komentar? Silahkan ya, wassalamualaikum.
Reading Time:
5 Produk Kecantikan Yang Saya Rekomendasikan
Desember 16, 2018 38 Comments


Produk Kecantikan

Assalamualaikum Sahabat. Ada 5 produk kecantikan yang saya rekomendasikan untuk kalian. Semua produk ini gampang didapatkan di toko kosmetik. Eh tapi ada satu produk yang cuma bisa diperoleh lewat sales marketing nya, jadi mesti catat kontak personnya.

Sebagai perempuan, saya tergolong telat mengenal produk kecantikan. Dari muda saya termasuk perempuan yang tidak begitu memedulikan perawatan kulit muka. Apalagi membeli produk kecantikan agar bisa tampil menarik.

Pernah loh waktu berangkat kuliah, mbak sepupu manggil saya dari teras rumah budhe. Saya enggak menghampirinya karena masih butuh waktu untuk jalan ke halte bus, letak rumah saya sekitar 700 meter. Lumayan kan kalo mesti jalan ke lokasi halte bus.

"Ada apa sih, Mbak?"
"Pakai bedak dulu, baru berangkat ke kampus,"

Ya ampunnnn, kirain mau dikasih uang saku atau gimana.  Hla wong sekadar disuruh bedakan aja sampai segitunya kalo manggil tadi.

Tapi karena malas berdebat, saya pun menepuk-nepuk kulit muka dengna bedak yang udah disodorkan mba Endang.

Sekian tahun kemudian, ketika udah menikah dan punya anak, mulai deh ada perubahan pada diri saya. Bukan ... bukan karena permintaan suami. Dia sih nggak peduli saya bedakan atau tidak. Yang penting saya masih mau melayani di kasur, hahahahaa.

Dari sini saya mulai berkenalan dengan berbagai produk kecantikan. Dari merk yang udah lama saya kenal, sampai brand luar negeri. Untungnya suami nggak peduli juga dengan kegiatan saya satu ini. Paling cuma ngebatin, ini ngapain istri mulai kemayu, hakhakhakk.

Nah, setelah sekian tahun menggunakan beragam produk kecantikan, tentu ada dong yang paling saya suka. Oh iya, ini bukan onderse. Tapi murni merupakan postingan demi memenuhi tantangan #BPN3DDayChallenge yang digagas oleh Blogger Perempuan. Yuk kepo kelima produk kecantikan milik saya.

Lima Produk Kecantikan Yang Saya Rekomendasikan :

1. Luvital

Dari pembersih muka yang berwujud sabun cuci muka, hingga krim jerawatnya sangat favoritkan. Habisnya udah cocok dan nggak bisa juga pindah ke lain hati.

Ada tiga produk dari Luvital yang saya pakai, yaitu :

- Illuminating Facial Gentle Cleanser


Pembersih muka yang mampu membersihkan kotoran di wajah, mengangkat sel kulit mati dan mengontrol minyak berlebih. Biasanya saya gunakan untuk membersihkan wajah saat pagi sebelum wudlu, juga malam menjelang tidur.

Pembersih wajah ini berupa gel bening dan penggunaannya cukup satu tetes. Meski tidak berbusa, namun terasa kesat di wajah saat digunakan untuk membersihkan wajah.

Untuk harga di toko online sekitar 69ribu. Cukup murah kalo dengan pemakaian selama kurang lebih lima bulan. Jadi bisa dibilang per bulan cuma bayar duit sekitar 12.500 kan yaaa. 

- Maximize Illuminating Serum

Serum wajah ini dengan kombinasi antioksidan untuk memperlambat penuaan dini. Juga mengurangi atau mencegah timbulnya kerutan dan bintik hitam di wajah.

Sejak menggunakan serum dari Luvital ini, wajah saya jadi lembab namun tidak mudah bukan berminyak. Kulit wajah juga jadi lembut ketika saya raba, bikin hepi kaaan. Untuk harganya di toko online adalah 231 ribu. Tapi ada juga yang lebih murah maupun mahal.

- ActivClear Acne Cream


Komposisi untuk merawat wajah dari jerawat, dengan menyembuhkannya secara perlahan. Dan tidak terjadi iritasi seperti jerawat yang pecak. Tentunya asal jangan dipencet-pencet sih.

Acne cream yang memiliki komposisi tea tree oil, tribulus terrestris extract, zinc, dan vitamin A, B1, B5, B6, dan vitamin E yang mampu memelihara kelembaban kulit. Cream ini juga membantu pertumbuhan sel kulit. Harganya rata-rata di kisaran 25ribu.

Nah, ketiga produk ini biasanya saya hanya mengeluarkan duit sebesar 279ribu. Karena saya beli pada teman yang menjadi sales marketing dari RDI. Produk dari Korea ini aman dan sudah banyak testimoni dari para penggunanya.

2. Wardah 


Dari bedak tabur, compact, hingga perlengkapan produk kecantikan brand Wardah saya miliki. Karena saya udah merasa nyaman pakai Wardah.

Bahkan untuk produk pemulas bibirnya pun ada beberapa yang saya koleksi. Karena lispstick bukan sekadar bagian dari make up. Namun juga menjadi pelengkap gaya saya tampil saat kondangan. Hahaha.


4. Masker Wajah

Saya suka ganti-ganti pakai masker wajah. Seringnya sih pakai masker dengan bikin sendiri. Bahannya dari bengkoang, putih telur, wortel, susu, atau bahan dapur lainnya. Hahaha, ngirit dan hasilnya juga memuaskan, bikin kulit muka lembut dan kencang.

Tapi akhir-akhir ini saya lebih memilih beli jadi, biasanya saya pilih masker peel off yang gampang mengelupasnya. Masker jenis ini enak dipakai ketika saya abis traveling. Kulit kusam karena kena debu dan panas matahari bisa kembali lembut.

5. Swisvitta all 


Saya kebetulan baru aja menggunakan produk ini. Bahkan sebagian produk kecantikan yang berasal dari Korea ini masih saya pakai.

Oiya saya juga menuliskan review produk perawatan kulit wajah beberapa waktu lalu.

Silahkan dibaca : Kembalikan Kecantikan Dirimu Dengan Allyoung Series Swissvita

Nah, perlengkapan produk kecantikan saya enggak banyak kan. Wajar lah yang saya gunakan itu. Yang penting dompet saya ngga sampai kosong karena belanja produk kecantikan kelima di atas. Yuk sharing dong produk kecantikan kalian. Wassalamualaikum.
Reading Time:

Jumat, 14 Desember 2018

10 Permainan Masa Kecil yang Menjadi Kenangan.
Desember 14, 2018 8 Comments

hidayah-art.com

Assalamualaikum Sahabat.  10 Permainan Masa Kecil yang Menjadi Kenangan. Bagaimana dengan masa kecil kalian, punya kenangan permaianan yang menyenangkan, seru, bikin kangen juga?

Saat ini anak-anak kita sudah tak lagi memainkan permainan yang seru seperti masa kecil kita ya. Padahal permainan masa kecil itu lah yang bisa menjadi salah satu pembentuk kepribadian. Yang kelak bisa menjadi pengingat ketika kita mengalami peristiwa yang menyedihkan. Menjadi penguat ketika kita sedang putus asa. 

Apa saja sih permainan masa kecil yang sekarang bikin saya kangen?


10 Permainan Masa Kecil yang Menjadi Kenangan :

1. Bekel

Permainan menggunalan bola dan bekal oleh dua sampai empat orang anak. Cara mainnya adalah dengan memainkan bola bekal hingga pemain tidak bisa menangkap bolanya.

2. Dakon

masa kecil

Permainan ini masih suka dimainkan hingga sekarang. Dakonnya malah sekarang udah menggunakan bahan dasar plastik. Kalo jaman masa kecil saya dulu, dakon terbuat dari kayu yang dilubangi.

3. Jamuran

Permainan jamuran ini dilakukan oleh lebih dari tujuh anak. Makin banyak yang main makin seru. Misalnya ada 10 anak yang bermain jamuran. Mereka bisa bergandengan tangan dengan bernyanyi jamuran sambil menari. 

4. Lompat Tali

Nah ini bisa dimainkan juga oleh lebih dari empat anak. Karena bisa bergantian dan yang gagal melompat dari tali, dia yang akan bertugas memegang tali.

5. Cublak-Cublak Suweng

Permainan ini juga bikin seru dan kadang suka tertawa geli kalo yang sedang dihukum tidak bisa menyebutkan siapa pemegang batu. Mainnya dengan cara, yang kalah dihukum dengan tidur tengkurap. 

Teman-temannya berkerumun dan menyanyikan lagu cublak-cublak suweng dan mengedarkan satu batu bergantian. Begitu nyanyian berhenti, salah seorang akan menyimpan batu sambil bertanya, batunya dibawa siapa?

6. Gobak Sodor

Nah yang ini sampai sekarang masih dimainkan oleh beberapa anak kecil. Sebuah permainan yang bikin tubuh bergerak bebas dalam satu lokasi yang sudah dikasih tanda garis.

Permainan ini butuh dua kelompok bermain. Masing-masing anggota kelompok berjumlah sama, misal empat hingga lima orang.

7. Engklek

Di beberapa daerah bisa juga disebut sunda manda, lempeng, dende, ingkling, dan lainnya. Bisa kalian temukan di id.m.wikipedia.org.

Permainan yang dimainkan oleh beberapa anak, dengan satu kaki berjalan di satu petak yang sudah digambar. Dulu waktu saya main, bentuk petaknya bisa berupa gunung dengan kaki tiga petak. Atau bulatan, yang mesti dilewati dengan saling berganti kaki tapi tetap menggunakan salah satu kaki bergantian.

Setiap pemain harus punya gacuk dan bisanya menggunakan potongan genting bekas. Duh jadi pengen main lagi, hihii.

8. Main Kelereng

Masa kecil saya nggak ada bedanya antara anak perempuan dan laki-laki dalam hal permainan. Saya pun jago bermain kelereng. 

Asik banget lah kalo udah main kelereng, terutama kalo bisa menjentikkan kelereng dan mengenai kelereng milik lawan main.

9. Petak Umpet

Ini pemainan yang mengasikkan dan seru. Kadang ada juga bocah yang jahil. Bermain petak umpet, sembunyi di rumah. Mana tahan nyari nggak ketemu juga.

10. Kasti

Permainan yang mengolah tubuh hingga berkeringat ini juga seru. Setiap anak menjadi pemain dan penjaga gawag.

Cara bermain adalah satu orang menjadi pemegang bola kasti dan melemparkannya pada pemukul. Satu orang menjadi pemukul, dan dia akan berlari begitu selesai memukul bola kasti. Nantinya pelempar akan lari mencapai garis finish. Bila belum sampai sudah kena lemparan bola, maka dia kalah. Tempatnya digantikan pemain lain dan begitu seterusnya hingga dia bisa main lagi.

Itu lah kesepuluh permainan masa kecil yang bikin saya selalu tersenyum sendiri mana kala mengingatnya. Permainan yang bikin setiap anak memiliki kenangan indah bermain dengan teman sebaya di luar rumah maupun di dalam rumah. Masa kecil yang menyenangkan ya Sahabat. Kalo kalian punya kenangan permainan masa kecil nggak sih? Share yuk di kolom komentar. Wasaslamualaikum.
Reading Time:

Kamis, 13 Desember 2018

5 Keinginan Yang Belum Tercapai
Desember 13, 2018 4 Comments

hidayah-art.com

Assalamualaikum. Ada 5 Keinginan yang belum tercapai sampai tahun ini. Saya ingin ceritakan di dalam blog dengan maksud menjadi pengingat. Apalagi kalo ada yang mendoakan, makin banyak makin bagus kan. Siapa tahu ada salah satu doa yang terijabah. Aamiin.

Bukannya tak ada ikhtiar untuk mewujudkan keinginan tersebut. Namun memang belum ada kemampuan, kesempatan, dan kurangnya waktu untuk mewujudkan keinginan saya.

Ya udah saya tuliskan aja lima keinginan yang belum terwujud di sini, agar menjadi pengingat.

5 Keinginan Yang Belum Terwujud :

1. Umroh Sekeluarga

Keinginan umroh sekeluarga ini seharusnya kami niatkan terjadi pada tahun 2018 ini. Tabungan sdah ada, tinggal daftar dan memilih biro perjalanan haji dan umroh yang bisa kami membantu impian kami. Saya dan suami ingin mengajak anak-anak di tempat-tempat yang menjadi kenangan saat kami menunaikan ibadah haji.

Thawaf Wada, sempat nulis pesan untuk teman2 penulis

Namun sebelum kami sempat menyetorkan uang DP untuk berangkat umroh berempat, dengan anak-anak, suami kena serangan jantung. Tanggal 7 April, suami masuk rumah sakit dan langsung ditempatkan di ICU. Sebuah peristiwa yang membuat semua rencana kami berantakan. 

Benar kata pepatah, manusia berencana namun Tuhan yang menentukan.

Insya Allah semoga tahun 2020 nanti, impian kami umroh bersama bisa terlaksana. 

Mengapa bukan tahun 2019 saja impian itu kami wujudkan? Karena ternyata keluarga besar suami menginginkan kami bisa berangkat bersama. Kalo tahun depan kami berangkat umroh, kami nggak bisa berangkat lagi tahun berikutnya. Karena sekarang sudah ada peraturan, tidak boleh berangkat umroh dalam selisih waktu dua tahun. Kecuali kalo kalian mau bayar denda sebesar lima juta rupiah.

Ya udah kami mesti sabar menanti 1,5 tahun lagi untuk umroh dengan keluarga besar suami.

2. Membuat Blog Buku


Ini salah satu keinginan yang belum mampu saya wujudkan tahun ini. Alasannya banyak sih. Dan salah satunya karena tahun ini saya lebih fokus bikin blog dengan niche traveling.

Blog yang kami beri nama doyanplesir.com dan dikelola bersama dengan anak sulung saya.

Rencananya tahun 2019 saya akan mewujudkan keingan membuat blog dengan niche review buku yang sudah saya baca.

3. Mulai Berkebun Lagi

Udah tahu kah kalo sebelum tinggal di rumah yang sekarang, saya punya kebun di belakang rumah?

hidayah-arat.com

Ya, dulu saya pernah mengurus tanaman yang lumayan banyak. Berbagai jenis tanaman, dari anthurium, aglaonema, adenium, sansivera, tanaman buah, ada semua. 

Menjelang pindah rumah, hampir 90 persen tanaman saya bagi-bagi. Yang penting mau datang ke rumah saya dan mengangkut sendiri tanaman pilihan mereka. Tentu yang menerima tanaman ini saya pilih dong yang memang suka dengan merawat tanaman. Jadi tanaman saya tidak akan terlantar dan mati.

Sekarang saya masih berkebun, namun di dalam pot. Ada beragam tanaman aja, tapi nggak sebanyak waktu tinggal di rumah lama. Di sini saya masih berbagi tapi buah jeruk nipis dari tanaman di dalam pot. Buahnya ngak pernah berhenti muncul. Sampai saat tulisan ini terbit, masih ada sekitar 12 buah jeruk nipis di dahan.

4. Ingin Membesarkan Usaha di Rumah

Menjadi ibu rumah tangga dan berkarya di rumah sebagai content writer, bikin saya punya banyak waktu luang. Apalagi anak-anak udah jadi mahasiswa dengan kesibukan mereka masing-masing. 

Nah, saya ingin membuka usaha di rumah. Ingin membuat ruang pamer untuk promo jualan tupperware. Sementara ini saya hanya berjualan secara online dan promo dari mulut ke mulut. Semoga keinginan buka toko di rumah bisa terwujud di tahun 2019.

5. Belajar Fotografi

Saya ingin bisa motret dengan kamera DSLR. Alhamdulillah si sulung udah membeli kamera Sonny A6000 jadi bisa lah akhir tahun nanti saya belajar motret.

Minggu depan kami sekeluarga akan menginap di homestay Damandiri di Selo, Boyolali. Semoga si sulung bisa mewujudkan keingan saya.

Kelima keinginan yang belum terwujud ini semoga bisa segera teralisasi. Doakan ya. Wassalamualaikum.
Reading Time:

Rabu, 12 Desember 2018

Penyesalan Yang Tak Mampu Saya Lupakan
Desember 12, 20181 Comments

hidayah-art.com

Assalamualaikum Sahabat. Penyesalan Yang Tak Mampu Saya Lupakan ini selalu terngiang dalam ingatan. Memori yang tak mungkin terlepas begitu saja. Sungguh saya menyesal bila mengingat kembali ke masa lalu.

Tahun 1989 menjadi tahun yang penuh kenangan bagi saya. Bulan September adalah impian bisa lulus dan diwisuda di Politeknik negeri. Kala itu namanya Politeknik Undip Semarang. Sekarang lebih dikenal dan berganti nama menjadi Politeknik Negeri Semarang.

Sebelumnya merupakan hari ketika saya mesti maju sidang untuk presentasi proyek akhir. Kalo mahasiswa S1 mengerjakan skripsi, sementara mahasiswa DIII tugasnya adalah proyek akhir.

Saya sedang dalam kondisi galau seberat-beratnya.

Saat itu bagi seorang muslimah yang mengenakan hijab, merupakan suatu hal yang masih langka.

Saya adalah salah seorang dari tujuh mahasiswi yang sudah berhijab. Tidak seperti sekarang yang sudah tak ada masalah dengan pemakaian jilbab. Namun pada masa tahun 1986, perempuan yang mengenakan hijab masih sangat langka.

Di lingkungan kampus, kami menjadi obyek perbincangan dalam hening. Bisik-bisik sesekali mampir di telinga. Saya tidak peduli dengan semua itu.

Tahun berganti. Saya dan keenam teman-teman yang memakai hijab masih teguh dan menjaga keimanan kami. Saling menjaga, saling mendukung, memberi kekuatan moral yang sungguh dahsyat.

Hingga pada suatu hari, saya sedang menyelesaikan tugas akhir. Beberapap bab di awal proyek akhir sudah disetujui oleh dosen pembimbing. Saya senang tinggal memasukkan kesimpulan dan beberapa paragraf lagi sudah rampung.

Bapak memanggil saya.

“Nduk, ada yang ingin kami bicarakan,”

Wajah serius bapak sungguh bikin saya cemas. Bapak saat itu tengah dalam masa pemulihan setelah sakit sekian bulan. Kecelakaan di jalan raya bersama ibu, membuat bapak tidak bisa bekerja. Jadi hampir setahun ibu lah yang menjadi tulang punggung keluarga.

“Iya, Pak,” saya mendekat pada ibu yang ternyata sedang duduk dan merapikan jahitan.

Ibu saya pintar menjahit. Jadi ketika bapak tidak bisa bekerja, ibu menerima jahitan di rumah. Lumayan sih bisa untuk menghidupi kami sekeluarga dan membiayai pendidikan saya dan kedua adik saya.
Bapak agak berat hati mengemukakan pikirannya. Saya makin bergayut dalam kecemasan.

Saya tahu bapak makin pulih kesehatannya. Namun mengapa malam ini kami berkumpul bertiga dalam keadaan serius? Apa bapak punya sakit yang tidak saya ketahui sebelumnya?

Beberapa pertanyaan muncul silih berganti memenuhi pikiran.

“Kamu sebentar lagi mau lulus kuliah ya?”
“Iya.”
“Kamu tahu kan, kalo sekarang mencari pekerjaan itu cukup sulit. Banyak yang nggersah nggak dapat pekerjaan sesuai ijazahnya,” tutur bapak.

Saya mulai meraba akhir pembicaraan. Apakah saya akan dijodohkan dengan seseorang? Jadi saya nggak usah kerja, langsung aja nikah?

Ahhh, saya nggak kalo bener pikiran itu menjadi nyata. Saya masih ingin melanjutkan kuliah. Saya ingin melamar kerja dan bisa berkontribusi membantu keuangan keluarga.

Sebagai anak sulung, saya merasa berkewajiban membantu orang tua. Kalo saya bekerja sebelum menikah, bisa bantu mengurangi beban ibu.

"Nduk, mbok kamu nggak usah pakai hijab. Tradisi kita nggak ada yang pakai itu..."

Saya kaget!

Nggak nyangka bapak bakal membicarakan pakaian saya.

Sebelum saya bisa membela diri, bapak dan ibu bergantian memberikan penjelasan seputar keputusan saya yang sudah 2 tahun lebih mengenakan hijab. 

"Terserah sekarang semua keputusan ada di tanganmu,"

Kata penutup bapak itu bikin saya menangis. Saya berjalan menuju kamar. Menangis sepuasnya dalam diam. Rasa sedih, sakit hati, merasa terkhianati, semua bercampur menyesak di dada.

Bapak dan ibu, orang yang selama ini sesekali meminta saya meleps jilbab, sungguh tidak saya sangka benar-benar meminta. Saya pikir berlalunya waktu bisa meredakan keinginan mereka. Saya sering memberi penjelasan, namun selalu mentah ditentang. Hingga saya tetap dengan pendirian saya.

Mendekati saat sidang akhir, semua materi sudah siap. Saya hanya menanti hari H untuk maju dan merepresentasikan di hadapan tiga dosen penguji.

Namun ada satu yang belum saya persiapkan. Yaitu pakaian saat maju sidang proyek akhir.

Akhirnya hari H saya datang di kampus dengan penampilan baru. Penampilan yang bikin semua orang yang ada di kampus menatap dengan pandangan kaget dan bertanya-tanya.

Ya, saya akhirnya menuruti kata orang tua, melepas hijab dan kembali merelakan semua orang melihat rambut saya.

Meski harus menanggung beratus mata yang ingin tahu, saya menguatkan diri. Tak ada yang bisa memahami saya selain diri saya sendiri. Teman, dosen, siapapun itu, mereka hanya melihat kulit luar yang namapak.

Alhamdulillah meski hari itu perasaan saya kacau dengan penampilan baru. Namun hasil sidang saya memuaskan. Ketiga dosen yang kaget melihat penampilan saya, memberikan nilai sempurna untuk tugas akhir itu. Hingga saya bisa wisuda sebulan kemudian pada bulan Oktober 1989.

Hingga hari ini saya masih terus menyesali keputusan itu. Berandai-andai yang pasti tak bisa saya ulang kembali.

Di setiap penghujug doa, selalu saya pintakan maaf untuk diri sendiri, dan kedua orang tua. Agar segala kesalahan dan dosa kami karena keputusan melepas hijab bisa diampuni oleh Sang Maha Pemilik Kehidupan.

Ini lah kisah saya ketika masih dalam usia 21 tahun. Usia yang seharusnya sudah boleh memilih keputusan sendiri namun tak mampu berkelit dari permintaan orang tua. Semoga kisah saya bisa menjadi hikmah bagi pembaca semua. Wassalamualaikum.
Reading Time: