My Mind - Untaian Kata Untuk Berbagi: Blogger Perempuan Network
Tampilkan postingan dengan label Blogger Perempuan Network. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Blogger Perempuan Network. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Desember 2018

10 List Blog Favorit Yang Bikin Saya Suka Blog Walking
Desember 06, 2018 33 Comments

Blog Walking
Pict by pexel, edit by hidayah-art

Assalamualaikum Sahabat. 10 List Blog Favorit Yang Bikin Saya Suka Blog Walking Setiap Hari bisa loh kamu kepoin. Saya terbuka kok orangnya, hahaahaa.

Karena tiap orang memiliki selera yang berbeda. Dan perbedaan itu menjadi warna dinamika kehidupan. Walaaahhhh, sok gegayaan filsuf ala ala ini.

Tak perlu basa-basi lagi, yuk kepoin 10 blog favorit yang selalu saya blog walking setiap minggu. Karena artikel mereka kan nggak tiap hari diupdate. Trus ini urutannya acak ya, nggak terpaku yang paling bagus atau gimana.

1. Jihandavincka.com

Blog milik seleb blog yang udah pada tahu lah ya, nulisnya kece, tegas, akurat, kadang diselipkan data juga, dan selalu ada sisi humor khas Jihan.

Tagline blog Jihan Davincka 'Her Infinite World' benar-benar menunjukkan siapa dirinya. Tinggal di luar negeri dengan keluarga kecilnya dan menuliskan pengalaman dengan gaya bahasa yang seru.

Kepoin aja di www.jihandavincka.com kalo pengen mengenal pemikirannya tentang perempuan, parenting,  traveling kece ala Jihan.

2. Backpackology.me

Udah pada kenal kan dengann simbok glundang glundung ini? Kasihan loh kalo kamu belum kenal. Cara bertuturnya di blog itu seru, mengundang senyum, sesekali ngakak keras, dan pengen klik klik artikel lainnya.

Blog yang berisi artikel seputar traveling bersama keluarga di lebih 25 negara. Hayo loh, kamu udah traveling ke berapa negara? Jangan tanya saya yaa, hihiii.

Sebenarnya blog milik mbok Olen ini nggak sering update. Beliau lebih sering update di sosmed macam Facebook dan thread nya bisa sepanjang ular naga. Eh tapi Nopember ini sejak tinggal di Inggris, blog backpackology.me udah rame dengan postingan anyar.

3. Carolinaratri.com

Blog Walking

Blog bergizi yang wajib kamu jadikan blog walking setiap hari. Apalagi kalo kamu blogger pemula, yang ingin menaikkan traffic blog. 

Saya sampai hari ini masih blog walking di blog yang menyematkan nama sama dengan penulisnya, carolinaratri.com. 

Saya suka dengan gaya penulisannya yang kocak, meski mengusung tema serius seputar blogging dan media sosial. Pokoknya kalo kamu pengen update info terkini seputar media sosial, kunjungi blog mba kece dari Jogja ini.

4. Jiahjava.com

Penyuka K-Drama ini sering menyebar virus racun review Drama Korea. Pertama kali kenal waktu gabung dalam arisan link Blogger Perempuan. Bersama menjadi admin grup arisan link, yang sampai sekrang pun WAG nya masih asik dan seru ngumpul. Nggak ada yang mau grupnya  dibubarkan sih.

Ulasan drama yang dituliskan detil, dari hati, kayaknya emosi pun ikut bercerita. Apa karena drakor selalu bikin penontonnya nggak bisa move on kah? Tanya pada Jiah yaa. 😄

5. Yoannafayza.com

Blog milik Yoanna Fayza, blogger dari Jogya ini memilih nama yang sama dengan penulisnya. Dengan mengusung niche Lifestyle yang katanya awal ngeblog karena ingin menulis suka-suka.

Penyuka Fotografi dan mendapat support dari suami, blog ini menjadi ajang share pengalaman Yo motret sesuatu. Artikelnya yang lain adalah tema Parenting sesuai posisinya sebagai ibu dua anak cowok yang sedang aktif-aktifnya. 

Hobinya traveling dan kulineran pun dituangkan juga dalam beberapa artikel di blognya. Siap-siap aja ngiler kalo kepoin blog Yoanna.

6. Duniaqtoy.com

Sempat ada yang nanya pada saya, arti nama duniaqtoy itu apa?

Nah loh, yang punya nama mba Untari, tapi yang ditanya kok saya ya?

Tapi ada kok akhirnya cerita tentang asal usul nama blog duniaqtoy.com kalo kamu pengen tahu. Kebetulan karena ikut #BPN30DayChallenge jadi ketahuan kan napa blog mba Untari paai nama duniaqtoy, hahahaa.

Saya suka stalking atawa Blog Walking di duniaqtoy karena isinya bergizi plus yummy. Eh makanan kali, isi blog disamakan dengan pengisi perut lapar.

Ya intinya kalo kamu ingin belajar ngeblog, nyari tips seputar tekno, kepoin aja blognya mba Untari. Perempuan gape tekno tuh juarang loh.

7. Gembulnita.blogspot.com

Blog Walking

Banyak yang kenal kan dengan alamat blog ini? Iyes, blog milik Nita yang punya nama panjang Gustyanita a.k.a gembul kecil yang doyan jalan dan makan. #peace Nita

Dulu isi blog gembulnita kulineran karena dia suka jalan sama suaminya. Ya iyalah sama suaminya, masak suami orang lain?! #minta dijitak

Artikelnya isinya memang curcol abis, tapi menarik untuk dijadikan bahan bacaan saat saya nganggur kurang kerjaan. Kebanyakan artikelnya bikin saya senyum-senyum sendiri, atau tiba-tiba ngakak. Trus ada juga diselipkan stiker-stiker imyut. 

Ya masa nulis tentang baju kebesaran itu ternyata kaos oblong milik suaminya. Beneran saya gemes kalo baca artikel Nita. Pengen ketemu suatu hari nanti, duhhh segitunya ya.

Kepoin aja ya kalo pengen senyum-senyum sendiri selama baca artikel Nita. Oiya, sekarang tulisannya nggak sepanjang dulu waktu belum lahir baby nya yang ngegemesin itu. Ya kali aja repot karena ngurus baby itu butuh waktu panjaaang.

8. Shintaries.com

Semua blogger udah tahu dong dengan pemilik blog yang mengambil namanya sendiri. Meski niche blognya lifestyle namun isinya bergizi. Ada blogging, kesehatan, traveling, kulineran, beauty, dan parenting.

Kalo kamu ingin banyak belajar tentang branding, coba aja kepoin blog shintaries.com. Atau nyari hotel murah di Bali? Ada jugaaak. Komplit deh nyari artikel yang nampol juga ada tuh. Entah tahun berapa nulisnya, saya lupa. Hihihiii.

9. Liannyhendrawati.com

Ah siapa yang nggak kenal sama mbak Lianny yang ramah dan sering share resep masakan?!

Blog dengan nama pesonal dirinya ini niche nya udah jelas, tentang makanan. Kalo kamu lagi laper, jangan baper kalo stalking di blognya mba Li. Bakal sukses ngiler karena di sisimu nggak ada makanan untuk dilahap, hahaha.

Meski isinya kebanyakan resep. Ada juga kok artikel traveling yang tentunya tak meninggalkan kulineran. Lagi-lagi kamu bakal laper setelah blog walking.

10. Beyourselfwoman.com

Ahhh udah pada kenal kan ya dengan blog beyourselfwoman.com ini? Mba Lusi adalah orang di balik blog yang mengusung tema DIY dan Craft.

Saya suka kepoin blog mba Lusi karena sering memberikan inspirasi bikin sesuatu yang gampang. Seperti dompet untuk wadah gunting. Tutorialnya juga gampang. Bahkan kadang ada yang hanya jahit tangan. Kepoin langsung yaaa.

Yes, lunas deh 10 list blog favorit yang bikin saya suka blog walking. Meski kadang saya nggak nitip komentar, karena udah terlalu asik mantengin kata per kata saking asiknya. Kamu punya list blog walking juga? Share dong siapa tahu sama, hehee. Wassalamualaikm Sahabat.



Reading Time:

Senin, 03 Desember 2018

Lima Kota Ini Masuk List Destinasi Wisata Impian, Kapan Kesini?
Desember 03, 2018 42 Comments


Assalamualaikum Sahabat. Kota impian yang ingin saya kunjungi tersebar dari Sabang sampai Merauke. Pengen banget kelima kota impian ini bisa saya kunjungi sepanjang tahun 2019 nanti. 

Seharusnya saya menuliskan 11 kota impian yang ingin saya kunjungi. Karena lima kota itu tidak bisa mewakili kota impian yang saya angankan. Meski nggak boleh menuliskan selain lima kota, boleh dong saya sebut satu persatu ke-11 kota impian.

Ada kota Padang, Medan, Lampung, Sumbawa, Palu, yang masuk destinasi kota impian. Oiya Bukit Tinggi menggenapinya menjadi 11 kota impian. Meski saya udah pernah berkunjung ke Bukit Tinggi tahun kemarin. Namun saya masih ingin mengunjunginya lagi.

Masih setia kan dengan tantangan #BPN30DayChallenge dan ini memasuki hari ke-13 dengan tema Negara/Kota yang kamu impikan.

Kota impian yang ingin saya tuliskan dalam artikel kali ini lokasinya di bumi ibu pertiwi. Karena banyak pesona yang ditawarkan negeri ini. Meski kata orang, wisata di negeri sendiri jatuhnya lebih mahal dibanding ke negeri orang.

Namun saya memang sejak lama sudah memimpikan bisa berkunjung ke kota-kota cantik di bumi ibu pertiwi. Impian keluar negeri waktu saya masih berusia muda hanya lah berkunjung ke tanah suci. Dan alhamdulillah   impian itu sudah terwujud.

Baca kisah perjalanan ibadah haji saya dan suami dalam artikel ini : Ibadah Haji

Ada lima kota impian yang ingin saya kunjungi. List ini nggak berubah, meski impiannya sudah tumbuh sejak saya masih single.

Lima kota impian yang ingin saya kunjungi ini, masih worth it kah?

1. Makassar

Makassar identik dengan Pantai Losari. Namun ada banyak destinasi wisata yang bisa dieksplor di kota ini, mulai dari pantai hingga dataran tinggi. Dari Tanjung Bira, Taman Nasional Bantimurung, Benteng Rotterdam, dan wisata kuliner seperti Coto dan Pisang Epe.

Eh tapi kalo ke Benteng Rotterdam nggak komplit kalo nggak mampir di Pantai Losari. Apalagi lokasi keduanya katanya berdekatan.

2. Banjarmasin

Kota yang terkenal dengan julukan seribu sungai ini memiliki magnet di hati saya. Ada seorang teman saya yang menikah dengan orang Banjar. Dia kalo mudik dan balik lagi ke Semarang, selalu menceritakan tentang Sungai Barito. 

Cerita yang mengalir dari mulut teman saya, bikin kepincut. Duhh, pengen naik perahu sambil belanja di pasar terapung. 

Saya ingin berkunjung saat ada Festival Sungai yang digelar tiap tahun. Asik ya kalo kulineran di atas perahu yang diayun ombak. Sambil mencicipi Soto Banjar, Ketupat Kandangan, atau kue khas Banjar.

3. Banda Aceh

Sebelum tsunami menerjang Banda Aceh, saya sudah pengen berkunjung kesana. Bahkan jiwa gotong royong yang ditanamkan saat menjadi suka relawan PMI sempat menggedor hati menyaksikan kota ini luluh lantak oleh bencana.

Banda Aceh mulai bangkit kembali, dengan menawarkan wisata yang makin eksotik. Ada wisata alam, museum, rohani, dan kuliner yang siap menyambut saya bila berkunjung kesana.

Tempat-tempat yang ingin saya kunjungi adalah pantai-pantainya yang berpasir putih, Masjid Baiturrahman, Museum Tsunami,  Air Terjun Kuta Malaka, dan wisata kuliner.

4. Palembang

Kalian boleh menertawakan nasib saya saat tahun lalu mampir ke Palembang. Namun cuma tiduran aja di rumah sepupu dan menolak ajakan untuk hangout ke Jembatan Ampera.

Ceritanya kami tiba di Palembang sekitar pukul 2 siang. Perjalanan panjang dari Kota Bogor menggunakan mobil lewat jalur timur Lampung. Kebayang kan capeknya jadi nyampe Palembang kami milih bobok cantik.

Mbak sepupu kami yang tahu profesi saya sebagai blogger, menawarkan untuk jalan-jalan sendiri. Mereka akan mengantar kulineran di kawasan Sungai Musi. 

Picture by Rizal

"Masa jauh-jauh ke Palembang nggak jalan-jalan dan kulineran? Udah dek Watik aja yang ikut, yuk,"

Antara kepengen tapi juga nggak enak dengan teman seperjalanan, ada adik dan mbak ipar, serta suami yang terlihat ngantuk. 

"Mbak Wati capek gak?" tanya Yuli, adik ipar saya.
"Tadi sih capek, sekarang udah nggak,"
"Ya udah berangkat aja sana,"

Saya menimbang-nimbang. Akhirnya saya putuskan untuk menolak ajakan mbak sepupu. 

"Mbak, di meja aja udah ada Pempek, Tekwan, Rendang, komplit. Masa masih mau kulineran di luar, di sini aja lah kulineran kami."

Mereka akhirnya berhenti menawarkan ajakan menggiurkan bagi saya. Karena saya udah janji bakal datang lagi ke Palembang. Kunjungan yang nantinya akan jadi jalan-jalan wisata dan kulineran. Dan janji kami, akan menginap di hotel keluarga, rumah mbak sepupu, hihiii.

Menyesal kah saya menolak ajakan mbak Atiek saat itu? Enggak. Karena saya harus menyadari tenaga yang mesti kami simpan. Malamnya kami melanjutkan perjalanan menuju kota Jambi. Sebelum menuju kota Pekanbaru, tempat tinggal adik kami.

Palembang, tunggu saya dan keluarga berkunjung kesana yaaa.

5. Bandung 


Pertama kali ke Bandung saat masih menjadi pelajar SMA. Dan sukses bikin saya terpikat pada kotanya yang tenang dan sejuk.

Bandung juga menorehkan kenangan manis saat bersama teman segenk jalan-jalan mencari jajanan untuk mengisi perut. Makan malam di hotel seakan tidak memuaskan rasa penasaran kami pengen kulineran. Jadi lah combro, pisang goreng, dan jajanan gorengan lain menyamankan perut kami malam itu.

Selain itu, saya ingin berkunjung ke Bandung karena ingin menyelesaikan penjelajahan masa lalu. Ada tempat-tempat wisata yang belum saya kunjungi. Belum lagi wisata baru yang terus bermunculan, seperti taman-taman nan cantik di seluruh pelosok kota Bandung.

Kelima kota di atas masuk list destinasi wisata saya. Dan saya jadi pengen ngajakin Cristanty Putri dan Ade Hermawati, nulis tentang lima kota impian versi kalian. Gimana, udah nulis juga tantangan nulis 30 hari dari BP Network.

Sahabat juga punya kota impian yang ingin dikunjungi? Sama nggak dengan kota pilihan saya di atas? Saya udah nanya suami, kapan ke kota-kota itu. Dan jawaban suami semoga kami mendapat rejeki berupa materi dan waktu agar bisa mewujudkan mimpi saya, aamiin. Wassalamualaikum.
Reading Time:

Minggu, 02 Desember 2018

Lifegoals Menjadi Sehat Menuju Pra Lansia
Desember 02, 2018 8 Comments


Assalamualaikum Sahabat. Lifegoals : Menjadi Sehat Menuju Pra Lansia bagi saya perlu diperjuangkan. Usia pra lansia makin mendekati bilangan muda di mata saya. Artikel ini saya tulis memenuhi tantangan #BPN30DayChallenge hari ke-12.

Seperti yang pernah dilansir oleh fpok.ikippgribali.ac.id/ yang menjelaskan bahwa  usia 46 - 55 tahunn adalah Massa Lansia Awal. Berikutnya usia 56 - 65 tahun merupakan Massa Lansia Akhir. Dan usia 66 tahun ke atas merupakan Manula.

Jadi usia saya masuk dalam kisaran Massa Lansia Awal. Usia ini merupakan rawan dengan munculnya berbagai macam penyakit. Terutama bila kalian tidak peduli dengan asupan makanan dan jarang olah raga.

Sudah dua tahun ini saya menikmati bebas menstruasi. Menopause saya datang lebih cepat dibanding ibu saat meno di usia 59 tahun. Sementara saya menopause lebih awal, yaitu usia 48 tahun.

Saya bersyukur tidak mengalami masa sulit saat menjelang menopause. Beberapa perempuan mengalamai pendarahan hebat hingga butuh kuretasi. Ada juga yang mengalami berkurangnya kelembaban kulit.

Yang saya alami hanya siklus menstruasi tidak teratur. Saya mengalami menstruasi tidak teratur ketika masuk usia 43 tahun. Dan ini rupanya wajar karena ada 80 % perempuan yang mengalami ketidakteraturan menstruasi. Ini wajar karena merupakan masa transisi pra-menopause dan biasanya berlangsung antara dua hingga delapan tahun.

Ketika akhirnya mengalami menopause, saya tidak lagi kaget. Karena sebelumnya saya sudah mengantisipasi dengan mengubah gaya hidup lebih sehat.

Ada beberapa alasan saya mengubah gaya hidup dan ingin lebih sehat. Yaitu :

- Perempuan Menopause Rentan Kena Serangan Jantung


Perempuan mengalami penurunan hormon estrogen. Perempuan yang belum menopause mestinya merasa beruntung karena hormon estrogen ini melindungi dari serangan jantung.

Menurunnya hormon estrogen ini yang menyebabkan tubuh seorang perempuan sulit menyeimbangkan kadar kolesterol dalam darah. Efeknya kadar kolesterol jahat atau LDL meningkat. Tingginya kadar kolesterol dalam darah ini menyebabkan penyumbatan pembuluh darah. Dan tentu saja meningkatkan resiko serangan jantung.

- Penyakit Tidak Menular Mudah Muncul Tanpa Disadari

Bagi perempuan yang memasuki usia kepala empat, metabolisme tubuhnya makin melambat. Apabila kita tidak memperhatikan asupan makanan, dan olah raga, berat tubuh bisa makin bertambah.

Menjaga pola makan yang benar, olah raga secara teratur, akan meminimalisir over obesitas.

Usia 40 tahun juga perempuan lebih rawan dengan tulang yang rapuh. Kepadatan tulang yang berkurang, membuat mereka gampang patah tulang. Kalsium yang tersedot selama usia kehamilan dan menyusui turut menyumbang tingkat keparahan tulang rapuh.

Mengingat alasan tersebut, ini kelima tips agar tubuh lebih sehat di usia menjelang menopause :

1. Mengatur Pola Makan

saya mulai mengatur pola makan. Sudah 10 tahun lebih saya mengurangi asupan karbohidrat berupa nasi. Sehari saya hanya makan 5 Sdm untuk dua kali makan, yaitu makan siang dan makan malam. Sementara makan pagi saya adalah pilihan dari ketiga hal berikut : buah, snack pisang, atau salad dengan dressing strawbery atau nanas cincang.

2. Olag Raga Yang Konsisten

Selain itu saya mulai melakukan olah tubuh selama minimal 10 menit dengan konsisten seminggu tiga kali.


3. Konsumsi Air Putih

Konsumsi air putih pun sudah lama saya lakukan dengan ukuran minimal 3 liter sehari. Seharusnya dengan berat tubuh saya, aturannya adalah minimal 4 liter sehari.


4. Memperbanyak Konsumsi Ikan 

Dokter yang pernah merawat saat kolesterol saya drop juga menyarankan agar lebih banyak mengonsumsi protein ikan. Pilihan ikannya bebas, hanya perlu diperbanyak.

5. Mencegah Stres dengan Memiliki Hobi

Nah ini nih pencegah stres nomer satu, yaitu mengerjakan sesuatu yang merupakan kesenangan kita. Kalo kalian hobi baca, ya udah belanja buku atau sewa buku. Nikmati me time dengan membaca buku favorit.

Saya memiliki hobi beragam. Mulai dari membaca buku, berkebun, bikin kue, dan tidur. Salah satu dari keempat hobi ini rutin saya lakukan agar hati bahagia. Hahahaa. 

Itu sih yang mesti saya lakukan dengan komitmen dan ketekunan agar lifegoals menjadi sehat bisa terwujud. Saya ingin berusia panjang dan menikmati usia tua tanpa sakit menahun. Nah, bagaimana dengan kalian? Wassalamualaikum.
Reading Time:

Jumat, 30 November 2018

Lima Buku Favorit Ini Sama kah Dengan Milik Kalian?
November 30, 2018 42 Comments


Buku Favorit

Assalamualaikum Sahabat. Lima Buku Favorit yang aku tuliskan ini bisa aja berubah dalam periode tertentu. 

Ya namanya juga bacaan, kalo ada yang baru aku baca lagi, bisa aja berubah. Apalagi masih ada dua tumpukan buku di kamar yang belum sempat aku baca. Hihiii. 

Yuk kepoin kelima buku favorit aku saat ini :


1. Confession - John Grisham



Sebenarnya novel John Grisham yang saya koleksi hampir semuanya yang udah diterjemahkan bahasa Indonesia. Saya suka baca karya penulis yang juga mantan pengacara ini, karena gaya bahasa dan ide ceritanya yang khas. Mengambil tema serupa yaitu kasus hukum dengan segala perniknya. Namun tak membuat pusing pembacanya dengan istilah hukum yang rumit. Justru pembaca belajar istilah dan seluk beluk hukum dengan cara mudah.

Novel Confession ini diawali dengan catatan persidangan tokoh utama yang sering melanggar hukum. Travis Boyette membawa dua pengakuan hebat pada pendeta Keith Schroeder. Travis sedang sekarang karena penyakit tumor otak yang diidapnya. Dan ia tak ingin meninggal membawa kisah kejahatannya tanpa seorang pun yang tahu.

Peristiwa pembunuhan seorang gadis pemandu sorak, Nicole Yarber. Di sisi kota lainnya, seorang pemuda tak bersalah yang bernama Donte Drumm tengah menanti proses hukuman mati.

Penangkapan yang tak berdasarkan bukti fisik dan menimpa seorang pemuda yang bersikap baik di lingkungannya itu menorehkan luka hati kenalannya. 

Grisham sangat piawai menggambarkan sisi hati seorang penjahat dengan sangat natural. Tak ada penghakiman, namun dibidik dari sudut pandang rasa bersalah sang tokoh.

Kisah tragis ini ditutup dengan proses hukuman mati yang tetap dilaksanakan. Dontē Drumm dinyatakan benar-benar meninggal diusia 27 tahun. Tragis dan menyedihkan untuk sebuah kisah hidup seseorang. 

Review karya John Grisham lainnya, udah saya tulis dalam artikel berikut.

Silahkan Baca : 

10 Karya John Grisham Yang Akan Bikin Kamu Merasa Jadi Detektif Handal


2. Rindu - Tere Liye

Aku udah pernah nulis review buku karya penulis fenomenal ini. Namun karena Rindu masih memegang posisi pertama buku favorit yang pernah aku baca, jadi aku sisipkan di artikel ini.

Yuk baca detil review-nya dalam artikel ini :

Review buku : Rindu, Karya Tere Liye 



Kalo kalian udah baca review yang pernah aku tulis, pasti maklum  kan buku Rindu masih jadi favorit.

Buku yang mengisahkan perjalanan beberapa orang menuju cita-cita mereka untuk menunaikan ibadah haji. 

Uniknya kisah haji dalam buku ini dibidik dari sudut pandang yang beda dengan lainnya. 

Cerita perjalanan menuju tanah suci ini mengambil setting waktu puluhan tahun lalu. Berangkat pun dengan menggunakan kapal yang bernama BLITAR HOLLAND. 

Buku Rindu Juga menceritakan tentang lima pertanyaan yang dibawa oleh lima penumpang kapal, yang akan mengantarkan mereka menuju tanah suci. Pertanyaan yang kadang tidak memiliki jawaban.

Jangan Lari Dari Masa Lalu

"Apakah Allah akan menerima haji seorang pelacur? Hanya Allah yang tahu. Kita hanya bisa berharap dan takut. Senantiasa berharap atas ampunannya. Selalu takut atas azabnya. Belajarlah dari riwayat itu. Selalulah berbuat baik, Upe. Selalu. Maka semoga besok lusa, ada satu perbuatan baikmu yang menjadi sebab kau diampuni. Mengajar anak-anak mengaji misalnya, boleh jadi itu adalah sebabnya."

Kekeliruan mendasar yang dilakukan orang-orang saat menghadapi kenyataan hidupnya adalah, masa lalunya yang pedih. Namun tak mungkin lari dari kenyataan. Tak mungkin bisa menghindar. a

Cara terbaik menghadapi masa lalu adalah dengan dihadapi. Berdamai dengan menerima masa lalu, dan tak perlu dilawan atau dilupakan. Karena itu sudah menjadi bagian hidup diri kita.


3. My Sister's Keeper






Sebuah cerita tentang seorang anak di bawah umur yang berhadapan dengan hukum melawan orang tuanya. Tentunya satu kondisi yang tidak biasa. Terlebih kisah ini menuturkan tentang kisah klasik seorang anak yang melawan penyakit.

Ibunya, Sara Fitzgerald, pun tak habis pikir tentang masalah yang ditimbulkan putri bungsunya itu. Dia merasa sudah memperlakukan anak-anaknya secra adil. Bahwa Kate butuh lebih banyak perhatian karena dia sakit. 
Berbeda dengan Brian, sang ayah, yang menganggap bahwa sikap Anna menunjukkan bahwa mereka sebagai orang tua belum memberi perhatian yang cukup kepadanya. Fakta bahwa si sulung, Jesse, sering membuat masalah, juga menyadarkannya.

Buku ini disusun dengan sudut pandang orang yang bervariasi. Meski begitu nggak sulit bagi kalian untuk membacanya dan memahaminya.
Sejak awal saya udah berada di pihak Anna, putri yang diminta keikhlasannya mendonasikan satu anggota tubuhnya untuk saudaranya. Di sisi lain sebagai ibu, saya pun menyadari sikap Sara yang mencoba memikirkan kepentingan setiap anaknya.
Dari buku ini saya belajar untuk menjadi seorang ibu yang bisa berempati pada kondisi psikis dan fisik anak-anak yang dilahirkan. Tentang masalah yang akan selalu datang silih berganti ketika seorang anak lahir di dunia.

4. The Class, Kelas 58 oleh Erich Segal


Novel yang mengisahkan lima tokoh anggota kelas 58 di kampus terkenal, Harvard university. Ada Andrew Elliot, Theodore Lambros, Jason Gilbert, George Keller, dan Daniel Rossi.

Ada tragedi, ambisi yang tak terkendali, tawa, juga gairah yang tersembunyi dari kelima anggota klas 58. Semua ini sudah ada sejak mereka masih jadi naga hingga saat ini.

Cerita diawali dengan tulisan Andrew Elliot di jurnal hariannya. Oiya Andrew sangat suka menulis di diary. Andrew nulis tentang ketakutannya menghadapi reuni kelasnya. Dia menganggap, dari seluruh alumni Harvard university, hanya dirinya yang gagal karir dan kehidupan rumah tangganya. 

Andrew yang lahir dari garis bangsawan, dengan warisan kesuksesan keluarga nya, merasa terbebani. Leluhur dan keluarga besarnya selalu mengharumkan nama Harvard university dan negara.

Dengan tingkat kepercayaan diri yang rendah, terlebih teman-temannya kebanyakan ambisius. Andrew merupakan pribadi yang baik.  Bahkan dia banyak disukai oleh teman-temannya semasa kuliah. 

Ada juga Jason Gilbert yang terlihat sempurna. Ganteng, gagah, mahir olahraga, cerdas, dan berbakat menjadi pemimpin. 

Tipe anak kebanggaan orang tua manapun pastinya. Namun rupanya dia malu dengan identitas dirinya yang keturunan Yahudi. Orangtuanya mengaku mereka adalah orang Amerika dan beragama Kristen.

Beberapa kisah tokoh novel ini digambarkan sebagai pribadi yang ambisius, namun juga tertekan dengan nama besar universitas nya.

Kehidupan mereka memang terlihat menyenangkan  Namun untuk mencapai kesuksesan itu, hutuh usaha yang kadang mengorbankan kesenangan pribadi.

Novel ini juga menuturkan kisah tentang sikap tolong menolong sesama teman masa kuliah.


5. Mosaic of Haramain

Buku Mosaic ini sebenarnya belum selesai aku baca. Namun jauh sebelum buku ini ada di tangan, aku udah tertarik untuk membacanya.

Kisah tentang haji seseorang itu selalu membangkitkan keingintahuanku untuk mengulik lebih dalam. Bisa aja dalam bentuk tuturan. Namun kalo sampai menuliskan kisah perjalanan haji, rasa penasaranku pasti muncul.

Alasan pertama karena aku tuh sebenarnya pengen banget bisa menuliskan pengalaman berhaji bersama suami tahun 2014 lalu. Alasan kedua karena ingin tahu aja gimana kisah perjalanan haji seseorang. 

Nah apalagi buku ini yang nulis adalah seorang teman penulis yang aku kenal sejak tahun 2011. Memang sih baru kenal di dunia maya waktu itu. Namun ketika punya kesempatan bertemu di Jogja, kami langsung akrab.




Review Buku Mosaic of Haramian :

Kisahnya diawali dengan perjalanan kecil Etyastari Soeharto di sebuah pameran buku. Sebuah kecelakaan motor yang nggak seberapa, telah memantik niatnya untuk mendaftarkan haji.

Kisah haru, sedih, lucu, dan menginspirasi akan kalian temukan dalam buku Mosaic of Haramain. 

Kisah yang mengalir lancar tentang perjuangan penulis memenuhi panggilan rukun Islam kelima. Kisah tentang kesabaran, keikhlasan, keteguhan hati penulis selama masih menunggu antrian, juga selama ibadah di tanah suci.

Tentang kemudahan yang dialami penulis selama di tanah suci. Kisah-kisahnya sangat sayang kalo nggak dituangkan dalam bentuk tulisan. 

Ada sebuah kisah ketika penulis mengalamai kejadiah yang sepertinya tak masuk akal. Cerita tentang penulis yang mengambil video lokasi dari kubah hijau di Masjid Nabawi hingga depan Makam Baqi. 

Pengambilan video yang terputus dan hasilnya yang tak seperti dalam rencananya. Keterkejutan penulis melihat hasil videonya yang membuatnya merasa ditampar secara langsung oleh Allah. 

Kejadian-kejadian tak masuk akal begini kerap dialami para jemaah haji. Tiap orang tidak mengalami hal yang sama. Nah ini lah yang ingin dikisahkan oleh penulis. Karena penulis ingin pembacanya bisa memperoleh hikmah dari buku ini. Dari kisah haji seorang perempuan yang berangkat sendiri dan menemukan banyak peristiwa penting. 

Yang pasti ada sebuath ayat yang menjadi keyakinan setiap muslim ketika memutuskan berhaji :


Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan di Baitullah; Barang siapa mengingkari (kewajiban haji) maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam

Asli, saya belum baca sampai selesai, namun karena ingin menambahkan Mosaic of Haramin ini ke dalam lima buku favorit. Untuk memenuhi tantangan ngeblog #BPN30dayChallenge hari kesepuluh. Sayang aja kalo buku keren ini nggak saya masukkan dalam list buku favorit.

Ayuk dibeli buku mba Etyastari ini, buku yang menginspirasi. Siapa tahu, ada rejeki yang menular usai membaca kisah perjalanan haji mba Ety. Aamiinkan ya. 

Nah, itu ceritaku tentang kelima buku favorit saat ini. Bisa aja lima bulan ke depan, cerita buku favorit yang aku baca udah berubah lagi. Share yuk buku bacaan favorit kalian. Wassalamualaikum.
Reading Time:

Selasa, 27 November 2018

5 Barang Yang Wajib Ada di Dalam Tas
November 27, 2018 31 Comments

  
Assalamualaikum Sahabat. Ada lima barang yang wajib ada di dalam tas saya tiap kali keluar rumah. Pokoknya kelima barang ini wajib ada. Kalo enggak, saya bakal bingung dan pengen balik ke rumah. Pernah sih balik ke rumah karena salah satu barang ini ketinggalan. Untung aja masih dekat dari rumah.

Karena nggak ingin mengalami kejadian yang sama terulang, saya selalu menyiapkan isi tas malam sebelumnya. Tapi kadang juga masih ada yang ketinggalan sih. Hahaha. Duh pelupa akut deh.

Oiya sebenarnya saya pernah menuliskan barang apa aja yang ada di dalam tas saya. Boleh deh kalian cek dalam artikel berikut ini :


Namun, tetap deh untuk memenuhi #BPN30DaysChallenge hari ke-8, saya mesti tuliskan lagi 5 Barang Yang Wajib Ada di Dalam Tas :

BPN30DayChallenge

1. Gawai, USB & Power Bank

Gawai menjadi barang nomer satu yang nggak boleh ketinggalan masuk ke dalam tas. Bahaya dong, ntar nggak bisa kerja kalo sedang hadir di salah satu event blogger.

Saya pernah loh balik lagi ke rumah gara-gara hape ketinggalan. Beda sih kalo perginya bareng suami. Untuk urusan pribadi seperti ini nggak masalah juga hape ketinggalan. Saya bisa pinjem hape suami untuk buka email, grup WA, ataupun sosmed. Karena waktu hape saya rusak pertengahan tahun 2018, hape suami lah yang saya gunakan untuk kerja.

Kedua barang ini memang berjodoh dan mesti berdampingan selalu. Dulu saya pernah meremehkan kehadiran power bank. Lagi pula udah bawa usb, gampang ntar tinggal nyari colokan aja kalo baterai gawai lowbatt.

Ternyata dunia tak seramah itu padamu, gaeees.


Sebagai content creator yang ngakunya emak digital, namun enggan bawa power bank, sungguh berasa makan soto tanpa kecap. Kurang paaaas.

Malu dong kalo misal saya hadir di gathering dan butuh totalitas bekerja sebagai buzzer. Mesti livetwit, bikin instastory berderet-deret sampai jadi titik-titik rapat. Eh tiba-tiba baterai low, itu bikin gemes. Dan ditambah power bank ketinggalan. Masa mau pinjem?

Eh nasib apes ini masih ditambah dengan tempat duduk jauh dari colokan. Manyun deh sonoh!

Jadi ya saya selalu menyiapkan power bank yang udah full isinya. Kalo kejadian gawai lowbatt, tinggal colokin aja ke usb yang udah nyantol di power bank.

2. Dompet dan Kartu Penting

Dompet saya tuh ada banyak. Semua adalah pemberian dari sepupu, famili, teman yang pulang dari luar negeri. Sebagai teman dan saudara yang baik, saya selalu memakai dompet pemberian itu. Alasannya saya nggak ingin mengecewakan sang pemberi. Udah dikasih kok nggak dipakai? Kan nggak enak kalo sampai dibatin kayak gitu, hihii.

Nah, dompet pemberian ini saya gunakan untuk menyimpan obat-obatan, vitamin, lipstik, bedak, dan permen.

Ada satu dompet yang saya beli sendiri, saat ibadah haji di tanah suci. Dompet ini saya beli waktu belanja di toko oleh-oleh Ali Murah di Jedah. Kayaknya semua jemaah haji pasti digiring #eh diajak ke toko oleh-oleh ini. Jadi sampai saat ini dompet ini masih saya pakai.


Dompet tipis seharga 5 SR ini saya gunakan untuk menyimpan kartu penting. Seperti SIM, KTP, KIS, ATM, dan kartu nama. Meski isi dompetnya cuma beberapa lembar duit rupiah, tapi nggak boleh tertinggal deh. 

Sebagai pengguna motor roda dua, dompet dengan isinya ini nggak boleh ketinggalan. Seperti yang pernah dipesankan oleh bapak polantas, kalo mau berkendara mesti cek ricek, udah bawa SIM atau belum. Itu pentiiing, Sahabat!

4. Buku Agenda & Pulpen

BPN30DayChallenge

Kedua barang ini juga wajib ada di dalam tas. Sebenarnya untuk mencatat udah sering saya lakukan di notepad. Namun sesekali saya masih butuh nulis di buku agenda. Biasanya ketika saya akan menjadi nyonya rumah salah satu acara. 

Fungsi buku itu saya gunakan untuk mencatat segala kebutuhan belanjaan atau pesanan makanan saat acara. Juga mencatat segala hal yang wajib saya lakukan sebelum hari H acara di rumah.

Atau ketika saya menjadi salah seorang panitia reuni, biasanya saya oret-oret dulu di buku agenda. Nanti kalo udah fix, baru saya pindahkan di catatan digital.

5. Mukena & Tisu

Tisu dan Tas kain untuk persediaan kalo belanja

Tisu dan tas bekas goodie bag juga mengisi tas ransel saya. Tas goodie bag itu untuk persediaan, misal mendadak mampir belanja. Saya udah belanja dan bawa kantong sendiri dari rumah.

Barang yang satu ini selalu ada di dalam tas. Beberapa kali ketika pergi dan nggak bawa Mukena, bikin saya kelimpungan.


Sebenarnya di tempat yang saya tuju kadang menyediakan mukena. Tapi terus terang saya risih kalo pakai mukena di tempat umum. Biasanya mukena di tempat umum itu kalo nggak bau ya kotor. Kan saya risih menggunakannya sebagai alat shalat. 

Nah, itu lah kelima barang yang wajib ada di dalam tas saya, Sahabat. Rasanya untuk teman perempuan, pasti sama ya isi tasnya. Gimana dengan kalian. Cerita dong dengan menuliskannya di kolom komentar. Saya tunggu ya Sahabat. Wassalamualaikum.

Reading Time:
5 Tempat Makan Favorit Keluarga Doyan Plesir
November 27, 2018 35 Comments


Tempat Makan

Assalamualaikum Sahabat. Saya punya rekomendasi 5 Tempat Makan Favorit Keluarga Doyan Plesir.  Tempat makan favorit ini ada di Kota Semarang dan sekitarnya. Karena kami memang suka dolan plus kulineran yang dekat tanpa memandang waktu dan jarak, hihii. 

Oh iya, kenalan dulu ya dengan Keluarga Doyan Plesir. Saya sengaja bikin website baru dengan niche Traveling. Isinya seputar cerita perjalanan kami sekeluarga. Yaitu saya, suami, dan kedua anak kami. Sementara ini baru saya dan si sulung, Milzam yang udah menjadi kontributor web doyanplesir.com nih. Pengennya kami berempat menjadi kontributor semua, hahaa.


Kisah awal saya bikin Website Doyan Plesir

Sejak masih pacaran, saya dan suami suka dolan dan kulineran. Begitu menikah, dan punya anak bayi pun kami tetap aja dolan. Yang dekat-dekat aja sih, seputar Bandungan, Gedong Songo, atau Solo. 

Jadi meski anak-anak lahir dan masih bocil pun sudah sering kami ajakin dolan. Kota Jogja, Purwokerta, Tegal, Cirebon, hingga pulau Bali sudah pernah kami sambangi.

Sayangnya dahulu masih motret pakai kamera yang mesti dicetak. Jadi ketika kami kurang pinter nyimpan hasil cetak foto, ya udah hilang deh rekam jejak dolan kami.

Begitu sosial media booming, kesukaan keluarga saya kulineran berasa ada wadah untuk nyimpen foto, hihiii.

Nah, dari pada nanti hilang lagi kan jejak dolan dan kulineran kami sekeluarga, saya pun berinisiatif bikin web khusus dengan nama Keluarga Doyan Plesir. Belum banyak sih tulisannya, namun lumayan lah untuk nambah blog lagi.

Udah kelar kenalan ya, saatnya saya sharing 5 Tempat Makan Favorit Keluarga Doyan Plesir. Berikut ini kelima tempat makan dan reviewnya :

1. Istana Mie

Tempat makan ini lokasinya ada di mall dan menjadi favorit kami serumah. Kebetulan tiap nonton bioskop tuh bawannya dari rumah mau makan di mall. Pilihan suami tuh selalu jatuh pada Istana Mie.

Alasannya adalah tempat makan ini menunya komplit. Dari menu paket ayam serta lauk pelengkap, Mie spesial dari Istana Mie, Nasi Goreng favorit anak-anak, sampai masakan kuah khas chinese food.

Kalo ditanya udah berapa kali kami makan di Istana Mie? Duhh, nggak bisa jawab saking seringnya.

Untuk masakan yang selalu kami pesan adalah Kwetiaw spesial yang isinya komplit. Ada fillet ayam, udang, bakso, kekian, telur, selain kewtiaw sendiri tentunya. Rasa dan porsinya saya suka karena pas dengan lidah, nggak keasinan. Sejak ikut program diet, saya mengurangi konsumsi garam. Jadi kalo masakan terlalu banyak garamnya saya pasti merasakannya.

Tempat Makan di Semarang

Selain Kwetiaw Spesial, ada lagi nih yang selalu jadi menu favorit. Yaitu Fuyung Hai dengan kuah yang seger dan panas. Cocok deh digunakan untuk buka puasa saat sedang di mall. Fuyung Hai di Istana Mie ini telurnya banyak, dengan isian udang, kepiting, daun loncang, kacang kapri hijau, wortel, kubis, dan tepung.


Tempat Makan

Untuk harga semua makanan wajar lah dengan posisi resto di mall. Apalagi porsi menu juga ukuran gede. Bisa untuk makan berdua. Ini juga yang bikin kami suka mampir makan di Istana Mie tiap kali bingung nyari makan di mall. Selain harga ramah kantong, halal, pelayanannya juga cepat dan ramah.

2. Langit Senja, Salatiga

Sebenarnya kami baru sekali ini menikmati sajian di Kafe Langit Senja. Kafe yang menjadi bagian dari restoran Bumi Kayom dan terletak di Salatiga ini menawarkan menu yang yummy. 

Namun begitu, tegukan pertama minuman dan sesendok makanan yang disajikan, mampu membuat kami jatuh hati.

Tempat Makan Bumi Kayom

Pertama kali kami pesan minuman Mocktail Missouri, saya langsung suka dengan kesegarannya. Ada rasa masam, sepertinya ada perasan jeruk nipis dicampur dengan soda. Ada bubble yang bisa meletus ketika digigit.

Sajian makanan so far juga enak sih. Semua piring tempat menu makanan kami licin, hahaha.

Suami pesan Chicken Katsu Curry, yang isinya nasi, ayam masak kari, plus telur ceplok setengah matang. Saus karinya pas banget, bumbu rempahnya nggak terasa pekat.

Pesanan si bungsu adalah Spagheti Cicken Mozarella. Saya sempat menyicipinya, dan rasanya creamy. Pantas aja si bungsu makan sampai habis seluruh topingnya.

3. Warung Pecel Keong Bu Tun, Rawa Pening

Kuliner Pecel Keong rasanya udah dua kali saya tuliskan. Aslinya sih kulineran di Bu Tun ini jadi primadona bagi saya dan suami. Menuju lokasinya juga dekat dari rumah. Bisa lewat Ambarawa, ataupun Salatiga. 

Bisa dibaca review komplit dalam artikel berikut ini, ada juga map lokasi kalo bingung mesti lewat mana. Baca di sini ya :


Sering makan di Warung Bu Tun karena rasa pecel keong yang nggak bau amis. Keongnya diolah dengan dimasak tumis pedas. Jadi isinya tuh nasi pecel sayuran, ditambah tumisan keong, yang diguyur pakai sambel kacang. Kalo pengen tambah mie goreng, bisa juga minta sama pegawai Bu Tun yang melayani.


Pecel Keong
seporso gini cuma 10 ribu
Harganya seporsi 10 ribu, udah bikin kenyang. Rasa sambel pecelnya yang mantap, tapi nggak pedes banget, cocok buat semua pelanggan. Cuma sayangnya kalo kesini tuh jangan weekend atau hari libur nasional. Pengunjung pasti luber sampai menggunakan tempat balai desa yang ada di sebelahnya. 

Kalo kesini saat weekdays itu favorit banget. Saya bisa menikmati makan nasi pecel keong tanpa melirik calon pembeli yang berdiri di sebelah saya, hahaahaa. Nggak enak kan kalo sedang makan udah ditunggu pembeli lainnya. Tapi kadang saya cuek aja, nggak mau makan terburu-buru. Biar aja pegawai Bu Tun yang mencarikan tempat duduk buat mereka.


4. Rumah Makan Jejamuran, Jogja Yang Tak Pernah Terlupakan

Nah, ini juga salah satu tempat makan favorit untuk anak-anak saya. Saking seringnya ke Jogja, mereka selalu pesen minta makannya di Jejamuran. 

Meski terkenal sebagai tempat makan yang menyajikan masakan dari jamur, tapi ada juga bahan lainnya. Seperti Ayam Bakar, Tahu, dan Tempe goreng. Tapi rasa-rasanya kalo makan di Jejamuran nggak pesan menu jamur ya ada yang kurang lah.

Yang selalu kami pesan adalah Sate Jamur yang rasanya tak pernah berubah. Cuma sayangnya menurut saya, ngasih sambel kacangnya kurang banyak. 

Menu lainnya yang jadi andalan pesanan Keluarga Doyan Plesir adalah Tongseng Jamur, Risoles Jamur, Jamur Merang goreng tepung, Jarum Tiram Asam manis, Pepes Jamur Shitake. Selain menu jamur, kami suka Ayam Bakar di Jejamuran. Sambelnya tuh yang bikin saya tergoda, enakkk.





5. Resto Ichiban  Sushi


Tempat Makan

Nah, satu lagi tempat makan favorit keluarga kami kalo sedang di mall. Ichiban Sushi ini pilihan anak-anak sebenarnya. Karena mereka penyuka makanan ala Japanesse Food.

Tiap mau nonton bareng, meski nanti kami berempat terbagi dua rombongan pilih film yang tayang di bioskop. Mereka minta makan dulu di Ichiban Sushi.

Beberapa kali nyoba menu di Ichiban Sushi, anak-anak nggak hanya pesan menu utama. Tapi juga selalu minta cemilan sepeprti Sushi Roll, Bento Set, Salmon Roll, dan Unagi.



Soal harga untuk Japanesse food tergolong wajar lah. Dari harga 22 ribu sampai 86 ribu. Tapi yang harga sekitar 4o ribu ke atas itu bisa dinimati untuk tiga orang.

Okey, itu sih kelima tempat makan favorit keluarga Doyan Plesir. Sebenarnya masih banyak tempat makan favorit keluarga saya. Tapi karena saya mesti pilih yang paling favorit ya udah, nulis kelima tempat makan di atas aja. Kalian punya tempat makan favorit juga pasti kan? Yuk share juga dong. Siapa tahu saya terdampar di kota kalian, bisa jadi rekomendasi tempat makan keluarga saya. Wassalamualaikum.
Reading Time: