My Mind - Untaian Kata Untuk Berbagi: Writing Challenge
Tampilkan postingan dengan label Writing Challenge. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Writing Challenge. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 Desember 2018

Target Blogging ala Hidayah-art, Optimasi Ngeblog
Desember 20, 2018 32 Comments
hidayah-art

Assalamualaikum Sahabat. Target Blogging ala Hidayah-art, Optimasi Ngeblog hingga belajar bikin infografis. Apakah bakal terwujud, semoga ya dengan semangat tahun baru 2019 yang akan datang.

Sebagai blogger sudah seharusnya saya upgrade pengetahuan tentang teknis ngeblog. Bukan hanya menulis, menyisipkan gambar, dan menayangkan artikel di blog. 

Salah satu kegiatan blogging yang bikin saya makin semangat adalah, ikut meramaikan #BPN30DayChallenge yang bikin semangat. Nggak mudah loh mengikuti tantangan ini dari awal, dengan segudang kegiatan offline sebagai blogger.

Yup, bulan Nopember ketika ada info tentang challenge menulis dari Blogger Perempuan, saya ragu. Tapi saya juga penasaran, ingin menantang diri sendiri, apa bisa menulis setiap hari dengan tema yang sudah ditentukan.

Namun saya kembali menantang diri sendiri. Saya justru harus berani menjawab tantangan menulis. Alasannya adalah, tema sudah ada dan itu merupakan hadiah bagi seorang blogger. Kan selama ini beberapa blogger selalu mengemukakan nggak ada ide menulis ketika blog nya sepi dari order job. *eh

Jadi saya semangat aja mengikuti challenge ini. Apalagi banyak teman saya yang juga ikut. Banyak teman makin banyak support semangat kaaan?

Nah, setelah berani menerima dan menjalankan tantangan menulis selama 30 hari. Saya jadi semangat juga ingin mengisi blog ini dengan target tertentu.

Apa aja sih target  menulis di tahun 2019 nanti?

- Konsistensi Ngeblog 1 Minggu 3 Artikel

Setelah mengikuti tantangan 30 hari menulis blog, sudah saatnya saya kembali rajin menayangkan artikel dengan konsisten. Waktu awal bikin TLD blog ini, saya mampu menayangkan artikel sebanyak 3 hingga 5 setiap minggu. Jadi sebulan saya bisa menayangkan 12 sampai 20 artikel.

Saya melakukan itu karena ingin menaikkan nilai DA saya dalam periode waktu selama 6 bulan. Dan alhamdulillah, kurang lebih 6 bulan setelah rajin post artikel, DA/PA saya bisa mencapai angka 20/29. Sekarang DA saya udah tiga bulan ini konsisten di angka 35/41. Gemes deh nggak mau naik lagi, hihiii.

- Menaikkan Page View

Blog saya udah berusia 3 tahun lebih. Namun page view saya udah 6 bulan ini menurun. Saya nggak tahu penyebabnya. Makanya saya mulai lagi rajin BW, agar page view bisa naik lagi seperti tahun lalu, mencapai 10k. Bahkan pernah juga mencapai 20k per bulannya.

Cara yang saya lakukan tentu dengan menulis artikel organik, seperti jaman dulu. Saya udah punya tema, ide, dan foto untuk pendukungnya. Tinggal dikembangkan aja menjadi satu post blog di tahun depan.

Cara lainnya adalah dengan selalu menitipkan artikel terbaru di webmaster tool. Saya sebelumnya selalu naruh link di fetch as Google, dan lumayan sih page view setelah melakukan hal ini.

- Belajar Infografis

Ini masih jadi PR besar saya, karena susah banget belajar infografis. Saya udah meminta tolong seorang teman, agar membuka kelas belajar infografis. Cuma memang butuh waktu agar banyak teman yang bisa mengikuti kelas ini. Berbayar pun saya bersedia aja.

- Share Blog di Sosial Media

Yes, beberapa bulan ini saya jarang share artikel yang baru tayang di sosmed. Paling cuma saya share di wall sosmed saya, seperti di Fb atau Instagram. Tapi saya juga share di Twitter, yang ini cukup rajin karena hampir setiap hari saya lakukan.

Mulai sekarang dan nggak nunggu tahun depan saya mesti rajin share artikel blog di grup yang saya ikuti. 

- Mengoptimalkan Blog Keluarga


Oh iya, saya punya blog baru dan masih berusia empat bulan. Sayang karena kesibukan, saya kadang nggak sempat mengelola blog ini. Silahkan yuk dikunjungi blog www.doyanplesir.com yang rencananya menjadi blog keluarga.

Saya punya mimpi akan menuliskan cerita jalan-jalan keluarga saya di doyanplesir. Dan impian saya lainnya adalah, tiap anggota keluarga bisa menuliskan cerita jalan-jalan dengan versi masing-masing. 

Namun sementara ini baru saya dan si sulung yang udah mengisi blog keluarga ini.

Semoga semua rencana dan target blogging ini bisa saya wujudkan pada tahun 2019. Kalian udah menuliskan resolusi blogging di tahun depan? Share yuk di kolom komentar. Saya juga pengen tahu dong impian kalian. Makasiiih udah bersama saya di blog ini. Wassalamualaikum.

Reading Time:

Rabu, 19 Desember 2018

Lima Situs Favorit Yang Mendukung Aktivitas Ngeblog
Desember 19, 2018 2 Comments

pexels

Assalamualaikum Sahabat. Saya rekomendasikan Lima Situs Favorit Yang Mendukung Aktivitas Ngeblog. Kalo kalian blogger pemula, wajib nih baca artikel ini sampai finish. 

Semenjak menjadi blogger, saya berjuang agar melek digital. Paling nggak ya bisa lah melakukan beberapa hal untuk mendukung kegiatan blogging saya. Saya juga rajin mengikuti kelas blogging, baik online maupun offline.

Namun yang paling seru memang belajar via online, namun dengan pemandu situs yang ada di google. Kalo mau nanya bisa klik klik dan memilih artikel yang paling mudah dimengerti. Alasan lainnya juga, belajar online dengan mengunjuni situs-situs ini, bisa seharian. Tanpa pemandu merasa bosan dengan wajah kita. Hahahahaa.   

Dan ini lah lima situs favorit yang mendukung aktivitas saya ngeblog selama ini :

1. Wikipedia

Saya ppernah belajar SEO dan narasumber mengingatkan, agar selalu mencari informasi di Wikipedia. Kalo perlu, kasih backlink dengan menyematkan sumber yang diambil dari Wikipedia. 

Alasannya adalah karena situs ini terpercaya dan sering diperbarui. Meski ada juga sih yang nggak valid. Tips nya adalah buka situs wikipedia yang belakangnya adalah en.wikipedia.org, id.wikipedia.org, dan sebagainya.

Biasanya saya meluncur ke situs ini bila ingin mendapatkan informasi seputar jumlah penduduk, letak demografis, dan sebagainya.

2. Situs Google

Situs ini tiap hari bisa 100 kali saya sambangi. Dari ngecek domain authority, mencari info berita terkini, hingga masakan.

Nah meski kadang malas juga ya ngecek nilai domain authority ini, tapi wajib sih stalking. Apalagi kalo klien meminta nilai DA untuk seleksi blogger terpilih yang mendapatkan job nulis. Wajib ini mesti stalking dan ngecek DA.

3. Pexels


Saya baru beberapa bulan ubek-ubek Pexels. Karena katanya Pexels ini memiliki pilihan gambar yang beragam dan kualitasnya oke. Yup, Pexels menyediakan gambar gratis yang bisa diambil tanpa mesti bayar. 

4. www.IDNTimes.com

Sumber informasi sekaligus ide yang nggak habis-habis ketika saya mentok nulis. Saya suka menemukan info tentang tempat wisata, olah raga, gaya hidup, bahkan politik.

Sampai hari ini saya belum gabung sebagai kontributor di situs ini. Pengen sih rencananya tahun depan mau gabung dalam komunitasnya.
5. KBBI Online
Saya juga nyaris sering menggunakan KBBI Online tiap ragu-ragu dengan penggunaan kata yang cocok. Takutnya kan salah, jadi malu-maluin. 

Seperti kata sekedar, yang benar adalah sekadar. Atau silaturahim, menurut KBBI Online yang benar itu silaturahmi.


Kelima situs ini hampir tiap hari selalu saya sambangi. Kegiatan ngeblog tak lepas dengan menemukan ide dan informasi yang akurat. 

Artikel ini merupakan jawaban dari tantangan #BPN30DayChallenge hari ke-29. Kalian udah menulis kan, yuk saling blogwalking. Wassalamualaikum.
Reading Time:

Minggu, 16 Desember 2018

7 Hal Yang Bikin Bahagia Itu Sederhana
Desember 16, 2018 10 Comments

hidayah-art.com

Assalamualaikum Sahabat. 7 Hal Yang Bikin Bahagia Itu Sederhana aja. Nggak percaya dengan judul di atas? Coba yuk buktikan dengan membaca artikel ini hingga selesai.

Sebelum bercerita tentang tujuh hal sederhana yang bikin saya bahagia, cerita yuk makna kata bahagia. 

Bahagia itu bisa berarti memiliki harta berlimpah, bisa jalan-jalan ke belahan bumi mana saja. Namun bahagia bagi seorang ibu, bisa saja saat mendengarkan kata pertama yang diucapkan anaknya. 

Jadi makna bahagia tiap orang bisa saja berbeda. Kalo makna bahagia saya itu sederhana. Saya gampang banget dibikin bahagia. Saya juga bisa menciptakan bahagia untuk diri sendiri.

7 hal yang bikin bahagia itu sederhana ala saya adalah :

1. Fisik Yang Sehat

Bayangkan kalo kamu mudah sakit flu, bikin males kan mau ngapain aja. Bawaannya pengen bobok terus. Makan nggak enak, tidur pun hidung tersumbat. Paling enak cuma ngemil mendoan sambil nyeplus lombok. *eh

Intinya kalo fisik saya sehat, bisa mengerjakan semua yang udah direncanakan. Saya bisa jalan-jalan bersama keluarga ke satu destinasi wisata. Saya bisa aktif mengikuti gathering blogger karena nggak sakit-sakitan.

2. Berkumpul Bersama Keluarga

Saya suka banget acara berkumpul bersama keluarga. Baik keluarga saya maupun keluarga suami. Kami adalah dua orang yang kebetulan memiliki keluarga besar yang rukun dan saling menyayangi.

Bersama keluarga suami, kami bahkan sering mengagendakan jalan-jalan bareng ke tempat wisata. Kadang pergi sehari aja ke salah satu wisata air terjun di Kabupaten Semarang. Atau menginap di homestay di kawasan Selo, Boyolali.

Rencananya minggu besok tanggal 23 Desember 2018 besok, kami akan nginap lagi di Selo Boyolali. Saking berkesannya pengalaman menginap tahun lalu di lokasi yang sama. Nanti ya saya ceritakan di blog sepulang dari menginap di homestay. 

3. Me Time Baca Buku

Sejak sibuk menjadi blogger dan sering mendapat undangan event, saya jadi melupakan kesenangan yang satu ini.

Iyes, baca buku!


Bagi saya, baca buku itu me time yang bikin bahagia. Saya masih ingat waktu anak-anak masih balita dan suami dinas luar kota. Iya sih ada mba ART, namun ketika di rumah saya selalu meluangkan waktu untuk anak-anak. Buku saya singkirkan dari pandangan mata. Disembunyikan dulu lah di satu tempat. Karena saya sungguh-sungguh nggak ada waktu untuk membaca.

Nah ketika suami pulang ke Semarang, baru lah saya memiliki me time sederhana ini. Baca buku di ruang tengah sambil sesekali menyaksikan dua bocah ngganduli si babe, hihiii. Ngganduli tuh bahasa Indonesianya apa sih?

Saat ini saya berjuang menyelesaikan satu persatu koleksi buku yang ada di lemari. 

4. Piknik Yang Dekat dari Rumah

hidayah-art.com
Jalan-jalan di kawasan Kopeng Treetop
Saya suka piknik, saya suka traveling. Yaaah hari gini mana ada orang nggak suka traveling?! Yang penting punya duit, nggak perlu banyak. Traveling dekat rumah aja. Misal ke salah satu taman yang ada di kota kamu, bawa bekal dari rumah. Asik kan dan bikin hati bahagia.

Sejak kecil saya sudah menyukai perjalanan wisata. Dahulu diajak bapak jalan-jalan ke Kota Solo demi melihat prosesi Sekaten aja udah senang. 

Alhamdulillah dapat suami yang doyan dolan. Bahkan sekarang nyaris tiap bulan ngajakin dolan. Dolan yang dekat aja dari rumah, nonton bioskop atau beli susu kedelai di Bandungan. Udah bikin saya bahagia. Apalagi kalo diajakin dolan sampai Kota Malang. Seneng doong pastinya.

Silahkan baca artikel ini : 

Wisata di Malang, Dari Museum Angkut Hingga Candi Singosari

5. Ngerumpi Bareng Sahabat

Bahagia itu sederhana

Perempuan itu makhluk sosial yang butuh support dari orang terdekat. Nggak cukup suami dan keluarga. Perempuan butuh support dari sesama perempuan.

Sesekali bertemu dan ngobrol bareng sahabat perempuan itu serasa mendapat tambahan energi. Merasa punya satu kesamaan, yaitu sama-sama sedang berjuang ngurus rumah dan keluarga. Keluarga tentunya nggak harus suami dan anak-anak. Bisa juga keluarga kita yaitu orang tua dan saudara kandung.

Ngerumpi tentunya bukan ngomongin keburukan seseorang. Tapi ngerumpi yang positif dong. Seperti, cerita tentang seorang sahabat yang menang lomba. Atau ngerumpi toko buku yang sedang ngasih diskon gede, hihiii.

6. Pengalaman Yang Menjadi Pengingat Kebaikan

Tak selamanya pengalaman buruk aja yang bisa diambil hikmahnya. Pengalaman baik yang bikin hati bahagia justru menjadi pengingat agar menjadi manusia yang lebih bermanfaat.

Pengalaman yang baik juga menjadi support ketika diri sedang lemah semangat. Jadi simpan pengalaman yang baik agar suatu hari bisa menjadi pemantik semangat.

7. Rejeki Yang Berkah

Rejeki nggak harus berwujud materi. Rejeki bisa berupa mendapat senyum dari seseorang yang pernah membenci kita.

Atau mendapatkan job sebagai influencer dengan bayaran rendah. Rejeki duit nggak harus ratusan juta. Ketika bisa bersyukur dengan seberapapun duit yang kalian terima, itu bakal bikin hati bahagia.

Saya nggak pernah mau diperbudak duit. Ketika ada tawaran job yang sekiranya bikin saya nggak nyaman, nggak bakal saya ambil meski duitnya lumayan. Namun saya pernah menerima job dengan bayaran kecil karena suka dengan produk yang dipromosikan. 

Duit sedikit tak akan mampu menghambat kebahagiaan saya. Sedikit atau banyak, bagi saya yang penting berkah. Itu aja udah bikin hati bahagia, sesederhana itu.

Ketujuh hal yang bikin bahagia itu sederhana, bisa kan diciptakan?! Nggak perlu melihat rumput di rumah tetangga. Siapa yang tahu kalo itu rumput sintetis, bukan rumput Jepang yang lembut saat diinjak. 

Sahabat udah menemukan kebahagiaan yang sederhana? Yuk tulis untuk memenuhi tantangan #BPN30DayChallenge hari ke 27. Atau bisa juga sharing di kolom komentar? Silahkan ya, wassalamualaikum.
Reading Time:

Kamis, 13 Desember 2018

5 Keinginan Yang Belum Tercapai
Desember 13, 2018 4 Comments

hidayah-art.com

Assalamualaikum. Ada 5 Keinginan yang belum tercapai sampai tahun ini. Saya ingin ceritakan di dalam blog dengan maksud menjadi pengingat. Apalagi kalo ada yang mendoakan, makin banyak makin bagus kan. Siapa tahu ada salah satu doa yang terijabah. Aamiin.

Bukannya tak ada ikhtiar untuk mewujudkan keinginan tersebut. Namun memang belum ada kemampuan, kesempatan, dan kurangnya waktu untuk mewujudkan keinginan saya.

Ya udah saya tuliskan aja lima keinginan yang belum terwujud di sini, agar menjadi pengingat.

5 Keinginan Yang Belum Terwujud :

1. Umroh Sekeluarga

Keinginan umroh sekeluarga ini seharusnya kami niatkan terjadi pada tahun 2018 ini. Tabungan sdah ada, tinggal daftar dan memilih biro perjalanan haji dan umroh yang bisa kami membantu impian kami. Saya dan suami ingin mengajak anak-anak di tempat-tempat yang menjadi kenangan saat kami menunaikan ibadah haji.

Thawaf Wada, sempat nulis pesan untuk teman2 penulis

Namun sebelum kami sempat menyetorkan uang DP untuk berangkat umroh berempat, dengan anak-anak, suami kena serangan jantung. Tanggal 7 April, suami masuk rumah sakit dan langsung ditempatkan di ICU. Sebuah peristiwa yang membuat semua rencana kami berantakan. 

Benar kata pepatah, manusia berencana namun Tuhan yang menentukan.

Insya Allah semoga tahun 2020 nanti, impian kami umroh bersama bisa terlaksana. 

Mengapa bukan tahun 2019 saja impian itu kami wujudkan? Karena ternyata keluarga besar suami menginginkan kami bisa berangkat bersama. Kalo tahun depan kami berangkat umroh, kami nggak bisa berangkat lagi tahun berikutnya. Karena sekarang sudah ada peraturan, tidak boleh berangkat umroh dalam selisih waktu dua tahun. Kecuali kalo kalian mau bayar denda sebesar lima juta rupiah.

Ya udah kami mesti sabar menanti 1,5 tahun lagi untuk umroh dengan keluarga besar suami.

2. Membuat Blog Buku


Ini salah satu keinginan yang belum mampu saya wujudkan tahun ini. Alasannya banyak sih. Dan salah satunya karena tahun ini saya lebih fokus bikin blog dengan niche traveling.

Blog yang kami beri nama doyanplesir.com dan dikelola bersama dengan anak sulung saya.

Rencananya tahun 2019 saya akan mewujudkan keingan membuat blog dengan niche review buku yang sudah saya baca.

3. Mulai Berkebun Lagi

Udah tahu kah kalo sebelum tinggal di rumah yang sekarang, saya punya kebun di belakang rumah?

hidayah-arat.com

Ya, dulu saya pernah mengurus tanaman yang lumayan banyak. Berbagai jenis tanaman, dari anthurium, aglaonema, adenium, sansivera, tanaman buah, ada semua. 

Menjelang pindah rumah, hampir 90 persen tanaman saya bagi-bagi. Yang penting mau datang ke rumah saya dan mengangkut sendiri tanaman pilihan mereka. Tentu yang menerima tanaman ini saya pilih dong yang memang suka dengan merawat tanaman. Jadi tanaman saya tidak akan terlantar dan mati.

Sekarang saya masih berkebun, namun di dalam pot. Ada beragam tanaman aja, tapi nggak sebanyak waktu tinggal di rumah lama. Di sini saya masih berbagi tapi buah jeruk nipis dari tanaman di dalam pot. Buahnya ngak pernah berhenti muncul. Sampai saat tulisan ini terbit, masih ada sekitar 12 buah jeruk nipis di dahan.

4. Ingin Membesarkan Usaha di Rumah

Menjadi ibu rumah tangga dan berkarya di rumah sebagai content writer, bikin saya punya banyak waktu luang. Apalagi anak-anak udah jadi mahasiswa dengan kesibukan mereka masing-masing. 

Nah, saya ingin membuka usaha di rumah. Ingin membuat ruang pamer untuk promo jualan tupperware. Sementara ini saya hanya berjualan secara online dan promo dari mulut ke mulut. Semoga keinginan buka toko di rumah bisa terwujud di tahun 2019.

5. Belajar Fotografi

Saya ingin bisa motret dengan kamera DSLR. Alhamdulillah si sulung udah membeli kamera Sonny A6000 jadi bisa lah akhir tahun nanti saya belajar motret.

Minggu depan kami sekeluarga akan menginap di homestay Damandiri di Selo, Boyolali. Semoga si sulung bisa mewujudkan keingan saya.

Kelima keinginan yang belum terwujud ini semoga bisa segera teralisasi. Doakan ya. Wassalamualaikum.
Reading Time:

Rabu, 12 Desember 2018

Penyesalan Yang Tak Mampu Saya Lupakan
Desember 12, 20181 Comments

hidayah-art.com

Assalamualaikum Sahabat. Penyesalan Yang Tak Mampu Saya Lupakan ini selalu terngiang dalam ingatan. Memori yang tak mungkin terlepas begitu saja. Sungguh saya menyesal bila mengingat kembali ke masa lalu.

Tahun 1989 menjadi tahun yang penuh kenangan bagi saya. Bulan September adalah impian bisa lulus dan diwisuda di Politeknik negeri. Kala itu namanya Politeknik Undip Semarang. Sekarang lebih dikenal dan berganti nama menjadi Politeknik Negeri Semarang.

Sebelumnya merupakan hari ketika saya mesti maju sidang untuk presentasi proyek akhir. Kalo mahasiswa S1 mengerjakan skripsi, sementara mahasiswa DIII tugasnya adalah proyek akhir.

Saya sedang dalam kondisi galau seberat-beratnya.

Saat itu bagi seorang muslimah yang mengenakan hijab, merupakan suatu hal yang masih langka.

Saya adalah salah seorang dari tujuh mahasiswi yang sudah berhijab. Tidak seperti sekarang yang sudah tak ada masalah dengan pemakaian jilbab. Namun pada masa tahun 1986, perempuan yang mengenakan hijab masih sangat langka.

Di lingkungan kampus, kami menjadi obyek perbincangan dalam hening. Bisik-bisik sesekali mampir di telinga. Saya tidak peduli dengan semua itu.

Tahun berganti. Saya dan keenam teman-teman yang memakai hijab masih teguh dan menjaga keimanan kami. Saling menjaga, saling mendukung, memberi kekuatan moral yang sungguh dahsyat.

Hingga pada suatu hari, saya sedang menyelesaikan tugas akhir. Beberapap bab di awal proyek akhir sudah disetujui oleh dosen pembimbing. Saya senang tinggal memasukkan kesimpulan dan beberapa paragraf lagi sudah rampung.

Bapak memanggil saya.

“Nduk, ada yang ingin kami bicarakan,”

Wajah serius bapak sungguh bikin saya cemas. Bapak saat itu tengah dalam masa pemulihan setelah sakit sekian bulan. Kecelakaan di jalan raya bersama ibu, membuat bapak tidak bisa bekerja. Jadi hampir setahun ibu lah yang menjadi tulang punggung keluarga.

“Iya, Pak,” saya mendekat pada ibu yang ternyata sedang duduk dan merapikan jahitan.

Ibu saya pintar menjahit. Jadi ketika bapak tidak bisa bekerja, ibu menerima jahitan di rumah. Lumayan sih bisa untuk menghidupi kami sekeluarga dan membiayai pendidikan saya dan kedua adik saya.
Bapak agak berat hati mengemukakan pikirannya. Saya makin bergayut dalam kecemasan.

Saya tahu bapak makin pulih kesehatannya. Namun mengapa malam ini kami berkumpul bertiga dalam keadaan serius? Apa bapak punya sakit yang tidak saya ketahui sebelumnya?

Beberapa pertanyaan muncul silih berganti memenuhi pikiran.

“Kamu sebentar lagi mau lulus kuliah ya?”
“Iya.”
“Kamu tahu kan, kalo sekarang mencari pekerjaan itu cukup sulit. Banyak yang nggersah nggak dapat pekerjaan sesuai ijazahnya,” tutur bapak.

Saya mulai meraba akhir pembicaraan. Apakah saya akan dijodohkan dengan seseorang? Jadi saya nggak usah kerja, langsung aja nikah?

Ahhh, saya nggak kalo bener pikiran itu menjadi nyata. Saya masih ingin melanjutkan kuliah. Saya ingin melamar kerja dan bisa berkontribusi membantu keuangan keluarga.

Sebagai anak sulung, saya merasa berkewajiban membantu orang tua. Kalo saya bekerja sebelum menikah, bisa bantu mengurangi beban ibu.

"Nduk, mbok kamu nggak usah pakai hijab. Tradisi kita nggak ada yang pakai itu..."

Saya kaget!

Nggak nyangka bapak bakal membicarakan pakaian saya.

Sebelum saya bisa membela diri, bapak dan ibu bergantian memberikan penjelasan seputar keputusan saya yang sudah 2 tahun lebih mengenakan hijab. 

"Terserah sekarang semua keputusan ada di tanganmu,"

Kata penutup bapak itu bikin saya menangis. Saya berjalan menuju kamar. Menangis sepuasnya dalam diam. Rasa sedih, sakit hati, merasa terkhianati, semua bercampur menyesak di dada.

Bapak dan ibu, orang yang selama ini sesekali meminta saya meleps jilbab, sungguh tidak saya sangka benar-benar meminta. Saya pikir berlalunya waktu bisa meredakan keinginan mereka. Saya sering memberi penjelasan, namun selalu mentah ditentang. Hingga saya tetap dengan pendirian saya.

Mendekati saat sidang akhir, semua materi sudah siap. Saya hanya menanti hari H untuk maju dan merepresentasikan di hadapan tiga dosen penguji.

Namun ada satu yang belum saya persiapkan. Yaitu pakaian saat maju sidang proyek akhir.

Akhirnya hari H saya datang di kampus dengan penampilan baru. Penampilan yang bikin semua orang yang ada di kampus menatap dengan pandangan kaget dan bertanya-tanya.

Ya, saya akhirnya menuruti kata orang tua, melepas hijab dan kembali merelakan semua orang melihat rambut saya.

Meski harus menanggung beratus mata yang ingin tahu, saya menguatkan diri. Tak ada yang bisa memahami saya selain diri saya sendiri. Teman, dosen, siapapun itu, mereka hanya melihat kulit luar yang namapak.

Alhamdulillah meski hari itu perasaan saya kacau dengan penampilan baru. Namun hasil sidang saya memuaskan. Ketiga dosen yang kaget melihat penampilan saya, memberikan nilai sempurna untuk tugas akhir itu. Hingga saya bisa wisuda sebulan kemudian pada bulan Oktober 1989.

Hingga hari ini saya masih terus menyesali keputusan itu. Berandai-andai yang pasti tak bisa saya ulang kembali.

Di setiap penghujug doa, selalu saya pintakan maaf untuk diri sendiri, dan kedua orang tua. Agar segala kesalahan dan dosa kami karena keputusan melepas hijab bisa diampuni oleh Sang Maha Pemilik Kehidupan.

Ini lah kisah saya ketika masih dalam usia 21 tahun. Usia yang seharusnya sudah boleh memilih keputusan sendiri namun tak mampu berkelit dari permintaan orang tua. Semoga kisah saya bisa menjadi hikmah bagi pembaca semua. Wassalamualaikum.
Reading Time:
 Resign Demi Menjadi Blogger Fulltime, Worth It?
Desember 12, 2018 49 Comments


hidayah-art.com

Assalamualaikum. Resign Demi Menjadi Blogger Full Time, Worth It? Kamu udah tahu kan Blogger? Sebutan pada seseorang yang melakukan kegiatan di dunia digital dengan menuliskan kegiatan hariannya, atau pengalaman nya dalam media blog.

Nah, saya sudah menjadi blogger sejak tahun 2012. Membuat blog dengan bantuan anak-anak, yang ceritanya sudah saya tuliskan di artikel berikut ini :

Kisah di Balik Nama Blog hidayah-art

Namun saya baru beli domain bulan Maret 2015, menjelang resign dari tempat kerja yang udah 26 tahun saya jalani.

Salah satu alasan resign adalah ingin bisa full time ngurus blog. Tentunya saya kerjakan setelah ngurus rumah udah beres dong. Dan alasan lain adalah, saya galau tiap melihat teman-teman blogger bisa bebas hadir dalam satu event.

Oh iya, saya pernah menolak tawaran gabung event blogger salah satu produk gawai terkenal. Padahal blogger yang diajak gabung, dapat satu gawai dan diajakin keliling kota Semarang. Waktu itu saya tolak karena bingung mau mengajukan cuti pada pakbos di tempat kerja. Soalnya saya abis ambil cuti, hihiii.

Sejak resign pula saya mulai rajin mengikuti event ketika ada undangan dari brand. Namun Kota Semarang belum seramai Jakarta sih untuk urusan gathering yang melibatkan blogger. Tapi setiap bulan saya sering menghadiri gathering.

Jangan nanya soal fee yang saya dapatkan. Karena tidak semua gathering yang saya hadiri, juga memberikan fee. Memang sejak awal ngeblog tuh saya juga nggak money oriented sih. Karena niat awal ngeblog adalah ingin bisa menuliskan pengalaman hidup. *Ciyeeee.


Blogger full time
Andai masih kerja, mana bisa ikut event keren
bareng Dinas Kesehatan Kota Semarang
Saya menganggap hadir dalam event undangan brand, entah itu dapat fee atau pun tanpa fee, sudah bikin hati saya senang. Pertama, saya bisa bertemu teman-teman yang menggeluti bidang yang sama. Saya bisa nambah wawasan dan menjadi orang yang pertama tahu sebelum masyarakat luas menerima informasi seputar produk atau jasa dari pihak pengundang. 

Dan tentunya ini bisa jadi me time di sela kesibukan mengurus rumah dan keluarga. Asik kaaan?!

Tapiii ... ada yang bilang, kalo saya tuh belum sepenuhnya dianggap blogger full time. Alasannya adalah :

  • Masih mengandalkan penghasilan dari usaha lain. Bisa dari suami ataupun dari usaha yang saya geluti saat ini, yaitu jualan tupperware.
  • Belum konsisten dengan konten yang dipilih. Namun saat ini saya berusaha mengelola blog lain dengan niche traveling. 
  • Penghasilan dari blog belum konsisten. Ya iya lah, karena tiap bulan saya kadang bisa mendapatkan penghasilan lebih dari gaji jaman masih kerja. Namun pernah juga nggak ada penghasilan dari blog selama sebulan. Hiksss.
  • Masih suka menolak undangan karena alasan tertentu. Boleh dong saya menolak ketika tidak cocok dengan tema event atau alasan lain. Bagi saya menghadiri undangan gathering itu ketika urusan rumah dengan segala perniknya udah beres. Nggak mengganggu kegiatan saya sebagai anak dan menantu yang sesekali menemani ibu dan ibu mertua terapi di rumah sakit. Yesss, saya belum dianggap fulltime blogger karena sesekali pernah menolak ajakan hadir dalam suatu event.
Sebenarnya kalo urusan penghasilan saya nggak begitu memikirkannya sampai pening. Karena kegiatan sebagai blogger kepengennya menjadi sebuah me time namun menghasilkan.

Untuk urusan pemenuhan materi keluarga, kan ada suami yang udah mencukupinya?! Penghasilan saya selama ini terserah mau buat diri sendiri maupun untuk orang tua, keluarga, atau ditabung. 

Suami nggak pernah nanya saya dapat nominal berapa ketika ada job nulis atau hadir dalam satu event. Apalagi minta ditraktir, hahahaaa.

Kalo dari pengakuan suami dengan kegiatan saya sebagai blogger, dia senang karena saya memiliki kegiatan yang positif. Meski di rumah, masih bisa berkarya di bidang yang menjadi passion saya selama ini yaitu menulis.

Bahkan suami sering loh membanggakan kegiatan saya sebagai karir yang menjanjikan. Katanya, jadi blogger itu menyenangkan kalo melihat kegiatan saya selama ini. Dapat goodie bag, duit, hadiah kalo menang live twitt, dan lainnya. Tapi dia juga menambahkan info kalo setelah event, saya harus berkutat dengan draft dan menjadikan artikel yang menarik. 

Walaaaah, suami saya udah jadi jurkam yang handal gara-gara beristrikan blogger. 

Nah, saya masih asik ngeblog hingga hari ini karena merasa menemukan passion yang menggairahkan. Menjadi blogger bikin hidup saya makin berwarna. Nggak perlu lah saya ceritakan semuanya di sini. Kalian mending baca deh semua artikel saya, pasti bakal tahu mengapa saya masih krasan menjadi blogger.

Namun karena ingin profesional, saya tetap belajar banyak hal yang menjadi support profesi blogger. Sebagian udah saya tuliskan juga di blog ini. Kepoin dong, agar trafik blog ini nambaaah. Makasih juga yang udah sering blogwalking di sini yaa. Tanpa kalian, saya nggak ada artinya.

Nah, ngomongin fulltime blogger, saya tuliskan ya sharing tentang hal ini. 

Saya ingin sharing seputar usaha menjadi blogger full time :

- Bebas Ikut Event Tanpa Ijin Perusahaan

Blogger full time
Kalo ngga resign, mana bisa
ikut famtrip kayak gini
Ya iya lah, namanya udah resign dan menjadi insan merdeka *uhuyyy ... saya cukup meminta ijin paksuami tiap ada undangan gathering di mana pun lokasinya. Ini penting banget, karena pengen dong mendapat ridhonya suami dalam setiap kegiatan di luar rumah.

Menjadi pekerja freelance juga bikin saya memiliki banyak peluang bisa menghadiri undangan event. Jadi, saya sering dicolek ketika komunitas di Kota Semarang butuh buzzer untuk promosi sebuah event. Asiiik kaaaan?!

- Dikenal Tukang Jalan-Jalan

Sebagai blogger yang tergabung dalam komunitas blogger Deswita, saya beberapa kali diundang untuk mengenalkan tempat wisata. Dari sini saya sudah mengunjungi beberapa desa wisata dan destinasi wisata di Jawa Tengah.

Ada di blog ini artikel yang mengisahkan kegiatan saya dan teman-teman sebagai blogger desa wisata. Kegiatan kami itu hadir saat ada forum komunikasi desa wisata di Jawa Tengah.

Silahkan baca artikel berikut :


blogger full time

Wisata Hits di Kabupaten Brebes Yang Wajib Kamu Kunjungi

Karena kegiatan ini saya dikenal oleh teman-teman di luar komunitas blogger sebagai tukang jalan-jalan. Padahal kiprah saya belum seperti travel bloger lainnya. Tapi ucapan mereka merupakan doa kan, jadi ya diaminkan aja.


- Lebih Banyak Punya Waktu Mengelola Blog

Tentu dong saya punya banyak waktu untuk mengelola blog. Nah, blogger itu nggak sekedar nulis artikel untuk blog yang dimilikinya. Banyak orang di luar blogger yang mengerti seperti apa sih job deskripsi blogger itu?

Selain menulis dan posting artikel di blog, blogger memiliki kewajiban dengan menyambangi blog lainnya. Meski sebagain blogger menganggap kegiatan ini tidak wajib. Tapi banyak sih yang menganggap kegiatan blog walking ini wajib dan dibutuhkan. 

Alasannya banyak dari menaikkan traffik pengunjung blog, menemukan ide menulis, mengenal lebih banyak blogger di luar sana, dan lainnya.


- Punya Waktu Belajar Teknis Blogging 

Blogger full time
Serius loh, kami sedang belajar
Eh tapi ini juga tergantung niat sih. Karena ada kok blogger yang punya waktu luang banyak namun giliran diajakin belajar teknis ngeblog, pada mundur teratur. *julid banget sih,wkwkwkk.

Kalo saya suka setiap ada ajakan belajar. Nggak peduli misal ada yang nyinyir, belajar terus, kapan prakteknya, hahahaaa. 

Karena bagi saya, belajar itu juga sambil silaturahmi, kopdar, dan jadi reminder. Nggak apa kalo belajarnya rajin, kan temanya juga beda.

Kalo kalian, selama ini menganggap diri sebagai Blogger Full Time atau Blogger Part Time? Apa aja yang menjadi alasan kalian memutuskan hal itu? sharing yuk. Wassalamualaikum.
Reading Time:

Rabu, 05 Desember 2018

Instagram Favorit Yang Bikin Saya Hepi
Desember 05, 20180 Comments

hidayah-art.com

Assalamualaikum Sahabat. Ada 10 Instagram Favorit Yang Bikin Saya Hepi tiap abis stalking. Apa aja sih masuk dalam daftar instagram favorit saya? Lanjut dibaca ya artikelnya.

Sebenarnya ada lebih dari 10 list instagram favorit yang sering saya stalking setiap harinya. Namun karena tantangan #BPN30DayChallenge hanya mewajibkan untuk menuliskan 10 list aja, ya udah saya manut, hihii.

10 List Instagram Favorit ala saya :

1. 99Rumahminimalis

hidayah-art.com

Inspirasi Rumah Idaman ini selalu share foto yang kece. Sesuai namanya yang mengutamakan minimalis. Bikin saya suka kepo dan mencari setiap postingan setiap harinya.

Dari inspirasi taman belakang, ruang keluarga, ruang tamu, dapur, komplit deh. Tentu dengan ide minimalis yang bisa ditiru oleh followernya.

2. Dekorasi_rumah_idaman

Ini aslinya juga sama dengan list nomer 1, tapi kalo yang ini menayangkan foto interior rumah. Ada promosi juga sih kayak endorse gitu, tetep deh saya ikuti. Karena ada tips mempercantik ruangan di dalam rumah.

3. ResepResepMakanan

Udah tahu kan kalo dari judulnya, akun ini selalu update info terbaru seputar resep-resep makanan. 

Saya suka lihat resep, terutama cara bikin kue tradisional. Saya masih ingat mencoba bikin kue cubit, dan senangnya saat berhasil praktek dari resep yang dibagikan.

4. Resep_makananrumah


Beda dengan list nomer 3, yang ini update foto dan resep komplit. Nggak hanya jajanan tapi juga masakan.

Dan senangnya itu bahan masakan mudah dicari. Tutorial masak juga gampang untuk diikuti, jadi senang nih kalo stalking di sini.

5. Bloggerperempuan

Udah tahu dong pastinya, akun ini milih komunitas Blogger Perempuan Network. Ah udah merupakan perusahaan digital sih setahuku. Dan menjadi payung bagi blogger perempuan di Indonesia dengan menjadi member.

Yang paling menyenangkan adalah, dari foto di akun bloggerperempuan, saya jadi ikut challenge nulis selama 30 hari. Salut untuk @bloggerperempuan

6. Ceritaeka

Instagram favorit

Travel blogger keren ini sudah saya kenal ketika terlibat bareng dalam kelas menulis online kisah inspirasi sekitar tahun 2012. 

Dia blogger yang ramah dan selalu rajin menjawab setiap komentar di post foto di instagramnya. Posting foto-fotonya selalu ditulis dari hati. Dan ini yang paling saya sukai.

7. Vickylaurentina

Instagram favorit

Travel dan food blogger yang berasal dari Surabaya ini lupa sejak kapan saling follow. Saya suka dengan post foto serta kepsyennya yang membumi. Kadang kepsyennya juga konyol, bikin tertawa geli atau malah ngakak.

Mbak cantik yang sering traveling dengan suaminya, seorang fotografer, dan anak semata wayangnya, suka share keceriaan saat traveling.

8. Hm_zwan

Teman blogger yang konsisten selalu post foto makanan, entah hasil masakan sendiri maupun kulineran. Saya suka dengan hasil fotonya, terutama teknik, properti yang digunakan dari bahan sederhana, hingga kepsyennya.

Properti yang digunakan untuk foto, kadang dari kayu bekas atau hasil ngecat sendiri. Keren deh. 

9. Imasatrianto

Instagram favorit

Teman blogger yang menuliskan tagline Indonesia Couple Traveller ini juga masuk dalam list instagram favorit saya. Kesukaannya traveling dan kulineran yang bikin saya suka kepo, ahahahaaa.

Ima atau saya sering panggil dia Manda, sering banget share foto hasil jepretannya dengan kepsyen yang bikin ngakak. Atau kadang dia tuh nulis dengan kalimat yang romantis. Asli jadi bikin hepi sekadar membaca kepsyennya.

10. Bukugpu

Akun ini hanya mewakili sebagian list favorit yang mengambil tema buku. Sebenarnya ada beberapa akun yang sering saya kepo karena ingin tahu seputar buku terbaru.

Yeaaayyy, itu lah kesepuluh list instagram favorit versi saya. Sebenarnya ada puluhan instagram favorit yang masuk list staling hampir tiap hari. Namun untuk kali ini, cukup yang udah saya list di atas. 

Kalian pasti juga punya list instagram favorit kan? Cerita dong di kolom komentar. Atau kalian udah nulis juga di blog? Share yuk, wassalamualaikum.
Reading Time:

Selasa, 04 Desember 2018

Zodiak Leo dan Saya, Adakah Korelasinya?
Desember 04, 2018 37 Comments


Assalamualaikum. Zodiak Leo dan Saya, Adakah Korelasinya? Ahhh, tema hari ke-14 dari tantangan menulis di blog ini bikin saya bingung. Tapi sama masih bertahan untuk menuliskannya. Belum butuh ambil tema pengganti. Gaya banget yak.

Sebagai orang yang lahir pada tanggal 25 Juli 1968 *aihhh, udah mateng, saya masuk kategori berbintang Leo.

Kata gosip. orang yang berada di bawah naungan bintan Leo itu punya sifat yang dominan, egois, keras kepala. Ya ampuuun, masa iya sih saya seburuk itu? Coba dong yang kenal saya dan sering ketemu, kasih pendapat yang sejujurnya yak.

Sebagai orang yang percaya hanya pada Allah azza wa jalla, gosip tentang zodiak dan korelasinya dengan kepribadian seseorang, nggak begitu saya pedulikan.

Namanya juga ramalan bintang, jadi bisa benar tapi bisa juga salah.

Tapi karena ingin ikut meramaikan #BPN30DayChallenge yang digagas oleh Blogger Perempuan Network, saya akan tulis deh seputar zodiak Leo.

Zodiak Leo dari pexels

Karena saya selalu positif thingking, jadi saya ingin menuliskan hal positif dulu tentang zodiak. Yuk mari dibaca ya.

Sifat Positif Zodiak Leo dan Fakta Diri Saya :

- Selalu Memiliki Semangat?

Ada yang bilang kalo perempuan berzodiak Leo memiliki energi tinggi. Dia selalu menunjukkan semangat ketika melakukan sesuatu. 

Faktanya : Iya sih, saya orang yang selalu bersemangat ketika mulai melakukan hal baru. Saya juga sering menularkan semangat pada orang terdekat. Mungkin teman-teman saya yang baca artikel ini bisa membenarkan?

- Optimis?

Orang dengan zodiak Leo tidak mudah putus asa ketika menemukan kegagalan. 

Faktanya : Yup, saya bukan orang yang baper ketika kalah dalam lomba blog. Saya juga selalu memandang optimis ketika menemukan masalah dalam pekerjaan. Justru saya sering mengingatkan orang terdekat agar jangan mudah menyerah.

- Gampang Bergaul?

Leo itu terkenal dengan keramahannya, sehingga punya banyak teman. Dia juga gampang bergaul meski bertemu dengan orang baru. Serta akan langsung akrab dengan ngobrol berbagai topik.

Faktanya : Saya itu aslinya cenderung pemalu. Saya nggak bisa memulai percakapan dengan orang yang baru kenal. Teman saya tidak sebanyak teman suami. 

- Bijak Mengambil Keputusan

Karena seringnya mengambil keputusan dengan memikirkan baik dan buruknya, Leo sering jadi pemimpin. Sifat Leo yang tenang dan percaya diri yang menjadi dia dipilih untuk jadi pemimpin.

Faktanya : Saya selama ini tak pernah ragu ketika mengambil keputusan. Benar sih karena saya selalu menulis di kerta, efek baik dan buruk bila saya mengambil keputusan A. Soal menjadi pemimpin? Beberapa kali memang saya terpilih menjadi pemimpin dalam grup diskusi di kampus. Pernah juga menjadi ketua panitia acara keagamaan khusus ukhti atau perempuan.

________________

picture by Pexels

Nah, sekarang saatnya ngintip sifat negatif zodiak Leo yuk :

- Tidak Sabaran

Perempuan zodiak Leo itu suka tidak sabaran. Pengennya semua pekerjaan harus cepat selesai. Jadi ketika orang terdekat yang melakukan sesuatu dengan lambat, perempuan Leo akan menuntut untuk segera menyelesaikannya. 

Faktanya : Iya sih saya kadang tidak sabaran. Nanya terus kapan selesai mengerjakan kamar mandi yang sedang direnovasi tukang. Atau ketika meminta tolong anak-anak untuk bantuin pekerjaan rumah tangga, suka gak sabar melihat mereka kerja. Pengennya cepetan selesai, agar bisa saya mintain tolong lagi. *eh

- Posesif

Dari salah satu situs berita, katanya perempuan Leo itu punya sifat posesif. Dia akan menjaga miliknya agar tidak ada orang yang berani mengambilnya. Termasuk kekasihnya.

Faktanya : Saya memang selalu menjaga milik saya dengan penuh cinta. Seperti buku-buku saya, koleksi tanaman juga, bahkan suami. Namun saya tidak sampai menjadi istri yang pencemburu.
- EGOIS
Ah, ini kayaknya sifat negatif Leo yang suka menang sendiri. Dia tak peduli dengan sifatnya yang egois ini bikin orang di sekitarnya jadi tersakiti.

Faktanya :
Saya adalah orang yang toleran. Bahkan kadang saya mengalah demi kerukunan bersama. *apaseh

____________________

Positif maupun negatif zodiak, jangan menjadikan kalian terpengaruh. Namanya juga ramalan, untuk bersenang-senang. Yang penting adalah penilaian orang terdekat kalian, bisa orang tua, sudara, suami, dan anak-anak. Kalo memang ada sifat negatif yang menempel di diri kita, berusaha lah untuk memperbaikinya. Agar orang terdekat pun jadi nyaman.

Kata suami, saya teman seperjalanan
yang menyenangkan *uhuyyy
Alhamdulillah keluarga terdekat, tetangga, dan suami serta anak-anak sih nyaman dengan kehdiran saya. Atau mungkin kah mereka terpaksa? *naudzubillah
Nah, kalian yang tidak setuju dengan fakta diri saya dan korelasinya dengan zodiak Leo, boleh loh protes. Saya terbuka kok dengan pendapat orang lain. Jangan sungkan ya tulis di kolom komentar. Wassalamualaikum.
Reading Time: