My Mind - Untaian Kata Untuk Berbagi: Ulang Tahun
Tampilkan postingan dengan label Ulang Tahun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ulang Tahun. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Februari 2021

Lomba Blog Cerpen : Hati Yang Butuh Diyakinkan
Februari 09, 2021 10 Comments

 


Fatin tak pernah punya bayangan bakal ada di posisi seperti ini. Berdiri di antara dua kekasih dari masa lalu. Namun dia sadar waktu berpihak padanya.

------------------------ 

Udara di negeri ini tidak sama seperti di tanah kelahirannya. Matahari bersinar terik, sangat terik. Mengalahkan panas matahari di kotanya. Namun di sini kelembaban udara cukup rendah dibanding di negeri asalnya.  

 

Dengan topi lebar untuk melindungi kepala agar tidak mengalami heat stroke, Fatin berjalan agak cepat. Dia juga memakai kaca mata anti radiasi warna abu-abu muda yang bisa berubah warna saat di dalam ruangan.

 

Di sisinya berjalan Angga dengan tangan memegang sajadah lebar yang diletakkan di atas kepala. Kacamata serupa nangkring di batang hidungnya yang bangir.

 

Senyum tipis Fatin muncul manakala ingatannya terpaku pada memori dua tahun lalu. Hidung bangir lelaki itu lah yang bikin ia terpesona. Bentuk batang hidung yang cukup tinggi, melebar dan lurus hingga ke bawah, terlihat sempurna. Namun sang pemilik tak menyadari kelebihan fisik di bagian wajahnya.

 

“Ada apa ngelihatin wajahku?”

Fatin tersipu mendengar pertanyaan bernada canda yang mengagetkannya juga.

 

“Bikin kaget aja,”

“Yaa.. kan aku penasaran, emang ada apa di wajahku sampai perempuan cantik di sampingku ini menatap tanpa henti,”

 

Fatin mengerutkan bibirnya. Dia tak pernah pandai membalas candaan. Teman dan familinya mengenalnya sebagai perempuan yang pendiam. Sejak kecil dia tak pernah pintar bercanda. Teman sekolahnya menganggap Fatin adalah anak yang serius.

 

“Kita udah di tanah suci selama 9 hari. Kangen nggak sih dengan suasana kota kita yang sejuk?”

 

“Kangen pasti. Tapi suasana kota ini mampu meredam rasa kangen itu. Apalagi ada kamu bersamaku,”

 

“Ihhh… dari tadi ngegombal mulu,”

 

“Eh ini tuh ngomong jujur loh. Bukan ngegombal ala buaya darat,”

 

Candaaan di sela perjalanan dari hotel terhenti saat dari balik gedung nampak pelataran luas dengan payung-payung raksasa.

 

Mereka masih takjub bisa berkunjung ke tempat romantis ini. Berjalan penuh tekad menuju pagar yang memisahkan tempat shalat perempuan dan laki-laki.

 

“Nanti ketemu di sini lagi kan?”

 

Fatin mengangguk. Mata teduh laki-laki yang baru menjadi suaminya selama satu setengah tahun itu menatapnya lembut. Saling mengucapkan salam, mereka menjauh dan berjalan menuju bagian dalam masjid. Melintasi payung yang sesekali menyemburkan uap dingin di ujung batangnya. 


Sebentar lagi Angga ulang tahun. Dia ingin memberikan sesuatu yang berharga namun bukan benda yang harganya mahal. Mumpung lagi di negeri orang kan, dia bisa mencari di mall yang ada di dekat hotel. Jadi agar ada kenangan juga hadiah ulang tahun yang dia belikan untuk suaminya di kota suci.

 

Fatin menengok ke kanan, melintasi pagar pembatas. Nampak sosok gagah laki-laki yang amat ia cintai. Mendadak tatapannya terpaku pada wajah yang familiar berjarak tiga meter di sampingnya.

 

Dengan berbalik arah, Fatin pura-pura tak melihat perempuan yang mengenakan hijab warna senada dengan gamisnya. Dia berjalan cepat memasuki ruangan dalam masjid. Memilih tempat agak depan yang sebenarnya udah tak nampak ruang kosong. Jemaah nampak padat di saf terdepan hingga 6 baris di belakangnya. Namun Fatin mencoba peruntungan. Sesekali dia bisa menyelinap di antara jemaah untuk mendapatkan tempat shalat.

 

Dia melaksanakan shalat sunnah beberapa saat. Masih satu jam lagi waktu shalat Dhuhur dimulai dan dia mengisinya dengan membaca mushaf.

 

Sejam lewat sepuluh menit kemudian, ucapan salam sang imam mengakhiri shalat fardhu. Fatin berdoa sebentar sebelum melanjutkan shalat sunnah badliyah. Usai shalat sunnah, Fatin berdiri sambil melirik jam di dinding sebelah kiri. Dia tak perlu bergegas. Angga akan menantinya di tempat sama saat mereka berpisah. Ritme yang rutin mereka jalani selama di kota ini.

 

Mendadak pikirannya terpusat pada perempuan yang tak sengaja ia jumpai. Meski dari jarak tiga meter, ia yakin siapa perempuan itu. Hatinya mendadak jadi gelisah. Bukan… bukannya dia cemas bertemu langsung dengan perempuan itu. Namun… ah entah lah perasaan apa yang hadir di relung hatinya saat ini. Ia tak pernah mengalami hal ini.

 

Rasa enggan mengiringi langkah kakinya yang berjalan sangat pelan. Kesadaran tentang kehadiran perempuan itu mengusik hatinya.

 

  

Fatin terbangun oleh suara gemericik dari dalam kamar mandi di kamar hotel. Tangannya mencari gawai yang sebelum tidur ada di nakas samping tempat tidurnya. Haahhh … udah jam 02.00!

 

Kakinya turun dari tempat tidur. Sementara tangan kanannya meraih mukena bagian atas, tangan kirinya memegang tote bag hitam bergambar burung hantu. Dia tumpuk kedua benda itu di ujung tempat tidur.

 

Sekarang Fatin mengambil CD dan Bra yang selalu disiapkannya di atas bantal sebelum tidur. Dia melangkah ke depan pintu kamar mandi sambil melirik teman sekamar yang tengah terlelap tidur.

 

Handuk kecilnya ada di jemuran depan kamar mandi. Dia meraih dan melingkarkannya di atas bahu. Teman sekamar yang lain tengah memakai baju di dalam kamar mandi. Tak ada lagi suara gemericik dari dalam sana.

 

“Haii … mau mandi? Barengan ke masjid abis ini?”

 

Fatin mengangguk dan tersenyum. Menguar aroma wangi sabun mandi begitu Arni keluar.

 

“Wiwid ikut nggak sih?”

“Semalam udah bilang kalo dia akan bareng suaminya,”

“Oke, jadi hanya kita berempat ya?”

 

Fatin sudah menutup pintu kamar mandi sebelum mendengar jawaban Arni. Dia ingin segera menuntaskan kebutuhan rutin tiap pagi.

 

10 menit kemudian Fatin sudah melangkah keluar dari kamar mandi. Dia masih butuh 15 menit untuk berpakaian dan mengenakan pelembab. Dia tak butuh bedak. Hanya polesan lip balm untuk melembabkan bibirkan agar tak mudah kering dan pecah. Ruangan bagian dalam masjid Nabawi sangat dingin. Dia harus rajin mengoleskan lip balm, memakai pelembab untuk wajah, dan body lotion untuk tangan dan kakinya.

 

Dan tak butuh waktu lama baginya untuk turun ke lobi hotel bersama Arni. Angga dan Dito, suami Arni sudah menanti di lobi. Mereka adalah pengawal yang setia tiap kali akan berjalan ke masjid atau kemana pun para istri ingin pergi ke satu tempat.

 

Seperti pagi itu usai shalat Shubuh dan dilanjutkan Dhuha, mereka mampir ke salah satu mall di hotel yang ada di dekat masjid. Meski memasuki gedung hotel bersama-sama, namun mereka pergi terpisah di dalam mall. Fatin dengan Angga, sementara Dito dengan Arni.

 

Fatin berjalan tanpa rencana apapun. Dia sedang tak ingin membeli sesuatu. Niatnya hanya ingin menikmati suasana mall. Penasaran mall di kota Madinan ini apakah sama dengan mall lain yang ada di Indonesia.

 

Tak disangka sosok yang familiar dan ingin dihindarinya mendadak muncul dari salah satu toko. Kali ini ada sosok laki-laki yang berjalan bersisian. Mereka tampak sebagai pasangan serasi.


"Masya Allah... siapa sangka aku bisa bertemu kalian di tempat ini?" seru perempuan cantik di depan mereka.


"Apa kabar? Bersyukur bisa bertemu kalian di sini," Angga menyapa pasangan suami istri di hadapannya.


Mereka terlibat perbincangan santai. Nggak cukup lama untuk mencari tahu kapan akan meninggalkan Madinah. Fatin pun tak banyak andil dalam perbincangan itu. 


Fatin tak pernah punya bayangan bakal ada di posisi seperti ini. Berdiri di antara dua kekasih dari masa lalu. Namun dia sadar waktu berpihak padanya. Dan sebenarnya ada sosok laki-laki yang sekarang adalah milik perempuan itu di antara mereka.


"Mengapa kamu diam aja?" cetus Angga begitu pasangan itu menjauh.

"Aku nggak tahu topik apa yang ingin kubicarakan,"

"Hmm ... bukan karena alasan lainnya?"

"Alasan apa misalnya?"

Angga tersenyum. 

"Ah, sudah lah. Kita ke food court aja yuk, lapar nih," 


Foto diambil dari inspirock

Fatin mengiyakan dengan mengikuti langkah Angga. Dia juga nggak ingin suaminya mengorek isi hatinya. Tidak ... dia tidak cemburu. Buat apa sih cemburu pada perempuan yang pernah mengisi hati suaminya bertahun lalu?


Namun sisi hatinya yang lain mengusik dengan sanggahan. Apa iya kamu nggak cemburu melihat tatapan perempuan itu pada Angga? 


Seketika istighfar meluncur pelan dari bibirnya. Fatin yakin Angga sudah menjatuhkan pilihan hatinya. 


Mereka menikmati makanan di salah satu resto yang ada di food court. Ayam goreng tepung dan kentang menjadi pilihan Angga. Fatin sendiri lebih memilih kari ayam dan ayam panggang. 


"Fatin, aku ingin ngomong tentang Rani,"


Sebelum Fatin sempat menolak keinginan suaminya, laki-laki itu sudah bercerita panjang.


"Jangan pernah mempertanyakan cintaku, Fatin. Dia hanya masa lalu yang kebetulan sudah aku kenal sebelum dirimu. Yakinkan hatimu kalo aku akan setia di sisimu sepanjang usiaku,"


Fatin terpaku. Dia hanya tertunduk. Apakah terlihat oleh Angga bagaimana isi hatinya? Dia tak ingin mempertunjukkan hatinya yang galau oleh cemburu tak berdasar. Apalagi selama ini Angga setia menjaga hatinya. Tak pernah genit pada perempuan lain. 


Tapi dia tak mampu membalas ucapan Angga saat ini. Entah lah, apakah terlampau malu untuk mengakuinya. Meski hatinya menjawab dia tak cemburu pada perempuan itu. 


"Fatin, aku minta maaf kalo sikapku ada yang kurang berkenan di hatimu. Bicarakan apapun isi hatimu, jangan diam aja, oke?"

"Oke, makasih Ngga. Udah baik padaku selama ini,"

Angga tersenyum. Fatin mengajaknya beranjak dari resto. Mereka memutuskan akan memutari mall untuk mencari oleh-oleh. Tentu saja oleh-oleh ini hanya untuk orang terdekat, seperti orang tua dan saudara kandung. Besok mereka sudah meninggalkan kota Madinah dan menuju Jedah untuk terbang ke Jakarta.

----------------------

Angga menunggunya di gate 11 Masjid Nabawi. Fatin sengaja berjalan perlahan sambil menatap lekat sosok suaminya dari jauh. Tangannya merogoh ke dalam tas. Meyakinkan dirinya bahwa benda yang terbungkus kertas coklat itu tak ketinggalan di kamar hotel. 


"Mengapa senyum-senyum, Fatin?"

"Hatiku lagi hepi,"

"Senang mau pulang ke tanah air?"

"Aslinya sedih, tapi masa iya kita di sini terus?"

"Semoga kita ada rejeki bisa kembali kesini lagi, aamiin,"

Fatin mengaminkan doa Angga. Tangannya sedang mengambil bungkusan kotak dari dalam tas saat Angga menarik lengannya ke lorong di antara hotel. 


"Mau ambil apa, dompet?" Angga menatap tangannya yang berada di dalam tas.


Fatin tersenyum seraya mengulurkan kotak berwarna coklat pada Angga. 

"Selamat hari lahir, sayangku. Semoga bertambah hari, bertambah sayang juga padaku, dan tak pernah berpaling pada yang lain,"


Fatin tak yakin mampu menyembunyikan rasa malu saat mengucapkan kalimat itu pada Angga. Dia harus menepis jauh ketakutan yang bersemayam di hatinya.

"Masya Allah, makasih sayang. Di sini, di depan Masjid Nabawi, aku berjanji untuk tetap setia pada istriku yang selalu memperhatikan kebutuhanku selama ini,"

"Doa terbaik sudah aku untai usai shalat Shubuh tadi di dalam masjid. Semoga berkah setiap langkah kita sepanjang usia ya, Ngga,"

Angga mengaminkan seraya memeluk tubuhnya dengan lembut. Mereka berjalan bersisian dalam diam.



Fatin berjanji dalam hati, dirinya tidak akan pernah menyangsikan cinta Angga. Memang sebelum hari ini dia butuh diyakinkan oleh suaminya. Namun saat ini dan seterusnya dia tak lagi membutuhkan itu. Cinta Angga sudah dia genggam erat. Hati Angga sudah menjadi miliknya. Selamanya hingga maut memisahkan mereka. Aamiin.

____________________________


Cerita ini adalah fiksi yang diikutsertakan dalam Lomba Blog Menulis Fiksi 

“Ulang Tahun” yang diselenggarakan oleh Komunitas Blogger Semarang Gandjel Rel"




Reading Time:

Kamis, 13 Februari 2020

5 Hal Terbaik Menjadi Blogger Sepanjang Tahun 2019
Februari 13, 2020 36 Comments

5 Hal Terbaik Menjadi Blogger Sepanjang Tahun 2019


Assalamualaikum Sahabat. Sepanjang tahun 2019 kemarin saya nggak menyangka bakal mengalami pengalaman terbaik sebagai blogger. Pengalaman yang saya anggap sebagai berkah sepanjang tahun lalu. Nggak menyangka aja sih karena saya tidak pernah mempunyai ekspektasi segitu kalo urusan blogging.

Apalagi menekuni dunia blogging juga udah menginjak usia cantik, lebih malah. Jadi mengikuti dinamika dunia blogging semata karena ingin menuliskan kenangan bersama keluarga juga sahabat saya.

Namun meski tak memiliki ekspektasi lebih, saya serius mengelola website hidayah-art(com) ini. Alasannya ya karena saya ketika menyukai sesuatu akan mengurusnya dengan serius dan sepenuh hati.

Sebenarnya saya malu juga menuliskan 5 hal terbaik ini. Karena kayak pamer gitu. Tapi banyak teman, kerabat, bahkan keluarga saya yang mengapresiasi pencapaian tersebut. Kedua anak saya bahkan terlihat bangga, sampai cerita ke teman mereka. Dan mereka itu bukan anak-anak, tapi udah dewasa semua.

Okay, saya pun berniat menuliskannya dalam sebuah blogpost yang kebetulan bisa diikutkan dalam lomba blog Ultah Komunitas Gandjel Rel. Tahu kan kalo komunitas blogger perempuan yang tinggal atau pernah berhubungan dengan Kota Semarang ini mau ulang tahun yang ke-5?!

Komunitas Blogger Gandjel Rel lahir dari obrolan santai antara lima blogger perempuan yang asli atau domisili di Semarang. Mereka bermimpi ingin memiiki wadah kumpul khusus blogger blogger perempuan. Jadi lah tanggal 22 Februari 2015 menjadi pilihan Dewi Rieka, Rahmi Aziza, Lestari, Uniek Kaswarganti, dan Wuri Nugraeni untuk membentuk komunitas blogger perempuan. Dengan mengusung tagline “Ngeblog ben rak ngganjel”, yang artinya ngeblog agar tak ada yang mengganjal di pikiran dan dapat mengutarakan isi hati. 

Nggak terasa bulan Februari 2020 ini menjadi tahun kelima komunitas blogger Gandjel Rel hadir. Menjadi wadah bagi saya dan teman-teman blogger perempuan di Semarang untuk aktif dalam kegiatan online maupun offline yang diselenggarakan selama ini. Untuk itu, founder Gandjel Rel pun mengadakan lomba blog dalam rangka ulang tahun kelima ini. Rencananya nanti tanggal 23 Februari 2020, akan ada pula selebrasi ulang tahun Gandjel Rel. Nantikan ya keseruan kami berpesta.

Dan tema lomba blog kali ini berkaitan dengan angka 5. Mau nulis apa aja bebas, yang penting ada angka 5. Dan karena ingin mencatatkan pencapaian karir baru setelah resign lima tahun yang lalu. Pas banget ya, setelah resign 5 tahun yang lalu, saya makin mencintai dunia yang menyenangkan ini. 

Berkarir sesuai kesukaan itu sebuah keberuntungan. Menemukan kebaikan dari kesukaan itu suatu keberkahan. Semoga semua yang sudah saya jalani bisa memberikan manfaat bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga keluarga, dan tentunya pembaca blog ini.


5 Hal Terbaik Menjadi Blogger Sepanjang Tahun 2019 :

1. Komitmen Ikut BPN 30 Day Ramadhan Blog Challenge


Saya pernah membuat resolusi, entah tahun berapa saya lupa, hahahaa, bahwa ingin konsisten menulis artikel di blog ini minimal 8 dalam satu bulan. Bisa konsisten menayangkan artikel di blog sebanyak 8 buah itu bagi saya udah banyak. Karena kegiatan saya bukan sekadar beberes pekerjana di rumah. Namun sering juga ikut suami kerja keluar kota, mendampingi, dan menjadi asistennya (ikut bantuin berhitung keuntungan, xixixiii).

Mendadak kalo komunitas blogger mengadakan challenge one day one post, saya kerajinan aja ikut jadi pesertanya. Kurang kegiatan kayaknya, atau ingin memenangkan challenge?

Saya enggak memiliki niat seteguh itu, menjadi pemenang challenge. Tujuan saya memang ingin bisa mengikuti kewajiban one day one post dalam challenge tersebut. Selain itu saya memang serius mengelola blog hidayah-art(com). 

Jadi gimana cara menaikkan trafik pengunjung pun saya pelajari. Dan salah satunya adalah dengan menulis rutin setiap hari. Pasti ada cara lain yang nggak harus melakukan one day one post. Bisa juga dengan menuliskan artikel evergreen. Tapi kan susah kalo nggak punya ide tentang artikel yang bisa long lasting gini. Meski saya punya artikel long lasting yang pembacanya udah puluhan ribu. 

Nah, ikut BPN 30 Day Ramadhan Blog Challenge memang menjadi komitmen saya. Apalagi ide artikel sepanjang 30 hari itu udah disiapkan. Bagi blogger yang kadang ngaku nggak ada ide nulis blog, ini tentu menjadi hadiah yang istimewa. Alhamdulillah bulan Mei hingga awal Juni, trafik blog saya meningkat pesat. Andai setiap bulan saya serajin saat itu ya, hahahaa.

2. Dua Kali Menang Lomba Blog Combiphar 

Ikut event bagi blogger bisa menjadi kesempatan mendapatkan pundi-pundi rupiah. Enggak hanya karena dapat fee kalo ikut event. Biasanya kehadiran kita menjadi kewajiban menuliskan artikel di blog. Nah misalkan oleh pihak brand artikel tersebut dilombakan dan ada hadiah yang menanti sesudahnya. Kalian pasti semangat dong nulis artikelnya.

Saya selalu semangat sih nulis artikel setelah ikut event, apalagi kalo dilombakan. Saking semangatnya kadang bingung mau nulis dari mana, memilih ide, tema, sisi apa yang ingin jadi fokus artikel. 

Tapi intinya misalkan ingin menang saat mengikutkan artikel setelah hadir pada event yang disponsori oleh satu brand, tentu harus fokus pada tema yang sudah ditetapkan. Ya iya lah, Mbakyu!

Entah saya sedang beruntung atau ketiban rejeki, bisa mendapatkan dua kali kemenangan pada dua event yang diadakan oleh Combiphar. 
Senang lihat wajah anak-anak
saat melihat kamera instax tiba di rumah
Yang pertama adalah menjadi pemenang lomba blog event Maltofer. Hadiahnya kamera Fuji Instax Mini 8, langsung nangis terharu waktu itu. Dan saat ikut lomba blog event Combiphar, yaitu Uricran, kembali saya ketiban rejeki menang kamera yang sama. 

Masya Allah, sungguh saya begitu kecil dengan Rahmat Allah yang luar biasa agung. Hadiahnya udah dinikmati sekeluarga, dipakai buat foto waktu  jalan-jalan. 

3. Menjadi salah seorang pemenang Lomba Blog Kemenkes

Sebagai blogger yang mencanangkan diri dengan niche lifestyle, sebenarnya untuk memudahkan saya yang masih banyak belajar. Apalagi awal ngeblog tuh saya nggak paham apa itu niche. Pokoknya ide apa aja yang sedang terlintas di pikiran, sepanjang ada kesempatan buat nulis ya udah dijadikan blogpost aja.

Ternyata kebiasaan menulis curhat pengalaman sehari-hari di blog, secara nggak sengaja menayangkan kategori tema tertentu. Paling banyak adalah jalan-jalan, kesehatan, keuangan, dan ibadah haji. Dari keempat tema tersebut, kesehatan dan keuangan sering kali mendatangkan pundi-pundi rupiah. Bisa dari tawaran nulis artikel atau keberuntungan menjadi salah seorang pemenang lomba blog Kemenkes tahun 2019.

Sebuah pengalaman yang menyenangkan, membahagiakan, dan bikin saya terharu banget. Bayangkan bisa hadir dalam malam penghargaan yang diadakan oleh Kementerian Kesehatan di Jakarta tentu lah membanggakan. Bahkan jadi pembicaraan di grup WA keluarga, hahahaa.



Saking bahagianya, saya pun menuliskan pengalaman selama di Jakarta dalam blogpost khusus. Niatnya juga agar tahun 2020 ini kalian bisa ikut lomba serupa. Apalagi saya tuliskan juga kiat dari juri lomba blog agar bisa terpilih jadi pemenang.

Silahkan baca :

Malam Penghargaan Publikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes


4. Terpilih Nominator Pencerita #BerlipatnyaBerkah Allianz

Ada kesempatan yang tidak pernah saya bayangkan saat awal menjadi blogger. Yaitu bisa mengantarkan adik saya, Dian berangkat umroh bersama pemenang sosok inspiratif #BerlipatnyaBerkah bersama Allianz.

Ikut lomba post foto di Instagram semata karena ingin berbagi cerita tentang pengalaman adik merawat bapak saat kena stroke. Cuma dia yang memiliki waktu luang karena ketiga kakaknya sudah sibuk dengan urusan keluarga dan pekerjaan. Sementara ibu saya juga tengah sakit tulang belakangnya karena jatuh, sebelum bapak kena stroke. Tentu saja merawat bapak menjadi tugas adik bungsu kami. 

Rumah saya memang dekat, bahkan berjalan kaki pun bisa. Tapi saya paling bantuin adik, saat membersihkan tubuh pagi dan sore hari. Atau menyuapi sarapan, mengoles cream di kulit bapak, atau menemani terapi. Porsi terbanyak merawat tentu saja dilakukan oleh Dian. Dari sini lah saya bagikan ceritanya.

Yang tidak saya duga adalah, saat mendapat telepon dan masuk menjadi nominator. Masih panjang langkah adik saya bisa menjadi peserta umroh. Karena kemenangan akhir ditentukan oleh vote terbanyak. Dan saya paling nggak bisa minta vote via japri. Paling yang saya lakukan adalah dengan share link vote ke WAG keluarga, alumni sekolah, komunitas blogger. Namun kebanyakan memang udah memberikan vote pada teman sesama blogger. Jadi saya tak berharap banyak sih.

Tapi ada yang namanya pepatah, kalo udah rejeki nggak bakal tertukar. Dan Allah azza wa jalla telah menentukan bahwa Dian akan berangkat umroh. Bagaimana pun jalannya, dari urutan pemenang ke-26 hingga naik menjadi 25 sosok inspiratif yang terpilih berangkat umroh, itu lah takdir. Nggak apa saya nggak terpilih pencerita terbaik. Saya udah senang banget akhirnya keinginan memberangkatkan Dian umroh bisa terwujud.


Alhamdulillah adik saya,
Dian bisa menjejakkan kaki di tanah suci
Ibu mertua saya mengucapkan kalimat yang bikin hati nano-nano.
"Dian umroh itu artinya kamu yang memberangkatkan. Allianz hanya menjadi sarana, tapi peran mbakyu nya yang jadi pendorong dengan ijin Allah,"

Huhuhuuu, saya sampai merasakan gelombang keharuan yang mampu menjebol tangis kebahagiaan. Saya ingat sore menjelang Ashar, berpelukan dengan ibu dan nangis bareng. Adik kami juga, sesenggukan sendiri. Kemudian gantian berpelukan. Momen yang tak akan kami lupakan seumur hidup.

5. Terpilih Liputan ke Malaysia 

Sepertinya tahun 2019 menjadi pengalaman berharga mendapatkan banyak kesempatan yang tak terduga. Dan semua itu berawal karena sering menuliskan artikel kesehatan. Dari beberapa pengalaman berharga, memang sumbernya dari tulisan kesehatan di blog.

Muaranya adalah terpilih diajak untuk meliput sebuah event Malaysia Healthcare Travel Council bersama blogger dan media dari beberapa daerah. Saya sebenarnya kandidat urutan kedua dalam daftar blogger Semarang yang ikut seleksi via Twitter. Namun saya lah yang akhirnya berangkat dari Kota Semarang bersama salah seorang media dari Suara Merdeka, yaitu Doni.

Pengalaman berharga tersebut yaitu meliput peluncuran Malaysia Year of Healthcare Travel (MyHT) 2020 di Kuala Lumpur. Dan event tersebut terselenggara pada tanggal 30 Oktober - 2 Nopember 2019 yang dikemas dalam bentuk Familiarisation Trip. 


Bertemu teman dan kenalan baru
dari berbagai daerah dan negara 

Saya udah tuliskan juga cerita seru event tersebut, hingga bertemu kenalan baru dari berbagai daerah di Indonesia dan beberapa negara di ASIA. Bahkan salah seorang teman baru ini, yang berasal dari Kamboja, masih sesekali kontak di Facebook.

Silahkan baca : Malaysia Healtcare Travel Council

Saya nggak ingin riya dengan menuliskan pencapaian ini. Namun apabila tersirat seperti itu, saya mohon maaf. Semoga Allah mengampuni dosa saya.

5 hal terbaik menjadi blogger sepanjang tahun 2019 ini bakal tersemat dalam memori saya dan keluarga. Saya tahu senyum dan binar bahagia dari wajah suami dan anak-anak adalah hadiah terindah saat mendengar kabar gembira tersebut. 

Saya hanya berharap setiap langkah yang saya lakukan ini memicu semangat yang sama dari kedua anak saya. Saya ingat waktu remaja sudah sering ikut lomba menulis. Baik itu feature yang diadakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup, lomba karya ilmiah remaja, hingga nulis puisi dalam rangka Pertempuran 5 Hari di Semarang. Saya memang suka ikut kompetisi sejak muda. Saya ingin anak saya pun juga merasakan hasrat yang sama.

Ada juga niat ingin berkarya dengan modal yang saya miliki, berbagi dan berharap bisa jadi manfaat bagi pembaca blog ini. Dahulu sebelum resign saya berangan-angan, membayangkan apa yang akan saya lakukan ketika udah pensiun. Allah telah menunjukkan jalannya dengan menuntun langkah saya menjadi blogger. 

Niat awal memang ingin menuliskan kenangan dari setiap pengalaman sehari-hari. Ketika kemudian langkah itu berujung bisa mendapatkan materi, tentunya sangat saya syukuri. Dan tanpa menerima materi pun saya akan tetap berbagi cerita, sampai Allah sudah tak mengijinkannya lagi. 

Terima kasih kepada founder komunitas kesayangan Gandjel Rel. Terima kasih Mbak Dedew, Uniek, Rahmi, Wuri, dan si bungsu Lestari, yang telah memberikan wadah bagi blogger perempuan di Semarang. 

Komunitas yang tidak hanya mengutamakan blogging. Namun juga senang berbagi materi baik formal maupun informal di grup WA. Tak lupa juga berbagi kepedulian sosial saat ada member nya yang sedang berduka. Hikss, saya sering merepotkan kalian yaaa.

Semangat selalu, tetap berkarya, dan menginspirasi #GandjelRel5Th semoga menjadi komunitas dengan member yang rendah hati, jujur, dan memiliki etika bersosial media. Selamat ulang tahun yang kelima, tetap semangat ngeblog ben rak ngganjel ya. Peluk sayang semua member dan founder Gandjel Rel. Wassalamualaikum.



Reading Time:

Selasa, 26 Februari 2019

Selebrasi Ulang Tahun Gandjel Rel di Resto Pringsewu Yang Bernuansa Heritage
Februari 26, 2019 44 Comments

Restoran Pringsewu

Assalamualaikum Sahabat. Saya akan sharing cerita saat Selebrasi Ulang Tahun Gandjel Rel di Resto Pringsewu Yang Bernuansa Heritage. Komunitas blogger perempuan di Semarang genap 4 tahun usianya pada tanggal 22 Februari 2019. Namun untuk seleberasinya baru dirayakan tanggal 23 Februari 2019.

Tanggapan saya tentang selebrasi yang diadakan di Resto Pringsewu kemarin, acaranya seru, keren, bikin hepi, dan penuh inspirasi.

Sejak awal memasuki resto Pringsewu, saya udah terkesan dengan interior yang tetap mempertahankan kondisi fisik bangunan lama. Karena ketentuannya dari pemerintah, beberapa bangunan di kawasan kota lama boleh dialih fungsikan dalam bentuk resto atau kantor, dengan catatan tidak boleh mengubah tampilan fisik.

Acara Ulang Tahun Gandjel Rel

Saya menaiki anak tangga yang berada di balik resto, berhadapan dengan dapur. Anak tangga besi yang berada di pelataran belakang mengantarkan pengunjung resto yang ingin menikmati suasana di lantai 2.

Di sana udah ada Ketua komunitas Gandjel Rel, yaitu Rahmi Aziza yang menyambut kedatangan setiap member dan tamu undangan dengan senyum cerah. Ada juga Sarah dalam gendongan perempuan multi talenta yang udah menerbitkan buku komik ngehits Mak Irit. Sementara Hana berdiri dengan muka khas nya, dan mau loh salaman dengan saya, hehehee.

Taro yang sedang menata meja tempat snack, menyambut saya dengan pelukan hangat. Saya pun mulai foto-foto lokasi acara sambil sesekali cipika cipiki dengan teman yang baru datang.

Ini penampakan anak tangga dengan spot foto di teras belakang yang sering dijadikan tempat nongkrong juga.

Ulang tahun Gandjel Rel di Pringsewu

Setelah mengisi buku tamu, saya berbaur dengan member Gandjel Rel atau yang kerap disapa GRes, di ruangan luas berwarna putih.

Kemeriahan Ultah Gandjel Rel udah dimulai awal pekan bulan Januari dengan Blog Challenge. Ada empat artikel dan empat tema yang mesti dipublish tiap pekannya. Alhamdulillah artikel saya yang pekan keempat terpilih menjadi yang terbaik. Dapat hadiah dong jadinya. 


Ulang tahun Gandjel Rel di Pringsewu
Bersama pemenang Challenge
masing-masing pekan selama 1 bulan

Artikel pekan keempat bisa dibaca di : Blogging is My Passion

Begitu member udah banyak yang hadir, acara pun dimulai oleh MC, Mbak Hartari. Seperti biasa ada beberapa kalimat yang menggelitik, unik, dan menerbitkan tawa geli.

Berikutnya ada ketua komunitas blogger Gandjel Rel, Rahmi Aziza yang menyampaikan kata sambutan. Harapannya adalah agar komunitas ini bisa tetap konsisten menjadi blogger yang aktif nulis, kompak, serta tetap ngeblog. Seperti tagline komunitas ini, yaitu Ngeblog ben rak ngganjel.

Karena pembicara yang akan mengisi materi siang hari itu udah hadir, tentu lah langsung dilanjutkan tanpa ada sambutan lainnya. Ada Gus Mulyadi yang juga pemilik blog agusmulyadi.web.id dan www.agusmulyadi.com. Yang pertama adalah blog yang isinya kebanyakan menggunakan bahasa Jawa. Justru pengunjung blog ini banyak, dibanding blog yang satunya yang isinya lebih serius. 

Tips Menulis dari Gus Mulyadi

Udah tahu kan Gus Mulyadi ini adalah juga penulis dan pemimpin redaksi di web Mojok.com.

Siang itu Gus Mul bercerita tentang awal mula dia tertarik menjadi penulis dan blogger. Hingga kemudian dia bisa menjadi redaktur di mojok.com. Tulisannya banyak yang  membaca karena keunikannya. 

Ada banyak yang protes karena ia suka memasukkan bahasa Jawa. Namun memang itu menjadi ciri khasnya.

Dengan member blogger Gandjel Rel, Gus Mul berbagi tentang tips menulis. Seperti tuturnya, Menulis Sekitarmu Sebisamu.

Dari awal, ada Ide Tulisan yang intinya bisa didapatkan di mana aja. Seperti membaca blog milik orang lain, bisa menjadi ide tulisan. Kemudian ketika ia jalan-jalan dan menemukan hal unik yang bikin ide muncul. Atau bisa juga dari kegelisahan hati kita manakala bertemu dengan kebijakan.

Yang berikutnya adalah Memilih Diksi. Nah yang membedakan penulis satu dan lainnya, adalah karena ada pemilihan diksi dalam kalimat di blognya.

Kemudian tentunya ada ciri Khas yang membedakan ia dengan orang lain. Seperti Gus Mul ini seringnya menggunakan idiom atau kalimat bahasa Jawa. Karena kalo diterjemahkan memang tidak ada yang bisa menyamai. 

Ada juga Sudut Pandang terutama yang anti mainstream. Yang tidak biasa ditulis oleh penulis lain dan memang memiliki cara pandang seseorang.

Nah, banyak orang yang lebih ingat dengan Kutipan dibanding dengan artikel atau konten tulisan. Jadi mending kalian lebih memperbanyak bikin kutipan dengan mengedit gambar yang unik.

Kesimpulan dari Gus Mul sendiri, adalah bahwa penulis dengan konten humor itu, apapun yang keluar dari tulisannya selalu dianggap bahan candaan.

Oiya, tentang keseruan acara kemarin, silahkan lihat video di channel YouTube saya di bawah ini. Edit video ini menggunakan Power Director dan baru saya gunakan untuk YouTube ini yang pertama kali. Sebelumnya saya gunakan Filmora. Jadi hasil yang baru ini memang beda dan saya belum kenal banyak, masih amatir banget.





Tentang Restoran Pringsewu


Acara ulang tahun komunitas Blogger Gandjel Rel dilaksanakan di Resto Pringsewu yang terletak di kota lama. Ini kali ketiga saya berkunjung ke resto ini. Kunjungan pertama saat buka puasa bersama teman blogger dan pernah saya tuliskan di blog ini. Menu di Restoran Pringsewu memang menggiurkan. Enak, enak, dan enak banget. *awas ngiler

Silahkan dibaca : Restoran Pringsewu, Wisata kuliner di Kota Lama Semarang

Restoran ini bangunan eks kantor pusat NV Kian Gwan. Milik raja gula Oei Tiong Ham, orang terkaya di Indonesia kala itu.

Karena bangunannya memang peninggalan sejarah, jadi penampakan fasad dan interior tidak banyak diubah. Hanya boleh mengubah warna cat dan penambahan hiasan di dinding.

Ada dua lantai, dengan lantai 2 yang memiliki balkon. Bisa nih duduk di balkon lantai 2. Saya pun foto di sini bersama teman blogger dari Kota Pekalongan. 


Ulang tahun Gandjel Rel di Pringsewu
Saya dan mba Tanti Mechta

Atau bisa juga memilih di lantai 1 yang terbagi dalam dua ruangan. Saya udah pernah nulis bagian ruangan di lantai 1 ini. Kalian bisa membacanya dalam artikel yang saya sisipkan di atas ya.

Nah, ada juga tempat nongkrong asik di resto ini. Baru sih karena dulu waktu kesini belum ada. Ternyata mereka mengadakan program yang namanya keren. Teraz Oei Tiong Ham, konsepnya kayak nongkrong sore gitu di teras depan resto. Bisa kalian kunjungi mulai pukul 15.00 setiap hari Senin - Jumat.


Ulang tahun Gandjel Rel di Pringsewu

Tempatnya terletak di bagian luar di samping kanan, sebelum pintu masuk. Teras dengan penempatan kursi dan meja di luar ini sangat menarik kalo malam hari. Ada hiasan pot gantung dan lampu gantung yang pasti menjadikan momen romantis dan syahdu.

Saya sempat foto di beberapa lokasi di Teraz Oei Tiong Ham. Sayangnya kafenya belum buka. Ya iya lah karena masih jam 13.00 waktu saya foto-foto ini. Saya pengen kesini ngajakin suami deh, kayaknya asik tuh ngobrol berduaan.


Ulang tahun Gandjel Rel di Pringsewu

Usai sudah selebrasi yang mengharukan, penuh tawa, bikin bangga dengan menjadi member blogger Gandjel Rel. Sebelum menyudahi acara siang hari itu, kami foto bareng dulu.



Harapan kami sepertinya sama. Kami berharap komunitas Gandjel Rel ini tetap kompak, saling menginspirasi dan support yang tak kenal lelah. Happy birthday Gandjel Rel. Wassalamualaikum.
Reading Time:

Minggu, 25 Februari 2018

Selebrasi Ulang Tahun Gandjel Rel, Tetap Berkarya Dan Menjaga Kekeluargaan
Februari 25, 2018 18 Comments
www.hidayah-art.com

Assalamualaikum Sahabat. Selebrasi Ulang Tahun Gandjel Rel, Tetap Berkarya Dan Menjaga Kekeluargaan. Itu pesan dari Ketua Komunitas Gandjel Rel saat memberikan kata sambutan hari Sabtu tanggal 24 Februari 2018. Yup, hari Sabtu dijadikan selebrasi ulang tahun komunitas Gandjel Rel yang ketiga. 

Komunitas blogger perempuan yang tinggal di Semarang dan sekitarnya ini dibentuk pada tanggal 22 Februari 2015. Saat itu bertepatan pula dengan semangat ngeblog saya yang mulai rajin, sepulang dari ibadah haji tahun sebelumnya. 

Reading Time:

Senin, 27 Februari 2017

Gathering #MyTripMyBlueBird Bareng #2ThGandjel Rel Dan Segudang Cerita
Februari 27, 2017 8 Comments
www.hidayah-art.com


Assalamualaikum. Ya ampuuun, lama juga nggak publish artikel. Nggak perlu saya ceritakan ya, ntar bosan bacanya. Dan alhamdulillah berkah Gathering #MyTripMyBlueBird Bareng #2ThGandjelRel Dan Segudang Cerita, saya bahagia bisa mengaku blogger karena udah update blogpost. *senyum bahagia*

Udah tahu kan kalo komunitas Blogger Perempuan Semarang Gandjel Rel ultah yang kedua pada tanggal 22 Februari 2017? Nah ceritanya, perayaan ultah kedua dibarengkan dengan Gathering lomba Vlog yang diadakan oleh Blue Bird Semarang.  Seru deh acara kemarin, dengan dipandu MC kece dan keren Dicky Dacosta serta Archa Bella. Sayangnya pagi kemarin saya terlambat datang karena sesuatu hal. Jadi nggak ngikuti acara dari awal.
Reading Time:

Senin, 07 Maret 2016

Saatnya Sadar Investasi Dengan Memilih Reksa Dana Manulife
Maret 07, 2016 67 Comments

www.hidayah-art.com

Assalamu'alaikum teman.
Semoga teman-teman dalam keadaan sehat, aamiin. 
Kali ini saya mau cerita acara ultah Gandjel Rel, komunitas Blogger Perempuan yang punya rumah di Semarang dan sekitarnya. Asiknya lagi, ada bincang investasi juga. Asik nih, pengen tahu juga soal investasi karena sekarang udah jadi ibu rumah tangga. Harus tetep update info dong ya, agar gak kudet. Apalagi ini soal investasi, penting banget nih. Saatnya ibu rumah tangga sadar investasi dengan memilih reksa dana Manulife :D
Reading Time:

Selasa, 01 Maret 2016

Menu Prestasi Yang Mendunia Dari Lunpia Delight
Maret 01, 2016 10 Comments

www.hidayah-art.com

Assalamu'alaikum teman, sehat ya semua? Aamiin. Musim hujan gini tuh paling asik kalo makan yang hangat dan mengenyangkan. Hahaha, ujug-ujug ngomongin makanan aja nih. Eh tapi bener kaaaan, kalo hujan biasanya bikin gampang lapar. Jadi paling enak tuh ngomongin makanan. Duh, jadi lapar nggak sih :D
Reading Time: