My Mind - Untaian Kata Untuk Berbagi: Blogger Perempuan Semarang
Tampilkan postingan dengan label Blogger Perempuan Semarang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Blogger Perempuan Semarang. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Februari 2020

5 Hal Terbaik Menjadi Blogger Sepanjang Tahun 2019
Februari 13, 2020 36 Comments

5 Hal Terbaik Menjadi Blogger Sepanjang Tahun 2019


Assalamualaikum Sahabat. Sepanjang tahun 2019 kemarin saya nggak menyangka bakal mengalami pengalaman terbaik sebagai blogger. Pengalaman yang saya anggap sebagai berkah sepanjang tahun lalu. Nggak menyangka aja sih karena saya tidak pernah mempunyai ekspektasi segitu kalo urusan blogging.

Apalagi menekuni dunia blogging juga udah menginjak usia cantik, lebih malah. Jadi mengikuti dinamika dunia blogging semata karena ingin menuliskan kenangan bersama keluarga juga sahabat saya.

Namun meski tak memiliki ekspektasi lebih, saya serius mengelola website hidayah-art(com) ini. Alasannya ya karena saya ketika menyukai sesuatu akan mengurusnya dengan serius dan sepenuh hati.

Sebenarnya saya malu juga menuliskan 5 hal terbaik ini. Karena kayak pamer gitu. Tapi banyak teman, kerabat, bahkan keluarga saya yang mengapresiasi pencapaian tersebut. Kedua anak saya bahkan terlihat bangga, sampai cerita ke teman mereka. Dan mereka itu bukan anak-anak, tapi udah dewasa semua.

Okay, saya pun berniat menuliskannya dalam sebuah blogpost yang kebetulan bisa diikutkan dalam lomba blog Ultah Komunitas Gandjel Rel. Tahu kan kalo komunitas blogger perempuan yang tinggal atau pernah berhubungan dengan Kota Semarang ini mau ulang tahun yang ke-5?!

Komunitas Blogger Gandjel Rel lahir dari obrolan santai antara lima blogger perempuan yang asli atau domisili di Semarang. Mereka bermimpi ingin memiiki wadah kumpul khusus blogger blogger perempuan. Jadi lah tanggal 22 Februari 2015 menjadi pilihan Dewi Rieka, Rahmi Aziza, Lestari, Uniek Kaswarganti, dan Wuri Nugraeni untuk membentuk komunitas blogger perempuan. Dengan mengusung tagline “Ngeblog ben rak ngganjel”, yang artinya ngeblog agar tak ada yang mengganjal di pikiran dan dapat mengutarakan isi hati. 

Nggak terasa bulan Februari 2020 ini menjadi tahun kelima komunitas blogger Gandjel Rel hadir. Menjadi wadah bagi saya dan teman-teman blogger perempuan di Semarang untuk aktif dalam kegiatan online maupun offline yang diselenggarakan selama ini. Untuk itu, founder Gandjel Rel pun mengadakan lomba blog dalam rangka ulang tahun kelima ini. Rencananya nanti tanggal 23 Februari 2020, akan ada pula selebrasi ulang tahun Gandjel Rel. Nantikan ya keseruan kami berpesta.

Dan tema lomba blog kali ini berkaitan dengan angka 5. Mau nulis apa aja bebas, yang penting ada angka 5. Dan karena ingin mencatatkan pencapaian karir baru setelah resign lima tahun yang lalu. Pas banget ya, setelah resign 5 tahun yang lalu, saya makin mencintai dunia yang menyenangkan ini. 

Berkarir sesuai kesukaan itu sebuah keberuntungan. Menemukan kebaikan dari kesukaan itu suatu keberkahan. Semoga semua yang sudah saya jalani bisa memberikan manfaat bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga keluarga, dan tentunya pembaca blog ini.


5 Hal Terbaik Menjadi Blogger Sepanjang Tahun 2019 :

1. Komitmen Ikut BPN 30 Day Ramadhan Blog Challenge


Saya pernah membuat resolusi, entah tahun berapa saya lupa, hahahaa, bahwa ingin konsisten menulis artikel di blog ini minimal 8 dalam satu bulan. Bisa konsisten menayangkan artikel di blog sebanyak 8 buah itu bagi saya udah banyak. Karena kegiatan saya bukan sekadar beberes pekerjana di rumah. Namun sering juga ikut suami kerja keluar kota, mendampingi, dan menjadi asistennya (ikut bantuin berhitung keuntungan, xixixiii).

Mendadak kalo komunitas blogger mengadakan challenge one day one post, saya kerajinan aja ikut jadi pesertanya. Kurang kegiatan kayaknya, atau ingin memenangkan challenge?

Saya enggak memiliki niat seteguh itu, menjadi pemenang challenge. Tujuan saya memang ingin bisa mengikuti kewajiban one day one post dalam challenge tersebut. Selain itu saya memang serius mengelola blog hidayah-art(com). 

Jadi gimana cara menaikkan trafik pengunjung pun saya pelajari. Dan salah satunya adalah dengan menulis rutin setiap hari. Pasti ada cara lain yang nggak harus melakukan one day one post. Bisa juga dengan menuliskan artikel evergreen. Tapi kan susah kalo nggak punya ide tentang artikel yang bisa long lasting gini. Meski saya punya artikel long lasting yang pembacanya udah puluhan ribu. 

Nah, ikut BPN 30 Day Ramadhan Blog Challenge memang menjadi komitmen saya. Apalagi ide artikel sepanjang 30 hari itu udah disiapkan. Bagi blogger yang kadang ngaku nggak ada ide nulis blog, ini tentu menjadi hadiah yang istimewa. Alhamdulillah bulan Mei hingga awal Juni, trafik blog saya meningkat pesat. Andai setiap bulan saya serajin saat itu ya, hahahaa.

2. Dua Kali Menang Lomba Blog Combiphar 

Ikut event bagi blogger bisa menjadi kesempatan mendapatkan pundi-pundi rupiah. Enggak hanya karena dapat fee kalo ikut event. Biasanya kehadiran kita menjadi kewajiban menuliskan artikel di blog. Nah misalkan oleh pihak brand artikel tersebut dilombakan dan ada hadiah yang menanti sesudahnya. Kalian pasti semangat dong nulis artikelnya.

Saya selalu semangat sih nulis artikel setelah ikut event, apalagi kalo dilombakan. Saking semangatnya kadang bingung mau nulis dari mana, memilih ide, tema, sisi apa yang ingin jadi fokus artikel. 

Tapi intinya misalkan ingin menang saat mengikutkan artikel setelah hadir pada event yang disponsori oleh satu brand, tentu harus fokus pada tema yang sudah ditetapkan. Ya iya lah, Mbakyu!

Entah saya sedang beruntung atau ketiban rejeki, bisa mendapatkan dua kali kemenangan pada dua event yang diadakan oleh Combiphar. 
Senang lihat wajah anak-anak
saat melihat kamera instax tiba di rumah
Yang pertama adalah menjadi pemenang lomba blog event Maltofer. Hadiahnya kamera Fuji Instax Mini 8, langsung nangis terharu waktu itu. Dan saat ikut lomba blog event Combiphar, yaitu Uricran, kembali saya ketiban rejeki menang kamera yang sama. 

Masya Allah, sungguh saya begitu kecil dengan Rahmat Allah yang luar biasa agung. Hadiahnya udah dinikmati sekeluarga, dipakai buat foto waktu  jalan-jalan. 

3. Menjadi salah seorang pemenang Lomba Blog Kemenkes

Sebagai blogger yang mencanangkan diri dengan niche lifestyle, sebenarnya untuk memudahkan saya yang masih banyak belajar. Apalagi awal ngeblog tuh saya nggak paham apa itu niche. Pokoknya ide apa aja yang sedang terlintas di pikiran, sepanjang ada kesempatan buat nulis ya udah dijadikan blogpost aja.

Ternyata kebiasaan menulis curhat pengalaman sehari-hari di blog, secara nggak sengaja menayangkan kategori tema tertentu. Paling banyak adalah jalan-jalan, kesehatan, keuangan, dan ibadah haji. Dari keempat tema tersebut, kesehatan dan keuangan sering kali mendatangkan pundi-pundi rupiah. Bisa dari tawaran nulis artikel atau keberuntungan menjadi salah seorang pemenang lomba blog Kemenkes tahun 2019.

Sebuah pengalaman yang menyenangkan, membahagiakan, dan bikin saya terharu banget. Bayangkan bisa hadir dalam malam penghargaan yang diadakan oleh Kementerian Kesehatan di Jakarta tentu lah membanggakan. Bahkan jadi pembicaraan di grup WA keluarga, hahahaa.



Saking bahagianya, saya pun menuliskan pengalaman selama di Jakarta dalam blogpost khusus. Niatnya juga agar tahun 2020 ini kalian bisa ikut lomba serupa. Apalagi saya tuliskan juga kiat dari juri lomba blog agar bisa terpilih jadi pemenang.

Silahkan baca :

Malam Penghargaan Publikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes


4. Terpilih Nominator Pencerita #BerlipatnyaBerkah Allianz

Ada kesempatan yang tidak pernah saya bayangkan saat awal menjadi blogger. Yaitu bisa mengantarkan adik saya, Dian berangkat umroh bersama pemenang sosok inspiratif #BerlipatnyaBerkah bersama Allianz.

Ikut lomba post foto di Instagram semata karena ingin berbagi cerita tentang pengalaman adik merawat bapak saat kena stroke. Cuma dia yang memiliki waktu luang karena ketiga kakaknya sudah sibuk dengan urusan keluarga dan pekerjaan. Sementara ibu saya juga tengah sakit tulang belakangnya karena jatuh, sebelum bapak kena stroke. Tentu saja merawat bapak menjadi tugas adik bungsu kami. 

Rumah saya memang dekat, bahkan berjalan kaki pun bisa. Tapi saya paling bantuin adik, saat membersihkan tubuh pagi dan sore hari. Atau menyuapi sarapan, mengoles cream di kulit bapak, atau menemani terapi. Porsi terbanyak merawat tentu saja dilakukan oleh Dian. Dari sini lah saya bagikan ceritanya.

Yang tidak saya duga adalah, saat mendapat telepon dan masuk menjadi nominator. Masih panjang langkah adik saya bisa menjadi peserta umroh. Karena kemenangan akhir ditentukan oleh vote terbanyak. Dan saya paling nggak bisa minta vote via japri. Paling yang saya lakukan adalah dengan share link vote ke WAG keluarga, alumni sekolah, komunitas blogger. Namun kebanyakan memang udah memberikan vote pada teman sesama blogger. Jadi saya tak berharap banyak sih.

Tapi ada yang namanya pepatah, kalo udah rejeki nggak bakal tertukar. Dan Allah azza wa jalla telah menentukan bahwa Dian akan berangkat umroh. Bagaimana pun jalannya, dari urutan pemenang ke-26 hingga naik menjadi 25 sosok inspiratif yang terpilih berangkat umroh, itu lah takdir. Nggak apa saya nggak terpilih pencerita terbaik. Saya udah senang banget akhirnya keinginan memberangkatkan Dian umroh bisa terwujud.


Alhamdulillah adik saya,
Dian bisa menjejakkan kaki di tanah suci
Ibu mertua saya mengucapkan kalimat yang bikin hati nano-nano.
"Dian umroh itu artinya kamu yang memberangkatkan. Allianz hanya menjadi sarana, tapi peran mbakyu nya yang jadi pendorong dengan ijin Allah,"

Huhuhuuu, saya sampai merasakan gelombang keharuan yang mampu menjebol tangis kebahagiaan. Saya ingat sore menjelang Ashar, berpelukan dengan ibu dan nangis bareng. Adik kami juga, sesenggukan sendiri. Kemudian gantian berpelukan. Momen yang tak akan kami lupakan seumur hidup.

5. Terpilih Liputan ke Malaysia 

Sepertinya tahun 2019 menjadi pengalaman berharga mendapatkan banyak kesempatan yang tak terduga. Dan semua itu berawal karena sering menuliskan artikel kesehatan. Dari beberapa pengalaman berharga, memang sumbernya dari tulisan kesehatan di blog.

Muaranya adalah terpilih diajak untuk meliput sebuah event Malaysia Healthcare Travel Council bersama blogger dan media dari beberapa daerah. Saya sebenarnya kandidat urutan kedua dalam daftar blogger Semarang yang ikut seleksi via Twitter. Namun saya lah yang akhirnya berangkat dari Kota Semarang bersama salah seorang media dari Suara Merdeka, yaitu Doni.

Pengalaman berharga tersebut yaitu meliput peluncuran Malaysia Year of Healthcare Travel (MyHT) 2020 di Kuala Lumpur. Dan event tersebut terselenggara pada tanggal 30 Oktober - 2 Nopember 2019 yang dikemas dalam bentuk Familiarisation Trip. 


Bertemu teman dan kenalan baru
dari berbagai daerah dan negara 

Saya udah tuliskan juga cerita seru event tersebut, hingga bertemu kenalan baru dari berbagai daerah di Indonesia dan beberapa negara di ASIA. Bahkan salah seorang teman baru ini, yang berasal dari Kamboja, masih sesekali kontak di Facebook.

Silahkan baca : Malaysia Healtcare Travel Council

Saya nggak ingin riya dengan menuliskan pencapaian ini. Namun apabila tersirat seperti itu, saya mohon maaf. Semoga Allah mengampuni dosa saya.

5 hal terbaik menjadi blogger sepanjang tahun 2019 ini bakal tersemat dalam memori saya dan keluarga. Saya tahu senyum dan binar bahagia dari wajah suami dan anak-anak adalah hadiah terindah saat mendengar kabar gembira tersebut. 

Saya hanya berharap setiap langkah yang saya lakukan ini memicu semangat yang sama dari kedua anak saya. Saya ingat waktu remaja sudah sering ikut lomba menulis. Baik itu feature yang diadakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup, lomba karya ilmiah remaja, hingga nulis puisi dalam rangka Pertempuran 5 Hari di Semarang. Saya memang suka ikut kompetisi sejak muda. Saya ingin anak saya pun juga merasakan hasrat yang sama.

Ada juga niat ingin berkarya dengan modal yang saya miliki, berbagi dan berharap bisa jadi manfaat bagi pembaca blog ini. Dahulu sebelum resign saya berangan-angan, membayangkan apa yang akan saya lakukan ketika udah pensiun. Allah telah menunjukkan jalannya dengan menuntun langkah saya menjadi blogger. 

Niat awal memang ingin menuliskan kenangan dari setiap pengalaman sehari-hari. Ketika kemudian langkah itu berujung bisa mendapatkan materi, tentunya sangat saya syukuri. Dan tanpa menerima materi pun saya akan tetap berbagi cerita, sampai Allah sudah tak mengijinkannya lagi. 

Terima kasih kepada founder komunitas kesayangan Gandjel Rel. Terima kasih Mbak Dedew, Uniek, Rahmi, Wuri, dan si bungsu Lestari, yang telah memberikan wadah bagi blogger perempuan di Semarang. 

Komunitas yang tidak hanya mengutamakan blogging. Namun juga senang berbagi materi baik formal maupun informal di grup WA. Tak lupa juga berbagi kepedulian sosial saat ada member nya yang sedang berduka. Hikss, saya sering merepotkan kalian yaaa.

Semangat selalu, tetap berkarya, dan menginspirasi #GandjelRel5Th semoga menjadi komunitas dengan member yang rendah hati, jujur, dan memiliki etika bersosial media. Selamat ulang tahun yang kelima, tetap semangat ngeblog ben rak ngganjel ya. Peluk sayang semua member dan founder Gandjel Rel. Wassalamualaikum.



Reading Time:

Selasa, 03 September 2019

Malam Penghargaan Publikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan
September 03, 2019 41 Comments

Malam Penghargaan Publikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan 

Malam Penghargaan Kemenkes

Assalamualaikum Sahabat. Minggu ketiga bulan Agustus 2019 meninggalkan kesan mendalam bagi saya sebagai blogger. Meraih kemenangan dalam sebuah lomba blog memang tidak sering saya alami. Namun beberapa kali saya pernah mendapatkan kemenangan dalam lomba blog. Selama ini hadiahnya selalu dikirim ke alamat rumah.

Kali ini ada yang beda karena saya beruntung mendapatkan undangan untuk hadir saat penerimaan penghargaan sebagai pemenang lomba blog.

Berawal dari telpon sekitar pukul 10 pagi hari Jumat tanggal 16 Agustus 2019. Suara perempuan yang mengaku dari staf Kemenkes, yaitu Mbak Talitha menanyakan nama lengkap saya. Kemudian dia bertanya apakah saya bersedia hadir ke Kota Jakarta untuk menerima penghargaan?

Antara bingung dan senang, saya langsung jawab iya. Meski sempat ragu, apakah telpon ini benar dari staff Kemenkes, bukan orang iseng atau penipu.

Informasi berikutnya meyakinkan saya kalo telpon itu benar dari staff Kemenkes. 

"Mba Wati ikut lomba blog Kemenkes, kan? Yang pasti sih mba udah terpilih sebagai pemenang, hanya urutannya aja nanti diumumkan saat di Jakarta,"

Saya merasa surprised. Kalo iya saya terpilih berangkat ke Jakarta, apakah saya menjadi salah seorang pemenang 1, 2, 3, 4, 5 atau 6? Masih tanda tanya, Sob. Cuma mendengar suara mba Talitha aja saya udah hepi banget. Emak blogger daerah mau ke Jekardah, alhamdulillah.

Masuk di WA Grup Pemenang Lomba Blog Kementerian Kesehatan

Setelah japrian via WA, sehari kemudian saya dimasukkan dalam WAG Pemenang Lomba Blog Kemenkes. Meski bingung juga karena nggak ada satu pun yang saya kenal di grup itu. Saya say hello dong, sambil kenalan.

Mbak Talitha bikin grup ini sebagai langkah koordinasi bagi blogger yang diundang ke Jakarta. Ternyata ada enam blogger yang diundang karena telah menyisihkan sekitar 86 peserta lomba blog Kemenkes dengan tema : Gerakan Masyarakat Hidup Sehat. Artikel yang saya ikutkan dalam lomba bisa dibaca di bawah ini.

Silahkan baca : Germas Mencegah Penyakit Tidak Menular

Pemenang yang diundang ke Jakarta ada 6 blogger dari berbagai daerah. Ada 1 blogger dari Semarang, yaitu saya. Dan 2 blogger dari Jogja yaitu Retno Septyorini dan Bambang purnomo yang ternyata suami dari blogger keren yaitu Jeng Yuni.  1 blogger dari Solo yaitu Didik Jatmiko (Miko), anak mahasiswa asal Banjarnegara. Ada juga blogger dari Lombok yaitu Alfian Lalu yang suka ikut lomba dan pintar bikin desain graphis dan komik. Nah, yang terakhir adalah blogger dari Kota Tangerang, yaitu Mbak Elisa Koraag.


 Pemenang foto bersama Mba Talitha

Alhamdulillah ada yang saya kenal dalam grup, yaitu mba Icha atau akrab dipanggil Buncha. Namun begitu ketemu di Jakarta, kami berenam segera akrab dalam percakapan. Terutama blogger daerah karena kami nginap di satu hotel yang sama.

Satu lagi blogger dari Joga adalah perempuan, namanya Retno dan kami pun mulai ngobrol. Saling follow sosmed masing-masing, hahahaa. Trus kepo dong.

Dari WAG itu pula kami berenam pemenang blog baru tahu kalo acara penghargaan adalah tanggal 21 Agustus. Jadi kami semua akan mendapat fasilitas tiket pesawat dan menginap di hotel yang udah disiapkan oleh pihak Kemenkes.

Hari Senin tanggal 19 Agustus, rencana jam dan bandara keberangkatan udah digulirkan di grup. Mbak Talitha menanyakan apakah kami udah cocok dengan jadwal yang dibuat oleh pihak Kemenkes?

Saya sekadar cek jam dan bandara, lupa kalo pengen jalan-jalan dan extend dulu di Jakarta. Jadi saya dapat jam berangkat dari bandara Ahmad Yani pukul 11.35 wib. Sementara pulangnya dari bandara Soekarno Hatta pukul 13.25 wib.

Enggak hanya saya sih, yang lain juga menjawab oke aja dengan jadwal terbang yang diatur panitia. Trus waktu nyampe di hotel baru deh nyesel datang ke Jakarta cuma mager aja di kamar hotel. *hiksss.

Saat itu juga kami mendapat informasi seputar acara Malam Penghargaan Publikasi Berita Kesehatan di Media Massa dan Media Sosial Kementerian Kesehatan. 

Info lainnya adalah seputar hotel yang menjadi tempat kami nginap, yaitu di Royal Hotel Kuningan. Kemudian soal dresscode karena barengan dengan suasana Hari Kemerdekaan RI, kami diharapkan menyiapkan baju daerah.

Aslinya sih pengen pakai baju dari daerah Lampung. Tapi repot banget mesti sewa, sementara waktu nya juga udah mepet. Persiapannya barengan dengan saya juga ada keperluan untuk urusan keluarga. Akhirnya saya pakai kebaya panjang warna ungu.


Baju daerah sesuai asal kota pemenang

Hari Keberangkatan Tanggal 21 Agustus ke Jakarta

Begitu pesawat mendarat di bandara Soetta, saya hidupkan ponsel. Dan notif di WAG pun bermunculan. Staff Kemenkes, Mbak Talitha yang ngurusi pemenang lomba blog beberapa kali menanyakan posisi kami. Ya gimana juga kami berlima datang dari berbagai daerah. Hanya Retno dan Mas Bambang yang berasal dari satu kota dan satu penerbangan. 

Sementara saya sendirian seperti juga dua teman lainnya, yaitu Alfian dan Miko. Namun saya senang saat bertemu Alfian di gate 5  terminal 3 bandara Soetta. Kami berdua sempat menunggu Miko yang udah naik skytrain. Karena memang rencana awal kami akan menggunakan kereta bandara menuju hotel.

Namun karena peserta yang dari Jogja, pesawatnya delay dan baru terbang pukul 14.00. Kami bertiga memilih berangkat dulu ke hotel. Pilihannya ada pesan Grab karena lebih praktis. Kalo naik kereta bandara, dari Soetta kami nanti akan turun di stasiun Soedirman Baru. Trus ganti naik Grab lagi. Mending langsung aja naik Grab dari bandara.

Alhamdulillah perjalanan lancar dan tidak terjebak macet. Seperti yang dikhawatirkan oleh pihak staff Kemenkes, sebisa mungkin kami harus sampai dihotel sebelum rush hour. Jadi dari bandara kami melihat jarum jam menunjuk angka 15.05. Perjalanan menempuh waktu sekitar sejam deh. Sementara rombongan dari Jogja juga udah dalam perjalanan ke hotel.


Istirahat dan Persiapan di Kamar 201 Royal Hotel Kuningan


Saya berharap pengen rebahan gitu, karena tadi di bandara jalannya lumayan jauh juga. Dari terminal kedatangan gate 22 berjalan menuju gate 5 di terminal 3. Ada rombongan bapak-bapak naik Golf Car, tapi saya gak paham naiknya dari mana. Hahahaa. Nanti untuk artikel berikutnya akan saya tuliskan kalo bisa naik Golf Car ini dan gratis loh.

Begitu menerima kartu kamar masing-masing saya agak terkejut sih. Karena ternyata kami mendapatkan fasilitas satu kamar untuk setiap pemenang. Wah semoga sih aman aja ya tidur sendiri. Karena saya punya pengalaman nggak enak waktu tidur sendiri saat famtrip di satu kabupaten di Jawa Tengah. 

Saya mendapatkan kamar di lantai 2, sementara Alfian dan Miko di lantai 11. Mereka kocak banget deh waktu tahu kamar nya ada di lantai 11. Terutama si Alfian, anak Lombok yang selalu melontarkan celetukan lucu.

"Sampai jumpa ya mbak, orang ganteng emang selalu dapat kamar di lantai 11," Begitu salam perpisahan waktu kami mau masuk lift barengan. Gokil banget pokoknya anak ini.

Kamar hotel yang saya dapatkan luasnya sekitar 20 meter lebih, cukup luas buat shalat dan gerakin tubuh setelah lelah di perjalanan. Tempat tidurnya king size single bed. Wah saya bisa bebas menguasai bed nih semalaman sampi pagi.



Saya cuma punya waktu duduk sebentar di kursi sambil selonjoran. Nggak lama sih, cuma lima menit karena ingat belum menyiapkan kebaya dan perlengkapan lain untuk acara malam penghargaan di kantor Kementerian Kesehatan.

Apalagi mba Talitha udah wanti-wanti agar kami sebisa mungkin siap di loby pukul 17.00 wib. Sempat kaget juga karena belum bersihin muka dan badan. 

Saya segera mandi setelah naruh pakaian di hanger dalam lemari. Sandal, tas, dan peralatan ngelenong udah siap juga. Tapi sebelumnya saya tulis pesan ke keluarga kalo udah aman di kamar hotel. Udah mau prepare acara malam di kantor Kemenkes. 

Momen Istimewa Menjadi Tamu Kementerian Kesehatan

Akhirnya sesuai kesepakatan antara peserta dan mba Talitha, kami akan siap pukul 18.00. Karena bus yang akan membawa peserta dari hotel akan berangkat pukul 18.10 wib. Saya sih udah siap sebelumnya karena mau shalat maghrib dulu baru nanti turun ke loby.

Menurut info dari mba Talitha, malam penghargaan rencananya akan dimulai dengan registrasi pemenang dan tamu undangan, dinner, baru kemudian acara inti.

Lokasi hotel menuju kantor Kementerian Kesehatan cukup dekat, jarak tempuh sekitar 30 menit kayaknya. Begitu tiba di depan gedung, kami diminta registrasi di meja khusus pemenang lomba di sisi kiri. Untuk tamu undangan ada di sebelah kanan. Mungkin maksudnya untuk memudahkan pengelompokan aja.


Dari kiri ke kanan :
Retno, Miko, Alfian, dan Bambang

Nggak pakai antri juga waktu registrasi, karena kami datangnya termasuk telat. Pukul 18.30 baru nyampe gedung. Kemudian setelah registrasi diminta masuk dan langsung makan malam. 

Menunya enak semua, tapi sayangnya nggak sempat foto-foto. Keburu lapar karena gak sempat makan siang. Hahahaaa, ketahuan deh ngirit. 

Aslinya sih karena takut ketinggalan rombongan waktu di bandara. Trus mikirnya juga udah makan roti waktu di pesawat. Padahal pagi cuma sempat makan pepaya sepotong. Alhamdulillah masih kuat jalan di bandara dari terminal 22 menuju terminal 3.

Kami berempat sempat foto-foto, sayang banget Retno ketinggalan di lantai 1. Jadi fotonya emang jarang bisa komplit berenam, ada aja yang ketinggalan.

Acara malam penghargaan tergolong cepat, dari menyanyikan lagu Indonesia Raya disambung doa. Kemudian beberapa kata sambutan, salah satu di antaranya dari Ibu Niken.


Malam itu penghargaan diberikan pada :

1. Lomba Inovasi Pelayanan Publik
2. Kepatuhan Standar Interaksi Layanan, kategori :
- Tata kelola penyelenggaraan pelayanan publik yang efektif, efisien, dan berkinerja tinggi
- Pelayanan publik inklusif untuk memajukan kesejahteraan masyarakat
- Memajukan transparansi akuntabilitas, dan integritas dalam pelayanan publik
- Kolaborasi dalam kegiatan  penyelenggaraan pelayanan publik

3. Publikasi Berita kesehatan di media massa dan media sosial, kategori cetak, radio, dan blog 
4. Lomba video pendek cegah PTM dengan GERMAS
5. Lomba Foto Cegah PTM dengan GERMAS
6. Publikasi berita kesehatan di media sosial, kategori Televisi dan serta media sosial VLOG
7. Lomba Pejabat Pengelola Informsi dan Dokumentasi 




Saya dapat catatan dari staff Kemenkes, ini juga dari tim juri sih. Jadi tiap tahun Kemenkes mengadakan lomba publikasi kesehatan. Peserta dari semua instansi, perorangan, lembaga, yang peduli sharing informasi kesehatan. 

Tema lomba tiap tahun berbeda. Tahun kemarin temanya stunting. Sementara tahun ini temanya adalah GERMAS. Jadi kemarin setelah pembagian piagam penghargaan, kami dibisiki tips untuk bisa terpilih sebagi pemenang.

Pemenang Lomba Blog GERMAS
Tips agar bisa memenangkan lomba blog Kemenkes yaitu tulis pengalaman pribadi. Sesuaikan dengan tema, cermat di segi KBBI, penulisan lembaga harus bener, dan blog harus mobile friendly. Kemudian lakukan selalu self edit, baca lagi, dan lagi. Jangan cepat puas dengan apa yang sudah kamu tulis.

Acara nggak hanya pembagian hadiah, tapi juga ada hiburan dari band E'quates. Saya lupa siapa nama MC yang merangkap jadi penyanyinya. Acaranya asik, seru, menyenangkan dan bikin saya serta kelima pemenang lainnya jadi ketagihan.
Insyaa Allah tahun depan saya akan ikut lagi, dan semoga beruntung terpilih lagi menjadi pemenang. 

Oiya saya urutan pemenang lomba blog dari Pemenang 1, 2, dan 3, serta Harapan 1,2, dan 3 adalah : Retno, Miko, Bambang, Elisa, Alfian, dan Wati. Hihii, saya ringkas nama pemenang.

Oh Akhirnya Juara Harapan Tiga?

Ada loh yang nanya gitu via japri. Tapi saya jawab dengan sopan. Bisa aja kan karena temen saya ini menyangka saya bakal jadi pemenang 1, 2 atau tiga. Karena tahun lalu yang diundang hanya ketiga pemenang ini. Lantas nanyain, apakah saya kecewa mendapatkan hasil akhir sebagai pemenang bontot? 

Enggak sama sekali. Saya udah bahagia banget terpilih sebagai salah seorang pemenang. 

Urutan keberapa pun, fasilitas yang kami terima sama. Kecuali pemenang yang tinggal di Jabodetabek memang nggak mendapatkan fasilitas seperti kami yang dari derah.


Oleh-oleh untuk semua pemenang
yang hadir di acara Malam Penghargaan

Semua pemenang urutan berapapun, akan mendapatkan fasilitas sama. Tiket menuju kota Jakarta, kamar menginap di hotel, antar jemput dari hotel ke tempat acara, dan sebaliknya. Bahkan ada uang saku yang lumayan banget bagi saya sebagai blogger daerah. 

Menjadi tamu dengan predikat pemenang lomba di acara malam penghargaan Kementerian Kesehatan ini merupakan momen yang istimewa. Pengen tahun depan merasakannya lagi bila ada lomba blog. Karena pengalaman hadir menjadi salah seorang pemenang seperti ini baru saya alami pertama kali. Rasanya jadi nagih, semoga tahun depan bisa ikut lomba blog Kemenkes lagi. Dan beruntung menjadi salah seorang pemenang. Aamiin ya Allah. Kalian harus ikut ya, sampai jumpa tahun depan. Wassalamualaikum.

Dokumentasi :
- Pribadi
- WAG Pemenang Blog Kemenkes
Reading Time:

Senin, 18 Februari 2019

Blogging is My Passion, Ngeblog Ben  Rak Ngganjel
Februari 18, 2019 44 Comments


Assalamualaikum Sahabat. Blogging is My Passion, Ngeblog Ben  Rak Ngganjel kalo kata founder Gandjel Rel. Bagi saya sendiri, ngeblog itu ibarat suatu kegiatan yang menyenangkan. Penasaran, menyenangkannya seperti gimana? Yuk, lanjut baca yaaa.

Sebagai perempuan yang telah memasuki usia 40 tahun, saya dulu sempat bingung mau ngapain mengisi waktu di usia senja. Duhhh, bahasannya udah ngomongin usia senja.

Saat itu memang saya berpikir jauh, bagaimana bila udah pensiun? Apa yang harus saya kerjakan di rumah? Eh tapi saya nggak mau bekerja hingga usia 50 tahun lebih. 

Apalagi saat itu saya udah bosen banget menatap angka-angka. Pengen resign, tapi mau ngapain? Masa mau nonton drakor tiap hari, sambil nungguin paksuami dan anak-anak pulang kuliah? Membayangkannya aja udah bikin capek. 

Kalo udah biasa kerja, nganggur aja di rumah pasti bikin bosan. Apalagi pekerjaan rumah juga udah nggak sebanyak dulu. Si sulung udah jarang di rumah karena sibuk dengan kegiatannya. Suami sering keluar kota. Tinggal saya dan si bungsu yang pasti juga seharian di sekolah. 

Jadi saya bakal sendirian dong di rumah, hahaha. 


Menggali Kenangan Lama

Ketika itu lah saya teringat pada kegiatan di kala masih belia. Usia 16 tahun saya udah pernah mengirimkan naskah ke media lokal. Ada naskah pertama yang saya kirim di rubrik opini dan dimuat di harian Suara Merdeka. 

Senang? Iya dong, namanya masih pelajar berseragam abu-abu dapat duit. Langsung deh duitnya buat traktir sepupu dan teman akrab. Juga untuk membeli sepatu olah raga untuk sekolah. Senang banget karena bisa beli sepatu dari duit sendiri. Nggak minta orang tua.

Ternyata minat saya di dunia menulis itu berlanjut dua tahun kemudian. Saya mulai menulis artikel non fiksi untuk satu majalah remaja kala itu, yaitu MODE. Angkatan jadul pasti tahu lah dengan majalah ini.

Ada beberapa artikel non fiksi yang pernah dimuat juga di sana. Kala itu, sekitar tahun 1988 saya masih semester 5. Pengen banget bisa menghasilkan duit untuk tambahan saku. Yah bisa beli novel kesukaan atau majalah favorit.

Entah kenapa saat itu saya mudah banget nulis dan mengirimkannya ke majalah ibu kota dan dimuat. Hmm, bapak saya aja sampai bahagia melihat tulisan anaknya ada di majalah terkenal. Sampai dipamerkan ke seluruh sudut kampung, wkwkwkk.

Sayang sekali saat itu saya tidak memikirkan tentang pengarsipan karya yang dimuat di media. Jadi ya udah tinggal kenangan aja sekarang.


Merintis Hobi Menulis Lagi

Ternyata ketika saya ingin kembali menulis itu susah banget. Entah kenapa selalu mentok di paragraf awal. Atau paling tidak bisa sih sampai satu artikel, namun bikin saya eneg bacanya.

Nah kalo saya aja eneg untuk membaca, apalagi redaktur majalah. Ye kaaan?!

Tapi dasarnya saya orang yang nggak pantang menyerah. Jadi mulai deh memutar otak gimana caranya saya bisa menulis lagi dan menghasilkan karya yang bagus. Kalo bisa sih nembus media nasional seperti jaman masih belia dulu. 

Ya masa sih waktu belia imut-imut aja bisa nembus media nasional, sekarang udah dewasa kok nggak bisa. Senyum miris dalam hati.

Singkat cerita saya pun mulai bikin akun Facebook, karena pengen belajar menulis online. Tahun 2010 loh saya baru punya akun Facebook. Itu pun bikinan anak-anak. Wkwkwkk. Emak macam mana iniiih.

Dari sini lah saya mulai berkenalan dengan banyak penulis kece yang bikin saya berdecak iri kagum.

Kebanyakan pula usia mereka jauuuh di bawah saya. Ya ampuuun, saya salah alamat nih memulai belajar nulis di usia menjelang senja. Tapi setelah bergabung di salah satu komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis dan bertemu member serta ketua suku wilayah Semarang, minder saya terhempaskan.

Mereka begitu baik menerima saya seperti udah lama kenal. Waktu ikutan kopdar pertama itu lah, saya memantapkan hati untuk semangat belajar nulis. Apalagi cerpen karya pertama setelah hibernasi sekian puluh tahun, mendapat kritikan dan saran yang cerdas dari Mas Wiwin Wintarso. Tahu kan, beliau penulis tenar yang tinggal di Kota Semarang.

Cerpen itu pun saya edit kembali dan mengirimkannya ke majalah PARAS. Aihh, tak berapa lama, saya membaca kabar via email, kalo cerpen itu bakal dimuat. Girang donk saat itu. Alhamdulillah bersyukur karena akhirnya saya pun mulai lagi menorehkan sejarah di hidup saya. Punya karya di media nasional itu membanggakan. 

Eh lagi-lagi, bapak masih juga pamer majalah yang memuat karya cerpen saya kepada tetangga. Ya ampun, udah setua ini, tetap saja menjadi anak-anak di mata orang tua. Mereka tetap bangga dengan hasil karya anaknya, sesederhana apapun itu.

Ya kisah tentang dua artikel non fiksi dan cerpen yang pernah dimuat di majalah itu pernah saya tuliskan di blog ini. Ubek-ubek aja dengan label karya di media. Tapi saya udah merangkumnya di sini :

Silahkan baca : Semua orang bisa nulis dan masuk majalah


Hobi Jadi Profesi, Bisa kah?

Nah, ngomongin hobi nulis itu emang bikin seru. Karena berkutat lama di dunia menulis, tak serta merta bikin saya rajin menulis karya. 

Alasan sibuk kerja di kantor, bikin saya masih kesulitan mengatur waktu untuk menulis. Jadi biasanya saya menulis ketika anak-anak udah berangkat ke sekolah. Saya sempatkan menyalakan PC di rumah dan ngetik sebentar. 

Trus siap-siap ke kantor yang dekat sih dari rumah. Nanti ketika jam istirahat, selesai makan dan shalat, saya menulis lagi menggunakan PC kantor. Saya selalu bawa bekal dari rumah, jadi waktu istirahat saya sisa banyak. Nah ini saya gunakan untuk menulis.

Tapi lama kelamaan saya jadi ribet sendiri, kadang juga pas lagi istirahat malah diminta laporan karena buyer di Tiongkok minta salinan orderan. Ku kan jadi nggak bisa konsisten nulis.

Apalagi saat itu saya mulai melirik blog sebagai media latihan nulis. Asik kayaknya, bisa mulai menulis dan menjalani proses selanjutnya dari editing, sampai menayangkannya. 

Ya, saya pun mulai beralih ke dunia blogging, tepatnya awal tahun 2012. Sejak saat itu saya keranjingan ngeblog. Dunia baru yang begitu menyenangkan dan bikin gairan menulis saya tak terbendung.

Tempat saya bisa curhat sekenanya tanpa ada yang melarang. Namun tetap menjaga kerahasiaan identitas diri dan keluarga. Nggak pernah juga upload foto KTP dan kartu pengenal lainnya.

Namun ternyata niat ngeblog ini tak sebanding dengan realisasinya. Blog saya masiiih saja terisi beberapa artikel untuk setahun. Baru lah akhir tahun 2014 saya pulang dari haji dan memiliki segudang kisah penuh kenangan. Saya ingin membagikannya pada pembaca blog ini. Saya pun menuliskan kisah haji saya dan suami dalam label ibadah haji.

Silahkan dibaca : Ibadah Haji

Kalian bisa menemukan kisah saya saat bertemu malaikat dari Depok.  Atau kisah saya menemani perempuan usia 80 tahun mabit di Muzdalifah, dan kami tertidur pulas di lautan pasir.


Gabung dalam Komunitas Gandjel Rel


Ketika saya mendengar akan ada komunitas blogger perempuan di Semarang, serta merta langsung daftar menjadi member. Hahahaaa.

Ada lima blogger perempuan kece yang menggagas sebuah komunitas di Semarang. Komunitas ini diniatkan untuk mewadahi blogger perempuan yang tinggal di Semarang dan sekitarnya. Komunitas dengan mengambil nama salah satu oleh-oleh khas Semarang, yaitu Gandjel Rel.


BlogChallengeGandjelRel
Dokumen pribadi
Kelima founder komunitas Blogger perempuan di Semarang adalah Mbak ketua Uniek yang udah menjadi blogger hits seantero nusantara. Kemudian ada Rahmi Aziza, Wuri Nugraeni, Dewi Rieka, dan si bungsu kesayangan kami, Mbak blogger kantoran Lestari. 

Dari ide kreatif mereka berlima, terwujud lah komunitas blogger perempuan di Semarang. Selama nyaris empat tahun ini, Gandjel Rel mampu menaungi blogger perempuan yang tinggal di Semarang dan sekitarnya. Bahkan ada juga member Gandjel Rel yang masih aktif ngobrol di WAG meski mereka udah pindah ke lain kota. Mungkin enggan meninggalkan komunitas kompak ini.

Silahkan baca : Melindungi Anak Dari Kekerasan Fisik dan Verbal

Apalagi saya sesekali diajakin datang sebagai blogger dan meliput acara peresmian kantor baru atau launching produk dari brand ternama. Seneng banget lah. Merasa menjadi orang penting yang pertama tahu ada produk baru sebelum masyarakat umum tahu.



Hadir dalam acara forum
komunikasi BNN dan netizen 
Jalan-jalan seru member Gandjel Rel berkunjung ke penerbit di Jogja. Sharing kepenulisan buku, juga tentunya belanja buku dong, hihiii.



Saya udah sering mengikuti event yang diadakan oleh komunitas Gandjel Rel. Nggak usah saya tulis berapa kali ya, saking banyaknya event yang saya ikuti.

Bagaimana saya bisa mengikuti banyak event atas ajakan Gandjel Rel? Yuk saya bagi tips agar mendapat ajakan kerjasama event bareng brand atau lembaga :


1. Konsisten


Artinya ketika saya udah daftar saat ada pengumuman kopdar, bisa ajakan kerjasama dengan brand, atau kopdar berbagi blogging, saya usahakan untuk hadir.  Misal nggak bisa dan udah terlanjur daftar, gimana dong? Ya bilang pada Penanggung jawab event tersebut kalo nggak bisa hadir dan ungkapkan alasannya.

Kemudian hadir tepat waktu, jangan sampai terlambat molor hingga setengah jam. #eh


2. Penuhi Kewajiban 


Udah diajakin hadir dalam event, pasti ada kewajiban yang harus dipenuhi oleh blogger. Biasanya sih share tentang acara di media sosial dengan menggunakan hastag tertentu. Seringnya juga harus menuliskan materi acara sesuai yang menjadi kewajiban dalam bentuk blogpost.

Nah, kalo udah ada ketentuan batas DL satu blogpost, mesti dikerjakan dong. Jangan suka menunda-nunda karena ini akan berdampak untuk kepesertaan kita dalam event berikutnya. Kalo pekerjaan kita memiliki track record bagus, pasti brand atau pihak pengundang akan senang untuk mengajak kerja sama lagi.

3. Jaga Etika Saat Acara

Menjadi tamu tentu nya kita harus menjaga adab yang berlaku di negri ini. Layaknya acara lain, menjadi blogger yang diundang menghadiri event tentu harus tampil rapi tapi nggak berlebihan.

Artinya tampil dengan pakaian yang rapi dan sopan. Jaga sikap saat dalam acara. Menjaga sikap ini banyak sih, seperti tidak ribut sendiri selama acara. Memperhatikan pembicara atau nara sumber yang sedang sharing materi. Menjaga sikap ini bentuk hormat kita juga sih. 

Nah, selama ini saya melihat, ada loh blogger yang suka mengajak narasumber bicara ketika waktu istirahat makan. Sepengetahuan saya, orang kalo sedang makan alangkah bijaknya jangan diajak bicara, apapun alasannya. Kecuali emergency ya. Yang diajak bicara dokter ahli, dan ada keadaan darurat yang menyangkut nyawa.


4. Menanyakan Fee, Bolehkah?


Ada loh yang tanya fee ketika diumumkan bakal ada event blogger. Seperti juga dunia kerja kantoran, blogger pun harusnya jangan nanya fee kalo itu merupakan undangan dari komunitas. Nggak usah ditanya, biasanya admin komunitas akan memberitahukan bila undangan tersebut ada fee nya ataupun tidak ada fee.

Bayangkan ya, kalian kerja di kantor dengan pimpinan baru. Tiba-tiba kalian maju langsung dan bertanya, berapa gaji yang akan kalian terima. Nggak lucu banget sih kalo saya bilang. 


5. Menulis lah Yang Baik


Artinya jangan sadur begitu saja isi press release. Kreatif dong kakaaak!

Menjadi blogger adalah sebagai pekerja kreatif. Sudah seharusnya kalian belajar untuk menulis yang kreatif. Press release itu isinya kaku, nggak bisa lentur kayak pembicaraan dari narasumber. #kayak permen karet

Ya, coba aja bagi kalian yang udah sering mendapatkan press release, bisa dong membedakan mana tulisan yang asik dibaca. Intinya tuliskan sesuai isi press release namun dengan menambahkan beberapa materi yang disampaikan oleh narasumber. Bisa aja disisipkan candaan yang muncul dari narasumber maupun peserta yang hadir.


6. Isi Buku Tamu

Jangan lupa isi buku tamu ketika hadir dalam event yang diadakan oleh brand atau lembaga. Maksudnya adalah untuk menandakan kalian memang masuk dalam undangan. Emang ada blogger hadir tapi aslinya dia tidak mendapat undangan? Ada dooonk, saya udah mengantongi nama mereka, hihii.



Ulang tahun Ganjel Rel ketiga di Herborist
Pict by WAG Gandjel Rel
Udah komplit deh curhat saya selama menjadi member komunitas Gandjel Rel. Semoga Gandjel Rel makin sukses, menjadi wadah bagi blogger perempuan yang tingal di Semarang dan sekitarnya. Semua founder dan juga member maju bersama menjadi blogger yang berkualitas dan memiliki etika di dunia maya maupun dunia nyata. Semoga komunitas kita tetap kompak, selalu berbagi inspirasi, dan juga konsisten ngeblog. 

Yuk, tambahkan juga list do or don't agar mendapat ajakan kerjasama dengan brand atau lembaga dalam satu event blogger. Mohon maaf apabila ada pihak yang merasa  tersinggung. Tulisan ini menjadi reminder juga untuk saya, agar bisa memperbaiki diri pribadi untuk menjadi blogger profesional. Yang penting ngeblog ya, ben rak ngganjel. 

Happy birthday Gandjel Rel, sukses selamanya yaaa. Nggak sabar menanti selebrasi ulang tahun Gandjel Rel yang keempat nanti tanggal 23 Februari 2019. Aslinya sih Gandjel Rel lahir tanggal 22 Februari 2015. Namun dengan berbagai pertimbangan, syukuran ulang tahun mundur sehari. Sampai jumpa pada selebrasi ultah Gandjel Rel ya, Sahabat. Wassalamualaikum.




Tulisan ini disertakan dalam #BlogChallengeGandjelRel Parade 4th Gandjel Rel Pekan 3
Reading Time:

Kamis, 20 Desember 2018

Target Blogging ala Hidayah-art, Optimasi Ngeblog
Desember 20, 2018 32 Comments
hidayah-art

Assalamualaikum Sahabat. Target Blogging ala Hidayah-art, Optimasi Ngeblog hingga belajar bikin infografis. Apakah bakal terwujud, semoga ya dengan semangat tahun baru 2019 yang akan datang.

Sebagai blogger sudah seharusnya saya upgrade pengetahuan tentang teknis ngeblog. Bukan hanya menulis, menyisipkan gambar, dan menayangkan artikel di blog. 

Salah satu kegiatan blogging yang bikin saya makin semangat adalah, ikut meramaikan #BPN30DayChallenge yang bikin semangat. Nggak mudah loh mengikuti tantangan ini dari awal, dengan segudang kegiatan offline sebagai blogger.

Yup, bulan Nopember ketika ada info tentang challenge menulis dari Blogger Perempuan, saya ragu. Tapi saya juga penasaran, ingin menantang diri sendiri, apa bisa menulis setiap hari dengan tema yang sudah ditentukan.

Namun saya kembali menantang diri sendiri. Saya justru harus berani menjawab tantangan menulis. Alasannya adalah, tema sudah ada dan itu merupakan hadiah bagi seorang blogger. Kan selama ini beberapa blogger selalu mengemukakan nggak ada ide menulis ketika blog nya sepi dari order job. *eh

Jadi saya semangat aja mengikuti challenge ini. Apalagi banyak teman saya yang juga ikut. Banyak teman makin banyak support semangat kaaan?

Nah, setelah berani menerima dan menjalankan tantangan menulis selama 30 hari. Saya jadi semangat juga ingin mengisi blog ini dengan target tertentu.

Apa aja sih target  menulis di tahun 2019 nanti?

- Konsistensi Ngeblog 1 Minggu 3 Artikel

Setelah mengikuti tantangan 30 hari menulis blog, sudah saatnya saya kembali rajin menayangkan artikel dengan konsisten. Waktu awal bikin TLD blog ini, saya mampu menayangkan artikel sebanyak 3 hingga 5 setiap minggu. Jadi sebulan saya bisa menayangkan 12 sampai 20 artikel.

Saya melakukan itu karena ingin menaikkan nilai DA saya dalam periode waktu selama 6 bulan. Dan alhamdulillah, kurang lebih 6 bulan setelah rajin post artikel, DA/PA saya bisa mencapai angka 20/29. Sekarang DA saya udah tiga bulan ini konsisten di angka 35/41. Gemes deh nggak mau naik lagi, hihiii.

- Menaikkan Page View

Blog saya udah berusia 3 tahun lebih. Namun page view saya udah 6 bulan ini menurun. Saya nggak tahu penyebabnya. Makanya saya mulai lagi rajin BW, agar page view bisa naik lagi seperti tahun lalu, mencapai 10k. Bahkan pernah juga mencapai 20k per bulannya.

Cara yang saya lakukan tentu dengan menulis artikel organik, seperti jaman dulu. Saya udah punya tema, ide, dan foto untuk pendukungnya. Tinggal dikembangkan aja menjadi satu post blog di tahun depan.

Cara lainnya adalah dengan selalu menitipkan artikel terbaru di webmaster tool. Saya sebelumnya selalu naruh link di fetch as Google, dan lumayan sih page view setelah melakukan hal ini.

- Belajar Infografis

Ini masih jadi PR besar saya, karena susah banget belajar infografis. Saya udah meminta tolong seorang teman, agar membuka kelas belajar infografis. Cuma memang butuh waktu agar banyak teman yang bisa mengikuti kelas ini. Berbayar pun saya bersedia aja.

- Share Blog di Sosial Media

Yes, beberapa bulan ini saya jarang share artikel yang baru tayang di sosmed. Paling cuma saya share di wall sosmed saya, seperti di Fb atau Instagram. Tapi saya juga share di Twitter, yang ini cukup rajin karena hampir setiap hari saya lakukan.

Mulai sekarang dan nggak nunggu tahun depan saya mesti rajin share artikel blog di grup yang saya ikuti. 

- Mengoptimalkan Blog Keluarga


Oh iya, saya punya blog baru dan masih berusia empat bulan. Sayang karena kesibukan, saya kadang nggak sempat mengelola blog ini. Silahkan yuk dikunjungi blog www.doyanplesir.com yang rencananya menjadi blog keluarga.

Saya punya mimpi akan menuliskan cerita jalan-jalan keluarga saya di doyanplesir. Dan impian saya lainnya adalah, tiap anggota keluarga bisa menuliskan cerita jalan-jalan dengan versi masing-masing. 

Namun sementara ini baru saya dan si sulung yang udah mengisi blog keluarga ini.

Semoga semua rencana dan target blogging ini bisa saya wujudkan pada tahun 2019. Kalian udah menuliskan resolusi blogging di tahun depan? Share yuk di kolom komentar. Saya juga pengen tahu dong impian kalian. Makasiiih udah bersama saya di blog ini. Wassalamualaikum.

Reading Time:

Rabu, 12 Desember 2018

 Resign Demi Menjadi Blogger Fulltime, Worth It?
Desember 12, 2018 49 Comments


hidayah-art.com

Assalamualaikum. Resign Demi Menjadi Blogger Full Time, Worth It? Kamu udah tahu kan Blogger? Sebutan pada seseorang yang melakukan kegiatan di dunia digital dengan menuliskan kegiatan hariannya, atau pengalaman nya dalam media blog.

Nah, saya sudah menjadi blogger sejak tahun 2012. Membuat blog dengan bantuan anak-anak, yang ceritanya sudah saya tuliskan di artikel berikut ini :

Kisah di Balik Nama Blog hidayah-art

Namun saya baru beli domain bulan Maret 2015, menjelang resign dari tempat kerja yang udah 26 tahun saya jalani.

Salah satu alasan resign adalah ingin bisa full time ngurus blog. Tentunya saya kerjakan setelah ngurus rumah udah beres dong. Dan alasan lain adalah, saya galau tiap melihat teman-teman blogger bisa bebas hadir dalam satu event.

Oh iya, saya pernah menolak tawaran gabung event blogger salah satu produk gawai terkenal. Padahal blogger yang diajak gabung, dapat satu gawai dan diajakin keliling kota Semarang. Waktu itu saya tolak karena bingung mau mengajukan cuti pada pakbos di tempat kerja. Soalnya saya abis ambil cuti, hihiii.

Sejak resign pula saya mulai rajin mengikuti event ketika ada undangan dari brand. Namun Kota Semarang belum seramai Jakarta sih untuk urusan gathering yang melibatkan blogger. Tapi setiap bulan saya sering menghadiri gathering.

Jangan nanya soal fee yang saya dapatkan. Karena tidak semua gathering yang saya hadiri, juga memberikan fee. Memang sejak awal ngeblog tuh saya juga nggak money oriented sih. Karena niat awal ngeblog adalah ingin bisa menuliskan pengalaman hidup. *Ciyeeee.


Blogger full time
Andai masih kerja, mana bisa ikut event keren
bareng Dinas Kesehatan Kota Semarang
Saya menganggap hadir dalam event undangan brand, entah itu dapat fee atau pun tanpa fee, sudah bikin hati saya senang. Pertama, saya bisa bertemu teman-teman yang menggeluti bidang yang sama. Saya bisa nambah wawasan dan menjadi orang yang pertama tahu sebelum masyarakat luas menerima informasi seputar produk atau jasa dari pihak pengundang. 

Dan tentunya ini bisa jadi me time di sela kesibukan mengurus rumah dan keluarga. Asik kaaan?!

Tapiii ... ada yang bilang, kalo saya tuh belum sepenuhnya dianggap blogger full time. Alasannya adalah :

  • Masih mengandalkan penghasilan dari usaha lain. Bisa dari suami ataupun dari usaha yang saya geluti saat ini, yaitu jualan tupperware.
  • Belum konsisten dengan konten yang dipilih. Namun saat ini saya berusaha mengelola blog lain dengan niche traveling. 
  • Penghasilan dari blog belum konsisten. Ya iya lah, karena tiap bulan saya kadang bisa mendapatkan penghasilan lebih dari gaji jaman masih kerja. Namun pernah juga nggak ada penghasilan dari blog selama sebulan. Hiksss.
  • Masih suka menolak undangan karena alasan tertentu. Boleh dong saya menolak ketika tidak cocok dengan tema event atau alasan lain. Bagi saya menghadiri undangan gathering itu ketika urusan rumah dengan segala perniknya udah beres. Nggak mengganggu kegiatan saya sebagai anak dan menantu yang sesekali menemani ibu dan ibu mertua terapi di rumah sakit. Yesss, saya belum dianggap fulltime blogger karena sesekali pernah menolak ajakan hadir dalam suatu event.
Sebenarnya kalo urusan penghasilan saya nggak begitu memikirkannya sampai pening. Karena kegiatan sebagai blogger kepengennya menjadi sebuah me time namun menghasilkan.

Untuk urusan pemenuhan materi keluarga, kan ada suami yang udah mencukupinya?! Penghasilan saya selama ini terserah mau buat diri sendiri maupun untuk orang tua, keluarga, atau ditabung. 

Suami nggak pernah nanya saya dapat nominal berapa ketika ada job nulis atau hadir dalam satu event. Apalagi minta ditraktir, hahahaaa.

Kalo dari pengakuan suami dengan kegiatan saya sebagai blogger, dia senang karena saya memiliki kegiatan yang positif. Meski di rumah, masih bisa berkarya di bidang yang menjadi passion saya selama ini yaitu menulis.

Bahkan suami sering loh membanggakan kegiatan saya sebagai karir yang menjanjikan. Katanya, jadi blogger itu menyenangkan kalo melihat kegiatan saya selama ini. Dapat goodie bag, duit, hadiah kalo menang live twitt, dan lainnya. Tapi dia juga menambahkan info kalo setelah event, saya harus berkutat dengan draft dan menjadikan artikel yang menarik. 

Walaaaah, suami saya udah jadi jurkam yang handal gara-gara beristrikan blogger. 

Nah, saya masih asik ngeblog hingga hari ini karena merasa menemukan passion yang menggairahkan. Menjadi blogger bikin hidup saya makin berwarna. Nggak perlu lah saya ceritakan semuanya di sini. Kalian mending baca deh semua artikel saya, pasti bakal tahu mengapa saya masih krasan menjadi blogger.

Namun karena ingin profesional, saya tetap belajar banyak hal yang menjadi support profesi blogger. Sebagian udah saya tuliskan juga di blog ini. Kepoin dong, agar trafik blog ini nambaaah. Makasih juga yang udah sering blogwalking di sini yaa. Tanpa kalian, saya nggak ada artinya.

Nah, ngomongin fulltime blogger, saya tuliskan ya sharing tentang hal ini. 

Saya ingin sharing seputar usaha menjadi blogger full time :

- Bebas Ikut Event Tanpa Ijin Perusahaan

Blogger full time
Kalo ngga resign, mana bisa
ikut famtrip kayak gini
Ya iya lah, namanya udah resign dan menjadi insan merdeka *uhuyyy ... saya cukup meminta ijin paksuami tiap ada undangan gathering di mana pun lokasinya. Ini penting banget, karena pengen dong mendapat ridhonya suami dalam setiap kegiatan di luar rumah.

Menjadi pekerja freelance juga bikin saya memiliki banyak peluang bisa menghadiri undangan event. Jadi, saya sering dicolek ketika komunitas di Kota Semarang butuh buzzer untuk promosi sebuah event. Asiiik kaaaan?!

- Dikenal Tukang Jalan-Jalan

Sebagai blogger yang tergabung dalam komunitas blogger Deswita, saya beberapa kali diundang untuk mengenalkan tempat wisata. Dari sini saya sudah mengunjungi beberapa desa wisata dan destinasi wisata di Jawa Tengah.

Ada di blog ini artikel yang mengisahkan kegiatan saya dan teman-teman sebagai blogger desa wisata. Kegiatan kami itu hadir saat ada forum komunikasi desa wisata di Jawa Tengah.

Silahkan baca artikel berikut :


blogger full time

Wisata Hits di Kabupaten Brebes Yang Wajib Kamu Kunjungi

Karena kegiatan ini saya dikenal oleh teman-teman di luar komunitas blogger sebagai tukang jalan-jalan. Padahal kiprah saya belum seperti travel bloger lainnya. Tapi ucapan mereka merupakan doa kan, jadi ya diaminkan aja.


- Lebih Banyak Punya Waktu Mengelola Blog

Tentu dong saya punya banyak waktu untuk mengelola blog. Nah, blogger itu nggak sekedar nulis artikel untuk blog yang dimilikinya. Banyak orang di luar blogger yang mengerti seperti apa sih job deskripsi blogger itu?

Selain menulis dan posting artikel di blog, blogger memiliki kewajiban dengan menyambangi blog lainnya. Meski sebagain blogger menganggap kegiatan ini tidak wajib. Tapi banyak sih yang menganggap kegiatan blog walking ini wajib dan dibutuhkan. 

Alasannya banyak dari menaikkan traffik pengunjung blog, menemukan ide menulis, mengenal lebih banyak blogger di luar sana, dan lainnya.


- Punya Waktu Belajar Teknis Blogging 

Blogger full time
Serius loh, kami sedang belajar
Eh tapi ini juga tergantung niat sih. Karena ada kok blogger yang punya waktu luang banyak namun giliran diajakin belajar teknis ngeblog, pada mundur teratur. *julid banget sih,wkwkwkk.

Kalo saya suka setiap ada ajakan belajar. Nggak peduli misal ada yang nyinyir, belajar terus, kapan prakteknya, hahahaaa. 

Karena bagi saya, belajar itu juga sambil silaturahmi, kopdar, dan jadi reminder. Nggak apa kalo belajarnya rajin, kan temanya juga beda.

Kalo kalian, selama ini menganggap diri sebagai Blogger Full Time atau Blogger Part Time? Apa aja yang menjadi alasan kalian memutuskan hal itu? sharing yuk. Wassalamualaikum.
Reading Time: