My Mind - Untaian Kata Untuk Berbagi: Tempat Makan
Tampilkan postingan dengan label Tempat Makan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tempat Makan. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Mei 2023

Nyobain Kulineran di Warung Makan Iga Bakar Pak Wid Boyolali
Mei 08, 2023 34 Comments

Assalamualaikum Sahabat Kulineran. Para pemudik ke daerah Jawa Tengah, dan melintas Kota Boyolali, bisa jadi mampir ke salah satu tempat makan iga yang rasanya udah kondang endeess surendess. Tempat makan yang menyajikan menu berbahan daging sapi yaitu iga bakar dan yang lainnya.

Jadiii, di Boyolali nggak hanya ada soto seger, ayam goreng kampung, sambel tumpang aja yagesyaaa. Tapi juga ada warung makan Iga Bakar Pak Wid. Udah terkenal dan legendaris sih ini karena selalu jadi tujuan kuliner bagi warga Boyolali serta orang luar daerah tersebut yang kebetulan melintas. 

Kapan Makan Iga Bakar di Warung Iga Bakar Pak Wid Boyolali?

Tiap kali ke Boyolali keluarga suami, adik ipar dan suami saya suka saling ledek. 

"Yok mampir iga bakar,"

"Ntar deh pulangnya aja. Tapi jangan makan kenyang di rumah bulik atau budhe,"

Tapi selalu ada alasan hingga kami nggak jadi mampir makan di Warung Iga tersebut. Kalo nggak karena perut masih kenyang, atau belum saatnya jam makan. Eh, sama aja ya alasannya. Hehehee.

Cuma emang seringnya karena kami udah kenyang abis silaturahmi di rumah kerabat di Boyolali. Atau karena memang nggak sedang melintas di dekat warung tersebut. Rumah famili suami kebanyakan lokasinya ada di kawasan Sunggingan, Banaran, dan Karang Kepoh. Dan kawasan itu memang belum nyampe di jalan yang ada warung iga Pak Wid.

Akhirnya Mampir Makan di Warung Iga Bakar Pak Wid, yeayyy!!

Suatu hari paksuami cerita kalo sepulang dari meeting bareng klien, dia dan temannya makan siang di warung iga yang sering jadi perbincangan di grup keluarga. Waduhhh dia udah duluan nyobain iga bakar. 

Namun senangnya saya pun akhirnya diajak suami ke warung iga bakar yang udah kondang ini. Ceritanya momen ngikut kerja paksuami sebelum puasa kemarin, saya diajak mampir makan siang di Warung Iga Bakar Pak Wid yang lokasinya di dekat kawasan Simpang lima yang ada patung kudanya.

Sebenarnya sejak sebelum berangkat paksuami udah merencanakan ingin kulineran di Warung Iga Pak Wid. Kuliner legendaris yang nggak boleh dilewatkan ketika kalian sedang berada di Boyolali.

Warung Iga Pak Wid menjual berbagai menu olahan iga seperti iga bakar, iga goreng, iga rebus, iga penyet, dan iga gongso.

Warung yang terletak di pojokan tak jauh dari patung kuda di Boyolali ini dari segi fisik bangunan cukup kecil dan sederhana. Dengan eksterior dari bambu, kesan homy langsung terasa. 

Memasuki warung, sejumlah kursi kayu berjajar menyambut pembeli. Oia di bagian depan warung ada pengamen yang menyajikan lagu-lagu favorit kebanyakan pengunjung. Nanti seusai makan dan pulang, kalian bisa mengisi donasi untuk mereka.

Mengingat harga iga cukup mahal, pemilik warung ini memberi pilihan porsi besar dan porsi kecil. Jadi pengunjung bebas memesan porsi iga sesuai kemampuan isi dompetnya.

Sesuai nama warungnya, tentu saja pilihan terfavorit di sini adalah Iga Bakar. Saya dan suami memilih iga bakar porsi besar, agar puas tentunya, hahahaa.

Sepiring Iga Bakar akan disajikan dengan sambal serta semangkuk kuah seperti sup bening untuk menetralkan gurih legitnya iga. Begitu digigit empuknya daging berpadu beragam rempah langsung memenuhi mulut.


Cita rasa iga di warung ini sangat lezat dan menggoyang lidah. Bumbu yang digunakan sangat meresap. Terlebih dagingnya juga empuk, lumer gitu. Pantas aja ya warung iga ini sangat populer di Boyolali.

Menu lain yang tak kalah lezat adalah Iga Gongso. Menu yang pernah dipesan suami saat makan siang bersama relasinya ini benar-benar membuat lidah berdansa. Kata suami, lidahnya nggak bisa berhenti bergoyang karena semua bumbu berpadu dengan citarasa pas, gurih, manis dan pedas. Di piring saji, kalian akan menemukan potongan cabai serta bumbu-bumbu yang membalut potongan iga yang menggugah selera.

Bagi penyuka pedas, bisa jadi level kepedasannya masih kurang. Kalo suami bilang sih rasa pedasnya untuk lidahnya udah pas, nggak kepedesan tapi juga nggak kurang pedas. Sayangnya suami nggak kebiasaan foto makanan sebelum dinikmati, jadi ya saya pun membayangkannya aja. Gemesh banget sih.

Lokasi Warung Iga Bakar Pak Wid

Lokasi warung Iga Bakar Pak Wid berada Alamat: Jalan Merapi No. 1, Pulisen, Siswodipuran, Bayanan, Siswodipuran, Kec. Boyolali, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Kalian akan menemukan warung tersebut dari jalan utama, dekat pasar Boyolali. Yang paling mudah ancer-ancer nya tuh dekat patung kuda besar di bundaran Simpang Lima (kwarung terletak di samping kiri nya patung kuda). 

Soal harga, tentunya harga menu iga di warung makan ini sangat terjangkau mulai Rp 35 ribu. Pesanan saya iga bakar porsi besar harganya 55 ribu, udah kenyang sampai jadinya ngantuk saat di jalan, hahahaa.

Untuk dapat menikmati kelezatannya, kamu bisa datang langsung ke Jalan Merapi No. 1, Pulisen, Siswodipuran, Bayanan, Siswodipuran, Kec. Boyolali, Kabupaten Boyolali. Warung Iga Pak Wid buka setiap hari mulai pukul 08.30 hingga 22.00 WIB. 

Saat saya dan suami datang, kondisi sedang rame tapi nggak sampai bikin saya nunggu lama. Kayaknya saya beruntung langsung dapat kursi begitu memasuki warungnya. 

Nungguin makanannya juga nggak lama, nggak sampai seperempat jam si mas karyawan udah menyajikan pesanan saya dan suami. Jadi kalo ada beberapa yang nunggu lama dari dapat kursi hingga pesanan makanan mereka, semoga tidak terjadi dengan kalian yagesyaaa.

Nah kalian bisa tuh kepoin Nurul Larasati Lifestyle Blogger yang dikenal dengan Blogger Depok ini memiliki artikel menarik, ada juga pengalaman Nurul saat kulineran di Jabodetabek dan kota-kota lainnya.

Bagi kalian yang udah pernah kulineran di Warung Iga Pak Wid di Boyolali, boleh loh nitip komentar. Bagaimana pengalaman kalian saat kulineran iga di sana. Bagi cerita kalian di kolom komentar yaaa. Wassalamualaikum.

Reading Time:

Selasa, 27 November 2018

5 Tempat Makan Favorit Keluarga Doyan Plesir
November 27, 2018 35 Comments


Tempat Makan

Assalamualaikum Sahabat. Saya punya rekomendasi 5 Tempat Makan Favorit Keluarga Doyan Plesir.  Tempat makan favorit ini ada di Kota Semarang dan sekitarnya. Karena kami memang suka dolan plus kulineran yang dekat tanpa memandang waktu dan jarak, hihii. 

Oh iya, kenalan dulu ya dengan Keluarga Doyan Plesir. Saya sengaja bikin website baru dengan niche Traveling. Isinya seputar cerita perjalanan kami sekeluarga. Yaitu saya, suami, dan kedua anak kami. Sementara ini baru saya dan si sulung, Milzam yang udah menjadi kontributor web doyanplesir.com nih. Pengennya kami berempat menjadi kontributor semua, hahaa.


Kisah awal saya bikin Website Doyan Plesir

Sejak masih pacaran, saya dan suami suka dolan dan kulineran. Begitu menikah, dan punya anak bayi pun kami tetap aja dolan. Yang dekat-dekat aja sih, seputar Bandungan, Gedong Songo, atau Solo. 

Jadi meski anak-anak lahir dan masih bocil pun sudah sering kami ajakin dolan. Kota Jogja, Purwokerta, Tegal, Cirebon, hingga pulau Bali sudah pernah kami sambangi.

Sayangnya dahulu masih motret pakai kamera yang mesti dicetak. Jadi ketika kami kurang pinter nyimpan hasil cetak foto, ya udah hilang deh rekam jejak dolan kami.

Begitu sosial media booming, kesukaan keluarga saya kulineran berasa ada wadah untuk nyimpen foto, hihiii.

Nah, dari pada nanti hilang lagi kan jejak dolan dan kulineran kami sekeluarga, saya pun berinisiatif bikin web khusus dengan nama Keluarga Doyan Plesir. Belum banyak sih tulisannya, namun lumayan lah untuk nambah blog lagi.

Udah kelar kenalan ya, saatnya saya sharing 5 Tempat Makan Favorit Keluarga Doyan Plesir. Berikut ini kelima tempat makan dan reviewnya :

1. Istana Mie

Tempat makan ini lokasinya ada di mall dan menjadi favorit kami serumah. Kebetulan tiap nonton bioskop tuh bawannya dari rumah mau makan di mall. Pilihan suami tuh selalu jatuh pada Istana Mie.

Alasannya adalah tempat makan ini menunya komplit. Dari menu paket ayam serta lauk pelengkap, Mie spesial dari Istana Mie, Nasi Goreng favorit anak-anak, sampai masakan kuah khas chinese food.

Kalo ditanya udah berapa kali kami makan di Istana Mie? Duhh, nggak bisa jawab saking seringnya.

Untuk masakan yang selalu kami pesan adalah Kwetiaw spesial yang isinya komplit. Ada fillet ayam, udang, bakso, kekian, telur, selain kewtiaw sendiri tentunya. Rasa dan porsinya saya suka karena pas dengan lidah, nggak keasinan. Sejak ikut program diet, saya mengurangi konsumsi garam. Jadi kalo masakan terlalu banyak garamnya saya pasti merasakannya.

Tempat Makan di Semarang

Selain Kwetiaw Spesial, ada lagi nih yang selalu jadi menu favorit. Yaitu Fuyung Hai dengan kuah yang seger dan panas. Cocok deh digunakan untuk buka puasa saat sedang di mall. Fuyung Hai di Istana Mie ini telurnya banyak, dengan isian udang, kepiting, daun loncang, kacang kapri hijau, wortel, kubis, dan tepung.


Tempat Makan

Untuk harga semua makanan wajar lah dengan posisi resto di mall. Apalagi porsi menu juga ukuran gede. Bisa untuk makan berdua. Ini juga yang bikin kami suka mampir makan di Istana Mie tiap kali bingung nyari makan di mall. Selain harga ramah kantong, halal, pelayanannya juga cepat dan ramah.

2. Langit Senja, Salatiga

Sebenarnya kami baru sekali ini menikmati sajian di Kafe Langit Senja. Kafe yang menjadi bagian dari restoran Bumi Kayom dan terletak di Salatiga ini menawarkan menu yang yummy. 

Namun begitu, tegukan pertama minuman dan sesendok makanan yang disajikan, mampu membuat kami jatuh hati.

Tempat Makan Bumi Kayom

Pertama kali kami pesan minuman Mocktail Missouri, saya langsung suka dengan kesegarannya. Ada rasa masam, sepertinya ada perasan jeruk nipis dicampur dengan soda. Ada bubble yang bisa meletus ketika digigit.

Sajian makanan so far juga enak sih. Semua piring tempat menu makanan kami licin, hahaha.

Suami pesan Chicken Katsu Curry, yang isinya nasi, ayam masak kari, plus telur ceplok setengah matang. Saus karinya pas banget, bumbu rempahnya nggak terasa pekat.

Pesanan si bungsu adalah Spagheti Cicken Mozarella. Saya sempat menyicipinya, dan rasanya creamy. Pantas aja si bungsu makan sampai habis seluruh topingnya.

3. Warung Pecel Keong Bu Tun, Rawa Pening

Kuliner Pecel Keong rasanya udah dua kali saya tuliskan. Aslinya sih kulineran di Bu Tun ini jadi primadona bagi saya dan suami. Menuju lokasinya juga dekat dari rumah. Bisa lewat Ambarawa, ataupun Salatiga. 

Bisa dibaca review komplit dalam artikel berikut ini, ada juga map lokasi kalo bingung mesti lewat mana. Baca di sini ya :


Sering makan di Warung Bu Tun karena rasa pecel keong yang nggak bau amis. Keongnya diolah dengan dimasak tumis pedas. Jadi isinya tuh nasi pecel sayuran, ditambah tumisan keong, yang diguyur pakai sambel kacang. Kalo pengen tambah mie goreng, bisa juga minta sama pegawai Bu Tun yang melayani.


Pecel Keong
seporso gini cuma 10 ribu
Harganya seporsi 10 ribu, udah bikin kenyang. Rasa sambel pecelnya yang mantap, tapi nggak pedes banget, cocok buat semua pelanggan. Cuma sayangnya kalo kesini tuh jangan weekend atau hari libur nasional. Pengunjung pasti luber sampai menggunakan tempat balai desa yang ada di sebelahnya. 

Kalo kesini saat weekdays itu favorit banget. Saya bisa menikmati makan nasi pecel keong tanpa melirik calon pembeli yang berdiri di sebelah saya, hahaahaa. Nggak enak kan kalo sedang makan udah ditunggu pembeli lainnya. Tapi kadang saya cuek aja, nggak mau makan terburu-buru. Biar aja pegawai Bu Tun yang mencarikan tempat duduk buat mereka.


4. Rumah Makan Jejamuran, Jogja Yang Tak Pernah Terlupakan

Nah, ini juga salah satu tempat makan favorit untuk anak-anak saya. Saking seringnya ke Jogja, mereka selalu pesen minta makannya di Jejamuran. 

Meski terkenal sebagai tempat makan yang menyajikan masakan dari jamur, tapi ada juga bahan lainnya. Seperti Ayam Bakar, Tahu, dan Tempe goreng. Tapi rasa-rasanya kalo makan di Jejamuran nggak pesan menu jamur ya ada yang kurang lah.

Yang selalu kami pesan adalah Sate Jamur yang rasanya tak pernah berubah. Cuma sayangnya menurut saya, ngasih sambel kacangnya kurang banyak. 

Menu lainnya yang jadi andalan pesanan Keluarga Doyan Plesir adalah Tongseng Jamur, Risoles Jamur, Jamur Merang goreng tepung, Jarum Tiram Asam manis, Pepes Jamur Shitake. Selain menu jamur, kami suka Ayam Bakar di Jejamuran. Sambelnya tuh yang bikin saya tergoda, enakkk.





5. Resto Ichiban  Sushi


Tempat Makan

Nah, satu lagi tempat makan favorit keluarga kami kalo sedang di mall. Ichiban Sushi ini pilihan anak-anak sebenarnya. Karena mereka penyuka makanan ala Japanesse Food.

Tiap mau nonton bareng, meski nanti kami berempat terbagi dua rombongan pilih film yang tayang di bioskop. Mereka minta makan dulu di Ichiban Sushi.

Beberapa kali nyoba menu di Ichiban Sushi, anak-anak nggak hanya pesan menu utama. Tapi juga selalu minta cemilan sepeprti Sushi Roll, Bento Set, Salmon Roll, dan Unagi.



Soal harga untuk Japanesse food tergolong wajar lah. Dari harga 22 ribu sampai 86 ribu. Tapi yang harga sekitar 4o ribu ke atas itu bisa dinimati untuk tiga orang.

Okey, itu sih kelima tempat makan favorit keluarga Doyan Plesir. Sebenarnya masih banyak tempat makan favorit keluarga saya. Tapi karena saya mesti pilih yang paling favorit ya udah, nulis kelima tempat makan di atas aja. Kalian punya tempat makan favorit juga pasti kan? Yuk share juga dong. Siapa tahu saya terdampar di kota kalian, bisa jadi rekomendasi tempat makan keluarga saya. Wassalamualaikum.
Reading Time: