Juni 03, 2019
BY Hidayah Sulistyowati
13 Comments
Doa Dan Harapan Tahun 2020
Assalamualaikum Sahabat, Adakah yang punya doa dan harapan untuk tahun 2020? Mengapa sih berpikir panjang untuk tahun depan? Bukan kah tahun 2019 masih separoh jalan? Yuk baca aja artikel ini, semoga menginspirasi.
Saya selalu berharap bahwa tahun 2020 ada beberapa cita-cita yang bakal terwujud. Cita-cita yang juga menjadi harapan dari keluarga ibu mertua. Bersama dengan kakak dan adik ipar, juga keponakan.
Ada juga harapan sederhana saya yang tidak sesederhana dalam angan. Seperti bisa lebih sehat dengan kondisi usia saya udah mencapai 50 tahun, dan akan menjadi 51 pada tahun 2019 ini.
Doa Saya Untuk Keluarga
Setiap manusia pasti akan selalu memohon doa kebaikan untuk keluarganya. Begitu pula dengan saya yang ingin mendoakan hal baik untuk keluarga saya, keluarga besar, dan keluarga suami.
Yang terutama adalah doa agar keluarga kami dapat lebih sehat lagi. Tentunya dengan menjaga pola makan yang sehat. Meski menjaga pola makan udah kami lakukan selama 10 tahun ini. Tapi kecolongan juga saat suami kena serangan jantung.
Cerita tentang suami kena serangan jantung, udah saya tulis di blog ini.
Baca yuk : Golden Time Pasien Serangan Jantung
Intinya orang kena serangan jantung itu bukan semata karena ngawur dengan pilihan makan. Bisa aja karena kelelahan, konsumi kopi bagi orang yang udah punya riwayat sakit lambung, dan lainnya.
Harapan Saya Untuk Keluarga
Selain berdoa mohon kesehatan untuk kami sekeluarga, teramat khusus untuk suami yang udah pasang ring di jantung. Ada juga harapan untuk keluarga saya.
Harapan ini sebenarnya juga milik suami dan keluarga besarnya. Ada harapan saat kakak ipar dan adik ipar saya yang umroh tahun 2018 lalu. Mereka berdoa ingin bisa berangkat umroh sekelurarga besar Bani Suhada.
Harapan yang juga menjadi doa-doa kami semua, saat ini masih dalam rajutan mimpi. Namun mimpi ini ingin kami wujudkan menjadi nyata.
Rencananya tahun 2020, namun kayaknya mundur karena tahun ini berbarengan ada yang umroh. Jadi harus mundur lagi pada tahun 2021.
Tapi khusus saya dan suami tetap ingin bisa umroh tahun 2020 nanti. Kalo belum bisa sama anak-anak, ya kami berdua dahulu. Impian ingin ibadah seperti saat berangkat haji tahun 2014 menjadi rindu yang mengendap.
Ah iya, tahun ini pula saya dan suami udah genap 25 tahun menikah. Tepatnya tanggal 4 Juni 2019, 25 tahun yang lalu saya dan suami mengucap janji di hadapan Allah.
Teman SMP yang jadi teman berumah tangga. Tapi jangan salah loh, kami nggak pernah pacaran saat SMP. Boro-boro pacaran, ngobrol aja nggak pernah.
Jadi ketemu lagi itu saat udah sama-sama dewasa. Saya masih kuliah dan suami udah kerja. Jadi enggak kenal namanya cinta monyet bareng suami, hihiii.
Oiya, anniversary tahun ini ggak ada perayaan khusus. Apalagi barengan dengan puasa hari terakhir dan rempong dengan persiapan masak untuk lebaran. Meski aslinya masak opor dan sambel goreng itu sederhana. Karena semua bumbu opor tinggal diblender.
Tapi aslinya juga kami terlupa dan baru ingat besoknya pas hari lebaran, abis bermaaf-maafan. Qiqiqiii. Sungguh anniversary yang lucu. Sama-sama lupa dan nggak siapin kado khusus kayak tahun sebelumnya.
Namun doa kami sebenarnya sama setiap harinya, usai shalat. Yaitu meminta Allah azza wa jalla memanjangkan usia dalam kesehatan dan menua bersama.
Harapan Saya dan Suami
Ah iya, tahun ini pula saya dan suami udah genap 25 tahun menikah. Tepatnya tanggal 4 Juni 2019, 25 tahun yang lalu saya dan suami mengucap janji di hadapan Allah.
Teman SMP yang jadi teman berumah tangga. Tapi jangan salah loh, kami nggak pernah pacaran saat SMP. Boro-boro pacaran, ngobrol aja nggak pernah.
Jadi ketemu lagi itu saat udah sama-sama dewasa. Saya masih kuliah dan suami udah kerja. Jadi enggak kenal namanya cinta monyet bareng suami, hihiii.
Oiya, anniversary tahun ini ggak ada perayaan khusus. Apalagi barengan dengan puasa hari terakhir dan rempong dengan persiapan masak untuk lebaran. Meski aslinya masak opor dan sambel goreng itu sederhana. Karena semua bumbu opor tinggal diblender.
Tapi aslinya juga kami terlupa dan baru ingat besoknya pas hari lebaran, abis bermaaf-maafan. Qiqiqiii. Sungguh anniversary yang lucu. Sama-sama lupa dan nggak siapin kado khusus kayak tahun sebelumnya.
Namun doa kami sebenarnya sama setiap harinya, usai shalat. Yaitu meminta Allah azza wa jalla memanjangkan usia dalam kesehatan dan menua bersama.
Harapan Saya Untuk Anak-Anak
Si sulung udah kerja tahun ini, meski belum lulus S1. Dia sedang jenuh mengerjakan skripsi.
Banyak pihak yang menyesalkan ikhtiar si sulung mengalihkan kejenuhannya dengan bekerja. Karena kalo udah kenal duit, katanya malas menyelesaikan skripsi.
Sebagai ibu, saya nggak ingin memaksakan kehendak. Meski ada harapan dan doa yang selalu saya haturkan agar si sulung meringankan hati untuk juga mengerjakan skripsi.
Itu aja sih doa dan harapan saya untuk seluruh keluarga. Meski terlihat sedikit namun aslinya banyak juga ketika dilantunkan dalam doa seusai shalat. Semoga Allah azza wa jalla mengijabah doa kami. Wassalamualaikum.




