Juni 04, 2019
BY Hidayah Sulistyowati
24 Comments
Adakah Kemenangan Menyambut Lebaran 1440 H?
Assalamualaikum Sahabat. Ada rasa sedih manakala hari terakhir ramadhan singgah pagi ini. Ketika mengingat beberapa malam tanpa mengamalkan shalat sunnah. Tanpa perbanyak istighfar dan dzikir untuk menyebut asmaMU, ya Allah. Seakan tidur terlalu erat memeluk kesadaranku.
Tahun ini kembali saya diuji dengan kesehatan tubuh. Gula darah yang rendah telah berefek pada tubuh yang mudah lelap.
Malas mengonsumsi karbohidrat bikin tubuh protes. Dan kembali saya harus memaksa diri untuk makan nasi, hikss.
Mengapa orang lain bisa semudah itu meniadakan konsumsi nasi? Sementara saya tak boleh? Ah sudah lah, yang penting membentuk tubuh sehat. Agar tetap bisa beraktivitas seperti hari-hari sebelumnya.
Tahun ini kembali saya diuji dengan kesehatan tubuh. Gula darah yang rendah telah berefek pada tubuh yang mudah lelap.
Malas mengonsumsi karbohidrat bikin tubuh protes. Dan kembali saya harus memaksa diri untuk makan nasi, hikss.
Mengapa orang lain bisa semudah itu meniadakan konsumsi nasi? Sementara saya tak boleh? Ah sudah lah, yang penting membentuk tubuh sehat. Agar tetap bisa beraktivitas seperti hari-hari sebelumnya.
Doa Menyambut Ramadhan Hari Terakhir
Ya Allah, jangan Kau biarkan Ramadhan pergi tanpa meninggalkan kesan keinsafan di dalam hati kami. Jangan biarkan Ramadhan pergi tanpa membawa himpunan amal dan doa kami. Jangan biarkan Ramadhan pergi tanpa islah dan kebaikan terhadap keperibadian kami. Jangan biarkan Ramadhan pergi tanpa Kau ampuni dosa-dosa kami.
Ya Allah, lindungilah semua anggota keluarga kami dari tipu daya dan fitnah dunia. Selamatkan kami dengan Iman dan taqwa. Jadikan kami calon surgaMu. Sempurnakan akhlak kami dan lindungi kami dari godaan syaitan dan hawa nafsu.
Ya Mujibbasailin.
Limpahilah kami dengan sifat2 kebaikan dan terpuji. Jadikan kehidupan kami di dunia ini tenang dan penuh rahmah dan mawaddah.
Ya Allah, sempatkanlah kami bertemu lagi dengan Ramadhan Al Mubarak yang akan datang. Ya Allah, jangan lah Kau jadikan ramadhan yang terakhir buat kami, temukanlah kami dengan Ramadhan tahun-tahun berikutnya.
Tapi, Andai ini Ramadhan terakhir buat kami, jadikankanlah puasa kami sebagai puasa yang Kau rahmati. Jadikanlah ramadhan ini paling berarti, penuh dengan cahaya iman, menerangi kegelapan hati kami menuju ridha serta kasih sayangmu ya Allah. Jadikanlah ramadhan ini sebagai penghapus dosa-dosa kami.
Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu anni.
Trik Belanja Menyambut Lebaran Masak Opor Tanpa Ribet
Biasanya saya juga menyajikan menu Asem-asem Ayam untuk suami. Tapi sehari sebelumnya saya udah masak menu tersebut untuk buka puasa. Suami abis pulang dari Bogor, setelah sebulan di sana jadi kangen dengan asem-asem buatan saya, hihii.
Dari pagi saya udah ke pasar buat belanja ketupat, bahan opor dan sambel goreng. Meski sehari sebelumnya udah nitip belanjaan dulu ke ibu penjual sayur langganan. Ada maksudnya sih agar pagi ini saya nggak perlu berlama-lama di pasar.
Alhamdulillah trik ini berhasil. Pengunjung pasar pagi ini padat. Saya aja cuma butuh beli bumbu dapur seperti kunyit, jahe, sere, dan lainnya. Tapi butuh usaha yang kuat untuk menyelinap di antara tubuh pengunjung pasar. Oksigen rasanya menipis seiring bertambahnya orang yang memasuki area di dalam pasar.
Saya cuma 15 menit di pasar, beli bumbu dapur dan ketupat serta lontong. Keperluan dapur lainnya udah siap di rumah. Ayam juga udah direbus dan menanti ditambahkan santan dan bumbu opor. Cabe rajang udah digoreng tanpa minyak dan menanti juga dimasak bareng santan dan bumbu lainnya.
Menyambut Lebaran Masak Opor Sambel Goreng
Saatnya masak opor ayam dan sambel goreng dengan praktis. Semua bumbu untuk opor kecuali rempah macam serai, lengkuas, daun salam, daun jeruk, dihaluskan dengan blender. Cara praktis untuk memudahkan langkah masak dengan ukuran banyak.
Resep Opor Ayam udah pernah saya tulis. Silahkan baca :
Resep Opor Ayam
Resep Opor Ayam udah pernah saya tulis. Silahkan baca :
Resep Opor Ayam
Begitu pula masak sambel goreng, bumbunya cukup diiris tipis. Kemudian ditumis bareng cabe rajang yang udah ditumis sebelumnya agar tidak pedas nantinya.
Begitu udah masuk semua bahan, tinggal menanti matang. Saya menggunakan api kecil agar bumbu meresap dan bahan seperti ayam, telur, dan bahan lainnya tidak hancur.
Sajian opor, sambel goreng, dan ketupat serta lontong udah siap. Saatnya menanti waktu berbuka bersama keluarga.
Semoga kemenangan yang sejati, mengurangi hawa nafsu lahir dan batin menghantarkan kita pada hari-hari yang lebih berkah. Sajian opor, sambel goreng dan ketupat atau lontong cukup menjadi teman membatalkan puasa terakhir Ramadhan 1440 H. Wassalamualaikum Sahabat.




