My Mind - Untaian Kata Untuk Berbagi: #BPNRamadhanChallenge
Tampilkan postingan dengan label #BPNRamadhanChallenge. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #BPNRamadhanChallenge. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Mei 2020

Tunda Mudik Tanda Kamu Tak Egois
Mei 14, 2020 10 Comments

Tunda Mudik, Tanda Tak Egois

Tunda Mudik

Assalamualaikum Sahabat. Setiap tahun tradisi mudik selalu mengiringi perjalanan ibadah bulan Ramadan. Biasanya dua minggu menjelang lebaran, pergerakan masyarakat udah mulai meninggalkan ibu kota dan kota-kota besar lainnya di Indonesia. Mendekati H-7 dan makin dekat hari lebaran, makin padat pula arus mudik. Baik menggunakan transportasi darat, laut, dan udara.

Indonesia memiliki letak geografis yang terdiri dari rangkaian daratan dan lautan, dengan jumlah pulau yang sangat banyak. Dari Wikipedia, terdapat hasil kajian citra satelit menyatakan bahwa jumlah pulau di Indonesia adalah sebanyak 18.306 buah. 

Data Departemen Dalam Negeri berdasarkan laporan dari para gubernur dan bupati/wali kota, pada tahun 2004 menyatakan bahwa 7.870 pulau yang bernama, sedangkan 9.634 pulau tak bernama. Dan dari sekian banyaknya pulau-pulau di Indonesia, yang berpenghuni hanya sekitar 6.000 pulau.

Dari pulau berpenghuni ini pun kebanyakan penduduk yang tinggal tersebar di berbagai pulau besar. Dan sebagian besar lagi menempati kota besar terutama di Pulau Jawa, sebagian Sumatra, Sulawesi, dan Kalimantan.

Tunda Mudik
Gambar diambil 1 tahun
Yang lalu di Stasiun Senen

Tak heran bila saat mudik tahunan, masyarakat yang urban ke kota besar, akan kembali ke kampung halamannya. Dan kota besar pun lengang karena sebagian penghuninya memilih lebaran ke kampung halaman.

Asal Mula Mudik

Dari KBBI, kata Mudik berasal dari pulang kampung. Yaitu saat perantau pulang ke kampung halamannya pada saat tertentu. Biasanya saat ada tradisi tahunan seperti nyadran, hari besar keagamaan yaitu hari raya lebaran misalnya.

Kata mudik secara etimologi berasal dari kata 'udik' yang artinya hulu. Jaman dahulu di Jakarta terjadi urbanisasi besar-besaran dari wilayah yang bernama akhir udik atau ilir (utara atau hilir). Nah kebanyakan akhiran itu diganti dengan kata Melayu selatan atau utara. Contohnya seperti Meruya Udik, Meruya Ilir, Sukabumi Udik, Sukabumi Ilir, dan sebagainya. (Wikipedia)

Semakin bertambahnya jumlah penduduk, transportasi menjadi alat mencapai kampung halaman dengan beragam masalah. Pernah ingat kejadian tahun 2016 yang terkenal dengan istilah Brexit? Yang merupakan pengalihan kata Brexit di Britania Raya dengan masalah kemacetan sepanjang 10 km di tol Brebes Timur Exit.

Ada banyak warga yang kelaparan, kelelahan, bahkan sampai meninggal dunia. Saat itu pemerintah dituding tidak siap menghadapi lonjakan pemudik yang ingin pulang kampung.

Mudik Saat Pandemi Covid-19, Yay or Nay?

Saat ini pandemi covid tengah mengintai di luar rumah. Bagi warga yang tidak aware dengan kesehatan dan kebersihan dirinya sendiri, bisa saja tertular virus.

Meski udah ada aturan mudik yang tidak diperbolehkan tapi tetap aja masih banyak warga yang ndableg. Ishhh, biarin aja pakai kata itu. Ndableg alias ngeyelan a.k.a semaunya sendiri.

Beberapa kali saya mencari berita di TV tentang arus mudik. Ternyata demi bisa berkumpul di kampung halaman, mereka mencari akal. Rata-rata menyewa mobil tidak resmi untuk angkutan travel gitu, bayarnya pun mahal. 

Mereka rombongan satu mobil berangkat saat malam hari. Atau diperkirakan saat tiba di jalur yang terdapat pos pemeriksaan Covid, sekitar waktu berbuka. Petugasnya kan pada minggir untuk berbuka. Nah mereka bisa melintas bebas. Lolos deh!

Namun petugas yang diwawancara menjelaskan, lolos di satu pos pemeriksaan belum tentu lolos di kota berikutnya.

Iya sih. Tapi buat apa main kucing-kucingan gitu? Kalo ketahuan mereka akan disuruh putar balik loh. Sia-sia kan tenaga, waktu, dan rencana buruk yang dilakukan itu.

Tunda Mudik

Jadi, sabaaaaar.. tahan diri dan jangan mudik dulu. Kangen sama orang tua? Bisa video call dengan mereka. Kalo kalian sayang pada orang tua atau keluarga di kampung halaman, tunda mudik sampai pandemi berlalu. Kalian tidak tahu gimana kondisi tubuh sepanjang perjalanan, bisa saja tertular virus dari sesama penumpang travel. Dan nantinya menjadi OTG (Orang Tanpa Gejala) yang menularkan pada keluarga dan tetangga di kampung halaman.

Pliiisssss.... sabar yaaa. Tetap di rumah aja, dan bisa silaturahmi dengan nelpon atau video call atau menggunakan sosial media lainnya. Semoga tetap mengikuti anjuran untuk tidak mudik. Wassalamualaikum.
Reading Time:

Minggu, 02 Juni 2019

Momen Terbaik Ramadhan 1440 H
Juni 02, 2019 12 Comments

Momen Terbaik Ramadhan 1440 H


Assalamualaikum Sahabat. Ramadhan tahun 2019 ini begitu banyak kisah yang patut menjadi kenangan. Setiap kisah juga memiliki hikmah yang begitu mempengaruhi kehidupan saya dan keluarga. Dan ada juga momen terbaik ramadhan 1440  H yang bakal saya ceritakan untuk kamu.

Kisah momen terbaik ramadhan 1440 H adalah :

- Mengalami Lagi Momen LDR Yang Bikin Baper

Rindu pada pasangan itu memang berat. Pantas aja Dilan nggak kuat ya. Saya udah sering loh mengalami LDR selama pernikahan. Meski waktunya enggak terus menerus. Namun ada waktu tertentu dalam beberapa periode yang ada aja kejadian saya dan suami mesti LDR.

Trus LDR malah jadi momen terbaik? Nggak salah nih, bukannya bakal jadi momen sebaliknya?

LDR bagi saya udah biasa karena ini salah satu peristiwa yang mesti saya alami dalam sebuah pernikahan. Kan nggak mungkin saya meminta suami menolak pekerjaan di luar kota. Namanya menolak rejeki. Saya justru menganggap LDR sebagai momen terbaik karena dengan begitu bakal ada momen kangen-kangenan, wkwkwkkk.

Kali ini saya dan suami LDR karena dia ada proyek renovasi rumah di Bogor. Saya beberapa kali ikut kesana dan tinggal selama beberapa hari. Namun tetep aja puncak kangen saya adalah selama bulan ramadhan ini. 

Solusinya ya kami sering chat di WA atau video call, atau nelpon. Pokoknya sambungan telpon atau sosmed mampu menghempaskan sejenak rindu yang berat ini. Beruntung LDR jaman now, semua obrolan bisa ngirit karena bantuan teknologi internet. Video call, chat di WhatsApp, tapi sering juga nelpon kalo jaringan sedang lemot.

Ya intinya LDR kali ini malah kayak pacaran. Karena anak-anak udah besar, nggak ada yang ngganggu kalo lagi nelpon. Beda ya waktu mereka masih balita, kalo lagi nelpon sering berebutan dengan anak-anak. Belum lagi jaman dulu baru bisanya nelpon atau sms aja. Nggak bisa lihat wajah si penelepon. Sekarang sih enak, video call aja gratis asal smartphone ada fasilitas internet.


- Berdua Dengan Si Bungsu Menjalani Ibadah Ramadhan

Ya akhirnya hanya berdua dengan si bungsu di rumah selama ramadhan. Kami jadi kayak teman, kadang juga musuhan kayak nggoda gitu sama saya.

Tapi seringnya sih si bungsu bantuin pekerjaan rumah yang selama ini selalu dilakukan oleh babe atau kakaknya. Masya Allah, semoga si bungsu terwujud impiannya menjadi ahli design grafis.

Senangnya si bungsu ini tergolong gampang soal makan sahur dan buka puasa. Dari kecil emang gak pernah pilih-pilih makanan. Apa aja doyan. Jadi saya masak yang praktis aja, seringnya sih tumis segala macam. 


- Momen Terbaik Bersama Sahabat Blogger


Beberapa kali saya mengikuti buka puasa bersama sahabat blogger yang selama ini menjadi bagian perjalanan saya sebgai blogger.

Termasuk launching buku Semarang Cullinary  yang penulisnya adalah mba Ika Puspita dan teman-teman blogger. Nia Nurdiansyah sebagai konseptor buku yang sudah digagas hampir setahun lalu.

Rencana saya bakal bikin review nya, nanti ya dalam post artikel berikutnya. Semoga segera pada bulan Juni ini.



- Menjadi Bagian Panitia Halal Bihalal Sekolah

Yah ini sih tugas sosial yang menjadi hobi suami sebenarnya. Karena aslinya saya kurang suka. Tapi demi melakukan tugas sosial ini karena suami sedang sibuk kerja di luar kota, saya tetap ikhlas kok menjalaninya.

Ada 2 kepanitiaan yang ada nama saya dan suami. Keduanya adalah halal bihalal angkatan 1983 SMP negeri 10 Semarang. Yang kedua adalah kelas 3 B di sekolah yang sama.

FYI, saya dan suami memang satu kelas waktu kelas 3 SMP dulu. Tapi kami nggak pacaran sejak SMP loh. Justru jaman dulu malah kami nggak pernah ngobrol. Ketemu lagi justru udah sama-sama dewasa.

- Menjadi Pengurus Takjil Masjid

Setiap tahun lingkungan perumahan saya selalu membagi tugas takjil pada ibu-ibu PKK RW. Setiap kepala keluarga juga mendapat jatah menyediakan makanan untuk takjil.

Saya juga kebagian menyediakan makanan dan bertugas menata di piring-piring di masjid. Senang sih jadi nostalgia jaman masih kuliah dulu.

Sebenarnya bukan saya saja yang bertugas sebagai penata takjil di Masjid Al Ikhlas Tlogosari Kulon RW 3. Ada dua ibu dari masing-masing RT bertugas tiap harinya di masjid. Biasanya jelang pukul 16.30 wib yang bertugas sudah siap di masjid. Tugasnya adalah menerima takjil dari warga yang mendapat jatah menyiapkan hari itu. Kemudian setelah terkumpul takjil sebanyak 50%, mulai lah kami menata di piring-piring yang sudah disiapkan oleh penjaga masjid. Seperti itu deh tugas penata takjil yang udah berjalan selama belasan tahun ini.


- Berkah Blogging

Alhamdulilah ramadhan tahun ini, banyak menerima job sebagai blogger atau buzzer  di sosial media.

Lumayan kan jadi punya THR atau tambahan untuk tabungan. Ngeblog kalo jadi profesi dan serius menjalankan nya tentu menuai hasil yang menyenangkan. Enggak hanya dari segi materi, tapi tentunya juga nambah pertemanan. Terutama kalo rajin ikut Blogwalking, nambah info beragam, baik tentang produk salah satu brand atau pun informasi lainnya. 


Itu aja sih momen terbaik ramadhan 1440 H. Saya masih ingin bertemu ramadhan tahun 1441 H. Semoga Allah azza wa jalla mengijabahi doa saya, aamiin yaa Rabbal A'lamiin. Wassalamualaikum.
Reading Time:

Jumat, 31 Mei 2019

Kegiatan Mengisi Waktu Selama Ramadhan Ala Saya
Mei 31, 2019 21 Comments

Kegiatan Mengisi Waktu Selama Ramadhan

Mengisi Waktu selama ramadahan

Assalamualaikum Sahabat. Apa aja kegiatan kamu selama bulan ramadhan? Bukan hanya ibadah tentunya, kan? Bagi karyawan kantor pasti ya mengerjakan tugas sambil menanti pembagian THR. Kalo saya yang pekerja freelancer, punya kerjaan juga selama ramadhan ini.

Masya Allah, begitu banyak job datang selama bulan ramadhan 1440 H. Itu lah pertanda rejeki nggak pernah tertukar. Selalu ada rejeki bagi umatNYA yang mau berusaha dan berdoa.

Saya sharing aja ya kegiatan mengisi waktu selama ramadhan kali ini :

- Ibadah wajib dan sunnah

Nggak hanya ibadah wajib, namun juga melakukan kegiatan ibadah sunnah seperti baca Quran, shalat Dhuha, shalat Tarawih, dan ibadah lainnya.

Senang aja karena ada beberapa ibadah yang hanya bisa dilaksanakan di bulan ramadhan. Jadi harus menyiapkan tubuh agar setrong mengisi waktu ramadhan setiap hari.

- Ngeblog Untuk Tantangan #30HariKebaikanBPN

Nah, yang ikut challenge Bogger Perempuan pasti tahu dong dengan kegiatan selama bulan ramadhan ini. Ada #BPNRamadhanChallenge yang menarik untuk diikuti dan menjadi pengisi kegiatan yang positif.


Nggak hanya itu, ngeblog selama satu bulan juga menaikkan trafik blog saya yang alamatnya www.hidayah-art.com. Seneng banget dong. Alhamdulillah, terima kasih Blogger Perempuan yang udah mengadakan challenge ini.

Untuk melihat apa aja tema yang udah saya tulis, kepoin aja dua hastag di atas dan hastag #30HariKebaikanBPNxSkippy ya. Ada banyak inspirasi yang sudah saya bagikan, semoga bermanfaat.

- Baca Buku

Enggak hanya ngeblog, saya juga sempat baca buku karya Shiroh Nabi. Bikin saya pewe banget di kursi dengan kaki selonjoran. Maklum ya udah mulai capek kalo kaki menggantung di lantai dalam waktu lama.

Tanpa sirah dan tanpa sunnah, kita tidak akan mampu memahami Alquran. Mempelajari shiroh bukanlah semata-mata bacaan ringan atau hiburan, tapi juga untuk  mengkaji agama. Karena ia menjadi penunjang memahami sumber pokok dari syariat ini. Dengan mempelajari shiroh Nabi Muhammad Saw dan memahaminya dengan baik kita dapat mempraktikkan ubudiyah kepada Allah dengan cara benar. 

Ah saya masih sedikit membaca shiroh Nabi Muhammad Saw. Masih pengen memperbanyak bacaan ini pada masa datang.

- Silaturahmi 

Ada beberapa kali saya melakukan silaturahmi, terutama buka puasa bersama teman dan famili. Atau datang saat ada event dari sebuah hotel untuk launching menu berbuka.



Silahkan baca sebagian yang udah saya ceritakan di dalam blog. Ubek-ubek aja dengan hastag #BPNRamadhanChallenge atau pilih label buka puasa.


- Masak Untuk Keluarga


Tentu sebagi ibu rumah tangga, saya menyempatkan masak untuk keluarga. Padahal niatnya selama ramadhan enggak usah masak. Karena saya cuma berdua dengan si bungsu di rumah. Suami masih ngurus kerjaannya di Bogor. dan si sulung udah kerja di Jogja.

Namun ternyata menyiapkan masakan untuk berbuka dan sahur itu suatu kegiatan yang menyenangkan dan seru. Apalagi saya selalu masak praktis dan mudah dengan prepare waktu yang nggak lebih dari satu jam.

Mengisi Waktu Ramadhan
Masak Bandeng Srani
Nah, itu adalah kegiatan mengisi waktu selama ramadhan ala saya. Bagaimana dengan kamu, sama juga kah? Ahh pasti ada bedanya juga di sana sini ya. Yuk sharing ya. Wassalamualaikum.
Reading Time:

Selasa, 28 Mei 2019

Berbuka Puasa Bersama Teman di Jowo Deles Semarang
Mei 28, 2019 12 Comments
Berbuka Puasa Bersama Teman di Jowo Deles Semarang

Berbuka Puasa bersama teman

Assalamualaikum Sahabat. Cerita ramadhan tahun ini layak diceritakan dan dibagikan di blog ini. Alhamdulillah setelah reuni akbar pada tahun 2017 lalu, teman-teman SMP saya dan suami berniat untuk mengadakan acara halal bihalal untuk satu angkatan. 

Udah tahu kan kalo saya dan suami itu teman satu kelas saat SMP? Ada banyak cerita yang pernah saya tuliskan di blog ini. 

Silahkan baca keseruan reuni akbar :


Kebetulan tahun ini nggak hanya halal bihalal untuk satu angkatan. Justru kelas saya yaitu 3B akan mengadakan acara juga. Temanya sih ketemu kangene, karena memang untuk kelas ini ada beberapa teman yang baru bertemu.

Nah, beberapa teman mengusulkan untuk bertemu sebelum acara temu kangen yang rencananya tanggal 9 Juni 2019. 

Akhirnya kami memilih tempat di resto Jowo Deles untuk buka puasa sekaligus membicarakan acara nanti.


Buka Puasa di Resto Jowo Deles

Alasan memilih resto ini karena pertemuan nantinya juga bakal diadakan di resto Jowo Deles ini. Jadi buka puasa kemarin sengaja untuk cek lokasi dan pesan menu.

Jowo Deles ini merupakan resto pemancingan yang letaknya strategis di tengah Kota Semarang. Tepatnya di jalan Kedungmundu no 83 Kota Semarang. 

Kalo belum hapal lokasinya, kadang suka kelewatan saat melintas di depannya. Karena memang papan namanya terletak di atas gerbang, jadi nggak terlihat. 


Berbuka Puasa bersama teman

Letak restonya adalah di atas tanah yang konturnya berbukit dan dengan tempat duduk yang tersebar. Ada di bagian depan dengan model ruangan indoor dan pendingin udara. Atau bisa juga memilih outdoor yang menghadap taman dan kolam pemancingan.

Nantinya kami pesan tempat makan yang indoor di lantai 2. Fasilitasnya ada pendingin udara dan kursi serta meja. Tinggal memilih model meja untuk temu kangen nanti. Mushola nya ada di lantai 1, terlihat dari belakang resto yang bentunya bulat. Terlihat di foto di bawah ini.




Makanan dan Cemilan di Resto Jowo Deles

Nah, ngomongin menu di sini dulu ya. Karena kemarin yang pesan menu itu teman laki-laki, jadi ternyata malah nggak pakai sayur. Pesannya itu ayam bakar, ayam goreng, ikan bakar, dan pepes ikan patin.

Oiya tiap orang yang pesan menu buka di sini, selalu disajikan kolak dan itu gratis. Waktu saya kesana itu makanan pembukanya kolak setup pisang. Sayangnya untuk lidah saya, kolaknya kemanisan. Jadi saya tambahkan air putih biar berkurang manisnya.



Sambil nungguin adzan maghrib, kami berbincang tentang acara temu kangen nanti. Sayang nih suami saya nggak ikut rapat kali ini. Karena dia masih kerja di Bogor dan baru tanggal 29 Mei balik ke Semarang.

Kemarin kebetulan saya datang awal sebelum teman-teman saya. Begitu cek menu yang udah dipesan dan disajikan di meja untuk reservasi, saya pun nambah pesanan. Belum ada cemilan untuk buka puasa, seperti mendoan misalnya. 

Sebelumnya teman saya udah japri, minta dipesankan mendoan. Bagaimana pun mendoan itu juwaraknya sih kata teman saya. Akhirnya saya pesankan mendoan dan bakwan, masing-masing 10 bijik.


Berbuka Puasa bersama teman

Sementara minumannya saya pesan jeruk dan teh panas. Kalo buka kan paling enak minum yang masih panas ya.

Karena udah beberapa kali makan di sini, saya udah hapal lah dengan rasanya. Sebenarnya untuk masakan ikan bakar lebih enak di pemancingan yang dekat kawasan pantai Marina.

Ayam goreng nya meski terlihat kering, tapi empuk waktu digigit. Saya kemarin sih nggak ngambil ayam goreng karena udah pernah makan waktu di sini dulu.



Saya pilih ayam bakar, menu favorit kala makan di mana pun. Asal ada menu ayam bakar pasti pilih yang ini, hehee. Rasanya gimana? Untuk bumbunya udah meresap dalam daging. Cuma kalo saya lebih suka bumbu yang pekat, kental gitu. Kalo di sini bumbunya ungkep kayak bacem.



Selain ayam bakar, saya juga nyicipi pepes patin yang udah terkenal lezat. Tiap ke Jowo Deles saya selalu pesan menu pepes patin yang bumbunya enak dan enggak pedas banget. 



Bumbunya tuh selain terlihat irisan tomat yang sengaja masih terasa, ada juga daun singkong. Enak sih daun singkongnya lembut. Ikan patinnya juga enak, nggak bau tanah. Kan ada ya yang bau tanah gitu jadi malas banget kan kalo mau nyoba.

Berbuka puasa di luar ginii emang nggak bisa berlama-lama. Apalagi kami masih harus tarawih, jadi cepet-cepet pulang. Yang penting udah beres urusan cek lokasi dan pesan menu untuk temu kangen kami nanti. Oh iya ini undangan untuk temu kangen nanti. Lucu ya design nya.


Teman-teman gimana, udah berbuka puasa dengan siapa aja selama bulan puasa ini? Saya udah buka puasa bareng teman-teman SMP dua kali. Dengan teman blogger ada tiga kali. Sementara dengan keluarga suami udah dua kali. Seru deh buka puasa bareng gini. Wassalamualaikum.
Reading Time:

Minggu, 26 Mei 2019

Tips Berpuasa Untuk Anak Kecil
Mei 26, 2019 18 Comments

Tips Berpuasa Untuk Anak Kecil

Tips Berpuasa untuk anak kecil

Assalamualaikum Sahabat. Memasuki hari ke 21 ramadhan, saya mengingat ketika mengajak anak belajar puasa. Saya sebut belajar karena usia mereka pertama kali puasa adalah 4 tahun. Kebetulan tempat belajar si sulung adalah TK yang mengajarkan anak-anak untuk berpuasa saat berada sekolah. 

Biasanya satu minggu menjelang ramadhan, anak-anak sudah diajarkan tentang kewajiban puasa bagi orang yang sudah baligh.

Anak-anak diajak untuk ikut puasa dengan belajar sejak dini. Jadi selama di sekolah, anak-anak tidak boleh membawa bekal seperti biasanya. Nanti begitu sampai di rumah baru berbuka.

Tips Berpuasa Untuk Anak Kecil

Pengenalan berpuasa seperti yang dilakukan oleh guru-guru di sekolah TK si sulung, sangat membantu orang tua. Kami bekerja sama dengan tidak menyediakan bekal untuk anak-anak.

Si sulung yang waktu itu berusia 4 tahu, menurut dengan aturan yang ditetapkan oleh bu guru di sekolah.

"Kakak nggak usah bawa bekal," ucap si sulung pada hari pertama.
"Oh kenapa nggak bawa?" saya pura-pura bertanya.
"Bu guru udah pesan, mulai hari ini kakak puasa. Teman-teman sekelas juga. Bu guru, pak bon sekolah, Pak Adi yang ngajari drumband juga semua puasa,"

Ah senangnya si sulung udah memahami aturan dari sekolah. Saya dan suami hanya mengarahkan langkah berikutnya, agar si sulung mau melanjutkan puasa hingga waktu Dhuhur.

Tips Agar Anak Kuat Berpuasa :

- Siapkan makanan atau cemilan 

Saya siapkan makanan sahur untuk anak ya ng lebih menarik minatnya untuk makan. Tahu sendiri kan, kita aja sebagai orang dewasa malas makan sahur. 


Biasanya saya siapkan buah potong, sayuran favoritnya, dan lauk kesukaannya. Misal saya sajikan pepaya, jeruk, apel, pir, pisang, mangga, dan buah tropis lain yang sedang musim. saya bersyukur anak-anak sejak kecil tidak masalah dengan konsumsi buah. Semua mereka sukai karena sejak MPasi sudah saya kenalkan berbagai jenis buah.

Saya tidak pernah memaksa anak-anak untuk menghabiskan makanannya. Biasanya saya ambil dalam porsi sedikit terlebih dulu. Kalo mereka ingin nambah, tinggal ambil lagi.

- Lakukan Brainstorming Menjelang Tidur

Saya biasanya mengajak anak-anak bercerita menjelang tidur. Dengan mendongeng kisah para nabi. Atau bisa juga saya dongengi mereka dengan kisah rekaan ala saya. Maksudnya agar saya bisa menyisipkan pengalaman anak kecil lain yang juga belajar puasa.

Tips Berpuasa untuk anak kecil

Jaman anak-anak saya dahulu (tahun 1999 - 2005), masih jarang banget buku anak seperti sekarang. Jadi saya hanya bermodalkan majalah Bobo atau sisipian hadiah dari majalah Ayah Bunda, untuk membacakan cerita anak-anak. Sisanya saya bikin dongeng sendiri, hahahaa.

- Siapkan Permainan Saat Siang Hari

Karena saat itu masih bekerja, saya minta ART untuk mengajak anak bermain. Ada beberapa mainan koleksi anak-anak yang bisa digunakan. Kalo bosan, saya udah menyiapkan tugas mewarnai, atau mengerjakan tugas kecil untuk anak-anak.

Biasanya saya siapkan kertas karton warna yang nantinya digambar oleh anak-anak, tentang kegiatan hari itu. Gambar mereka tentu aja semrawut, hahahahaa. Namun kegiatan itu sudah mengalihkan anak-anak dari rasa lapar dan haus.

- Beri Reward

Ya saya tergolong orang tua yang menjanjikan reward untuk anak-anak bila mereka berbuat baik. Nggak usah bulan ramadhan, bulan biasa pun saya suka kasih reward ketika mereka seharian itu berbuat baik. Reward nya juga yang sederhana. Seperti memberikan cemilan favorit mereka, atau membelikan ice cream.

Tips Berpuasa untuk anak kecil

Saya melakukan itu untuk menerapkan kebiasaan baik pada anak-anak. Saya yakin anak-anak melakukan kebaikan bukan karena reward yang saya janjikan. Buktinya ketika saya bilang kalo kebaikan itu nggak boleh dikerjakan karena janji ibu, mereka bilang nggak masalah. 

"Bu Guru juga bilang, nggak boleh minta hadiah kalo berbuat baik. Nanti Allah yang kasih kebaikan buat kita. Malaikat Allah yang mencatatnya di dalam raport ya, Bu,"

Eh, bener juga nih, kalo bu guru yang ngomong pasti selalu dianut yak. Bersyukur banget anak-anak tergolong menurut dengan ucapan dari guru dan saya. Suami sih selalu seia sekata dengan aturan yang saya tetapkan. Dia udah capek pulang dari tempat kerja. Paling bantuannya adalah dengan mengajak ke masjid untuk shalat jamaah.

Mengajarkan berpuasa untuk anak kecil bukan hal sulit. Asalkan ada sistem suport yang mendukung, semua berjalan lancar.

Bagaimana Moms, bisa loh sharing cerita di sini. Berbagi kebaikan tentang tips berpuasa untuk anak kecil boleh ditulis di kolom komentar. Semoga bunda yang membaca artikel ini pun memperoleh manfaatnya. Wassalamualaikum.

Foto diambil dari Pixabay
Reading Time:

Jumat, 24 Mei 2019

Meningkatkan Amalan Puasa Pada Bulan Ramadhan
Mei 24, 2019 23 Comments

Meningkatkan Amalan Puasa 

Amalan Puasa

Assalamualaikum.  Bulan ramadhan tak terasa telah berada pada hitungan hari ke-19. Bagaimana puasa kamu, semoga masih lancar ya. Kalo pun ada tamu bulanan yang hadir, nikmati aja dengan ikhlas. Namanya juga kodrat perempuan yang belum menopause. Namun meski tidak bisa puasa tetap bisa meningkatkan amalan puasa yang lainnya.

Semua kegiatan baik yang dikerjakan pada bulan ramadhan, memiliki nilai amalan yang juga tak kalah baiknya. Meski tidak puasa namun kamu tetap melakukan amalan di luar ibadah seperti orang berpuasa, pahala akan tetap mengalir.


Ada beberapa amalan yang meningkatkan pahala pada bulan ramadhan :

- Sahur

Ada loh yang berpuasa tapi tidak bangun sahur. Alasannya dia kuat berpuasa meski tidak bangun untuk makan sahur. Memang sih adaaa aja yang malas untuk bangun sahur. Bahkan ada yang makan sahurnya sebelum tidur, sekitar jam 24.00 misalnya.

Amalan Puasa
Pict. by nu.or.id
Makan sahur seharusnya dilakukan di penghujung malam. Bahkan makan sahur sebelum pukul 3 pagi aja, masih diangap makan malam. Meski sudah mengucapkan niat sahur dan berpuasa. 

Berdasarkan kesaksian Hudzaifah, ia pernah makan sahur bersama Nabi Muhammad SAW saat menjelang subuh, (HR Ibnu Majah). Kesaksian Hudzaifah ini diperkuat oleh pengakuan Zaid bin Tsabit. Zaid pernah sahur bersama Nabi Muhammad SAW kemudian setelah itu shalat berjamaah. Ketika ditanya, berapa lama jarak antara selesai makan dan shalat, Zaid menjawab, “Kisaran membaca lima puluh ayat,” (HR Ibnu Majah). (dari nu.or.id)
Tentunya ada maksudnya juga sih ketika sahur mendekati waktu shalat Shubuh. Agar tidak ketiduran setelah sahur sehingga melupakan shalat.


- Menyegerakan Berbuka

Amalan Puasa
Picture by Noorma Fitriani

Kebalikannya dengan sahur yang lebih utama dengan mengakhirkan makannya. Alangkah baiknya menyegerakan berbuka puasa begitu mendengar azan. 


Apabila sedang di jalan, bagaimana? Tentu saja dengan makan kurma atau minum seteguk air. 

- Shalat Tarawih

Amalan Puasa

Tidak perlu diucapkan bahwa kewajiban umat muslim adalah shalat lima waktu. Kelak akan ditanyakan bagaimana dengan shalat fardhu ini. Seluruh amalan kita akan dianggap baik apabila shalat wajibnya juga dilakukan.  Tiada artinya amalan baik kita apabil lalai dan meninggalkan shalat.

Shalat tarawih merupakan shalat sunnah yang sangat disarankan untuk dikerjakan sepanjang bulan ramadhan. Alangkah baiknya bila dilakukan secara berjamaah di masjid. Hal ini ada maksudnya yaitu untuk menjalin silaturahmi dengan tetangga.

- Membaca Al Quran

Membaca Al Quran akan membuat bulan Ramadha terasa lebih istimewa karena Al Quran pertama kali turun pada bulan suci Ramadhan. Sehingga kita sangat dianjurkan untuk membaca Quran. Dan ini menjadi amalan yang baik dilakukan pada bulan ramadhan. 

Meski setiap hari sepanjang tahun membaca Quran merupakan amalan kebaikan. Tetap saja bulan ramadhan adalah bulan yang penuh berkah. Terlebih satu huruf di dalam Quran yang dibaca dihitung sebagai satu kebaikan. Dan amalan yang dicatat dihitungan kebikannya berkali lipat.

- Menjemput Malam Lailatul Qadar

Ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Banyak mulim melakukan amalan kebaikan agar bisa bertemu dengan satu malam ini. Merasakan malam Lailatur Qadar yang datang pada 10 hari menjelang berakhirnya bulan ramadhan. 

I'tikaf atau berdiam diri di masjid dengan melakukan ibadah sebanyak mungkin. Mendekatkan diri dan bermunajat pada Allah, menanti ridhoNYA bertemu Lailatul Qadar.

- UMROH

Salah satu keutamaan meningkatkan amalan puasa adalah umroh pada bulan ramadhan. Umroh pada bulan ramadhan setara nilainya dengan haji. Masya Allah.

Amalan Puasa

Itu lah mengapa menjalankan ibadah puasa dengan umroh begitu diidamkan umat muslim. Menikmati ramadhan di Makkah membuat setiap muslim bisa lebih fokus ibadahnya dan mendekatkan diri kepada Allah.

Karena ketika muslim sedang melaksanakan umroh, ibadah sunnah di Makkah, dia melupakan urusan duniawi. Saya belum pernah merasakan umroh pada bulan suci. Namun pengalaman berhaji telah menjadi sebuah ibadah bagi saya dan suami. Kami sangat fokus pada ibadah hingga melupakan urusan dunia, meninggalkannya di tanah air.

- Sedakah

Bersedekah merupakan amalan kebaikan yang menjadikan hati pemberinya merasa tentram. 

“Sedekah akan memadamkan api siksaan di dalam kubur.” (HR. Thabrani, di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Targhib, 873)

Begitu banyaknya ibadah yang bisa dilakukan sepanjang bulan ramadhan. Beribu keutamaan ditawarkan untuk menabung pahala kebaikan. 

Betapa banyak orang yang menanti bulan penuh berkah, karena merasa bekal yang akan dibawanya pulang masih sedikit. Dengan dilipatgandakan pahala ketika menjalankan ibadah dan kebaikan selama bulan ramadhan, menjadikan bulan ini sangat dinanti kehadirannya. Terutama melaksanakan tiga kebikan yang terdapat hadistnya.
“Sesungguhnya di surga terdapat ruangan-ruangan yang bagian luarnya dapat dilihat dari dalam dan bagian dalamnya dapat dilihat dari luar. Allah menganugerahkannya kepada orang yang berkata baik, bersedekah makanan, berpuasa, dan shalat dikala kebanyakan manusia tidur.” 
(HR. At Tirmidzi no.1984, Ibnu Hibban di Al Majruhin 1/317, dihasankan Ibnu Hajar Al Asqalani di Hidayatur Ruwah, 2/47, dihasankan Al Albani di Shahih At Targhib, 946) Sumber materi : muslimah.or.id

Sebenarnya masih banyak lagi amalan yang bisa kamu lakukan selama bulan ramadhan. Gali lah sebanyak mungkin kebaikan, lakukan, dan rasakan bagaimana hati akan tentram dan merasakan kedamaian sesudahnya. Mumpung masih ada beberapa hari lagi sebelum ramadhan berakhir, kita tingkatkan amalan puasa beserta segenap amal kebaikan. Wassalamualaikum.
Reading Time:

Kamis, 23 Mei 2019

Cerita Mudik Saya dan Keluarga Ketika Lebaran
Mei 23, 2019 12 Comments

Cerita Mudik Saya dan Keluarga Ketika Lebaran




Assalamualaikum Sahabat. Sejak masih lajang saya punya impian dapat jodoh orang desa. Membayangkan diajakin mudik ke desa dengan pemandangan sungai, sawah, senyum ramah tetangga, sepertinya surga bagi saya. Maklum deh saya anak kota yang lahir dan besar di kawasan padat penduduk. Wajar dong punya mimpi calon suami dari desa.

Daaan, kenyataan berkata lain. Jodoh saya ternyata orang kota, ahahahaa. Mimpi saya nggak terwujud mendapatkan suami yang berasal dari desa. 

Namun saya tetap merasakan suasana mudik, karena orang tua suami berasal dari luar kota. Eh tapi mudiknya nggak nginap kayak rang-orang. Nah, saya mau cerita deh tentang mudik bersama keluarga suami.


Cerita Mudik Saya dan Suami


Biasanya setiap usah shalat Idul Fitri, saya dan suami sungkeman dan bermaafan dulu sekeluarga. Baru kemudian mengunjungi rumah keluarga ibu dan bapak saya. Di sini saya dan suami serta anak-anak juga mencicipi hidangan yang udah disiapkan ibu.


Ada opor, sambel goreng, dan ketupat atau lontong. Karena pengen praktis dan enggak usah ribet, saya memilih pesan lontong sehari sebelumnya di tempat langganan.

Begitu sarapan di hari idul fitri usai, kami pun meluncur ke rumah ibu mertua. Di sana udah menanti kakak dan adik suami beserta seluruh keponakan.

Di sini acara bermaafan juga dilakukan. Meski nggak pakai urutan sesuai usia. Karena sebagian putra-putri ibu udah ngumpul di rumah keluarga. Mereka ini yang datang dari Salatiga, Pekalongan, dan Pekanbaru. 

Hanya saya dan adik ipar yang belakangan datang aja karena tidur di rumah masing-masing. 

Sambil menanti yang sedang sarapan, biasanya anak-anak udah langsung bercanda bareng sepupunya.

Cerita Mudik Keluarga

Namun biasanya juga setelah kami ajak ke rumah tetangga ibu mertua. Yang dekat-dekat aja sih dari rumah ibu. Dan memang hubungannya juga dekat dengan keluarga mertua.


Cerita Mudik ke Boyolali, Silaturahmi Hari Raya

Begitu semua kegiatan pagi itu udah beres, rombongan yang terbagi dalam beberapa mobil, mulai bergerak ke Boyolali.

Silaturahmi keluarga Bani Muhyi ini adalah jalinan keluarga besar Ibu Mertua. Biasanya berkumpul satu tahun sekali pada hari pertama lebaran.



Silaturahmi ini udah berlangsung sejak saya belum jadi menantu ibu. Jadi begitu menikah, saya langsung masuk dalam keluarga Bani Muhyi. Wajib datang dan berkumpul untuk merekatkan tali silaturahmi dengan seluruh keluarga.

Asik sih dan saya suka sekali mengenal keluarga Bani Muhyi. Mendapat keluarga baru dan berjumlah besar bagaikan berada di lingkungan baru. Saya kadang masih bingung dengan nama masing-masing ponakan saking banyaknya.

Acaranya adalah silaturahmi dan makan-makan, hahahaa.



Jadi begitu datang di rumah keluarga yang mendapat giliran sebagai nyonya rumah dengan urutan kelahiran dari saudaranya ibu mertua, kami langsung makan.  Mencicipi hidangan yang disajikan yang biasanya selalu menggugah selera. 

Di sini nggak ada namanya diet. Makanannya berlimpah dan beragam. Misal kamu ikut hadir di sini juga pasti langsung tergoda dengan sajian makanannya. Menu makanan memang tergantung nyonya rumah. Namun karena acara berlangsung di Boyolali, sajian Sambel Tumpang tentunya nggak pernah ketinggalan. Hanya teman makannya aja yang berbeda. Tiap keluarga punya makanan khas masing-masing.

Setelah semua yang hadir mencicipi makanan. Acara pun dimulai dengan membaca ayat suci Al Quran. Kemudian ada cerita kenangan yang dituturkan oleh sepupu suami yang usianya tergolong paling tua.



Selain itu ada juga tausiyah yang biasanya diberikan oleh ustadz, suami dari sepupu. Ada beberapa yang suka sharing ilmu agama di sini. Tapi seringnya emang suaminya sepupu yang juga dosen di salah satu PTS di Boyolali.

Begitu selesai acara, dilanjutkan dengan bersalaman dan sesuai urutan keluarga ibu yang paling tua. Yang sepuh duduk di kursi. Sementara sepupu dan ponakan giliran sungkem sambil meminta doa restu dari orang tua dan bude, pakdhe, serta bulik. 

Sedihnya lebaran kali ini ada Om yang udah yang meninggalkan kami.  Rasanya jadi makin sepi. Beruntung sih yang generasi muda tetap rajin datang silaturahmi. Jadi kepergian sesepuh yang mendahului kami, tak begitu terasa. Yang muda masih setia melanjutkan tradisi setiap lebaran dengan menyempatkan hadir silaturahmi.

Seluruh yang hadir saat lebaran kalo dijumlahkan ada sekitar 100 orang, kurang lebih ya.

Itu aja kadang enggak semua bisa hadir. Jarang bisa hadir komplit semua. Saya perhatikan tiap tahun ada yang ijin nggak bisa hadir. Ada yang karena menanti kelahiran anak dan tinggal jauh dari Boyolali. Ada juga yang mudiknya gantian,  dua tahun sekali. Macam-macam pokoknya alasannya. Bagi kami nggak masalah. Karena tahun depan juga bakal bertemu saudara yang tahun ini nggak hadir.

Kalo cerita mudik kamu gimana, sahabat? Sharing yuk. Wassalamualaikum.
Reading Time:

Senin, 20 Mei 2019

Review Lipstik Wardah Long Lasting
Mei 20, 2019 23 Comments

Review Lipstik Wardah Long Lasting



Lipstik Wardah

Assalamualaikum Sahabat. Alhamdulillah puasanya masih lancar ya semuanya. Saya merasa kalo puasa gini, pakai lipstik itu bakal long lasting. Awet gitu seharian karena nggak makan dan minum. Jadi saya suka deh kalo puasa, masya Allah.

Pilihan saya tentang listik itu nggak susah sih. Setelah sekian lama berganti merk lipstik, akhirnya selama kurang lebih 18 tahun saya setia dengan produk dari WARDAH. 

Nah kali ini saya pengen cerita pengalaman memakai lipstik WARDAH yang long lasting. Kan paling seneng tuh kalo lipstik yang kamu pakai bisa tahan lama. Namun tentunya yang halal juga dong. Dan dipakai seharian tuh nggak bikin bibir jadi kering.

Ada nggak sih lipstik yang menawarkan paket komplit kayak gitu? Hmm, ada dong!

Biasanya tuh saya selalu beli lipstik Wardah Exclusive Lipstik. Suka aja dengan kelembaban yang ditimbulkan tiap pakai produk Wardah satu ini. Terutama yang warna 32, tipis dan nude kecoklatan. Saya suka karena kalo pakai warna ini kayak nggak pakai lipstik.


Review Intense Matte Lipstik Wardah

Nah saya mendadak beli Intense matte lipstik ini karena mba Ika. Katanya, Intense Matte Lipstik menawarkan kelembapan berjam-jam tanpa membuat bibir keset. Bahkan kalau warnanya memudar, hilangnya nggak seratus persen. Saya lihat bibir mba Ika kalo pakai lipstik ini begitu digunakan untuk minum atau makan, terkesan alami. Aihhhh, saya sampai detil banget nih kalo memandang bibir mba Ika, hahahaaa.


Lipstik Wardah

Akhirnya saya pun tergoda membeli lipstik matte ini dengan pilihan nomer 9. Namanya adalah Vibrant-Red. 

Menurut saya, warna merah yang dihasilkan shade nomor 09 ini adalah classic red. Warna ini cocok loh untuk kulit sawo matang kayak saya. 


Lipstik Wardah

Nah saya merasa warna lipstik ini paling cocok dipakai untuk acara kondangan. Kalo misal kamu enggak berani menggunakannya saat siang hari, bisa loh didobel dengan lipstik exclusive warna Sheer Brown no 32.

Nanti jadinya enggak terlalu cerah. Karena lipstik Intense matte ini emang cerah banget. Tapi asli deh warnanya itu yang saya suka. Kalo pakai intense matte no 9 ini, saya merasa bibir saya jadi penuh tapi enggak tebal, hahahaa. Eh apa sih nyebutnya. Pokoknya jadi makin cantik deh kalo diaplikasikan di bibir.


Harga Intense Matte Lipstik Wardah

Untuk ukurannya yang hanya 2.3 g dan kemasan cantik yang eye catching, lipstik ini harganya sekitar Rp. 34 ribu - 48 ribu. Tergantung kamu belinya di mana. Karena tiap toko kosmetik baik yang offline maupun online memasang harga yang tak sama. 


lipstik dengan tube langsing memanjang
Kalo saya sih beli di toko khusus alat kosmetik di kawasan Tlogosari. Udah terkenal loh tokonya sampai teman saya yang rumahnya di daerah Tembalang aja beli di sini. Dan saya waktu itu membeli lipstik ini seharga 38 ribu rupiah. 

Sepadan banget deh karena habisnya juga cukup lama. Karena saya jarang memakai lipstik ini untuk even siang hari. Kecuali untuk pergi kondangan saya tetap memilih lipstik ini karena long lasting. Bibir tetap aja cerah meski udah nyicipi makanan dan minuman. 


Kemasan Yang Travel Friendly

Lipstik Wardah

Nah, dengan ukuran mungil dan mirip lipstik long lasting, bikin kamu mudah membawanya kemana-mana. Alias travel friendly gitu karena bisa dimasukkan ke pouch.

Wadah atau kemasan kardusnya juga bagus, enggak yang mudah mleyok, wkwkwk. Apa ya nyebutnya, eh mungkin peyot gitu ya. Kardusnya tebal jadi bisa untuk menyimpan dengan aman.

Saya udah beli lagi sejak mengenal atau memakai pertama kali. Dan lipstik yang saya foto ini merupakan kemasan kedua yang saya beli.  Saya emang gitu, kalo udah suka bakal membelinya lagi dan lagi.

Gimana, berani coba memakai Lipstik Wardah Intense Matte yang bakal bikin bibir terlihat cantik? Hayuk deh dibeli, dicoba, dan lihat hasilnya. Nanti share ya di sini, wassalamualaikum.
Reading Time: