My Mind - Untaian Kata Untuk Berbagi: Cerita Kita
Tampilkan postingan dengan label Cerita Kita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Kita. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Desember 2018

Penyesalan Yang Tak Mampu Saya Lupakan
Desember 12, 20181 Comments

hidayah-art.com

Assalamualaikum Sahabat. Penyesalan Yang Tak Mampu Saya Lupakan ini selalu terngiang dalam ingatan. Memori yang tak mungkin terlepas begitu saja. Sungguh saya menyesal bila mengingat kembali ke masa lalu.

Tahun 1989 menjadi tahun yang penuh kenangan bagi saya. Bulan September adalah impian bisa lulus dan diwisuda di Politeknik negeri. Kala itu namanya Politeknik Undip Semarang. Sekarang lebih dikenal dan berganti nama menjadi Politeknik Negeri Semarang.

Sebelumnya merupakan hari ketika saya mesti maju sidang untuk presentasi proyek akhir. Kalo mahasiswa S1 mengerjakan skripsi, sementara mahasiswa DIII tugasnya adalah proyek akhir.

Saya sedang dalam kondisi galau seberat-beratnya.

Saat itu bagi seorang muslimah yang mengenakan hijab, merupakan suatu hal yang masih langka.

Saya adalah salah seorang dari tujuh mahasiswi yang sudah berhijab. Tidak seperti sekarang yang sudah tak ada masalah dengan pemakaian jilbab. Namun pada masa tahun 1986, perempuan yang mengenakan hijab masih sangat langka.

Di lingkungan kampus, kami menjadi obyek perbincangan dalam hening. Bisik-bisik sesekali mampir di telinga. Saya tidak peduli dengan semua itu.

Tahun berganti. Saya dan keenam teman-teman yang memakai hijab masih teguh dan menjaga keimanan kami. Saling menjaga, saling mendukung, memberi kekuatan moral yang sungguh dahsyat.

Hingga pada suatu hari, saya sedang menyelesaikan tugas akhir. Beberapap bab di awal proyek akhir sudah disetujui oleh dosen pembimbing. Saya senang tinggal memasukkan kesimpulan dan beberapa paragraf lagi sudah rampung.

Bapak memanggil saya.

“Nduk, ada yang ingin kami bicarakan,”

Wajah serius bapak sungguh bikin saya cemas. Bapak saat itu tengah dalam masa pemulihan setelah sakit sekian bulan. Kecelakaan di jalan raya bersama ibu, membuat bapak tidak bisa bekerja. Jadi hampir setahun ibu lah yang menjadi tulang punggung keluarga.

“Iya, Pak,” saya mendekat pada ibu yang ternyata sedang duduk dan merapikan jahitan.

Ibu saya pintar menjahit. Jadi ketika bapak tidak bisa bekerja, ibu menerima jahitan di rumah. Lumayan sih bisa untuk menghidupi kami sekeluarga dan membiayai pendidikan saya dan kedua adik saya.
Bapak agak berat hati mengemukakan pikirannya. Saya makin bergayut dalam kecemasan.

Saya tahu bapak makin pulih kesehatannya. Namun mengapa malam ini kami berkumpul bertiga dalam keadaan serius? Apa bapak punya sakit yang tidak saya ketahui sebelumnya?

Beberapa pertanyaan muncul silih berganti memenuhi pikiran.

“Kamu sebentar lagi mau lulus kuliah ya?”
“Iya.”
“Kamu tahu kan, kalo sekarang mencari pekerjaan itu cukup sulit. Banyak yang nggersah nggak dapat pekerjaan sesuai ijazahnya,” tutur bapak.

Saya mulai meraba akhir pembicaraan. Apakah saya akan dijodohkan dengan seseorang? Jadi saya nggak usah kerja, langsung aja nikah?

Ahhh, saya nggak kalo bener pikiran itu menjadi nyata. Saya masih ingin melanjutkan kuliah. Saya ingin melamar kerja dan bisa berkontribusi membantu keuangan keluarga.

Sebagai anak sulung, saya merasa berkewajiban membantu orang tua. Kalo saya bekerja sebelum menikah, bisa bantu mengurangi beban ibu.

"Nduk, mbok kamu nggak usah pakai hijab. Tradisi kita nggak ada yang pakai itu..."

Saya kaget!

Nggak nyangka bapak bakal membicarakan pakaian saya.

Sebelum saya bisa membela diri, bapak dan ibu bergantian memberikan penjelasan seputar keputusan saya yang sudah 2 tahun lebih mengenakan hijab. 

"Terserah sekarang semua keputusan ada di tanganmu,"

Kata penutup bapak itu bikin saya menangis. Saya berjalan menuju kamar. Menangis sepuasnya dalam diam. Rasa sedih, sakit hati, merasa terkhianati, semua bercampur menyesak di dada.

Bapak dan ibu, orang yang selama ini sesekali meminta saya meleps jilbab, sungguh tidak saya sangka benar-benar meminta. Saya pikir berlalunya waktu bisa meredakan keinginan mereka. Saya sering memberi penjelasan, namun selalu mentah ditentang. Hingga saya tetap dengan pendirian saya.

Mendekati saat sidang akhir, semua materi sudah siap. Saya hanya menanti hari H untuk maju dan merepresentasikan di hadapan tiga dosen penguji.

Namun ada satu yang belum saya persiapkan. Yaitu pakaian saat maju sidang proyek akhir.

Akhirnya hari H saya datang di kampus dengan penampilan baru. Penampilan yang bikin semua orang yang ada di kampus menatap dengan pandangan kaget dan bertanya-tanya.

Ya, saya akhirnya menuruti kata orang tua, melepas hijab dan kembali merelakan semua orang melihat rambut saya.

Meski harus menanggung beratus mata yang ingin tahu, saya menguatkan diri. Tak ada yang bisa memahami saya selain diri saya sendiri. Teman, dosen, siapapun itu, mereka hanya melihat kulit luar yang namapak.

Alhamdulillah meski hari itu perasaan saya kacau dengan penampilan baru. Namun hasil sidang saya memuaskan. Ketiga dosen yang kaget melihat penampilan saya, memberikan nilai sempurna untuk tugas akhir itu. Hingga saya bisa wisuda sebulan kemudian pada bulan Oktober 1989.

Hingga hari ini saya masih terus menyesali keputusan itu. Berandai-andai yang pasti tak bisa saya ulang kembali.

Di setiap penghujug doa, selalu saya pintakan maaf untuk diri sendiri, dan kedua orang tua. Agar segala kesalahan dan dosa kami karena keputusan melepas hijab bisa diampuni oleh Sang Maha Pemilik Kehidupan.

Ini lah kisah saya ketika masih dalam usia 21 tahun. Usia yang seharusnya sudah boleh memilih keputusan sendiri namun tak mampu berkelit dari permintaan orang tua. Semoga kisah saya bisa menjadi hikmah bagi pembaca semua. Wassalamualaikum.
Reading Time:

Rabu, 25 Januari 2017

5 Fakta Tentang Saya Yang Tak Banyak Orang Tahu
Januari 25, 2017 20 Comments

www.hidayah-art.com

Assalamualaikum. Ada 5 Fakta Tentang Saya Yang Tak Banyak Orang Tahu. Alamaaaak, mengapa tema hari ke 8 bikin saya baper ya. Tapi demi memenuhi tantangan #10DaysWritingChallenge Kampus Fiksi, saya beranikan diri nulis tentang lima fakta diri saya yang berlainan dengan opini orang. Apa sih kelima fakta tersebut? Mending kalian jangan baca deh, sama kayaknya dengan orang kebanyakan. Udaaaah, tutup aja layar henpon kalian, ya ... ya ... yaaa!
Reading Time:

Jumat, 20 Januari 2017

5 Hal Yang Ingin Saya Capai di Tahun 2017
Januari 20, 2017 7 Comments

www.hidayah-art.com

Assalamualaikum. Ada 5 Hal Yang Ingin Saya Capai di Tahun 2017.  Mengingat perjalanan saya sebagai blogger sepanjang tahun 2016, saya jadi pengen nulis tentang pencapaian tahun 2017. Saya nggak pengen muluk-muluk menulis tentang sesuatu yang tak mampu terwujud. Namun saya juga selalu yakin, bahwa memiliki mimpi itu bagaikan doa yang tersemat di pikiran dan hati.

Apalagi mimpi itu halal asalkan kita berani mewujudkannya. Jangan sekedar mimpi. Ikhtiar pun mesti kalian lakukan beserta doa yang pantang surut dari mulut. Karena saya yakin, Allah Swt akan mengabulkan permohonan hambaNYA bila mereka meminta. Sombong banget kan kalo saya sebagai hambaNYA yang hina ini enggan meminta.

Reading Time:

Kamis, 19 Januari 2017

3 Hal Yang Bikin Saya Bakal Teriak Histeris
Januari 19, 2017 18 Comments

www.hidayah-art.com

Assalamualaikum. Ada 3 Hal Yang Bikin Saya Bakal Teriak Histeris. Mungkin teriak sambil loncat, lari tunggang langgang hingga lupa segalanya. Masih dalam rangka #KampusFiksi 10 Days Writing Challenge dan artikel ini masuk hari kedua. Semoga istiqomah nulis hingga hari kesepuluh yang berakhir pada tanggal 27 Januari 2017.
Reading Time:

Rabu, 18 Januari 2017

Pejuang Sejati Adalah Tipe Kekasih Yang Saya Dambakan
Januari 18, 2017 18 Comments


Assalamu'alaikum. Pejuang Sejati adalah Tipe Kekasih Yang Saya Dambakan. Ihhh, berasa gimana gitu kalian baca judul artikel saya kali ini? Biasa aja deh, apalagi saya juga nulis ini karena pengen ikutan #KampusFiksi 10 Days Writing Challenge. Nah, yang penasaran dengan judul artikel ini, yuk baca lebih lanjut yess.
Reading Time:

Minggu, 11 September 2016

Me Time Favorit Cukup Di Home Sweet Home
September 11, 2016 17 Comments

www.hidayah-art.com

Assalamu'alaikum. Bagi perempuan sibuk, ibu rumah tangga ataupun yang juga bekerja di luar rumah, penting nih sesekali refreshing. Atau kata mamah-mamah muda, Me Time yang berkualitas. Me Time katanya bisa mengembalikan kembali semangat kerja. Me Time juga katanya bakal bikin perempuan kembali tersenyum bahagia. Nah, ada yang mesti Me Time di cafe, nyalon, nonton film di bioskop, bahkan plesiran hingga ke negeri tetangga. Kalo saya sih nggak pernah muluk-muluk ngomongin Me Time. Me Time favorit saya cukup di home sweet home dan nggak harus keluar rumah.
Reading Time:

Minggu, 04 September 2016

Jajanan Favorit Masa Kecil Yang Selalu Bikin Kangen
September 04, 2016 22 Comments
www.hidayah-art.com

Assalamu'alaikum. Jajanan favorit masa kecil yang selalu bikin kangen itu banyak banget. Hahaha, ketahuan banget sejak kecil doyan jajan. Eh tapi jajanan jaman dulu tuh kebanyakan yang bikin juga ibu, atau tetangga. Jajanan kemasan kayaknya baru sedikit. Yang paling saya ingat adalah kue kering yang udah nggak utuh lagi. Mirip dengan kue kering dalam kaleng yang isinya bermacam rasa dan jenis. Namun kue kering yang nggak utuh lagi itu dikemas dalam plastik. Kalo nggak salah nama merknya Susana. Yang seangkatan sama saya masih ingat nggak sih? Bener nggak namanya Susana, hahaha. Malah pengen ngakak.
Reading Time:

Rabu, 13 Juli 2016

Silaturahmi Lebaran Ala Keluarga Bani Muhyi, Boyolali
Juli 13, 2016 19 Comments
www.hidayah-art.com

Assalamu'alaikum. Masih suasana lebaran nih, saya mohon ijin untuk mengucapkan Taqobalallan hu minna wa minkum. Syiyamana wa syiyamakum. Mohon maaf lahir & batin atas segala salah tulis selama ini. Oh iya ceritanya saya ikut tantangan One Day One Post yang diadakan oleh Mbak Ani Berta. Dan saya mengangkat kisah Silaturahmi Lebaran Ala Keluarga Bani Muhyi Boyolali. Semoga saya bisa konsisten mengikuti ODOP hingga hari ke-14.

Sebenarnya kami pengen sekali nggak repot, tinggal pesan menu catering. Namun, dua tempat makan favorit kami tahun ini nggak buka selama 5 hari. Yaitu H-2 dan H+3 bakal libur dan mudik di kampung halaman mereka di daerah Delanggu. Aduuuhhh, trus gimana nih, udah nyaris tiga minggu jelang lebaran dan belum dapat wangsit mau pesan makanan suguhan.
Reading Time:

Selasa, 09 Februari 2016

Nostalgia Masa SMA, Bukan Coklat Biasa
Februari 09, 2016 26 Comments


www.hidayah-art.com


Halo assalamualaikum teman, kali ini saya ingin menuliskan kenangan masa SMA. Duuuuh, udah berapa tahun saya tinggalkan masa-masa menyenangkan itu. Masa menyenangkan bukan karena ada cowok incaran loh. Suwer ewer ewerrr, saya malah belum punya ketertarikan dengan lawan jenis ketika SMA. Tapiiii, saya mau cerita Nostalgia Masa SMA karena ada kenangan tentang Bukan Coklat Biasa. Apa tuuuh? Yuk lanjut bacanya, hehehe.
Reading Time:

Senin, 08 Februari 2016

Gado-Gado  Rasa Tinggal Di Daerah Pecinan Semarang
Februari 08, 2016 30 Comments

www.hidayah-art.com


Haloo assalamu'alaikum, teman. Siapa yang pernah tinggal di daerah pecinan? Saya yakin di negeri ini, di berbagai kota ada wilayah pecinan. Karena banyak pendatang dari negeri Tiongkok yang senang melanglang buana ke penjuru bumi. Saya ingin curhat tentang gado-gado rasa selama tinggal di daerah pecinan Semarang. Seperti apa sih rasanya tinggal di daerah pecinan? Apakah saya ikutan makan daging babi, atau ikut main barongsai saat kecil? Yuk lanjut baca, agar tak salah tafsir dengan situasi dan kondisi kami yang tinggal di daerah pecinan.
Reading Time:

Sabtu, 23 Januari 2016

Cublak Cublak Suweng, Dolanan Anak-Anak Yang Sarat Makna
Januari 23, 2016 21 Comments

www.hidayah-art.com
Gambar diambil dari sini

Cublak cublak suweng

Cublak cublak suweng
Suwenge ting gelenter
Mambu ketundhung gudel
Pak empng lera lere
Sapa ngguyu ndelikkake
Sir sir pong dhele kopong
Sir sir pong dhele kopong

Siapa yang pernah dolanan ‘cublak cublak suweng’? 
Yang pada ngangkat jari, kalian satu angkatan sama saya. Iyaaa, kalian seumuran lah sama saya. Jangan bilang kalian masih abegeh a.k.a. Angkatan babe gueeehh. Saya yakin deh, yang baca tulisan ini banyak yang kenal dolanan cublak cublak suweng. Kecuali yang saat ini masih berseragam abu-abu. Yang masih unyu-unyu gituuu. Eh tapi ngaku pernah dolanan cublak cublak suweng enggak dosa kaliiii, namanya juga dolanan yang bikin hati senang. Iya kaaaan? Apalagi, cublak cublak suweng itu kan dolanan anak-anak yang sarat makna.  
Reading Time:

Kamis, 21 Januari 2016

Kalo Reuni, Ngapain Aja?
Januari 21, 2016 7 Comments



Halo assalamu'alaikum, sobat. Awal tahun 2016 saya dan suami sempat bertemu teman-teman lama kami. Cerita dikit ya, saya dan suami adalah teman dalam ruang yang sama saat kelas 3B di SMP Negeri 10 Semarang (sekarang kelas 9). Nah, tiba-tiba dicolek akan ada kumpul-kumpul. Terus terang saya penasaran kalo reuni, ngapain aja sih? 
Reading Time:

Rabu, 20 Januari 2016

Waspada Banjir Ketika Musim Hujan Mulai Berkunjung
Januari 20, 2016 16 Comments

www.hidayah-art.com
Tlogsari raya saat belum diperbaiki

Semalam saat nulis sampai pukul sebelas, terdengar suara berisik dari depan rumah. Semakin didengar kok makin ramai, tapi mau ninggalin tulisan juga sayang. Karena inet malam itu lancar jaya, hahaha. Tapi penasaran mengalahkan segalanya, jadi saya pun ke depan. Mengintip dari jendela, terlihat air menggenang di jalan depan rumah. Waduuuh, mesti waspada banjir ketika musim hujan mulai berkunjung.
Reading Time:

Kamis, 10 Desember 2015

Karena Sedekah Dijauhkan Dari Musibah
Desember 10, 2015 9 Comments
hidayah-art.com


Halo assalamu'alaikum teman. Beberapa waktu lalu sepulang dari luar kota, suami terduduk di sisi saya. Saat itu saya sedang nonton film dari fasilitas Indihome. Ini lah curhatnya malam itu.


"Masya Allah, kita masih dilindungi." tutur suami dengan nada yang berbeda.

Pandangan saya teralihkan dari film thriller di layar kaca. Duh, ini istri gimana sih, suami datang malah tetap aja nonton film, ihihiii.

Reading Time:

Kamis, 10 September 2015

Jangan Cepat Beranjak Dewasa, Anakku
September 10, 2015 14 Comments

Permata hati ibu
  
Menjadi ibu adalah pengalaman yang luar biasa. Bersyukur lah selalu karena banyak perempuan yang hingga detik ini masih belum memiliki pengalaman serupa. Bersyukur lah karena pengalaman itu tak akan mungkin diulang, namun terus berlalu seiring waktu setiap hari dan setiap tahun.
Reading Time:

Senin, 31 Desember 2012

Resensi Buku LOL @the OFFICE - Penulis: DIAN KRISTIANI
Desember 31, 2012 5 Comments

  

Judul buku: LOL @the Office    
Penulis      : Dian Kristiani
Penyunting : FLo
Penata Letak: Techno
Ilustrasi dalam: Teguh Adimarta
Desain sampul: Ellina Wu
Penerbit         : Gradien Mediatama

LOL @the Office - dengan tagline: The Buying Office Girl, from Mumet Everyday till PHK.  Buku yang berisi kisah-kisah kenarsisan si Buying Office Girl, alias Tukang beli sini jual sana (hihi...boleh deh ketawa dulu, red). Juga cerita LOL usai dapat surat tanda cinta dari bos opis pusat, alias surat PHK yang ternyata bikin si Buying Opis jadi kaya mendadak.

Ada dua bagian yang sama-sama menarik dalam buku ini. Bagian pertama, tentu saja kisah pengalaman pribadi si Buying Office Girl saat masih nguli di buying opis. Banyak  deh cerita di buku ini yang bikin mual karena ke-kepo-an, bikin perut mules saking capeknya ketawa karena kenarsisan plus keluguan, yang kagak mungkin aku tulis satu persatu, ntar kena semprit dari si buying opis deh. Karena bukunya jadi ga laku, kan udah baca komplit di mareee ;)

Gimana gak mual? Kalo ada 'sesuatu' di dalam tas kresek warna item yang mesti dibuka akibat si buying opis kepo banget. Hueeeekkk :(

Atau pas baca....ngikik dulu ah ;D ;D ;D ...... gara-gara si buying opis kejungkel dari anak tangga di sebuah hotel bintang lima saat menuju ke restaurant yang terletak di lantai I? Napa sih bisa kejungkel gitu? Salah siapa ya? Kesrimpet karpet, atau gaun panjang yang melambai dengan belahan samping hingga memperlihatkan 'paha yang ginak-pinuk' ?
 Aah, baca sendiri deeeh. Suwerrr bener-bener ngakak sampe mules baca kisah si buying opis yang ini.

Daaaan...yang paling seru saat cerita nyampe di hal. 91, waktu si buying opis naik 'kapal mabur' Saat check ini, mbak cantik nan bohay ini adu ngotot sama mbak petugas. Sama-sama kagak ada yang mau ngalah. Yang petugas karena sudah kewajibannya melindungi keselamatan penumpang. Yang mbake cantik merasa bodynya aduhai tak masalah dan tak butuh surat pengantar dari dokter. Hayooo, pengen tahu siapa pemenangnya? Ck..ck... kasih tahu gak yaaaa ;) *Grrr...kan udah dibilang di atas, beli bukunya dan baca sendiri dong, hahaha....

Nah, bagian kedua buku ini yang paling  kusuka. PHK! Yup, yes, bener, leres niku, betullll, PHK. Sebuah kisah yang sangat kunantikan juga (untuk diri pribadih ya, pengen deh ngerasain di-PHK).
 Ngiler lho baca kisah seru si buying opis usai di -PHK. Udah deh, gak perlu aku sebutin satu persatu senengnya di-PHK. Yang jelas sih, tambah makmur, bisa belanja sana sini. Ngabisin duit. Tapiiii, si buying opis, eh mantan buying opis ini sampe boyongan, ganti alamat rumah. Katanya sih tengsin banget kalo ketahuan jadi ibu rumah tangga tulen alias pengangguran.

Kisah selanjutnya lebih seru lagi. Ada kisah seru belajar naik motor, haha...kirain cuma dakuw yang berani nangkring di sadel motor setelah jadi mak-mak. Ada juga kegiatan nyuci yang seru karena mesin cuci yang bisa loncat-loncat ampe pindah tempat saking semangatnya nyuci sendiri.

Ada lagi moment crimbat rambut yang berubah jadi ajang penyiksaan diri. Gara-gara terdaftar anak durhaka, xixixixi.... (kesimpulannya, dakuw mah anak baik-baik karena pintar mbrojolin bayi ;D )

Tapiiiii, yang bikin aku makjleb!! Hah, nggak segitunya kalee... cerita di bagian dua dari belakang. Hmmm...halaman 182, about: Maling Teriak Maling. Nah, lho, tentang apa seeeh?!
Ah...ah....serasa jadi cameo deh baca cerita si mantan buying opis ini. Karena aku bener-bener terlihat sedang nongolin muka, hhihi...  Dan, gara-gara baca cerita ini, aku inbox-an dengan si mantan buying opis ampe lupa nguli, xixixi. Kalo yang ini sih karena menjelang akhir taon banyak kerjaan, jadi malas berangkat (jangan ditiru, kalo nggak ntar kena PHK)

Tambah penasaran nggaaaak, yang jawab nggak bakal nggak aku doakan. Nah, yang jawab penasaran, ayo buruan ke tokbuk terdekat rumah dan ambil buku ini, bawa ke kasir, Bayar deh! Dijamin pasti rasa penasaran kalian terobati. Nggak bakal tanya ini itu padaku. Karena aku nggak terima inbox, xixixi, sok jual mahal ah ;D

Belajar bikin resensi buku. Ini yang pertamax. Maaf ya mbak Dian, kalo tulisanku kurang menggigit. Ntar yang baca kabur kalo terlalu menggigit, xixixi.... Silakan koment, untuk kepentingan bersama, dilarang koment yang bikin mual or nangis. Karena aku gak punya obat penawarnya ;D Kamsiah yaaa.....








Reading Time:

Sabtu, 01 Desember 2012

MENIKMATI SENJA DI PANTAI MARINA
Desember 01, 20120 Comments


                                   MENIKMATI SENJA DI PANTAI MARINA

            Sebelum mencapai gerbang Pantai Marina Semarang, setiap mata pengunjung akan tertuju pada bundaran dengan patung burung Garuda di bagian tengah taman. Melintasi bundaran kita akan menemukan tempat penjualan tiket masuk ke dalam lokasi pantai. Cukup murah, karena harga tiket untuk dua orang cukup membayar Rp. 5.000,- termasuk motor roda dua. Tapi, bila kita menggunakan mobil, tiket masuk akan dihitung perorang sebesar Rp. 3.000,-. 

            Pantai Marina sebenarnya hasil reklamasi atau pengurukan hutan bakau dan tambak. Lokasi ini salah satu tempat tujuan wisata bagi penduduk Semarang dan sekitarnya. Begitu masuk lokasi, terdapat perumahan yang dimiliki oleh perorangan. Rumah-rumah ini sebagian besar menghadap ke arah pantai. Di sisi kiri jalan ada fasilitan tempat olah raga yang sedang diperbaiki. Dulu tempat itu memiliki fasilitas kolam renang dan lapangan voley.

            Di sepanjang bibir pantai, telah dibangun tembok pembatas pantai. Juga diletakkan batu gunung yang berfungsi sebagai pemecah ombak. Pengunjung sering duduk di sepanjang tembok ini. Sekedar bercengkerama dengan teman atau keluarga, atau duduk sambil menikmati pemandangan ke arah laut lepas. Bahkan, tempat ini sering dijadikan beberapa komunitas untuk  hunting lokasi pemotretan, melukis dan latihan teater.

Tembok pembatas pantai juga difungsikan sebagai jalan bagi pengunjung.  Jalannya sudah dipaving dan cukup lebar untuk digunakan pengunjung berjalan dari ujung barat ke ujung pantai sebelah timur.  Pada beberapa bagian, ditempatkan kursi untuk tempat beristirahat bagi pengunjung setelah lelah berjalan-jalan.

Bila pengunjung malas bermain air, datang ke Marina bisa juga menikmati fasilitas yang telah disediakan. Di pantai ini juga terdapat kapal-kapal berukuran sedang  untuk berwisata. Pengunjung bisa menumpang kapal dan berputar-putar di sekitar pantai Marina untuk menikmati keindahannya.  Selain itu, ada juga fasilitas untuk permainan mobil remote controle  dan  kereta api mini. Banyak sekali orang tua yang mengajak putra-putrinya memilih naik kereta api untuk mengelilingi kawasan Marina bila malas berjalan kaki. Dan saat akan pulang, mampir sejenak untuk memberi makan rusa-rusa kecil, yang ada di kawasan ini. Rusa-rusa ini dikelola perorangan.

Uniknya lagi, pengunjung bisa memilih waktu kapan pun untuk menikmati keindahannya. Bila ingin melihat keindahan matahari saat akan terbit, tentu saja pengunjung harus datang setelah Subuh. Pada pagi hari, kebanyakan pengunjung yang datang ingin bermain air, mandi dan berenang. Meski bukan pasir putih, namun banyak anak-anak dan orang dewasa yang menikmati bermain air di pantai. Tempat bilas setelah bermain air telah disediakan di dekat pantai. Namun sayangnya, kamar mandi kurang terawat dan kotor. Pengunjung lebih banyak memilih kran untuk bilas di bagian luar kamar mandi.
Berdua dengan suami di pantai Marina    
















Namun bila ingin menikmati pemandangan matahari terbenam, datang saja pada saat sore hari. Duduk berdua dengan suami atau kekasih, sembari menyaksikan matahari yang perlahan menghilang di batas cakrawala, pasti  menjadi kenangan yang tak bakal terlupakan.

Untuk mencapai Pantai Marina Semarang tidak  sulit, meski tentunya perlu sedikit usaha. Apalagi bila belum pernah berkunjung ke kota ini. Dari arah Kabupaten Kendal, pengunjung bisa menuju ke arah timur.  Begitu  memasuki bundaran kali banteng (dekat dengan museum ranggawarsita), pilih jalan yang menuju arah Surabaya (arteri Yos Sudarso). Kemudian setelah SPBU belok kiri, melewati PRPP (Supermarket Giant), lihat petunjuk arah yang menuju ke  Pantai Marina. Kalau dari arah Demak, bisa masuk ke kota Semarang dan menuju jalan arteri Yos Sudarso. Kemudian  setelah gedung olah raga YADORA, belok kanan dan ikuti petunjuk ke arah Pantai Marina.
Jalan menuju pantai ini memang mudah diakses berbagai macam kendaraan, baik ukuran kecil seperti motor maupun bis ukuran besar. Hal ini menjadi daya tarik bagi pengunjung yang datang. Nah, tunggu apalagi? Ayo berkunjung ke Semarang dan nikmati senja di Pantai Marina.


Reading Time: