My Mind - Untaian Kata Untuk Berbagi: Sedekah
Tampilkan postingan dengan label Sedekah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sedekah. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Januari 2024

Ide Menu Untuk Sedekah Jumat Berkah
Januari 08, 20241 Comments
Assalamualaikum Sahabat. Apa kabarnya, semoga kalian dalam keadaan sehat dan bahagia ya. Bersyukur banget tahun kemarin saya menutup akhir tahun dalam suasana bahagia. Alasannya adalah udah beberapa bulan ini saya bisa rutin sedekah Jumat berkah dengan menyiapkan sendiri dari awal hingga berwujud makanan.


Sebenarnya awal melakukan sedekah Jumat berkah itu udah sejak awal pandemi. Jauh sebelum itu, saya hanya sesekali ikut donasi aja di beberapa komunitas berbagi Jumat berkah. Namun sejak awal pandemi dan ketika masjid masih dibuka untuk ibadah, suami menyarankan untuk mengelola sedekah Jumat berkah sendiri.

Namun saat itu saya nggak cukup mampu menyiapkan semua sendiri, akhirnya memilih order di warung makan. Bergantian di beberapa warung makan gitu. 

Kembali Masak dan Menyiapkan Nasi bungkus Untuk Jumat Berkah

Mulai bulan September tahun 2023 lalu saya kembali berniat menyiapkan sendiri nasi bungkus untuk jumat berkah. Niatnya waktu itu adalah, masak untuk keluarga sekaligus untuk jumat berkah. Terutama saya ingin bersedekah tenaga saya dengan menyiapkan sendiri masakan dari awal hingga mengirimkan ke masjid terdekat.

Terus terang tahun 2022 hingga awal tahun 2023 saya beberapa kali terpapar batuk kering yang sembuhnya lama. Padahal awal tahun 2022 saya mulai buka usaha jualan pizza homemade. Tentu saja ketika saya batuk akan mengganggu usaha. Karena saya masih mengurus langsung penyajian pizza, dari membentuk adonan, mengisi toping hingga baking. Ketika saya batuk, akhirnya usaha ditutup karena nggak mau konsumen kami ketularan. 

Akhirnya saya bilang pada suami, gimana kalo untuk jumat berkah dibuat sendiri di dapur seperti awal mula? 

Tentu saja suami awalnya nggak setuju karena takut saya kelelahan. Lebih mudah kalo kami order aja seperti sebelumnya. Gampang dan praktis. Namun saya jelaskan pada suami kalo saya ingin bersedekah dengan tenaga saya. Semoga Allah azza wa jalla memberikan kesehatan dan lelah saya menjadi lillah. 

Lebih lanjut saya jelaskan pula, kalo saya selama ini hanya ikut sedekah sedikit dari sisa belanja. Kebanyakan uang untuk beli nasi berkah itu berasal dari duit suami dan anak-anak. 

Oia saya memang mengajak kedua anak saya untuk berpartisipasi dalam sedekah jumat berkah ini. Alasan saya adalah ingin mengajak mereka belajar ikut sedekah rutin selain yang telah mereka keluarkan setiap bulannya. Kedua anak saya udah kerja semua. Jadi setiap abis gajian tuh keduanya setor duit pada saya. Masya Allah ya semoga keringanan hati mereka karena niat ingin bersedekah dicatat sebagai tabungan kebaikan.

Menu Yang Gampang dan Masak Praktis ala Saya

Sejak mampu menjawab keraguan suami kalo saya tidak akan jatuh sakit gara-gara masak untuk jumat berkah, saya udah bikin menu untuk satu bulan ke depannya. Saya memilih menu yang mudah dimasak dengan bahan yang mudah didapatkan juga.

Pertama kali saya kembali menyiapkan nasi bungkus jumat berkah, saya bikin nasi uduk. Lauknya telur balado, bihun goreng dan ayam goreng. Bagi saya menu ini gampang dibuat dan persiapan racik bahan bisa dicicil malam sebelumnya. Telur balado saya masak malam sebelumnya. Atau kadang saya hanya rebus telur aja, baru besok paginya dimasak bareng sambal balado.



Jumat pagi saya hanya menggoreng ayam, masak nasi uduk di magic com, dan bikin bihun goreng. Semua itu hanya butuh waktu 1 jam udah siap saji. Tinggal ditata dan dibungkus aja.

Pertama kali menyelesaikan urusan masak nasi uduk ini, saya puas banget. Hati rasanya bahagia, lelah pun nggak terasa. Ada adik saya yang datang bantuin membungkus nasi uduk. Tapi urusan masak hanya saya sendiri. 

Beberapa Menu Yang Pernah Saya Sajikan Untuk Jumat Berkah
- Nasi Uduk dengan pelengkap telur balado, ayam goreng, bihun goreng.



- Nasi Rames, pelengkapnya ada mie goreng, telur dadar, oseng buncis.

- Nasi kebuli, pelengkapnya sambel goreng kentang, telur, ayam goreng suwir dan acar.



- Nasi Ayam Semarang dengan pelengkap opor ayam suwir, sambel goreng labu siam, telur pindang.



- Nasi Uduk dan ayam bakar plus lalapan, bikinnya gampang banget. Karena cukup masak nasi uduk dan ayam bakar aja.

Fotonya ada di bawah ini, teman-teman. Untuk resepnya bisa kalian cari di youtube atau Instagram. Atau boleh deh kasih komentar bila kalian ingin menanyakan resep salah satu menu di atas. Nanti akan saya buatkan dalam artikel khusus.

Cerita ini saya tulis bukan bermaksud riya. Namun saya hanya ingin mengajak kalian untuk melakukan langkah yang sama. Hanya berbekal uang 80 ribu - 100.000 rupiah udah bisa menyajikan nasi berkah sebanyak 12-15 bungkus. 

Seperti yang saya tulis di atas, sedekah itu kalo bisa dipaksa dan dijalani rutin. Yang awalnya dipaksa, lama kelamaan jadi terbiasa. Dan nantinya akan ada yang kurang ketika tidak melakukannya. 

Suami saya bilang bahwa hidup kita di dunia bertujuan untuk mencari bekal kehidupan berikutnya di akhirat. Kalo saya sendiri menganggap, sedekah semampunya aja. Kalian bisa juga ngajakin saudara atau teman satu genk buat bikin nasi berkah seperti ini. 

Sebenarnya sedekah bisa juga dalam bentuk lain ya. Seperti berbagi tulisan di blog kayak gini, bisa loh jadi sedekah kalian. Jadi penulis yang baik, apalagi kalo kita menjadi penulis lepas ya. Bisa sesekali diniatkan menulis dengan tema yang bermanfaat untuk pembaca. Terutama kalo kalian ingin menulis buku tentang perempuan, banyak loh yang bisa diangkat menjadi tema menarik. Dari kegiatan di dapur, mengurus rumah atau kebun, mendampingi anak-anak, semua bisa jadi bahan tulisan. Semoga menginspirasi ya sahabat. Wassalamualaikum. 
Reading Time:

Senin, 16 Januari 2023

Siapa Sosok Yang Menginspirasi?
Januari 16, 2023 2 Comments

Tetangga Rumah Menjadi Sosok Yang Menginspirasi

Assalamualaikum. 1W1P Session 2 Periode 2 Gandjel Rel mengajukan tema yang menarik, yaitu Sosok Yang menginspirasi. Sebenarnya tema yang selalu digulirkan selalu menarik perhatian saya dan member komunitas perempuan di Semarang ini. Jadi makin semangat nulis dan menayangkan artikel sesuai tema tiap minggunya.

Sosok Yang Menginspirasi

Sosok yang menginspirasi menurut saya sangat luas artinya. Sosok tersebut nggak harus orang terkenal dan banyak yang menjadikannya sebagai tokoh inspiratif. Sosok yang menginspirasi bisa saja penjual dawet yang bisa berangkat haji dengan menabung setiap rupiah yang disisihkan dari jualannya. Bisa jadi sosok inspiratif tersebut orang tua kamu sendiri karena telah berjuang mendidik dan menjadikanmu orang yang sukses hapalin quran.

Bagi saya sosok yang menginspirasi belum tentu seorang tokoh nasional, atau pengusaha sukses, bukan!

Siapa Sosok Yang Menginspirasi?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti inspiratif adalah segala sesuatu yang bisa memberi seseorang ilham. Arti inspiratif juga sering dianggap sama dengan kata inspirator. Untuk inspirator berarti penginspirasi atau orang yang menginspirasi.

Sementara itu, istilah “inspiratif” lebih sering digunakan pada sosok orang. Artinya, penggunaan istilah ini lebih merujuk pada seseorang secara nyata yang biasanya memberikan energi positif, baik pada hasil karya, sikapnya, cara pandang, maupun caranya berbicara.

Nah saya ingin bercerita tentang sosok inspiratif yang terdekat. Yaitu tetangga saya. Dan tetangga yang saya maksudkan bukan satu orang, namun lebih dari satu.

Sebelum tinggal di rumah yang sekarang, sebenarnya pernah tinggal di sini karena rumah ibu bapak ada di sini. Gimana sih bahasanya, hahahaa.

Yah pokoknya saat tinggal di rumah ibu bapak, seperti remaja umumnya saya kenal dengan tetangga namun kurang akrab. Namanya saya tuh anak introvert, bergaul ya dengan orang seusia. Saya termasuk aktif dalam kepengurusan aktivitas remaja masjid dan karang taruna kelurahan. Tapi kalo dengan orang usia tua sebaya atau di bawah bapak, mohon maaf ya saya nggak pede berkomunikasi, hihiiii.

Namun sejak menempati rumah yang sekarang ini, kok saya jadi merasa para tetangga ini satu frekwensi. Ya kalo lagi kumpul aja sih karena saya bukan orang yang senang nonggo (ngobrol pagi atau sore di depan rumah/rumah tetangga).

Tetangga Adalah Sosok Yang Menginspirasi

Dari awal tinggal di rumah ini, saya jadi mengenal lebih dekat sifat dan karakter tetangga. Kebanyakan juga karena saya mendapat informasi dari salah seorang tetangga. Saya menyimpan info ini dalam benak dan tidak ada maksud apapun. Ya udah sebatas informasi tentang profil tetangga aja.

Saya pun jadi tahu kalo para tetangga ini meski tinggal di perumahan sederhana, namun jiwa mereka sangat kaya.

Ya, setiap ada orang mendapat musibah, tangan para tetangga ringan terulur. Mungkin ini hal biasa juga dilakukan oleh warga perumahan atau kampung lainnya. 

Yang sangat menarik juga adalah sikap dermawan para tetangga setiap bulannya, menyisihkan uang sejumlah tertentu dan rutin sama disedekahkan untuk pembangunan masjid. Nominalnya ada yang 5 ribu hingga 200 ribu, seikhlasnya dan selalu sama setiap bulannya tiap warga dari RT 01 - 08. 

Selain itu tiap ramadhan meski udah ada jadwal untuk warga yang bertugas menyediakan snack dan minuman, tetap ada yang spontanitas menyumbang di luar jadwalnya.

Yang menarik perhatian saya adalah, setiap bulan Muharam akan diadakan pengajian khusus untuk anak yatim. Setiap RT atau perkumpulan pengajiannya akan menyiapkan dana khusus diperuntukkan anak yatim dan janda dhuafa. Setiap RT bisa menyedekahkan di atas 1.500.000 bahkan ada yang mengumpulkan 2jutaan lebih. Uang sedekah ini dikumpulkan dan pernah mendapatkan nominal sejumlah 18 jutaan lebih. Alhamdulillah jadi bisa membagikan ke lebih banyak anak yatim dan janda dhuafa.

Semangat para tetangga ini yang menurut saya sebuah sikap dan karakter istimewa. Mereka bukan lah orang yang berharta banyak, namun bisa menyisihkan setiap bulannya secara konsisten untuk bersedekah.

Bersedekah bagi orang mampu itu bukan hal yang 'wah'. Sudah wajar namanya juga ada duit kan. Tapi kalo yang bersedekah adalah orang biasa dengan penghasilan biasa, tentu lah menjadi luar biasa, masya Allah.

Seperti yang saya kutip dari hadist Muttafaqun ‘alaih. HR. Bukhari no. 1419 dan Muslim no. 1032 :

Wahai Rasulullah, sedekah yang mana yang lebih besar pahalanya?” Beliau menjawab, “Engkau bersedekah pada saat kamu masih sehat disertai pelit (sulit mengeluarkan harta), saat kamu takut menjadi fakir, dan saat kamu berangan-angan menjadi kaya. Dan janganlah engkau menunda-nunda sedekah itu hingga apabila nyawamu telah sampai di tenggorokan, kamu baru berkata, “Untuk si fulan sekian dan untuk fulan sekian, dan harta itu sudah menjadi hak si fulan.

Sosok para tetangga ini yang menjadi inspirasi saya saat menyisihkan uang rutin setiap hari dalam kaleng. Yang insya Allah akan saya setorkan ke masjid melalui pengurus RT tiap bulannya.

Nah sosok yang menginspirasi saya adalah mereka, para tetangga yang ringan tangannya untuk bersedekah rutin baik dalam keadaan lapang maupun sempit. 

Mungkin ini pula yang membuat seluruh warga RT kami tetap diberikan kesehatan meski pandemi kemarin banyak merenggut nyawa orang. Namun di RT kami alhamdulillah masih diberikan usia panjang, hanya merasakan sakit dan itu pun nggak ada yang sampai dirawat di rumah sakit. Memang betul kalo sedekah itu melindungi kita dari musibah. Semoga sharing ini bisa menjadi inspirasi para pembaca. Wassalamualaikum.
Reading Time:

Rabu, 22 April 2020

Beli Produk Teman, Cara Peduli Saat Pandemi Covid-19
April 22, 2020 9 Comments

Beli Produk Teman, Cara Peduli Saat Pandemi Covid-19


Assalamualaikum Sahabat. Sudah lebih dari 4 minggu di rumah aja, bagaimana kabar kalian? Bosan ya? Tenaaaang, banyak temannya kok. Pengen jajan ke resto? Sabar Buk, masak dulu aja di rumah. Pengen jalan-jalan ke pantai? Banyak tempat wisata yang lock down. 

Udah sering jalan-jalan ke pantai, bertahun-tahun kan? Sekarang saatnya istirahat dulu di rumah. Belajar di rumah, bekerja di rumah, masak, bikin cemilan, menata rumah. Uhhh banyak juga ya pekerjaan rumah, nggak ada selesainya.

Bersyukur Masih Bekerja Meski di Rumah Aja

Saya nggak bermaksud menggurui, apalagi kasih tausiyah. Siapa saya? Guru bukan, ustadzah... duh apalagi ini. 

Yang pasti saya adalah teman, saudara, adik, kakak, tante kamu yang ingin mengingatkan bahwa bersyukur lah kalo kamu masih bekerja. Karena di luar sana, ada banyaakkkk sekali orang-orang yang kena pemutusan hubungan kerja begitu pemerintah menerapkan status physical distancing pertengahan Maret. Eh akhir bulan Maret ya, saya udah lupa.

Adik kandung saya pun juga kena PHK dari perusahaannya. Dengan catatan, akan dipanggil kembali saat perusahaan mulai produksi. Kapan tepatnya? Entah lah nggak ada yang tahu. Karena virus covid-19 ini bakal berakhir kapan juga nggak ada yang tahu. Ini sudah mencapai puncak pandemi aja kayaknya belum kan?! 

PHK bukan berarti akhir dunia. Justru kalo tetap ingin bertahan, buka mata dan telinga, putar otak. Ada banyak kebutuhan saat pandemi covid dan penerapan physical distancing. Banyak orang yang bekerja dari rumah dan mereka pun tidak ingin sering-sering keluar rumah meski untuk belanja.

Mendadak Jualan

Dulu ada yang bilang nggak bakat jualan. Aslinya karena malas mempromosikan jualannya. Dunia digital saat ini telah mempermudah orang yang pemalu untuk mengenalkan produksinya, dengan cara promo jualan online.

Cara jadul jualan dengan tatap muka langsung sudah tak lagi efektif. Dengan bertatap muka langsung, bisa saja dalam waktu satu jam hanya mapu meraih target calon pembeli tak lebih dari 5 atau bisa saja cuma 2 orang.

Coba bandingkan bila kalian berjualan dengan promosi di akun sosial media. Dalam satu jam saja bisa ribuan mata dan otak yang terpaku pada gambar produk yang kalian promosikan.

Sebelum pandemi sudah banyak sekali penjualan online bersliweran di linimasa sosial media. Termasuk status Whatsapp, Instagram, atau Facebook. Sosial media yang terakhir saya sebut ini yang katanya hanya milik emak-emak, justru menjadi lahan promosi yang banyak disukai online shop.

Seperti adik saya yang juga melihat peluang dengan berjualan hasil laut. Yaitu berbagai jenis ikan, cumi, berbagai macam kerang, juga olahannya seperti bandeng presto, otak-otak bandeng, dan lainnya. Jadi meski kena PHK, dia tetap bekerja dari rumah dengan berjualan online. Promosinya melalui Whatsapp grup atau di statusnya.

Stay at Home, Belanja Dari Rumah

Di tengah ribuan orang kena PHK, masih banyak juga yang tidak bisa bekerja dari rumah. Alasannya beragam, tidak punya modal, tidak memiliki ilmu, tidak tahu juga mau bekerja apa. 

Saya bersyukur di tengah pandemi ini suami masih dipercaya mengerjakan proyek renovasi 3 rumah. Meski sepertinya satu di antara ketiga proyek bakal berhenti karena duitnya udah abis. Saya tetap berharap semoga ketiganya bisa lanjut sampai renovasi selesai dan bisa ditempati oleh pemiliknya.

Yang bikin sedih juga adalah tidak ada kegiatan shalat rawatib dan shalat Jumat di masjid-masjid dekat rumah. Terutama yang bikin saya kehilangan adalah kegiatan setiap hari Jumat. 

Biasanya usai shalat Shubuh saya sudah sibuk belanja sayuran dan protein ikan atau telur, ayam, untuk dimasak. Belanja tiap hari Jumat ini dalam jumlah besar karena sekaligus untuk dijadikan sedekah nasi bungkus. Dan semuanya saya kerjakan sendiri, mulai dari memilah sayuran, mengolah dan menjadikan makanan siap santap. Langkah berikutnya adalah membungkus dalam kertas coklat dan kemudian dimasukkan ke dalam tas untuk dibawa ke masjid. 

Karena penerapan physical distancing, tak ada lagi shalat Jumat di masjid. Jemaah diharapkan shalat Dzuhur di rumah masing-masing. Efeknya tentu saja saya tidak lagi memasak untuk sedekah nasi bungkus.

Nilainya sebenarnya tak seberapa, sejumlah jajan di resto untuk dua orang tiap sekali masak. Namun nilai sedekah yang saya niatkan untuk tubuh saya agar diberikan kesehatan menjadi hilang. Ya saya baru memulai masak sendiri untuk sedekah nasi bungkus tiap Jumat. Diniatkan dengan menyedekahkan tubuh saya untuk menyiapkan hidangan bagi jemaah Shalat Jumat di masjid, Allah azza wa jalla menganugerahkan kesehatan.

Duit untuk belanja kebutuhan sedekah nasi bungkus dari suami. Jadi saya hanya memiliki tenaga sebagai modal sedekah. Itu lah mengapa saya turut merasa kehilangan nuansa masak di dapur untuk jemaah. 

Akhirnya sebagai ganti, saya memesan produk dari teman-teman blogger, tetangga, saudara yang berjualan. 



Ada bagor asmara produksi @marasoo, wedang uwuh dari @erina_julia, masker dari @annachomsiati.

Untuk cemilan saya kadang pesan pada mba Ika Puspita yang pintar masak klappertaart.  Ada juga serundeng daging, macaroni schotel, dan   lainnya .

Selain itu, seringnya untuk makan malam saya pesan makanan via ojek online. Nantinya setelah pesanan saya datang, selain memberikan bintang 5 juga memberi tip dengan memotong saldo dompet digital.

Saya memang sengaja tidak membelikan mereka makanan. Di samping saya tidak tahu selera makanan, juga bisa saja babang ojol ini sudah membawa bekal dari rumah. Yang paling luwes tetap memberikan tip dalam bentuk uang.

Alhamdulillah saya bersyukur bisa ikut menyisihkan sedikit duit untuk dikumpulkan oleh founder komunitas blogger. Saya senang membaca informasi yang dilaporkan saat bantuan dibagikan pada mereka yang terdampak pandemi covid-19. Atau ikut donasi yang banyak dishare di sosial media. Duit 10ribu, 20 ribu, 50 ribu, biasanya habis untuk sekali jajan. Namun bagi yang menerimanya, dari yang sedikit dikumpulkan menjadi jumlah yang besar, amat lah terasa manfaatnya. 

Saya bukan orang kaya, namun setiap bulan saya menyisihkan rejeki yang kami miliki untuk meringankan beban orang lain. Berapa bugdet untuk sedekah ini? Saya tidak pernah menghitungnya. Asal ada duit masuk ke rekening, akan saya ambil 10-20 % untuk bersedekah.

Saya dan suami pernah merasakan jatuh bangun mengelola ekonomi keluarga. Tak ada yang tahu ketika kami tidak memiliki duit karena memang tak pernah galau atau curhat. Kami pantang nggersulo atau nggersah. Apa sih bahasa Indonesia kata itu? Tetangga, saudara, orang tua, ngertinya kami punya duit untuk bertahan hidup. Namanya usaha sendiri, ketika ada duit masuk bisa saja dalam jumlah besar. Nanti mendadak nggak ada pekerjaan sama sekali. Tentu saja dari duit tabungan lah yang diambil untuk membiayai kebutuhan selama beberapa bulan.

Kami selalu berkhusnudzon pada Allah, bahwa akan ada rejeki bagi makhluk yang mau ikhtiar. Apalagi kami juga merangkainya dengan doa dan dzikir. Tak ada yang tak mungkin kalo Allah menghendaki rejeki akan mendatangi kita. Sepanjang jangan pernah menggerutu, berprasangka buruk, tidak mensyukuri nikmatNYA.

Wah kesannya kayak berceramah. Mohon maaf, saya niatkan menulis untuk berbagi pengalaman hidup. Tidak ingin bermaksud riya'. Semoga menjadi inspirasi bagi pembaca tulisan saya. Wassalamualaikum Sahabat.
Reading Time:

Rabu, 16 Mei 2018

Ramadhan Terbaik Dari ACT Untuk Indonesia
Mei 16, 2018 12 Comments

Beri Ramadhan Terbaik

Assalamualaikum. Ramadhan Terbaik dari ACT Untuk Indonesia. Marhaban Yaa Ramadhan. Alhamdulillah Ramadhan yang selalu saya nantikan, telah di depan mata. Beberapa masjid yang ada di wilayah pemukiman saya, sudah mulai berbenah. Semua muslim ingin menyambut datangnya bulan Ramdhan dalam keadaan sebaik-baiknya.

Terlebih pahala yang berlipat ganda bakal terbuka lapang selama bulan suci ini. Dan menyambut bulan suci Ramadhan, Aksi Cepat Tanggap (ACT) turut mengajak bangsa Indonesia untuk mewujudkan amal saleh untuk kemanusiaan. Kemanusiaan yang ditujukan baik untuk sesama bangsa Indonesia, maupun untuk meringankan krisis kemanusiaan global.  

Reading Time:

Senin, 02 Oktober 2017

 Menjadi Duta Zakat Untuk Pemberdayaan Umat
Oktober 02, 20170 Comments
www.hidayah-art.com

Assalamualaikum. Menjadi Duta Zakat Untuk Pemberdayaan Umat. Sudah sejauh mana kah peran kalian di tengah masyarakat saat ini? Ketika ketimpangan sosial makin terlihat jaraknya. Mungkin sekarang lah waktu yang tepat untuk menjadi duta zakat untuk pemberdayaan umat. 

Duta Zakat atau bisa juga disebut relawan adalah setiap orang yang memberikan info pada masyarakat. Info atau ajakan pada masyarakat untuk menyetorkan zakat di badan amil zakat yang kompeten. Seperti di LAZISBA yang sejak tahun 2006 sudah hadir di kota Semarang.

Reading Time:

Senin, 25 Juli 2016

10 Amalan Meneruskan Kebaikan Leluhur Kita
Juli 25, 2016 8 Comments

www.hidayah-art.com

Assalamu'alaikum. Alhamdulillah saya masih bisa menuliskan artikel untuk One Day One Post. Menginjak hari ke 13, dengan tema seputar tips meneruskan kebaikan untuk yang sudah meningal. Tema ODOP semuanya menarik. Terlebih tema ini, agar kita saling mengingatkan dalam kebaikan. Saya akan menuliskan artikel berjudul 10 Amalan Meneruskan Kebaikan Leluhur Kita.
Reading Time:

Kamis, 10 Desember 2015

Karena Sedekah Dijauhkan Dari Musibah
Desember 10, 2015 9 Comments
hidayah-art.com


Halo assalamu'alaikum teman. Beberapa waktu lalu sepulang dari luar kota, suami terduduk di sisi saya. Saat itu saya sedang nonton film dari fasilitas Indihome. Ini lah curhatnya malam itu.


"Masya Allah, kita masih dilindungi." tutur suami dengan nada yang berbeda.

Pandangan saya teralihkan dari film thriller di layar kaca. Duh, ini istri gimana sih, suami datang malah tetap aja nonton film, ihihiii.

Reading Time: