My Mind - Untaian Kata Untuk Berbagi: Kisah Inspirasi
Tampilkan postingan dengan label Kisah Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Oktober 2025

Amanda Lindhout, Penyintas Yang Mengubah Kisah Buruknya Seperti Burung Phoenix
Oktober 06, 2025 10 Comments
Assalamualaikum Sahabat. Apakah kalian pernah membaca kisah penculikan Amanda Lindhout? Perempuan cantik yang berprofesi jurnalis lepas berasal dari Alberta, Kanada. Amanda kecil terlahir dari keluarga broken home, kondisi ekonomi tidak stabil, dan memikul tanggung jawab orang dewasa. Buku dan majalah menjadi pelariannya mendampingi masa pertumbuhannya.



Hidup dalam kekurangan tak menyurutkan impian Amanda kecil. Dia memiliki impian menggapai dunia di luar lingkungan tempat tinggalnya. 

Apakah Amanda mampu mewujudkan impiannya? Bagaimana pula dia bisa terlibat dan menjadi penyintas korban penculikan? Saya akan ceritakan lebih lanjut. 

Kisah Amanda Hidup Dalam Penyekapan Penculik

Amanda dan Lorinda, sang Ibu

Dengan tekad dan kesungguhannya, Amanda mampu menggapai impiannya. Dia menjadi seorang backpacher, bepergian dan menuliskan cerita perjalanannya. Karirnya mulai menanjak menjadi jurnalis lepas dengan mendokumentasikan kisah di zona konflik. Amanda mengemas cerita dari sudut dunia yang terlupakan dengan kamera dan buku catatan miliknya. 

Sebenarnya Amanda sering backpacker sendirian ke negara Amerika Latin, Asia Selatan, dan wilayah bergejolak seperti Irak dan Afghanistan. Sikapnya yang mandiri, banyak akal, didorong dengan keyakinan bahwa dunia luar masih luas yang harus diselami secara langsung. Dalam perjalanannya ini lah Amanda bertemu dengan banyak pelancong dan jurnalis. Salah satunya adalah Nigel Brennan, fotografer yang berasal dari Australia. Keduanya juga menjalin kisah romansa karena seringnya bepergian bersama.

Tahun 2008 saat Amanda berusia 27 tahun, dia melakukan liputan di Mogadishu, Somalian. Dia tidak sendirian. Bersamanya ada fotografer Nigel Brennan, sopir, dan pemandu dari warga lokal. Mereka pergi ke kawasan tersebut dengan harapan dapat melaporkan krisis kemanusiaan di sana—sebuah kisah yang jarang diliput orang lain. Perlu kalian ketahui, Somalia saat itu adalah salah satu daerah yang paling berbahaya. 

Tanpa mereka duga, peristiwa kelam akan mengubah hidup dalam hitungan hari. Amanda dan krunya tiba-tiba disergap oleh sejumlah pemuda bersenjata AK-47. Amanda dan fotografernya, Nigel Brennan, serta sopir dan pemandu, diculik selama 460 hari. 

Amanda hidup dalam penderitaan. Mereka ditawan untuk tebusan di serangkaian penjara darurat, ruangan gelap yang tak terlihat ujungnya. Bahkan mereka seringkali dalam kondisi isolasi total dan di bawah ancaman kematian. 

Kondisinya sangat brutal. Amanda disiksa secara fisik, dibiarkan kelaparan, dan diperkosa berulang kali. Nigel pun mengalami siksaan fisik yang tak kalah mengerikan. Peristiwa itu menyebabkan hubungan mereka menjadi tegang karena kebutuhan bertahan hidup. 

Somalia terkenal dengan seringnya aksi penculikan dan meminta tebusan uang dalam jumlah besar. Para penculik menuntut tebusan jutaan dolar. Negosiasi yang dilakukan keluarga dan pemerintah dengan penculik, tidak berjalan lancar. Prosesnya berlarut-larut dan menyakitkan. Kemajuan yang diharapkan oleh Amanda dan Nigel, sayangnya tanpa kemajuan berarti.

Lewat negosiasi alot, Amanda dan Nigel akhirnya bisa dibebaskan pada November 2009. Keluarganya membayar uang tebusan kepada para penculik senilai US$ 600.000. Donasi dari pihak swasta yang membantu keluarga bisa mengumpulkan uang untuk tebusan.

Mendirikan Yayasan bernama Global Enrichment Foundation (GEF)

Setelah pembebasannya, Mei 2010 Amanda mendirikan organisasi untuk memperkuat peran wanita dan anak-anak di Somalia. Yayasan bernama Global Enrichment Foundation (GEF) menyediakan fasilitas pendidikan, kesehatan dan bantuan makanan untuk rakyat Somalia.

"Sangat jelas, orang-orang yang menculik saya adalah produk perang dan mereka dibentuk oleh perang itu," katanya.

Uniknya, Amanda pernah berkomunikasi kembali dengan salah seorang penculik lewat media sosial facebook. Sang penculik mengirim pesan padanya dan memuji langkah yang sudah dilakukan Amanda di Somalia.

"Faktanya mereka tahu apa yang saya lakukan di Somalia sekarang... Saya memilih untuk membalas mereka dengan kasih sayang. Mereka juga bisa melihat apa yang sudah dilakukan mereka tidak menghancurkan saya. Inilah keadilan yang paling baik yang bisa saya dapatkan," terangnya.

Global Enrichment Foundation (GEF), sebuah lembaga nirlaba yang ia dirikan pada Mei 2010, hanya beberapa bulan setelah pembebasannya. GEF menggunakan program-program komunal, pendidikan, dan bantuan untuk mendorong pembangunan dan perdamaian di Somalia. 

Melalui program Convoy for Hope, GEF adalah salah satu organisasi pertama yang menyalurkan makanan selama bencana kelaparan Afrika Timur pada tahun 2011, membantu 192.000 orang — sebuah pencapaian yang sangat dibanggakan Lindhout. Bantuan semacam itu seringkali dibutuhkan di negara-negara miskin dan terbelakang seperti Somalia, tetapi Lindhout tidak puas hanya dengan memberikan bantuan. 

picture by https://www.closermag.fr/

Amanda berinsiatif memberdayakan perempuan dengan Program Beasiswa Perempuan Somalia (SWSP). Somalia adalah salah satu negara yang paling represif dan berbahaya di dunia terutama pada perempuan. Pelayanan kesehatan hampir tak ada, kekerasan seksual sangat umum, angka kematian bayu tergolong tertinggi di dunia. Tak ada akses perempuan untuk mendapatkan pendidikan. Bahkan angka harapan hidup termasuk yang paling rendah di dunia. 

Namun Amanda melihat antusias lebih dari 6000 perempuan yang mendaftar program beasiswa tersebut. Ini menunjukkan setiap orang berhak memiliki mimpi dan mendapatkan kesempatan yang sama mewujudkannya. 

Menuliskan Memoar A House in the Sky

picture by pinterest


Tahun 2013 Amanda menuliskan pengalaman pahitnya tersebut dalam sebuah buku 'A House in the Sky'. Dia mengajak penulis Sara Corbett mewujudkan buku memoar tersebut. 

Memoar ini menuturkan keberaniannya bertahan hidup. Dari peristiwa itu Amanda menemukan kekuatan jiwa. Dia meyakini bahwa setiap manusia memiliki kekuatan jiwa, dan itu nyata.

Amanda menuturkan dalam memoarnya, dia tidak gentar menghadapi tragedi penculikan itu. Setiap kekerasan yang dialaminya, menjadikan dia kuat. Dia menceritakan dalam ruangan yang gelap, dia membangun sebuah rumah di langit. Rumah yang hanya ada dalam imajinasinya, tempat ia bisa melarikan diri dari rasa sakit. Tempat dia terhubung dengan kenangan sebelum peristiwa mengerikan itu, dan mengingat siapa dirinya.

Tempat imajiner ini menjadi penyelamat Amanda selama masa penyekapan. Tempat di mana dia menyimpan harapan bahkan saat kondisinya tak baik-baik saja. 

Sesudah dibebaskan, sudah pasti ceritanya belum selesai. Media yang memaksa ingin meliput ceritanya terus mendesak dan mengikutinya. Amanda ingin pulih secara fisik dan psikologis dari penderitaan yang diakibatkan oleh penculiknya. Dia ingin kembali hidup norma. Sementara komplikasi hukum untuk menjerat para penculiknya pun butuh perhatiannya. 

Menurut Amanda saat itu dia menginginkan kehidupannya kembali secara perlahan. Memaafkan untuk menyembuhkan, diyakini Amanda menjadi pilihannya untuk bisa melanjutkan hidup. Tahu nggak sih, bagaimana Amanda justru mengungkapkan rasa belas kasihnya pada para penculiknya?

Kebanyakan orang tak akan mampu memaafkan pelaku kejahatan, apalagi sebrutal seperti yang dialami Amanda. Namun perempuan ini melihat para penculik dari perspektif beda. Dia melihat kekerasan yang dilakukan para penculik ini merupakan efek dari kemiskinan, peperangan, dan doktrin yang menyesatkan. Banyak anak putus sekolah dan dipaksa menjadi tentara. 

Tidak sulit untuk memahami mengapa jalan kekerasan sering dipilih. Pemahaman ini memberi Amanda kekuatan untuk memaafkan. Saya kagum dengan kekuatan batinnya yang sungguh menakjubkan. Cara Amanda mempertahankan empati, baik untuk dirinya dan orang lain sungguh menginspirasi. 

Amanda mengambil kutipan dari salah satu sosok idola Nelson Mandela: "Kebaikan manusia adalah api yang dapat diredupkan tetapi tidak pernah padam." 

Amanda kembali ke Somalia tahun 2011


Kata-kata yang tercantum dalam memoar mantan presiden Afrika Selatan dan pemenang Hadiah Nobel Perdamaian, Long Walk to Freedom. Ini mengingatkan Amanda bahwa meskipun terkubur berlapis-lapis di bawah rasa sakit, api kebaikan itu masih menyala di dalam diri para penculiknya. Kebebasannya direnggut, tetapi ia memilih untuk mengendalikan satu hal yang bisa ia kendalikan: responsnya. Ia memilih memaafkan.

Menjadi Sosok Inspiratif Bertahan Hidup dan Ketidakpastian

Memoar A House in the Sky sungguh memilukan, mengharukan, dan pada akhirnya membangkitkan semangat dengan cara yang tenang dan penuh perjuangan. Buku ini bukan untuk sensasi, melainkan untuk melihat dengan perspektif yang berbeda. Sebagai pengingat akan arti bertahan, menjaga jiwa tetap utuh bahkan ketika segalanya telah direnggut. 

Amanda Lindhout adalah sosok yang tak tertandingi dalam topik ketahanan, pola pikir yang luar biasa, dan mampu bertransformasi bagaikan burung phoenix. Setelah menjalani 460 hari sebagai sandera di Somalia, Amanda telah menjadi penulis memoar terlaris New York Times. 

Dia menjadi pembicara utama yang ternama secara internasional. Bahkan Amanda menjadi sosok sumber daya andalan bagi para pemimpin dan tim yang ingin menavigasi dunia tempat kita hidup saat ini.

Sebagai pembicara di salah satu perusahaan besar


Amanda telah menyampaikan lebih dari 500 keynote di 28 negara untuk beberapa merek terbesar di dunia. Kisah dan tulisannya telah ditampilkan di media di seluruh dunia, termasuk di sampul Majalah New York Times.

Perempuan ini menjelma sebagai sosok inspiratif, berbagi hikmah dari pengalaman pribadinya selama dalam penyekapan. Amanda menuturkan bagaimana dia mengatasi perubahan, ketidakapstian, dan kesulitan yang dihadapi. Menurutnya pengalamannya bisa menjadi sumber inspirasi dan menerapkannya dalam kehidupan keseharian. 

Bahkan apa yang sudah dilakukan Amanda selama dalam penyekapan bisa kita ambil sisi positifnya cara dia bertahan hidup. Perjuangan yang bisa dijadikan inspirasi terutama anak muda yang tengah merintis usahanya. Jangan terlalu berharap menjadi karyawan karena begitu banyak saingan sesama pelamar. Sahabat bisa memulai usaha dari modal yang dimiliki tanpa berhutang, dari hobi yang dikerjakana di rumah, dan usaha lainnya. 

Semoga kisah Amanda Lindhout menginspirasi sahabat semua. Saya jadi penasaran, apakah sahabat juga mengenal sosok inspiratif Amanda Lindhout? Atau mungkin sosok perempuan lainnya yang menginspirasi sahabat? Saya yakin banyak orang dengan kisah inspiratif yang luput dalam pemberitaan. Cerita yuk di kolom komentar, saya tunggu yaa. Terima kasih sudah membaca cerita saya. Wassalamualaikum.


Sumber Materi :
- https://thischickreads.com/book-review-a-house-in-the-sky-by-amanda-lindhout/
- https://news.detik.com/internasional/d-2633351/kisah-jurnalis-cantik-amanda-diculik-di-somalia-kini-ke-hollywood
- https://dolcemag.com/successstories/amanda-lindhout-global-enrichment-foundation/12848
Reading Time:

Senin, 21 Juli 2025

Menjadi Perempuan Yang Mampu Ciptakan Bahagia
Juli 21, 2025 13 Comments
Assalamualaikum Sahabat. Hidup kadang tidak berjalan sesuai rencana. Namun hidup harus terus berjalan dengan mengubah satu rencana demi mewujudkan harapan. Tidak mengapa memodifikasi tujuan agar mendapatkan hasil yang berbeda. Sepanjang perubahan rencana itu tidak menjadikan kita kecewa berkepanjangan.


Saya bertahun yang lalu adalah karyawan di salah satu perusahaan distributor dengan tiga anak perusahaan di bawahnya. Bekerja sebagai akunting yang setiap saat bergelut dengan angka-angka menjadikan diri ini jenuh. Setelah bekerja sepanjang 25 tahun, akhirnya saya bisa resign. 

Namun proses resign ini butuh waktu nyaris satu tahun. Karena pekerjaan saya sekaligus juga memegang rahasia perusahaan. Mendapatkan orang yang tepat, jujur, amanah, teliti saat bekerja itu gampang-gampang susah. Hingga saya harus mencari ulang ketika kandidat pertama hanya mampu ikut training selama satu bulan. Ketika akhirnya kami bisa mendapatkan pekerja yang sesuai kualifikasi perusahaan, saya bisa bernapas lega. 

Senang sekali bisa melepaskan pekerjaan yang nyaris sudah bikin bosan karena berkutat dengan angka. Saat itu saya hanya ingin bisa resign dan menikmati kehidupan yang lebih baik. Memulai hidup dengan kebiasaan baru, berkenalan dengan orang baru, dan mewujudkan impian yang selama ini terkubur.

Perempuan dan Kehidupan Yang Dipilihnya


Perempuan adalah makhluk sosial yang akan selalu menghadapi berbagai macam masalah kehidupan. Sejak masih lajang, perempuan dituntut untuk tampil cantik dan wangi. Ketika dihadapkan pada pilihan menikah, perempuan akan menghadapi lebih banyak lagi masalah baru.

Namun berbagai masalah yang muncul, perempuan harus tetap merasakan kebahagiaan. Karena ketika perempuan merasa bahagia, saat masalah datang, dia akan kuat menghadapi dan menemukan solusinya. 

Kebahagiaan itu bukan tentang gaya hidup yang lebih baik dari yang lainnya. Melainkan tentang kebahagiaan perempuan yang hidup sesuai dengan keinginannya. Apakah sahabat menikmati hari-hari yang bahagia menjalankan peran di tempat kerja, sebagai istri, ibu, dan lingkungan sosial? Karena kadang terselip rasa bersalah hingga merasa ingin membelah diri agar bisa memenuhi tekanan masyarakat dan keinginan pribadi.

Sejak pandemi lalu, istilah self love makin sering muncul di sosial media. Istilah ini makin populer setelah munculnya kesadaran betapa pentingnya kesehatan mental. Masyarakat secara luas membincangkan self love di forum daring mengingat kondisi saat itu yang masih menjaga jarak.

Self love yang artinya mencintai diri sendiri namun bukan berarti dengan egois memenuhi diri dengan semua keinginan pribadi. Self love juga berarti sahabat bisa menerima diri sendiri dengan baik, apa adanya, karena menjadi aspek penting dari kesehatan mental. Sehingga sahabat bisa merasa lebih mudah dengan berpikir positif terutama saat merasa marah, sedih, dan kecewa. Karena ini adalah bentuk dari penerimaan diri.


Self love juga menjadi fondasi bagi diri kamu untuk bersikap tegas, menjalin hubungan sehat dengan orang lain, mampu mengejar minat dan mimpi, serta bangga pada diri sendiri. Ini pentingnya kamu bisa mengelola self love dengan baik.

Perempuan diharapkan perannya dalam segala aspek kehidupan. Ketika dia memilih berumah tangga dan masih tetap mempertahankan pekerjaannya, tekanan akan muncul dari lingkungannya. Seorang perempuan yang juga sebagai ibu, harus mampu mengelola emosionalnya. Karena dia berhadapan dengan sosok anak yang bergantung pada kehadiran sosok ibu. 

Psikiater yang berpraktek di National Hospital Surabaya dr. Aimee Nugroho, SpKJ menyebut, perempuan berdaya memiliki banyak aspek.

“Yang paling pertama harus bahagia dulu. Menjadi ibu itu pilihan, kalau sudah menjadi ibu kita harus menjadi ibu yang bahagia. Baik ibu rumah tangga maupun yang bekerja,” ungkap dr. Aimee Nugroho.

Banyak ibu rumah tangga yang merasa bosan beraktivitas hanya di rumah. Meskipun itu pilihan yang sudah digenggamnya sejak awal, namun sesekali bisa muncul perasaah jenuh di rumah saja. Ketika perempuan sudah mencintai dirinya apa adanya, dia akan mampu mencari solusi agar tak muncul rasa bosan. Jangan membandingkan kehidupan yang sahabat jalani dengan yang dilakukan orang di luar rumah. Wujudkan menjadi ibu yang bahagia versi diri sahabat dan lakukan dengan sepenuh hati. 

Perempuan tidak harus berdaya secara materi untuk bisa menjadi ibu yang baik. Berdaya menjadi ibu yang mampu memberikan cinta kepada keluarga, memberikan rasa aman pada anak. Perempuan juga diharapkan mampu berperan menjadi ibu yang mendampingi, mendidik, menstimulai kecerdasan, serta mendukung kemampuan dan minat anaknya.

Saya pernah cerita bagaimana si bungsu mendapat bullying dari wali kelas saat kelas 5 SD. Setiap hari saya besarkan hatinya, mendukungnya, agar dia mau berangkat sekolah. Tidak mudah namun saya terus memberikan cinta pada si bungsu dan motivasi bahwa dia memiliki kelebihan. 

Silakan baca :


Alhamdulillah sekarang si bungsu sudah lulus S1 dan bekerja sesuai passion menjadi Desain graphis 3D di salah satu perusahaan swasta. Bahkan dia juga menjual desain secara freelance di beberapa platform digital.

Mari Ciptakan Bahagia Dari Diri Sendiri

Saya ingin berbagi apa yang sudah saya lakukan sepanjang usia dewasa hingga hari ini. Mungkin apa yang saya ceritakan bisa jadi sudah sahabat lakukan juga. Namun tidak ada salahnya juga saya tuturkan di sini, berikut ini tips agar bisa bahagia :



1. Memaafkan Diri Sendiri

Kesalahan adalah bagian dari perjalanan hidup ini. Agar hati tenang, nggak ada salahnya maafkan diri sendiri ketika mengambil keputusan yang salah. Saya melakukan journaling untuk mencapai satu tujuan. Ketika tujuan ini tidak tercapai, saya tetap tuliskan juga kesalahan yang saya lakukan dengan maksud bisa memperbaikinya. Tujuan lain juga agar tidak mengulang kesalahan yang sama dan terus melanjutkan hidup. 

Saya meyakini kesalahan adalah proses menjadi diri ini bertumbuh. Karena melakukan kesalahan bukan lah dosa. Namun menjadi bagian dari proses menuju keberhasilan.

2. Tahu Kapan Berhenti Berdebat

Terus terang saya paling malas berdebat dengan seorang yang saya kenal maupun orang asing. Bagi saya berdebat itu membuang waktu dan energi, terutama bila topiknya bukan hal penting.

Saya akan berhenti mendebatkan sesuatu ketika saya udah yakin kalo keyakinan saya yang benar. Karena berhenti dan mengalah itu bukan berarti kalah. Namun karena saya meyakini apa yang saya anggap benar itu merupakan rangkaian proses setelah pencarian informasi dari sumber yang kredibel. Demi kedamaian batin, nggak ada salahnya mengalah saat berdebat.

3. Tidak Mudah Tersinggung

Alhamdulillah saya tumbuh dalam bimbingan bapak yang selalu menekankan bahwa hidup itu lebih mudah dijalani ketika kamu tidak mudah tersinggung. Anggap saja ketika mendengar sindiran, omongan tidak mengenakkan, tidak mampu menggoyah pendirianmu. Bapak bilang, sepanjang orang itu tidak menggores tubuhmu dengan pisau, biarkan saja. 

Ucapan bapak yang selalu membentengi diri saya hingga mampu merespon santai apapun omongan buruk orang, menjadikan saya pribadi yang tangguh. Saya bukan orang yang mudah baper, gampang tersinggung atas ucapan dan perlakukan orang. Perbanyak istighfar yang selalu saya lakukan saat menghadapi orang-orang yang berperilaku tidak baik pada saya.

4. Jangan Pernah Berharap Semua Orang Menyukai Kamu

Menjadi perempuan dan ibu yang bahagia itu salah satunya adalah dengan melepaskan keinginan disukai oleh semua orang. Saya selalu tanamkan pada diri sendiri, tidak akan mampu menyenangkan semua orang dan itu bukan masalah. 

Saya yakin orang yang selalu ada di sisi saya adalah mereka yang menerima apa adanya diri ini. Mereka akan mendukung dan menghargai tanpa syarat apapun yang saya lakukan. Dan saya bersyukur memiliki orang-orang terdekat yang sayang pada saya selama ini.

5. Mampu Melepaskan sebagai Kemenangan

Saya meyakini bahwa kadang harus melepaskan sesuatu dan itu bisa menjadi langkah terbaik dalam kondisi tertentu. Seperti ketika saya ingin melepas profesi chief account karena ingin mewujudkan impian menjadi penulis. Mungkin materi yang saya dapatkan awalnya tidak sebanyak ketika menjadi pegawai tetap satu perusahaan. Namun hati yang nyaman, damai, dan tenang adalah hadiah terbesar ketika melepaskan pekerjaan tersebut. 

Bagi saya melepas pekerjaan sebelum masa pensiun bukan lah kegagalan. Namun saya memandang hal itu sebagai kekuatan untuk menghindarikan diri saya mengorbankan waktu dan energi. Alhamdulillah saya berhasil mewujudkan impian bisa memulai hal baru dan bahkan beberapa kali mendapatkan materi yang melebihi saat sebagai pekerja kantoran.

6. Jangan Pernah Membandingkan Diri dengan Orang Lain

Situasi saat ini yang inginnya terlihat baik di sosial media, kadang memunculkan perasaan rendah diri. Saya yang sudah menanamkan perasaan selalu bersyukur dengan kondisi apapun, tidak mudah iri dengan pencapaian yang dipamerkan orang di sosial media.

Menjadi perempuan dan ibu yang bahagia, tidak akan terjebak dalam perangkap perbandingan ini. Lebih baik fokus mewujudkan impian pribadi, ciptakan momen yang bermakna untuk diri sendiri. 

7. Memprioritaskan Perawatan Diri

Menjadi perempuan terutama ibu-ibu, tetap harus merawat diri sendiri. Luangkan waktu dengan me time di rumah atau di klinik untuk perawatan diri sahabat. Semua ini bisa sahabat lakukan bukan untuk ekspektasi orang lan namun demi memenuhi kebahagiaan diri sendiri. Perawatan diri bukan hanya tentang bersantai, tetapi juga tentang menjaga keseimbangan agar tetap sehat dan penuh energi untuk menjalani hidup.

Merawat diri bukan saja secara lahir, namun juga memenuhi kebutuhan tidur yang cukup, makan makanan yang bergizi, konsumsi air yang cukup, olahraga, dan mengelola batasan yang jelas agar tidak mudah stres.

Perawatan diri sendiri ini mampu membuat saya bahagia. Ketika setiap hari saya luangkan waktu untuk olahraga jalan kaki minimal 3,5 km hingga 5 km dalam durasi waktu 30 - 45 menit, perasaan bahagia muncul. Saya bahagia bisa memberikan tubuh ini menghirup udara pagi yang bersih dari polusi. 

Olahraga bersama bestie

Memilah makanan pun sudah menjadi prioritas diri ketika bilangan usia makin bertambah. Harapan hidup tua namun dengan kondisi tubuh tetap sehat, sehingga saya mampu melakukan kegiatan tanpa keluhan tulang nyeri adalah sumber kebahagiaan saya. 

Dengan mengadopsi pola pikir ini, saya meyakini sahabat bisa mencapai kebahagiaan yang lebih mendalam, bertahan lama, dan bermakna. Kebahagiaan sejati bukan hanya tentang perasaan sesaat, melainkan cara sahabat memilih untuk hidup dan berinteraksi dengan dunia.

Semoga curahan hati saya bisa bermanfaat untuk sahabat yang kebetulan mampir di blog ini. Terima kasih, wassalamualaikum.


Sumber Materi :
- https://jatim.tribunnews.com/2024/12/22/maknai-hari-ibu-perempuan-berdaya-menjadi-ibu-bahagia-versi-diri-sendiri
- https://www.alodokter.com/pentingnya-self-love-dan-cara-menerapkannya
Reading Time:

Senin, 08 Januari 2024

Ide Menu Untuk Sedekah Jumat Berkah
Januari 08, 20241 Comments
Assalamualaikum Sahabat. Apa kabarnya, semoga kalian dalam keadaan sehat dan bahagia ya. Bersyukur banget tahun kemarin saya menutup akhir tahun dalam suasana bahagia. Alasannya adalah udah beberapa bulan ini saya bisa rutin sedekah Jumat berkah dengan menyiapkan sendiri dari awal hingga berwujud makanan.


Sebenarnya awal melakukan sedekah Jumat berkah itu udah sejak awal pandemi. Jauh sebelum itu, saya hanya sesekali ikut donasi aja di beberapa komunitas berbagi Jumat berkah. Namun sejak awal pandemi dan ketika masjid masih dibuka untuk ibadah, suami menyarankan untuk mengelola sedekah Jumat berkah sendiri.

Namun saat itu saya nggak cukup mampu menyiapkan semua sendiri, akhirnya memilih order di warung makan. Bergantian di beberapa warung makan gitu. 

Kembali Masak dan Menyiapkan Nasi bungkus Untuk Jumat Berkah

Mulai bulan September tahun 2023 lalu saya kembali berniat menyiapkan sendiri nasi bungkus untuk jumat berkah. Niatnya waktu itu adalah, masak untuk keluarga sekaligus untuk jumat berkah. Terutama saya ingin bersedekah tenaga saya dengan menyiapkan sendiri masakan dari awal hingga mengirimkan ke masjid terdekat.

Terus terang tahun 2022 hingga awal tahun 2023 saya beberapa kali terpapar batuk kering yang sembuhnya lama. Padahal awal tahun 2022 saya mulai buka usaha jualan pizza homemade. Tentu saja ketika saya batuk akan mengganggu usaha. Karena saya masih mengurus langsung penyajian pizza, dari membentuk adonan, mengisi toping hingga baking. Ketika saya batuk, akhirnya usaha ditutup karena nggak mau konsumen kami ketularan. 

Akhirnya saya bilang pada suami, gimana kalo untuk jumat berkah dibuat sendiri di dapur seperti awal mula? 

Tentu saja suami awalnya nggak setuju karena takut saya kelelahan. Lebih mudah kalo kami order aja seperti sebelumnya. Gampang dan praktis. Namun saya jelaskan pada suami kalo saya ingin bersedekah dengan tenaga saya. Semoga Allah azza wa jalla memberikan kesehatan dan lelah saya menjadi lillah. 

Lebih lanjut saya jelaskan pula, kalo saya selama ini hanya ikut sedekah sedikit dari sisa belanja. Kebanyakan uang untuk beli nasi berkah itu berasal dari duit suami dan anak-anak. 

Oia saya memang mengajak kedua anak saya untuk berpartisipasi dalam sedekah jumat berkah ini. Alasan saya adalah ingin mengajak mereka belajar ikut sedekah rutin selain yang telah mereka keluarkan setiap bulannya. Kedua anak saya udah kerja semua. Jadi setiap abis gajian tuh keduanya setor duit pada saya. Masya Allah ya semoga keringanan hati mereka karena niat ingin bersedekah dicatat sebagai tabungan kebaikan.

Menu Yang Gampang dan Masak Praktis ala Saya

Sejak mampu menjawab keraguan suami kalo saya tidak akan jatuh sakit gara-gara masak untuk jumat berkah, saya udah bikin menu untuk satu bulan ke depannya. Saya memilih menu yang mudah dimasak dengan bahan yang mudah didapatkan juga.

Pertama kali saya kembali menyiapkan nasi bungkus jumat berkah, saya bikin nasi uduk. Lauknya telur balado, bihun goreng dan ayam goreng. Bagi saya menu ini gampang dibuat dan persiapan racik bahan bisa dicicil malam sebelumnya. Telur balado saya masak malam sebelumnya. Atau kadang saya hanya rebus telur aja, baru besok paginya dimasak bareng sambal balado.



Jumat pagi saya hanya menggoreng ayam, masak nasi uduk di magic com, dan bikin bihun goreng. Semua itu hanya butuh waktu 1 jam udah siap saji. Tinggal ditata dan dibungkus aja.

Pertama kali menyelesaikan urusan masak nasi uduk ini, saya puas banget. Hati rasanya bahagia, lelah pun nggak terasa. Ada adik saya yang datang bantuin membungkus nasi uduk. Tapi urusan masak hanya saya sendiri. 

Beberapa Menu Yang Pernah Saya Sajikan Untuk Jumat Berkah
- Nasi Uduk dengan pelengkap telur balado, ayam goreng, bihun goreng.



- Nasi Rames, pelengkapnya ada mie goreng, telur dadar, oseng buncis.

- Nasi kebuli, pelengkapnya sambel goreng kentang, telur, ayam goreng suwir dan acar.



- Nasi Ayam Semarang dengan pelengkap opor ayam suwir, sambel goreng labu siam, telur pindang.



- Nasi Uduk dan ayam bakar plus lalapan, bikinnya gampang banget. Karena cukup masak nasi uduk dan ayam bakar aja.

Fotonya ada di bawah ini, teman-teman. Untuk resepnya bisa kalian cari di youtube atau Instagram. Atau boleh deh kasih komentar bila kalian ingin menanyakan resep salah satu menu di atas. Nanti akan saya buatkan dalam artikel khusus.

Cerita ini saya tulis bukan bermaksud riya. Namun saya hanya ingin mengajak kalian untuk melakukan langkah yang sama. Hanya berbekal uang 80 ribu - 100.000 rupiah udah bisa menyajikan nasi berkah sebanyak 12-15 bungkus. 

Seperti yang saya tulis di atas, sedekah itu kalo bisa dipaksa dan dijalani rutin. Yang awalnya dipaksa, lama kelamaan jadi terbiasa. Dan nantinya akan ada yang kurang ketika tidak melakukannya. 

Suami saya bilang bahwa hidup kita di dunia bertujuan untuk mencari bekal kehidupan berikutnya di akhirat. Kalo saya sendiri menganggap, sedekah semampunya aja. Kalian bisa juga ngajakin saudara atau teman satu genk buat bikin nasi berkah seperti ini. 

Sebenarnya sedekah bisa juga dalam bentuk lain ya. Seperti berbagi tulisan di blog kayak gini, bisa loh jadi sedekah kalian. Jadi penulis yang baik, apalagi kalo kita menjadi penulis lepas ya. Bisa sesekali diniatkan menulis dengan tema yang bermanfaat untuk pembaca. Terutama kalo kalian ingin menulis buku tentang perempuan, banyak loh yang bisa diangkat menjadi tema menarik. Dari kegiatan di dapur, mengurus rumah atau kebun, mendampingi anak-anak, semua bisa jadi bahan tulisan. Semoga menginspirasi ya sahabat. Wassalamualaikum. 
Reading Time:

Senin, 16 Januari 2023

Siapa Sosok Yang Menginspirasi?
Januari 16, 2023 2 Comments

Tetangga Rumah Menjadi Sosok Yang Menginspirasi

Assalamualaikum. 1W1P Session 2 Periode 2 Gandjel Rel mengajukan tema yang menarik, yaitu Sosok Yang menginspirasi. Sebenarnya tema yang selalu digulirkan selalu menarik perhatian saya dan member komunitas perempuan di Semarang ini. Jadi makin semangat nulis dan menayangkan artikel sesuai tema tiap minggunya.

Sosok Yang Menginspirasi

Sosok yang menginspirasi menurut saya sangat luas artinya. Sosok tersebut nggak harus orang terkenal dan banyak yang menjadikannya sebagai tokoh inspiratif. Sosok yang menginspirasi bisa saja penjual dawet yang bisa berangkat haji dengan menabung setiap rupiah yang disisihkan dari jualannya. Bisa jadi sosok inspiratif tersebut orang tua kamu sendiri karena telah berjuang mendidik dan menjadikanmu orang yang sukses hapalin quran.

Bagi saya sosok yang menginspirasi belum tentu seorang tokoh nasional, atau pengusaha sukses, bukan!

Siapa Sosok Yang Menginspirasi?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti inspiratif adalah segala sesuatu yang bisa memberi seseorang ilham. Arti inspiratif juga sering dianggap sama dengan kata inspirator. Untuk inspirator berarti penginspirasi atau orang yang menginspirasi.

Sementara itu, istilah “inspiratif” lebih sering digunakan pada sosok orang. Artinya, penggunaan istilah ini lebih merujuk pada seseorang secara nyata yang biasanya memberikan energi positif, baik pada hasil karya, sikapnya, cara pandang, maupun caranya berbicara.

Nah saya ingin bercerita tentang sosok inspiratif yang terdekat. Yaitu tetangga saya. Dan tetangga yang saya maksudkan bukan satu orang, namun lebih dari satu.

Sebelum tinggal di rumah yang sekarang, sebenarnya pernah tinggal di sini karena rumah ibu bapak ada di sini. Gimana sih bahasanya, hahahaa.

Yah pokoknya saat tinggal di rumah ibu bapak, seperti remaja umumnya saya kenal dengan tetangga namun kurang akrab. Namanya saya tuh anak introvert, bergaul ya dengan orang seusia. Saya termasuk aktif dalam kepengurusan aktivitas remaja masjid dan karang taruna kelurahan. Tapi kalo dengan orang usia tua sebaya atau di bawah bapak, mohon maaf ya saya nggak pede berkomunikasi, hihiiii.

Namun sejak menempati rumah yang sekarang ini, kok saya jadi merasa para tetangga ini satu frekwensi. Ya kalo lagi kumpul aja sih karena saya bukan orang yang senang nonggo (ngobrol pagi atau sore di depan rumah/rumah tetangga).

Tetangga Adalah Sosok Yang Menginspirasi

Dari awal tinggal di rumah ini, saya jadi mengenal lebih dekat sifat dan karakter tetangga. Kebanyakan juga karena saya mendapat informasi dari salah seorang tetangga. Saya menyimpan info ini dalam benak dan tidak ada maksud apapun. Ya udah sebatas informasi tentang profil tetangga aja.

Saya pun jadi tahu kalo para tetangga ini meski tinggal di perumahan sederhana, namun jiwa mereka sangat kaya.

Ya, setiap ada orang mendapat musibah, tangan para tetangga ringan terulur. Mungkin ini hal biasa juga dilakukan oleh warga perumahan atau kampung lainnya. 

Yang sangat menarik juga adalah sikap dermawan para tetangga setiap bulannya, menyisihkan uang sejumlah tertentu dan rutin sama disedekahkan untuk pembangunan masjid. Nominalnya ada yang 5 ribu hingga 200 ribu, seikhlasnya dan selalu sama setiap bulannya tiap warga dari RT 01 - 08. 

Selain itu tiap ramadhan meski udah ada jadwal untuk warga yang bertugas menyediakan snack dan minuman, tetap ada yang spontanitas menyumbang di luar jadwalnya.

Yang menarik perhatian saya adalah, setiap bulan Muharam akan diadakan pengajian khusus untuk anak yatim. Setiap RT atau perkumpulan pengajiannya akan menyiapkan dana khusus diperuntukkan anak yatim dan janda dhuafa. Setiap RT bisa menyedekahkan di atas 1.500.000 bahkan ada yang mengumpulkan 2jutaan lebih. Uang sedekah ini dikumpulkan dan pernah mendapatkan nominal sejumlah 18 jutaan lebih. Alhamdulillah jadi bisa membagikan ke lebih banyak anak yatim dan janda dhuafa.

Semangat para tetangga ini yang menurut saya sebuah sikap dan karakter istimewa. Mereka bukan lah orang yang berharta banyak, namun bisa menyisihkan setiap bulannya secara konsisten untuk bersedekah.

Bersedekah bagi orang mampu itu bukan hal yang 'wah'. Sudah wajar namanya juga ada duit kan. Tapi kalo yang bersedekah adalah orang biasa dengan penghasilan biasa, tentu lah menjadi luar biasa, masya Allah.

Seperti yang saya kutip dari hadist Muttafaqun ‘alaih. HR. Bukhari no. 1419 dan Muslim no. 1032 :

Wahai Rasulullah, sedekah yang mana yang lebih besar pahalanya?” Beliau menjawab, “Engkau bersedekah pada saat kamu masih sehat disertai pelit (sulit mengeluarkan harta), saat kamu takut menjadi fakir, dan saat kamu berangan-angan menjadi kaya. Dan janganlah engkau menunda-nunda sedekah itu hingga apabila nyawamu telah sampai di tenggorokan, kamu baru berkata, “Untuk si fulan sekian dan untuk fulan sekian, dan harta itu sudah menjadi hak si fulan.

Sosok para tetangga ini yang menjadi inspirasi saya saat menyisihkan uang rutin setiap hari dalam kaleng. Yang insya Allah akan saya setorkan ke masjid melalui pengurus RT tiap bulannya.

Nah sosok yang menginspirasi saya adalah mereka, para tetangga yang ringan tangannya untuk bersedekah rutin baik dalam keadaan lapang maupun sempit. 

Mungkin ini pula yang membuat seluruh warga RT kami tetap diberikan kesehatan meski pandemi kemarin banyak merenggut nyawa orang. Namun di RT kami alhamdulillah masih diberikan usia panjang, hanya merasakan sakit dan itu pun nggak ada yang sampai dirawat di rumah sakit. Memang betul kalo sedekah itu melindungi kita dari musibah. Semoga sharing ini bisa menjadi inspirasi para pembaca. Wassalamualaikum.
Reading Time:

Rabu, 11 Januari 2023

Perjalanan Spiritual Perempuan Usia Senja
Januari 11, 2023 22 Comments
Assalammualaikum Sahabat. Judul artikelnya apakah bikin kening mengernyit? Misalkan jawabannya iya, nggak perlu berlama-lama ya sob. Karena memang pemilik blog ini mulai memasuki usia senja. Bilangan angka kembar akan menyambut si pemilik blog tahun ini, tepatnya pertengahan tahun pada usia 55 tahun. Masya Allah, semoga masih diberikan kesehatan agar tetap bisa  terus mengisi blog dengan cerita pengalaman penulis.

    
Perempuan usia senja

Menilik  54 tahun yang sudah dijalanin, terasa begitu banyaknya cerita terukir dalam perjalanan hidup saya. Lulus kuliah jeda 3 bulan langsung bekerja di salah satu perusahaan distributor barang impor. 

Dan saya bisa bisanya krasan hingga 25 tahun menjadi kuli. Yaa gimana, tiap 5 tahun udah ngajuin resign, selalu ditolak. Bahkan jelang berangkat haji (tahun 2014), minta resign agar tidak mengganggu pekerjaan karena posisi saya memang di divisi yang paling sibuk dan otaknya perusahaan. Tapi tetep aja nggak diijinkan. 

Malah dirayu, saya boleh cuti sesuai kebutuhan ibadah dan istirahat. Serta perusahaan bakal tetap memberikan gaji utuh plus uang saku berangkat haji, masya Allah.

Akhirnya bisa resign tahun 2015 dengan alasan ingin ngebantu suami. Bos besar luluh karena saya maju dengan wajah memelas, hihiii. Yesss akhirnya saya beneran jadi IRT fulltime, alhamdulillah senangnyaaa kala itu. Hingga hari ini pun saya bahagia dengan pilihan resign karena banyak banget pengalaman yang bisa dinikmati ketika menjadi IRT full time.

Mengisi Jiwa Dengan Perbanyak Silaturahmi

Alasan saya resign selain ingin bantuin pak suami, juga ingin bebas jalan-jalan tanpa harus mengajukan cuti ke tempat kerja. Plus ingin lebih banyakin belajar spiritualitas, mengisi jiwa, dan silaturahmi ke teman, kerabat, dan mantan tetangga yang udah pindah kota. Ini memang hobi saya dan suami semenjak tahun 2010.

Ngomongin spiritualitas, sebenarnya apa yang ingin saya pelajari? Bukankah spiritualitas itu tentang keyakinan?! Udah setua ini kok masih mau belajar spiritualitas?

Kalo dari Kamus Besar Bahasa Indonesa (KBBI) arti spiritual adalah yang berhubungan dengan atau bersifat kejiwaan atau rohani. Jadi kalo belajar spiritualitas artinya perjalanan kita untuk mengenal diri sendiri. Bukan lantas saya belum mengenal diri sendiri saat memutuskan ingin belajar spiritualitas. Namun saya ingin bertambahnya usia adalah saat tepat untuk mengingatkan diri tentang batasan usia yang tinggal sedikit. Mengingat kematian lebih dekat meski tak dipungkiri usia muda pun bisa saja dipanggil lebih dulu. 

Sejak usia belasan tahun saya sebenarnya pernah berpikir tentang hari setelah kematian. Meski belajar tentang agama sejak usia dini dan berlanjut sekolah dasar di yayasan pendidikan islam, tapi keingintahuan tentang hari akhir masih menjadi pertanyaan terbesar dalam benak saya. Pertanyaan yang akhirnya menjadi sebuah pemikiran bahwa hidup di dunia itu adalah serangkaian mengumpulkan bekal untuk hidup di akhirat.

Pemikiran yang akhirnya menjadi sebuah kesadaran spiritual saat saya yang kala itu berusia 32 tahun, ada pada fase istri dan ibu dua anak laki-laki. Fase yang membuka pikiran saya tentang kesabaran itu tiada batas, keikhlasan yang hakiki, dan penerimaan diri.

Menerima diri dengan segala kekurangan dan kelebihan, mencintai diri apa adanya. Fase penerimaan diri ini yang menjadikan saya sebagai perempuan dengan kesadaran penuh tentang arti diri. Saya tidak lagi berambisi pada urusan duniawi, lebih bisa menerima batas kemampuan diri. Kesadaran diri yang makin bertumbuh hingga dua tahunan kemudian menjadi ingin hidup minimalis. 

Hidup minimalis ala saya adalah tentang cara memandang sebuah kehidupan. Tidak lagi berambisi dengan gaya hidup memiliki kebendaan, meminimalisir pengeluaran yang tidak penting. Yang akhirnya bisa meminimalkan sampah karena tidak belanja di luar kebutuhan.

Bersama teman kuliah
Teman alumni kampus satu jurusan


Teman SMP 10 Semarang
Bersama teman SMP yang sering
Jalan bareng ke satu tempat wisata atau kuliner


Saya merasa makin usia berkurang, pertemanan juga menyusut jumlahnya. Saya kembali berteman dengan teman semasa sekolah dan kuliah. Meski pertemuan kami tidak selalu direncanakan, namun sesekali kami bertemu. Ngobrol ringan sambil hahahihi yang bikin jiwa terisi penuh. Menghangatkan jiwa tiap kali pertemuan kami, hingga rasanya selalu terselip rindu ketika ada rencana untuk bertemu lagi.

Meyakini Ujian Hidup Adalah Tempaan Kesabaran

Perjalanan spiritual bagi setiap orang tidak sama. Saya bahkan sejak muda sudah menemukan masalah kehidupan. Terlahir di sebuah keluarga sederhana yang sebelumnya berada pada tingkat ekonomi cukup. Tidak berlebihan dan tidak pula kekurangan. Namun ketika bapak saya kecelakaan, menyebabkan penghasilan utama keluarga hilang. Profesi bapak yang bukan pegawai, dengan tidak bekerja tentu tak ada pemasukan keuangan.

Ibu menjadi perempuan yang akhirnya bekerja dan bertanggung jawab sebagai pencari nafkah tunggal. Ketrampilan menjahit menjadi sumber penghasilan utama. Alhamduillah dari sini ibu bisa menyekolahkan saya dan adik-adik hingga lulus kuliah.Cuma adik kedua yang tidak kuliah karena kasihan melihat ibu yang harus bekerja sendiri. 

Alhamdulillah saya bekerja dengan niat ingin membantu orang tua, menyekolahkan adik bungsu. Kemudian bisa bantuin bapak membeli rumah yang hingga sekarang menjadi tempat tinggal orang tua dan adik bungsu. Saya meyakini rejeki saya dan suami juga rejeki keluarga besar, tetangga, dan teman kami. 

Menikah dan berkeluarga adalah prioritas saya dan suami. Kemudian kami merencanakan juga beribadah haji, pengennya pada usia 40an tahun. Alhamdulillah meski bukan berharta yang melimpah, kami diundang Allah azza wa jalla beribadah tahun 2014. Rejeki yang kami yakini karena kasih sayangNYA, doa orang tua kami, saudara, tetangga, dan teman kami. Hingga tiada hambatan melalui semua ibadah dan perjalanan menuju jazirah Arab.

Meski sebenarnya menjelang ibadah haji, banyak musibah yang kami alami. Namun saya dan suami memang nggak pernah menganggap musibah sebagai kesedihan. Alhamdulillah selalu ada jalan keluar termudah berkat campur tangan Allah yang Maha Menyembuhkan. 

Orang di luar lingkaran keluarga hanya mengenal kami pemilik rekening tabungan yang gendut, masya Allah ini menjadi doa mereka untuk kami. Yaa karena kami nggak pernah mengeluh, wajah selalu tertawa bahagia tiada beban hidup. Bukannya kami jaim tapi memang kami tak ada alasan untuk bersedih gundah gulana.

Tiga tahun sebelum berangkat haji merupakan titik balik kesadaran bahwa barang duniawi tak lagi menyilaukan mata. Saya udah nggak pernah beli barang karena diskonan, promo, ataupun keinginan. Saya beli barang ya karena sedang butuh atau yang dipakai ternyata harus diganti. Seperti sepatu, hand phone, tas atau apapun yang rusak dan butuh yang baru. Bukan beli karena gengsi, karena ada model terbaru diluncurkan.

Saat itu saya dan suami udah menyiapkan kematian dengan memperbanyak silaturahmi dan meminta maaf tiap kali bertemu kerabat atau sahabat. Menghamburkan doa untuk mereka juga. 

Jadi ketika akan bersiap berangkat haji, anak-anak saya yang keduanya laki-laki, sudah diberikan tanggung jawab dan informasi berupa harta kami yang ada. Ada resiko saat kami berdua ayah ibunya menunaikan ibadah haji. Jadi mereka kami persiapkan dengan tanggung jawab bila ajal kami tiba di tanah suci. 

Haji di Mekah

Alhamdulillah kami berdua berangkat dan bisa kembali berkumpul dengan keluarga dalam keadaan sehat. Batuk dan demam yang dialami suami sepulang haji, ibarat oleh-oleh dari tanah suci. 

Begitu lah perjalanan tentang spiritualitas saya, perempuan yang mendekati usia senja. Menanti panggilanNYA, hanya bisa saya isi dengan kegiatan yang bisa memberikan manfaat bagi lebih banyak orang. Semoga sahabat berkenan dengan curhatan saya kali ini. Wassalamualaikum. 
Reading Time: