Jadikan GERMAS Sebagai Gaya Hidup Untuk Mencegah Penyakit Tidak Menular - My Mind - Untaian Kata Untuk Berbagi

Selasa, 16 Juli 2019

Jadikan GERMAS Sebagai Gaya Hidup Untuk Mencegah Penyakit Tidak Menular

Gaya Hidup GERMAS Mencegah Penyakit Tidak Menular

GERMAS

Assalamualaikum Sahabat. Jadikan GERMAS Sebagai Gaya Hidup Untuk Mencegah Penyakit Tidak Menular. Adakah yang tahu apa itu GERMAS? Dalam artikel tentang kesehatan ini, saya niatkan untuk pengingat bagi diri sendiri dan keluarga agar selalu menjalankan GERMAS. Ada alasannya yang saya tuturkan dalam artikel ini.

Beberapa hari setelah lebaran, dari TOA masjid dekat rumah mengumumkan berita kematian. Karena pengumuman ini ada hingga beberapa kali dalam waktu dua minggu, tentu saja bikin saya menaruh perhatian. Dan ternyata 4 dari 5 kematian itu disebabkan oleh Penyakit Tidak Menular (PTM).

Rata-rata usia mereka yang meninggal berkisar antara 37 hingga 54 tahun. Sebuah usia yang seharusnya merupakan saat produktif dan menjelang masa pensiun. Namun usia segitu juga seharusnya menjadi saat seseorang menikmati kesuksesannya dalam berkarir, membina keluarga, dan bersiap menikmati masa pensiun.

Saya tahu kalo kematian ada lah takdir dari Tuhan. Namun saya pernah membaca ada hadist yang menyatakan bahwa ikhtiar itu diwajibkan bagi umatnya. Apabila manusia menjaga kehidupannya dengan mengatur pola makan dan kegiatannya sehari-hari, tentu bisa mengurangi resiko kematian.

Penyakit Tidak Menular telah menjadi salah satu masalah kesehatan dan penyebab kematian. Muaranya bahkan menjadi ancaman global bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Bayangkan saja kalo usia produktif sekitar 30 - 55 tahun meninggal karena penyakit tidak menular. Tentu kematian ini mempengaruhi pendapatan keluarga. Terutama bila pasien adalah penyangga ekonomi utama dalam keluarga.


Penyakit Tidak Menular (PTM)

Sudahkah kalian tahu apa aja yang masuk dalam penyakit tidak menular? Penyakit Tidak Menular atau saya singkat dengan PTM, adalah penyebab kematian terbesar di Indonesia. Penyakit tidak menular adalah penyakit kronis yang tidak ditularkan dari orang ke orang. 

Saya dan suami pernah punya impian ingin menikmati masa tua dalam keadaan sehat. Karena kami penyuka traveling, pengen bisa menjelajahi bumi Allah berdua. Anak-anak udah besar dan punya kegiatan masing-masing, pergi berdua itu asik loh. Saya dan suami udah mulai jalan berdua waktu traveling ke Malaysia bulan Maret lalu.

Butuh fisik yang sehat untuk traveling ala backpacker. Menggendong ransel, berjalan cepat di sela pejalan kaki yang menuju stasiun MRT, atau menjelajahi tempat wisata, tentunya butuh tubuh yang setrong. 

Traveling ke Malaysia
Satu tahun sebelumnya, ada peristiwa yang bikin sedih keluarga kami. Mendadak hari Sabtu pagi, suami kena serangan jantung.  Sebuah peristiwa yang tidak pernah saya sangka bakal terjadi pada keluarga saya. 

Terlebih sudah 12 tahun terakhir, saya menjaga pola makan kami sekeluarga agar lebih sehat. Bahkan setiap pagi selama tiga atau empat hari, kami berusaha rutin jalan pagi. Setiap pagi juga kami sarapan buah untuk menggantikan asupan karbo dari nasi.

Dokter yang merawat suami di rumah sakit membacakan hasil cek laborat, tekanan darah, dan EKG (Elektrokardiogram). Hasilnya adalah ada sumbatan di jantung suami. Dokter menanyakan beberapa hal pada suami dan saya, tentang kondisi kesehatan sebelumnya. 

"Ini serangan jantung yang pertama kali terjadi, Dok," tutur saya.
"Apakah Bapak termasuk perokok?"

Saya menjawab tidak, karena suami memang bukan seorang perokok. Dokter juga menanyakan apakah dari keluarga suami memiliki riwayat keturunan penyakit jantung. Jawaban kami masih sama, keluarga suami tidak ada yang punya sakit jantung.

Dokter menjelaskan bahwa penyakit jantung itu terjadi pada siapapun juga yang memiliki resiko tinggi. Yaitu penyebabnya adalah kolesterol tinggi, orang yang merokok aktif, hipertensi, punya riwayat keluarga yang menderita sakit jantung, dan mengonsumsi alkohol.

Untuk konsumsi alkohol, suami tentu saja tidak pernah sama sekali mendekati barang haram ini. Sementara hasil cek darah juga menunjukkan kolesterol suami normal. Menurut dokter spesialis jantung yang menangani suami selama dirawat di rumah sakit, semua hasil cek darah dan tekanan darah adalah bagus. 

Jadi hasil kesimpulan sementara dari observasi dokter saat itu adalah, suami termasuk dari salah satu pasien sakit jantung karena : 

- Perokok Pasif

Suami bukan perokok aktif, tapi iya dia dikelilingi oleh lingkungan pergaulan teman-temannya yang merokok. Jadi suami adalah perokok pasif yang masih sungkan menyingkir saat ada perokok di sebelahnya.

- Stres Karena Pekerjaan

Beberapa bulan terakhir suami memang sibuk dengan pekerjaan wara-wiri dari Semarang - Jogja - Solo. Kadang satu minggu bisa berada di tiga kota ini, mulai pagi hingga malam. Tingkat kelelahan ditambah dengan stres karena beban kerja, menjadi tubuh rentan dan memicu serangan jantung.

- Makanan berlemak jaman masih muda

Suami bekerja di sebuah perusahaan konstruksi saat usianya masih 22 tahun. Sering lembur bekerja dan menjadi hal rutin selama belasan tahun. Sementara setiap hari di tempat kerja disediakan makan siang berupa makanan berlemak.  Bahkan saat lembur hingga tengah malam, suami juga menerima jatah makan seperti nasi goreng babat, bebek goreng, dan makanan mengandung kolesterol jahat lainnya. 

Meski sudah 12 tahun terakhir suami sudah mengubah gaya hidupnya, namun apa yang sudah dikonsumsinya sebelumnya memicu serangan jantung muncul. 

Nah, ini yang akhirnya saya tekankan pada anak-anak, bahwa apa yang kamu makan hari ini, akan mempengaruhi tubuhmu di masa depan nanti. Meski masih berusia muda, saya meminta anak-anak agar belajar dari pengalaman bapaknya. Sedari muda harus menjaga asupan makanan dan beraktivitas fisik rutin.

Terlebih sudah sejak kecil saya sering mengajak anak-anak jalan pagi mengelilingi kompleks perumahan. Udara pagi yang bersih dari polusi, gerakan tubuh saat berjalan-jalan, mampu menjadi tabungan oksigen yang bagus. 

Saya pun mengingatkan anak-anak, bahwa Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah lama mencanangkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat atau disingkat GERMAS.

GERMAS adalah sebuah gerakan yang bertujuan untuk memasyarakatkan budaya hidup sehat. Nggak hanya itu, GERMAS juga bertujuan meninggalkan kebiasaan dan perilaku masyarakat yang kurang sehat. 

Budaya hidup sehat itu termasuk mudahnya akses air bersih untuk sehari-hari. Seperti terpenuhinya kebutuhan air untuk mandi, mencuci, masak, dan minum.

"Kalian harus bersyukur tinggal di tempat di mana kebutuhan air begitu mudah. Bayangkan dengan teman-teman kalian yang kurang beruntung dan tinggal di daerah terisolir." tutur saya pada anak-anak

Kepada mereka, saya menekankan bahwa dengan melakukan GERMAS dari diri sendiri, akan menjadi tabungan untuk masa depannya nanti. Kalo tubuh sehat dan bebas penyakit tidak menular, produktivitas akan meningkat. Terlebih 3 tahun lagi, bisa jadi anak-anak saya menjadi kepala keluarga. Mereka kelak harus menjadi contoh yang baik bagi keluarga kecilnya untuk melakukan kebiasaan hidup bersih dan sehat.

Fokus kegiatan GERMAS yang bisa dilakukan oleh keluarga-keluarga di Indonesia adalah :

- Melakukan aktifitas fisik


Aktivitas fisik bisa menghindarkan kalian dari penyakit tidak menular. Kalian bisa rutin meluangkan waktu minimal 30 menit per hari untuk melakukan aktivitas fisik. Seperti berolah raga, berjalan kaki, atau membersihkan rumah. Upayakan dilakukan dengan baik, benar, teratur dan terukur.

Karena engkel kaki saya bermasalah yaitu pernah terkilir, saya memilih jalan kaki tiap pagi selama 30 menit. Kecuali hari Minggu, saya dan suami memilih jalan kaki muter lapangan Simpang Lima Semarang sebanyak dua kali putaran. 



Sebenarnya melakukan aktivitas fisik ini cukup mudah. Kalian bisa memilih jalan cepat atau joging. Langkah mudah yang bisa dilakukan setiap pagi sebelum memulai aktivitas di tempat kerja. Misalnya jalan kaki dari pemberhentian bus atau KRL. Bagi ibu rumah tangga juga mudah, bisa memilih jalan kaki ketika belanja sayur setiap pagi. 

- Mengonsumsi buah dan sayur


Bukan hal sulit membiasakan makan buah dan sayur. Oleh orang tua saya, sejak kecil telah diperkenalkan dengan rutin mengonsumsi sayur dan buah. Saya dan tentu saja kalian, harus merasa beruntung tinggal di negeri beriklim tropis. Buah-buahan yang murah tumbuh subur di negeri ini.


Mengenalkan buah sejak kecil akan memberi keuntungan begitu tumbuh dewasa. Buah bisa menjadi cemilan sehat menanti waktu makan tiba. Sementara sayur sangat banyak manfaatnya bagi tubuh dan kesehatan manusia.


GERMAS

Memperbanyak konsumsi buah dan sayur, akan mencegah pertambahan berat badan berlebih. Sayur dan buah juga mencegah sembelit karena mengandung serat yang tinggi.

- Periksa kesehatan secara berkala

Sebagian besar orang kena penyakti tidak menular adalah karena tidak menyadari pentingnya cek kesehatan di klinik. Bagi pemilik kartu jaminan kesehatan, bisa memilih saat ada promo cek darah dengan diskon tertentu dari laborat.
 
Penyakit Tidak Menular
Cek Gula Darah

Cek darah bisa meliputi periksa gula darah, kolesterol, asam urat atau tes darah lengkap. Kalian bisa juga melakukan tes IVA (tes untuk Kanker) bila membutuhkan, terutama dengan riwayat keluarga penderita kanker. Tes kesehatan ini sebisa mungkin dilakukan tiap enam bulan sekali. 

Namun kalian perlu banget melakukan cek tekanan darah dan mengukur lingkar perut secara rutin tiap tiga bulan sekali. Bahkan kalo dibutuhkan tiap bulan, lebih bagus kan jadi terkontrol. Lingkar perut yang dianjurkan untuk laki-laki tidak melebihi 90 cm. Sementara bagi wanita dewasa lingkar perut yang dianjurkan tidak melebihi 80 cm. 

Cara mengukurnya mudah banget. Gunakan meteran seperti milik penjahit, kemudian ukur lingkar perut kalian.


Langkah Agar Terhindar Dari Penyakit Tidak Menular

Saya yakin semua orang inginnya memiliki tubuh sehat, bugar, dan berusia panjang. Namun untuk mencapai impian berusia panjang dan tidak memiliki PTM, butuh ikhtiar. 

Sebagai ibu, saya ingin bisa menjaga anak-anak hingga usia tua. Tapi usia tua yang sehat dan tidak membebani anak-anak dengan penyakit seperti Diabetes, Stroke, Jantung, dan PTM lainnya.

Sejak suami kena serangan jantung hingga proses recovery, saya makin peduli dengan asupan makanan. Ada lagi langkah lain yang makin saya perhatikan, belajar dari kasus suami. 

Bahkan saya juga mengatur ritme kerja suami agar kesehatannya tetap terjaga. Alhamdulillah sekarang suami udah lebih sehat. Jalan sejauh 2 km saat olah raga pun juga tidak lagi ngos-ngosan seperti sebelum kena serangan jantung.

Ada 6 (enam) langkah menjaga kesehatan yang sudah kami lakukan bersama. Langkah yang saya maksud adalah CERDIK. Apa aja sih CERDIK itu? Yuk cek di bawah ini :

  • Cek kesehatan secara berkala, seperti yang saya jelaskan di atas.
  • Enyahkan asap rokok. Artinya jauhi orang yang merokok. Kalo perlu, beri larangan daerah bebas perokok di rumah. Jelaskan pada tamu yang berkunjung ke rumah, bahwa sebagai tuan rumah kalian berhak meminta tamu tidak merokok selama di rumah kalian. Berani coba? Saya udah melakukannya sejak suami kena serangan jantung.
  • Rajin aktivitas fisik selama 30 menit setiap hari. Pilih aktivitas fisik sesuai kemampuan kalian, yang sederhana dan murah meriah adalah jalan kaki mengelilingi komplek perumahan.
  • Diet seimbang, maksudnya adalah mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang. Ikuti porsi Isi Piringku yang dicontohkan oleh Kemenkes di website http://sehatnegeriku.kemkes.go.id

  • Istirahat Cukup, artinya tidak lembur kerja sampai malam atau begadang nggak jelas. 
  • Kelola stres dengan baik dan benar. Artinya bekerja lah yang seimbang, dan mengetahui batas kemampuan fisik dan mental.
Jadikan GERMAS Sebagai Gaya Hidup Untuk Mencegah Penyakit Tidak Menular. Ingat lah bahwa kehadiran kalian di tengah keluarga dan lingkungan pergaulan sangat berarti. Dengan gaya hidup GERMAS, semoga bisa mencegah munculnya penyakit tidak menular. Wassalamualaikum Sahabat.

Materi : 
- http://sehatnegeriku.kemkes.go.id

Dokumentasi :
- Foto pribadi
- dari web sehatnegeriku.kemkes.go.id

42 komentar:

  1. Sharingnya bermanfaat bgt mba, iyaa harus sehat klo buat yg hobi traveling. ๐Ÿ˜๐Ÿ˜

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, kudu sehat dan setrong agar kuat jelajah sambil gendong ransel, hihiii

      Hapus
  2. TFS mba...post ini padat dan bernas. Semoga sehat & sukses selalu ya mba..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oya, Germas ni memang penting ya..baik juga bila kita mulai dari diri & kelg dulu ya..

      Hapus
  3. Saya akhir-akhir suka mikir kenapa banyak yang wafat di usia muda. Ya memang kematian itu rahasia Allah. Tetapi, seperti yang Mbak Wati tulis di sini, kita pun harus berikhtiar. Penyakit tidak menular ini memang mengkhawatirkan. Sepertinya tiap tahun angkanya naik

    BalasHapus
  4. Kalo inget PTM, aku suka mellow, Mak.
    Karena ibundaku juga berpulang setelah bertarung melawan Kanker paru, mirip Bpk Sutopo alm.
    Semoga kita makin aware yaaa
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    BalasHapus
  5. Memang kudu diwaspadai banget nih mba PTM yg bisa jadi silent killer, ubah pola gaya hidup yg salah menjadi manajemen yg baik.Saya juga lagi ikhtiar nih mba utk jaga asupan no carbo & no sugar��

    BalasHapus
  6. Lututku yg bermasalah mbak. Alhamdulillah masih bisa ngapa2in. Dan emang bener apa yg dimakan sekarang efeknya ntar2. Duh jd inget anakki nih. Maemnya maunya yg enak2 mulu. Lmyn susah ngerayu makan buah sayur mbak

    BalasHapus
  7. Iya banget, nih, Mbak. Masih jadi PR besar untuk disiplin dan konsisten untuk menjaga dan selalu menerapkan poa hidup sehat. Efeknya ya untuk nanti, jangka panjang. Bismillah

    BalasHapus
  8. Jadi ingat udah beberapa hari ini nggak olahraga. Kayaknya aku harus konsisten untuk menjaga kesehatan nih mba. Jangan sampai kena penyakit tak menular

    BalasHapus
  9. Terimakasih sudah diingatkan supaya gerak min 30 menit sehari ya mbak. Kadang aku suka malas2an euy padahal gak baik ya buat Kesehatan jangka panjang

    BalasHapus
  10. Aku juga pengen menghabiskan masa tua dengan jalan-jalan sama pak suami. Tapi di masa muda ini masih jarang banget olahraga, huhu.. Jadi berasa disentil nih sama tulisannya Bu Wati. Kalo Bu Wati ini makan buahnya jos bangetttt

    BalasHapus
  11. Gerakan masyarakat sehat ini memang banyak membawa manfaat ya mba. Semoga kita bisa makin sadar yaa

    BalasHapus
  12. Tulisan yang informatif mbak Wati, jadi mikir pada diri sendiri, harus mulai jaga kesehatan termasuk atur pola makan. Jaman sekarang penyakit banyak macamnya, kadang kita sudah merasa hidup sehat namun masih juga terjangkit penyakit. Tapi bila kita berikhtiar sejak dini... insyaallah terhindar dr penyakit tidak menular yang membahayakan tubuh kita.

    BalasHapus
  13. 30 menit sebetulnya sebentar, ya. Apa lagi kalau waktunya dibagi-bagi. Misal, pagi dan malam gitu.

    BalasHapus
  14. Kalo aku udah nerapin ke diri sendiri, sama ibu juga pelan2. Karena ibu masih percaya makan nasi itu baik ya udah pelan-pelan. Kalo gak aku yang jaga pola makan sehat ibu. Siapa lagi.

    Mungkin aku hrus mulai memikirkan ajak ibu jalan2 pagi dan mulai membiarkan ibu bersenng-senang di masa senjanya

    BalasHapus
  15. Makin pendek saja usia orang Indonesia akibat penyakit tidak menular. Pola makan Dan olahraga itu penting

    BalasHapus
  16. Iya nih, selama puasa dan lebaran kemarin udah dapat kabar kematian beberapa. Gaya hidup sehat memang mutlak perlu, ya

    BalasHapus
  17. Jangan anggap enteng penyakit tidak menular ya mbak, memang gak berbahaya buat orang lain tapi membahayakan diri sendiri bahkan bisa menyebabkan kematian, ngeti banget ya. Mulai hidup lebih sehat lagi & banyak olahraga lagi ah. Ini yang selalu diworo-woro kementerian kesehatan ya untuk melakukan aktivitas gerak, ini masih pagi baru jari aja yang gerak hihihi

    BalasHapus
  18. Iya nih hobi traveling mah hrs punya tubuh yg fit ya Mba..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kerasa bagi soalnya banyak main fisik juga hehe..

      Hapus
  19. Sebenarnya untuk jaga kesehatan bukan hal rumit ya mbak. Kita yang harus disiplin untuk tetap hidup sehat. Olahraga dan makan bergizi harus jadi gaya hidup.

    BalasHapus
  20. Penyakit tidak menular memang kerap jadi momok orang2 yang ga jaga kesehatan ya Mba. Ancamannya lebih mengrrikan huhu semoga jadi motivasi agar bisa lebih jaga kesehatan dan menerapkan gaya hidup yang sehat

    BalasHapus
  21. Aku setuju banget, Mbak Wati.. Apa yang kita makan hari ini, punya andil dalam membentuk tubuh kita di masa nanti.

    Ya Allah, pengen banget bisa konsisten makan makanan sehat dan menjalankan pola hidup sehat juga. Semoga Allah memberi kesehatan selalu untuk kita. Aamiin YRA.

    BalasHapus
  22. Kita ni terpapar polusi, gaya hidup tidak sehat dan mager jadilah berbagai jenis penyakit timbul, astaghfirullah, kudu berubah iniii

    BalasHapus
  23. Makasih tulisannya, Mba. Bermanfaat banget ๐Ÿ‘. Suamiku perokok aktif nih, bingung juga gimana cara bujukin dia supaya mau lepas dari kebiasaan buruknya itu, huhuhu

    BalasHapus
  24. Duh jauh2 deh mbak suaminya dari teman yang merokok. Hiks.
    Iya mbak GERMAS ini mesti kita terapkan dalam kehidupan kita ya supaya enggak kena penyakit serem2 kyk PTM.

    BalasHapus
  25. Aku tuh sebel sama orang yang merokok di tempat umum. Apalagi kalo tempat wisata yang khusus keluarga tapi banyak yg merokok.

    BalasHapus
  26. Gaya hidup sehat harus terus disosialisasikan. 'Kan enak kalau semakin banyak yang memiliki kesadaran. Sehatnya bersama-sama jadinya

    BalasHapus
  27. aku nih mba msih pr banget jalanin germas, terutama soal makan dan olahraga. huhuhu belum teratur. susah ya, tapi harus diupayakan semaksimal mungkin

    BalasHapus
  28. Sebelum melakukan pendakian gunung, saya dan suami selalu cek tekanan darah atau gula
    Tujuannya ya meminimalisir hal yg tidak diinginkan. Sehat itu mahal jangan dikira tidak berbahaya meski tidak menular. Terimakasih artikel dan informasi nya :)

    BalasHapus
  29. Sudah diingatkan ama mba Hiday ini untuk punya pola hidup sehat
    pas kamu bilang makan cuma buah, aku pernah coba sekali lho mba ahhaha ternyata memang luamayan mengenyangkan ya kalo makan buah. Semangat berbenah

    BalasHapus
  30. Kawasan bebas asap rokok nih mbak yg sulit sekali. Karena rumah kan sekaligus warung. Doakan semoga bisa beli rumah yg tetangganya pun dukung kawasan bebas rokok. Aamiin.

    BalasHapus
  31. suami sejak lebaran entah kenapa tiba-tiba mau jaga makanan, nggak perlu dimasakin makanan ini itu, mau olah raga, tapi akunya kok belum ya hiks

    BalasHapus
  32. Setuju banget deh bahwa GERMAS harus jadi bagian hidup kita sehari-hari, kalau bukan kita sendiri yang memulai lalu siapa lagi?

    BalasHapus
  33. Hmm penyakit tidak menular ini yang sejatinya perlu dijadikan reminder
    Karena kadang dianggap santai banget padahal kan tetap berbahaya

    BalasHapus
  34. Kalau Nemu artikel kaya gini, kembali buru buru cek kebiasaan kebiasaan buruk yang susah banget dihilangkan. Padahal demi kebaikan juga ya. Tapi pelan pelan mu diubah juga, kalau ingat anak-anak pengen hidup sehat terus biar bisa menemani mereka sampai tua

    BalasHapus
  35. Wah, benar-benar memang harus segera menerapkan pola hidup sehat serta berimbang ya mbak. Tentu juga biar semakin meminimalisir resiko2 penyakit berat.

    BalasHapus
  36. Hidup sehat sebenarnya bukan hal yang sulit. Cuma manusianya aja yang sering menyepelekan sinyal tubuh

    BalasHapus
  37. Aku mengikuti kisah Mba Wati waktu babe kena serangan jantung itu, rasanya seperti mengalami sendiri dan sediiih banget. Sedih tapi harus kuat untuk mendampingi babe ya mbaaa.. Semoga Mba Wati dan Babe diberikan kesehatan selalu sehingga masih bisa mesra dan jalan-jalan terus hingga usia lanjut nanti.

    BalasHapus
  38. Beresin rumah tiap pagi masak juga belanja termasuk aktifitas olahraga nggak sih mba? Hehehhe aku jarang Olahraga. Sehat selalu buat paksuami ya Mba. Alhamdulillah punya istri yang sangat telaten

    BalasHapus
  39. Mbak, bacaan ini jadi bikinku tersadar kalo pola hidupku selama ini kurang sehat. Wah, harus mulai olahraga dan makan-makanan sehat nih. Sehat memang paling utama untuk jaman sekarang yang banyak orang2 mati muda...

    BalasHapus