My Mind - Untaian Kata Untuk Berbagi

Rabu, 20 Maret 2019

Keuntungan Tinggal di Apartemen Dengan Sewa Kost Bulanan
Maret 20, 2019 38 Comments
Apartemen Sewa Kost Bulanan

Assalamualaikum Sahabat. Keuntungan Tinggal di Apartemen Dengan Sewa Kost Bulanan. Ternyata tinggal di apartemen bisa menggunakan cara sewa kost bulanan. Saya baru tahu nih infonya dari ponakan yang tinggal di Jakarta.

Beberapa bulan ini si sulung pindah domisili di Jogja. Alasannya adalah untuk mengerjakan skripsi di kota gudeg itu. Semua materi atau bahan skripsi memang harus didapatkan di sana, sesuai dengan judul skripsi yang diambilnya. Tentu saja dia pun memilih tinggal di kost.

Ngomongin kost, saya pun ingat dengan ponakan yang tinggal di Jakarta. Setelah wisuda, ponakan saya diterima kerja di salah satu bank swasta di kawasan  Puri Kencana, Jakarta Barat.

Bersama dua orang temannya yang sama-sama berasal dari luar kota, mereka memilih tinggal di apartemen. Ada banyak pertimbangan mengapa dia dan kedua temannya memilih tinggal di apartemen. 

"Enak sih, nggak harus mikirin urusan kebersihan, Nte," cerita ponakan saya dengan wajah cerah.

Iya sih saya tahu gimana ritme kerja di ibukota. Enggak usah di ibukota Jakarta. Kerja sebagai teller di salah satu bank swasta di Kota Semarang pun, seorang keponakan yang lainnya sering pulang malam. Pokoknya sebut saja Ria selalu pulang setelah pukul 8 malam, kadang jam 10 malam. 

Jadi wajar sih kalo keponakan saya, Dhea yang kerja di bank swasta di Jakarta Barat. Dan Dhea memilih hunian dengan sewa kost Jakarta Barat.

Dhe pun cerita beberapa keuntungan dengan tinggal di apartemen :

- Pemeliharaan Apartemen

Keputusan tinggal di apartemen salah satunya karena Dhea tidak perlu melakukan perawatan seperti bila tinggal di rumah. Tanggung jawab pemeliharaan apartemen umumnya berada di pihak pemilik atau pengembang.

Jadi kalo misalkan ada kerusakan di saluran washbak atau kamar mandi, Dhea cukup melaporkan pada pengelola gedung tempat dia tinggal. Soal biaya pemeliharaan atau perawatan tentu tergantung saat pertama melakukan kesepakatan. Dan itu semua ada dalam kontrak sewa.

- Keamanan Gedung Apartemen

Bagi penghuni apartemen, keamanan biasanya merupakan prioritas utama waktu memilih tempat huniannya. Di samping juga janji dari pemilik apartemen yang pasti akan menjaga investasinya dengan memilih sistem keamanan yang terpercaya.

Tinggal berdekatan hanya terpisahkan oleh sekat dinding, menumbulkan keamanan bagi penghuni apartemen. Begitu pula yang dirasakan oleh keponakan saya bersama teman-temannya. Terlebih ada penjaga keamanan yang selalu bekerja 24 jam di area apartemen.

- Dimensi Ruang Hunian

Bagi pekerja yang baru lulus dan mendapatkan pekerjaan pertama kali. Tinggal di apartemen merupakan solusi yang paling cocok. Kebutuhan tempat tinggal yang masih sebatas seperti saat tinggal bersama keluarganya, tercukupi dengan ukuran ruang hunian.

Apartemen sewa kost bulanan

Iya sih, lajang itu cukup lah ya kalo fasilitas di dalam huniannya adalah kamar tidur, kamar mandi, ruang tamu merangkap ruang TV, dan dapur kecil. Itu udah memenuhi standar kebutuhan seorang lajang. Ruangannya juga nggak perlu luas dan mewah. Yang penting setiap ruangan memenuhi unsur kebutuhan bagi seorang lajang yang tinggal bareng teman-temannya.

- Fasilitas Hunian

Dhea memilih tinggal di apartemen karena fasilitas yang komplit. Bayangkan dengan membayar sewa bulanan yang wajar, dia memiliki akses untuk menikmati pusat kebugaran, kolam renang, dan fasilitas laundry. 

Fasilitas kolam renang

Bahkan unit apartemennya pun ada toko dan apotik yang bisa dijadikan tempat dia belanja bulanan.  Semua itu ada dalam satu atap apartemen. Jadi kalo mendadak butuh sesuatu untuk kebutuhan rumah atau dapur, semua bisa dididapatkan dengan mudah. Pengaturan tinggal di apartemen dengan kenyamanan seperti ini yang diminati anak muda saat ini.

- Aksesibilitas

Keuntungan lainnya bila tinggal di apartemen adalah jangkauan jarak dengan fasilitas publik. Apartemen biasanya terletak dalam satu demografi dengan pusat perbelanjaan. Pengembang mall misalnya selalu mengincar pembangunan gedung apartemen terdekat. 

Semakin banyak gedung apartemen yang memicu tumbuhnya kesempatan belanja bagi konsumen dengan memilih pusat perbelanjaan terdekat. Tinggal di apartemen juga memudahkan akses moda transportasi massa. 

Nah, kalo tadi saya udah sharing cerita keponakan yang tingga di apartemen di Jakarta. Sekarang saya jugg punya bocoran tentang info apartemen yang ada di Jakarta Barat.

Dari seorang temen yang tinggal di apartemen, dia merekomendasikan tinggal di apartemen namun dengan cara sewa kost bulanan

Penasaran nggak sih dengan sistem sewa kost bulanan tapi tinggal di apartemen ini?

Sewa kost bulanan

Ternyata semua itu ditawarkan oleh YukStay yang memiliki beberapa pilihan apartemen. Nah YukStay adalah platform sewa apartemen co-living pertama di Indonesia.

Setiap apartemen YukStay berada dekat dengan pusat perbelanjaan, rumah sakit, dan perkantoran. 

Apartemen YukStay menawarkan fasilitas yang lengkap. Mulai dari gym, playground, jogging track, lapangan tenis, dan basket. Meski tidak semua apartemen memiliki seluruh fasilitas, paling tidak ada swimming pool dan gym. Dua fasilitas ini selalu tersedia di setiap apartemen.

Nah, YukStay menawarkan Apartemen co-living,  yaitu konsep tinggal di apartemen sharing dengan penyewa lainnya. Kamar tidur tentu masing-masing penyewa tinggal di private room sendiri. Namun untuk perabotan di living room, kitchen, bathroom dinikmati bersama. Untuk sistem pembayarannya penyewa hanya membayar harga satu kamar.


Apartemen co-living ini merupakan alternatif hunian dengan harga sewa yang terjangkau. Bahkan hampir sama dengan sewa kostan yang dekat kampus terkenal di Indonesia. Nah, asiknya lagi apartemen dengan harga setara kostan namun penyewa bisa menikmati fasilitas apartemen.

Dan YukStay berdedikasi untuk menyediakan tempat tinggal di apartemen senyaman tinggal di rumah. Jadi gimana, kapan kalian memilih tinggal di aparteman, sahabat? Wassalamualaikum.
Reading Time:

Selasa, 19 Maret 2019

Pengalaman Terbang Bersama Garuda Airlines ke KLIA  (Traveling Malaysia #2)
Maret 19, 2019 36 Comments


Assalamualaikum Sahabat. Cerita Pengalaman Terbang Bersama Garuda Airlines ke KLIA ini benar-benar bikin puas rombongan saya. Apalagi saya dan teman-teman membayar tiketnya juga murah. Nanti ya akan saya tulis dalam artikel terpisah, tentang perincian biaya traveling Malaysia.

Jadi ini adalah artikel kedua dari serangkaian cerita Traveling Malaysia bareng teman-teman blogger.  Tulisan kedua ini akan mengisahkan tentang sarapan di  bandara Soekarno Hatta, juga pengalaman terbang dengan Garuda Airlines. Serta pilihan transportasi dari KLIA menuju Melaka. 

Silahkan baca tulisan #1 : Traveling ke Malaysia Dengan Tiket Promo

Sarapan di Bandara Soekarno Hatta

Setelah proses boarding pass kelar, saya bersama rombongan memilih untuk sarapan. Karena semalam juga saya serta mba Dian enggak sempat makan malam. 

Dan untuk penerbangan dengan tiket Malaysia Airlines ini, ternyata kami mendapat jatah pesawat operated by Garuda Airlines. Takut aja nggak dapat sarapan di pesawat. Sementara perkiraan kedatang kami di bandara KLIA sekitar pukul 11.50 dan jam di Kuala Lumpur lebih dahulu satu jam. Udah masuk waktu makan siang kan.



Jadi pagi pukul 6.45 pagi kami sarapan. Karena nyari sarapan yang praktis jadinya kami pilih resto fast food A&W. Suami saya udah sarapan di rumah adik di Bogor. Jadi hanya saya, mba Dian, Vita dan suaminya aja yang memesan sarapan.

Saya lupa pesan paket yang mana. Yang jelas sih masing-masing dapat lebih dari satu potong ayam. Ada nasi, sup, dan kami juga mengganti minuman dengan teh panas. Ya gitu deh usia emang nggak bisa bohong, suka yang anget-anget, hihiii.



Abis sarapan, kami memilih kursi di ruang tunggu yang dekat dengan Gate 10. Pesawat kami akan terbang jam 8.30 wib. Masih ada satu jam lagi. Lumayan bisa ngobrol bareng babe tentang anak-anak. Ya kami tuh sementara menjalani LDM. Saya tinggal di Semarang dan babe di Bogor. Sesekali aja saya ke Bogor dan tinggal selama 7 - 12 hari. Trus balik lagi ke Semarang nemeni si bungsu. 

Jadi kalo ketemu gitu pengennya ngobrolin banyak hal. Trus bisa manja-manja juga kaaan, hahahaaa. Meski ngobrol via WA pun juga tiap hari. Tapi kalo ketemu kan beda rasanya. Uhuiii.


Terbang Bersama Garuda Menuju KLIA


Nggak nunggu lama akhirnya panggilan pada penumpang pesawat MH 5892 operated by Garuda Indonesia terdengar. Saya semangat banget melewati proses pemeriksaan imigrasi di Gate 10. Ini adalah kepergian keluar negeri yang kedua setelah ibadah haji tahun 2014 dulu. 

Singkat cerita, saya dan rombongan udah duduk nyaman di dalam pesawat Garuda. Saya bahkan udah mulai milih video dari beberapa film pilihan. Lumayan kan,  2 jam 30 menit bisa lah untuk nonton film.

Eh tiba-tiba kayak dejavu. Ada kereta dorong berisi makanan dan berbagai pilihan minuman yang jalan didorong pramugari. Ingatan makan nyaris tiga kali selama penerbangan di pesawat antara Solo - Jeddah bertahun lalu begitu nyata hadir.

Mata langsung jembreng, otak pun jadi seger, wkwkwkkk.

Dengung suara pramugari yang menawarkan makanan dan minuman bikin senyum saya terbit.

Hmm, nonton filmnya terputus dulu deh. Dan saya menerima jatah sarapan sesuai pilihan. Yaitu Nasi Ayam plus minuman jus apel. Alhamdulillah, sarapan lagi, hihiii.


Saya tuh setiap hari sarapannya buah. Tapi kalo sedang jalan-jalan dan susah mendapatkan buah, suka sarapan seadanya. Maksudnya ada apa aja ya udah dinikmati. Tandanya bersyukur itu kan gitu, makanan yang ada di hadapan kita, mesti dimakan sampai habis. Sunnah Rasulullah, nggak boleh ada nasi tersisa sebutir pun. Berkahnya di butiran nasi terakhir. Amiinkan yaaa.

Aslinya sih karena perut jadi lapar lagi. Padahal tadi sarapannya di A&W juga tandas. Eh nasinya saya bagi dengan babe, karena nggak habis. Sup juga ngabisin berdua. Ayam aja yang abis satu potong. Dan Babe dapat satu potong juga, dapat dari sisa jatah saya.

Untuk Nasi Ayamnya itu kayak nasi liwet yang dimasak kayak nasi kuning tapi aromanya nggak wangi. Kemudian ada lauk ayam dimasak bumbu rujak dan dipanggangnya bentar. Karena aroma bakaran juga gak terasa. Trus ada wortel sama mentimun yang dimasak acar kuning. 

Rasanya gimana? Untuk ukuran makanan siap saji yang dipanaskan di microwave gitu, cukup enak. Dibanding jaman saya berangkat haji dulu, makanan yang disajikan di pesawat rasanya nggak enak. Tapi saya dulu tetap aja menikmatinya karena merasa butuh asupan kalori untuk persiapan ibadah haji.

Oh iya, pramugari sempat menawarkan menu pilihan lainnya, yaitu Kwetiaw tuna. Tapi saya kok malah pilih Nasi Ayam, wkwkwk. Lagi galfok waktu itu. 

Jadi isi nampan saya adalah, Nasi Ayam, Minuman jus Apel, roti manis, dan Fitbar. Kalo suami saya memilih menu sama tapi minumnya jus jeruk.



Fitbar dan roti manis saya masukkan tas, lumayan kan untuk cemilan kalo lapar turun dari pesawat. Mikirnya kejauhan, wkwkwk.

Saya menikmati tayangan film yang sedang diputar setelah makanan habis. Saya tersenyum melihat suami yang terkantuk-kantuk, sementara layar di depannya menayangkan Film The Bohemian Rhapsody. 

Sesekali saya menatap keluar jendela. Gumpalan awan putih yang menemani sepanjang perjalanan, kadang berubah bentuk. Sesekali pramugari masih menawarkan minuman pada penumpang. Saya kali ini meminta air putih untuk membersihkan rongga mulut. 

Tepat pukul 12.50 waktu Malaysia, pesawat yang membawa kami terbang tiba di KLIA. Bandaranya masih bagus Soekarno Hatta kalo menurut saya. Apalagi terminal 3 Soetta sekarang keren banget. Tapi KLIA 2 yang letaknya berdekatan dengan KLIA ini juga katanya bagus sih. Cuma jadwal landing kami emang di KLIA.

Setelah kelar ngurus di imigrasi kedatangan, saya dan rombongan membeli sim card setempat. Harganya 36 RM dan bisa mendapatkan 10 Giga, banyak ya. Harganya ya wajar sih kayak di tanah air. Saya sempat foto bandara. 









Saya dan rombongan mulai mencari tempat shalat sekaligus mau membeli tiket bus ke Melaka. Mara udah ngasih tahu sih lokasinya ada di gedung seberang bandara. Sebenarnya ada penghubung antara gedung bandara dan terminal bus. Namun karena kami terlanjur turun ke basement, ya udah lah nyeberang aja dengan hati-hati.

Vita yang maju ke loket tiket dan menyerahkan duit sejumlah harga tiket untuk 5 orang. Satu tiket dari KLIA ke Melaka per orang seharga 35 RM. Oiya orang Malaysia nyebut terminal sih Stesion bas.


Tempat penjualan tiket
di teminal bus KLIA
Karena waktu shalat masih nunggu 1 jam lagi, dan bus pesanan baru datang pukul 14.50, kami berjalan ke minimarket. Haus banget pengen minum. Trus rencana mau nyari tempat shalat juga. 

Harga minum di sini 2,5 RM dan saya beli 2 botol untuk suami juga.



Sambil nungguin bus datang, kami segera masuk ke mushola. Agak terpencil tempatnya karena kami hanya tahu yang ini. Trus dekat dengan parkiran. Tapi ruangannya bersih dan adem karena ada pendingin udara air cool.

Masih nunggu lama meski saya dan teman-teman udah shalat jama Dhuhur dan Ashar waktu pukul 13.40. Di Malaysia waktu shalat Dhuhur itu sekitar pukul 13.15. Agak lupa nih kemarin lupa nyatat.


Sayang kursi di stesion bus
cuma dikit, jadi ya berdiri aja
Agak lama nunggu bus datang sesuai jadwal. Saya udah pengen selonjoran di kasur. Begitu udah pukl 14.45 bus yang mengantar kami ke Melaka pun stand by di pintu 12.


Bagian dalam bus Starmart Express
yang mengantar kami ke Melaka
Nah, kami pun udah masuk ke dalam bus yang akan mengantar ke Melaka. Karena sejak awal pemesanan udah minta turun di Melaka Medika, kami pun turun di depannya. Gedung ini merupakan rumah sakit yang menjadi rujukan orang Indonesia juga kalo berobat.

Perjalanan panjang sekitar 2 jam lebih paling enak buat bobok. Meski lapar lagi karena udah masuk pukul 1 siang, kami malas juga nyari makan. Untungnya ada sisa roti dan fitbar dari menu makan dari Garuda airlane. Lumayan buat ngganjal perut. Dan kantuk pun menemani perjalanan menuju Melaka.

Tepat pukul 16.45 kami tiba di depan Medikal Centre Melaka. Anas, suami Vita pun memesan Grab untuk mengantar ke penginapan di kawasan Kesidang, Melaka Tengah.

Sambil menanti babang Grab datang, saya pun mengajak selfi rombongan. Sayangnya sampai sana tuh udaranya panas dan kering. Haduhhh, nyesel nggak bawa topi lebar untuk nutupi muka. 



Cerita traveling saya bersama rombongan akan berlanjut ke part #3 ya. Semoga istiqomah dan sehat agar masih semangat menuliskan cerita traveling rombongan saya. Wassalamualaikum.
Reading Time:

Sabtu, 16 Maret 2019

5 Rekomendasi Rumah Kontrakan Jakarta Untuk Anggota Keluarga Besar
Maret 16, 2019 25 Comments


5 Rekomendasi Rumah Kontrakan Jakarta Untuk Anggota Keluarga Besar


Assalamualaikum. 5 Rekomendasi Rumah Kontrakan Jakarta Untuk Anggota Keluarga Besar ini patut menjadi pertimbangan anda. Terutama sebagai pilihan utama rumah kontrakan untuk keluarga tersayang.

Bisnis penyewaan rumah kontrakan memang tengah naik daun di kota-kota besar di Indonesia. Ketersediaan akan rumah tapak yang semakin menipis membuat bisnis ini ramai diminati warga perkotaan.


Selain harganya yang lebih murah daripada membeli rumah, kontrakan menjadi solusi bagi mereka yang memiliki pekerjaan dan mengharuskan mereka untuk sering berpindah-pindah.

Selain itu, pilihan untuk mengontrak rumah biasa muncul ketika ada suatu hal penting yang harus didahulukan daripada membeli rumah.

Alasan untuk mengontrak rumah boleh saja beragam. Namun yang pasti, setiap orang tentu ingin memiliki rumah kontrakan yang dapat mengakomodir segala kebutuhannya. Tidak hanya persoalan tempat bernaung bagi keluarga saja.

Apalagi bagi warga ibu kota. Di setiap sudutnya kini kita dapat menemukan rumah kontrakan dengan berbagai macam model dan jenisnya.

Ada yang hanya berupa kamar, rumah petak sederhana, sampai dengan rumah mewah sekali pun, semua dikontrakan di Jakarta.

Harga dari rumah kontrakan tersebut juga cukup variatif. Bergantung pada kondisi rumah, fasilitas, serta lokasi yang ditawarkan.

Bagi Anda yang memiliki anggota keluarga cukup banyak, tentu Anda akan mencari kontrakan Jakarta yang memiliki cukup banyak ruang untuk seluruh keluarga.

Oleh sebab itu, hari ini saya akan memberikan beberapa rekomendasi rumah kontrakan Jakarta untuk Anda dengan anggota keluarga yang cukup banyak.

Penasaran di mana saja? Langsung saja yuk kita simak daftarnya.

Rumah kontrakan Jakarta Selatan


Rumah Kontrakan Jakarta Selatan
Photo : Egrafis

Kontrakan Jakarta pertama adalah sebuah rumah yang terletak di Jalan Kebon Mangga 1, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Dibangun di atas lahan seluas 100 meter persegi, dengan luas bangunan 150 meter persegi. Kontrakan Jakarta yang satu ini memiliki 5 kamar tidur dan 2 kamar mandi di dalamnya.

Tentu, rumah ini memang cukup besar untuk menampung Anda dan keluarga tercinta. Bikin keluarga merasa nyaman tinggal di ruangan yang bisa mengakomodir kebutuhan anggota keluarga. 

Meski bukan merupakan bangunan baru, namun rumah yang dibangun pada tahun 2005 ini terlihat masih sangat kokoh dan terawat.

Harga sewa untuk rumah ini pun cukup murah. Dengan spesifikiasi bangunan yang ditawarkan, kontrakan Jakarta ini hanya berbiaya sewa Rp 35 juta per tahunnya.

Selain itu, karena lokasinya yang cukup strategis, rumah kontrakan Jakarta yang satu ini diklaim memiliki jarak yang cukup dekat menuju pusat tekstil Blok M, kawasan Pondok Indah, serta kawasan Senayan.

Oleh sebab itu, kontrakan ini sangat pas dihuni oleh Anda yang bekerja di dekat kawasan tersebut.

Rumah kontrakan Jakarta Barat


Rumah Kontrakan Kontrakan Jakarta Barat
Photo : 99.co
Rumah kontrakan Jakarta selanjutnya bertempat di sebuah komplek perumahan bernama Green Lake City. Tepatnya di Jalan Kresek Raya, Jakarta Barat.

Rumah bergaya modern minimalist dua lantai ini dibangun di atas lahan seluas 144 meter persegi, dengan luas bangunan 157 meter persegi. Meski hanya memiliki 4 kamar tidur, namun rumah ini memiliki 4 kamar mandi. Yang artinya setiap orang memiliki kamar mandinya masing-masing.

Seperti namanya, komplek Green Lake memang mengusung konsep green living. Sehingga membuat lingkungan di sekitar komplek terasa sangat asri dan bersih.

Selain itu, komplek ini juga memiliki water treatment plant. Yang memungkinkan penghuni untuk dapat mengkonsumsi langsung air keran yang ada di rumah mereka.

Fasilitas umum yang ada di sekitar komplek juga sangat lengkap. Tersedia fasilitas pendidikan seperti sekolah dan kampus. Serta pusat perbelanjaan dan hiburan seperti mall, food & festival walk, dan sebagainya.

Dengan berbagai fasilitas yang ditawarkan oleh perumahan tersebut, harga yang dibanderol untuk menyewa kontrakan Jakarta ini sebesar Rp 45 juta per tahun.

Harga yang cukup sepadan, bukan? Apakah Anda tertarik untuk menyewa rumah ini?

Rumah kontrakan Jakarta Timur

Rumah Kontrakan Jakarta Timur
Photo : Google Images
Terletak di sebuah komplek perumahan bernama Jakarta Garden City – Cluster Cassia, kontrakan Jakarta yang satu ini memiliki 6 kamar tidur dengan 4 kamar mandi, lho. Banyak sekali ya.

Tentu aja kamarnya banyak. Karena rumah dua lantai ini sendiri dibangun di atas lahan seluas 148 meter persegi. Dengan luas bangunan 200 meter persegi.

Kebayang dong gimana besarnya? Yang pasti cukup untuk menampung Anda dan seluruh anggota keluarga Anda di dalamnya.

Meski memiliki biaya sewa yang paling mahal diantara 3 kontrakan Jakarta lainnya, yaitu sebesar Rp 50 juta per tahunnya.

Namun, saya rasa harga tersebut termasuk murah. Mengingat lokasi yang dekat ke pusat kota, serta seluruh fasilitas rumah yang terdapat di dalamnya.

Rumah kontrakan Jakarta Utara


Rumah Kontrakan Jakarta Utara
Photo : The Jakarta Post
Selanjutnya dari daftar rumah kontrakan Jakarta untuk Anda yang memiliki anggota keluarga besar, kali ini saya akan memberikan rekomendasi sebuah rumah yang terletak di Jalan Kelapa Cengkir Raya.

Iya, terletak di kawasan Jakarta Utara, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Rumah sederhana dengan tingkat 2 lantai ini terlihat masih sangat terawat meski bukan sebuah bangunan berumur baru.

Dilengkapi dengan 5 kamar tidur, 2 kamar mandi, dapur, ruang keluarga, serta ruang tamu yang cukup luas. Rumah ini sangat cocok dihuni oleh pasangan dengan jumlah anak 3-4 orang.

Luas tanah dari kontrakan Jakarta ini adalah 90 meter persegi, sedangkan luas bangunannya 120 meter persegi.

Jika kamu berminat menyewa rumah ini, siapkan dana sebesar Rp 45 juta per tahunnya ya. Ada bonus 2 unit AC apabila kamu menyewa rumah ini, lho.

Rumah kontrakan Jakarta Pusat


Kontrakan Jakarta
              (Photo: Google Images)

Nah berikut ini rekomendasi rumah kontrakan terakhir yang berada di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat, tepatnya di Jalan Kartini.

Rumah sederhana di jantung kota Jakarta ini dibangun di atas lahan seluas 120 meter persegi, dengan luas bangunan 180 meter persegi.

Rumah ini memang terlihat tidak terlalu megah jika dibandingkan beberapa rumah sebelumnya, namun dengan besarnya rumah ini, tentu cukup untuk menampung Anda dan seluruh anggota keluarga Anda.

Bangunan rumah sendiri terdiri dari 2 lantai, di mana lantai pertama berisi ruang tamu, 3 kamar tidur, ruang makan, dapur, dan 2 kamar mandi. Sedangkan lantai duanya sendiri berisi 3 kamar tidur dan sebuah kamar mandi.

Terdapat juga teras dan carport yang dapat Anda manfaatkan untuk parker kendaraan Anda.

Fasilitas umum yang ada di sekitar lingkungan kontrakan Jakarta ini juga cukup lengkap. Dekat dengan fasilitas pendidikan untuk buah hati Anda, rumah sakit, serta dekat dengan daerah kuliner.

Selain itu, bagi Anda yang bekerja di daerah perkantoran ibu kota, jangan khawatir. Karena kontrakan Jakarta ini memiliki jarak yang sangat dekat dengan pusat bisnis dan perkantoran. Sehingga akan memudahkan Anda dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Untuk biaya sewanya sendiri memang cukup mahal, yaitu sebesar Rp58 juta per tahunnya. Namun mengingat lokasinya yang sangat amat strategis, rasanya wajar apabila pemilik rumah mematok harga demikian tinggi.

Lantas, apakah Anda tertarik untuk menyewa salah satu kontrakan Jakarta yang saya rekomendasikan?

Jika iya, Anda bisa melihat informasi lebih lengkap terkait kontrakan Jakarta tersebut di situs jual-beli properti terbesar dan terpercaya www.99.co/id. Gampang kok, tinggal klik aja. Selamat mencari kontrakan Jakarta! Wassalamualaikum.
Reading Time:

Kamis, 14 Maret 2019

Manfaat Pepaya Dari Buah Hingga Daun
Maret 14, 2019 47 Comments

Manfaat Pepaya

Assalamualaikum Sahabat. Manfaat Pepaya Dari Buah Hingga Daunnya, sangat banyak. Sebagai orang yang sangat menyukai pepaya, saya menjadikan buah ini sebagai menu sarapan bagi keluarga.

Menurut wikipedia, buah pepaya berasal dari Meksiko bagian Selatan dan bagian Utara dari Amerika Selatan. Kemudian dari biji buah pepaya, menyebar luas di beberapa negara yang memiliki iklim tropis. Tanaman ini gampang tumbuh dengan mendapat sorot matahari yang berlimpah.

Buah Pepaya juga memiliki banyak manfaat, dari daging buahnya hingga daunnya. Bagi sebagian orang, daun pepaya bahkan dijadikan menu masakan sehari-hari. Misalnya tumis daun pepaya, atau sayur pelengkap untuk bahan pecel atau urap. Bahkan daun pepaya yang hanya dikukus bisa pula untuk lalapan pendamping penyetan. Hmmm, membayangkannya saja bikin saya jadi lapar.

Tanaman pepaya dari daun, buah, hingga getahnya memiliki manfaat yang banyak. Berikut ini manfaat dari tanaman pepaya :

Manfaat Pepaya

- Buah pepaya

Enak dinikmati begitu saja saat buah sudah masak sebagai menu pembuka sebelum makan. Sementara buah yang masih setengah masak bisa dijadikan salah satu bahan rujak. 

Pepaya setengah masak juga enak dijadikan bahan koktail buah. Dipadukan dengan beberapa buah masam lainnya, buah pepaya tentu jadi pilihan penambah warna yang menarik dalam sajian koktail.

- Daun Pepaya

Sudah lama orang menggunakan daun pepaya sebagai pengempuk daging. Terutama saat hari raya Qurban, daun pepaya banyak dicari orang untuk membungkus daging qurban. Tentunya agar daging menjadi lebih empuk dan tidak alot saat dibikin sate.

Beberapa orang terutama warga Jawa Barat menyukai daun pepaya ini sebagai lalapan. Sementara orang Jawa Tengah menjadikan daun pepaya sebagai salah satu bahan untuk urap sayuran. Tanpa ada daun yang rasanya khas ini yaitu pahit, urap menjadi tidak sedap.

Daun pepaya juga memiliki khasiat sebagai obat tradisional penambah nafsu makan. 

- Bunga Pepaya

Manfaat Pepaya

Tidak hanya daun pepaya, bunganya pun sering dijadikan salah satu bahan urap. Atau untuk campuran pepes dengan tambahan bahan lainnya sepereti ikan teri.

- Getah Pepaya

Selain daun pepaya yang kerap dijadikan untuk pengempuk daging. Getah pepaya sekarang sudah dimanfaatkan menjadi bahan pengempuk daging. 

Getah pepaya terdapat di batang, daun, dan buah yang mengandung enzim papain. Semacam protease yang berfungsi melunakkan daging. Saat ini papain telah diporduksi secara massal dan menjadi komoditas dagang yang banyak dicari oleh ibu rumah tangga dan chef restoran.

- Biji Pepaya

Kalo biasanya orang menggunakan biji pepaya untuk memperbanyak tanaman dengan cara menaburkan di atas tanah langsung. Ada beberapa orang yang
menggunakan biji pepaya sebagai obat.

Caranya adalah dengan mengeringkan terlebih dulu biji pepaya, dengan cara dianginkan tanpa kena sinar matahari. Nantinya setelah kering bisa diblender dan diseduh seperti membuat kopi. Saya sendiri belum pernah nyoba, tapi menurut cerita seorang teman rasanya agak sepet. 

Itu lah manfaat dari satu tanaman pepaya yang bisa dijadikan konsumsi atau obat tradisional. 

Beberapa manfaat lain dari Pepaya adalah :

Manfaat Pepaya
Picture by Halodoc

- Vitamin A

Pepaya memiliki manfaat yang banyak karena mengandung vitamin A yang bagus untuk kesehatan mata. Karena itu lah buah ini sangat bagus dijadikan MPASI untuk bayi. Saya mengenalkan parutan buah pepaya ini ketika anak-anak saya mulai berusia 6 bulan. Di samping daging buahnya lembut dan rasanya yang manis, cocok untuk makan selingan yang bermanfaat untuk bayi.

- Kandungan Serat Tinggi

Pepaya juga memiliki kandungan serat yang tinggi sehingga bagus untuk pencernaan baik baik anak-anak maupun orang dewasa. Orang yang mengalami sembelit biasanya disarankan untuk mengonsumsi buah pepaya ini.

- Mengurangi Resiko Penyakit Jantung

Orang yang memiliki kadar kolesterol yang tinggi dalam darahnya memiliki resiko kena penyakit jantung. Salah satu cara menurunkan kadar kolesterol dalm darah adalah dengan mengonsumsi daun pepaya. 

Daun pepaya mentah berukuran sekitar 300 gram mengandung 188 mg vitamin C. Vitamin C ini sangat efektif mencegah pengendapan kolesterol dalam plak arteri. Dengan asupan vitamin C yang terdapat dalam kandungan daun pepaya ini dapat mencegah pembentukan plak di dalam dinding arteri. Yang akhirnya secara signifikan mengurangi resiko penyakit jantung.

- Mencegah Hipertensi

Saat ini banyak orang yang mengidap hipertensi. Pola makan dan stres menyumbang utama orang kena hipertensi. Orang yang memiliki kecenderungan penyakit hipertensi ini memerlukan asupan kalium dalam makanan hariannya.

Menurut American Heart Association (AHA), seseorang memerlukan 4.700 mg potasium untuk mengontrol tekanan darahnya. Daun pepaya juga mengandung kalium yang sangat diperlukan untuk menjaga tekanan darah dalam kisaran normal. Jadi mengonsumsi daun pepaya secara rutin dapat mengontrol tekanan darah.

- Membantu Diet Sehat

Buah pepaya membantu seseorang yang ingin menjalankan diet seimbang. Dengan memilih buah pepaya yang bisa dijadikan sarapan, orang tak lagi memiliki keinginan mengonsumsi sarapan dari bahan makanan lain seperti karbo. 

Manfaat Pepaya

Dengan mengonsumsi buah pepaya setiap hari, bukan hanya mendapatkan manfaat kesehatan tubuh. Tapi juga bisa mengontrol keinginan untuk sarapan yang mengenyangkan selain dari asupan buah.

Nah, kalo melihat begitu banyaknya manfaat tanaman pepaya ini, pantas aja kalo banyak orang yang menanam pepaya. Di samping mudah dalam perawatan, tanaman ini juga cepat berbuah. Cukup dengan menyediakan sebidang tanah berukuran kecil, kalian bisa menanam pepaya untuk menikmati manfaat yang banyak. 

Kalian juga menanam pepaya di rumah? Atau bahkan sudah beberapa kali panen buah atau daunnya untuk konsumsi sehari-hari? Asiknyaaa, sharing dong di kolom komentar. Wassalamualaikum sahabat.
Reading Time:

Selasa, 12 Maret 2019

Traveling Malaysia #1 : Cerita Keberangkatan dan Check In Tiket Promo di Bandara
Maret 12, 2019 35 Comments



Assalamualaikum Sahabat. Energy of picnic masih saya rasakan meski perjalanan liburan udah usai. Dan karena ingin berbagi pengalaman saat traveling ke Malaysia, saya memulai cerita keberangkatan dari Kota Semarang dan check in Tiket Promo di Bandara Soekarno Hatta.

Perjalanan kami ke Malaysia begitu banyak cerita. Dimulai dari kabar tiket promo yang dishare di WAG, hingga kami berenam sukses memesannya. 

Namun cerita tiket nggak berhenti di sini. Ada drama yang sempat bikin baper. Tapi saya nggak bakal menuliskan drama, ntar mengundang fitnah dan kebaperan berikutnya, hehee. Apalagi kami jelas-jelas udah menerima email  nomer booking dan nomer tiket dari tiket.com.


Saya cerita aja tentang tiga hari jelang keberangkatan kami berenam menuju ke Malaysia.     

Jadi saya menyiapkan semua kebutuhan untuk bekal jalan-jalan ke Malaysia itu mepet banget. Tapi alhamdulilah paspor udah siap satu bulan sebelumnya. Kisah perpanjangan paspor udah saya tulis di blog ini. 


Tukar Duit Ringgit Malaysia di La Tunrung


Tukar duit aja baru H-1 sebelum berangkat ke Jakarta. Itu pun cuma dapat 300 RM. Abis nuker duit, saya dan suami masih sempat nonton bioskop. Asik sih film nya, judulnya Cold Pursuit yang aktor utamanya adalah Liam Neeson. Rencananya abis nonton mau bikin reviewnya, tapi kok lagi mager dan banyak kerjaan juga. 

Pulang dari nonton, kami melanjutkan ngurus kerjaan suami dengan kliennya. Baru kemudian balik ke rumah dan saya mulai packing baju untuk suami. 

Iyess, suami ikut dalam jalan-jalan ke Malaysia bersama teman-teman blogger. Rombongan kami terdiri dari saya, suami, Mara Soo, Mba Dian Nafi, Vita Pusvitasari, dan suaminya Anas Tri Saksono.

Nah lanjut ya, suami berangkat terlebih dulu hari Selasa malam menuju Bogor. Ceritanya babe ngurusi pekerjaan di sana dulu. Baru Kamis jelang waktu Shubuh dia akan berangkat ke bandara Soekarno-Hatta.

Rabu pagi saya sempat nuker duit lagi di money changer La Tunrung di kawasan Bangkong. Sama sih dengan penukaran yang pertama, cuma 300 RM. Kemudian saya ngebut pulang untuk persiapan berangkat ke stasiun Poncol.

Bertemu di Titik Poin Pertama di Stasiun Poncol Semarag

Drama kedua adalah saat saya akan ke stasiun Poncol untuk pesan grab. Saya udah dalam keadaan wudhu, niatnya numpang shalat di mushola stasiun. Karena jam juga masih menunjukkan angka 11.20 wib. Eh ditunggu ada nyaris 45 menit, babang grab gak nongol. Udah saya telpon nomer hapenya segala, tapi gak diangkat.

Karena takut ketinggalan kereta, saya cancel pesanan grab car. Tapi nggak berhasil, dan itu udah bikin sebel. Sementara jarum jam udah berpindah tiap menitnya. Udah deh, hati saya jadi galau. Nanya di WAG, tapi percuma aja sih wong jalan keluar ada di babang grab yang kayaknya ketiduran dengan aplikasi pesan masih aktif. Kan saya jadi nggak bisa cancel pesanan kalo gini.

Jalan terakhir adalah dengan melakukan restart hape. Eh akhirnya saya pun bisa membatalkan pesanan grabcar. Eh tapi kok saldo Ovo saya udah kepotong ya. Ah males deh ngurus saldo yang kepotong ini. Biar aja lah.

Saya nggak berani shalat Dhuhur karena terlanjur udah pesan grabcar. Akhirnya pesan grabcar lagi karena jam nya udah mepet. Tetep shalatnya nanti di mushola stasiun aja.

Alhamdulillah grab car berikutnya datang nggak pakai lama, cuma nunggu 2 menit. Di lokasi rumah saya banyak babang grab tinggal. Yang pertama tadi juga rumahnya dekat dengan rumah saya. Entah mengapa, dia tuh masang aplikasi aktif tapi nyambi tidur, wkwkwkk. Saya di-php in jadinya.

Saya beruntung mendapatkan pengemudi Grabcar yang ngerti jalan pintas dari rumah menuju stasiun Poncol. Jadi perjalanan saya tak lebih dari 15 menit. 


Sepuluh menit kemudian saya udah memasuki gerbong 9. Tempat duduk saya di sisi jendela dan berhadapan dengan mba Dian Nafi. Karena kursi samping saya dan mba Dian kosong, Mara pun gabung di tempat kami.

Mara yang juga bantuin kami mengurus tiket kereta api dari Semarang ke Jakarta, sengaja memesan kursi di samping jendela.

Saya sempat mengirim pesan di WA suami. Mengabarkan beberapa hal, termasuk janji bertemu di bandara hari Kamis pukul 6 pagi. 

Kemudian saya, Mara, dan Mbak Dian larut dalam percakapan bertiga. Sesekali juga ngobrol dengan penumpang lain. Ada seorang ibu muda dengan bayinya yang baru bisa jalan dan lucu. Mara bahkan sempat menggendong si anak yang lucu dan memiliki senyum ramah.

Kantuk merenggut semangat kami yang masih ingin bercanda dan ngobrol. Malam mulai menjemput keceriaan suasana kereta ekonomi Kertajaya. Beberapa penumpang ada yang telah larut dalam dengkur dan mimpi masing-masing. Bahkan Mba Dian udah tenggelam dalam mimpinya.

Saya sesekali larut pula dalam tidur sekejap. Posisi tidur setengah duduk bikin nggak nyaman. Naik kereta ekonomi ini merupakan pengalaman kedua bagi saya. Meski murah, fasilitas di kereta cukup nyaman. Ada pendingin udara, kamar mandi bersih, resto yang menyajikan makanan lezat, dan kursi yang cukup untuk duduk atau setengah tidur. Iya, setengah tidur dalam posisi duduk, hehehee. Buktinya beberapa orang bisa tertidur nyaman. 

Memilih Mobil Jemputan Bandara di Aplikasi Traveloka

Oiya, dua hari sebelumnya saya udah memesan mobil jemputan melalui aplikasi Traveloka. 

Alasan saya memilih tranport ke bandara ini atas saran Mara juga. Gadis satu ini udah pengalaman melakukan semua hal via aplikasi. Bahkan ngurus paspor mesti daftar online terlebih dulu, juga atas saran Mara. 

Alasan kedua adalah karena memesan transport ke bandara lebih murah dengan aplikasi ini. Dari Stasiun Senen menuju bandara Soekarno Hatta, hanya dibebani ongkos 110 ribu. Saya berbagi ongkos ini bersama mba Dian. Karena Mara akan janjian dengan temannya setiba di Jakarta.

Jadwal kereta lebih lambat 9 menit dari yang dijadwalkan. Tapi waktu berangkat juga lebih lambat 15 menit sih. Jadi ya sebenarnya kedatangan kereta lebih cepat 6 menit.

Pengemudi mobil jemputan ternyata sudah menghubungi nomer WA saya. Tapi karena saat itu saya tengah siap-siap turun dari kereta, tentu saja deringnya kurang saya perhatikan.

Apalagi saya dan mba Dian merasa kami harus mampir ke toilet sebelum menuju bandara. 

Drama ketiga terjadi ketika pengemudi kukuh meminta kami mencarinya. Bukan dia yang menemui kami. Hmmm, sempat bikin saya sebal sih. Karena saya menggendong backpack lumayan berat. Bahkan mba Dian memaksa pengemudi yang harus menemui kami di pintu keluar Stasiun Senen.

Tapi kami juga kalah sih karena sudah membayar mobil jemputan. Jadi ya mau tak mau kami mesti mencarinya yang ternyata di posisi dekat pintu masuk.

Saya mengkritisi sikap pengemudi mobil jemputan yang enggan memenuhi permintaan kami. Bukan kah seharusnya dia sebagai penjual jasa memberikan servis yang baik pada kami yang menggunakan jasanya? Ah, entah lah.

Yang penting malam itu, sekitar kurang lebih pukul 21.00 wib mobil jemputan mengantar saya dan mba Dian menuju bandara. Tiba di terminal 3 saya dan mba Dian memilih check in tiket berangkat ke bandara KLIA.

Sebelumnya Mara sudah memberi tahu kalo keberangkatan saya dan suami, bersama mba Dian, serta Vita dan suaminya akan menumpang pesawat milik Garuda Airlines. 

Jadi meski tiket kami merupakan promo dari maskapai Malaysia Airlines. Namun pesawat dioperasikan oleh Garuda Airlines. Gak masalah sih bagi saya dan teman-teman. Yang penting tujuan kami traveling ke Malaysia terwujud. Hihiii.

tiket promo
Ruang tunggu di Klas Bisnis
Bandara Soekarno Hatta

Jadi malam itu saya dan mba Dian menuju bagian check in maskapai Garuda. Yang menyenangkan check ini dini hari adalah tiadanya antrian di jalur boarding pass. Kami melenggang aja menuju petugas bagian boarding pass.

Namun ternyata menurut petugas yang jaga di bagian ini memberi tahu kalo malam itu belum bisa mendapatkan boarding pass. 

"Baru bisa check in keberangkatan pukul 06.00 besok,"

Memang sih tiap maskapai memiliki kebijakan yang berbeda. Kalo Malaysia Airlines memberikan jatah 48 jam untuk melakukan check in tiket. Sementara Garuda memberlakukan 4 jam sebelum berangkat untuk check in di bandara. 

Pengalaman Bermalam di Mushola Bandara Soekarno Hatta

Akhirnya saya dan mba Dian memutuskan untuk shalat dan bermalam di mushola. Karena rencana semula adalah bermalam di ruang tunggu bagian imigrasi.

Beruntung  saya udah memakai jaket coat tebal baru beli di Yasmine Park Bogor. Jaket murah yang membalut tubuh saya mampu mengusir dinginnya penyejuk udara di bandara. 

Setelah shalat jamak Maghrib dan Isya di mushola, saya bersiap tidur. Mengistirahatkan tubuh dan mata agar segera terlelap.


Saya dan mba Dian sengaja tidur di bandara. Alasan pertama adalah, kami sama-sama tidak tahu bila nginap di hotel dekat bandara apakah akan bersedia mengantar pukul 4 menuju bandara. 

Alasan berikutnya karena setahu kami, check in harus segera dilakukan. Karena ketika check in via website Garuda, gagal terus. Takut juga sih kalo ada masalah. Seperti rumor dari seorang teman yang bikin baper saat memesan tiket promo bulan September sebelumnya. Bener-bener rumor yang dihembuskan teman ini bikin rombongan kami sempat cemas. 

Namun kami merasa yakin kalo tiket itu bukan karena sistem eror. Tapi benar-benar tiket promo seperti yang dijelaskan oleh staf dari Tiket.com pada Vita.

Jadi saya pun akhirnya terlelap dalam kantuk. Dan terbangun saat pukul 03.00 wib. Mendapati ruangan mushola perempuan telah terisi beberapa tubuh lelah yang juga terlelap seperti saya dan mba Dian. Bahkan untuk shalat malam pun udah nggak bisa dilakukan. Namun saya dan mba Dian nyempil di sela orang yang masih tidur, untuk shalat tahajud dan shalat Safar. Kemudian kami bersiap ke toilet, pengen BAK.

Hmm, baik lah saya dan mba Dian memilih pindah ke toilet untuk mandi.

Siap-Siap Check In dan Mendapatkan Boarding Pass

Setelah selesai membersihkan diri dan shalat Shubuh, saya dan mba Dian pindah ke ruang tunggu dekat tempat check in. Ada kursi yang nyaman untuk menanti jadwal check in, sambil selfie, hahahaa.

Begitu jam di bandara menunjuk angka 5, saya dan mba Dian menuju tempat petugas yang berjaga 24 jam secara bergiliran.

Alhamdulillah semua urusan check in hingga mendapatkan boarding pass lancar tanpa hambatan. Jadi beneran ya, ini tiket promo dan bukan karena sistemnya yang eror. Haduhhh jadi keingetan ini terus deh. 

Ah pamer dulu deh boarding pass dari Garuda Indonesia, hihiii.


Setelah memegang tiket boarading pass di tangan. Saya mulai mengabarkan pada teman-teman di grup WA Goes to Kuala Lumpur. Iya, Mara yang bikin WAG ini begitu tiket Malaysia Airlines PP terkirim via email masing-masing.

WAG yang dibuat untuk membicarakan dari masalah uang saku, bekal baju, itinerary selama di Malaysia, hingga ngomongin rumor tentang sistem eror yang nggak bener.

Mara sudah terbang lebih dulu pada pukul 4.25 wib, dengan menggunakan tiket klas bisnis menggunakan maskapai Malaysia Airlines. Fasilitas klas Bisnis di Malaysia Airlines bisa tidur di lounge, mendapatkan makan malam atau dinihari, seperti yang dinikmati Mara. 

Saya juga menghubungi suami yang udah siap-siap menuju bandara dengan transportasi bus Sinar Jaya dari terminal Bubulak Kota Bogor.

Sementara Vita dan suaminya, Anas, udah pula siap-siap menanti Shubuh dan taksi yang akan mengantar mereka dari kediamannya di Cibinong menuju bandara.

Nampaknya semua udah siap dan dalam posisi yang tepat sesuai rencana.

Suami saya, Vita dan Anas ternyata tiba nyaris berbarengan. Saya sempat mencari suami di pintu A, sementara dia memasuki dari pintu C, wkwkwk. 

Alhamdulillah semua rombongan berkumpul dan mulai mengurus check ini di terminal 3A. Semua sukses mendapatkan boarding pass dan bersiap memasuki  ruang tunggu sebelum menuju bagian imigrasi di Gate 10.


Saya pun bilang ingin membersihkan diri. Karena saat mba Dian mandi di toilet, rasanya nggak enak mandi di sana. Karena memang toilet itu bukan tempat untuk mandi. 


Jadi saya bertahan tidak mandi karena ingin memilih tempat membersihkan diri di basement. Ada tempat mandi di sana seperti yang dibilan oleh bagian cleaning service bandara. Ah makasih mbak, udah bantuin saya dengan info penting ini.


Kamar mandi di basement yang dekat dengan ruang tunggu untuk masuk imigrasi, memiliki fasilitas komplit. Bahkan kamar mandi di bandara ini ukurannya lumayan luas. Ada tempat shower yang bersebelahan dengan letak closed duduk.

Fasilitasnya ada pengering tangan, tisu, closed duduk, shower untuk mandi, cermin gede, wastafel, dan tempat sampah. Ada hair dryer juga tuh, bikin pengen nyuci rambut. #Eh

Sebelumnya kami sempat foto-foto di bandara, di berbagai sudut. 








Silahkan dilihat dulu sebelum membaca kelanjutan cerita Traveling Malaysia bagian #2. Mohon doanya semoga saya bisa sharing traveling di Malaysia. Karena tubuh masih lelah usai jalan-jalan kemarin. Wassalamualaikum Sahabat. 

Dokumentasi :
- Pribadi
- Mara Soo
- Dian Nafi
- Vita Pusvitasari
Reading Time: