Traveling Malaysia #1 : Cerita Keberangkatan dan Check In Tiket Promo di Bandara - My Mind - Untaian Kata Untuk Berbagi

Selasa, 12 Maret 2019

Traveling Malaysia #1 : Cerita Keberangkatan dan Check In Tiket Promo di Bandara




Assalamualaikum Sahabat. Energy of picnic masih saya rasakan meski perjalanan liburan udah usai. Dan karena ingin berbagi pengalaman saat traveling ke Malaysia, saya memulai cerita keberangkatan dari Kota Semarang dan check in Tiket Promo di Bandara Soekarno Hatta.

Perjalanan kami ke Malaysia begitu banyak cerita. Dimulai dari kabar tiket promo yang dishare di WAG, hingga kami berenam sukses memesannya. 

Namun cerita tiket nggak berhenti di sini. Ada drama yang sempat bikin baper. Tapi saya nggak bakal menuliskan drama, ntar mengundang fitnah dan kebaperan berikutnya, hehee. Apalagi kami jelas-jelas udah menerima email  nomer booking dan nomer tiket dari tiket.com.


Saya cerita aja tentang tiga hari jelang keberangkatan kami berenam menuju ke Malaysia.     

Jadi saya menyiapkan semua kebutuhan untuk bekal jalan-jalan ke Malaysia itu mepet banget. Tapi alhamdulilah paspor udah siap satu bulan sebelumnya. Kisah perpanjangan paspor udah saya tulis di blog ini. 


Tukar Duit Ringgit Malaysia di La Tunrung


Tukar duit aja baru H-1 sebelum berangkat ke Jakarta. Itu pun cuma dapat 300 RM. Abis nuker duit, saya dan suami masih sempat nonton bioskop. Asik sih film nya, judulnya Cold Pursuit yang aktor utamanya adalah Liam Neeson. Rencananya abis nonton mau bikin reviewnya, tapi kok lagi mager dan banyak kerjaan juga. 

Pulang dari nonton, kami melanjutkan ngurus kerjaan suami dengan kliennya. Baru kemudian balik ke rumah dan saya mulai packing baju untuk suami. 

Iyess, suami ikut dalam jalan-jalan ke Malaysia bersama teman-teman blogger. Rombongan kami terdiri dari saya, suami, Mara Soo, Mba Dian Nafi, Vita Pusvitasari, dan suaminya Anas Tri Saksono.

Nah lanjut ya, suami berangkat terlebih dulu hari Selasa malam menuju Bogor. Ceritanya babe ngurusi pekerjaan di sana dulu. Baru Kamis jelang waktu Shubuh dia akan berangkat ke bandara Soekarno-Hatta.

Rabu pagi saya sempat nuker duit lagi di money changer La Tunrung di kawasan Bangkong. Sama sih dengan penukaran yang pertama, cuma 300 RM. Kemudian saya ngebut pulang untuk persiapan berangkat ke stasiun Poncol.

Bertemu di Titik Poin Pertama di Stasiun Poncol Semarag

Drama kedua adalah saat saya akan ke stasiun Poncol untuk pesan grab. Saya udah dalam keadaan wudhu, niatnya numpang shalat di mushola stasiun. Karena jam juga masih menunjukkan angka 11.20 wib. Eh ditunggu ada nyaris 45 menit, babang grab gak nongol. Udah saya telpon nomer hapenya segala, tapi gak diangkat.

Karena takut ketinggalan kereta, saya cancel pesanan grab car. Tapi nggak berhasil, dan itu udah bikin sebel. Sementara jarum jam udah berpindah tiap menitnya. Udah deh, hati saya jadi galau. Nanya di WAG, tapi percuma aja sih wong jalan keluar ada di babang grab yang kayaknya ketiduran dengan aplikasi pesan masih aktif. Kan saya jadi nggak bisa cancel pesanan kalo gini.

Jalan terakhir adalah dengan melakukan restart hape. Eh akhirnya saya pun bisa membatalkan pesanan grabcar. Eh tapi kok saldo Ovo saya udah kepotong ya. Ah males deh ngurus saldo yang kepotong ini. Biar aja lah.

Saya nggak berani shalat Dhuhur karena terlanjur udah pesan grabcar. Akhirnya pesan grabcar lagi karena jam nya udah mepet. Tetep shalatnya nanti di mushola stasiun aja.

Alhamdulillah grab car berikutnya datang nggak pakai lama, cuma nunggu 2 menit. Di lokasi rumah saya banyak babang grab tinggal. Yang pertama tadi juga rumahnya dekat dengan rumah saya. Entah mengapa, dia tuh masang aplikasi aktif tapi nyambi tidur, wkwkwkk. Saya di-php in jadinya.

Saya beruntung mendapatkan pengemudi Grabcar yang ngerti jalan pintas dari rumah menuju stasiun Poncol. Jadi perjalanan saya tak lebih dari 15 menit. 


Sepuluh menit kemudian saya udah memasuki gerbong 9. Tempat duduk saya di sisi jendela dan berhadapan dengan mba Dian Nafi. Karena kursi samping saya dan mba Dian kosong, Mara pun gabung di tempat kami.

Mara yang juga bantuin kami mengurus tiket kereta api dari Semarang ke Jakarta, sengaja memesan kursi di samping jendela.

Saya sempat mengirim pesan di WA suami. Mengabarkan beberapa hal, termasuk janji bertemu di bandara hari Kamis pukul 6 pagi. 

Kemudian saya, Mara, dan Mbak Dian larut dalam percakapan bertiga. Sesekali juga ngobrol dengan penumpang lain. Ada seorang ibu muda dengan bayinya yang baru bisa jalan dan lucu. Mara bahkan sempat menggendong si anak yang lucu dan memiliki senyum ramah.

Kantuk merenggut semangat kami yang masih ingin bercanda dan ngobrol. Malam mulai menjemput keceriaan suasana kereta ekonomi Kertajaya. Beberapa penumpang ada yang telah larut dalam dengkur dan mimpi masing-masing. Bahkan Mba Dian udah tenggelam dalam mimpinya.

Saya sesekali larut pula dalam tidur sekejap. Posisi tidur setengah duduk bikin nggak nyaman. Naik kereta ekonomi ini merupakan pengalaman kedua bagi saya. Meski murah, fasilitas di kereta cukup nyaman. Ada pendingin udara, kamar mandi bersih, resto yang menyajikan makanan lezat, dan kursi yang cukup untuk duduk atau setengah tidur. Iya, setengah tidur dalam posisi duduk, hehehee. Buktinya beberapa orang bisa tertidur nyaman. 

Memilih Mobil Jemputan Bandara di Aplikasi Traveloka

Oiya, dua hari sebelumnya saya udah memesan mobil jemputan melalui aplikasi Traveloka. 

Alasan saya memilih tranport ke bandara ini atas saran Mara juga. Gadis satu ini udah pengalaman melakukan semua hal via aplikasi. Bahkan ngurus paspor mesti daftar online terlebih dulu, juga atas saran Mara. 

Alasan kedua adalah karena memesan transport ke bandara lebih murah dengan aplikasi ini. Dari Stasiun Senen menuju bandara Soekarno Hatta, hanya dibebani ongkos 110 ribu. Saya berbagi ongkos ini bersama mba Dian. Karena Mara akan janjian dengan temannya setiba di Jakarta.

Jadwal kereta lebih lambat 9 menit dari yang dijadwalkan. Tapi waktu berangkat juga lebih lambat 15 menit sih. Jadi ya sebenarnya kedatangan kereta lebih cepat 6 menit.

Pengemudi mobil jemputan ternyata sudah menghubungi nomer WA saya. Tapi karena saat itu saya tengah siap-siap turun dari kereta, tentu saja deringnya kurang saya perhatikan.

Apalagi saya dan mba Dian merasa kami harus mampir ke toilet sebelum menuju bandara. 

Drama ketiga terjadi ketika pengemudi kukuh meminta kami mencarinya. Bukan dia yang menemui kami. Hmmm, sempat bikin saya sebal sih. Karena saya menggendong backpack lumayan berat. Bahkan mba Dian memaksa pengemudi yang harus menemui kami di pintu keluar Stasiun Senen.

Tapi kami juga kalah sih karena sudah membayar mobil jemputan. Jadi ya mau tak mau kami mesti mencarinya yang ternyata di posisi dekat pintu masuk.

Saya mengkritisi sikap pengemudi mobil jemputan yang enggan memenuhi permintaan kami. Bukan kah seharusnya dia sebagai penjual jasa memberikan servis yang baik pada kami yang menggunakan jasanya? Ah, entah lah.

Yang penting malam itu, sekitar kurang lebih pukul 21.00 wib mobil jemputan mengantar saya dan mba Dian menuju bandara. Tiba di terminal 3 saya dan mba Dian memilih check in tiket berangkat ke bandara KLIA.

Sebelumnya Mara sudah memberi tahu kalo keberangkatan saya dan suami, bersama mba Dian, serta Vita dan suaminya akan menumpang pesawat milik Garuda Airlines. 

Jadi meski tiket kami merupakan promo dari maskapai Malaysia Airlines. Namun pesawat dioperasikan oleh Garuda Airlines. Gak masalah sih bagi saya dan teman-teman. Yang penting tujuan kami traveling ke Malaysia terwujud. Hihiii.

tiket promo
Ruang tunggu di Klas Bisnis
Bandara Soekarno Hatta

Jadi malam itu saya dan mba Dian menuju bagian check in maskapai Garuda. Yang menyenangkan check ini dini hari adalah tiadanya antrian di jalur boarding pass. Kami melenggang aja menuju petugas bagian boarding pass.

Namun ternyata menurut petugas yang jaga di bagian ini memberi tahu kalo malam itu belum bisa mendapatkan boarding pass. 

"Baru bisa check in keberangkatan pukul 06.00 besok,"

Memang sih tiap maskapai memiliki kebijakan yang berbeda. Kalo Malaysia Airlines memberikan jatah 48 jam untuk melakukan check in tiket. Sementara Garuda memberlakukan 4 jam sebelum berangkat untuk check in di bandara. 

Pengalaman Bermalam di Mushola Bandara Soekarno Hatta

Akhirnya saya dan mba Dian memutuskan untuk shalat dan bermalam di mushola. Karena rencana semula adalah bermalam di ruang tunggu bagian imigrasi.

Beruntung  saya udah memakai jaket coat tebal baru beli di Yasmine Park Bogor. Jaket murah yang membalut tubuh saya mampu mengusir dinginnya penyejuk udara di bandara. 

Setelah shalat jamak Maghrib dan Isya di mushola, saya bersiap tidur. Mengistirahatkan tubuh dan mata agar segera terlelap.


Saya dan mba Dian sengaja tidur di bandara. Alasan pertama adalah, kami sama-sama tidak tahu bila nginap di hotel dekat bandara apakah akan bersedia mengantar pukul 4 menuju bandara. 

Alasan berikutnya karena setahu kami, check in harus segera dilakukan. Karena ketika check in via website Garuda, gagal terus. Takut juga sih kalo ada masalah. Seperti rumor dari seorang teman yang bikin baper saat memesan tiket promo bulan September sebelumnya. Bener-bener rumor yang dihembuskan teman ini bikin rombongan kami sempat cemas. 

Namun kami merasa yakin kalo tiket itu bukan karena sistem eror. Tapi benar-benar tiket promo seperti yang dijelaskan oleh staf dari Tiket.com pada Vita.

Jadi saya pun akhirnya terlelap dalam kantuk. Dan terbangun saat pukul 03.00 wib. Mendapati ruangan mushola perempuan telah terisi beberapa tubuh lelah yang juga terlelap seperti saya dan mba Dian. Bahkan untuk shalat malam pun udah nggak bisa dilakukan. Namun saya dan mba Dian nyempil di sela orang yang masih tidur, untuk shalat tahajud dan shalat Safar. Kemudian kami bersiap ke toilet, pengen BAK.

Hmm, baik lah saya dan mba Dian memilih pindah ke toilet untuk mandi.

Siap-Siap Check In dan Mendapatkan Boarding Pass

Setelah selesai membersihkan diri dan shalat Shubuh, saya dan mba Dian pindah ke ruang tunggu dekat tempat check in. Ada kursi yang nyaman untuk menanti jadwal check in, sambil selfie, hahahaa.

Begitu jam di bandara menunjuk angka 5, saya dan mba Dian menuju tempat petugas yang berjaga 24 jam secara bergiliran.

Alhamdulillah semua urusan check in hingga mendapatkan boarding pass lancar tanpa hambatan. Jadi beneran ya, ini tiket promo dan bukan karena sistemnya yang eror. Haduhhh jadi keingetan ini terus deh. 

Ah pamer dulu deh boarding pass dari Garuda Indonesia, hihiii.


Setelah memegang tiket boarading pass di tangan. Saya mulai mengabarkan pada teman-teman di grup WA Goes to Kuala Lumpur. Iya, Mara yang bikin WAG ini begitu tiket Malaysia Airlines PP terkirim via email masing-masing.

WAG yang dibuat untuk membicarakan dari masalah uang saku, bekal baju, itinerary selama di Malaysia, hingga ngomongin rumor tentang sistem eror yang nggak bener.

Mara sudah terbang lebih dulu pada pukul 4.25 wib, dengan menggunakan tiket klas bisnis menggunakan maskapai Malaysia Airlines. Fasilitas klas Bisnis di Malaysia Airlines bisa tidur di lounge, mendapatkan makan malam atau dinihari, seperti yang dinikmati Mara. 

Saya juga menghubungi suami yang udah siap-siap menuju bandara dengan transportasi bus Sinar Jaya dari terminal Bubulak Kota Bogor.

Sementara Vita dan suaminya, Anas, udah pula siap-siap menanti Shubuh dan taksi yang akan mengantar mereka dari kediamannya di Cibinong menuju bandara.

Nampaknya semua udah siap dan dalam posisi yang tepat sesuai rencana.

Suami saya, Vita dan Anas ternyata tiba nyaris berbarengan. Saya sempat mencari suami di pintu A, sementara dia memasuki dari pintu C, wkwkwk. 

Alhamdulillah semua rombongan berkumpul dan mulai mengurus check ini di terminal 3A. Semua sukses mendapatkan boarding pass dan bersiap memasuki  ruang tunggu sebelum menuju bagian imigrasi di Gate 10.


Saya pun bilang ingin membersihkan diri. Karena saat mba Dian mandi di toilet, rasanya nggak enak mandi di sana. Karena memang toilet itu bukan tempat untuk mandi. 


Jadi saya bertahan tidak mandi karena ingin memilih tempat membersihkan diri di basement. Ada tempat mandi di sana seperti yang dibilan oleh bagian cleaning service bandara. Ah makasih mbak, udah bantuin saya dengan info penting ini.


Kamar mandi di basement yang dekat dengan ruang tunggu untuk masuk imigrasi, memiliki fasilitas komplit. Bahkan kamar mandi di bandara ini ukurannya lumayan luas. Ada tempat shower yang bersebelahan dengan letak closed duduk.

Fasilitasnya ada pengering tangan, tisu, closed duduk, shower untuk mandi, cermin gede, wastafel, dan tempat sampah. Ada hair dryer juga tuh, bikin pengen nyuci rambut. #Eh

Sebelumnya kami sempat foto-foto di bandara, di berbagai sudut. 








Silahkan dilihat dulu sebelum membaca kelanjutan cerita Traveling Malaysia bagian #2. Mohon doanya semoga saya bisa sharing traveling di Malaysia. Karena tubuh masih lelah usai jalan-jalan kemarin. Wassalamualaikum Sahabat. 

Dokumentasi :
- Pribadi
- Mara Soo
- Dian Nafi
- Vita Pusvitasari

34 komentar:

  1. Happy ya mbak wati, walau sisa lelah di badan ini capeknya belum ilang, ama ngantuk aja aku mah heuheu..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku pun masih ada ngantuk2 nya sampe hari Rabu, baru ilang setelah tidur setengah hari, wkwkwkk

      Hapus
  2. Wah seru banget ceritanya ya mbak, jadi pengen backpacker sama gank deh bakal tak terlupa kayaknya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Backpacker lebih ngirit, itungannya selisihnya lumayan buat jalan-jalan lagi, hahahaa

      Hapus
  3. Waah aku baru tau bisa nginep di bandara soeta :D alhamdulillah ada kamar mandi yang bisa mandi ya mba, jadi bisa bersih2. Aku blm pernah nyobain pake penjemputan dari traveloka, kayaknya next time mau nyobain ah abis katanya nyaman juga :D

    BalasHapus
  4. perjalanan yg penuh drama dari babang grab yaa buk
    aku pasti kalo traveling ada aja drama dari babang grab hahaha

    BalasHapus
  5. Gak kepikiran ada aplikasi pesen dr bandara ya lwt Traveloka. Kapan2 bisa coba ah. Lanjutin ya mbak ceritanya 😚

    BalasHapus
  6. Setiap habis traveling, saya juga pengennya santai sejenak dari segala rutinitas. Badan rasanya capek. Semoga ada cerita lanjutannya, ya

    BalasHapus
  7. Seru ya bisa jalan jalan rombongan gitu.

    Saya juga sering bermalam di Bandara. Karena harus terbang pagi pagi.

    BalasHapus
  8. Seru mba, pengalaman traveling bareng teman dekat pasti menyisakan cerita menarik yang lucu dan tak terlupakan

    BalasHapus
  9. Wow perjalanannya ke KLA bener2 menginspirasi banget nih mba

    BalasHapus
  10. Seru bacanya bikin deg degan.nunggu dengan manis kejadian bikin baper selanjutnya

    BalasHapus
  11. Mba, ternyata dramanya ga cuma 1 ya. Apakah gara2 polemik error hehe. Memang sebaiknya mendoakan yang baik2 ya kalau ada yg mau bepergian. Semoga next journey aku bs ikut

    BalasHapus
  12. Jadi kangen pengen traveling lagi ke Malaysia tapi kali ini bareng keluarga alias suami dan anak-anak...soalnya dulu pas kesana masih gadis hihihi

    BalasHapus
  13. waaaaa... aku ikit degdegan bara ceritanya. fyuuuh... lega pas akhirnya lancar sampai dapat boarding pass :) Alhamdulillah... ditunggu cerita selanjutnya ya Mba :*

    BalasHapus
  14. wah saya kudu rajin cek di tiket.com nih siapa tahu dapat tiket promo juga. kan lumayan tuh. kapa lagi bs begitu? aaah mauuu

    BalasHapus
  15. Bahahahaaa...aku kok galfok dengan masalah sistem error di sepanjang ceritamu ini to mbaaaa... Namanya rejeki ya dapet tiket promo. Semoga dimudahkan untuk terus jalan-jalan ke luar negeri, menjelajah bumi Allah agar makin mensyukuri nikmat yang diberikanNya.

    BalasHapus
  16. Seru sekali bisa dpt tiket murah liburan ke luar negeri ya mbak wati. Ketika drama-drama tiket error di grup waktu itu, aku yg cuma baca conversation dan ga ikut nimbrung aja ikutan mangkel apalagi yg mau berangkat �� Semoga sehat selalu dan bisa jalan-jalan ke banyak tempat lainnya �� apalagi kalau bisa dapat tiket murah lagi! Haha

    BalasHapus
  17. Terkadang ya, kalau udah siap-siap mau berangkat ke mana selalu ada dramanya. Untung saja ada abang grab lainnya yang bisa mengantar Mba Wati ke stasiun.

    Saya jadi gak sabar nih, menunggu kelanjutan cerita di Malaysainya..

    BalasHapus
  18. Seneng banget ya mbak, bisa traveling bareng teman-teman gitu. Semoga kita bisa traveling ke LN bareng ya, insyaAllah.
    Penasaran dengan certa selanjutnya, nih

    BalasHapus
  19. Seru banget traveling rame2, sayang blom bisa ikutan huhuhu

    BalasHapus
  20. Mbaak seruuu banget. Akhirnya mandi ya hihi. Itu kok drivernya gemesin ya. Aku pernah jg dpt yg kayak gtu, pas udah ketemu jadi males ngobrol dalem mobil.
    Ada yg pick up mba, walau jam sgitu biasanya �� mau anterin ke bandara.
    Ditunggu cerita slanjutnya yaa

    BalasHapus
  21. Ikut was-was dengan tiket promo dan sistem error. Tapi ternyata semua baik-baik aja ya, Mbak.
    Seru sekali, bisa travelling bareng temen-temen. Bisa saling berdiskusi.

    BalasHapus
  22. Waah asik banget nih jalan" bareng temen apalagi kalo dapet tiket promo. Btw aku juga kadang kalo dapet tiket murah alias promo malah was" takut sistemnya lagi error haha

    BalasHapus
  23. Wahh jalan2 bareng sahabat emang poll banget ya mba.. aku menunggu masa itu lagi.. skrng fcus sama anak dan keluarga kecil dulu.. hhee

    BalasHapus
  24. Liburan tuh emang pasti bakal ada bagian drama-dramanya ya mba. Tapi ya mau gimana, belajar selow aja hehe. Resiko travelling. Yg penting tetap happyyyyy! :)

    BalasHapus
  25. Seru banget ini jalan-jalannya, aku pertengahan tahun lalu habis djadi pengen buat liburan lagi ke Malaysia, nanti cek ah.

    BalasHapus
  26. Jadi tiket promo Malaysia Airline tapi yang menoperasikan Garuda ..kok enak ya? hahah
    Padahal kalau pakai Garuda langsung sudah berapa itu ya
    Aku belum pernah ke Malaysia direct pesawat Mbak..Tapi via darat/nyebrang dari Singapura ke Johor Bahru karena mau ke Legoland saja. Belum ke negara bagian lain sih. Semoga lain waktu bisa

    BalasHapus
  27. Bacanya sambil berasa ikut wara wiri naik kereta dan nginep di bandara juga heheeeh, nggak sabar nunggu lanjutannya deh mbaa :)

    BalasHapus
  28. Baca dari awal sampai akhir seru banget mbak 😂
    Seakan2 ikutan kena drama sebelum terbang ke Malaysia hheee
    Semoga kapan3 bisa jalan2 ke sana, aminn
    Ditunggu postingan selanjutnya mbak Wati 🤗

    BalasHapus
  29. Yah aku kok gak diajakin sih mbak, padahal mau loh kl ada temennya jalan2 bareng gini hihihi. Seru ya jalan2 sama blogger. Kapan ada lagi aku diajak ya :)
    Enak ya sekarang ada fasilitas jemputan di bandara dari Traveloka kaya gitu

    BalasHapus
  30. Aku jadi ingat travelling bareng teman2 blogger dan ini sungguh menyenangkan. Asik deh bisa travelling dan dapat tiket promo. Jadi lebih murah ongkir ya. HIhhi

    BalasHapus
  31. Alhamdulillah seru banget bisa traveling bareng, semoga next time bisa ikut seseruan jugak, aamiin

    BalasHapus
  32. Alhamdulillah walau banyak drama, akhirnya semua lancar ya mbak.

    Ditunggu kisah perjalanannya di Malaysia.

    BalasHapus