My Mind - Untaian Kata Untuk Berbagi: Oleh-oleh Semarang
Tampilkan postingan dengan label Oleh-oleh Semarang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Oleh-oleh Semarang. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Desember 2019

Memperkenalkan Wajah Baru Semarang Roru Cake, Favorit Baru Roru Gulung Abon
Desember 23, 2019 62 Comments

Memperkenalkan Wajah Baru Semarang Roru Cake dan Roru Gulung Abon




Assalamualaikum Sahabat. Hari Sabtu tanggal 21 Desember 2019 yang panasnya membara, saya bersama teman blogger dari Gandjel Rel hadir dalam peluncuran wajah baru Semarang Roru Cake. Tentunya bagi warga Semarang dan kalian yang sudah pernah berkunjung ke kota ini, sudah kenal dong dengan kue kekinian ini.

Yup, Semarang Roru Cake yang beralamat di Jalan Sriwijaya nomer 4, Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Candisari Kota Semarang, tengah bersolek dengan tampilan yang lebih memikat. Gerai kue yang sudah dua tahun lebih hadir di kota kesayangan ini nampak lebih cantik dengan tampilan warna putih dan tosca.

Saya masih mengingat saat pembukaan gerai kue ini dua tahun yang lalu. Tapi ingatnya cuma dengan kehadiran artis dan kuenya yang langsung diserbu oleh pembeli.


Launching Wajah Baru Semarang Roru Cake

Berbeda dengan yang dulu, gerai kue ini sekarang bukan lagi dimiliki oleh artis. Namun dengan manajemen baru, Semarang Roru Cake sekarang dimiliki oleh empat sekawan. Mereka adalah Febriano Lazuardy, Afiansyah Harahap, Very Hananto, dan Hafiz Khairul Rijal. 

Dalam peluncuran konsep dengan wajah baru ini, tiga dari empat orang pemilik Semarang Roru Cake hadir dengan penampilan sylish. Ketiga nya mengenakan kemeja putih. Dan dua dari tiga orang ini, memadukan kemeja putih dengan vest serta topi baret. Saya melihat penampilan mereka terlihat unik gitu.



Dengan keramahan yang tulus ketiga pemilik Semarang Roru Cake ini menyambut tamu undangan, yang terdiri dari blogger Gandjel Rel dan Komunitas Kompakers Semarang. Mereka pun sesekali melayani pertanyaan yang diajukan oleh pembeli yang sedang belanja di gerai.

Sementara tamu undangan mengenakan dress code putih atau tosca. Jadi serasi niy dengan warna interior dan eksterior gerai Semarang Roru Cake. Jadi kalo kalian belanja kesini, mending pilih warna pakaian putih atau tosca, atau perpaduan keduanya. Coba deh foto-foto dengan setting gerai yang instagramable. Hasil fotonya pasti cantik deh.


Picture by Hapsari Adiningrum
Manajemen mengenalkan konsep yang baru dari Semarang Roru Cake tentunya dengan berbagai alasan. Pihak manajemen ingin Roru Cake menjadi oleh-oleh khas Semarang. Mampu bersanding dengan oleh-oleh khas Semarang sebelumnya, yaitu tahu petis, lunpia, gandjel rel, dan makanan khas lainnya.


Ke Semarang Wajib Bawa Pulang Semarang Roru Cake Untuk Oleh-Oleh


Rorucake Oreo Redvelvet

Rorucake Chocomaltine
Jadi kalo kalian ke Semarang, jangan lupa belanja ke gerai Roru Cake terlebih dulu. Karena kue ini sekarang telah menjadi jajanan yang dikenal sebagai wajah baru khas Semarang dengan konsep kekinian.

Seperti yang dituturkan oleh salah seorang pemilik Semarang Roru Cake, kue ini tuh seru, unik, dan enak. Pembeli akan merasakan sensasi rasa yang bervariasi dan bisa dipilih sesuai selera masing-masing.



Semarang Roru Cake tak hanya memanjakan lidah penikmatnya. Namun Roru Cake juga tampil dengan kemasan Travel Pack yang mudah dan praktis untuk dijadikan oleh-oleh. Boleh dibilang kemasan Roru Cake ini picnic sizer, bisa prkatis lah dibawa keman aja.

Dalam sambutan yang diucapkan oleh manajemen baru, Roru Cake itu menarik, rasanya enak karena terbuat dari bahan yang berkualitas. Ukurannya juga nggak besar, sehingga bisa menyicipi beberapa varian. Harganya juga nggak mahal, dari 50K - 55K.


Tester untuk dicicipi pengunjung
Bener sih penuturan salah seorang pemilik Roru Cake, saya sendiri sempat menyicipi tiga potong kecil cake ini. Yaitu Choco Banana, Tiramisu, dan Roru Gulung Abon,  dan saya tuh tidak merasa mblenger. 


Rorucake Gulung Abon yang lezatos,
gurih bikin lidah gak mau berhenti ngemil
Nah, varian baru Roru Gulung Abon ini rasanya beda dengan varian sebelumnya. Kalo yang sebelumnya yaitu Choco Banana, Cheese, Tiramisu, Chocomaltine, dan Oreo Redvelve itu kan rasanya manis. Beda dengan Roru Gulung Abon yang diciptakan sensasi rasa gurih ini. 

Harapannya nanti Semarang Roru Cake akan menciptakan varian yang lebih beragam, terutama rasa asin dan gurih. Tidak hanya rasa manis seperti varian sebelumnya.


Rorucake Tiramisu
Saat pemotongan tumpeng, ada manajer toko yaitu Mas Adit yang menerima potongan tumpeng pertama. Potongan tumpeng kedua diberikan untuk chef Alex, yang menciptakan beberapa varian Semarang Roru Cake.







Semoga Roru Cake akan tetap menjadi idola, sukses, maju, dan menjadi barokah untuk seluruh warga Semarang dan rorumates. Oh iya, sebutan untuk pembeli di Semarang Roru Cake itu rorumates loh. Romantis banget yak.

Kemarin saya dapat pesanan dari anak-anak untuk beli Roti Cake Chocomaltine. Ini favorit mereka, tiap kali saya tawari selalu varian ini yang diminta. Ya udah akhirnya saya beli Chocomaltine. 

Ternyata sedang ada promo buy one get one free mix varian. Ah senangnya saya bawa pulang dua kemasan untuk anak-anak. Satu dos sesuai pesanana anak-anak yaitu Rorucake Chocomaltine, yang satunya adalah bonus Rorucake mix 4 varian rasa. Sayangnya promo ini hanya berlaku dari tanggal 21 - 22 Desember 2019. 

Rorucake sing marai mesem
(yang bikin tersenyum)

Nah, coba deh kalian pantengin Instagram Semarang Roru Cake. Biasanya selalu ada penawaran seperti promosi beli dengan diskon 10 % juga. Biasanya sih promo penawaran seperti ini hanya diperuntukkan pembelian di gerai Jalan Sriwijaya Nomer 4 Semarang.

Selain menyajikan enam varian Semarang Roru Cake yang enaknya unik dan keren, di gerai juga ada beragam jajanan untuk oleh-oleh. Harganya cukup kompetitif. 



Jadi kalo kalian butuh oleh-oleh, cukup datang ke gerai dan bisa mendapatkan paket komplit niy. Dapat kue kekinian Semarang Roru cake serta jajanan khas lainnya. Semarang Roru Cake #singmaraimesem bikin penikmatnya senyum bahagia. Wassalamu'alaikum Sahabat.
Reading Time:

Selasa, 12 Februari 2019

Kacang Bawang Rasa Mete Produk UMKM Yang Ingin Naik Daun
Februari 12, 2019 40 Comments


kacang bawang

Assalamualaikum Sahabat. Kacang Bawang Rasa Mete Produk UMKM Yang Ingin Naik Daun. Wah emang ada ya kacang bawang tapi rasa mete? Udah tahu kan mete? Mete itu kacang mete yang rasanya enak banget. Terbuat dari biji jambu mete. Kalo bingung, cari deh di google.

Nah, kalo kacang mete itu harganya udah terkenal mahal. Sementara harga kacang bawang bisa aja sepertiga harga kacang mete. 

Jadi kalo kalian menemukan kacang bawang rasa mete, pasti bahagia dong. Cuma bayar duit seharga kacang bawang tapi bisa menikmati kacang rasa mete. Ahhh, sedap sangat. 

Cemilan Favorit Kamu Apa?

Sebagai seorang yang menyukai cemilan kacang bawang, saya lumayan sering membeli snack ringan ini. Meski kacang bawang identik dengan suguhan pada hari lebaran, tapi di rumah saya bisa saja menjadi pengisi toples di atas meja. 

Kacang bawang ini bisa menjadi suguhan untuk tamu yang berkunjung di rumah saya. Atau menjadi cemilan saat saya asik nonton film di rumah. Trus kadang-kadang film belum selesai tayang, kacang di toples udah abis, hahahaa.

Kacang bawang itu produk Indonesia asli. Saya kenal sejak masih kanak-kanak. Jaman dahulu saya hanya bisa menikmati kacang bawang ketika lebaran. Biasanya ibu saya meminta bantuan untuk membersihkan kacang bawang yang masih mentah dan baru dibeli di pasar. Setelah ibu membumbui kacang dengan bawang putih, garam, ketumbar, dan kemiri. Tentunya semua bumbu itu sudah dihaluskan terlebih dahulu. Begitu bumbu meresap, kacang pun bisa digoreng.

Namun sejak beberapa tahun ini, saya sudah banyak terbantu dengan tumbuhnya industri rumah tangga. Beberapa teman saya sering menawarkan kacang bawang yang sudah siap santap menjelang lebaran. Dengan harga yang berbeda dan rasa yang beragam. Biasanya malah sebelum bulan ramadhan tiba, udah ada yang nyodorin list harga kacang bawang. 

Nah, kalo lagi pengen, masa iya nungguin lebaran tiba? 

Bikin sendiri sih bisa, cuma kalo ketemu yang namanya malas tuh saya bisa apa? Ahhh, ternyata ada tetangga baru yang produksi kacang bawang, sahabat. Saya tuh tahunya juga baru aja. Kebetulan si ibu pemilik usaha produksi kacang bawang pindah menjadi tetangga satu RT dengan kami. 

Setiap pagi aroma kacang bawang dengan bumbu yang harum menguar sampai ke rumah saya. Duhhh, saya yang sedang nonton film pun jadi terbangun dari duduk yang nyaman. 

Mau kemana, sist? Mencari asal aroma yang bikin laper, dong, hehehee.

Saya baru tahu kalo punya tetangga baru di lingkungan RT kami. Dan ternyata kontraktor (sebutan candaan untuk pengontrak rumah) baru ini produsen kacang bawang. 


Bayangkan sahabat, nikmat mana yang kamu dustakan? Udah deh saya langsung semangat mencari tahu harga dan rasanya. Tentu saja dengan membeli produknya dong. 


Ternyataaah, produk kacang bawang milik tetangga ini rasanya mantulll. Mantap betulll! Maaf, saking enaknya nih saya jadi lebay.

Nama produk milik tetangga adalah YASAJI dengan tagline Kacang Bawang rasa mete. Bahannya ditulis detil di kemasan. Ada bahan utama kacang bawang, gula, garam, estrak jamur, dan minyak nabati. 



Hmmm, pantas aja rasanya beda dengan yang selama ini udah sering saya cicipi. Yasaji kacang bawang ini terasa empuk, renyah, dan gurih. Kayak ada campuran mete di bumbunya. 

Trus saya pun penasaran dan pengen berbincang akrab dengan Ibu Sahara, pemiliki usaha kacang bawang YASAJI.  

Impian Omzet Meroket Bersama Ralali

Setelah sempat kenalan sebelumnya, bahkan menerima icip-icip berupa 1 kg kacang bawang YASAJI, akhirnya saya bisa juga berjumpa dengan Ibu Sahara.

Berikut ini perbincangan kami :

Saya :"Assalamualaikum, Ibu, gimana kabarnya?"
Ibu Sahara :"Alhamdulillah baik, Mbak,"
Saya :"Bu, saya pengen tahu udah berapa lama YASAJI ini diciptakan,"
Ibu Sahara :"Baru satu tahun ini, belum lama kan?!"

Saya pun kaget dan takjub. Belum juga dalam bilangan tahun, namun Ibu Sahara mampu menciptakan kacang bawang dengan rasa yang memikat hati konsumen.

Saya pun mengajukan pertanyaan beruntun. Mulai dari resep rahasia sampai cita-cita Ibu Sahara dengan poduk kacang bawangnya.

Bincang santai kami udah saya rangkum dalam uraian yang singkat berikut ini.

Ceritanya berawal ketika Ibu Sahara yang semula ASN di Pemkot Surabaya memasuki masa pensiun. Sudah terbiasa sibuk di tempat kerja, dan anak-anak yang sudah mandiri dan berkeluarga, Ibu Sahara ingin tetap produktif di masa tua.

Karena beliau merasa memiliki kemampuan membuat cemilan merakyat, yaitu kacang bawang, akhirnya keputusannya sudah bulat. Beliau pun memulai usaha di kota yang baru. Semarang menjadi kota tempat beliau memulai usaha produksi kacang bawang. 

Dengan menyewa sebuah rumah di kawasan Tlogosari, Ibu Sahara mulai memproduksi kacang bawang. 


Kacang Bawang
Kacang Bawang Yasaji
di rak saji toko offline
Ada enam orang pegawai yang membantu usahanya. Sebagian adalah tenaga part time yang diundang bila beliau mendapatkan order yang lebih dari target hariannya.

Produksinya rata-rata mencapai 200 kg per bulan. Bahkan saat lebaran di tahun pertama mampu produksi hingga mencapai 1.250 kg hanya selama bulan ramadhan. Masya Allah, berkat niat mulia Ibu Sahara yang tidak ingin menganggur dan  bisa membuka lowongan pekerjaan bagi tetangganya.

Semua proses produksi beliau kawal dari mulai membuat bumbu, mengukur tingkat kematangan kacang, hingga mengawasi pengemasannya.

"Saya pengennya bisa meningkatkan produksi. Tapi kan harus punya market yang lebih luas dan lebih besar dibandingkan sekarang, Mbak," tutur Ibu Sahara dengan semangat. 

Dalam penuturan selanjutnya, Ibu Sahara memulai usaha produksi kacang bawang karena keluarganya udah punya pengalaman selama puluhan tahun.

Keluarganya yang tinggal di Kudus, menjadi produsen kacang bawang selama 25 tahun lebih. Tentunya dengan merk yang berbeda, dan memiliki nama yang udah terkenal.

Saya mohon maaf tidak bisa menuliskan nama produsen kacang bawang milik keluarga Ibu Sahara. Bahkan beliau pun pesan, tidak ingin foto wajahnya tampil di blog ini. 

"Cukup YASAJI aja ya yang tampil, kacang bawang saya aja yang terkenal, bukan saya, Mbak,"

Ah Ibu Sahara memang selalu merendah bila menyangkut kehidupan pribadinya. Beliau hanya memiliki keinginan membesarkan nama usahanya. Beliau ingin produksi kacang bawangnya bisa meningkat lebih banyak.

"Ibu udah promosi jualan via online?"
"Waduuhhh, saya nggak sempat, Mbak,"

Benar juga sih, beliau udah sibuk mengurus produksinya. Mana sempat buka hape di sela waktu mengurus proses produksi kacang bawangnya?

Makanya waktu saya upload foto kacang bawang YASAJI di akun Instagram, Ibu Sahara senang banget. Bahkan sampai mengirimkan capture post foto Instagram saya, hahahaa.

"Gimana kalo join di Ralali.com aja Bu?"
"Apa itu Ralali, mengapa Ibu harus gabung di sana?" Ibu Sahara balik nanya.

kacang bawang


Saya pun menjelaskan secara singkat kinerja sebagai penjual di Ralali.com. Nampaknya Ibu Sahara mulai tertarik dan ingin mempelajari terlebih dulu seputar menitipkan jualan kacang bawangnya di Ralali.

Saya berharap agar tetangga saya yang baik ini segera mendaftarkan produknya di Ralali. Karena setahu saya, jualan online merupakan salah satu cara untuk menaikkan omzet penjualan. Nah, #IniSaatnya Ibu Sahara Tau Ralali.com untuk meningkatkan omzet penjualan kacang bawang. Menjadi pengusaha UMKM yang naik kelas dengan berjualan online. Menjadi salah seorang supplier yang berkualitas. 

Apalagi saya tahu sendiri bahwa Ibu Sahara menggunakan bahan-bahan kelas premium untuk produk kacang bawangnya. Mulai dari bahan utama yaitu kacang bawang, bumbunya dengan campuran ekstrak jamur. Hingga pilihan minyak untuk menggoreng menggunakan minyak nabati. Jadi aman deh kalo kalian ngemil kacang bawang YASAJI, karena bebas kolesterol.

Dengan omzet yang meningkat, #IniSaatnya Ibu Sahara mampu mewujudkan cita-citanya. Yaitu menambah jumlah pegawai. Jadi jumlah orang yang bisa dibantunya dengan menciptakan lapangan kerja pun meningkat.

Sekilas Tentang Ralali.com

Nama Ralali mengingatkan saya pada bahasa Jawa, kalian juga begitu kah? 

Ternyata benar loh kalo kalian buka web Ralali.com pasti akan menemukan arti nama Ralali. Saya ambilkan gambarnya aja ya, kalian bisa baca tuh arti Ralali.


- Visi Ralali.com


Ralali mempunyai visi untuk menjadi platform bisnis terbaik, yang akan menghubungkan dan memberikan solusi bagi para pebisnis melalui teknologi digital.

- Misi Ralali.com


Misi Ralali adalah untuk menjembatani pebisnis melalui teknologi digital. Mengembangkan teknologi digital yang handal dan mudah, dan dapat dijadikan platform bisnis unggulan berkelas dunia. Juga mengembangkan sumber daya manusia yang handal di bidang teknologi digital dan bisnis, serta membangun ekosistem pebisnis ke dalam Ralali.com.

Ralali.com telah ada sejak tahun 2014 dan hingga detik ini memiliki 11.000 vendor terpercaya. Dengan 250.000 produk, 135 ribu pelanggan setia yang selalu berbelanja di Ralali.com. Juga ada sekitar 2 juta pengunjung dari seluruh wilayah Indonesia setiap bulannya di situs belanja online terpercaya ini. 

Beberapa partner kerja Ralali.com adalah nama-nama besar dunia usaha. Sebagian saya rangkum dalam gambar berikut :


Sejak tahun 2016 Ralali.com telah bertransformasi menjadi pasar bisnis online (Ralali 2.0). Yaitu Ralali.com memiliki lebih banyak kategori produk barang dan jasa. MUlai dari HoReKa yaitu Hotel, Restoran, dan Kafe. Ada otomotif, Elektronik, Komputer & Komunikasi, Kecantikan, Alat Kantor, bahkan Bahan Bangunan. 

Coba, mana ada toko online yang menyediakan bahan bangunan di kategori barang belanjaan? Kalian kalo mau belanja bahan bangunan, pasti lari ke toko material kan? Naik motor atau mobil dulu untuk mencapai toko yang dimaksud. Bisa sih nelpon, tapi kan kalo kalian udah pernah belanja bahan bangunan di toko tersebut. Atau punya kenalan pemilik toko bahan bangunan. Tapi seringnya ya datang dulu ke toko bahan bangunan dan baru lah mendapatkan nomer telponnya, untuk digunakan memesan kebutuhan berikutnya.

Ralali memang menyadari bahwa setiap UMKM pasti memiliki kebutuhan dan tantangan tersendiri. Karenanya bisnis model yang unik dan tidak ada di toko online lain menjadi segmen tersendiri. Di samping itu juga menjadi solusi untuk kebutuhan masyarakat yang kesulitan menentukan pilihan. Nah, Ralali memulainya dengan kategori HoReKa (Hotel, Restoran, dan Kafe), Otomotif, dan Bahan Banguna.

Sejak tahun 2018 Ralali.com memperkenalkan pasar online vertikal (Ralali 3.0) yaitu Bisnis Inovasi Grup (BIG). Yaitu bisnis yang menjadikan Ralali.com lebih mendalami siapa pelanggannya. Dengan menggunakan big data untuk memberikan solusi kepada UMKM agar kebutuhan bisnis mereka dapat terpenuhi.

Ralali.com memiliki nilai-nilai yang ditawarkan pada konsumen, yaitu :



Kacang Bawang

  • Minat Pelanggan, menjadi tujuan Ralali.com. Keberhasilan pelanggan adalah keberhasilan Ralali.com. Suatu obsesi yang memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan Ralali.
  • Ralali menjunjung nilai cekatan, berani, tegas dalam mengambil keputusan dan pengelolaan resiko. Ralali.com memiliki keterbukaan pada setiap perubahan sesuai jamannya.
  • Respek menjadi nilai ketiga yang diagungkan Ralali.com. Saling menghargai dan menghormati dalam tutur kata dan tingkah laku. Juga mengupayakan suasana kerja yang kondusif dan saling kolaborasi.
  • Yang Terbaik adalah tujuan Ralali.com dengan berusaha untuk menjadi lebih baik setiap hari. Selalu haus untuk terus belajar dan berkembang.

Kalian tertarik juga kah untuk menjadi salah satu buyer/penjual di Ralali.com, seperti Ibu Sahara? Atau mungkin saja kalian punya kenalan UMKM, bisa tetangga, atau kerabat yang bisa dikenalkan dengan Ralali? Bantu dong mereka dengan mengenalkan prospek usaha bersama Ralali.com ya. Bantuin orang lain insyaa Allah menjadi amal kebaikan. Wassalamualaikum.
Reading Time:

Selasa, 01 Agustus 2017

Semarang Thal Cake Menjadi Oleh-Oleh Favorit Masa Kini
Agustus 01, 20170 Comments

www.hidayah-art.com

Assalamualaikum. Semarang Thal Cake Menjadi Oleh-Oleh Favorit Masa Kini yang langsung menjura. Iya nih, langsung menjura ketika hari pertama aja udah langsung ludes diserbu pembeli. Bahkan ada loh pembeli yang rela antri dari jam 2 dini hari. Salut saya sama pembeli ini, nungguin sambil dzikir kali ya. 

Ketika melihat beberapa foto kuenya artis di berbagai sosial media, saya sempat envy. Kapan nih Semarang punya kuenya artis kayak di beberapa kota lain? 

Ternyataaaah, saya dicolek di Instagram dan diajakin hadir saat pre-launching Semarang Thal Cake. Yuhuuuiiii, saya bakal datang nih. 

Reading Time: