Februari 12, 2019
BY Hidayah Sulistyowati
40 Comments
Assalamualaikum Sahabat. Kacang Bawang Rasa Mete Produk UMKM Yang Ingin Naik Daun. Wah emang ada ya kacang bawang tapi rasa mete? Udah tahu kan mete? Mete itu kacang mete yang rasanya enak banget. Terbuat dari biji jambu mete. Kalo bingung, cari deh di google.
Nah, kalo kacang mete itu harganya udah terkenal mahal. Sementara harga kacang bawang bisa aja sepertiga harga kacang mete.
Jadi kalo kalian menemukan kacang bawang rasa mete, pasti bahagia dong. Cuma bayar duit seharga kacang bawang tapi bisa menikmati kacang rasa mete. Ahhh, sedap sangat.
Kacang bawang ini bisa menjadi suguhan untuk tamu yang berkunjung di rumah saya. Atau menjadi cemilan saat saya asik nonton film di rumah. Trus kadang-kadang film belum selesai tayang, kacang di toples udah abis, hahahaa.
Kacang bawang itu produk Indonesia asli. Saya kenal sejak masih kanak-kanak. Jaman dahulu saya hanya bisa menikmati kacang bawang ketika lebaran. Biasanya ibu saya meminta bantuan untuk membersihkan kacang bawang yang masih mentah dan baru dibeli di pasar. Setelah ibu membumbui kacang dengan bawang putih, garam, ketumbar, dan kemiri. Tentunya semua bumbu itu sudah dihaluskan terlebih dahulu. Begitu bumbu meresap, kacang pun bisa digoreng.
Namun sejak beberapa tahun ini, saya sudah banyak terbantu dengan tumbuhnya industri rumah tangga. Beberapa teman saya sering menawarkan kacang bawang yang sudah siap santap menjelang lebaran. Dengan harga yang berbeda dan rasa yang beragam. Biasanya malah sebelum bulan ramadhan tiba, udah ada yang nyodorin list harga kacang bawang.
Nah, kalo lagi pengen, masa iya nungguin lebaran tiba?
Bikin sendiri sih bisa, cuma kalo ketemu yang namanya malas tuh saya bisa apa? Ahhh, ternyata ada tetangga baru yang produksi kacang bawang, sahabat. Saya tuh tahunya juga baru aja. Kebetulan si ibu pemilik usaha produksi kacang bawang pindah menjadi tetangga satu RT dengan kami.
Setiap pagi aroma kacang bawang dengan bumbu yang harum menguar sampai ke rumah saya. Duhhh, saya yang sedang nonton film pun jadi terbangun dari duduk yang nyaman.
Mau kemana, sist? Mencari asal aroma yang bikin laper, dong, hehehee.
Saya baru tahu kalo punya tetangga baru di lingkungan RT kami. Dan ternyata kontraktor (sebutan candaan untuk pengontrak rumah) baru ini produsen kacang bawang.
Bayangkan sahabat, nikmat mana yang kamu dustakan? Udah deh saya langsung semangat mencari tahu harga dan rasanya. Tentu saja dengan membeli produknya dong.
Ternyataaah, produk kacang bawang milik tetangga ini rasanya mantulll. Mantap betulll! Maaf, saking enaknya nih saya jadi lebay.
Nama produk milik tetangga adalah YASAJI dengan tagline Kacang Bawang rasa mete. Bahannya ditulis detil di kemasan. Ada bahan utama kacang bawang, gula, garam, estrak jamur, dan minyak nabati.
Hmmm, pantas aja rasanya beda dengan yang selama ini udah sering saya cicipi. Yasaji kacang bawang ini terasa empuk, renyah, dan gurih. Kayak ada campuran mete di bumbunya.
Trus saya pun penasaran dan pengen berbincang akrab dengan Ibu Sahara, pemiliki usaha kacang bawang YASAJI.
Cemilan Favorit Kamu Apa?
Sebagai seorang yang menyukai cemilan kacang bawang, saya lumayan sering membeli snack ringan ini. Meski kacang bawang identik dengan suguhan pada hari lebaran, tapi di rumah saya bisa saja menjadi pengisi toples di atas meja.Kacang bawang ini bisa menjadi suguhan untuk tamu yang berkunjung di rumah saya. Atau menjadi cemilan saat saya asik nonton film di rumah. Trus kadang-kadang film belum selesai tayang, kacang di toples udah abis, hahahaa.
Kacang bawang itu produk Indonesia asli. Saya kenal sejak masih kanak-kanak. Jaman dahulu saya hanya bisa menikmati kacang bawang ketika lebaran. Biasanya ibu saya meminta bantuan untuk membersihkan kacang bawang yang masih mentah dan baru dibeli di pasar. Setelah ibu membumbui kacang dengan bawang putih, garam, ketumbar, dan kemiri. Tentunya semua bumbu itu sudah dihaluskan terlebih dahulu. Begitu bumbu meresap, kacang pun bisa digoreng.
Namun sejak beberapa tahun ini, saya sudah banyak terbantu dengan tumbuhnya industri rumah tangga. Beberapa teman saya sering menawarkan kacang bawang yang sudah siap santap menjelang lebaran. Dengan harga yang berbeda dan rasa yang beragam. Biasanya malah sebelum bulan ramadhan tiba, udah ada yang nyodorin list harga kacang bawang.
Nah, kalo lagi pengen, masa iya nungguin lebaran tiba?
Bikin sendiri sih bisa, cuma kalo ketemu yang namanya malas tuh saya bisa apa? Ahhh, ternyata ada tetangga baru yang produksi kacang bawang, sahabat. Saya tuh tahunya juga baru aja. Kebetulan si ibu pemilik usaha produksi kacang bawang pindah menjadi tetangga satu RT dengan kami.
Setiap pagi aroma kacang bawang dengan bumbu yang harum menguar sampai ke rumah saya. Duhhh, saya yang sedang nonton film pun jadi terbangun dari duduk yang nyaman.
Mau kemana, sist? Mencari asal aroma yang bikin laper, dong, hehehee.
Saya baru tahu kalo punya tetangga baru di lingkungan RT kami. Dan ternyata kontraktor (sebutan candaan untuk pengontrak rumah) baru ini produsen kacang bawang.
Bayangkan sahabat, nikmat mana yang kamu dustakan? Udah deh saya langsung semangat mencari tahu harga dan rasanya. Tentu saja dengan membeli produknya dong.
Ternyataaah, produk kacang bawang milik tetangga ini rasanya mantulll. Mantap betulll! Maaf, saking enaknya nih saya jadi lebay.
Nama produk milik tetangga adalah YASAJI dengan tagline Kacang Bawang rasa mete. Bahannya ditulis detil di kemasan. Ada bahan utama kacang bawang, gula, garam, estrak jamur, dan minyak nabati.
Hmmm, pantas aja rasanya beda dengan yang selama ini udah sering saya cicipi. Yasaji kacang bawang ini terasa empuk, renyah, dan gurih. Kayak ada campuran mete di bumbunya.
Trus saya pun penasaran dan pengen berbincang akrab dengan Ibu Sahara, pemiliki usaha kacang bawang YASAJI.
Impian Omzet Meroket Bersama Ralali
Setelah sempat kenalan sebelumnya, bahkan menerima icip-icip berupa 1 kg kacang bawang YASAJI, akhirnya saya bisa juga berjumpa dengan Ibu Sahara.
Berikut ini perbincangan kami :
Saya :"Assalamualaikum, Ibu, gimana kabarnya?"
Ibu Sahara :"Alhamdulillah baik, Mbak,"
Saya :"Bu, saya pengen tahu udah berapa lama YASAJI ini diciptakan,"
Ibu Sahara :"Baru satu tahun ini, belum lama kan?!"
Saya pun kaget dan takjub. Belum juga dalam bilangan tahun, namun Ibu Sahara mampu menciptakan kacang bawang dengan rasa yang memikat hati konsumen.
Saya pun mengajukan pertanyaan beruntun. Mulai dari resep rahasia sampai cita-cita Ibu Sahara dengan poduk kacang bawangnya.
Bincang santai kami udah saya rangkum dalam uraian yang singkat berikut ini.
Ceritanya berawal ketika Ibu Sahara yang semula ASN di Pemkot Surabaya memasuki masa pensiun. Sudah terbiasa sibuk di tempat kerja, dan anak-anak yang sudah mandiri dan berkeluarga, Ibu Sahara ingin tetap produktif di masa tua.
Karena beliau merasa memiliki kemampuan membuat cemilan merakyat, yaitu kacang bawang, akhirnya keputusannya sudah bulat. Beliau pun memulai usaha di kota yang baru. Semarang menjadi kota tempat beliau memulai usaha produksi kacang bawang.
Dengan menyewa sebuah rumah di kawasan Tlogosari, Ibu Sahara mulai memproduksi kacang bawang.
Ada enam orang pegawai yang membantu usahanya. Sebagian adalah tenaga part time yang diundang bila beliau mendapatkan order yang lebih dari target hariannya.
Produksinya rata-rata mencapai 200 kg per bulan. Bahkan saat lebaran di tahun pertama mampu produksi hingga mencapai 1.250 kg hanya selama bulan ramadhan. Masya Allah, berkat niat mulia Ibu Sahara yang tidak ingin menganggur dan bisa membuka lowongan pekerjaan bagi tetangganya.
Semua proses produksi beliau kawal dari mulai membuat bumbu, mengukur tingkat kematangan kacang, hingga mengawasi pengemasannya.
"Saya pengennya bisa meningkatkan produksi. Tapi kan harus punya market yang lebih luas dan lebih besar dibandingkan sekarang, Mbak," tutur Ibu Sahara dengan semangat.
Dalam penuturan selanjutnya, Ibu Sahara memulai usaha produksi kacang bawang karena keluarganya udah punya pengalaman selama puluhan tahun.
Keluarganya yang tinggal di Kudus, menjadi produsen kacang bawang selama 25 tahun lebih. Tentunya dengan merk yang berbeda, dan memiliki nama yang udah terkenal.
Saya mohon maaf tidak bisa menuliskan nama produsen kacang bawang milik keluarga Ibu Sahara. Bahkan beliau pun pesan, tidak ingin foto wajahnya tampil di blog ini.
"Cukup YASAJI aja ya yang tampil, kacang bawang saya aja yang terkenal, bukan saya, Mbak,"
Ah Ibu Sahara memang selalu merendah bila menyangkut kehidupan pribadinya. Beliau hanya memiliki keinginan membesarkan nama usahanya. Beliau ingin produksi kacang bawangnya bisa meningkat lebih banyak.
"Ibu udah promosi jualan via online?"
"Waduuhhh, saya nggak sempat, Mbak,"
Benar juga sih, beliau udah sibuk mengurus produksinya. Mana sempat buka hape di sela waktu mengurus proses produksi kacang bawangnya?
Makanya waktu saya upload foto kacang bawang YASAJI di akun Instagram, Ibu Sahara senang banget. Bahkan sampai mengirimkan capture post foto Instagram saya, hahahaa.
"Gimana kalo join di Ralali.com aja Bu?"
"Apa itu Ralali, mengapa Ibu harus gabung di sana?" Ibu Sahara balik nanya.
Saya pun menjelaskan secara singkat kinerja sebagai penjual di Ralali.com. Nampaknya Ibu Sahara mulai tertarik dan ingin mempelajari terlebih dulu seputar menitipkan jualan kacang bawangnya di Ralali.
Saya berharap agar tetangga saya yang baik ini segera mendaftarkan produknya di Ralali. Karena setahu saya, jualan online merupakan salah satu cara untuk menaikkan omzet penjualan. Nah, #IniSaatnya Ibu Sahara Tau Ralali.com untuk meningkatkan omzet penjualan kacang bawang. Menjadi pengusaha UMKM yang naik kelas dengan berjualan online. Menjadi salah seorang supplier yang berkualitas.
Apalagi saya tahu sendiri bahwa Ibu Sahara menggunakan bahan-bahan kelas premium untuk produk kacang bawangnya. Mulai dari bahan utama yaitu kacang bawang, bumbunya dengan campuran ekstrak jamur. Hingga pilihan minyak untuk menggoreng menggunakan minyak nabati. Jadi aman deh kalo kalian ngemil kacang bawang YASAJI, karena bebas kolesterol.
Dengan omzet yang meningkat, #IniSaatnya Ibu Sahara mampu mewujudkan cita-citanya. Yaitu menambah jumlah pegawai. Jadi jumlah orang yang bisa dibantunya dengan menciptakan lapangan kerja pun meningkat.
Berikut ini perbincangan kami :
Saya :"Assalamualaikum, Ibu, gimana kabarnya?"
Ibu Sahara :"Alhamdulillah baik, Mbak,"
Saya :"Bu, saya pengen tahu udah berapa lama YASAJI ini diciptakan,"
Ibu Sahara :"Baru satu tahun ini, belum lama kan?!"
Saya pun kaget dan takjub. Belum juga dalam bilangan tahun, namun Ibu Sahara mampu menciptakan kacang bawang dengan rasa yang memikat hati konsumen.
Saya pun mengajukan pertanyaan beruntun. Mulai dari resep rahasia sampai cita-cita Ibu Sahara dengan poduk kacang bawangnya.
Bincang santai kami udah saya rangkum dalam uraian yang singkat berikut ini.
Ceritanya berawal ketika Ibu Sahara yang semula ASN di Pemkot Surabaya memasuki masa pensiun. Sudah terbiasa sibuk di tempat kerja, dan anak-anak yang sudah mandiri dan berkeluarga, Ibu Sahara ingin tetap produktif di masa tua.
Karena beliau merasa memiliki kemampuan membuat cemilan merakyat, yaitu kacang bawang, akhirnya keputusannya sudah bulat. Beliau pun memulai usaha di kota yang baru. Semarang menjadi kota tempat beliau memulai usaha produksi kacang bawang.
Dengan menyewa sebuah rumah di kawasan Tlogosari, Ibu Sahara mulai memproduksi kacang bawang.
![]() |
Kacang Bawang Yasaji di rak saji toko offline |
Produksinya rata-rata mencapai 200 kg per bulan. Bahkan saat lebaran di tahun pertama mampu produksi hingga mencapai 1.250 kg hanya selama bulan ramadhan. Masya Allah, berkat niat mulia Ibu Sahara yang tidak ingin menganggur dan bisa membuka lowongan pekerjaan bagi tetangganya.
Semua proses produksi beliau kawal dari mulai membuat bumbu, mengukur tingkat kematangan kacang, hingga mengawasi pengemasannya.
"Saya pengennya bisa meningkatkan produksi. Tapi kan harus punya market yang lebih luas dan lebih besar dibandingkan sekarang, Mbak," tutur Ibu Sahara dengan semangat.
Dalam penuturan selanjutnya, Ibu Sahara memulai usaha produksi kacang bawang karena keluarganya udah punya pengalaman selama puluhan tahun.
Keluarganya yang tinggal di Kudus, menjadi produsen kacang bawang selama 25 tahun lebih. Tentunya dengan merk yang berbeda, dan memiliki nama yang udah terkenal.
Saya mohon maaf tidak bisa menuliskan nama produsen kacang bawang milik keluarga Ibu Sahara. Bahkan beliau pun pesan, tidak ingin foto wajahnya tampil di blog ini.
"Cukup YASAJI aja ya yang tampil, kacang bawang saya aja yang terkenal, bukan saya, Mbak,"
Ah Ibu Sahara memang selalu merendah bila menyangkut kehidupan pribadinya. Beliau hanya memiliki keinginan membesarkan nama usahanya. Beliau ingin produksi kacang bawangnya bisa meningkat lebih banyak.
"Ibu udah promosi jualan via online?"
"Waduuhhh, saya nggak sempat, Mbak,"
Benar juga sih, beliau udah sibuk mengurus produksinya. Mana sempat buka hape di sela waktu mengurus proses produksi kacang bawangnya?
Makanya waktu saya upload foto kacang bawang YASAJI di akun Instagram, Ibu Sahara senang banget. Bahkan sampai mengirimkan capture post foto Instagram saya, hahahaa.
"Gimana kalo join di Ralali.com aja Bu?"
"Apa itu Ralali, mengapa Ibu harus gabung di sana?" Ibu Sahara balik nanya.
Saya berharap agar tetangga saya yang baik ini segera mendaftarkan produknya di Ralali. Karena setahu saya, jualan online merupakan salah satu cara untuk menaikkan omzet penjualan. Nah, #IniSaatnya Ibu Sahara Tau Ralali.com untuk meningkatkan omzet penjualan kacang bawang. Menjadi pengusaha UMKM yang naik kelas dengan berjualan online. Menjadi salah seorang supplier yang berkualitas.
Apalagi saya tahu sendiri bahwa Ibu Sahara menggunakan bahan-bahan kelas premium untuk produk kacang bawangnya. Mulai dari bahan utama yaitu kacang bawang, bumbunya dengan campuran ekstrak jamur. Hingga pilihan minyak untuk menggoreng menggunakan minyak nabati. Jadi aman deh kalo kalian ngemil kacang bawang YASAJI, karena bebas kolesterol.
Dengan omzet yang meningkat, #IniSaatnya Ibu Sahara mampu mewujudkan cita-citanya. Yaitu menambah jumlah pegawai. Jadi jumlah orang yang bisa dibantunya dengan menciptakan lapangan kerja pun meningkat.
Sekilas Tentang Ralali.com
Nama Ralali mengingatkan saya pada bahasa Jawa, kalian juga begitu kah?
Ternyata benar loh kalo kalian buka web Ralali.com pasti akan menemukan arti nama Ralali. Saya ambilkan gambarnya aja ya, kalian bisa baca tuh arti Ralali.
- Visi Ralali.com
Ralali mempunyai visi untuk menjadi platform bisnis terbaik, yang akan menghubungkan dan memberikan solusi bagi para pebisnis melalui teknologi digital.
- Misi Ralali.com
Ralali.com telah ada sejak tahun 2014 dan hingga detik ini memiliki 11.000 vendor terpercaya. Dengan 250.000 produk, 135 ribu pelanggan setia yang selalu berbelanja di Ralali.com. Juga ada sekitar 2 juta pengunjung dari seluruh wilayah Indonesia setiap bulannya di situs belanja online terpercaya ini.
Beberapa partner kerja Ralali.com adalah nama-nama besar dunia usaha. Sebagian saya rangkum dalam gambar berikut :
Sejak tahun 2016 Ralali.com telah bertransformasi menjadi pasar bisnis online (Ralali 2.0). Yaitu Ralali.com memiliki lebih banyak kategori produk barang dan jasa. MUlai dari HoReKa yaitu Hotel, Restoran, dan Kafe. Ada otomotif, Elektronik, Komputer & Komunikasi, Kecantikan, Alat Kantor, bahkan Bahan Bangunan.
Coba, mana ada toko online yang menyediakan bahan bangunan di kategori barang belanjaan? Kalian kalo mau belanja bahan bangunan, pasti lari ke toko material kan? Naik motor atau mobil dulu untuk mencapai toko yang dimaksud. Bisa sih nelpon, tapi kan kalo kalian udah pernah belanja bahan bangunan di toko tersebut. Atau punya kenalan pemilik toko bahan bangunan. Tapi seringnya ya datang dulu ke toko bahan bangunan dan baru lah mendapatkan nomer telponnya, untuk digunakan memesan kebutuhan berikutnya.
Ralali memang menyadari bahwa setiap UMKM pasti memiliki kebutuhan dan tantangan tersendiri. Karenanya bisnis model yang unik dan tidak ada di toko online lain menjadi segmen tersendiri. Di samping itu juga menjadi solusi untuk kebutuhan masyarakat yang kesulitan menentukan pilihan. Nah, Ralali memulainya dengan kategori HoReKa (Hotel, Restoran, dan Kafe), Otomotif, dan Bahan Banguna.
Sejak tahun 2018 Ralali.com memperkenalkan pasar online vertikal (Ralali 3.0) yaitu Bisnis Inovasi Grup (BIG). Yaitu bisnis yang menjadikan Ralali.com lebih mendalami siapa pelanggannya. Dengan menggunakan big data untuk memberikan solusi kepada UMKM agar kebutuhan bisnis mereka dapat terpenuhi.
- Minat Pelanggan, menjadi tujuan Ralali.com. Keberhasilan pelanggan adalah keberhasilan Ralali.com. Suatu obsesi yang memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan Ralali.
- Ralali menjunjung nilai cekatan, berani, tegas dalam mengambil keputusan dan pengelolaan resiko. Ralali.com memiliki keterbukaan pada setiap perubahan sesuai jamannya.
- Respek menjadi nilai ketiga yang diagungkan Ralali.com. Saling menghargai dan menghormati dalam tutur kata dan tingkah laku. Juga mengupayakan suasana kerja yang kondusif dan saling kolaborasi.
- Yang Terbaik adalah tujuan Ralali.com dengan berusaha untuk menjadi lebih baik setiap hari. Selalu haus untuk terus belajar dan berkembang.
Kalian tertarik juga kah untuk menjadi salah satu buyer/penjual di Ralali.com, seperti Ibu Sahara? Atau mungkin saja kalian punya kenalan UMKM, bisa tetangga, atau kerabat yang bisa dikenalkan dengan Ralali? Bantu dong mereka dengan mengenalkan prospek usaha bersama Ralali.com ya. Bantuin orang lain insyaa Allah menjadi amal kebaikan. Wassalamualaikum.