My Mind - Untaian Kata Untuk Berbagi: Media Sosial
Tampilkan postingan dengan label Media Sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Media Sosial. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 November 2022

Pentingnya Literasi Digital Bagi Ibu Rumah Tangga
November 29, 20220 Comments

Literasi Digital Penting Untuk Semua Perempuan

Assalamualaikum Sahabat.  Saya mendapat cerita seputar ibu rumah tangga yang mengalami problem dari keaktifan di media sosial. Sebenarnya cerita ini udah saya dapatkan awal tahun 2020, yaitu sebelum pandemi. Namun sayangnya belum sempat saya tuliskan di sini. Sengaja akhirnya saya tuliskan karena literasi digital itu penting banget bagi ibu rumah tangga.

Literasi Digital

Bayangkan bila seorang istri curhat kalo suaminya akan menceraikan dirinya. Gara-garanya karena dia terlalu sibuk dengan media sosial. Anak-anak ngaku nggak diurus ibunya, rumah berantakan, masakan gosong. Kebayang geramnya sang suami mendapati anaknya yang belum makan seharian? Hanya makan sosis dan cemilan kemasan?


Jangan tertawa! Ini terjadi di dunia nyata. Awalnya saya juga nggak'percaya. Masa iya ada seorang ibu bisa sebegitu asyiknya main Facebook, Instagram atau nonton Drakor? Hingga melupakan kewajibannya sebagai seorang istri dan ibu?!


Itu lah pentingnya perempuan belajar dan mengenal literasi digital agar tidak menjadi racun dalam kehidupannya. Terutama ibu rumah tangga nih yang sering dianggap sebagai perempuan di rumah saja yang gampang kena tipu. Atau hobi share info hoax tanpa cek ricek kebenaran beritanya. 


Pentingnya Perempuan Belajar Literasi Digital

Entrepreneur sekaligus Founder Kampung Aridatu, Tatty Apriliyana mengungkapkan, ada satu prinsip utama ketika seseorang mulai mengenal dan kemudian intensif menjalani kehidupan di media digital.

"Pahami dengan seksama, kehidupan online itu sama dengan kehidupan offline. Artinya aturan, norma-norma sosial, kesopanan, budaya itu juga berlaku di kehidupan online,"

Belajar tentang kehidupan online tidak ada sekolah formalnya. Namun sekarang bisa mengikuti webinar yang sering diadakan dan ditawarkan lewat media sosial. Seperti yang beberapa kali diadakan oleh Kementerian Kominfo di kabupaten yang ada di seluruh Indonesia.


Saat ini masyarakat begitu mudahnya mengakses sumber informasi yang ada di media digital. Bahkan bukan hanya informasi, tapi juga ada peluang usaha, hiburan, dan pendidikan.


Namun di samping kemudahan yang bisa dinikmati, ada peluang kejahatan yang terselip di sana. Orang tak bertanggung jawab menggunakan media digital sebagai tempat melakukan kejahatan dengan berbagai modus seperti penipuan ataupun manipulasi data. Karena itu lah pemerintah dan berbagai pihak yang peduli dengan bijak menggunakan media digital, merasakan pentingnya masyarakat belajar.


Secara umum yang dimaksud dengan literasi digital adalah kemampuan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), untuk menemukan, mengevaluasi, memanfaatkan, membuat dan mengkomunikasikan konten/informasi, dengan kecakapan kognitif maupun tekniknya.


Perempuan rentan menjadi korban penipuan di media sosial. Berapa banyak perempuan yang tertipu saat mengikuti aplikasi kencan dengan orang asing. Kurangnya pemahaman menggunakan media sosial yang menyebabkan hal ini terjadi. Hal ini sebenarnya bisa diantisipasi dengan menyiapkan diri sebelum terjun aktif di media sosial. 


Masih banyak juga kasus hukum lainnya yang dialami perempuan karena ketidaktahuan bahwa media sosial bisa menjadi bumerang. 

Ibu Rumah Tangga Wajib Mengenal Literasi Digital



Sebagai ibu rumah tangga, perkenalan saya dengan media sosial diawali keinginan bertemu dengan teman-teman alumni sekolah. Meski awalnya enggan untuk membuat akun di media sosial, namun kenyataannya dari sana lah bisa menemukan teman lama. Mau nggak mau memang saya akhirnya bikin akun. Dan itu dibuatkan oleh anak saya yang saat itu usianya masih 14 tahun. 

Dari email, password, dan isi data dilakukan oleh anak-anak. Adakah yang sama dengan kisah saya? Ibu rumah tangga yang gaptek namun pengen kenalan dengan dunia digital?


Namun sejak dulu saya orang yang tidak mudah menyerah dan selalu ingin belajar hal baru. Kadang anak-anak hilang kesabaran kalo saya lelet mikirnya, wkwkwkk.


Yah udah lah dari pada mengganggu kesibukan mereka belajar dan mengerjakan tugas, saya pun belajar sendiri. Bekal internet dengan fasilitas modem entah merk apa saat itu karena udah lupa, saya mencari informas via browser atau peramban. Awalnya dulu hanya kenal Mozilla Firefox, Opera, dan akhirnya sekarang menggunakan yang umum yaitu Chrome. 


Namun lebih banyak ibu rumah tangga yang menyerah, bisa karena kurangnya niat belajar atau tak ada waktu, fasilitas internet terbatas, dan alasan lainnya. Tapi lebih banyak lagi yang memang tidak mau belajar karena malas atau takut salah. Namun justru ini yang menjadi penyebab beberapa ibu rumah tangga mengalamai masalah di media sosial. 


Dari penyebaran berita atau informasi hoax, terjerat pinjaman online, perseteruan atau debat di media sosial, dan lainnya. Nah ini ujung-ujungnya bisa terjerat kasus hukum. Banyak loh contoh kasusnya. Nanti akhirnya ngeles kalo akun media sosialnya dibajak orang tak bertanggung jawab. Ironi ya, aktif di media sosial tapi kurang paham dengan cara mainnya yang benar. Itu lah pentingnya saring sebelum sharing di media sosial.

.
Kelompok ibu-ibu nampaknya tidak dianggap dalam narasi besar perkembangan teknologi negara kita. Mereka kerap dituduh gaptek dan disalahkan sebagai penyebar hoaks, padahal ini terjadi karena kelompok ibu yang terabaikan berada dalam jurang literasi digital yang semakin sulit dilalui.


Solusinya harus diadakan perkenalan literasi digital di tingkat paling rendah, misalnya melalui kelompok PKK. Bisa dari tingkat kelurahan dan terus ke tingakt lebih bawah di RW dan RT. Pemerintah atau stake holder pasti tahu bagaimana cara mengimplementasikan kegiatan penting literasi digital untuk perempuan atau ibu rumah tangga ini. Jadi jangan hanya anak muda, mahasiswa, pekerja kantoran yang dapat literasi digital. 


Seperti penuturan mba Alaika Abdullan, Blogger Perempuan yang saya kenal sejak bulan April 2014. Nggak disangka udah selama ini pertemanan kami. 

Mba Al bilang, pengetahuan digital penduduk Indonesia beragam tingkatannya. Dari yang masih culun, udah melek tapi minim pengetahuan digital safety-nya, ada yang masih belum paham etika bermedia digital, dan lainnya. Bahkan orang yang udah cakap digital pun bisa suatu saat terkecoh dan menjadi korban kejahatan siber. 


Wah ngeri dong ya. Itu lah sebabnya pentingnya literasi digital ini sebagai modal kita semua agar cakap bermedia digital. Kehidupan dunia digital itu sama dengan dunia nyata. Sopan santunnya tetap harus dijaga. Jangan karena berhadapan dengan gadget, lantas menyelepelekan saat menulis komentar di dunia digital. Kita tetap menuai pertanggungjawaban yang sama dari apa yang kita lakukan. 


Mba Alaika juga menjadi Narasumber Literasi Digital di event Program Nasional Literasi Digital Kominfo sejak tahun 2021. Tentunya kapabilitas perempuan berdarah Aceh ini memang cakap berbicara dunia digital. Kalo ingin mengenal Mba Al lebih jauh, kamu bisa kepoin blognya di www.alaikaabdullah.com yang isinya beragam. Dari kesehatan, kecantikan, traveling, dan lainnya. 


Saya dulu paling suka membaca cerita perjalanan mba Al ke Turki. Seru loh ceritanya tentang Pasar Tumpah, atau Bukber Unik yang dilakukan di taman di Turki. 


Sekian cerita saya tentang pentingnya ibu rumah tangga mengenal literasi digital, sahabat. Wassalamualaikum.
Reading Time:

Senin, 10 Oktober 2022

Menulis Konten Viral, Yay or Nay?
Oktober 10, 2022 3 Comments

Assalamu'alaikum Bestie. Awal tahun trafik blog ini sempat menurun drastis. Saya udah menyadari penyebabnya, postingan tiap bulan sedikit dan itu pun hanya artikel berbayar. Gimana mau menarik pembaca dengan kondisi seperti ini? Ada yang menyarankan tulis aja konten viral! 




Menjadi blogger itu ternyata nggak mudah, iya nggak sih? Kalo jawabnya enggak, bisa jadi kamu udah jadi blogger piawai SEO. Atau kamu nggak peduli apakah artikel di blog ramai pembaca atau tidak. 


Saya sendiri masih peduli dan berusaha agar blog kembali ramai pembaca. Bukan hanya pembaca dari teman blogger karena saya ikut blog walking. Tapi saya ingin pembaca yang datang sendiri di blog karena mencari artikel yang mereka butuhkan.


Oia sebelum baca lebih jauh, udah ngerti kan konten viral? 

Konten viral adalah konten yang banyak dibicarakan, serta mendapat respon cepat dan banyak (bisa lebih dari jutaan) dari pemilik akun–akun di media sosial tersebut. Jadi konten viral bisa terjadi di Twitter, Facebook, Instagram, Youtube, dan juga blog atau website. 


Nah yang saya tulis saat ini bukan tentang cara menulis konten viral di blog atau website. Bagi saya susah menulis konten hingga jadi viral. Selama ini saya juga belum pernah memiliki konten viral di media sosial. 


Tentang saran agar menulis konten viral yang sedang trending di media sosial, saya memiliki dua pendapat. Yuk cekidot!


Say yay Untuk Konten Viral, Asalkan...

Ya saya setuju nulis konten viral di blog asalkan tentang hal positif, menginspirasi, atau bermanfaat untuk pembaca. Saya pernah beberapa kali menulis konten viral di blog. Biasanya idenya dari berita viral, bisa dari portal berita, cuitan di Twitter, atau postingan di Instagram.


Kalo hal baik bisa menjadi viral dan saya tuliskan dari sudut pandang berbeda, lumayan kan ikutan numpang keyword yang trending?!


Namun saya nggak berpikir bahwa tulisan saya pun akan ikutan viral. Siapa saya gitu loh bisa memviralkan konten. Meskipun kalo saya lihat selama ini, konten viral itu bisa jadi hal yang tadinya biasa. Namun namanya juga netizen, yang menganggap hal biasa menjadi luar biasa. Dari komentar, kemudian dibagikan ke media sosial mereka, yang dilakukan oleh jutaan akun, bisa aja jadi viral.


Alasan mengapa konten viral yang tidak masuk akal
lebih berpotensi viral


Cuma sayangnya juarang banget konten baik, bermuatan hal positif, menginspirasi yang bisa menjadi viral. Kecuali kalo itu mengangkat kesedihan, kepedihan, yang tentu bakal mengusik hati netizen. Udah pasti deh bakal jadi konten viral.


Say Nay Konten Viral, Kalo Isinya Negatif

Yup sudah pasti saya tidak akan ikutan menuliskan konten viral yang isinya negatif. Atau konten viral yang mengangkat kisah tragis seseorang. Jangan sampai numpang tenar dengan konten viral kecelakaan. Apalagi sampai ngambil foto korban yang sudah meninggal untuk diposting di blog ini. 


Oh kok kemarin ikutan nulis konten viral tentang Kanjuruhan?

Nah beda konteksnya karena saya nulis Tragedi Kanjuruhan itu untuk challenge menulis di komunitas. Saya mengambil sudut pandang tentang mars Aremania. Namun tetap dengan kalimat yang tidak menyudutkan (di mata saya). Mohon maaf bila ada yang tidak menyukai tulisan tersebut.


Begitu lah tentang menulis konten viral di mata saya, yay or nay? Udah tahu dong ya jawaban saya. Saya memang tidak menolak sama sekali karena namanya juga berpendapat, bebas untuk menuliskannya dalam konten lagi dengan sudut pandang saya atau kamu. Namun tetap tanggung jawab isi artikel ada di tangan saya atau kamu. Gimana, apakah kamu ingin menulis konten viral juga? Yuk bagikan pendapat kamu di kolom komentar. Wassalamualaikum.

Reading Time:

Kamis, 25 Juli 2019

Semangat Gotong Royong Dari Jaman Old Sampai Jaman Now
Juli 25, 2019 24 Comments

Semangat Gotong Royong Dari Jaman Old Sampai Jaman Now


Assalamualaikum Sahabat. Udah tahu dong arti tentang gotong royong? Bagaimana gotong royong telah melekat dalam masyarakat Indonesia sejak jaman dulu. Dan kini pada era digital, gotong royong diharapkan dapat menciptakan karakter masyarakat yang lebih baik untuk mengantarkan Indonesia lebih unggul.

Senangnya saya bisa hadir pada event keren, Forum Aksi Pendekar (Pendidikan Karakter) Pancasila. Acara diadakan di aula Grahadhika Bhakti Praja, Kantor Gubernur Jawa Tengah, jalan Pahlawan No. 9 Semarang.

Tema event #PendekarPancasila yang diadakan oleh Kominfo ini bertemakan : Semangat GOTONG ROYONG untuk Indonesia Unggul. Seperti gimana semangat gotong royong dari Pendekar Pancasila ini? Kuy, baca terus ya.


Opening Seremoni :

Seperti acara kementerian umumnya, menyanyikan lagu Indonesia Raya menjadi pembuka seluruh rangkaian forum aksi pagi itu. 

Acara dilanjutkan dengan kata sambutan oleh Bapak Drs. Wiryanta, MA, Ph.D selaku Direktur Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian Kominfo. 

Intinya sih sebagai warga Indonesia, Pendekar Pancasila diharapkan bisa menjadikan generasi milenial lebih unggul dan berkarakter.

Setelah pemukulan gong sebagai seremonial pembuka acara, dilakukan foto bersama oleh narasumber, juga penyerahan penghargaan pada semua pembicara.


Pancasila Sebagai Dasar Orientasi Pendidikan Berkarakter

Bapak Prof. Dr. Hariyana, MA, menjelaskan tentang Pancasila sebagai dasar orientasi pendidikan berkarakter. Bangsa ini sudah memiliki Pancasila sebagai dasar negara. Namun bagaimana pancasila diterapkan dalam kehidupan sehari-hari?

Pancasila baru akan menjadi realita jika ada perjuangan. Pancasila menjadi penuntun bagi warga Indonesia. Borobudur bisa berdiri kokoh karena pendahulu kita sudah memiliki sistem.

Pendidikan mengubah mindset, mengubah wawasan, karakter, dan kehidupan. Nilai pendidikan sebisa mungkin jangan sekadar menguasai disiplin tertentu. 

Intinya sih Indonesia butuh orang yang berkarakter, cerdas, dan berbakti. 

Orang nggak bisa fokus karena pikirannya terbagi.  Manusia dilihat dari tiga dimensi : Dunia Fisik, Dunia Sosial, dan Dunia Batin/pikiran. Jadi membangun karakter itu dengan mengetahui yang baik, memiliki perasaan  moral ingin baik, dan perilaku baik.

Saat ini negara yang kuat bukan pemilik alat militer seperti jaman penjajahan Jepang dulu. Trinitas Kekuasaan sebuah negara saat ini adalah memiliki power, capital atau finansial, dan epistomologi atau informasi. 

Itu lah kenapa Donald Trump bisa menang dan menjadi Presiden USA adalah karena menguasai informasi. 

Energi positif : orang-orang yang berprestasi adalah pendekar Pancasila. Menjadi Pendekar Pancasila itu berjuang memenangkan masa depan. 

Pendidikan yang baik adalah yang mementingkan belajar untuk belajar. Jadi otak kita tidak menjadi gudang fakta. Melainkan bagaimana sesuatu bisa terjadi. 


Semangat Gotong Royong Untuk Indonesia Unggul :

Bapak Sudarsana, dosen Universitas Negeri Sebelas Maret Solo. Menguraikan bagaimana Gotong royong merupakan istilah Indonesia yang memiliki arti bekerja bersama--sama untuk mencapai suatu hasil atau tujuan bersama. 

Istilah ini berasal dari kata : 
Gotong ---->>>> artinya bekerja
Royong ---->>>> adrinar bersama

Di Indonesia gotong royong itu milik masyarakat. Seperti masyarakat desa yang sejak lama sudah memiliki sikap kekeluargaan. 

Secara pragmatis, Pancasila sebagai semangat kebangsaan dengan bergotong royong membangun kesadaran bersama. Dengan modal Ketuhanan Yang Maha Kuasa, membangun kebersamaan, bisa saling membangun rasa. Sila kedua, memanusiakan manusia. 

Manfaat Gotong Royong itu bisa menjalin rasa solidaritas dalam lingkungan masyarakat. Di mana ketentraman dan kedamaian akan diperoleh jika antar sesama warga saling peduli dan membantu.

Nilai gotong royong adalah semangat yang diwujudkan dalam bentuk perilaku, di antaranya : kebersamaan dan persatuan. 


Gotong Royong Jaman Now

Cindy Gulla seorang youtuber yang juga dulu anggota JKT48 mengajak peserta untuk mengenal gotong royong jaman now.



Kalo gotong royong jaman old itu seperti kerja bakti, memperbaiki jembatan, jalan, dan membersihkan gorong-gorong.

Namun gotong royong jaman now itu merupakan tindakan nyata dengan membawa perubahan. Seperti :

1. Berpartisipasi aktif membangun bangsa dengan menebar kebaikan seperti PETISI ONLINE. 

2. Penggalangan dana membantu sesama, seperti yang dilakukan oleh KitaBisa.com. Udah tahu kan, ketika ada yang share tentang sebuah desa yang terisolir karena terpisahkan sungai lebar. Nah dari penggalangan dana terkumpul uang sebesar 500 juta lebih. Akhirnya dari donasi kitabisa.com ini lah jembatan bisa dibangun dan dimanfaatkan oleh warga sekitarnya.

3. Berkarya menjadi content kreator yang baik. Artinya jadi lah kreator konten yang bertanggung jawab dan berbagi konten-konten positif. 

Ada tip nih dari Cindy Gulla : 
- Be You, karena tiap orang itu unik
- Be Brave, berani menunjukkan diri kita sebagai seseorang
- Consisten
- Positif agar memiliki impact yang baik


Menulis Sebagai Rekam Jejak 

Pembicara keempat dan terakhir adalah Mira Sahid, founder Komunitas Emak Blogger, yang juga salah seorang staf khusus Kesekretariatan Presiden. Emak idolaaaak 😍


Pendekar Pancasila

Ada video yang diputar yang mengingatkan peserta bahwa Pancasila adalah kita. Bagus deh videonya, ada juga qoute dari bapak Presiden RI, Joko Widodo bersama generasi milenial tentang siapa kita, Kita Pancasila.

Intinya siang hari itu Mira Sahid sharing tentang seoarang konten kreator. Intinya saring dulu sebelum sharing, jangan asal post di media sosial. 

Sebagai seorang yang aktif di dunia media sosial, Mira Sahid memberikan tips membangun konten. Ada 7 tips yang dibagikan :
1. Kenali keahlian atau passion kamu
2. Konten harus yang kuat
3. Kuasai aplikasi pengolah gambar atau video
4. Komunikasi dua arah, jangan malas membalas komentar
5. Konsisten dan kontinu
6. Kolaborasi, karena era sekarang itu gak bisa jalan sendiri dan harus ikut komunitas.
7. KUY, mulai dari sekarang.

Pendekar Pancasila

Kemarin waktu acara Pendekar Pancasila ini, kebetulan barengan dengan ultah saya. Jadi deh dikerjain sama Mira Sahid, diarak, dinyanyikan lagu ultah nya milik Boomerang. Hahahaaa, sebelumnya malu-malu nyanyi, akhirnya larut deh dengan keseruan peserta yang heboh nyanyi. Apalagi ada seorang anak muda yang juga ultah pada hari yang sama. Terima kasih untuk semua perhatian semua peserta, terspesial pada teman-teman blogger Gandjel Rel. Lop yuuuu full deeeh semuaaaa.

Nah, gimana kamu, udah merasa sebagai pendekar Pancasila atau belum? Yuk sharing dong di kolom komentar ya. Wassalamualaikum.
Reading Time:

Jumat, 12 April 2019

Stop HOAX Menuju Pemilu Damai
April 12, 2019 24 Comments

Stop HOAX Menuju Pemilu Damai 

Pemilu Damai 2019

Dunia maya itu asyik, dunia nyata juga seru. Pikir dulu sebelum gunakan jarimu. Sekali ketik, jejak digital sulit ditarik
Assalamualaikum Sahabat. Stop Hoax Menuju Pemilu Damai, susah nggak sih? Kalo kalian baca quote di atas, poinnya adalah hati-hati lah saat posting status di media sosial karena ada UU ITE yang bakal menarikmu bila salah tulis.

Banyak kan website yang sharing tentang berita sekenanya, yang penting viral. Tidak lagi menggunakan kaidah kepenulisan 5W + 1H. Kalo pun menggunakannya, dalam konteks yang beda.

Yaitu : 5W + 1H nang medsos
Waton Posting, Waton Komen, Waton Suloyo, Waton Ngelike, Waton Ngeshare. Nek ditakoni jawabe Hmboh.

Ambil kamus bahasa Jawa dulu, hihiii.

Alhamdulillah minggu lalu saya bersama beberapa teman blogger Semarang dan aktivis mahasiswa diajak untuk diskusi tentang pemilu damai. Ada dua pembicara, yang pertama dari MAFINDO yaitu Bapak Farid Zamroni dan dari Dinas Kominfo Ibu Riena Retnaningrum, SH.




Bersama Mafindo Melawan Hoax 

MAFINDO kepanjangannya adalah Masyarakat Anti Hoax Indonesia. Organisasi kemasyarakatan yang memiliki visi mulia, yaitu ingin bergerak secara independen.

Kalo ingin tahu lebih banyak tentang MAFINDO, kalian bisa loh meluncur ke media sosialnya. 


Mas Farid sharing tentang Hoax


Nilai semangat kerelawanan dari MAFINDO adalah :


1. Non Profit, maksudnya agar MAFINDO selalu menjaga komitmen tidak menerima bantuan dari pemerintah agar integritas terjaga. Trus dana operasional dari mana? Selama ini MAFINDO mendapatkan sumber dana di antaranya menjadi narasumber bincang-bincang di berbagai forum acara kelembagaan.

2. Outsorcing yang artinya relawan itu berangkat dari diri sendiri karena alasan ingin bekerja sosial. Tanpa adanya unsur keterpaksaan karena ajakan dari satu lembaga secara khusus.

Relasan MAFINDO itu terdiri dari beragam latar belakang. Ada ibu rumah tangga, driver online, enterpreuner, selebriti, guru, mahasiswa, dan yang lainnya. Bahkan kepesertaan perempuan menjadi yang terbesar, sekitar 70 % dari jumlah keseluruhan. Dan perlu kalian tahu, 12 dari 17 koordinator wilayah adalah perempuan. Keren ya peran mereka. 


Motif Mereka Yang Menyebarkan HOAX


Ada beberapa motif bagi seseorang menyebarkan Hoax. Alasan pertama adalah uang, seperti yang dilakukan oleh mahasiswa Lampung yang menyebarkan hoax karena mendapat upah. Alasan berikutnya adalah politik, ideologi, kebencian, dan iseng. 

Yang paling parah dari kelima alasan tersebut adalah iseng. Sebuah tindakan yang secara bodoh dilakukan tanpa memikirkan akibatnya. Baik bagi orang lain yang dijelek-jelekkan, ataupun akibat bagi dirinya sendiri.

Beberapa portal berita di Indonesia ini banyak yang menyebarkan tulisan hoax. Sementara UNESCO sendiri tidak mau produk jurnalistik dianggap hoax atau "Fake News".

Yang bikin miris adalah ujaran kebencian yang mengarahkan pada Hoax ini disebarkan oleh orang-orang yang juga memiliki kecerdasan atau keilmuan. Seharusnya bisa loh tabayyun, mengikuti jejak Rasulullah. Mencari tahu kebenarannya terlebih dulu.



Mengapa banyak orang yang kena hoaks?

Ada tiga alasan seseorang dan banyak sekali orang yang kena hoaks. Yang paling berpengaruh adalah rendahnya kualitas literasi. Mungkin kalian pernah menemukan teman kerja atau sekolah, yang memiliki pendidikan tinggi namun suka sebar hoaks. Yup, pendidikan tinggi tidak ada korelasinya gampang terkena hoaks. Karena yang bersangkutan tidak mau membaca dan mencari tahu kebenarannya.

Kemudian adanya efek polarisasi karena masalah politik dan SARA. Dan yang terakhir adalah media partisipan. Seperti munculnya media online  yang tidak kredibel. Dari 500 sekian media online, hanya 52 yang terdaftar di Dewan Pers.

Pada kesempatan siang hari itu, MAFINDO juga menunjukkan data seputar hoax dan contoh hoax politik. Dari penemuan antara Januari hingga Desember 2018, terdapat ribuan hoax yang berhasil dikumpulkan.  Yang paling sering dibagikan ada pada politik, agama, dan lainnya.


Nah, kalian bisa loh menyeleksi apakah berita yang dishare di dunia maya itu bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya atau hoax. 

Salah satu contoh kabar Hoax di media sosial, yang kebenarannya sudah dikonfirmasi. Ceritanya ada satu akun yang share tentang tempat menunggu bus atau halte dengan kursi palu arit. Aslinya ini bukan di tanah air, tapi dishare dengan bumbu penyedap kalo ini lokasinya di Sukoharjo, Jawa Tengah. 

Nah, yang benar bisa kalian perhatikan gambar di bawah ini. Bayangkan kalo kalian ikut share dari akun di atas, memalukan misal ada yang menulis komentar kebenaran lokasi tempat.


Ingat saja dengan syarat artikel yang benar untuk pemberitaan. Yaitu 5W1H, yang bisa dijelaskan detilnya adalah Why, Who, What, Where, When, dan How.

Ada orang yang memang tidak mengetahui kebenaran informasi yang disebarkan. Jadi dia share tidak disengaja. Namun ada informasi yang salah, tapi orang ini membagikannya. Dia tahu informasinya salah, namun dia sengaja membagikannya. Bahkan ketika dikasih tahu, dia tetap membagikannya.

Kalian yang ingin mengetahui berita itu benar atau hoax, bisa meluncur ke aplikasi milik MAFINDO. Nama aplikasinya adalah Hoax Buster Tools yang sudah tersedia di Play store.


Peran Media Sosial di Tahun Politik

Pembicara kedua adalah Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah, Ibu Riena Retnaningrum, SH.

Beliau menuturkan bawa Diskominfo sudah menandatangani MOU kerjasama dengan KPU dan Bawaslu.  Dalam kesempatan ini, Ibu Riena juga mengenalkan tentang akun media sosial yang dikelola dinas Kominfo Jawa Tengah.

Materinya masih seputar hoax juga sih. Ibu Riena menjelaskan bahwa sebagai kaum milenial, kalian harus cerdas bermedia sosial di masa pemilu.


Media sosial akan bermanfaat untuk hal-hal yang positif terutama di tahun politik seperti sekarang. Bisa untuk menjadi media iklan untuk mempromosikan produk atau pun menggelar kampanye secara online.

Media sosial juga dapat mengubah pola pikir masyarakat. Kekuatan media sosial untuk mempengaruhi masyarakat penggunanya. Jangan mau terhasut dengan berita hoax yang bertebaran di media sosial. Karena ada buzzer politik yang bekerja untuk bermain kotor demi duit. Orang yang fanatik gampang terpengaruh dan terkena hoax.

Bijak lah ketika kalian menulis dan menyebarkan berita di media sosial. Pilih dan pilah, serta saring dengan mencari tahu kebenarannya. Agar kelak tidak menyesal ketika berita yang dishare ternyata merupakan kebohongan. Jejak digital itu kejam, kawan!

Upaya untuk mencegah hoax ini sudah dilakukan oleh Kemkominfo hingga Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). 

Jadi kalian tidak usah khawatir karena bisa melaporkan hoax ini seperti di Twitter @aduankonten. 

Pesan  Ibu Riena, tetap lah bermedia sosial dengan cerdas. Jadikan media sosial sebagai alat bantu, tetap saring dengan hati nurani dan akal sehat.


Saya hadir dalam forum diskusi
bersama KPU
Nah, untuk masa tenang yang sudah mulai berjalalan, tetap hati-hati bermedia sosial. Saat masa tenang dilarang posting di media sosial tentang kejelekan paslon yang bukan pilihan. Ada aturan seperti cuitan di Twitter bisa diturunkan hingga akun diblokir.

Sampai jumpa di TPS dan pilih yang terbaik menurut hati nurani kalian. Salam merdeka untuk Indonesia yang lebih baik. Wassalamualaikum.
Reading Time:

Jumat, 07 Desember 2018

Lima Youtuber Favorit dan Lima Alasan Mengapa Saya Stalking Channel Mereka
Desember 07, 2018 12 Comments

Youtuber Favorit

Assalamualaikum Sahabat. Lima Youtuber Favorit dan Lima Alasan Mengapa Saya Stalking Channel Mereka, mau tahu? Yuk baca terus sampai selesai ya.

Bagi penyuka , terutama rajutan seperti saya, butuh nonton DIY yang di share di Youtube agar belajar tuh lancar jaya. Masih penasaran kenapa saya memilih kelima Youtuber di atas?

FYI, dulu banget saya pernah belajar merajut pada ahlinya. Sampai gemes dan tangan lecet saking kuatnya megang hak pen, tetep aja gagal bikin yang sepele, macam rantai. #silahkan tertawa

Nah, karena saya bukan orang yang gampang menyerah, akhirnya buka-buka channel Youtube.     

Oiya ini juga menjadi tulisan untuk tantangan #BPN30DayChallenge hari ke-18 yang diadakan Blogger Perempuan Network.

Ini Lima Youtuber Favorit ala saya :

1. Umi Iva

Youtuber Favorit

Salah satu dari channel Youtube kreasi rajut yang saya pelajari adalah channel Umi Iva. Penjelasan cara merajut, jenis bahan yang dipakai, semua diceritakan di sini.

Penjelasan menggunakan bahasa Indonesia, meski keterangan gambar pakai bahasa Inggris. Maksudnya tentu akan bisa diikuti oleh semua kalangan, baik yang bisa bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris.

2. Hanni Hendra

Nah, channel Youtube yang saya ikuti adalah milik Hanni Hendra. Pecinta rajut yang tinggal di kota Tangerang ini sharing tentang tutorial merajut di channel nya sejak tahun 2013.

Saya suka mantengin channel nya karena penjelasan cara merajut itu gampang sekali. Saya yang tadinya gagap merajut, jadi bisa menghasilkan bros bunga mawar.

3. Febe Andrian


Dari channel Febe Andrian ini, saya akhirnya bisa juga bikin bros model dari Mawar, Kamboja, dan kupu-kupu.

Video yang dishare lumayan banyak. Cara jelasinnya juga mudah, seperti punya Hanni dan Umi Iva. Itu lah kenapa saya memilih ketiga channel Youtube ini masuk dalam list Youtuber favorit.  

4. Dewi Hughes Hypnotherapy

Kenal kan sama Dewi Hughes, artis yang bertubuh subur dulunya? Iya dulunya. Karena sekarang tubunya melangsiiing. Dengan Diet Kenyang yang dianutnya, Hughes bisa turun 90 kg dalam waktu 18 bulan. Salah satu yang dilakukannya adalah perbanyak minum air putih. 

Menurut Hughes, air putih itu murni, nur dari Tuhan. Dia pun beranggapan bahwa makanan dan minuman yang masuk ke badan kita jadi obat. Bahkan diajakin bicara, mengucap syukur atas RahmatNYa dengan menikmati makanan itu. 

Saat ini kesibukan Dewi Hughes adalah menjadi ahli hypnotherapy dengan membuka kelas workshop di berbagai kota.    

5. Dapur Mamaku


Channel Youtube yang isinya share resep masakan, dari roti manis, dessert yang disukai anak-anak, masakan rumahan, dan kue kering.

Video tutorial masak bisa diikuti step by step. Dan update nya juga rutin, tiap seminggu sekali. Jadi kalo kalian bingung nggak ada ide mau masak apa, kepoin aja channel Youtube Dapur Mamaku.

Kalo kalian suka mantengin channel Youtube milik siapa? Share yuk, mungkin bisa jadi contekan buat saya kepoin juga. Tulis aja di kolom komentar ya, Sahabat. Wassalamualaikum.  
Reading Time:

Minggu, 25 November 2018

 Social Media Ibarat Pedang Bermata Dua
November 25, 2018 34 Comments

Sosial Media

Assalamualaikum Sahabat.  Sosial Media Ibarat Pedang Bermata Dua. Ada satu sisi yang bikin efek baik. Namun di sisi lain, sosial media juga bisa berefek buruk. Seperti juga hubungan di dunia nyata yang memiliki dua sisi dengan keburukan dan kelebihannya masing-masing.

Terlebih saat ini hampir semua orang memiliki akun dari beberapa sosial media. Masing-masing sosial media ini memiliki fungsi yang berbeda-beda.

Kalo kamu pengen berbagi video, bisa memilih Youtube. Yang suka chatting dengan koneksi internet lebih cepat dan langsung, bisa memilih Whatsapp. Bagi kamu yang senang motret dan share foto bisa menggunakan Instagram. Yang suka share dengan lebih banyak follower bisa memilih Twitter. Atau ingin punya teman dari satu minat yang sama dan lebih spesifik, bisa menggunakan Linkedin.

Dan saya menggunakan semua sosial media di atas karena sama menariknya. Dan masing-masing memiliki keunikan serta fungsi yang saya butuhkan secara beragam.

Manfaat Positif dari Sosial Media

Seperti yang sudah saya tulis di atas, sosial media itu ibarat pedang bermata dua. Satu sisi bisa memberikan manfaat yang positif. Namun di sisi lain juga bisa mengakibatkan efek negatif.

Saya sudah enam tahun memiliki blog www.hidayah-art.com. Namun baru tiga tahun ini saya monetize blog dengan serius. 

Semakin merebaknya pengguna sosial media saat ini, sebagai seorang content creator saya tentunya makin beruntung. Saya bisa share artikel dari blog di beberapa akun sosial media. 

Ngomongin manfaat positif dari sosial media, berikut ini yang udah saya dapatkan :

- Mempromosikan Artikel Blog 

Setiap usai publis artikel di blog, secara otomatis Google+ langsung share ke semua grup yang saya ikuti. Sayangnya saya mendengar kabar bahwa Google + akan segera menutup fasilitasnya. Padahal selama ini dari Google + saya mengikuti update blog milik teman-teman blogger.

Untungnya masih ada Twitter, Facebook, Whatsapp, Instagram, dan Linkedin, yang masih bisa saya gunakan untuk berbagi link artikel dari blog.

Sosial Media

- Stalking Untuk Menambah Wawasan

Saya menggunakan sosial media untuk hal yang positif. Misalnya beberapa bulan ini saya rajin pantengin Youtube karena ingin belajar merajut. Sudah lumayan banyak, bros rajut yang saya hasilkan dari belajar online ini. Kalo bosan, saya bisa melihat tutorial merajut dompet dan tas. Lumayan sih bikin sendiri, jatuhnya lebih murah. Saya juga bisa merasakan kebanggaan menggunakan barang hasil karya sendiri.

Dari sosial media juga saya bisa upgrade seputar hal teknis ngeblog. Belajar infografis, mengenal lebih dekat Google Analityc, SEO, juga konten yang menarik untuk ditulis di blog.

- Nambah Kenalan dan Silaturahmi

Punya akun sosial media itu untuk nambah teman. Dan saya paling suka dengan silaturahmi dunia maya. Ketika satu hari mendapatkan rejeki bisa bertemu dan kopdar dengan teman dari dunia maya, saya merasa beruntung.

Apalagi profil di dunia maya dan di dunia nyata, ternyat sama. Ini dari hasil pengamatan saya setelah bertemu muka langsung dengan teman-teman saya. Yang tak terduga adalah mereka welkam banget menerima saya. Bahkan saya merasa mengenal mereka seperti bertahun-tahun sebelumnya. Ngobrol pun jadi tak ada batas saking udah akrabnya di dunia maya.

Kenalan dari sosial media
Kenal mereka dari sosmed

- Job Dari Teman 

Nah, siapa yang udah merasakan kebahagian seperti yang saya alami? Tiba-tiba ada seorang teman dunia maya dan belum pernah bertemu muka, berbagi kabar gembira.

Rupanya teman blogger ini ingin merekomendasikan saya untuk mendapat job dari digital marketing sebuah brand. Asik dong yaaa, mendapat rejeki tak terduga dari teman. Dan saya selalu menggunakan kesempatan ini secara profesional. Karena saya tak ingin mempermalukan teman yang sudah kasih rekomendasi.

Manfaat Sosial Media

Jangan lupa juga, lakukan pencatatan penghasilan dari kegiatan ngeblog. Tentunya bikin semangat blogging kan kalo tahu seberapa banyak yang duah dihasilkan dari kegiatan menyenangkan ini. 

Silahkan baca : Pentingnya Catatan Keuangan Bagi Pekerja Freelance

Agar tidak terlena juga dengan tawaran job dan blog isinya udah kayak etalase toko, sisipkan juga artikel organik. Tetap semangat sharing artikel yang bermanfaat meski tidak ada yang memberikan job. Mana tahu ada brand atau agency yang stalking blog kamu dan menemukan artikel menarik yang tidak berbayar, hihii. Rejeki lagi kaaan?!

Kalo manfaat positif udah saya tuliskan di atas. Ada juga loh efek buruk dari sosial media. Terlebih bila kamu tidak bisa mengatur perasaan agar tak menjadi baper.

Efek Negatif dari Sosial Media

Namanya juga pedang bermata dua, selain sisi positif ada juga sisi negatifnya. Namun sebagai manusia dewasa semestinya kita bisa mengelolanya agar tidak kena dampak negatif dari sosial media.

Apa aja Efek Negatif Sosial Media? Yuk langsung aja baca lanjutan artikel ini ya, Sahabat.

Efek Negatif Sosial Media :

- Gampang Baper Baca Status Teman

Melihat foto-foto milik teman yang dishare di akun sosial media, bisa loh bikin seseorang baper. Fotonya bagus, lokasinya keren, kepsyennya kece, duhhh jadi ngiri tingkat dewa. 

Seharusnya kamu nggak perlu ngiri saat stalking di timeline sosial media. Rejeki tiap orang memang beda. Jangan jadikan kondisi ini menjadi semangatmu runtuh dan putus asa. Trus menyumbat kebahagiaanmu tak mampu tumbuh. Jangan ya, karena ini bisa menjadi penyakit hati. Mudah iri, patah hati, dan menjadikan lemah hatimu.

- Nyinyir itu Menular 

Sering nggak sih kamu baca status seseorang di timeline sosial media? Nggak di Twitter, Facebook, Instagram, semua  sosial media telah ternodai dengan status nyinyir. 

Dan anehnya, ketika kita membaca status nyinyir ini, seakan mengajak untuk ikut komentar. Bisa komentar pro atau pun kontra dari status tersebut. Trus ujung-ujungnya, kita jadi penasaran dan membaca semua komentar di status tersebut. Hasilnya dada kita ikutan panas membara bagai kuah tomyam *ups. 😁

- Kecanduan dan Lupa Waktu

Beberapa teman di sosial media suka sharing tentang anak-anak yang asik nonton video di channel Youtube. Nggak perlu jauh-jauh sih, karena ponakan saya pun suka banget nonton animasi atau lagu-lagu rancak di Youtube. 

Ntar kalo keinginan mereka tidak dituruti, bakal marah dan efeknya nangis berjam-jam. 

Kita sering lupa, anak sampai keranjingan buka Youtube atau hape, karena meniru apa yang kita lakukan. Ingat nggak saat si kecil berusia 2 tahun, kita mengasuhnya sambil buka hape? 

Kita berdalih, hanya balas pesan di Whatsapp. Namun mana si kecil tahu apa yang kita lakukan? Mereka hanya tahu bahwa ibunya pegang hape untuk mainan. Jadi saat bersama si kecil, tinggalkan hape agar tak tertarik untuk buka notifikasi apapun di hape.

Sebenarnya masih banyak sih efek negatif dari sosial media. Saya pernah menuliskan bahwa sebaiknya kamu bijak saat menggunakan media sosial. Baca yuk dalam artikel ini :


hidayah-art.com
Picture by pexelx

Jadi ya pintar-pintarnya kita pemilik akun untuk mengelola sosial media dengan hal bermanfaat. Buat apa sih ninggalin jejak digital negatif di sosmed yang kita miliki? Ingat, berikan warisan kebaikan untuk anak cucu kita. Warisan kebaikan tentunya tulisan yang bermanfaat untuk pembaca. Setuju kah Sahabat? Wassalamualaikum.
Reading Time:

Kamis, 31 Mei 2018

Oppo F7 Bikin Foto Selfie Makin Cetar Membahana
Mei 31, 20180 Comments
Picture taken by @ikapuspita
Assalamualaikum Sahabat. Oppo F7 Bikin Foto Selfie Makin Cetar Membahana. Ishhh, ini sih bukan sekedar jargon. Coba deh kalian buktikan sendiri segimana cetarnya foto selfie dengan Oppo F7.

Sahabat udah tahu apa belum, kalo Indonesia masuk tiga besar dengan pengguna media social paling aktif di dunia? Bangsa Indonesia khususnya para netizen boleh berbangga hati karena nggak sia-sia mereka ngabisin waktu buat eksis di dunia maya. Hingga mendapatkan prestasi begitu hehe. Wagelaseehhh!
Reading Time: