My Mind - Untaian Kata Untuk Berbagi: Kesehatan Mental
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Mental. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Mental. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Oktober 2023

Memaafkan, Tapi Ada Syaratnya
Oktober 24, 20230 Comments
Assalamualaikum. Pernah nggak kamu ada di posisi kecewa, tersakiti, menjadi korban sebuah kondisi yang tidak seharusnya terjadi, namun ada pihak yang dengan mudahnya meminta maaf? Kata orang memaafkan itu mudah. Tapi saat kamu dalam kondisi seperti yang saya sebutkan di atas, bisa kah kamu mudah memaafkan dan melupakannya?



Kenangan Lama Yang Kembali Muncul

Kembali peristiwa yang sempat melukai hati ini muncul dalam  ingatan saat menulis ini. Saat saya masih menjadi karyawan dan harus melakukan pekerjaan sesuai job deskripsi. Namun kali ini feed back yang saya terima di luar biasanya. Fitnahan, wajah marah, teror, yang saya alami.

Apakah saya shock? Tentu saja. Saya udah bekerja selama kurang lebih 20 tahun saat peristiwa itu terjadi. Saya adalah chief account yang tugasnya membantu auditor dari pihak ketiga saat ada audit rutin. Tugas saya menyiapkan semua materi laporan keuangan dari bukti transaksi penjualan, pembelian, stok barang, piutan dan utang, dan lainnya Termasuk arus uang kas.

Intinya saya ringkas aja ya teman-teman, sebagai perusahaan induk yang memiliki anak cabang di dua daerah yang terletak di luar kota, saya lah yang bertanggung jawab menyimpan semua data utama plus pendukung. Dari data yang dikumpulkan ini udah dilakukan audit secara lengkap dan hasilnya ditemukan adanya sejumlah dana yang tidak jelas kemana hilangnya.

Sebagai pemegang keuangan perusahaan, hanya membaca laporan saja saya tahu nominal yang hilang itu digunakan oleh kepala cabang. Karena yang bersangkutan yang bertanggung jawab menerima dan mengeluarkan uang untuk kebutuhan anak cabang perusahaan di kota X. 

Namun bukannya meminta maaf pada bos kami, si pak Z ini malah ngomporin staf penjualan kantor pusat tempat saya bertugas dengan bermacam omongan nggak jelas. Ya saya katakan nggak jelas karena memang tidak berdasar bukti. 

Loh kok saya bisa tahu omongan tersebut?
Ya tentu saja saya tahu karena ada teman yang menyampaikannya pada saya. 

Nggak berhenti di sini, setiap pagi saat saya memasuki tempat kerja, wajah melengos yang akan menyambut kehadiran saya. Awalnya saya nggak paham mengapa bagian penjualan menampakkan wajah nggak enak? Oh saya langsung introspeksi, siapa tahu kan ya saya ngomong salah satu hari sebelumnya.

Namun ketika setiap hari wajah masam yang saya terima, kesadaran menampar saya. Ada juga informasi dari teman yang kantornya berdekatan dengan bagian penjualan. Klop deh saya pun tahu mengapa saya mendapat hadiah muka masam setiap hari.

Saya bukan lah orang yang takut dengan wajah masam atau ketidaksukaan dari seorang teman atau orang yang berhubungan kerja di kantor. Saya orang yang tidak pernah takut dengan ancaman kalo saya merasa benar. Jadi ya akhirnya saya diamkan sambil menanti keputusan pimpinan perusahaan.

Namun namanya juga saya manusia, tempatnya kekurangan berkumpul. Saya bukan nabi yang mudah memaafkan, apalagi saya tidak salah apapun. Yangg saya lakukan hingga mendapat fitnahan dan muka masam setiap hari gara-gara hasil audit yang saya laporkan ke pimpinan. 

Oiya saya juga mendapat fitnahan, katanya saya memakai uang perusahaan. Saya awalnya hanya tertawa mendengar info ini. Dari mana saya bisa menggunakan uang perusahaan, semua pengeluaran selalu harus mendapat persetujuan dari pimpinan dan diaudit oleh pihak ketiga.

Wah waahh, nampaknya ada yang memutarbalikkan fakta!

"Mbak Wati cerita dong ke bagian penjualan dan orang di bawah kalo yang ketahuan mencuri itu kepala cabang X,"

"Halah buat apa? Laporan audit ya diserahkan ke pimpinan, itu rahasia,"

Jawaban tegas saya ini tentu memang tidak memihak saya. Tapi saya memang nggak boleh membagikan hasil audit ke pihak yang tidak berwenang. Buat apa menjelekkan orang yang udah ketahuan salah, canda saya kala itu.

Yang salah adalah pimpinan kurang cepat merespon laporan saya dan tim auditor. Sehingga hampir dua bulan saya mendapat perlakukan tidak menyenangkan ini. 

Akhirnya saya maju ke pimpinan dan memberi ultimatum agar segera menyelesaikan masalah yang muncul dari hasil audit. Karena saya justru yang mendapat efek nggak enak. Saya sendiri nggak terganggu banget banget karena saya tidak mau memedulikan orang yang salah gara-gara mendapat info nggak jelas. Bukan saya yang mencuri kok malah saya yang kena fitnahan keji?!

Pimpinan pun mulai bersikap tegas. Namun pelaku yang mencuri ini memang pintar ngeles, saya aja gemes. Tapi bukti yang ada tak terbantahkan dan memang harus dipertanggungjawabkan. Akhirnya keputusan sudah ditetapkan, pelaku harus mengganti nominal yang diambil bila tidak ingin dilaporkan ke pihak berwajib.

Sementara bagian penjualan yang setiap pagi menyambut saya dengan wajah masam, tak pernah sedikit pun ucapan meminta maaf. 

Saya hanya tertawa menjumpai kondisi ini. Sejak awal saya mendapat perlakuan tidak adil, sudah saya maafkan semua orang yang melakukannya. Pelaku sebenarnya hanya satu orang, yang lainnya tergerak karena mendapat informasi yang salah. Ketika udah ketahuan kebenarannya, si pelaku udah meminta maaf. Namun yang paling jutek menghadapi saya tetap aja bungkam. 

Kalo teman seruangan saya bilang, dia malu karena salah. Tapi dia juga keras kepala karena tidak mau mengakui kesalahannya dan meminta maaf.



"Biar aja, yang penting aku udah memaafkannya," ucapku santai.

Kalo Ada Luka, Tidak Mungkin Bisa Sembuh Tanpa Bekas

Ya saya memang udah memaafkannya melalui tindakan sehari-hari. Saat dia butuh bantuan, saya akan ringan hati membantunya untuk urusan pekerjaan. Tanpa diminta karena saya adalah chief account yang nggak mau urusan kerja terhambat hanya gara-gara masalah salah paham yang nggak ada hubungannya dengan kerjaan kami berdua.

Ada seorang teman yang juga sesama chief account di perusahaan kami cuma beda lini produk, mengucapkan satu ide yang saya setujui.

Ceritanya teman (sebut saja Mei) di penjualan ini akan melahirkan. Saya dan teman sesama chief account ini mengajak untuk memberikan sumbangan dengan nominal lebih banyak dibanding yang lain. Di tempat kami kerja, urusan nominal sumbangan biasanya transparan. Kami akan menyebutkan sejumlah uang yang akan menjadi nilai sumbangan. Semua akan menyumbang dengan nominal sama, kecuali yang sedang tidak memiliki uang, boleh deh dikurangi.

Eh bener loh, waktu si Mei ini kembali masuk setelah cuti melahirkan, sekapnya berubah banget. Udah ramah, banyak tawa, dan menyapa saya dengan renyah kayak keripik kacang. Hahaha.

Teman sesama chief account bilang sebelumnya,"Orang seperti itu kalah dengan nilai uang yang kita berikan untuk sumbangan. Kita lihat aja nanti gimana setelah dia masuk kerja,"

Ohhh sungguh saya tidak menyangka sebegitu kecilnya nilai si Mei ini di mata saya dan teman saya. 

Dia tidak tahu bahwa ada luka yang akan selalu membekas di lubuk hati saya, karena selama kurang lebih dua bulanan itu jutek perlakuannya pada saya. Gampang marah, uring-uringan, yang berimbas ke semua orang di lingkungan kerja. Memang orangnya temperamental banget dan kami temannya malas mengingatkan saat kondisinya seperti itu.

Sejak peristiwa yang menyakiti hati saya, ada rasa enggak berakrab ria dengannya. Mungkin itu sikap defensif yang saya pasang agar tidak lagi terlukai. Oh iya saya pernah menuliskannya agar kesehatan mental saya terjaga.


Urusan memaafkan memang sudah saya lakukan meski tanpa diminta. Namun ada syaratnya, saya malas bergaul lebih dekat seperti sebelumnya. Ini juga menyangkut kesehatan mental saya agar tetap terjaga. Demikian cerita saya ketika ada teman yang melukai tanpa meminta maaf. Saya maafkan, tapi... Wassalamualaikum.




#YukNgeblogLagi
#NgeblogAsyikBarengKEB
Reading Time:

Senin, 23 Oktober 2023

Saya Menulis Untuk Menjaga Kesehatan Mental
Oktober 23, 2023 7 Comments
Assalamualaikum Sahabat. Hingga usia yang ke-55 bulan Juli kemarin, saya sangat bersyukur diberikan kesehatan. Nggak hanya sehat fisik, tapi juga sehat mental. Eh dari mana tahu kalo kesehatan mental saya baik baik aja? Kalo fisik sehat terlihat dari cek fisiknya di klinik kesehatan. Nah kalo mental, dari mana bisa tahu?



Kena mental loe!

Kata-kata yang akhir-akhir ini sering terdengar pada anak remaja zaman sekarang, untuk membully maupun melemahkan lawan bicara. Namun hal ini sepertinya sudah menjadi trend di kalangan remaja sekarang. Menurut saya kebiasaan yang nggak asik seperti ini jangan dijadikan trend.

Banyak kejadian sekarang, anak remaja membully teman sekelasnya. Si anak yang dibully kena mental. Bahkan ada yang sampai bunuh diri seperti yang diberitakan di portal berita. Sedih banget gak sih saat membaca berita seperti ini?!

Kesehatan Mental Penting Menjadi Modal Menghadapi Ujian Kehidupan

Sejak pandemi kondisi kesehatan mental lebih jadi perhatian banyak kalangan. Peristiwa merebaknya virus yang merenggut nyawa orang terdekat, dari keluarga, tetangga, atau sahabat, telah mengikis hati banyak orang. 

Saya dan suami
partner sehati sejiwa ❤️

Saya masih ingat saat pandemi bulan Juni 2021, setiap mendengar petugas masjid lewat pengeras suara mengabarkan berita selalu bikin jantung berdegup kencang. Siapa yang meninggal, apakah saya kenal, anak siapa, orang tua siapa? Begitu yang selalu terjadi dan itu tiap hari.  Bahkan sehari bisa terdengar pengumuman dukacita sampai 2 kali.


Mendengar kabar duka setiap hari karena virus yang baru dikenal bisa membuat mental lemah. Karena tidak semua orang memiliki kesehatan mental yang baik, dan efeknya mengakibatkan fisik ikutan drop. Dari perbincangan saat pandemi, banyak orang yang sebelumnya sehat akhirnya kondisi kesehatannya menurun karena mentalnya tidak siap menghadapi kondisi saat itu. Di sini lah pentingnya kita memiliki kesehatan mental.

Kesehatan mental sendiri merupakan keadaan sejahtera mental yang memungkinkan seseorang mengatasi tekanan hidup, menyadari kemampuannya, belajar dengan baik dan bekerja dengan baik, serta berkontribusi pada komunitas atau lingkungan tempat dirinya tinggal.


Kesehatan mental itu merupakan hak asasi manusia yang paling mendasar seperti juga kebutuhan pangan dan sandang. Kesehatan mental itu merupakan bagian daraai kesehatan dan kesejahteraan setiap individu dan kolektif setiap orang untuk mengambil keputusan, membangun hubungan, dan menjadi bagian dari dunia tempat dia tinggal. Ini penting karena berhubungan dengan pengembangan pribadi, komunitas, dan sosial ekonomi.


Kesehatan mental seseorang itu dipengaruhi oleh peristiwa dalam kehidupan yang meninggalkan dampak yang besar pada kepribadian dan perilakunya. Peristiwa-peristiwa tersebut dapat berupa kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan anak, atau stres berat jangka panjang karena alasan tertentu.


Seorang pakar psikiatri bahkan memberikan himbauan agar mulai peduli dengan orang yang tinggal dekat dengan kita. Bisa orang dalam keluarga, tetangga sekitar, maupun kerabat yang tergabung dalam satu kelompok. Info dari beliau ini kadang tidak mampu kita lakukan karena kesibukan, terbatasnya waktu, maupun sifat mengasingkan diri seseorang yang tidak kita sadari.


Namun beliau juga memberikan beberapa ciri khas seseorang yang mulai terganggu kesehatan mentalnya. Ada orang yang menarik diri dari pergaulan dan lingkungan sosial. Perubahan suasana hati seperti mood yang gampang berubah secara mendadak, kadang marah, kadang baik sendiri. Atau bisa juga orang yang terlihat lelah dan nampak kurang semangat, adanya gangguan tidur, dan kekhawatiran yang berlebihan.

Perempuan Butuh Bicara Lebih Banyak Dari Pria

Adakah yang tahu bahwa perempuan itu butuh mengucapkan 20 ribu kata setiap harinya? Banyak yang menuduh perempuan itu cerewet. Bisa jadi malah cap buruk disematkan pada mereka yang bawel dan nggak mau diam sebentar.

Perlu diketahui perempuan identik dengan banyak ngomong karena memiliki protein berbicara yang lebih di dalam otaknya.FOXP2 adalah nama protein yang ada dalam otak kita. Sebuah penelitian yang dilakukan University of Maryland School of Medicine menemukan bahwa perempuan memiliki FOXP2 lebih banyak dibanding pria.

Wanita identik dengan cerewet dan bawel. Hal ini juga disebabkan tebalnya corpus collosum, yang membuat wanita memiliki komunikasi sebanyak 20.000 kata per hari. Wajar saja jika wanita lebih cerewet ketimbang laki-laki. Bagaimana dengan wanita pendiam? Ia memiliki 16.000 kata per hari, meski tidak dalam bentuk ucapan, melainkan tercurah lewat pikiran, perilaku, termasuk lewat tulisan.

Kalo saya melihat beberapa perempuan di lingkungan saya, ada yang super cerewet, cerewet, namun ada pula yang pendiam. Biasanya mereka yang pendiam karena kebiasaan di rumah, merasa menjadi orang yang diam akan lebih baik karena itu tandanya mengalah. Bayangkan aja dua perempuan memiliki tingkat kebawelan sama dan berdebat. Orang yang ada di sekelilingnya pasti akan merasa terganggu karena keberisikan keduanya.

Sementara ada tetangga yang pendiam karena memang dia tidak suka banyak ngomong. Suaranya lembut hingga orang yang mendengar mesti mendekat. Namun setiap orang yang kenal akan merasa tenang.

Sayangnya ada beberapa perempuan yang pendiam ini karena tidak berani bersuara. Dia merasa perkataanya akan menjadi bumerang. Biasanya karena kondisinya lemah dan ada di bawah ancaman atau tekanan dari lawan bicaranya. 

Ini lah yang akan menyebabkan kesehatan mentalnya terganggu bila terjadi dalam jangka waktu lama. Dia tak memiliki keberanian mengutarakan isi hatinya bahkan ketakutannya akan sesuatu. Dia merasa sendiri, tidak ada orang yang peduli padanya. Karena sebenarnya juga disebabkan kesalahan pada dirinya yang menarik diri dari pergaulan di lingkungannya, tempat dia bisa mendapatkan perhatian.

Ada banyak kisah sedih seorang istri dan ibu yang melakukan tindakan menyakiti dirinya dan bahkan anaknya karena ingin menghilang dari dunia. Dia lupa bahwa tugasnya sebagai ibu adalah menjadi pelindung bagi anak-anaknya. Namun tekanan mental yang terus diterimanya tak mampu dihadapinya.

Menulis Untuk Menjaga Kesehatan Mental



Saya udah menyukai kegiatan menulis sejak usia sekolah menengah. Bahkan saya beberapa kali merasakan manisnya honor tulisan yang dimuat di media cetak saat menjadi pelajar SMA. Dan itu masih berlanjut saat mahasiswa. Ada tiga tulisan saya yang dimuat di Majalah MODE. Ada kah yang ingat majalah ini? Bisa jadi kalian sepantaran dengan saya, hahahaa.

Selain keuntungan mendapatkan honor dari menulis, mengetahui kabar tulisan kita dimuat di media itu bikin hati bahagia. Ada perasaan haru, nggak percaya, namun juga bangga dengan pencapaian tersebut.

Dan begitu ada karya tulisan saya yang dimuat di media, mampu membangkitkan rasa percaya diri. Saya merasa memiliki kemampuan  yang tidak dimiliki oleh semua remaja kala itu.

Makin bertambahnya usia, saat kompetisi penulisan makin ketat, saya mulai melirik blog. Media yang bisa kita buat sendiri, dari penulisan artikel, editing, hingga penayangannya, terserah kita sebagai pemilik blog.

Di sini saya nggak akan menuliskan manfaat menulis (dengan media blog) dari segi penghasilan. Justru saya ingin menuliskan bahagianya bisa menulis suka-suka saya, meski tetap berusaha bisa menjadi manfaat bagi pembaca blog ini. Hal yang paling membahagiakan bila ada orang yang menanggapi dengan baik, bisa di kolom komentar maupun via email.

Saya bahagia bisa menuliskan isi hati dan pikiran meski tetap dalam koridor aman untuk diri sendiri dan keluarga. Menulis kegiatan kita saat bersama teman, keluarga, atau kerabat, membantu mengurangi stres.

Bahkan menurut penelitian, menulis bisa memperbaiki fungsi kognitif yang ada kaitannya dengan penuaan. Menulis itu mampu meningkatkan kemampuan memori dan memperbaiki konsentrasi.

Seorang ahli berpendapat menulis dapat membantu mengatasi trauma. Seperti pandemi yang telah mengganggu kesehatan mental banyak orang, karena semua kalangan bisa mengalami penularan virus yang tak kasat mata. Saya menuliskan kegalauan hati dengan lebih banyak menulis meski ada yang tidak saya tayangkan.

Menurut saya menulis ternyata telah memberikan banyak manfaat positif bagi diri saya dalam menjaga kesehatan mental. Sehingga saat pandemi saya merasa kuat meski gelombang kesedihan menerpa hati setiap hari. Bisa jadi kekuatan mental saya terasah sejak remaja karena kebiasaan menulis yang saya lakukan. 

Saya juga bukan orang yang gampang baperan. Dan ini merupakan didikan ayah saya yang diteruskan oleh suami. Alhamdulillah saya dikelilingi oleh orang-orang baik sepanjang perjalanan hidup ini. Terima kasih udah membaca blog saya dan menjadi bagian yang mendukung kesehatan mental saya tetap kuat. Wassalamualaikum.





Sumber materi :
- Desiminasi Info Kesehatan Dinkes Kota Semarang
- https://nationalgeographic.grid.id/read/13299276/alasan-wanita-lebih-banyak-bicara-dibanding-pria

#YukNgeblogLagi
#NgeblogAsyikBarengKEB
Reading Time:

Rabu, 12 Juli 2023

Pentingnya Kesehatan Mental Anak Dengan Training Motivasi
Juli 12, 2023 6 Comments
Assalamualaikum. Apa kabar semuanya, semoga kalian dalam keadaan sehat dan bahagia ya. Saat ini anak-anak saya sudah dewasa semua, yang satu udah kerja dan ada rencana akan menikah tahun depan. Sementara adiknya saat ini tengah mengerjakan skripsi dan rencana semester berikutnya bisa sidang. Dia udah janji sebisa mungkin lulus tahun ini meski wisudanya tetap tahun depan. Nah agar semuanya lancar, kesehatan anak-anak penting dijaga dengan asupan nutrisi yang tepat.




Kalo mengingat perjalanan anak-anak saya sejak kecil hingga sekarang, fokus saya tidak hanya kesehatan fisik namun juga kesehatan mental mereka. Pendampingan yang saya dan suami lakukan sejak awal, mampu mendeteksi masalah yang muncul.

Seperti yang dialami si bungsu saat kelas 5 SD di salah satu sekolah negeri di Pedurungan Semarang. Dia mengalami bullying yang dilakukan oleh guru wali kelasnya. Ada dua lagi temannya yang ngalami hal sama, mungkin lebih kalo mendengar curhatan orang tua murid yang ingin menghadap kepala sekolah. Namun karena saya udah maju duluan, mereka menghentikan niat tersebut.

Saya pernah menuliskan pengalaman mendampingi si bungsu menghadapi bullying di sekolah. Silakan baca :

Bullying Penyebab Munculnya Masalah Kesehatan Mental 

Dampak bullying yang dibiarkan saja bisa mengganggu kesehatan mental anak-anak. Terlebih bila orang tua dan orang dewasa yang ada di dekat korban kurang paham dengan kejadian tersebut. 

Dampak buruk bullying bisa menyebabkan anak tumbuh menjadi pribadi yang tidak percaya diri. Anak bisa mengalami gangguan kecemasan bahkan bisa memicu keinginan bunuh diri. Naudzubillah min dzalik, jangan sampai terjadi.

Di sini lah pentingnya perhatian orang tua atau orang dewasa yang ada di sekitarnya, saat anak-anak mengalami bullying. Karena banyak orang tua yag menganggap remeh bullying, apalagi kalo bentuknya verbal karena tidak terlihat secara jelas lukanya. 

Beberapa jenis gangguan kesehatan mental pada anak-anak atau remaja yang sering terjadi adalah :
  • Gangguan kecemasan bila verbal bullying terjadi pada usia 10-14 tahun, dan tidak ditangani dengan tepat bakal memburuk pada usia dewasa.
  • Tekanan dari lingkungan bisa mengakibatkan stres yang menambah masalah baru
  • Depresi akibat stres yang berkepanjangan dan tidak ditangani secepatnya
  • Gangguan emosi ditandai dengan sikap gampang marah berlebihan.
  • Gangguan perilaku yang bikin seseorang sulit fokus pada satu hal tertentu.
Gangguan tersebut bila tidak ditangani secara serius bisa menyebabkan masalah baru, bisa jadi memicu sakit fisik. Seperti sakit kepala, mual, sakit perut, dan asam lambung. Bahkan bisa menjadi juga mempengaruhi prestasi di sekolah.

Agar bullying tidak mengakibatkan dampak negatif, orang tua khususnya memiliki tanggung jawab ngebantu anak-anak tetap sehat mentalnya. Ada beberapa cara mengatasi gangguan mental pada anak-anak ataupun remaja. Berikut ini caranya :

- Mengekspresikan Diri
Mengatasi gangguan kesehatan mental yang terbaik dengan mengekspresikan diri. Bisa dengan menulis diary, melukis, melakukan kegiatan yang menyenangkan.

- Self Love
Saat bangun tidur, ajak anak-anak bersyukur diberikan kesehatan bisa memulai pagi dengan tubuh sehat. Ajarkan anak-anak untuk lebih mencintai diri sendiri dengan banyak bersyukur. 

- Fokus Pada Diri Sendiri
Ini cara lanjutan dari mencintai diri sendiri atau self love, fokus pada diri sendiri. Kurangi kepedulian pada orang lain secara berlebihan. Terutama perhatian yang menumbuhkan rasa iri karena kelebihan teman atau orang lain. Rasa iri bisa memicu munculnya rasa tidak percaya diri. Fokus pada diri sendiri dengan lebih perhatian pada kemampuan kita untuk berkarya.

- Memulai Gaya Hidup Sehat
Gaya hidup sehat akan membuat kita mampu berpikir secara positif. Efeknya tentu saja bikin kita mampu melakukan rutinitas harian lebih baik. SEbagai orang tua, ajak anak rutin olah raga, memberikan nutrisi makanan yang sehat, dan biasakan tidur lebih awal.

Ikut Training Motivasi di SMP

Saat si bungsu mengalami verbal bullying di sekolah dasar, saya udah memutuskan satu hal. Dia akan kami sekolahkan di sekolah swasta yang tidak memilah dan memilih perhatian pada muridnya. Semua murid setara, tanpa memandang jabatan orang tuanya, kaya atau tidak, pokoknya sama.

Jadi saya senang saat awal masuk ada bimbingan dari psikolog dengan melakukan wawancara orang tua dan calon siswa. Di sini saya bisa curhat pada orang yang ahli dengan lancar tanpa hambatan. Anak saya pun bisa ngobrol santai mencurahkan isi hatinya terkait masalah saat sekolah dasar dulu.

Dan saya pun senang saat tahu kalo anak kelas VII atau murid baru bakal ikut ESQ Training dengan motivator terkenal. Meski training nantinya hanya dipegang asisten sang motivator, ya nggak masalah. Yang penting si bungsu bakal mendapatkan pendidikan emosional dan spiritual yang tepat dan efektif.

Tahu kan kalo KESUKSESAN HIDUP seseorang itu 80% ditentukan oleh kecerdasan emosional (EQ) dan spiritual (SQ). Sedang kecerdasan intelektual (IQ) yang selama ini dikembangkan lewat sekolah formal hanya berperang sebanyak 20%.

Sayangnya karena trainging ini tergolong kegiatan yang privat, orang tua murid tidak diperkenankan mengikutinya. Guru aja yang bisa masuk hanya yang terpilih membantu. Yang tidak terpilih juga gak diperkenankan masuk ruangan training. 

Setelah 3 hati training, anak saya bercerita bahwa trainingnya menyenangkan. Ada sesi curhat juga katanya, hahahaa. Enggak tahu deh dia curhat apa saat itu. Yang pasti terlihat dari foto setelah acara, anak-anak nampak ceria.

Training ESQ SMP
Si bungsu duduk jongkok
di ujung paling kiri


Dari trainer yang saya tanya, kebanyakan siswa putra susah nangis saat dibacakan cerita inspirasi yang mengharukan. Beda dengan siswa putri yang kebanyakan nangis sampai emosinya terlepas. 

Saya bersyukur di sekolah SMP si bungsu ada ESQ Training, karena terlihat banget perbedaannya dalam perkembangan emosinya. Terutama dia jadi lebih percaya diri, berani tampil memberikan presentasi saat ada pameran di sekolah. Bahkan dia terpilih mewakili sekolah ikut lomba desain graphis di sekolah lain dan membawa piala juara ketiga. 

Alhamdulillah sekarang si bungsu udah jadi mahasiswa semester 8 yang tengah mengerjakan skripsi. Udah bisa nyari duit dengan ketrampilannya desain, sesuai jurusannya di DKV di salah satu universitas swasta di kota kami. 

Kejadian bullying yang dialami si bungsu udah belasan tahun berlalu. Kami udah mengikhlaskan semuanya, bahkan memaafkan sang wali kelas. Si bungsu bahkan udah pernah bertemu gurunya itu. Si bungsu tetap menghormati sang guru, biar lah waktu yang berlalu yang menghapus kenangan buruk.

Bagi saya sekeluarga, kesehatan anak terutama mentalnya lebih penting dibanding urusan masa lalu. Masa lalu sebagai pelajaran, masa kini menjadi proses ikhtiar, menyambut masa depan yang lebih baik. Saat ini kami memilih healing ketika udah butuh rehat dari kesibukan. Seperti yang dituliskan oleh Dokter Spesialis Anak yang tinggal di Kota Surabaya tentang healing saat camping. Libur sejenak dengan bermain di alam bersama keluarga dan kerabat. Wassalamualaikum.
Reading Time:

Sabtu, 25 Februari 2023

Ketika Tangguh Tidak Cukup, Bangun Kekuatan Mental, Begini Caranya!
Februari 25, 20230 Comments

Kesehatan Mental Untuk Menjadikan Kamu Tangguh

Kekuatan Mental

Assalamualaikum Sahabat. Dunia ini keras, tempat orang yang tangguh menjalani hidup tanpa ampun. Sederet  kata yang mendadak  muncul di pikiran saya, ketika di grup WA ada yang mendadak pamit keluar. Alasannya karena dia merasa ditinggalkan oleh kami. 

Huhuue, sedih juga karena teman kami satu ini memang mudah baper. Beberapa kali pernah kejadian dia merasa nggak diajak, meski sebenarnya udah ada info sebelumnya. 

Ada orang-orang yang susah dipahami ketika dia ingin menjauh. Jadi ya biarkan saja agar kesehatan mentalnya terjaga. Saat ini tuh tetap tangguh menghadapi masalah kehidupan penting banget.  Tidak semua orang memiliki mental yang tangguh. Kesehatan mental menjadi prioritas agar kamu menjadi pribadi tangguh.


Pandemi telah mengikis kekuatan mental, melihat banyak kenalan bahkan kerabat menjadi korban virus covid yang lalu. Rasa kecewa menghadapi kekalahan, kehilangan, dan kepedihan, nggak bisa dihapus dengan sekali tepuk. 

Namun manusia diciptakan menjadi makhluk yang tangguh untuk berjuang menghadapi masalah kehidupan. Mental yang kuat pula yang mampu mendampingi fisik yang tangguh, berjuang bersama saling mendukung.

Apa Yang Dimaksud Dengan Kekuatan Mental?

Kekuatan mental adalah keterampilan kognitif dan emosional yang digunakan untuk membingkai ulang pikiran negatif dan keadaan buruk. Menjadi pribadi yang kuat mentalnya akan mampu melawan pengaruh internal dan eksternal. Kepercayaan diri lebih berkembang dan membantu kita mewujudkan psikis yang sehat.

Memiliki mental tangguh tidak lantas bikin kita dilarang mengeluh, menangis ataupun mencurahkan kegalauan. Wajar ya namanya manusia kadang bisa ngalami mental lemah karena keadaan yang menekan. Kondisi kesehatan, stres di tempat kerja dan jalan raya, pasti akan mempengaruhi mental kita.

Sama hal nya dengan kesehatan fisik untuk membangun kekuatan mental yang tangguh. Kesehatan mental terbangun karena adanya kekuatan pertahanan mental kita. Ketangguhan mental yang kita miliki bisa membantu menghadapi tekanan yang datang, menghilangkan gangguan atau efek buruk dari dalam diri. 

Contohnya ketika kita tengah melakukan presentasi di hadapan pimpinan, salah seorang teman kerja menyanggah, menunjukkan kekurangan strategi kita. Bukannya kita melemah atau sedih, jangan yaa. Persiapan presentasi bisa digunakan untuk menemukan hal seperti ini. Sehingga kita nggak takut dengan sanggahan yang datang dari teman kerja yang ingin menunjukkan kelemahan kita. Di sini lah kekuatan mental yang tangguh sangat membantu kita untuk berani memberikan alternatif C atau D dari pilihan utama A.

Namun jangan ragu juga untuk meminta dukungan dari teman kerja yang selama ini selalu berbagi tugas dalam satu divisi. 

Manfaat Mengembangkan Kekuatan Mental 

Kekuatan mental membantu kita melawan ketakutan dan kecemasan. Saat kita membangun kekuatan mental, kita lebih mampu membingkai ulang kecemasan dan mendengar apa yang ingin disampaikannya kepada kita. 

Hempaskan Stress

Kekuatan mental juga memengaruhi kita dengan cara penting lainnya. Di sini saya tuliskan 5 manfaat mengembangkan kekuatan mental :

1. Lebih sedikit stres

Saat kuat secara mental, kita tidak terlalu tertekan oleh hal-hal yang terjadi dalam hidup, entah masalah besar atau kecil. Kita  melihat kesulitan sebagai kesempatan untuk tumbuh. Bahkan ketika hal-hal besar terjadi, kita dapat membingkai ulang dan percaya bahwa kita akan melewatinya. Terlebih sebelumnya juga kita udah pernah mengalami masalah yang lebih besar.

Mengelola stres merupakan salah satu cara efektif agar kita sehat secara fisik dan mental. Tingkat stres yang rendah tentunya akan menjauhkan kita dari resiko depresi, kecemasan berlebih, dan kondisi kesehatan fisik lainnya. 

2. Motivasi

Kekuatan mental yang buruk menyedot energi dan motivasi. Kita merasa seperti apa pun yang dicoba lakukan, hal-hal buruk terjadi dan tidak ada yang berhasil.

Sebaliknya, orang yang bermental kuat memiliki internal locus of control yang tinggi. Itu berarti bahwa mereka percaya bahwa mereka memiliki kendali atas keadaan mereka. Rasa kontrol itu memotivasi mereka untuk terus berusaha, berkembang, dan mencari solusi. Orang yang tangguh tidak mudah menyerah.

Kekuatan mental juga membawa disiplin dan motivasi intrinsik yang diperlukan untuk mencegah penundaan. Orang yang tangguh secara mental memiliki waktu yang lebih mudah untuk memulai dan menyelesaikan tugas.

3. Kebijaksanaan

Bagian dari menjadi sukses dalam hidup adalah mengetahui apa yang harus didengarkan dan apa yang tidak boleh didengarkan. Sangat mudah untuk terlempar oleh kritik internal dan eksternal. Ketika kamu sedang mengembangkan ketangguhan mental, tetap lah fokus pada tujuan. Jangan biarkan pendapat orang mempengaruhi kamu. Bijaksana bersikap ini penting untuk membangun ketangguhan mental.

Kebijaksanaan juga merupakan kunci untuk mengembangkan kesadaran diri,  yang bermanfaat untuk mengatur emosi. Emosi negatif yang muncul bukan masalah bila kamu bisa menyikapi dengan bijaksana. 

4. Keberanian

Ketika kita merasa kuat secara mental, kita tidak terlalu takut gagal. Bahkan jika kita khawatir tentang kemungkinan hasilnya, lebih mudah bagi kita untuk beralih ke mode pemecahan masalah. Keyakinan diri yang lebih tinggi, kita merasa lebih yakin dengan kemampuan untuk mencari solusi. Lebih penting lagi, kita merasa yakin bakal mampu kuat dan selamat dari skenario terburuk (jika itu benar-benar terjadi).

5. Kemampuan beradaptasi

Mengembangkan kemampuan kita untuk mencari solusi membuat kita lebih gesit dan mudah beradaptasi. Jadi kita hanya butuh waktu yang nggak banyak untuk memikirkan apa yang tidak berjalan dengan baik. Yang nantinya kita bisa lebih banyak fokus pada bagaimana cara mencapai hasil yang diinginkan.


Nah untuk memiliki kekuatan mental dimulai dari kesehatan mental tentunya. Seperti di awal yang udah saya sebutkan, kalo mental sedang melemah, nggak perlu panik. Menyingkir dari orang atau hal yang menjadi penyebab mental lemah adalah pilihan tepat. 

Jalan terbaik adalah menemui orang yang ahli, konsultasi psikiater bisa jadi rekomendasi bila mental melemah. Kadang kita butuh dukungan dari orang yang ahli di bidangnya. Coba baca cerita pengalaman Inez dalah salah satu artikelnya di blog personalnya. Namun sebelumnya tentu harus cek kesehatan mental juga untuk memutuskan solusi terbaik bagi diri kamu. Wassalamualaikum.
Reading Time:

Sabtu, 18 Februari 2023

Jangan Lengah! Ada Yang Menginginkan Suamimu
Februari 18, 2023 9 Comments

Tips Saat Menemukan Bukti Pasangan Berselingkuh

Tips Saat Tahu Pasangan Berselingkuh

Assalamualaikum. Wah judul macam apa itu? Sama suami masa nggak percaya? Boleh aja kok percaya, dan memang harus percaya pada suami. Tapi nggak salah juga waspada karena makin kesini keadaan dunia pernikahan memang makin banyak godaan. Makin banyak hubungan romantis terjalin di luar jalur pernikahan sah. Jadi ya wajar aja kalo seorang istri mesti waspada bila pasangannya memunculkan sikap berbeda.

Dari kejadian teman karib saya, teman suami, dan seorang teman jauh, mereka kabarnya tengah mengalami keterpurukan karena perpecahan rumah tangga. Ada juga sahabat saya yang udah menemukan solusinya tapi berbulan lalu dia pun mengalami hal sama. Tingkat pedenya luluh lantak gara-gara menemukan bukti perselingkuhan suaminya. Keceriaannya seakan dihempaskan seketika dan menjadikannya pribadi yang pendiam dan murung.

Suami yang semula baik-baik aja, seorang ayah yang perhatian pada anak-anaknya, pasangan hidup yang nyaris sempurna, mendadak jadi orang asing di rumah sendiri. Mendadak bergegas keluar rumah, entah di teras belakang atau di kamar mandi sambil bawa ponsel. Mencurigakan banget kan, mesti awalnya nggak ada pikiran aneh-aneh. Tapi karena semakin sering melakukan hal seperti ini, istrinya atau sahabat saya ini jadi tumbuh juga curiganya. 

Jaga Kesehatan Mental Bila Menemukan Kecurigaan Suami Mulai Selingkuh

Biasanya awal menemukan suaminya dicurigai seligkuh, ada penolakan dalam diri. Nggak mungkin suami selingkuh, paling si perempuan itu yang kegatelan. Dan masih banyak penolakan lain yang tidak ingin diakuinya. 

Tak mudah menghadapi kenyataan perselingkuhan suami kamu. Biasanya kejadian ini akan mengganggu kesehatan mental kamu. Dari obrolan panjang dengan teman dekat saya yang suaminya akhirnya memilih bercerai dan menikahi selingkuhannya, sangat menyedihkan. Teman saya sempat terpuruk karena selingkuhan suaminya adalah sekretari di tempat kerja yang dulunya juga teman mereka. 

Keinginan melabrak selingkuhan suaminya sangat tinggi. Namun ada keluarga yang menjaganya saat itu hingga dia tidak melakukannya. Teman saya akhirnya melayangkan gugatan cerai karena tidak ingin larut dalam kesedihan terlalu lama. Dia tidak mau kedua anaknya menyaksikan pertengkaran orang tuanya tiap kali bapaknya pulang ke rumah. 

Ahhh saya ikutan nangis saat mendengar curhat teman saya tanpa bisa membantu banyak. Ya, saya hanya jadi pendengar. Namun katanya kemudian, beberapa tahun setelah peristiwa tersebut, teman saya mengakui curhatnya dulu sangat melegakan. Karena tanggapan saya mampu meredamkan emosinya.

Tips Ketika Menemukan Bukti Perselingkuhan :

- Hindari Mengambil Kesimpulan

Bukti perselingkuhan

Saat pertama kali menemukan pesan teks di gawai pasanganmu, atau mendengar kabar perselingkuhannya, jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan. Selidiki terlebih dulu kebenaran kabar tersebut dengan jelas. Jangan hanya mendengar gosip. Yang paling tepat adalah menanyakan langsung pada pasanganmu apapun yang terjadi.

- Curhat Pada Orang Terpercaya

Curhat

Tidak mudah mencurahkan kesedihan pada seseorang, baik itu pihak keluarga atau sahabat. Namun apabila ada orang yang bisa kamu percaya, curhat bisa melegakan. Kadang kalian nggak butuh solusi, hanya butuh didengar. Catatan penting ketika kamu menemukan bukti suami selingkuh, jangan pernah curhat di media sosial.

Namun jangan pernah menjelekkan pasanganmu pada setiap orang, entah temannya atau keluarganya. Bukankah keburukan pasangan adalah aib kita juga?

Kamu juga bisa mendapatkan bantuan dari ahli yang profesional, bisa psikolo atau konselor pernikahan. Ajak pasanganmu untuk menemukan solusi terbaik

- Proses Penerimaan Diri

Sesulit apapun itu, kamu harus belajar menerima semua yang terjadi. Justru kalori kamu terlalu berkutat dengan dengan rasa kecewa, itu hanya akan membuatmu semakin sakit hati dan sulit melupakan. Cobalah untuk berdamai dengan perasaan tersebut dan ambil pelajaran positif dari kejadian ini. 

- Cari Pengalih Perhatian

Saatnya kamu melakukan kegiatan yang bisa menjadi pengalih perhatian dari peristiwa yang menyakitimu. Lakukan hobi yang selama ini luput jadi perhatian, atau tidak sempat kami jalani. Bisa ikut kelas masak/baking, merajut, olahraga, ikut kelas dansa, atau yang lainnya.

- Ajak Bicara Pasanganmu

Redam emosi dan ajak pasangan kamu duduk berdua. Pilih tempat yang sepi, agar tidak ada gangguan saat berbicara. Temukan solusi masalah kamu dan pasanganmu. Namun kamu harus bersikap tegas ketika menyampaikan keinginanmu. Buka fakta kalo kamu udah tahu perselingkuhannya. Di sini kondisi ketegaran kamu bakal diuji, sekuat mungkin usahakan pasang muka datar. 

Bila kamu masih ingin mempertahankan perkawinan, minta waktu jeda sejenak. Jangan ambil keputusan dalam keadaan emosi melingkupi perasaan kamu. 

- Sayangi Dirimu

Mengetahui pasangan selingkuh, dunia serasa runtuh. Namun kamu harus tetap menjaga kesehatan mental, jangan menyalahkan diri terus menerus. Stres menghadapi peristiwa pahit bisa menyebabkan reaksi fisik seperti diare, sulit fokus pada kegiatanmu, malas makan, atau masalah tidur. 

Self Love

Sayangi tubuhmu dengan mengembalikan kesehatan fisik dan mental. Konsumsi makanan sehat, perbanyak buah dan sayuran, olah raga teratur, istirahat atau tidur dengan jadwal teratur, dan bersenang-senang. Sesekali keluar dan ajak sahabat terdekat untuk menghibur diri, bisa makan makanan favorit, nonton film, atau memanjakan diri di spa.

- Putuskan Hubungan

Apabila perselingkuhan pasangan kamu bukan yang pertama kali ini, segera putuskan hubungan. Karena ini ada hubungannya dengan karakter. Orang yang mengulang perselingkuhannya, biasanya ada penyakit mental dalam dirinya. Dia ingin mendapatkan perhatian lawan jenis tanpa peduli dengan kesetiaan pasangannya di rumah.

- Hindari Balas Dendam

Ada kan menemukan perselingkuhan pasangan, lantas ingin membalas dengan melakukan hal sama?! Jangan yaa. Hal ini bakal merugikan diri kamu karena keputusan ini menuruti emosi sesaat. 

- Amankan Keuangan Kamu

Bagi ibu rumah tangga yang tidak memiliki penghasilan, tentunya perselingkuhan suaminya akan menimbulkan masalah keuangan baru. Terutama bila selama ini pasangan kamu cukup perhitungan masalah keuangan keluarga.

Ambil tindakan mengamankan aset tak bergerak, seperti sertifikat rumah atau tanah meski itu atas nama suami. Jangan pernah tinggalkan rumah karena ini akan merugikan kamu dalam jangka panjang nanti. Apabila kamu dan suami memiliki investasi, amankan semua bukti kepemilikan. Beda lagi ya kalo investasi tersebut berbentuk digital dan hanya atas nama suami. 

Ini lah pentingnya perempuan memiliki penghasilan sendiri, untuk menjadi jaring pengaman ketika peristiwa pahit hadir dalam sebuah perkawinan. Ada banyak profesi freelancer yang bisa jadi pilihan kamu meski hanya di rumah.


Bukan Niatan Jadi Pelakor

Pelakor atau perebut lelaki orang, mungkin akan kamu sematkan pada selingkuhan pasanganmu. Namun bisa jadi hal itu bukan kesengajaan. 

pelakor

Ada perselingkuhan yang terjadi karena kondisi. Hubungan yang dekat antara laki-laki dan perempuan karena bertemu setiap hari, bisa menyebabkan hal ini. Setiap saat bertemu karena awalnya alasan pekerjaan bisa jadi penyebab utama. Apalagi kalo masing-masing pihak tidak menjaga diri dari godaan sesaat yang menyesatkan.

Tentang perempuan pelakor yang menjalani hubungan dengan pasanganmu dengan tidak sengaja ini, bisa lebih mudah penyelesaiannya. Dia sendiri mungkin terjebak dalam suasana yang melenakan. Namun ketika dunia nyata dibuka di hadapannya, siapa yang tahu hubungan mereka akan berakhir?!

Namun ketika hubungan tersebut benar-benar serius, hadapi kenyataan. Sudah saatnya kamu memutuskan hubungan dari perkawinan yang menyulitkan. Kamu berhak bahagia meski kehilangan pasangan. 

Alhamdulillah teman saya ada beberapa yang dulunya susah move on karena bercerai, sekarang udah bahagia. Anak-anaknya ada yang udah nikah dan memberikan cucu. Ada yang masih lajang namun udah mandiri, tapi ada juga yang masih kuliah dengan beasiswa. Gusti Allah mboten sare (tidak tidur), ingat aja itu ya sahabat. Wassalamualaikum.

NB.
Berlaku juga untuk pasangan peselingkuh adalah istri.  Saya baru dapat informasi, gara-gara rajin reunian, seorang suami kehilangan istrinya. Jadi tips di atas bisa untuk laki-laki yang mengetahui perselingkuhan sang istri. Meski ada juga yang langsung menceraikan istrinya begitu tahu mereka selingkuh.
Reading Time:

Kamis, 16 Februari 2023

Berdamai Dengan Diri Sendiri, Mengapa Kadang Susah Dilakukan?
Februari 16, 2023 22 Comments

Minta Maaf lah Pada Dirimu, Agar Damai Hidupmu

Minta Maaf

Assalamualaikum Sahabat. Saya pernah terdiam tanpa kata usai shalat witir. Seluruh keluarga udah terlelap dalam tidurnya. Suasana malam yang sunyi tidak saya rasakan. Karena saya terlampau larut dalam perenungan, udah lama gak pernah muhasabah juga. Saat itu saya tanpa sadar air mata membasahi pipi teringat kesalahan pada masa lampau.

Nggak ada yang salah dengan muhasabah yang saya lakukan. Namun saya terlalu larut dalam rasa bersalah yang berujung sedih hingga nangis segala. Beruntung shalat di kamar yang hanya ada saya dan suami. Anak-anak udah tidur di kamar masing-masing. Saat itu si sulung udah kelas VII dan kami masih tinggal di rumah di daerah Pedurungan.

Arti dan Tujuan Muhasabah

Muhasabah itu memang dianjurkan bahkan menurut ustadzah saya, hukumnya wajib. Alasannya adalah kita butuh mengevaluasi semua yang udah dilakukan selama ini. 

Muhasabah

Muhasabah bagi saya sebuah kebutuhan untuk memperbaiki diri. Karena sebagai manusia sudah hal wajar melakukan kesalahan meskipun ada banyak juga kebaikan. Sebenarnya muhasabah akan lebih baik kalo dilakukan setiap hari. Biasanya sebelum tidur, kita bisa melakukan shalat witir untuk menutup malam, bermuhasabah jadi kegiatan rutin. 

Namun kadang saya udah ngantuk duluan, jadi pengennya cepetan naik ke kasur dan tidur. 

Itu lah sebabnya saya lakukan muhasabah dalam waktu tertentu, bisa dua mingguan sekali. Pernah dengan kesibukan ngurus keluarga, ngantor (waktu belum resign tahun 2015), ngurus jualan, eh kelupaan muhasabah. Dua bulan berlalu, nambah lagi, eh tau tau udah masuk bulan kelima dan hati saya terasa sesak.

Yahhh, kehidupan ngurus rumah, keluarga dan pekerjaan itu butuh fisik dan mental yang kuat. Dan kita adalah perempuan yang setrong, nggak menye menye gituu. Tapi tetap ya butuh bersimpuh untuk curhat pada Tuhan. Saat muhasabah adalah momen terintim untuk mencurahkan kelemahan, kekurangan, dan segala kekerdilan yang ada pada diri kita. Namun tetap kok saya juga bersyukur karena masih diberikan kasih sayangNYA.

Muhasabah dalam pandangan saya, hasil dari ngaji dengan beberapa ustadz dan ustadzah, bentuk evaluasi diri. Mulai dari meluruskan niat, memantapkan hati, bertaubat, shalat sunnah penutup malam, agar tidur bisa lelap.

Minta Maaf Demi Kedamaian Hati

Minta maaf pada diri sendiri

Manusia adalah tempatnya salah, nggak mengenal usia maupun waktu. Dari anak-anak, remaja, bahkan udah berumur pun tetap bisa melakukan kesalahan. 

Sejak anak-anak semua orang tua mengajarkan untuk meminta maaf dan memaafkan. Teutama saat lebaran, semua orang saling minta maaf dan memaafkan. 

Namun jarang banget kan yaa orang tua mengajak anak-anaknya untuk minta maaf pada diri sendiri?!

Memaafkan diri sendiri adalah bentuk kekuatan yang nilainya sangat berhaga. Maknanya adalah bentuk kelapangan hati untuk menerima semua hal yang telah terjadi. Seringnya kesalahan, hal buruk, dan beberapa peristiwa buruk yang membayangi hidup kita.

Kalian pernah ngalami saat hari sibuk, pekerjaan numpuk, namun mendadak kesalahan masa lalu melayang-layang dalam pikiran. Perasaan sebal pasti hadir juga dong. Hati jadi nggak karuan, mental tertekan, bahagia pun sirna entah kemana.

Ternyata minta maaf pada diri sendiri sangat susah. Tidak seperti saat kita dengan mudah meminta maaf pada orang lain. Namun ketika rasa bersalah memenuhi rongga hati dan jiwa ikut terbebani, hal terbaik adalah berbicara pada diri sendiri. 

Menjelang tidur, ucapkan kata maaf karena telah melukai diri sendiri dan melupakannya hingga waktu berlalu. Membiasakan muhasabah dengan meminta maaf pada diri sendiri akan membuat hati jadi tenang. Tak ada lagi beban menggayuti karena hati tentram, tak ada lagi bongkah penyesalan. 

Menyesal memang harus agar tak mengulang lagi kesalahan. Namun penyesalan yang menetap bakal bikin kita terpasung kepedihan dan luka. Ucapkan terima kasih pada diri sendiri karena telah menjadi pribadi yang bersabar dalam setiap keadaan.

Berdamai lah dengan diri sendiri, sadari manusia tempatnya alpa. Penerimaan diri ini akan menuntun kita untuk menjadi manusia yang selalu bersyukur dengan setiap kondisi kehidupan. Meyakini bahwa semua kejadian yang lewat adalah bentuk takdir dari Yang Maha Kuasa.

Ingat ya sahabat, bahagia itu kita yang menciptakan. Tidak harus mengunjungi tempat wisata yang kekinian, makan di resto viral, ataupun naik jabatan. Bahagia bisa diciptakan dari hal kecil. Misalnya, bangun dengan kondisi tubuh sehat, mata nggak ngantuk karena tidur nyenyak, adalah bentuk kebahagiaan. Kebayang kan ketika semalaman susah tidur, bangun pagi bakal kliyengan, mata rasanya sepet pengan balik lagi rebahan di kasur atau sofa.

Ahhh muhasabah yang rutin saya lakukan, bikin artikel ini hadir untuk kalian, pembaca blog www.hidayah-art.com. Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca. Mohon maaf bila ada salah kata. Wassalamualaikum.
Reading Time:

Rabu, 17 Agustus 2022

Dengan Hobi, Bisa Yuk Menjaga Kesehatan Mental
Agustus 17, 2022 31 Comments


Assalamualaikum Sahabat. Beberapa waktu lalu ada kabar yang mengejutkan tentang Luly Attasiya. Atau kalian lebih mengenalnya dengan nama Tasyi Athasyia, YouTuber dengan konten genre kuliner. Kabar tentang konflik tersembunyi dengan saudara kembarnya yaitu Tasya Farasya, youtuber dan juga beauty vlogger. 


Keduanya sama-sama memiliki jutaan subscriber. Keduanya sama cantik, sukses, memiliki keluarga yang terlihat rukun, damai, bahagia. Namun nyatanya, tidak seperti yang ada dalam bayangan kalian.


Saat kemarin Tasyi membongkar chat WAG, saya cukup kaget. Dan teringat dua tahun lalu saat keduanya melakukan kolab untuk konten YouTube. Keduanya ngobrol panjang lebar hingga berujung perdebatan. Kalian bisa cari di Google atau konten YouTube mereka yaa.


Intinya melihat perdebatan keduanya, ada kisah masa lalu yang belum selesai saat mereka bertumbuh menjadi perempuan dewasa. 


Jangan Disimpan, Masalah Harus Segera Diselesaikan 


Hubungan saudara itu cukup kompleks karena bisa dipengaruhi dari faktor eksternal. Kalo hubungan kita dengan orang di luar kerabat bisa lebih mudah untuk diputus bila tidak cocok. 


Tidak begitu yang terjadi dengan hubungan kekerabatan. Nggak mungkin dong ya memisahkan hubungan kekerabatan. Suka atau tidak, kita akan terikat hingga maut memisahkan. 


Faktor lainnya misalnya genetika, peristiwa, hubungan antara anak dan orangtua, serta pengalaman di luar keluarga, membuat adanya persaingan antar saudara. Dan bila hal ini tidak ditangani dengan baik bisa memunculkan konflik kelak saat mereka dewasa. Pemicunya kadang sepele namun bisa jadi konflik yang serius.


Ada juga yang menganggap konflik ini bisa mengganggu kesehatan mental yang mengalaminya. 


World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia mendefinisikan kesehatan mental sebagai kemampuan yang dimiliki individu dalam mengelola stres, menjalani aktivitas secara normal dan produktif dan berperan baik dalam suatu komunitas/lingkungan masyarakat. Selain WHO, ada banyak para pakar yang memberikan definisi kesehatan mental.


Menurut Pieper dan Uden, kesehatan mental merupakan kondisi seseorang yang mampu menghadapi persoalan hidup dengan baik, mendapati kebahagiaan dalam menjalani hidup, merasa puas di dalam kehidupan sosial masyarakat dan memiliki perkiraan yang baik dalam menjalankan kehidupan serta mengembangkan diri.


Jadi, kesehatan mental itu berkaitan dengan kesejahteraan atau kebahagiaan individu dan mampu mengatasi berbagai permasalahan dengan baik.


Kesehatan mental seseorang bisa saja membaik namun mendadak muncul ketika dipicu oleh satu kejadian. Dan bisa saja pemicunya faktor eksternal, dari orang yang nggak dikenal namun ingin turut campur urusan kita. 


Apakah Tasyi mengalami masalah hingga membuka chat WAG di sosial medianya? Kita nggak tahu pastinya ya. Sebagai netizen lebih bijak bila tidak berkomentar dengan membully Tasyi maupun Tasya. Keduanya memang butuh orang ketiga yang netral untuk menjernihkan masalah internal. Semoga sih mereka bisa berdamai, rukun, dan bisa kolab lagi seperti sebelum ada masalah yang muncul dan diketahui publik.

Menjalankan Hobi Untuk Menjaga Kesehatan Mental

Sebenarnya setiap orang berhak memiliki hidup yang bahagia. Ada yang bilang bahagia itu diciptakan, jangan dicari. Kita yang bisa menciptakan kebahagiaan untuk diri sendiri. Itu saya setuju banget.


Apakah saya tak pernah mengalami masalah di masa lalu? Pasti ada dong, cuma kan saya menganggap masalah masa lalu alhamdulillah bisa saya anggap close the door. Hanya saya dan Tuhan yang tahu. Dan saya sudah bisa menerima dengan ikhlas. Insyaa Allah ada kebaikan dari peristiwa masa lalu dan menganggapnya sebagai pembelajaran. 


Meski sebenarnya ada proses penyembuhan yang saya lakukan tanpa saya sadari selama masa bertumbuh. Namun beruntungnya saya memilih kegiatan yang positif, seperti memilih hobi yang bermanfaat. Saya juga nggak mau diam dan terus mengingat pengalaman yang tak mengenakkan. Beruntung saya didukung orang tua terutama bapak. Beliau memberikan dukungan dengan menyediakan bahan bacaan, mengijinkan saya ikut kegiatan camping atau lintas alam, kesukaan saya saat masih muda dulu.


Menurut saya dari beberapa artikel tentang konflik masa lalu, ada langkah yang bisa dilakukan. Yang paling penting adalah kenali masalah yang muncul. Bila tak bisa menyembuhkan diri, datang pada yang ahlinya seperti konsultasi pada psikolog. Sekarang bukan hal yang sulit untuk mendapatkan pertolongan pada orang yang ahli. 


Bagi kalian yang ingin hidup dalam kondisi sehat mental dan fisik, bisa loh merawat diri dengan melakukan hobi. Menjaga agar mental kita tetap sehat dengan mencintai diri sendiri. 


Apa aja yang perlu dilakukan? Yuk cek tips nya di bawah ini :



- Olahraga

Olahraga bisa menjadi aktivitas penunjang kesehatan mental. Tak hanya menyehatkan tubuh, olahraga juga bisa merangsang hormon endorfin yang bikin mood jadi bagus. Kalo kalian udah rutin melakukan olah raga, coba deh ingat-ingat, ada perasaan bahagia, bangga, dan energi positif yang muncul. Kita merasa tubuh makin sehat dan bugar. 

Agar semangat melakukannya, pilihlah rutinitas olahraga yang menyenangkan. Misalnya dengan melakukan yoga, jalan kaki, atau lari. Sekarangi ini banyak komunitas olahraga yang bisa kita gabung untuk menambah teman. Namun olahraga sendirian pun tak masalah sepanjang kita bisa menikmati prosesnya.


- Menulis Jurnal Harian

Menulis jurnal harian dapat membantu seseorang untuk mengurai emosi-emosi negatif. Ini sangat berguna saat kita kesulitan memahami berbagai macam emosi yang kita rasakan.

Tulis perasaan yang muncul dalam jurnal dengan jujur. Seperti layaknya buku harian. Namun dengan jurnal ini bisa dijadikan satu keputusan, dari membaca kembali bermacam emosi yang kita tuangkan. Apakah lebih banyak emosi negatif yang tidak mampu kita atasi sendiri atau sudah saatnya datang ke psikolog?


- Baca Buku

Membaca buku bermanfaat seperti motivasi, self-help, kisah inspiratif, atau tips pengembangan diri bisa jadi 'makanan bergizi' buat kesehatan mental. Namun nggak ada salahnya juga memilih bacaan ringan seperti novel romance atau komik yang isianya menghibur.


- Seni Kerajinan Tangan

Udah beberapa tahun ini ada tren yang muncul dan dijadikan pilihan meredakan stress. Tren yang berkaitan dengan seni ini misalnya, melukis, mewarnai, tren yang digandrungi untuk meredakan stres berkaitan dengan seni. Misalnya mewarnai, melukis, membuat kerajinan tangan, dan yang lainnya.


- Berkebun

Salah satu kegiatan atau hobi yang bisa meredakan stress adalah berkebun. Merawat tanaman itu sebuah pelepasan emosi karena kita bisa mencangkul tanah, menginjak rumput dengan telapak kaki telanjang. Semua kegiatan ini menambah rasa bahagia karena seperti tengah mengulang kembali kegiatan masa kanak-kanak.


- Cooking

Bagi kalian yang suka makan, mungkin bisa menyalurkan stres dengan ikut kursus masak. Atau langsung saja praktek masak, entah baking atau meniru menu ala chef di channel YouTube. 

Jangan melihat hasil jadi masakan kita, teman-teman. Namun nikmati prosesnya, tanamkan bahwa kegiatan memasak ini adalah saat kita belajar mengenal diri lewat bahan makanan.


- Merawat Binatang

Yaaa, merawat binatang bisa menjadi pelepas stres sepulang kerja. Tapi kalian mesti memilih binatang peliharaan yang tidak menyita waktu. Terutama bila kalian tinggal sendirian, pilihlah memelihara ikan dalam aquarium kecil. 

Sepulang kerja bisa memberi makanan pada ikan, mengajak bicara, mengganti airnya tiap beberapa waktu tertentu, menjadi kegiatan yang menyenangkan.


Spending Time Dengan Orang Terdekat

Menghabiskan waktu yang berkualitas dan bertukar cerita dengan orang-orang terdekat memang termasuk aktivitas menyenangkan. Setelah ngobrol bersama mereka, bisa jadi hati menjadi lega. Masalah yang ada di pikiran pun tak jarang terurai. 


Namun ingat juga, pilih orang yang mampu menjaga rahasia kita. Bukan teman dekat yang mulutnya ember. Kalian pasti punya satu orang terdekat yang bisa menjadi teman curhat. 



Nah yang terakhir dan penting menurut saya, menjaga kesehatan mental bisa juga dengan mendekatkan diri pada Tuhan. Sesuai agama dan kepercayaan masing-masing, kalian bisa meredakan emosi negatif. Duduk menyendiri setelah berbicara dengan diri sendiri, memohon bantuan pada Tuhan Yang Maha Penyayang. Semoga mampu meredakan hati yang gundah, pikiran yang suntuk dari masalah yang muncul.


Kalo mengambil dari perkataan suami saya, orang hidup yang menganut agamanya dan menjalankan tuntunannya, nggak boleh bilang stres. Setiap manusia yang hidup itu pasti memiliki masalah. Hanya kadarnya aja yang berbeda. Jenis masalahnya juga berbeda. Jadi ya hadapi karena itu tanda kita masih hidup. 


Nah bener juga ya. Jangan bilang stres kalo sedang mendapat masalah. Saya biasanya mengucap istighfar dan mencari solusi kalo ada masalah muncul. Karena seperti dalam salah satu ayat di dalam Al Quran.


Allah SWT berfirman dalam surat al-Baqarah [2] ayat 286 yang berbunyi:

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.” (QS. Al-Baqarah [2]: 286).


Kalo membaca artikel di blog milik mba Siska Dwyta, ada label tentang Kesehatan Mental. Menarik juga artikel yang tayang dan sangat bermanfaat bagi kalian yang ingin memahami tentang kesehatan mental. Oia blog mbak Siska dengan label Kesehatan Mental ini ada di blog kedua ya, namanya Kamar Kenangan. Tahu dong kalo mba Siska itu punya blog satu lagi dengan url sesuai namanya.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk kalian. Wassalamualaikum.

Reading Time: