My Mind - Untaian Kata Untuk Berbagi: Buku Favorit
Tampilkan postingan dengan label Buku Favorit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku Favorit. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 November 2023

Review Buku Favorit Safe Haven Karya Nicholas Sparks
November 19, 20230 Comments
Assalamualaikum. Sahabat punya buku dan penulis favorit? Apakah buku tersebut tergolong best seller hingga dijadikan film? Seperti salah satu dari sekian banyak buku karya penulis Nicholas Sparks, SAFE HAVEN. Karya penulis yang terkenal dengan fiksi romance, bikin baper, atau termehek-mehek gitu. 

Buku Favorit Karya Nicholas Sparks


Nicholas Sparks terkenal sebagai spesialis cerita romantis, mengaduk hati dan bakal bikin pembaca gagal move on ke buku berikutnya.

Ya udah lah ya, kalo kamu belum baca buku karya si bapack ini, yuk baca review Safe House ala saya.

Blurb Buku SAFE HAVEN

Bagian belakang cover buku atau blurb menuturkan tentang seorang perempuan muda bernama Katie yang muncul di Southport. Kota kecil yang terletak di Carolina Utara. Kedatangannya menimbulkan pertanyaan tentang masa lalunya. 

Katie yang cantik tampak menutup diri, walaupun beberapa peristiwa akhirnya mendekatkannya pada Alex, duda pemilik toko kelontong yang serba ada. Alex memiliki dua anak Josh dan Kristen. Katie juga dekat dengan Jo, wanita lajang yang menjadi tetangganya.

Tetapi ketika Katie mulai jatuh cinta, masa lalunya yang gelap masih terus menghantuinya. Masa lalu yang membuatkan melarikan diri ke Southport. Dengan dukungan Jo yang gigih, lambat laun Katie menyadari harus memilih antara kehidupan aman yang hanya sementara, atau kehidupan yang lebih berisiko namun membahagiakan. Pada akhirnya cinta menjadi satu-satunya tempat berlindung yang aman.

Ketika Kekuatan Cinta Akan Menjadi Penjaga

Seorang perempuan dengan wajah cemas berlari meninggalkan rumah. Dia mengetuk pintu rumah tetangga, Bu Feldman. Keduanya berpelukan lantas dalam hitungan jam ia berpamitan meninggalkan Boston. 

Kepergiannya hari itu dibuntuti seorang polisi, yaitu petugas Kevin. Namun ia berhasil melepaskan diri setelah mengubah warna rambut dan memakai baju berbeda. Ia menaiki bus yang membawanya hingga di sebuah tempat dengan pemandangan mempesona di tepi laut dengan dermaga dan perahu.

Berpuluh kilometer dari Boston, tepatnya di Southport, Katie melamar pekerjaan di kedai Maddie. Ia membeli rumah pondok di pinggir kota dan hidup menyendiri.

Menikmati kehidupan baru dengan teman-teman baru yang sebaya, di kedai Maddie, Katie mulai merasa aman. Sesekali dia merasa cemas namun ternyata bukan ancaman seperti kehidupan sebelumnya.

Suatu hari, Katie membeli kebutuhan sehari hari seperti beras, ikan tuna, dan lampu di toko milik Alex, seorang single parent yang membesarkan dua anak, Josh dan Kristen. Sifat Katie yang tertutup membuat pertemuan pertama Katie dan Alex terlihat canggung. Bahkan, inisiatif Alex memberikan sepeda kepada Katie untuk memudahkannya berangkat kerja ke kedai Maddie malah memicu pertengkaran. Sampai akhirnya, sesuatu dari masa lalu yang ingin dilupakan kembali menghantui Katie.    

Katie sebenarnya memiliki karakter yang kuat. Dia selama ini mampu bertahan dari Kevin, menyembunyikan semua rasa sakit di hatinya. Namun dia beruntung akhirnya menemukan jalan keluar. Kebutuhan untuk hidup yang lebih baik, membuat dirinya memutuskan langkah berani untuk berjuang demi dirinya sendiri.

Awalnya dia ingin menjaga jarak dari orang lain. Namun saat bersama dengan Alex dan anak-anaknya, dia menemukan kenyamanan yang tak biasa. Dia merasa telah menemukan tempat yang aman dalam kebersamaan itu. Namun yang namanya masa lalu masih menanti kelengahannya, Katie masih diuji dengan kenyataan pahit.

Kesan Baca Karya Safe Haven

picture by E-Bay

Seperti umumnya karya Nicholas Sparks selalu bikin pembaca larut memasuki karakter sang tokoh utama. Meski dalam cerita si penulis memilih sudut pandang orang ketiga, pembaca seakan bisa menyelami jalan pikiran setiap tokohnya yang dituturkan dengan smooth.

Penulis menuturkan bagaimana Katie saat akhirnya bersama Alex. Katie juga harus mencintai kedua anak Alex, Kristen dan Josh. Menggantikan ibu mereka, Carly. Dan di saat mereka akhirnya saling mencintai dan ingin berkomitmen, masalah baru muncul. 

Kevin mengetahui istrinya kabur, dan ternyata mengganti identitasnya. Katie adalah nama samaran. Sedangkan nama sebenarnya adalah Erin. Memang ini pilihan Erin untuk mengganti namanya agar tidak ketahuan. Kemudian Kevin menyusul perempuan yang bernama Erin alias Katie ke Southport. 

Dari sini lah saya mulai merasakan adegan yang tegang karena membaca amarah kevin. Keinginan Kevin hanya satu, yaitu membunuh Katie atau lelaki hasil dari prasangka buruknya. Maklum suami posesif mana yang bakal tahan ditinggal istrinya. Yang paling deg-degan adalah ketika Kevin membakar toko milik Alex. 

Beruntungnya Katie dan kedua anak Alex selamat. Sementara Alex sedang berada di luar. Yahhh jadi lega karena nggak sampai muncul adanya perkelahian sengit. Namun saat membaca buku Safe Haven ini, saya nggak sabar membuka halaman berikutnya karena ingin mengetahui endingnya.

Oia buku karya Nicholas Sparks selalu menjadi buku favorit saya bukan karena kisah romance nya. Namun gaya bertutur yang tidak berlebihan menonjolkan kisah percintaan lah yang menjadi pemikat genre romance ini. Kalian udah baca buku Safe Haven ini? Sharing yuk di kolom komentar, wassalamualaikum.
Reading Time:

Kamis, 27 Oktober 2022

5 Penulis Buku Favorit Luar Negeri
Oktober 27, 2022 21 Comments
Assalamu'alaikum. Kecintaan buku sudah mendarah daging pada diri saya. Dari kecil, sekolah hingga bekerja, lingkungan mengenal saya sebagai maniak buku bacaan. Buku selalu menjadi salah satu benda wajib yang ada di dalam tas. Lantas apakah dengan sekian banyaknya buku bacaan saya punya buku favorit?

Oia hari ini juga spesial. Bertepatan dengan hal istimewa, jadi saya akan mengucapkan Selamat Hari Blogger Nasional. Semoga kita tetap memiliki semangat menulis di blog ya teman-teman.



Tentu aja ada ya buku favorit meski nggak hanya satu atau dua, lebih dari 10 buku. Saking saya nggak bisa memilih di bawah 5 buku favorit, hahahaa.

Kalo dalam artikel yang lalu (udah lama), hehe... udah pernah saya tuliskan buku favorit dari karya penulis dalam negeri dan luar negeri. Kali ini saya hanya tuliskan buku-buku karya penulis luar negeri. Bukan karena tidak cinta produk dalam negeri tapi emang sejak masih remaja saya udah suka banget baca novel karya penulis luar negeri.

Nggak usah berpanjang kaliamat ya, yuk cek di bawah ini :

The WHISTLER - John Grisham



Lacy Stoltz adalah penyidik Dewan Kode Etik Yudisial Florida. Ia seorang pengacara, bukan polisi, dan tugasnya adalah menangani pelanggaran kode etik para hakim. Untungnya, para hakim di negara bagian itu rata-rata jujur, pekerja keras, serta berkomitmen pada peradilan dan keadilan.


Sampai seorang mantan pengacara bernama Greg Myers menghubungi Lacy dan mengaku memiliki informasi tentang hakim penerima suap. Uang suap itu amat sangat besar hingga melebihi jumlah uang suap semua hakim korup dari semua negara bagian di Amerika Serikat. Hakim Claudia McDover usia 56 tahun yang terpilih setiap periode dengan mulus.


Greg mengklaim hakim itu terhubung dengan mafia pemilik kasino besar di tanah Penduduk Asli Amerika yang tak segan-segan membunuh siapa pun yang menghalangi jalan mereka. Informasi itu diperoleh Greg dari klien satu-satunya, sang informan, yang ingin tetap anonim demi keselamatannya sendiri.


Lacy tahu kasus ini tidak seperti perkara yang biasa ia tangani, dan kendati terlibat di dalamnya akan mengancam nyawa banyak orang, ia bertekad akan mengungkap kasus ini sampai ke akar-akarnya.


Saya baca buku ini belum selesai-selesai karena terdistrak macam-macam kerjaan, hahahaa.

Tapi intinya sih kisahnya tentang kerjaan Lacy yang tadinya tenang tanpa badai, mendadak berubah sejak menangani kasus yang disodorkan Greg Myers. Ceritanya seperti biasa, John Grisham selalu bikin jantung saya berdetak kencang ketika ada momen tertentu, seperti orang asing yang memasuki rumah asisten pengadilan Jo-Helen Hooper. Deg-degan banget sih baca di hal 377.


SAVE HEAVEN - Nicholas Sparks



Seorang perempuan tergopoh-gopoh meninggalkan rumah. Dia mengetuk pintu rumah tetangga, Bu Feldman. Keduanya berpelukan lantas dalam hitungan jam ia berpamitan meninggalkan Boston. Kepergiannya pada hari itu dibuntuti seorang polisi, Kevin. Namun ia bisa melepaskan diri setelah mengubah warna rambut dan memakai baju berbeda. Ia menaiki bus yang membawanya hingga di sebuah tempat dengan pemandangan mempesona di tepi laut dengan dermaga dan perahu.

Berpuluh kilometer dari Boston, tepatnya di Southport, Katie melamar pekerjaan di kedai Maddie. Ia membeli rumah pondok di pinggir kota dan hidup menyendiri.


Suatu hari, Katie membeli beras, ikan tuna, dan lampu di toko milik Alex, seorang single parent yang membesarkan dua anak, Josh dan Lexie. Sifat Katie yang tertutup membuat pertemuan pertama Katie dan Alex terlihat canggung. Bahkan, inisiatif Alex memberikan sepeda kepada Katie untuk memudahkannya berangkat kerja ke kedai Maddie malah memicu pertengkaran. Sampai akhirnya, sesuatu dari masa lalu yang ingin dilupakan kembali menghantui Katie.    


Katie sebenarnya memiliki karakter yang kuat. Dia selama ini mampu bertahan dari Kevin, menyembunyikan semua rasa sakit di hatinya. Namun dia beruntung akhirnya menemukan jalan keluar. Kebutuhan untuk hidup yang lebih baik, membuat dirinya memutuskan langkah pemberani.


Pada awalnya dia menjaga jarak dari orang lain. Namun saat bersama dengan Alex dan anak-anaknya, dia menemukan kenyamanan, dia menemukan tempat yang aman di dalamnya. Namun namanya juga masa lalu masih menanti kelengahannya, Katie masih diuji dengan kenyataan pahit.


Meskipun dia ingin bahagia menatap masa depan baru, rasa takut sesekali muncul bila Kevin dapat menemukannya kapan saja. Akhirnya, apakah dia akan bisa memulai hidup baru dengan Alex, Kristen dan Josh? Yuk baca novel ini, temans.

On the Street Where You Live - Marry Higgins Clarks


Setelah perceraian yang menyakitkan dan kasus penguntitan yang mengerikan, Emily Graham pindah ke Spring Lake, kota pantai yang indah di New Jersey. Ia berharap akan mendapatkan "akar" dan ketentraman. Sang pengacara kriminal ini membeli rumah yang pernah ditempati moyangnya di abad silam.


Tapi di hari pertamanya di rumah itu, Emily sudah mendapatkan kejutan. Kerangka wanita muda yang hilang empat setengah tahun lalu ditemukan di halaman belakang rumahnya ketika para pekerja sedang menggali kolam renang. Dan di tangan kerangka itu tergenggam tulang jari Madeline, nenek moyang Emily yang hilang pada tanggal yang sama 110 tahun lalu!


Kurang dari seminggu kemudian, dua lagi sisa-sisa jenazah wanita muda yang hilang pada tanggal yang sama di abad yang berbeda, ditemukan di Spring Lake. 


Penemuan-penemuan menggemparkan ini membuat semua orang bertanya-tanya. Apakah ada pembunuhan copycat yang kebetulan mengetahui detil-detil pembunuhan di tahun 1890-an dan mempraktektikkanya di abad ke 2 atau si pembunuh sendiri yang bereinkarnasi dan mengulangi aksinya? 


Siapa pun dia, si pembunuh telah memilih Emily untuk menjadi korban ke tiga, menggenapi lingkaran pembunuhan antar abad.


The Sister's Keeper - Jodi Picoult

Tahun 1990: Brian dan SaraFitzgerald tinggal di Upper Darby, Amerika Serikat. Kate, anak mereka,  berusia dua tahun saat didiagnosis menderita APL. Jesse, sang kakak dinyatakan tidak cocok menjadi donor allogenik, sementara donor dari orang yang tidak berhubungan darah sangat berbahaya dan resiko kematiannya tinggi. Setelah itu, Brian dan Sara berencana menciptakan anak dengan mendatangi para ahli genetika guna memperoleh kecocokan sempurna dengan Kate. Ya, nantinya anak itulah yang akan menjadi donor allogenik guna menunjang hidup Kate.



Malam tahun baru 1991, bayi penyelamat itu lahir. Beberapa jam setelah lahir, Anna sudah menyumbangkan sel darah tali pusat untuk kakaknya, Kate. Setelah itu Anna menjalani puluhan suntikan, transfusi darah, dan operasi agar Kate bisa melawan leukemia yang dideritanya. Hingga usianya 13 tahun, sudah tak terhitung lagi sumbangan yang diberikan Anna pada Kate. Dan saat ini, ibunya meminta Anna mendonorkan ginjalnya untuk Kate yang nyaris sekarat.


Menginjak usia remaja, Anna mulai berani mempertanyakan tujuan hidupnya. Sampai kapan ia harus terus menyuplai kebutuhan kakak perempuannya? 


Hal ini membuat Anna memberanikan diri mendatangi pengacara dan menuntut keluarganya sendiri dengan gugatan ingin mendapatkan kebebasan medis untuk dirinya sendiri. Meskipun Anna baru berusia 13 tahun tapi pemikirannya dan ketegasannya layak diacungi jempol. Keputusan ini cukup berat bagi Anna, meskipun yang mengambil keputusan ini dirinya sendiri.


Dengan bantuan Campbell, pengacaranya, Anna melakukan perdebatannya. Pertimbangan demi pertimbangan sempat membuat Anna menjadi galau saat ia memikirkan apakah harus tetap maju menyelesaikan pertentangan yang ia mulai, ataukah ia harus menyerah dengan alasan lawan yang dihadapinya adalah orang tuanya sendiri.

Cerita yang mengaduk emosi pembaca ini beneran jadi pembelajaran ketika keluarga memiliki masalah kesehatan. Dari sisi moral ada banyak tantangannya. Kali ini penulis terlalu banyak memasukkan karakter dalam ceritanya. Jadi sebagai pembaca, saya awalnya bolak balik buka halaman sebelumnya agar lebih mengenal satu persatu semua tokoh di dalam cerita.

Northern Light - Nora Robers

Nate Burke adalah seorang anggota kepolisian di Baltimore yang memutuskan berhenti dari pekerjaannya. Ia pindah dan menjadi kepala polisi baru di Lunacy, sebuah kota kecil di Alaska. 


Luka masa lalu masih mengikutinya. Ia dulunya polisi di divisi yang menangani kasus pembunuhan. Karirnya sukses namun tidak dengan rumah tangganya, istrinya selingkuh dengan seorang kerabat. Alasannya karena Nate terlalu fokus pada pekerjaannya.




Novel yang diterbitkan tahun 2004 ini menampilkan sisi romansa antara Nate dan Meg, salah seorang wanita tinggal sendiri di Lunacy. Hubungan keduanya begitu pas seiring dengan terungkapnya peristiwa pembunuhan lima belas tahun lalu yang kembali mencuat.


Sebelum itu karir Nate hancur saat menyaksikan kematian langsung teman sejawatnya, tepat dihadapan pria itu. Hati Nate hancur dan sejak kejadian itu ia kehilangan semangatnya sebagai seorang polisi.


Nate pergi ke Lunacy. Sebuah kota kecil di Alaska dengan pemandangan persis di dalam lukisan-lukisan. Deretan pengunungan tinggi bersalju, padang landai dan luas, juga rumah-rumah dari kayu bagai miniatur di dalam bola salju. 


Nate menikmati tugasnya sebagai kepala kepolisian di sebuah kota kecil. Di sini tidak terlalu banyak pekerjaan yang serius; berurusan dengan para pemuda pemabuk yang senang membuat kekacauan di tempat umum. Atau membereskan salju yang menutupi jalan-jalan, dan pekerjaan-pekerjaan remeh lainnya.


Di satu sisi, Nate tidak bisa mengabaikan sosok Meg, seorang penerbang lokal. Ia mulai menyukai perempuan itu, sebagaimana lelaki itu menikmati cahaya kutub, atau aurora borealis. Lalu tibalah momen ini, sebuah peristiwa genting terjadi di pegunungan di atas kota lunacy. Sekelompok anak-anak memutuskan mendaki di tengah badai salju. Untung saja rombongan itu berhasil diselamatkan dan sejarah kelam Lunacy ikut terlihat bersamaan dengan evakuasi rombongan tersebut.


Sesosok mayat dengan benda tajam tertancap di dadanya. Mayat yang ternyata adalah ayah dari Meg yang hilang 15 tahun yang lalu. Penemuan ini menghadirkan teror pada warga Lunacy, terlebih lagi salah seorang warganya ditemukan bunuh diri dengan surat yang menyatakan dirinya sebagai pembunuh 15 tahun lalu. Kecurigaan muncul dan Nate berusaha menemukan pelaku sebenarnya dibalik dua kasus pembunuhan itu.


Cerita dalam buku ini mengajak kita masuk kedalam suasana Lunacy dengan penggambaran yang begitu jelas oleh sang penulis. Selain itu, karakter Nate dibangun dengan pondasi yang begitu kuat. Memiliki hati lembut namun juga penyendiri, Nate digambarkan sebagai sosok penyelidik dengan intuisi kuat.


Dari kelima judul buku favorit saya, sudahkah kamu juga membacanya? Bahkan ada dua buku di atas yang saya baca lebih dari dua kali saking suka dengan jalinan ceritanya.

Namun masih ada lagi buku favorit lainnya yang belum pernah saya tulis di blog ini. Sementara ada kesempatan lain waktu untuk menuliskannya. Wassalamu'alaikum.
Reading Time:

Jumat, 30 November 2018

Lima Buku Favorit Ini Sama kah Dengan Milik Kalian?
November 30, 2018 42 Comments


Buku Favorit

Assalamualaikum Sahabat. Lima Buku Favorit yang aku tuliskan ini bisa aja berubah dalam periode tertentu. 

Ya namanya juga bacaan, kalo ada yang baru aku baca lagi, bisa aja berubah. Apalagi masih ada dua tumpukan buku di kamar yang belum sempat aku baca. Hihiii. 

Yuk kepoin kelima buku favorit aku saat ini :


1. Confession - John Grisham



Sebenarnya novel John Grisham yang saya koleksi hampir semuanya yang udah diterjemahkan bahasa Indonesia. Saya suka baca karya penulis yang juga mantan pengacara ini, karena gaya bahasa dan ide ceritanya yang khas. Mengambil tema serupa yaitu kasus hukum dengan segala perniknya. Namun tak membuat pusing pembacanya dengan istilah hukum yang rumit. Justru pembaca belajar istilah dan seluk beluk hukum dengan cara mudah.

Novel Confession ini diawali dengan catatan persidangan tokoh utama yang sering melanggar hukum. Travis Boyette membawa dua pengakuan hebat pada pendeta Keith Schroeder. Travis sedang sekarang karena penyakit tumor otak yang diidapnya. Dan ia tak ingin meninggal membawa kisah kejahatannya tanpa seorang pun yang tahu.

Peristiwa pembunuhan seorang gadis pemandu sorak, Nicole Yarber. Di sisi kota lainnya, seorang pemuda tak bersalah yang bernama Donte Drumm tengah menanti proses hukuman mati.

Penangkapan yang tak berdasarkan bukti fisik dan menimpa seorang pemuda yang bersikap baik di lingkungannya itu menorehkan luka hati kenalannya. 

Grisham sangat piawai menggambarkan sisi hati seorang penjahat dengan sangat natural. Tak ada penghakiman, namun dibidik dari sudut pandang rasa bersalah sang tokoh.

Kisah tragis ini ditutup dengan proses hukuman mati yang tetap dilaksanakan. Dontē Drumm dinyatakan benar-benar meninggal diusia 27 tahun. Tragis dan menyedihkan untuk sebuah kisah hidup seseorang. 

Review karya John Grisham lainnya, udah saya tulis dalam artikel berikut.

Silahkan Baca : 

10 Karya John Grisham Yang Akan Bikin Kamu Merasa Jadi Detektif Handal


2. Rindu - Tere Liye

Aku udah pernah nulis review buku karya penulis fenomenal ini. Namun karena Rindu masih memegang posisi pertama buku favorit yang pernah aku baca, jadi aku sisipkan di artikel ini.

Yuk baca detil review-nya dalam artikel ini :

Review buku : Rindu, Karya Tere Liye 



Kalo kalian udah baca review yang pernah aku tulis, pasti maklum  kan buku Rindu masih jadi favorit.

Buku yang mengisahkan perjalanan beberapa orang menuju cita-cita mereka untuk menunaikan ibadah haji. 

Uniknya kisah haji dalam buku ini dibidik dari sudut pandang yang beda dengan lainnya. 

Cerita perjalanan menuju tanah suci ini mengambil setting waktu puluhan tahun lalu. Berangkat pun dengan menggunakan kapal yang bernama BLITAR HOLLAND. 

Buku Rindu Juga menceritakan tentang lima pertanyaan yang dibawa oleh lima penumpang kapal, yang akan mengantarkan mereka menuju tanah suci. Pertanyaan yang kadang tidak memiliki jawaban.

Jangan Lari Dari Masa Lalu

"Apakah Allah akan menerima haji seorang pelacur? Hanya Allah yang tahu. Kita hanya bisa berharap dan takut. Senantiasa berharap atas ampunannya. Selalu takut atas azabnya. Belajarlah dari riwayat itu. Selalulah berbuat baik, Upe. Selalu. Maka semoga besok lusa, ada satu perbuatan baikmu yang menjadi sebab kau diampuni. Mengajar anak-anak mengaji misalnya, boleh jadi itu adalah sebabnya."

Kekeliruan mendasar yang dilakukan orang-orang saat menghadapi kenyataan hidupnya adalah, masa lalunya yang pedih. Namun tak mungkin lari dari kenyataan. Tak mungkin bisa menghindar. a

Cara terbaik menghadapi masa lalu adalah dengan dihadapi. Berdamai dengan menerima masa lalu, dan tak perlu dilawan atau dilupakan. Karena itu sudah menjadi bagian hidup diri kita.


3. My Sister's Keeper






Sebuah cerita tentang seorang anak di bawah umur yang berhadapan dengan hukum melawan orang tuanya. Tentunya satu kondisi yang tidak biasa. Terlebih kisah ini menuturkan tentang kisah klasik seorang anak yang melawan penyakit.

Ibunya, Sara Fitzgerald, pun tak habis pikir tentang masalah yang ditimbulkan putri bungsunya itu. Dia merasa sudah memperlakukan anak-anaknya secra adil. Bahwa Kate butuh lebih banyak perhatian karena dia sakit. 
Berbeda dengan Brian, sang ayah, yang menganggap bahwa sikap Anna menunjukkan bahwa mereka sebagai orang tua belum memberi perhatian yang cukup kepadanya. Fakta bahwa si sulung, Jesse, sering membuat masalah, juga menyadarkannya.

Buku ini disusun dengan sudut pandang orang yang bervariasi. Meski begitu nggak sulit bagi kalian untuk membacanya dan memahaminya.
Sejak awal saya udah berada di pihak Anna, putri yang diminta keikhlasannya mendonasikan satu anggota tubuhnya untuk saudaranya. Di sisi lain sebagai ibu, saya pun menyadari sikap Sara yang mencoba memikirkan kepentingan setiap anaknya.
Dari buku ini saya belajar untuk menjadi seorang ibu yang bisa berempati pada kondisi psikis dan fisik anak-anak yang dilahirkan. Tentang masalah yang akan selalu datang silih berganti ketika seorang anak lahir di dunia.

4. The Class, Kelas 58 oleh Erich Segal


Novel yang mengisahkan lima tokoh anggota kelas 58 di kampus terkenal, Harvard university. Ada Andrew Elliot, Theodore Lambros, Jason Gilbert, George Keller, dan Daniel Rossi.

Ada tragedi, ambisi yang tak terkendali, tawa, juga gairah yang tersembunyi dari kelima anggota klas 58. Semua ini sudah ada sejak mereka masih jadi naga hingga saat ini.

Cerita diawali dengan tulisan Andrew Elliot di jurnal hariannya. Oiya Andrew sangat suka menulis di diary. Andrew nulis tentang ketakutannya menghadapi reuni kelasnya. Dia menganggap, dari seluruh alumni Harvard university, hanya dirinya yang gagal karir dan kehidupan rumah tangganya. 

Andrew yang lahir dari garis bangsawan, dengan warisan kesuksesan keluarga nya, merasa terbebani. Leluhur dan keluarga besarnya selalu mengharumkan nama Harvard university dan negara.

Dengan tingkat kepercayaan diri yang rendah, terlebih teman-temannya kebanyakan ambisius. Andrew merupakan pribadi yang baik.  Bahkan dia banyak disukai oleh teman-temannya semasa kuliah. 

Ada juga Jason Gilbert yang terlihat sempurna. Ganteng, gagah, mahir olahraga, cerdas, dan berbakat menjadi pemimpin. 

Tipe anak kebanggaan orang tua manapun pastinya. Namun rupanya dia malu dengan identitas dirinya yang keturunan Yahudi. Orangtuanya mengaku mereka adalah orang Amerika dan beragama Kristen.

Beberapa kisah tokoh novel ini digambarkan sebagai pribadi yang ambisius, namun juga tertekan dengan nama besar universitas nya.

Kehidupan mereka memang terlihat menyenangkan  Namun untuk mencapai kesuksesan itu, hutuh usaha yang kadang mengorbankan kesenangan pribadi.

Novel ini juga menuturkan kisah tentang sikap tolong menolong sesama teman masa kuliah.


5. Mosaic of Haramain

Buku Mosaic ini sebenarnya belum selesai aku baca. Namun jauh sebelum buku ini ada di tangan, aku udah tertarik untuk membacanya.

Kisah tentang haji seseorang itu selalu membangkitkan keingintahuanku untuk mengulik lebih dalam. Bisa aja dalam bentuk tuturan. Namun kalo sampai menuliskan kisah perjalanan haji, rasa penasaranku pasti muncul.

Alasan pertama karena aku tuh sebenarnya pengen banget bisa menuliskan pengalaman berhaji bersama suami tahun 2014 lalu. Alasan kedua karena ingin tahu aja gimana kisah perjalanan haji seseorang. 

Nah apalagi buku ini yang nulis adalah seorang teman penulis yang aku kenal sejak tahun 2011. Memang sih baru kenal di dunia maya waktu itu. Namun ketika punya kesempatan bertemu di Jogja, kami langsung akrab.




Review Buku Mosaic of Haramian :

Kisahnya diawali dengan perjalanan kecil Etyastari Soeharto di sebuah pameran buku. Sebuah kecelakaan motor yang nggak seberapa, telah memantik niatnya untuk mendaftarkan haji.

Kisah haru, sedih, lucu, dan menginspirasi akan kalian temukan dalam buku Mosaic of Haramain. 

Kisah yang mengalir lancar tentang perjuangan penulis memenuhi panggilan rukun Islam kelima. Kisah tentang kesabaran, keikhlasan, keteguhan hati penulis selama masih menunggu antrian, juga selama ibadah di tanah suci.

Tentang kemudahan yang dialami penulis selama di tanah suci. Kisah-kisahnya sangat sayang kalo nggak dituangkan dalam bentuk tulisan. 

Ada sebuah kisah ketika penulis mengalamai kejadiah yang sepertinya tak masuk akal. Cerita tentang penulis yang mengambil video lokasi dari kubah hijau di Masjid Nabawi hingga depan Makam Baqi. 

Pengambilan video yang terputus dan hasilnya yang tak seperti dalam rencananya. Keterkejutan penulis melihat hasil videonya yang membuatnya merasa ditampar secara langsung oleh Allah. 

Kejadian-kejadian tak masuk akal begini kerap dialami para jemaah haji. Tiap orang tidak mengalami hal yang sama. Nah ini lah yang ingin dikisahkan oleh penulis. Karena penulis ingin pembacanya bisa memperoleh hikmah dari buku ini. Dari kisah haji seorang perempuan yang berangkat sendiri dan menemukan banyak peristiwa penting. 

Yang pasti ada sebuath ayat yang menjadi keyakinan setiap muslim ketika memutuskan berhaji :


Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan di Baitullah; Barang siapa mengingkari (kewajiban haji) maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam

Asli, saya belum baca sampai selesai, namun karena ingin menambahkan Mosaic of Haramin ini ke dalam lima buku favorit. Untuk memenuhi tantangan ngeblog #BPN30dayChallenge hari kesepuluh. Sayang aja kalo buku keren ini nggak saya masukkan dalam list buku favorit.

Ayuk dibeli buku mba Etyastari ini, buku yang menginspirasi. Siapa tahu, ada rejeki yang menular usai membaca kisah perjalanan haji mba Ety. Aamiinkan ya. 

Nah, itu ceritaku tentang kelima buku favorit saat ini. Bisa aja lima bulan ke depan, cerita buku favorit yang aku baca udah berubah lagi. Share yuk buku bacaan favorit kalian. Wassalamualaikum.
Reading Time:

Jumat, 28 Juli 2017

Tiga Jenis Buku Favorit Yang Menginspirasi
Juli 28, 20170 Comments

www.hidayah-art.com

Assalamualaikum. Ada Tiga Jenis Buku Favorit Yang Menginspirasi saya selama ini. Saya nggak mungkin memilih satu saja dari semua buku yang pernah saya baca. Karena sejak saya bisa baca pada usia balita, ada banyak bacaan yang menjadikan hidup saya begitu bermakna. 

Memilih beberapa buku juga nggak mungkin. Saya merasa pilih kasih karena semua buku yang pernah menjadi bahan bacaan, memiliki keunikan dan manfaat yang tak sama. Bahkan buku yang jelek isinya pun bisa juga menambah wawasan pengetahuan yang berbeda. Menjadi bahan introspeksi juga sih. Dan dari mana kita tahu buku itu jelek kalo belum sempat membacanya hingga halaman terakhir?

Reading Time: