My Mind - Untaian Kata Untuk Berbagi: Hari Blogger Nasional
Tampilkan postingan dengan label Hari Blogger Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hari Blogger Nasional. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Oktober 2025

Hari Blogger Nasional, Masihkah Menulis di Blog?
Oktober 30, 2025 8 Comments
Assalamualaikum Sahabat. Seharusnya tulisan ini tayang tepat tanggal 27 Oktober 2025. Bertepatan dengan Hari Blogger Nasional, sayangnya saya masih sibuk dengan realita kehidupan sehari-hari, hahaa. Ya udah lah, kaum mendang mending begini udah bersyukur bisa tetap update blog di tengah kesibukan.



Kali ini saya hanya ingin bernostalgia menjadi blogger selama lebih dari 10 tahun. Sebelumnya saya nulis artikel disimpan di folder aja. Karena saat itu saya gaptek dan belum kenal dengan platform media sosial untuk penulisan panjang. Hanya kenal Facebook sama Twitter.  Siapa nih dari pembaca blog ini yang jebolan medsos ini, hahahaa.

Blogging Untuk Bersenang-senang

Akhirnya saya gabung dengan komunitas menulis yang kegiatannya beragam. Ada pelatihan penulisan, ikutan bikin antologi buku fiksi atau non fiksi, dan yang lainnya. Kadang juga ada kopdar dan saya akan hadir kalo waktunya cocok. Bahkan sampai keluar kota pun saya berangkat juga demi dapat ilmu dan silaturahmi. Hehehe.

Tiba masanya beberapa teman ngajak bikin blog, dan saya pun ikut euforia tersebut. Blog yang isinya untuk curhat berbagai hal. Yah namanya masih cupu jadinya belum tahu tentang niche blog. Eh ini keterusan sampai sekarang, masih suka nulis segala hal a.k.a gado gado.

Sampai akhirnya membuat blog dengan platform .com karena alasan bakal ada kerja sama dengan brand. Mamak mamak IRT jadi semangat nulis dan update blog rutin saat tahun 2015 itu.

Hmmm sebuah iming-iming yang pasti bikin kalian juga pengen kan?

Tahun 2015 - 2019 adalah tahun yang menyenangkan sebagai pemilik blog dengan nama saya sendiri yaitu hidayah-art.com. Waktu itu beneran cupu karena menggunakan nama pribadi. Kalo beberapa blogger profesional bilang, lebih baik pilih nama domain yang bakal mudah diingat orang. Domain dengan nama seperti wisatayogya, dolanterus, dan yang lainnya.

Pikir saya saat itu dengan nama sendiri aja, udah banyak tawaran kerjasama dari brand. Jadi malas gitu ya kalo mau ganti nama domain. Harus branding lagi, merintis blog dengan domain baru itu butuh waktu yang lama. Kecuali memang kamu mendedikasikan waktumu untuk ngulik blog seharian. 

Dapat Banyak Rejeki Dari Ngeblog

Bersyukur meski nama blog pakai nama pribadi, nggak menyurutkan rejeki. Setiap bulan ada aja yang ngajakin kerjasama. 

Meski penghasilan dari kerjasama ini tidak sama setiap bulan, tapi selalu ada. Saya bisa nabung uang yang saya dapatkan dari artikel kerjasama. Cukup di rumah aja, saya bisa dapat income. Kebetulan tahun 2015 saya resign karena jenuh dengan pekerjaan kantor. Jadinya saya serius menekuni dunia blogging. 

Tidak hanya duit dari blogging, tapi saya juga berkesempatan jalan-jalan karena ajakan beberapa brand atau dinas pariwisata daerah. 

Rafting di Sungai Serayu
bersama Dinpar Banjarnegara

Saya bahkan bisa keluar negeri karena kerjaan dari blogging. Satu hal yang tak pernah saya bayangkan awal memulai dunia blogging. 

Diajak kerjasama Malaysia Health care


Tidak hanya rejeki materi dan bisa jalan jalan ke berbagai tempat wisata, saya pun dapat teman baru. Dari pertemanan ini yang bikin saya tetap mencintai dunia blogging. Nikmatnya menjadi blogger, Masya Allah Tabarakallah.

Apakah Blogger Masih Akan Berjaya?

Sejak dua tahun ini, saya udah sering menolak ajakan datang ke event promosi produk. Padahal sekarang pun udah jarang ada tawaran kerjasama dengan agensi atau brand. 

Alasannya karena saya memang sudah nggak sanggup ngikutin event yang kewajibannya nggak hanya nulis. Tapi harus bikin video karena sekarang memang sedang marak.

Ya, blog sekarang seakan udah kalah pamor dengan media sosial lainnya. Netizen lebih suka nonton video yang hanya beberapa detik. Tidak butuh waktu lama seperti kalo baca tulisan di blog. Brand pun lebih suka mengajak kerjasama konten di Instagram atau TikTok karena lebih luas jangkauannya.

Apakah blog kelak tidak akan lagi memiliki nilai jual? Bagaimana dengan profesi blogger, apakah akan mati?

Ternyata blog masih menjadi salah satu media yang diminati oleh brand yang menginginkan branding. Blog menjadi media yang detil bagi produsen untuk mengenalkan produknya.

Perusahaan menggunakan blog untuk mempromosikan produk atau layanan. Blog digunakan untuk membangun brand awareness di mata publik. 

Namun yang selama ini juga bikin saya bahagia, blog ini bisa memberikan informasi bagi pembaca. Saya sering menerima email ucapan terimakasih karena ada artikel yang bermanfaat untuk mereka. Hati rasanya berbunga bunga. Melebihi nilai nominal fee yang saya dapatkan dari brand. 

Semoga saya bisa terus menuliskan artikel yang bermanfaat. Meski tak lagi menjadi tempat mencari cuan, namun setiap bulan masih ada penghasilan dari blog ini. Bagaimana dengan kalian, masih setia baca blog ini? Sharing yuk, tulisan apa yang ingin kalian baca. Wassalamu'alaikum.
Reading Time:

Rabu, 25 Oktober 2023

Ijinkan Saya Terus Menulis, Harapan di Hari Blogger Nasional
Oktober 25, 2023 6 Comments
Assalamualaikum Sahabat. Hari Blogger Nasional tanggal 27 Oktober 2023 tinggal menghitung hari. Sebagai blogger yang hingga hari ini masih aktif menulis, saya memiliki harapan yang sudah selayaknya dibagikan di blog ini. 

Hari Blogger Nasional


Mau tahu apa aja harapan saya, sekaligus juga untuk komunitas blogger pertama yang saya ikuti? Simak ya di artikel ini.

Nggak terasa ini adalah tahun ke-11 saya memiliki blog ini. Namun baru tahun 2015 blog ini menjadi dotcom a.k.a Top Level Domain. Nah TLD adalah alamat situs yang memiliki domain sendiri atau tidak numpang di blogspot. Itu lah sebabnya ada akhiran sebuah link, misal .co.id, .com, .org, .edu, dan lainnya.

Agar memiliki link dengan akhiran seperti di atas atau misalnya blog ini www.hidayah-art.com, saya harus bayar sewa domain pada perusahaan hosting. Untuk biaya sewa banyak macamnya, tergantung dengan patokan harga masing-masing perusahaan tersebut.   

Wah kok bayar? Ya iya lah kalo ingin blog kita terlihat bagus saat dilihat di penelusuran Google, tentu harus bayar sewa domain. Beda kan kalo blog gratisan, nama belakangnya bakal seperti ini : www.hidayah-art.blogspot. Wahhh gak asik banget. 

Eh tapi kalo kalian udah bayar sewa domain, pasti akan terpicu keinginan posting artikel setiap hari. Saya dulu menjadi rajin karena suka banget tampilan link setiap membagikan nya ke media sosial. Hahahaha, mengapa saya dulu norak banget sih. 

Sampai sekarang pun saya akan merasa hepi setiap kali menekan fitur publikasi di dashboard blog saya. Ada perasaan bangga bisa update artikel terbaru di blog.

- Saya Adalah Blogger, Karena itu Saya Menulis

Banyak yang nulis status, mengaku blogger tapi jarang nulis atau bahkan lama nggak update blog? 

Bangga ikut acara 
Virtual Intimate 10 Tahun 
Komunitas Emak Blogger


Saya nggak akan menyindir seperti itu yagesyaa. Setiap orang punya pilihan atau kondisi yang saya tidak ketahui mengapa tidak aktif menulis di blognya? Sebagai manusia yang belajar untuk bersikap baik pada sesama, saya percaya mereka punya alasan masing-masing. Jangan pernah menilai orang dari kacamata kita. Dan, siapa kita hingga punya hak untuk menilai kegiatan orang lain, terlebih itu teman sendiri?

Kalo saya tetap ingin menulis aktif di blog ini karena juga punya alasan sendiri. Selain ingin blog ini selalu update setiap bulannya, bisa curhat bebas tapi terbatas demi kesehatan mental tetap terjaga, hingga dapatin cuan, hahahaa. Wajar namanya manusia juga butuh duit untuk jajan gituu.


Menulis rutin di blog ini bikin saya bahagia. Apalagi kalo tulisan saya dibaca dan memberikan tanggapan di kolom komentar atau melalui email. Duhh makin bahagia deh jadinya.

Apakah menjadi blogger tidak ingin mendapatkan cuan? Hohooo, mengingat awal jadi blogger dulu tak pernah terbersit bakal dapat cuan. Saya hanya tahu kalo pengen nulis dan dapat duit ya mesti kirim ke media cetak. Namun ternyata setelah terjun menjadi blogger selama 2 tahun, saya kaget saat ditawari job nulis meski saat itu masih blogspot. 

Jadi ketika akhirnya tahun 2015 saya mengalihkan blogspot menjadi dotcom, itu karena rayuan teman agar makin banyak brand ngajak kerjasama. Daann bener dong, auto tawaran kerjasama berdatangan. 

Lantas apakah brand yang ngajakin kerjasama tidak melihat Domain Authority, spam score, dan broken link? Jaman dulu saya malah nggak perhatian dengan itu semua. Dalam benak saya, pokoknya nulis tiap hari agar pembaca senang dengan blog ini karena rutin posting artikel. Kalo udah rutin nulis, semua angka DA, PA, dan Domain Rating, akan otomatis meningkat. Kalo spam score ya bagusnya 0-5. Jangan lebih dari angka 5, agar dinyatakan blog yang sehat.

Tapiii, kembali lagi ya, alangkah lebih baik agar menulis konten yang baik. Nggak usah mikirin bakal dapat duit. Kalo belum rajin update blog, jangan membayangkan dapat job kerjasama dari brand yagesyaa. 

Percaya lah kalo kalian rajin menekuni blog dengan update artikel yang konsisten, blog akan tumbuh dengan baik. Tahu kan dengan ungkapan 'hasil nggak akan mengkhianati usaha yang sudah dilakukan'. Tapi jangan pernah memiliki ekspektasi yang terlalu tinggi pada blog. 

Namanya juga usaha, tentu semua bergantung pada keputusan Sang Pencipta. Banyak baca, banyakin nulis, bagikan di media sosial kamu, banyak doa, insyaAllah akan memetik hasil terindah. Saya melakukan semua itu tanpa pengen dapet duit banyak, pengennya bisa update aja udah hepi. Alhamdulillah ketika dapat duit dari job, disyukuri dan jangan lupa sedekah. 

Jadi itu lah harapan saya untuk Hari Blogger Nasional, saya ingin terus menulis. Doakan ya agar saya diberikan kesehatan dan ide-ide menarik, sehingga blog ini rajin update setiap bulan.

- Tetap Menjadi Member Komunitas Blogger

Sebagai manusia yang senang bersosialisasi, saya pun senang menjadi bagian dari komunitas blogger. Senangnya adalah karena saya dengan kepribadian ambivert, merasa nyaman menjadi member komunitas blogger. 

Gabung dalam komunitas blogger itu nggak harus sering kumpul atau kopdar. Ngobrol di WAG aja udah hepi. Yang asik tuh ada log WAG yang bisa ngobrolin apa aja yang penting tetap menjaga etika. Dari nanya beli laptop, pilihan tempat wisata, sampai nyari hal remeh temeh yang nggak usah saya sebutkan di sini. Karena itu rahasia obrolan di WAG yaa. 

Alhamdulillah saya adalah member di beberapa komunitas blogger. Dan salah satunya adalah Komunitas Emak Blogger, sejak 14 Oktober 2012 saya menjadi member. Masya Allah udah nyaris seumuran dengan usia komunitas yang berdiri sejak 5 Oktober 2012. 

Arisan Ilmu di Semarang


Gabung dalam Komunitas Emak Blogger itu banyak senengnya. Saya udah beberapa tuliskan di blog ini usai ngikutin event bareng KEB. Oia kemarin baru aja saya tulis, baca di sini yuk :


Dalam artikel ini saya ingin mengucapkan terimakasih pada admin KEB yang ngadain Challenge 1 Hari 1 Post tema Ngeblog Asyik Bareng KEB dari tanggal 19 - 25 Oktober 2023. Seru banget challenge dalam rangka menyambut Hari Blogger Nasional ini. Dan saya senang bisa ikut meramaikan challenge ini juga agar blog ini update setiap hari selama 7 hari. Alhamdulillah dengan update artikel ini, tanda challenge berakhir. Tapi nulis di blog ini belum akan berakhir.

Harapan saya untuk Komunitas Emak Blogger, semoga makin berkembang dan bertambah banyak member-nya. Semoga menjadi komunitas yang solid meski kepengurusan silih berganti, tetap menjadi naungan bagi kami. Semoga sukses bagi seluruh pengurus, Mak founder, Makpuh, dan member KEB. Love all sekebon Maks ❤️  minjem kalimat entah milik siapa.

Oia saya berharap sering ngadain challenge seperti ini ya Mak. Semoga saya bisa ikut meramaikan. Wassalamu'alaikum. 




#YukNgeblogLagi
#NgeblogAsyikBarengKEB
Reading Time:

Minggu, 22 Oktober 2023

Orang-Orang Kesayangan Ini lah Support System Saya menjadi Blogger
Oktober 22, 2023 8 Comments
Assalamualaikum Sahabat. Kalo ditanya siapa support system saya selama menjadi blogger, banyak banget. Tapi tentu saja keluarga terdekat lah yang selalu ada untuk saya saat ingin melakukan blogging. Mulai dari nge-draft dan menayangkannya di blog ini hingga ikutan blog walking. Ya blog walking itu juga butuh support system agar lancar dan tidak pernah kena hukuman gara-gara terlambat, hahahaa.

Masya Allah ya perjuangan seorang blogger tuh emang segitunya. Dan tentunya juga ada waktu khusus saat riset untuk materi menulis. Karena blogger tidak hanya mencari sumber materi dengan riset di website atau buku. Namun sesekali juga dapat undangan dari brand untuk memperkenalkan produk ataupun program pada masyarakat secara luas.

Ini lah cerita saya tentang orang-orang yang sangat mencintai saya dan memberikan support selama saya ngeblog :


Ijin Pasangan itu Wajib

Sebagai istri tentunya saya akan selalu meminta ijin pada suami ketika ada ajakan untuk hadir dalam satu event blogger. Meski lokasi event dekat rumah atau sampai di Kuala Lumpur, saya pasti ijin suami. Alhamdulillah suami nggak pernah melarang saya gabung dalam event apapun bahkan kadang beliau nganterin pula. Sebaik itu lah dukungan suami untuk saya selama menjadi blogger.

“Aku anterin aja, dari pada naik motor sendiri,”

“Lah pulangnya piye?”

“Aku jemput pasti, mosok aku biarkan istriku pulang sendirian.”

Aihhh so sweet ga sih, hihihiii.

Ketika saya dapat undangan dari Kementrian Kesehatan karena terpilih sebagai finalis lomba publikasi kesehatan media blog tahun 2019, suami membagikan kabar itu di WAG keluarganya.


“Aku ditinggal Wati ke Jakarta, dia sendirian berangkat naik pesawat,” dengan pasang emoticon nangis, hahahaa.

Adik-adik dan kakaknya komentar dengan pasang emot ngakak puas. Suami memang orang yang kocak abis di keluarga bahkan circle pergaulan semua temannya. 

“Ya udah masuk kopernya mba Wati aja, Mas,” usul salah seorang adiknya.

“Gak iso, kegendutan,”

Ngakak lah kami semua yang ada di grup termasuk saya. 

Kejadian yang sama beberapa bulan kemudian saat saya meminta ijin suami untuk liputan ke Malaysia. Dia membagikannya di WAG keluarga. Heboh deh keluarganya, mengolok-olok si kakak.

“Rasain kali ini mba Wati ninggalin mas Ar lebih jauh,”

“Beli makanan sendiri, jangan lupa anak-anak juga,”

“Jangan makan mi instan selama mba Wati pergi loh, mas,”

Demikian candaan adik-adiknya, sesekali ditimpali emot ngakak oleh kakaknya juga. 

Perjalanan liputan ke Malaysia saat itu selama 4 hari 3 malam dan saya mendapat jatah di Kota Kuala Lumpur. Rombongan media dan blogger lainnya ada di Johor dan Melaka.

Saya excited bisa mendapatkan kesempatan gabung dalam liputan ini. Kebetulan dari Semarang saya mewakili blogger bersama satu orang dari salah satu media. Kami berdua berangkatnya bareng karena tiket udah disiapkan oleh agency dari Jakarta. Jadi kami bertemu dengan rekan media dan blogger lainnya di bandara KLIA.

Tentu saja saya nggak hanya ninggalin begitu saja urusan rumah tangga, terutama makanan untuk keluarga. Saya udah siapkan makanan untuk tiga hari yang disimpan di frozen. Nanti suami atau anak-anak bisa memanaskannya di atas kompor. Alhamdulillah anak-anak udah besar saat saya terjun menjadi blogger, jadi nggak pernah ada masalah soal makanan ini. 

Nggak hanya dalam bentuk dukungan ijin gabung event blogger. Suami pun selalu antusias bercerita kalo ada kenalan yang lama tak bertemu dengan kami, bertanya apa pekerjaan saya. Karena kenalan ini tahu saya selalu di rumah atau sesekali ngikut suami saat kerja keluar kota. 

Dan suami pun menjawab dengan kalimat panjang, bercerita kalo saya itu blogger. Saya pernah diundang oleh berbagai brand, nginap di hotel gratis, hahahaa. Padahal ya nggak gratis ya karena ditukar dengan tulisan review. Atau dengan bangganya suami cerita saya bisa memberangkatkan adik saya umroh dari lomba posting cerita inspirasi di Instagram. Masya Allah, saya jadi terharu tiap dengar suami membanggakan istrinya ini.

Dukungan Anak-Anak Yang Luar Biasa

saya dan dua anak bujang

Ketika awal ingin memiliki blog, saya beneran buta sama sekali dengan istilah ini. Saya memang belajar dengan membaca artikel di blog (tahun 2011), namun saya tetap aja nggak paham gimana cara bikinnya. 

Anak saya yang sulung bahu membahu dengan adiknya membuatkan saya blog pertama kali yang sekarang malah udah nggak ada. Karena waktu itu saya nggak paham cara mengembangkan blog tersebut. Hahahaa, se-gaptek itulah saya dulu.

Kemudian saya pun mulai belajar serius dan bikin blog baru lagi tahun 2012.  Saat itu gantian si bungsu (usianya waktu itu 12 tahun) yang membuatkannya. Cara dia ngajari udah kayak guru, berdiri di samping saya yang sedang belajar operasional blog. 

Kalo sekadar nulis aja sih nggak masalah ya. Namun isi blog itu kan macam-macam, dari tata letak, setting, template, dan lainnya yang sungguh bikin otak saya panas. 

Peran si bungsu ini lah yang hanya sekali ngajari dan hanya berdiri ketika saya nanya-nanya lagi karena lupa yang diajarkannya, ampun deh mamak satu ini. Maklum lah saya terjun ngeblog udah di usia cantik yaitu 44 tahun. 

Namun semangat saya yang didukung suami dan anak-anak, bikin ngeblog akhirnya menjadi kegiatan yang menyenangkan. 

Dukungan anak-anak tidak sebatas saat awal ngeblog. Selama dalam perjalanan ngeblog, ketika saya butuh dukungan foto produk pun sesekali mereka membantu. Seperti saat butuh orang kedua untuk nampang di foto dengan produk dari brand, saya ajak si sulung. Yang motret kami adalah si bungsu. Masya Allah ya dukungan keduanya pada mamaknya yang dulu gaptek, nggak pernah luntur.



Dukungan Keluarga Besar Saya dan Suami

Saya bersyukur saat menjadi blogger udah tinggal dekat dengan rumah orang tua saya. Jadi ketika saya harus ikut event yang mengharuskan pergi keluar kota selama dua hari atau lebih, ada ibu dan bapak saya nemenin anak-anak. Ya saya tahu anak-anak sudah usia belasan tahun saat itu, tapi tetep aja butuh perhatian sepulang sekolah.


Ibu dan bapak th 2014
di masjid Agung Demak

Bapak saya (sekarang udah almarhum) saat itu bangga banget dengan profesi saya menjadi blogger. Beliau bisa bercerita panjang lebar tentang kegiatan saya yang menurutnya udah kayak wartawan. Masya Allah ya, dukungan orang tua pada anak itu nggak terhenti meski usia saya udah setua itu.

Ibu mertua dan keluarga suami juga memiliki dukungan yang luar biasa dengan kegiatan saya. Terutama saat kami wisata dan kulineran di satu daerah, mereka terutama ibu akan menyuruh saya motret makanannya.

“Nduk, wes difoto opo durung?” 

Terjemahaannya : Nak, udah difoto atau belum?

Ibu mertua ngedukung saya jadi blogger

Masya Allah ya sampai segitunya Ibu mertua saya mengingatkan saya. Karena beliau tahu, kulineran ini bisa menjadi artikel di blog saya. Jadi foto makanan itu penting dilakukan sebelum keluarga menikmati hidangannya.

Keluarga suami memang pecinta traveling dan kulineran menjadi kegiatan pendukung tentunya. Bahkan adiknya suami yang tinggal di Pekanbaru pernah mengajak saya ikut ke kotanya pada tahun 2017. Suami saat itu diminta bantuannya mengantar mobil yang dibeli di Kota Bogor menuju ke Pekanbaru. Saya dan mbak ipar, yang tinggal di Pekalongan ikut gabung dalam misi pengantaran mobil.

Di Pekanbaru kami diajak kulineran dan bahkan wisata hingga ke Kota Bukittinggi dan sekitarnya. Dari Kelok 9, Lembah Harau, Payakumbuh, hingga Istana Baso Pagaruyung. Senangnya karena semua itu dilakukan oleh adik ipar agar saya bisa memiliki bahan tulisan untuk di blog. 

Begitu lah support system yang saya rasakan dari keluarga yang sangat mencintai saya. Karena mereka semua saya memiliki pengalaman yang sangat menyenangkan menjadi blogger. Pengalaman yang belum tentu saya dapatkan kalo saya tidak resign tahun 2015 lalu. Terimakasih untuk semua cinta dan kepedulian kalian padaku. Wassalamualaikum.




#YukNgeblogLagi
#NgeblogAsyikBarengKEB
Reading Time:

Kamis, 27 Oktober 2022

5 Penulis Buku Favorit Luar Negeri
Oktober 27, 2022 21 Comments
Assalamu'alaikum. Kecintaan buku sudah mendarah daging pada diri saya. Dari kecil, sekolah hingga bekerja, lingkungan mengenal saya sebagai maniak buku bacaan. Buku selalu menjadi salah satu benda wajib yang ada di dalam tas. Lantas apakah dengan sekian banyaknya buku bacaan saya punya buku favorit?

Oia hari ini juga spesial. Bertepatan dengan hal istimewa, jadi saya akan mengucapkan Selamat Hari Blogger Nasional. Semoga kita tetap memiliki semangat menulis di blog ya teman-teman.



Tentu aja ada ya buku favorit meski nggak hanya satu atau dua, lebih dari 10 buku. Saking saya nggak bisa memilih di bawah 5 buku favorit, hahahaa.

Kalo dalam artikel yang lalu (udah lama), hehe... udah pernah saya tuliskan buku favorit dari karya penulis dalam negeri dan luar negeri. Kali ini saya hanya tuliskan buku-buku karya penulis luar negeri. Bukan karena tidak cinta produk dalam negeri tapi emang sejak masih remaja saya udah suka banget baca novel karya penulis luar negeri.

Nggak usah berpanjang kaliamat ya, yuk cek di bawah ini :

The WHISTLER - John Grisham



Lacy Stoltz adalah penyidik Dewan Kode Etik Yudisial Florida. Ia seorang pengacara, bukan polisi, dan tugasnya adalah menangani pelanggaran kode etik para hakim. Untungnya, para hakim di negara bagian itu rata-rata jujur, pekerja keras, serta berkomitmen pada peradilan dan keadilan.


Sampai seorang mantan pengacara bernama Greg Myers menghubungi Lacy dan mengaku memiliki informasi tentang hakim penerima suap. Uang suap itu amat sangat besar hingga melebihi jumlah uang suap semua hakim korup dari semua negara bagian di Amerika Serikat. Hakim Claudia McDover usia 56 tahun yang terpilih setiap periode dengan mulus.


Greg mengklaim hakim itu terhubung dengan mafia pemilik kasino besar di tanah Penduduk Asli Amerika yang tak segan-segan membunuh siapa pun yang menghalangi jalan mereka. Informasi itu diperoleh Greg dari klien satu-satunya, sang informan, yang ingin tetap anonim demi keselamatannya sendiri.


Lacy tahu kasus ini tidak seperti perkara yang biasa ia tangani, dan kendati terlibat di dalamnya akan mengancam nyawa banyak orang, ia bertekad akan mengungkap kasus ini sampai ke akar-akarnya.


Saya baca buku ini belum selesai-selesai karena terdistrak macam-macam kerjaan, hahahaa.

Tapi intinya sih kisahnya tentang kerjaan Lacy yang tadinya tenang tanpa badai, mendadak berubah sejak menangani kasus yang disodorkan Greg Myers. Ceritanya seperti biasa, John Grisham selalu bikin jantung saya berdetak kencang ketika ada momen tertentu, seperti orang asing yang memasuki rumah asisten pengadilan Jo-Helen Hooper. Deg-degan banget sih baca di hal 377.


SAVE HEAVEN - Nicholas Sparks



Seorang perempuan tergopoh-gopoh meninggalkan rumah. Dia mengetuk pintu rumah tetangga, Bu Feldman. Keduanya berpelukan lantas dalam hitungan jam ia berpamitan meninggalkan Boston. Kepergiannya pada hari itu dibuntuti seorang polisi, Kevin. Namun ia bisa melepaskan diri setelah mengubah warna rambut dan memakai baju berbeda. Ia menaiki bus yang membawanya hingga di sebuah tempat dengan pemandangan mempesona di tepi laut dengan dermaga dan perahu.

Berpuluh kilometer dari Boston, tepatnya di Southport, Katie melamar pekerjaan di kedai Maddie. Ia membeli rumah pondok di pinggir kota dan hidup menyendiri.


Suatu hari, Katie membeli beras, ikan tuna, dan lampu di toko milik Alex, seorang single parent yang membesarkan dua anak, Josh dan Lexie. Sifat Katie yang tertutup membuat pertemuan pertama Katie dan Alex terlihat canggung. Bahkan, inisiatif Alex memberikan sepeda kepada Katie untuk memudahkannya berangkat kerja ke kedai Maddie malah memicu pertengkaran. Sampai akhirnya, sesuatu dari masa lalu yang ingin dilupakan kembali menghantui Katie.    


Katie sebenarnya memiliki karakter yang kuat. Dia selama ini mampu bertahan dari Kevin, menyembunyikan semua rasa sakit di hatinya. Namun dia beruntung akhirnya menemukan jalan keluar. Kebutuhan untuk hidup yang lebih baik, membuat dirinya memutuskan langkah pemberani.


Pada awalnya dia menjaga jarak dari orang lain. Namun saat bersama dengan Alex dan anak-anaknya, dia menemukan kenyamanan, dia menemukan tempat yang aman di dalamnya. Namun namanya juga masa lalu masih menanti kelengahannya, Katie masih diuji dengan kenyataan pahit.


Meskipun dia ingin bahagia menatap masa depan baru, rasa takut sesekali muncul bila Kevin dapat menemukannya kapan saja. Akhirnya, apakah dia akan bisa memulai hidup baru dengan Alex, Kristen dan Josh? Yuk baca novel ini, temans.

On the Street Where You Live - Marry Higgins Clarks


Setelah perceraian yang menyakitkan dan kasus penguntitan yang mengerikan, Emily Graham pindah ke Spring Lake, kota pantai yang indah di New Jersey. Ia berharap akan mendapatkan "akar" dan ketentraman. Sang pengacara kriminal ini membeli rumah yang pernah ditempati moyangnya di abad silam.


Tapi di hari pertamanya di rumah itu, Emily sudah mendapatkan kejutan. Kerangka wanita muda yang hilang empat setengah tahun lalu ditemukan di halaman belakang rumahnya ketika para pekerja sedang menggali kolam renang. Dan di tangan kerangka itu tergenggam tulang jari Madeline, nenek moyang Emily yang hilang pada tanggal yang sama 110 tahun lalu!


Kurang dari seminggu kemudian, dua lagi sisa-sisa jenazah wanita muda yang hilang pada tanggal yang sama di abad yang berbeda, ditemukan di Spring Lake. 


Penemuan-penemuan menggemparkan ini membuat semua orang bertanya-tanya. Apakah ada pembunuhan copycat yang kebetulan mengetahui detil-detil pembunuhan di tahun 1890-an dan mempraktektikkanya di abad ke 2 atau si pembunuh sendiri yang bereinkarnasi dan mengulangi aksinya? 


Siapa pun dia, si pembunuh telah memilih Emily untuk menjadi korban ke tiga, menggenapi lingkaran pembunuhan antar abad.


The Sister's Keeper - Jodi Picoult

Tahun 1990: Brian dan SaraFitzgerald tinggal di Upper Darby, Amerika Serikat. Kate, anak mereka,  berusia dua tahun saat didiagnosis menderita APL. Jesse, sang kakak dinyatakan tidak cocok menjadi donor allogenik, sementara donor dari orang yang tidak berhubungan darah sangat berbahaya dan resiko kematiannya tinggi. Setelah itu, Brian dan Sara berencana menciptakan anak dengan mendatangi para ahli genetika guna memperoleh kecocokan sempurna dengan Kate. Ya, nantinya anak itulah yang akan menjadi donor allogenik guna menunjang hidup Kate.



Malam tahun baru 1991, bayi penyelamat itu lahir. Beberapa jam setelah lahir, Anna sudah menyumbangkan sel darah tali pusat untuk kakaknya, Kate. Setelah itu Anna menjalani puluhan suntikan, transfusi darah, dan operasi agar Kate bisa melawan leukemia yang dideritanya. Hingga usianya 13 tahun, sudah tak terhitung lagi sumbangan yang diberikan Anna pada Kate. Dan saat ini, ibunya meminta Anna mendonorkan ginjalnya untuk Kate yang nyaris sekarat.


Menginjak usia remaja, Anna mulai berani mempertanyakan tujuan hidupnya. Sampai kapan ia harus terus menyuplai kebutuhan kakak perempuannya? 


Hal ini membuat Anna memberanikan diri mendatangi pengacara dan menuntut keluarganya sendiri dengan gugatan ingin mendapatkan kebebasan medis untuk dirinya sendiri. Meskipun Anna baru berusia 13 tahun tapi pemikirannya dan ketegasannya layak diacungi jempol. Keputusan ini cukup berat bagi Anna, meskipun yang mengambil keputusan ini dirinya sendiri.


Dengan bantuan Campbell, pengacaranya, Anna melakukan perdebatannya. Pertimbangan demi pertimbangan sempat membuat Anna menjadi galau saat ia memikirkan apakah harus tetap maju menyelesaikan pertentangan yang ia mulai, ataukah ia harus menyerah dengan alasan lawan yang dihadapinya adalah orang tuanya sendiri.

Cerita yang mengaduk emosi pembaca ini beneran jadi pembelajaran ketika keluarga memiliki masalah kesehatan. Dari sisi moral ada banyak tantangannya. Kali ini penulis terlalu banyak memasukkan karakter dalam ceritanya. Jadi sebagai pembaca, saya awalnya bolak balik buka halaman sebelumnya agar lebih mengenal satu persatu semua tokoh di dalam cerita.

Northern Light - Nora Robers

Nate Burke adalah seorang anggota kepolisian di Baltimore yang memutuskan berhenti dari pekerjaannya. Ia pindah dan menjadi kepala polisi baru di Lunacy, sebuah kota kecil di Alaska. 


Luka masa lalu masih mengikutinya. Ia dulunya polisi di divisi yang menangani kasus pembunuhan. Karirnya sukses namun tidak dengan rumah tangganya, istrinya selingkuh dengan seorang kerabat. Alasannya karena Nate terlalu fokus pada pekerjaannya.




Novel yang diterbitkan tahun 2004 ini menampilkan sisi romansa antara Nate dan Meg, salah seorang wanita tinggal sendiri di Lunacy. Hubungan keduanya begitu pas seiring dengan terungkapnya peristiwa pembunuhan lima belas tahun lalu yang kembali mencuat.


Sebelum itu karir Nate hancur saat menyaksikan kematian langsung teman sejawatnya, tepat dihadapan pria itu. Hati Nate hancur dan sejak kejadian itu ia kehilangan semangatnya sebagai seorang polisi.


Nate pergi ke Lunacy. Sebuah kota kecil di Alaska dengan pemandangan persis di dalam lukisan-lukisan. Deretan pengunungan tinggi bersalju, padang landai dan luas, juga rumah-rumah dari kayu bagai miniatur di dalam bola salju. 


Nate menikmati tugasnya sebagai kepala kepolisian di sebuah kota kecil. Di sini tidak terlalu banyak pekerjaan yang serius; berurusan dengan para pemuda pemabuk yang senang membuat kekacauan di tempat umum. Atau membereskan salju yang menutupi jalan-jalan, dan pekerjaan-pekerjaan remeh lainnya.


Di satu sisi, Nate tidak bisa mengabaikan sosok Meg, seorang penerbang lokal. Ia mulai menyukai perempuan itu, sebagaimana lelaki itu menikmati cahaya kutub, atau aurora borealis. Lalu tibalah momen ini, sebuah peristiwa genting terjadi di pegunungan di atas kota lunacy. Sekelompok anak-anak memutuskan mendaki di tengah badai salju. Untung saja rombongan itu berhasil diselamatkan dan sejarah kelam Lunacy ikut terlihat bersamaan dengan evakuasi rombongan tersebut.


Sesosok mayat dengan benda tajam tertancap di dadanya. Mayat yang ternyata adalah ayah dari Meg yang hilang 15 tahun yang lalu. Penemuan ini menghadirkan teror pada warga Lunacy, terlebih lagi salah seorang warganya ditemukan bunuh diri dengan surat yang menyatakan dirinya sebagai pembunuh 15 tahun lalu. Kecurigaan muncul dan Nate berusaha menemukan pelaku sebenarnya dibalik dua kasus pembunuhan itu.


Cerita dalam buku ini mengajak kita masuk kedalam suasana Lunacy dengan penggambaran yang begitu jelas oleh sang penulis. Selain itu, karakter Nate dibangun dengan pondasi yang begitu kuat. Memiliki hati lembut namun juga penyendiri, Nate digambarkan sebagai sosok penyelidik dengan intuisi kuat.


Dari kelima judul buku favorit saya, sudahkah kamu juga membacanya? Bahkan ada dua buku di atas yang saya baca lebih dari dua kali saking suka dengan jalinan ceritanya.

Namun masih ada lagi buku favorit lainnya yang belum pernah saya tulis di blog ini. Sementara ada kesempatan lain waktu untuk menuliskannya. Wassalamu'alaikum.
Reading Time:

Kamis, 27 Oktober 2016

Ngeblog Karena Ingin Berbagi Cerita, Cinta, Cita
Oktober 27, 2016 55 Comments

www.hidayah-art.com

Assalamu'alaikum. Selamat Hari Blogger Nasional, teman-teman. Dan saya mau curhat tentang ngeblog, karena #BloggerGandjelRel punya jadwal posting serentak hari ini. Tentang niat ngeblog yang merasuki diri ini. *lebay amat* Gimana awal mula saya jadi rajin ngeblog juga. Dan saya tuturkan lewat tulisan berjudul Ngeblog Karena Ingin Berbagi Cerita, Cinta, Cita.

Judulnya nggak lebay loh ya. Karena pada awalnya dulu, saya memang ingin berbagi cerita keseharian. Cerita tentang impian saya, tentang cinta saya untuk anak-anak dan keluarga, tentang cita-cita ingin memiliki buku solo. Karena itu saya memberi nama rumah maya ini dengan nama yang sesuai. Yaitu My Mind - Untaian Kata Untuk Berbagi.
Reading Time: