My Mind - Untaian Kata Untuk Berbagi

Rabu, 18 Januari 2023

Pakaian Renang Muslimah Terbaik Produk Brand Internasional
Januari 18, 2023 30 Comments

Pakaian Renang Muslimah LYRA, Burkini & Modest Swimwear

Burkini Lyra Swimwear

Assalamualaikum Sahabat. Memilih aktivitas olah raga di air seperti renang, diving, tentunya membutuhkan baju renang yang tepat. Kenyamanan menjadi faktor penentu agar kalian bisa melakukan olah raga renang dengan didukung baju renang terbaik. 

Inggat nggak sih waktu masih sekolah, kalo diajakin renang gitu selalu diingatkan agar bawa baju renang. Aturan pengelola kolam renang secara tegas mengingatkan penggunaan baju renang bila masuk kolam renang. Bahkan di beberapa tempat ada yang memasang papan peringatan tersebut di pintu masuknya.

Jaman saya SMA maupun kuliah masih susah mencari baju renang untuk kami yang mengenakan hijab. Akhirnya diakalin aja pakai leging dengan dipasangkan pakaian renang atasan dan penutup kepala. Enggak matching banget lah pokoknya. Jaman dulu emang perjuangan banget menemukan pakaian renang yang sesuai gaya hidup dan tidak menyalahi aturan menutup aurat.

Senangnya sekarang ini dunia fashion nggak melupakan pakaian renang untuk muslimah. Nggak mungkin dong ya renang pakai leging seperti dulu, nggak modis lah yaa. Trend fashion juga memahami wanita muslimah menginginkan pakaian renang yang nyaman dan aman saat berenang maupun bermain air di tepi pantai. 

LYRA Burkini & Modest Swimwear, Pakaian Renang Yang Memahami Kebutuhan Wanita Muslimah

Kebetulan nih saya pernah melihat pembaca berita terkemuka Noor Tagouri yang senang beraktivitas di air. Pilihan pakaian renang Ms Noor cakep dan terlihat matching gitu. Scroll di media sosial dengan klik tema serupa, saya menemukan lebih banyak lagi selegram dari belahan dunia yang tampil keren dan cantik saat berenang. 

Selebgram dengan Swimwear

Mereka mengenakan pakaian renang yang memiliki desain kontemporer, detailnya minimalis, namun nampak elegan. Sempurna membalut tubuh si pemakai dengan gaya fashion yang memikat, cocok banget buat nemenin aktivitas kalian di kolam renang maupun di pantai.

LYRA menghargai bahwa setiap wanita itu berbeda. Wanita ingin memiliki perasaan nyaman, namun tetap tampil modis, apakah sedang bersantai di tepi kolam renang, berjemur di pantai, atau berenang. Mengenakan baju renang produk LYRA mencerminkan keyakinan dan nilai-nilai wanita dari semua lapisan masyarakat.

LYRA memamerkan desain baru setiap bulan September. Dengan ide dari desainer yang tak pernah lelah mencari inspirasi dari berbagai sumber. Menjelajahi pasar dari seluruh dunia dan menggabungkan filosofi yang beragam dalam desain baru tersebut. 

Produk pakaian renang dari brand LYRA Burkini Swimwear ini memancarkan pesona Hollywood klasik serta sisi eksotisme pantai Maroko. Pakaian renang ini terbuat dari Carvico Italia, bahan yang ringan, cepat kering, berkualitas premium, dan ada perlindungan sinar UV yang tinggi. Kalian bisa membelinya secara terpisah maupun satu set lengkap. Setiap set dilengkapi dengan penutup kepala bergaya sorban yang serasi.

Burkini Lyra swim memiliki koleksi lengkap, dari swim wear, swim accesories, bahkan ada juga kaftan & Maxi Dresses. Produk swimwear yang menjadi best seller adalah Sofia, Naila, Asra, Alayna, Halima. Kalian bisa cek di website LYRA Swimwear https://lyraswimwear.com/ untuk melihat koleksi lengkapnya.

Burkini Swinwear


Burkini Swinwear

Tentang LYRA dan Founder Ikram Zein

Adalah Ikram Zein yang menginginkan pakaian untuk menikmati alam bebas dengan nyaman dan sesuai untuk wanita muslimah. Pakaian yang dia desain sendiri untuk digunakan saat berenang di kolam renang atau di pantai. Proses penciptaan pakaian renang lumayan panjang, dengan perjalanan ke pasar luas di berbagai negeri yang dilakukannya dengan segenap cinta. Hingga akhirnya  rangkaian LYRASWIMS diluncurkan perdana pada Desember 2016.

LYRA diciptakan melalui perjuangan Ikram Zein untuk menemukan pakaian renang yang sesuai dengan gaya hidupnya. Sebagai seseorang yang berpakaian sopan, dan juga menyukai alam bebas, berenang dan menjaga kebugaran, mata Ikram yang tajam dan jeli melihat potensi pakaian renang yang cocok untuk fashion style wanita modern.

Studio LYRA di London dengan dukungan material bahan kain di Bergamo, Italia Utara, sampai proses produksi di pabrik yang dikelola keluarga di Istanbul. Proses kreatif, bersama dengan pengerjaan yang teliti dalam merancang dan memproduksi setiap pakaian renang LYRA, adalah sesuatu yang sangat dibanggakan.

LYRA bahkan sudah mengikuti event London Modest Fashion Week yang rutin diadakan. Tujuannya adalah untuk memperluas jangkauan marketing produk pakaian dengan desain yang cocok untuk wanita modern yang aktif. 

Impian LYRA adalah semua wanita modern yang mencintai kegiatan di alam bebas, menemukan pakaian yang cocok dan nyaman. Tentu juga memiliki desain yang memenuhi standar pasar dan tetap menjunjung kesopanan.

Burkini Swinwear

LYRA juga dikenal sebagai pendukung kampanye #ThisGirlCan; kami telah merancang rangkaian pakaian renang yang sesuai dengan kebutuhan semua wanita untuk membantu meningkatkan angka partisipasi dalam renang. Melalui kampanye ‘LyraSwims’ LYRA ingin menceritakan kisah aktivitas wanita yang hobi berenang. Lyra menyediakan beragam ukuran yang cocok untuk bentuk tubuh wanita mana pun. 

Burkini Swinwear

Saya sendiri belum memiliki kesempatan membeli produk LYRA karena harganya masih jauh dari jangkauan kemampuan finansial. Tapi namanya juga mimpi, boleh lah saya menginginkan produk Sofia - Palm yang tampil modern dengan motif daun.

Burkini Swinwear

Cantik ya desain dan motif pakaian renang LYRA ini, yang bikin hepi tuh ukurannya lengkap hingga XXL. Ukuran saya ini yang paling gede, hahahaa. Semoga kalian yang memimpikan produk LYRA menjadi koleksi untuk aktivitas berenang, dimudahkan yaaa.

Sekarang kalian tidak perlu lagi bingung memilih baju renang, kan? Karena koleksi dari Lyra Burkini Swim bikin kalian nyaman berenang dengan aurat yang tetap tertutup namun elegan.  Wassalamualaikum Bestie.
Reading Time:

Senin, 16 Januari 2023

Siapa Sosok Yang Menginspirasi?
Januari 16, 2023 2 Comments

Tetangga Rumah Menjadi Sosok Yang Menginspirasi

Assalamualaikum. 1W1P Session 2 Periode 2 Gandjel Rel mengajukan tema yang menarik, yaitu Sosok Yang menginspirasi. Sebenarnya tema yang selalu digulirkan selalu menarik perhatian saya dan member komunitas perempuan di Semarang ini. Jadi makin semangat nulis dan menayangkan artikel sesuai tema tiap minggunya.

Sosok Yang Menginspirasi

Sosok yang menginspirasi menurut saya sangat luas artinya. Sosok tersebut nggak harus orang terkenal dan banyak yang menjadikannya sebagai tokoh inspiratif. Sosok yang menginspirasi bisa saja penjual dawet yang bisa berangkat haji dengan menabung setiap rupiah yang disisihkan dari jualannya. Bisa jadi sosok inspiratif tersebut orang tua kamu sendiri karena telah berjuang mendidik dan menjadikanmu orang yang sukses hapalin quran.

Bagi saya sosok yang menginspirasi belum tentu seorang tokoh nasional, atau pengusaha sukses, bukan!

Siapa Sosok Yang Menginspirasi?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti inspiratif adalah segala sesuatu yang bisa memberi seseorang ilham. Arti inspiratif juga sering dianggap sama dengan kata inspirator. Untuk inspirator berarti penginspirasi atau orang yang menginspirasi.

Sementara itu, istilah “inspiratif” lebih sering digunakan pada sosok orang. Artinya, penggunaan istilah ini lebih merujuk pada seseorang secara nyata yang biasanya memberikan energi positif, baik pada hasil karya, sikapnya, cara pandang, maupun caranya berbicara.

Nah saya ingin bercerita tentang sosok inspiratif yang terdekat. Yaitu tetangga saya. Dan tetangga yang saya maksudkan bukan satu orang, namun lebih dari satu.

Sebelum tinggal di rumah yang sekarang, sebenarnya pernah tinggal di sini karena rumah ibu bapak ada di sini. Gimana sih bahasanya, hahahaa.

Yah pokoknya saat tinggal di rumah ibu bapak, seperti remaja umumnya saya kenal dengan tetangga namun kurang akrab. Namanya saya tuh anak introvert, bergaul ya dengan orang seusia. Saya termasuk aktif dalam kepengurusan aktivitas remaja masjid dan karang taruna kelurahan. Tapi kalo dengan orang usia tua sebaya atau di bawah bapak, mohon maaf ya saya nggak pede berkomunikasi, hihiiii.

Namun sejak menempati rumah yang sekarang ini, kok saya jadi merasa para tetangga ini satu frekwensi. Ya kalo lagi kumpul aja sih karena saya bukan orang yang senang nonggo (ngobrol pagi atau sore di depan rumah/rumah tetangga).

Tetangga Adalah Sosok Yang Menginspirasi

Dari awal tinggal di rumah ini, saya jadi mengenal lebih dekat sifat dan karakter tetangga. Kebanyakan juga karena saya mendapat informasi dari salah seorang tetangga. Saya menyimpan info ini dalam benak dan tidak ada maksud apapun. Ya udah sebatas informasi tentang profil tetangga aja.

Saya pun jadi tahu kalo para tetangga ini meski tinggal di perumahan sederhana, namun jiwa mereka sangat kaya.

Ya, setiap ada orang mendapat musibah, tangan para tetangga ringan terulur. Mungkin ini hal biasa juga dilakukan oleh warga perumahan atau kampung lainnya. 

Yang sangat menarik juga adalah sikap dermawan para tetangga setiap bulannya, menyisihkan uang sejumlah tertentu dan rutin sama disedekahkan untuk pembangunan masjid. Nominalnya ada yang 5 ribu hingga 200 ribu, seikhlasnya dan selalu sama setiap bulannya tiap warga dari RT 01 - 08. 

Selain itu tiap ramadhan meski udah ada jadwal untuk warga yang bertugas menyediakan snack dan minuman, tetap ada yang spontanitas menyumbang di luar jadwalnya.

Yang menarik perhatian saya adalah, setiap bulan Muharam akan diadakan pengajian khusus untuk anak yatim. Setiap RT atau perkumpulan pengajiannya akan menyiapkan dana khusus diperuntukkan anak yatim dan janda dhuafa. Setiap RT bisa menyedekahkan di atas 1.500.000 bahkan ada yang mengumpulkan 2jutaan lebih. Uang sedekah ini dikumpulkan dan pernah mendapatkan nominal sejumlah 18 jutaan lebih. Alhamdulillah jadi bisa membagikan ke lebih banyak anak yatim dan janda dhuafa.

Semangat para tetangga ini yang menurut saya sebuah sikap dan karakter istimewa. Mereka bukan lah orang yang berharta banyak, namun bisa menyisihkan setiap bulannya secara konsisten untuk bersedekah.

Bersedekah bagi orang mampu itu bukan hal yang 'wah'. Sudah wajar namanya juga ada duit kan. Tapi kalo yang bersedekah adalah orang biasa dengan penghasilan biasa, tentu lah menjadi luar biasa, masya Allah.

Seperti yang saya kutip dari hadist Muttafaqun ‘alaih. HR. Bukhari no. 1419 dan Muslim no. 1032 :

Wahai Rasulullah, sedekah yang mana yang lebih besar pahalanya?” Beliau menjawab, “Engkau bersedekah pada saat kamu masih sehat disertai pelit (sulit mengeluarkan harta), saat kamu takut menjadi fakir, dan saat kamu berangan-angan menjadi kaya. Dan janganlah engkau menunda-nunda sedekah itu hingga apabila nyawamu telah sampai di tenggorokan, kamu baru berkata, “Untuk si fulan sekian dan untuk fulan sekian, dan harta itu sudah menjadi hak si fulan.

Sosok para tetangga ini yang menjadi inspirasi saya saat menyisihkan uang rutin setiap hari dalam kaleng. Yang insya Allah akan saya setorkan ke masjid melalui pengurus RT tiap bulannya.

Nah sosok yang menginspirasi saya adalah mereka, para tetangga yang ringan tangannya untuk bersedekah rutin baik dalam keadaan lapang maupun sempit. 

Mungkin ini pula yang membuat seluruh warga RT kami tetap diberikan kesehatan meski pandemi kemarin banyak merenggut nyawa orang. Namun di RT kami alhamdulillah masih diberikan usia panjang, hanya merasakan sakit dan itu pun nggak ada yang sampai dirawat di rumah sakit. Memang betul kalo sedekah itu melindungi kita dari musibah. Semoga sharing ini bisa menjadi inspirasi para pembaca. Wassalamualaikum.
Reading Time:

Rabu, 11 Januari 2023

Perjalanan Spiritual Perempuan Usia Senja
Januari 11, 2023 22 Comments
Assalammualaikum Sahabat. Judul artikelnya apakah bikin kening mengernyit? Misalkan jawabannya iya, nggak perlu berlama-lama ya sob. Karena memang pemilik blog ini mulai memasuki usia senja. Bilangan angka kembar akan menyambut si pemilik blog tahun ini, tepatnya pertengahan tahun pada usia 55 tahun. Masya Allah, semoga masih diberikan kesehatan agar tetap bisa  terus mengisi blog dengan cerita pengalaman penulis.

    
Perempuan usia senja

Menilik  54 tahun yang sudah dijalanin, terasa begitu banyaknya cerita terukir dalam perjalanan hidup saya. Lulus kuliah jeda 3 bulan langsung bekerja di salah satu perusahaan distributor barang impor. 

Dan saya bisa bisanya krasan hingga 25 tahun menjadi kuli. Yaa gimana, tiap 5 tahun udah ngajuin resign, selalu ditolak. Bahkan jelang berangkat haji (tahun 2014), minta resign agar tidak mengganggu pekerjaan karena posisi saya memang di divisi yang paling sibuk dan otaknya perusahaan. Tapi tetep aja nggak diijinkan. 

Malah dirayu, saya boleh cuti sesuai kebutuhan ibadah dan istirahat. Serta perusahaan bakal tetap memberikan gaji utuh plus uang saku berangkat haji, masya Allah.

Akhirnya bisa resign tahun 2015 dengan alasan ingin ngebantu suami. Bos besar luluh karena saya maju dengan wajah memelas, hihiii. Yesss akhirnya saya beneran jadi IRT fulltime, alhamdulillah senangnyaaa kala itu. Hingga hari ini pun saya bahagia dengan pilihan resign karena banyak banget pengalaman yang bisa dinikmati ketika menjadi IRT full time.

Mengisi Jiwa Dengan Perbanyak Silaturahmi

Alasan saya resign selain ingin bantuin pak suami, juga ingin bebas jalan-jalan tanpa harus mengajukan cuti ke tempat kerja. Plus ingin lebih banyakin belajar spiritualitas, mengisi jiwa, dan silaturahmi ke teman, kerabat, dan mantan tetangga yang udah pindah kota. Ini memang hobi saya dan suami semenjak tahun 2010.

Ngomongin spiritualitas, sebenarnya apa yang ingin saya pelajari? Bukankah spiritualitas itu tentang keyakinan?! Udah setua ini kok masih mau belajar spiritualitas?

Kalo dari Kamus Besar Bahasa Indonesa (KBBI) arti spiritual adalah yang berhubungan dengan atau bersifat kejiwaan atau rohani. Jadi kalo belajar spiritualitas artinya perjalanan kita untuk mengenal diri sendiri. Bukan lantas saya belum mengenal diri sendiri saat memutuskan ingin belajar spiritualitas. Namun saya ingin bertambahnya usia adalah saat tepat untuk mengingatkan diri tentang batasan usia yang tinggal sedikit. Mengingat kematian lebih dekat meski tak dipungkiri usia muda pun bisa saja dipanggil lebih dulu. 

Sejak usia belasan tahun saya sebenarnya pernah berpikir tentang hari setelah kematian. Meski belajar tentang agama sejak usia dini dan berlanjut sekolah dasar di yayasan pendidikan islam, tapi keingintahuan tentang hari akhir masih menjadi pertanyaan terbesar dalam benak saya. Pertanyaan yang akhirnya menjadi sebuah pemikiran bahwa hidup di dunia itu adalah serangkaian mengumpulkan bekal untuk hidup di akhirat.

Pemikiran yang akhirnya menjadi sebuah kesadaran spiritual saat saya yang kala itu berusia 32 tahun, ada pada fase istri dan ibu dua anak laki-laki. Fase yang membuka pikiran saya tentang kesabaran itu tiada batas, keikhlasan yang hakiki, dan penerimaan diri.

Menerima diri dengan segala kekurangan dan kelebihan, mencintai diri apa adanya. Fase penerimaan diri ini yang menjadikan saya sebagai perempuan dengan kesadaran penuh tentang arti diri. Saya tidak lagi berambisi pada urusan duniawi, lebih bisa menerima batas kemampuan diri. Kesadaran diri yang makin bertumbuh hingga dua tahunan kemudian menjadi ingin hidup minimalis. 

Hidup minimalis ala saya adalah tentang cara memandang sebuah kehidupan. Tidak lagi berambisi dengan gaya hidup memiliki kebendaan, meminimalisir pengeluaran yang tidak penting. Yang akhirnya bisa meminimalkan sampah karena tidak belanja di luar kebutuhan.

Bersama teman kuliah
Teman alumni kampus satu jurusan


Teman SMP 10 Semarang
Bersama teman SMP yang sering
Jalan bareng ke satu tempat wisata atau kuliner


Saya merasa makin usia berkurang, pertemanan juga menyusut jumlahnya. Saya kembali berteman dengan teman semasa sekolah dan kuliah. Meski pertemuan kami tidak selalu direncanakan, namun sesekali kami bertemu. Ngobrol ringan sambil hahahihi yang bikin jiwa terisi penuh. Menghangatkan jiwa tiap kali pertemuan kami, hingga rasanya selalu terselip rindu ketika ada rencana untuk bertemu lagi.

Meyakini Ujian Hidup Adalah Tempaan Kesabaran

Perjalanan spiritual bagi setiap orang tidak sama. Saya bahkan sejak muda sudah menemukan masalah kehidupan. Terlahir di sebuah keluarga sederhana yang sebelumnya berada pada tingkat ekonomi cukup. Tidak berlebihan dan tidak pula kekurangan. Namun ketika bapak saya kecelakaan, menyebabkan penghasilan utama keluarga hilang. Profesi bapak yang bukan pegawai, dengan tidak bekerja tentu tak ada pemasukan keuangan.

Ibu menjadi perempuan yang akhirnya bekerja dan bertanggung jawab sebagai pencari nafkah tunggal. Ketrampilan menjahit menjadi sumber penghasilan utama. Alhamduillah dari sini ibu bisa menyekolahkan saya dan adik-adik hingga lulus kuliah.Cuma adik kedua yang tidak kuliah karena kasihan melihat ibu yang harus bekerja sendiri. 

Alhamdulillah saya bekerja dengan niat ingin membantu orang tua, menyekolahkan adik bungsu. Kemudian bisa bantuin bapak membeli rumah yang hingga sekarang menjadi tempat tinggal orang tua dan adik bungsu. Saya meyakini rejeki saya dan suami juga rejeki keluarga besar, tetangga, dan teman kami. 

Menikah dan berkeluarga adalah prioritas saya dan suami. Kemudian kami merencanakan juga beribadah haji, pengennya pada usia 40an tahun. Alhamdulillah meski bukan berharta yang melimpah, kami diundang Allah azza wa jalla beribadah tahun 2014. Rejeki yang kami yakini karena kasih sayangNYA, doa orang tua kami, saudara, tetangga, dan teman kami. Hingga tiada hambatan melalui semua ibadah dan perjalanan menuju jazirah Arab.

Meski sebenarnya menjelang ibadah haji, banyak musibah yang kami alami. Namun saya dan suami memang nggak pernah menganggap musibah sebagai kesedihan. Alhamdulillah selalu ada jalan keluar termudah berkat campur tangan Allah yang Maha Menyembuhkan. 

Orang di luar lingkaran keluarga hanya mengenal kami pemilik rekening tabungan yang gendut, masya Allah ini menjadi doa mereka untuk kami. Yaa karena kami nggak pernah mengeluh, wajah selalu tertawa bahagia tiada beban hidup. Bukannya kami jaim tapi memang kami tak ada alasan untuk bersedih gundah gulana.

Tiga tahun sebelum berangkat haji merupakan titik balik kesadaran bahwa barang duniawi tak lagi menyilaukan mata. Saya udah nggak pernah beli barang karena diskonan, promo, ataupun keinginan. Saya beli barang ya karena sedang butuh atau yang dipakai ternyata harus diganti. Seperti sepatu, hand phone, tas atau apapun yang rusak dan butuh yang baru. Bukan beli karena gengsi, karena ada model terbaru diluncurkan.

Saat itu saya dan suami udah menyiapkan kematian dengan memperbanyak silaturahmi dan meminta maaf tiap kali bertemu kerabat atau sahabat. Menghamburkan doa untuk mereka juga. 

Jadi ketika akan bersiap berangkat haji, anak-anak saya yang keduanya laki-laki, sudah diberikan tanggung jawab dan informasi berupa harta kami yang ada. Ada resiko saat kami berdua ayah ibunya menunaikan ibadah haji. Jadi mereka kami persiapkan dengan tanggung jawab bila ajal kami tiba di tanah suci. 

Haji di Mekah

Alhamdulillah kami berdua berangkat dan bisa kembali berkumpul dengan keluarga dalam keadaan sehat. Batuk dan demam yang dialami suami sepulang haji, ibarat oleh-oleh dari tanah suci. 

Begitu lah perjalanan tentang spiritualitas saya, perempuan yang mendekati usia senja. Menanti panggilanNYA, hanya bisa saya isi dengan kegiatan yang bisa memberikan manfaat bagi lebih banyak orang. Semoga sahabat berkenan dengan curhatan saya kali ini. Wassalamualaikum. 
Reading Time:

Senin, 09 Januari 2023

Lato Lato Mainan Jadul Yang Sedang Viral
Januari 09, 2023 32 Comments

Lato Lato Permainan Anak-Anak Yang Sedang Viral

Lato Lato

Assalamualaikum. Awalnya saya nggak paham dengan lato kato yang tengah jadi perbincangan di masyarakat. Namun setelah ditunjukkan gambarnya dari media sosial oleh si sulung, baru deh paham. 

Saya:"Oh, ini kan yang dulu pernah kamu mainkan,"
Si sulung :"Iya, tapi aku nggak main sampai muter-muter gitu, Buk,"

Si sulung lantas membuka salah satu video di YouTube dan menampilkan anak kecil main lato lato. Lato lato yang tadinya hanya bergerak ke kiri dan ke kanan, mendadak berubah.  Si anak piawai menggerakkan lato lato hingga berputar naik turun juga. 

Apakah Lato Lato Mainan Tradisional?

Mainan Lato Lato

Sempat ada yang menyebutkan kalo lato lato itu mainan tradisional masyarakat Bugis. Nama lato lato kabarnya merupakan bahasa Bugis. Namun tiap daerah di Indonesia memiliki sebutan yang berbeda. Masyarakat Makasar menyebut mainan itu katto katto. Sementara saya (orang Jawa) mengenalnya sebagai ethek ethek.


Saat anak sulung saya mengenal mainan ini, sekitar awal tahun 2000. Namun si sulung hanya memainkannya sebentar. Dia juga cuma menggerakkan ke kanan dan kiri pelan-pelan. Saya selalu mendampingi saat dia main lato lato atau ethek ethek. 

Sebenarnya lato lato bukan lah mainan tradisional. Permainan ini berasal dari benua Amerika dan memiliki banyak nama. Ada yang menyebut click clacks, knocker, atau ber-bangers. Namun yang paling populer adalah clackers.  Sekitar tahun 1970-an, mainan ini sempat dilarang digunakan karena saat itu terbuat dari kaca. Apabila kedua bola berbenturan rawat pecah dan mengenai tubuh pemain atau orang yang berada dekat dengannya.

Di Indonesia sendiri mainan ini terbuat dari plastik sehingga lebih ringan dan aman untuk dimainkan. Masuk ke negeri ini sekitar tahun 1990-an, lato lato layaknya permainan anak-anak lainnya seperti gasing. Saat ini lato lato kembali muncul bertepatan mulai liburan semester ganjil penghujung tahun lalu. Harganya cukup murah namun tentu saja tergantung dengan kualitas bahan. Tiap daerah memiliki harga yang berbeda, sekitar Rp. 8.000 - 12.000.

Manfaat Positif Bermain Lato Lato Bagi Anak

Menurut Nila Anggreiny, Psikolog dari Universitas Andalas, menuturkan bahwa permainan lato-lato yang tengah viral di kalangan masyarakat punya dampak positif terhadap anak-anak. Ia menyebut permainan lato-lato telah mengalihkan perhatian anak-anak dari gadget. 

Saya sendiri menyaksikan anak-anak tetangga yang sekarang tengah menyukai lato lato. Namun mereka main tidak sepanjang hari, biasanya ketika pagi atau sore hari di depan salah satu rumah.

Ketika banyak orang dewasa yang tidak menyukai suara yang dihasilkan dari benturan dua bola, saya lebih memilih menikmatinya. Karena mainan seperti itu juga tidak akan berlangsung lama. Seperti layaknya mainan lainnya yang akan selalu menjadi mainan semusim. Nanti akan berganti dengan mainan lainnya. 

Seperti yang dituturkan oleh Nila Anggreiny, lato lati memiliki dampak positif sepanjang ada orang dewasa yang mendampinginya. Jangan sampai bermain dengan kecepatan tinggi yang bakal berakibat buruk. Kekuatan tangan anak-anak saat memainkan lato lato juga tidak seperti orang dewasa. 

Saya melihat anak-anak memainkannya dengan kecepatan sedang. Mereka sesekali tertawa ketika dirinya maupun teman sepermainannya gagal memainkan lato lato. Interaksi anak-anak dengan teman sepermainan ini yang tidak didapatkan saat mereka mengakses gadget-nya. Kecuali bermain game online, tapi tetap tidak ada tatap muka langsung.

Lato Lato Mainan Anak-Anak atau Orang Dewasa?

Permainan lato lato paling cocok dilakukan oleh anak-anak usia di atas 5 tahun. Anak usia 5 atau 6 tahun udah bisa diajak ngobrol. Orang tua bisa memberikan edukasi tentang baik dan buruknya permainan lato lato.

Bagi anak di bawah usia 5 tahun, belum bisa memahami efek buruk permainan ini. Mereka belum bisa memperkirakan batas kecepatan dan ketepatan saat bola saling berbenturan. Kalo salah sedikit, bola bisa membentur tangan dan efeknya menimbulkan bekas lebam. 

Di sini lah pentingnya peran orang tua agar mendampingi anak-anak saat bermain. Permainan lato lato maupun mainan lainnya butuh pendampingan orang tua. Coba deh kalian berkunjung di rumah maya Mom Blogger Ivayana Wicha yang ternyata lahir di Kota Semarang, kayak saya nih sob, hihiii.

Iva memiliki label Home education di blognya, bisa lah ya kalian baca, siapa tahu bisa dijadikan rujukan. Terutama bagi ibu muda dengan anak balita maupun yang di atasnya sedikit, ada pilihan beberapa ide bermain.

Lato Lato Viral Saat Liburan Sekolah

Di beberapa negara permainan lato lato ini menjadi ajang kompetisi yang diikuti oleh orang dewasa. Meski tak menutup kemungkinan ada juga lomba lato lato yang pesertanya anak-anak usia 10 tahunan. 

Di Sidoarjo, Solo, dan beberapa kota ada lomba lato lato yang pesertanya melibatkan anak usia 9-14 tahun. Bahkan di Sidoarjo lomba lato lato digelar dan mendapat atensi sebanyak 300 peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur. Hadianya nggak main-main, ada seekor kambing yang diperebutkan bagi juara 1. 



Pemenang lomba lato lato adalah Chesta Khadafi yang main selama 2 jam 7 menit. Anak usia 10 tahun ini mengalahkan dua pemain lainnya dengan selisih waktu masing-masing 1 menit. Beruntung ya Chesta.

Namun bukan keberuntungan saja yang menjadi modal anak kampung Sedati ini. Dia selama satu minggu berlatih main lato lato. 

Lomba ini tidak sekadar memainkannya dengan membenturkan lato lato. Namun saat semifinal, peserta harus memainkan lato lato sambil duduk, jongkok, berjalan bahkan jalan berputar. Tentunya ini butuh konsentrasi agar fokus dalam permainan. Jadi Chesta memang pantas menjadi juara pertama dan mendapatkan kambing sebagai hadiahnya. Selamat Chesta!

Selalu ada pro kontra sejak munculnya media sosial. Lato lato bukan yang pertama menjadi permainan anak yang menimbulkan pro kontra di media sosial. Bukan pula mainan yang pertama menjadi benda sitaan oleh guru-guru di kelas. Bukan yang pertama pula menjadi obyek ketidak sukaan orang. Ada mainan lainnya yang pernah disita guru seperti ketapel, gasing, tamagochi, karet lompat tali, rubik, dan masih banyak lagi. Iya nggak sih?!

Kalian sendiri udah mulai kena demam lato lato, bisa memainkannya kah? Atau termasuk orang yang tidak suka karena suaranya yang mengganggu tidur kalian? Hayuk tulis aja isi hati kalian di kolom komentar. Wassalamualaikum.
Reading Time:

Selasa, 03 Januari 2023

Mengukir Kenangan di Senja Pagi dan Pasar Sayur Kopeng
Januari 03, 2023 26 Comments

Piknik Tipis-Tipis di Senja Pagi dan Pasar Sayur Kopeng 

Assalamualaikum Sahabat. Saat hati gundah tapi nggak tahu sebabnya, bisa jadi kamu butuh menepi. Nah kalo kebetulan kamu sedang berada di daerah Jawa Tengah, tepatnya di jalan yang menghubungkan Salatiga dan Blabag, bisa mampir ke salah satu kafe di kawasan Kopeng. Mari mengukir kenangan di Senja Pagi Cafe and Eatery yang terletak di Kragon, Ngablak, Magelang.


Senja Pagi Cafe

Meski alamat kafe ini masuk Magelang namun sebenarnya masih dekat dengan tempat wisata Kopeng. Cukup dekat  dengan tempat saya dan keluarga camping bulan Agustus 2021. Ketika pandemi agak melandai, kami tengah di puncak kejenuhan di rumah terus, akhirnya memilih kegiatan di alam. 

Mampir baca yuk :


Best View Gunung Andong dan Gunung Telomoyo

Senja Pagi Cafe and Eatery baru buka saat libur lebaran tahun 2022 ini. Namun meski baru buka, rupanya udah jadi tempat favorit bagi kaum muda dan keluarga. Terlihat saat kami tiba di lokasi sekitar pukul 10 lebih udah lumayan ramai.  

Ada beberapa pilihan tempat untuk duduk santai dan menikmati minuman dan makanan yang kalian pesan. Area indoor dengan coffee bar terdapat tempat duduk dengan pemandangan taman di teras depan karena dindingnya berupa kaca bening berukuran besar. 

Nanti akan saya ceritakan suasana makan di area indoor ini. Karena pilihan awal kami adalah di luar ruangan di sisi kiri pintu masuk. Terdapat area outdoor dengan beberapa kursi dan meja. Dari sini pun view gunung Andong udah terlihat megah. 

Cafe senja pagi
Sisi depan anak tangga
 tempat kami awalnya duduk

Dengan hamparan sawah dan kebun milik warga lokal dengan latar belakang gunung Andong. Berbatasan dengan kebun warga, terdapat tanaman hias yang dijadikan pagar cafe. Di sini menjadi salah satu spot foto pengunjung karena memang view nya terlihat cakep.     


Tempat nongkrong baru ini cocok sebagai tempat untuk menikmati liburan di akhir pekan bersama keluarga sembari kulineran. Apalagi berada di area perkebunan dan persawahan yang suasananya sejuk dan adem membuat betah untuk berlama lama nongkrong. View alam persawahan, perbukitan hingga view enam gunung bisa kalian saksikan dengan panorama yang begitu mempesona.

Pilihan Snack, Minuman dan Makanan di Senja Pagi Eatery



Senja Pagi Cafe and Eatery ini menawarkan menu yang cukup beragam dan harganya terjangkau untuk menemani saat santai dan liburan kalian. Menu minumannya beragam, dari teh, kopi, jus, dan wedangan. Untuk snack ada mendoan, pisang goreng dengan toping kesukaan, dimsum, dan lainnya. Untk makanan yang mengenyangkan ada rice bowl, nasi goreng, mie dan pasta. 

Awalnya siang itu begitu sampai di lokasi kami memilih duduk di area outdoor yang terletak di depan anak tangga menuju roof top Senja Pagi. Kami memilih di sini karena view Gunung Andong yang cakep. Rencananya juga kami akan foto bersama dengan latar belakang gunung tersebut. Kenyataan tidak seindah harapan, gaiiis. Hikss.


Outdoor Senja Pagi Cafe
Nggak nyaman duduk di outdoor
Matahari tepat di atas kepala


Tepat di atas kepala matahari dengan garangnya menyorot terik. Haduhhh, itu lah sebabnya skincare memang wajib dipakai setiap hari. Terutama kalo sedang jalan-jalan seperti ini. Udah kena panas, debu, dan asap rokok dari pengunjung. Kasihan kulit wajah kalo nggak ada perlindungan dari skincare. Bakal rusah deh skin barrier kalian. 


Saya yakin kulit wajah udah terlindungi, jadi ketika diajak ke outdoor di rooftop Senja Pagi, langsung ngikut. Fasilitas akses ke rooftop juga nyaman dengan anak tangga yang ergonomis. Jadi nggak bikin napas engap begitu udah nyampe di lantai 2 Senja Pagi. Aman jaya lah yaa.

Outdoor yang ada di lantai 2 ini disediakan meja dan kursi juga dengan atap yang sebagian terbuka. Bagian lantai ada dua area, ruang terbuka dengan lantai keramik motif kayu. Di bagian lantai di bawah naungan dialasi rumput sintetis. Pagar besi menjadi pengaman di sepanjang sisi terluar rooftop. Jadi aman ya untuk digunakan spot foto pengunjung.

Foto di rooftop Senja Pagi

Foto di roof top Senja Pagi

Pantas aja area outdoor di lantai 2 selalu full pengunjung kafe. kebanyakan anak muda yang memilih tempat di roof top ini. Ya meski ada pagar pengaman, kalo ngajak anak-anak harus selalu dalam pengawasan. 

Tapi memang view di roof top kece badai. Kamu bakal puas menikmati view cantik Gunung Andong, dengan area persawahan, kebun warga. Mata dimanjakan dengan pemandangan alam yang masih asri. Terlebih udara yang masih bersih seakan menjadi bonus. Namun kalo kelamaan di pinggir pagar lumayan juga, bikin agak merinding dengan angin yang siang itu lumayan berhembus kencang. Kami segera turun ke lantai 1 dan menurut adik kami, akan pindah posisi ke dalam ruangan kafe.

Adik kami yang memesan menu via Whatsapp milik Cafe Senja Pagi, melihat ada ruang kosong di indoor-nya. Tadi saat kami datang tuh ruangan bagian dalam masih penuh dengan pengunjung. Ternyata sekarang udah kosong, jadi akhirnya kami pindah ke dalam. Kasihan ibu kepanasan kalo di luar dan masih menanti orderan kami disajikan. Jadi kami pun pindah dan kembali menyusun meja serta kursi sendiri. Self service deh pokoknya karena pelayannya tengah sibuk mengurus orderan pengunjung. 

Ngumpul di Cafe Senja Pagi


Ngobrol udah dapat panjang, cerita tentang saudara, jajanan favorit, masa kecil keluarga mertua, sampai film yang sedang tayang di bioskop. Namun minuman pesanan belum juga datang. 

Ketika akhirnya minuman disajikan, langsung deh dinikmati. Semua mengambil gelas masing-masing. Saya pesan wedang uwuh. Ternyata gelasnya kecil, tidak seperti di kafe yang ada di mall atau di loby hotel langganan saya. 


Menu di Senja Pagi Cafe
Gelas ukuran kecil ygy, hihihi
Kurang puas dong yaa


Sampai adik ipar nyeletuk, minta air panas lagi aja. Dan jadi ingat saya pernah minta air panas lagi saat di kafe yang ada di mall itu. Karena memang isi wedang uwuh masih banyak dan rasanya juga terlalu manis untuk lidah saya. 

Tapi kalo di sini, apa bisa? Terlebih saya enggan meminta tambahan air panas karena pelayannya juga sibuk entah ngapain aja di balik meja kasir itu.

Kembali kami menanti orderan menu snack dan makanan. Saya kurang tahu mengapa menu pesanan kami lama juga disajikan. Menunggu kelamaan hingga jenuh. Padahal udah ngobrol, bercanda, sampai ada yang nonton drakor, main game, scroll media sosial, bahkan minuman sebagian udah abis, kwkwkww.

Minuman di Senja Pagi Cafe
Sempat saya foto sebelum diminum

Akhirnya setelah perut sudah hilang rasa lapar karena kelamaan menunggu, snack pertama datang. Dan langsung deh diserbu pemilik tangan-tangan yang tadi kelaparan. Mendoan dua piring langsung tak tersisa. Ini rakus atau lapar? hahahaa.

Menu di Senja Pagi Cafe
Cuma pesan dua porsi mendoan
Karena pesan Snack dan makanan yg
sayangnya gak disajikan barengan


Snack kedua juga bernasib sama, hanya tesisa piring. Yang akhirnya bikin kami pun memutuskan untuk pulang dari pada kelamaan nunggu sajian berikutnya yang entah kapan datang. Adik kami menanyakan menu yang dipesan. Karena tidak ada kepastian, kami meminta bill tagihan dan melunasi yang sudah disajikan. 

Kecewa kah kami? Antara ya dan tidak. Ya.. karena kasihan ponakan yang udah lapar dan menanti menu yang dipesan namun tidak jadi datang. Tidak kecewa karena di sekitar kafe masih ada pilihan tempat kuliner lain yang bisa didatangi sepulang dari sini. 

Saat mau pulang baru kami tahu kalo ke kafe ini lebih baik reservasi plus pesan menu aja sekalian. Karena banyak pengunjung yang datang, ya demi view gunung andong tentunya. Untuk rasa makanan lumayan enak, tapi bukan yang ingin kita nikmati berulang kali. Waktu datang lagi ke Senja Pagi, saya sekeluarga pesan menu lain. Ini menu kami :

Menu di Senja Pagi Cafe

Untuk harga menu di Senja Pagi masih terjangkau. 

Menu Senja Pagi Cafe & Eatery


Memang cafe ini menurut saya menjual view. Untuk pelayanan kurang cekatan. Ada dua keluarga juga yang akhirnya pulang setelah orderan mereka datangnya baru minumannya aja. Kami sempat menyampaikan saran agar mempercepat orderan pengunjung agar tidak bikin kecewa. Meski datang demi view, saya yakin mereka ingin merasakan juga menu yang udah dipesan.

Fasilitas lain Senja Pagi terdapat musholla, toilet, tempat parkir yang cukup luas. Oia di sini pun ada bapak-bapak yang menawarkan jasa foto. Harganya nggak mahal dan bisa nawar kalo minta foto beberapa kali.

Pilihan Kulner di Pasar Sayur dan Buah Kopeng

Kami sebenarnya ingin ke warung steak di kawasan wisata Kopeng. Namun ternyata warungnya tutup, gaiiis. Ya udah lah diputuskan mobil meluncur ke pasar sayur dan buah di Kopeng. Tempat yang biasa kami kunjungi kalo ingin makan sate dan wedang ronde. 

Setelah masuk dan mendapatkan tempat parkir terdekat dengan warung sate, kami pun memesan sesuai seleran masing-masing. Saya pesan sate ayam, yang lainnya ada yang sama dengan pesanan saya. Namun ada juga yang memesan sate kelinci. Sementar teman makan sate ada dua pilihan nasi dan lontong. 

Sate ayam


Saya dan suami memilih pesan satu porsi lontong untuk berdua. Karena di depan mata, ada sepiring gorengan yang dibeli adik kami di warung depan parkiran mobil. Ada juga dari kami yang pesan wedang ronde, namun pilihan terbanyak adalah teh panas. Udara dingin Kopeng memang cocok kalo minum minuman yang panas.


Wedang ronde


Sambil menanti sate siap disajikan, ada yang jalan-jalan sambil belanja sayur, buah, ataupun jajanan. Kios di pasar sayur dan buah di sini sudah tertata rapi. Banyak pilihan belanja dari snack ringan seperti keripik, krupuk mentah, dan lainnya. Sementara buah dan sayur pun juga nampak banyak dijajakan di kios-kios. Di bagian tengah pasar, terdapat kios penjual tanaman hias serta buah.


Setelah lama tidak pernah ke pasar sayur dan buah di Kopeng ini, memang terlihat berbeda. Terakhir kesini sebelum pandemi dan tata letaknya belum seperti sekarang. Yang saat ini lokasinya dikelompokkan sesuai jenis jualannya. Jadi memang terlihat lebih rapi. Untuk tempat parkir ada sebagian di depan yang muat untuk 8 mobil. Sisanya ada di bagian belakang dekat dengan deretan kios penjual tanaman hias. 

Begitulah hari Minggu akhir bulan November yang kami nikmati dengan kuliner di kawasan Kopeng. Oia untuk harga makanan di pasar buah dan sayur itu nggak mahal. Untuk sate ayam dan kelinci satu porsi sekitar 30 ribuan udah termasuk lontong. Sate isi 10 tusuk dan lontongnya 1 bungkus. 

Pulang dari Kopeng, hati bahagia senyum puas karena kenyang dan ngantuk. Iyaa ngantuk begitu dalam perjalanan dari Kopeng menuju rumah adik kami yang terletak di Ngawen Salatiga. Dekat sih dengan kawasan Kopeng. Jalannya hanya mengikuti jalan aspal berkelok-kelok yang dipisahkan oleh jalan ring road.  Pokoknya lurus aja arah ke Pasar Sapi. Tapi sebelum pasar sapi, kami belok ke kanan daaaan, masuk ke pelatarn parkir rumah adik kami. 

Tujuan pertama adalah kamar mandi. Untung aja rumah adik kami jadi satu dengan tempat usahanya, ada tiga kamar mandi dan tetep sih harus antri untuk jumlah 12 orang yaa. Alhamdulillah sekali lagi kami mengukir kenangan bersama hari itu.  Semoga kami sekeluarga besar dan teman-teman pembaca diberikan kesehatan agar tetap bisa menjalin silaturahmi. Wassalamualaikum.
Reading Time: