Alasan Mengapa Memilih Liburan di Camping Ground Omah Kembang Salatiga - My Mind - Untaian Kata Untuk Berbagi

Jumat, 25 September 2020

Alasan Mengapa Memilih Liburan di Camping Ground Omah Kembang Salatiga


Assalamualaikum Sahabat. Awal bulan Agustus lalu saya membaca tawaran acara camping.  Tapi karena masih pandemi saya pun membatalkan niat untuk ikut acaranya. Padahal kan asik gitu ya camping di tengah hutan atau di lereng gunung. Kangen banget nih dolan ke gunung setelah sekian lama mesti berdiam diri di rumah aja.


Tapi saya harus jaga diri karena ada orang tua yang rumahnya berdekatan dan sering ketemu. Meski saya tahu ada protokol kesehatan yang bakal dilakukan dalam kegiatan camping juga. Namun akhirnya tetap batal karena nggak dapat ijin dari suami.


Oh asiknya waktu tahu suami bakal ngajak kami sekeluarga camping. Ya udah lah manut aja sama apa kata suami.


Merencanakan Camping Bareng Keluarga

Kalo sebelum pandemi saya mau aja diajakin suami jalan-jalan ke tempat wisata mana aja, sekarang sih agak gimana gitu. Sebenarnya selama dari pertengahan Maret sampai Agustus kemarin, saya masih krasan di rumah aja. Apalagi sekarang di rumah ada kebun mini yang bisa menjadi tempat mengusir bosan. 


Tapi rupanya suami yang memang butuh liburan. Pekerjaan renovasi rumah sebanyak tiga buah benar-benar menguras tenaga dan pikirannya. Meski udah ada gambar dan kontrak yang ditandatangani bersama, tetep aja ketika renovasi berjalan selalu ada koreksi dari sang pemilik rumah. Maklum deh satu rumah kan ada banyak keinginan, jadi selalu muncul ide baru sementara proyek renovasi sedang berjalan.


Mengikuti keinginan suami untuk rehat sejenak dari pekerjaannya, kami menyusun rencana akan kemana weekend nanti. Ada usulan ke Jogja meski kami juga bingung mau kemana misal jadi ke kota kenangan ini. Nyaris setahun kami belum ke Jogja. Biasanya bisa sebulan dua atau minimal sekali deh kesana. Ada pekerjaan suami juga di sana. 


Akhirnya suami memutuskan untuk memilih camping di dekat Semarang. Keinginan ini langsung mendapat respon heboh dari anak-anak. Yeaaayyy... kami akhirnya bisa liburan keluar rumah.


Kebetulan dua minggu sebelumnya ada rencana yang digulirkan di grup WA keluarga suami. Adik bungsu kami ngajakin camping rame-rame di kawasan Salatiga. Masih cukup dekat lah dengan rumah adik kami. Tapi karena masih sibuk jadi nggak ada yang bisa  diajakin camping.


Dan tanggal 22 Agustus 2020 akhirnya cuma dua keluarga aja yang bisa camping. Lokasi camping ground juga berubah, nggak seperti rencana awa. Tapi saat saya melihat foto yang dikirim adik, bikin jatuh cinta seketika.


Sabtu, 22 Agustus 2020 Menuju Lokasi Campground Omah Kembang

Karena harus menyelesaikan pekerjaan dulu, suami baru bisa pulang sebelum shalat Dhuhur. Saya sendiri sejak pagi udah sibuk beres-beres rumah, nyiram tanaman, dan ke toko kue untuk beli pastry dan bolen. Liburan ke tempat berudara dingin kudu bawa bekal yang mengenyangkan dong. 


Tepat pukul 14.00 kami berempat berangkat menuju rumah adik di kawasan Ngawen Salatiga. Singkat cerita di rumah adik, kami hanya shalat dan kemudian melanjutkan perjalanan menuju Omah Kembang.


Omah Kembang lokasinya dekat dengan kawasan wisata Kopeng. Dekat juga dengan kafe yang tengah hits, yaitu Cerita Kita. Namun kafe itu sering penuh sehingga harus indent. Kami juga nggak pengen ikut dalam antrian. Malas banget kan saat pandemi gini ikut berkerumun. Bahkan nggak ada pandemi pun saya dan suami paling males harus antri sebelum bisa masuk ke kafe.


Nah kembali ngomongin rute menuju Omah Kembang itu gampang banget. Dari jalan lingkar Salatiga, kamu ambil arah menuju Kopeng. Setelah melewati tempat wisata Kopeng, masih sekitar 4 km menuju Omah Kembang. Ada pertigaan dengan penanda Omah Kembang dan Cerita Kita. Posisi Omah Kembang ada di sebelah kiri jalan, ada penandanya. Ada google map juga jadi nggak usah khawatir kalo tersesat.



Alasan Mengapa Memilih Liburan di Camping Ground Omah Kembang?


- Tenda Sudah Disiapkan

Sebenarnya saya memang agak parno keluar kota untuk liburan. Selama pandemi ini, saya baru keluar kota nemenin suami saat dia ngurus kerjaan di kawasan Ambarawa. Itu pun saya duduk aja di dalam mobil. Atau kalo pun turun dari mobil, paling ke tukang jual tanaman langganan. Dan biasanya karena hari kerja jadi kiosnya selalu sepi.

Jadi satu alasan saya mau liburan karena lokasi camping ground yang sepi. Sekitar 3 hari sebelumnya, adik kami udah booking 3 tenda dan membayar uang muka. Harga sewa per tenda yang muat untuk 3 - 4 orang sebesar 250 ribu/malam.

Tenda ukuran besar dan ada lapisannya
Pintu dobel, dengan matras kasur, bantal, dan selimut

Saat ini glamping tengah digemari keluarga muda. Karena kegiatan berada di alam bebas ini tidak mengharuskan kamu bawa tenda, bawa matras, kantong tidur, belum lagi barang-barang si kecil yang banyak. Kamu cukup membawa bekal makanan, minuman, atau barang keperluan si kecil.

- Camping Ground dengan Pemandangan Kece

Saya nggak perlu perjelas dengan detil kayaknya, karena foto-foto yang ada di sini udah berbicara kan. Pemandangan dari kanan, kiri, dari arah mana pun saya berdiri, semua mempesona. Bahkan saat saya dan rombongan tiba di lokasi pun, bikin kami berdecak takjub. Masya Allah, cantiknya hamparan bukit dan gunung yang nampak dan memagut pandangan kami.


Di Omah Kembang, kamu bisa menyaksikan gunung Andong, gunung Telomoyo, gunung Merbabu. Dan kalo beruntung bisa melihat gunung Sindoro dan Sumbing di kejauhan.

Kamu nggak pengen camping
nginap dengan view kece ini, sob?


- Tempat Yang Instagramable Buat Pecinta Swafoto

Sama deh dengan alasan sebelumnya, nggak perlu banyak dijelaskan. Andai saya bisa menitipkan semua foto saat swafoto di sini. Tapi ntar kamu bakal bosan lihat foto saya, hahahaa.





Ada tenda yang kece dijadikan setting foto, tempat ayunan dengan gunung Andong di belakang punggung. Ada hammock yang bisa untuk tiduran dan juga foto dengan tema rebahan syantikkk. Ada juga bus bekas yang dijadikan beberapa pengunjung untuk foto di dalamnya. Dan saya pun juga nggak mau ketinggalan, foto bareng ponakan setelah shalat Shubuh dan jalan-jalan di sekitar campground.



- Fasilitas di Omah Kembang Udah Komplit

Dengan membayar 250 ribu per tenda dan per malam, kamu bisa mendapatkan fasilitas tenda (tentu saja donk), tikar untuk duduk dan ngerumpi, tempat sampah, tong besar untuk bakar jagung, hammock, lampu besar di sebelah hammock, tempat colokan ada banyak, toilet dengan air panas dan dingin.

Toilet ada di foto atas
Satu deret di banguan warna putih

Toilet jumlahnya lebih dari cukup untuk penghuni campground yang menginap. Saya terlupa ambil foto bagian dalamnya tapi bersih meski sederhana. Toilet nya dengan kapstok, closed duduk, ember ukuran besar, shower, dan kran. 

Isi tendanya juga udah komplit, ada matras kasur, bantal dua, dan dua selimut. Jadi kalo satu tenda akan diisi 4 orang, kudu bawa bantal lagi dari rumah biar nggak berebut. Hihihii.

- Tempat Menikmati Sunset dan Sunrise

Di Omah Kembang, kamu bisa mendapatkan keberuntungan memandang tenggelamnya matahari dan juga saat terbit. Asik kaaan, bisa mengoleksi dua pemandangan dari satu lokasi aja.

Ada spot foto yang bisa kamu pilih, di dekat tenda, di tempat ayunan, atau di lantai 1 yang view-nya menghadap ke segala penjuru. Sayangnya saat matahari terbit, saya tidak memilih tempat ini. Karena saya, anak-anak, dan ponakan berburu foto di tempat lain. Tapi sebelum pulang, saya sempat foto dulu di sini.

Di belakang saya ada gunung Telomoyo

- Kafe Dengan Menu Khas Lokal

Kafe belum buka
kalo pengen pesan latte atau cemilan

Sayangnya saya nggak sempat menikmati makanan di kafe. Padahal saya baca review nya, di kafe ini ada minuman khas. Saya lupa namanya. Coba deh kamu kesana dan nyobain teh Trasan, minuman khas gunung Telomoyo.


Malam itu kami memilih beli makanan di luar, karena pada pengen bakmi rebus. Camping pun kami tetap memilih makanan yang ada di mana aja, wkwkwkk.

Pagi hari kami sebenarnya ingin pesan menu sarapan. Kalo ada roti bakar, nasi goreng untuk anak-anak, atau salad buah dan sayur gitu kan asik ya. Sambil duduk di luar dan menatap pemandangan cantik di depan mata. Sayangnya kafe buka pukul 10 pagi, jadi ya kami akhirnya cuma pesan susu coklat.


Dan untuk sarapan kami, ada bubur sambel tumpang. Adik kami membeli bubur mesti keluar camping ground, menuju taman wisata Kopeng.



Ahh rasanya camping kemarin itu masih belum puas. Alasannya adalah karena hanya dua keluarga yang ikut. Biasanya kalo seluruh keluarga ikut, akan ada yang bagian masak mie rebus yaitu Om Pur. Beliau ini rajin banget bawa peralatan nge-camp bila nginap di homestay. Sayang keluarga Om Pur dan Tante Ani nggak bisa ikut gabung. 


Ada rencana bakal mengulang glamping suatu hari nanti. Nunggu waktu yang tepat semua bisa gabung agar lebih seru dan meriah.


Rencananya kami bakal bakar jagung juga nantinya. Oiya, kamu udah pernah glamping di Omah Kembang? Cerita dong keseruan kamu selama glamping di sana. Wassalamualaikum.

42 komentar:

  1. Naaah..tayang juga ni cerita yg tak tunggu2 hehe.. Makasih ya mba, jadi ada referensi buat kemping bareng kelg nih. Dan baca ada Bubur Jangan Tumpangnya...ahaay asli langsung kangen kota kelahiran ini..hehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, beli buburnya deket Kopeng, depan gerbangnya

      Hapus
  2. Aku belum pernah nih kesini. Jarang2 ada tempat bisa sunrise dan sunset sekalian. Jadi penasaran.

    BalasHapus
  3. Saya belum pernah ikutan camping sih. Sebenarnya sesekali saya juga ingin merasakan bagaimana sensasi camping. Mungkin camping di omah kembang bisa jadi pilihan perdana bagi saya kali ya. Hehehehe

    BalasHapus
  4. Waah asyik banget ya bu jadi pengen glamping juga takjub dengan pemandangannya...mana harganya ga bikin kantong bolong..btw 1 tenda muat brp orang?

    BalasHapus
  5. Akhirnya setelah sekian lama ya mba, seger buger jalan-jalan
    aku belum pernah, pengen ih mba wkwkwk bareng suami glamping ke omah kembang

    BalasHapus
  6. Jangan ke Jogja dulu mbak, lagi banyak cluster baru. Malioboro juga sempat jadi cluster baru lho mbak. Stay safe yaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, makanya aku tolak waktu anakku usul ke Jogja

      Hapus
  7. Agendain buat camping juga ah. Cuma masih belum berani mengingat kondisi perut makin membuncit ini.

    Eh buk.. Kalau bawa tenda sendiri gitu boleh gak sih?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh sih tapi gak tahu bayar sewa tempatnya berapa

      Hapus
  8. Duh, jadi mupeng juga nih ngajakin keluarga camping di sana. Btw itu sewanya udah paketan gitu berarti ya? kalau bawa tenda sendiri gitu bisa ga sih? Kalau punya tenda sendiri kan lumayan ngirit hahahaha....

    BalasHapus
  9. Mbak... Seru banget.. aku pengen camping di Bedugul, cuma ya harus nyewa mobil juga karena jauh dan pasti bawa perkap banyak. Jadi tunda dulu, nyari yg hemat dulu. Wkwkwk.

    Btw kmrn pas lihat foto Mbak di IG apa FB ya, aku mbatin ini ko bisa sarapan bubur, ternyata beli di luar ��

    BalasHapus
  10. Wah asyik banget mbaa temoatnya. Thifa kalo liat ini pasti langsung ngajak camping 😁😁

    BalasHapus
  11. Boleh juga nih ide camping gini mba. Anak-anakku belum pernah ada yang merasakan camping, padahal emak bapaknya dulu hobi ngemping. :)) Apalagi tendanya sudah pake kasur empuk ya, ga khawatir punggung sakit karena alas yang keras kayak jaman dulu klo buka tenda. :)

    BalasHapus
  12. Aku tuh pengen banget ngajak anakku untuk camping, semoga setelah pandemi ini berakhir bisa ajak dia menjelajah alam di Indonesia ya. Lihat viewnya cakep banget sih itu mbak, masukin list ah untuk camping disini.

    BalasHapus
  13. Wah, ini kemahnya mewah ya Mbak. Tempat oke, bersih, fasilitas lengkap. Kalau pas mager emang enaknya kayak gini, gak repot. Juli yang lalu saya camping juga tapi di hutan. Byuh capeknya gak karuan Mak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah kalo camping yang model glamping gini sih enak, kayak nginap di hotel. Semua udha disediakan kecuali makan ya

      Hapus
  14. Asyiknyaa bisa rekreasi di Campground Omah Kembang. pastinya stok foto buat Instagram nambah ya Mbak Wati hehe.

    BalasHapus
  15. Yang ukuran besar bagus ya Mbak Dew ... puas memandangi fotonya.

    Oya, tinggal di Palembang setelah dari Makassar ya berarti?

    BalasHapus
  16. Ya ampyuuunn, ini sih GLAMPING terbaeeekkk
    Kayanya budget ngga terlalu nguras kantong juga ya Mba
    Mupeng ke sini ahhh
    InsyaALLAH 2021!

    BalasHapus
  17. Kemping bareng anak2 dan suami, aku belum pernah. Mereka juga baru sekali kemping itu pun acara pramuka dari sekolah hihihihi. Kelar dorona pokoknya kami kudu glamping ah kayak mbak Wati hahaha kepengen banget nih. Seru ya menikmati suasana berbeda dengan pemandangan yang indah. Suka kepeikiran mandinya, BAB dan BAK nih kemping wkwkwkwkwk :D

    BalasHapus
  18. duuuh, aku pengen banget camping bareng keluarga...nikmati alam, ngeliat matahari terbit, tidur di tenda....pokoknya kalau korona beres pengen ngerencanain camping juga deh

    BalasHapus
  19. Saya belum pernah glamping di sini. Tetapi, kayaknya saya pernah ke daerah Kopeng. Sejuk juga udara di sana

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, apalagi kalo malam tuh udaranya dingin banget

      Hapus
  20. saya belum pernah glamping di sini. Tapi, kayaknya pernah main ke daerah Kopeng. Sejuk juga daerahnya

    BalasHapus
  21. Aaa jadi kangen ngecamp! Udah lama gak camping sih. Kalau aku jelas gak bisa ngajak keluarga karena ada tanggungan di rumah. Mungkin ya kalau udah punya pasangan aja. Mana viewnya cakep

    BalasHapus
  22. Dulu aku gak tau Telomoyo itu nama gunung hihihi pelajaran Geografinya gimana ya aku. Asyik ya mbak bisa glamping di Omah kembang sekalian menikmati alam sekitar

    BalasHapus
  23. Mba, sejuk dan dinginnya terasa dengan hanya melihat foto-fotonya. Aku pernah ke Wisata Kopeng sebelum nikah, jad rindu mau kesana lagi.

    BalasHapus
  24. Asik banget ya pemandangannya. Di kalimantan belum ada yg kaya gini. Ada tapi belum friendly buat anak2. Jd mupeng

    BalasHapus
  25. Mauuuu glamping!
    Cuman ya gituuuu, suami agak alergi sama berkemah - menurut beliau ini menyusahkan, udah keluar dari rumah mosok ya susah amat hehehee

    beliau belom tau aja ada berkemah dengan glamour seperti ni ya

    BalasHapus
  26. Wah seru camping di tempat yk gtu. Apalagi kalau ada yang punya anak kecil kyk aku kyknya lbh cocok kemping kek gtu ya?
    Iya mbak enak kalau bisa lebih rape dan lebih bebas lagi kempingnya ya?
    Ngajak semua keluarga seru2an di sana abis pandemi kyknya bisa nih direncanakan :D

    BalasHapus
  27. Asyik banget ya tempat campingnya, fasilitas lengkap, viewnya juga cantik...

    BalasHapus
  28. Glamping Omah Kembang ini terletak di daerah Salatiga, Mbak? Wah dekat dengan rumah simbah deh kayaknya. Nanti kalau berkunjung ke rumah simbah mau lihat-lihat ke sana juga deh ...

    BalasHapus
  29. Wah ini kok seru bgt, jadi pgn nyoba..
    Di salatiga ya ini mbak?

    BalasHapus
  30. Ya ampuun, itu gunungnya kelihatan jelas dan cantik banget Mbak, akkk mau deh ikutan kemping di sini..duh kapan ya pandemi berakhir...huhu..m

    BalasHapus
  31. Wuih bagus banget tempatnya. Udah sejak lama deh kepengen bawa anak-anak kemping ke tempat kayak gini. Abis pandemi kayak haru deh kemping. Yang deket-deket dulu di sekitar sini.

    BalasHapus
  32. Disini udah zona hijau mba. Di kota loh ini. Dan di desa malah lg naik2nya disini. Hiks.

    Pengen banget camping begini. Kebetulan deket rumah mama ada. Tp msh mikir dulu.

    BalasHapus
  33. Masya Allah..nyaman sekali nih kelihatannya tempatnya mbak. Dan anak-anak tuh yaa, biasanya paling demen sama kondisi/suasana yang menyatu dengan alam gini :)

    BalasHapus
  34. Belum pernah berlibur dengan suasana camping begini...
    Seru yaa...apalagi kalau sama keluarga besar.

    BalasHapus
  35. Whua mb aku mupeng pengen liburan ke sini. Sementara liat gambarnya aja dulu ya

    BalasHapus
  36. Asyik juga ya camping bersama keluarga. Pernah saya diajak camping sama suami di kebun teh puncak tapi ga berani hihi payah yaa takut dingin saya wkwkwk

    BalasHapus