Lato Lato Mainan Jadul Yang Sedang Viral - My Mind - Untaian Kata Untuk Berbagi

Senin, 09 Januari 2023

Lato Lato Mainan Jadul Yang Sedang Viral

Lato Lato Permainan Anak-Anak Yang Sedang Viral

Lato Lato

Assalamualaikum. Awalnya saya nggak paham dengan lato kato yang tengah jadi perbincangan di masyarakat. Namun setelah ditunjukkan gambarnya dari media sosial oleh si sulung, baru deh paham. 

Saya:"Oh, ini kan yang dulu pernah kamu mainkan,"
Si sulung :"Iya, tapi aku nggak main sampai muter-muter gitu, Buk,"

Si sulung lantas membuka salah satu video di YouTube dan menampilkan anak kecil main lato lato. Lato lato yang tadinya hanya bergerak ke kiri dan ke kanan, mendadak berubah.  Si anak piawai menggerakkan lato lato hingga berputar naik turun juga. 

Apakah Lato Lato Mainan Tradisional?

Mainan Lato Lato

Sempat ada yang menyebutkan kalo lato lato itu mainan tradisional masyarakat Bugis. Nama lato lato kabarnya merupakan bahasa Bugis. Namun tiap daerah di Indonesia memiliki sebutan yang berbeda. Masyarakat Makasar menyebut mainan itu katto katto. Sementara saya (orang Jawa) mengenalnya sebagai ethek ethek.


Saat anak sulung saya mengenal mainan ini, sekitar awal tahun 2000. Namun si sulung hanya memainkannya sebentar. Dia juga cuma menggerakkan ke kanan dan kiri pelan-pelan. Saya selalu mendampingi saat dia main lato lato atau ethek ethek. 

Sebenarnya lato lato bukan lah mainan tradisional. Permainan ini berasal dari benua Amerika dan memiliki banyak nama. Ada yang menyebut click clacks, knocker, atau ber-bangers. Namun yang paling populer adalah clackers.  Sekitar tahun 1970-an, mainan ini sempat dilarang digunakan karena saat itu terbuat dari kaca. Apabila kedua bola berbenturan rawat pecah dan mengenai tubuh pemain atau orang yang berada dekat dengannya.

Di Indonesia sendiri mainan ini terbuat dari plastik sehingga lebih ringan dan aman untuk dimainkan. Masuk ke negeri ini sekitar tahun 1990-an, lato lato layaknya permainan anak-anak lainnya seperti gasing. Saat ini lato lato kembali muncul bertepatan mulai liburan semester ganjil penghujung tahun lalu. Harganya cukup murah namun tentu saja tergantung dengan kualitas bahan. Tiap daerah memiliki harga yang berbeda, sekitar Rp. 8.000 - 12.000.

Manfaat Positif Bermain Lato Lato Bagi Anak

Menurut Nila Anggreiny, Psikolog dari Universitas Andalas, menuturkan bahwa permainan lato-lato yang tengah viral di kalangan masyarakat punya dampak positif terhadap anak-anak. Ia menyebut permainan lato-lato telah mengalihkan perhatian anak-anak dari gadget. 

Saya sendiri menyaksikan anak-anak tetangga yang sekarang tengah menyukai lato lato. Namun mereka main tidak sepanjang hari, biasanya ketika pagi atau sore hari di depan salah satu rumah.

Ketika banyak orang dewasa yang tidak menyukai suara yang dihasilkan dari benturan dua bola, saya lebih memilih menikmatinya. Karena mainan seperti itu juga tidak akan berlangsung lama. Seperti layaknya mainan lainnya yang akan selalu menjadi mainan semusim. Nanti akan berganti dengan mainan lainnya. 

Seperti yang dituturkan oleh Nila Anggreiny, lato lati memiliki dampak positif sepanjang ada orang dewasa yang mendampinginya. Jangan sampai bermain dengan kecepatan tinggi yang bakal berakibat buruk. Kekuatan tangan anak-anak saat memainkan lato lato juga tidak seperti orang dewasa. 

Saya melihat anak-anak memainkannya dengan kecepatan sedang. Mereka sesekali tertawa ketika dirinya maupun teman sepermainannya gagal memainkan lato lato. Interaksi anak-anak dengan teman sepermainan ini yang tidak didapatkan saat mereka mengakses gadget-nya. Kecuali bermain game online, tapi tetap tidak ada tatap muka langsung.

Lato Lato Mainan Anak-Anak atau Orang Dewasa?

Permainan lato lato paling cocok dilakukan oleh anak-anak usia di atas 5 tahun. Anak usia 5 atau 6 tahun udah bisa diajak ngobrol. Orang tua bisa memberikan edukasi tentang baik dan buruknya permainan lato lato.

Bagi anak di bawah usia 5 tahun, belum bisa memahami efek buruk permainan ini. Mereka belum bisa memperkirakan batas kecepatan dan ketepatan saat bola saling berbenturan. Kalo salah sedikit, bola bisa membentur tangan dan efeknya menimbulkan bekas lebam. 

Di sini lah pentingnya peran orang tua agar mendampingi anak-anak saat bermain. Permainan lato lato maupun mainan lainnya butuh pendampingan orang tua. Coba deh kalian berkunjung di rumah maya Mom Blogger Ivayana Wicha yang ternyata lahir di Kota Semarang, kayak saya nih sob, hihiii.

Iva memiliki label Home education di blognya, bisa lah ya kalian baca, siapa tahu bisa dijadikan rujukan. Terutama bagi ibu muda dengan anak balita maupun yang di atasnya sedikit, ada pilihan beberapa ide bermain.

Lato Lato Viral Saat Liburan Sekolah

Di beberapa negara permainan lato lato ini menjadi ajang kompetisi yang diikuti oleh orang dewasa. Meski tak menutup kemungkinan ada juga lomba lato lato yang pesertanya anak-anak usia 10 tahunan. 

Di Sidoarjo, Solo, dan beberapa kota ada lomba lato lato yang pesertanya melibatkan anak usia 9-14 tahun. Bahkan di Sidoarjo lomba lato lato digelar dan mendapat atensi sebanyak 300 peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur. Hadianya nggak main-main, ada seekor kambing yang diperebutkan bagi juara 1. 



Pemenang lomba lato lato adalah Chesta Khadafi yang main selama 2 jam 7 menit. Anak usia 10 tahun ini mengalahkan dua pemain lainnya dengan selisih waktu masing-masing 1 menit. Beruntung ya Chesta.

Namun bukan keberuntungan saja yang menjadi modal anak kampung Sedati ini. Dia selama satu minggu berlatih main lato lato. 

Lomba ini tidak sekadar memainkannya dengan membenturkan lato lato. Namun saat semifinal, peserta harus memainkan lato lato sambil duduk, jongkok, berjalan bahkan jalan berputar. Tentunya ini butuh konsentrasi agar fokus dalam permainan. Jadi Chesta memang pantas menjadi juara pertama dan mendapatkan kambing sebagai hadiahnya. Selamat Chesta!

Selalu ada pro kontra sejak munculnya media sosial. Lato lato bukan yang pertama menjadi permainan anak yang menimbulkan pro kontra di media sosial. Bukan pula mainan yang pertama menjadi benda sitaan oleh guru-guru di kelas. Bukan yang pertama pula menjadi obyek ketidak sukaan orang. Ada mainan lainnya yang pernah disita guru seperti ketapel, gasing, tamagochi, karet lompat tali, rubik, dan masih banyak lagi. Iya nggak sih?!

Kalian sendiri udah mulai kena demam lato lato, bisa memainkannya kah? Atau termasuk orang yang tidak suka karena suaranya yang mengganggu tidur kalian? Hayuk tulis aja isi hati kalian di kolom komentar. Wassalamualaikum.

33 komentar:

  1. Eh kemarin baca lomba lato-lato hadiahnya motor. Viral banget emang mainan ini. Tapi Saladin gak kukasih beli dan anaknya juga gak minta. Soalnya berisiiik dan bisa2 bundanya susah bobok siang kalo dia main lato-lato. Takut berbenturan juga dengan gadget pas mainnya gak bisa kekontrol.

    BalasHapus
  2. Kami dulu menyebutnya nok-nok mba..haha.. Setuju sekali bhw utk anak2 sebaiknya memainkan lato-lato dengan dampingan orang dewasa untuk meminimalkan kemungkinan terjadinya hal merugikan saat/karena permainan ini..

    BalasHapus
  3. Saya awalnya ga ngeh dengan permainan ini tetiba booming banget, sampai keponakan saya kecil-kecil empat orang pengen beli ini, ternyata saat lihat di somed viral banget ya. Bagus untuk mengalihkan anak-anak kecil yang selama ini tergantung banget dengan gadget. Selain itu menghidupkan permainan lama yang hampir punah, membawa berkah juga buat para penjual

    BalasHapus
  4. di sini juga sedang viral permainan latto-latto ini, Mba. Anakku, Wahyu, kalo gak dilarang sama papanya, hampir sepanjang hari main mainan ini. Jujur aja kupingku sampe sakit mendengar suara latto-latto ini, huhuhu

    BalasHapus
  5. Belum pernah main lato-lato, kak.
    Kemarin sempet dibahas suami karena beliau ingin membelikan anak-anaknya mainan ini. Dan karena banyaknya berita mengenai bahayanya main lato-lato, aku cuma bilang "Kalau bahaya, gak perlu main siih.. Toh, nanti juga ilang sendiri". ((viralnya))

    Hehhe, aku kalok uda ada dampak negatif, kayak yang lebih baik engga deeh..
    Apalagi bunyi tek-tek-tek-tek-tek nya yang bikin kayak orang ngeng-ngong karena terus-terusan.
    Huhuu...gak kuaattt~

    BalasHapus
  6. Wahh emang gak kebayang banget bisa se viral ini permainan lato lato ini, tapi kalau keinget sama bolanya ini mirip bola bekel tapi ada talinya gitu.. Tapi harus hati-hati sih main ini, soalnya kalau kena pala dan gak hati-hati bisa sakit banget

    BalasHapus
  7. aku kemarin iseng beli lato-lato ini mbak buat anakku. eh pas teman di kantor lihat mereka malah pinjam dan dimainkan di sela kerja. untung belinya 2 jadi buat anakku masih ada lato-latonya. hihi

    BalasHapus
  8. Hihi... iya sih walau kadang terganggu dengan bunyi ethek etheknya, tapi saya pikir ini hanya mainan semucim saja, ntar lama-lama juga anak-anak bosan dan ganti ada trend mainan baru. Anak-anak saya kebetulan nggak ada yang mau main latto-latto, sampai saya yang ngebet nawarin buat beli. Eh mereka nggak mau, ya udah, dompet emaknya aman hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya di tempatku juga ada anak tetangga sampai malam main lato-lato ini. untung anak-anak di rumah nggak gitu. hihi

      Hapus
  9. Kayaknya ada yg mengulas permainan ini dengan trik fisika, jadi makin seru gitu mainnya. Kalau aku sih suka lihatnya tapi harus tau waktu sih, dan hati-hati biar gak kena, sakit banget loh itu

    BalasHapus
  10. Awal thn 2000an, aku sempat main ethek-ethek sama adikku. Dulu ya bisa main sampai atas juga. Eh tapi kata ibuku, waktu jaman ibu kecil juga pernah main Ini, makanya yg ngajari sampe ke atas ya ibu 🤣

    BalasHapus
  11. Dulu mainan ini ga sebeken sekarang, belum jadi ajang perlombaan, eh sekarang malah banyak lomba lato - lato, anak kecil di daerah tempat tinggal saya selalu berkumpul setiap se pulang sekolah untuk memainkan permainan ini, yaa walaupun kadang berisik banget suaranya, tapi saya senang permainan ini muncul lagi jadi anak anak ga terlalu banyak waktu buat gadget, mereka jadi bersosialisasi dengan sesama nya lagi.

    BalasHapus
  12. Jadi yang juara 1 itu mainnya 2 jam full tanpa istirahat Mba? OMG, gak kebayang sekonsentrasi apa dan sepegal apa bahu dan tangannya. Matanya juga pasti lelah itu karena lato2 itu permainana koordinasi tangan dan mata

    BalasHapus
  13. Pas liburan Desember kemarin ini anakku beli pas aku ajak main ke Monas, ada yang jual lato lato dan aku beliin biar dia cobain. Kita yang di rumah juga jadi ikutan main, karena gak semudah itu sih buat orang dewasa ya. Tapi kalau anak-anak kenapa mainnya cepat banget ya.

    BalasHapus
  14. jujur, dengan adanya Lato-lato ini jadi mengalihkan perhatian anak sama gadget. Yang mereka perhatikan saat ini ngga layar gadget terus, aku suka sih. Tapi kadang suka ganggu waktu istirahat, kayak siang hari lagi boci trus ada kletek-kletek, jadi kebangun deh

    BalasHapus
  15. Di kampung masa kecilku, kota Pematangsiantar Sumatera Utara, namanya ethek-ethek, mungkin karena suara yang dihasilkan saat bola plastik beradu.

    Lain lagi di Balikpapapan, lato-lato, namanya!


    BalasHapus
  16. emang dimana-mana banget si lato-lato ini ya, mbak. aku enggak bisa mainnya, nih. anakku yang perempuan udah ikut-ikutan main. hahaha.

    btw, di Banjarnegara juga udah ada beberapa tempat wisata yang menggelar lomba lato-lato. xixixixi

    BalasHapus
  17. Tahun 2004, waktu ultah ke 16, ada temen SMA yang nyisipin latto-latto di kado ultah. Hahaha... Lucu banget kalo diinget sih. Emang temenku itu kocak banget anaknya. Btw aku dulu menyebutnya "cethok-cethok", Mbak..

    Sekarang, anak-anakku main lato-lato juga di rumah. Dan bisa ditebak, aku ikutan juga dong. Wkwkwk... Memang awalnya susah, tapi kalau udah ketemu feel-nya, insya Allah bisa.

    BalasHapus
  18. Di sini juga lagi pada seneng main lato-lato. Kalau saya pribadi gak pernah merasa terganggu sama suaranya. Setuju kalau permainan ini ada positifnya. Asalkan jangan kebablasan dan tetap ada pengawasan untuk anak-anak

    BalasHapus
  19. Sekarang memang lagi deman lato-lato ya, dan hampir tiap malam lato-lato jadi musik pemgantar tidur di kompleks perumahanku wkwkwk soalnya udah malam masih terdengar anak main lato-lato. Tapi lato2 juga bisa dijadikan bahan praktek di sekolah lho, soalnya anakku yang SMK di suruh beli lato-lato buat materi pelajaran IPA.

    BalasHapus
  20. Bener mba. Pertama kali tau permainan itu viral aku kok gak aneh sama mainnanya oh ternyata memang permainan jaman dulu yaa.. anakku nagih mau mainan ini tapi aku tahan sih karena beberapa anak teman juga benjolan karena main lato-lato ini. Bahaya juga buat anak2 yg belum seimbang motoriknya.

    BalasHapus
  21. Anakku yang balita ikutan nangis minta lato-lato gegara ngelihatin anak tetangga pada main di teras. 🤣🤣

    Anakku belum bisa mainan ini, biar bunyi diketokin dua dua ya. 😂😂

    Permainan lato layo ini viral dan bisa mengurangi penggunaan gadget pada anak-anak.

    BalasHapus
  22. Akuu fahamnya lato lato lagi booming pas mudik.libur Nataru kemarin, para ponakan pada main tak tek tak tekk anak2 jadi ikutan dan minta dibelikan.

    BalasHapus
  23. Di Solo saya lihat nggak cuma anak-anak yang main Lato Lato. Orang-orang tua juga ikut main. Para pedagang di tepi jalan, sambil nunggu pembeli, mereka juga main Lato Lato, haha.

    BalasHapus
  24. Ngalamin juga dari bangun tidur sampai mau tidur dengar suara lato-lato, dari anak tetangga depan, belakang, heuheu. Di rumah punya satu lato-lato tp jarang dimainan, berisik katanya hahahaha

    BalasHapus
  25. Namanya beda-beda ya di berbagai tempat, orang tua saya dulu bilangnya ini permainan tektokan. Memang seru sih anak kalau main ini, cuman agak khawatir aja kalau kena tangan or kepala lato-latonya. Btw itu juara lato-lato di Sidoarjo dapat Kambing. Wow

    BalasHapus
  26. Meraih prestasi dari bermain latto-latto ini lucu juga ya..
    Selain keahlian juga dibutuhkan konsentrasi dan ketahanan. Keren juga latto-latto membawa anak zaman sekarang keluar dari jerat gadget.

    BalasHapus
  27. Mainan jaman kuno padahal ya ini mbak. Orang jaman sekarang apa2 diviralkan, padahal ya sebenarnya biasa aja. Kayak dulu odading itu, ealaah ternyata bolang-baling hehehee...
    Gapapa lah mainan lato-lato, yang penting ortunya yang bisa menjaga keamanan anak-anak yang memainkan lato-lato ini. Jangan sampai anak bayik belum paham keamanan diri dikasih mainan ini. Bahaya laaahh...

    BalasHapus
  28. Anak2ku gak kubelikan mainan ini hahaha. Kalau mau main ya minjem, tapi anakku kyk gk tertarik juga. Kmrn ngakak liat video tiktok ada yg main lato2 pas umrah wkwk.
    Yg penting mainya gak berlebihan sih biar gak eresahkan. Di TPA anakku ngaji udah mulai dilarang2 juga bawa mainan ini mbak hahaha

    BalasHapus
  29. Dulu sebelum demam lato-lato, aku sama anak anak Uda punya mainan ini
    Tapi sekarang malah mainannya hilang, haha

    BalasHapus
  30. Jujur lumayan pusing juga dengerinnya karena anak2 di sini tuh mainnya terus2an. Tapi baiknya mereka jadi gak nge-game online. Anakku punya satu trus putus talinya. Habis itu dia gak mau beli lagi, katanya mending main bola di lapangan. Ternyata beda selera sama temen2nya.

    BalasHapus
  31. Kata orang lato-lato bisa mengalihkan sejenak pandangan anak-anak dari gadget. Ada benernya ya Mba. Mereka pada asik main lato-lato bareng teman-teman. Tapi juga bikin polusi suara haha..

    BalasHapus
  32. Virus lato2 semakin merajalela ya Mba, dimana pun rasanya telinga tak terhindarkan dari suara tek etek etek >.<

    BalasHapus