My Mind - Untaian Kata Untuk Berbagi: Rumah Sakit
Tampilkan postingan dengan label Rumah Sakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rumah Sakit. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 November 2019

Kunjungan di Tiga Rumah Sakit di Malaysia
November 09, 2019 45 Comments

Kunjungan di Tiga Rumah Sakit di Malaysia


Assalamualaikum Sahabat. Sebelumnya saya udah cerita tentang kehadiran dalam peluncuran Malaysia Year of Healthcare Travel 2020, bersama teman blogger dan media dari beberapa negara. Indonesia termasuk yang menghadirkan blogger dan media dengan jumlah delegasi terbanyak. 

Perlu kalian ketahui, Malaysia menjadi nomer satu dalam kunjungan wisatawan yang berobat, jauh melampaui USA. Tentunya ada peran dari Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC) yang berada di balik semua prestasi itu. 

Silahkan baca : 

Malaysia Healthcare, Berobat Dengan Cara Menyenangkan

Dan tentu juga bersama mitra kerja sejumlah 73 rumah sakit. Tiga di antara mitra kerja MHTC menjadi tempat kunjungan saya dan beberapa teman media.

Saya bahkan mulai berteman akrab dengan Lea dari Kamboja, wanita yang ramah dan senang tertawa. Meski saya dan dia memiliki kesamaan, hanya sedikit mampu berbahasa Inggris. Kami sama-sama bersabar ketika ingin mengobrol. Etapi kami jadi teman di sosial media, senangnya menambah teman. 

Kali ini saya akan melanjutkan cerita kunjungan di tiga rumah sakit mitra dari MHTC. Yaitu Sunfert International Fertility Centre, Sunway Medical Centre, dan Thomson Hospital Kota Damansara. Berikut saya tuliskan ketiganya ya.

Sunfert International Fertility

Memasuki dari depan gedung klinik, berasa seperti berada di sebuah klinik kecantikan yang mewah. Dengan interior clean dan elegan, pengunjung sudah diajak merasakan suasana relaks di dalam ruangan.

Ruang tunggu di bagian registrasi Sunfert
Di sini kami ditemui oleh Mechele Chen, Senio Manager Planning & Development Sunfert International Fertility. Perempuan yang ramah dan hangat ini menjelaskan semua hal yang ingin kami ketahui.

Sunfert International Fertility memiliki empat cabang, namun siang hari itu kami mengunjungi yang ada di Bangsar South – Kuala Lumpur.

Tidak seperti klinik untuk mengatasi masalah kehamilan yang merupakan salah satu fasilitas di satu rumah sakit. Sunfert International Fertility ini tidak seperti umumnya klinik lainnya. Sunfert hadir menjadi solusi bagi pasangan suami istri yang menginginkan kehadiran seorang anak. Klinik ini sengaja fokus membantu pasangan menemukan solusi masalah kehadmilan.

Jadi misal kamu sudah lama menantikan kehamilan yang tak kunjung datang, Sunfert akan membantu untuk mendapatkan baby. 


Bagaimana Cara Kerja Sunfert Fertility?

Kami diajak Michele melihat fasilitas yang dimiliki Sunfert Fertility. Perlu kalian ketahui, Sunfert mempunya alat khusus yang namanya embryoscope+. Alat ini memiliki fungsi untuk memonitor calon embrio, setelah sperma dan sel telur dipertemukan dan jadi embrio.

Cara kerjanya adalah, sperma dan sel telur yang sudah dipertemukan dan menjadi embrio. Dari sini, embrio difoto secara terus menerus setiap lima menit sekali. Apabila sudah melalui proses selama kurang lebih 3 - 5 hari, embrio akan ditanamkan dalam rahim ibu.

Sebelum ada alat ini, pemantauan dilakukan secara manual. Setiap lima menit sekali, ada petugas yang membuka dan mengeluarkan embrio untu dilihat dengan mata telanjang. Kemudian embrio ini dimasukkan lagi ke dalam sebuah kotak penyimpanan. Tentunya ada pengaruhnya dengan proses manual seperti ini. Beda dengan mesin yang memungkinkan embrio dapat tumbuh dalam suasana tneang dan tidak mengalami gangguan eksternal.


Oiya, sebelum penanaman embrio ke dalam kandungan calon ibu, Sunfert memberikan fasilitas psikoterapi. Ada ruangan khusus yang disediakan Sunfert dengan fasilitas yang bikin nyaman dan hepi.




Kemarin sempat ada yang bertanya, bagaimana dengan keinginan memiliki bayi kembar? Ternyata selama ini oleh Sunfert, calon ibu diarahkan untuk hanya memiliki calon baby tunggal. Artinya hanya sel telur terbaik saja yang dipertemukan dengan sperma. 

Apabila embrio yang ditanamkan di rahim ibu berhasil menjadi janin, Sunfert hanya memantau proses kehamilannya hingga usia 20 minggu. Setelah itu diharapkan ibu akan melanjutkan proses perawatan kehamilannya di rumah sakit lain, yang memiliki fasilitas dokter dan ruang persalinan.

Sunfert bahkan menerima calon pendonor sperma juga. Tentu ada syarat khusus bagi calon pendonor sperma ini, di antaranya akan dicek kesehatannya, psikologis, dan kualitas fisik. 

Bagi calon pendonor ini disediakan pula ruang khusus saat akan melakukan penetrasi di luar. Private room ini ada dua ruangan dengan suasana temaram. Disediakan film, musik, dan suasana ruangan yang tenang.





Bagaimana bila ada calon ibu yang ingin menggunakan pendonor? Sunfert memfasilitasi sesi konsultasi bagi calon ibu untuk bertemu dengan pendonor. Atau bisa juga melihat terlebih dulu calon ayahnya, dari foto dan data yang disimpan oleh Sunfert. Mereka bisa memilih ciri fisik, tinggi badan, warna rambut pendonor, biasanya dijadikan hal penting yang diinformasikan pada penerima donor. 

Sunfert bahkan mengijinkan perempuan lajang atau tidak menikah, untuk mengandung anak dari pendonor. Tidak ada batasan usia, asal sehat dan memiliki rahim. Bahkan perempuan menopause pun masih bisa hamil dengan menerima penanaman embrio dari sperma dan sel telur milik orang lain.

Prosesnya gampang banget, hari kedua setelah menstruasi berakhir dilakukan penanaman embrio. Setelah itu boleh pulang. Tidak perlu menjalani rawat inap di Sunfert.


Misalkan ada yang ingin menyimpan sel telurnya, apakah bisa? Tentu saja bisa. Seperti ada alasan kualitas sel telur yang bagus itu dimiliki oleh perempuan di bawah usia 30 tahun. Nah, ada juga pasien yang meminta diambil sel telurnya untuk disimpan di Sunfert. 




Meski ada batasan selama 10 tahun untuk penyimpanan ini. Jadi saat usia perempuan tersebut 37 tahun, dia bisa meminta penanaman embrio dari sel telur yang disimpanya sepuluh tahun yang lalu. Kualitas sel telur masih sama seperti saat perempuan tersebut berusia 27 tahun.

Solusi ini biasanya diambil oleh perempuan yang tengah meniti karirnya dan tidak ingin diganggu oleh proses kehamilan.

Bincang Bergizi dengan Dr. Eeson Sinthamoney

Dalam kunjungan kemarin kami sempat bertemu dengan dr. Eeson Shintamoney, Medical Director dan Fertility di Sunfert Hospital. Dokter yang ramah dan lancar berbahasa Indonesia ini menjelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami.




Ada empat penyebab subfertilitas yang ditututkan oleh dokter Eason. Berikut ini penyebabnya :

1. Faktor Sperma

Biasanya ada banyak kasus yang terlambat ditangani karena egoisme seorang laki-laki. Ketika sang istri tak kunjung hamil, dokter sebenarnya meminta pasangan suami istri memeriksakan diri bersama. Jadi bisa diketahui masalah sebenarnya. Karena dari fisik luar tidak bisa diketahui. 

Terlihat fisiknya sehat, namun siapa yang tahu dengan kualitas sperma yang dimilikinya? Biasanya masalah muncul dari jumlah sperma, mobilitas dan normalitas sperma.

2. Terjadinya Ovulasi

Perempuan yang memiliki jadwal menstruasi tidak tetap, umumnya akan mengalami masalah kesuburan. Harus dilakukan pemeriksaan, apakah perempuan ini mengalami sindrom polikistik ovarium atau polycystic ovarium syndrome (PCOS).

Pasien yang mengalami PCOS ini punya sel telur, namun ovulasinya tidak terjadi. Biasanya penyebabnya bisa karena masalah genetik. Pasien yang mengalami PCOS ini umumnya memiliki masalah kelebihan BB, jerawat, dan rambut rontok.


3. Tuba fallopi yang tersumbat
Biasanya terjadi karena pernah mengalami infeksi panggul. Atau pernah mengalami sakit di bagian perut yang bawah. Bisa juga disebabkan kelahiran normal yang tadinya tidak ada masalah. Namun karena berulang terjadi, suatu ketika salah satu tuba jadi tersumbat. 

4. Penyebab Lain-Lain
Bisa juga penyebab di luar itu. Yaitu pernah mengalami infeksi, mengalami pembedahan kista, endometriosis, atau kehamilan kedua dan seterusnya. Bisa saja muncul masalah kehamilan selepas proses persalinan. 

Tiap perempuan memiliki masalah yang tak sama. Jadi memang harus dilakukan pemeriksaan yang lebih seksama. Oiya kemarin kami menerima buku karya dokter Eeson, karena katanya bukunya berbahasa Indonesia. So many thanks, doc.

Dokter Eason juga menjelaskan bahwa selama ini Sunfert menawarkan program kehamilan untuk batas usia 46 tahun dengan menggunakan telur milik sendiri. Sementara yang pernah menggunakan telur milik orang lain, pernah ada pasien tertua usianya adalah 51 tahun.


Foto bayi yang dikirimkan
oleh keluarga pasien


Kemarin sempat dijelaskan oleh Michele, biaya yang harus dikeluarkan untuk program bayi tabung atau in fitro vertilization (IVF) adalah sekitar 23,800 MYR. 

Namun bila ada masalah dan sel telur memerlukan Preimplantation Genetic Screening (PGS) untuk memeriksa kromoson pada embrio, dikenakan biaya sebesar 37.800 MYR.



Silahkan hubungi :

Sunfert@Bangsar south 
Unit 2-2, Level 2, Nexus Bangsar South, 
No. 7 Jalan Kerinchi 59200 Kuala Lumpur, Malaysia 
Ph: +603 2242 3211, +6018 230 1818 (Sunfert General Careline) 
Fax: +603 2242 3168 
Email: info@sunfert.com 

Sunway Medical Centre


Rumah sakit berikutnya kami kunjungi pada hari ketiga saat di Kuala Lumpur. Sunway Medical Centre (SunMed) ini tergolong rumah sakit yang megah dengan memiliki empat tower. Saat ini proses pembanguna masih terus dilakukan untuk mengakomodasi pasien dari berbagai negara.

Mendapat julukan sebagi "Rumah Sakit Pariwisata Asia-Pasifik" tahun 2018 dan 2019 APAC Healthcare & Medical Tourism Awards.

Lokasi SunMed ada di kota Sunway City yang letaknya strategis di dekat Sunway Hotel, mall, universitas, dan tempat wisata Sunway Lagoon. Bahkan sebagian besar kamarnya menghadap Sunway Lagoon. 

Rumah sakit yang memiliki fasilitas lengkap dengan mengadopsi teknologi terbaru, fokusnya adalah pengobatan penyakit kanker. SunMed dikenal sebagai rumah sakit dengan kunjungan pasien internasional lebh dari 135 negara. 

Berikut teknologi terbaru yang dimiliki SunMed untuk berjuang menuju keunggulan klinis bagi pasiennya :

- Tomotherapy Radixact X9

SunMed adalah rumah sakit swasta pertama di Malaysia yang menggunakan alat ini. Radixact X9 ini digunakan untuk mengobati berbagi jenis kanker seperti kepala dan leher, tulang belakang, kanker paru, dan lainnya.



Nah, kemarin oleh petugas di ruangan ini, kami ditunjukkan semacam penahan kepala dan bahu yang personal dan unik. Biasanya untuk melindungi dari radiasi ketika perawatan kanker, pasien mesti diam dalam jangka waktu yang cukup lama. 

SunMed punya cara yang bikin pasien merasa nyaman saat menjalani pengobatan. Mereka boleh memesan penahan kepala dan bahu dengan beragam karakter superhero. Nantinya usai perawatan, pasien boleh loh membawa pulang karakter superhero. 




- Leksell Gamma Knife Icon

Alat Gamma Knife Icon ini menjadikan SunMed sebagai rumah sakit pertama di Asia Tenggara yang menggunakannya untuk pengobatan tumor otak. Ukuran tumor yang bisa diobati dengan Gamma Knife ini maksimal 5 cm. Sementara untuk perawatannya tergantung dengan banyaknya tumor. Kalo misal ukurannya kecil dan hanya satu titik, treatment nya minimal 20 menit. Yang paling lama selama ini sekitar 4 jam. Harganya sistem paket yaitu 30.000 MYR.

Bagi pasien dengan menggunakan Gamma Knife ini, pengobatannya menjadi lebih nyaman. Karena sebelumnya, pasien mesti mengalami pengobatan model tengkorak kepala yang harus dibor untuk treatment nya. 

Cara kerja alat ini hanya dengan menjepit kepala, jadi tidak ada lukanya. Jadi pasien bisa langsung pulang usai pengobatan dengan Gamma Knife ini. 



- Varian TrueBeam STx yang digunakan untuk mengobati berbagai jenis kanker
- 4-D PET/CT Scanner, digunakan untuk scan kanker dan sebelumnya harus dicek dulu gula darahnya. Sunway termasuk rumah sakit pertama yang memasang model terbaru untuk menciptakan pencitraan tumor dengan hasil paling akurat namun efek samping yang kecil.
- da Vinci Surgical System, alat untuk pengobatan dengan sistem bedah robotik untuk operasi invasif minimal. 
- Terapi Radiasi Intraoperatif (IORT), digunakan untuk mengobati kanker payudara stadium awal, tumor intra-abdominal, kanker kolorektal, dan ginekolog yang berulang.

Sunway Medical Centre merupakan rumah sakit dengan pengobatan yang fokus pada segala macam kanker. Bahkan sudah diakreditasi oleh ESMO (Europeans Society for Medical Oncology), sebagai Pusat Perawatan Onkology Terpadu dan Perawatan Paliatif untuk periode tahun 2019 - 2021 

Pasien dari luar negeri yang datang berobat kebanyakan dari Indonesia, Jepang, Arab,  dan Mandarin. Sunway bahkan menyediakan penterjemah untuk empat negara di atas dengan ruangan konsultasi sendiri. Paling banyak pasien yang berobat datang dari Indonesia, sebanyak 60%.

Dengan dokter sebanyak lebih dari 200 spesialis, 60 sspesialisasi dan sub-spesialis. Bahkan ada dua medical dokter dari Medan dan Jakarta. 

Saya merasa kunjungan di Sunway ini mirip work out. Berjalan mengitari seluruh tower (ada 4 tower), yang tak begitu terasa. Karena ruangan dan lantai demi lantai memiliki desain interior yang menarik.

Di tower A diperuntukkan menerima pasien paling banyak dari Indonesa dan China. Tower A merupakan one stop center untuk semua pemeriksaan. Dari cek up, tes urin, tes darah, dilakukan di sini. Kemudian setelah itu pasien diberikan kupon untuk menikmati makan di kafetaria. Dan hasilnya bisa diketahui dalam waktu 4 jam. 

Di sini juga ada Lotus Room, yaitu semacam ruangan theatre yang bisa digunakan keluarga pasien untuk menyaksikan jalannya operasi pembedahan. 


Ruang Untuk Rawat Inap, Bagaimana?

Dari tadi ngomongin tentang pengobatan yang langsung bisa pulang. Atau cek up yang hasilnya juga segera diketahui dalam waktu 4 jam, nggak perlu rawat inap. 

Trus gimana misalkan pasien ternyata kudu menjalani rawat inap?
Tentu saja ada dong, karena Sunway memiliki 636 tempat tidur berstandar internasional yang diperuntukkan bagi pasien. 

Yuk cek ketiga kamar yang saya kunjungi. Berikut ini yaa :

Presiden Suite Room : ulalaaa, ini lah ruang satu-satunya yang dimiliki oleh Sunway Medical Center. Fasilitasnya adalah ruangan untuk pasien dengan sofa bed, ruang tidur untuk keluarga, ruang tamu. Bahkan terdapat dapur, tempat makan, ruang khusus perawat. 



Yaling menakjubkan adalah halaman luas dengan pemandangan menghadap indahnya Sunway Lagoon. Kamar ini bisa dihuni dengan harga 9.000 MYR per malam.

Pemandangan Sunway Lagoon dari kamar

Kamar berikutnya adalah dua jenis dengan perbedaan harga dan pemandangan keluar jendela. Yang pertama dengan tarif 1.288 MYR per malam untuk pemandangan ke arah kota atau Sunway Lagoon. Sementara yang satunya adalah menghadap ke arah dinding dengan tarif 350 MYR per malam. 




Namun meski mengenakan harga berbeda jauh, fasilitas ketiga jenis kamar ini khususnya untuk tempat tidur adalah sama. Ada fitur scan yang dipasang di tempat tidur, dan terkoneksi langsung ke layar monitor di ruang perawat. 

Perawat yang sedang bertugas bisa mengawasi dari monitor tentang kondisi pasien. Mulai dari waktu tidur, bangun tidur, meninggalkan tempat tidur, atau tengah membutuhkan perawatan darurat. Perawat akan segera datang tanpa perlu dipanggil sebelumnya.




Untuk mengetahui lebih lanjut jenis perawatan di Sunway Medical Centre, bisa menghubungi alamat berikut.


Sunway Medical Centre 
No. 5 Jalan Lagoon Selatan, Bandar Sunway, 47500 Selangor, Malaysia. 
Ph: +603-7491 9191 / 5566 9191 
Fax: +603-7491 8181 
Email: smc@sunway.com.my 


Thomson Hospital Kota Damansara

Rumah sakit Thomson ini dibangun tahun 1994 dengan harapan memberikan perawatan medis dengan peralatan canggih dan harga terjangkau.


Rumah sakit ini terlihat cukup sibuk dengan pasien di lantai 1. Ada beberapa unit khusus untuk berbagai perawatan spesialisasi.

Kami diajak ke lantai 3 yang memberikan fasilitas Fertilitas TMC. Rumah sakit ini salah satunya memang menyediakan pelayanan yang fokus pada masalah kehamilan. Dalam 20 tahun terakhir, tingkat keberhasilan program IVF termasuk yang tertinggi.

Di sini kami bahkan bisa menyaksikan tabung-tabung dalam ruang kaca, tempat embrio disimpan. Untuk proses nya dengan menggunakan mesin warna biru, fungsinya untuk memotret embrio. 


Sementara di ruang lainnya dengan kaca yang membatasi di antara kami, terdapat tempat penyimpanan sperma dan sel telur. Perlu kalian tahu, ruang penyimpanan di sini sangat banyak peminatnya. Sering banget sampai penuh saking banyaknya yang ingin menyimpan di Thomson.




Untuk tempat penyimpanan sperma, sebenarnya bisa dilakukan hingga jangka waktu yang lama. Namun sesuai peraturan undang-undang di Malaysia, sperma hanya boleh dititipkan selama 10 tahun. Nanti bisa diperbarui lagi bila ingin menitipkannya di dalam tabung-tabung tersebut.

Namun Thomson hanya menyediakan sperma yang sesuai dengan ciri fisik calon ibu. Mereka hanya mempertemukan sel telur dan sperma dengan kesesuain satu etnis. Terkesan konvensional sih. 

Nah untuk biaya program IVF di Thomson boleh dibilang lebih rendah dibanding Sunfert. Biaya sebesar 14.900 MYR ini udah termasuk untuk konsultasi, proses USG, biaya laboratorium, prosedur IVF, obat-obatan, dan stimulasi ovarium.

Nah, ada yang unik di sini, yaitu bila seorang perempuan berhasil dalam proses penanaman embrio, silahkan bunyikan lonceng. 


Sebuah selebrasi yang nantikan akan mendapatkan support atau aplaus dari pengunjung rumah sakit saat itu. Sesuai banget dengan moto rumah sakit yaitu "Celebrating Life".


Thomson Hospitals Sdn. Bhd.
(Formerly Known as Tropicana Medical Centre (M) Sdn. Bhd.)

11, Jalan Teknologi, PJU 5,
Kota Damansara, 47810 Petaling Jaya,
Selangor Darul Ehsan, Malaysia
Telephone : +603 6287 1111
Fax : +603 6287 1212
Website: https://thomsonhospitals.com



Enggak kepanjangan kan ya artikel kunjungan di tiga rumah sakit saat saya di Malaysia ini? Ini sebenarnya pengen  nulis ya artikel untuk perawatan secara detil. Terlebih sebelum keberangkatan saya ke Kuala Lumpur, ada beberapa teman yang japri. Mereka meminta saya secara khusus untuk bertanya sedetil mungkin tentang program bayi tabung. 

Semoga yang sedikit saya tuliskan bisa membantu teman-teman. Kalo ingin mendapatkan informasi lebih banyak, langsung aja menghubungi perwakilan Malaysia Healthcare Travel Council yang ada di Jakarta. Silahkan hubungi Renata Devita di nomer : 0812-8971-0029.

Sampai jumpa dengan cerita saya tentang kesehatan berikutnya ya. Wassalamualaikum.

Dokumentasi & Materi :
- Dokumentasi pribadi
- Materi dari wawancara, sharing, leaflet
Reading Time:

Sabtu, 05 Januari 2019

4 Hal Yang Perlu Dilakukan Keluarga Menjelang Sakaratul Maut
Januari 05, 2019 37 Comments


Assalamualaikum Sahabat. Talqin Perlu Dilakukan Menjelang Sakaratul Maut. Meski bagi anggota keluarga, ada perasaan belum mengikhlaskan dengan alasan sayang maupun ketakutan ditinggal orang tersayang.

Atau pernah kah kalian merasakan hati yang cemas, bertanya-tanya apakah malam menjelang tidur merupakan saat-saat akhir dalam keadaan bernyawa?

Dan bacaan ayat dalam Al Quran pun langsung meluncur beruntun dengan memperbanyak dzikir. Perasaan ketakutan ini wajar sih, karena sebagai muslim kita ingin meninggalkan dunia dalam keadaan husnul khotimah.

Akhir Hidup Kita, Pilih lah Husnul Khotimah

Kematian itu sebuah keniscayaan. Tidak ada patokan usia, kapan seseorang akan meninggal. Bisa saja mereka yang masih segar bugar ditemukan meninggal di atas tempat tidur karena serangan jantung. Sementara orang yang sudah berusia 90 tahun lebih masih sehat dan bisa beraktivitas jualan di pasar.

Jadi kematian itu tidak dekat dengan orang tua. Kematian bisa datang tanpa diduga, dalam berbagai peristiwa. Seperti kecelakaan transportasi atau sakit yang datang mendadak.

Dari Hadist dan Riwayat Ibnu Hiban :
Perbanyak lah oleh kalian mengingat pemutus kenikmatan (kematian)

Dalam berbagai kajian, kita selalu diingatkan oleh ustadz maupun ustadzah agar senantiasa menjaga keimanan. Caranya dengan istiqomah menjalankan syariat Islam, memperbanyak sedekah, tadarus Quran, menabung amalan baik, dan banyak lagi kebaikan yang bisa dilakukan agar selamat dari api neraka.

Cara meninggal seorang muslim diharapkan dalam keadaan husnul khotimah. Sedih kan bila ketika hidup seseorang dikenal rajin ke masjid namun saat jelang kematiannya, dia dalam keadaan su'ul khotimah. Semua itu misteri yang hanya mampu dipecahkan dengan selalu istiqomah menjaga iman dan ikhsan kita.

Menjelang akhir tahun 2018, saya dan suami sempat mengantarkan seorang keluarga menuju IGD rumah sakit. Rasa cemas membayangi keluarga besar kami. Terutama yang malam itu hadir menemani keluarga Om, adik bapak saya.

Bulik terlihat seperti orang tidur, diam tanpa reaksi apapun. Sementara slang oksigen, peralatan medis lainnya menempel di tubuh. Saya terpekur menatap di sisi tempat tidur di dalam ruangan IGD.

Tubuh yang mulai mengecil sejak enggan makan beberapa bulan ini, tak berdaya bak orang yang tidur lelap.


Hati saya sempat menciut manakala tangan yang saya gunakan memijat kaki, merasakan dingin di kedua kaki bulik. Sepupu, si sulung bulik dan om yang tinggal di Malang, sempat mengutarakan hal serupa. 

Sempat juga sepupu lain yang barengan menemani Om menunggu situasi medis bulik, membisikkan kondisi kaki yang mulai dingin.

"Kita perbanyak istighfar yuk," ajak saya.

Karena pasien yang ada di IGD hanya boleh ditunggui satu orang, kami pun bergantian menemani bulik.

Menyaksikan keluarga dalam kondisi lemah dan tidak sadar di ruang medis rumah sakit itu kadang bikin hati lemah. Perasaan kasihan, tidak tega, belum ikhlas, bercampur baur dengan keinginan agar pasien bisa diberikan tambahan waktu atau kesembuhan.

Namun kadang sebagai manusia, kita diharapkan bersiap diri untuk menghadapi kondisi sakaratul maut seorang anggota keluarga. Agar si sakit memiliki saat akhir hidupnya dalam keadaan husnul khotimah.

Sebagai anak, ponakan, ataupun cucu si sakit, kita wajib menuntun dan membimbing agar dimudahkan menjalani sakaratul maut.

Saya sempat curhat di WAG, tentang kondisi bulik. Bagaimana kondisi kakinya yang dingin, yang berbeda dengan tubuhnya bagian atas yang masih hangat.

Salah seorang teman di WAG, menyarankan agar kami terutama anaknya mulai talqin bulik. 

Sungguh, membaca pesan ini bikin hati saya mencelos. Benar kah ini saat akhir bulik kami? Bulik adalah istri Om, adik bapak saya yang aslinya terlahir di Banyumas. Kedekatan tempat tinggal dengan keluarga Om, bikin hubungan bulik dengan keponakan dari suami begitu akrab. Bahkan pernikahan saya dan suami pun mendapat dukungan materi yang tak mampu kami ganti seberapa pun besarnya.

Jadi, satu-satunya hal yang bisa saya dan sami lakukan adalah menemani bulik di saat-saat akhirnya.


Berikut ini pengalaman saya, sepupu, dan putri sulung bulik menjelang sakaratul maut :

1. Meminta Maaf

Kamis pagi, saya menelpon sepupu yang belum berangkat ke rumah sakit. Saya meminta dia untuk membisikkan permintaan maaf pada sang ibu. 
"Bilang ya kalo Widi ikhlas dengan kondisi Ibu, juga bila akan berpulang saat ini," pesan saya dengan hati bergemuruh oleh kesedihan.

Saya mendengar nada suara tertahan saat mengiyakan permintaan itu. Isak pelan mulai terdengar lamban. Namun alhamduillah Widi mampu meredamnya. Kami pun janjian akan bertemu di rumah sakit. Yang ternyata saya tidak mampu memenuhi janji karena ada kegiatan lain hari Kamis itu.

2. Memosisikan Kepala Miring ke Kanan

Ada nasihan yang pernah kami terima dari kajian rutin tiap Jumat sore yang saya ikuti. Bahwa menjelang saat akhir seseorang, sebaiknya ada anggota keluarga yang menidurkan si sakit pada posisi miring ke kanan. 

Namun karena kondisi bulik yang koma. Dan hanya bisa tidur dalam posisi telentang, kami memosisikan kepala agak miring ke kanan. Kebetulan posisi tempat tidur menghadap ke arah Barat. Jadi kaki sudah dalam posisi yang benar.

3. Disunnahkan men-Talqin si Sakit

Saya mulai perlahan meminta putri sulung bulik agar men-talqinkan ibunya. Kondisi ini bisa dilakukan bila anak-anak si sakit sudah mengikhlaskan saat akhir orang tuanya. Itu lah sebabnya, saya berpesan pada Widi agar meminta maaf dan mengikhlaskan ibunya.

Talqin biasanya dengan mengingatkan atau mengajarkan seseorang yang sedang sakaratul maut, mengucapkan kalimat syahadat. Pengucapannya dengan cara halus dan lembut, jangan memaksa si sakit untuk menirukan kalimat syahadat. Cukup dengan mengucapkan kalimat la ilaha illallah di telinga si sakit.

Terlebih bila si sakit dalam kondisi koma seperti bulik kami. Nggak mungkin juga meminta beliu turut mengucapkan kalimat syahadat. 

Namun kami cukup lega bilamana ada yang memperdengarkan kalimat syahadat, ada reaksi dari tubuh bulik. Kadang ada rembesan air mata dari kedua mata yang tertutup rapat. Atau dada yang tersengal pelan, ataupun jari yang bergerak. Isyarat itu cukup bagi kami, bahwa bulik mendengarkan kalimat syahadat yang kami ucapkan di telinganya.

4. Disunnahkan Baca Al Quran

Penunggu yang menemani si sakit diharapkan membaca surat dalam Al Quran. Bisa membaca surat Yasin, Al Ikhlas, atupun memperbanyak Al Fatihah.

Bisa juga dengan membaca dzikir, shalawat, dan istighfar di samping si sakit. Intinya adalah mengingatkan si sakit bahwa semasa hidupnya dia selalu mengucapkan kalam ilahi.

Sakaratul maut memang belum pernah kita alami. Namun mempersiapkan kondisi sakaratul maut dengan harapan mendapat ampunan dan Rahmat Allah, patutu kita usahakan pada orang yang sakit kritis.

Bulik kami sudah dipanggil Allah memasuki hari keempat di ruang ICU rumah sakit. Alhamdulillah ada putra bungsu bulik yang menemaninya menjelang detik akhir kepergiannya. Innalillahi wainna ilaihi roji'un... Allahhummaghfir lahaa warhamha wa'aafiha wa'fu anha. 

Kami sudah mengikhlaskan kepergian bulik, ibu dari dua putra putri yang sholeh dan sholehah. Semoga Allah mengampuni segala dosa dan kesalahan bulik semasa hidup. Dan menempatkannya di sisi orang-orang yang mulia akhlaknya, aamiin. 

Rasa bahagia terselip saat shalat jenazah, yang beberapa kali dilakukan di rumah duka. Bahkan saat akan dishalatkan di masjid, jemaah memenuhi setiap sudut masjid dekat rumah kami. Masyaa Allah, semoga bulik kembali dalam keadaan husnul khotimah.


Begitu banyak yang hadir untuk takziyah, mendoakan hingga tujuh harinya bulik di rumah Om. Saya sesekali sempat terharu menyaksikan setiap harinya saat datang ke rumah Om. Malam ketujuh bahkan lebih dari 100 orang hadir untuk mendoakan almarhum bulik Sri. Memperlihatkan amalan kebaikan bulik semasa hidupnya meninggalkan kenangan manis pada orang terdekat, tetangga, saudara, keponakannya.

Wassalamualaikum.
Reading Time:

Senin, 12 Desember 2016

Pentingnya BPJS Kesehatan Bagi Pekerja Mandiri
Desember 12, 2016 22 Comments

www.hidayah-art.com

Assalamu'alaikum. Saya akhir-akhir ini jarang publish blog karena kesibukan di dunia nyata. Bukan alasan sebenarnya, tapi emang nggak ada waktu buat nongkrong di depan laptop buat bikin artikel. Ya gimana, kalo tiap hari mesti merawat bapak yang kena stroke. Trus dua hari sekali anter ibu fisioterapi di rumah sakit. Rasanya hampir tiap hari saya menyambangi rumah sakit. Nah, mumpung longgar saya sharing pengalaman tentang Pentingnya BPJS Kesehatan Bagi Pekerja Mandiri.
Reading Time:

Selasa, 07 Juni 2016

Tips Asik Saat Buka Puasa Hari Pertama di Rumah Sakit?
Juni 07, 2016 11 Comments


Assalamu'alaikum. Bagaimana puasa teman-teman? Alhamdulillah, kalo lancar. Saya dan keluarga hari pertama puasa pengennya di rumah terus. Senang banget tahun ini bisa puasa di rumah. Ini udah jadi impian sejak masih kerja di luar rumah. Udah tahu kan ya, kalo September tahun 2015 saya udah resign dari tempat kerja? Jadi terwujud deh keinginan bisa menikmati puasa Ramadhan di rumah bareng keluarga.
Reading Time: