My Mind - Untaian Kata Untuk Berbagi: Gaya Hidup Sehat
Tampilkan postingan dengan label Gaya Hidup Sehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gaya Hidup Sehat. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Agustus 2025

Jangan Takut Berbeda, Memilih Cara Hidup Mindfulness
Agustus 18, 2025 7 Comments
Assalamualaikum Sahabat. Rasa Rasanya sedari muda, kita selalu menjumpai kondisi kepantasan yang terbentuk di masyarakat. Terutama bagi perempuan muda yang sudah memasuki usia di atas 25 tahun, akan mendapat pertanyaan kapan menikah.

Pertanyaan itu tidak akan berhenti meski akhirnya si perempuan ini menikah. Pertanyaan berikutnya adalah kapan punya anak, dan seterusnya. Bahkan ketika si anak ini menginjak usia dewasa dan menikah, dia akan mengulang pengalaman orang tuanya. Kapan menikah, kapan punya anak?


Seakan hidup harus berputar tentang pernikahan, punya anak, terus saja begitu. Sementara realitanya ada begitu banyak orang yang tidak masuk dalam golongan tersebut. Ada yang tidak menikah karena pilihan hidup, kondisi, dan alasan lainnya. Ada juga yang tidak memiliki anak karena berbagai alasan. Dan kita tak punya hak loh menanyakan kapan nikah, kapan punya anak, dan lain sebagainya.

Merdeka Menentukan Pilihan, Ikuti Kata Hatimu

Satu hari saya hadir dalam salah satu tasyakuran safar temannya suami yang akan berangkat haji. Salah seorang tamu mendekati saya, setelah saling menanyakan kabar, tahu kah apa ucapannya yang terakhir?

"Gimana kabar anakmu yang baru nikah? Istrinya udah hamil?"
Saya tersenyum sembari menggeleng. Dia tak berhenti sampai di situ.

Ucapannya saya rangkum aja ya, dia bilang jangan kelamaan menunda kehamilan karena takutnya kenapa-napa. Jawaban saya adalah, kami tak ingin membebani mereka dengan rentetan pertanyaan kapan hamil, udah ikhtiar menemui dokter kebidanan, doanya gimana?

Bukan seperti itu sikap saya sebagai ibunya si sulung yang baru satu tahun menikah. Juga bukan sifat saya, bertanya pada menantu tentang keinginannya memiliki anak. Sudah sangat lah wajar kalo pada menantu perempuan pun saya harus berempati. Selama ini sikap saya pada perempuan kenalan atau kerabat, tak pernah terucap pertanyaan seperti 'kapan hamil'?

Ketika warga dunia di belahan negeri lain tengah menunjukkan prestasi mereka, mengapa kita di Indonesia masih saja bertanya kapan nikah, kapan punya anak? Nanti kalo udah ada anak masih juga ditanyakan kapan dikasih adik?

Bahkan bertahun yang lalu saya sering mendapatkan pertanyaan dari kerabat maupun teman, anaknya baru dua dan laki-laki semua, mengapa tidak tambah satu anak perempuan?


Bersyukur banget saya memiliki ayah yang selalu mendukung apapun pilihan yang saya putuskan. Dengan dukungan suami, ibu mertua, ibu, dan saudara kandung maupun ipar, saya memilih hanya punya dua anak saja. Laki-laki keduanya bukan masalah. Apakah jawaban saya salah? Tentu saja tidak!

Sebagai perempuan, kita memiliki hak untuk merdeka menentukan pilihan. Pilihan untuk kapan menikah, menentukan kapan akan punya anak, dan keputusan lain yang mempengaruhi kehidupan kita. Orang lain bahkan orang tua pun tidak memiliki hak mengatur hidup dan pilihan kita. Mereka hanya wajib mendoakan setiap keputusan yang sudah kita pilih. Urusan hasil akhirnya itu adalah tanggung jawab kita sendiri.

Mindfulness Demi Menjalani Hidup Lebih Nyaman

Banyak masyarakat yang mengeluh hidup makin susah. Negara tidak hadir di tengah rakyatnya. Bahkan banyak keputusan pemerintah yang membuat masyarakat banyak banyak narik napas panjang. Bahkan ada yang komentar di sosial media, masuk surga dengan jalur menjadi WNI. Karena mereka merasa didzalimi pemerintah. 

Memang kondisi sekarang banyak masyarakat yang mengalami PHK massal. Udah gitu juga makin sulit mendapatkan pekerjaan. Kalo ada pekerjaan pun sayangnya dengan tawaran gaji yang rendah.  

Kehidupan modern yang cukup memicu distraksi, mudah bagi kita untuk merasa stres, cemas, dan kehilangan fokus. Untungnya, ada solusi untuk mengatasi hal ini, yaitu mindfulness.

Mindfulness adalah praktik melatih perhatian dan kesadaran terhadap momen saat ini, sambil mengembangkan kesadaran tanpa penilaian terhadap pikiran, perasaan, dan sensasi tubuh dirinya sendiri. Mindfulness akan membantu kita belajar untuk fokus pada apa yang terjadi di sekitar kita, baik di dalam diri maupun di luar diri, tanpa terjebak dalam pikiran-pikiran negatif atau kekhawatiran tentang masa depan.



Sekarang ini makin banyak pihak yang memahami manfaat Mindfulness bagi kesehatan mental dan fisik. Manfaat tersebut antara lain:
  • Meningkatkan fokus dan konsentrasi
  • Mengurangi stres dan kecemasan
  • Meningkatkan kualitas tidur
  • Meningkatkan self-awareness
  • Meningkatkan rasa empati dan kasih sayang
  • Meningkatkan mood dan kebahagiaan
Kita bisa melakukan praktek mindfulness agar mendapatkan manfaat positifnya. Tahun lalu saya pernah mengikuti kegiatan mindfullness bersama lembaga yang bergerak di bidang sosial dan kesehatan, bekerjasama dengan praktisi kesehatan mental.


Kalian pun bisa melakukan praktek mindfulness sendiri dengan cara berikut ini :

  • Meditasi: Luangkan waktu beberapa menit setiap hari untuk duduk dengan tenang dan fokus pada napasmu. Duduk dengan nyaman, atur napas, fokus pada detak jantung dan rasakan sensasi udara yang mengalir saat menarik napas dan mengembuskan napas. Pusatkan pikiran pada keadaan yang terjadi di sekitarmu. Gunakan segenap panca indera untuk mengamati dan merasakan kondisi di sekitarmu.
  • Yoga: Yoga adalah cara yang bagus untuk melatih mindfulness dan meningkatkan kesadaran tubuh. Bagi yang terbiasa yoga biasanya akan terlatih untuk fokus latihan napas, mengelola emosi dan menikmati relaksasi tubuh.
  • Mindful eating: Saat kamu makan, fokuslah pada rasa, tekstur, dan aroma makanan. Makanlah dengan perlahan dan nikmati setiap suapan, jangan terburu-buru saat makan. Sadari setiap suapan makanan adalah rejeki yang diberikan Tuhan untukmu. Hindari makan sambil melakukan kegiatan lain seperti main game, membalas pesan, atau nonton drama Korea.
  • Mindful walking: Saat berjalan, fokuslah pada sensasi kaki yang menyentuh tanah, gerakan tubuhmu, dan pemandangan di sekitarmu.
  • Mindful breathing: Saat kamu merasa stres atau cemas, luangkan waktu beberapa menit untuk fokus pada napasmu. Tarik napas dalam-dalam dan hembuskan perlahan. Lakukann mindful breathing di bawah sinar matahari pagi untuk manfaat kesehatan yang lebih maksimal.
  • Journaling : lakukan jurnaling setiap hari atau ketika kamu butuh mencurahkan pikiran. Kegiatan ini juga mengurangi stres yang timbul karena berbagai permasalahan kehidupan. Tulis apapun isi hatimu, nikmati proses penerimaan meski bisa jadi akan memunculkan emosi buruk. Namun percayalah ketika jurnaling menjadi kegiatan yang rutin dilakukan setiap hari, kita menjadi lebih menyayangi diri sendiri. Jurnaling mampu memunculkan rasa cinta pada diri sendiri yang bukan berarti kita menjadi egois.

Hidup Lebih Tenang, Fokus Pada Hal Baik 

Pikiran kita butuh merdeka dari hal-hal negatif yang berpotensi merusak kesehatan mental dan fisik. Dengan mempraktikkan mindfulness, semakin mudah kamu untuk menjadi lebih mindful dalam kehidupan sehari-hari.

Ayok lah sesama perempuan bisa dong support dengan menjaga hati, jangan kepo urusan orang lain, dan biasakan bertanya kabar kesehatan. Bukan bertanya tentang kapan nikah, kapan punya anak, kapan punya mantu, dan seterusnya.

Yang sudah saya lakukan sejak lebih dari 10 tahun ini saat bertemu teman atau kerabat adalah, bagaimana kabarnya, sehat dan baik baik saja kah? Sembari saya doakan agar mereka tetap jaga kesehatan. 

Sudah satu tahun ini saya fokus pada menjaga kesehatan diri sendiri dan pasangan. Impian saya dan suami adalah memiliki kehidupan masa tua yang lebih baik dalam hal kesehatan. 

Olahraga bersama besti

Caranya dengan mengubah gaya hidup yang lebih baik. Yaitu di antaranya :
  • Mengubah pola makan yang lebih sehat, memperbanyak sayur, protein dan mengurangi nasi dengan karbohidrat kompleks. Karbohidrat kompleks adalah jenis karbo yang lebih sehat dan tidak cepat meningkatkan gula darah, seperti nasi merah, ubi, oat, dan lainnya. Saya juga mengurangi konsumsi gula dan produk makanan berbahan tepung.
  • Olahraga teratur, sudah hampir satu tahun ini saya dan suami rutin dan konsisten olahraga kardio setiap pagi kecuali hari Senin dan Kamis. Olahraga yang saya pilih menyesuaikan kondisi kesehatan kami yaitu jalan kaki. Hanya berjalan sejauh 3 - 5 km selama 35-45 menit lima hari dalam satu minggu, saya sudah merasakan manfaatnya. Yaitu meski cuaca tidak menentu dan banyak yang terkena flu, kami tidak ketularan. Tubuh juga tidak gampang lelah, lebih bugar, dan fisik jadi lebih kuat. Olahraga jalan kaki juga menjadi healing bagi kami, menjadi deep talk yang menyenangkan. Usai jalan kaki saya biasanya merasa lebih bahagia.
  • Tidur yang cukup, semakin bertambah usia saya merasakan tidur sebagai penyembuh tubuh. Sekarang saya mengubah jam tidur untuk menjaga kesehatan fisik dan mental. Dengan tidur selama 7-8 jam setiap hari, tubuh saya terasa lebih sehat. Dahulu jam tidur saya berantakan, efeknya saya gampang terkena vertigo. Begitu mengubah jam tidur lebih baik, saya tidak lagi merasakan vertigo.
  • Mengelola pikiran agar tidak stres, dengan meditasi, bagi yang muslim dengan memperbanyak dzikir. Bahkan kita juga bisa menikmati alam sendiri atau berdua, bersama pasangan, teman yang satu frekwensi. 
Sediakan waktu
untuk healing ke alam

Sayangi diri kita dengan menjauhi lingkungan yang toxic, agar kesehatan mental terjaga. Sekarang pun saya sudah membatasi melihat sosial media dengan memilih konten yang positif saja. Pikiran yang merdeka dari hal negatif mampu mengembangkan potensi diri kita secara optimal. 

Tidak apa-apa memiliki jumlah teman yang sedikit. Sepertinya hal umum ketika usia makin tua, pertemanan akan semakin menciut. Namun teman yang sedikit ini bisa jadi lebih erat, bisa saling suport, menjadi teman bahkan saat kita sedang mengalami kesusahan. Sekian curhat saya, terima kasih sudah berkenan membaca. Wassalamualaikum.
Reading Time:

Senin, 17 Juli 2023

5 Langkah Gaya Hidup Sehat Setelah Pasang Ring Jantung
Juli 17, 2023 30 Comments
Assalamualaikum Sahabat. Kalo kalian ngikuti blog ini, tentunya tahu kalo artikel bulan April 2023 lalu saya udah nulis cerita pengalaman suami saat Kateterisasi jantung di salah satu rumah sakit swasta di Semarang. Kali ini adalah cerita lanjutan yang akan mengupas pengalaman suami pasang ring jantung. Juga cerita tentang menjaga gaya hidup sehat setelah pasang ring jantung.

Ruang Rawat inap RS

Pasien yang sudah menjalani proses kateterisasi jantung, saat perawatan selesai bisa langsung pulang. Kami tinggal menanti hasilnya untuk dilakukan tindakan pasang ring atau tidak. Jadi satu minggu berikutnya kami konsultasi kembali di rumah sakit swasta tersebut. Tentu saja dengan dr. Ilham yang udah menangani proses kateterisasi kemarin. 


Oia sebelumnya saya ceritakan kalo dr. Ilham Uddin Sp.JP ini adalah dokter rujukan yang disarankan oleh dr. Jarot. Dokter Jarot ini dokter yang merawat suami saya sejak kena serangan jantung hingga saat ini. Bagi yang mengikuti peristiwa suami kena serangan jantung, dan saya tuliskan di blog ini, pasti udah tahu dokter yang merawat suami.

Jadi memang sejak lama sebenarnya saya ingin menuliskan pengalaman suami tentang pasang ring jantung. Cuma mengapa baru sekarang bisa saya tulis, banyak alasan pokoknya. Salah satunya ya baper dengan proses pasang ring. 

Move on nya lama banget, dari kena serangan jantung hingga pasang ring itu jaraknya 6 bulan. Namun ketika ingin menuliskan cerita tersebut, saya merasa belum siap. April 2018 kena serangan jantung, proses kataterisasi bulan Juli 2018, dan pasang ring bulan Oktober 2018. 

Namun baru tahun ini bisa menulis tentang proses kateterisasi dan pasang ring jantung. Jarak 5 tahun dari kena serangan tahun 2018 - 2023 baru bisa menuliskannya dengan hati lapang. Terutama karena kondisi suami saat ini dalam keadaan sehat, makin langsing dengan pilihan gaya hidup sehat.


Alhamdulillah dengan selesainya artikel ini, tuntas cerita pengalaman suami sejak awal kena serangan jantung, proses kateterisasi, pasang ring, termasuk ikhtiar melakukan gaya hidup sehat. Karena meski udah pasang ring, kudu lebih peduli dengan gaya hidup kita. Jangan sampai terjadi ada sumbatan baru di tempat lainnya.

Proses Pasang Ring, Menanti Antrian Selama Tiga Bulan

Sejak suami kena serangan jantung tahun 2018, saya makin peduli kesehatan dengan membaca banyak jurnal atau artikel tentang penyakit ini. Penyakit jantung merupakan salah satu penyakit yang memerlukan biaya pengobatan cukup tinggi. 

Perlu diketahui, saat serangan jantung itu suami saya langsung dimasukkan ke ICU. Padahal dari rumah dia nyetir mobil sendiri, saya hanya mendampingi. Setiba di IGD dan nakes mengecek kondisi kesehatannya, segera menyarankan untuk dilakukan injeksi. Tahu nggak sih kalo 1 injeksi itu seharga 5 juta rupiah?! Dan itu tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan waktu itu, nggak tahu deh sekarang gimana. 

Injeksi ini dilakukan untuk membuka sumbatan dan jalur baru agar peredaran darah kembali lancar. Namun tempat sumbatan yang menyebabkan serangan jantung hanya bisa dilakukan dengan pemasangan ring. 

Kalo ada yang nanya, berapa biaya pasang ring jantung? 

Dari info yang saya dapat, untuk satu kali pemasangan ring jantung dapat menghabiskan biaya sekitar Rp 40 juta hingga Rp 80 juta. Tinggal hitung aja bila seorang pasien membutuhkan lebih dari satu ring, dikalikan aja jumlahnya. Saya terus terang nggak paham biaya yang dibutuhkan secara pastinya. Apalagi pasang ring ini tidak dikenakan biaya sepeserpun a.k.a gratis karena menggunakan jaminan asuransi BPJS Kesehatan.

Yang saya paham adalah waktu antrian jadwal pemasangan ring yaitu kurang lebih 3 bulan. Ini jadwal untuk dokter yang bagus dan lumayan terkenal serta disukai pasiennya. Beda lagi kalo dokter dengan track record bagus dan terkenal, bisa lebih dari 6 bulan antriannya.

Namun dokter Ilham yang menangani suami juga terkenal bagus. Dan saya mantap aja memilih beliau karena rekomendasi dokter yang ngerawat suami di RS Roemani. Nah suami saya setelah kateterisasi pada bulan Juli itu, udah memutuskan untuk pasang ring sesuai saran dokter Ilham. Dihitung lah sejak mulai bulan Agustus hingga 3 bulan berikutnya, jatuh pada bulan Oktober 2018 jadwal pasang ring pak suami. 

Karena ngikuti antrian ini lah, peserta yang terdaftar kepesertaan BPJS Kesehatan tidak membayar biaya kateterisasi ataupun pasang ring. Baik itu memilih dokter yang terkenal maupun yang biasa aja, sepanjang ngikutin prosedur yang diatur oleh BPJS Kesehatan.

Sesuai dengan prosedur pelaksanaan tindakan medis baik diagnostik maupun pengobatan, dilakukan persiapan sebelumnya untuk kenyamanan selama tindakan. 

Nah sebelumnya pasien juga mendapat penjelasan tentang prosedur tindakan pemasangan ring jantung. Termasuk tentang manfaat dan risiko yang mungkin terjadi. Walaupun tindakan ini risikonya rendah dan aman dibanding pembedahan.

Apabila keluarga dan pasien udah setuju, akan diminta untuk menandatangani persetujuan tindakan (inform consent). Di fase ini biasanya keluarga atau pasien mengalami keraguan. Jadi sebelum menandatangani, pastikan udah mengetahui resiko yang akan dihadapi. Banyak resiko yang mesti kalian siap hadapi. Kalian bisa baca jurnal kesehatan di portal berita atau website tentang kesehatan. Pilih aja keyword resiko pasang ring jantung.

Kalo suami akhirnya memilih pasang ring jantung, alasannya karena dokter yang merawat merekomendasikan langkah ini. Mengingat kondisi organ tubuh suami yang lain masih bagus, termasuk pompa jantung. Tentunya juga dengan memulai gaya hidup yang lebih sehat agar pasang ring jantung berjalan lancar dan meminimalisir resiko buruk.

Beberapa persiapan lain yang wajib dilakukan (suami) sebelum tindakan pasang ring jantung adalah :

Rekam Medis di RS Karyadi
foto udah minta ijin dulu

- Pemeriksaan laboratorium (pemeriksaan darah).

- Pemeriksaan perekaman EKG.

- Foto dada (Rontgen dada).

- Uji latih beban (Treadmill) 

Ketiga hal di atas dilakukan H-2 sebelum pasang ring. Saat tradmill, ada jeda istirahat dan suami diharuskan minum susu UHT yang udah disiapkan dari rumah sebelumnya. 

Saat sebelum pasang ring, suami juga menjalani Puasa makan (Tahan Makan) 4 – 6 jam sebelum tindakan. Namun suami tetap minum obat seperti biasa.

Langkah berikutnya adalah pasien akan dicukur pada daerah mana kateter akan dimasukkan, terutama untuk tindakan melalui lipat paha. Ini dilakukan malam sebelumnya. 

Keesokan harinya proses pemasangan ring dilakukan. Sebelumnya pasien akan dipasang infus di lengan. Suami menceritakan prosesnya yang termasuk cepat, dimulai dengan pembiusan lokal di daerah pangkal paha. Karena kateter akan dimasukkan di daerah pangkal paha ini. Dari alat tersebut stent dimasukkan dalam kateter. 

Suami saya cerita, di hadapannya (agak ke atas lagi) ada layar monitor yang menunjukkan bagian arteri yang bercabang-cabang. Jadi dia bisa melihat gimana proses pasang ring dilakukan dari layar tersebut. 

Bila prosedur dilakukan melalui pembuluh radialis atau tangan, pasien tidak perlu rawat inap. Bila tindakan dilakukan pada pagi, siang atau sore sudah bisa pulang. Bila semua berjalan lancar tindakan kateterisasi memakan waktu sekitar 60 - 240 menit. Namun kadang sedikit lebih lama bila terdapat penyulit, misal adanya kelainan bentuk atau arah pangkal pembuluh koroner atau adanya kelainan pada arteri yang berkelok-kelok.

Entah bisa dikatakan keberuntungan, posisi sumbatan di arteri pak suami ada dalam satu garis lurus. Jadi prosedur pasang ring lebih cepat sejam dari prediksi awal. Dan sore nya suami udah boleh pulang. Nah esok harinya, suami udah berangkat ke proyek untuk memantau pekerjanya sebentar, trus pulang. Masya Allah, suami memang orang yang tidak bisa meninggalkan tanggung jawabnya padahal udah diingatkan untuk istirahat dulu. Tapi dokter yang ngerawat juga nggak melarang untuk kegiaatan yang ringan sepanjang ada yang mendampinginya.

Gaya Hidup Sehat, Cara Bersyukur Untuk KaruniaNYA

Suami cerita prosesnya itu cepat, yang lama karena butuh waktu untuk memusatkan posisi stent yang pas. Yang paling lucu kata suami, ucapan dokternya saat stent mendarat mulus di tempat yang diinginkan.

"Masooook Pak Eko!" 

Suami tertawa ngikutin gaya dokternya yang kocak abis. Saya dan keluarga yang nemenin pun ngakak dengar ceritanya.

Yang paling dirasakan suami begitu stent berada di posisi yang semula tersumbat, sesak yang sempat sesekali muncul setelah serangan jantung, langsung lenyap. Masya Allah, ikhtiar yang kami pilih udah jadi jalannya ya sahabat.

Saya pun meminta suami agar lebih konsisten menjalankan gaya hidup sehat. Mungkin karena udah nggak mau lagi ngalami serangan jantung seperti yang pernah dialaminya April 2018 itu, suami udah memulai gaya hidup sehat. Saya pun beberapa kali menuliskannya juga di blog ini untuk pengingat dan penyemangat. 

Berikut ini langkah gaya hidup sehat yang dilakukan suami :

- Mengatur Pola Makan Sehat

Sebenarnya ngatur makan yang bener itu gampang gampang susah. Gampang karena nggak ikut diet yang aneh aneh. Cukup perbanyak makan buah dan sayur aja. Tapi juga harus seimbang dengan protein yang dibanyakin agar menua namun otot tetap kuat, hahaa.

Susahnya itu kadang nggak bisa konsisten sarapan buah. Terutama kalo harga buah lagi mahal. Meski akhirnya ya sarapannya buah pepaya lagi pepaya lagi, buah favorit di rumah yang nggak pernah bikin kami bosan.

Kalo dari dokter spesialis Jantung yang ngerawat suami sampai sekarang itu, pesannya sederhana. Tinggalkan makanan yang menggunakan minyak dimasak berulang kali, jeroan, daging merah yang berlumur lemak. 

Nah, saya mau cerita nih kalo suami sejak Oktober 2022 hingga hari ini, tiap pagi sarapan dua butir telur rebus. Telurnya direbus selama 8 menit, jadi kuningnya bisa warna oranye cantik gitu. 

Menu sarapan sehat mengenyangkan

Makan siang dan malam menunya biasa aja, apa aja bahkan nggak pantang makan sate kambing atau gule. Tapi BB nya udah susut sebanyak 14 kg. Nggak nyangka banget bisa turun BBnya. Saya aja envy, BB susut cuma 2 kg. Ya gimana.. karena saya emang nggak konsisten sarapan telur gara-gara mblenger, hahaha. 

Alhamdulillah saat suami cek darah pun semua normal, masya Allah. Jadi ya dilanjut aja sarapan telur 2 butir direbus 8 menit sejak air mendidih.

Silakan baca caranya di artikel ini :


- Istirahat Yang Cukup

Suami tergolong orang yang mudah beristirahat meski sejenak. Istirahat malam hari pun dengan gampang langsung aja tertidur. Dia nggak pernah lembur sampai malam, kecuali terpaksa dikejar tenggal waktu pekerjaan harus kelar. Namun sebelumnya udah tidur dulu. Dan ini jarang banget dilakukan. Malah saya yang suka lembur nulis karena nggak tahu mengapa kalo makin malam, ide tuh mengalir lancar kayak air terjun, hahahaa.

FYI, tidur itu penting untuk tubuh kita, jangan dipaksa deh buat lembur. Biasakan memulai pekerjaan lebih awal atau pagi pagi banget. Ya pokoknya disesuaikan lah dengan jam kerja masing-masing. 

Tidur yang benar dibutuhkan juga oleh orang dewasa, bukan hanya anak-anak. Orang dewasa membutuhkan durasi waktu 7-9 jam per hari tentunya dengan kebutuhan tubuh masing-masing. 

Seperti suami saya jam 9 malam itu udah tidur karena nanti jam 3 dinihari udah bangun untuk shalat malam dan ngaji. Tapi dia menyempatkan tidur siang juga. 

Alhamdulillah kerja nggak ikut orang ya, jadi bebas ngatur waktu untuk tidur siang. Saya berbeda waktu tidur dengan suami karena agak larut, tapi paling telat jam 11 malam. Bangun jam 3.30 dan tidur siang juga karena IRT kan ya, bebas lah jam tidurnya. Apalagi anak-anak udah dewasa semua.

- Mengurangi stres

Sejak suami kena serangan jantung, saya memutuskan agar dia memilih pekerjaan yang tidak bikin stres. Saat itu dia bekerja sama melakukan pekerjaan renovasi dan membangun gedung dengan salah satu minimarket. Pekerjaannya ada DL, tapi bayarnya belakangan. Kadang bisa mundur pula waktunya. Ini nih yang bikin nambah beban pikiran suami.

Saya bilang pada suami begini, :

"Udah tua nggak usah ngejar materi. Kita udah naik haji, cita-cita yang sejak nikah itu udah terwujud. Urusan anak-anak kuliah, Insya Allah ada rejekinya sendiri. Sekarang kerja yang nggak usah mikir modal lah,"

Emang ada kerja mandiri nggak butuh modal materi? Masya Allah, ada loh. Allah SWT menyiapkan kondisi ini untuk kami. Modal utamanya hanya sabar, ikhlas, jujur, dan selalu bersyukur. 

Alhamdulillah suami menuruti keinginan saya, begitu pun keluarganya, ibu mertua, kakak dan adik-adiknya. Semua setuju dengan pemikiran saya. Allah SWT telah memberi tambahan usia pada suami, sudah selayaknya sisa usia diisi dengan ibadah. Kerja nggak usah ngoyo, yang penting ikhtiar semampunya. Sekarang dia udah enjoy menerima pekerjaan. Saat banyak pekerjaan dibaginya dengan kakaknya atau temannya. 

Ketika pekerjaan sepi, ya udah dinikmati dengan mengisi waktu di rumah atau sesekali jalan-jalan dengan keluarga. Kalo budget minim bisa memilih lokasi terdekat dengan tempat kami tinggal. Kalo ada tabungan lumayan bisa lah ke tempat wisata yang agak jauh. Seperti yang baru saja kami lakukan, traveling ke pulau Bali meski hanya 4 hari. Tapi bonding yang menyenangkan bagi kami berdua bareng ponakan, dan mbak, serta adik-adiknya terasa menjadi precious moment. 

Bahkan sepulangnya traveling, udah ada yang mengusulkan ini menjadi kegiatan setahun sekali atau dua kali. Rasanya kami ketagihan pengen main ke tempat yang lebih jauh bareng-bareng lagi. Karena sejak pandemi kegiatan jalan-jalan ini kami hentikan seperti orang-orang lainnya. Jadi ya emang kangen bisa road trip atau jalan-jalan sekeluarga besar Bani Suhada seperti sebelum pandemi.

liburan ke Bali bersama mbak, adik2 suami dan ponakan 

Sepanjang kita pintar bersyukur, Allah azza wa jalla akan selalu memberikan nikmat rejeki dalam bentuk kesehatan, keluarga yang rukun, dan usia yang berkah. 

- Sempatkan Olahraga

Suami tergolong bukan orang yang senang olahraga. Menurutnya, pekerjaannya aja udah termasuk membuang energi. Dia bukan orang yang senang duduk manis. Dia selalu mau membantu pekerjaan pekerjanya ketika dibutuhkan. 

Namun sejak udah pasang ring, dia udah ngak boleh angkat benda yang berat. Jadinya saya pun memaksanya untuk menyempatkan olahraga yang ringan. 

Biasanya kami memilih jalan kaki, karena suami memang mampunya itu. Atau gowes meski nggak bisa lagi sejauh seperti sebelum kena serangan jantung. 

Orang yang udah ada riwayat sakit jantung, memang harus pintar memilih olahraga yang tidah membebani kerja jantung. Dan pilihan paling ideal memang jalan kaki. Itu pun ritmenya pelan. Saya bisa memutari lapangan dua kali lebih banyak dibanding suami. Dan nggak apa-apa sih, yang penting dia mau olahraga.

- Konsumsi Air Putih Minimal 2 Liter Sehari

Bagi orang dengan riwayat sakit jantung memang ada yang bilang nggak boleh banyak minum air. Namun sakit jantung itu banyak jenisnya. Untuk suami saya yang ngalami sumbangan dulunya, masih boleh minum air putih 2 liter sehari. Bahkan kadang bisa lebih tergantung dengan banyaknya kegiatan fisik pada hari tersebut.

Usia panjang itu takdir Ilahi. Namun sebagai manusia, kita punya tanggung jawab untuk menggunakannya dengan sebaik-baiknya. Karena apapun yang kita lakukan di dunia akan diminta pertanggungjawabannya kelak di akhirat. Salah satunya adalah usia kita, udah ngapain aja selama ini?!

Wah rasanya panjang kali lebar ya cerita saya tentang kisah mengubah gaya hidup suami agar tetap sehat. Ini curhat yang bikin saya melow di awal namun berubah menjadi senyum di akhir paragraf. Alhamdulillah saya bisa berbagi pengalaman mendampingi suami yang menjalani prosedur pasang ring jantung. Semua lancar tanpa hambatan karena kondisi organ tubuh suami lainnya memang masih bagus. 

Bagi kalian yang mau diet, bijak lah memilih cara yang benar dan tetap jaga kesehatan. Bisa juga loh kalian baca blog gaya hidup sehat milik Andina, teman blogger. Blognya memiliki artikel menarik dengan tema kesehatan, gaya hidup, dan kecantikan. Saya baca beberapa termasuk tentang diet juga. Sahabat yang punya pengalaman menarik seputar diet sehat, boleh berbagi komentarnya. Wasalamualaikum.


Sumber Materi :

- https://www.bcalife.co.id/info/artikel-info/lifestyle/ingin-punya-badan-segar-dan-bugar-yuk-jalani-5-pola-hidup-sehat-berikut-ini

- https://www.bpjs-kesehatan.go.id/bpjs/post/read/2021/1919/Sehat-Setelah-Pasang-Ring-Jantung-Semua-Biaya-Dijamin-Program-JKN

Reading Time:

Minggu, 20 September 2020

Ajarkan Gaya Hidup Sehat, Nagita Slavina Memilih Mie Lemonilo Untuk Konsumsi Keluarga
September 20, 2020 26 Comments


Assalamualaikum Sahabat. Saat ini kita makin sadar memilih gaya hidup sehat. Terlebih pada masa pandemi yang membutuhkan imunitas tubuh selalu terjaga. Kita jadi rajin mengonsumsi makanan sehat, olah raga rutin, memperbanyak minum air putih, buah dan sayur.


Saya sendiri sebenarnya udah lama menerapkan gaya hidup sehat, cuma kadang masih belum konsisten. Kalo lagi rajin emang bisa sebulan bisa deh mengonsumsi makanan sehat tanpa memasukkan unsur minyak dalam masakan. Tapi ketika bertemu teman atau saudara, ada sajian makanan yang digoreng, bikin saya tergoda. 

Pilihan Gaya Hidup Sehat Keluarga Saya

Sejak mengetahui bahwa pagi hari itu paling bagus konsumsi buah, saya mulai mengganti sarapan nasi dengan buah potong. Konsumsi buah saat pagi hari dan perut masih kosong, merupakan waktu terbaik. Karena makan buah saat perut kosong, sistem pencernaan lebih mudah memproses dengan baik. Tubuh pun mampu menyerap nutrisi yang terkandung dalam buah.


Awalnya memang susah dan cuma saya aja yang menghabiskan buah potong. Dengan berjalannya waktu, anak bungsu ikutan sarapan buah. Apalagi kalo saya udah menyajikan buah apel, pir, atau anggur. Si bungsu suka banget dengan ketiga buah ini. Dan sekarang sekeluarga udah konsumsi buah setiap pagi. 

Dokumen pribadi



Tentu pengenalan sarapan buah seperti ini membutuhkan waktu dan kesabaran. Namun ketika anak-anak sudah merasakan, gimana lambung menjadi nyaman saat pagi usai sarapan buah, saya nggak perlu lagi maksa konsumsi buah.


Sarapan udah bener, eh ternyata cemilannya yang kadang masih sesukanya. Sebenarnya bukan cemilan ya, tapi makan colongan karena waktu makan berikutnya masih dua jam lagi. Hahahaa.


Biasanya anak-anak suka masak mie instan sendiri. Sejak usia sekolah dasar, anak-anak saya udah pintar masak mie instan kesukaan masing-masing. Sementara kalian tahu lah kalo mie instan itu kandungan micinnya aduhai. Solusinya saya hanya sedia mie instan nggak lebih dari 10 buah untuk satu bulan. 

Ternyata bisa loh dengan trik sedia mie instan sedikit aja, karena anak-anak akhirnya malas masak. 

"Cuma dikit, ntar aja masaknya, disayang-sayang dulu mie instannya,"

Celetukan kecil yang gak sengaja terdengar gini bikin ngikik dalam hati. Namun tetep sih ketika anak-anak kelaparan tengah malam, jadi masak mie instan porsi dobel. Sama aja kan jadinyaaa?!


Inspirasi dari Nagita Slavina Mengajarkan Rafathar Hidup Sehat



Siapa yang tak kenal dengan RANS? Keluarga muda yang beranggotakan Papa Raffi, Mama Gigi, dan Rafathar ini adalah sosok inspiratif. Masih muda, keluarga yang harmonis, kaya raya, menjadi pengusaha dan enterpreuner yang sukses. Pokoknya keluarga ini menjadi idola banyak warganet, terutama fans garis keras.


Baru-baru ini Rafathar Malik Ahmad, putra dari pasangan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, merayakan ulang tahun yang ke-5 tahun. Tepat pada tanggal 15 Agustus 2020 lalu, Raffi dan Gigi memberikan kejutan sederhana.


Meski Raffi dan Gigi tergolong orang tua yang sibuk di dunia entertainment, namun masih meluangkan waktu untuk Rafathar. Mereka memberikan kejutan tepat pada pukul 12 malam, merayakan ulang tahun sang buah hati. Udah ada videonya yang diunggah di kanal YouTube Rans Entertainment.


Keseruan ulang tahun Rafathar nggak hanya buka kado. Terselip doa dan harapan Gigi agar Rafathar selalu tumbuh menjadi anak yang sehat. 


Insipirasi Hidup Sehat dari Nagita Slavina :



- Sibuk Bukan Jadi Alasan 

Sebagai publik figur tentu Gigi memiliki segudang aktivitas yang produktif. Namun meski sibuk dengan pekerjaan, Gigi dan Raffi selalu meluangkan waktu untuk kebersamaan dengan putranya. Termasuk merayakan ulang tahun dan mendoakan agar Rafathar tumbuh menjadi anak yang sehat.

- Menerapkan Pola Hidup Sehat Pada Anak 

Sejak usia 5 tahun pula, gigi mengajarkan Rafathar untuk menjalani pola hidup sehat. Salah satunya adalah dengan mengajak putranya mengonsumsi makanan sehat yang bebas dari bahan berbahaya.

- Mengajarkan Kebiasaan Makan Sehat

Gigi memilih makanan sehat yang aman untuk keluarga. Syaratnya adalah tanpa bahan pengawet, tanpa perasa buatan, tanpa penguat rasa dan tanpa MSG. Produk yang memenuhi syarat ini adalah Mie Instan Lemonilo.




Bagaimana pun juga, makanan instan memang sangat disukai anak-anak. Jadi wajar aja kalo Mama Gigi memilihkan makanan instan tapi juga sehat seperti Mie Instan Lemonilo.


Mie instan Lemonilo ini pembuatannya tanpa proses penggorengan. Jadi dengan proses pemanggangan, lebih sehat, rendah lemak dan rendah kalori. Raffi sendiri menyebutkan kalo setiap abis makan Mie instan Lemonilo, perutnya tidak begah. Sudah pasti aman ya misalnya dikonsumsi setiap hari.


Memang Mie instan Lemonilo ini aman banget untuk penderita asam lambung, seperti saya contohnya. Udah dua tahun ini saya juarang makan mie instan. Karena biasanya perut jadi begah. 


Tapi sejak kenal Mie instan Lemonilo awal tahun 2020 ini, saya nggak lagi puasa konsumsi mie instan. Asalkan mie instan nya Lemonilo.




Ternyata Mie Instan Lemonilo ini salah satu kandungan bahannya adalah tepung mocaf. Udah tahu kan tepung mocaf? Bagi yang belum tahu, tepung mocaf itu terbuat dari singkong atau ketela pohon yang diolah dengan beberapa tahapan hingga menjadi serbuk bertekstur. 


Saya udah pernah nulis juga tentang Mie Instan Lemonilo, silahkan baca :




Hmmm, pantas aja ya waktu perayaan ulang tahun Rafathar, Mama Gigi juga menyiapkan Mie Instan Lemonilo. Tengah malam loh itu makan mie instan. Tapi gak apa karena aman dikonsumsi oleh siapa saja dan kapan aja.


Seru banget saat mereka menyantap mie Lemonilo, Rafathar dan Raffi berebut dan terlihat sangat menikmatinya.


Karena itu lah Gigi dan Raffi mengajak seluruh penggemar setia RANS Entertainment untuk memilih mie sehat dari Lemonilo. Apalagi Mie Instan Lemonilo ini sudah tersebar di berbagai supermarket, minimarket, dan pasar tradisional di Indonesia. Tentunya gampang banget kan didapatkan.


Soal harga jangan dipikirkan. Seperti kata Raffi, mie Lemonilo itu harga nambah dikit dan manfaat nambah banyak. Setuju kaaan? Salam sehat semua! Wassalamualaikum.


Materi dan Foto :
- Webiste www.lemonilo.com
- IG Mie Lemonilo
- RANS Entertainment
Reading Time:

Rabu, 24 Juni 2020

Tetap Memilih Gaya Hidup Sehat, Tanpa Narkoba Itu Keren!
Juni 24, 2020 35 Comments
Tetap Memilih Gaya Hidup Sehat, Tanpa Narkoba Itu Keren!

Gaya hidup sehat dan Tolak Narkoba itu Keren

Assalamualaikum Sahabat. Menjelang akhir bulan Mei 2020, kita dikejutkan oleh berita penangkapan aktor Dwi Sasono karena keterlibatan dengan narkotika. Masyarakat terkejut karena melihat sosok pria ini family man dan jauh dari kesan bad guys.

Namun bila membaca alasan aktor dan suami dari Widi Mulia ini, terkesan mengada-ada. Kepada penyidik, Dwi menjelaskan bahwa ia menggunakan narkoba dalam bentuk ganja untuk mengisi kekosongan karena pandemi. Alasan lain adalah sejak pandemi ini ia mengalami susah tidur.

Ada yang bilang kalo itu alasan yang mengada-ada. Terlebih kebanyakan artis yang tertangkap tengah menggunakan narkoba rata-rata ada yang karena sedang nganggur. Atau karena untuk doping agar bisa semangat berkreasi.

Menurut Psikolog Klinis Liza Marielly Djaprie, kemudahan akses atau kemampuan finansial yang menyebabkan artis gampang tergoda. Meski sebenarnya bukan artis aja sih, karena banyak juga korban narkoba adalah masyarakat umum.

Ada kan yang mengonsumsi narkoba berulang kali meski baru keluar dari rehabilitas setelah tertangkap oleh Badan Narkotika Nasional.

Lalu, lanjut Liza, ketika akar iman dan mental tak kuat maka akan rentan sekali. Banyak yang terjadi seperti ini, terulang lagi dan lagi.

“Akhirnya kena lagi kena lagi. Sesuatu yang jadi candu itu membuat kita susah lepas. Terekam di memori otak. Terekam di badan kita ‘enaknya’ secara subjektif. Lepaskannya sulit banget,” tegas Liza.

Sehingga, jika seseorang ingin betul-betul berhenti, maka membutuhkan tekad atau kemauan yang kuat sekali. Dengan demikian, tak terjadi kekambuhan pada kasus yang sama.

Seperti minum kopi, teh, atau makan pedes, sulit sekali menghilangkannya. Kecuali ada tekad memang ingin menghentikan kecanduan semua minuman atau makanan tersebut.

Nah ini kecanduan narkoba, yang udah direkam oleh saraf di otak tentu sulit banget untuk terlepas. Namun bila sudah mengikuti rehabilitasi pasti bisa menghilangkan kecanduan asalkan jangan mendekat lagi pada lingkungan pergaulan yang sama. Karena godaan menggunakan narkoba lagi sangat besar.

Kisah Inspiratif Mantan Pengguna Narkotika

Saya teringat dengan salah satu film yang menggambarkan seorang mantan pengguna narkoba. film yang disutradarai oleh Jerry Jameson  ini, ditulis oleh Brian Bird dan Reinhard Denke. Film ini berdasarkan kisah non fiksi Unihood Angel yang ditulis oleh Ashley Smith. Kisah nyata yang ia alami saat menjadi sandera pembunuh yang buron.

Berikut ini kisahnya :

Maret 2005, Brian Nichols melarikan diri dari gedung pengadilan Fulton County di Atlanta. Dia menjalani sidang yang mendakwanya terlibat kasus pemerkosaan. Dalam pelariannya, ia membunuh hakim yang memimpin jalannya persidangan, Rowland Barnes, reporter pengadilan Julie Brandau. 

Dia juga menembak Sersan Hoyt Teasley, yang akhirnya mengalami koma dan dalam perawatan intensif. Brian juga mebunuh Agen Khusus ICE David G. Wilhelm, yang sedang tidak bertugas di rumahnya. Bahkan mobil dinas serta HT milik David dibawanya pula. Dari sini pengejaran pun dimulai.

Brian secara acak menemukan Ashley yang tengah mengambil rokok dari dalam mobil yang diparkir di depan rumah. Brian mengikuti ibu satu anak perempuan ini ke dalam rumah dan menyanderanya sepanjang sisa malam hingga dini hari. 

Ashley menuruti semua permintaan Brian, kecuali untuk menghisap sabu-sabu miliknya. Iya, Ashley masih menyimpan sebungkus sabu-sabu terakhir yang dimilikinya. Dan Brian memintanya untuk dinikmati bersama. Namun Ashley menolak. Ia teringat pada senyum manis putrinya yang saat ini dalam pengasuhan bibinya. Ia berjanji akan datang pada event baju putri di kelas putrinya esok pagi. Ia ingin sadar sepenuhnya hingga hari esok datang. 

The Captive, tolak narkoba

Dan sepanjang malam hingga pagi hari, Ashley merasa kuat dan semangat karena ditemani buku terlaris milik Rick Warren, The Purpose Driven Life. Buku yang menjadi penyemangat tiap kali ia terpuruk dan kembali ke dunia hitam yang menenggelamkannya, hingga anaknya pun lepas darinya.

Ketika seseorang mengalami krisis, dia akan mencari harapan. Dan harapan Ashley ada pada semangat untuk sembuh dari ketergantungan narkoba. Dia selalu membaca buku itu hingga hapal, halaman mana saja yang bisa dijadikan semangat untuk sang buron agar mau menyerahkan diri.

Singkat cerita pagi menjelang event baju putri di kelas putrinya, Brian melepasnya untuk keluar rumah. Ashley segera membuka pintu dan mengemudikan mobilnya hingga perempatan di ujung perumahan. Saat itu dia pun menelpon 911 untuk melaporkan penyanderaan dirinya. 

Ashley memang akhirnya tak bisa hadir di event baju putri di sekolah putrinya. Namun pada hari istimewa itu, dia memenangkan pertentangan hati dan otaknya untuk lepas dari narkoba.

Saya terus terang masih mengingat wajah asli Ashley saat bercerita pada Oprah Winfrey. Dia merasa semangat untuk bangkit dari krisis karena ingin mengasuh putrinya, miliknya dengan mendiang suami yang ditembak oleh pengedar narkoba. 


Dia mengucapkan kalimat dengan bibir bergetar:"Seharusnya malam itu saya yang meninggal, bukan suami saya."

Sejak meninggalnya sang suami pula yang menjadi titik tolak Ashley untuk rehabilitasi. Namun terus saja godaan datang hingga sang putri diambil alih oleh bibinya. Dan malam penyanderaan menjadi saat yang menentukan pilihan hidupnya karena teringat mendiang suami. Ia ingin terus hidup untuk mendampingi putrinya.

Ashley setelah insiden itu kembali bersatu dengan putrinya. Dia menikah lagi dan memiliki tiga orang anak dari suaminya yang sekarang. Dia juga menjadi mentor dengan sharing pengalamannya disandera oleh buronan.

Hari Anti Narkotika Internasional (HANI)

Setiap tanggal 26 Juni diperingati sebagai Hari Anti Narkotika Internasional (HANI). Peringatan ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya narkoba. 

PBB menerapkan tanggal itu melalui konvensi dan menunjuk United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) sebagai organisasi yang menanganinya. 

Presiden Joko Widodo sudah mencanangkan Indonesia Darurat Narkoba pada sidang terbatas pada tanggal 24 Februari 2016. Meski tiap hari BNN (Badan Narkotika Nasional) dan BNNP (Badan Narkotika Nasional Propinsi) sudah melakukan banyak upaya untuk memberantas narkoba hingga ke akar-akarnya, tetap saja selalu muncul kasus baru. 

Silahkan baca : 


Tolak Narkoba itu Keren
Picture by Ika Puspita

Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) di Indonesia akan dilakukan pada tanggal 26 Juni 2020. Peringatan kali ini bakal diselenggarakan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya dikarenakan adanya pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia dan seluruh dunia.

Badan Narkotika Nasional (BNN) berencana menggelar konser amal bersama Slank yang akan diselenggarakan secara virtual. Konser ini juga sekaligus bertajuk penggalangan dana juga untuk pandemi covid-19.

BNN Republik Indonesia mulai memperkenalkan tagline baru, yaitu HIDUP 100%. Pesan “HIDUP 100%” ini merupakan ajakan untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih maksimal di segala unsur kehidupan. Yaitu sehat fisik-mental, jasmani-rohani, dan dunia-akhirat, dengan hidup tanpa narkoba. Lebih jelasnya, HIDUP 100% bermakna sadar, sehat, produktif, dan bahagia tanpa narkoba.

Gaya hidup sehat dengan memperbanyak konsumsi buah dan sayur, melakukan olah raga secara teratur, dan istirahat cukup. Dan tentu saja tolak menggunakan narkoba, karena itu KEREN.


Kalo ingin mengetahui gaya hidup sehat, bisa baca dalam artikel di blog ini. Silahkan baca :


Semangat selalu untuk lebih peduli pada tubuh kita dengan menolak narkoba. Narkoba itu tidak keren. Yang keren adalah mengonsumsi sayur dan buah sebagai cemilan setiap hari. Wassalamualaikum Sahabat.


#sembutopia #harinarkotikainternasional2020 #rajinmakanbuah #stayhealthy #internationaldayagainstdrugabuse #narkobanggakkeren


Sumber Materi :
- https://www.jawapos.com/entertainment/infotainment/20/02/2018/banyaknya-selebriti-terjerat-narkoba-psikolog-ini-ungkap-alasannya/
- Film The Captive, diambil dari kisah nyata Ashley Smith, Mantan Pengguna Narkotika
Reading Time:

Sabtu, 18 April 2020

After Covid-19, Gaya Hidup Sehat Akankah Tetap Dilakukan?
April 18, 2020 24 Comments

After Covid-19, Gaya Hidup Sehat Akankah Tetap Dilakukan?


Assalamualaikum Sahabat. Apa kabar kalian? Dengan hati yang tulus, saya berdoa agar kita semua diberikan kesehatan dan rejeki yang berkah. Di tengah pandemi Covid-19, ada begitu banyak perubahan yang terjadi di muka bumi. 

Ada yang buruk karena begitu banyak berita kematian, penularan virus covid-19 yang tiap hari makin banyak, hingga banyaknya APD yang menghilang di pasaran. Bahkan banyak tenaga medis yang meninggal di antara sekian banyak warga korban pandemi.

Oiya ini adalah artikel dalam rangka arisan Blogger Gandjel Rel periode ke-5. Ada mba Dian Nafi dan Chella Guru Kecil yang menjadi pemenang arisan. 


Sisi Baik Ketika Pandemi Covid-19

Namun masih ada kabar baik di tengah pandemi covid-19, sahabat. Seperti bumi yang berkurang polusinya, langit Jakarta dan kota besar di dunia terlihat biru, serta jalanan yang tak lagi macet parah.

Dan seperti yang sudah diketahui selama ini, bangsa ini memiliki warga yang punya empati luar biasa dahsyat. Ada banyak lembaga, perorangan, dan komunitas yang membuka donasi. Nyaris semuanya mampu mengumpulkan dana yang amat banyak jumlahnya. Sehingga dalam waktu singkat dana yang terkumpul bisa dibelikan kebutuhan menghadapi pandemi ini. Seperti masker, hand sanitizer, APD untuk tenaga medis, bahkan kebutuhan pokok bagi warga yang terdampak pandemi.

Warga gampang banget mengulurkan donasinya, entah dengan transfer via mBanking, ATM, dompet digital, dan cara lainnya. Sungguh menyaksikan fenomena ini saya begitu terharu. 

Saya pernah menangis tersedu dalam diam saat membaca laporan keuangan yang dikirim via email dari salah satu lembaga donasi terkenal. Nominal yang kita kirim mungkin tak seberapa besar, tapi bagi yang menerima teramat besar nilainya. Masya Allah.

Kebaikan-kebaikan lainnya juga turut andil mengubah gaya hidup masyarakat dunia. Mereka yang tadinya pulang dan masuk ke rumah tidak pernah mencuci tangan dan kaki, mendadak berubah jadi orang yang sangat peduli kebersihan tubuh. Rajin membersihkan rumah karena memiliki waktu banyak selama physical distancing. Banyak merenung dan berdzikir usai shalat, mengetuk pintu hati, membersihkan pikiran dari syak wasangka. Terbukti lebih banyak orang yang bersatu padu melawan covid-19 tak peduli agama, suku, dan asal daerahnya.

Biar lah yang masih nyinyir di sosial media, asal kita jangan ikut-ikutan lepas kendali hingga mengurangi amalan yang masih sedikit.

Yang tak kalah bagusnya adalah efek dari himbauan Kemenkes RI, Dinas Kesehatan tiap wilayah, hingga WHO agar melaksanakan gaya hidup sehat. 


Yup, tiap orang mulai banyak yang melakukan perubahan dengan menjaga kesehatan tubuhnya. Imunitas tubuh yang baik akan menjauhkan kita dari virus. Dan itu semua dilakukan dengan cara :
- Memberikan asupan gizi yang cukup
- Melakukan olah raga
- Istirahat yang cukup
- Cukup sinar matahari

Memberikan tubuh asupan gizi yang cuku termasuk mengonsumsi buah dan sayur yang lebih banyak. Saya sudah menuliskan tentang pentingnya mengonsumsi buah dan sayur selama pandemi covid-19. Dari pada pusing kan nyari-nyari vitamin di beberapa apotek, mending memperbanyak konsumsi buah dan sayur. Apalagi negeri kita memiliki aneka ragam buah dan sayur yang bisa menjamin kebutuhan tubuh akan vitamin.

Silahkan baca : Konsumsi Buah Untuk Menjaga Imunitas Tubuh

Langkah pencegahan agar tidak makin banyak penderita covid-19 juga dilakukan oleh sebagian besar warga. Seperti work from home bagi pekerja yang bisa melakukan kerja dari rumah. Belajar di rumah

After Covid-19, Gaya Hidup Sehat Masih Akan Dilakukan?

Sampai satu hari, saya bertanya-tanya apakah after Covid-19, gaya hidup sehat yang dilakukan juga ikut menghilang?

- Menjaga Imunitas Tubuh

Harapan saya tentu saja kita tetap menjaga gaya hidup sehat dengan tetap melakukan seperti selama pandemi ini. Gaya hidup sehat telah meningkatkan imunitas tubuh saat pandemi ini. Tentu berujung juga dengan kualitas hidup yang lebih meningkat.

Caranya adalah tetap mengonsumsi makanan yang bergizi, memperbanyak buah dan sayur, nutrisi yang cukup, mengurangi lemak jahat, agar daya tahan tubuh kuat. Konsumsi bawang dan jahe juga bagus untuk tubuh karena mengandung zat anti infeksi dan meredakan peradangan.



Tetap melakukan olah raga secara teratur meski di rumah saja. Tidak perlu mencari teman ke tempat gym kalo menjadikan kita susah melakukannya. Pengalaman saya seperti itu, akhirnya belajar melakukan sendiri di rumah.

Yang tak kalah penting adalah menjaga waktu tidur minimal 7-8 jam setiap harinya. Saat stay at home seperti sekarang, kita bisa membagi jam tidur dengan menambah waktu tidur saat siang hari.


- Pertahankan Sikap Empati

Peduli dengan kesusahan orang lain, terutama yang tinggal dekat dengan kita seperti tetangga dan famili. Berbagi sedikit dari yang kita miliki tak lantas membuat duit kita habis. Punya beras, mie instan, minyak, atau pun telur, bisa dibagikan pada orang dekat yang terdampak pandemi ini.

Bisa juga melakukan langkah mudah yang amat sederhana. Ketika ada teman yang punya usaha, bisa loh kita membeli produknya. Pertolongan yang mudah dan tetap menjaga martabat yang ditolong adalah dengan memberikan kail, bukan ikan.


- Mengelola Stres

Tahu kan ketika pandemi ini banyak berita bersliweran di sosial media. Di WAG, Facebook, Twitter, dan lainnya, kadang bikin kita jenuh dan cemas berlebihan. 

Mulai sharing berita yang ingin kalian baca karena tidak semua info yang beredar itu benar. Bahkan dari yang saya baca di salah satu portal berita online, per tanggal 9 April ada 1.022 berita tentang covid-19 ternyata hoax. Sedih kan kalo gini?!

Udah lelah, pusing mendengar berita orang meninggal, masih ditambah stress usai membaca info yang tidak benar. Stress dapat mengganggu sistem imun tubuh melawan infeksi. Karena itu sebaiknya diperlukan kecerdasan memilah berita agar tidak stress agar sistem imun terjaga dan kuat melawan virus covid-19.

Mulai lah melakukan kesenangan selama di rumah aja dengan hal yang positif dan bermanfaat. Seperti membuat kue, berkebun, mewarnai, membaca buku, dan kegiatan lainnya yang menyenangkan hati. Tentunya semua itu bisa dilakukan bersama seluruh anggota keluarga. 


Nantinya after covid-19, kita tetap bisa melakukan kegiatan yang menyenangkan ini dengan mengatur waktu setiap anggota keluarga. Hari Sabtu atau Minggu bisa berkebun, meminta bantuan anak-anak untuk mengatur tanaman. Atau membuat donat, kue kering, dan lainnya. Ciptakan kegiatan yang bisa dilakukan bersama keluarga yang tidak mengeluarkan duit dalam jumlah banyak. Bisa olah raga bersama, main monopoli, dan masih banyak permainan lainnya.

Ahhh, saya selalu tak putus harapan, bahwa covid-19 akan segera lenyap di muka bumi. Tentu saja kita juga tak boleh lengah dengan virus lain yang akan selalu muncul. 

Cara yang bisa dilakukan agar tubuh tetap sehat dan memiliki imunitas kuat adalah dengan melakukan langkah seperti yang telah kita lakukan selama pandemi. Semoga kita tetap diberikan kesehatan, kemudahan memperoleh rejeki yang berkah, dan bisa menikmati kehidupan yang lebih baik lagi, aamiin. Wassalamualaikum.
Reading Time: