Jelajah Rasa Nasi Lemak Saat di Malaysia - My Mind - Untaian Kata Untuk Berbagi

Senin, 26 Desember 2022

Jelajah Rasa Nasi Lemak Saat di Malaysia

Jelajah Rasa Nasi Lemak di Malaysia

Nasi Lemak

Assalamualaikum. Traveling ke Malaysia cuma 2 kali namun udah bikin saya termehek-mehek dengan kulinernya yang unik. Sampai sekarang saya belum bisa move on terutama dengan cita rasa Nasi Lemak. Oia, saya berkesempatan ke Malaysia dua kali pada tahun yang sama. Yang pertama Maret 2019, traveling bareng teman blogger, namun saya dan Vita, blogger yang sekarang tinggal di Cibinong, mengajak pasangan masing-masing. 

Kunjungan kedua saat ikut dalam famtrip ke rumah sakit atas ajakan Malaysia Healthcare bulan Oktober 2019. Kedua perjalanan ini mengesankan, dan tetap ada juga pengalaman menyicipi Nasi lemak. Bikin saya tergila-gila dengan kuliner satu ini hingga sekarang.

Cerita Sejarah Nasi Lemak

Nasi lemak adalah jenis makanan khas suku Melayu yang lazim ditemukan di Malaysia di mana hidangan ini dianggap sebagai salah satu hidangan nasionalnya, dan Indonesia, khususnya di Riau, Kepulauan Riau dan Sumatera Utara. Hidangan ini pun dapat ditemukan di Singapura dan Brunei.

Nasi lemak terbuat dari nasi yang dimasak dengan santan, jahe, kayu manis, dan daun pandan. kondimen nasi lemak adalah ayam rendang, ikan teri, rendang ayam atau daging sapi, sambal, kacang goreng, telur rebus, ikan bilis, dan lainnya sesuai selera.

Asal usul Sejarah Nasi Lemak adalah berasal dari tanah semenanjung Malaysia. Nasi Lemak juga menjadi makanan popular di Semenanjung Melayu dan pantai timur Sumatera. 

Dari beberapa sumber berita, diceritakan bahwa jaman Kesultanan Melaka, ada sepasang ibu dan anak bernama Mak Kuntum dan Seri. Suami Mak Kuntum udah lama tiada karena menjadi korban pertempuran di Selat Melaka. Kondisi ini membuat Mak Kuntum terpaksa bekerja keluar rumah menjadi tukang urut. Sementara putrinya Seri tinggal dan mengurus rumah.

Seri jenuh dengan cara masak nasi serta pelengkapnya yang itu lagi itu lagi. Jadi dia pun mulai berkreasi dengan memasukkan lengkuas dan daun pandan. Saat Mak Kuntum datang, Seri pun menyajikan hasil masakannya.

"Apa kau masak ni, Seri?" Tanya Mak Kuntum yang kaget melihat nasi masakan anaknya.

Jawab Seri,"Nasi le! Mak!"

Mak Kuntum bertanya hal yang sama. Seri tetap mengulang jawabannya. 

"Nasi le mak!", "Nasi le mak!", "Nasi le mak!"

Semenjak hari itu, nasi tersebut dikenali sebagai Nasi Lemak. Ahhh, saya jadi ingin berkunjung lagi ke Malaysia dan bertanya pada penjualnya. Karena dulu pun saya hanya menikmati sajian nasi lemak dan tak ada keinginan mengenal cerita di balik lahirnya. Semoga semesta mendukung ya, Sob. 

Menjelajahi Rasa Nasi Lemak Saat di Malaysia    

Mengingat perjalanan saya ke Malaysia tiga tahun lalu, menyisakan kenangan saat menyesap cita rasa gurih Nasi Lemak. Pertama perkenalan nasi lemak di Kota Semarang di salah satu resto yang ada di mall. Namun ketika akhirnya merasakan nasi lemak di negara asalnya, kok rasanya beda. 

Di atas pesawat yang membawa saya menuju Kuala Lumpur disajikan nasi lemak dalam kemasan styrofoam. Isinya ada nasi gurih, rendang ayam, teri, kacang goreng (ini yang paling favorit, hahahaa), dan sambal yang semua dalam porsi kecil. Tapi bagi saya porsi segitu juga udah banyak karena terbiasa sama kayak di rumah.

Nasi Lemak di pesawat Airasia

Memang saat pramugari Air Asia menawari pilihan makanan, saya sengaja minta nasi lemak dengan kondimen ayam. Cuma sayangnya kok ternyata ada tambahan telur rebus juga. FYI, saya tuh kurang suka telur rebus jadi pelengkap makan nasi. Kalo misalnya telur ceplok atau dadar masih bisa lah. 

Biasanya saya bagikan telur rebus pada teman makan. Namun karena saat terbang bersama Air Asia itu saya sendiri, ya udah akhirnya dimakan terakhir setelah nasinya habis. Saya paling nggak bisa menyisakan makanan, takut merasa bersalah aja karena kebiasaan sejak kecil.

Ternyata setibanya di KLIA ada tim penyambut dari panitia dan diantar ke kantor cabang MHTC di bandara. Di sini setiap blogger dan media yang datang udah disediakan nasi kotak dan minuman. Tahu nggak nasinya apa? Nasi lemak! 


Sayangnya perut saya masih penuh dengan makanan nasi lemak di pesawat tadi. Jadi akhirnya saya tinggalkan aja di meja dan mengambil minumannya aja. Kebetulan di sini saya bertemu dengan Muthia, blogger asal Pekanbaru. 

Muthia

Sempetin foto berdua dong ya, karena selama ini hanya bertemu di media sosial. Padahal saya udah dua kali ke Pekanbaru, sayangnya nggak ada kesempatan bertemu.

Kembali lagi cerita menjelajah rasa nasi lemak di Malaysia yang ternyata udah beberapa kali saya lakukan. Tanpa sengaja sebenarnya, mungkin lidah saya terlanjur sayang, hahahaa.

Mengingat kembali traveling ke Malaysia bulan Maret 2019 bersama suami, serta teman blogger Vita dan suaminya, Mara, dan mba Dian Nafi. Saya nyobain nasi lemak pertama kali beli di pasar dekat Masjid Jameek. Sambil nungguin suami saya dan suaminya Vita shalat Jumat, saya melihat pasar tempat jualan jajanan dan buah-buahan. Tapi saya makannya di food court NU Central KLCC. 


Dengan harga 2,5 RM udah dapat nasi lemak dikemas dengan mika. Murah banget dengan isiannya ayam panggang yang rasanya lezat, aromanya itu loh yang bikin saya puas menikmati nasi lemak ini. 

Suami saya beli nasi lemak di food court nya seperti Vita dan suaminya. Isi nasi lemak pesanan suami adalah nasi, teri dan kacang dibikin kayak balado (kalo nggak salah yaa), telur rebus, ayam goreng tepung, rebusan okra, dan sambel.

Nasi Lemak di food court KLCC


Porsinya lebih besar dibanding punya saya. Tentu saja ya dengan harga yang lebih mahal sudah pasti isinya juga lebih banyak. Untuk satu porsi nasi lemak dengan ayam goreng tepung seperti ini dibanderol 7,5RM. 

Nasi Lemak Bukan Lagi Sebagai Menu Sarapan

Ya nasi lemak yang dulunya sebagai menu sarapan biasanya disajikan pukul 6 hingga 10 pagi. Di Malaysia udah biasa menyebut jam sarapan sebagai "waktunya nasi lemak".

Namun sekarang nasi lemak udah wajar disantap di luar jam sarapan. Buktinya banyak kedai dan resto di Malaysia yang menyajikan nasi lemak saat makan siang atau bahkan makan malam.


Dahulu nasi lemak dibungkus daun pisang dan menjadi bekal ke sawah atau para pekerja kebun sawit dan karet. Nasi lemak dengan bahan beras, santan, daun pandan, memang nikmat disantap dalam bungkusan daun pisang. Rasa sedap lebih mengena di lidah.

Isian nasi lemak adalah Nasi bersantan, sambel, irisan ikan teri, kacang-kacangan, dan telur rebus, dan lauk utama seperti ayam atau daging dimasak mirip rendang. Bahkan seperti yang food court bisa aja ayamnya berupa goreng tepung. 

Nasi Lemak dalam bahasa Melayu ada yang bilang mirp dengan nasi uduk Betawi atau nasi gurih di Jawa Tengah. Masing-masing memiliki ciri khas dengan tampilan yang hampir mirip. Nasi lemak seperti juga nasi uduk atau nasi gurih, juga dicintai oleh masyarakat lokal. 

Begitu lah cerita saya tentang pengalaman menjelajahi rasa nasi lemak di negara asalnya, Malaysia yang menyenangkan. Semoga saya bisa berkunjung lagi kesana dan menyicipi nasi lemak serta kulinernya yang lain. Sahabat udah pernah nyoba nasi lemak juga? Sharing yuk pengalmannya di kolom komentar. Wassalamualaikum.

21 komentar:

  1. Selalu dengar tentang nasi lemak dari serial upin ipin yang ditonton anak, tapi penasaran pengin tahu rasa aslinya. Ini sudah ke Malaysianya aja, mantep banget pasti nasi lemak di sana. Keliatannya menggugah selera, terima kasih sharingnya!

    BalasHapus
  2. wah, di malaysia ini emang paling suka kalau makan nasi lemak, hampir mirip rasanya kayak makan di indonesia. jadi, nggak perlu susah-susah cari yang lain

    BalasHapus
  3. Jadi ingat perjalanan ke Malaysia naik Air Asia. Saya lupa order makanan apa. Tapi, jadi agak menyesal juga. Karena makanan pilihan suami ternyata lebih enak. Dia pilih nasi lemak. Jadi pengen lagiii :D

    BalasHapus
  4. Favorit banget memang nasi lemak Malaysia. Di penerbangan AA memang sedia, dan aku kalau naik pasti belinya nasi lemak, karena memang sesuka itu. Soal telur rebus, aku tuh ga sukanya kalau makannya di tempat rame, takut baunya hihi. Karena ada beberapa orang yang sebut bau telur rebus yang udah dibuka/dibelah tuh ga enak dicium katanya.

    Kalau di Palembang tempat asal nenekku, nasi lemak itu disebut nasi gemuk (gemok). Nasih berminyak. Tapi bukan berminyak-minyak. Lebih gurih dari pada nasi uduk, dan rasanya lebih kaya karena banyak rempah dimasukin.

    BalasHapus
  5. Nasi Lemak AirAsia top markotooopppp mbaaa
    Apa karena maemnya d atas ✈ jadi seolah rasanya lain gt kali yaaa


    Aku 2 atau 3 kali ke malay , dan selalu maem nasi lemak d sono.

    Tapii IMHO yg nyangkut d hati baru nasi lemak AirAsia πŸ˜πŸ˜‚

    BalasHapus
  6. Oooh jadi kebiasaan dulu, nasi lemak jadi makanan sarapan ya ... sarapannya dengan makanan berat ya. Rasanya kayak nasi uduk ya, Mbak Wati?

    BalasHapus
  7. nasi ini agak kayak nasi uduk ya kalau di sini berarti, pakai lengkuas dan daun pandan. anw, agak lucu juga ya baca cerita asal muasal namanya nasih lemak, ahaha

    aku sendiri belum pernah nyobain deh, jadi pengen. di restoran2 mungkin ada kali ya, tapi tetap beda rasanya kalau makan di Malaysianya langsung yaa, hehe

    BalasHapus
  8. Saya kenal nama nasi lemak di serial Upin Ipin mbak hehehe... belum pernah mencicipi gimana rasanya. Semoga sebagaimana harapan mbak Wati, kita suatu saat bisa ke Malaysia dan makan nasi lemak sepuasnya di sana ya

    BalasHapus
  9. Wah ternyata ada sejarah terciptanya nasi lemak yah mbak, unik juga. Aku belum pernah nih nyobain nasi lemak dan jadinya penasaran banget pengen cobain. Oooh jadi mirip2 kayak nasi uduk yah ternyata, aku doyan nasi uduk jadi kayaknya bakalan suka juga sama nasi lemak nih

    BalasHapus
  10. Wah kalau duduk sebelahku telur rebusnya buat aku ajaaa haha. Ngangenin banget ya mbak perjalanan ke Malaysia saat itu. Semoga suatu saat bisa ke sana lagi baik sama keluarga maupun tugas sebagai bloger lagi aamiin Ya Allah.
    Kalau ke Malaysia wajib deh ya makan nasi lemak ini :D

    BalasHapus
  11. jadi tau deh sejarah terciptanya nasi lemak, tapi aku suka loh nasi lemak karena rasanya nyaman di lidah

    BalasHapus
  12. Ternyata nasi lemak tuh asalnya Malaysia ya dan jadi kegemaran para turis yang berkunjung ke Malaysia, semoga bisa traveling ke sana dan mencicipi nasi lemak yang lezat itu

    BalasHapus
  13. Nasi Lemak kalau kulihat memang mirip nasi uduk. Mungkin topingnya yang beda. Terus kalau pakai daun, kayanya bakal lebih mantap deh makanannya

    BalasHapus
  14. Senang banget Mbk bisa bersama suami ke Malaysia, pastinya nasi lemak emang menjadi khas ya, di Indonesia juga dikenal nasih uduk dan nasi gemuk (Palembang)

    BalasHapus
  15. Kalau di betawi nasi lemak itu nasi uduk ya mba hampir sama... Next kalau ke Malaysia kepingin juga ngerasain nasi lemaknya..

    Kalau ingat nasi lemat ingat upin ipin😁 jadinya.. sennag bisa ikut tugas bareng suami

    BalasHapus
  16. Nasi Lemak itu kayak nasi gurih ya? Soalnya aku lihat penampakan nasinya demikian hehe
    Beruntung bisa coba karena aku sendiri cuma bisa nikmati di serial Upin Ipin haha.

    BalasHapus
  17. serius itu asalnya dinamakan nasi lemak? dari le, mak? hihi ...
    waktu ke KL aku juga sarapan nasi lemak. Belinya di warung ibu-ibu pinggir jalan, ya seperti beli sarapan di kang nasi uduk. Bisa pilih lauk.
    Eh ternyata penjualnya orang indo yang udah lama merantau di malaysia.

    BalasHapus
  18. Aku suka nasi uduk, pas coba nasi lemak ternyata beda. Ke Malaysia pernah nginep di sebelah pasar Alor, Depan hotel tiap pagi ada yg jualan. Kayak kita disini jualan sarapan

    BalasHapus
  19. Kangen makan nasi lemak di KL nih, kalau liburan ke KL pas sarapan pasti nyari nasi lemak, duh enak banget/

    BalasHapus
  20. di kota saya baru buka nih kafe dengan menu nasi lemak ini, mbak. tapi aku nggak pesan malah pesan mie-nya. hihi. dalam pikiranku nasi lemak ini kayak nasi uduk juga rasanya ternyata sejarahnya seperti itu yaa.

    BalasHapus
  21. duuh kangen nasi lemaknya KL. Biasanya kalau ke KL mampir di kedai yang jual nasi lemak. lupa nama kedainya biasanya ada ada di Central Station KL

    BalasHapus