Resolusi Kesehatan Keluarga demi Impian Traveling Tahun 2020 - My Mind - Untaian Kata Untuk Berbagi

Rabu, 11 Desember 2019

Resolusi Kesehatan Keluarga demi Impian Traveling Tahun 2020

Resolusi Kesehatan Keluarga demi Impian Traveling Tahun 2020




Assalamualaikum Sahabat. Seperti biasa ketika berada di ujung bulan Desember, ada keinginan untuk memikirkan resolusi tahun berikutnya. Saya enggak terlalu memusingkan dengan status di linimasa tentang resolusi itu tidak penting. Bagi saya sendiri, resolusi itu penting.

Resolusi adalah impian atau keinginan yang diwujudkan dalam satu periode waktu. Banyak sekali dari kalian memikirkan hal-hal yang akan menjadi tujuan di tahun 2020 dengan merincinya dalam sebuah resolusi.

Banyak resolusi yang gagal diwujudkan. Mengapa bisa gagal? Bisa jadi karena resolusi itu merupakan hasil contekan atau ikut-ikutan teman. Namanya juga contekan dan bukan hasil pemikiran atau perenungan, bisa aja gagal. Karena ekspektasi tiap orang tidak sama. 

Tips saya membuat resolusi itu yang masuk logika, terukur, dan relevan. Buat resolusi yang tidak menjadi beban hingga tak bergerak mewujudkannya. Namun jangan pula bikin resolusi yang sederhana hingga tak ada ikhtiar berlebih untuk mewujudkannya. 

Tips Resolusi Yang SMART

Menurut jurnal Management Review tahun 1981, sebuah resolusi harus SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound). Berikut penjelasannya ya:

1. Specific (Spesifik)

Misalnya adalah resolusi ingin menurunkan berat badan. Hal ini masih belum spesifik. Resolusi yang bisa diwujudkan harus lebih spesifik. Misalnya, ingin menurunkan berat badan 5 kg selama jangka waktu dua bulan.

2. Measurable (Bisa Terukur)

Resolusi yang masuk akal dan bisa terukur lebih mudah diwujudkan. Maksudnya terukur adalah ketika kamu bisa menunjukkan hasil yang lebih baik dari waktu sebelumnya.

Misalkan, resolusi tentang melakukan olah raga yang lebih rajin. Ada usaha yang mesti dilakukan dengan tekad, semangat, dan konsistensi. Resolusi melakukan olah raga kadang hangat di awal, dan selanjutnya tak ada kabarnya. Makjleb banget sih karena saya suka gini.

3. Achievable atau Mudah Diraih

Bermimpi meraih puncak gunung boleh saja, namun buat impian yang masuk akal. Jangan sampai impian besar kamu menjadi halangan untuk mewujudkannya. 

Seperti keinginan rajin olah raga, niatnya pengen gowes sepanjang 26 km setiap hari Minggu. Tentunya kalo setiap hari tidak rutin melakukannya, susah loh untuk diwujudkan. Lebih baik lakukan gowes dari jarak pendek misalnya 10 km, ini lebih masuk akal.

4. Relevan

Resolusi merupakan impian pribadi, bisa untuk diri sendiri ataupun keluarga. Seperti saya yang ingin mewujudkan resolusi kesehatan bagi seluruh anggota keluarga dengan memulai hidup lebih sehat. 

Impian saya adalah bisa terus traveling, sebisa mungkin ke tempat yang belum pernah kami kunjungi. Relevansi resolusi saya tentang kesehatan keluarga tentunya demi mewujudkan suksesnya traveling pada tahun 2020 nanti. 

5. Time Bound (Batas Waktu)

Resolusi mestnya memiliki batas waktu untuk mewujudkannya. Trimester awal adalah tonggak yang udah mulai disiapkan untuk bisa menyukseskan resolusi terbesar kamu. Nantinya dari resolusi di trimester awal, sedikit demi sedikit bisa sukses juga mewujudkan resolusi di trimester kedua.

Itu lah kenapa bikin resolusi yang sederhana, misal udah terwujud bisa melanjutkan pencapaian yang berikutnya.


Resolusi Kesehatan Keluarga Tahun 2020

Pembaca yang pernah dan beberapa kali berkunjung di blog ini, pasti udah baca tentang pengalaman saya merawat suami yang kena serangan jantung.

Peristiwa yang terjadi tahun 2018 itu sungguh tak ingin terulang. Bukan hanya pada suami, tapi juga jangan sampai terjadi pada saya maupun anak-anak. Itu lah sebabnya saya selalu mengingatkan diri sendiri dan anak-anak agar rajin berolah raga, mengonsumsi makanan sehat, menghindari gaya hidup yang merusak diri, dan berpikir positif.

Silahkan baca : Hindari Penyakit Jantung Koroner

Beberapa hal yang sudah saya lakukan untuk keluarga, terutama tentang makanan. Saya tidak menghindari gorengan, karena kalo sesekali saya sajikan tentu tak masalah. Dari pada anak-anak yang menginjak usia dewasa membeli jajanan di luar. Karena mereka bukan anak kecil lagi dan lebih memiliki peluang jajanan di luar sana.

Namun karena udah berusia dewasa, saya jadi lebih leluasa pula menjelaskan detil sebab akibat bila mereka tidak peduli dengan asupan makanan sejak muda. 

Seperti yang pernah saya tuliskan, suami kena serangan jantung dalam kondisi tubuh tidak sedang sakit apapun. Kondisi tensi, gula darah, kolesterol, semua normal. Dokter hanya mengambil kesimpulan bahwa serangan jantungnya karena sumbatan dan itu disebabkan oleh asupan makanan saat usianya masih dua puluhan.

Tentu saja karena saya udah mulai mengelola makanan yang lebih sehat ketika usia kami memasuki 30 tahunan. Saya ingin menua bersama suami, bisa menikmati traveling berdua atau bersama anak-anak. Impian banget kan bisa menikmati masa tua bersama dalam keadaan sehat?!

Saya sendiri percaya dengan quote yang suka didengungkan, bahwa ibu itu nggak boleh sakit. Apa kabar rumah dengan ibu yang sakit? Tentu keluarga menjadi tidak terurus, dapur tidak ngebul, bahkan anak-anak bisa ikut redup semangatnya karena ibu yang sakit.

Nah, sejak hampir tiga bulan ini saya lebih cermat lagi dengan kesehatan tubuh. Saya ingin tetap bisa traveling bersama suami khususnya, atau dengan anak-anak. 

Apalagi keluarga suami bahkan memiliki jadwal khusus untuk berkumpul dan traveling bersama. Satu tahun bisa tiga atau empat kali kami jalan bareng dan memilih tempat wisata seputar pulau Jawa. Karena dalam rombongan ada ibu yang masih semangat ikut dalam perjalanan kami. 

Traveling di Pulau Panjang Jepara

Jalan-jalan di Jogja Bay
Usia ibu sekarang udah 80 tahun. Namun beliau masih semangat mengikuti keinginan anak dan cucunya untuk jalan-jalan. Jadi semangat beliau memunculkan pula usaha dari kami agar juga menjaga kesehatan diri dan keluarga.

Nah apa yang sudah lakukan selama ini? Saya tuliskan di bawah ini yuk :


- Konsumsi Buah dan Sayur

Sebenarnya di keluarga saya, udah menjadi hal rutin mengonsumsi sayur tiap hari. Saat keluarga komplit berkumpul di rumah, saya lebih suka masak sendiri. Beda sih ketika di rumah hanya ada saya dan si bungsu, makanan yang praktis memang pesan di online, hahahaa.

Namun udah 2 bulan ini kami ngumpul sekeluarga, bikin saya jadi semangat masak rutin lagi seperti tahun sebelumnya. Nah kalo masak sendiri di dapur, sayuran menjadi bagian penting yang harus saya sajikan. Kebiasan mengonsumi sayur ini udah ditanamkan kedua orang tua sejak saya masih kecil. Jadi saya inginnya anak-anak pun suka sayur untuk asupan makanan harian.


Tumis brokoli favorit keluarga
Waktu anak-anak masih kecil, saya sudah mengnalkan buah dalam MPASI mereka. Saya masih ingat buah yang pertama saya kenalkan di minggu awal adalah pisang, pepaya, dan jeruk. Jadi anak-anak tumbuh besar dengan mengonsumi buah tanpa pilih-pilih. 

Mereka semua suka konsumsi buah apa aja, terutama kalo saya udah menyiapkannya dalam bentuk buah potong. Kecuali si bungsu yang suka makan buah apel langsung tanpa mengupas dan memotongnya jadi bagian kecil-kecil. Dia bahkan suka bawa bekal apel ke sekolah atau sekarang saat udah jadi mahasiswa. 



Apel Washington menjadi kesukaan Naufal karena kerenyahannya. Rasa buahnya juga lebih segar dengan kandungan air yang cukup menjadi kebutuhan tubuh. 

Si bungsu yang suka segala buah, terutama yang bisa dimakan langsung (dibrakot - bahasa Jawa), juga menyukai pear. Alasannya sama karena pear mengandung air yang bisa menyembuhkan rasa haus sekaligus mengenyangkan. Sambil menanti jam makan berikutnya. Ya, si bungsu memang sedang menyukai cemilan sehat berupa buah-buahan.





Olahraga yang terukur


Ada hal baru yang saya lakukan dengan terukur dan rutin di rumah akhir-akhir ini. Yaitu olah raga di rumah, tanpa mengeluarkan biaya, tidak perlu keluar rumah atau bahkan mencari teman demi menyehatkan tubuh.

Kan biasanya kalo pengen olah raga selalu alasannya nggak ada teman, atau biayanya mahal. Nah ketika saya menemukan video olah raga di channel Youtube, excited banget.

Olah raganya kesannya nggak banyak gerak, namun ketika selesai melakukan latihan, keringat membanjiri seluruh tubuh. Latihan pertama benar-benar bikin saya takjub. Hari kedua ketika akan melakukan latihan lagi, paha dan betis saya masih terasa pegal. Namun saya semangat melakukannya lagi dan lagi hinggal berjalan selama lima hari dalam sepekan.

Saya merasa tubuh menjadi lebih bugar ketika sudah rutin menjalaninya selama satu bulan. Tubuh saya terasa longgar di bagian perut dan pinggang.

Perlu kalian ketahui, tubuh saya memliki kandungan gula darah cenderung rendah. Jadi dengan porsi makan yang udah sedikit, saya tidak mungkin menghilangkan karbo sama sekali. Jalan keluarnya memang harus melakukan latihan rutin dan terukur. 

Jadi dalam waktu satu minggu, saya lakukan latihan lima kali. Dan itu masih saya imbangi dengan melakukan gerakan sit up menjelang tidur.

Sementara anak-anak juga melakukan olah raga yang mereka sukai, yaitu gowes dan lari. Hanya suami yang butuh effort agar bersedia melakukan latihan rutin dan terukur. Suami hanya bisa meluangkan waktu jalan kaki sejauh tiga km seminggu sekali bersama saya saat CFD di hari Minggu. Tentunya masih kurang dengan kebutuhan tubuh untuk aktivitas fisik yang terkur.

Namun setiap hari dia selalu jalan kaki tiap ke masjid, cukup lah kalo lima kali dalam sehari. 


- Mengelola pikiran agar lebih Santai

Suami adalah pemilik usaha sendiri, jadi memang waktu dan kebutuhan pekerjaan bisa disesuakan. Namun ketika ada pekerjaan yang yang datang bertubi-tubi dalam satu waktu, mau gak mau ya mesti dipegang langsung.

Kondisi ini yang kadang menghabiskan tenaga dan pikiran karena suami harus konsentrasi pada pekerjaan ini. Tidak ada yang dikalahkan, semua menjadi prioritas untuk dikerjakan. Nah kondisi ini kadang memicu stress.

Beruntungnya suami bisa mengkondisikan pikirannya dengan meluangkan waktu untuk tidur sejenak. Dia gampang banget tidur di sela waktu bekerjanya. Baik di rumah maupun di mobil ketika sedang di lokasi proyek. 

Memiliki tubuh sehat tentu menjadi dambaan setiap orang. Namun bagaimana memiliki tubuh sehat pasti ada proses yang tak semua orang mau melakukannya. Karena prosesnya membutuhkan niat, keyakinan, usaha, dan semangat yang harus selalu dirawat dan dijaga.

Mewujudkan resolusi untuk hidup lebih sehat memang butuh usaha yang tiada henti. Bagi saya sih yang penting ada usaha untuk mewujudkannya. Itu lah sebabnya resolusi saya untuk kesehatan keluarga ini direncakan dalam bentuk sederhana yang mudah untuk dilakukan. Cerita yuk resolusi kesehatan versi kamu, sharing di kolom komentar ya. Wassalamu'alaikum Sahabat.

41 komentar:

  1. Wah ini nih, saya pastinya yang resolusi untuk mengurangi berat badan hihi.

    BalasHapus
  2. Wah sudah merangcang resolusi nih ya Mbak untuk tahun 2020. Saya masih mau merancang nih hihi

    BalasHapus
  3. Memang nih ya Mbak kalau untuk revolusi kesehatan itu sangat penting dan sebisa mungkin harus terwujud ya hihi

    BalasHapus
  4. Mengonsumsi buah dan sayur ini memang sangat penting bagi tubuh nih ya Mbak

    BalasHapus
  5. Banyak banget nih ya Mbak resolusi kesehatannya hehe. Semoga bisa terwujud nih ya Mbak

    BalasHapus
  6. Semoga mbak wati sekeluarga sehat selalu dan bisa traveling bareng terus ya

    BalasHapus
  7. Akupun selalu buat resolusi kak agar lebih bersemangat menjalani hidup, berhubung akhir tahun ini pekerjaan suami lagi banyak-banyaknya jadi resolusi tahun depan kami ingin travelling bersama, smoga terlaksana

    BalasHapus
  8. aku setuju kak dan pengen juga berkomitmen menerapkan pola hidup sehat ini di keluargaku.. semoga bisa terlaksana dengan baik ya kak.. Aamiin

    BalasHapus
  9. Kemarin suamiku pingsan tanpa sebab dan akibatnya bawah dagunya mendapat jahitan 4-5. Tenaga medisnya bilang kalau mungkin beliau kecapekan. Yah, aku kemudian ingin menerapkan resolusi kesehatan juga buat keluarga kami. Semoga keluarga kita selalu diberikan nikmat kesehatan ya Mbak.

    BalasHapus
  10. Ngomongin resolusi, banyak yang belum tercapai jugaa. Salahku sih karena gak ngasih batas waktu. Semoga tahun depan tambah sehat dan rajin olahraga. Itu dulu yang penting. Catet tipsnya

    BalasHapus
  11. Iyap kpingin bnget nih hidup Sehat resolusinya semoga saj retap semangat ngejalaninnya jiar tercapai sehat2

    BalasHapus
  12. Resolusi yg mantuuull buanget Mba.
    Aku PR bgt nih, mengelola pikiran. Soale belakangan ini gampil stres aku tu mbaaaa

    BalasHapus
  13. Ngomongin resolusi. Tahun ini sudah mulai ngurangi gula sama karbo. Udah jarang bikin twh manis, banyakin minum air putih, buah dan sayur. Semoga tahun depan lebih baik dan lebih sehat

    BalasHapus
  14. Aku tipe orang yang suka bikin resolusi mba dalam hidup aku. Biar aku tahu apa yang ingin aku capai di tahun ini plus jadi tahu juga langkah-langkahnya. Baca ini bikin aku semakin semangat buat bkin resolusi tahun depan. Klo di bagian kesehatan resolusi aku, belajar kurangi begadang. Jam 10 malem harus udah tidur hihihi

    BalasHapus
  15. Aku jarang olah raga mbak. Padahal pengen banget. Lari atau jalan pagi di komplek juga sebenarnya bisa ya mbak. Tapi kok selalu merasa gak punya waktu. Pilih tidur kalau pagi.Abis itu nyiapin sarapan anak anak dll.

    Waah senang sekali bisa jalan jalan dengan keluarga besar ya mbak.

    BalasHapus
  16. Sehat trtep jadi pilihan resolusi ya mba jaga pola makan pola olah raga pnting bngt nih mudah bisa terus semangat menjaganya

    BalasHapus
  17. Sayur aku yang masih kurang mba Hiday, nggak demen wkwkwk milih2 sayurnya soalnya
    makasih mba buat resousinya, aku jadi mulai mau bikin resolusi sehat juga akhir2 ini aku sering sakit

    BalasHapus
  18. Kamijuga penginnya lebih disiplin lagi menjalankan hidup sehat.
    Kalau gowes aku nggak bisa, nggak bisa naik sepeda huhuhu, jadi mau jalan kaki aja tiap pagi di kompleks perumahan. Semoga kita semua selalu diberi kesehatan ya mbak. amin.

    BalasHapus
  19. Wah usia ibu 80 tahun dan masih kuat buat menemani anak cucu piknik. Saya juga pengen yang kayak gini

    BalasHapus
  20. Seneng banget ya bisa ada rencana traveling seperti ini gitu.. Aku seneng banget soalnya... Aku juga pengen punya rencana di taun 2020

    BalasHapus
  21. Saya juga pengen lebih sehat di tahun 2020. Pengen juag lebih banyak jalan-jalan di tahun depan

    BalasHapus
  22. resolusiku dari dulu ga pernah berubah: cuma pengen sehat dan bahagia ^_^

    BalasHapus
  23. Sama mbak, saya juga pingin banget mulai gaya hidup sehat di tahun 2020... Udah mulai dari bulan november kemarin, masih bolong-bolong sih, ceritanya pemanasan hehehe... Semoga 2020 udah bisa bener-bener konsisten...

    BalasHapus
  24. Saya juga pengen banget resolusi olahraga nih. BW sambil sakit krn jarang olah raga akhir2 ini.. Hey. Malah curhat..

    BalasHapus
  25. Aamiin mbak moga terus terjaga usahanya mencapai resolusinya yaaa. Mungkin enggak mudah namun kalau diingat2 demi kesehatan kudu dipaksain ya mbak. Saya juga nih lagi usaha kurang2in gula. Kalau manis2 bisa tapi yang namanya nasi putih ku masih susah huhuhu

    BalasHapus
  26. Wa'alaikumsalam warohmatullahi wabarokatuh.

    Semoga suami dan mbak sekeluarga selalu sehat dan terhindar dari segala penyakit.

    Kalau aku dan suami resolusi sehatnya sama. Menurunkan berat badan. Badan rasanya sudah berat kalau buat naik tangga dan jalan jauh. Kami biasakan jalan kaki kalau tujuan kami dekat. Lumayan sekalian jalan-jalan.

    BalasHapus
  27. Aku ngurangi karbo ga sebanyak biasanya. Terbukti skrg lebih enak ternyata entengan. Kudu hidup sehat biar umur panjang ya

    BalasHapus
  28. Aku juga mulai perbanyak makan sayur dan buah mba. Pengennya selalu diberikan kesehatan. Aamiin

    BalasHapus
  29. aku juga pengen memperbaiki pola hidup nih jadi lebih sehat mbak
    tapi ya masih susah buat belajar makan sayur huhuhu

    BalasHapus
  30. Mertua saya juga sakit jantung Mba. Memang kesehatan perlu dijaga sejak muda supaya bisa lebih sehat dan umur panjang

    BalasHapus
  31. Mantep mbak Wati, resolusi sehatnya bisa dicontek nih...aku juga, usaha nurunin BB gagal mlulu

    BalasHapus
  32. Tahu-tahu sudah Desember saja ya, mba
    Saatnya membuat resolusi, hihihi

    Boleh nih mba, dicontek tips resolusi SMART kesehatannya :)

    BalasHapus
  33. Paling senang memang kumpul keluarga ya ka. Sebntar lg 2020 ya ka smga smua diberi sehat

    BalasHapus
  34. 2020 nanti rencanaku lebih giat olahraga dan makan sehat.Kalau hidup selow udah mulai dari sekarang. Wah, pokoknya selow banget, hehe.

    BalasHapus
  35. Mengutamakan pentingnya kesehatan adalah hal mutlak yang harus dilakukan mengingat betapa tak nyaman segala aktifitas terhambat. Oleh karenanya ada baiknya mulai melakukan pola hidup sehat dari sekarang yang tentunya akan menjadi investasi berharga bagi kesehatan kini dan nanti.

    BalasHapus
  36. saya mau mama saya juga sehat selalu sebab beliau senang diajak jalan2. kalau selalu bugar, jalan2 jd lebih menyenangkan dan ada kenangan indah yg terukir

    BalasHapus
  37. Aku belum memikirkan lebih matang resolusi untuk tahun depan, tapi hidup lebih sehat dengan konsumsi makanan yang bergizi pasti jadi prioritas. Saya setuju seorang ibu itu tidak boleh sakit.

    BalasHapus
  38. Pas harbolnas kemaren alih2 beli barang, aku pesen catering weight loss untuk awal tahun yang di diskon 40% :D targetnya mulai sekarang dan tahun depan harus lebih sehat, lebih banyak olahraga dan mengurangi makanan yg ngga sehat... Semoga bisa terlaksana biar bisa jagain anak2 terus :D

    BalasHapus
  39. aku masih belum matang resolusinya apa hehee.. tp mau banget sih kalau bisa lebih teratur lagi hidupnya.. kayak poka makan sama pola hidupnya

    BalasHapus
  40. nah untuk makan sayur ini lho aku masih pilih2 lebay banget hahahaa

    BalasHapus
  41. Aku juga resolusi tahun baru 2020 ini lebih sehat dan fighting. Terlebih menurunkan berat badan.

    BalasHapus