My Mind - Untaian Kata Untuk Berbagi: Penyakit Tidak Menular
Tampilkan postingan dengan label Penyakit Tidak Menular. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyakit Tidak Menular. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 September 2019

Hindari Penyakit Jantung Koroner, Ubah Pola Hidup Dari Sekarang
September 15, 2019 25 Comments

Hindari Penyakit Jantung Koroner, Ubah Pola Hidup Dari Sekarang


Assalamualaikum Sahabat. Saya pernah cerita tentang serangan jantung yang dialami suami awal tahun kemarin. Hingga setahun kemudian, saya jadi aware dengan penyakit jantung dan menuliskannya di blog ini karena ingin berbagi. Saya nggak ingin ada keluarga yang bersedih karena kehilangan anggota keluarganya akibat penyakit jantung.

Paling tidak ketika ada anggota keluarga kalian yang mengalami serangan jantung seperti suami saya, ada tindakan yang segera bisa dilakukan untuk mencegah kematian.

Alhamdulillah suami saya selamat dari serangan jantung yang dialaminya. Pertolongan pertama yang saya lakukan dengan segera membawanya ke IGD rumah sakit, mampu menyelamatkan nyawa suami. Ada golden hour yang masih bisa dijadikan patokan agar korban serangan jantung bisa terselamatkan. Tentunya bukannya mengelak dari takdirNYA, namun ikhtiar itu wajib dilakukan.

Saya udah tulis ceritanya, silahkan baca :


Penyakit Jantung Muncul Karena Pola Hidup Kacau

Kali ini saya ingin berbagi seputar Penyakit Jantung Koroner. Penyakit ini mendadak menjadi pembunuh nomer 3 dari sekian penyakit tidak menular yang ada di Indonesia.


Terlebih tanggal 29 September ini dicanangkan sebagai World Heart Day yang juga diperingati di Indonesia. 


Jadi wajar kan ya alasan saya menuliskan lagi seputar penyakit yang satu ini. Alasan lain adalah masyarakat modern yang kelihatannya suka menelusuri berita di sosial media, kurang peduli dengan pencegahan sedari dini penyakit jantung.

Generasi milenial jarang aware dengan kesehatan tubuh masing-masing. Mereka berpikir kalo usia muda nggak bakal kena serangan jantung. Kalo diingatkan, jawabannya adalah masa muda itu makan apa aja boleh. Nanti deh kalo udah usia 50 tahun baru berhati-hati memilih makanan.

Itu pemahaman yang salah, Sob! 

FYI, suami saya waktu kena serangan jantung usianya 51 tahun. Selama nyaris 16 tahun udah menjalani pola makan yang benar. Meski sesekali makan gorengan, tapi nggak tiap hari. Udah nggak pernah lagi makan bebek goreng, nasi Padang, semua makanan bersantan udah bukan lagi pilihan utama.

Suami juga bukan perokok, tidak ada juga keturunan dari orang tua atau kakek dan neneknya yang pernah sakit jantung. Namun mengapa dia bisa kena serangan jantung?

Ternyata karena pilihan makan saat usianya 20 tahun hingga 30 tahunan itu seperti yang kalian makan saat ini. Dari bebek goreng, ayam goreng, jeroan, makanan bersantan, pokoknya semua makanan yang mengandung kolesterol. 

Belum lagi beban kerja saat suami mulai punya usaha sendiri, bisa tuh durasinya sampai lebih dari 10 jam. Pemicu seperti stress, makanan mengandung kolesterol yang menjadi penyebab suami akhirnya mengalami serangan jantung. Sumbatan di salah satu arteri pembuluh darah di jantung, terjadi saat usianya masih 20an tahun.

Apa yang kamu makan hari ini akan berbuntut panjang saat usiamu memasuki 40 atau 50 tahunan. Jadi, siapa bilang usia 20 tahun itu kalian boleh makan sesuka hati?

Coba deh lihat orang yang ada di sekitar kalian, sehari-hari kegiatannya bisa jadi duduk di depan laptop. Berangkat pagi kadang enggak sempat olah raga karena alasan takut telat masuk kerja. Pulang sampai rumah udah malam, kapan dong waktu untuk aktivitas fisik?

Di samping itu masih ada banyak alasan lain untuk melupakan gaya hidup sehat. Lingkaran pergaulan saat memilih makan siang, makan malam, ngafe, atau pun ngumpul di resto, menjadi kegiatan yang seru dan menyenangkan.

Di balik acara ngumpul, ada laju angka dari kadar gula, kolesterol, tekanan darah, yang menanjak naik tanpa kalian sadari. Tahu sendiri dong, kalo masyarakt Indonesia itu penyuka makanan yang digoreng. Udah gitu makannya juga sehari bisa lebih dari sekali. 

Coba bayangkan, udah bener makan pecel sayur tapi ternyata teman makannya itu bakwan, mendoan, tahu isi sayur, tahu bakso, atau gorengan lainnya. Nah kan kagak jadi makan sehat, hahaha. Saya pun dulu suka banget makan pecel dengan irisan bakwan sayur. *tawamiris


Saya sempat konsultasi dengan dokter spesialis jantung yang merawat suami waktu itu. Karena saya penasaran, kok bisa suami kena serangan jantung? Sementara udah 10 tahun lebih dia sudah mengubah pola makannya. 

Jawaban dokter ketika itu karena adanya sumbatan yang diakibatkan makanan mengandung kolesterol jaman usianya masih 20 tahunan. Nah mengapa baru terdeteksi sekarang, ketika dia sudah mengubah pola makannya? Itu disebabkan oleh faktor resiko lainnya, seperti beban kerja yang tinggi atau pemicunya bisa saja karena stress.

Nah, yuk saya jelaskan secara detil beberapa faktor resiko penyebab penyakit jantung. Ada dua faktor resiko, yang pertama adalah yang bisa kalian kontrol, yaitu :
  • Hipertensi
  • Tinggi Kolesterol
  • Merokok
  • Obesitas
  • Tidak adanya aktivitas fisik
  • Diabetes
  • Stress
Resiko kedua adalah yang tidak bisa kalian kendalikan, yaitu :
  • Jenis Kelamin
  • Keturunan
  • Usia
Untuk resiko yang tidak bisa kalian kendalikan tentunya cuma bisa pasrah kan ya. Namun tetap bisa loh kalian lakukan langkah pencegahan, agar resiko yang pertama tidak menjadi penyebab kalian kena serangan jantung.

Dari perbincangan dengan dokter suami waktu rawat inap, ada lagi faktor resiko yang tertinggi kalian bisa mengalami serangan jantung. Yaitu perokok, dengan memiliki riwayat hipertensi, dan kolesterol tinggi. 

Jadi meski ada faktor resiko di luar kendali kalian, maupun yang bisa dikontrol, tetap usahakan ikhtiar menjalankan pola hidup sehat dari sekarang.

Ubah Perilaku Hidup Lebih Sehat Dari Sekarang

Kebetulan hari Kamis malam, tanggal 12 September 2019 kemarin, saya dan teman-teman blogger Semarang ngumpul di Nestcology. Ada founder Sembutopia yaitu Bapak Kafi Kurnia yang ingin ngajak kami bebincang tentang gaya hidup kaum milenial sekarang.

Oiya, pertemuan ini kali kedua setelah bulan Juni 2018 yang pernah kami ikuti dulu. Kalian boleh kok baca tentang kegiatan blogger Semarang dengan Sembutopia tahun lalu dalam artikel berikut.


Silahkan baca : Mewujudkan Kejayaan Indonesia Tahun 2020

Dalam kesempatan kemarin, Bapak Kafi mengingatkan tentang gaya hidup yang mestinya dimulai sejak dini. Bener sih, seperti yang dibilang dokter Aldriech Kurniawan, SpJ, bahwa konsumsi makanan sehat mesti dimulai sejak usia belasan tahun. Jangan tunggu usia senja baru memilih makanan sehat.


Picture by Isul
Nah acara ngumpul sehabis shalat Maghrib kemarin pun tak lepas juga dengan makan-makan dong. Katanya mau hidup sehat, kok pilihan makannya ada manis-manisnya dan gorengan juga?

Sesekali sebenarnya nggak apa kok, asal kalian ingat untuk menebusnya dengan melakukan aktivitas fisik pagi harinya. 

Seperti yang diuraikan oleh Bapak Kafi Kurnia, generasi milenial itu sebenarnya punya keinginan hidup lebih sehat. Mereka punya rencana untuk olah raga rutin, meski akhirnya... yaaa, tinggal wacana. 

Adaaa aja alasannya, mulai dari belum punya peralatannya, hujan, atau nggak ada teman yang bisa diajak olah raga.

Nah lo, padahal untuk olah raga, kalian bisa aja menggunakan aplikasi yang bisa didonlot di smartphone. Atau bagi ibu rumah tangga yang alasannya nggak ada teman untuk senam zumba atau yoga, bisa melakukan di rumah. 

Ada contoh exercise yang bisa dilakukan saat pagi dan sore hari, sambil menunggu cucian di mesin cuci selesai.
Picture by pexels 

Untuk urusan makanan, seharusnya juga mulai mengubah yang bener. Tinggalkan masakan protein hewan yang bersantan, karena bakal menambah angka kolesterol kalian. Tinggalkan juga makanan yang digoreng, yang memicu kolesterol kalian makin tinggi. Seperti masakan bebek goreng, saya bakal dijitak abis ini sama pecinta makanan ini.


Ini contoh perilaku hidup lebih sehat versi saya :


  • Mengonsumsi sayuran dan buah lebih banyak, sarapan buah dan sayur bisa dijadikan pilihan buat kamu yang ingin menurunkan kolesterol.
  • Mengganti protein dari daging merah dengan ikan 
  • Mengonsumsi air putih minimal 3 liter sehari, bisa latihan dengan memberi interval waktu setiap sejam minum 200 ml. Gunakan alarm di hape untuk mengingatkan waktu minum air putih.
  • Melakukan aktivitas fisik yang teratur dan terukur, misalnya gowes, jalan cepat, senam, renang, atau lari. Minimal lakukan kegiatan ini selama 30 menit setiap hari.
  • Tidak merokok dan hindari asap rokok kalo ada orang yang merokok di sekitar kalian.
  • Cek kesehatan secara berkala.
Saya pernah menuliskan perilaku hidup bersih dan sehat atau yang kerap disingkat GERMAS dalam beberapa artikel di blog ini. Bisa cari dengan menuliskan keyword GERMAS, pasti akan ketemu beberapa artikel.

Kenali Gejala Penyakit Jantung

Namun meski udah melakukan langkah antisipasi seperti suami saya, tetap aja kena serangan jantung. Beruntung juga sih saya mengenali tanda-tanda serangan jantung. Misal saya tidak peduli saat itu, bisa aja kan serangan jantung itu dianggap sebagai gejala masuk angin.

Dokter yang merawat suami membenarkan kalo serangan jantung koroner itu dulunya disebut sebagai Angin Duduk. Ya emang terjadinya itu karena pasien terduduk di sembarang tempat, dengan beberapa tanda yang bisa dikenali.

Namun seringkali tanda yang muncul dianggap penyakit yang lain. Seperti keringat dingin dianggap penderita masuk angin, sehingga ada yang memilih kerokan. Atau nyeri di sekitar dada bagian tengah hingga sisi kiri, yang dianggap pegal karena lelah habis bekerja berat. Sama juga, diobati dengan mengoleskan balsem.

Bila tanda yang muncul ini merupakan serangan jantung yang terjadi pertama kali, dan dibiarkan saja. Bisa jadi serangan berikutnya yang muncul bakal berakibat fatal. Bisa saja langsung tak sadarkan diri dan meninggal di tempat, di jalan saat dibawa ke rumah sakit, atau di ruang IGD. Sedih banget kalo gini kejadiannya.

Jadiii, kenali yuk tanda-tanda atau gejala serangan jantung. Di antaranya berikut ini :
  • Ada perasaan seperti tertekan benda berat, diremas, rasa penuh atau nyeri di dada lebih dari beberapa menit. Namun perasaan ini kadang hilang timbul gitu.
  • Nyeri atau perasaan tidak nyaman pada lengan, punggung, leher, atau perut.
  • Sesak napas
  • Keringat dingin, mual, atau rasa ringan / pusing pada kepala
Bila salah satu atau dua atau bahkan lebih dari tanda di atas muncul, sebaikan penderita segera dibawa ke rumah sakit di bagian IGD. Di sana akan dilakukan deteksi dini penyakit jantung dengan melakukan pemeriksaan EKG. Kemudian akan ada observasi atau tindak lanjut bila hasil EKG ditemukan adanya sumbatan.


Urutan muncul nya
Sumbatan di arteri jantung
Doc. Pribadi 

Jangan takut menjalani semua pemeriksaan ini bila terjadi serangan jantung. Lebih baik menerima takdir dan mulai menjalankan hidup yang lebih sehat untuk jantung sehat.

Bagi kalian yang masih berusia belasan tahun, sadari bahwa penyakit jantung bisa diderita siapa pun yang tidak menjaga pola hidupnya sejak dini. Pengalaman suami saya yang menjadi guru bagi keluarga besar kami. Tidak memiliki keluarga dengan penyakit jantung, bukan tidak mungkin mengalami sakit ini.

Yang bisa saya lakukan untuk anak-anak, teman, kerabat, dan kenalan saya hanya lah dengan mengajak hidup lebih baik. Melakukan hidup cerdik untuk jantung sehat. 

Hidup CERDIK adalah melakukan :

  • - Cek kesehatan secara berkala, seperti yang saya jelaskan di atas.
  • - Enyahkan asap rokok. Artinya jauhi orang yang merokok. Kalo perlu, beri larangan daerah bebas perokok di rumah. Jelaskan pada tamu yang berkunjung ke rumah, bahwa sebagai tuan rumah kalian berhak meminta tamu tidak merokok selama di rumah kalian. Berani coba? Saya udah melakukannya sejak suami kena serangan jantung.
  • Rajin aktivitas fisik selama 30 menit setiap hari. Pilih aktivitas fisik sesuai kemampuan kalian, yang sederhana dan murah meriah adalah jalan kaki mengelilingi komplek perumahan.
  • - Diet seimbang, maksudnya adalah mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang. Ikuti porsi Isi Piringku yang dicontohkan oleh Kemenkes di website http://sehatnegeriku.kemkes.go.id

  • - Istirahat Cukup, artinya tidak lembur kerja sampai malam atau begadang nggak jelas. 
  • - Kelola stres dengan baik dan benar. Artinya bekerja lah yang seimbang, dan mengetahui batas kemampuan fisik dan mental.
Mulai lakukan sejak sekarang dengan menghindari penyakit jantung agar keluarga kalian bisa tersenyum bahagia. Keberadaan kalian sangat berarti saat di sisi keluarga dalam keadaan sehat. Sampai jumpa dalam literasi kesehatan berikutnya, sahabat. Wassalamualaikum.
Reading Time:

Selasa, 16 Juli 2019

Jadikan GERMAS Sebagai Gaya Hidup Untuk Mencegah Penyakit Tidak Menular
Juli 16, 2019 42 Comments

Gaya Hidup GERMAS Mencegah Penyakit Tidak Menular

GERMAS

Assalamualaikum Sahabat. Jadikan GERMAS Sebagai Gaya Hidup Untuk Mencegah Penyakit Tidak Menular. Adakah yang tahu apa itu GERMAS? Dalam artikel tentang kesehatan ini, saya niatkan untuk pengingat bagi diri sendiri dan keluarga agar selalu menjalankan GERMAS. Ada alasannya yang saya tuturkan dalam artikel ini.

Beberapa hari setelah lebaran, dari TOA masjid dekat rumah mengumumkan berita kematian. Karena pengumuman ini ada hingga beberapa kali dalam waktu dua minggu, tentu saja bikin saya menaruh perhatian. Dan ternyata 4 dari 5 kematian itu disebabkan oleh Penyakit Tidak Menular (PTM).

Rata-rata usia mereka yang meninggal berkisar antara 37 hingga 54 tahun. Sebuah usia yang seharusnya merupakan saat produktif dan menjelang masa pensiun. Namun usia segitu juga seharusnya menjadi saat seseorang menikmati kesuksesannya dalam berkarir, membina keluarga, dan bersiap menikmati masa pensiun.

Saya tahu kalo kematian ada lah takdir dari Tuhan. Namun saya pernah membaca ada hadist yang menyatakan bahwa ikhtiar itu diwajibkan bagi umatnya. Apabila manusia menjaga kehidupannya dengan mengatur pola makan dan kegiatannya sehari-hari, tentu bisa mengurangi resiko kematian.

Penyakit Tidak Menular telah menjadi salah satu masalah kesehatan dan penyebab kematian. Muaranya bahkan menjadi ancaman global bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Bayangkan saja kalo usia produktif sekitar 30 - 55 tahun meninggal karena penyakit tidak menular. Tentu kematian ini mempengaruhi pendapatan keluarga. Terutama bila pasien adalah penyangga ekonomi utama dalam keluarga.


Penyakit Tidak Menular (PTM)

Sudahkah kalian tahu apa aja yang masuk dalam penyakit tidak menular? Penyakit Tidak Menular atau saya singkat dengan PTM, adalah penyebab kematian terbesar di Indonesia. Penyakit tidak menular adalah penyakit kronis yang tidak ditularkan dari orang ke orang. 

Saya dan suami pernah punya impian ingin menikmati masa tua dalam keadaan sehat. Karena kami penyuka traveling, pengen bisa menjelajahi bumi Allah berdua. Anak-anak udah besar dan punya kegiatan masing-masing, pergi berdua itu asik loh. Saya dan suami udah mulai jalan berdua waktu traveling ke Malaysia bulan Maret lalu.

Butuh fisik yang sehat untuk traveling ala backpacker. Menggendong ransel, berjalan cepat di sela pejalan kaki yang menuju stasiun MRT, atau menjelajahi tempat wisata, tentunya butuh tubuh yang setrong. 

Traveling ke Malaysia
Satu tahun sebelumnya, ada peristiwa yang bikin sedih keluarga kami. Mendadak hari Sabtu pagi, suami kena serangan jantung.  Sebuah peristiwa yang tidak pernah saya sangka bakal terjadi pada keluarga saya. 

Terlebih sudah 12 tahun terakhir, saya menjaga pola makan kami sekeluarga agar lebih sehat. Bahkan setiap pagi selama tiga atau empat hari, kami berusaha rutin jalan pagi. Setiap pagi juga kami sarapan buah untuk menggantikan asupan karbo dari nasi.

Dokter yang merawat suami di rumah sakit membacakan hasil cek laborat, tekanan darah, dan EKG (Elektrokardiogram). Hasilnya adalah ada sumbatan di jantung suami. Dokter menanyakan beberapa hal pada suami dan saya, tentang kondisi kesehatan sebelumnya. 

"Ini serangan jantung yang pertama kali terjadi, Dok," tutur saya.
"Apakah Bapak termasuk perokok?"

Saya menjawab tidak, karena suami memang bukan seorang perokok. Dokter juga menanyakan apakah dari keluarga suami memiliki riwayat keturunan penyakit jantung. Jawaban kami masih sama, keluarga suami tidak ada yang punya sakit jantung.

Dokter menjelaskan bahwa penyakit jantung itu terjadi pada siapapun juga yang memiliki resiko tinggi. Yaitu penyebabnya adalah kolesterol tinggi, orang yang merokok aktif, hipertensi, punya riwayat keluarga yang menderita sakit jantung, dan mengonsumsi alkohol.

Untuk konsumsi alkohol, suami tentu saja tidak pernah sama sekali mendekati barang haram ini. Sementara hasil cek darah juga menunjukkan kolesterol suami normal. Menurut dokter spesialis jantung yang menangani suami selama dirawat di rumah sakit, semua hasil cek darah dan tekanan darah adalah bagus. 

Jadi hasil kesimpulan sementara dari observasi dokter saat itu adalah, suami termasuk dari salah satu pasien sakit jantung karena : 

- Perokok Pasif

Suami bukan perokok aktif, tapi iya dia dikelilingi oleh lingkungan pergaulan teman-temannya yang merokok. Jadi suami adalah perokok pasif yang masih sungkan menyingkir saat ada perokok di sebelahnya.

- Stres Karena Pekerjaan

Beberapa bulan terakhir suami memang sibuk dengan pekerjaan wara-wiri dari Semarang - Jogja - Solo. Kadang satu minggu bisa berada di tiga kota ini, mulai pagi hingga malam. Tingkat kelelahan ditambah dengan stres karena beban kerja, menjadi tubuh rentan dan memicu serangan jantung.

- Makanan berlemak jaman masih muda

Suami bekerja di sebuah perusahaan konstruksi saat usianya masih 22 tahun. Sering lembur bekerja dan menjadi hal rutin selama belasan tahun. Sementara setiap hari di tempat kerja disediakan makan siang berupa makanan berlemak.  Bahkan saat lembur hingga tengah malam, suami juga menerima jatah makan seperti nasi goreng babat, bebek goreng, dan makanan mengandung kolesterol jahat lainnya. 

Meski sudah 12 tahun terakhir suami sudah mengubah gaya hidupnya, namun apa yang sudah dikonsumsinya sebelumnya memicu serangan jantung muncul. 

Nah, ini yang akhirnya saya tekankan pada anak-anak, bahwa apa yang kamu makan hari ini, akan mempengaruhi tubuhmu di masa depan nanti. Meski masih berusia muda, saya meminta anak-anak agar belajar dari pengalaman bapaknya. Sedari muda harus menjaga asupan makanan dan beraktivitas fisik rutin.

Terlebih sudah sejak kecil saya sering mengajak anak-anak jalan pagi mengelilingi kompleks perumahan. Udara pagi yang bersih dari polusi, gerakan tubuh saat berjalan-jalan, mampu menjadi tabungan oksigen yang bagus. 

Saya pun mengingatkan anak-anak, bahwa Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah lama mencanangkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat atau disingkat GERMAS.

GERMAS adalah sebuah gerakan yang bertujuan untuk memasyarakatkan budaya hidup sehat. Nggak hanya itu, GERMAS juga bertujuan meninggalkan kebiasaan dan perilaku masyarakat yang kurang sehat. 

Budaya hidup sehat itu termasuk mudahnya akses air bersih untuk sehari-hari. Seperti terpenuhinya kebutuhan air untuk mandi, mencuci, masak, dan minum.

"Kalian harus bersyukur tinggal di tempat di mana kebutuhan air begitu mudah. Bayangkan dengan teman-teman kalian yang kurang beruntung dan tinggal di daerah terisolir." tutur saya pada anak-anak

Kepada mereka, saya menekankan bahwa dengan melakukan GERMAS dari diri sendiri, akan menjadi tabungan untuk masa depannya nanti. Kalo tubuh sehat dan bebas penyakit tidak menular, produktivitas akan meningkat. Terlebih 3 tahun lagi, bisa jadi anak-anak saya menjadi kepala keluarga. Mereka kelak harus menjadi contoh yang baik bagi keluarga kecilnya untuk melakukan kebiasaan hidup bersih dan sehat.

Fokus kegiatan GERMAS yang bisa dilakukan oleh keluarga-keluarga di Indonesia adalah :

- Melakukan aktifitas fisik


Aktivitas fisik bisa menghindarkan kalian dari penyakit tidak menular. Kalian bisa rutin meluangkan waktu minimal 30 menit per hari untuk melakukan aktivitas fisik. Seperti berolah raga, berjalan kaki, atau membersihkan rumah. Upayakan dilakukan dengan baik, benar, teratur dan terukur.

Karena engkel kaki saya bermasalah yaitu pernah terkilir, saya memilih jalan kaki tiap pagi selama 30 menit. Kecuali hari Minggu, saya dan suami memilih jalan kaki muter lapangan Simpang Lima Semarang sebanyak dua kali putaran. 



Sebenarnya melakukan aktivitas fisik ini cukup mudah. Kalian bisa memilih jalan cepat atau joging. Langkah mudah yang bisa dilakukan setiap pagi sebelum memulai aktivitas di tempat kerja. Misalnya jalan kaki dari pemberhentian bus atau KRL. Bagi ibu rumah tangga juga mudah, bisa memilih jalan kaki ketika belanja sayur setiap pagi. 

- Mengonsumsi buah dan sayur


Bukan hal sulit membiasakan makan buah dan sayur. Oleh orang tua saya, sejak kecil telah diperkenalkan dengan rutin mengonsumsi sayur dan buah. Saya dan tentu saja kalian, harus merasa beruntung tinggal di negeri beriklim tropis. Buah-buahan yang murah tumbuh subur di negeri ini.


Mengenalkan buah sejak kecil akan memberi keuntungan begitu tumbuh dewasa. Buah bisa menjadi cemilan sehat menanti waktu makan tiba. Sementara sayur sangat banyak manfaatnya bagi tubuh dan kesehatan manusia.


GERMAS

Memperbanyak konsumsi buah dan sayur, akan mencegah pertambahan berat badan berlebih. Sayur dan buah juga mencegah sembelit karena mengandung serat yang tinggi.

- Periksa kesehatan secara berkala

Sebagian besar orang kena penyakti tidak menular adalah karena tidak menyadari pentingnya cek kesehatan di klinik. Bagi pemilik kartu jaminan kesehatan, bisa memilih saat ada promo cek darah dengan diskon tertentu dari laborat.
 
Penyakit Tidak Menular
Cek Gula Darah

Cek darah bisa meliputi periksa gula darah, kolesterol, asam urat atau tes darah lengkap. Kalian bisa juga melakukan tes IVA (tes untuk Kanker) bila membutuhkan, terutama dengan riwayat keluarga penderita kanker. Tes kesehatan ini sebisa mungkin dilakukan tiap enam bulan sekali. 

Namun kalian perlu banget melakukan cek tekanan darah dan mengukur lingkar perut secara rutin tiap tiga bulan sekali. Bahkan kalo dibutuhkan tiap bulan, lebih bagus kan jadi terkontrol. Lingkar perut yang dianjurkan untuk laki-laki tidak melebihi 90 cm. Sementara bagi wanita dewasa lingkar perut yang dianjurkan tidak melebihi 80 cm. 

Cara mengukurnya mudah banget. Gunakan meteran seperti milik penjahit, kemudian ukur lingkar perut kalian.


Langkah Agar Terhindar Dari Penyakit Tidak Menular

Saya yakin semua orang inginnya memiliki tubuh sehat, bugar, dan berusia panjang. Namun untuk mencapai impian berusia panjang dan tidak memiliki PTM, butuh ikhtiar. 

Sebagai ibu, saya ingin bisa menjaga anak-anak hingga usia tua. Tapi usia tua yang sehat dan tidak membebani anak-anak dengan penyakit seperti Diabetes, Stroke, Jantung, dan PTM lainnya.

Sejak suami kena serangan jantung hingga proses recovery, saya makin peduli dengan asupan makanan. Ada lagi langkah lain yang makin saya perhatikan, belajar dari kasus suami. 

Bahkan saya juga mengatur ritme kerja suami agar kesehatannya tetap terjaga. Alhamdulillah sekarang suami udah lebih sehat. Jalan sejauh 2 km saat olah raga pun juga tidak lagi ngos-ngosan seperti sebelum kena serangan jantung.

Ada 6 (enam) langkah menjaga kesehatan yang sudah kami lakukan bersama. Langkah yang saya maksud adalah CERDIK. Apa aja sih CERDIK itu? Yuk cek di bawah ini :

  • Cek kesehatan secara berkala, seperti yang saya jelaskan di atas.
  • Enyahkan asap rokok. Artinya jauhi orang yang merokok. Kalo perlu, beri larangan daerah bebas perokok di rumah. Jelaskan pada tamu yang berkunjung ke rumah, bahwa sebagai tuan rumah kalian berhak meminta tamu tidak merokok selama di rumah kalian. Berani coba? Saya udah melakukannya sejak suami kena serangan jantung.
  • Rajin aktivitas fisik selama 30 menit setiap hari. Pilih aktivitas fisik sesuai kemampuan kalian, yang sederhana dan murah meriah adalah jalan kaki mengelilingi komplek perumahan.
  • Diet seimbang, maksudnya adalah mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang. Ikuti porsi Isi Piringku yang dicontohkan oleh Kemenkes di website http://sehatnegeriku.kemkes.go.id

  • Istirahat Cukup, artinya tidak lembur kerja sampai malam atau begadang nggak jelas. 
  • Kelola stres dengan baik dan benar. Artinya bekerja lah yang seimbang, dan mengetahui batas kemampuan fisik dan mental.
Jadikan GERMAS Sebagai Gaya Hidup Untuk Mencegah Penyakit Tidak Menular. Ingat lah bahwa kehadiran kalian di tengah keluarga dan lingkungan pergaulan sangat berarti. Dengan gaya hidup GERMAS, semoga bisa mencegah munculnya penyakit tidak menular. Wassalamualaikum Sahabat.

Materi : 
- http://sehatnegeriku.kemkes.go.id

Dokumentasi :
- Foto pribadi
- dari web sehatnegeriku.kemkes.go.id
Reading Time: