My Mind - Untaian Kata Untuk Berbagi

Sabtu, 09 November 2019

Kunjungan di Tiga Rumah Sakit di Malaysia
November 09, 2019 45 Comments

Kunjungan di Tiga Rumah Sakit di Malaysia


Assalamualaikum Sahabat. Sebelumnya saya udah cerita tentang kehadiran dalam peluncuran Malaysia Year of Healthcare Travel 2020, bersama teman blogger dan media dari beberapa negara. Indonesia termasuk yang menghadirkan blogger dan media dengan jumlah delegasi terbanyak. 

Perlu kalian ketahui, Malaysia menjadi nomer satu dalam kunjungan wisatawan yang berobat, jauh melampaui USA. Tentunya ada peran dari Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC) yang berada di balik semua prestasi itu. 

Silahkan baca : 

Malaysia Healthcare, Berobat Dengan Cara Menyenangkan

Dan tentu juga bersama mitra kerja sejumlah 73 rumah sakit. Tiga di antara mitra kerja MHTC menjadi tempat kunjungan saya dan beberapa teman media.

Saya bahkan mulai berteman akrab dengan Lea dari Kamboja, wanita yang ramah dan senang tertawa. Meski saya dan dia memiliki kesamaan, hanya sedikit mampu berbahasa Inggris. Kami sama-sama bersabar ketika ingin mengobrol. Etapi kami jadi teman di sosial media, senangnya menambah teman. 

Kali ini saya akan melanjutkan cerita kunjungan di tiga rumah sakit mitra dari MHTC. Yaitu Sunfert International Fertility Centre, Sunway Medical Centre, dan Thomson Hospital Kota Damansara. Berikut saya tuliskan ketiganya ya.

Sunfert International Fertility

Memasuki dari depan gedung klinik, berasa seperti berada di sebuah klinik kecantikan yang mewah. Dengan interior clean dan elegan, pengunjung sudah diajak merasakan suasana relaks di dalam ruangan.

Ruang tunggu di bagian registrasi Sunfert
Di sini kami ditemui oleh Mechele Chen, Senio Manager Planning & Development Sunfert International Fertility. Perempuan yang ramah dan hangat ini menjelaskan semua hal yang ingin kami ketahui.

Sunfert International Fertility memiliki empat cabang, namun siang hari itu kami mengunjungi yang ada di Bangsar South – Kuala Lumpur.

Tidak seperti klinik untuk mengatasi masalah kehamilan yang merupakan salah satu fasilitas di satu rumah sakit. Sunfert International Fertility ini tidak seperti umumnya klinik lainnya. Sunfert hadir menjadi solusi bagi pasangan suami istri yang menginginkan kehadiran seorang anak. Klinik ini sengaja fokus membantu pasangan menemukan solusi masalah kehadmilan.

Jadi misal kamu sudah lama menantikan kehamilan yang tak kunjung datang, Sunfert akan membantu untuk mendapatkan baby. 


Bagaimana Cara Kerja Sunfert Fertility?

Kami diajak Michele melihat fasilitas yang dimiliki Sunfert Fertility. Perlu kalian ketahui, Sunfert mempunya alat khusus yang namanya embryoscope+. Alat ini memiliki fungsi untuk memonitor calon embrio, setelah sperma dan sel telur dipertemukan dan jadi embrio.

Cara kerjanya adalah, sperma dan sel telur yang sudah dipertemukan dan menjadi embrio. Dari sini, embrio difoto secara terus menerus setiap lima menit sekali. Apabila sudah melalui proses selama kurang lebih 3 - 5 hari, embrio akan ditanamkan dalam rahim ibu.

Sebelum ada alat ini, pemantauan dilakukan secara manual. Setiap lima menit sekali, ada petugas yang membuka dan mengeluarkan embrio untu dilihat dengan mata telanjang. Kemudian embrio ini dimasukkan lagi ke dalam sebuah kotak penyimpanan. Tentunya ada pengaruhnya dengan proses manual seperti ini. Beda dengan mesin yang memungkinkan embrio dapat tumbuh dalam suasana tneang dan tidak mengalami gangguan eksternal.


Oiya, sebelum penanaman embrio ke dalam kandungan calon ibu, Sunfert memberikan fasilitas psikoterapi. Ada ruangan khusus yang disediakan Sunfert dengan fasilitas yang bikin nyaman dan hepi.




Kemarin sempat ada yang bertanya, bagaimana dengan keinginan memiliki bayi kembar? Ternyata selama ini oleh Sunfert, calon ibu diarahkan untuk hanya memiliki calon baby tunggal. Artinya hanya sel telur terbaik saja yang dipertemukan dengan sperma. 

Apabila embrio yang ditanamkan di rahim ibu berhasil menjadi janin, Sunfert hanya memantau proses kehamilannya hingga usia 20 minggu. Setelah itu diharapkan ibu akan melanjutkan proses perawatan kehamilannya di rumah sakit lain, yang memiliki fasilitas dokter dan ruang persalinan.

Sunfert bahkan menerima calon pendonor sperma juga. Tentu ada syarat khusus bagi calon pendonor sperma ini, di antaranya akan dicek kesehatannya, psikologis, dan kualitas fisik. 

Bagi calon pendonor ini disediakan pula ruang khusus saat akan melakukan penetrasi di luar. Private room ini ada dua ruangan dengan suasana temaram. Disediakan film, musik, dan suasana ruangan yang tenang.





Bagaimana bila ada calon ibu yang ingin menggunakan pendonor? Sunfert memfasilitasi sesi konsultasi bagi calon ibu untuk bertemu dengan pendonor. Atau bisa juga melihat terlebih dulu calon ayahnya, dari foto dan data yang disimpan oleh Sunfert. Mereka bisa memilih ciri fisik, tinggi badan, warna rambut pendonor, biasanya dijadikan hal penting yang diinformasikan pada penerima donor. 

Sunfert bahkan mengijinkan perempuan lajang atau tidak menikah, untuk mengandung anak dari pendonor. Tidak ada batasan usia, asal sehat dan memiliki rahim. Bahkan perempuan menopause pun masih bisa hamil dengan menerima penanaman embrio dari sperma dan sel telur milik orang lain.

Prosesnya gampang banget, hari kedua setelah menstruasi berakhir dilakukan penanaman embrio. Setelah itu boleh pulang. Tidak perlu menjalani rawat inap di Sunfert.


Misalkan ada yang ingin menyimpan sel telurnya, apakah bisa? Tentu saja bisa. Seperti ada alasan kualitas sel telur yang bagus itu dimiliki oleh perempuan di bawah usia 30 tahun. Nah, ada juga pasien yang meminta diambil sel telurnya untuk disimpan di Sunfert. 




Meski ada batasan selama 10 tahun untuk penyimpanan ini. Jadi saat usia perempuan tersebut 37 tahun, dia bisa meminta penanaman embrio dari sel telur yang disimpanya sepuluh tahun yang lalu. Kualitas sel telur masih sama seperti saat perempuan tersebut berusia 27 tahun.

Solusi ini biasanya diambil oleh perempuan yang tengah meniti karirnya dan tidak ingin diganggu oleh proses kehamilan.

Bincang Bergizi dengan Dr. Eeson Sinthamoney

Dalam kunjungan kemarin kami sempat bertemu dengan dr. Eeson Shintamoney, Medical Director dan Fertility di Sunfert Hospital. Dokter yang ramah dan lancar berbahasa Indonesia ini menjelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami.




Ada empat penyebab subfertilitas yang ditututkan oleh dokter Eason. Berikut ini penyebabnya :

1. Faktor Sperma

Biasanya ada banyak kasus yang terlambat ditangani karena egoisme seorang laki-laki. Ketika sang istri tak kunjung hamil, dokter sebenarnya meminta pasangan suami istri memeriksakan diri bersama. Jadi bisa diketahui masalah sebenarnya. Karena dari fisik luar tidak bisa diketahui. 

Terlihat fisiknya sehat, namun siapa yang tahu dengan kualitas sperma yang dimilikinya? Biasanya masalah muncul dari jumlah sperma, mobilitas dan normalitas sperma.

2. Terjadinya Ovulasi

Perempuan yang memiliki jadwal menstruasi tidak tetap, umumnya akan mengalami masalah kesuburan. Harus dilakukan pemeriksaan, apakah perempuan ini mengalami sindrom polikistik ovarium atau polycystic ovarium syndrome (PCOS).

Pasien yang mengalami PCOS ini punya sel telur, namun ovulasinya tidak terjadi. Biasanya penyebabnya bisa karena masalah genetik. Pasien yang mengalami PCOS ini umumnya memiliki masalah kelebihan BB, jerawat, dan rambut rontok.


3. Tuba fallopi yang tersumbat
Biasanya terjadi karena pernah mengalami infeksi panggul. Atau pernah mengalami sakit di bagian perut yang bawah. Bisa juga disebabkan kelahiran normal yang tadinya tidak ada masalah. Namun karena berulang terjadi, suatu ketika salah satu tuba jadi tersumbat. 

4. Penyebab Lain-Lain
Bisa juga penyebab di luar itu. Yaitu pernah mengalami infeksi, mengalami pembedahan kista, endometriosis, atau kehamilan kedua dan seterusnya. Bisa saja muncul masalah kehamilan selepas proses persalinan. 

Tiap perempuan memiliki masalah yang tak sama. Jadi memang harus dilakukan pemeriksaan yang lebih seksama. Oiya kemarin kami menerima buku karya dokter Eeson, karena katanya bukunya berbahasa Indonesia. So many thanks, doc.

Dokter Eason juga menjelaskan bahwa selama ini Sunfert menawarkan program kehamilan untuk batas usia 46 tahun dengan menggunakan telur milik sendiri. Sementara yang pernah menggunakan telur milik orang lain, pernah ada pasien tertua usianya adalah 51 tahun.


Foto bayi yang dikirimkan
oleh keluarga pasien


Kemarin sempat dijelaskan oleh Michele, biaya yang harus dikeluarkan untuk program bayi tabung atau in fitro vertilization (IVF) adalah sekitar 23,800 MYR. 

Namun bila ada masalah dan sel telur memerlukan Preimplantation Genetic Screening (PGS) untuk memeriksa kromoson pada embrio, dikenakan biaya sebesar 37.800 MYR.



Silahkan hubungi :

Sunfert@Bangsar south 
Unit 2-2, Level 2, Nexus Bangsar South, 
No. 7 Jalan Kerinchi 59200 Kuala Lumpur, Malaysia 
Ph: +603 2242 3211, +6018 230 1818 (Sunfert General Careline) 
Fax: +603 2242 3168 
Email: info@sunfert.com 

Sunway Medical Centre


Rumah sakit berikutnya kami kunjungi pada hari ketiga saat di Kuala Lumpur. Sunway Medical Centre (SunMed) ini tergolong rumah sakit yang megah dengan memiliki empat tower. Saat ini proses pembanguna masih terus dilakukan untuk mengakomodasi pasien dari berbagai negara.

Mendapat julukan sebagi "Rumah Sakit Pariwisata Asia-Pasifik" tahun 2018 dan 2019 APAC Healthcare & Medical Tourism Awards.

Lokasi SunMed ada di kota Sunway City yang letaknya strategis di dekat Sunway Hotel, mall, universitas, dan tempat wisata Sunway Lagoon. Bahkan sebagian besar kamarnya menghadap Sunway Lagoon. 

Rumah sakit yang memiliki fasilitas lengkap dengan mengadopsi teknologi terbaru, fokusnya adalah pengobatan penyakit kanker. SunMed dikenal sebagai rumah sakit dengan kunjungan pasien internasional lebh dari 135 negara. 

Berikut teknologi terbaru yang dimiliki SunMed untuk berjuang menuju keunggulan klinis bagi pasiennya :

- Tomotherapy Radixact X9

SunMed adalah rumah sakit swasta pertama di Malaysia yang menggunakan alat ini. Radixact X9 ini digunakan untuk mengobati berbagi jenis kanker seperti kepala dan leher, tulang belakang, kanker paru, dan lainnya.



Nah, kemarin oleh petugas di ruangan ini, kami ditunjukkan semacam penahan kepala dan bahu yang personal dan unik. Biasanya untuk melindungi dari radiasi ketika perawatan kanker, pasien mesti diam dalam jangka waktu yang cukup lama. 

SunMed punya cara yang bikin pasien merasa nyaman saat menjalani pengobatan. Mereka boleh memesan penahan kepala dan bahu dengan beragam karakter superhero. Nantinya usai perawatan, pasien boleh loh membawa pulang karakter superhero. 




- Leksell Gamma Knife Icon

Alat Gamma Knife Icon ini menjadikan SunMed sebagai rumah sakit pertama di Asia Tenggara yang menggunakannya untuk pengobatan tumor otak. Ukuran tumor yang bisa diobati dengan Gamma Knife ini maksimal 5 cm. Sementara untuk perawatannya tergantung dengan banyaknya tumor. Kalo misal ukurannya kecil dan hanya satu titik, treatment nya minimal 20 menit. Yang paling lama selama ini sekitar 4 jam. Harganya sistem paket yaitu 30.000 MYR.

Bagi pasien dengan menggunakan Gamma Knife ini, pengobatannya menjadi lebih nyaman. Karena sebelumnya, pasien mesti mengalami pengobatan model tengkorak kepala yang harus dibor untuk treatment nya. 

Cara kerja alat ini hanya dengan menjepit kepala, jadi tidak ada lukanya. Jadi pasien bisa langsung pulang usai pengobatan dengan Gamma Knife ini. 



- Varian TrueBeam STx yang digunakan untuk mengobati berbagai jenis kanker
- 4-D PET/CT Scanner, digunakan untuk scan kanker dan sebelumnya harus dicek dulu gula darahnya. Sunway termasuk rumah sakit pertama yang memasang model terbaru untuk menciptakan pencitraan tumor dengan hasil paling akurat namun efek samping yang kecil.
- da Vinci Surgical System, alat untuk pengobatan dengan sistem bedah robotik untuk operasi invasif minimal. 
- Terapi Radiasi Intraoperatif (IORT), digunakan untuk mengobati kanker payudara stadium awal, tumor intra-abdominal, kanker kolorektal, dan ginekolog yang berulang.

Sunway Medical Centre merupakan rumah sakit dengan pengobatan yang fokus pada segala macam kanker. Bahkan sudah diakreditasi oleh ESMO (Europeans Society for Medical Oncology), sebagai Pusat Perawatan Onkology Terpadu dan Perawatan Paliatif untuk periode tahun 2019 - 2021 

Pasien dari luar negeri yang datang berobat kebanyakan dari Indonesia, Jepang, Arab,  dan Mandarin. Sunway bahkan menyediakan penterjemah untuk empat negara di atas dengan ruangan konsultasi sendiri. Paling banyak pasien yang berobat datang dari Indonesia, sebanyak 60%.

Dengan dokter sebanyak lebih dari 200 spesialis, 60 sspesialisasi dan sub-spesialis. Bahkan ada dua medical dokter dari Medan dan Jakarta. 

Saya merasa kunjungan di Sunway ini mirip work out. Berjalan mengitari seluruh tower (ada 4 tower), yang tak begitu terasa. Karena ruangan dan lantai demi lantai memiliki desain interior yang menarik.

Di tower A diperuntukkan menerima pasien paling banyak dari Indonesa dan China. Tower A merupakan one stop center untuk semua pemeriksaan. Dari cek up, tes urin, tes darah, dilakukan di sini. Kemudian setelah itu pasien diberikan kupon untuk menikmati makan di kafetaria. Dan hasilnya bisa diketahui dalam waktu 4 jam. 

Di sini juga ada Lotus Room, yaitu semacam ruangan theatre yang bisa digunakan keluarga pasien untuk menyaksikan jalannya operasi pembedahan. 


Ruang Untuk Rawat Inap, Bagaimana?

Dari tadi ngomongin tentang pengobatan yang langsung bisa pulang. Atau cek up yang hasilnya juga segera diketahui dalam waktu 4 jam, nggak perlu rawat inap. 

Trus gimana misalkan pasien ternyata kudu menjalani rawat inap?
Tentu saja ada dong, karena Sunway memiliki 636 tempat tidur berstandar internasional yang diperuntukkan bagi pasien. 

Yuk cek ketiga kamar yang saya kunjungi. Berikut ini yaa :

Presiden Suite Room : ulalaaa, ini lah ruang satu-satunya yang dimiliki oleh Sunway Medical Center. Fasilitasnya adalah ruangan untuk pasien dengan sofa bed, ruang tidur untuk keluarga, ruang tamu. Bahkan terdapat dapur, tempat makan, ruang khusus perawat. 



Yaling menakjubkan adalah halaman luas dengan pemandangan menghadap indahnya Sunway Lagoon. Kamar ini bisa dihuni dengan harga 9.000 MYR per malam.

Pemandangan Sunway Lagoon dari kamar

Kamar berikutnya adalah dua jenis dengan perbedaan harga dan pemandangan keluar jendela. Yang pertama dengan tarif 1.288 MYR per malam untuk pemandangan ke arah kota atau Sunway Lagoon. Sementara yang satunya adalah menghadap ke arah dinding dengan tarif 350 MYR per malam. 




Namun meski mengenakan harga berbeda jauh, fasilitas ketiga jenis kamar ini khususnya untuk tempat tidur adalah sama. Ada fitur scan yang dipasang di tempat tidur, dan terkoneksi langsung ke layar monitor di ruang perawat. 

Perawat yang sedang bertugas bisa mengawasi dari monitor tentang kondisi pasien. Mulai dari waktu tidur, bangun tidur, meninggalkan tempat tidur, atau tengah membutuhkan perawatan darurat. Perawat akan segera datang tanpa perlu dipanggil sebelumnya.




Untuk mengetahui lebih lanjut jenis perawatan di Sunway Medical Centre, bisa menghubungi alamat berikut.


Sunway Medical Centre 
No. 5 Jalan Lagoon Selatan, Bandar Sunway, 47500 Selangor, Malaysia. 
Ph: +603-7491 9191 / 5566 9191 
Fax: +603-7491 8181 
Email: smc@sunway.com.my 


Thomson Hospital Kota Damansara

Rumah sakit Thomson ini dibangun tahun 1994 dengan harapan memberikan perawatan medis dengan peralatan canggih dan harga terjangkau.


Rumah sakit ini terlihat cukup sibuk dengan pasien di lantai 1. Ada beberapa unit khusus untuk berbagai perawatan spesialisasi.

Kami diajak ke lantai 3 yang memberikan fasilitas Fertilitas TMC. Rumah sakit ini salah satunya memang menyediakan pelayanan yang fokus pada masalah kehamilan. Dalam 20 tahun terakhir, tingkat keberhasilan program IVF termasuk yang tertinggi.

Di sini kami bahkan bisa menyaksikan tabung-tabung dalam ruang kaca, tempat embrio disimpan. Untuk proses nya dengan menggunakan mesin warna biru, fungsinya untuk memotret embrio. 


Sementara di ruang lainnya dengan kaca yang membatasi di antara kami, terdapat tempat penyimpanan sperma dan sel telur. Perlu kalian tahu, ruang penyimpanan di sini sangat banyak peminatnya. Sering banget sampai penuh saking banyaknya yang ingin menyimpan di Thomson.




Untuk tempat penyimpanan sperma, sebenarnya bisa dilakukan hingga jangka waktu yang lama. Namun sesuai peraturan undang-undang di Malaysia, sperma hanya boleh dititipkan selama 10 tahun. Nanti bisa diperbarui lagi bila ingin menitipkannya di dalam tabung-tabung tersebut.

Namun Thomson hanya menyediakan sperma yang sesuai dengan ciri fisik calon ibu. Mereka hanya mempertemukan sel telur dan sperma dengan kesesuain satu etnis. Terkesan konvensional sih. 

Nah untuk biaya program IVF di Thomson boleh dibilang lebih rendah dibanding Sunfert. Biaya sebesar 14.900 MYR ini udah termasuk untuk konsultasi, proses USG, biaya laboratorium, prosedur IVF, obat-obatan, dan stimulasi ovarium.

Nah, ada yang unik di sini, yaitu bila seorang perempuan berhasil dalam proses penanaman embrio, silahkan bunyikan lonceng. 


Sebuah selebrasi yang nantikan akan mendapatkan support atau aplaus dari pengunjung rumah sakit saat itu. Sesuai banget dengan moto rumah sakit yaitu "Celebrating Life".


Thomson Hospitals Sdn. Bhd.
(Formerly Known as Tropicana Medical Centre (M) Sdn. Bhd.)

11, Jalan Teknologi, PJU 5,
Kota Damansara, 47810 Petaling Jaya,
Selangor Darul Ehsan, Malaysia
Telephone : +603 6287 1111
Fax : +603 6287 1212
Website: https://thomsonhospitals.com



Enggak kepanjangan kan ya artikel kunjungan di tiga rumah sakit saat saya di Malaysia ini? Ini sebenarnya pengen  nulis ya artikel untuk perawatan secara detil. Terlebih sebelum keberangkatan saya ke Kuala Lumpur, ada beberapa teman yang japri. Mereka meminta saya secara khusus untuk bertanya sedetil mungkin tentang program bayi tabung. 

Semoga yang sedikit saya tuliskan bisa membantu teman-teman. Kalo ingin mendapatkan informasi lebih banyak, langsung aja menghubungi perwakilan Malaysia Healthcare Travel Council yang ada di Jakarta. Silahkan hubungi Renata Devita di nomer : 0812-8971-0029.

Sampai jumpa dengan cerita saya tentang kesehatan berikutnya ya. Wassalamualaikum.

Dokumentasi & Materi :
- Dokumentasi pribadi
- Materi dari wawancara, sharing, leaflet
Reading Time:

Kamis, 07 November 2019

Malaysia Healthcare Travel Council, Berobat ke Malaysia dengan Cara Menyenangkan
November 07, 2019 37 Comments

Wisata Berobat Bersama Malaysia Healthcare Travel Council 


Assalamualaikum Sahabat. Sudah sejak lama saya sering bingung ketika menjumpai beberapa orang yang saya kenal saat sakit, malah terbang ke Malaysia. Katanya sih untuk berobat. Saya bertanya, untuk berobat atau jalan-jalan?

Jawaban mereka bikin saya terkejut. Katanya tujuan mereka ke Malaysia memang untuk berobat plus jalan-jalan. 

"Kalian ggak percaya perawatan dokter di negeri sendiri?" tanya saya agak kecewa.
"Bukannya nggak percaya, saya yakin dokter di sini pintar. Tapi untuk diagnosanya, rumah sakit di Semarang suka mengulur waktu. Banyak deh alasan mereka, yang intinya di mata saya, menunda perawatan pasien. Udah sakit, makin diperparah kan dengan penanganannya?"

Hmm, saya nggak mampu membalas jawaban mereka. Saya teringat ponakan yang akhirnya didiagnosa kena leukemia. Sebelum diagnosa ini ditegakkan, ada sekitar sebulan dia dirawat di kamar kelas 1 di sebuah rumah sakit swasta terbaik di Semarang. Setiap kakak sepupu saya bertanya, apa sebenarnya penyakit anaknya. Selalu dijawab masih dilakukan observasi. 

Tahu dong berapa duit yang akhirnya dibayarkan untuk perawatan anaknya ini? Untuk satu bulan sebelum diagnosa terbit, duit sekitar puluhan juta keluar dari rekening tabungan sepupu saya. Itu terjadi awal tahun 2000. Bayangkan berapa duit yang dibutuhkan sekarang pada tahun 2019.

Malaysia Healtcare Travel Council

Alhamdulillah saya beruntung terpilih dan diajak mengenal Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC). Menjadi salah seorang blogger yang hadir dalam peluncuran Malaysia Year of Healthcare Travel (MyHT) 2020 di Kuala Lumpur pada tanggal 30 Oktober - 2 Nopember 2019 yang dikemas dalam bentuk Familiarisation Trip.

Malaysia Year of Healthcare Travel 2020, atau dikenal sebagai MyHT2020, diluncurkan bersamaan dengan kampanye pariwisata Visit Malaysia 2020 (VM2020). MyHT2020 merupakan perayaan tentang pentingnya kesehatan fisik dan mental dengan mengajak masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan dan kesejahteraan di Malaysia serta menikmati berbagai atraksi wisata di Negeri Jiran tersebut.


MHTC adalah badan resmi milik pemerintah Malaysia yang tidak memiliki kesamaan dengan agensi lainnya. MHTC bekerja sama dengan Kementrian Kesehatan, dan mulai tahun 2018 berada di bawah Kementrian Keuangan.


MHTC Lounge di KLIA 2
Didirikan pada tahun 2009, MHTC berupaya untuk memberikan fasilitas dan mengembangkan industri pariwisata kesehatan Malaysia di bawah brand "Malaysia Healthcare". MHTC ini diharapkan untuk menjadikan Malaysia sebagai tujuan utama pariwisata kesehatan di dunia. 

MHTC diniatkan untuk menyatukan para pemain industri dan penyedia layanan dalam sebuah strategi pengembangan dengan fokus meningkatkan profil pariwisata kesehatan Malaysia di kancah dunia. Model kemitraan antara publik - swasta ini telah terbukti berhasil mengembangkan sektor pariwisata kesehatan di Malaysia. 

Bisa dilihat dari angka yang terus bertumbuh, bahwa ada lebih dari 1,2 juta wisatawan kesehatan yang berkunjung untuk berobat ke Malaysia. Reputasi Malaysia sebagai destinasi perjalanan kesehatan dibangun atas kegigihannya menyediakan perawatan kesehatan yang berkualitas kelas dunia. Fasilitasnya mudah diakses, terjangkau secara kompetitif, ramah, bersahabat, dan dihadirkan secara hangat.

Pantas juga kalo majalah International Living (USA) menobatkan Malaysia sebagai "Best Country in the World for Healthcare" Global Retirement Index tahun 2015, 2016, 2017, dan 2019.

Bahkan Malaysia juga menerima penghargaan "Destination of the Year" untuk wisata kesehatan dari tahun 2015 - 2017, juga penilaian istimewa pada tahun 2018 oleh International Medical Travel Journal dari Inggris. Tiga kriteria utama penilaiannya berdasarkan pada kualitas, kemudahan akses dan keterjangkauan harga.


Mengapa Harus Memilih Malaysia Healthcare?

Malaysia menawarkan sesuatu yang berbeda dari para pesaing regionalnya, yaitu sebuah pengalaman perjalanan end-to-end bebas hambatan bagi para wisatawan kesehatan yang dimulai sejak kedatangan hingga kepulangan ke negara asal. 

Malaysia Healthcare menyediakan layanan penjemputan di aerobridge, jalur cepat melewati imigrasi dan bea cukai dan bantuan pengambilan bagasi. Layanan penerjemahan juga disediakan sesuai permintaan untuk memudahkan komunikasi bagi pasien yang membutuhkan layanan.

Saya dan rekan media mengalaminya langsung begitu pesawat mendarat di KLIA 2. Begitu memasuki gate kedatangan, ada perwakilan dari MHTC yang menyambut kami. Nama saya dan rekan media, Dony (Suara Merdeka) tertulis dalam selembar kertas yang diangkat seorang perempuan cantik dan ramah bernama Nadia. Untuk pasien yang membutuhkan kursi roda, akan disediakan juga.

Saya dan Nadia, dari MHTC
Langkah Nadia tidak cepat, namun jangkauannya agak panjang. Dia melangkah santai sementara saya dan Dony berjalan cepat mengimbanginya di belakang. 

Kami memotong jalur imigrasi, tidak mengikuti antrian panjang yang pasti menyebalkan bagi seorang pasien yang tengah menderita sakit tertentu. Begitu bagian imigrasi mengecek paspor dan dua jari telunjuk dipindai sidik jarinya di mesin, urusan di sini udah rampung. Kami diajak langsung menuju ke Malaysia Healthcare Lounge. Oiya kemarin saya diajakin naik golf car, jadi enggak capek dong jalan dari ujung ke ujung, hihihii.

Saya menatap antrian mengular di imigrasi, orang-orang tengah berjibaku dengan tas bawaanya. Apakah di antara mereka ada calon pasien yang ingin berobat juga di Kuala Lumpur? Ah andai mereka tahu, ada jalur khusus untuk berobat ke negeri jiran ini.

MHTC memiliki perwakilan di tiga bandara di Malaysia. Yaitu Malaysia Healthcare Lounge yang bertempat di Kuala Lumpur International Airport (KLIA), KLIA2 dan Penang International Airport. Saya kemarin udah melihat langsung Malaysia Healthcare Lounge di KLIA 2. Tempatnya nyaman dengan kursi dan meja yang ditata di beberapa sudut lounge. Kursinya nyaman, ada tempat colokan untuk mengisi daya baterai ponsel, majalah, serta pemandangan keluar jendela.


Di sini, pasien yang datang dari berbagai negara dan ingin berobat di Malaysia, bisa menanti jemputan dari hospital piihan. Nantinya pihak hospital yang menjemput dan mengantar pasien dari bandara.

Dari Malaysia Healthcare Lounge, kami diajak pindah menuju hotel Istana. Tempat MHTC akan mengadakan media briefing untuk blogger dan media. Kesempatann ini dipergunakan juga untuk mengenalkan Malaysia Healthcare Travel Council.

Sebelum berangkat ke Malaysia, saya udah menerima semacam itinerary yang isinya menerangkan seputar MHTC. Namun mendengarkan penjelasan langsung dari Ms. Sherene Azli, CEO Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC), menjadi perhatian terbesar saya. 

Sore itu Ms. Sherene didampingi oleh Ms. Shobena Singam (Vice President Public Relations and Corporate Communication MHTC), dan Ms. Nik Yazmin Azman (Chief Commercial Officer Malaysia Healthcare Traveil Council).


Ms Nik Yazmin
Pada kesempatan ini dijelaskan secara lengkap mengenai MHTC serta rangkaian persiapan menyambut Malaysia Year of Healthcare Travel 2020 (MyHT 2020) tahun depan.

MHTC memiliki mitra sebanyak 73 rumah sakit swasta, yang terdiri dari 21 anggota elite dan 52 anggota biasa. 

Rumah sakit tersebut tersebar di wilayah persekutuan Malaysia. Ada yang di Penang, Melaka, Kuala Lumpur, Ipoh, Sabah, Serawak, dan kota-kota lainnya.

Melihat animo masyarakat di Indonesia, Tiongkok, Jepang, dan beberapa negara di Asia lainnya yang memilih datang berobat di Malaysia. Namun tidak semua mendapatkan informasi yang akurat mengenai perawatan kesehatan di Malaysia. Bahkan banyak juga yang tidak mengetahui bahwa Malaysia menerapkan batas atas tarif tertinggi pada biaya perawatannya agar lebih terjangkau.  

Sistem perawatan kesehatan Malaysia diatur secara ketat oleh Kementerian Kesehatan Malaysia melalui Private Healthcare and Facilities Service Act (1998) yang mengedepankan keselamatan pasien serta biaya perawatan terjangkau.

Jadi jangan cemas kalo kamu akan dikenakan biaya semena-mena atau di luar batas kewajaran. Enggak ada istilah udah masuk rumah sakit malah terbebani biaya yang luar biasa.

Bandingkan dengan biaya perawatan di rumah sakit Singapura. Biaya perawatan di rumah sakit swasta di Malaysia ini bisa loh hanya sepertiga dari biaya di rumah sakit Singapura.

Malaysia juga tidak membedakan pasien yang datang karena fokus utamanya adalah bagaimana proses pengobatan bisa dilakukan lebih cepat. Dan tentunya tidak membebani pasien dan keluarganya dengan biaya yang tak terhingga. Terlebih rumah sakit swasta di Malaysia ini juga bekerja sama dengan asuransi swasta. Nantinya asuransi swasta ini lah yang akan berkomunikasi dengan asuransi swasta yang ada di Indonesia. Jadi enggak bisa langsung ya.

Oiya, tak hanya itu, para wisatawan kesehatan juga dapat menikmati beragam layanan kesehatan menarik sambil dikelilingi pemandangan alam khas Malaysia yang menakjubkan.

Nanti ya dalam tulisan berikutnya akan saya tunjukkan rumah sakit dengan fasilitas pemandangan yang cantik. Saya kasih fotonya dulu di sini. Foto ini saya tengah berada di Presiden Suite Room Sunway Hospital. Pemandangan dari balkon adalah Sunway Lagoon, semacam waterpark.



Nah, udah tahu dong kalo MHTC itu adalah sebuah tim yang berpengalaman. Yang akan membantu calon pasien dengan memberikan informasi yang memenuhi kebutuhan setiap wisatawan kesehatan, mulai dari rumah sakit dan pusat perawatan, jenis perawatan yang tersedia, akomodasi, serta kebutuhan pariwisata kesehatan lainnya.

Bila ingin tahu lebih banyak tentang beragam informasi mengenai layanan kesehatan di Malaysia, seperti perawatan medis, akomodasi dan perjalanan, di situs web ini:



Lantas, mengapa MHTC hanya bermitra dengan rumah sakit swasta?
Tentunya karena adanya kebijakan khusus yang mengharuskan rmah sakit negeri yang bersubsidi fokus melayani pasien warga negara Malaysia saja. Di Malaysia tidak ada asuransi khusus seperti di Indonesia untuk warga tidak mampu. Namun mereka hanya mengenakan tarif sebesar 5 MYR untuk berobat. Terjangkau banget ya buat warga tidak mampu di sana.


Nah, kalo warga lokal tetap bebas memilih rumah sakit negeri atau pun swasta juga tentunya.


Welcome Dinner Bersama Tourism Malaysia


Setelah membersihkan diri, kami segera berkumpul lagi di loby dan bersiap menuju acara berikutnya. Malam ini bus yang mengantar kami menuju tempat dinner udah siap di depan hotel. 

Delegasi blogger dan media
dari berbagai negara
Perjalanan menuju The Oakroom, Connexxion, Bangsar cukup jauh. Bisa jadi karena kami enggak tahu lokasi persisnya. Hahahaa. 

Alhamdulillah setelah perjalanan yang terasa agak lama, rombongan pun tiba di The Oakroom. Tempatnya terselip di antara ruangan di mall besar. Pintu masuknya udah bikin adem mata pengunjung. Suara gemericik air mancur kecil yang berjumlah lebih dari satu. Kaki saya melangkah di antara kolam, suasana langsung terasa adem menyejukkan.

Para gadis cantik menyambut kedatangan rombongan dari delegasi berbagai negara. Yaitu dari Indonesia, Kamboja, Vietnam, Myanmar, Bangladesh, India, Tiongkok, dan Brunai. 

Rangkaian acara dinner dibuka dengan sambutan dari perwakilan MHTC, Ms. Nik Yazmin Azman, Chief Commercial Officer Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC).

Kemudian untuk mengenalkan tentang pariwisata Malaysia, ada Ybhg. Zulkifly bin Md Said, Deputy Director General (Planning) Tourism Malaysia. Ada begitu banyak wisata di Malaysia, dari arung jeram, danau, tempat wisata kuliner yang semuanya begitu mempesona dan layak dijadikan destinasi pilihan.

Acara juga dikemas dengan tampilan memikat berupa kesenian khas dari berbagai suku yang tinggal di Malaysia. Karena masih dalam rumpun yang sama, seakan saya menyaksikan penampilan dari negeri sendiri. 

Musik rancak, tarian yang energik, bahkan mengajak serta tamu undangan yang hadir untuk ikut bergabung. Suasana meriah malam itu mencairkan udara yang dingin dari penyejuk udara.


Foto bersama seluruh delegasi dari berbagai negara
dan pejabat MHTC serta mitra 

Terlebih ada begitu banyak pilihan kuliner lokal yang unik dan khas dari sajian The Oakroom yang sungguh memikat mata dan lidah. 

Malam itu saya pulang ke kamar hotel dengan hati bahagia dan perut kenyang karena puas, hahahaa. Ada banyak informasi yang menarik yang ingin segera saya bagikan pada pembaca blog www.hidayah-art.com.

Seremoni Peluncuran Malaysia Year of Healthcare Travel (MyHT) 2020

Pagi usai sarapan di resto Park Royal Hotel, rombongan meluncur ke The Majestic Ballroom, The Majestic Hotel Kuala Lumpur. 

Acara peluncuran Malaysia Year of Healthcare Travel 2020 direncanakan pada pukul 12.00 waktu setempat. Rangkaian acaranya terdiri dari kedatangan Menteri Keuangan, YB Tuan Lim Guan Eng beserta rombongan pejabat setempat dan tim MHTC. Kemudian hadirin diminta menyanyikan lagu kebangsaan Malaysia yaitu Negaraku. Dan dilanjutkan doa sebelum memulai peluncuran event MyHT 2020.

Kata sambutan pertama oleh Ms. Sherene Azli, CEO of the Malaysia Healthcare Travel Council. Puan Sherene menuturkan tentang julukan ‘Healthcare Marvel’. Beliau sempat bercanda tentag Avenger dan kaitannya tentang Healthcare Marvel ini. 



Lebih lanjut, Ms. Sherene bercerita bahwa Malaysia telah berkembang menjadi destinasi perjalanan kesehatan kelas dunia yang sukses dalam waktu singkat serta diakui oleh berbagai rekan industri dan pakar kesehatan di seluruh dunia. 

“Kami ingin mengundang semua wisatawan kesehatan untuk menikmati pengalaman perjalanan end-to-end bebas hambatan kami yang berkualitas tinggi dan terjangkau selama kampanye MyHT2020 berlangsung. Kami melihat popularitas Malaysia sebagai pilihan destinasi perawatan kesehatan telah meningkat akhir-akhir ini, dan saya percaya bahwa hal ini merupakan buah dari kepercayaan yang diberikan oleh para wisatawan kesehatan kepada kami,” tutur Ms. Sherene Azli, CEO Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC).
Di bawah lima kementrian yang ada yaitu : Menteri Kesehatan, Menteri Keuangan, Menteri Pariwisata, Seni & Budaya, Mentri Ekonomi, serta Menteri Perdagangan & Perindustrian, MHTC menjadi mitra pemerintah mengembangkan industri pariwisata dan berobat bagi calon wisatawan dari negeri Asia dan secara luas negara di dunia.

Saya cukup takjub melihat peran serta kelima kementerian di Malaysia ini bersatu padu mengerjakan industri kesehatan dan pariwisata.

Industri perjalanan kesehatan Malaysia tercatat tumbuh setiap tahunnya dengan Laju Pertumbuhan Majemuk Tahunan (CAGR) sebanyak 17%. Melalui total pendapatan rumah sakit yang mencapai RM 1.5 milliar pada tahun 2018, Malaysia Healthcare telah berkontribusi sebesar RM 6.4 miliar terhadap ekonomi nasional Malaysia. 



Dengan mengusung MyHT2020, Malaysia Healthcare menargetkan untuk berkontribusi sebesar RM 8 – 10 miliar terhadap ekonomi nasional Malaysia pada tahun 2020.

Berikutnya sambutan dari Menteri Keuangan, YB Tuan Lim Guan Eng. Dalam sambutannya beliau menekankan tentang Malaysia Year of Healthcare Travel 2020.

Acara dilanjutkan dengan foto bersama, yaitu :
YBrs. Ms. Sherene Azli (CEO of Malaysia Healthcare Travel Council), YBhg. Dato’ Seri Dr Chen Chaw Min (Secretary General of Health of Ministry of Heath Malaysia),  Dr Enggang, YB  Dato’ Wira Ir. Haji Amiruddin bin Haji Hamzah (Deputy Minister of Finance Malaysia), YBhg. Datuk Dr. Kuljit Singh (President of the Association of Private Hospitals of Malaysia), YBhg.  Datuk Musa Bin Yusof (Director General of Tourism Malaysia of Ministry of Tourism, Arts and Culture), dan Ybrs. Captain Izham Ismail (Group CEO of  Malaysia Airlines Berhad).



Penandatanganan MoU (MHTC and MAS)

Peluncuran MyHT 2020 juga menjadi event penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara MAS Airlines dan MHTC. Selama ini, MAS telah berperan besar dalam memastikan pengalaman perjalanan pasien yang bebas hambatan.

Dengan diadakannya penandatanganan MoU ini tentunya akan memperkuat layanan industri perjalanan kesehatan Malaysia. Dalam waktu dekat, para wisatawan kesehatan akan dimanjakan dengan berbagai paket perjalanan kesehatan yang menarik sebagai bagian dari MyHT2020.


Kapten Izham Ismail, Kepala Eksekutif Grup, Malaysia Airlines Berhad (MAB) menuturkan sebagai berikut :


“Malaysia Airlines sangat gembira dapat bermitra dengan MHTC untuk segmen pasar yang penting ini. Sebagai maskapai nasional negara Malaysia, kami sepenuhnya mendukung Malaysia sebagai negara tujuan utama untuk perawatan kesehatan dan wisata. Para pengunjung yang memilih Malaysia untuk rawatan kesehatan dan wisata akan berkesempatan untuk mendapatkan manfaat dari para ahli dan fasilitas medis yang sudah dikenal secara internasional, di tengah-tengah rancangan Malaysia yang indah dan tenang di mana mereka dapat merasakan pengalaman yang terbaik dari Malaysia Healthcare yang telah kita kenal. Jaringan komprehensif kami yang mencakup lebih dari 1.000 tujuan di seluruh dunia dan di dalam negeri adalah pelengkap yang sempurna untuk ini, sebagai cara terbaik untuk terbang ke, dari dan di sekitar Malaysia. Yang paling penting  adalah memastikan  keramahtamahan yang tanpa batas sepanjang perjalanan pasien dan untuk ini kami juga akan berkolaborasi dalam pelatihan lintas bidang terkait, di antara lainnya."


Apa Maskot Malaysia Year of Healthcare Travel 2020?

MyHT2020 memperkenalkan maskotnya, seekor hornbill cum bernama Dr. Enggang. Maskot ini sebagai representasi keramahtamahan Malaysia yang merupakan elemen penting dalam pengalaman perjalanan kesehatan Malaysia Healthcare yang bebas hambatan.

Peserta famtrip dan tamu undangan dari berbagai rumah sakit mitra MHTC yang hadir dipersilahkan untuk foto bersama maskot Dr. Enggang. Saya pun tak mau ketinggalan ikut foto bareng dr. Enggang, dibantu oleh delegasi dari Tiongkok. Terimakasih yaa, lupa nanya namanya.


Nah, seperti apakah rumah sakit yang menjadi mitra MHTC? Saya akan tuliskan tiga rumah sakit yang saya kunjungi bersama teman blogger dan media dalam artikel selanjutnya. 

Ketiga rumah sakit ini memiliki kelebihan dalam hal fasilitas dan perawatan yang ditawarkan pada pasien. Itu lah sebabnya saya akan menuliskannya secara terpisah dengan artikel ini. Wassalamualaikum Sahabat.

Dokumen dan Materi Artikel :
- Dokumen Pribadi
- Foto dari MHTC
- Press release

Alamat MHTC di Indonesia :
SPACES, Lantai 3, WTC 3, Jl. Jend. Sudirman, Kav. 29-31, Karet Sudirman, Jakarta Selatan, DKI Jakarta, Indonesia 12920.
Call centre: 081289710029 (WhatsApp)
Reading Time:

Rabu, 06 November 2019

ERHA Age Corrector Series Menjadikan Kulit Tampak Muda, Lembab, dan Sehat Terlindungi
November 06, 2019 58 Comments

Review ERHA Age Corrector Series 

 

Assalamualaikum Sahabat. Udara Kota Semarang masih aja panas dan polusi sangat terasa menampar kulit wajah saat berjalan siang bolong. Saya kadang suka males gitu keluar rumah kalo enggak ada urusan yang penting. Mending di rumah aja, nonton film sambil selonjoran di kursi. 

Menjaga kulit wajah agar tetap terlindungi dari polusi memang susah-susah gampang. Bawa payung sih bisa ya, tapi apa iya mampu melindungi kulit wajah dari paparan teriknya mentari?!

Kalo kalian suka baca tulisan di blog ini, pasti udah tahu usia saya udah nggak muda lagi. Bahkan usia jelita udah lama saya tinggalkan. Namun kegiatan di luar ruangan tetap saya ikuti, baik dengan teman saya di dunia blogging, teman sekolah, ataupun dengan teman arisan.

Namun ternyata perlindungan bagi kulit wajah itu nggak hanya dari sengatan sinar matahari. Terlebih bagi ibu rumah tangga yang kerja di rumah, ternyata bisa juga loh mengalami permasalahan kulit wajah. Mungkin banyak dari kalian yang nggak menyadari hal ini. Karena bukankah sudah aman ya karena duduk manja di rumah. Jauh dari jangkauan sinar ultra violet ataupun debu dan polusi dari asap kendaraan bermotor.


Masalah kulit wajah perempuan itu banyak penyebabnya. Penuaan dini merupakan masalah kulit yang sering kita temui. Kurangnya pemahaman mengenai penyebab dari penuaan dini sering pula tidak kalian sadari. Kalian hanya menyadari bahwa permasalahan kulit itu muncul ketika timbulnya garis halus atau kerut, flek hitam, keriput, dan kulit kendur.

Menjadi perempuan juga mesti pintar mengetahui tiga hal penting yang mempercepat penuaan diri pada era digital ini. Berikut 3 hal tersebut :

1. Polusi

Nah siapa yang selalu rajin pakai masker saat keluar rumah? Terutama pengendara motor kayak saya yang punya kewajiban sebagai macan ternak. Mama cantik anter anak, meski kegiatan ini udah saya tinggalkan karena anak-anak udah besar dan bawa motor sendiri. Namun dahulu saya pun selalu pakai masker tiap naik motor untuk anter jemput anak di sekolah.

Sebuah jurnal Dermatological science mengungkapkan bahwa kandungan polusi udara mengandung radikal bebas yang merusak kolagen sehingga menimbulkan kerut dan bintik hitam. Kondisi yang bikin beberapa perempuan memikirkan segala cara untuk melenyapkannya.

2. Blue Light

Benda-benda elektronik. Mulai dari smartphone, laptop, tablet, televisi, serta pada lampu LED atau fluorescent, dan sinar matahari. Paparan blue light dapat meningkatkan risiko penuaan karena menyebabkan stres pada kulit. Terlalu sering terpapar blue light juga meningkatkan resiko garis halus & kerutan. 


Tuh kan asalnya dekat dan sering kita gunakan tiap hari, bahkan tiap detik. Siapa dari kalian yang nggak bisa lepas dari smartphone? Atau duduk syantik seharian di depan laptop untuk belanja online kerja?

Nggak apa sih mantengin layar smartphone atau laptop, asalkan tetap menggunakan skincare untuk melindungi kulit wajah dari radiasi.

3. Radiasi Sinar Matahari

Paparan UV dari sinar matahari dapat menembus lapisan kulit. UV dari sinar matahari juga merusak jaringan kulit bahkan hingga ke bagian DNA kulit yang pada akhirnya dapat memperlihatkan tanda penuaan berupa bintik hitam.

Hmm, nggak sadar tangan ini meraba bintik coklat di bawah mata kanan. Memang belum sampai berubah warna hitam sih, tapi bintik yang jumlahnya masih bertahan nggak lebih dari lima bijik itu bikin sebel kalo lagi pakai pelembab. Jadi makin terlihat gitu sih.

ERHA AGE CORRECTOR SERIES

Nah senangnya saat saya tahu dari beberapa teman yang udah mengenal ERHA dan menggunakannya setiap hari. Dari cerita teman-teman saya yang udah pakai produk ERHA, mereka suka dengan hasil perawatan yang dilakukan. alhamdulillah saya pun juga mendapatkan kesempatan nyoba produk ERHA Age Corrector Day & Night Moisturizer.


ERHA yang telah berdiri selama 20 tahun memahami kebutuhan wanita Indonesia untuk tetap memiliki kulit sehat, muda, dan cantik terawat.

Dengan bertambahnya tingkat polusi terutama di kota-kota besar dan diperparah dengan pola gaya hidup yang kurang baik, dibutuhkan solusi yang lebih komprehensif untuk menjaga kesehatan dan keremajaan kulit. 

ERHA secara khusus menghadirkan rangkaian lengkap produk dan treatment dari ERHA Rejuvenage. Melalui produk formula terbaru Age Corrector Day Moisturizer dan Age Corrector Night Moisturizer.  Dengan kampanye 24 HOURS PROTECT & REJUVENATE Get Your Visibly Youthful Skin, ERHA Rejuvenage memberikan solusi menyeluruh mulai dari perlindungan hingga perbaikan dan peremajaan kulit selama 24 jam. 

Seluruh rangkaian produk ERHA diformulasikan oleh dermatologist (dermatologist formularies), yang bekerja sama dengan para scientist sehingga produk yang dihasilkan benar-benar sesuai tipe dan kondisi kulit serta tepat menjawab permasalahan kulit.
Produk formula baru dari ERHA Rejuvenage yakni Age Corrector Series terdiri dari 3 rangkaian produk yaitu:

1. Age Corrector Serum 

Age Corrector Serum ini dengan anti aging system yang sudah TERUJI KLINIS mengurangi kerut dan meningkatkan elastisitas kulit dalam waktu 4 minggu. Wajib nih pakaai serum untuk menjaga kulit tetap kenyal.

2. Age Corrector Day Moisturizer  


Saya excited waktu membuka kemasan Age Corrector Day Moisturizer. Wadahnya pas banget digenggam dalam satu tangan dengan pompa dan ada penutupnya. Kemasannya cocok buat kamu yang suka traveling karena isinya 30 ml, travel friendly yaa.


Age Corrector Day Moisturizer ini memiliki formula baru dengan protection system dan kombinasi kandungan anti aging yang unik. Mampu melindungi kulit dari efek buruk sinar matahari dan polusi yang menyebabkan timbulnya tanda penuaan. Dengan kandungan Matrixyl Synthe-6TM dan Hyaluronate memberikan efek wrinkle filler untuk melembapkan dan menyamarkan garis halus dan kerutan pada wajah, sehingga wajah tampak lebih sehat dan kencang.

Terasa loh setelah pemakaian selama lima hari, kulit jadi lembab dan kencang di bagian tulang pipi. Saya jadi suka nih megang-megang pipi, hahahaa.

3. Age Corrector Night Moisturizer 

Age Corrector Night Moisturizer ini memiliki formula baru dengan Triple rejuvenation actives. Formulanya antara lain terdiri dari :
- Antioxidant Complex, dari α-G Rutin dan Vitamin E, untuk melindungi kerusakan sel kulit akibat radikal bebas dari paparan polusi sehari-hari
- Peptide Complex (SepiliftTM dan SepicalmTM) yang telah terbukti dapat membantu merangsang regenerasi matrix kulit, membantu menyamarkan kerut pada wajah serta menyamarkan noda hitam.



- Intense Moisturizer untuk mengembalikan hidrasi kulit, memberikan soothing dan memperkuat fungsi barrier kulit. Dengan penggunaan secara teratur, akan membantu mencerahkan dan menyamarkan noda hitam, mengatasi garis halus & kerut wajah serta menjadikan wajah tampak lebih kencang, sehat, dan cerah.

Penggunaan 3 rangkaian Age Corrector Series secara bersamaan, akan memberikan perlindungan, perbaikan, dan peremajaan pada kulit selama 24 jam.

Sebagai rangkaian yang lengkap, ERHA Rejuvenage juga memiliki berbagai pilihan treatment anti aging dengan teknologi yang advanced untuk menjaga kulit tetap cantik, sehat, awet muda. Dimana penggunaan kedua rangkaian produk dan treatment ERHA Rejuvenage akan memberikan hasil yang sinergis dan sempurna.

Saya sendiri baru menggunakan produk ERGA Age Corrector Series selama lima hari. Apakah ada perubahan? Kalo perubahan drastis sih enggak ya. Namun saya merasakan kulit wajah jadi berasa lembab. Saat tangan saya meraba kulit wajah di bagian pipi, terasa kenyal gitu. Nggak lagi kusam atau muncul kulit ari yang mengelupas dan berwarna putih seperti sebelumnya.


Meski udah berusia kepala lima, saya tetap ingin tampil muda karena perawatan dengan produk yang halal dan aman. Karena dengan menggunakan produk yang dijamin aman, kulit wajah pun enggak hanya terjaga kelembabannya, namun juga sehat. Wajah terlindungi dari paparan sinar UV, radiasi sinar matahari, maupun polusi debu ataupun udara luar ruangan yang tercemar.

Produk Age Corrector ini bisa didapatkan di seluruh channel ERHA:Erha Derma Center, Erha Clinic, Erha Skin, Erha Apothecary dan bisa beli online di Erhastore.co.id
untuk info lebih lanjut bisa lihat di: website :
Erha.co.id dan instagram @Erha.Dermatology

***
Mengenal PT ERHA CLINIC INDONESIA
ERHA hadir dari karir dr. Ronny Handoko, SpKK(K), yang memulai praktek pribadinya sejak tahun 1968. Beliau berpraktek sebagai dokter spesialis kulit pada tahun 1972. 

Klinik pertama ERHA didirikan di Kemanggisan, Jakarta pada tahun 1999. Sejak awal berdiri, ERHA mengedepankan konsep personalized therapy yang didukung dengan tim dermatolog dan dokter terbaik, produk-produk inovatif, dan layanan dengan peralatan medis teknologi terkini. 

ERHA hadir di 39 kota di Indonesia dengan 90 cabang agar bisa melayani kebutuhan masyarakat luas. Jumlah outlet ERHA ditargetkan akan mencapai genap 100 cabang pada akhir tahun 2018. 
Dengan semangat dan dedikasi tinggi, ERHA senantiasa berkembang dan melebarkan sayap untuk menjangkau dan menghadirkan solusi kesehatan kulit kepada masyarakat Indonesia.

Saya merasa beruntung akhirnya bisa nyoba produk ERHA Age Corrector series ini. Meski baru mengaplikasikannya di wajah selama lima hari, namun saya udah merasakan perubahannya. Terutama kulit wajah saya terasa lembab dan bersih. Kalo ada yang bilang wajah saya tampak mudah, itu sih bonus ya. Cobain deh ERHA Age Corrector Series ini, sahabat. Wassalamualaikum.

Referensi: 
- J.Krutmann Et al./Journal of Dermatological Science 85 (2017) 152–161
- Brosur ERHA 

Reading Time: