My Mind - Untaian Kata Untuk Berbagi: Wisata di Semarang
Tampilkan postingan dengan label Wisata di Semarang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata di Semarang. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 November 2019

Merawat Cagar Budaya Indonesia Kota Lama Semarang, Menata Peradaban di Era Milenial
November 20, 2019 45 Comments

Merawat Cagar Budaya Kota Lama Semarang,  Menata Peradaban di Era Milenial



Assalamualaikum Sahabat. Siapa yang tak kenal kota lama, sebuah kawasan di Semarang yang saat ini begitu terkenal di seantero negeri. Menjadi tujuan wisata bagi warga lokal, wisatawan dari daerah lain maupun wisatawan asing. Sebagai warga lokal, saya pun udah beberapa kali berkunjung ke kota lama. Bukan sekadar melintas tapi juga beberapa kali mendampingi teman-teman dari berbagai kota yang ingin menikmati suasana kota lama.

Menyusuri kawasan kota lama Semarang, suasana seakan menarik saya ke sebuah peradaban masa silam. Ketika Pemerintah Kolonial menguasai wilayah negeri ini, Semarang pun tak luput dari cengkeramannya. 

Ada berjuta kisah yang menyelimuti kota lama dengan bangunan tua yang masih terjaga keasliannya hingga hari ini. Merawat bangunan tua menjadi salah satu perwujudan menata peradaban untuk generasi milenial. Sejarah tak akan pernah terlepas dari kehadiran bangunan fisik dengan roh penghuni yang dahulu menjadi pemiliknya.

Sebagai warga Kota Semarang, saya ingin juga menitipkan kisah dengan menuliskan cerita tentang beberapa bangunan di kawasan kota lama. Bangunan yang merupakan Cagar Budaya Indonesia dan memiliki kisah tersendiri. Untuk itu saya akan mengajak kamu menyusuri sebagian jalan dan bangunan tua yang ada di sana. Yuk ikuti perjalanan saya hari ini.

Saya memulai perjalanan dari bagian Timur Jalan Letjen. Suprapto. Pandangan saya menatap ke arah Barat, jalan dengan paving block yang rapi memanjang. Ada pagar besi setinggi lutut orang dewasa, berbaris rapi seakan prajurit yang menjaga bangunan tua di sepanjang jalan itu.



Udara pagi yang masih segar dan matahari yang terasa hangat menemani saya sepanjang jalan. Berjalan di kawasan kota lama tidak perlu cemas bila datang sendiri. Area ini sekarang dijamin aman dan nyaman untuk kunjungan wisatawan. 

Pemerintah Kota Semarang sudah menata lingkungan ini agar menjadi destinasi wisata yang menyenangkan, hangat, dan aman. Ada jalur khusus untuk pejalan kaki yang bisa pula dijadikan tempat untuk swafoto.


Sejarah Kota Lama dan Bangunan Tua

- N.V. Winkel Maatschappij H. Spiegel


Melangkah dan menatap ke kanan jalan, pandangan tertambat pada bangunan berwarna putih. Bangunan ini dahulu merupakan toko serba ada yang menjual beragam barang mewah, dari lampu, pakaian wanita, produk kecantikan, dan lainnya. Sebelumnya bangunan ini dimiliki oleh Addler (tahun 1895) dan H. Spiegel menjadi manajer. 


Namun belakangan H. Spiegel membeli dan merombaknya menjadi toko piano bernama Firma J.H. Seeling en Zoon.   Dalam sejarah nya, bangunan ini mengalami pemugaran (tahun 2015) yang kemudian dijadikan resto dan bar.


- Gedung Marba d.h. De Zikel

Saya berbalik menatap pada bangunan di seberang jalan. Bangunan tua yang terletak di sudut jalan. Pandangan mata saya terpagut pada bangunan tua yang memiliki daya tarik kuat. Selama ini bangunan itu seakan memiliki magnet bagi setiap pendatang.


Saya menyempatkan foto
di depan gedung cantik ini

Bangunan yang memiliki nama dari akronim pemilik awal yaitu Marta Badjunet, konglomerat yang berasal dari Yaman. Dengan posisi sudut di jantung Kota Lama, bangunan ini dulu merupakan toko serba ada modern de Ziekel. Bangunan ini juga menjadi kantor perusahaan impor-ekspor serta perdagangan umum Marba. Sayangnya gedung Marba saat ini dalam kondisi terlantar.


- Oudetrap


Di seberang utara yang berbatasan dengan jalan raya dan taman, ada bangunan dengan tangga putar di teras. Banyak pengunjung yang swafoto atau foto bersama di tangga yang cantik ini.

Saat ini bangunan ini digunakan untuk kantor Posko Terpadu Kawasan Kota Lama Semarang.


- Gereja Blenduk

Bersebarang di sebelah barat dan dibatasi oleh Taman Srigunting, adalah bangunan gereja Protestan Indonesia Barat Immanuel. Salah satu bangunan fenomenal karena keunikan bentuk fasad dan kubahnya yang khas, hingga diberi nama Gereja Blenduk.



Hingga saat ini gereja ini masih dipergunakan untuk ibadah, jadi pengunjung tidak bisa semaunya datang dan melihat bagian dalam bangunannya. Namun kalo kamu beruntung, ada petugas yang mempersilahkan bagi pengunjung untuk memasuki bagian dalam gereja. 


- Gedung Asuransi Jiwasraya


Gedung yang terletak berhadapan dengan Gereja Blenduk ini memiliki nama asli Nillmij van 1859 (Nederlandsch Indiesche Levensverzekering en Lijfrente Maatschappij van 1859). Gedung yang menjadi kantor sebuah perusahaan asuransi jiwa milik Belanda di Hindia Belanda (Indonesia) sejak 31 Desember 1859. 


Gedung Jiwasraya dan nampak
Rumah makan Ikan Bakar di sebelah kirinya

Saya pernah mengikuti walking tour di Gedung Jiwasraya, bersama Duta Kola dan teman-teman dari berbagai komunitas di Semarang. Namun sayangnya waktu itu hari Minggu dan kantor dalam posisi tutup. Aslinya kan kami ingin menyaksikan lift yang dimiliki gedung ini. 

Konon kata sang pemandu, bangunan ini merupakan yang pertama di Hindia Belanda (Indonesia) menggunakan lift/elevator. Meskipun sejak tahun 70-an lift tersebut tidak berfungsi lagi, tetapi hingga kini keberadaan dan keasliannya masih terjaga. Lift yang terbuat dari material besi dan berlantai kayu ini diketahui sebagai produksi Otis Elevator Company 


- Landraad

Orang Semarang udah pasti tahu bangunan di kawasan Kota Lama yang sekarang menjadi rumah makan Ikan Bakar Cianjur. Meski sering berkunjung untuk menikmati makanannya, mungkin mereka tidak mengetahui kisah memori dari bangunan tersebut.

Sebenarnya bangunan ini dulunya adalah gedung pengadilan milik pemerintah kolonial. Entah ada berapa banyak kasus yang maju dalam persidangan. Entah ada berapa orang yang menjadi terpidana dan nasib yang menyertainya kemudian. 


- Dunlop-Kolff

Bangunan satu lantai yang terletak di sebelah barat Gereja Blenduk ini dulu merupakan kantor makelar utama produk sembako. Dunlop-Kolff ini merupakan makelar utama yang berkedudukan di Semarang dan mengekspor produk gula, beras, kapuk, dan lainnya. Perusahaan ini saat itu menjadi pengekspor utama produk pertanian dan kehutanan dari Hindia Belanda.

Saat ini bangunan ini memiliki nama Old City 3D Art Museum yang juga merupakan rangkaian wisata Kota Lama.


_______________


Mengintip Peradaban Masa Silam di Jalan Kepodang

Sekarang saatnya memasuki lorong di seberang Old City 3D Art Museum.  Oiya, kamu mesti hati-hati saat menyeberang dan berjalan menuju lorong yang lumayan lega untuk dijadikan jalan-jalan ini. 

Di sini juga merupakan kawasan yang menjadi favorit wistawan untuk swafoto. Seperti di bawah jendela, atau bangunan tua dengan akar yang menjadi tanaman. foto dengan lokasi mirip di kota yang ada di benua Eropa ini benar-benar menjadikan tempat hits di kalangan wisatawan.

Bahkan tempat ini pula yang sering menjadi tempat pengambilan adegan syuting beberapa film karya sineas muda Indonesia. 

Yang tak kalah seru ada juga kafe yang menempati bekas bangunan tua yang sempat mangkrak. Hero Coffee, sebuah kafe asal Jogja yang memutuskan untuk membuka gerainya di salah satu bangunan tua di Kota Lama. 



Lokasinya ada di jalan Kepodang atau Hoogenorpstraat dan dahulu merupakan kantor dagang milik dari Oei Tiong Ham. Pada masa kejayaannya, Oei Tiong Ham adalah milyarder Asia Tenggara yang kerajaan bisnisnya tersebar hingga di beberapa negara Asia dan Eropa. Bangunan Hero Coffee, dulunya merupakan kantor perdagangan untuk para broker kopi, gula, dan hasil bumi lainnya. 

Di jalan kepodang ini ada satu bangunan lagi yang juga menarik perhatian masyarakat. Yaitu bangunan Monod Diep Huis. Lokasi Monod tidak jauh dari dinding akar, sebuah spot yang sering dijadikan tempat selfie atau berfoto para pengunjung Kota Lama.


Menata Peradaban di Era Digital

- Walking Tour ala Pegiat Wisata

Mengenal kota lama tidak sekadar berjalan-jalan dan swafoto di depan bangunannya yang hits. Setiap orang bisa saja datang ke satu destinasi wisata dan menikmati suasana. 

Namun saya lebih menyukai wisata dengan petunjuk yang bisa memberikan tambahan wawasan tentang tempat yang saya kunjungi. Apalagi kalo tempat yang saya kunjungi merupakan cagar budaya. 

Ada beberapa kali saya mengikuti walking tour yang diadakan oleh Duta Kola (Pemandu Wisata Kota Lama). Salah satunya ada kunjungan ke bangunan yang terletak di sebelah restoran Pringsewu. Bangunan yang dimiliki oleh Oei Tiong Ham ini sekaranag digunakan untuk tempat kerja Bank Mandiri Gelatik.

Yang menarik waktu kunjungan berbeda, dengan pemandu tour lainnya dari Bersukaria Walk. Ada cerita yang menarik bahwa dahulu Kota Semarang merupakan bagian dari kerajaan yang ada di Jogjakarta (Sultan Agung).

Sultan Agung ingin menyatukan seluruh Jawa menjadi kekuasaan Mataram. Namun karena Belanda di Batavia saat itu sudah cukup kuat bercokol, hal ini menjadi hambatan yang luar biasa bagi Sultan Agung. Hingga akhirnya  Sultan Agung digantikan Sultan Amangkurat I. 

Trunojoyo yang dibantu pasukan Belanda, melakukan serangan dan berhasil menguasai Mataram. Bahkan berhasil mengusir Sultan Amangkurat I dan keluarganya mengungsi ke daerah Banyumas. 

Pada akhirnya Belanda meminta imbalan yang cukup besar. Belanda meminta sebagian wilayah Jawa dari setelah Batavia hingga Panarukan sebagai wilayah jajahannya. Semarang sendiri resmi jadi milik Belanda sejak 1708.


Semarang jadi wilayah yang sangat diperebutkan karena hasil perkebunan, dan perdagangan melalui laut. Dulu Semarang menjadi gerbang perdagangan bagi Mataram dan sudah diincar Belanda. Akhirnya Belanda memindahkan ibukota Jateng dari Jepara ke Semarang.

Saya yang mengetahui kisah ini merasa cukup terlambat, mengapa tidak sejak dahulu mengenal sejarah Kota Semarang? Saya hanya tahu warak ngendog, dugderan, dan tempat-tempat yang memiliki historis di kota ini. Namun cerita lengkap tentang perjalanan sejarah Kota Semarang, saya hanya mengenal sedikit. 

Saya bersyukur ada dua pelaku wisata yang mengenalkan sejarah Kota Semarang ini. Mereka bahkan hanya menarik iuran yang cukup murah, bervariasi dan tergantung dengan lokasi yang akan dijelajahi. Jadi kalo kamu berkunjung ke Kota Semarang, lebih baik mengetahui kapan jadwal Bersukaria Walk dan Duta Kola ini akan melakukan penjelajahan. Dua pegiat wisata ini menggunakan sosial media di Instagram untuk menyosialisasikan kegiatannya.


- Aplikasi Kota Lama


Satu lagi pembaharuan di era digital yang bikin saya dan kaum milineal lainnya pasti merasa bahagia. Pemerinta Kota Semarang telah membuat inovasi berupa Aplikasi Kota Lama yang bisa diunduh di Playstore.

Dengan aplikasi ini, pengunjung bisa mengakses info bangunan, isinya apa, tahun berapa dibangun, fungsinya apa, arsitekturnya siapa, bahkan kondisi terkini dari bangunan tersebut.

Cuma sayangnya belum semua bangunan tua yang mendapat verifikasi sebagai Cagar Budaya Indonesia, sudah didata dan dimasukkan dalam aplikasi tersebut. Sebatas yang saya lihat, baru 30 bangunan yang masuk dalam aplikasi. 

Semoga  hal ini bisa jadi masukan bagi pengembang aplikasi Kota Lama Semarang. Karena bila informasi yang ada lebih lengkap, tentunya mempermudah wisatawan untuk mengakses dan mencocokkan dengan bangunan fisik di lokasi. Yuk menjadi wisatawan yang peduli dengan Cagar Budaya Indonesia. Wassalamualaikum.


Cagar Budaya Indonesia



Ayo ikuti lomba blog Cagar Budaya Indonesia: Rawat atau Musnah!

Sumber Materi :
- Portal Online Suara Merdeka
- Pegiat Wisata Duta Kola (Pemandu Wisata Kota Lama)
- Pegiat Wisata Bersukaria Walk
- Wikipedia/kotalama.co.id
- datakata.com
Reading Time:

Rabu, 06 Februari 2019

Wisata Alternatif nan Kekinian di Air Terjun Gondoriyo Semarang
Februari 06, 2019 67 Comments


Wisata Air Terjun

Assalamualaikum Sahabat. Wisata Alternatif nan Kekinian di Air Terjun Gondoriyo Semarang ini wajib kalian kunjungi. Eh beneran di Kota Semarang ada wisata air terjun? Selama ini kalian tahunya air terjun terletak dekat dengan Kota Semarang. Misalnya ada di kawasan Kabupaten Semarang.

Yuk baca lebih lanjut, agar kalian yakin kalo di Kota Semarang beneran ada wisata air terjun.

Kelompok Sadar Wisata (PokDarWis) Desa Gondoriyo mengubah sebuah tempat yang dulunya untuk pembuangan sampah, menjadi tempat wisata. 

Desa Gondoriyo memiliki alam yang mempesona. Dan bermodalkan udara sejuk yang kontras dengan yang ada di Kota Semarang. Oleh PokDarWis kawasan ini saat ini telah berubah menjadi wisata Kekinian.

Perpaduan air terjun, wisata kekinian berupa payung hias di jembatan, juga tata kelola lampu, tentunya bakal menambah satu destinasi wisata yang bakal menarik minat pengunjung. 

Silahkan baca wisata air terjun lainnya :

Pesona Air Terjun Tujuh Bidadari di Kabupaten Semarang

Dari tempat parkir juga udah terlihat air terjun Gondoriyo, mengalir deras dengan air yang berlimpah. Jadi kalo kalian takut capek atau merasa lutut udah gemetaran tiap naik turun tangga, ya udah foto aja di sini, hahahaa.


Wisata Air Terjun
Pict. by Ika Puspita
Air terjun Gondoriyo setinggi 25 meter ini terletak di Dusun Karang Joho, Kelurahan Gondoriyo, Ngaliyan, Semarang. Tempat wisata yang memiliki jadwal kunjungan khusus ini memang menyasar pengunjung anak muda yang suka spot foto kekinian. 

Menuruni anak tangga sekitar 100 meter, kalian akan menemukan air terjun dengan gemuruh kencang. Begitu tiba di anak tangga terakhir, terdapat beberapa tempat untuk spot foto. Bisa memilih duduk di dekat air terjun sambil menyaksikan gemuruh air yang jatuh dari ketinggian. Kayaknya asik tuh duduk bareng sahabat atau keluarga, atau yang disayang, sambil ngemil jajanan.

Wisata Air Terjun
Pict. by Deta
Pertama kali berkunjung kesana Minggu sore itu, saya ditemani suami. Teman-teman blogger udah berangkat terlebih dulu. Setibanya di lokasi, saya dan suami disambut hujan yang cukup deras. Jadi ketika menyusuri anak tangga yang menuju lokasi air terjun, saya mesti berjalan hati-hati. Yah namanya udah usia lolita, mesti aware kalo wisata alam. 


Wisata Air Terjun
Foto narsis dulu sebelum
ke jembatan comblang, hihiii
Lampu warna warni yang ditata, menyorot dari dalam air terjun, akan menimbulkan efek takjub bagi pengunjung. Saya aja terpesona dengan upaya dari Pokdarwis Air Terjun Gondoriyo ini. 

Terlihat banget upaya mereka mengelola lokasi air terjun. Ada spot foto di Air Terjun Gondoriyo dengan lampu warna warni. Kalo kalian datang saat malam hari, pasti akan menyaksikan keindahan alam berpadu dengan wisata kekinian.

Cantiknya pesona Air Terjun Gondoriyo
Pict. Deta - In frame : Maureen
Ada juga spot foto di atas jembatan. Ada yang bilang ini jembatan jomblo. Di bawah payung yang berwarna warni, kalian bisa foto cantik. Baik malam ataupun siang hari tetap cantik foto di sini.


Wisata air terjun
Pict. by Ika Puspita

Wisata air terjun
Foto saat malam di jembatan
Sayangnya saya dan suami nggak lama berada di sini. Adzan maghrib yang memanggil kami untuk berpamitan dan pulang. Nanti kepengen deh balik kesini lagi. Karena ada beberapa keindahan lain yang bisa dieksplore di air terjun Gondoriyo.

Selain keindahan air terjun, pengunjung juga akan menemukan sebuah gua setinggi 10 meter, lebar 3 meter,dan kedalaman 2,5 meter. Terletakdi sisi kiri air terjun. Konon katanya di dalamnya terdapat sebuah batu yang mirip meja besar dan patung mirip kepala primata.

Menurut Ketua Pokdarwis Air Terjun Gondoriyo, Arifin,"Nanti akan kami buka untuk umum pada 9 Februari. Ada dua jam kunjungan yakni pagi mulai jam 09.00-17.00 dan malam mulai 19.00-24.00,” 

Bagi pengunjung yang tidak sempat membawa bekal, nggak perlu cemas. Kalian bisa menikmati sajian kuliner lokal, yaitu nasi bleduk. Makanan berbahan dasar nasi jagung ini akan disuguhkan bersama urap sayuran serta ikan wader dan bacem tahu tempe.



Wisata air terjun
Nasi jagung, ikan asin, tempe bacem,
Urap sayur
Saya entah kelaparan atau doyan, kemarin abis dua bungkus nasi bleduk. Ya ampuuun, kayaknya karena rasanya yang enak sih. Nasi jagungnya pulen, dipadu dengan sayur urap yang enak banget karena terasa bumbu di kelapanya. Juga cocok banget dengan lauk tempe bacem dan ikan asin. Udara sejuk usai hujan yang mengguyur bumi, berpadu dengan sajian khas lokal Desa Gondoriyo, tentunya pas banget ya.

Ada juga wedang sinom, yaitu air rebusan pucuk daun asam yang diolah bersama gula jawa. Minuman ini dipercaya sangat baik untuk kesehatan. Rasanya masam namun menyegarkan. Berjalan menyusuri anak tangga ke lokasi air terjun dan kemudian disuguhi wedang sinom ini, bikin lelah pun terhempaskan. 

Sayang saya lupa ambil foto wedang sinom ini. Saking haus dan keasikan menikmati kesegarannya. Duuuhh maaf yaaa. 

Kalian bisa melihat penampakan wedang sinom ini di artikel milik teman blogger Deswita yaitu Gus Wahid. Silahkan baca di sini ya : 

Pesona Lighting Fountain Curug Gondoriyo

Kalian yang ingin berkunjung ke sana, cukup mengeluarkan ongkos tiket Rp10 ribu dengan fasilitas free wedang sinom. Jam kunjungnya untuk siang adalah jam 09.00-17.00 dan untuk malam hari mulai jam 19.00-22.00.

Untuk akses menuju ke Curug Gondoriyo, kita dapat  mengambil rute dari Ngaliyan menuju kawasan BSB. Tepat sebelum LP Kedungpane, langsung berbelok ke kanan menuju lokasi dengan kondisi jalan yang sangat baik dan dapat dilalui kendaraan roda empat.

Namun alangkah baiknya bagi pengunjung yang datang dari luar kota, menyewa motor atau mobil bila ingin ke lokasi Air Terjun Gondoriyo. Akses jalan memang masih dekat dengan kota, namun menuju lokasinya sepertinya tidak ada angkutan umum. Namun jangan khawatir, jalan menuju lokasi air terjun sudah beraspal mulus.

Gimana, kapan kalian berkunjung ke Air Terjun Gondoriyo? Jangan lupa ajak saya ya, kita jalan bareng kesana. Wassalamualaikum.


Reading Time:

Sabtu, 12 Januari 2019

Semarang Bersolek Dengan Tempat Wisata Baru Yang Kekinian
Januari 12, 2019 41 Comments


Tempat wisata kekinian di Semarang

Assalamualaikum Sahabat. Semarang Bersolek Dengan Tempat Wisata Baru Yang Kekinian. Sudah kah kalian berkunjung ke Semarang di awal tahun 2019? Penasaran ya ada apa aja sih wisata baru yang kekinian di Semarang? Yuk lanjut baca ya sampai selesai.

Sebagai salah satu kota metropolitan, Semarang tak pernah berhenti bersolek. Kunjungan wisatawan menjadi salah satu tujuan untuk mempercantik kota. Maksudnya agar wisatawan yang berkunjung ke Semarang bukan hanya wisatawan yang baru datang pertama kali. Namun juga wisatawan yang sudah pernah datang dan ingin datang lagi untuk eksplorasi tempat wisata baru di Semarang.

Sudah tahu kan kalo Semarang mempunyai tempat wisata baru yang kekinian? 


Taman Indonesia Kaya Yang Instagramable

Tempat wisata kekinian di Semarang

Bagi kalian wisatawan dari luar Kota Semarang, sudah pernah mampir di Taman  Mentri Soepeno? Atau orang Semarang sih lebih mengenalnya dengan sebutan Taman KB atau Keluarga Berencana? 

Kalo masih bingung bagi yang belum pernah kesana, ingat aja pada penjual Tahu Gimbal ngehits, Pak Edy. Naaahhh, sudah ingat kan sekarang?!

Nah Taman KB ini sekarang sudah beralih nama menjadi Taman Indonesia Kaya. Nggak hanya beralih nama, namun taman ini pun beralih rupa. 

Jadiii, setelah direnovasi selama kurang lebih 11 bulan, ada banyak perubahan yang menjadi taman makin cantik. Makin kekinian, makin instagramable kalo kata anak milenial. 

Setiap Minggu pagi saya dan suami jalan-jalan di kawasan Car Free Day di Simpang Lima dan sekitarnya. Termasuk melintas di depan Taman KB, renovasinya belum juga rampung.

Jadi ketika mendengar bahwa taman itu akan segera dikenalkan dengan nama baru, saya udah nggak sabar menanti. Kabarnya perubahannya mencapai 90 persen lebih. Bahkan namanya pun berganti menjadi Taman Indonesia Kaya. Wuihhh, keren!

Taman Indonesia Kaya berdiri di atas lahan seluas 5.000 meter persegi. Nggak hanya taman seperti dulu. Namun di sini juga disediakan panggung terbuka pertama yang ada di Jawa Tengah. 

Panggung ini memiliki dua sisi yang berbeda. Sisi pertama menghadap ke SMA Negeri 1 dengan daya tampung sejumlah 200 orang. Sementara sisi lainnya menghadap kantor Gubernur dengan kapasitas penonton yang lebih besar.

Meski banyak perubahan, namun pohon-pohon besar masih dilestarikan kok. Jadi santai aja, di sini kalian bisa duduk di bangku taman yang tersebar di berbagai sudut taman. Bunga dan tumbuhan daun menghiasi setiap sudut taman. 


Tempat wisata kekinian di Semarang

Pengunjung taman dimanjakan dengan berbagai sudut foto yang menarik. Ada papan mural yang berbentuk gapuran dengan gambar ikon budaya, sejarah, dan ekonomi Indonesia. Beberapa di antaranya adalah lukisan Klenteng Sam Poo Kong, Lawang Sewu, Vihara Budhagaya di Watugong, Tugu Muda, dan lainnya.


Ah iya, kalian bisa memilih datang kesini saat senja. Terutama ketika matahari sudah terbenam, maka cahaya lampu di taman yang bergantungan mirip kunang-kunang. Patung pun seakan menjadi hidup dengan cahaya lampu yang berkerlipan.



Tempat wisata kekinian di Semarang
Hasil foto saat siang dan malam hari
Nah, terserah kalian sih mau berkunjung ke Taman Indonesia Kaya saat pagi, sore, atau malam hari. Setiap waktu bakal menjadi pengalaman baru yang menarik. Saya baru sekali kesini saat senja. Namun nggak bisa foto banyak karena gerimis mulai rajin menyambangi kota kami. 


Tempat wisata kekinian di Semarang
Kalo bingung bisa melihat denah taman

Sebagian besar foto diambil oleh anak-anak saya saat mereka berkunjung dengan teman-temannya. Jadi saya pinjam foto milik Milzam dan Naufal.


Joged ala Semarang Bridge Fountain

Tempat wisata kekinian di Semarang

Kalo di beberapa negara ada yang menawarkan wisata atraksi air mancur dengan cahaya gemerlap yang menggoda wisatawan. Nggak perlu lagi jauh-jauh berkunjung ke sungai Han di Korea Selatan. Sejak akhir Desember 2018, pemerintah Kota Semarang telah meluncurkan obyek wisata baru di jembatan Banjir Kanal Barat (BKB).

Semarang  Bridge Fountain bakal menjadi jembatan dengan gaya milenial. Yaitu di dua sisi jembatan memiliki air mancur menari dilengkapi dengan tata cahaya yang menawan setiap pengunjung. Bahkan Semarang Bridge Fountain menjadi jembatan air mancur pertama di Indonesia. 

Yeaayyy, saya bangga dong menjadi warga Kota Semarang. 

Ide ini merupakan impian Wali Kota Semarang, Bapak Hendi yang menginginkan Semarang selalu memiliki tempat wisata baru yang kekinian. Wisatawan yang berkunjung di Kota Semarang, bisa mengeksplorasi tempat wisata kekinian dan tinggal lebih lama di kota lunpia.

Nah, Semarang Bridge Fountain ini bakal dinyalakan secara rutin setiap hari dengan jadwal jam yang berbeda.

Jadwal kalian bisa menyaksikan joged ala Semarang Bridge Fountain adalah untuk hari Minggu sampai Kamis mulai pukul 19.30 sampai 20.00 WIB. Sementara untuk hari Jumat dan Sabtu, akan dinyalakan sebanyak dua kali. Yaitu pukul 19.30 sampai dengan 20.00 dan 21.00 sampai 21.30.

Durasi atraksi sepanjang 30 menit dengan iringan lagu yang berbeda. Jadi tiap musik yang mengiringi air mancur joged itu juga akan menampilkan perpaduan warna dan liukan air yang tak sama.

Dan saya hanya bisa menyaksikan buntut dari atraksi saat Jumat malam kesana. Gerimis halus yang bikin saya menunda-nunda berangkat dari rumah.  Karena itu lah saya nggak bisa bikin video saat atraksi air mancur dari awal. 

Saya bertekad akan menyaksikan joged ala Semarang Bridge Fountain lagi malam-malam yang akan datang. Berdua dengan suami, pasti asik laaah.
Tempat wisata kekinian di Semarang
Hasil foto si sulung
Oiya, nontonnya jangan dekat dengan jembatan, kurang mantap sih menurut saya. Mestinya paling asik nonton atraksi ini dari jalan Kokrosono atau Puspanjolo. Nonton atraksi air mancur berjoged dari kejauhan  justru makin cantik. 

Nah, kalian udah nonton atraksi Semarang Bridge Fountain? Bisa loh mengikuti cara saya. Yang pertama berkunjung dulu di Taman Indonesia Kaya saat senja. Kemudian numpang shalat di masjid terdekat. Kemudian baru deh kalian meluncur ke Semarang Bridge Fountain yang terletak di jembatan Banjir Kanal Barat. Yuk dolan bareng, enaknya kapan ya? Wassalamualaikum.


Tulisan ini disertakan dalam #BlogChallengeGandjelRel Parade 4th Gandjel Rel Pekan 1
Reading Time:

Minggu, 30 September 2018

Bersenang-Senang di D'Pongs Wisata Alam dan Petualangan di Gunung Pati Semarang
September 30, 2018 38 Comments
Wisata Alam D'Pongs
Picture by Erina
Assalamualaikum Sahabat. Bersenang-Senang di D'Pongs Wisata Alam dan Petualangan di Gunung Pati Semarang. D'Pong seperti tagline nya, boleh dibilang juga menjadi wisata keluarga yang terletak di lereng Gunung Ungaran. 

Kalo kalian ingin menikmati petualangan di D'Pongs, datang aja rame-rame. Bersama teman-teman kerja, teman se-genk saat ngampus, atau ngajakin keluarga agar suasana jadi seru dan ramai.

Seperti yang saya lakukan bersama dengan beberapa teman kemarin. Dari landmark Sam Poo Kong, kami berangkat bersama menuju D'Pongs di kawasan Desa Pongangang, Gunung Pati, Semarang.

Tentang D'Pong, Wisata Keluarga

Nama unik D'Pongs sendiri diambil dari nama desa setempat, yaitu Desa Pongangan. Juga agar anak kecil bisa dengan mudah mengingat dan menyebut nama D'Pongs. 

D'Pongs merupakan wahana wisata keluarga yangmemiliki lahan total seluas 4 hektar. Sementara ini baru sekitar 1,5 hektar yang sedang dalam tahap pengerjaan untuk wahana kolam renang dan jalur off road.

Begitu memasuki lahan parkir, kita akan disambut dengan tulisan berwarna orange cerah : D'Pongs, Wisata Keluarga. 


wisata alam
picture by Erina

Tiket masuk sebesar 5 ribu rupiah. Dan itu sudah termasuk bonus air mineral untuk bekal berpetualang bersama keluarga.

Saya langsung jatuh cinta begitu menginjakkan kaki di wahana wisata keluarga ini. Pepohonan masih tumbuh menjulang tinggi. Sebagian kayaknya pohon Durian, karena terlihat buahnya yang masih muda saat saya mendongak ke atas.

Angin sejuk sesekali berhembus, mengusir gerah yang terbawa dari Semarang bawah.

Semarang itu unik, memiliki dua kawasan yaitu wilayah bawah yang dekat dengan laut. Dan wilayah atas yang merupakan kawasan perbukitan dan dekat dengan gunung Ungaran.

D'Pongs yang terletak di kawasan gunung Pati berada di ketinggian. Ibu Lia, owner D'Pongs menuturkan bahwa Rumah Pohon nantinya bisa untuk menikmati pemandangan. Kalo menatap bagian utara, pengunjung bisa menyaksikan kawasan pelabuhan dan laut Semarang. Sementara bila pengunjung menatap ke Selatan, akan tampak Gunung Ungaran.


Sebuah tempat yang tentunya bisa menjadi pengunjung relaks bersama keluarga. Karena tak hanya wahana permainan, di D'Pong juga sesekali diadakan kegiatan wisata budaya. Bahkan D'Pongs juga membuka lebar ajakan kerjasama bila ada yang ingin mengadakan lomba fashion show, lomba menari, ataupun lomba mewarnai. Terdapat anjungan yang cukup luas untuk tempat gelar acara lomba.

Fasilitas seperti toilet, mushola dengan mukena dan sarung, sajadah, serta kedai tersedia di lokasi. Jadi kalian nggak perlu bawa bekal dari rumah. Karena ada ketentuan larangan untuk membawa makanan dan minuman bila ingin menikmati wahana di D'Pongs.

Kedai yang berjajar rapi dikelola oleh D'Pongs dengan memberdayakan warga desa Pongangan. Jadi jangan cemas karena harganya pun wajar. Jenis makanan yang ditawarkan juga beragam dan kekinian.

Apa Saja Sih Wahana Wisata Alam dan Petualangan yang ditawarkan D'Pongs?

Terus terang ini adalah kedatangan saya yang pertama kali. Jadi saya sempat ragu dengan jenis wahana petualang yang bisa dicoba. Apa iya wahana petualangannya cukup banyak? Bagaiman pula dengan wisata alamnya? Penasaran dong, wahana apa aja sih yang ditawarkan D'Pongs?

Daaaan ... ternyata, banyak bangeeeet!

Beberapa Wahana Permainan yang sempat kami coba kemarin adalah :

Hammock Tower

Saya agak telat gabungnya karena asik foto bagian depan, jadi nggak tahu cara menaiki hammock tingkat kedua dan ketiga.

Karena ternyata nggak semudah seperti tutorial yang ditunjukkan si mas penjaga. Yaitu melakukan teknik terbalik dengan konsen dan fokus. Jadi hati-hati kalo menaiki hammock, karena kalo salah teknik bisa terjatuh dan terkilir.

Jadi ketika akhirnya Diko bisa naik dengan cara mengaitkan kedua tangan dan diikuti kakinya ke atas hammock, langsung dapat tepuk tangan.

Saya sendiri memilih hammock di bagian terbawah. Tinggal duduk dan memosisikan rebahan aja, udah kelar deh. 😉



Rebahan di hammock gini baru saya nikmati di D'Pongs. Semilir angin yang berhembus, bikin mata saya mengantuk. Menikmati udara pegunungan yang sejuk, bisa saja saya tertidur karena lokasi hammock di bawah rimbunnya pepohonan.

Archery


Bergaya bagai ksatria dengan peralatan memanah, sudah pernah saya lakukan. Namun karena jaraknya cukup lama, saya pun lupa gimana cara memanah, hahahaa.

Mata saya sudah fokus dengan membidik sasaran. Namun apa daya, anak panah pertama malah melenting ke bawah dekat kaki. Kemudian saya ulang lagi. Dan tarikan tangan saya mengantarkan anak panah melenting jauh melampaui sasaran panah. Semoga nggak hilang deh, kasihan si mas yang mendampingi kami. Mesti lari-lari mencari anak panah yang menghilang.

Mini Trail dan ATV

Sebenarnya saya nggak tertarik nyoba permainan ini. Saya lebih suka main bom-bom car di mall, hahahaa. Jalannya kan rata dan bagus. Nggak kayak naik Mini Trail atau ATV yang lokasinya berupa tanah yang tidak rata.

Namun menyaksikan teman-teman saya menaiki Mini Trail dan ATV, saya pun tergoda. Akhirnya nyoba naik ATV. 

Di sinilah dibutuhkan kecermatan menguasai ATV yang saya naiki. Fokus saya seperti mengendarai motor. Satu kaki masih di bawah, sementara yang benar adalah fokus pada jempol kanan untuk mencet tombol gas.



Ngegas pun nggak boleh asal, harus dengan perasaan. Iyaaa, bawa perasaan deh mestinya. Dan harus fokus juga kapan harus belok kanan atau kiri. Akhirnya selama naik ATV, saya ngakak tak berkesudahan. Karena control antara pengen ngegas, belok, dan melihat medan itu susah jeeeuung.

Pengen ngegas, malah tangan kanan saya memuntir setang kanan. Hahaha, nggak ada fungsinya lah. Karena tombol gas ada di bagian dalam setang kanan.

Tapi serunya tuh karena saya masih konsen pengen ngegas, di belakang saya ada ATV milik Diko yang maunya jalan terus. Jadi selama seseruan di wahana Mini Trail dan ATV, kami ngakak tak berkesudahan.

High Rope

Bahkan saya nggak punya kesempatan nyoba wahana High Rope dan Horse Ridding. Karena oleh mas-mas yang menemani kami selama di D'Pongs, petualangan High Rope dibagi dalam dua kelompok.

Tiap kelompok terdiri dari lima orang. Jadi akhirnya kelompok pertama yang sudah siap dengan perlengakapan pengamanan, seperti carabiner dan harness.

Ada mba Ika, emak setrong, juga Mara Soo, Handiko, Dini Lintang, dan Zain. Sementara saya, Erina, Mba Untari, Koko, dan Nia, menanti giliran selanjutnya. Tapi etapi, karena udah sore, kami pun gagal ikutan High Rope. 

High Rope di D'Pongs terdiri dari meluncur ala flying fox dengan jarak pendek. Kemudian melangkah di atas papan, melintasi seutas tali, melewati jaring laba-laba. Seru nih, saya jadi pengen nyoba kapan-kapan. Permainan seperti ini sudah pernah saya ikuti saat masih kuliah dan mengikuti pendidikan latsarmil di Magelang.

Extreme Flying Fox

Usai memainkan High Rope, kami beranjak menuju lokasi menara untuk wahana Extreme Flying Fox. Flying Fox dengan ketinggian yang bikin adrenalin terpacu kencang.

Kelima teman kami sudah siap di atas. Sementara yang lain kebagian mengabadikan pengalaman mereka via kamera.

Saya pernah uji adrenalin serupa di Sidomukti. Jadi kembali saya penasaran seperti apa rasanya uji adrenalin di D'Pongs.

Feeding Deer & House Ridding

Nggak hanya wahana permainan yang bisa pengunjung nikmati selama di D'Pongs. Kemarin saya dan teman-teman sempat berkunjung di beberapa kawasan wisata alam. 

Terdapat  kebun binatang mini yang berisi rusa. FYI, Rusa yang ada di sini awalnya cuma ada 2 ekor. Rusa ini pemberian dari bapak Jokowi, yang tadinya ada di Istana Bogor. Ternyata krasan juga menghuni di D'Pong hingga beranak pinak.

Saya dan teman-teman bisa memasuki area kandang dan berinteraksi langsung dengan memberi makan rusa. 

Lucunya adalah mulut Rusa itu mendongak ke arah kita. Matanya menatap si pemberi seakan-akan memohon untuk tidak berhenti menyuapinya. Hahahahaa. 

Dari takut-takut hingga penasaran, bikin kami berseru tiap kali makanan, yaitu potongan singkong berpindah dari tangan kami ke mulut rusa.

Sementara yang lain istirahat, Dini Lintang dan Diko nyoba berkuda. Dengan didampingi petugas yang setia di samping kuda, mereka berdua mengelilingi kasawan wisata alam.

Paintball


Wahana terakhir yang kami coba adalah Paintball. Arti sebenarnya adalah main perang-perangan. Huwaaa, kembali jadi anak kecil deh. Main sambit-sambitan pakai peluru biji-bijian. Hayoooo, siapa yang dulu sering main ini?!

D'Pongs memiliki koleksi senjata Paintball terbaik dan paling canggih di Jawa Tengah. Senjata seberat antara 2 kg itu memang terlihat keren di tangan kami, sang pemburu tangguh.😁

Kami juga mengenakan pakaian khusus agar nantinya kalo kena peluru yang ditembakkan, tidak mengenai baju secara langsung.

Ada satu stel atasan dan bawahan berwarna hitam. Dengan rompi pilihan warna biru dan merah. Jadi nantinya kami dibagi dua kelompok, tim biru dan tim merah. Kemudian kami juga mengenakan helm pengaman agar bagian muka tidak terkena peluru lawan.

Hati-hati ya kalo main Paintball, jangan sampai melukai teman satu tim, hihiii.

Makan Siang dan Relaksasi

Nggak terasa udah beberapa jam kami bermain di semua wahana yang ada. Perut lapar udah mengajak untuk makan siang. Karena waktu itu pengen makan yang mengenyangkan, saya pun memilih nasi goreng. Porsi nasinya banyak dan bikin kenyang.

Kemarin saya sempat nyoba minuman yang merupakan produksi dari D'Pongs. Minuman yang ditawarkan ada beragam. Kalian bisa nyoba dan pilih sendiri ya. Ada rasa Choco Mint, Red Velvet, Chocolate, dan Green Tea. 



Saya langsung tertarik pengen nyicipi rasa Red Velvet. Ternyata setelah saya buka dan cicipi sedikit, ada rasa manis yang menyegarkan.  Luruh sudah lelah dan haus usai nyoba wahana bareng teman-teman. 

Bener deh, nyoba wahan permainan itu nggak terasa ketika tengah berlangsung. Yang ada adalah teriakan dan tertawa yang tak henti meluncur dari mulut kami. Tentu saja setelah itu tenggorokan jadi haus. Jadi minuman original milik D'Pongs ini cocok dijadikan penutup kegiatan selama eksplore di sana.

Jarum jam menunjuk pukul setengah lima sore. Ingatan tentang rumah yang kami tinggalkan seharian, memanggil pulang.

Rasa puas telah menikmati me time bareng teman-teman, mampu mengusir kejenuhan karena rutinitas pekerjaan. Pelayanan pegawan dan seluruh staf di D'Pongs sangat memuaskan kami. 

Bersenang-senang di D'Pongs sepertinya menjadi salah satu kegiatan yang bisa kalian coba bila sedang di Semarang. Datang yuk, dan coba langsung ya, Sahabat. Wassalamualaikum.  
Reading Time: