My Mind - Untaian Kata Untuk Berbagi: Fintech Lending
Tampilkan postingan dengan label Fintech Lending. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fintech Lending. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Juni 2021

Bisnis Renovasi Rumah Tetap Berjalan Meski Pandemi
Juni 10, 2021 20 Comments

Assalamualaikum Sobat. Menjadi pekerja mandiri sudah digeluti suami saya sejak tahun 2001. Suka duka yang menjadi pengalaman hidup tentu saja banyak. Saya cerita sisi duka terlebih dulu aja. Mulai dari modal kecil dan terbatas, tagihan yang kadang tidak tepat waktu, biaya tak terduga yang bikin kepala pening, dan lainnya.


Kalo dukanya bikin kepala pening, mengapa masih senang aja menjadi pekerja mandiri? Mengapa nggak menjadi karyawan lagi, kan enak menerima gaji bulanan rutin?


Nah itu lah, ternyata di antara sekian duka yang udah kami nikmati, lebih banyak sukanya. Yang pertama tentu saja kalo keuntungan bersih bisa menambah pundi-pundi tabungan. Dari tabungan ini bisa mengantarkan kami berdua berangkat menunaikan ibadah haji tahun 2014. 


Kesukaan yang lain adalah kami adalah bos yang bisa mengatur waktu kerja sesuai kebutuhan. Sebagai makhluk sosial tentu saja sesekali kehadiran kami dibutuhkan oleh keluarga. Menyambung silaturahmi ketika ada keluarga yang memiliki hajat, atau takziyah, dan lainnya. 


Bahkan kami bisa memilih liburan ketika orang lain tengah bekerja di kantor. Ini nih yang paling saya dan suami sukai karena bisa menentukan libur kapan aja tanpa memikirkan cuti. Jadi di tempat wisata kami bisa menikmati suasana dalam keadaan tak begitu ramai. Beda kan ya kalo weekend atau long weekend yang biasanya banyak pengunjung.




Bisnis yang menjadi bidang kerja suami memang udah panjang usianya. Namun juga belum berkembang besar karena suami lebih mengutamakan model kerja layaknya sahabat baik. Salah satu caranya adalah menjaga silaturahmi dengan klien. Jadi semua urusan pekerjaan ditangani langsung. Ada yang tidak beres pun dicarikan solusinya oleh suami. Dari sini dia memiliki pengalaman yang kaya yang sebenarnya ingin diwariskan pada anak-anak. Dan si sulung udah mulai belajar dengan terjun langsung menjadi asisten ayahnya.


Beberapa Hal Yang Menjadi Pelajaran Bila Ingin Bisnis Berjalan Lancar :


1. Visi dan Misi Yang Jelas

Ketika kamu memulai bisnis, buat rencana bisnis yang fleksibel dan selalu berinovasi. Siapkan visi dan misi yang jelas tentang bidang usaha yang akan kamu rintis.


2. Mempunyai Catatan

Meski teknologi bisa menjadikan gawai sebagai penyimpan semua data kita. Tak ada salahnya memiliki buku agenda untuk mencatat detil usaha. Catat aja semua hal dari yang penting sampai hal remeh. Dari modal, biaya operasional awal, sampai calon klien potensial yang akan dijaring.


3. Fokus Pada Satu Bisnis

Saat memulai usaha, tetapkan niat untuk hanya pada satu bidang usaha. Seperti suami yang memiliki usaha renovasi dan membangun gedung sejak awal. Dia sempat tergoda menyalurkan keuntungan bisnis pertama untuk memulai bisnis kedua.

Fokusnya terbagi, keuangan pun jadi terpecah. Dan akhirnya bisnis kedua enggak berjalan lancar karena tidak dipegang langsung olehnya. Jadi pastkan dulu bisnis pertama ini stabil baik dari segi modal, SDM, juga kebutuhan lainnya.


4. Pilih Bisnis Yang Kita Kuasai

Ini penting banget kalo ingin bisnis berjalan lancar. Suami sebenarnya bukan lulusan Teknik Sipil. Namun dia sudah memiliki pengalaman bekerja di sebuah perusahaan konstruksi selama 14 tahun saat memulai bisnisnya. Dia banyak belajar selama menjadi karyawan, dari mulai staf paling bawah hingga meningkat jadi kepala bagian. 

Relasinya juga udah banyak, enggak hanya buruh, tapi juga toko material, dan penyuplai untuk usaha renovasi rumah. 


5. Bekerja Dengan Jujur


Ini merupakan modal kerja yang bisa menjadi berkah tersendiri. Ketika mengerjakan proyek renovasi rumah, jujur menjelaskan sejak awal adalah keharusan. Ibaratnya ribut di awal sebelum proyek pekerjaan dimulai. Karena biasanya orang membangun atau merenovasi rumahnya, bakal menemukan keinginan baru. Apabila tidak mengubah budget yang udah ada direncanakan sih nggak masalah. Namun kalo perkembangan pekerjaan meminta tambahan dan tidak ada dalam SOW, tentu saja harus menambah anggaran. Kadang hal ini bisa menyulut pertikaian bila tidak diungkapkan sedari awal.


6. Pekerjaan Tepat Sesuai Jadwal

Klien tentu senang dan puas bila pekerjaan yang dilaksanakan bisa berjalan sesuai jadwal yang disepakati. Tentu saja pekerjaan ini harus sesuai yang ada dalam perencanaan. Bila ada pengubahan bentuk, penambahan bangunan yang tidak ada dalam SOW, ya pasti akan ada pengunduran jadwal penyelesaian. Biasanya klien juga mengerti bila terjadi hal seperti ini.


7. Perlakukan Klien Sebagai Raja

Klien adalah majikan kita hingga pekerjaan renovasi rumah selesai dan diserahterimakan. Ada juga perawatan setelah serah terima. Biasanya berupa perbaikan kecil karena kerusakan yang muncul kemudian. Bisnis renovasi rumah ini merupakan jasa. Jadi memperlakukan klien dengan baik, jujur, mewujudkan permintaannya bisa menuai hal positif. 

Suami sering menerima pekerjaan renovasi atau membangun gedung dari orang yang sama. Atau direkomendasikan pada teman, kerabat, atau tetangganya. Tentu ini jadi berkah karena menunjukkan pekerjaan sebelumnya telah memuaskan klien.


8. Siap Menerima Kritikan

Untuk mampu bertahan hingga jangka waktu lama dalam bisnis ini, suami terbuka menerima kritikan atau saran dari klien. Meski ada hal tidak cocok, tapi karena merupakan permintaan klien, ya udah dituruti aja. Yang penting pekerjaan itu tidak membahayakan pekerja atau melanggar hukum.


9. Siapkan Modal Usaha

Saat awal memulai bisnis renovasi ini, suami mengambil dana dari tabungan kami. Dulu dia mendapat pekerjaan renovasi di Mall Ciputra. Pengerjaan mengganti lantai keramik yang harus dikerjakan ketika mall udah tutup. Saat itu dia masih bekerja di perusahaan konstruksi. Karena dilakukan saat malam hari, tentu nggak mengganggu jam kerjanya. Modal renovasi ini nggak begitu banyak. Masih bisa ngambil dari tabungan kami.

Namun seiring dengan makin banyaknya proyek pekerjaan yang suami terima, tentu saja membutuhkan modal yang tidak sedikit. Apalagi kalo mendapat pekerjaan proyek kerjasama dengan pemerintah. Wah suami harus menyiapkan dana yang tidak sedikit. 



Biasanya suami mengajak patungan dengan temannya yang memiliki dana di bank. Daripada disimpan di tabungan dan mendapatkan bunga kecil, mending diinvestasikan untuk proyek pekerjaan. Nantinya suami akan menghitung prosentasi dari total modal yang disetorkan untuk perhitungan pembagian keuntungan.


Namun bisa juga suami menggunakan modal sendiri kalo dianggap mampu memenuhi biaya operasional pekerjaan. Biasanya ini dilakukan untuk pengerjaan yang membutuhkan waktu singkat. Otomatis pembayarannya juga nggak butuh waktu lama. Tagihan bisa langsung cair dan masuk rekening usaha.


Nah kadang proyek seperti ini bisa juga mundur pembayarannya. Ini yang kadang bikin pusing kami pengusaha bermodal kecil. Karena modal itu harus terus berputar untuk pengerjaan proyek berikutnya. Bila pembayaran klien tidak tepat sesuai janji, bisa mengganggu proyek berikutnya. Akhirnya suami pun mencari modal dari pinjaman sebuah lembaga keuangan. Karena kebutuhan material proyek bisa mendadak harus dipenuhi. Kan rugi kalo pekerja di lapangan nganggur gara-gara material kosong.


Tips Memilih Pinjaman Online Yang Terbaik :



Saat ini banyak platform pinjaman online yang menawarkan kemudahan dalam genggaman. Artinya adalah dengan modal gawai dan data internet, setiap orang bisa menikmati fasilitas pinjaman sesuai kebutuhannya.


Karena itu sebelum menentukan pilihan pinjaman online, pastikan yang terbaik dan bisa dipercaya yang jadi pilihan. Syaratnya antara lain :


- Terdaftar di OJK

Sebelum kamu download, pilih dan cek terlebih dahulu Aplikasi Pinjaman yang dah terdaftar di OJK. Perusahaan aplikasi pinjaman online yang resmi terdaftar di OJK akan mentaati peraturan yang berlaku. Mulai dari cara penagihan, besarnya suku bunga, dan menjamin keamanan data nasabah.


Sementara perusahaan pinjaman online yang tidak terdaftar di OJK, atau disebut juga ilegal. Biasanya berani melanggar aturan OJK. Ciri-cirinya adalah melakukan ancaman pada nasabah saat menagih.


- Pastikan Bunga dan Biaya Transparan

Sebelum mengajukan pinjaman, cek terlebih dulu besaran bunga yang ditetapkan. OJK menetapkan bahwa perusahaan fintech hanya boleh menentukan bunga tidak boleh lebih dari 0,8 % per hari. Jadi kalo kamu melihat bunga di pinjaman online sebesar 1% perhari, jangan dipilih.


- Pelajari Biaya Yang Dikenakan Saat Meminjam

Biasanya nasabah juga dikenakan biaya selain bunga pinjaman. Masing-masing fintech memiliki keijakan sendiri untuk penentuan besaran biaya. Biaya yang dimaksud adalah biaya administrasi dan biaya keterlambatan. Pinjaman online yang aman dan terpercaya akan menjelaskan secara detil biaya yang ada.


- Pahami Resiko Bila Telambat Membayar Cicilan

Saat kita meminjam, kadang nggak tahu dengan kondisi keuangan pada bulan berikutnya. Namanya berhutang, bila tidak tepat waktu pembayaran tentu akan ditagih. Perhatikan tanggal jatuh tempo, dan denda yang harus dibayar. Pinjaman online yang terpercaya adalah yang melakukan penagihan dengan poses sesuai aturan OJK. 


Tentunya kamu tidak ingin pembayaran pinjaman tersendat hingga menjadi catatan tersendiri yang akan mempengaruhi status kredi di BI. Kadang kamu nggak pernah tahu kapan membutuhkan uang untuk modal usaha atau untuk membayar semesteran kuliah anak. Jejak kredit yang bagus akan membuat kamu mudah untuk melakukan pinjaman lagi.


Saat ini salah satu pinjaman online langsung cair dalam hitungan menit adalah Tunaiku. Tunaiku merupakan teknologi finansial atau Fintech pertama di Indonesia yang bergerak menyediakan pinjaman uang online tanpa agunan. Dengan dukungan teknologi dan data analitik yang canggih, Tunaiku mampu melayani nasabah dengan sangat cepat selama 24 jam dan persyaratan yang mudah.


Tunaiku merupakan produk digital pinjaman tanpa agunan dari PT. Bank Amar Indonesia Tbk yang dimilii oleh perusahaan multinasional bernama TOLARAM. Perusahaan ini telah berdiri lebih dari 60 tahun dengan pengalaman yang banyak. TOLARAM bergerak di berbagai bidang bisnis antara lain barang kebutuhan sehari-hari, pelayanan digital, energi, dan infrakstuktur yang tersebar di Afrika, Eropa, dan Asia dengan kantor pusat yang terletak di Singapura.



Banyak testimoni dari pelanggan yang memilih pengajuan pinjaman di Tunaiku karena praktis, cukup dengan KTP, tidak memerlukan NPWP dan kartu kredit. Pengisian formulir pengajuan online hanya membutuhkan waktu 10 menit. Untuk jumlah pinjaman juga bisa menyesuaikan kebutuhan. Jumlahnya bisa mencapai 20 juta dengan jangka waktu cicilan yang panjang hingga 20 bulan. Tunaiku juga aman dan transparan tanpa biaya tersembunyi.


Penghargaan yang telah diraih oleh Tunaiku - Amarbank :




Indonesia's Most Popular Digital Financial Brands Award 2020, Top SME Lender 2020 dari Infobank, Top Digital Awards 2020 dari It Works, dan Award Best Bank 2020 dari Majalah Investor Reffrensi Investasi.


Nah udah cukup panjang ya cerita pengalaman suami membangun bisnis renovasi dan membangun rumah atau gedung. Tidak setiap usaha bisa berkembang tanpa mengalami kesulitan. Namun bisnis yang tetap berdiri dan berjalan adalah usaha yang tak kenal lelah dilakukan dengan kejujuran dan ketekunan. Semoga bermanfaat ya. Wassalamualaikum.

Reading Time:

Selasa, 17 September 2019

Tips Pinjam Uang 30 Juta Aman di Pinjaman Online Masa Kini
September 17, 2019 2 Comments

Tips Pinjam Uang 30 Juta Aman di Pinjaman Online Masa Kini


Assalamualaikum Sahabat. Dunia digital telah mempengaruhi pola pikir dan perilaku masyarakat di era milenial. Bayangkan ketika dahulu berangkat kerja, dompet ketinggalan. Pasti pengen langsung balik ke rumah untuk mengambil dompet. Gimana mau beli makan siang kalo nggak bawa duit di dompet. 

Namun saat ini semua bisa dilakukan semudah menjentikkan jari. Cukup dengan membawa smartphone, bisa belanja apapun dengan tenang dan nyaman. Giliran smartphone yang kudu dijaga agar jangan sampai ketinggalan di rumah. 


Kemudahan melakukan transaksi keuangan dan perbankan saat ini sudah melibatkan teknologi canggih. Mulai dari menabung, melakukan penarikan uang tunai, transfer, pinjam uang 30 juta atau nominal lainnya, dan lain-lain. Semuanya tak lagi harus melibatkan komunikasi tatap muka dengan pihak bank atau lembaga keuangan tersebut. 

Cara online yang memanfaatkan gadget dan koneksi internet sudah bisa membantu kita melakukan hampir seluruh transaksi-transaksi tersebut.

Untuk pinjam uang 30 juta, para calon kreditur saat ini sudah bisa mengajukan dengan mudah lewat layanan pinjaman online. Sebab, layanan pinjaman online ini hanya membutuhkan data dan identitas diri calon kreditur. Serta dokumen pendukung yang dikirim via online, sebagai bahan pertimbangan apakah seseorang layak untuk mendapatkan pinjaman tersebut. 

Meskipun sangat mudah, ada beberapa tips agar rencana pengajuan pinjam uang 30 juta atau nominal lainnya di penyedia pinjaman online tidak menjadi masalah kredit macet di kemudian hari.

Pahami Kondisi Keuangan


Berbagai kebutuhan memang terkadang tidak bisa kita cukupi dengan pembayarn di muka. Oleh karenanya kredit diperlukan. Sebelum mengajukan pinjam uang 30 juta, anda harus memperkirakan kesanggupan bayar. Hal itu bisa dianalisa dengan memahami kondisi keuangan anda saat ini dan sepanjang masa pembayaran hutang nanti. Ini harus dilakukan terutama untuk anda yang tidak memiliki penghasilan tetap per bulannya.

Ajukan Sesuai Kebutuhan

Saat mengajukan pinjaman, mungkin ada saja godaan dari penawaran lain, untuk mengambil jumlah pinjaman menjadi lebih besar daripada yang anda ingin ajukan sebelumnya. Namun, anda sebaiknya memerhatikan kebutuhan anda. Dengan perhitungan matang, pinjam uang 30 juta baru dapat diajukan jika memang nilai tersebut sesuai dengan kebutuhan.


Cari Tahu Produk Pinjaman yang Meringankan

Produk pinjaman dari berbagai bank dan lembaga keuagan lainnya sangat banyak tersedia. Untuk itu, bandingkan dan pilihlah yang paling menguntungkan untuk anda. Seperti suku bunga yang rendah serta masa tenor yang sesuai, agar pinjam uang 30 juta tidak terlalu membebankan anda sendiri.

Pinjam Uang 30 Juta di CekAja.com

Ada banyak bentuk penyedia pinjaman online yang tersedia. Mulai dari kartu kredit online melalui aplikasi, pegadaian online, maupun pinjaman uang tunai via online yang disediakan oleh perusahaan financial technology (fintech). Pinjam uang 30 juta bisa anda ajukan di perusahaan fintech yang aman dan terpercaya karena sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Salah satunya seperti CekAja.com.

CekAja.com memberikan pilihan produk finansial dan asuransi secara cepat, mudah, dan singkat. Anda bisa membandingkan produk pinjaman dari berbagai bank yang sesuai, dengan suku bunga rendah dan masa tenor yang beragam. Pinjam uang 30 juta bisa di ajukan dengan memilih Kredit Tanpa Agunan (KTA). 


Syarat umum untuk mengajukan pinjaman online ini adalah dengan melampirkan dokumen-dokumen berikut:
· Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP)
· Fotokopi Kartu Keluarga (KK)
· Fotokopi BPKB kendaraan (optional)
· Fotokopi Kartu Kredit (opsional)
· Slip gaji

Dengan KTA, anda bisa mendapatkan dana segar tanpa harus menjaminkan harta atau aset tertentu untuk berbagai kebutuhan. Namun, jika anda ingin mengajukan pinjam uang 30 juta untuk kebutuhan kuliah anak di luar negeri, anda bisa membaca cara cepat mendapatkannya di link artikel berikut ini:

https://www.cekaja.com/kredit/news/147748-cara-cepat-pinjam-uang-rp30-juta-untuk-biaya-kuliah-anak-di-luar-negeri.html 

Kalo menurut saya pinjaman itu harus menjadi sebuah keputusan yang tepat. Seperti untuk penambahan modal usaha, yang benar-benar membutuhkan suntikan dana. Pinjaman untuk biaya kuliah anak ini memang banyak yang melakukannya. Karena gimana pun kuliah itu kayak investasi ilmu. Dan penting banget menjadi modal anak-anak kelak. Wassalamualaikum.
Reading Time:

Jumat, 26 April 2019

 Ngobrol Tempo : Bijak Memilih Fintech Untuk Mendukung UMKM
April 26, 2019 37 Comments

Bijak Memilih Fintech Untuk Mendukung UMKM

Ngobrol Tempo tentang Fintech

Assalamualaikum Sahabat. Hari Rabu tanggal 24 April, saya berkesempatan hadir dalam acara #NgobrolTempo dengan tema Manfaat Ekonomi Fintech Lending. Katanya tak kenal maka tak sayang.

Beberapa bulan ini saya membaca di linimasa media sosial, tentang curhatan beberapa teman yang mendapat telpon atau email dari fintech. Mereka dihubungi untuk dimintai pertanggungjawaban karena dalam lingkar pergaulan, ada teman mereka yang memiliki pinjaman tak terbayar di fintech ini.

Lucu banget kan ya, ketika ada teman yang berhutang dan kita ikut ditagih gitu. Berasa kita yang punya hutang, dong.

Nah, waktu itu reaksi saya adalah, kok bisa sih fintech ini mendapatkan data teman-temannya yang punya hutang? Apalagi teman yang berhutang ini juga nggak memberikan data temannya pada fintech.

Jadi saat hadir dalam acara #NgobrolTempo, saya jadi ngerti kalo fintech itu ada aturan mainnya. 

Opening Speech Manfaat Ekonomi Fintech Lending

Bapak Indra Yuheri, Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan Kantor Regional 3 Jateng &  DIY, mengungkapkan dalam sambutannya, bahwa ada banyak kendala dialami oleh UMKM tentang modal usaha.

Beberapa di antara masalah yang muncul adalah jenis usaha UMKM ini tidak bankable. Dan juga diperlukannya jaminan saat melakukan peminjaman untuk modal usaha. Nah akhirnya mereka ini meminjam kepada tengkulak yang mamatok bunga sampai 300%. Ngeri ya bunga segitu bisa mematikan usaha UMKM itu sendiri.

Ngobrol Tempo tentang Fintech

Keynote speech berikutnya adalah Bapak Yudi Mardiana, Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Semarang yang mewakili Wali Kota Semarang. Dalam kata sambutan walikota yang dibacakan oleh Bapak Yudi:
Pemerintah telah bertekad untuk ramah pada perkembangan teknologi. Dukungan ini dengan tersedianya 2.300 titik free wifi dan 148 sistem e-government. 
Bahkan Pemerintah Kota Semarang juga bekerja sama dengan berbagai perusahaan fintech untuk meningkatkan kesejahteraan warganya.
Seperti program pembayaran ongkos bus Trans Semarang udah menggunakan aplikasi Gopay. Dan perlu kalian tahu, pendapatannya udah mencapai 1,5 milyar. Keren yak!

Fintech Lending Membantu UMKM Mengembangkan Usaha

Fintech lending adalah penyelenggaran layanan jasa keuangan yang mempertemukan pemberi pinjaman (lender) dengan penerima pinjaman secara online.

Tidak seperti lembaga keuangan konvensional yang harus bertemu langsung, proses fintech lending ini bekerja lebih mudah dan cepat. 

Pada siang hari itu #NgobrolTempo terlibat dalam tema yang menari. Fintech lending ini tengah marak di masyarakat milenial. Hadir siang hari itu beberapa peserta dari aktivis kampus, blogger Gandjel Rel, media, dan pemilik UMKM di wilayah Kota Semarang.


Ngobrol Tempo tentang Fintech

Dalam diskusi yang menarik perhatian peserta, ada tiga pembicara. Yang pertama adalah Ibu Rati Connie Foda, Deputi Direktur Perizinan dan Pengawasan Fintech OJK. Dalam uraiannya, Ibu Connie menjelaskan bagaimana OJK menangani permasalahan terhadap begitu banyaknya kasus keuangan. 

Ada batasan yang diberlakukan pada fintech, seperti tidak diijinkan untuk mengakses data milik peminjam. Nah di sini lah perbedaan fintech dengan lembaga keuangan konvensional. Fintech itu memiliki keterbatasan hanya bisa mengakses lokasi, foto, dan microphone (berbicara) dengan nasabahnya.

Sebagai nasabah, mereka diharapkan cerdas saat memilih fintech. Karena ada ratusan fintech dan yang terdaftar legal di OJK hanya 106. Dan 102 di antaranya berada di Jabodetabek. Sedangkan ada sekitar 200an perusahaan fintech yang masih ilegal.

Meski pemerintah sudah melakukan pencekalan. Namun mereka lihai dan muncul lagi dengan nama yang beda. Masyarakat diharapkan cek dulu fintech mana aja yang udah legal di website OJK.

Dari pengalaman selama ini, ada penjelasan dari Ibu Connie bahwa fintech yang tidak terdaftar ini lah yang sering melakukan pelanggaran. 

Nah, ada empat jenis fintech di Indonesia. Di antaranya adalah :
  • Fintech yang memberikan pelayanan pembayaran
  • Fintech yang bertindak sebagai pengumpul data dan membantu pengguna mengambil keputusan dalam hal pendanaan
  • Fintech yang memberikan layanan robot advisor
  • Fintech peer to peer lending, yaitu yang mempertemukan pendana dan peminjam
Contoh fintech yang nomer empat ini lah yang menjadi sorotan masyarakat. Makanya kalian mesti perhatian dalam memilih fintech legal agar tidak kena kasus seperti yang marak dibicarakan.

Beberapa Fintech di Indonesia : 

Menurut Ibu Connie, ada dua jenis fintech lending. Yaitu :

- Fintech ekosistem tertutup

Khusus untuk pihak tertentu, seperti Tokomodal yang memberikan fasilitas pinjaman bagi warung binaan Alfarmart yang dimanfaatkan untuk meningkatkan penjualannya. Ada program yang diarahkan dengan memberikan bantuan berupa barang yang lebih banyak dan lebih variatif agar omzet meningkat. Dan untuk pembayarannya, warung binaan ini membayar setelah barang laku.

- Fintech ekosistem terbuka

Fintech ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas untuk mendapatkan pendanaan sesuai kebutuhannya. Nah seperti yang udah disebutkan sebelumnya, Ibu Connie berharap masyarakat waspada saat memilih fintech yang terdaftar di OJK.

Fungsi OJK ke dapannya nanti adalah bisa mendorong fintech yang mampu menciptakan dampak positif. Caranya dengan memberikan kontribusi yang lebih besar pada masyarakat.

Pembicara kedua ada Ibu Litani Satyawati, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang. Ibunya pemilik UMKM di Semarang yang ternyata menjadi pembicara favorit siang hari itu. Beliau menyapa dengan keramahan dan hangat, terutama pada ibu-ibu pemilik UMKM yang hadir sebagai peserta #NgobrolTempo.

Dalam kesempatan ngobrol, Ibu Litani mengajak pemilik UMKM untuk mengenal istilah yang ada di dalam fintech. UMKM harus cerdas karena semua transaksi saat ini menggunakan sistem digital. Semua pembayaran banyak yang udah mulai menggunakan e-money atau cashless. Jadi mereka harus memilki akses internet dan tentunya gawai.

Karena sekarang cukup dengan memiliki gawai, semua akses pembayaran dan informasi bisa dijangkau. Seperti yang diungkapkan oleh Ibu Litani, bahwa saat ini semua hal dilakukan sejauh jangkauan gawai yang dimiliki oleh setiap orang.

- Mengenal AMARTHA, Fintech Yang Menyasar Peminjam Pinggiran Kota 

Pembicara ketiga ada Mas Andi Taufan, CEO AMARTHA, merupakan jenis fintech P2P lending. Nah kalo AMARTHA ini menyasar pendanaan pada perajin UMKM dan petani di pinggiran kota. 

Siang itu diputar pula video yang mengisahkan agen AMARTHA saat melakukan survey ataupun pengenalan jasanya hingga pelosok desa. 


Ngobrol Tempo tentang Fintech

Peserta yang hadir begitu serius menyimak video serta pembicaraan yang menarik tentang fintech lending.

Mas Andi menjelaskan bahwa AMARTHA selalu melakukan penilaian usaha sebelum memberikan pinjaman dana. Agen ini sungguh merupakan perpanjangan tangan yang menguntungkan kedua belah pihak. Sebagai bagi hasil, nantinya ada bunga yang diberikan untuk pendana dan agen mendapatkan komisi.

Dan di AMARTHA karena kebanyakan merupakan petani atau peternak, dilakukan unit kelompok. Jadi tiap kelompok akan mendapatkan pinjaman dana dalam satu waktu, misal 1 tahun dengan jumlah dana maksimal 3 juta sampai 14 juta rupiah.

Amartha juga menyesuaikan cash flow peminjam untuk mengurangi kemungkinan peminjam tak mampu membayar. Kredit macet ini biasa terjadi karena namanya usaha, bisa karena hasil pertanian yang kurang berhasil.

Dalam hal ini AMARTHA bekerja sama dengan perusahaan asuransi. Sehingga jika peminjam meninggal atau bangkrut, uang pokok milik pendana tidak hilang. Besarnya asuransi biasanya sekitar 70 % dari pokok pinjaman.

Nah kehadiran fintech lending selama dua tahun terakhir memberikan banyak manfaat. Di antaranya adalah menyerap tenaga kerja sebesar 215.433 orang.  Menstimulasi pertumbuhan perbankan, perusahaan pembiayaan, dan ICT. Meningkatkan penyaluran kredit khususnya ke sektor UMKM, menambah GDB sebesar 25,97 triliun. Serta menambah pendapatan masyarakat (pekerja fintech lending) berupa upah dan gaji sebesar 4,56 triliun.



Menarik loh ngobrol bareng Tempo sampai ada begitu banyak yang bertanya saat sesi tanya jawab. Saya senang bisa menuliskan hasil dari sharing tentang finctech lending ini. Semoga menjadi manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan pendanaan ataupun pemilik modal yang ingin investasi. 


Ngobrol Tempo tentang Fintech
pict by  @Marasoo

Sampai jumpa dalam sharing keuangan berikutnya, sahabat. Wassalamualaikum.
Reading Time: