My Mind - Untaian Kata Untuk Berbagi: Sun Life
Tampilkan postingan dengan label Sun Life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sun Life. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Oktober 2018

Menjadi Peserta Asuransi Sambil Berwakaf dan Investasi, Bagaimana Caranya?
Oktober 24, 2018 76 Comments

Assalamualaikum Sahabat. Menjadi Peserta Asuransi Sambil Berwakaf dan Investasi, Bagaimana Caranya? Ada kok caranya, dan ternyata cukup mudah. Nggak perlu punya tanah luas atau bangunan megah kalo ingin berwakaf.

Senin tanggal 22 Oktober 2018, saya bersama beberapa teman blogger kopdar dan mendengarkan sharing tentang Fasilitas penyaluran wakaf sambil berasuransi dan investasi.


Sebelum mulai acara, mba Megi selaku MC acara siang hari itu mengajak blogger dan tamu undangan untuk menikmati cemilan dan makan siang. Ada juga sebagian yang menjalankan shalat Dhuhur dulu. Saya sih berangkat abis shalat Dhuhur karena lokasi rumah dekat dengan Rosti Cafe.


Picture atas diambil dari Ig story Koko

Beda Wakaf dan Sedekah atau Infaq

Sesi berikutnya adalah sharing dari Bapak Norman Nugraha selaku Chief of Sharia Business Sun Life. 

Pertanyaan seperti di kuisioner pun dilontarkan oleh Bapak Norman. Adakah yang tahu artinya Wakaf? Terutama berwakaf dengan asuransi syariah?

Kayaknya sebagian peserta yang hadir pasti tahu artinya wakaf. Berbeda dengan Sedekah atau Infaq. Masing-masing tuh punya aturan sendiri.



Yang masih belum tahu arti Wakaf, saya tulis deh di sini.

Wakaf adalah sebuah kebajikan yang dilakukan oleh muslim melalui hartanya dengan menyerahkannya pada badan pengelola dana wakaf yang dinamakan Nazhir. Wakaf ini bertujuan memberikan manfaat bagi umat. 

Pahala dari wakaf akan mengalir terus selama harta atau benda yang diwakafkan terus mengasilkan manfaat meskipun orang yang mewakafkan sudah meninggal.

Yang bingung apa bedanya Wakaf, Sedekah, Infaq, dan Zakat, bisa baca dalam artikel berikut ini :


    
Selama ini kita tahunya wakaf itu berwujud tanah yang kemudian dijadikan masjid atau sekolah. Trus kalo yang punya duit aja gimana dong, masa nggak bisa ikutan wakaf?

Kalo yang saya ketahui, setiap muslim bisa kok ikut wakaf meski dia tidak punya aset berupa tanah. Seperti di kediaman saya, setiap warga yang muslim diberikan kesempatan untuk ikut wakaf dengan harta yang dimilikinya. 

Misalnya bapak A cuma bisa menyisihkan duit penghasilannya tiap bulan sebesar seribu rupiah. Dia bisa ikut wakaf dengan menyetorkan pada masjid di lingkungan perumahan kami yang sedang dalam proses pembangunan.

Oiya, bapak A ini tidak langsung menyetorkan duitnya ke nazhir masjid di perumahan kami. Namun oleh pengurus RT, dana tiap kepala keluarga yang muslim dihimpun. Dari dana yang terkumpul itu disetorkan ke nazhir masjid untuk dijadikan penerimaan harta wakaf untuk pembangunan masjid.

Suatu ketika bapak A meninggal, beliau sudah tercatat sebagai salah seorang pemberi wakaf melalui sejumlah duit yang dimilikinya.

Sebagai negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam, potensi wakaf di Indonesia bisa mencapai angka 180 triliun rupiah. 

Namun pada tahun 2017, total penghimpunan dana wakaf baru mencapai 400 milyar rupiah. 

Padahal bila dikumpulkan dan dikelola dengan baik, obyek wakaf dapat dimanfaatkan sebagai investasi strategis dalam upaya menghapuskan kemiskinan. Juga bisa untuk menangani ketertinggalan di bidang ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan.

Hal ini disebabkan karena masyarakat menganggap bahwa wakaf hanya terbatas pada tanah atau bangunan. Yang tidak punya tanah atau bangunan, tidak bisa ikut wakaf.

Karena hal itu pula, badan wakaf di lingkungan perumahan kami menepis anggapan yang salah dengan mengoptimalkan perolehan wakaf dari masyarakat di lingkungan kami.

Mengenal Sun Life Financial Indonesia

Bapak Norman sempat melontarkan pertanyaan apakah kami memiliki polis asuransi?



Suasana hening pun tercipta. Bapak Norman terlihat takjub karena yang hadir tak satu pun menjadi peserta asuransi.

"Coba yang perempuan dan sudah menikah ini, masa iya suami kalian nggak punya asuransi pertanggungan?"

Ehemm, suami saya memang dari dulu tidak percaya dengan asuransi jiwa. Karena saya pernah ikut dan ketika tidak mampu meneruskan angsuran rutin, kepesertaan saya pun hangus.

Namun suami mengikutsertakan anak-anak dengan tabungan pendidikan. Jadi misalnya suami meninggal -naudzubillah mindzalik- ada pertanggungan untuk biaya pendidikan anak-anak.

Bapak Norman pun bercerita sebagai seorang ayah dari anak perempuan, kelak beliau akan menanyakan pada calon menantunya, apakah dia punya polis asuransi?

Maksudnya adalah sebagai bapak, beliau akan lega melepaskan putrinya pada calon suaminya yang peduli dengan menjadi peserta asuransi. 

Sun Life Financial merupakan perusahaan penyedia jasa keuangan internasional. Menyediakan beragam produk asuransi serta solusi pengelolaan kekayaan dan aset, baik individu maupun korporasi.

Sun Life Financial beroperasi di sejumlah pasar utama di seluruh dunia. Yaitu Kanada, Amerika Serikat, Inggris, Irlandia, HOng Kong, Filipina, Jepang, Indonesia, India, Cina, Australia, Singapuran, Vietnam, Malaysia, dan Bermuda.

Hingga tanggal 30 Juni 2017, total aset yang dikelola sebesar CDN 944 miliar. Asuransi yang bermarkas di Kanada ini juga telah memenangkan berbagai penghargaan bergengsi.

Asuransi Sambil Ikut Berwakaf, Emang Ada? 

Tadi sebelum sesi sharing oleh Bapak Norman, kami sempat melihat tayangan Sitkom Keluarga Surya Episode kedua. Di situ Ibu Mentari berdalih bahwa selama ini tiap hari Jumat, Ayah Surya sudah mengisi kotak amal.

"Bukankah itu wakaf namanya?"
"Itu infaq, Bu" jelas Ayah.

Tayangan Sitkom Keluarga Surya ini juga memperlihatkan percakapan agak serius tentang asuransi jiwa. Ibu Mentari mengusulkan Ayah Surya ikut asuransi jiwa. Agar ketika ayah meninggal, udah ada harta yang diwariskan untuk keluarga.

Hidup kita itu nggak ada yang tahu sampai kapan. Banyak orang berusia muda sudah meninggal dengan anak yang masih kecil.

Kembali pada potensi wakaf di Indonesia, Sun Life Financial ingin menghimpun dana dari masyarakat sambil berasuransi.

Sun Life memiliki gagasan dengan memberikan fitur wakaf bagi pemegang polis syariah. Hingga akhirnya Sun Life meminta dukungan karena sebagai satu-satunya asuransi syariah yang belum memiliki kompetitor untuk menghimpun dana wakaf melalui berasuransi. Yaitu dengan meminta Dewan Syariah Nasonal MUI memberikan fatwa untuk pengaturan wakaf.

Eh sebentar deh, Sun Life kan basisnya di Kanada? Mengapa sampai memikirkan dan mengurusi ekonomi syariah?

Intinya sih ekonomi syariah tidak hanya diperuntukkan pada keyakinan tertentu. Karena ternyata asuransi syariah yang selama ini berjalan pun, pesertanya universal.

Sun Life membentuk divisi keagenan baru yang diperuntukkan khusus untuk syariah. Karena menurut aturannya harus berdiri sendiri dengan unit link khusus, menghadirkan inovasi produk yang dilengkapi dengan manfaat wakaf. Tujuannya memungkinkan bagi nasabah merencanakan keuangan masa depan sekaligus berwakaf di saat yang bersamaan.

Nah, akhirnya fatwa yang diminta terbit. Fatwa Dewan Syariah Nasional MUI : no. 106/DSN-MUI/X/2016 tentang Wakaf Manfaat Asuransi dan Manfaat Investasi pada Asuransi Jiwa Syariah.

Sesuai Fatwa DSN MUI, Wakaf melalui Asuransi Syariah Sun Life adalah :

- Manfaat Asuransi yang bisa diwakafkan sebatas 45 % dari santunan asuransi
- Manfaat Investasi yang bisa diwakafkan sebatas 30% dari polisnya
Alasannya adalah nilai maksimal dari manfaat asuransi dan investasi harus tetap dapat dinikmati oleh ahli waris.


Sun Life bekerja sama dengan lembaga pengelola aset wakaf yang disebut (nazhir) terpercaya. Yaitu Badan Wakaf Indonesia, Dompet Dhuafa, Rumah Wakaf, dan 174 lembaga yang terdaftar di Badan Wakaf Indonesia (BWI). 

Dompet Dhuafa sebagai salah satu mitra pengelola wakaf terpercaya, menyambut baik amanah serta kerja sama yang terjalin dengan Sun Life.

Selama ini dana yang terhimpun akan disalurkan oleh nazhir ke berbagi sektor sosial yang membutuhkan. Di antaranya mulai dari pendidikan, ekonomi, hingga kesehatan.

Saat ini Dompet Dhuafa sudah memiliki jaringan rumah sakit berbasis wakaf di berbagai daerah di Indonesia. Salah satunya adalah Rumah Sakit Dhuafa AK Medika Sribhawono di Lampung Timur.

Asuransi Brilliance Hasanah Maxima sebagai salah satu produk asuransi memiliki tiga keunggulan. 

1. PASTI

- PASTI tanpa potongan
- PASTI aman dengan tenaga pemasaran yang bersertifikat Waqf Advisor
- PASTI penyaluran dan penggunaan dana wakaf

2. KINI

Menyegerakan Wakaf sedini mungkin dengan Dana Wakaf yang langsung disalurkan sejak pembayaran kontribusi pertama, sesuai periode pembayaran yang dipilih. Bisa per bulan, per kwartal, per tahun, dengan nominal yang sama.

3. NANTI

Membantu melaksanakan wasiat berwakaf atas manfaat asuransi dan investasi saat nasabah meninggal dunia.

Gimana, udah mantap ya kalo melihat tiga keunggulan dari Asuransi Brilliance Hasanah Maxima. Selain mengandung nilai kebaikan, dana wakaf juga memberikan kontribusi bagi pembangunan negara.

Terlebih bagi nasabah, ada empat manfaat produk Asuransi Brilliance Hasanah Maxima :

1. Manfaat Meninggal

100 % Santunan Kematian diberikan untuk resiko meninggal sebelum mencapai usia 100 tahun.

2. Manfaat Kecelakaan

Manfaat maksimal 100% Santunan Kematian untuk resiko kematian akibat kecelakaan dan atau kehilangan fungsi/organ anggota tubuh dan organ penglihatan.

3. Manfaat Investasi

Berupa akumulasi investasi yang terbentuk dari Kontribusi yang diinvestasikan.

4. Manfaat Bonus
  • Bonus Kontribusi : yaitu sebesar 5% dari Kontribusi Asuransi Berkala (KAB) tahun pertama, yang dibayarkan mulai tahun ke-6.
  • Bonus Loyalitas : yaitu sebesar 0,5% dari rata-rata dana investasi, yang dibayarkan mulai tahun ke-11.
Udah jelas ya sekarang, bahwa nasabah yang ingin menjadi peserta asuransi syariah, bisa menikmati beragam manfaat sekaligus ikut berwakaf.

Cara pandang saya pun berubah. Karena ada berbagai fitur bila ingin melaksanakan ibadah. Nggak harus secara konvensional dengan wakaf harta di masjid saja. Namun bisa juga beribadah dengan wakaf sekaligus ikut menjadi peserta asuransi syariah yang juga bisa berinvestasi.

Kalo kalian masih belum paham dengan penjelasan dalam artikel ini, bisa loh berkunjung langsung ke website Asuransi Brilliance Hasanah Maxima. Atau buka aplikasi di playstore, tapi harus udah terdaftar dulu sebagai nasabahnya. 

Event kopdar Wakaf, Pasti, Kini, dan Nanti, udah selesai. Saatnya informasi tentang pemenang live twitt, dan saya ikut terpilih. Alhamdulillah senangnya. 

Sun Life Financial

pict by  Dikoko

Komplit deh, kopdar sekaligus mendapat wawasan baru seputar wakaf dan asuransi syariah. Juga bisa silaturahmi bersama teman-teman blogger. Sampai jumpa pada kopdar berikutnya. Wassalamualaikum Sahabat.
Reading Time:

Senin, 05 September 2016

Cara Cerdas Merencanakan Liburan Yang Aman dan Nyaman Bersama Sun Life
September 05, 2016 37 Comments
www.hidayah-art.com

Assalamu'alaikum. Minggu tanggal 28 Agustus 2016 yang lalu, saya bersama teman-teman blogger Semarang dan kota terdekat, hadir dalam salah satu Seminar & Exhibition Roadshow bersama Sun life Financial. Tema seminar di Semarang adalah Wujudkan liburan terbaikmu! Ada dua pembicara yang keren akan sharing dengan topik seputar liburan. Siapa sih yang nggak pengen liburan? Yup, semua pengen. Nah, saya tuliskan artikel Cara Cerdas Merencanakan Liburan Yang Aman dan Nyaman Bersama Sun Life.
Reading Time: