My Mind - Untaian Kata Untuk Berbagi: Review Hotel
Tampilkan postingan dengan label Review Hotel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Review Hotel. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Maret 2025

Rekomendasi Hotel Oak Tree di Semarang Untuk Libur Lebaran 2025
Maret 14, 20250 Comments
Assalamu'alaikum Sahabat Jalan Jalan. Bagaimana kabar puasa sahabat, semoga dimudahkan ya. Semoga kita semua diberikan kesehatan sehingga bisa menjalankan sisa hari dalam bulan Ramadhan dengan sempurna. 

Saya ingin cerita saat staycation di salah satu hotel yang ada di Kota Semarang. Iyaa, saya tuh beberapa kali nginap di hotel di kota sendiri, namun belum pernah saya review. Yahhh review ala saya yang sebisanya aja gitu, hehehee. Oak Tree Hotel yang nyaman dan menjadi tempat menginap kalo kalian berkunjung di Semarang.

Oak Tree Hotel Semarang

Kalo kalian nginap di hotel ini, akan merasakan nuansa asri dan rindang. Hotel Oak Tree Emerald mempunyai view yang indah, dengan mengusung konsep pemandangan saat berada di jalur koridor menuju kamar. 

Kalian bisa menyaksikan panorama perbukitan hijau, Kota Semarang dari ketinggian. Yang menarik adalah kalian pun bisa menatap citylight begitu malam tiba. Kesan indah terasa saat melihat sunset dan sunrise di hotel Oak Tree Emerald. 

Pengunjung akan merasakan suasana santai & homey. Hotel ini memang cocok sebagai tempat untuk staycation yang bisa merefresh tubuh kita.

Hotel Bintang 4 Yang Menawarkan Kenyamanan

Oak Tree Emerald Semarang Hotel berbintang 4 ini menawarkan kenyamanan bagi kalian, entah  untuk keperluan bisnis maupun berwisata di Semarang. 

Hotel dengan fasilitas yang lengkap, bagi tamu juga bakal merasakan pengalaman menginap di properti yang nyaman. Mereka bisa menikmati layanan kamar 24 jam, WiFi gratis di semua kamar, Wi-fi di tempat parkir mobil. 

Bagi tamu hotel juga disediakan fasilitas olahraga gratis, mulai dari ruang gym hingga kolam renang. View dari kolam renang Oak Tree Hotel adalah hutan kota. Kalo tengah rehat renang rasanya seperti tidak sedang berada di Kota Semarang.



Kolam renang ini dibuka juga untuk umum dengan tarif yang terjangkau. Kolam renang cukup luas dan terdapat area berenang untuk anak-anak.

Kamar di Oak Tree Emerald 



Oak Tree Emerald Semarang Hotel Managed by Ascott Limited menawarkan berbagai jenis kamar untuk memenuhi kebutuhan para tamu. Luas kamar cukup lah ya, bisa digunakan untuk shalat di dalamnya.

Kamar-kamar di hotel ini dilengkapi dengan fasilitas seperti televisi layar datar, akses internet, telepon, meja kerja, kulkas, dan kamar mandi pribadi. Selain itu, hotel ini juga menyediakan berbagai jenis layanan seperti layanan kebersihan, layanan kamar, dan layanan keamanan.

Semua kamar dirancang dan didekorasi untuk membuat tamu merasa seperti di rumah dan beberapa kamar dilengkapi dengan televisi layar datar, akses internet - WiFi, akses internet WiFi (gratis), AC, meja tulis.


Saya saat itu mendapat kamar tipe deluxe dengan fasilitas twin bed yang nyaman kasurnya. Dengan fasilitas balkon yang sayangnya pemandangan bukan hutan kota. Balkon kamar menghadap perumahan mewah yang menjadi tetangga hotel. Tetep sih suasananya asri dengan pepohonan yang rimbun. Tapi nggak apa sih karena saya tetap tidur nyaman selama 3 hari dua malam menginap di hotel ini.


Fasilitas Fnb Oak Tree Hotel 

Untuk sarapan setiap pagi, saya pilih yang ringan karena udah jadi kebiasaan di rumah. Pilihan di sini tergolong lengkap dari Snack ringan seperti jajanan, kue, roti, telur bisa dimasak ceplok atau dadar sesuai selera. Ada buah, juga puding, dan aneka bubur. 



Bahkan pilihan sarapan yang berat pun juga ada, seperti soto, nasi gudeg, nasi goreng, mie goreng, dan sayuran lainnya.



Kalo untuk makan malam, sudah ada pilihan yang disiapkan oleh hotel bila kalian ingin pesan sebelumnya. 


Lokasi Oak Tree Emerald Semarang Hotel Managed by Ascott Limited

Oak Tree Emerald Semarang Hotel Managed by Ascott Limited terletak di pusat kota Semarang. Hotel ini berlokasi di Palm Hil Estatel, Jalan Palm IV Papandayan, Gajahmungkur. 

Hotel ini berada dalam kompleks perumahan elite sehingga kalian harus memastikan mengikuti rute dari google maps atau waze. Suasana asri, tenang, dan menyejukkan sangat terasa di hotel oak tree. Berbagai fasilitas yang menunjang dapat dinikmati di hotel bintang empat ini. 



Hotel ini berada di dekat berbagai tempat wisata yang ada di kota Semarang. Selain itu, hotel ini juga berada di dekat berbagai pusat perbelanjaan, restoran, dan tempat hiburan. Lokasi hotel cukup strategis karena juga berada di dekat bandara dan stasiun kereta api.

Bagi yang ingin menginap di Oak Tree Hotel Semarang, kalian akan beruntung karena hotel ini memiliki lokasi yang strategis dan dekat dengan beberapa spot menarik di kota Semarang, Jawa Tengah.

Salah satu spot terdekat dari hotel ini adalah Klenteng Sam Po Kong, yang hanya berjarak sekitar 1,18 km. Tempat ini adalah tempat ibadah sekaligus objek wisata yang menjadi saksi mata akulturasi budaya Tionghoa dan agama Islam. Di dalamnya terdapat klenteng dengan arsitektur unik yang cocok wisata sekaligus spot foto menjadi kenangan.

Spot menarik lainnya adalah Simpang Lima yang hanya berjarak sekitar 3,24 km dari hotel. Kawasan ini merupakan pusat tempat wisata kuliner, mall besar, dan spot-spot foto yang instagramable. Jadi, pastikan untuk mengunjungi Simpang Lima saat kalian berada di Semarang. Bagi tamu juga bisa mendapatkan layanan antar-jemput bandara bila diperlukan. Tentunya dengan menginformasikan pada pihak hotel terlebih dulu.

Tidak jauh dari hotel, terdapat juga Lawang Sewu yang hanya berjarak sekitar 3,46 km. Lawang Sewu memiliki pesona wisata yang sayang untuk dilewatkan. Kalian dapat menjelajahi keindahan bangunan ini dan menikmati sejarah yang ada di dalamnya. Bagian belakang gedung terdapat area outdoor yang cukup luas. Biasanya ada live music, terdapat juga outlet yang menyediakan minuman dan snack.

Bagi tamu hotel yang ingin berdiam di hotel pun tidak masalah. Karena ada beragam fasilitas yang bisa dinikmati seperti yang sudah saya tuliskan di atas. Belum lagi beberapa spot untuk foto selfie di sudut hotel dengan interior yang menarik.

Ahh rasanya saya pun pengen staycation lagi berdua dengan suami, hihiihiii. Karena Hotel Oak Tree memang menawarkan kenyamanan, suasana hotel yang hening dan bisa menjadi relaksasi tamu. Kalian bisa coba staycation selama libur lebaran nanti. Wassalamualaikum.
Reading Time:

Minggu, 05 Februari 2023

Review Hotel Apartemen Suasana Bukit Ceylon Kuala Lumpur (Trip Malaysia)
Februari 05, 2023 23 Comments

Suasana Bukit Ceylon Kawasan Bukit Bintang Kuala Lumpur

Apartemen Dekat Bukit Bintang


Assalamualaikum Sahabat. Sebelumnya saya ingin menjelaskan kalo perjalanan ke Malaysia ini udah lama. Jadi ceritanya akhir tahun 2018 saya mendapatkan japrian kalo ada tiket pesawat murah. Dan penginapan selama di Kuala Lumpur paling cocok dengan kebutuhan kami berenam adalah Suasana Suites Bukit Ceylon. Lokasinya cukup dekat dengan Jalan Alor, tempat kuliner malam hari di Kuala Lumpur. Senangnyaaa. 

Cerita tentang jalan Alor udah saya tuliskan di sini, silakan klik kalo ingin tahu ada apa aja di tempat hits ini :


Kali ini saya ingin menceritakan pengalaman menginap di apartemen Suasana Bukit Ceylon yang letaknya kurang lebih 800 meter dari jalan Alor. Jalan kaki dari apartemen menuju jalan Alor juga bisa dan tidak melelahkan. Karena sepanjang jalan mata kita akan disuguhi pemandangan kesibukan kota. Ada kafe, penginapan, toko, jasa tukar uang, dan lainnya. 

Ya, kita sedang menjadi turis ceritanya kan. Jadi ya nikmati aja jalan kaki di sepanjang jalan tanpa mengeluh capai. Kalo hati senang, berjalan jauh jadi tidak terasa. Apalagi teman seperjalanan adalah teman atau orang tersayang, hihii. 

Suasana Bukit Ceylon - Apartemen di Dekat Bukit Bintang

Fasad Apartemen Suasana Bukit Ceylon

Apartemen yang terletak di kawasan Ceylon Hill ini merupakan bagian dari distrik perumahan utama di jantung Kuala Lumpur. Apartemen ini menawarkan kepuasan penghuninya dengan layanan penjaga keamanan 24 jam. Fasilitas apartemen ini lengkap banget, ada gym, sauna, area BBQ, kafe, bakery. Dan sayangnya saya dan teman-teman nggak sempat menikmati salah satu dari fasilitas ini. Isyarat mesti kembali staycation lagi di sini ya gaiiis.

Jadi, ceritanya teman blogger (Marasolehah.com) yang memberikan beberapa alternatif tempat menginap selama kami jalan-jalan ke Malaysia. Dan apartemen Suasana Bukit Ceylon ini jadi pilihan kami semua. Kamar yang kami pilih seluas 120 meter, dengan 3 kamar tidur. 1 kamar tidur dengan kamar mandi dalam serta bathtub. 2 kamar tidur dengan kamar mandi di luar. 

Pilihan Mara memang keren, dengan harga yang terjangkau, ingat ya ini akan dibebankan pada 6 orang. Jadi dengan harga Rp. 1.050.000 atau per orang 175 ribuan, bisa menikmati apartemen yang full furnished.

Apartemen yang luas ini bisa untuk menampung 6 orang, mungkin bisa untuk 8 orang dewasa atau 6 dewasa dan 4 anak-anak. Cocok banget untuk liburan keluarga.

Detilnya sebagai berikut :

Kamar tidur utama, tempat tidur berukuran king dengan kamar mandi sendiri (bathtub, sampo, sabun mandi, tisu toilet). Fasilitas kamar ada seprai bersih, handuk mandi, dan karpet. Kamar ini ditempati mba Dian Nafi dan Mara. 

Kamar Tidur kedua dengan tempat tidur queen, kamar mandi bersama (sampo, sabun mandi cair, tisu toilet) letaknya di samping kamar saya. Ada seprai bersih juga, handuk mandi, karpet. Untuk lemarin isinya seperti umumnya ada gantungan baju. Kamar ini menjadi tempat saya dan suami tidur selama di Kuala Lumpur. 

Kamar tidur Hotel dekat Bukit Bintang
Kamar saya dan pak suami

Ada pemandangan ke kota dan terlihat menara. Kalo malam terlihat city light yang berpendar dari gedung dan rumah di sekitar apartemen.

Kamar tidur ketiga adalah yang ditempati Vita dan suaminya, Anas. Dengan tempat tidur Queen dan kamar mandi bersama. Fasilitas lainnya sama dengan ruangan kami.

Kamar tidur ketiga Suasana Bukit Ceylon
Kamar Vita dan Anas

Living room terletak depan dapur, dari pintu masuk ada di sisi kiri. Living room terisi sofa bed dan meja, meja dengan TV, meja makan dengan set kursi, terdapat pajangan juga di ruangan ini. Kami suka duduk di living room, ngobrol sambil merencanakan akan kemana malam terakhir di Kuala Lumpur. 

Living room Apartemen
Dari kanan ada Mars, Saya, mba Dian
Teman blogger Gandjel Rel (Vita di kamar)

Terdapat balkon di luar yang dipisahkan dengan jendela besar dari kaca. Pemandangan seperti yang ada di kamar saya, kota Kuala Lumpur.

Di sisi kanan living room terdapat dapur dengan fasilitas yang cukup lengkap kalo kalian ingin masak. Ada kulkas dua pintu yang besar, bisa diisi sendiri dengan kebutuhan belanjaan seperti buah atau sayur dan bahan makanan lainnya.


Duduk di  ruangan Suasana Bukit Ceylon di Kuala Lumpur


Living Room Apartemen Suasana Bukit Ceylon

Semua peralatan masak tersedia, seperti kompor, microwave, panci, wajan, ceret yang bisa bunyi (hahahaa), piring, gelas, mangkok beserta sendok dan garpu, juga pisau. Bahkan ada lap untuk bersih-bersih. Juga sabun cuci piring dan sabun cuci pakaian. 

Karena di salah satu lemari di dapur terdapat mesin cuci, jadi kami pun bisa mencuci baju. Lumayan lah ya, pulang traveling nggak bawa cucian kotor banyak banyak, hahahaa. 

Review Apartemen Suasana Bukit Ceylon

Menurut saya apartemen ini cocok untuk menginap satu keluarga karena fasilitas kamar beserta peralatan rumah tangga yang lengkap. Jadi bisa tuh nginap dua atau tiga hari di sini. Apalagi di lantai satu hotel terdapat supermarket dan bakery. Cuma sayangnya kami malah nggak sempat melihat isi di dalamnya karena pengen buruan ke KLCC melihat air mancur dan belanja coklat.

Kamar saya berukuran lumayan luas, kalo nggak salah sekitar 32 meter persegi, dengan salah satu dinding full kaca. Pemandangan kota lumayan menjadi hiburan ketika nunggu antrian mandi. 

Ruangan depan kasur bisa saya gunakan shalat berjamaah dengan suami. Jadi cukup lah dikasih kasur lipat satu misal ngajak anak remaja.

Fasilitas seperti mesin cuci juga bagus, kami menggunakannya bergantian sampai 4 kali putaran. Untuk tempat jemur disediakan jemuran dan diletakkan di balkon. Lumayan lah karena dapat sinar matahari kalo siang sampai sore hari. 

Fasilitas di Apartemen Suasana Bukit Ceylon

Apartemen ini bebas bila akan menerima tamu, yang penting tidak ngadain party yang heboh lah ya. Penghuni juga bebas menggunakan fasilitas umum di lantai 1- seperti gym, kolam renang, atau jacuzzi. Di sini juga disediakan kamar mandi untuk bilas, pancuran, dan sauna.


Suasana Bukit Ceylon ramah anak dengan fasilitas tempat bermain. Jadi sambil menikmati suasana sore bisa menghabiskan waktu bersama anak-anak di temapt bermain outdoor. Terdapat halaman hijau, serta air mancur dan taman yang cantik.

Bagi kalian yang ingin menikmati suasana santai, bisa menggunakan area BBQ meski harus reservasi dulu. 

Yang Perlu Diperhatikan Bagi Penghuni atau Tamu Apartemen :
- Ada larangan merokok di dalam ruangan
- Tidak boleh membawa durian ke dalam kamar
- Mencantumkan jumlah orang yang akan menginap, di luar itu tidak boleh ada penambahan tamu 
- Kartu akses atau kunci tidak boleh dihilangkan atau akan kena denda
Selain denda bila menghilangkan kartu akses, ada denda juga bila ketahuan aroma sisa asap rokok atau aroma durian. Jadi ya silakan menikmati durian atau merokok di luar apartemen ya sob.

Keuntungan staycation yang dekat dengan kawasan Bukit Bintang yang ramai, lokasi hotel yang strategis ini cocok bagi kalian yang suka berbelanja atau mencari hiburan. Kalian bisa mengakses dari hotel ke tempat belanja Low Yat Plaza, Sungei Wang Plaza, Lot 10 Shopping Center, dan Jeweler Mall semuanya hanya 5 menit berjalan kaki saja, begitu pula dengan Berjaya Times Square. 

Namun untuk menuju Menara Kembar Petronas, Chinatown, dan pusat perbelanjaan Suria KLCC butuh waktu 25 menit naik mobil dengan catatan lalu lintas lancar. Tahu dong kalo Kuala Lumpur seperti Jakarta yang selalu macet saat jam sibuk.

Bagi kalian yang ingin menikmati suasana malam sambil kulineran di Jalan Alor lebih baik pilih jalan kaki aja yang butuh waktu 15 menit. Karena pengalaman saya yang ingin kesana naik taxi atau transportasi online, sering ditolak. Alasan akses yang dekat atau kemacetan yang selalu terjadi di sepanjang kawasan Bukit Bintang.

Kesimpulan Pengalaman Staycation di Suasana Bukit Ceylon

Saya, suami, dan teman-teman merasa nyaman selama nginap di apartemen ini. Memang awalnya kami memilih hotel yang dekat dengan kawasan wisata kuliner. Bukit Bintang itu udah jadi kawasan wisata yang lengkap. Dari berbagai pilihan wisata kuliner, outlet barang branded, tempat jajan dan belanja oleh-oleh yang murah di jalan Alor. Tinggal siapin duit aja yagesyaaa.

Suasana Bukit Ceylon
Di belakang saya dan suami
adalah supermarket hotel 

Karena pengalaman menginap ini terjadi sebelum pandemi yaitu tahun 2019, mungkin harga sekarang udah beda. Tapi aku cek di beberapa website gitu, harganya belum banyak berubah. Dengan apartemen serupa pilihan kami, selisihnya sekitar 250 ribu - 400 ribu. Mungkin tergantung season peak yaa, dulu saya kesana bulan Maret. 

Tahun ini libur lebaran saya pengen nyoba staycation di kawasan Pangandaran. Mimpi yang udah lama banget saya simpan tapi sampai sekarang belum terwujud. Jadi kemarin saya ketemu review hotel di salah satu blog milik Blogger Bandung, sukses bikin mupeng. Saya naksir dengan kecantikan resort Laut Biru di Pangandaran Barat. Semoga terwujud, doakan yaa. Wassalamualaikum.

Reading Time:

Sabtu, 07 September 2019

Pengalaman Menginap Sendirian di Kamar Royal Hotel Kuningan Jakarta
September 07, 2019 34 Comments


Assalamualaikum Sahabat. Siapa yang pernah staycation di hotel sendirian? Pasti ada dong ya, terutama kalo kamu adalah pekerja yang sering dapat tugas keluar kota atau keluar negeri. Saya aja yang freelancer dengan menjadi content writer pernah dua kali bermalam sendirian di kamar sebuah hotel. Ada senengnya, tapi juga sempat terbit cemas sih, hahahaa. Yuk baca terus ya review hotel ala saya.

Ceritanya pertengahan bulan Agustus 2019 saya mendapat undangan ke Jakarta dari Kementerian Kesehatan. Udah tahu kan kalo saya ke Jakarta karena menghadiri Malam Penghargaan Publikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan. Saya udah tuliskan cerita malam penghargaan tersebut.

Silahkan baca :


Check In di Loby Hotel Lantai 2


Begitu turun dari mobil yang mengantar dari bandara, saya, Miko, dan Alfian dengan pede masuk ke bangunan hotel. Bagian keamanan menampakkan senyum ramah dan mempersilahkan kami masuk. 

Royal Hotel Kuningan merupakan hotel bintang 4 yang terletak di jantung ibu kota Jakarta. Beralamat di jalan Kuningan Persada, Kav. 2, Setiabudi, Kuningan, Jakarta Selatan. 

Letaknya yang strategis ini dikelilingi dengan pusat bisnis dan hiburan. Bahkan saya juga baru tahu saat bangun tidur pagi harinya, kalo di sebelah kiri hotel merupakan gedung KPK. 

Melanjutkan cerita setelah perjalanan dari bandara Soekarno Hatta selama satu jam lebih, kami dengan pede masuk ke ruangan di lantai 1 yang semula dikira lobby hotel.Ternyata isinya hanya ruangan-ruangan untuk meeting. 

"Mana front line office nya?"
"Lobby hotelnya sebelah mana sih?"
"Lantai 2 mungkin, yok naik aja,"
"Ogaaah... ntar salah, turun lagi,"

Hahahaa, sungguh percakapan yang unfaedah. Orang daerah datang ke Jakarta dan pede gitu nggak nanya sama bapak satpam yang baik di depan hotel.

Akhirnya setelah nanya pada bapak satpam, kami pun naik ke lantai 2. Ada eskalator dan tangga biasa untuk akses ke lantai 2. Kami memilih lewat eskalator yang ternyata jadi pilihan utama bertiga, wkwkwk. 

Kami udah lelah thawaf begitu turun dari pesawat Garuda, di terminal 3 bandara dari gate 22 sampai gate 5. Saya aja sempat istirahat di mushola abis shalat dhuhur dan ashar yang dijama' sekaligus. 

Bagian front line staff menyambut dengan ramah saat kami registrasi dan menyebutkan dari Kemenkes. Kami cuma menyebutkan nama dan menyerahkan KTP untuk difotokopi. 



Saya yang udah kehausan karena bekal minum juga udah abis selama menanti penerbangan dan nungguin di mushola tadi, sempat melirik ada juice water. Aihhh warna merah jambu yang menggoda tenggorokan mengajak saya untuk mengambil gelas dan mengisinya dengan jus jambu. 

Alfian ikutan ngambil segelas jus jambu. Nggak tahu deh dengan Miko, si anak mahasiswa dari Banjarnegara yang sedang kuliah di Solo. Saya sedang asik menikmati jus jambu yang seger. Mau nambah lagi tapi sungkan, wkwkwkk.

Setelah kami mendapatkan kunci kamar, saya dapat kamar di lantai 2 nomer 201. Sementara Alfian dan Miko dapat kamar di lantai 11. Jauh banget ya kami terpisah. Sementara itu Retno dan Bambang yang masih dalam perjalanan dari bandara ke hotel, mendapat kamar di lantai 11 juga.

Akhirnya kami pun berpisah di lift, setelah saya keluar di lantai 2. Ya sudah lah kalo ternyata saya dan Retno mendapat kamar yang terpisah jauuuh. Ternyata setiap pemenang yang diundang ke Jakarta mendapatkan fasilitas nginap sendiri di tiap kamar.

Dan ternyata, saya mendapatkan kamar paling pojok. Ya iya lah nomor kamarnya aja 201. 


Bermalam Sendirian di Kamar Royal Hotel, Siapa Takut?

Royal hotel Kuningan memiliki jumlah kamar yang tersebar di 23 lantai. Ada beberapa tipe kamar, yaitu Premier Room, Deluxe, Grand Deluxe, Heritage Room, dan Royal Heritage. 

Pintu lemari connecting
toilet kamar

Setiap kamar dilengkapi fasilitas AC, Air mineral kemasan, Brankas, Pengering rambut, Akses internet wifi gratis, Koran harian, Kulkas, Telepon, Meja, dan TV satelit/kabel.

Yang asik adalah ada sofa kecil di area tempat duduk, bisa untuk selonjoran sambil ngobrol berdua. Etapi ini kalo kalian nginapnya berduaan sama paksuami atau teman kerja. Saya kemarin sendirian, nggak ada teman ngobrol. Jadinya baca novel aja deh.



Bed nya ukuran king size, untuk tidur berdua cukup longgar. Karena saya bermalam sendirian di kamar ini, tidurnya dikuasai seluruh area bed. Apakah tidur saya nyenyak? Ohhh nyenyak banget, sampe lupa apakah semalam saya bermimpi atau enggak, wkwkwkkk. 

Jadi yang semalam sempat ngomong kalo hotelnya angker itu hoax yaa. Saya nggak merasa terganggu tidur sendirian. Padahal saya tidur di atas pukul 24.00 wib karena keasikan balas chat di WA atau akun sosmed Instagram.


Review Hotel Royal Kuningan Jakarta

Fasilitas lainnya ada juga Mesin pembuat teh/kopi di meja kecil sebelah meja TV. Untuk air mineral ternyata diletakkan di kamar mandi. Saya nyari-nyari di dekat pembuat teh kagak ada. 

Untuk perlengkapan mandi cukup komplit. Ada handuk, dengan segalam ammenities nya. Seperti body soap, shampo, body lotion, pasta gigi dan sikat gigi, tusuk gigi, tisu, penutup kepala untuk mandi, hmmm... apa lagi ya? Saya lupa bikin video komplit. Hanya ada beberapa yang tertangkap kamera dan udah saya tayangkan di insta stories akun Instagram.



Untuk kebersihan kamar mandi, saya kasih nilai 3 dari 5. Karena meski bersih tapi kesannya kurang wangi untuk ukuran hotel bintang 4. Bahkan ada aroma khas di bagian shower, di lantai nya. Kesannya kamar saya kayak nggak pernah dihuni gitu. Hmmm.

Untuk keramahan staff hotel sih udah cukup bagus, mereka baik dan murah senyum. Juga siap membantu kalo mau nanya-nanya tentang hotelnya.

Berbagai fasilitas dan layanan disediakan Royal Hotel Kuningan  Jakarta untuk memanjakan para tamu yang menginap. Hotel ini memiliki kolam renang luar ruangan, pijat & Spa, taman, pusat kebugaran, Kolam air panas, dan wifi gratis disemua area.

Dan sayangnya saya enggak nengok semua bagian itu, malah mager di kamar. Yahh ini efek kamar terletak di lantai 2, sementara teman-teman lainnya ada di lantai 11. Jadi saya mager aja di kamar yang nyaman. Apalagi waktu bangun tidur dan buka tas yang saya dapatkan dari acara semalam di Kemenkes, masih utuh isinya. 

Okay, saya pun menuangkan di atas meja kerja. Uhlalaaa, ada buah beragam yang bisa untuk ngemil pagi. Alhamdulillah rejeki istri sholehah. *eh




Sarapan di Lantai 2 Royal Hotel Kuningan 


Di grup WA Pemenang blog Kemenkes masih sepi dari obrolan. Kayaknya semua pada keasikan mager. Saya aja belum mandi meski jarum jam menunjuk angka tepat pukul 6.

Oiya pukul 5.32 Retno sempat ngajakin sarapan. Masih pagi banget sih jam segitu untuk sarapan. Tapi waktu akhirnya Alfian ngajak makan jam 6.30, saya pun keluar kamar. 

Ternyata hanya saya dan Alfian yang udah siap di loby. Alfian cerita kalo pagi itu dia udah jalan sampai ujung jalan dekat belokan pertama lampu bangjo jalan Kuningan Persada. Gedung sebelah yaitu KPK udah ada beberapa calon pendemo, entah dari mana aja. 

Saya pengen juga jalan-jalan sebelum sarapan. Tapi kata Alfian mending nggak usah karena ntar jadi enggak nafsu makan. Dia cerita kalo sungai yang ada di sepanjang jalan itu aromanya sungguh kurang sedap. Huwaaa, niat baik pengen olah raga ringan jadi luntur kalo gini ceritanya.

"Ya udah saatnya makan aja yuk,"ajak saya sambil nungguin yang lain pada turun ke loby.

Resto tempat sarapan terletak di lantai 2 dekat dengan area duduk di loby. Nah, kalo dari lantai 1 itu kan ada dua akses menuju ke lantai 2. Kalo pakai eskalator menuju ke meja front liner staff. Sementara kalo kalian memilih akses tangga akan menuju restoannya. Tangganya cantik, bergaya klasik gitu. Sayangnya saya lupa nggak motret, duhhh.

Ruangan tempat makan lumayan luas dengan model tempat duduk yang menyebar di seluruh area. Saya udah kelaparan karena semalam juga cuma makan dikit, jadi ya langsung deh ambil buah dan jus jambu lagi, hihiii.

Menu nya ada nasi liwet dengan pelengkap sayuran, ayam opor, dan sambel. Saya nggak ngambil di bagian ini karena malas sarapan nasi kalo masih pagi. Tapi aroma wangi nasi liwet sempat mampir tertangkap indera penciuman saya, sungguh menggoda sebenarnya. Tapi saya enggak sampai tergoda, di Semarang ada penjual nasi liwet dekat rumah. Saya juga sering bikin sendiri di rumah untuk teman makan ayam bakar. 

Eh lha kok nulisnya meluber kemana-mana, wkwkwkk. Yuk lanjut review sarapan ala saya.

Saya pun ambil roti dan teh, karena buah yang disajikan juga nggak beragam. Kemudian saya ambil spagheti dan sosis ayam. Nah, dari seluruh makanan di sini katanya yang paling enak memang menu ini. Spaghetti nya enak, lembut dan topingnya berasa deh. Sementara sosis ayam yang saya ambil juga rasanya lezat, nggak bikin mblenger. Biasanya saya nggak suka makanan sosis ini.



Karena udah kenyang makan spaghetti dan sosis, akhirnya roti nya pun dibungkus. Qiqiqiii. Nggak punya malu inih. Etapi kan sayang kalo ditinggal gitu aja di meja, takutnya dibuang gitu. Mau dimakan juga lambung saya muatnya dikit. Tapi ntar nunggu makan siang kalo lapar juga bakal kambuh mag nya kalo nggak ngemil. Biasanya asam lambung bakal naik. Jadi roti itu untuk pengganjal lambung buat menanti maksi. *Alesyaaan.

Akhirnya setelah saya makan buah, ada lagi yang ngikut sarapan. Bambang, suaminya jeng Yuni ahirnya ngikut makan pagi. Nah, kalo yang ada di foto atas itu ada perempuan ngikut, itu tamu hotel lainnya. Sebenarnya masih ada kok meja lain, tapi biar aja barengan gitu malah asik.

Sajian pagi itu ada bubur, sop, dimsum, telur dadar, dan entah apa lagi. Saya nggak nengok semua karena memilih duduk anteng di meja kami. 

Jangan nanya tarif kamar yang saya tempati ya. Karena saya tinggal nginap aja sebagai tamu dari acara Malam Penghargaan di Kementerian Kesehatan. 

Setelah makan yang sekejap aja, kami pun berpisah untuk kembali ke kamar masing-masing. Saya segera packing lagi barang-barang dengan seirit mungkin di backpack. Pasti kalo pulang dari bepergian gini isinya nambah meski nggak sempat beli oleh-oleh. Ada hadiah dari Kemenkes yang mesti dipacking rapi dan nggak nambah tentengan. Tapi kalo oleh-oleh dari Kemenkes ditaruh di bagasi pesawan takutnya rusak. Mending emang disimpen di kabin aja. 

Rencananya saya akan nitip backpack di bagasi pesawat karena ternyata beratnya nambah. Kalo ribet nggendong backpack ntar nggak bisa pepotoan di bandara Soekarno Hatta dong, hehehee.

Akhirnya pukul 10.30 wib kami pun check out dari Royal Hotel Kuningan. Saya harus udah boarding dulu sebelum pukul 13.00. Karena pesawat Garuda yang akan membawa saya balik ke Semarang, bakal take off pukul 14.35. Alhamdulillah boarding nggak telat, bahkan kami masih bisa foto bareng di bandara.


Bersama Retno,
Pemenang I Lomba Blog Kemenkes

Saya mengucapkan terima kasih pada Kementerian Kesehatan, terutama staff Humas yang membantu kami selama ini. Dari awal dibikin WAG pemenang blog, selama di jalan menuju bandara, menuju hotel, di tempat acara, bahkan menjelang kepulangan, mereka selalu memantau. Terutama banyak terima kasih pada mba Talitha, yang rajin banget memantau kami di grup. Semoga bisa bertemu lagi pada lain kesempatan. 

Tengkiyuuu bangeeet juga pada teman-teman baru, Alfian dari Lombok, Miko dari Solo, Retno dan Bambang dari Jogja, yang seru dan nggak jaim selama meet up kemarin. Sayangnya Retno nggak banyak ngobrol karena suaranya masih sembunyi a.k.a radang tenggorokan. Semoga sekarang udah sembuh ya. Grup yang keren, asik, dan menghibur banget deh. Sampai jumpa yaa, senang mengenal kalian semuaaa. Wassalamualaikum.
Reading Time: