My Mind - Untaian Kata Untuk Berbagi: Travel Blogger
Tampilkan postingan dengan label Travel Blogger. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Travel Blogger. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 Februari 2025

Posong, Surga Tersembunyi di Lereng Gunung Sindoro di Temanggung
Februari 04, 20250 Comments
Assalamualaikum Sahabat Jalan-Jalan. Kota Temanggung memiliki surga tersembunyi yang wajib banget kalian kunjungi. Wisata alam Posong Temanggung adalah satu dari sekian banyak wisata Temanggung dengan tema alam terbuka. Dengan kecantikan alam yang tidak akan kalian dapatkan di daerah lain karena kalo beruntung bisa menyaksikan view 7 gunung.

Posong Temanggung

Lokasi Wisata alam Posong Temanggung ini terletak di ketinggian 1823 mdpl. Pengunjung yang datang akan merasakan udara sejuk khas daerah pegunungan dengan panorama alam yang mempesona.

Wisata Taman Posong Temanggung ini mulai dikelola dari tahun 2010. Setiap tahunnya dilakukan pengembangan, sajian konten wisatanya diselaraskan dengan kemajuan jaman, namun tanpa mengabaikan aspek kelestarian alam.

Tempat wisata ini menawarkan banyak daya tarik yang membuat wisatawan wajib untuk mengunjunginya. Salah satunya pemandangan alam yang indah dengan area hijau yang luas dan pemandangan gunung yang cantik. Tanaman hias pun tak kalah cantik dan tumbuh subur menambah pesona alam yang ada.

Pengunjung yang gemar berfoto di alam tentunya akan menyukai tempat wisata ini. Kalian akan merasa dimanjakan karena bisa berfoto dengan latar belakang gunung yang mempesona. 

Tempat ini juga menyediakan area tempat duduk di beberapa sudut dengan tetap bisa menyaksikan pemandangan gunung. Selain itu wisatawan yang membawa anak juga bisa beraktivitas di area bermain yang ada di lpkasi.

Duduk di ayunan


Fasilitas di tempat ini juga terkenal lengkap dan dikelola dengan baik mulai dari fasilitas toilet umum, musala, dan wahana bermain yang tersedia.

Berikut ini beberapa aktivitas seru yang bisa kalian nikmati selama berwisata di Posong Temanggung :

- Beraktivitas Seru Bareng Keluarga

Bagi keluarga yang berkunjung di Wisata Alam Posong, bakal menikmati bonding yang menyenangkan. Karena lokasi wisata ini bener-bener susah sinyal. Scroll dunia maya bisa ditinggalkan sejenak. Kalian bisa jalan-jalan atau treking santai menikmati suasana wisata yang sejuk dan menyegarkan. 

Yang menarik wisata di Posong ini adalah terdapat kebun kopi yang luas membentang di kaki Gunung Sindoro. Bila kabut datang, foto di depan kebun kopi ini menampilkan foto yang nampak syahdu.

Foto di Posong

Bagi orang tua bisa memilih duduk santai seperti di gazebo yang disediakan oleh pengelola. Kemudian anak-anak juga bisa bermain permainan outdoor menyenangkan yang bisa dinikmati. 

- Menikmati Pemandangan 7 Puncak Gunung

Wisata di Posong akan memanjakan indera penglihatan kalian. Bila beruntung, kalian bisa menyaksikan tujuh puncak gunung yaitu Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Andong, Gunung Telomoyo, dan Gunung Ungaran.

Tempat wisata ini terletak diapit oleh dua gunung yaitu Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro. Saat berada di tempat ini terasa banget betapa dekatnya Gunung Sindoro yang nampak di depan mata.

- Bersantai Sambil Ngopi di Cafe

Wisata alam Posong juga menyediakan fasilitas cafe. Bagi pengunjung yang lapar atau haus tidak perlu bingung bila tidak bawa bekal. Kalian bisa membeli makanan dan minuman di tempat tersebut. Di cafe ini menyediakan kopi Posong yang rasanya memiliki ciri khas tersendiri. Pengunjung bisa memesan minuman hangat lainnya sambil beraktivitas santai menikmati pemandangan.


Kawasan Posong identik dengan kebun kopi dan tembakau di sepanjang jalan. Ada hari tertentu ketika petani tembakau memanen hasil kebunnya sehingga kawasan tersebut ditutup untuk wisatawan. Karena sepanjang jalan akan dipenuhi dengan hasil panen daun tembakau.

- Hunting Foto

Wisata Alam Posong juga menyediakan spot-spot berfoto menarik yang bisa dinikmati oleh pengunjung. Kamu bisa melakukan berbagai aktivitas seru di Wisata Alam Posong. Saat cuaca cerah, kamu wajib mengabadikan keindahan alam di sana. Hunting foto menjadi salah satu kegiatan yang menyenangkan di sini. 

Foto di Jembatan Posong

Meski saat mendung dan berkabut, kamu bisa melihat pemandangan samudera awan di Wisata Alam Posong. Supaya lebih santai dan leluasa, kamu bisa duduk santai di gazebo yang ada di lokasi wisata. 

- Bersabar Menanti Milky Way

Bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana malam di Taman Posong, bisa glamping seru bersama teman atau keluarga. Kalian bisa menikmati langit bertabur milky way saat malam hari, tentu saja bila cuaca cerah. 

Glamping di Posong
Glamping di Wisata Alam Posong

Kalian juga bisa mengisi kegiatan malam hari dengan membuat api unggun dan bakar jagung. Untuk kebutuhan jagung bakar, kalian bisa meminta bantuan pihak pengelola. Suasana malam yang syahdu, sambil menikmati jagung bakar tentu sangat menyenangkan.

- Golden Sunrise

Kecantikan taman ini tidak sampai di situ, sebab ada daya tarik berupa golden sunrise yang kerap terlihat pada saat pagi hari setelah waktu subuh. Kalian bisa menanti matahari terbit dengan menikmati pemandangan bintang dan bulan yang masih terlihat. Sementara langit akan mulai berwarna keemasan ketika cahaya mentari muncul di ufuk timur.

Lokasi Wisata Alam Posong Temanggung

Rute menuju Posong cukup mudah karena lokasinya yang dekat dengan jalan utama Temanggung-Wonosobo. Bagi pengguna mobil pribadi, cukup berkendara menyusuri jalan utama Temanggung-Wonosobo yang berada di antara Gunung Sumbing dan Sindoro. Kemudian setelah kalian melaju sekitar 19 km, akan menjumpai gapuran bertuliskan POSONG. Arahkan mobil ke kanan dan masuk ke gapura tersebut.

Dari gapura tersebut petunjuk jalan akan mengarahkan kalian ke Wisata Alam Posong. Jalanan saat saya kesana masih berupa makadam dengan batu batu besar. Pastikan mobil kalian menggunakan penggerak roda belakang. Apabila tidak ingin membawa mobil sendiri, disediakan tukang ojek dengan tarif yang terjangkau.

Tips Wisata di Posong Temanggung

Supaya liburanmu di Posong tetap seru dan nyaman, berikut beberapa tips yang bisa kamu lakukan. 
  • Datanglah saat cuaca cerah. 
  • Pastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik karena medan jalan yang lumayan ekstrem menanjak.
  • Membawa uang tunai secukupnya. 
  • Gunakan pakaian yang nyaman dan hangat. 
  • Pakai sepatu/sandal yang nyaman, sole datar, lebih baik alas kaki untuk treking
  • Bawa bekal minum dan cemilan.  
  • Jaga kebersihan dengan membuang sampah di tempat yang disediakan.
  • Awasi anak-anak bila berkunjung bersama keluarga.

Harga Tiket Masuk Wisata Alam Posong

Pengunjung  dikenakan harga tiket masuk Posong sebesar Rp20.000 per orangnya Sedangkan untuk retribusi parkir kendaraan seperti motor tarifnya sebesar Rp3.000. Dan untuk mobil atau kendaraan roda empat lainnya, biaya parkir mulai dari Rp10.000 hingga Rp20.000.

Untuk harga ini bisa sewaktu-waktu berubah. Jadi kalian bisa cek harga sebelum berkunjung ke Wisata Alam Posong.

Sekian cerita perjalanan traveling ke Posong Temanggung yang mampu menjernihkan hati dan jiwa. Ikuti terus cerita wisata jalan jalan dan kuliner di blog ini ya, wassalamualaikum. 
Reading Time:

Senin, 31 Oktober 2022

7 Tips Mengatasi Bad Mood Dengan Sederhana
Oktober 31, 2022 29 Comments
Assalamu'alaikum Bestie. Saya jarang ngalami bad mood yang berkepanjangan. Kalo pun mengalami bad mood pun, akhirnya gampang terhempas dengan cara sederhana. Saya punya 7 tips mengatasi bad mood agar tak berkepanjangan. Nggak asik banget sih kalo sampai ngalamin bad mood sampai lebih dari 3 hari. Satu hari ngalamin bad mood aja udah kelamaan.



Apa sih Bad Mood itu? Dan dalam kondisi apa bad mood gampang muncul?

Arti bad mood adalah perasaan negatif yang muncul secara bertubi-tubi. Tidak hanya sedih, orang yang mengalami badmood juga akan sering marah, frustrasi atau gampang tersinggung. 

Bad mood bisa aja datang dan pergi mendadak. Biasanya juga tidak akan mengganggu kegiatan sehari-hari. Kecuali kalo udah mengalami bad mood yang berkepanjangan dan tidak segera diatasi, bisa menjadi penyebab munculnya mood disorder atau gangguan suasana hati. Saya sendiri belum pernah mengalami mood disorder. Mungkin kamu mesti berkonsultasi dengan ahlinya untuk mengatasi mood disorder ini.

Kali ini saya hanya ingin menulis tentang bad mood dan gimana cara mengatasinya. Kalo bad mood menurut saya mudah mengatasinya. Yuk baca 7 Tips Mengatasi Bad Mood Dengan Cara Sederhana. 

Berolahraga

Saya sengaja menempatkan Berolahraga di urutan pertama, karena menjadi cara termudah mengatasi bad mood. Coba saja lakukan olahraga saat perasaan sedang gundah. Selesai olahraga kamu akan merasakan good mood, perasaan gembira telah melakukan hal positif. Perasaan gembira ini biasanya juga memunculkan semangat baru yang mendukung kamu untuk melakukan kegiatan lainnya. 



Pilih olahraga di luar ruangan, seperti joging atau bersepeda. Menghirup udara luar yang bersih juga bermanfaat untuk paru-paru. Dengan berolahraga di luar ruangan juga bikin indera penglihatan bisa menatap pemandangan yang berbeda. Terlebih bila kamu melewati pepohonan di sepanjang jalan, bisa jadi mood booster yang murah meriah. Hahahaha.

Melakukan Hobi

Saat sedang bad mood, saya selalu menatap kebun mungil di depan rumah. Menatap daun yang baru muncul, berwarna hijau pupus, bikin hati bahagia. Atau menemukan kuncup calon bunga, wah bikin hepi deh.



Lakukan kegiatan yang menyenangkan untuk mengatasi bad mood, sesuaikan dengan hobi yang kamu miliki. Seperti bermain dengan hewan peliharaan, Baca Novel/buku non fiksi, merajut, motoran, dan lainnya.

Yang suka baca novel atau buku non fiksi, bisa juga menulis review di blog. Menambah label book reviewer misalkan kalian punya blog. Yang awalnya bad mood setelah baca novel dan bikin review buku, semoga bisa mengubah suasana hati menjadi hepi.

Nonton Film atau Drama Korea

Saya juga akan nonton film ketika mendadak bad mood. Tontonan yang menghibur mampu menghempaskan suasana hati yang buruk. Nggak perlu datang ke bioskop dan mengeluarkan duit ratusan ribu karena plus untuk beli jajan. Cukup nonton di rumah, bisa dengan memilih film dari aplikasi atau di TV bagi saya udah bisa mengatasi bad mood.

Saya kebetulan sekarang mulai nonton drama Korea, jadi ada pilihan termudah untuk mengatasi bad mood.

Silakan baca Drakor pilihan untuk mengatasi bad mood :


Mengonsumsi Makanan atau Minuman Kesukaan

Ini salah satu cara paling ampuh untuk mengatasi bad mood. Banyak kan ya pengakuan orang yang bilang kalo lagi bad mood tuh pengennya makan. Hahahaa.

Ya nggak salah, emang makan itu bisa banget mengusir bad mood. Yang penting punya duit, jangan bayar jajanan online dengan cara berhutang. Malah mendatangkan bad mood berkepanjangan kalo nggak ada duit untuk bayar hutang. Eh napa melantur ya.

Ketika bad mood saya suka mengingat makanan atau minuman kesukaan. Kadang malah cukup bikin minuman hangat dengan bahan yang ada di rumah, seperti teh, kopi susu, atau teh tarik, udah bisa menghempaskan bad mood. Nggak perlu ke kafe kalo saya pengen ngusir bad mood. 

Eh tapi kalo pengen ngopi di kafe pun gak masalah. Ada yang bilang nyembuhin bad mood dengan healing di kafe. 


Ngopi di tempat sejuk
(Foto diambil saat ikut famtrip)

Ngobrol Dengan Teman atau Keluarga

Bertemu atau sekadar chating di WhatsApp dengan teman karib atau kerabat juga salah satu cara mengatasi bad mood.

Ngobrol nggak penting, tentang film, aktor tampan, novel terbaru, atau topik receh mampu mengusir bad mood. 

Saya sendiri suka ngobrol receh dengan suami setiap hari. Kadang bisa bikin saya ngakak sampai keluar air mata. Karena suami termasuk orang yang gampang mencairkan suasana hati saya. Ketika kami tengah LDR pun tetap bisa ngobrol atau chating-an menjelang istirahat malam. Beneran deh ngobrol receh seperti ini bikin mood membaik.

Meditasi 

Meditasi bagi sebagian orang bisa mengatasi bad mood. Namun karena saya muslim, lebih menekankan berdzikir, tadarus, atau baca sholawat saat bad mood. Alhamdulillah cukup melakukan hal di atas suasana hati bakal membaik 

Cara sederhana yang bisa dilakukan oleh siapapun, pilih tempat yang tenang tanpa gangguan suara. 

TIDUR

Nah ini dia tips termudah dan sederhana untuk mengatasi bad mood. Sengaja pula saya letakkan terakhir, ketika cara di atas belum berhasil dilakukan untuk menghempaskan suasana hati yang buruk.

Bad mood karena kurang tidur obatnya ya istirahat dan tidur siang. Jangan memaksakan mata yang lelah untuk tetap bekerja, hasilnya nggak bakal maksimal. Tidur siang selama sejam atau 2 jam mampu memperbaiki suasana hati menjadi lebih baik. Produktivitas kerja juga meningkat. Jangan ditunda-tunda ya kalo ingin istirahat siang sejenak.

Nah itulah 7 Tips Mengatasi Bad Mood dengan Cara Sederhana. Bisa juga lakukan cara lain mengatasi bad mood, misalkan dengan traveling. Tentunya cara ini butuh cuan dong yaa. Ya gak apa sih kalo kalian sepulang traveling menuliskannya di blog. Bisa loh menjadikan cuan dari tulisan di blog. Ada banyak orang yang menjadi Travel Blogger menghasilkan cuan dari kisah travelingnya.

Mungkin kalian punya cara lain untuk menghempaskan bad mood, Bestie? Sharing yuk di kolam komentar. Wassalamu'alaikum.
Reading Time:

Kamis, 20 Oktober 2022

Cara Lain Menikmati Traveling Lombok, Sepedaan di Gili Trawangan
Oktober 20, 2022 12 Comments
Assalamu'alaikum Sahabat. Hari ini saya dan keluarga suami menghabiskan pagi di Simpang Lima. Menuju arah Simpang Lima, kami bertemu banyak rombongan bus wisata. Huwaaa jadi mupeng liburan. Tapi kali ini saya hanya ingin sharing cerita traveling saya saat di Lombok. Tepatnya saya akan berbagi cerita apa aja sih yang bisa dilakukan kalo sedang di Gili Trawangan? 



Ini adalah rangkaian cerita traveling saya bersama sahabat blogger di Lombok. Sebelumnya saya udah tuliskan di blog ini cerita saat perjalanan keberangkatan di sini. Selama di Lombok saya nginap di hotel saat kedatangan. Pesan hotel dadakan saat di bandara Yogyakarta. Alhamdulillah masih kebagian kamar. 


Untuk penginapan selama di Lombok belum saya tuliskan, nanti lah ya nunggu antrian. Saya masih ada hutang artikel traveling di Lombok nih, hahahaa. 

Menyeberang ke Gili Trawangan 

Jadi hari ke-2 merupakan H-1 sebelum pulang ke kota asal. Hari ini juga merupakan perjalanan wisata ke Gili Trawangan. Ada 3 gili sebenarnya yang menjadi destinasi wisata kami, saya dan Mba Tanti, teman seperjalanan selama di Lombok. Sudah saya ceritakan di tulisan awal gimana kami bisa memilih traveling ke Lombok dari perencanaan hingga akhirnya berangkat.


Holid yang juga tour guide merangkap driver selama traveling Lombok, sudah siap di loby. Saya dan mba Tanti baru selesai makan dan bersiap di kamar. Oia kami mendapat sarapan selama menginap 2 malam di hotel yang terletak di pusat kota Mataram. Pagi ini sarapannya model prasmanan dengan menu nasi putih, ayam taliwang, tumis wortel kacang panjang, mie goreng, bakwan jagung, dan krupuk.


Kami segera meluncur dari hotel menuju tempat penyeberangan di Jalan Raya Bangsal Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara. Tiba di lokasi nampak sepi. Holid masih membeli tiket untuk kami menyeberang ke Gili Trawangan. 


Tempat pembelian tiket

Dari Pelabuhan Bangsal ada 2 alternatif perahu yang bisa digunakan untuk menyeberang ke Gili. Alternatif pertama public boat yang digunakan tidak hanya untuk wisatawan namun juga para pedagang yang akan menuju Gili Trawangan. Tarifnya per orang dikenakan 15 ribu rupiah. Alternatif kedua ada speedboad yang tentunya lebih cepat. Namun untuk tarifnya saya kurang paham karena tidak nanya-nanya waktu itu.


Saya dan Mba Tanti masih nungguin perahu, atau nungguin penumpang ya? Hmm... Iya sih memang waktu sampai di penyebarangan itu kayak sepi gitu. Yang mau nyeberang nggak begitu banyak. 

Kios souvernir, saya beli topi 
karena cuaca panas banget


Deretan perahu menanti penumpang


Namun ternyata 20 menitan kemudian saat ada pemberitahuan perahu yang akan menyeberang ke gili udah siap, orang-orang ramai menaiki perahu. Wah rupanya mereka nungguin di dermaga, sementara saya dan Mba Tanti nungguin dekat pos gardu, hihiii.


Perahu yang kami tumpangi lumayan luas, masih ada ruang di dek atau lantai perahu yang kosong. Kursi di sisi kanan dan kiri yang saling berhadapan penuh dnegan penumpang. Begitu pula bagian belakang perahu, semua tempat lapang udah menjadi tempat duduk bagi penumpang.




Cuaca cerah pagi itu terlihat bersahabat, begitu pun dengan arus air laut yang tidak begitu terasa. Mata saya terbuai kantuk karena diayun-ayun ombak laut. Jarak menuju Gili Trawangan sekitar 3 km dengan durasi waktu kurang lebih 40 menit. 

Di dalam perahu terayun ombak
pengennya tidur, hahahaa


Sesekali tangan saya meraih air laut yang terlihat bening dan bersih. Seger banget rasanya, andai saya berani berenang di laut. Huhuhuuu.


Sepedaan Dan Eksplorasi Menuju Ujung Gili Trawangan



Sahabat traveler, jangan pernah bingung menghabiskan waktu selama di Gili Trawangan. Selama ini orang selalu memilih kegiatan di dalam laut, yaitu snorkeling atau diving bila sedang berada di Gili Trawangan. Keindahan bawah laut tempat ini memang tiada duanya, cantik dan eksotis. Itu kata orang karena saya sendiri belum nyobain kegiatan ini.


Namun bagi yang tidak bisa berenang ataupun takut masuk ke dalam laut seperti saya, bisa kok tetep seseruan hepi di Gili Trawangan. 


Gili Trawangan dikenal sebagai tempat wisata tanpa polusi. Karena selama di sana saya tidak menjumpai kendaraan bermotor. Ada Cidomo yang mirip dengan delman atau dokar, gerobak yang ditarik oleh kuda. 


Cidomo tengah melintas
di depan Masjid 

Saya lupa bertanya berapa biaya keliling gili menggunakan Cidomo. Saya melihat beberapa Cidomo hilir mudik membawa penumpang. Seru juga ya numpang Cidomo sambil eksplor gili tanpa lelah.


Tatapan saya tertuju pada deretan sepeda. Sebelumnya saya dan Mba Tanti kasak kusuk pengen sepedaan keliling gili. Tapi apa bisa ya kegiatan snorkeling diubah gowes aja di gili? 


Deretan sepeda
siap menanti wisatawan 


Nah kebetulan saya dan Mba Tanti ikut trip yang dikelola semuanya dari hotel, makan, sampai ke tempat wisatanya. Jadi waktu di gili itu ada Pak Dedi yang akan menerima kami di resto tempat makan siang.

Melalui Holid keinginan kami sepedaan di Gili Trawangan bisa diwujudkan oleh Pak Dedi. Beliau yang menyambut kami setibanya di gili dan menjelaskan kalo sepeda sudah siap untuk eksplorasi Gili. Nanti saat makan siang kami diminta untuk menuju resto deket dermaga.




Senang juga membayangkan sepedaan di Gili Trawangan bisa terwujud. Keliling gili tanpa jalan kaki dan bisa menemukan hidden gem asik di gili. 


"Bisa kan Mba," saya memperhatikan Mba Tanti agak kewalahan mengayuh sepeda dengan rok kulotnya.


Mba Tanti cerita sebelumnya kalo udah belasan tahun belum naik sepeda lagi. Tapi menurut saya sepanjang pernah naik sepeda, pasti bisa memulainya lagi.


Dan benar saja, nggak butuh waktu lama Mba Tanti udah mengayuh dengan lancar. Saya nggak terasa mengayuh sepeda agak cepat, kebiasaan gowes pagi sendirian jadi suka ngebut. Nggak tahunya Mba Tanti tertinggal di belakang. Saya pun berhenti di pinggir jalan yang kebetulan di sisi kiri merupakan teras-teras milik resto atau hotel yang ada di sisi kanan. Di sebelah teras resto adalah laut yang cantik dengan gradasi warna yang bikin mata enggan beralih menatap yang lainnya.


Gagal Menanti Senja di Gili Trawangan

Sepedaan entah sejauh berapa kilometer tak begitu terasa. Karena pemandangan di sepanjang jalan banyak keindahan yang memanjakan mata.


Akhirnya kami tiba di sebuah tepi pantai yang agak tersembunyi dengan cerukan agak luas. Pepohonan menaungi kawasan pantai dan terdapat tempat duduk yang bisa dijadikan singgah sementara. 

Picture taken by @mrchtadeera







Lelah ya sepedaan di gili? Iyaa tapi seneng juga bisa menikmati kegiatan lain selain snorkeling. Ternyata bisa juga seseruan dengan sepedaan di gili. Semilir angin pantai memainkan kerudung dan menghapus panas yang menyengat di Gili Trawangan ini. Sumpah panasnya nggak ketulungan. Beruntung saat menanti perahu di penyeberangan saya sempat beli topi. Lumayan bisa melindungi kulit wajah dari terpaan sinar ultraviolet.


Nggak terasa perut meminta hak nya, saatnya makan siaaang, hahahaa.  Kami mengayuh sepeda menuju resto yang letaknya dari dermaga itu belok kanan. Di sana Pak Dedi udah menyiapkan meja untuk kami berdua. Waaahhh mejanya di tepi pantai yang cantiiikkk.


Menu makanan siang itu lengkap kaaap, tentu saja serba sea food. Saya melihat dengan suara organ dalam perut yang sedang konser. Dughh gak sabar pengen ngabisin segera. Beruntung ya Pak Dedi nggak kelamaan basa basinya, hahaha..


Makanannya banyak untuk kami berdua


Ternyata hasrat menghabiskan makanan tak sebanding dengan kapasitas ruang lambung saya dan mba Tanti. Masih ada makanan yang sisa. Mengapa ya paket tour yang kami pilih begitu murah hati menyiapkan menu lengkap dengan porsi banyak. Sudah dua kali ini kami tak mampu menghabiskan sajian lezat dari resto baik saat di kawasan Lombok Utara maupun di Gili Trawangan ini.

Nikmat loh minum Kelapa muda
sambil memandang pantai


Kami masih bersantai menikmati suasana pantai yang tetap ramai dengan wisatawan Nusantara dan mancanegara. Meski banyakan turis bule sih. Mungkin mereka merasa nyaman di gili, tempat lain di Indonesia yang masih bisa dinikmati dengan lebih enjoy dibanding Bali.


Oiya, Gili Trawangan bisa juga diakses dari pulau Bali. Beberapa speed boat hilir mudik terlihat dari arah yang berbeda dengan kedatangan kami. 


Hmmm, kami masih harus shalat sebelum balik ke Bangsal Pemenang lagi. Ada suara pemberitahuan bahwa wisatawan mancanegara mesti segera meninggalkan Gili Trawangan. Saat itu memang awal covid melanda negeri ini. Fyi, saat saya berangkat itu, sudah ada kabar tentang pasien pertama covid di Indonesia. Namun hingga pulang belum ada penurunan border. 


Dan sebenarnya saya enggan balik karena suasana gili beneran bikin mager. Apalagi ada banyak pilihan tempat menginap yang lokasinya ada di depan pantai. Dan saya juga pengen bisa memandang sunset, sayangnya gagal karena perahu penyeberangan sudah menanti. Semoga bisa kembali ke Gili Trawangan bersama keluarga.


Alhamdulillah sekarang kita mulai berdamai dengan keberadaan virus ini. Tetap jaga protokol kesehatan di manapun kita berada. Semoga selalu sehat dan dalam perlindungan Allah SWT, sehingga bisa traveling di bumiNYA. Aamiin.


Tulisan ini merupakan jawaban atas challenge dari Arisan Blogger dan kebetulan yang mendapat adalah Mba Tri Suci. Tahu nggak sih kalo dia adalah Travel Blogger Medan dan sering menulis tentang kesukaan travelingnya?


Dari dulu pengen bisa menjelajah Sumatera, dan alhamdulilah beberapa kota udah pernah saya kunjungi. Semoga impian saya dan suami bisa road trip ke Pulau Sumatera lagi suatu hari nanti. Aamiinkaaan yaa. Terima kasih yang udah berkenan membaca cerita saya saat sepedaan di Gili Trawangan. Sampai jumpa dalam cerita traveling saya berikutnya. Wassalamualaikum.
Reading Time:

Selasa, 30 Agustus 2022

1 Hari Mengunjungi 3 Tempat Wisata di Yogyakarta
Agustus 30, 2022 25 Comments

Assalamualaikum Sahabat. Katanya Yogya terbuat dari rindu, pulang dan angkringan. Ahhh ... Itu penggalan sajak karya penyair Joko Pinubo. dan meski saya belum tinggal lama di kota pelajar ini, namun saya selalu memendam rindu. Mungkin karena saya telah mengenal Yogya sejak usia sekolah dasar. 




Kenal pertama kali dengan Yogya saat diajak Bapak bersama ibu dan adik-adik. Saya ingat kesana saat perayaan Sekatenan yang diadakan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Kami menginap satu malam di salah satu penginapan sederhana. 

Kunjungan ke Yogya nggak berhenti karena beranjak dewasa saya makin sering ke kota itu. Terutama sejak menikah dan memiliki anak-anak, hampir tiap bulan selalu mengunjungi Kota Yogya. Seakan Yogya memanggil saya untuk selalu pulang kembali agar hati tak terpenjara rindu. Aseekkk.


Seharian di Kota Yogya, Mau Kemana Aja? 

Sebenarnya bebas sih mau kemana selama di Yogya. Tapi kalo saya punya pilihan tiga tempat wisata di Yogya bila ingin menikmati waktu tanpa terburu-buru. Pilihan tiga tempat wisata ini saya perhitungkan dengan waktu satu hari kunjungan. Saya tinggal di Kota Semarang dan memang hanya ingin sehari aja jalan-jalan di Yogya.


Oiya, pilihan saya bukan wisata di kawasan pantai daerah Gunung Kidul. Kalo ingin ke pantai kawasan Gunung Kidul biasanya saya menginap semalam agar gak kemalaman pulangnya. Biasanya malam dihabiskan untuk kulineran di pusat kota, nanti pagi-pagi sekali kami meluncur ke kawasan Gunung Kidul. Karena menuju Gunung Kidul itu butuh waktu dua jam lebih dari Kota Yogya. Tiba di pantai waktunya masih pagi sekitar jam 9 gitu.


Berikut ini pilihan paket wisata satu hari ketika di Yogya :

Batu Kapal, Wisata Alam Serasa Pulang Kampung

Tempat wisata ini katanya dahulu merupakan tempat goweser melepas lelah setelah mengayuh sepeda berkilo-kilo meter. Tempat yang adem karena semilir udara, duduk di tepi sungai Opak, mendengar arus airnya yang gemericik, tentu mampu meredakan lelah. 


Untuk menuju tempat wisata alam ini, rutenya bisa ditempuh dari jalan Yogyakarta-Wonosari hingga sampai di Pasar Wage. Sahabat  bisa maju beberapa meter hingga menemukan gapura Klenggotan. Setelah itu, kalian masuk aja ambil arah utara dan menyusuri jalan. Jangan khawatir bakal tersesat, sepanjang jalan ada petunjuk jalan yang udah dipasang oleh pengelola.


Saya cukup menikmati perjalanan yang melintasi rumah warga dengan kebun yang beragam. Sebagai pecinta tanaman, menatap beragam tumbuhan yang subur terawat adalah sebuah berkah dari perjalanan.



Tiba di lokasi terlihat penanda tempat wisata yang dibuat secara alami dengan sisi kanan terdapat aliran air sungai Opak. Pohon bambu tumbuh subur di area tempat wisata. Dan saya baru tahu kalo tempat wisata ini dananya diperoleh dari menjual bambu, untuk dijadikan sarana pendukungnya.


Jadi sebelum menjadi taman wisata, area ini merupakan lahan yang penuh tanaman bambu. Area ini juga menjadi tempat orang untuk mengambil pasir di sungai Opak. Mengingat tempatnya yang adem, alami, dan bisa menjadi tempat untuk wisata orang sekitar. Seperti pesepeda yang rehat setelah mengayuh sepedanya. Tahu dong kalo dekat tanaman bambu tuh semilir udaranya, bikin ngantuk.

Si bungsu asik duduk di batu

Nah ternyata ada produser film yang tertarik menjadikan kawasan ini sebagai tempat syuting. Tahu kan dengan film KKN Desa Penari? Nah di sini salah satu tempat untuk pengambilan gambar. Ada juga film lain yang pengambilan gambarnya di lokasi ini, cuma saya nggak ingat judulnya.


Saya yang udah tertarik dengan suasana tempat wisata ini, dengan alamnya yang asri, mendengar gemericik air, merasa kayak pulang kampung. Meski aslinya anak kota, saya selalu tertarik dengan desa. Hingga waktu usia sekolah dasar dahulu ibu suka menitipkan saya bila ada tetangga yang pulang kampung, wkwkwkk.


Yang menjadi daya tarik hingga membuat wisatawan berkunjung ke tempat ini adalah bebatuan yang bentuknya mirip kapal. Dengan ukuran yang besar, guratan menyelimuti bebatuan tersebut. Kalo dilihat dari jauh bentuk batu mirip dengan haluan kapal.



Duduk di atas batu dan menikmati udara sejuk sambil dengerin arus air, terasa menyejukkan pikiran. 

Oia tempat ini sering dijadikan sesi foto untuk pre-wedding, juga model bagi rumah mode. 

Sesi foto pasca wedding
ala saya dan suami 😁

Di sini pengunjung bisa menikmati arus Sungai Opak yang kadang tenang, tapi bisa juga menjadi deras tergantung cuacanya. Ada penyewaan ban yang dikenai tarif 20 ribu untuk dua kali menyusuri kawasan itu sepanjang 500 meter. Kemarin saya lihat ada juga olah raga river tubing namun katanya belum difungsikan sepenuhnya. Untuk harga tiket masuk, kami hanya bayar parkir mobil. Tiket masuk disediakan kotak sumbangan seikhlasnya pengunjung untuk mendonasikan uangnya. Tapi ini bisa saja berubah karena kunjunga saya itu bulan November 2020.


Di tempat wisata ini juga terdapat warung makan, yang menjajakan cemilan, bahkan nasi soto yang mengenyangkan. Sayangnya saat tiba di sini warungnya belum siap makanannya. Saya pun hanya menikmati air mineral untuk pelepas dahaga.


Tebing Breksi Yang Nampak Eksotis

Untuk menuju Tebing Breksi itu kita menuju arah yang sama kalo mau ke lokasi tempat wisata Candi Ratu Boko. Kami memilih tebing Breksi dulu karena penasaran tempatnya seperti apa, dan kebetulan memang udah lama pengen kesini. Dari sejak dibuka, ini menjadi kunjungan pertama saya.




Wisata Taman Tebing Breksi juga termasuk wisata strategis karena berjarak sekitar 2,1 km dari Batu Kapal 2,1 km. Sedangkan kalo ingin ke Taman Wisata Candi Situs Ratu Boko jaraknya sekitar 2,3km. 


Di sekitar tempat ini juga terdapat banyak tempat wisata yang bisa kalian kunjungi. Ada Watu Payung, Rumah Domes dan candi Barong.


Bagi kalian yang ingin berkunjung ke Tebing Breksi, akan menjumpai pemandangan yang mempesona. Dengan pemandangan tebing kapur yang membentuk sebuah pemandangan alami. Bagi kalian yang pecinta fotografi, pasti ingin sekali mengambil setiap sudutnya dengan kamera. Atau menjadi sesi foto-foto bersama bestie kalian.


Waktu yang paling tepat untuk mengunjungi tebing ini adalah sore hari. Bila siang hari udara panas kota Yogyakarta akan terasa sangat menyengat. Tapi saya sendiri memilih untuk mengunjungi tempat ini saat siang, setelah makan di Jejamuran


Tetapi, bagi sahabat yang ingin menikmati kawasan ini, memang disarankan untuk datang siang hari. Saking sepinya, bisa untuk foto-foto tanpa harus antri. Seperti saya yang datang di lokasi saat pukul 14.00 WIB. Matahari terasa dekat di atas kepala. Pengen ngadem tapi tempatnya jauh dari lokasi saya motret, huhuu.


Sebelum menjadi kawasan wisata yang cukup epic ini. Tebing breksi merupakan tempat penambang bebatuan kapur. Karena, terbengkalai dan tidak digunakan lagi, kawasan ini pun disulap menjadi sebuah kawasan pariwisata. Sebenarnya pada saat penambangan, kawasan ini sering dikunjungi oleh wisatawan. Hanya saja, baru wisatawan dari Yogyakarta saja.


Tebing Breksi buka pada pukul 10 pagi hingga 9 malam. Tetapi kawasan di bagian atas akan ditutup pada pukul 6 sore. Atau setelah momen sunset berakhir. Bagi kalian yang ingin menikmati momen menakjubkan di tebing ini saat senja, jangan sampai terlewatkan. Saya sendiri belum sempat menikmatinya karena kelamaan nunggu senja di sini. Dan memilih menikmati senja di Situs Ratu Boko.


Kawasan wisata di Tebing Breksi merupakan tempat spot foto yang epic. Tempat ini sering dijadikan tujuan berbagai macam acara baik kelas daerah maupun nasional, bahkan sampai internasional. 


Untuk harga tiketnya karena saya kesana itu orang dewasa semua, dikenakan tarif 10 ribu rupiah per orang. Saat itu juga ditanyakan aplikasi Peduli Lindungi. Kebetulan kami ke tempat ini pada bulan November 2021. 


Tebing Breksi :

Jl. Desa Lengkong, RT.02/RW.17, Gn. Sari, Sambirejo, Kec. Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55572


Situs Ratu Boko


Sebenarnya Sahabat bebas ingin mengunjungi Situs Candi Ratu Boko atau Tebing Breksi terlebih dulu. Kedua tempat ini memiliki keunikan dan kecantikan masing-masing. 


Waktu kunjungan pertama saya dan suami serta anak-anak terjadi akhir tahun 2013. Waktu itu kami ditawari untuk membeli tiket terusan yaitu ke 3 wisata candi Borobudur, Prambanan, dan Situs Ratu Boko. Harganya saat itu sekitar 25 ribu, terjangkau banget ya. Apalagi kami bisa menitipkan kendaraan di tempat yang disediakan dan nantinya ikut menumpang kendaraan dari pengelola. Kami menolak karena tiba di Situs Ratu Boko udah pukul 16.00 WIB.


Kami berkunjung lagi tahun 2019 dan harga tiketnya per orang untuk dewasa 25 ribu, anak-anak usia 4 - 6 tahun 15 ribu. Namun tahun ini ada perubahan harga tiket, menjadi 40 ribu untuk orang dewasa dan 20 ribu untuk anak usia 4-6 tahun.


Situs Ratu Boko terletak sekitar 3 km arah selatan dari Candi Prambanan. Kawasan Ratu Boko berada di sebuah bukit dengan ketinggian kurang lebih 195, 97 meter di atas permukaan laut. 

Banyak yang menyebut Situs Ratu Boko adalah candi, sebenarnya bukan!

Karena yang sebenarnya adalah reruntuhan sebuah kerajaan dan dinamakan Kraton Ratu Boko. 

Reruntuhan keraton

Menurut legenda yang saya baca di website Taman Wisata Candi, mengapa disebut Kraton Boko karena merupakan istana Ratu Boko, ayah Loro Jonggrang. 


Istana Ratu Boko diperkirakan dibangun pada abad ke-8 oleh Wangsa Syailendra yang beragama Buddha, namun kemudian diambil alih oleh raja-raja Mataram Hindu. Peralihan ‘pemilik’ tersebut menyebabkan bangunan Kraton Boko dipengaruhi oleh Hinduisme dan Buddhisme.


Bila sahabat ingin menjelajahi semua area situs, persiapkan bekal minum, payung atau topi, makanan kecil (nggak harus siih, kalo betah lapar), kacamata dan kamera.


Saya sangat menikmati tempat yang eksotis ini, hingga sudah 4 kali berkunjung bersama beberapa orang yang berbeda. Misalkan ada lagi yang mengajak kesini, saya pasti akan mengiyakan saking terlanjur jatuh cinta dengan tempat ini.



Kunjungan pertama kesini, setelah menjelajahi kawasan situs yang luas, kami memilih duduk di area depan panggung. Karena akan ada pagelaran tari sambil menanti senja. Atau menikmati pemandangan pegunungan bila cuaca sedang bagus-bagusnya. Karena sahabat akan menjumpai pemandangan Gunung Merbabu dan Merapi meski hanya siluet nya. Yakin banget indah tak terbantahkan. 

Gimana kalo Travel Blogger Balikpapan suatu hari berkunjung ke Candi Ratu Boko? Semoga ada kesempatan buat Mba Dian yang juga dikenal sebagai penulis Balikpapan untuk berkunjung ke 3 tempat yang saya tuliskan di sini.


Kalian sendiri apakah udah pernah mengunjungi Situs Ratu Boko, Batu Kapal, dan Tebing Breksi? Yuk bagikan cerita kalian di kolom komentar ya sahabat. Wassalamualaikum.


Sumber Artikel :

- website Taman Wisata Candi

- portal berita Detik.News

Reading Time:

Rabu, 23 Oktober 2019

Pilihan Menginap di Aston Hotel Madiun Saat Kondangan
Oktober 23, 2019 31 Comments

Pilihan Menginap di Aston Hotel Madiun


Assalamualaikum Sahabat. Menginap nyaman di Aston Hotel Madiun bisa jadi pilihan kalian saat berada di kota berudara sejuk ini. Seperti yang saya alami ketika mendapat undangan pernikahan teman kami tahun lalu.

Iyess, artikel ini baru sempat saya buat awal tahun ini. Itu pun masih tersendat dan mundur dari rencana jadwal tayang awal tahun ini. Akhirnya baru bisa diterbitkan bulan ini. Nggak apa lah ya, yang penting tetap saya tayangkan artikelnya. Mana tahu ada yang ingin membaca review ala saya saat menginap di Aston Hotel Madiun.

Jadi ceritanya, saya dan suami tinggal datang aja ke Aston Hotel dan menempati kamar yang udah dibooking oleh temannya.

Acara resepsi pernikahan dan akad jatuh pada hari yang sama, yaitu hari Selasa. Nah saya dan suami berangkat satu hari sebelum nya. 

Berdua kami meninggalkan kota Semarang, memilih jalur Solo - Magetan. Alasan suami sih karena lewat jalur ini, misalkan lelah bisa berhenti di salah satu kawasan wisata.  

Begitu tiba di kawasan wisata Tawangmangu, suami enggak menghentikan mobil. Namun dia memilih terus melajukan mobilnya hingga tiba di tempat dengan pemandangan yang selalu bikin kangen. 

Lereng perkebunan dengan berbagai tanaman palawija, udara sejuk yang sesekali terasa dingin karena kabut turun begitu saja. Suasana sepi yang nyaris jarang tersentuh polusi asap bermotor karena hanya sesekali saja mereka melintas.

Saya segera membuka kaca jendela dan menerima angin sejuk yang menyentuh wajah. Mata terpejam tanpa terasa. Menikmati sentuhan udara dingin yang serasa seperti spa alam. Berbaur aroma rumput basah, wangi bunga, dan cuitan burung di kejauhan. 

"Berhenti dulu yuk, pengen keluar mobil dan memandang alam tanpa batas," pinta saya pada suami.

Kami berjalan keluar mobil dan memilih berdiri di sisi jalan sebelah kiri. Di depan mata, terhampar lereng bukit dengan berpetak tanaman yang beragam. Saya paling gemes pada tanaman cabe yang rimbun dan tampak sehat. Cabainya memenuhi ranting dengan beragam warna, dari kuning pucat hingga orange. 

Di sisi lain ada tanaman brokoli, tomat, daun bawang, dan kembang kol. Tapi masih banyak lagi sih jenis tanaman yang tumbuh subur di Karanganyar ini. Udara sejuk dengan intensitas sinar mentari yang sedang, menjadi modal alami tanaman untuk tumbuh dan memberikan hasil yang bagus buat petani.

Saya dan suami tak berlama-lama di sana, kami melanjutkan perjalanan. Namun mendadak pengen berhenti sejenak di kawasan wisata Telaga Sarangan. Tempat cantik dengan udara sejuk yang terletak di dekat perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur.


Telaga Sarangan yang adem
Nanti akan saya ceritakan dalam blogpost tersendiri ya. Semoga nggak lupa, hihii.

Setelah melintasi kota Magetan, pukul 14.20 mobil yang hanya terisi saya dan suami memasuki Kota Madiun. Kota dengan lalu lintas yang normal menyambut kedatangan kami. Dahulu saya dan suami cuma melintasi kota ini waktu akan ke Tulungangung. Paling cuma mampir beli oleh-oleh dan belum pernah menginap di kota ini. Kali ini kami akan menginap semalam di hotel yang terkenal dengan fasilitasnya yang nyaman.

Cukup mudah mencari letak hotel dari pintu masuk Kota Madiun. Suami mengandalkan google map di ponsel. Dan mobil sudah mengarah ke tempat parkir yang terletak di basement.

Karena orang dari WO udah menitipkan pesan, bahwa check in nya ada penundaan sekitar 30 menit. Saya dan suami menunggu di lobby hotel sambil menikmati suasana dan sesekali membalas chat di WA.

Sebenarnya hotel ini sengaja dipilih bukan hanya karena fasilitasnya yang terkenal nyaman. Tapi karena pelaksanaan resepsi dan akad nikah juga di hotel ini. Jadi pilihannya tentu karena alasan praktis juga.


Aston Hotel Madiun
Front Line Staff
Loby hotel cukup luas dan terbagi dalam tiga area. Saya sendiri duduk di lobi yang menghadap area pintu masuk hotel. Sementara dua loby lain terletak di samping dan depan front line staff.

Saya asli nya udah ngantuk dan pengen segera tiduran karena lelah juga di jalan berhenti sambil jalan-jalan dulu di tempat wisata. Hahahaa. Sayangnya karena kamar belum beres dirapikan jadi ya udah lah ditunggu di loby sambil chat sana sini.

Syukurlah gak sampai sejam, kami udah dikasih kunci kamar. Jadi bisa rebahan sebentar sambil menanti makan malam abis maghrib. Oiya saya dan suami rencananya akan kulineran di luar hotel. Pengen nyari oleh-oleh juga buat keluarga di rumah.


Fasilitas Aston Hotel Madiun


Memasuki kamar di lantai 4, saya sungguh merasa hepi. Karena kamarnya lumayan luas dengan meja kerja panjang yang muat untuk naruh laptop, buku agenda, dan tas kerja. Saya kebetulan bawa laptop karena ada kerjaan yang mesti diselesaikan sebelum DL dua hari lagi. Jadi karena ngantuknya hilang begitu masuk kamar, saya pun buka laptop.






Aston Madiun mempunyai 4 tipe kamar yaitu Superior, Deluxe, Premier, dan Junior Suite. Kamar yang saya tempati memiliki fasilitas kamar sepereti umumnya hotel bintang 4. 



Saya suka loh dengan kamar mandi yang memiliki kaca tembus pandang ke arah bed. Hihiii, tinggal ditarik aja ntar gordyn nya bakal menutup atau membuka. Dan terlihat lah pemandangan kasur empuk yang mengundang untuk ditiduri.


Bed dilihat dari bathroom

Ruang shower berhadapan dengan wastafel. Ada pintu kaca yang bisa ditutup agar air bilas tak membasahi area wastafel. Cuma misal nggak ditutup pun, area Washtafel dan toilet tetap kering.


Fasilitas kamar yang lengkap mulai dari televisi, desk, lemari es, coffee/tea maker, complimentary bottled water, dan mini bar. Begitu pula dengan  toiletries yang lengkap. Buat tamu hotel yang mau berenang juga nggak perlu khawatir  kalo ingin mengeringkan rambut. Di toilet nya udah disediakan hair dryer, asik kaaan.

Letaknya pun sangat strategis. Dari hotel ini, kamu bisa sampai di Stasiun Madiun dengan berkendara tak sampai 10 menit. Untuk nyari makan pun juga gampang. Keluar hotel ambil belokan ke kanan, trus lurus aja nanti di perempatan kesatu atau kedua, banyak tempat makan. Kamu bisa memilih yang di kaki lima atau di resto.

Karena bingung mau makan malam di mana, kami malah memilih warung yang menyajikan mie Jowo, hahaha. Jauh-jauh dari Semarang ke Madiun, jajannya mie Jowo. Tapi rasanya enak jadi kami enggak nyesel. Lagi pula niat awal kan pengen makan nasi pecel. Cuma kalo makan pecel malam-malam takutnya perut saya protes.

Saya dan suami melanjutkan pencarian pusat oleh-oleh khas di Madiun. Ada kue yang terkenal dan legend banget. Kamu pasti udah kenal dengan bolu Cokro kan? Nah kemarin itu saya sempat nyaris kehabisan karena memang kalo weekend gitu suka banyak orderan via telpon. 



Akhirnya setelah menanti 20 menit, saya mendapatkan bolu Cokro rasa original 1 dus dan rasa campur 1 dus. Nggak apa deh cuma dapat dua dus itu, cukup deh buat oleh-oleh untuk anak-anak dan bapak ibu saya.


Kamar Yang Nyaman Buat Istirahat

Bed di kamar saya empuk dan nyaman buat tidur. Saya sampai bangunnya udah jam 05.00 terlewat shalat tahajud. Dihhh, enak banget nih tidurnya. Suami udah bangun sejak pukul 3 tapi katanya enggan bangunin saya karena terlihat lelap banget.

Setelah mandi lebih awal, saya lanjutin draft yang sempat saya kerjakan sore sebelumnya. Baru lah pukul 8 saya dan suami turun ke resto untuk sarapan.



Nah sayangnya foto makanan di resto ini nggak komplit. Karena kelamaan nggak ditulis, sebagian fotonya hilang, hihii. 

Tapi saya juga cuma ambil sarapan tiga macam. Yaitu buah potong berupa pepaya dan melon. Untuk makanannya saya memilih sosis dan pokcoy, serta wafel. 



Tempat duduk di restonya ada banyak pilihan. Resto nya cukup luas, kalo misal pengunjung penuh pasti masih bisa tercukupi tempatnya. Model ruangannya letter L gitu, dengan penempatan pilihan makan di beberapa meja saji.

Sarapannya sendiri ada berbagai macam, dari bubur, wafle dengan toping pilihan, nasi goreng, soto, soup, dan beragam roti serta dessert kue mungil. 

Aston hotel Madiun ini berada di Jalan Mayjend Sungkono No.41, Nambangan Kidul, Mangu Harjo, Madiun. Per malamnya, hotel ini memasang tarif kisaran 500 ribuan. Kamar mewah ala bintang lima sudah bisa kamu tempati. 

Kalo misal kamu sedang dalam perjalanan ke Jawa Timur dan butuh tempat menginap, saya rekomendasikan Aston Hotel di Madiun ini. Pelayanannya memuaskan, staff nya juga ramah dan membantu misal diminta bantuan. Cuma sayangnya saya kemarin nggak sempat tour keliling hotel karena sibuk mau kondangan di ballroom nya. 

Ya udah lah, misal nanti ke Madiun dan butuh tempat menginap, saya pasti akan balik lagi ke Aston Hotel. Apalagi kemarin nggak sempat nyoba tempat fitnes atau kolam renangnya yang terlihat dari kamar saya. 

Saya udah siap jagong di ballroom lantai 2 dengan naik tangga dari lantai 1 juga bisa. Lokasinya banyak belokannya, hahahaa. 

Sambil nunggu teman saya yang lainnya, suami sempat ngambil foto di dekat loby. Duduk di kursi dengan model kayak ada singgasana gini, saya berasa jadi ratu. Tempat saya duduk ini lokasinya bersebelahan dengan front line staff. Belakang saya duduk itu adalah lift untuk naik ke kamar-kamar di Aston Hotel.



Yup, meski nggak komplit cerita saya saat bermalam di Aston Hotel Madiun, cukup lah ya jadi masukan misal nanti terdampar di kota ini. Sampai jumpa dalam cerita pengalaman tempat menginap berikutnya. Wassalamualaikum.
Reading Time: