Laman

  • Beranda
  • Jalan-jalan
  • Inspirasi
  • Review
  • Disclosure
  • About Me
  • Achievement

4 Oct 2017

Menyesap Sedapnya Mangut Ndas Manyung di Semarang


www.hidayah-art.com

Assalamualaikum.  Kalian pernah Menyesap sedapnya Mangut Ndas Manyung di Kota Pesisir Semarang? Bagi sebagian orang, mungkin belum familiar dengan masakan Mangut Ndas Manyung.  Masakan yang disukai karena rasanya yang sedap dan pedasnya mantap.

Ndas adalah sebutan dalam bahasa Jawa, yang artinya kepala. Dan Manyung adalah salah satu jenis ikan yang paling favorit dijadikan ikan asap. Jadi Ndas Manyung adalah kuliner yang berasal dari kepala ikan Manyung. Kepala Manyung ini dibikin masakan Mangut. Masakan dengan kuah santan dan cabe yang pedasnya nendang.


Sebagaimana kota yang terletak di pesisir pantai Utara, Semarang adalah penghasil ikan laut dan air tawar. Pasokan hasil ikan yang banyak telah menumbuhkan kreatifitas bagi warga yang tinggal di pesisir pantai Utara. 

Dan ternyata, ikan Manyung ini paling bagus kalo diolah dengan cara pengasapan. Di Semarang pun ada tempat pengasapan ikan yang lokasinya di daerah Tambak Lorok. Saya pernah menuliskannya di webste hellosemarang.com ketika menjadi salah seorang kontributornya.

Nah, saya sendiri mengenal masakan Mangut sejak masih usia dini. Dari keluarga Ibu, mulai mbah Uti, budhe, bulik, serta orang terdekat, lumayan sering masak Mangut.  Karena bahannya juga mudah didapatkan di pasar tradisional dekat rumah. 

Rupanya keluarga besar Ibu sering menyajikan masakan Mangut karena dulunya tinggal di Kudus. Kota yang dekat dengan Pati. Dan masakan Mangut merupakan kuliner dari Pati. Kota pesisir yang terletak dekat dengan Kudus dan Juwana. Dari kota Pati ini lah, kuliner Mangut mulai dikenal dan digemari oleh masyarakat. Hingga kemudian merambah di kota yang ada di sekitarnya, termasuk Semarang. Bisa kalian cek di wikipedia ya.

www.hidayah-art.com

Mangut Ndas Manyung bukan sekedar masakan rumahan. Karena kuliner ini telah menjadi pilihan menu di tempat makan yang tersebar di kota Semarang. Dari warung kaki lima hingga restoran, masyarakat dengan mudah bisa mendapatkan Mangut Ndas Manyung.

Baca juga yuk artikel tentang kuliner khas Bandung ini :

Nostalgia Kuliner Tradisional dari Bandung 

Tulisan di atas merupakan trigger untuk #KEBlogCollab grup Butet Manurung. Artikel karya Rina Susanti, yang kemudian saya ikuti juga dengan nulis kuliner khas Semarang yaitu Mangut Ndas Manyung ini.

Beberapa tempat makan yang legendaris dan terkenal karena masakan Mangut Ndas Manyung di kota Semarang, sebagai berikut :

- Mangut Ndas Manyung Bu Fat

Warung makan yang sejak dulu hingga sekarang menetap di jalan Ariloka Raya ini menyajikan hidangan mangut yang pedasnya mantap. Sempat membuka cabang di daerah Erlangga. Namun saat ini sepertinya cuma ada di tempat yang ada sejak dulu. Dekat dengan Sungai Banjir Kanal Barat dan gampang dijumpai. Karena orang sekitar pun telah mengenalnya cukup lama. 

- Warung Makan Sampangan


Saya justru kenal pertama Mangut Ndas Manyung yang super pedas dijajakan di warung ini. Sebelumnya kenal masakan ini dari dapur rumah Ibu saya. Atau warung makan di tetangga, serta di warung makan di pasar dekat rumah.

Pertama kali diajakin makan sama suami di warung makan ini, bikin saya terpesona dengan rasanya yang pedas menggigit lidah. Ndas Manyungnya berukuran besar. Cukup dinikmati untuk berdua. Dengan irisan cabe setan dan juga untuk campuran kuahnya. Menyesap kuahnya bakal bikin kalian keringatan saking pedasnya.

Di sini bukan hanya Ndas Manyung yang dijadikan masakan mangut. Ada juga masakan Mangut Belut yang nikmatnya luar biasa. Saya sering memilih menu ini bila makan di warung ini. 

Kalo kalian kurang suka masakan mangut, jangan cemas. Ada banyak masakan yang enak untuk disantap. Seperti Garang Asem, Oseng sayuran, Oseng kerang, ayam goreng, dan lainnya. 

Oiya, Warung Makan Sampangan juga membuka cabang di dua tempat lain di kota semarang. Yaitu di pujasera jalan Kyai Shaleh dan di Banyumanik.

- Warung Makan Bu Ana dekat Maerokoco

Akhir-akhir ini saya cukup sering makan Mangut Ndas Manyung di warung makan Bu Ana. Seringnya karena ajakan teman yang ingin kulineran di warung ini. Adaaa aja alasan kami makan di sini. Seperti ada teman yang ultah dan rata-rata minta ditraktir di sini. Atau saat bulan lalu saya dan suami diminta menemani seorang teman yang berkunjung dari kota Bandung. 

www.hidayah-art.com

Karena berasal dari Semarang, dia ingin sekali mengenalkan masakan Mangut Ndas Manyung pada putrinya yang baru saja diwisuda.

"Selama ini saya udah pernah masak mangut di rumah. Tapi bahannya bukan ndas manyung," tutur Cicik.

"Oh iya, pakai irisan daging ya, enak juga sih. Nggak perlu kena tulang atau duri manyung," jawab saya antusias mendengar ceritanya.

"Tapi saya ingin dia kenal masakan mangut dari bahan lain. Seperti ini, kan asyik ya milihin daging dari tulang kepala Manyung,"

Yup, bener banget sih. 

Satu keasikan tersendiri saat menyesap jengkal tulang kepala Manyung atau Ndas Manyung, menjadi suatu kenikmatan. Gurihnya kuah santas yang pedas, dengan tambahan irisan cabe setan, menggoda banget. Satu porsi ukuran besar seperti ini bisa dinikmati bersama dua atau tiga orang teman.

www.hidayah-art.com

Warung Bu Ana juga menyajikan menu lain bagi yang kurang suka masakan mangut. Ada udang goreng tepung berukuran besar. 

www.hidayah-art.com

Ada cumi masak hitam kesukaan kami sekeluarga. Yang saya sukai adalah tumis kerang dan tumis kangkung. Ada juga oseng daun pepaya. Komplit lah masakannya, semacam lauk dan sayur untuk pelengkap nasi rames ada semua.

www.hidayah-art.com


Setiap pengunjung yang pernah mencicipi masakan di warung Bu Ana, akan kembali lagi. Karena masakannya selalu bikin kangen untuk dinikmati kembali. Jangan bayangkan tempatnya bling-bling seperti di resto. 

Warung Bu Ana sederhana dan sesuai dengan fungsinya sebagai pilihan tempat makan. Ada dua tempat yang bisa dijadikan pilihan untuk menikmati makanannya. Di ruang dalam atau bisa juga memiliih di luar ruangan. Lokasinya dekat dengan pintu masuk ke lokasi wisata Puri Maerokoco.

www.hidayah-art.com

Gimana, kalian udah pernah menyesap sedapnya Mangut Ndas Manyung di Semarang? Kalo kalian bukan penduduk kota ini, sisihkan waktu untuk menyicipinya saat berkunjung di Semarang ya. Ada sensasi rasa yang beragam, mulai dari pedasnya cabe setan, serta gurihnya bumbu dengan santan yang tak pekat.

Atau mungkin kalian ingin mengolah sendiri masakan mangut ini? Coba aja bikin sendiri di dapur rumah kalian. Bahannya hanya kepala manyung asap (boleh juga diganti dengan irisan daging asap), cabe, santan, dan bumbu halus.

Bahan utamanya memang bisa ikan asap apa aja. Ada banyak pilihannya. Mulai dari  Kepala Manyung, Belut asap, Ikan Tongkol asap, Daging Manyung, Ikan Pe atau Pari. Saya paling suka menambahkan tempe, tahu, atau sayur Krai untuk pelengkapnya.

Cara masaknya :

- Bersihkan kepala ikan atau daging ikan asap hingga bersih
- Rebus 12 buah cabai merah sampai layu, angkat dan tiriskan.
- Haluskan bumbu : 13 butir bawang merah, 7 siung bawang putih, cabe merah rebus, 5 butir kemiri, 1 ruas kencur, 1 ruas kunyit, dan garam secukupnya.
- Tumis bumbu halus hingga mengeluarkan aroma wangi
- Tambahkan daun jeruk 5 lembar, daun salam, lengkuas
- Masukkan kepala manyung ke dalam tumisan dan aduk perlahan sampai merata
- Tambahkan 500 cc santan encer ke dalam tumisan. Tambahkan garam dan gula secukupnya. Aduk agar santan tidak pecah
- Tambahkan cabe setan sesuai selera. Tambahkan pelengkap lainnya seperti tempe, tahu, dan Krai
- Cicipi dan tes rasanya.

Nah, komplit deh cara masak Mangut Ndas Manyung atau bahan apapun untuk menjadi pelengkapnya. Jadi kalo kalian sedang di Semarang, jangan ragu untuk menyesap sedapnya Mangut Ndas Manyung ya. Jangan heran bila kalian kelak akan menyicipinya lagi bila berkunjung ke Semarang. Oiya, tulis dong di kolom komentar kalo kalian pernah menyicipi masakan Mangut Ndas Manyung ini. Wassalamualaikum.

12 comments :

  1. Fish lover niih akunyaaa.
    Dan the best part of it is ndase hahahaha
    Manteplah kepala ikan dimasak apapun.
    Mau nyoba kapan2 mba

    ReplyDelete
  2. wuaaaaa menggiurkan sekali ini
    Sebagai pecinta ikan garis keras wajib jadi incaran kuliner klo ke Semarang

    ReplyDelete
  3. Duh aku sering banget dengar atau baca tentang mangut ndas manyung ini tapi belum pernah sekalipun nyobain, huhuhu. Padahal kayaknya enak apalagi kalau mangutnya pedes.

    ReplyDelete
  4. dari namanya aja saya baru denger mbak, padahal dah sering ke semarang. Kalau ada waktu mau juga coba deh, penasaran gimana rasanya

    ReplyDelete
  5. Ya Allah.. jadi ngiler. Di bu fat itu pelangganny pejabat2 ya mbak, trus yg di sampangv jg ga pernh sepi.

    ReplyDelete
  6. Wuah ndas manyung juga makanan idola di Rembang mbak. Makan manyung wajib gobyos :)

    ReplyDelete
  7. Sama aku jg suka manyung mbak..endez

    ReplyDelete
  8. Saya belum pernah makan makanan berbumbu mangut...ntar coba aja akh ada ruko dekat rmh yg tulisannya mangut ayam

    ReplyDelete
  9. Asal gak pedes aja aku makan juga 😊

    ReplyDelete
  10. Njuk dadi banjir ngeces..

    Mangkih kopdare pesta mangut wae nggih mbak..
    Hihihihi..

    Etapi, lumpia kalih wingko babate boleh dibungkus & tak gembol ke Lombok yak ..^^

    ReplyDelete
  11. Dari fotonya aja udah kelihatan nikmatnay, Mbak. Jadi lapar :D

    ReplyDelete
  12. Cumi masak hitam tuh favoritku. :D Kalau kepala ikan, aku nggak begitu suka. Nggak tega makannya, apalagi kalau bola matanya masih ada. :'D Tapi ndas manyung itu lumayan gede ya kepalanya?

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...