My Mind - Untaian Kata Untuk Berbagi

Sabtu, 01 Juni 2013

Juni 01, 2013 16 Comments
                       SARARI, DETEKSI DINI KANKER SEBELUM TERLAMBAT

Baru-baru ini aku dikejutkan dengan berita duka meninggalnya presenter favorit Nira Stania. Ya, dia termasuk presenter favorit kami, aku dan suami. Kabar duka ini mengejutkan kami karena dia meninggal pada usia yang masih muda, yaitu 38 tahun akibat penyakit kanker payudara.

Aku langsung serching di internet, bagaimana perjalanan penyakit kanker ini pada Nira Stania. Kabarnya kanker payudara yang diderita wanita cantik ini telah memasuki stadium II dan tergolong ganas.
Reading Time:

Kamis, 14 Maret 2013

Ekskul Bisa Menjadi Prestasi Yang Membanggakan
Maret 14, 2013 13 Comments
Sebagai orang tua, kita tentu ingin anak-anak memiliki prestasi. Namun kami lebih senang bila prestasi itu bukan di bidang akademik, karena sebenarnya tidak ada anak pintar atau bodoh. Semua anak terlahir dengan membawa talentanya masing-masing.

Menjadi orang tua itu bisa diibaratkan sebagai pelukis. Ketika seorang bayi terlahir di dunia, kelak orang tua lah yang selalu menorehkan tinta di atas kertas masing-masing anaknya. Karena itu kita harus pintar melihat dengan cermat bakat masing-masing anak.

Kami memiliki dua orang putra yang selisih usianya 5 tahun lebih. Putra sulung kami memiliki sifat tekun dan pantang menyerah. Kata suami, niru bundanya nih :)  Sejak kecil pula dia sudah terlihat memiliki rasa percaya diri yang cukup tinggi. Karena usianya belum mencapai empat tahun, tapi sudah ngebet ingin ikut lomba tujuh belasan di lingkungan perumahan kami. Peserta termuda yang diijinkan ikut lomba berusia 5 tahun. Akhirnya panitia pun memberi kelonggaran untuk si sulung menjadi peserta termuda.

Si sulung pun sudah kami ikut sertakan untuk les nari (meski nggak dilanjutkan), les gambar di tokbuk Merbabu, dan les bahasa Inggris. Namun les gambarnya berhenti karena ia merasa tidak bisa menggambar dengan bagus. Hanya les bahasa saja yang diikutinya sampai lulus SD.

Naaah.... beda si sulung, beda pula si adik. Namanya juga dua pribadi yang berbeda, anak kembar aja memiliki sifat yang berbeda kan?

Sejak kecil si bungsu suka banget coret-coret di bidang kosong. Dinding rumah (lama) yang baru dicat, bisa jadi ajang pelampiasan ekspresinya. Kalau aku sih melihat aksinya ini sebagai bentuk kreatifitas, beda dengan si ayah. Anak-anak memanggilnya babe. Katanya, dinding rumah bagaikan lukisan rambut genderuwo.

Semakin bertambah usia, kreatifitas coretannya tampak mengalami kemajuan. Naufal (3 th) bahkan kreatif membuat gambar bunga pada selembar kertas dan membentuknya menjadi buket, mirip buket bunga. Dan saat emaknya ini pulang kerja, tangan mungilnya mengulurkan buket dari kertas ini. Ihik... terharuuuu, karena sore itu bertepatan dengan tanggal 22 Desember, yang diperingati di Indonesia sebagai hari ibu. Sebaga ucapan terima kasih aku memeluk dan mencium pipinya yang 'gembil'.

Kalau si sulung kadang-kadang dibantu mengerjakan tugas ketrampilan saat usia SD, si bungsu ini mandiri banget. Dia marah bila kami membantunya. Kadang kami mesti bertengkar dulu. Akhirnya kami mengalah dan mengamati dari dekat. Ternyata, hasilnya malah lebih bagus dari pekerjaan kami. Tugas ketrampilan apa saja bisa dikerjakan sendiri. Dari membuat layang-layang, kitiran (apa sih bahasa Indonesianya? hihi), mobil-mobilan dari gabus, asbak dari sabun mandi batang hingga kalung dari sedotan.

Suatu malam, saat usianya menginjak 8 tahun, kami dibuat terpana. Menjelang tidur, kami nonton tivi sambil rebahan di tempat tidur. Pandangan kami terpaku pada halaman buku gambar milik Naufal. Ada gambar Naruto di atas kertas yang belum selesai diwarnai. Semula aku mengira gambar itu dijiplak dari komiknya. Tapi saat si bungsu membuat lagi di selembar kertas, kami langsung kaget. Meski ia meniru gambar itu, tetap saja bagi kami itu sebuah prestasi. Tidak setiap anak bisa menggambar sebagus anak kami kan?

Kami memberi pujian bukan sekedar kata. Tapi, kertas bergambar Naruto made by Naufal itu kami robek dan menempelnya di kaca meja rias. Sungguh, kami begitu bangga dengan kemampuannya ini.

Namun, sayang sekali ia tak mau diikutkan dalam kursus menggambar ataupun mengikuti lomba. Istilahnya, suka-suka dia. Jadi, yang bisa kami lakukan adalah, menyediakan sarana untuk melampiaskan hobi gambarnya. Seperti buku gambar segala ukuran, pinsil warna, crayon, spidol, pensil gambar, dan peralatan lain yang mendukung hobinya. Saking asyiknya, bisa saja dia mengekspresikan coretannya di buku tulis. Alasannya, buku gambar yang kosong sudah penuh gambar.  Kebetulan, saya selalu menyimpan beberapa buku tulis, buku kotak, buku halus dan peralatan tulis.

Ketrampilannya ini ternyata berbuah manis saat ia menginjak bangku kelas VII di sekolahnya sekarang, di SMP IT PAPB Semarang. Sekolah ini memberikan waktu khusus pada hari sabtu untuk menyalurkan hobi siswanya. Seharian itu siswa yang telah bergabung dalam ekskul pilihan masing-masing, mengikuti kegiatan dengan bimbingan guru.

Saat menulis ekskul pilihan pada awal MOS yang dilakukan di rumah, kami sempat beradu argumentasi. Naufal sejak awal memilih ekskul Komputer dan KIR Sosial. Pilihan kedua tidak jadi masalah buat kami, karena ekskul ini bisa mendidik si bungsu agar peduli dengan masalah sosial di lingkungan tempat tinggal dan sekolah. Berbeda dengan pilihan pertama, yang membuat kami jutek.

Alasan kami tidak setuju adalah, si bungsu bisa duduk di depan komputer selama berjam-jam pada saat hari libur. Hanya diselingi aktivitas makan dan shalat atau ke kamar mandi. Akibatnya, si bungsu susah diajak pergi silaturahim dengan keluarga besar, sekedar window shopping, atau incip-incip kuliner. Benar-benar bikin bete. Tapi karena ia ngotot, kami pun mengalah. Bukankah dia yang akan menjalani kegiatan ekskul di sekolahnya?

Rupanya pilihan ekskul ini berbuah prestasi. Yaitu saat pembimbing ekskul memilih dia dengan kakak kelasnya mewakili lomba ICT - Desain Grafis tingkat SMP di Maria Regina School. Semula dia enggan dan mau mengundurkan diri. Waduh, mulai deh krisis PD-nya muncul. Si bungsu memang tidak memiliki rasa PD seperti kakaknya. Jadi, kami sebagai orang tua kudu sering memompa semangatnya.


Alhasil, hari sabtu pagi tanggal 16 Februari 2013, aku mendapat tugas mengantar si bungsu untuk mengikuti lomba di sekolah internasional yang berlokasi di daerah Papandayan, Semarang. SMP IT PAPB termasuk salah satu sekolah swasta yang diundang untuk mengikuti lomba ICT di sekolah ini. Di samping lomba ICT, masih banyak lagi lomba yang dipertandingkan. Diikuti peserta dari tingkat Play Group, SD hingga SMP. Tema lomba adalah Love Prosperity. Ada lomba gambar, mewarnai, tari, nyanyi dan pentas seni.


Pentas seni Barongsai dan Liong, turut memeriahkan acara Open House 2013 di Marina Regina School.


Lomba ICT diadakan di lantai 4 sekolah yang memiliki arsitektur keren ini. Sambil nunggu lomba dimulai, kami jalan-jalan di area sekolah. Pengunjung yang datang bukan berasal dari sekolah ini saja. Tapi ada juga sekolah-sekolah lain, sepertinya sih khusus sekolah swasta yang diundang. Yang menarik adalah, meski panitia lomba adalah kalangan katholik, namun peserta lomba dan pengunjung yang datang menunjukkan pluralisme. Dari pemilik mata sipit, kulit putih, kulit sawo matang, berbahasa jawa, Indonesia hingga Inggris, semua berbaur di lokasi sekolah.

Bazar pun digelar pula di sini. Turut memeriahkan acara yang berlangsung sejak pagi , jam sembilan hingga menjelang sore. Ada penjual sate, siomay, nasi ayam/liwet, berbagai minuman dan snack. Yang unik, penjualnya bukan hanya pedagang makanan tulen. Tapi ada stand khusus untuk siswa sekolah ini menunjukkan keahliannya berjualan. Tersebar di sekeliling kelas. Dari lantai satu hingga lantai 4.

Peserta lomba Desain Grafis yang pertama keluar adalah wakil dari SMP IT PAPB. Membuat pengantar berkomentar,"Waaah...yang keluar pertama dari sekolah Islam. Kereeen...." Hihi, cukup bangga juga saat mendengarnya.

Namun, karena kelelahan, Naufal dan kakak kelasnya ingin segera pulang. Keduanya tak berminat untuk menunggu hasil lomba. Kebetulan pihak sekolah tidak bisa ikut mengantar kedua siswanya pada lomba ini dikarenakan pada saat bersamaan ada kegiatan lomba Mapel di SMPIT PAPB.

Alhasil, pengumuman baru diketahui pada hari senin, saat pihak Maria Regina School mengantar hadiah lomba. Sebuah prestasi karena dua siswa yang menjadi wakil dari sekolah, semua menjadi pemenang. Kakak kelasnya meraih juara I, sedangkan Naufal menjadi juara III. Sebuah prestasi yang hebat karena persiapan lomba hanya tiga hari. Berita ini diliput oleh wartawan dari Harian Semarang.

Dan, ini lah plakat juara III yang diterima Naufal, selain uang pembinaan. Duuuh, Alhamdulillah, kami sekeluarga ikut bangga dengan prestasi di luar akademik yang diperoleh si bungsu.

Saat ini, plakat ini diletakkan di samping komputer di rumah. Yang asli disimpan oleh pihak sekolah.

Prestasi ini kami harapkan bisa menjadi motivasi bagi si bungsu agar lebih giat menekuni bidang design grafis yang ternyata sangat diminatinya.  Dan juga untuk meningkatkan rasa PD bahwa dirinya memiliki kemampuan yang tidak setiap anak bisa. Seperti kata guru pembimbing, persiapan lomba mepet, tapi kedua siswa yang ikut lomba sudah memiliki modal dasar ketrampilan dan kreatifitas masing-masing.

Bravo Naufal, teruslah berkarya! Salam cinta, bunda dan keluarga.
Reading Time:

Jumat, 18 Januari 2013

BERBAGI ITU INDAH
Januari 18, 2013 16 Comments



   Pengen punya blog sebenarnya sudah lama. Tapi karena aku sama sekali tidak tahu bagaimana caranya membuat blog, baru beberapa bulan ini blog ku hadir di dunia, cie..cie..cie. Yup, kelahiran blog ini bagai seorang bayi untukku.  Ini pun kelahirannya dibantu oleh anak-anak. Tapi, keterbatasan pengetahuanku buat blog tak mencegah semangatku untuk berbagi.

     Senangnya, aku pun mulai tergabung dalam grup FB Kumpulan Emak2 Blogger. Wadah bagi kaum perempuan, yang sudah menjadi emak namun tetap eksis untuk berbagi ilmu, pengalaman dan kabar seputar info lomba. Dari grup ini pula, aku pernah memberanikan diri ikut dalam lomba blog. Butuh banyak waktu untuk belajar. Belum lagi menambahkan persyaratan teknis sebagai syarat lomba. Bahkan, sampai membuat kening berkerut saat mempublikasikan blog pribadi. Tapi, kepuasan bisa mengikuti lomba menjadi obat kelelahan dan kepala pening karena terlalu konsentrasi. Meski belum pernah menang, aku senang telah sukses berpartisipasi dalam lomba itu.

     Blog yang aku miliki, memang masih sederhana. Sampai saat ini pun masih sering aku utak-utik agar bisa memiliki tampilan yang menarik.  Tentunya agar semakin banyak pengunjung yang mampir dan membaca tulisanku. Harapanku, tulisan-tulisanku bisa menginspirasi pembaca.

     Blog ku berisi beragam tulisan. Ada resep masakan, seputar parenting dan berbagi kabar tulisanku yang dimuat di media (baru tiga biji udah narsis, hihi). Ada juga resensi buku. Pengennya sih bisa nulis beragam topik ini tiap bulan. Minimal 5 tulisan. Tapi, apa daya, kadang suka lupa mau ngisi blog. Hihi, alasan basi nih :)


     Naaah...tepat hari ini, tanggal 18 Januri 2013, Kumpulan Emak2 Blogger tepat berulang tahun yang pertama. Wow, ibarat bayi, mulai lucu-lucunya nih. Bikin gemes dan senang. Gemes, bila membaca postingan dari emak-emak yang keren dan menggiurkan (terutama resep masakannya :D ).  Daaan, senang ketika ada anggotanya yang menang dalam satu kompetisi nulis blog. Kapan ya dakuw? 

     Selamat ultah, moga prestasi KEB makin berkibar, emak-emak yang jadi anggotanya juga makin eksis nulis di blog. 
 #1stKEB - Satu Cinta dalam Inspirasi dan Karya - Ngeblog Terapi Jiwa" http://emak2blogger.web.id/

Reading Time:

Senin, 31 Desember 2012

Resensi Buku LOL @the OFFICE - Penulis: DIAN KRISTIANI
Desember 31, 2012 5 Comments

  

Judul buku: LOL @the Office    
Penulis      : Dian Kristiani
Penyunting : FLo
Penata Letak: Techno
Ilustrasi dalam: Teguh Adimarta
Desain sampul: Ellina Wu
Penerbit         : Gradien Mediatama

LOL @the Office - dengan tagline: The Buying Office Girl, from Mumet Everyday till PHK.  Buku yang berisi kisah-kisah kenarsisan si Buying Office Girl, alias Tukang beli sini jual sana (hihi...boleh deh ketawa dulu, red). Juga cerita LOL usai dapat surat tanda cinta dari bos opis pusat, alias surat PHK yang ternyata bikin si Buying Opis jadi kaya mendadak.

Ada dua bagian yang sama-sama menarik dalam buku ini. Bagian pertama, tentu saja kisah pengalaman pribadi si Buying Office Girl saat masih nguli di buying opis. Banyak  deh cerita di buku ini yang bikin mual karena ke-kepo-an, bikin perut mules saking capeknya ketawa karena kenarsisan plus keluguan, yang kagak mungkin aku tulis satu persatu, ntar kena semprit dari si buying opis deh. Karena bukunya jadi ga laku, kan udah baca komplit di mareee ;)

Gimana gak mual? Kalo ada 'sesuatu' di dalam tas kresek warna item yang mesti dibuka akibat si buying opis kepo banget. Hueeeekkk :(

Atau pas baca....ngikik dulu ah ;D ;D ;D ...... gara-gara si buying opis kejungkel dari anak tangga di sebuah hotel bintang lima saat menuju ke restaurant yang terletak di lantai I? Napa sih bisa kejungkel gitu? Salah siapa ya? Kesrimpet karpet, atau gaun panjang yang melambai dengan belahan samping hingga memperlihatkan 'paha yang ginak-pinuk' ?
 Aah, baca sendiri deeeh. Suwerrr bener-bener ngakak sampe mules baca kisah si buying opis yang ini.

Daaaan...yang paling seru saat cerita nyampe di hal. 91, waktu si buying opis naik 'kapal mabur' Saat check ini, mbak cantik nan bohay ini adu ngotot sama mbak petugas. Sama-sama kagak ada yang mau ngalah. Yang petugas karena sudah kewajibannya melindungi keselamatan penumpang. Yang mbake cantik merasa bodynya aduhai tak masalah dan tak butuh surat pengantar dari dokter. Hayooo, pengen tahu siapa pemenangnya? Ck..ck... kasih tahu gak yaaaa ;) *Grrr...kan udah dibilang di atas, beli bukunya dan baca sendiri dong, hahaha....

Nah, bagian kedua buku ini yang paling  kusuka. PHK! Yup, yes, bener, leres niku, betullll, PHK. Sebuah kisah yang sangat kunantikan juga (untuk diri pribadih ya, pengen deh ngerasain di-PHK).
 Ngiler lho baca kisah seru si buying opis usai di -PHK. Udah deh, gak perlu aku sebutin satu persatu senengnya di-PHK. Yang jelas sih, tambah makmur, bisa belanja sana sini. Ngabisin duit. Tapiiii, si buying opis, eh mantan buying opis ini sampe boyongan, ganti alamat rumah. Katanya sih tengsin banget kalo ketahuan jadi ibu rumah tangga tulen alias pengangguran.

Kisah selanjutnya lebih seru lagi. Ada kisah seru belajar naik motor, haha...kirain cuma dakuw yang berani nangkring di sadel motor setelah jadi mak-mak. Ada juga kegiatan nyuci yang seru karena mesin cuci yang bisa loncat-loncat ampe pindah tempat saking semangatnya nyuci sendiri.

Ada lagi moment crimbat rambut yang berubah jadi ajang penyiksaan diri. Gara-gara terdaftar anak durhaka, xixixixi.... (kesimpulannya, dakuw mah anak baik-baik karena pintar mbrojolin bayi ;D )

Tapiiiii, yang bikin aku makjleb!! Hah, nggak segitunya kalee... cerita di bagian dua dari belakang. Hmmm...halaman 182, about: Maling Teriak Maling. Nah, lho, tentang apa seeeh?!
Ah...ah....serasa jadi cameo deh baca cerita si mantan buying opis ini. Karena aku bener-bener terlihat sedang nongolin muka, hhihi...  Dan, gara-gara baca cerita ini, aku inbox-an dengan si mantan buying opis ampe lupa nguli, xixixi. Kalo yang ini sih karena menjelang akhir taon banyak kerjaan, jadi malas berangkat (jangan ditiru, kalo nggak ntar kena PHK)

Tambah penasaran nggaaaak, yang jawab nggak bakal nggak aku doakan. Nah, yang jawab penasaran, ayo buruan ke tokbuk terdekat rumah dan ambil buku ini, bawa ke kasir, Bayar deh! Dijamin pasti rasa penasaran kalian terobati. Nggak bakal tanya ini itu padaku. Karena aku nggak terima inbox, xixixi, sok jual mahal ah ;D

Belajar bikin resensi buku. Ini yang pertamax. Maaf ya mbak Dian, kalo tulisanku kurang menggigit. Ntar yang baca kabur kalo terlalu menggigit, xixixi.... Silakan koment, untuk kepentingan bersama, dilarang koment yang bikin mual or nangis. Karena aku gak punya obat penawarnya ;D Kamsiah yaaa.....








Reading Time:

Sabtu, 08 Desember 2012

JODOH TERBAIK
Desember 08, 2012 2 Comments

Perempuan2 yg baik untuk laki2 yg baik dan laki2 yg baik u/ perempuan2 yg baik pula(Qs. An-Nur 26)

oleh Hidayah Sulistyowati pada 18 Oktober 2011 pukul 23:25 ·
Sejak mengerti ayat dalam Al Quran tersebut, aku selalu yakin akan kebenaran yang telah ditentukan-NYA.  Itulah kenapa aku selalu melantunkan do'a tersebut setiap usai sholat agar mendapatkan jodoh yang terbaik menurut Allah.  Alhamdulillah, Allah Swt menjawab do'aku.

Meski pada awal pernikahan, sempat tersulut api kecil.  Ada saja sikap dan perkataanku yang kadang menggores hatinya. Beruntunglah aku bersuamikan dia yang selalu sabar menghadapi rentetan perkataan dan bantahanku yang tak ada habisnya.  Hanya dengan sikap lembutnya dia mampu melunakkan hatiku yang keras.

Aku senantiasa bersyukur akan karunia jodohku dengan merawat cinta kami.  Bersikap penurut bukan berarti kalah berdebat.  Karena apa yang ia ucapkan adalah untuk kebaikanku kelak saat menghadap sang empunya hidup.  Juga menahan pandangan dari pesona duniawi yang memabukkan.  Sehingga mata ini mampu menutup hatiku pada pria lain.

Tak putusnya aku bersyukur karena mendapat jodoh yang indah dari-NYA.  Ketika aku menanti kelahiran putra pertama kami, dengan setia ia mengelus perutku yang terus mulas karena kontraksi.  Bukan aku yang menangis saat menahan sakit pada malam itu.  Betapa hatiku takjub kala mendapati suamiku mengusap air mata yang mengalir di wajahnya yang nelongso melihat perjuanganku menanti kelahiran buah cinta kami yang pertama hingga 24 jam.

Ada hari ketika aku menangis untuknya.  Takut dia akan meninggalkan kami bertiga di dunia ini.  Ketika banyak masalah mendera dirinya.  Kala tubuhnya menjadi lemah karena sakit akibat terlalu dalam memikirkan sesuatu.  Ya Allah, aku sangat mencintai laki-laki yang baik ini.  Panjangkanlah umurnya, berilah kesehatan.  Agar dia bisa selalu menjadi pemimpin bagi diriku dan kedua putra kami.  Hingga kelak, kedua putra kami pun mengikuti jejaknya menjadi pemimpin keluarga yang baik seperti yang telah tertulis dalam ayat-ayat Al Quran. 

Tentu sebagai manusia, suamiku juga memiliki banyak kekurangan.  Namun aku sebagai istri pun tak luput memiliki kekurangan.  Kami berdua saling mengisi, melengkapi, dan membingkai setiap sisi dalam menjalani kehidupan ini.  Agar kelak kami bisa dipertemukan kembali dalam surga Allah Swt.  Itu janji kami berdua di hadapan Allah 17 tahun yang lalu, yang selalu kami ikrarkan kembali setiap waktu.

Ada banyak kisah duka dan bahagia dalam pernikahan ini.  Tapi duka yang kami rasakan selalu terlihat indah.  Dan dalam kisah bahagia, kami menahan hati ini agar tak terlalu meluap-luap.

Aku banyak melihat kebahagiaan perkawinan seperti yang kami rasakan.  Kerabat, sahabat dan teman kami.  Namun ada pula kisah pilu yang mengiris kalbu.  Karena ternyata tak semua perkawinan terasa indah bagi yang menjalaninya.  Bahkan kadang hanya terlihat indah pada permukaan saja.  Apakah ini sesuai janji Allah seperti yang tertera dalam ayat Qs An-Nur 26?  Aku sering bertanya dalam diamku.  Bahkan kami berdua pun sering berdiskusi tentang hal ini.

Agama memang menjadi hal utama saat kita memilih pasangan.  Dalam satu hadis, Rasulullah Saw pernah mengingatkan bahwa manusia pada umumnya memilih pasangan karena kesempurnaan fisik, nasab dan harta.  Tapi beliau juga mengingatkan agar yang terbaik adalah memilih pasangan hidup karena agamanya.  Artinya pilihlah yang ber-akhlak bagus sebagaimana ajaran agama. (Dr. Nur Rofiah, Bil. Uzm, Ketua LItbang PP Fatayat NU-Paras no 96/Okt'2011).

Sebenarnya kita memang harus pintar memilih pasangan.  Ada lima pasangan yang patut kita pertimbangkan  agar tidak memilihnya, sebagai berikut:
- Pasangan yg suka nge-drug, karena ia mengalami masalah emosi yang cenderung tidak stabil.
- Pasangan yang mengalami gangguan kepribadian yang menetap, spt: gila, obsesif, suka berbohong (hobi)
- Pasangan yang tidak memiliki hubungan kekeluargaan yang baik. Artinya kalau dengan keluarga saja tidak bisa menjaga hubungan baik, apalagi dengan orang lain.
- Pasangan yang asosial, alias tidak memiliki kehidupan sosial.  Waktunya hanya untuk dirinya dan pekerjaannya saja, tidak memerhatikan pasangan bahkan hubungan bertetangga.
-Pasangan yang ringan tangan dan suka mencela.  KDRT ada tiga macam. Kekerasan dalam rumah tangga berwujud fisik sudah banyak muncul di permukaan.  Yang tidak terlihat adalah KDRT masalah keuangan, dengan membatasi ekonomi keluarga padahal suami mampu memberi nafkah lebih.  Dan KDRT  Mental, yaitu meremehkan kemampuan istri, suka mencela dan merendahkan setiap perbuatan pasangan.  Meski KDRT ini bisa berlaku pula oleh istri pada suaminya.

Meski begitu, tentu bukanlah kesalahan seseorang ketika mendapati istri / suaminya tak seperti yang ada dalam pikirannya.  Bila perkawinan itu memang bisa diperbaiki, alangkah indahnya bertahan dan bersabar.  Tetap berdo'a dan bermunajat pada sang Khalik.  Tetap setia dan tidak menoleh pada keindahan ragawi pria lain ataupun wanita lain.  Tentunya disertai tindakan untuk memperbaiki diri juga agar pasangan merasa malu bila berbuat tak semestinya.  Sepanjang kondisinya adalah keburukan pasangan masih bisa diperbaiki dan tidak menimbulkan bahaya bagi diri keluarganya. 

Banyak kok contoh pasangan hidup yang tetap dalam satu ikatan pernikahan meski ombak dan badai datang menerjang.  Kilat menyambar berulang-ulang hingga memporak-porandakan biduk perkawinan.  Namun ketika istri / suami bersabar dengan tingkah pasangan yang menyalahi janji pernikahan, tetap setia dan terus bersabar, Allah selalu membukakan pintu berkah untuk pasangan ini.  Meski bisa jadi buah keberkahan itu merupakan proses yang memakan waktu bertahun-tahun kemudian.  Tapi, percayalah saya sudah melihat kejadian yang sebenarnya.

Namun, bila sikap pasangan sudah sangat keterlaluan, tentunya kita harus bertindak.   Pernikahan adalah proses adaptasi yang terus menerus tanpa henti, hingga maut memisahkan kita.  Pernikahan yang baik adalah kala kita menemukan ketenangan dan kebahagian lahir batin.  Jika hal tersebut tidak lagi kita temukan dalam pernikahan, tentunya perceraian tidak diharamkan. Manakala dalam pernikahan selalu diwarnai konflik, kekerasan verbal, fisik, psikis, seksual hingga penelantaran ekonomi(Paras 96/Okt'2011).

Kebahagian dalam perkawinan adalah hak setiap pasangan.  Dan di dunia ini tidak ada yang sempurna.  Kesempurnaan milik Allah Swt semata.   Suami dan istri harus saling belajar.  Kehidupan terus berubah, pasangan hidup pun bisa berubah.  Tinggal kita mesti saling menyesuaikan diri setiap ada  perubahan pada pasangan hidup. Kompromikan harapan dengan kenyataan, sehingga kita tidak akan menuntut pasangan sesuai dengan harapan kita.  Karena kita pun tidak mungkin mampu memenuhi apa yang ada dalam harapan pasangan kita.

Semoga kisah ini bisa bermanfaat untuk semua teman dan kerabatku.
Reading Time: