My Mind - Untaian Kata Untuk Berbagi: emak2blogger
Tampilkan postingan dengan label emak2blogger. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label emak2blogger. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Juli 2024

Break The Silence: 23 Tahun Hidup Bersama Pasangan Pengidap NPD
Juli 06, 2024 31 Comments

Break The Silence: 23 Tahun Hidup Bersama Pasangan Pengidap NPD


Assalamualaikum Sahabat. Kalian pernah mendengar atau membaca tentang NPD? NPD (Narcissistic Personality Disorder)  saat ini marak jadi perbincangan di berbagai sosial media. Bahkan beberapa perdebatan kecil pun sempat viral di Twitter dan Tiktok. Dua sosmed yang menjadi tempat curhat gen Z. Dari berbagai komentar yang saya baca, banyak yang ngaku-ngaku menderita NPD. Entah mereka sudah menjalani konsultasi dengan ahlinya atau sekadar self diagnosis.



picture taken by Ranny Afandy


Beberapa waktu yang lalu saya hadir dalam #KEBIntimate dengan tema #BreakTheSilence: 23 Years of Narcissistic Abuse Survivor. Kampanye Broken but Unbroken yang diinisiasi KEB (Kumpulan Emak Blogger) dan Cognitocomms bertujuan untuk mengedukasi perempuan tentang gangguan mental NPD di 8 kota besar di Indonesia. Semarang menjadi kota ketiga setelah Jakarta dan Bandung.  


Menghadirkan NPD Survivor yaitu Mbak Kartika Soeminar yang selama 23 tahun menikah dengan pasangan hidup pelaku Abuse NPD. Perempuan asal Surabaya yang tinggal di Ubud, Bali ini memiliki seorang putri dari pernikahannya dengan seorang WNA.


Hadir juga Ibu Dra. Probowatie Tjondronegoro, M.Si yang dikenal juga sebagai psikolog senior di kota Semarang. Ibu Probo juga menjabat sebagai Kepala Humas Rumah Sakit St. Elisabeth Semarang.


Emak Blogger Semarang
Picture taken by Ranny Affandy

Cerita Kartika Soeminar Yang Menjalani Hidup Selama 23 Tahun bersama Abuse NPD

Sebelum Mbak Kartika menuturkan kisah hidupnya, ada video yang memperlihatkan sepenggal kesulitan yang dialaminya. Durasi video yang hanya beberapa menit mungkin tak mampu menggambarkan kesulitan Mba Kartika sepanjang 23 tahun hidup bersama pelaku Abuse NPD. Namun yang hanya sedikit ini telah mengusik hati dan pikiran saya, betapa mengerikan hidup bersama pengidap NPD.

NPD ternyata bisa dikategorikan salah satu penyakit kejiwaan. Salah satu ciri utama penderita NPD adalah level narsistik yang berlebihan. Pengidap NPD sering memiliki sifat superior, haus dengan pujian, merasa paling benar dan tidak punya empati terhadap lingkungan sekitar. Mereka pada umumnya tidak menyadari adanya gangguan mental pada dirinya saking level narsistik yang ekstrem ini.


Dari penggambaran ciri pengidap NPD, orang yang berada di sekitarnya bisa jadi adalah korban yang tak sadar dengan kondisi tersebut. Atau mungkin menyadari namun tidak tahu apa yang harus dilakukannya untuk terlepas dari perlakuan buruk tersebut.

Begitu pula yang dialami oleh Mbak Kartika yang merasakan pergulatan batin akibat perlakuan pengidap NPD yang tak lain adalah pasangan hidupnya. Awalnya perlakuan love bombing diterimanya. Yaitu pujian dan kalimat romantis, hujan hadiah hingga dirinya jatuh cinta hingga tak menyadari perubahan sikap pasangannya. Love bombing menjadi gaslighting, mulai memanipulasi setiap kalimat yang diucapkan. Tak ada lagi pujian atau kalimat romantis. 


Pernikahannya dalam waktu satu tahun telah berubah, sikap pasangan hidupnya menjadi manipulatif. Semua yang diucapkan mbak Kartika menjadi sebuah masalah. Semula dirinya menganggap suaminya akan berubah. Namun pengidap NPD itu tak bisa berubah kecuali yang bersangkutan yang mau mengubah sikapnya.


Mbak Kartika menyebut kondisi yang dihadapinya sebuah dilema. Padahal dia adalah pencari nafkah tunggal karena sang suami tidak bekerja. Mereka memiliki seorang anak, namun semua kebutuhan rumah tangga menjadi tanggung jawab mbak Kartika.


Saat semua perkataan suaminya merendahkan dirinya, dia hanya mampu diam. Bahkan saat di luar rumah dia masih mampu tersenyum karena tak ingin mengumbar masalah pernikahannya. Namun dia mulai mencari informasi seputar sikap sang suami dari sosial media. Dari buku yang dibacanya, juga sosial media seperti Tiktok, youtube, ciri-ciri seorang mental abuse NPD ada pada suaminya. 


Kesadarannya mulai bangkit saat mbak Kartika berani membuka diri pada seorang teman sekaligus juga psikolog. Saat itu mbak Kartika curhat sebagai teman, dan menuturkan semua yang dialaminya. Dia juga mulai berani mengajukan gugatan cerai karena menurutnya sikap suaminya tak mungkin mampu diubahnya.


Masalah muncul kemudian karena sang suami bersikap playing monkey. Setiap Kartika mengingatkan kalau suaminya ngomong A, suaminya berdalih memutarbalikkan menjadi B. Sampai-sampai Kartika ingin merekam setiap suaminya ngomong agar tak bisa berdalih. Namun suaminya akan menjelekkan bahkan memfitnah. Kartika difitnah kalo dirinya sengaja minta cerai dengan tujuan mantan suami dideportasi dari Indonesia.


Selain playing monkey, suaminya bahkan juga melakukan smear campaign. Yaitu dengan menyebar berita bohong pada kenalannya yang ada dalam circle pergaulan mereka kalo Kartika orang yang jahat. Kartika difitnah sengaja merencanakannya sejak lama untuk merugikan nama baik dan bisnisnya. 


Momen penting yang menyadarkan Kartika adalah saat dia merasa sakit-sakitan namun saat ke dokter dan diperiksa, tak ada masalah kesehatan fisik. Dokter justru nanya, Kartika punya masalah apa, karena tidak sakit namun BB nya terus turun hingga 9 kg. 


Kartika saat mulai konsultasi dengan temannya, juga mengiringinya dengan olahraga. Dia juga menyembuhkan diri dengan melakukan journaling, mencurahkan isi hatinya baik itu kesal, marah, sedih, dan emosi lainnya.


Melihat betapa banyaknya perempuan menjadi korban pelaku abuse NPD, menyadarkan Kartika pentingnya berbagi pengalamannya. Dia berniat menulis buku dan mulai membuka tulisannya saat melakukan journaling. Sementara kepada putrinya, Kartika menjelaskan kalo ibunya ingin bahagia menapaki usia untuk masa depan mereka. 


Kenali Pengidap NPD Bersama Dra. Probowatie Tjondronegoro, M.Si

Ibu Probo adalah psikolog yang dekat dengan wartawan, terlihat candaan beliau saat akan memulai sesi sharing siang itu. Beberapa dari wartawan menimpali ucapan ibu Probo yang memang mampu menerbitkan tawa kecil kami yang hadir dalam #KEBIntimate.

Menurut Ibu Probo, Narcissistic Personality Disorder adalah gangguan kepribadian di mana individu memiliki perasaan berlebihan tentang pentingnya diri sendiri. Mereka membutuhkan perhatian dan kekaguman berlebihan, kurang empati terhadap orang lain. Hal ini disebabkan karena pola asuh di masa kecil yang terlalu sering mendapat pujian.

Ibu Probo menyebutkan gejala dan ciri-ciri NPD agar kalian bisa menghindari orang-orang yang mengidap NPD. Di antaranya adalah :

  • Perasaan grandiositas, merasa diri sangat penting dan superior dibandingkan orang lain. Mereka adalah orang yang memiliki harga diri tinggi dan menganggap orang yang berbakat, berpengaruh, dan sangat dibutuhkan orang lain.

  • Kebutuhan konstan akan pujian

  • Keyakinan bahwa mereka istimewa dan unik

  • Eksploitasi interpersonal

  • Kurangnya empati

  • Iri terhadap orang lain atau percaya bahwa orang lain iri pada mereka

  • Perilaku arogan dan sombong

Orang yang memiliki gangguan NPD memiliki kombinasi faktor genetik, biologis, dan lingkungan. Mereka memiliki pengalaman masa kecil yang salah, seperti pola asuh yang terlalu memanjakan atau terlalu kritis. Semua keinginannya selalu dipenuhi dan tidak pernah mengalami penolakan atau penundaan untuk pemenuhan keinginannya. Hal ini menyebabkan seorang NPD menganggap dirinya tidak pernah salah.


Saat ini di media sosial ada banyak orang yang menuliskan status kalo dirinya mengidap NPD. Mereka merasa dirinya narsis karena suka mengunggah foto di sosial media. 


Padahal jelas beda banget narsis dan narsistik ekstrem hingga menjurus NPD. Untuk menganggap seorang NPD harus melalui proses konsultasi dengan ahlinya, mendatangi psikolog misalnya. Ibu Probo menjelaskan gimana mendeteksi NPD, yaitu melalui evaluasi psikologis dan kriteria DSM-5 (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder, fifth Edition). Yaitu dengan mengidentifikasi pola jangka panjang dari perilaku narsistik dan kesulitan interpersonalnya masing-masing.


Tidak setiap orang dengan gangguan narsistik bisa langsung dikenali. Harus ada tahapan yang dilakukan dengan proses seperti :


• Psikoterapi: Terapi kognitif-perilaku, terapi psikodinamik. Hippotherapy. Terapi oleh psikolog bisa dengan memberikan pelukan, kadang-kadang penderita ada yang sampai histeris meski belum sempat bercerita. Dan ini bisa diredakan dengan pelukan.


• Obat-obatan: Tidak ada obat khusus untuk NPD, terapi obat untuk gejala terkait (seperti depresi atau kecemasan) bisa digunakan bagi penderita.



Dan banyak loh orang yang tak menyadari atau mengakui kalau dirinya memiliki masalah. Mereka kesulitan dalam membentuk hubungan terapeutik yang sehat. 


Ibu Probo memberikan 5 langkap psikologis bagi kalian untuk menghadapi orang dengan gangguan NPD :


1. Menerapkan Batasan

Yaitu dengan menerapkan batasan, memperkuat diri sendiri dengan tidak terlalu memperhatikan perlakuan pengidap NPD. Bersikap apatis atau cuek, mengurangi interaksi dan komunikasi.


2. Afirmasi Positif

Menstimulasi energi positif pada diri sendiri setiap hari, dengan mengucapkan kata-kata yang bisa menguatkan mental. Seperti,"saya semakin kuat, saya bisa menghadapi semua". 


3. Journaling

Bu Probo mengajarkan untuk mengambil secarik kertas, bebas, boleh kwitansi atau bon belanjaan, tuliskan isi hati kalian. Luapkan emosi terhadap orang NPD. Kemudian robek kecil-kecil dan buang. Terapi ini efektif meluapkan rasa kesal dalam diri kita yang merasa tersakiti.


4. Pendekatan Spiritual

Dekatkan diri pada tuhan, tingkatkan ibadah, dan memohon diberikan kekuatan mental dan kesehatan jasmani agar mampu berhadapan dengan pengidap NPD.


5. Konsultasi dengan ahli

Temui dan konsultasikan kesehatan mental kalian, sekaligus cari tahu tentang cara menghadapi orang NPD pada ahli jiwa.


picture taken by Uniek Kaswarganti


Acaranya seru dan bergizi dengan inspirasi dari dua pembicara, cukup membuka mata saya tentang NPD. Saya pernah punya pengalaman menghadapi orang yang toksik, dan memang salah satu caranya adalah meninggalkannya. Butuh kekuatan mental, doa yang tak berkesudahan, bahkan pernah saya tuliskan di blog ini juga, untuk menyembuhkan hati yang tersakiti.


Terima kasih pada Mbak Kartika Soeminar, semoga penerbitan bukunya lancar, sukses untuk semua langkahnya, dan sehat selalu. Saya setuju dengan kalimat penutup beliau, jangan pernah memprioritaskan kebahagiaan orang lain. Karena kebahagiaan kita lebih penting untuk mental health kita. Kalo dirinya sehat tandanya dia bahagia.


Dari Ibu Probo ada kalimat penutup, bahagia itu kita ciptakan, cintailah apa yang kita lakukan, jangan berharap orang memahami kita, jangan berbuat orang senang dengan kita. Namun  berbuatlah sesuai norma. Kita bisa membahagiakan orang tapi belum tentu orang tersebut akan membahagiakan kita.


Sesi terakhir adalah senam 5 jari untuk memulihkan diri dari kesedihan, menjadi semangat dan sehat. Ibu Probo menyarankan agar peserta melakukan senam 5 jari ini setiap pagi sehabis bangun tidur agar semangat memulai hari. 


Sekian cerita #KEBIntimate session 3 with Kartika Soeminar di Kota Semarang. Semoga kalian yang membaca bisa mengambil manfaatnya. Wassalamualaikum.

Reading Time:

Kamis, 17 Agustus 2023

Momen Tak Terlupakan, Upacara Bendera 17 Agustus di Tepi Sungai Progo
Agustus 17, 2023 5 Comments

Upacara Bendera di Tepi Sungai Progo

Assalamualaikum. Salam Merdeka! 
Menjelang peringatan HUT Indonesia selalu menjadi momen yang selalu saya nantikan. Pasti begitu juga dengan teman-teman pembaca serta kebanyakan warga negeri ini. 

Rafting di sungai Progo


Aura kemeriahan HUT Kemerdekaan RI tahun ini udah terlhat seperti sebelum pandemi dulu ygy. Senang loh masih diberi kesempatan usia panjang dan sehat, menyaksikan orang-orang semangat menyambut hari merdeka bagi warga negeri ini. Meski Indonesia merdeka dan diperingati setiap bulan Agustus, namun bulan Juni kita bisa menemukan toko atau penjual kaki lima menjajakan bendera, umbul-umbul, maupuan pernik lain yang berkaitan dengan HUT RI.

Kemeriahan Perayaan Hari Merdeka di Wilayah RT Tempat Kami Tinggal

Bagi saya bulan Agustus itu selalu seru dan menyenangkan. Aura kemeriahan udah dimulai pada bulan Juli dengan pemasangan umbul-umbul, lomba jalan sehat dan bersih-bersih lingkungan. Meski biasanya juga udah sering bersih-bersih lingkungan satu bulan sekali.

Namun tahun ini lomba jalan sehat di RW ditiadakan karena banyak kegiatan bulan ini seperti lomba yang diadakan oleh pihak kelurahan. Jadi akhirnya masing-masing RT mengadakan jalan sehat sendiri. 

Jalan sehat

Dan RT kami udah mengadakan jalan sehat minggu pertama bulan Agustus 2023. Seru sih karena setelah jalan sehat pun banyak sajian cemilan dan makanan berat di tempat finish. Bisa sarapan gratis, hahahaa. 

Sarapan setelah jalan sehat

Abis makan, baru deh kami duduk selonjoran atau bersila dan nungguin sang bintang utama a.k.a doorprice. Asik nih... gak sabar pengen pengundian segera dilakukan. Saya dapat apa yaaa? 

Kalo ngomongin momen yang paling tak terlupakan tentang HUT Republik Indonesia, saya terdiam. Bukan karena lupa, tapi mengingat kembali momen langka yang baru pertama kali itu saya alami. 

Momen Tak Terlupakan, Memeriahkan Upacara Bendera 17 Agustus di Tepi Sungai Progo


Sejak masuk sekolah hingga lulus kuliah, kalian bisa menghitung berapa kali ikut upacara bendera merayakan HUT Kemerdekaan negeri ini? 

Jawabannya gampang ya, tinggal hitung aja berapa lama kalian duduk di bangku sekolah ataupun menjadi mahasiswa. Bisa saja bertambah kalo kalian bekerja di perusahaan yang mengadakan upacara bendera tiap perayaan Hari Merdeka.

Namun ketika ditanya, kenangan HUT RI yang paling tak terlupakan, ada nggak? 
Ada dooong! 

Silakan pilih pose sesukanya, mau rebahan atau duduk syantik di sofa, atau depan meja kerja, boleh juga di kursi dan taruh gadget di atas meja makan. Kemudian kalian harus siapin cemilan dan minuman ya. Gaasss baca lebih lanjut yuukkk.

Malam tanggal 16 Agustus 2018 menjadi salah satu malam tirakatan yang tidak terlupakan. Dinner yang disiapkan di Chinnese Apung Resto, untuk mencicipi hidangan istimewa. Kalo biasanya saya menikmati malam tirakatan di komplek perumahan. Malam itu kami tirakatan dalam bentuk menyanyikan lagu-lagu tema perjuangan.

Tumpeng Tirakatan
Dokpri : Tumpeng Merah Putih


Dimulai dari lagu kebangsaan yaitu Indonesia Raya. Juga lagu-lagu  nasional seperti Indonesia Pusaka, Rayuan Pulau Kelapa, Tanah Airku, berkumandang serentak. 

Kalian bisa baca dalam artikel berikut ini :



Pagi itu tanggal 17 Agustus 2018, saya bangun dengan semangat yang terbarukan setelah menikmati dinner mengesankan. Saya dan beberapa teman blogger bersiap menuju ke resto Pringgodani untuk sarapan. Suasana asri resto yang memiliki balkon dan pemandangan pohon dan nun jauh nampak gunung Sumbing. Cantik bangeeet, jadi enggan bangkit dari kursi.

Etapi kami harus segera menuju tepi sungai Progo. Nah lho ngapain coba pagi-pagi abis sarapan malah diajak ke tepi sungai Progo?

Malam sebelumnya saat tirakatan, oleh Kak Yudha yang juga public relation Hotel Puri Asri udah memberi bocoran bakal ada kegiatan seru di tepi sungai Progo. Lebih tepatnya kami diajak untuk mengikuti upacara bendera HUT Republik Indonesia yang ke 73 di tepi Sungai Progo yang ada di kawasan Hotel Puri Asri Magelang. Seperti gimana keseruannya? 

Pagi itu upacara bendera di tepi Sungai Progo menjadi momen yang tak akan saya lupakan. Saya cukup takjub dengan ide kreatif dari tim hotel Pur Asri. Karena semua petugas upacara, termasuk pembina upacara dan pengibar sang Saka Merah Putih melakukan tugasnya dengan berendam di sungai Progo. Unik banget, dan baru kali ini saya menjadi saksi sejarah di tepi sungai yang melakukan upacara bendera.

Upacara bendera di tepi Sungai Progo


Peserta upacara HUT RI ke-73 terdiri dari berbagai kalangan, dari blogger, media, bahkan tamu hotel. Yang menarik ada juga turis bule ikut menjadi peserta upacara. Bayangkan ygy, bule aja menghormati upacara bendera HUT RI, mengapa kita tidak melakukan hal yang sama?!

Suasana area hotel Puri Asri yang beneran alami dengan udara sejuk, jauh dari kebisingan kota, menyelimuti seluruh peserta upacara dalam keheningan. Saya menikmati suasana yang terbangun dari gemericik air sungai, keheningan menanti detik-detik upacara bendera HUT RI ke-73, dan desau angin yang berhembus. 

Saat bersamaan pula terbersit bayangan perjuangan para pejuang kemerdekaan. Saya nggak pernah mampu membayangkan gimana beratnya perjuangan para pahlawan. 

Namun yang pasti, ada harapan positif dari lubuk hati saya yang paling dalam. Saya berharap Indonesia di 78 tahun usianya ini akan menjadi negara yang lebih baik. Artinya baik dalam segala sisi, dari warganya yang lebih baik lagi saat menuliskan status atau berkomentar di media sosial. 

Harapan berikutnya adalah Indonesia lebih baik lagi untuk penyediaan fasilitas transportasinya di seluruh kotanya. Semoga Indonesia lebih baik lagi pertumbuhan ekonominya, dan meningkat pula penghasilan tiap warganya. Sehingga warga miskin bisa menurun seiring waktu. Aamiin. 

Dan akhir dari postingan hari ini, tepat pada HUT Republik indonesia ke-78, saya kutipkan quote dari Mak Indah Julianti Sibarani :

Cikini ke Gondangdia
Aku begini, untuk Indonesia

Cikampek, Tasikmalaya
Ngeblog biar nggak sumpek
Jaya... jaya (terserah kalian kasih emot yang mana aja, hihii)

Wassalamualaikum.

dokumentasi :
- dokpri
- dokumen dari WAG Event HUT RI ke-73 Hotel Puri Asri

Reading Time:

Minggu, 15 Mei 2016

Belajar Viral Content Bareng Mak Carolina Ratri dan KEB di Warkop Tunjang Semarang
Mei 15, 2016 30 Comments


www.hidayah-art.com


Assalamu'alaikum, teman-teman. Hari Minggu, tanggal 15 Mei 2016, saya dan mba Ika Puspita kebetulan jadi PIC acara Arisan Ilmu bareng KEB. Tema acaranya menarik banget, makanya banyak Emak member KEB yang daftar via grup WA Emak KEB Semarang. Iya sih, belajar Content Viral Bareng Mak Carolina Ratri dan KEB di Warkop Tunjang Semarang kemarin sukses banget. 

Eh itu sih kata teman blogger yang datang, takut kali ya saya bully kalo bilang nggak sukses, hahaha.
Reading Time:

Kamis, 17 Maret 2016

Cerita Kehidupan Yang Tak Pernah Bergejolak
Maret 17, 2016 15 Comments
www.hidayah-art.com


Assalamu'alaikum.
Baru kali ini saya bingung mau nulis buat ikutan GA teman. Pernah juga sih akhirnya nggak ikut kalo pas mentok nulis. Tapi, ini GA mbak Ika Puspita gitu, blogger femes yang baru pertama ngadain GA dan langsung dapat sponsor segambreng. Trus, beliau juga teman ngeblog saya, masa sih enggak ikut memeriahkan GA ini. Masa iya saya rela hadiah segitu nggak nemplok sedikit pun ke rumah?! Oke, saya mesti ikut dan bakal menuliskan cerita kehidupan saya yang tak pernah bergejolak.

Reading Time:

Kamis, 14 Januari 2016

Wisata Edukatif Agar Makin Produktif
Januari 14, 2016 18 Comments
www.hidayah-art.com
Foto courtesy : Noorma Fitriana M. Zain
Halo assalamu'alaimum teman, semoga sehat semua hari ini dan hari-hari berikutnya, amiin.

Kali ini IIDN Semarang akan mengadakan kunjungan ke dua penerbit yang ada di kota Yogya, bareng emak blogger Gandjel Rel. Dan kunjungan ke penerbit ini bukan kali pertama. Dua tahun lalu, IIDN Semarang juga pernah mengadakan kunjungan ke penerbit yang ada di kota Solo. 
Reading Time: