My Mind - Untaian Kata Untuk Berbagi: Wisata di Kabupaten Semarang
Tampilkan postingan dengan label Wisata di Kabupaten Semarang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata di Kabupaten Semarang. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Oktober 2022

Cerita Baru Klinting di Bukit Cinta Bersama Blogger, Vlogger Milenial dan GENPI
Oktober 06, 2022 32 Comments

Assalamualaikum Besti. Jangan bosan ya kalo bertemu tulisan tentang jalan-jalan di blog ini. Karena saya memang masih ingin menceritakan Famtrip Kabupaten Semarang bareng Blogger, Vlogger, Influencer, dan GENPI. Tema famtrip Ayo Dolan Nang Kabupaten Semarang. Seru banget karena bisa kembali ikut event offline bareng teman-teman satu passion. Kunjungan ketiga di tempat cantik untuk menikmati senja yaitu di Bukit Cinta. Yang pasti seru karena sambil dengerin cerita legenda terciptanya rawa pening. 


Foto by @Dotsemarang


Untuk rangkaian dua tempat lainnya, bisa dibaca ceritanya di sini :

Watu Gajah Park, Wisata Air di Kabupaten Semarang

Pesona Garda Wisata Air Viral di Kabupaten Semarang


Perjalanan dari Pesona Garda menuju Bukit Cinta nggak lama, sekitar satu jam. Kami tiba di Bukit Cinta pukul 15.10 WIB. Udara sejuk menyergap tubuh begitu turun dari mobil minivan yang setia membawa kami serombongan. Beberapa pengunjung masih terlihat di lokasi tempat wisata. Ada yang berduaan, berombongan, saling bantu motret, atau sekadar duduk ngobrol dan menikmati suasana sore dengan mentari masih bersinar. Beruntung ya udara sejuk lumayan mengurangi panas dari matahari sore.


Memasuki gerbang tiket tatapan tertuju pada patung ikonik berwarna putih. Tempat yang selalu jadi spot foto favorit pengunjung. Patung naga dengan puncaknya adalah si baru klinting yang membawa lidi. Patung ini perwujudan legenda Baru Klinting, asal usul Rawa Pening.


Nah kalian penasaran nggak sih? Atau kalian udah pernah membaca atau siapa tahu pernah berkunjung ke rawa pening, dan mendengar cerita dari si bapak tour guide-nya? 


Mendengar Cerita Legenda Baru Klinting, Asal Usul Rawa Pening

Rawa Pening adalah danau alam dengan luas 2.670 hektar. Dana yang berada di 4 kecamatan di Kabupaten Semarang, yaitu Kecamatan Ambarawa, Bawen, Tuntang, dan Banyubiru. Letaknya berada di lembah di antara Gunung Merbabu, Gunung Telomoyo, dan Gunung Ungaran.


Di pintu masuk ada Bapak Suyamto berdiri dan menyambut rombongan kami. Wah berasa menjadi tamu istimewa, hehee. 


Selanjutnya kami diajak masuk ke dalam sebuah ruangan yang biasanya menjadi tempat singgah tamu yang datang ke Bukit Cinta. Bapak Suyamto adalah kepala UPTD Dinpar Kabupaten Semarang. 


Menurut Bapak Suyatmo, destinasi wisata Bukit Cinta dijadikan daya tarik unggulan kedua setelah Candi Gedongsongo. Dua destinasi wisata ini dikelola oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang. Bedanya adalah Candi Gedongsongo sudah sangat dikenal dan menjadi destinasi wisata yang banyak dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara.


Saat ini Bukit Cinta sudah bersolek, makin cantik dengan jalan dan dermaga yang bisa dijadikan spot foto. Potensi alam yang sudah dipermak dengan prasarana yang mendukung agar makin banyak wisatawan yang berkunjung.



Saat itu hadir pula Bapak Mugiono, pengelola destinasi wisata Bukit Cinta. Beliau menuturkan tentang legenda Rawa Pening. Kalo kalian pernah berkunjung ke Bukit Cinta, di sisi kanan setelah pintu masuk ada patung putih berbentuk mirip gunungan. Ada patung ular, anak kecil mengacungkan lidi (Baru Klinthing), ibu yang mendayung lesung. Selain itu ada juga berbagai relief yang mengisahkan tentang legenda Rawa Pening. 



Bapak Mugiono menceritakan kalo legenda Rawa Pening itu ada 2 versi, yaitu Gumuk Sukorini dan Gumuk Sukorono. Dan satu lagi kisah Baru Klinitng. Ini kisahnya!


Dahulu ada perempuan cantik bernama Endang Sawitri yag sedang berguru pada Ki Hajar Selokantara. Saat itu sedang ada acara dan para wanita kebagian pekerjaan di dapur, mengolah masakan. Endang Sawitri meminjam pisau untuk memotong sayuran. Ki Hajar Salokantara meminjamkan pusaka miliknya dan berpesan agar tidak meletakkan pusaka di atas pangkuannya.


Karena fokus pada kegiatannya, Endang Sawitri lupa pesan sang guru. Dia melanggar pantangan yaitu meletakkan pusaka di atas pangkuannya. Endang Sawitri meminta maaf dan bilang pada sang guru agar mengampuninya. Ki Hajar Salokantara menjawab kalo hukuman sudah mulai berjalan. Ternyata Endang Sawitri hamil tanpa memiliki suami itu. Kemudian untuk menutup aibnya dia pun dinikahkan dengan Ki Hajar Salokantara.


Untuk menutup aibnya karena perutnya makin membesar, dia pun diasingkan ke Gedongsongo hingga akhirnya melahirkan. Proses kelahiran anaknya di Situs Air Suci Gedongsongi membuat Endang Sawitri bersedih mendapati wujud anaknya adalah bayi naga dan dinamakan Baru Klinting. Bayi naga ini sudah langsung bisa bicara.


Ketika udah agak besar, Baru Klinting pun bertanya kepada ibunya apakah dia memiliki ayah. Endang Sawitri menjawabnya dengan jujur bahwa ayah dari anaknya sedang bertapa di Gunung Telomoyo. Ia pun kemudian meminta Baru Klinting untuk menemui ayahnya sambil membawa tombak bernama Baru Klinting milik ayahnya sebagai bukti bahwa dia memang anaknya.


Sesampainya di lereng Gunung Telomoyo, Baru Klinting pun bertemu Ki Hajar yang disebut ayahnya. Sayangnya sang ayah belum mau mengakui dirinya sebagai anak. Ki Hajar meminta meminta Baru Klinting bertapa di gunung Kleker agar tubuhnya berubah menjadi manusia. Dia harus bisa melingkari gunung itu dengan tubuhnya. Namun Baru klinting yang licik menjulurkan lidahnya agar bisa menautkan kepala dan ekornya karena memang kurang sejengkal untuk melingkari gunung tersebut. 


Saat Baru Klinting bertapa di Gunung Kleker, penduduk Desa Pathok mencacah tubuhnya. Saat itu mereka belum menemukan binatang yang dicari sebagai santapan dalam sebuah pesta panen. Saat tubuh Baru Klinting disiapkan sebagai santapan untuk pesta rakyat, arwah Baru Klinting menjelma menjadi seorang anak buruk rupa (anak bajang) dan bau amis.


Tubuh penuh sisik dengan wajah yang menyeramkan, dia pun menuju Desa Pathok untuk meminta makan. Namun warga desa mengusirnya karena bau tubuhnya yang amis. Hanya seorang nenek yang mau memberikan makan. Dan yang dimakannya adalah daging yang ditusuk dengan lidi. Oleh Baru Klinting. lidi itu ditancapkan di tengah desa. Ia meminta warga untuk mencabutnya yang sayangnya tak ada satu pun yang berhasil.


Dan ketika akhirnya Baru Klinting mencabut lidi tersebut, terdengar bunyi gemuruh dari air bah yang keluar dari dalam tanah. Air itu mengenggelamkan seluruh desa. Kemudian daerah tersebut dinamakan Rawa Pening. 


Daya Tarik Bukit Cinta Rawa Pening

Daerah yang dulunya berupa bukit ini memang menjadi tempat yang paling keren untuk menatap Rawa Pening. Sekarang tempat ini memiliki beberapa spot foto yang seru untuk dinikmati wisatawan. 





Kalian bisa mengeksplorasi kawasan Bukit Cinta seperti spot foto gembok cinta. Selain itu kalian bisa naik perahu motor keliling danau. Ada juga jet ski yang tentunya menjadikan adrenalin kalian makin berpacu saat di tengah rawa. 



Bagi kalian yang hanya ingin menikmati keindahan danau, bisa duduk saja sambil menikmati hembusan angin. Ada banyak kursi yang disediakan oleh pengelola.


Fasilitas yang ada di Bukit Cinta antara lain parkir yang luas, mushola yang bersih, dan toilet. 


Ada juga dua anjungan yaitu anjungan Brawijaya yang lebih besar, sementara yang lebih kecil anjungan Baru Klinting. Kemudian ada juga tempat bermain untuk anak-anak, pendopo, petilasan, dan museum ikan.


Bagi pengunjung yang ingin membeli jajanan atau oleh-oleh khas Kabupaten Semarang, bisa mampir ke kios-kios yang berjajar sebelum pintu masuk. Oleh-oleh khasnya seperti belut goreng, cetul goreng, grubi, enting-enting, keripik bayam, kering singkong pedas, dan masih ada lagi yang lainnya.

Foto by Erina


Gimana bestie, tertarik berkunjung ke Bukit Cinta Rawa Pening? Yuk ajakin bestie kalian atau keluarga sembari menikmati suasana alam yang sejuk. Oia kalian bisa memilih berkunjung saat pagi atau sore hari agar tidak merasakan teriknya matahari. Wassalamualaikum.


Bukit Cinta Rawa Pening
Alamat : Desa Kebondowo, Kec. Banyubiru, Kab. Semarang, Jateng
Jam buka : 08.00-17.00 WIB
Website : www.kabsemarangtourism.com
Instagram : @bukitcinta.rp
Reading Time:

Senin, 26 September 2022

Pesona Garda, Wisata Air Viral di Kabupaten Semarang
September 26, 2022 24 Comments

Halo assalamualaikum Sahabat. Masih dalam rangkaian Famtrip Blogger, Vlogger, Influencer, dan GENPI bareng Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang tanggal 22 September 2022. Kali ini saya ajak kalian berkunjung ke destinasi Deswita (Desa Wisata) Pesona Garda, wisata air viral di Kabupaten Semarang.




Sebelum ke Pesona Garda, saya udah tuliskan kunjungan pertama di Watu Gajah. Silakan dibaca : 

Watu Gajah Park, Wisata Air di Kabupaten Semarang


Wisata air yang tengah viral ini terletak di Dusun Dawung, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang. Untuk menuju Deswita Pesona Garda dari tempat terakhir saya berkunjung yaitu Watu Gajah Park, dibutuhkan waktu kurang lebih 1 jam. 


Untuk menuju daerah Pringapus ini kemarin kami diajak lewat daerah Bringin, melintasi destinasi wisata Goa Rong. Meski butuh waktu satu jam dijamin kalian nggak bakal bosan dengan pemandangan di sepanjang jalan. Terutama beberapa kilometer mendekati Deswita Pesona Garda, suasana berasa seperti di tengah hutan. Pepohonan karet, jati, hutan bambu, sungguh bikin saya merasa pulang ke rumah nenek di desa. Neneknya suami sih karena saya asli anak kota, hahahaa.


Asli seneng banget sepanjang jalan dengan menatap pemandangan kanan kiri yang menyejukkan mata. Membayangkan warga yang tinggal di daerah ini berasa healing tiap hari? Hahaha, kayaknya bukan deh. 


Beberapa kilometer mendekati destinasi wisata juga merupakan jalan sempit yang butuh nyali gede terutama bila berpapasan mobil lain. Yang asik tuh jalannya mulus karena udah dicor beton. Meski ada beberapa titik jalan yang terputus karena tanah bergerak sepertinya. 


Namun semua terbayarkan sih begitu mendekati jembatan gantung Pesona Garda. Udah terlihat pemandangan sungai di bawah yang mengalir deras membelah desa. Nampak pula destinasi wisata air yang viral dari atas jembatan.



Yuk Main Air, Rafting, dan River Tubing di Pesona Garda

Kebetulan saat saya dan teman-teman ke destinasi wisata ini hari Kamis, jadi ya pengunjung lain nggak ada. Tapi jangan heran kalo kalian kesini hari Sabtu atau Minggu, mendadak tempat ini udah kayak pasar tiban saking ramainya.


Menilik awal dibukanya destinasi wisata ini oleh pengelolanya, pengunjung langsung meluber. Bahkan sebelum ada pemberlakuan tiket masuk aja udah banyak pengunjungnya. 


Wajar ya karena saat itu pandemi, dan tengah ada pemberlakuan sekolah di rumah, kerja di rumah, bikin orang jadi bosan. Terbiasa mobile keluar rumah, dari kerja, kegiatan, sekolah, kuliah, mendadak harus di rumah. Otomatis begitu ada pelonggaran dikit aja langsung deh healing ke tempat yang sepi. Gowes ataupun menggunakan motor dan mobil mencari tempat yang masih alami. 


Satu hingga belasan orang pun akhirnya menemukan tempat yang asri ini berkat sosial media. Kekuatan sosial media memang mampu menarik magnet kunjungan orang untuk berwisata. Apalagi kalo tempat yang dibagikan di sosial media itu berupa sungai, adem, alami, bikin betah, pasti deh didatangi lebih banyak orang.


Memasuki kawasan wisata air yang viral ini bikin perasaan saya excited. Ya, saya adalah anak kota yang suka banget kegiatan di alam. Main di sungai, menjelajah alam, menjadikan saya merasa hidup dan penuh semangat. Berasa banget gimana udara yang masih bersih, sejuk, menyapa tubuh yang penat di perjalanan. Hingga mampu membangkitkan semangat dan mengeksplorasi destinasi wisata Pesona Garda.


Gimana nggak semangat, menatap tempat wisata yang tertata apik, rapi, bikin adem di indera penglihatan. Ada semacam gapura yang seakan menyambut setiap pengunjung datang dan mengantarkan ke setiap spot di sana. Ada tempat cuci tangan karena anjuran Kemenkes adanya pandemi dan masih dipertahankan menjadi kebiasan baik. 




Yang menarik ada papan pengingat bagi setiap pengunjung gimana sampah plastik itu susah terurai. Pada setiap papan disematkan sampah dari yang tidak bisa terurai, yaitu styrofoam. Hingga makin ke bawah, makin pendek pula periode sampah terurainya yaitu kemasan ultrapack. Seakan kalian diingatkan untuk lebih bijak memilih produk belanjaan. 




Dari pintu masuk pandangan mata saya udah tertuju pada air sungai berwarna coklat yang mengalir di bawah sana. Kemudian pandangan saya teralihkan pada jembatan yang terlihat instagramable. Dengan latar pohon besar di seberang sungai, kebun warga, gazebo di tengah sungai (pulau buatan), ahhhh sempurna banget tempatnyaaa, teman-teman!





Kami pun berpencar menemukan spot healing masing-masing. Ada yang berdiri di pinggi sungai, mengambil video atau gambar. Ada yang hanya duduk di gazebo yang tersebar di seluruh tempat wisata. Dan saya dengan beberapa teman memilih naik ke jembatan untuk sekadar jalan ataupun foto-foto. Dan tahu dong jembatan gantung itu pasti akan terayun-ayun bila kita berjalan di atasnya. Makin cepat kita jalan makin kencang pula gerakannya. Hahahaa.




Tenaaang, jembatan gantung di Pesona Garda aman ya teman-teman. Meski orang yang berjalan sampai lima atau tujuh orang, aman kok. Dan kalo pengen main air memang harus melewati jembatan gantung karena lokasinya ada di seberang sungai. Dan nggak perlu takut untuk melintas di jembatan tersebut. 


Tim pengelola Pesona Garda mengajak kami untuk masuk ke air dan ngajari gimana cara agar tetap aman saat di atas sungai. Pesona Garda menyediakan permainan wisata air yang seru. Ada rafting dengan kapasitas perahu isi 4-5 orang. Nah ternyata ada juga river tubing menggunakan ban, pasti seru nih dicobain bareng bestie kalian. 






Yang tak kalah seru ada pula kasur angin dijadikan seluncuran juga di atas air. Melihat dua teman seperjalanan famtrip duduk di atas kasur angin dan meluncur sambil teriak kegiarangan, betapa serunya!


Saya dan beberapa teman, mba Hani, mba Wid, mba Dini, Arinda, nyobain rafting yang pertama. So far, sungai ini aman untuk wisata air buat anak-anak juga. Debit air lumayan stabil, tenang, hanya ada beberapa titik jeram dan tetap aman kok. Apalagi ada pemandu yang mendampingi selama rafting. Dan yang paling penting kami pun mengenakan jaket pelampung dan helm. Yang nggak bisa berenang nggak usah panik yaa.


Sebenarnya saya pengen juga nyoba river tubing, sayangnya ban yang ada dekat dengan lokasi start, ukuran besar udah abis. Mesti nungguin diambilkan dari pos di atas. Dari pada kelamaan saya pun ikut rafting lagi. Kali ini dengan rombongan yang berbeda. 


Bagi kalian yang penasaran berapa harga per pack untuk permainan wisata air di Pesona Garda ini. Tarifnya untuk setiap perahu dengan isi 4 orang hanya 520k udah termasuk untuk makan siang, snack, air minum, kelapa muda, peralatan, serta pemandu. Jarak tempuh rafting sepanjang 5 km durasi selama 2 jam dengan finish berada di tepi sungai yang cantik, yaitu tebing tinggi untuk spot foto. Cuma kali ini kami tidak nyoba rafting sampai garis finish karena durasi waktu yang dibutuhkan untuk ke destinasi wisata berikutnya.


Abis main air dan mandi, kami dipersilakan menikmati sajian makan siang. Aduuhhh jadi lapar deh ngelihat deretan menu yang tersaji di depan mata. Ada sup, urap sayuran, tempe goreng, ayam goreng, krupuk, sambel dan semur jengkol. Eh bener semur jengkol gak sih? Aku gak ambil karena memang nggak pernah makan yaa, jadi nggak tahu itu jengkol dimasak bumbu apa?



Makan siang dengan menu endolita, diiringi musik alam gemericik air sungai, suara desau angin, dan udara yang bersahabat. Paket lengkap bikin hati damai, krasan banget deh di destinasi Deswita Pesona Garda ini. 


Desa Wisata Pesona Garda, Wujud Semangat Warga Dusun Yang Kompak

Pesona Garda merupakan destinasi wisata yang dikelola oleh Desa Wisata Pesona Garda. Kekompakan warganya patut mendapat apresiasi karena dengan dana yang seadanya mampu menciptakan destinasi wisata. Yang akhirnya bisa menjadi pengembangan ekonomi desa dari bantuan Dana Desa.


Perlu teman-teman tahu, Dana Desa yang teralisasi untuk membangun tempat wisata ini akhirnya hanya 34 juta rupiah. Bayangkan dengan dana sejumlah 34 juta rupiah, apakah bisa untuk mendirikan sebuah tempat wisata? Bahkan untuk tiga gazebo, sarana, dan spot yang belum bisa memiliki daya tarik untuk wisatawan. Akhirnya dana kas dari berbagai pos, dari pos jimpitan, pos remaja, pengajian, diambil untuk menambah kebutuhan membangun Desa Wisata Pesona Garda. 




Kami mendengarkan Bapak Zamroni yang bercerita cikal bakal lahirnya Deswita Pesona Garda sambil ngemil kudapan. Pengelola Desa Wisata Pesona Garda sudah menyiapkan lemet, kacang rebus, es teh, dan kelapa muda. 




Warga desa bergotong royong menciptakan tempat wisata dengan tujuan ingin menumbuhkan ekonomi produktif bagi desa. Adanya desa wisata diharapkan bakal terwujud lapangan kerja bagi warga desa. Mereka ingin mewujudkan impian seperti saat Bapak Zamroni dan tim yang memiliki kesempatan studi banding ke Desa Wisata Lebakmuncang Bandung. 


Dari kunjungan tersebut beliau ingin mengembangkan potensi desanya yang tidak kalah dengan Deswita Lebakmuncang. Senangnya aspirasi beliau mendapatkan dukungan dari pemerintah desa. Seperti yang udah saya tuliskan di atas, dana 34 juta belum terlihat wajah wisata di tempat tersebut. 


Oleh Pak Zamroni, meski wajah desa wisata belum terlihat jadi, namun dia mempublikasikan di media sosial. Dia bukan memamerkan tempat wisatanya, tapi gotong royong yang terjadi di desa tersebut. Netizen memberikan apresiasi positif bahkan kepo berkunjung ke Garda Pesona yang masih alami. Januari sampai Juli 2020 akhir, setiap hari Minggu sudah dikunjungi oleh warga yang kepo. Jam 7 pagi dari komunitas gowes, juga warga lainnya bermain di tempat tersebut. Belum ada tiket masuk, tapi kedatangan netizen ini mengganggu pekerjaan tim deswita. 


Akhirnya tim deswita memutuskan untuk memindahkan jam kerja gotong royong pada malam hari. Karena mereka tidak mungkin melarang pengunjung yang datang meski mengganggu pekerjaan mereka. Pagi mencari batu, malam baru ditata di lokasi desa wisata. Dan mereka juga mulai menarik biaya parkir mulai bulan Juni akhir selama satu minggu bisa mendapatkan pemasukan yang lumayan. Paling tidak bisa untuk menyediakan konsumsi untuk gotong royong. 


Memasuki bulan Agustus makin banyak pengunjung yang datang. Dan pengelola juga belum menarik tiket masuk. Akhirnya mereka memutuskan agar Deswita Pesona Garda segera launching dini yaitu tanggal 8 Agustus 2020. Sejak hari pertama pengunjung yang datang tembus sebanyak 1250 lebih. Ini sungguh di luar ekspektasi pengelola deswita. Bahkan sejarah pengunjung terbanyak mencapai 3800 dalam satu hari yaitu tanggal 17 Agustus 2020. Jalan Pringapus hingga di Pesona Garda mengalami kemacetan yang luar biasa. Sejak saat itu hingga bulan Oktober 2020 setiap akhir pekan pengunjung selalu mencapai 1500. Sehingga pemasukan mereka sungguh luar biasa.


Mulai Oktober 2020 jembatan pertama porak poranda karena banjir. Jembatan yang terbuat dari bambu roboh dan hanyut diterjang banjir. Air banjir dari sungai meluap dan menggenangi lokasi desa wisata. Membuat pengelola deswita remuk redam. Namun semangat mereka tak ikut padam. Mereka mulai merenovasi jembatan dan lokasi deswita. Jembatan dibuat lebih tinggi dan diganti jembatan besi dan kayu seperti yang sekarang ada. Untuk gazebo juga dibuat lebih tinggi agar ketika terjadi banjir lagi tidak bakal rusak.


Tim pengelola Desa Wisata Pesona Garda bersyukur memasuki tahun 2021 banyak yang udah kenal dengan tempat wisata ini. Semua karena keajaiban media sosial, netizen berbagi kegiatan mengekplor Deswita Pesona Garda. Yang akhirna menarik minat lebih banyak pengunjung datang ke tempat ini. 


Begitu lah kekuatan netizen yang sering membantu dan berbuat kebaikan untuk mengangkat serta menumbuhkan ekonomi rakyat. Sukses selalu buat tim pengelola Desa Wisata Pesona Garda. Semoga terus berkembang dan menjadi destinasi favorit pilihan netizen. Wassalamualaikum.


Desa Wisata Pesona Garda
Alamat : Dusun Dawung, Desa Candirejo, Kec. Pringapus, Kab. Semarang.
Tlp : 0878 3270 5454
Jam buka : Senin-Kamis buka jam 09.00-17.00
Weekend buka jam 08.00-17.00
Website : www.pesonagarda.com
Instagram : @pesonagarda


Dokumentasi :
- Dokumentasi pribadi
- Deta
- Tim Famtrip Ayo Dolan Kabupaten Semarang

Reading Time:

Selasa, 31 Oktober 2017

Sensasi Menikmati Pecel Keong Banyubiru Kabupaten Semarang
Oktober 31, 2017 18 Comments


www.hidayah-art.com

Assalamualaikum. Ada Sensasi Menikmati Pecel Keong, Kuliner Khas dari  Muncul, Banyubiru Kabupaten Semarang. Teman-teman pernah merasakan sensasi saat menyicipi kuliner khas dari Kabupaten Semarang? Tepatnya nyicipi menu kuliner Pecel Keong yang legendaris dari Kecamatan Ambarawa.

Adakah yang belum tahu dengan kuliner yang berbahan baku Keong? Iya, Keong. Yuk saya kasih tahu bahwa Keong adalah salah satu jenis makanan yang sangat digemari. Keong adalah binatang bercangkang dan tidak memilik tulang belakang.  

Keong bisa diolah menjadi makanan yang melezatkan. Saya sudah mengenal kuliner Keong sejak kecil. Jaman saya masih usia SD, ada penjaja Pecel Semanggi yang juga menyajikan Sate Keong. Pecel Semanggi itu bahan sayurannya ada daun Semanggi. Maka orang selalu menyebutnya Pecel Semanggi. 

Reading Time:

Rabu, 25 Oktober 2017

Pesona Air Terjun Tujuh Bidadari di Kabupaten Semarang
Oktober 25, 2017 2 Comments

www.hidayah-art.com

Assalamualaikum. Siapa yang sudah menyaksikan Pesona Air Terjun Tujuh Bidadari di Kabupaten Semarang? Nggak hanya menyaksikan keindahan air terjun. Namun juga bermain air sepuasnya di Air Terjun Tujuh Bidadari. Airnya jernih, terlihat dasar kolam yang dangkal dengan batu dan pasir sungai. Atau kalo malas main air, bisa memilih swafoto di tempat yang cantik ini. 

Kabupaten Semarang yang terletak dekat dengan kota Semarang, memiliki destinasi wisata yang beragam. Karena terletak di lereng Gunung Ungaran, udara sejuk pun menjadi satu kelebihan tersendiri. Wisata alam pun menjadi pilihan destinasi liburan yang paling digemari oleh wisatawan. 

Reading Time:

Rabu, 12 Juli 2017

One Day Trip di Kabupaten Semarang
Juli 12, 20170 Comments


Assalamualaikum. One Day Trip di Kabupaten Semarang. Lebaran kayaknya baru kemarin, dan liburan sepertinya belum berakhir. Mungkin One Day Trip yang saya tulis ini bisa dijadikan itinerary ketika kalian singgah di kota Semarang. Cukup sehari sisihkan waktu bersama keluarga atau teman-teman, kalian bisa bersenang-senang di wisata yang dekat dengan kota Semarang. 
Reading Time: