April 06, 2020
BY Hidayah Sulistyowati
36 Comments
Konsumsi Buah Untuk Menjaga Imunitas Tubuh Saat Pandemi Covid-19
Assalamualaikum Sahabat. Rasanya saat ini dunia tengah diguncang oleh pandemi virus Corona. Tidak ada negara di muka bumi yang kebal dengan virus ini. Bahkan ekonomi dunia pun mulai terguncang, ada banyak usaha yang harus bertahan atau bahkan kolaps.
Organisasi kesehatan dunia, WHO bahkan menyebutkan hampir 700 ribu orang dari berbagai penjuru dunia telah terpapar virus Corona covid-19. Sebagian orang yang peduli merasa cemas dan stres karena takut tertular. Sementara sebagian orang lagi kurang peduli dan seakan ingn melupakan bahayanya virus ini.
Sebenarnya tidak perlu terlalu mencemaskan kondisi ini. Karena memang akan berpengaruh negatif pada tubuh bila pikiran fokus terus tentang penularan virus ini.
Tidak mencemaskan bukan berarti tidak peduli. Corona virus harus bisa dihentikan segera. Sebagai manusia, saya hanya bisa berikhtiar dan berdoa agar tidak tertular virus jelek satu ini.
Banyak upaya yang bisa kalian lakukan agar tidak tertular. Pemerintah menganjurkan untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), mengikuti pedoman social distancing atau jarak sosial, mencuci tangan dengan benar, dan tinggal di rumah.
Yang tak kalah penting adalah memperkuat sistem kekebalan atau imunitas tubuh juga perlu. Hal-hal yang bisa dilakukan antara lain olahraga, meditasi, manajemen tidur, dan manajemen stres.
Meski bagi pekerja informal masih susah untuk melaksanakan physical distancing, ada solusi yang bisa dilakukan agar tidak tertular virus.

Organisasi kesehatan dunia, WHO bahkan menyebutkan hampir 700 ribu orang dari berbagai penjuru dunia telah terpapar virus Corona covid-19. Sebagian orang yang peduli merasa cemas dan stres karena takut tertular. Sementara sebagian orang lagi kurang peduli dan seakan ingn melupakan bahayanya virus ini.
Sebenarnya tidak perlu terlalu mencemaskan kondisi ini. Karena memang akan berpengaruh negatif pada tubuh bila pikiran fokus terus tentang penularan virus ini.
Tidak mencemaskan bukan berarti tidak peduli. Corona virus harus bisa dihentikan segera. Sebagai manusia, saya hanya bisa berikhtiar dan berdoa agar tidak tertular virus jelek satu ini.
Banyak upaya yang bisa kalian lakukan agar tidak tertular. Pemerintah menganjurkan untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), mengikuti pedoman social distancing atau jarak sosial, mencuci tangan dengan benar, dan tinggal di rumah.
Yang tak kalah penting adalah memperkuat sistem kekebalan atau imunitas tubuh juga perlu. Hal-hal yang bisa dilakukan antara lain olahraga, meditasi, manajemen tidur, dan manajemen stres.
Meski bagi pekerja informal masih susah untuk melaksanakan physical distancing, ada solusi yang bisa dilakukan agar tidak tertular virus.
Perilaku Mencegah Penularan Virus Covid-19 :
Apabila terpaksa keluar rumah, pastikan mengenakan masker karena kondisi di luar ada beberapa warga yang belum sadar untuk jaga jarak. Masih ada orang batuk yang tidak mengenakan masker. Jadi memang lebih baik kalian yang jaga diri sendiri. Misal terpaksa belanja di supermarket, jaga jarak dengan konsumen lainnya.
Agak susah ya terutama misalkan rumahnya kecil kayak punya keluarga saya. Namun saya menggunakan bagian ruang keluarga untuk melakukan gerakan sederhana ini. Namun jangan salah, hanya melakukan kegiatan ini selama 30 menit, mampu membuat saya berkeringat.
Pendiri Browningsfitness MaryAnn Browning menjelaskan olahraga juga mengurangi kadar hormon stres di tubuh, seperti hormon adrenalin dan kortisol. Kadar hormon stres yang lebih rendah dapat melindungi dari penyakit. Olahraga juga merangsang produksi endorfin, bahan kimia di otak yang merupakan obat penghilang rasa sakit alami.
Kemarin pertengahan Maret, saya sudah susah mencari vitamin C yang biasanya menjadi vitamin keluarga. Kalo pun akhirnya ada di apotek lain, harganya udah melambung. Saya pikir, ngapain juga beli vitamin mahal? Mending uangnya digunakan untuk belanja buah-buahan. Vitamin C banyak terdapat pada buah sirsak, jambu merah, dan buah lainnya. Termasuk Jeruk sunkist yang berwarna orange dengan rasa buah yang asam dan segar. Saya jadi teringat waktu melaksanakan ibadah haji, dan menikmati sunkist yang banyak dijajakan di toko minimarket dekat hotel dan masjid.
Alhamdulillah mengajak anak-anak dan suami mengonsumsi buah malah lebih mudah dibanding minum vitamin. Buah-buahan yang sering saya beli di supermarket atau toko buah, adalah apel, sunkist, pear, jeruk, anggur, dan nanas madu. Saya beli buah pisang juga, tapi itu untuk anak-anak dan suami. Sungguh saya nggak doyan pisang.
- Menjaga kesehatan dan Jaga Jarak
Solusi menjaga kesehatan dan jaga jarak (physical dsitancing) untuk diri sendiri maupun orang lain. Misalkan pekerja informal seperti tukang ojol, penjual keliling, atau kalian yang masih bekerja karena tidak memungkinkan untuk #WorkFromHome tetap jaga kesehatan.Apabila terpaksa keluar rumah, pastikan mengenakan masker karena kondisi di luar ada beberapa warga yang belum sadar untuk jaga jarak. Masih ada orang batuk yang tidak mengenakan masker. Jadi memang lebih baik kalian yang jaga diri sendiri. Misal terpaksa belanja di supermarket, jaga jarak dengan konsumen lainnya.
- Lakukan Aktivitas Fisik
Aktivitas fisik dapat membantu mengeluarkan bakteri dari paru-paru, mengurangi kemungkinan terkena flu, dan penyakit lainnya. Itu lah sebabnya WHO menyarankan meski #DiRumahAja tetap lakukan aktivitas fisik secara rutin. Minimal lakukan tiap hari selama lima kali dalam seminggu dengan durasi 30 menit.Agak susah ya terutama misalkan rumahnya kecil kayak punya keluarga saya. Namun saya menggunakan bagian ruang keluarga untuk melakukan gerakan sederhana ini. Namun jangan salah, hanya melakukan kegiatan ini selama 30 menit, mampu membuat saya berkeringat.

Pendiri Browningsfitness MaryAnn Browning menjelaskan olahraga juga mengurangi kadar hormon stres di tubuh, seperti hormon adrenalin dan kortisol. Kadar hormon stres yang lebih rendah dapat melindungi dari penyakit. Olahraga juga merangsang produksi endorfin, bahan kimia di otak yang merupakan obat penghilang rasa sakit alami.
- Memperbanyak Konsumsi Buah dan Sayur
Menjaga kekebalan tubuh dari penularan virus Covid-19 saat ini menjadi sebuah kewajiban bagi kalian agar tetap sehat. Tentunya kalian harus lebih banyak makan buah dan sayur. Komposisi asupan makanan harus seimbang, antara karbohidrat, protein, buah, dan sayur.
Kemarin pertengahan Maret, saya sudah susah mencari vitamin C yang biasanya menjadi vitamin keluarga. Kalo pun akhirnya ada di apotek lain, harganya udah melambung. Saya pikir, ngapain juga beli vitamin mahal? Mending uangnya digunakan untuk belanja buah-buahan. Vitamin C banyak terdapat pada buah sirsak, jambu merah, dan buah lainnya. Termasuk Jeruk sunkist yang berwarna orange dengan rasa buah yang asam dan segar. Saya jadi teringat waktu melaksanakan ibadah haji, dan menikmati sunkist yang banyak dijajakan di toko minimarket dekat hotel dan masjid.

- Mengatur Waktu Tidur
Kurangnya tidur bisa mengakibatkan gangguan kesehatan, menyebabkan kelebihan berat badan dan stres. Salah satunya adalah metabolisme yang terganggu karena tingkat hormon menjadi kacau.
Misal jam tidur malam kurang, bisa disiasati dengan menggantikannya saat tidur siang. Ini terbukti mampu mengurangi stres dan mengimbangi efek negatif dari kurang tidur. Tidur sebentar saat istirahat siang membantu daya tahan tubuh juga. Terbukti ketika kurang tidur, stres muncul, menyebabkan efek negatif pada daya tahan tubuh. Sistem kekebalan tubuh menurun yang mengakibatkan kemampuannya melawan virus dan bakteri pun menurun.
Misal jam tidur malam kurang, bisa disiasati dengan menggantikannya saat tidur siang. Ini terbukti mampu mengurangi stres dan mengimbangi efek negatif dari kurang tidur. Tidur sebentar saat istirahat siang membantu daya tahan tubuh juga. Terbukti ketika kurang tidur, stres muncul, menyebabkan efek negatif pada daya tahan tubuh. Sistem kekebalan tubuh menurun yang mengakibatkan kemampuannya melawan virus dan bakteri pun menurun.
- Konsumsi Kurma Mejool
Medjool berasal dari Maroko. Bersama 11 pohon kurma lainnya dibawa ke Negara Bagian Nevada, AS, di tahun 1927. Enam dari sebelas pohon ini masih ada di sana dan mendapat julukan The Big Six.
Panjang kurma medjool bisa mencapai 10-15 cm, namun bijinya kecil. Dagingnya padat, dan rasanya manis mirip karamel. Kurma medjool cocok diolah menjadi saus hingga dessert. Namun sementara ini saya lebih suka langsung menikmatinya.
Medjool mengandung fruktosa dan glukosa alami, sejenis karbohidrat sederhana yang baik untuk meningkatkan energi saat berpuasa. Medjool merupakan sumber vitamin, mineral dan kalium yang merupakan serat larut makanan. Tidak hanya baik untuk tubuh tetapi juga bisa mempertahankan rasa kenyang lebih lama. Yakin deh puasa kali ini saya bakal membeli kurma Medjool lebih banyak.
Menghadapi musim pandemi tidak lantas menjadikan saya patah semangat. Saya nggak mau energi negatif masuk ke dalam tubuh melalui pikiran. Saya orang yang selalu berpikir positif, berikhtiar dan berdoa akan membantu saya tetap sehat. Dan inginnya pun keluarga kecil saya juga melakukan hal yang sama.
Saya sudah kangen berkumpul bersama keluarga besar, bercanda, ngaji bareng, dan makan bareng. Namun kegiatan silaturahmi ini tak akan bisa saya nikamti bila pandemi tak segera berakhir. Salah satu cara adalah dengan tetap di rumah aja, menjaga kesehatan, dan memutus mata rantai penyebaran dengan tidak berkumpul sementara waktu. Stay safe sahabatku dan keluargaku semuanya. Wassalamualaikum.
Panjang kurma medjool bisa mencapai 10-15 cm, namun bijinya kecil. Dagingnya padat, dan rasanya manis mirip karamel. Kurma medjool cocok diolah menjadi saus hingga dessert. Namun sementara ini saya lebih suka langsung menikmatinya.

Medjool mengandung fruktosa dan glukosa alami, sejenis karbohidrat sederhana yang baik untuk meningkatkan energi saat berpuasa. Medjool merupakan sumber vitamin, mineral dan kalium yang merupakan serat larut makanan. Tidak hanya baik untuk tubuh tetapi juga bisa mempertahankan rasa kenyang lebih lama. Yakin deh puasa kali ini saya bakal membeli kurma Medjool lebih banyak.
Menghadapi musim pandemi tidak lantas menjadikan saya patah semangat. Saya nggak mau energi negatif masuk ke dalam tubuh melalui pikiran. Saya orang yang selalu berpikir positif, berikhtiar dan berdoa akan membantu saya tetap sehat. Dan inginnya pun keluarga kecil saya juga melakukan hal yang sama.
Saya sudah kangen berkumpul bersama keluarga besar, bercanda, ngaji bareng, dan makan bareng. Namun kegiatan silaturahmi ini tak akan bisa saya nikamti bila pandemi tak segera berakhir. Salah satu cara adalah dengan tetap di rumah aja, menjaga kesehatan, dan memutus mata rantai penyebaran dengan tidak berkumpul sementara waktu. Stay safe sahabatku dan keluargaku semuanya. Wassalamualaikum.
Referensi Materi :
-https://www.kompas.com/tren/read/2020/03/28/121200965/berikut-cara-meningkatkan-imun-tubuh-agar-terhindar-dari-virus-corona
-https://www.femina.co.id/food-story/apa-itu-kurma-medjool


