My Mind - Untaian Kata Untuk Berbagi: Manulife
Tampilkan postingan dengan label Manulife. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manulife. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Maret 2019

Mengenal Investasi Syariah Halal bersama MAMI
Maret 25, 2019 43 Comments
Reksadana Syariah

Assalamualaikum Sahabat. Mengenal Investasi Syariah Halal bersama Manulife Asset Management Indonesia. Ternyata setelah berkenalan dengan investasi reksadana dalam 2 kali pertemuan, bikin pikiran saya makin jernih. Reksadana tuh nggak seseram yang saya bayangkan.

Duhhh jangan ditertawakan ya. Semua itu karena pengalaman buruk ipar bertahun yang lalu. Memang kalo mau investasi ya belajar kenal lebih dekat. Seperti saya bersama teman-teman blogger di Kira Kira Resto di jalan Taman Ade Irma Suryani.

Kami sempat foto-foto dulu, dan saya ambil yang ini aja.



MC langganan, yaitu Isul membuka acara dengan nada sepereti biasanya. Hepi banget mba MC nya pagi itu. Kami diajakin ikut kuis menti.co dengan materi investasi reksadana dua pertemuan sebelumnya. 



Saya salah satu, nggak menang dong. Dan pemenang kuis menti.co adalah Mauren, Koko, dan Virly. Mereka dapat payung, alhamdulillah bisa untuk senjata karena masih musim hujan. Selamat yaa!

Berikutnya ada sambutan dari Mas Surya, yang intinya adalah kopdar kali ini merupakan gabungan kelas ke 3 dan 4. 

Mengapa Mesti Investasi?

Karena materi hari ini gabungan, tentunya kali ini kopdar hanya berisi sharing dari Bapak Legowo Kusumonegoro. Presiden Direktur Manajer Asset Manulife Investasi ini menanyakan sesuatu. Yaitu Mengapa Kalian Mesti Investasi?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, yuk mengingat kembali kopdar investarian yang pertama dan kedua.

Silahkan baca :

- Kopdar Investarian Bersama Reksadana Manulife

Intinya Pak Legowo mengingatkan bahwa kalo kalian menabung, itu mending untuk kebutuhan jangka pendek. Misalnya untuk bayar kebutuhan bulanan, bayar biaya pendidikan 6 bulan ke depan. Pokoknya tabungan itu fungsinya adalah dana yang bisa digunakan sewaktu-waktu. Menabung itu nggak bisa untuk mengejar inflasi.



Jadi beda dengan investasi yang harus bisa mengejar inflasi. Dana untuk investasi ini memang diharapkan bisa bertumbuh. Dengan hasil akhir yang bisa untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang. Seperti untuk umroh atau berangkat haji, biaya kuliah anak-anak, dana pensiun, dana kesehatan hari tua, dan masih banyak lagi.

Saya sudah menuliskan tentang berapa kebutuhan yang harus disiapkan untuk impian masa depan.

Silahkan baca : Mewujudkan Mimpi Dengan Investasi


Mengenal Pasar Modal


Siapa yang doyan belanja? Kayaknya semua orang tuh suka belanja, ye khaaan?
Nah kalian udah mengenal belanja di pasar tradisional atau di pusat belanja modern yang bersih di supermarket atau mall.

Ketiga dunia digital mulai marak, belanja sudah nggak perlu lagi dengan keluar rumah. Cukup di rumah atau di tempat kerja, di mana aja dengan modal smartphone atau laptop. Yup karena pasar sekarang ini tak lagi berbentuk fisik. Pasar yang ada sekarang ini merupakan pasar online atau online shop. 

Intinya sih kedua jenis pasar di atas memiliki fungsi yang sama. Yaitu bertemunya penjual dan pembeli untuk menawarkan dan membeli suatu produk. Produk yang dijual juga sama, ada baju, makanan, sepatu, perlengkapan rumah, dan lainnya.

Lebih jauh Pak Leg cerita tentang kebiasaan anak-anak di negara Amerika Serikat. Saya lupa nulis negara bagian mana, yang pasti sejak kecil mereka diajarkan untuk berwirausaha.

Jualannya sederhana, seperti minuman ringan lemonade. Jualannya di depan rumah aja dengan menggunakan meja. Dan anak-anak itu lah yang jaga lapak jualannya. Mereka menantikan pekerja pulang dari kantor, orang lewat, yang akan mampir ke lapak. 

Mereka yang membeli satu cup lemonade tahu, itu adalah bentuk dukungan belajar wira usaha anak-anak sedari kecil. Dukungan yang bagi pekerja tak terbebani karena harganya murah. Namun bagi anak-anak tentunya senang jualannya laku terjual. Mereka memupuk rasa percaya diri berwirausaha sejak kecil.

Lapar nih dengerin sharing tentang reksadana. Saya mau ngemil dulu ya, hihii.
Sayang loh, ada minuman teh hangat dengan cemilan timus isi gula cair dan misoa. Abis ngemil pikiran saya langsung jernih, bisa dong menerima materi reksadana selanjutnya.




Kalo kalian mending belajar saham dengan modal kecil dulu. Saham itu pemilik modal boleh mengatur, sebagai owner ia punya suara untuk usahanya. Hasil usahanya juga bakal dibagi rata sesuai kepemilikan sahamnya.

Beda dengan obligasi, misal bapak A pinjam modal usaha ke bapak B. Kalo untung atau pun tidak, A tetap mengembalikan pinjamannya itu ke B. Namun di sini B tidak bisa mengatur usaha A. Hasilnya hanya berupa prosentasi keuntungan dan pokoknya. Semakin besar uang yang dipinjamkan tentu bunganya makin tinggi dan hasilnya akan tinggi juga. Namun tentu saja di sini resikolnya makin tinggi.

Cara kerja Reksadana itu dengan membeli unit kemudian biarkan nilainya berkembang. Nilainya bisa naik atau turun, sesuai fluktuasi pasar. Dan unit ini bisa kita jual kembali dengan mencairkannya. Prosenya bisa antara 1 sampai 7 hari masuk ke rekening. Tapi dari pengalaman teman-teman saya sih cuma dua hari. 

Reksadana yang udah kalian miliki, juga bisa ditukar atau switching dengan unit reksadana lainnya. Ini bisa dilakukan kapan aja, kapan pun yang kalian inginkan.

Dua kopdar sebelumnya udah ngomongin tentang dua macam reksadana. Yaitu Reksadana Pasar Uang dan Reksadana Pendapatan Tetap.


Inestasi Reksadana Syariah

Reksadana Saham

Kopdar kali ini Pak Leg akan membicarakan dua reksadana terakhir. Namun yang pertama bakal dikupas adalah Reksadana Saham. 

Reksadana saham adalah investasi dengan minimal penyertaan 80 % dari modal yang disetornya. 

Ciri-ciri Reksadana Saham sebagai berikut :
- Memiliki komposisi sebagian besar berupa saham
- Sesuai untuk tujuan investasi jangka panjang yaitu lebih dari 7 tahun
- Sifatnya fluktuatif namun dengan potensi hasil yang tinggi
- Investasi bisa mulai dari 10 ribu rupiah

Nah di sinilah kalian dituntut untuk mengenal saham yang dijual oleh emiten di pasar saham. Investasi membeli saham itu butuh modal besar. Ada sekitar 619 emiten atau perusaaan yang ada di pasar saham. Nah, kalian bisa nggak mengawasi misal membeli saham dari salah satu emiten ini?

Ngeri dong kalo tiba-tiba saham yang kalian miliki, harga jualnya anjlok. Seperti di awal paragraf pembuka tadi. Pengalaman adik ipar yang kehilangan uangnya ratusan juta karena investasi saham secara keliru.

Di sini lah peran Reksadana Saham dari MAMI, manajer investasi selalu menyarankan 90 % atau full invested. Kalo orang awam melihat naik turunnya harga saham dari aplikasi udah bisa. Dengan melihat analitik dari pergerakan saham. 

Sementara manajer investasi di MAMI, memantau dengan masuk ke perusahan yang menjadi emiten di pasar saham. Ada jadwal tertentu bagi ahli analisa dari MAMI yang bertugas meminta data keuangan, laporan fundamental sesuai kondisi fisik perusahaan. Manulife Asset Management Indonesia memiliki 17 staf ahli yang menjadi analis perusahaan ini.

Tentan resiko tentu saja kalian bisa melihat sendiri dalam data berikut ini. Kalo saya sih menyarankan investasi saham di reksadana MAMI. Coba yuk dilihat dalam gambar berikut :



Reksadana Campuran

Sesuai namanya tentu saja Reksadan campuran ini terdiri dari Reksadana Pendapatan Tetap, obligasi, dan saham. Nah, di sini porsi obligasi dan saham yang lebih seimbang tentunya. Dan potensi hasilnya sedang, dengan tingkat fluktuasi yang juga sedang.

Ciri-ciri reksadana campuran ini adalah :
- Memiliki komposisi yang lebih beragam
- Sifatnya moderat dan cukup fluktuatif dengan potensi hasil sedang
- investasi ini sesuai untuk kalian yang memiliki tujuan jangka menengah, dari 5 sampai 7 tahun
- Kalian bisa memulai investasi minimal 100 ribu rupiah

Berikut ini contoh reksadana campuran ala kalian, bisa ditiru atau disesuaikan saja dengan kebutuhan.




Jadi Reksadana Campuran seperti yang dicontohkan di atas, bisa dimulai dengan modal investasi 1 juta rupiah. Komposisi ini bisa diubah sesuai tujuan investasi kalian. 

Ingat aja kuncinya ya, makin pendek jangka waktunya makin besar porsi pasar uangnya. Begitu juga sebaliknya, pokoknya sesuaikan dengan kebutuhan. 

Mengenal Investasi Syariah

Pak Leg bilang, selama ini kalo makan kalian pasti nyarinya yang halal. Traveling di negeri orang, juga tetap memilih makanan yang halal.

Nah, kalo urusan duit, gimana? 

MAMI telah lama peduli dengan ekonomi syariah. Dan produk dari MAMI adalah Reksadana Syariah.  Syaratnya harus lah :
- Kegiatan perusahaan tunduk pada prinsip syariah
- Lolos seleksi OJK dan Dewan Syariah Nasional MUI
- Total utang tidak boleh melebihi 45% dari total aset 
- Total pendapatan bunga dan non halal tidak boleh lebih dari 10% pendapatan usaha.



Dan efek diterbitkannya sesuai dengan akad syariah, dan sesuai dengan peraturan terkait penerbiatan efek syariah.

Ada pula syarat yang harus dihindari dari reksadana syariah, yaitu MAGHRIB. Nah ini terdiri dari tiga hal penting, yaitu :
1. M nya dari Maisir, yaitu bukan merupakan judi, permainan di mana ada yang menang dan ada pihak yang kalah.
2. G nya merupakan kependekan Gharar, yang artinya adalah dari satu kondisi yang memiliki ketidakpastian
3. R nya sendiri merupakan Riba, yaitu bunga. Baik dalam jual beli maupun pinjam meminjam.

Sebenarnya sih banyak yang harus dihindari, bukan tiga hal di atas. Ada Haram, Najasy (penawaran palsu), Risywah (suap), Zhulm (ketidakadilan), Mudarat (tidak bermanfaat), Tadlis (penipuan), dan Ikhtiar penimbunan.

Namun ketiga hal di atas tadi udah mewakili syarat yang harus dihindari dalam reksadana syariah. 



Sementara untuk instrumen dari reksadana syariah adalah pasar uang syariah, sukuk, saham syariah. Di MAMI juga ada syarat khusus lain, seperti Wakalah Mudharabah, Daftar Efek Syariah, dan UPIS (Unit Pengelolaan Investasi Syariah), dan MAMI (Manajer Investasi). Untuk lebih jelasnya kalian bisa melihat gambar berikut ini.   




Senangnya bisa mengenal reksadana syariah ini lebih dekat. Sekarang udah nggak bingung lagi kalo mau investasi. Karena Reksadana Syariah ini sudah komplit, memiliki semua yang ada dalam syarat investasi aman dan halal.

Gimana, kalian udah punya investasi reksadana? Atau mungkin malah udah investasi reksadana syariah, agar hati jadi tenang dan nyaman. Hasilnya bisa untuk tujuan jangka panjang seperti umroh, dana pensiun, atau menikahkan anak? Ihhh, ini kok saya ya yang kepengen. Yuk sharing ya di kolom komentar, Sahabat. Wassalamualaikum.

Kalo ingin tahu lebih dekat dengan Reksadana, kontak di sini ya :



Foto dari :
- dokumentasi pribadi
- Manulife Asset Management Indonesia
- Dikoko
Reading Time:

Rabu, 23 Januari 2019

Mewujudkan Impianmu Dengan Reksadana Manulife
Januari 23, 2019 33 Comments

Reksadana Manulife
Pict by Dikoko Production

Assalamualaikum Sahabat. Mewujudkan Impianmu Dengan Reksadana Manulife. Banyak yang punya mimpi pengen kesini, pengen kesana. Tapi udah usaha apa aja untuk mewujudkan mimpi-mimpi itu? 

Jadi ingat salah satu film animasi anak-anak. Yuk nyanyi!
Aku ingin begini, aku ingin begitu. Ingin ini itu banyak sekaliiii.. Semua semua dapat dikabulkan, dapat dikabulkan dengan kantong ajaib...
Baca dengan cara dinyanyikan, ingat kan dengan lagu ini? Hihiiii.

Iya kalo kalian tinggal di negeri ajaib, bisa lah minta ini itu dan temukan aja di kantong ajaib.

Namun kalian hidup di dunia nyata. Ketika semua harga bisa naik dan turun kayak rollercoaster yang kadang bikin jantung jumpalitan. Terutama biaya anak sekolah atau masuk kuliah kayak saya awal semester kemarin. Atau mendadak atap rumah bocor dan nggak bisa cuma ditambal. Tapi harus dibongkar semua karena kena rayap dan rapuh.

Saya dan suami termasuk yang percaya bahwa hidup harus direncanakan. Nggak berhenti di sini saja sih. Karena rencana tanpa aksi juga seperti mimpi siang bolong. 

Perencanaan keuangan keluarga saya udah dimulai sejak anak-anak masih usia beberapa bulan. Ikut asuransi pendidikan dari jaman mereka belum bisa berjalan. Alhamdulillah meski rejeki anak memiliki jatahnya sendiri, tetap hati jadi tenang ketika ada tabungan pendidikan untuk mereka.

Begitu pun ketika kami punya mimpi bisa melaksanakan ibadah haji selagi muda. Iya, kami punya mimpi bisa berangkat haji ketika usia masih di bawah lima puluh tahun. Dengan perencanaan dan menabung, yang rasa-rasanya nggak ngumpul juga, tapi akhirnya bisa kami wujudkan.

Investasi Bisa Mengalahkan Inflasi, Jika...

Senangnya kalo bisa hadir dalam bincang investasi seperti hari Sabtu, tanggal 12 Januari 2019. Sebagai ibu rumah tangga, peran manajer keuangan keluarga otomatis menjadi tugas istri. Dan sudah kah sesuai dengan penerimaan atau penghasilan bulanan. Atau hasilnya malah tekor dan bukannya untung. 

Artinya ibu rumah tangga harus pintar mengatur keuangan keluarga. Salah satunya adalah dengan bijak berinvestasi. Kalo saya sejak dulu lebih suka investasi emas dalam bentuk perhiasan atau tabungan.

Nah, ternyata ketika ikut Kopdar Investarian yang pertama, baru saya tahu kalo nabung itu bukan investasi. Masih ingat dengan sebutan Inflasi, si silent robber. Hiksss.


Sini deh saya kasih gambaran yang gampang. Nabung itu misal tiap bulan kalian setor ke bank sejumah 1 juta rupiah. Selama 12 bulan dapat hasil tabungan 12 juta ditambah dengan bunga per tahunnya paling nggak sampe 1 %.  

Hitung sendiri ya hasil tabungan plus bunga juga biaya administrasi serta pajaknya selama satu tahun. Kayaknya bukan untung malah tabungan berkurang. Itu pun kalo tabungan kalian rata-rata per bulan di atas 1 juta.

Bayangkan kalo disimpan dalam bentuk investasi, dana 12 juta bisa saja bertambah. Tapi investasi yang mana dulu yang bisa menguntungkan kalian?

Presiden Direktur PT. Manulife Asset Manajemen Indonesia, Bapak Legowo Kusumonegoro memberikan semacam ilustrasi tentang investasi.

Kalian pernah kan belajar renang? Atau belum, hahaha. Nah, saya dulu belajar renang di tempat yang rendah dulu sekitar 1,5 meter. Begitu udah bisa meluncur dan mengambang, belajarnya meningkat. Huhuhuu, bahasanya entah apa ya itu, <<<mengambang>>>

Intinya kalo mau belajar renang jangan di kolam yang dalam, misal 2 meter. Bukannya pintar renang malah yang ada kalian bakal tenggelam.

Begitu pula dengan investasi. Pelajari dulu dengan memilih investasi yang resikonya kecil. Mending kalian main aman aja. Tapi jangan aman yang bikin nyaman, misal nabung. Sayang kan kalo tiap bulan kalian bisa nabung sejumlah 1 juta lebih, dapatnya kurang dari 12 juta setahun.

Menurut Bapak Legowo, orang-orang yang main aman di bidang investasi nantinya dapatnya juga biasa aja.


Reksadana Manulife

Kiat dari beliau bisa kalian jadikan pedoman nih. Intinya Investasi adalah upaya kita untuk mengalahkan inflasi. Jadi kalo investasi kalian bisa mencapai sekitar 6%, sementara inflasi saat itu sekitar 5%. Itu artinya kalian udah bisa disebut investor. Artinya lagi, investasi yang kalian pilih udah berhasil.

Bincang investasi kemarin itu bikin pandangan saya tentang invenstasi  jadi tercerahkan.   



Reksadana Pasar Uang


Kopdar Investarian yang pertama kami sudah belajar tentang Reksadana Pasar Uang. Intinya reksadana pasar uang ini resikonya kecil. Kalo kalian ingin belajar, bisa mulai dengan membeli reksadana pasar uang. 

Saya pun udah punya reksadana pasar uang ini karena cukup murah sih harganya. Ciri-cirinya reksadana pasar uang itu potensi hasil dan fluktuasinya cenderung stabil. Biasanya kalian bisa memilih jangka waktu minimal 1 - 2 tahun. 

Di MAMI atau Manulife Asset Manajemen Indonesia, imbal hasil reksadana pasar uang ini pernah mencapai yang tertinggi yaitu 5,7%. Bayangkan dengan duit yang selama ini kalian tabung di bank, saat ini apakah ada yang menawarkan hasil setara dengan 5,7% per tahun?

Kalo pengen tahu lebih banyak tentang reksadana pasar uang, klik aja link artikel yang udah saya kasih di atas ya. Komplit udah saya bahas tentang hal ini saat hadir dalam Kopdar Investarian yang pertama.


Reksadana Pendapatan Tetap


Bapak Legowo mengingatkan bahwa reksadana pendapatan tetap ini memiliki resiko yang lebih tinggi. Namun jangan takut karena hasilnya tentu juga lebih tinggi. Sepadan lah dengan resikonya.

Contoh investasi reksadana pendapatan tetap adalah perencanaan biaya umroh atau haji. Atau untuk pesta pernikahan, renovasi rumah, dan lainnya. Intinya biasanya untuk perencanaan kebutuhan dana di atas 3 - 4 tahun.

Dalam kesempatan itu, kami juga mendapat insight tentang ciri-ciri reksadana pendapatan tetap. Yaitu :
- Sedikit berfluktuasi 
- Kalian bisa membeli dan mencairkannya kapan saja
- Potensi hasil di atas deposito
- Investasi bisa kalian mulai dari 10 ribu rupiah


Mau Tahu Beda Spekulan dan Investor?

Sharing siang itu tidak terasa karena materinya menarik dan bermanfaat buat kami. Kali ini ada Kak Evelyn yang akan sharing tentang spekulan dan investor. 


Reksadana Manulife
Pict by mba Ika
Spekulan adalah orang yang hanya pengen hasil akhir, tak peduli gimana prosesnya. Sementara investor adalah orang yang memiliki minat dan peduli bagaimana menumbuhkan aset yang dimilikinya.

Nah tahu nggak sih, katanya generasi sekarang tuh banyak maunya. Tapi katanya lagi, mereka nggak tahu cara mencapai keinginannya.

Masih ingat dengan lagu yang saya tulis di atas kan?! Hahaha. Iya, banyak maunya, tapi saat ditanya gimana cara mencapai keinginannya, jawabnya nggak tahu.

"Kalian mau kemana akhir tahun nanti?"
"Liburan dong,"
"Liburan kemana?"

Ng ng ng... ng yang panjang, karena bingung mau liburan kemana. Kalo dilanjutkan bisa nambah bingung lagi, duitnya udah terkumpul atau belum. Kalo belum, mau dapat duit dari mana? *hayo loh

Kemarin sih poin dari Kak Evelyn adalah mengajak kami untuk mengetahui apa sih keinginan kita dalam hidup ini? Kemudian keinginan kalian harus dikerucutkan, jangan hanya jadi ide liar. 

Ini nih 3 tujuan dalam hidup kalian agar bisa mewujudkan impian :
1. Impian kalian apa?
2. Kapan impian itu pengen kalian wujudkan?
3. Berapa sih dana yang kalian butuhkan?

Nah, di bawah ini ada tabel simulasi investasi yang akan membantu kalian untuk menghitung berapa dana yang dibutuhkan. 

Saya dan suami punya impian bisa liburan sekeluarga tahun ini. Pengennya sih  liburan di Lombok dan karena sudah ada tabungan, kami hanya butuh tambahan dana 15 juta. Semoga bisa terwujud bagi kami, keluarga Doyan Plesir jalan-jalan ke Lombok akhir tahun nanti.

Nah, kami juga punya impian. Sebenarnya sih resolusi bersama keluarga suami, untuk berangkat umroh bersama-sama tahun 2020 nanti. Sebagian uang untuk umroh udah kami simpan di tabungan khusus. Niatnya memang nggak ingin dapat bunga karena diniatkan untuk ibadah. Jadi kami menambahkan 80 juta untuk kekurangan sisa anggaran biaya umroh nanti. 

Kalo dana darurat memang kami mencadangkan 18 juta, biasanya malah digunakan untuk jalan-jalan. Eh tapi tahun kemarin malah dana darurat kami pergunakan untuk biaya berobat suami waktu kena serangan jantung. 

Harapan kami tentunya bisa mengumpulkan duit sekitar 5 juta lebih tiap bulan khusus untuk investasi reksadana pasar uang. Karena semua rencana ini kami niatkan untuk dua tahun yang akan datang. 


Sharing Tentang Blogging dan Media Sosial

Sabtu kemarin menjadi hari yang bermanfaat banget. Jadi sebelum sharing tentang reksadana, ada dua blogger femes yang sharing tentang blogging dan media sosial.

Sesi pertama dibuka oleh Nia tentang psychology of Sharing. Nia yang menjadi narasumber mengingatkan kami agar sharing di media sosial itu tentang hal yang positif, hal baik, ataupun yang bermanfaat untuk pembaca.

Sementara mba Uniek sendiri sharing tentang review produk atau jasa di blog. Dalam sharing kali ini, mba Uniek menanyakan tentang apa alasan kita untuk menerima job review produk atau jasa.


Pict by Mba Ika
Tentunya ada beberapa persyaratan saat menuliskan review di blog. Yaitu di antaranya :

- Sesuaikan dengan target pembaca di blog. Misal mau nulis tentang kosmetik, tentunya harus menggunakan bahasa yang gaul. Maksudnya agar pembaca yang kebanyakan perempuan usia muda tertarik untuk membaca.

- Mengetahui informasi tentang produk sebelum nulis review. Jangan asal comot sana sini. 

- Sampaikan fakta tentang spesifikasi produk, secara detil dan lengkap. Mulai dari bahan produksinya, harga, bisa dibeli di mana aja, dan lainnya.

- Tambahkan konten visual untuk menarik minat pembaca. Nggak asik dong kalo review isinya cuma artikel. Lagi pula search engine di Google juga lebih menyukai artikel dengan foto yang seimbang jumlahnya.

- Cek typo sebelum publish. Isss... ini kayaknya aku deh yang kena. Selama ini udah cek typo, tapi tetep aja ada yang lolos typo. *curhat dakuw

- Share di media sosial, jangan diam aja. Mana ada yang tahu kalo kalian abis nerbitin artikel di blog. 

Acara yang dimulai sekitar pukul 11.00 dan berakhir menjelang Ashar itu benar-benar sangat bergizi. Saya udah buat simulasi anggaran untuk investasi. Semoga pakbos bisa mengijinkan dan langsung setor dananya untuk investasi reksadana. Mewujudkan impian dengan reksadana Manulife benar-benar mampu membantu kalian, tentunya asal langsung beraksi. Jangan sebatas mimpi. Nah, apa impian kalian, sahabat? Sharing yukkk di sini. Wassalamualaikum.
Reading Time:

Sabtu, 06 Oktober 2018

Kopdar Investarian Bersama Reksadana Manulife dan Kiat Ngeblog
Oktober 06, 2018 48 Comments
Picture by Diko
Assalamualaikum Sahabat. Kopdar Investarian Bersama Reksadana Manulife dan Kiat Ngeblog ala Nia Nurdiansyah. Beruntung banget nih dengan satu kali datang, saya bisa mendapatkan wawasan dan insight yang bermanfaat serta bergizi.

Hari Minggu biasanya saya gunakan untuk bersantai. Atau kadang juga jalan-jalan keluar kota bareng keluarga. Namun pada hari Minggu tanggal 30 September 2018, saya melakukan hal yang berbeda.

Atas ijin suami, saya menghadiri acara Kopdari Investarian Bersama Reksadana Manulife. Kata Reksadana telah membangkitkan minat saya untuk gabung dengan teman-teman bogger lainnya dalam event seru nan bergizi.

Dan hari Minggu lalu, menjadi pembuka event Kopdar Investarian bersama Reksadana Manulife. Rencananya ada 4 Kopdar Investarian yang akan dilakukan bersama Reksadana Manulife.

MC yang cantik membuka acara dengan mengajak peserta untuk bersiap menerima sharing materi tentang dua topik menarik. Apa saja sih materi kopdar kali ini? 


Polling Untuk Mengenal Tentang Kondisi Keuangan 

Mas Surya Hadinata dari Manulife Semarang mengajak blogger yang hadir untuk buka mata dan buka telinga tentang efektif menabung. Intinya sih apapun pekerjaan kita, harus tetap melek tentang menabung dan investasi.

Kami pun diajak ngisi polling tentang di mana posisi keuangan kita saat ini. Apa yang bikin kita sulit nyisihin duit, dan beberapa polling lainnya. Nantinya semua itu akan dibahas saat sharing materi sesi kedua Kopdar Investarian bersama Reksadana Manulife.

Menurutnya, ada istilah menarik untuk orang yang paham soal investasi. Sebutannya adalah Investarian. Jadi katanya kalo nanti kami memahami materi yang akan dijelaskan oleh Presiden direktur Manulife, Bapak Legowo, bisa dikatakan kami adalah Investarian.


Reksadana Manulife

Sharing Tentang Kiat Ngeblog Agar Menarik Pembaca 

Nia Nurdiansyah mengisi materi yang pertama tentang kiat ngeblog agar pembaca tertarik dan rutin membaca artikel yang kita publish.

Akhir-akhir ini Nia sering memenangkan lomba ngeblog. Artikelnya memang menarik dan bikin pembaca betah berlama-lama di blog yang dikelolanya. 

Memperhatikan data yang dilansir per Juni 2018, Nia menuturkan ada 1.888.198.554 situs website di seluruh dunia. Dan ada 1.037.702 blog post ditulis per hari.

Temuan ini bikin saya jiper, hahahaa. Bayangkan artikel kita bersaing dengan jutaan artikel lain dari seluruh dunia. 

Dunia digital memang tak hanya mengubah teknis beriklan. Namun juga mengubah cara bahasa dan budaya termasuk melibatkan netizen dalam beriklan.

Dari data statistik pengguna internet di Indonesia tahun 2017 saja, terdapat 74,85% pengguna search engine. Dengan 143,36 juta pengguna internet dan 81 juta orang yang senang belanja online.

Dengan  melihat data di atas, tentunya memberikan kesempatan bagi mereka yang suka membuat konten. Yaitu bagaimana agar konten kita menarik minat pengunjung agar berlama-lama betah di website kita?


Menurut Nia, founder Titik Tengah Partnership, mesti ada pembeda antara blogger dengan jurnalis. Blogger tentunya mesti konsisten dengan memberikan update terbaru. Tulisannya merupakan user experience dan bertutur dalam bentuk story telling agar lebih dekat dengan pembaca. Story telling itu seperti curhatan penulis.

Dalam artikelnya juga memiliki info atau solusi bagi pembacanya. Bisa juga memiliki insight atau AHA moments yang menjadikan pembaca terbuka dengan pemikiran baru yang menginspirasi.

Menurut Nia ngeblog itu bukan sekedar tulisan. Yang mesti diingat adalah terdapat juga konten pendukung. Seperti adanya infografis, video, foto, yang mendukung isi artikel.

Tentu maksudnya agar pembaca tertarik dan lebih memahami artikel tersebut. Agar tulisan menarik, Nia pun memberikan kuncinya. Yaitu, harus memelihara niat ngeblog, kreatif, melakukan observasi sebelum menulis, eksplore lebih dalam setiap akan menulis.

Soal niat ngeblog nih, Nia pernah merasa bosan. Namun suatu hari dia melihat seorang bapak yang rutin menggelar dagangannya yang tak seberapa di lapak pinggir jalan. Dalam hatinya, Nia berkata, si bapak yang tak bisa menghasilkan banyak duit saja memiliki niat menjemput rejeki. Itu lah yang akhirnya membuka matanya tetap semangat ngeblog.

Yang tak kalah penting juga masuk dalam komunitas blogger. Tujuannya agar membuka jejaring dengan mengenal banyak artikel milik sesama blogger.

Bila semua itu dilakukan dengan konsisten, tentunya rejeki bakal mendatangi kita. Seperti contohnya adalah tawaran kerjasama dari brand, undangan menghadiri launching, atau gathering.


Dan pada siang hari itu, Nia pun mengajak beberapa blogger yang sudah menikmati rejeki dari mengelola blog. Seperti mba Ika Puspita yang sering mendapatkan produk untuk diendorse. Dari pengalamannya selama ini, mba Ika sudah menikmati duit yang mengalir dari ketekunannya mengelola blog.

Kemudia ada juga Don Suke, pemilik portal berita Seputar Semarang. Yang awal mengelola blognya dari kecil hingga sekarang memiliki page view tinggi.



Selain itu juga hadir Diyanika, bu guru yang sering memenangkan lomba blog. Ketekunannya ngurus blog dengan bermodal smartphone telah mengantarkannya sebagai juara dalam berbagai kompetisi blog.


Dan sharing terakhir dari Handiko, si juara kontes blog yang bikin ngiri banyak blogger. Dari menikmati hadiah berupa duit, smartphone, hingga laptop dan kamera pun sudah dirasakannya. 

Selama ini Diko selalu melakukan riset, melengkapi artikel dengan infografis, foto-foto yang menarik, serta menulis dengan runut. Yang tak kalah penting, Diko juga mencari tahu karakteristik juri tiap lomba yang diikutinya.




Sharing Tentang Investasi oleh Bapak Legowo, Presiden Direktur PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI).

Oleh Bapak Legowo, hasil polling pun diulas lebih mendalam. Polling pertama adalah di mana posisi keuanganmu saat ini?

Kebanyakan peserta kopdar menjawab (17 peserta) udah bisa nabung walaupun dikit. Sementara 11 orang menjawab keuangannya ngepas. Dan sisanya sebanyak 2 orang menjawab keuangannya dalam posisi selalu kurang.

Ada perbedaan besar antara Ngayal dengan mimpi. Ngayal itu maunya banyak, tapi usahanya sedikit. Beda dengan bermimpi. Boleh sih kalo bermimpi, asal diusahakan dengan mewujudkannya jadi nyata.



2I - Insyaf dan Irit

Kalo jaman dulu ngekost dibiayai orang tua, bisa belajar berhemat. Ketika sudah kerja, ternyata susah kembali berhemat seperti waktu ngekost.

Alasannya adalah susah ngumpulin duit. Karena suka ikutin trend bareng teman-teman, pemasukan kurang, banyak godaan diskon, ongkos gaul itu nggak murah, banyak keperluan yang mendadak. 

Jadi urusan nabung itu besok-besok aja.

Trus ketika dibilang negeri ini mengalami inflasi, tanggapannya adalah emang inflasi urusan saya? Hari gini nggak peduli dengan inflasi, bisa nyesel nanti kemudian hari.

Masih ingat dengan harga ayam crispy? Tahun 1998, harga ayam crispy masih pada angkat Rp. 2.500. Ternyata 20 tahun kemudian, harganya jadi 20 ribu. Bisa dihitung berapa lonjakan harga ayam crispy ini.

Saatnya kalian mesti insyaf, enggak lagi tidak peduli dengan pengeluaran setiap bulannya. Irit berbeda dengan pelit.


Yuk, cari tahu, apa aja keinginan kalian? 

Rencana pernikahan, pengen traveling, punya rumah sendiri, dan menunaikan ibadah haji atau umroh.


Reksadana Manulife

Dari polling yang kedua, apakah yang bikin kamu sulit menyisihkan duit?
Jawaban terbanyak sejumlah 18 orang adalah banyak keperluan mendadak yang ngak diperkirakan sebelumnya. Jawaban berikutnya ada 10 orang, alasannya pengeluaran banyak. Dan 7 orang menjawab karena pemasukan kurang.

Sebenarnya irit bukan berarti nggak bisa makan enak, liburan nyaman atau punya smartphone baru. 

Namun irit adalah memprioritaskan kebutuhan dibanding keinginan membeli sesuatu yang baru.

Dan aturan yang selama ini sudah terbiasa adalah mengeluarkan untuk belanja dahulu dibanding menabung. Jadi sisa uang pengeluaran baru ditabung. Susah dong, iya kalo ada sisa. Seringnya sih malah nombok.

Yuk mulai ubah kebiasaan dengan menabung dulu, baru sisanya dibelanjakan. Kalo saya selalu menyisihkan 20% dari pendapatan dengan menabung. Karena saya yakin tabungan bisa membantu ketika suatu saat saya tidak bekerja. Sebagai freelance tentunya hal ini mesti diprediksi agar tidak berhutang kesana kemari.

Kata Bapak Legowo, boleh berhutang namun hutang yang produktif. Seperti hutang beli rumah karena bisa dijadikan tempat ngekost yang menghasilkan pemasukan. Atau hutang beli motor untuk usaha ojek online, tentunya akan ada pemasukan juga. Itu adalah dua contoh hutang yang diperbolehkan.

Trus kalo ternyata sudah terlanjur punya hutang untuk beli mobil demi gengsi, gimana dong? Belum lagi masih ada hutang angsuran beli smartphone terkini, juga angsuran motor.

Saran Bapak Legowo ada tiga opsi, yaitu pertama pilih dengan melunasi hutang yang bunganya paling besar. Selalu bayar pokoknya ketika mendapat THR, atau bonus. 

Opsi kedua adalah tuntaskan hutang yang nominalnya paling kecil dulu. Opsi ketiga adalah jadikan satu semua hutang dengan memilih bunya yang paling kecil.

Nah langkah berikutnya adalah jangan nambah hutang lagi!

Seperti yang sudah saya tulis di atas, ketika ngekost bisa hidup hemat. Agar kiriman duit dari orang tua nggak tekor. 

Ketika sudah kerja, bisakah melakukan hal sama? Irit dan pelit itu beda ya. Irit adalah dengan pintar mengatur keuangan agar tidak tekor.

Caraya dengan beralih dari beli sarapan jadi bikin sarapan sendiri. Dengan harga 20 ribu bisa irit sehari. Kalo selama 10 tahun bisa irit sebesar 73 juta. Bayangkan bila dilakukan terus menerus selama 30 tahun, kalian bisa irit sejumlah 219 juta.

Nah, bisa duit pengeluaran dari beli sarapan ini ditabung dengan cara pintar. Yaitu menginvestasikannya di instrumen dengan hasil 6% setahun. Kalian nggak hanya menyimpang duit sebesar 219 juta. Namun menghasilkan duit sebanyak 603 juta. Fantastis kan jumlahnya.


Inflasi, Silent Robber

Nah yang selama ini nabung, apa kabar duit simpanannya?
Dari polling, terdapat jawaban sebanyak 17 orang bilang segitu-gitu aja. Lima peserta menjawab naik terus, dan lima sisanya menjawab makin berkurang.

Nabung model simbah jaman dulu kan nyimpannya di bawah bantal atau kasur. Kalo yang disimpan 100 ribu, satu tahun atau 20 tahun lagi jumlahnya tetap sama. Namun nilai tukarnya sudah kalah jauh karena harga-harga meningkat.

Bila duit ditabungkan konvensional atau deposito, uang 100 ribu setahun lagi menjadi 104 ribu. Dan 20 tahun lagi menjadi 220.000.

Beda ketika duit itu diinvestasikan dnegan asumsi hasil 15 %. Duit 100 ribu, 20 tahun lag menjadi 1.637.000.


Kenalan Dengan Reksadana

Reksadana adalah program investasi yang menggabungkan modal dari sekian banyak investor. Dengan berinvestasi pada beragam instrumen, serta dikelola secara profesional oleh perusahaan pengelola aset atau Manajer Investasi.

Investasi dengan Reksadana

Menurut Bapak Legowo, tawaran program investasi di Indonesia jumlahnya banyak. Mencapai 100an lebih dengan imbalan yang besar dalam waktu singkat dan janji manis di awal. Pesan beliau, jangan percaya dengan janji manis karena itu adalah investasi bodong atau penipuan.


Reksadana itu berupa Pasar Uang, Pendapatan Tetap, Campuran, dan Saham.

Pesan Bapak Legowo agar hati-hati memilih perusahaan pengelola aset kita. Perhatikan lima hal berikut :

- Fleksibel, artinya banyak pilihan produk sesuai kebutuhan investasi
- Likuid, maksudnya adalah bisa dicairkan kapan aja, tanpa jangka waktu
- Terdaftar dan diawasi  OJK
- Bebas Pajak, artinya hasil investasi tidak dipotong pajak
- Terjangkau karena bisa mulai investasi dari 10 ribu rupiah

Reksadana Pasar Uang adalah seluruhnya instrumen pasar uang. Potensi hasil dan flustuasinya cenderung stabil dan bikin deg-degan. Bisa dicaikan kapan aja, memakai tolok ukur deposito 1 bulan, dan investasi minimal 10 ribu.

Investasi Reksadana adalah harus ada: Pembelian, Investasi bakal berkembang, Pencairan kapan aja (bisa mundur satu hari kerja), dan bisa ditukar dengan unit reksadana yang kita inginkan.

Lebih Dekat Dengan MAMI

Mas Surya menjelaskan tentang MAMI yang udah 19 tahun ada di Indonesia. Tahu dong kalo udah selama itu hadir, artinya aadalah sudah mengantongi kepercayaan dari masyarakat.

Terlebih Manulife Asset Management Investasi sudah masuk dalam tiga besar manajer investasi di Indonesia. Memiliki 35 penghargaa juga dalam 4 tahun terakhir. 

Cek yuk dalam gambar berikut ini :


Tiga Besar Top Keungan pengelola aset manajeman



Dan tiga penanya terbaik mendapat hadiah dari MAMI. Alhamdulillah saya dapat juga nih. 


Reksadana Manulife

Nah, tunggu apalagi sahabat? Langsung yuk investasi yang smart, dengan daftar di www.klikMAMI.com ya. Jadi lah generasi penerus yang smart dan leluasa mengelola keuangan  . Wassalamualaikum Sahabat.
Reading Time:

Rabu, 17 Mei 2017

Yuk Pilih Investasi Reksadana Syariah Yang Amanah
Mei 17, 2017 18 Comments


www.hidayah-art.com

Assalamualaikum sahabat. Menjelang Ramadhan yang sudah di depan mata, sucikan hati dan pikiran agar bisa tenang beribadah. Soal makanan, saya yakin deh pasti kalian selalu memilih yang halal. Kalo untuk duit, gimana? Untuk urusan investasi, apakah sudah memilih yang halal? Mulai sekarang, Yuk Pilih Investasi Reksadana Syariah Yang Amanah.

Eh jadi penasaran nggak sih? Reksadana yang Amanah yang kayak gimana?

Saya kutipkan Hadist Riwayat Al Bukhari tentang urusan keuangan :

"Simpanlah sebagian dari harta kamu untuk kebaikan masa depan kamu, karena itu jauh lebih baik bagimu"

Reading Time: