Maret 25, 2019
BY Hidayah Sulistyowati
43 Comments
Assalamualaikum Sahabat. Mengenal Investasi Syariah Halal bersama Manulife Asset Management Indonesia. Ternyata setelah berkenalan dengan investasi reksadana dalam 2 kali pertemuan, bikin pikiran saya makin jernih. Reksadana tuh nggak seseram yang saya bayangkan.
Duhhh jangan ditertawakan ya. Semua itu karena pengalaman buruk ipar bertahun yang lalu. Memang kalo mau investasi ya belajar kenal lebih dekat. Seperti saya bersama teman-teman blogger di Kira Kira Resto di jalan Taman Ade Irma Suryani.
Kami sempat foto-foto dulu, dan saya ambil yang ini aja.
MC langganan, yaitu Isul membuka acara dengan nada sepereti biasanya. Hepi banget mba MC nya pagi itu. Kami diajakin ikut kuis menti.co dengan materi investasi reksadana dua pertemuan sebelumnya.
Saya salah satu, nggak menang dong. Dan pemenang kuis menti.co adalah Mauren, Koko, dan Virly. Mereka dapat payung, alhamdulillah bisa untuk senjata karena masih musim hujan. Selamat yaa!
Berikutnya ada sambutan dari Mas Surya, yang intinya adalah kopdar kali ini merupakan gabungan kelas ke 3 dan 4.
Mengapa Mesti Investasi?
Karena materi hari ini gabungan, tentunya kali ini kopdar hanya berisi sharing dari Bapak Legowo Kusumonegoro. Presiden Direktur Manajer Asset Manulife Investasi ini menanyakan sesuatu. Yaitu Mengapa Kalian Mesti Investasi?Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, yuk mengingat kembali kopdar investarian yang pertama dan kedua.
Silahkan baca :
- Kopdar Investarian Bersama Reksadana Manulife
Intinya Pak Legowo mengingatkan bahwa kalo kalian menabung, itu mending untuk kebutuhan jangka pendek. Misalnya untuk bayar kebutuhan bulanan, bayar biaya pendidikan 6 bulan ke depan. Pokoknya tabungan itu fungsinya adalah dana yang bisa digunakan sewaktu-waktu. Menabung itu nggak bisa untuk mengejar inflasi.
Jadi beda dengan investasi yang harus bisa mengejar inflasi. Dana untuk investasi ini memang diharapkan bisa bertumbuh. Dengan hasil akhir yang bisa untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang. Seperti untuk umroh atau berangkat haji, biaya kuliah anak-anak, dana pensiun, dana kesehatan hari tua, dan masih banyak lagi.
Saya sudah menuliskan tentang berapa kebutuhan yang harus disiapkan untuk impian masa depan.
Silahkan baca : Mewujudkan Mimpi Dengan Investasi
Mengenal Pasar Modal
Nah kalian udah mengenal belanja di pasar tradisional atau di pusat belanja modern yang bersih di supermarket atau mall.
Ketiga dunia digital mulai marak, belanja sudah nggak perlu lagi dengan keluar rumah. Cukup di rumah atau di tempat kerja, di mana aja dengan modal smartphone atau laptop. Yup karena pasar sekarang ini tak lagi berbentuk fisik. Pasar yang ada sekarang ini merupakan pasar online atau online shop.
Intinya sih kedua jenis pasar di atas memiliki fungsi yang sama. Yaitu bertemunya penjual dan pembeli untuk menawarkan dan membeli suatu produk. Produk yang dijual juga sama, ada baju, makanan, sepatu, perlengkapan rumah, dan lainnya.
Lebih jauh Pak Leg cerita tentang kebiasaan anak-anak di negara Amerika Serikat. Saya lupa nulis negara bagian mana, yang pasti sejak kecil mereka diajarkan untuk berwirausaha.
Jualannya sederhana, seperti minuman ringan lemonade. Jualannya di depan rumah aja dengan menggunakan meja. Dan anak-anak itu lah yang jaga lapak jualannya. Mereka menantikan pekerja pulang dari kantor, orang lewat, yang akan mampir ke lapak.
Mereka yang membeli satu cup lemonade tahu, itu adalah bentuk dukungan belajar wira usaha anak-anak sedari kecil. Dukungan yang bagi pekerja tak terbebani karena harganya murah. Namun bagi anak-anak tentunya senang jualannya laku terjual. Mereka memupuk rasa percaya diri berwirausaha sejak kecil.
Lapar nih dengerin sharing tentang reksadana. Saya mau ngemil dulu ya, hihii.
Sayang loh, ada minuman teh hangat dengan cemilan timus isi gula cair dan misoa. Abis ngemil pikiran saya langsung jernih, bisa dong menerima materi reksadana selanjutnya.
Kalo kalian mending belajar saham dengan modal kecil dulu. Saham itu pemilik modal boleh mengatur, sebagai owner ia punya suara untuk usahanya. Hasil usahanya juga bakal dibagi rata sesuai kepemilikan sahamnya.
Beda dengan obligasi, misal bapak A pinjam modal usaha ke bapak B. Kalo untung atau pun tidak, A tetap mengembalikan pinjamannya itu ke B. Namun di sini B tidak bisa mengatur usaha A. Hasilnya hanya berupa prosentasi keuntungan dan pokoknya. Semakin besar uang yang dipinjamkan tentu bunganya makin tinggi dan hasilnya akan tinggi juga. Namun tentu saja di sini resikolnya makin tinggi.
Cara kerja Reksadana itu dengan membeli unit kemudian biarkan nilainya berkembang. Nilainya bisa naik atau turun, sesuai fluktuasi pasar. Dan unit ini bisa kita jual kembali dengan mencairkannya. Prosenya bisa antara 1 sampai 7 hari masuk ke rekening. Tapi dari pengalaman teman-teman saya sih cuma dua hari.
Reksadana yang udah kalian miliki, juga bisa ditukar atau switching dengan unit reksadana lainnya. Ini bisa dilakukan kapan aja, kapan pun yang kalian inginkan.
Dua kopdar sebelumnya udah ngomongin tentang dua macam reksadana. Yaitu Reksadana Pasar Uang dan Reksadana Pendapatan Tetap.
Reksadana Saham
Kopdar kali ini Pak Leg akan membicarakan dua reksadana terakhir. Namun yang pertama bakal dikupas adalah Reksadana Saham.Reksadana saham adalah investasi dengan minimal penyertaan 80 % dari modal yang disetornya.
Ciri-ciri Reksadana Saham sebagai berikut :
- Memiliki komposisi sebagian besar berupa saham
- Sesuai untuk tujuan investasi jangka panjang yaitu lebih dari 7 tahun
- Sifatnya fluktuatif namun dengan potensi hasil yang tinggi
- Investasi bisa mulai dari 10 ribu rupiah
Nah di sinilah kalian dituntut untuk mengenal saham yang dijual oleh emiten di pasar saham. Investasi membeli saham itu butuh modal besar. Ada sekitar 619 emiten atau perusaaan yang ada di pasar saham. Nah, kalian bisa nggak mengawasi misal membeli saham dari salah satu emiten ini?
Ngeri dong kalo tiba-tiba saham yang kalian miliki, harga jualnya anjlok. Seperti di awal paragraf pembuka tadi. Pengalaman adik ipar yang kehilangan uangnya ratusan juta karena investasi saham secara keliru.
Di sini lah peran Reksadana Saham dari MAMI, manajer investasi selalu menyarankan 90 % atau full invested. Kalo orang awam melihat naik turunnya harga saham dari aplikasi udah bisa. Dengan melihat analitik dari pergerakan saham.
Sementara manajer investasi di MAMI, memantau dengan masuk ke perusahan yang menjadi emiten di pasar saham. Ada jadwal tertentu bagi ahli analisa dari MAMI yang bertugas meminta data keuangan, laporan fundamental sesuai kondisi fisik perusahaan. Manulife Asset Management Indonesia memiliki 17 staf ahli yang menjadi analis perusahaan ini.
Tentan resiko tentu saja kalian bisa melihat sendiri dalam data berikut ini. Kalo saya sih menyarankan investasi saham di reksadana MAMI. Coba yuk dilihat dalam gambar berikut :
Reksadana Campuran
Sesuai namanya tentu saja Reksadan campuran ini terdiri dari Reksadana Pendapatan Tetap, obligasi, dan saham. Nah, di sini porsi obligasi dan saham yang lebih seimbang tentunya. Dan potensi hasilnya sedang, dengan tingkat fluktuasi yang juga sedang.Ciri-ciri reksadana campuran ini adalah :
- Memiliki komposisi yang lebih beragam
- Sifatnya moderat dan cukup fluktuatif dengan potensi hasil sedang
- investasi ini sesuai untuk kalian yang memiliki tujuan jangka menengah, dari 5 sampai 7 tahun
- Kalian bisa memulai investasi minimal 100 ribu rupiah
Berikut ini contoh reksadana campuran ala kalian, bisa ditiru atau disesuaikan saja dengan kebutuhan.
Jadi Reksadana Campuran seperti yang dicontohkan di atas, bisa dimulai dengan modal investasi 1 juta rupiah. Komposisi ini bisa diubah sesuai tujuan investasi kalian.
Ingat aja kuncinya ya, makin pendek jangka waktunya makin besar porsi pasar uangnya. Begitu juga sebaliknya, pokoknya sesuaikan dengan kebutuhan.
Mengenal Investasi Syariah
Pak Leg bilang, selama ini kalo makan kalian pasti nyarinya yang halal. Traveling di negeri orang, juga tetap memilih makanan yang halal.Nah, kalo urusan duit, gimana?
MAMI telah lama peduli dengan ekonomi syariah. Dan produk dari MAMI adalah Reksadana Syariah. Syaratnya harus lah :
- Kegiatan perusahaan tunduk pada prinsip syariah
- Lolos seleksi OJK dan Dewan Syariah Nasional MUI
- Total utang tidak boleh melebihi 45% dari total aset
- Total pendapatan bunga dan non halal tidak boleh lebih dari 10% pendapatan usaha.
Dan efek diterbitkannya sesuai dengan akad syariah, dan sesuai dengan peraturan terkait penerbiatan efek syariah.
Ada pula syarat yang harus dihindari dari reksadana syariah, yaitu MAGHRIB. Nah ini terdiri dari tiga hal penting, yaitu :
1. M nya dari Maisir, yaitu bukan merupakan judi, permainan di mana ada yang menang dan ada pihak yang kalah.
2. G nya merupakan kependekan Gharar, yang artinya adalah dari satu kondisi yang memiliki ketidakpastian
3. R nya sendiri merupakan Riba, yaitu bunga. Baik dalam jual beli maupun pinjam meminjam.
Sebenarnya sih banyak yang harus dihindari, bukan tiga hal di atas. Ada Haram, Najasy (penawaran palsu), Risywah (suap), Zhulm (ketidakadilan), Mudarat (tidak bermanfaat), Tadlis (penipuan), dan Ikhtiar penimbunan.
Namun ketiga hal di atas tadi udah mewakili syarat yang harus dihindari dalam reksadana syariah.
Sementara untuk instrumen dari reksadana syariah adalah pasar uang syariah, sukuk, saham syariah. Di MAMI juga ada syarat khusus lain, seperti Wakalah Mudharabah, Daftar Efek Syariah, dan UPIS (Unit Pengelolaan Investasi Syariah), dan MAMI (Manajer Investasi). Untuk lebih jelasnya kalian bisa melihat gambar berikut ini.
Senangnya bisa mengenal reksadana syariah ini lebih dekat. Sekarang udah nggak bingung lagi kalo mau investasi. Karena Reksadana Syariah ini sudah komplit, memiliki semua yang ada dalam syarat investasi aman dan halal.
Gimana, kalian udah punya investasi reksadana? Atau mungkin malah udah investasi reksadana syariah, agar hati jadi tenang dan nyaman. Hasilnya bisa untuk tujuan jangka panjang seperti umroh, dana pensiun, atau menikahkan anak? Ihhh, ini kok saya ya yang kepengen. Yuk sharing ya di kolom komentar, Sahabat. Wassalamualaikum.
Kalo ingin tahu lebih dekat dengan Reksadana, kontak di sini ya :
Foto dari :
- dokumentasi pribadi
- Manulife Asset Management Indonesia
- Dikoko




















