My Mind - Untaian Kata Untuk Berbagi: Manulife Asset Manajemen Indonesia
Tampilkan postingan dengan label Manulife Asset Manajemen Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manulife Asset Manajemen Indonesia. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Maret 2019

Mengenal Investasi Syariah Halal bersama MAMI
Maret 25, 2019 43 Comments
Reksadana Syariah

Assalamualaikum Sahabat. Mengenal Investasi Syariah Halal bersama Manulife Asset Management Indonesia. Ternyata setelah berkenalan dengan investasi reksadana dalam 2 kali pertemuan, bikin pikiran saya makin jernih. Reksadana tuh nggak seseram yang saya bayangkan.

Duhhh jangan ditertawakan ya. Semua itu karena pengalaman buruk ipar bertahun yang lalu. Memang kalo mau investasi ya belajar kenal lebih dekat. Seperti saya bersama teman-teman blogger di Kira Kira Resto di jalan Taman Ade Irma Suryani.

Kami sempat foto-foto dulu, dan saya ambil yang ini aja.



MC langganan, yaitu Isul membuka acara dengan nada sepereti biasanya. Hepi banget mba MC nya pagi itu. Kami diajakin ikut kuis menti.co dengan materi investasi reksadana dua pertemuan sebelumnya. 



Saya salah satu, nggak menang dong. Dan pemenang kuis menti.co adalah Mauren, Koko, dan Virly. Mereka dapat payung, alhamdulillah bisa untuk senjata karena masih musim hujan. Selamat yaa!

Berikutnya ada sambutan dari Mas Surya, yang intinya adalah kopdar kali ini merupakan gabungan kelas ke 3 dan 4. 

Mengapa Mesti Investasi?

Karena materi hari ini gabungan, tentunya kali ini kopdar hanya berisi sharing dari Bapak Legowo Kusumonegoro. Presiden Direktur Manajer Asset Manulife Investasi ini menanyakan sesuatu. Yaitu Mengapa Kalian Mesti Investasi?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, yuk mengingat kembali kopdar investarian yang pertama dan kedua.

Silahkan baca :

- Kopdar Investarian Bersama Reksadana Manulife

Intinya Pak Legowo mengingatkan bahwa kalo kalian menabung, itu mending untuk kebutuhan jangka pendek. Misalnya untuk bayar kebutuhan bulanan, bayar biaya pendidikan 6 bulan ke depan. Pokoknya tabungan itu fungsinya adalah dana yang bisa digunakan sewaktu-waktu. Menabung itu nggak bisa untuk mengejar inflasi.



Jadi beda dengan investasi yang harus bisa mengejar inflasi. Dana untuk investasi ini memang diharapkan bisa bertumbuh. Dengan hasil akhir yang bisa untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang. Seperti untuk umroh atau berangkat haji, biaya kuliah anak-anak, dana pensiun, dana kesehatan hari tua, dan masih banyak lagi.

Saya sudah menuliskan tentang berapa kebutuhan yang harus disiapkan untuk impian masa depan.

Silahkan baca : Mewujudkan Mimpi Dengan Investasi


Mengenal Pasar Modal


Siapa yang doyan belanja? Kayaknya semua orang tuh suka belanja, ye khaaan?
Nah kalian udah mengenal belanja di pasar tradisional atau di pusat belanja modern yang bersih di supermarket atau mall.

Ketiga dunia digital mulai marak, belanja sudah nggak perlu lagi dengan keluar rumah. Cukup di rumah atau di tempat kerja, di mana aja dengan modal smartphone atau laptop. Yup karena pasar sekarang ini tak lagi berbentuk fisik. Pasar yang ada sekarang ini merupakan pasar online atau online shop. 

Intinya sih kedua jenis pasar di atas memiliki fungsi yang sama. Yaitu bertemunya penjual dan pembeli untuk menawarkan dan membeli suatu produk. Produk yang dijual juga sama, ada baju, makanan, sepatu, perlengkapan rumah, dan lainnya.

Lebih jauh Pak Leg cerita tentang kebiasaan anak-anak di negara Amerika Serikat. Saya lupa nulis negara bagian mana, yang pasti sejak kecil mereka diajarkan untuk berwirausaha.

Jualannya sederhana, seperti minuman ringan lemonade. Jualannya di depan rumah aja dengan menggunakan meja. Dan anak-anak itu lah yang jaga lapak jualannya. Mereka menantikan pekerja pulang dari kantor, orang lewat, yang akan mampir ke lapak. 

Mereka yang membeli satu cup lemonade tahu, itu adalah bentuk dukungan belajar wira usaha anak-anak sedari kecil. Dukungan yang bagi pekerja tak terbebani karena harganya murah. Namun bagi anak-anak tentunya senang jualannya laku terjual. Mereka memupuk rasa percaya diri berwirausaha sejak kecil.

Lapar nih dengerin sharing tentang reksadana. Saya mau ngemil dulu ya, hihii.
Sayang loh, ada minuman teh hangat dengan cemilan timus isi gula cair dan misoa. Abis ngemil pikiran saya langsung jernih, bisa dong menerima materi reksadana selanjutnya.




Kalo kalian mending belajar saham dengan modal kecil dulu. Saham itu pemilik modal boleh mengatur, sebagai owner ia punya suara untuk usahanya. Hasil usahanya juga bakal dibagi rata sesuai kepemilikan sahamnya.

Beda dengan obligasi, misal bapak A pinjam modal usaha ke bapak B. Kalo untung atau pun tidak, A tetap mengembalikan pinjamannya itu ke B. Namun di sini B tidak bisa mengatur usaha A. Hasilnya hanya berupa prosentasi keuntungan dan pokoknya. Semakin besar uang yang dipinjamkan tentu bunganya makin tinggi dan hasilnya akan tinggi juga. Namun tentu saja di sini resikolnya makin tinggi.

Cara kerja Reksadana itu dengan membeli unit kemudian biarkan nilainya berkembang. Nilainya bisa naik atau turun, sesuai fluktuasi pasar. Dan unit ini bisa kita jual kembali dengan mencairkannya. Prosenya bisa antara 1 sampai 7 hari masuk ke rekening. Tapi dari pengalaman teman-teman saya sih cuma dua hari. 

Reksadana yang udah kalian miliki, juga bisa ditukar atau switching dengan unit reksadana lainnya. Ini bisa dilakukan kapan aja, kapan pun yang kalian inginkan.

Dua kopdar sebelumnya udah ngomongin tentang dua macam reksadana. Yaitu Reksadana Pasar Uang dan Reksadana Pendapatan Tetap.


Inestasi Reksadana Syariah

Reksadana Saham

Kopdar kali ini Pak Leg akan membicarakan dua reksadana terakhir. Namun yang pertama bakal dikupas adalah Reksadana Saham. 

Reksadana saham adalah investasi dengan minimal penyertaan 80 % dari modal yang disetornya. 

Ciri-ciri Reksadana Saham sebagai berikut :
- Memiliki komposisi sebagian besar berupa saham
- Sesuai untuk tujuan investasi jangka panjang yaitu lebih dari 7 tahun
- Sifatnya fluktuatif namun dengan potensi hasil yang tinggi
- Investasi bisa mulai dari 10 ribu rupiah

Nah di sinilah kalian dituntut untuk mengenal saham yang dijual oleh emiten di pasar saham. Investasi membeli saham itu butuh modal besar. Ada sekitar 619 emiten atau perusaaan yang ada di pasar saham. Nah, kalian bisa nggak mengawasi misal membeli saham dari salah satu emiten ini?

Ngeri dong kalo tiba-tiba saham yang kalian miliki, harga jualnya anjlok. Seperti di awal paragraf pembuka tadi. Pengalaman adik ipar yang kehilangan uangnya ratusan juta karena investasi saham secara keliru.

Di sini lah peran Reksadana Saham dari MAMI, manajer investasi selalu menyarankan 90 % atau full invested. Kalo orang awam melihat naik turunnya harga saham dari aplikasi udah bisa. Dengan melihat analitik dari pergerakan saham. 

Sementara manajer investasi di MAMI, memantau dengan masuk ke perusahan yang menjadi emiten di pasar saham. Ada jadwal tertentu bagi ahli analisa dari MAMI yang bertugas meminta data keuangan, laporan fundamental sesuai kondisi fisik perusahaan. Manulife Asset Management Indonesia memiliki 17 staf ahli yang menjadi analis perusahaan ini.

Tentan resiko tentu saja kalian bisa melihat sendiri dalam data berikut ini. Kalo saya sih menyarankan investasi saham di reksadana MAMI. Coba yuk dilihat dalam gambar berikut :



Reksadana Campuran

Sesuai namanya tentu saja Reksadan campuran ini terdiri dari Reksadana Pendapatan Tetap, obligasi, dan saham. Nah, di sini porsi obligasi dan saham yang lebih seimbang tentunya. Dan potensi hasilnya sedang, dengan tingkat fluktuasi yang juga sedang.

Ciri-ciri reksadana campuran ini adalah :
- Memiliki komposisi yang lebih beragam
- Sifatnya moderat dan cukup fluktuatif dengan potensi hasil sedang
- investasi ini sesuai untuk kalian yang memiliki tujuan jangka menengah, dari 5 sampai 7 tahun
- Kalian bisa memulai investasi minimal 100 ribu rupiah

Berikut ini contoh reksadana campuran ala kalian, bisa ditiru atau disesuaikan saja dengan kebutuhan.




Jadi Reksadana Campuran seperti yang dicontohkan di atas, bisa dimulai dengan modal investasi 1 juta rupiah. Komposisi ini bisa diubah sesuai tujuan investasi kalian. 

Ingat aja kuncinya ya, makin pendek jangka waktunya makin besar porsi pasar uangnya. Begitu juga sebaliknya, pokoknya sesuaikan dengan kebutuhan. 

Mengenal Investasi Syariah

Pak Leg bilang, selama ini kalo makan kalian pasti nyarinya yang halal. Traveling di negeri orang, juga tetap memilih makanan yang halal.

Nah, kalo urusan duit, gimana? 

MAMI telah lama peduli dengan ekonomi syariah. Dan produk dari MAMI adalah Reksadana Syariah.  Syaratnya harus lah :
- Kegiatan perusahaan tunduk pada prinsip syariah
- Lolos seleksi OJK dan Dewan Syariah Nasional MUI
- Total utang tidak boleh melebihi 45% dari total aset 
- Total pendapatan bunga dan non halal tidak boleh lebih dari 10% pendapatan usaha.



Dan efek diterbitkannya sesuai dengan akad syariah, dan sesuai dengan peraturan terkait penerbiatan efek syariah.

Ada pula syarat yang harus dihindari dari reksadana syariah, yaitu MAGHRIB. Nah ini terdiri dari tiga hal penting, yaitu :
1. M nya dari Maisir, yaitu bukan merupakan judi, permainan di mana ada yang menang dan ada pihak yang kalah.
2. G nya merupakan kependekan Gharar, yang artinya adalah dari satu kondisi yang memiliki ketidakpastian
3. R nya sendiri merupakan Riba, yaitu bunga. Baik dalam jual beli maupun pinjam meminjam.

Sebenarnya sih banyak yang harus dihindari, bukan tiga hal di atas. Ada Haram, Najasy (penawaran palsu), Risywah (suap), Zhulm (ketidakadilan), Mudarat (tidak bermanfaat), Tadlis (penipuan), dan Ikhtiar penimbunan.

Namun ketiga hal di atas tadi udah mewakili syarat yang harus dihindari dalam reksadana syariah. 



Sementara untuk instrumen dari reksadana syariah adalah pasar uang syariah, sukuk, saham syariah. Di MAMI juga ada syarat khusus lain, seperti Wakalah Mudharabah, Daftar Efek Syariah, dan UPIS (Unit Pengelolaan Investasi Syariah), dan MAMI (Manajer Investasi). Untuk lebih jelasnya kalian bisa melihat gambar berikut ini.   




Senangnya bisa mengenal reksadana syariah ini lebih dekat. Sekarang udah nggak bingung lagi kalo mau investasi. Karena Reksadana Syariah ini sudah komplit, memiliki semua yang ada dalam syarat investasi aman dan halal.

Gimana, kalian udah punya investasi reksadana? Atau mungkin malah udah investasi reksadana syariah, agar hati jadi tenang dan nyaman. Hasilnya bisa untuk tujuan jangka panjang seperti umroh, dana pensiun, atau menikahkan anak? Ihhh, ini kok saya ya yang kepengen. Yuk sharing ya di kolom komentar, Sahabat. Wassalamualaikum.

Kalo ingin tahu lebih dekat dengan Reksadana, kontak di sini ya :



Foto dari :
- dokumentasi pribadi
- Manulife Asset Management Indonesia
- Dikoko
Reading Time:

Rabu, 23 Januari 2019

Mewujudkan Impianmu Dengan Reksadana Manulife
Januari 23, 2019 33 Comments

Reksadana Manulife
Pict by Dikoko Production

Assalamualaikum Sahabat. Mewujudkan Impianmu Dengan Reksadana Manulife. Banyak yang punya mimpi pengen kesini, pengen kesana. Tapi udah usaha apa aja untuk mewujudkan mimpi-mimpi itu? 

Jadi ingat salah satu film animasi anak-anak. Yuk nyanyi!
Aku ingin begini, aku ingin begitu. Ingin ini itu banyak sekaliiii.. Semua semua dapat dikabulkan, dapat dikabulkan dengan kantong ajaib...
Baca dengan cara dinyanyikan, ingat kan dengan lagu ini? Hihiiii.

Iya kalo kalian tinggal di negeri ajaib, bisa lah minta ini itu dan temukan aja di kantong ajaib.

Namun kalian hidup di dunia nyata. Ketika semua harga bisa naik dan turun kayak rollercoaster yang kadang bikin jantung jumpalitan. Terutama biaya anak sekolah atau masuk kuliah kayak saya awal semester kemarin. Atau mendadak atap rumah bocor dan nggak bisa cuma ditambal. Tapi harus dibongkar semua karena kena rayap dan rapuh.

Saya dan suami termasuk yang percaya bahwa hidup harus direncanakan. Nggak berhenti di sini saja sih. Karena rencana tanpa aksi juga seperti mimpi siang bolong. 

Perencanaan keuangan keluarga saya udah dimulai sejak anak-anak masih usia beberapa bulan. Ikut asuransi pendidikan dari jaman mereka belum bisa berjalan. Alhamdulillah meski rejeki anak memiliki jatahnya sendiri, tetap hati jadi tenang ketika ada tabungan pendidikan untuk mereka.

Begitu pun ketika kami punya mimpi bisa melaksanakan ibadah haji selagi muda. Iya, kami punya mimpi bisa berangkat haji ketika usia masih di bawah lima puluh tahun. Dengan perencanaan dan menabung, yang rasa-rasanya nggak ngumpul juga, tapi akhirnya bisa kami wujudkan.

Investasi Bisa Mengalahkan Inflasi, Jika...

Senangnya kalo bisa hadir dalam bincang investasi seperti hari Sabtu, tanggal 12 Januari 2019. Sebagai ibu rumah tangga, peran manajer keuangan keluarga otomatis menjadi tugas istri. Dan sudah kah sesuai dengan penerimaan atau penghasilan bulanan. Atau hasilnya malah tekor dan bukannya untung. 

Artinya ibu rumah tangga harus pintar mengatur keuangan keluarga. Salah satunya adalah dengan bijak berinvestasi. Kalo saya sejak dulu lebih suka investasi emas dalam bentuk perhiasan atau tabungan.

Nah, ternyata ketika ikut Kopdar Investarian yang pertama, baru saya tahu kalo nabung itu bukan investasi. Masih ingat dengan sebutan Inflasi, si silent robber. Hiksss.


Sini deh saya kasih gambaran yang gampang. Nabung itu misal tiap bulan kalian setor ke bank sejumah 1 juta rupiah. Selama 12 bulan dapat hasil tabungan 12 juta ditambah dengan bunga per tahunnya paling nggak sampe 1 %.  

Hitung sendiri ya hasil tabungan plus bunga juga biaya administrasi serta pajaknya selama satu tahun. Kayaknya bukan untung malah tabungan berkurang. Itu pun kalo tabungan kalian rata-rata per bulan di atas 1 juta.

Bayangkan kalo disimpan dalam bentuk investasi, dana 12 juta bisa saja bertambah. Tapi investasi yang mana dulu yang bisa menguntungkan kalian?

Presiden Direktur PT. Manulife Asset Manajemen Indonesia, Bapak Legowo Kusumonegoro memberikan semacam ilustrasi tentang investasi.

Kalian pernah kan belajar renang? Atau belum, hahaha. Nah, saya dulu belajar renang di tempat yang rendah dulu sekitar 1,5 meter. Begitu udah bisa meluncur dan mengambang, belajarnya meningkat. Huhuhuu, bahasanya entah apa ya itu, <<<mengambang>>>

Intinya kalo mau belajar renang jangan di kolam yang dalam, misal 2 meter. Bukannya pintar renang malah yang ada kalian bakal tenggelam.

Begitu pula dengan investasi. Pelajari dulu dengan memilih investasi yang resikonya kecil. Mending kalian main aman aja. Tapi jangan aman yang bikin nyaman, misal nabung. Sayang kan kalo tiap bulan kalian bisa nabung sejumlah 1 juta lebih, dapatnya kurang dari 12 juta setahun.

Menurut Bapak Legowo, orang-orang yang main aman di bidang investasi nantinya dapatnya juga biasa aja.


Reksadana Manulife

Kiat dari beliau bisa kalian jadikan pedoman nih. Intinya Investasi adalah upaya kita untuk mengalahkan inflasi. Jadi kalo investasi kalian bisa mencapai sekitar 6%, sementara inflasi saat itu sekitar 5%. Itu artinya kalian udah bisa disebut investor. Artinya lagi, investasi yang kalian pilih udah berhasil.

Bincang investasi kemarin itu bikin pandangan saya tentang invenstasi  jadi tercerahkan.   



Reksadana Pasar Uang


Kopdar Investarian yang pertama kami sudah belajar tentang Reksadana Pasar Uang. Intinya reksadana pasar uang ini resikonya kecil. Kalo kalian ingin belajar, bisa mulai dengan membeli reksadana pasar uang. 

Saya pun udah punya reksadana pasar uang ini karena cukup murah sih harganya. Ciri-cirinya reksadana pasar uang itu potensi hasil dan fluktuasinya cenderung stabil. Biasanya kalian bisa memilih jangka waktu minimal 1 - 2 tahun. 

Di MAMI atau Manulife Asset Manajemen Indonesia, imbal hasil reksadana pasar uang ini pernah mencapai yang tertinggi yaitu 5,7%. Bayangkan dengan duit yang selama ini kalian tabung di bank, saat ini apakah ada yang menawarkan hasil setara dengan 5,7% per tahun?

Kalo pengen tahu lebih banyak tentang reksadana pasar uang, klik aja link artikel yang udah saya kasih di atas ya. Komplit udah saya bahas tentang hal ini saat hadir dalam Kopdar Investarian yang pertama.


Reksadana Pendapatan Tetap


Bapak Legowo mengingatkan bahwa reksadana pendapatan tetap ini memiliki resiko yang lebih tinggi. Namun jangan takut karena hasilnya tentu juga lebih tinggi. Sepadan lah dengan resikonya.

Contoh investasi reksadana pendapatan tetap adalah perencanaan biaya umroh atau haji. Atau untuk pesta pernikahan, renovasi rumah, dan lainnya. Intinya biasanya untuk perencanaan kebutuhan dana di atas 3 - 4 tahun.

Dalam kesempatan itu, kami juga mendapat insight tentang ciri-ciri reksadana pendapatan tetap. Yaitu :
- Sedikit berfluktuasi 
- Kalian bisa membeli dan mencairkannya kapan saja
- Potensi hasil di atas deposito
- Investasi bisa kalian mulai dari 10 ribu rupiah


Mau Tahu Beda Spekulan dan Investor?

Sharing siang itu tidak terasa karena materinya menarik dan bermanfaat buat kami. Kali ini ada Kak Evelyn yang akan sharing tentang spekulan dan investor. 


Reksadana Manulife
Pict by mba Ika
Spekulan adalah orang yang hanya pengen hasil akhir, tak peduli gimana prosesnya. Sementara investor adalah orang yang memiliki minat dan peduli bagaimana menumbuhkan aset yang dimilikinya.

Nah tahu nggak sih, katanya generasi sekarang tuh banyak maunya. Tapi katanya lagi, mereka nggak tahu cara mencapai keinginannya.

Masih ingat dengan lagu yang saya tulis di atas kan?! Hahaha. Iya, banyak maunya, tapi saat ditanya gimana cara mencapai keinginannya, jawabnya nggak tahu.

"Kalian mau kemana akhir tahun nanti?"
"Liburan dong,"
"Liburan kemana?"

Ng ng ng... ng yang panjang, karena bingung mau liburan kemana. Kalo dilanjutkan bisa nambah bingung lagi, duitnya udah terkumpul atau belum. Kalo belum, mau dapat duit dari mana? *hayo loh

Kemarin sih poin dari Kak Evelyn adalah mengajak kami untuk mengetahui apa sih keinginan kita dalam hidup ini? Kemudian keinginan kalian harus dikerucutkan, jangan hanya jadi ide liar. 

Ini nih 3 tujuan dalam hidup kalian agar bisa mewujudkan impian :
1. Impian kalian apa?
2. Kapan impian itu pengen kalian wujudkan?
3. Berapa sih dana yang kalian butuhkan?

Nah, di bawah ini ada tabel simulasi investasi yang akan membantu kalian untuk menghitung berapa dana yang dibutuhkan. 

Saya dan suami punya impian bisa liburan sekeluarga tahun ini. Pengennya sih  liburan di Lombok dan karena sudah ada tabungan, kami hanya butuh tambahan dana 15 juta. Semoga bisa terwujud bagi kami, keluarga Doyan Plesir jalan-jalan ke Lombok akhir tahun nanti.

Nah, kami juga punya impian. Sebenarnya sih resolusi bersama keluarga suami, untuk berangkat umroh bersama-sama tahun 2020 nanti. Sebagian uang untuk umroh udah kami simpan di tabungan khusus. Niatnya memang nggak ingin dapat bunga karena diniatkan untuk ibadah. Jadi kami menambahkan 80 juta untuk kekurangan sisa anggaran biaya umroh nanti. 

Kalo dana darurat memang kami mencadangkan 18 juta, biasanya malah digunakan untuk jalan-jalan. Eh tapi tahun kemarin malah dana darurat kami pergunakan untuk biaya berobat suami waktu kena serangan jantung. 

Harapan kami tentunya bisa mengumpulkan duit sekitar 5 juta lebih tiap bulan khusus untuk investasi reksadana pasar uang. Karena semua rencana ini kami niatkan untuk dua tahun yang akan datang. 


Sharing Tentang Blogging dan Media Sosial

Sabtu kemarin menjadi hari yang bermanfaat banget. Jadi sebelum sharing tentang reksadana, ada dua blogger femes yang sharing tentang blogging dan media sosial.

Sesi pertama dibuka oleh Nia tentang psychology of Sharing. Nia yang menjadi narasumber mengingatkan kami agar sharing di media sosial itu tentang hal yang positif, hal baik, ataupun yang bermanfaat untuk pembaca.

Sementara mba Uniek sendiri sharing tentang review produk atau jasa di blog. Dalam sharing kali ini, mba Uniek menanyakan tentang apa alasan kita untuk menerima job review produk atau jasa.


Pict by Mba Ika
Tentunya ada beberapa persyaratan saat menuliskan review di blog. Yaitu di antaranya :

- Sesuaikan dengan target pembaca di blog. Misal mau nulis tentang kosmetik, tentunya harus menggunakan bahasa yang gaul. Maksudnya agar pembaca yang kebanyakan perempuan usia muda tertarik untuk membaca.

- Mengetahui informasi tentang produk sebelum nulis review. Jangan asal comot sana sini. 

- Sampaikan fakta tentang spesifikasi produk, secara detil dan lengkap. Mulai dari bahan produksinya, harga, bisa dibeli di mana aja, dan lainnya.

- Tambahkan konten visual untuk menarik minat pembaca. Nggak asik dong kalo review isinya cuma artikel. Lagi pula search engine di Google juga lebih menyukai artikel dengan foto yang seimbang jumlahnya.

- Cek typo sebelum publish. Isss... ini kayaknya aku deh yang kena. Selama ini udah cek typo, tapi tetep aja ada yang lolos typo. *curhat dakuw

- Share di media sosial, jangan diam aja. Mana ada yang tahu kalo kalian abis nerbitin artikel di blog. 

Acara yang dimulai sekitar pukul 11.00 dan berakhir menjelang Ashar itu benar-benar sangat bergizi. Saya udah buat simulasi anggaran untuk investasi. Semoga pakbos bisa mengijinkan dan langsung setor dananya untuk investasi reksadana. Mewujudkan impian dengan reksadana Manulife benar-benar mampu membantu kalian, tentunya asal langsung beraksi. Jangan sebatas mimpi. Nah, apa impian kalian, sahabat? Sharing yukkk di sini. Wassalamualaikum.
Reading Time: