My Mind - Untaian Kata Untuk Berbagi

Kamis, 15 Desember 2022

Tips Merawat Motor Matic Agar Awet, Ganti Oli Sesuai Jadwal!
Desember 15, 2022 27 Comments

Cari Tahu Merawat Motor Matic Agar Awet

Assalamualaikum. Saya baru kenal motor matic saat tahun 2014, tepatnya setelah suami membeli motor matic. Alasannya karena waktu itu engkel kaki saya terkilir dan susah kalo harus naik motor non matic. Jadi motor non matic saya sebelumnya dijual, kemudian ditambah duit untuk dibelikan motor matic baru. Saya sebenarnya agak marah karena nggak suka dengan motor matic. Kayaknya perawatan lebih rumit gitu. 

Merawat Motor Matic

Tapi aslinya saya tuh takut kalo jatuh di jalan seperti banyak pengguna motor matic. Alasan yang malah dijadikan suami saya memberikan edukasi tentang motor matic.

Motor matic itu ya sama aslinya seperti motor non matic. Yang sering jatuh itu karena mereka nggak paham menggunakan rem saat di jalan. Seperti motor non matic, cara ngerem gunakan rem belakang. Dijamin aman deh. Yang sering kalian jumpai pengguna motor matic jatuh di jalan, karena mereka seringnya menggunakan rem depan terlebih dulu. Tentu saja keseimbangan yang kurang bila rem depan yang digunakan dulu.

Saya ngangguk-ngangguk mendengar edukasi suami tentang penggunaan rem ini. Oh bisa jadi sih, kayak motor non matic kan juga gitu. Karena kelupaan saya pernah pakai rem depan, beruntung aja jalannya pelan jadi ngga sampai jatuh. 

Motor Matic Awet Hingga Lama, Apa Rahasianya? 

Motor matic pertama saya adalah Honda Vario 125 yang ukurannya lebih gede dari motor non matic sebelumnya. Kebayang banget saat itu saya ngebatin, udah engkel kaki belum pulih, apa iya saya bisa naik motor ini? Terus nanti kalo misal ban nya bocor kena paku atau benda tajam di jalan, saya mesti nuntun dong. Beraattt nian!


Dan terutama seperti di awal cerita kalo saya tuh takut naik motor matc. Saat itu memang motor matic sedang mulai dikenal, banyak pengguna baru yang mengalami kecelakaan di jalan raya. Termasuk teman kerja saya yang mendadak jatuh. Dari ceritanya memang dia ingat kalo ngerem mendadak pakai rem depan. Mendengar cerita teman kerja ini saya jadi ingat pesan suami tentang penggunaan rem yang benar. Sepanjang berkendara di jalan dengan mematuhi peraturan lalu lintas, tepat menggunakan rem yang benar, insyaa Allah aman sih. 


Saya jadi tenang ketika akhirnya engkel kaki sembuh dan harus bawa motor sendiri ke tempat kerja. Sebelum engkel kaki sembuh, anak sulung yang mengantar berangkat kerja. Nanti pulang suami yang jemput, hihii. 


Alhamdulillah motor matic pertama yang saya punya, dibelikan suami tahun 2014. Hingga hari ini motor matic ini mas ih bisa digunakan. Semua berkat perawatan rutin yang dilakukan suami. Berikut tips merawat motor matic agar awet tahan lama, nggak pernah rusak.

Motor matic


Tips Merawat Motor Matic 
  • Sebelum digunakan, panasi selalu motor matic. Lakukan 5 atau 10 menit sebelum motor matic akan digunakan.
  • Cek bahan bakar agar tidak sampai kehabisan. Payah lah kalo jauh dari tempat jual BBM dan mesti nuntun, bisa encok deh. Tapi yang pasti mesin bisa aus kalo sampai kehabisan bahan bakar.
  • Ganti oli motor matic secara teratur, misal jadwalnya tanggal 10 tiap bulannya. Lakukan tanggal yang sama atau paling tidak H-1 gitu yagesyaa. Kata suami, ganti oli motor matic itu sesuai jadwal dan jangan sampai melebihi jauh dari jadwal. Atau kalo jarang digunakan bisa dengan cek kilometernya, misalnya tiap 2000 - 3000 km gitu.
  • Jangan lupa perhatikan juga kondisi Accu dan busi motor tiap periode tertentu atau saat servis bulanan, bisa tiap 3 bulanan. 
  • Cek roler dan ventbeld juga dan ganti kalo komponen ini udah tidak layak digunakan. Jangan lupa gunakan spare part yang asli.
  • Lakukan perawatan secara rutin pada bagian dalam yang tidak terlihat mata langsung. Kalo saya lebih memilih untuk menyerahkan perawatan membersihkan kotoran atau debu di tempat servis. Mereka lebih teliti membersihkan bagian dalam yang tidak terlihat dari luar.

Agar motor matic tahan lama, coba deh atur kecepatan motor secara stabil. Jangan sering-sering melakukan pengegasan secara mendadak. Jangan pula menurunkan kecepatan secara langsung saat motor kamu dalam kondisi kecepatan tinggi.

Mengenal Planet Ban

Seperti yang saya sebutkan di atas, untuk penggantian oli pun jangan sampai telat. Nah suami saya lebih suka memilih bengkel yang udah jadi langganan lama dan kebetulan juga lokasi dekat rumah. Planet Ban tempat suami mempercayakan perawatan motor matic saya, tidak hanya menjual ban seperti namanya. 


Kamu bisa juga menikmati layanan servis motor dan bisa mendapatkan produk untuk perawatan motor yang terbaik. Planet Ban adalah toko suku cadang otomotif untuk kendaraan roda dua. Di sini menyediakan oli X-Ten yang tahan lama untuk segala jenis dan tipe sepeda motor. 

Oli motor matic


Dengan pemilihan oli X-Ten yang tahan lama di Planet Ban akan membuat mesin menjadi lebih bersih, nyaman, dan bebas overhear sehingga lebih stabil untuk digunakan berkendara.


Yang menarik perhatian saya awalnya hingga memilih servis di Planet Ban adalah, ada banyak cabang yang lokasinya di sekitar tempat tinggal kami. Menurut suami, hal ini memudahkan misal dia sedang keluar kota, saya bisa menggantikannya untuk servis motor. Nah, kamu bisa loh cek di https://planetban.com/ kalo ingin tahu lokasi Planet Ban di beberapa kota di Indonesia. 


Kendaraan bermotor yang kita rawat dengan baik tentu juga akan memudahkan kita dalam pemakaian kesehariannya. Nggak seru kan kalo mau pakai motor, mendadak mogok. Alhamdulillah selama ini saya dan anak-anak serta suami nggak pernah mengalaminya. Yuk ceritakan cara kamu melakukan perawatan motor, sob. Boleh berbagi pengalaman merawat motor matic di kolom komentar. Wassalamualaikum. 
Reading Time:

Rabu, 14 Desember 2022

Mau Nyobain Bus Otomatis di Breeze BSD City? Ini Caranya!
Desember 14, 2022 23 Comments

Bus Otomatis pertama di Indonesia ada di The Breeze, BSD City

Assalamualaikum Sahabat. Ada 3 isu utama yang menarik perhatian dan jadi prioritas seluruh negara anggota Forum G20. Yaitu tata kelola kesehatan global, transformasi ekonomi digital dan transformasi energi. 3 isu utama ini menjadi strategi untuk mempercepat pemulihan global, termasuk di Indonesia juga. Sinergi yang dilakukan oleh pemerintah dan pihak swasta ini, salah satunya ada Sinar Mas Land yang turut ambil bagian dengan ekonomi digital dan beralih ke energi terbarukan.

Navya Arma

Kalo ngomongin energi terbarukan, saya jadi teringat pada kendaraan listrik yang ramah lingkungan. Sinar Mas Land sudah melakukannya dengan menyiapkan transformasi BSD  City menjadi kota pintar dengan infrastruktur digital dan pengembangan fasilitas yang peduli lingkungan. Ekosistem yang dimaksud adalah menghadirkan inovasi digital terkini yaitu Autonomous Vehicle (AV).


Kebetulan banget pada tanggal 11 - 16 November, Sinar Mas Land membawa Autonomous Vehicle dalam acara  Electric Vehicle Exhibition di Nusa Dua Bali. 



Acara ini merupakan official side event dari G20 yang diadakan Kementerian Perhubungan. AV hadir sebagai dukungan Sinar Mas Land dan Mitsubishi Corporation guna melakukan transisi energi menuju Energi Baru Terbarukan (EBT).

Mengenal Navya Arma, Bus Otomatis Pertama di Indonesia

Sebagai warga daerah saya envy berat dengan warga ibukota Jakarta yang bisa nyobain bus otomatis a.k.a tanpa pengemudi. Kebayang dengan film-film science fiction jaman dulu yang sekarang udah nyata bisa dinikmati. Seperti Autonomous Vehicle dengan merk dagang Navya Arma.

Kendaraan Listrik
Picture taken by Dede Arianto

Ya udah lah karena saya belum punya kesempatan nyobain bus otomatis, saya ingin mengenalnya dulu dari cerita pengelaman teman-teman yang tinggal di Jabodetabek. Terutama teman saya yang tempat tinggalnya sekitar kawasan BSD City.  


Navya Arma bus otomatis ini memiliki penggerak listrik dan battery pack berkapasitas 33 kWh yang dapat bertahan selama 9 jam. Durasi yang cukup lama juga ya kalo digunakan di dalam kota. Nah, kendaraan listrik berdimensi 4,7 m x 2,1 m dapat membawa penumpang hingga 15 orang. Formasi nya sebagai berikut 11 duduk dan 4 berdiri. 


Navya Arma
Picture taken by Dede Arianto

Bus otomatis Arma dilengkapi beragam sensor mulai dari pemanfaatan GPS (Global Positioning System), sensor LIDAR (Light Radar) yang digabungkan dengan kamera resolusi tinggi untuk big data analysis. Kemudian akan diproses oleh komputer yang memiliki spesifikasi tinggi tertanam di dalam mobil. 


Transportasi listrik tanpa awak ini mempunyai kemampuan akselerasi, navigasi, hingga dapat mendeteksi kondisi lingkungan di sekitarnya, termasuk menghindari halangan dan melakukan pemberhentian secara otonom. Jadi nggak perlu khawatir sih dengan pengoperasian bus otomatis ini ya karena sudah dipersiapkan sedetil mungkin tanpa kesalahan. 

Cara Naik Navya Arma Bus Otomatis 

Nah sekarang, gimana caranya kalo saya ingin naik Bus otomatis atau Autonomous Vehicle ini? Ternyata mudah banget loh, karena Autonomous Vehicle sekarang ada di Green Office Park, BSD City. Kita bisa mencoba AV, naiknya dari Lobby Utama The Breeze. Cara nya hanya memberikan pendapat mengenai AV melalui survei di aplikasi OneSmile. 

Picture taken by Dede Arianto

Saya baca di salah satu artikel yang berbagi cara naik bus otomatis ini, tapi sebelumnya ada syarat yang mesti diperhatikan oleh calon penumpang Navya Arma bus otomatis di Breeze BSD city. Yaitu :
  • Bagi calon penumpang ada batas minimal tinggi badan 120 cm, anak-anak di bawah umur tidak disarankan naik bus otomatis.
  • Bayi juga tidak diperbolehkan meski digendong orang dewasa
  • Tidak boleh membawa minum, makanan, binatang peliharaan
  • Download aplikasi One Smile
  • Kamu diharapkan isi survey di aplikasi, kemudian tunjukkan QR Code pada petugas yang jaga.

Autonomous Vehicle bisa kalian coba sampai tgl 21 December 2022. Setelah itu Autonomous Vehicle akan dipamerkan di dalam area The Breeze mulai tgl 22 Dec 2022 sampai 04 Jan 2023. Andai saya dan keluarga jadi menghabiskan akhir tahun di Bogor, saya bakal ngajak berkunjung ke The Breeze. Doakan ya sahabat. Mupeng banget naik Autonomous Vehicle, bus otomatis pertama di Indonesia.


Sahabat udah ada yang nyobain naik Navya Arma? Ayuk cerita dong, nggak apa sih nambah envy setingkat lebih tinggi. Tapi saya senang kok baca pengalaman kalian yang udah nyobain naik bus otomatis ini. Cerita di kolom komentar ya, wassalamualaikum.
Reading Time:

Senin, 12 Desember 2022

Sosok Inspiratif Presiden Direktur JNE Dalam Kompas 100 CEO Forum 2022
Desember 12, 2022 19 Comments
Assalamualaikum Sahabat. Siapa yang kemarin nonton atau baca ramalan tentang suramnya perekonomian tahun 2023? Hati jadi galau, cemas memikirkan bila ramalan itu jadi nyata. Jangan lah ya. Justru dengan adanya ramalan negatif, kita tangkis dengan usaha dan tetap bersikap optimis. Kita belajar dari pengalaman para CEO yang sukses membangun usahanya.

CEO JNE Bapak Feriade Soeprapto

Saya menyikapi banyaknya ramalan suram tahun 2023 dengan membuka mata selebar-lebarnya. Mencari peluang usaha atau mengembangkan usaha yang udah ada. Semangat yuk, sob!

Kiat Strategi Menghadapi Resesi 2023

Si sulung cita-citanya sejak masih mahasiswa ingin punya usaha. Dia tidak tertarik menjadi pengabdi negara. Saya sebagai ibu menyarankan untuk mencari pengalaman dengan menjadi karyawan di perusahaan swasta usai lulus kuliah. 

Calon CEO

Rekomendasi ini mengingat pengalaman ayahnya yang menjadi karyawan di perusahaan konstruksi selama belasan tahun. Baru kemudian membuka usaha konstruksi sendiri, bekalnya lengkap. Modal materi dari tabungan yang selama ini memang diperuntukkan buka usaha, pengalaman kerja yang lumayan lama, dan relasi usaha. Dari suplier dan tentu saja calon pelanggan. 


Usaha suami sudah mengalami berbagai hambatan, dari kena tipu modal tidak balik, hingga sepi job renovasi rumah maupun gedung kantor. Butuh kekuatan untuk teguh bertahan dan tidak tergoda menutup usaha untuk balik menjadi karyawan lagi. Alhamdulillah usaha suami masih survive hingga detik ini. Masih ada orderan renovasi atau membangun rumah/toko, gedung, dan lainnya. Bahkan udah beberapa tahun ini juga menerima order renovasi dan membuat rumah di luar Kota Semarang. 


Ini pula yang diajarkan pada si sulung agar tetap semangat menekuni usaha. Karena kalo sudah niat menjadi pengusaha (meski dimulai dari usaha kecil) harus tahan banting, nggak gampang patah semangat. Tips berikut ini bisa disesuaikan untuk berbagai jenis usaha. 

- Manfaatkan Peluang Inovasi Dengan Riset Pasar

Resesi tidak lantas membuat usaha terhenti. Lakukan riset pasar yang akan membantu memberikan insights bagi bisnis terkait produk atau jasa dan tren yang tengah berkembang di tengah masyarakat. Kamu perlu tahu bagaimana ketertarikan calon pelanggan dengan produk yang akan diluncurkan, hingga mengetahui harga yang rela mereka keluarkan untuk membeli produk tersebut. 

- Memiliki Pemasok Lebih Dari Satu

Untuk mampu bertahan, kamu harus memiliki lebih dari satu pemasok agar produktivitas produksi tidak terganggu dengan ketersediaan bahan baku di pasaran yang terpapar kenaikan harga tersebut. 

- Efisiensi Anggaran

Sebagai pemilik usaha, kamu harus melakukan efisiensi anggaran terutama untuk promosi. Sekarang ini pengusaha kecil maupun menengah lebih menyukai promosi di sosial media. Terlebih bila calon pelanggan yang dituju adalah generasi milenial mapun gen z. Mereka lebih sering membuka sosial media dibanding membaca berita cetak. 

- Menyiapkan Dana Darurat

Bukan perorangan saja yang membutuhkan persiapan dana darurat. Pengusaha wajib memiliki dana darurat yang akan membantu untuk bertahan di masa sulit. Dana darurat ini sebaiknya dipisahkan antara milik perusahaan dan pribadi. Dengan dana darurat yang sudah dipersiapkan, bisa untuk mengelola usaha meski sepi orderan.

Sosok CEO JNE, Bapak Feriadi Soeprapto Menjadi inspirasi 

Salah seorang yang menjadi inspirasi si sulung ingin menjadi pengusaha adalah Bapak Feriadi Soeprapto. Presiden Direktur JNE yang mengawali karirnya sebagai karyawan di perusahan yang didirikan orang tuanya. 


Bapak Feri bahkan melalui proses training, ikut proses orientasi yaitu perkenalan ke perusahaan. Beliau tidak lantas santai namun beban kerjanya justru banyak. Bahkan dia merasa dituntut  untuk bekerja multitasking. Dalam waktu bersamaan tugas yang dilakukannya bisa dobel seperti menjadi customer service dan sales executive. Saat ada di bagian ini, dia harus menghadapi komplain dari pelanggan. 


Menurut Bapak Feriadi, waktu  itu sumber daya manusia yang ada di perusahaan belum banyak. Jadi dia sama dengan karyawan lainnya, pekerjaannya tidak lebih ringan dibandingkan yang lain. Dia dituntut untuk mengerjakan tugasnya dalam waktu bersamaan. Tugas pertamanya di JNE adalah pengembangan bisnis dengan cara membuka jaringan domestik di berbagai wilayah Indonesia. 


Membuat Terang di Tahun Mendatang, langkah menavigasikan pemulihan 2023

Tanggal 2 Desember 2022, Bapak Feriadi Soeprapto menghadiri Kompas 100 CEO Forum di Istana Negara. Acara ini diselenggarakan oleh Harian Kompas dan dihadiri oleh CEO dari berbagai  industri usaha di tanah air.


100 CEO Forum Kompas

Acara tersebut ada beberapa agenda, salah satunya adalah diskusi panel yang bertema 
“Membuat Terang di Tahun Menantang”, 7 Langkah Menavigasikan Pemulihan 2023. Ada beberapa pejabat negara yang hadir, yaitu Bapak Airlangga Hartarto selaku Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Bapak Mahfud MD selaku Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan RI, serta Ibu Sri Mulyani selaku Menteri Keuangan RI.


Diskusi melibatkan 7 perwakilan sektor usaha untuk menyampaikan aspirasi dalam usaha memanfaatkan potensi negeri ini. Seperti yang Presiden Jokowi sampaikan bahwa Indonesia memiliki kekuatan besar untuk membangun strategi ekonomi yang kuat. Membuat terang di tahun mendatang dengan berjuang menghadapi tantangan resesi ekonomi global.

Indonesia memiliki sumber daya alam, sumber daya manusia, serta bonus demografi yang diperkirakan tahun 2030 nanti bakal ada 201 juta tenaga produktif. Negara ini perlu membangun desain untuk kemajuan ekonomi nasional dengan menghasilkan produk unggulan. 

Kita memiliki sumber daya nikel, tembaga, bauksit, dan timah yang bisa menjadi bahan pembuatan baterai untuk mobil listrik. Indonesia tidak perlu bersusah payah memasarkan baterai, karena ketika mobil listrik akhirnya diproduksi masal, negara lain lah yang akan datang sendiri. Apabila Indonesia bisa menjadi pemasok baterai dalam skala besar, roda perekonomian nasional bisa berjalan cepat.

Pidato Presiden Joko Widodo yang optimis, ingin mengajak seluruh CEO yang hadir agar turut serta mendukung dan membangun perekonomian Indonesia. Ide brilian presiden wajib mendapat dukungan untuk membawa Indonesia menuju level yang lebih tinggi. 


Optimisme harus kita gelorakan menghadapi tantangan resesi yang kata banyak pakar bakal terjadi pada tahun 2023. Kalo Presiden Jowoki udah optimis, masa iya kita sebagai warna negara nggak mendukung juga? 

Kompas 100 CEO Forum di Istana Negara


Terlebih ada 100 CEO terpilih dalam Kompas 100 CEO Forum 2022 yang turut serta berbagi pencerahan. Nggak main-main loh kehadiran orang nomer satu di perusahaan besar yang terpilih oleh Kompas.  Untuk mendapatkan informasi lebih banyak, kalian bisa klik link media internal JNE berikut : https://jnewsonline.com/ ya sob.


Bapak Feriadi pernah mengungkapkan, kekuatan JNE ada pada people, network, dan kindness. JNE memiliki semangat Connecting Happiness sebagai implementasi dari seluruh kegiatan bisnis untuk mengantarkan kebahagiaan ke seluruh Indonesia. 


Segitu deh informasi tentang Presiden Direktur JNE bersama CEO dalam acara Kompas 100 CEO Forum 2022 di Instana Negara bersama dengan Menteri dan Presiden Joko Widodo. Saya berharap kita semua bisa mendapat inspirasi dari sosok Bapak Feriadi Soeprapto dengan semua prestasi yang telah ditorehkan untuk kemajuan JNE sebagai layanan distribusi logistik. Wassalamualaikum. 
Reading Time:

Sabtu, 10 Desember 2022

Cooking Demo Kuliner Legendaris ala Festival Jajanan Bango
Desember 10, 2022 29 Comments
Assalamualaikum Sahabat. Bango selalu menjadi teman setia saya sebagai pelengkap masakan di dapur rumah. Warna dan cita rasa hasil masakan yang menggunakan kecap Bango nggak bakal bohong. Wes pokoke uwenaaakk, kata anak-anak dan suami. 

Kuliner Legendaris Festival Jajanan Bango

Masakan yang paling sering saya sajikan di rumah adalah tahu gimbal, tongseng dan bestik ala Bustaman, tumisan sayur, nasi goreng, ayam dan tahu tempe bacem, dan masih banyak lainnya. Jadi saya memang senang menghadirkan kuliner daerah agar anak-anak mengenal rasanya.


Kuliner Indonesia yang banyak jenisnya memiliki cita rasa yang khas. Sayangnya ragam kulier sejumalh 3.259 ini baru sedikit yang dikenal oleh masyarakat luas. Butuh ajakan agar seluruh masyarakat Indonesia agar senantiasa mengeksplorasi, mencoba, dan menjadikan masakan Indonesia sebagai sajian di rumah. Tujuannya adalah agar masyarakat tetap melestarikan kuliner Indonesia dari generasi ke generasi. 


Bango sejak dulu konsisten melestarikan kuliner Indonesia dan mengajak seluruh pecinta kuliner untuk kembali ke akarnya. Yaitu dengen mengenal, mencintai dan ikut melestarikan kekayaan warisan kuliner kita. Bango sudah selama 94 tahun hadir di tengah keluarga Indonesia. Menjadi andalan ibu dan para penjaja kuliner legendaris untuk menyajikan aneka hidangan Indonesia. Masya Allah udah lama juga menjadi teman setia banyak keluarga tentunya.


Tapii.. kalo ngomongin kecap Bango kok saya jadi ingat acara tahunan Festival Jajanan Bango yang selalu dinantikan oleh pecinta kuliner Indonesia. Setelah dua tahun ini acara dilakukan secara virtual, akhirnya tanggal 28-30 Oktober 2022 ini Festival Jajanan Bango kembali hadir dan sukses diselenggarakan di Jakarta. Ada 97 ribu lebih orang yang ikut menikmati sajian kuliner Indonesia di Festival Jajanan Bango (FJB). Kalian termasuk salah seorang yang ikut menikmati cita rasa otentik kuliner Indonesia di FJB 2022 juga?

Cooking Demo Kuliner Legendaris ala Festival Jajanan Bango (FJB)

Melihat antusiasnya masyarakat yang hadir di FJB bulan Oktober lalu, Bango ingin meneruskan semangat pengenalan aneka kuliner nusantara di tengah keluarga Indonesia. Bango menyelenggarakan Live Cooking Demo yang bertema “Hidangkan Resep Kuliner Legendaris ala FJB di Rumahmu”. 


Acara diadakan hari Selasa tanggal 6 Desember 2022 menghadirkan Adisty Nilasari - Senior External & Digital Communication Manager Unilever Indonesia. Acara ini juga menghadirkan Chef Ragil Imam Wibowo serta member Komunitas Kumpulan Emak Blogger. 


Tidak hanya itu, hadir pula secara online member komunitas KEB dan pewarta online. Alhamdulillah saya ikut hadir online dengan semangat ingin mengenal cara masak kuliner legendari dari Chef Ragil.


Mba Adisty bercerita saat FJB kemarin ada 90 resep legendaris yang dicicipi oleh pengunjung. Selama dua tahun hadir secara virtual pasti membuat kangen pecinta kuliner legendaris. Bango dalam kesempatan ini akan membagi resep legendaris agar menjadi inspirasi dari FJB untuk dihadirkan di rumah. Hmmm, resep apa yang bakal dibagikan oleh Chef Ragil?


Hari ini Bango menghadirkan Sate Rembiga ala Ibu Sinnaseh dan Iga Sapi Bakar ala Jangkung.  Dua kuliner legendaris ini saat di FJB sangat diminati, hingga menimbulkan antrian yang panjang meski udah distok berkali-kali. Bango berharap masyarakat yang kemarin belum bisa datang ke FJB bisa nyoba resep yang dibagikan oleh Chef Ragil ini di rumah. 


Sate Rembiga ini sangat spesial dan otentik karena secara rasa dimarinasi dengan bumbu khas dan menggunakan terasi dari Lombok. Begitu pula dengan Iga Bakar si Jangkung yang rasanya juga enak. Tentu saja ada kecap Bango yang melengkapi cita rasa otentik masakan Indonesia.


Bango memilih Sate Rembiga dan Iga Bakar ada alasan lain juga nih, mengingat sebentar lagi tahun baru kan. Pasti kalian mau dong menyajikan kedua kuliner otentik ini untuk menghabiskan malam tahun baru. Wahhh... bakal dipuji-puji nih sama keluarga, Ibu pintar juga menyajikan menu baru yang otentik ala FJB di rumah. 

Chef Ragil

Seperti yang dituturkan Chef Ragil yang nyobain Sate Rembiga dan Iga Bakar itu pengennya makan berkali-kali. Andai saja punya 5 perut ya bisa nyoba berulang kali, hahahaa.


Sebenarnya banyak ya ibu-ibu yang bilang kalo masak makanan Indonesia enak itu ribet. Bumbunya jenisnya banyak, mengolahnya pun butuh waktu lama. Tapi chef Ragil bilang, mitos masakan Indonesia itu masaknya ribet. Karena masak itu bisa diakali. Yang penting ada niat kemudian siapkan waktu untuk masak. Siapkan bumbu yang udah dihaluskan dan simpan di freezer. Atau bisa juga kok beli bumbu jadi di pasar tradisional. 


Seperti sajian pilihan kuliner yang akan dibagikan kali ini tidak ribet. Bumbunya juga dikit. Nggak percaya? Yuk baca resep yang saya tuliskan hasil nyontek dari Chef Ragil.


Resep Sate Rembiga ala Ibu Sinnaseh 

Sate Rembiga ala ibu Sinnaseh ini sangat terkenal di Lombok. Saya dulu galau memilih sate Rembiga atau sate yang lainnya seperti sate pusut, dan sate Bulayak. Tapi akhirnya saya dan temen seperjalanan memilih order sate Rembiga dan sate Pusut. 

Sate Rembiga

Maruk banget ya pengennya nyobain semuanya. Abis terlihat enak sih, apalagi tour guide kami juga merekomendasikan keduanya.


Yuk masak Sate Rembiga, buk-ibuk. Resepnya berikut ini :

Total waktu pembuatan: 45 menit 
Tingkat kesulitan: Sedang

Bahan Saus Sate Rembiga :
120 gram bawang putih cincang
50 gram kecap manis Bango
10 gram terasi Lombok
100 gram cabe merah besar
50 gram cabe keriting
50 gram minyak goreng
100 gram air
Haluskan agak kasar semua bahan saus kecuali kecap manis Bango 

250 gram daging sapi has dalam atau bagian pipi, kemudian potong kecil-kecil
100 gram saus rembiga
2 gram garam
10 pcs tusuk sate

Cara Masak :

Saus Rembiga :

1. Siapkan wajan dan masukkan bahan saus rembiga. Aduk agar merata, dan tunggu hingga mendidih. 

2. Tambahkan kecap Bango dan rebus bumbu hingga kuah mengental. Kecilkan api dan masak sekitar 20 menit. 

3. Matikan api dan saus yang bentuknya seperti pasta siap digunakan. 
4. Sisihkan 50 ml saus sate Rembiga untuk dijadikan kuahnya.

Cara Masak Sate Rembiga

- Campur daging yang sudah dipotong dadu dengan garam dan minyak, aduk hingga merata
- Masukan 2 sendok makan saus Rembiga, aduk lagi hingga merata
- Tusuk daging dengan tusuk sate (3 - 4 potong per tusuk), lakukan hingga daging habis
- Tempatkan sisa saus Rembiga di atas piring datar, beri sedikit minyak, lalu aduk merata dengan sate Rembiga yang akan dibakar
- Bakar sate setengah matang dahulu. Kemudian oleskan lagi saus Rembiga dan bakar kembali hingga matang merata. Tapi sate Rembiga itu paling nikmat dibakar jangan terlalu matang.
- Setelah matang, siap disajikan dengan lontong dan sisa saus sebagai kuahnya.

Sate Rembiga ala Ibu Sinnaseh

Tips Chef Ragil Masak Sate Rembiga :

- Gunakan terasi Lombok kalo ingin warnanya memerah. Tapi kalo tidak ada, pilih terasi berkualitas bagus.

- Sate Rembiga itu aslinya memang daging sapi, kalo pakai has dalam harganya mahal ya. Bisa tuh pilih daging sapi bagian pipi yang enak dan pas banget untuk dibuat sate.

- Tips buat yang ingin jualan, masak lah seperti resep yang dihidangkan di rumah. Masak dengan hati, jadinya rasanya pun otentik.

- Sate Rembiga bisa menggunakan bahan lainnya seperti daging kambing atau ayam. Namun aslinya di Lombok daging sapi yang digunakan ya teman-teman.

Resep Iga Bakar Si Jangkung

Iga Bakar ala Si Jangkung


Total waktu pembuatan: 30 menit 
Tingkat kesulitan: Sedang

Bahan:
300 gram Iga sapi

Bumbu halus untuk merebus iga :

50 gram Bawang merah
50 gram Bawang putih
50 gram Sereh
10 gram Laos
10 gram Kunyit
5 butir Cengkeh
1 butir Pala
1 liter Air
3 gram Garam

Bumbu Tumis :

100 ml Kecap manis Bango
80 gram Bawang merah iris kasar
10 gram Cabe rawit dimemarkan
50 gram Cabe merah iris tipis
50 gram Cabe hijau iris tipis
2 lembar Daun salam
30 ml Air asam Jawa
30 gram Minyak samin/margarine
100 gram Tomat merah potong kasar

Cara Memasak:

· Potong-potong iga menjadi beberapa ruas
· Bersihkan potongan iga dengan lap bersih dan kering
· Haluskan bumbu untuk merebus
· Masukkan iga dan bumbu bersama air ke dalam panci dengan api sedang
· Tambahkan pala yang dimemarkan dan cengkeh
· Rebus hingga iga empuk
· Biarkan sampai dingin di dalam kuahnya agar bumbu meresap
· Tiriskan iga lalu bakar di atas bara
· Setelah dibakar, potong-potong iga sesuai selera
· Panaskan pan dengan minyak samin
· Masukkan bawang merah, cabe dan daun salam
· Tumis hingga harum
· Masukkan daging iga yang sudah dipotong
· Tambahkan kecap manis Bango dan air asam Jawa
· Aduk hingga merata
· Masukkan potongan tomat merah dan aduk sebentar
· Sajikan dengan nasi putih dan potongan tomat kasar

Selama Chef Ragil masak dua resep kuliner legendaris yang ditemani secara bergantian oleh member Kumpulan Emak Blogger, beneran bikin saya jadi lapar. Enggak tercium aromanya aja udah sukses bikin saya ngiler. Membayangkan sate Rembiga yang saya cobain saat traveling ke Lombok bikin kangeeen. Kayaknya saya harus segera nyoba masak salah satu menu ini secepatnya. Eh harusnya keduanya saya coba deh. 


Sahabat udah pernah nyobain dua kuliner legendaris yang ada di FJB ini? Atau mungkin udah masak kedua kuliner ini di rumah? Suwerrr auto mupeng ekseskusi di dapur saya minggu depan deh. Oke sob, saya akan belanja dulu daging sapi bagian pipi yang kata Chef Ragil paling cocok untuk bahan sate. Wassalamualaikum.

Follow IG dan Cek YouTube
Bango Warisan Kuliner 
IG @bangowarisankulier 
Reading Time:

Jumat, 09 Desember 2022

Teknologi Nyamuk Aedes Aegypti Ber-Wolbachia di Kota Semarang
Desember 09, 2022 21 Comments

Mengenal Teknologi Nyamuk Aedes Aegypti Ber-Wolbachia

Assalamualaikum Sahabat. Musim hujan identik dengan datangnya nyamuk juga. Kata teman saya, nyamuknya satu tapi temannya tuh yang banyak dan nakal. Namun yang bikin saya merasa lebih aware lagi adalah munculnya kasus demam berdarah dengue di lingkungan tempat tinggal kami. 


Tahu dong apa penyebab DBD muncul? Iyes, nyamuk Aedes Aegypti yang sudah terinfeksi virus dengue dan menggigit orang sehat. Kalo orangnya memiliki imun sehat ya gak masalah. Beda ketika yang kena gigit nyamuk Aedes Aegypti imunnya rendah, akhirnya terinfeksi virus dengue dan sakit DBD.


Kegalauan hati ini agak berkurang ketika hari Selasa mendapat ajakan untuk hadir dalam Workshop Teknologi Nyamuk Aedes Aegypti Ber-Wolbachia di Kota Semarang. Kegiatan yang didukung oleh Kementerian Kesehatan RI dengan kerja sama Dinas Kesehatan Kota Semarang ini menghadirkan narasumber Dirjen P2PM Kemenkes RI, Kepala Dinas Kesehatan provinsi Jawa Tengah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Kabid P2P DKK Semarang, dan tim dari UGM yang mengembangkan teknologi Nyamuk aedes aegypti ber-Wolbachia.

Workshop Teknologi Nyamuk Aedes Aegypti Ber-Wolbachia Hari ke-1

Pembukaan acara dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan berdoa untuk kelancaran acara dipimpin oleh MC dari pantia. Sambil menanti narasumber dari Dirjen P2PM Kemenkes RI, peserta yang hadir diminta untuk mengenalkan diri. Peserta workshop terdiri dari beragam komponen masyarakat. Perwakilan dari organisasi IIDI, Perguruan Tinggi, LPMK Kecamatan, Darma Wanita, TOkoh Agama, Organisasi Keagamaan, Rotari, Pewarta, Media Elektronik, Blogger, dan Tim Wolbachia Semarang.
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Dirjen P2P) Kemenkes RI, Bapak Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu, DHSM, MARS menyampaikan kata sambutan via zoom, tentang pentingnya teknologi Nyamuk Aedes Agegypti Ber-Wolbachia. Karena kasus demam berdarah yang tinggi bisa memberikan dampak yang luas. Tidak hanya masalah kesehatan namun juga bisa menimbulkan aspek ekonomi. Juga muncul keresahan warga dengan kasus yang ada di lingkungannya meski kegiatan PJN sudah dilakukan rutin.

Pengantar dari Dinkes Semarang, Ibu Dian, Kabid P2P Dinkes Kota Semarang

Nyamuk Aedes Aegypti Ber-wolbachia

Mengadakan proyek percontohan di 5 kota yang ada di seluruh Indonesia. Workshop Teknologi Nyamuk Aedes Aegypti ber-wolbachia dilakukan yang pertama di Kota Semarang bersamaan dengan Kota Bandung. Nantinya kegiatan ini akan berkolaborasi dengan UGM sebagai pusat penelitian dan pengembangan telur nyamuk Wolbachia. Tiga kota lainnya adalah Jakarta Barat, Kupang, dan Bontang. 

Pilihan 5 kota ini sudah ada kekuatan hukum yaitu dengan dikeluarkan Kepmenkes No. HK.01.07/MENKES/1341/2022 tentang Penyelenggaraan Pilot Project Penanggulangan Dengue Dengan Metode Wolbachia.

Kegiatan workshop dengan mengajak berbagai elemen masyarakat ini, diharapkan masyarakat bisa diadvokasi. Peserta yang hadir bisa menyampaikan informasi yang benar setelah workshop usai. Karena kalo dilakukan sendiri oleh Dinas Kesehatan tentu tidak bisa. Butuh kerjasama dari berbagai pihak yang bisa menjadi penyampai informasi.


Jangan lupa juga kalo strategi utama PJN tetap dilakukan, namun wolbachia yangi mendukung kegiatan ini. Tujuan kegiatan workshop untuk menekan kasus demam berdarah yang ada di Kota Semarang.


Kota Semarang ini ada 16 kecamatan dengan 60 % merupakan hunian. Dan kecamatan yang menyumbang angka kasus demam berdarah tertinggi selama 5 tahun terakhir yaitu Banyumanik, Tembalang, Pedurungan, dan Ngaliyan. 

Kasus DBD

Ada 3 syarat untuk kena DBD: 
-  Harus ada orangnya
- Virus di dalam tubuh orang atau nyamuk. Karena virus DBD ini bisa berkembang di orangnya dan di nyamuk. 
- Nyamuk Yang terinfeksi Virus dengue dari orang yang membawa virus sebelumnya.


Nyamuk itu nggak memandang kondisi perumahan elite atau sederhana. Sepanjang ada tempat untuk berkembang biak bagi telur nyamuk aedes aegypti. Di hunian elit pun bisa juga, seperti tempat penampungan air, kolam renang, taman dan lainnya.

DR. Dr. Abdul Hakam - Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang

Kadinkes Kota Semarang
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang hadir via zoom karena tengah ada kegiatan di Kota Kudus. Beliau menuturkan bahwa kegiatan hari ini adalah program Pencegahan dan pengendalian DBD di Kota Semarang. 

Dengan kegiatan program pengendalian DBD menggunakan teknologi nyamuk ber-Wolbachia ini, harapannya kasus demam berdarah bisa turun. Seperti kejadian kasus demam berdarah di Bantul yang turun hingga 77%. Tentu ini butuh kerjasama dari berbagai pihak.

Situasi Terkini DBD Kota Semarang

Workshop kali ini juga mengenalkan Wingko Semarang sebagai jargon baru yang ada di Dinas Kesehatan Kota Semarang. Wingko Semarang kepanjangannya adalah Wolbachia Ing Kota Semarang. Jadi ini bukan wingko yang jadi cemilan kalian yaa.

Teman-teman dari Dinkes Semarang membuat logo Wingko Semarang sampai menginap beberapa hari di WMP Jogja, nyari wangsit kali ya, hahahaa. Jadi terwujudlah logo dengan wujud nyamuk yang diberikan selendang warna merah. Sementara huruf I dalam kata Ing menggunakan simbol land mark Kota Semarang yaitu Tugu Muda. 

Aplikasi Tunggal Dara : Bersatu menanggulangi Demam Berdarah yang udah dilakukan sejak lama. Ada apa aja yang udah dilakukan untuk mencegah demam berdarah? Yuk saya ceritakan di bawah ini :
  • Revitalisasi Pokjanal DBD, Yaitu kelompok kerja yang fungsinya untuk pencegahan dan pengendalian DBD
  • Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik. Dengan mewujudkan individu dan masyarakat secara mandiri untuk mencegah dan melindungi diri dari penularan DBD.
  • Siswa Cari Jentik (SICENTIK) dengan mengenalkan siswa sejak dini tentang Demam berdarah dengue
  • Pemberdayaan Masyarakat dan Kemitraan. Yaitu mencitakan keberdayaan masyarakat untuk mengantisipasi untuk kegiatan PJN dan PSN secara bersamaan
  • Advokasi dan Rakor DBD, yaitu memperoleh satu komitmen dan tindak lanjut mengatasi permasalahan tentang DBD
  • Ceramah Klinis DBD dengan narasumber komisi Ahli DBD. Dalam hal ini dengan mendiagnosa dan pelaporan yang cepat serta tepat untuk mendukung upaya penanggulangan DBD
  • Komunikasi, informasi, dan Edukasi. Untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan praktek serta mendorong perubahan perilaku. Yang semuanya dilakukan dalam rangka pencegahan dan penanggulangan DBD di tengah masyarakat
  • Pengembangan Sumber Daya Manusia, dengan meningkatkan ketrampilan agar SDM makin produktivitas saat bekerja.

Kota Semarang adalah kota yang endemis untuk kasus DBD. Kalo untuk dihilangkan susah, jadi hanya bisa melakukan pengendalian dengan melakukan semua kegiatan yang bisa menekan kasus demam berdarah. 

Dukungan Kebijakan Dalam Implementasi Teknologi Wolbachia di Jawa Tengah


Ibu Dewi dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah menuturkan bahwa kebijakan dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, adalah dengan memberikan fasilitas pendampingan dari analisis data yang didapatkan. Seperti yang terjadi di Grobogan dan Blora saat ini kasus demam berdarah termasuk tinggi. 


Kebijakan yang ada terkait Teknologi Wolbachia :
  • Kebijakan Jangka Pendek, dengan implementasi 6 bulan 
  • Kebijakan Jangka Menengah, dengan implementasi 1-2 tahun diambil berdasar hasil monev atau analises dampak, cost efektif dan cost efisien.
  • Kebijakan Jangka Panjang, merupakan perluasan uji coba, kebijakan pengendalian infeksi dengue di Jawa Tengah secara bertahap dan sesuai dengan prioritasnya.

Terjadinya kasus demam berdarah tinggi bisa disebabkan oleh topografi wilayah, seperti di daerah pesisir utara. Pengembangbiakan jentik nyamuk masih tinggi. Tapi selain dengan topografi, ada penyebab lain yaitu perubahan dampak iklim. Biasanya dari telur hingga menetas itu butuh waktu 7 hari. Namun perubahan iklim ternyata mengubah proses menetas jadi lebih cepat yaitu hanya butuh 4 hari.


Pengendalian vektor itu yang harus dihilangkan adalah tempat perindukannya. Dengan melakukan pemantauan jentik berkala, Jumantik, dan Sicentik, serta langkah lainnya yang mendukung pengendalian demam berdarah.
 

Implementasi Teknologi Wolbachia - Dinkes Kota Semarang

Teknologi Wolbachia ini untuk menekan replikasi virus dengue, chikungunya dan zika dalam tubuh nyamuk Aedes aegypti. 

Ibu Haryati
Ibu Haryati - Dinkes Kota Semarang

Tujuan implementasi dari program ini adalah mengubah Aedes Aegypti ini menjadi nyamuk yang udah ber-Wolbachia. 


Sejarah eksplorasi Wolbachia dimulai sejal lama yaitu tahun 1924 oleh Marshal Hertigdan Simeon Burt Wolbach. Hingga akhirnya tahun 2014 mulai dilakukan penyebaran nyamuk ber-Wolbachia yang pertama di Indonesia yaitu di 2 dusun di Sleman dan 2 dusun di Bantul, Yogyakarta. 


Sekian aja ya cerita saya untuk kegiatan hari pertama ini. Kegiatan hari kedua akan saya ceritakan dalam tulisan berikutnya. Tentang apa aja? Saya kasih bocoran dikit yaa, penjelasan gimana cara nyamuk Aedes Aegypti bisa menjadi nyamuk yang tidak bikin orang terinfeksi virus dengue. Gimana caranya? Nantikan artikel yang membahas lengkap dan tuntas dengan narasumber yang berbeda.


Semoga artikel ini bisa memberikan pencerahan agar masyarakat tidak langsung menolak bila ada relawan atau petugas dari Kelurahan, atau PKK RT RW, mahasiswa, dan lainnya datang untuk meminta menjadi orang tua asuh telur Wolbachia. Wassalamu'alaikum.
Reading Time: