 |
| Candi ke 1 udah terlihat |
Halooo... ada yang senang mengunjungi situs candi? Ahaha.... saya dan keluarga paling senang jalan-jalan dan menatap relief atau susunan batu di beberapa situs candi. Mungkin karena impian saat lulus SMA ingin kuliah di fakultas Arkeolog tak tersalurkan, hehehe.
Tapi nggak cuma saya aja, karena anak-anak juga seneng banget mengunjungi situs candi. Kami beruntung tinggal di Jawa Tengah. Begitu banyak situs candi yang tersebar di wilayah propinsi ini. Sebagai warga Semarang, saya juga merasa beruntung karena ada situs candi yang letaknya lumayan dekat dengan tempat tinggal kami. Kalo pengen ke situs ini, kami bisa langsung berangkat meski mentari sudah berada tepat di atas kepala *tanning gratis
Ada
orang tua yang bangga saat anaknya yang masih berusia empat tahun bisa membaca.
Dan tak sedikit pula yang berharap cemas kala sang bocah berusia enam tahun
belum bisa membaca lancar. Andai saja banyak orang tua yang mengerti, bahwa
anak usia di bawah enam tahun belum saatnya mengenal baca tulis. Hingga tak
perlu melakukan tindakan memaksa anak berlatih membaca sampai pintar seperti
teman sebayanya.
Di
sisi lain, banyak sekolah dasar yang mengharuskan setiap calon muridnya bisa
membaca dan menulis. Bahkan kemampuan baca dan tulis menjadi syarat mutlak saat
seleksi penerimaan murid baru. Hal ini lah yang makin membuat banyak orang tua
mengikutkan anak-anaknya les baca dan tulis.
 |
| foto diambil dari Sini |
Bila musim hujan tiba,
banjir pun datang. Ujung-ujungnya jalan pun berlubang. Nah, pemerintah biasanya
bakal mendapat tudingan tidak becus mengurus perbaikan jalan. Sedangkan pihak
pemerintah juga memiliki anggaran yang sudah terencana tiap tahunnya.
Anggaran yang sudah
dialokasikan ini diperoleh dari berbagai pendapatan. Salah satunya adalah
penerimaan pajak. Sedangkan bagi masyarakat, membayar pajak ibarat beban yang
mesti ditanggung. Padahal bila kesadaran membayar pajak kurang, dari mana
pemerintah mendapat pemasukan untuk memenuhi anggaran belanja?
 |
| Usia 3 bulan udah jjs ke Bandungan |
Anandaku Milzam,
Setiap kali ibu menatap foto masa kecilmu, haru dan bangga begitu bergayut di hati ini. Kamu pasti tak ingat dengan kejadian senin pagi itu. Saat ibu tengah menyiapkan sarapan untuk kita semua. Engkau berjalan dengan langkah bergegas. Kebiasaan yang tak mampu ibu ubah. Saat senang-senangnya bisa berjalan, engkau lakukan dengan langkah cepat. Dan, kaki mungilmu pun saling beradu. Tangismu langsung pecah.
Boleh dibilang saat masih remaja, saya kurang dekat dengan ibu. Meski kami tak pernah bertengkar seperti hubungan beberapa teman saya dengan ibunya. Namun hubungan saya dan ibu juga tak seperti layaknya anak perempuan dengan ibunya.
Justru saya sangat dekat dengan bapak. Mungkin karena sejak kecil, bapak selalu membangun komunikasi yang insentif. Kalau mengajak jalan-jalan di taman atau kebun binatang, pasti akan banyak percakapan dua arah. Bapak juga senang mengajari anak-anaknya menyanyikan lagu berbahasa Inggris.
Subscribe
For New Post Notifications